Anda di halaman 1dari 6

Belajar Bersama | perpipaan dan pompa

Copyright febryjiraiya febri_satrianur@webmail.umm.ac.id http://febryjiraiya.student.umm.ac.id/2010/02/11/perpipaan-dan-pompa/

perpipaan dan pompa


Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal mempunyai impeller untuk mengangkat zat cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Head akan menarik zat cair karena daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeller didalam zat cair. Maka zat cair yang ada di dalam impeller, oleh dorongan sudu-sudu ikut berputar, karena gaya sentrifugal maka kapasitas zat cair mengalir dari tengah impeler keluar melalui saluran di antara sudu-sudu.

Pompa merupakan mesin fluida yang memberikan energi kepada fluida. Untuk pompa sentrifugal, pompa dapat bekerja karena ada impeler, shaft (pusat putaran) dan casing (penutup impeler). Mekanisme kerja dari pompa tersebut ketika impeler berputar, fluida masuk melalui volute yang berbentuk spiral.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, pompa sentrifugal terdiri dari sebuah kipas yang dapat berputar dalam sebuah rumah pompa. Pada rumah pompa ini dihubungkan saluran isap dan saluran kempa. Kipas yang dimaksud disini terdiri dua buah cakra dan diantaranya terdapat sudu-sudu. Pada pompa terjadi hubungan kesebangunan yang berguana untuk memperkirakan unjuk kerja pompa jika putaran pompa dirubah, hukum kesebangunan pompa dapat dirumuskan:

Dimana:

page 1 / 6

Belajar Bersama | perpipaan dan pompa


Copyright febryjiraiya febri_satrianur@webmail.umm.ac.id http://febryjiraiya.student.umm.ac.id/2010/02/11/perpipaan-dan-pompa/

D : diameter impeler (m)

n : putaran pompa (rpm)

P : daya poros pompa (kw)

Pompa juga mempunyai karakteristik diantaranya:

1. Kecepatan spesifik

Kecepatan spesifik pompa impeler sangat berguna untuk menentukan jenis impeler dan ukuran impeler. Persamaan kecepatan spesifik pompa dapat dituliskan:

dimana harga n, Q, H adalah harga-harga pada titik efisiensi maksimum pompa.

Jika harga ns kecil, maka impeler akan berjenis sentrifugal, jika harga ns bertambah besar maka lebar saluran didalam impeler akan bertambah besar pula, dan apabila harga ns bertambah lebih lanjut maka akan mencapai bentuk aliran campur, dan aliran yang melalui impeler akan mempunyai arah diagonal terhadap sumbu poros. Jikalau nilai ns diperbesar lagi maka aliran yang terjadi mempunyai arah aksial atau sejajr dengan sumbu poros.

2. Daya Air

Daya air adalah energi yang diperoleh air dari pompa per-satuan waktu. Daya air besarnya sama dengan daya poros pompa dikurangi kerugian daya didalam pompa, persamaan daya air dapat ditulis :

page 2 / 6

Belajar Bersama | perpipaan dan pompa


Copyright febryjiraiya febri_satrianur@webmail.umm.ac.id http://febryjiraiya.student.umm.ac.id/2010/02/11/perpipaan-dan-pompa/

Pw = g . Q . H

Dimana : g : gravitasi spesifik air ( kg / m2s2 )

Q : kapasitas air ( m3 / s )

H : head ( m )

3. Torsi Pompa

Torsi pompa dihitung dengan rumus:

T = F x L

Dimana : F : gaya yang terjadi karena aliran air (N) F = m . g

L : adalah lengan gaya yang diukur dari poros pompa ke pengukur gaya (m)

4. Daya Pompa

Daya pompa yang terjadi dihitung dengan persamaan:

P = 2 . m . n . T

page 3 / 6

Belajar Bersama | perpipaan dan pompa


Copyright febryjiraiya febri_satrianur@webmail.umm.ac.id http://febryjiraiya.student.umm.ac.id/2010/02/11/perpipaan-dan-pompa/

Dimana : P : daya pompa ( Watt )

n : putaran ( rps )

5. Kavitasi

Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah tekanan uap jenuhnya. Pada pompa bagian yang sering mengalami kavitasi adalah sisi isap pompa. Hal ini terjadi jika tekanan isap pompa terlalu rendah hingga dibawah tekanan uap jenuhnya. Apabila pompa mengalami kavitasi, akan menimbulkan suara yang sangat berisik dan getaran, disamping menurunkan unjuk kerja pompa secara tiba-tiba. Hal ini mengakibatkan pompa tidak bisa bekerja secara optimal. Kavitasi dapat dicegah dengan cara memperbesar NPSH yang tersedia hingga melebihi NPSH yang diperlukan. Momen tahanan karena zat cair yang terpompa adalah berbanding lurus dengan kuadrat pusarannya, hanya saja untuk mulai berputar dari keadaan diam diperlukan momen awal yang sedikit lebih besar guna melawan gesekan statis pada bantalan dan paking.

Kenaikan beda tekanan pada pompa H yang sesungguhnya diukur sebagai perbedaan tingkat antara flensa masuk dan flensa keluar dari pompa yang disebut dengan beda tekanan manometris dan lebih kecil dari beda tekanan ideal Hi. Efisiensi hidrolis pompa didifinisikan :

6. Kapasitas aliran.

Nilai kapasitas aliran atau kapasitas pompa dipengaruhi oleh besarnya laju aliran dan jenis kebutuhan akan fluida dimana semakin besar kebutuhan flida akan semakin besar pula kapasitas pompa yang diperlukan.

page 4 / 6

Belajar Bersama | perpipaan dan pompa


Copyright febryjiraiya febri_satrianur@webmail.umm.ac.id http://febryjiraiya.student.umm.ac.id/2010/02/11/perpipaan-dan-pompa/

8. Head

Head adalah energi mekanik yang terkandung dalam satu satuan berat jenis zat cair yang mengalir.

Head Statis / Ketinggian

Head statis adalah perbedaan tinggi antara permukaan air disisi discharge dan disisi impeler.

Hs = Z1 - Z2

= Hdischarge C Himpeler

Head Dinamis / Kecepatan

Head dinamis adalah ukuran energi pergerakan air yang mengalir dengan kecepatan tertentu.

Hv =

Keterangan :

page 5 / 6

Belajar Bersama | perpipaan dan pompa


Copyright febryjiraiya febri_satrianur@webmail.umm.ac.id http://febryjiraiya.student.umm.ac.id/2010/02/11/perpipaan-dan-pompa/

V = kecepatan air (m/s)

g = percepatan grafitasi (m/s2)

Head Tekanan

Head tekanan adalah perbandingan antara tekanan air dengan massa jenis air dan kecepatan grafitasi, dan merupakan tekanan didalam aliran fluida.

Hp =

Keterangan :

P = tekanan (mH2O)

= massa jenis air

g = percepatan grafitasi (m/s2)

page 6 / 6