Anda di halaman 1dari 119

Pemicu 1

Buah Hati Tercinta


Seorang bayi perempuan usia 7 hari dibawa ke klinik untuk pemeriksaan rutin. Riwayat kehamilan ibunya tidak bermasalah, dan saat ini tampak sehat tanpa keluhan.

Identifikasi Masalah
1. Jenis Pelayanan Kesehatan untuk Neonatus ? 2. Data Tambahan Apa yang Harus Digali ? 3. Bagaimana Tata Laksana Selanjutnya?

Curah Pendapat
Pelayanan Kesehatan Neonatus :
Riwayat Kesehatan Ibu Selama Hamil
Kondisi Sosio-ekonomi Riwayat Penyakit Status Gizi Konsumsi Obat Lingkungan Riwayat kehamilan sebelumnya

Riwayat Kelahiran
Waktu Kelahiran BBL Cara Persalinan

Screening Test
TB BB Lingkar Kepala

Kondisi Medis Umum


Tali Pusat Kulit (menguning atau tidak) Suhu Reflek Riwayat Penyakit Konsumsi ASI Imunisasi

Konseling
Jadwal Imunisasi Jadwal Penimbangan Cara Merawat Perkembangan dan Reflek Bayi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Mind Maping
Bayi Usia 7 Hari Klinik Kesehatan Pemeriksaan Riwayat Kehamilan

Pemeriksaan Riwayat Kelahiran Screening Test


Pemeriksaan Kondisi Medis Umum Bayi Konseling

Learning Objectif
1. 2. 3. 4. MM. Embriogenesis & Organogenesis MM. Tumbuh Kembang Anak MM. Kriteria Bayi Normal MM. Imunisasi & Standar Emas Makanan Bayi

LO.1 Embriogenesis & Organogenesis


Embriogenesis
A. B. C. D. Gametogenesis Fertilisasi Masa Zigot Implantasi (embrio hingga akhir minggu kedua)

Organogenesis

EMBRIOGENESIS

A. GAMETOGENESIS
Sel Germinativum Primordial (SGP) di Epiblas menuju Dinding Yolk sac (Mudigah minggu ke dua) Migrasi ke gonad (proses mitosis)

Perempuan
Tiba di gonad Berdiferensiasi (pembelahan mitotik) menjadi oogonium Pembelahan mitotik menjadi oosit primer (profase meiosis I) Folikel primordial (berlapis sel epitel gepeng) Stadium diploten (istirahat hingga puber) Pematangan folikel primordial (15-20 folikel/bulan) Folikel Primer (sel epitel gepeng menjadi kuboid berlapis) Folikel Sekunder (terbentuk antrum) Melanjutkan Meiosis I oosit sekunder dan badan polar I Meiosis II oosit matur dan 3 badan polar

A. GAMETOGENESIS
Laki - laki
Di korda seks (genjel seks), SGP dikelilingi sel penunjang Sel penunjang sel sertoli Genjel seks membentuk lumen dan menjadi tubulus seminiferus Hampir bersamaan, SGP tunas spermatogonia Sel tunas spermatogonia membentuk spermatogonia tipe A Pembelahan mitosis membentuk klona sel Pembelahan mitosis terakhir spermatogonia tipe B Mitosis Spermatosit Primer profase (22 hari) Meitotik I Spermatosit Sekunder Meitotik II spermatid

- MITOSIS -

- MITOSIS Tahap Mitosis : Profase Replikasi DNA (Kromosom memanjang) Prometafase Kromatid memendek/menebal Metafase Berjajar pd bidang ekuator Anafase Sentromer membelah, migrasi kromatid Telofase Sitoplasma membelah, membentuk 2 sel anak diploid

- MEIOSIS 1 dan 2 -

- MEIOSIS Tahap Meiosis :


A. B. C. D. E. F. G. Pembentukan pasangan kromosom Pasangan kromosom terbentuk Pembentukan kiasma (Sinapsis) Kromosom berstruktur ganda mulai memisah Anafase dr pembelahan Meiosis I Sel anak dr pembelahan Meiosis I Sel anak dr pembelahan Meiosis II

- Maturasi -

B. FERTILISASI

B. FERTILISASI
Fase 1 Spermatozoa menembus sawar korona radiata Fase 2 Spermatozoa menembus zona pelusida Fase 3 spermatozoa menembus membran oosit sambil kehilangan membran plasmanya sendiri

B. FERTILISASI

B. FERTILISASI
A. Oosit segera sesudah ovulasi yang memperlihatkan gelendong pada pembelahan meitotik II B. Spermatozoa menembus oosit yang selesai melakukan pembelahan meitotik II C. Pronukleus wanita dan pria D. Kromosom tersusun pada gelendong E. Terbelah secara longitudinal, bergerak ke kutub yang berlawanan F. Stadium dua sel

B. ZIGOT

Perkembangan zigot stadium dua sel hingga stadium Morula lanjut S. dua-sel 30 jam setelah pembuahan S. empat-sel 40 jam setelah pembuahan S. 12 sampai 16-sel 3 hari setelah pembuahan S. Morula lanjut 4 hari setelah pembuahan Zona pelusida lenyap padi akhir hari keempat

C. BLASTOKISTA

C. BLASTOKISTA
A. B. Gambaran skematik blastokista manusia yang diambil dari rongga uterus pada sekitar 4,5 hari C. Gambaran skematik blastokista hari keenam, sel trofoblas kutub embrional mulai menembus mukosa uterus.

- PERISTIWA 1 MINGGU -

- PERISTIWA 1 MINGGU 1. Oosit segera setelah ovulasi 2. Pembuahan, sekitar 12 sampe 24 jam setelah ovulasi 3. Stadium pronukleus pria dan wanita 4. Gelendong pada pembelahan mitotik pertama 5. Stadium dua-sel (usia 30 jam) 6. Morula 12-16 blastomer (usia 3 hari) 7. Stadium morula lanjut yang tiba di lumen uterus (usia 4 hari) 8. Stadium blastokista dini (usia 4,5 hari) 9. Fase awal implantasi (usia 6 hari)

D. IMPLANTASI

D. IMPLANTASI
Blastokista manusia berumur 7,5 hari setengah terbenam di dalam stroma endometrium. Trofoblas terdiri dari lapisan dalam berupa sel-sel mononukleus, sitotrofoblas. Dan lapisan luar tanpa batasan sel yang jelas, sinsitiotrofoblas. Embrioblas dibentuk oleh lapisan epiblas dan hipoblas. Rongga amnion tampak sebagai suatu celah sempit.

D. IMPLANTASI

D. IMPLANTASI
Blastokista manusia berumur 9 hari Sinsitiotrofoblas memperlihatkan banyak lakuna Sel-sel gepeng membentuk membran eksoselom Diskus bilaminar terdiri dari suatu lapisan sel epiblas silindris dan satu lapisan sel hipoblas kuboid Defek semula di permukaan endometrium telah tertutup oleh bekuan fibrin

D. IMPLANTASI

D. IMPLANTASI
Blastokista manusia berusia 12 hari Lakuna trofoblas dikutub embrional sudah berhubungan langsung dengan sinusoid ibu di stroma endometrium Mesoderm ekstraembrional berprolifersasi dan mengisi ruang antara membran eksoselom dan bagian dalam trofoblas

D. IMPLANTASI

D. IMPLANTASI
Blastokista manusia berusia 13 hari Lakuna trofoblas terdapat, baik di kutub embrional maupun di kutub abembrional Sirkulasi uteroplasenta telah dimulai Terdapat vilus primer yaitu kolom-kolom sel sitotrofoblas dengan selubung sinsitium Sebagian besar rongga eksoselom terlepas dan diwakili oleh kista eksoselom pada rongga korion Yolk sac sekunder seluruhnya sudah dilapisi oleh endoderm

Implantasi Pada Akhir Minggu ke-2

Diskus Germinativum (Cakram Mudigah)


Akhir Minggu Kedua

Diskus Germinativum (Cakram Mudigah)


Akhir Minggu Kedua

Gambaran representatif cakram mudigah pada akhir minggu kedua perkembangan Rongga amnion dibuka agar sisi dorsal epiblas dapat terlihat Hipoblas dan epiblas berkontak satu sama lain, dan garis primitif membentuk suatu alur dangkal di regio kaudal mudigah

ORGANOGENESIS

Diskus Germinativum (Cakram Mudigah)


Usia 16 hari

Diskus Germinativum (Cakram Mudigah)


Usia 16 hari

Pandangan dorsal cakram mudigah 16 hari yang menunjukan gerakan sel-sel epiblas permukaan (garis tebal) melalui garis primitif dan nodus Migrasi sel-sel selanjutnya diantara hipoblas dan epiblas (garis terputus-putus)

Mudigah presomit dan trofoblas pada akhir minggu ke 3

Mudigah presomit dan trofoblas pada akhir minggu ke 3


Vilus batang sekunder dan tersier akan menyebabkan trofoblas memiliki gambaran radial khas Ruang antar vilus yang ditemukan diseluruh trofoblas, dilapisi oleh sinsitium Sel-sel sitotrofoblas mengelilingi seluruh trofoblas dan berkontak langsung dengan endometrium

Janin Usia 11 Minggu

Janin Usia 11 Minggu


Seorang Janin 11 minggu Tali pusat masih memperlihatkan pembengkakan di pangkalnya, akibat herniasi lengkung usus Tengkorak janin tidak memiliki kontur mulus yang normal Jari tangan dan kaki telah terbentuk sempurna

Janin Usia 12 Minggu

Janin Usia 12 Minggu


Seorang janin 12 minggu Kulit yang sangat tipis dengan pembuluh darah dibawahnya Wajah memiliki semua karakteristik manusia, tetapi telinga masih primitif Gerakan sudah dimulai, namun belum dirasakan oleh ibu

Janin Usia 18 Minggu

Janin Usia 18 Minggu


Janin usia 18 Minggu Terhubung ke plasenta melalui tali pusat Kulit janin tipis karena tidak ada lemak subkutis

Janin Usia 7 Bulan

Janin Usia 7 Bulan


Janin usia 7 bulan Janin akan mampu bertahan hidup Memiliki kontur bulat akibat pengendapan lemak subkutis Tali pusat memilin

Organogenesis
Perkembangan alat gerak Perkembangan Columna vertebralis Perkembangan Kepala dan Otak Perkembangan Leher dan Lengkung Branchial Perkembangan Jantung Perkembangan Sistem Pernafasan Perkembangan Saluran Pencernaan Perkembangan Sistem Perkemihan Perkembangan Sistem Genitalia

Organogenesis
Secara umum masa perkembangan dibagi 3 : 1. Masa blastema : dari pembuahan sampai gastrulasi (pembentukan cakram mudigah dan struktur axial) 2. Masa embrional / organogenesis (minggu ke 3 s/d ke 8) 3. Masa fetal (masa janin)dari minggu ke 9 sampai lahir.

Perkembangan Alat Gerak


Perkembangan ekstremitas relatif lebih lambat, baru selesai setelah beberapa tahun lahir. Bakal untuk tangan dan kaki berasal dari lipatan ektodermal anggota gerak (lipatan Wolff). Terbentuknya model kartilago hialin pertama, sebagai bayangan bakal tulang anggota badan.

Perkembangan Columna Vertebralis


Pada perkembangan menggu ke 4, sel-sel sklerotom bermigrasi ke arah medial mengelilingi medula spinalis dan notochord. Proliferasi meluas ke dalam jaringan antarsegmen di bawahnya ( bag. Kaudal suatu sklerotom melekat dengan Sefalik skleroom di bawahnya), bersatu menjadi corpus vertebra, diantaranya terbentuk discus intervertebralis. Perkembangan Iga dan Sternum Iga dari processus costalis vertebrae Sternum berkembang di dlam mesoderm somatik di dinding tubuh bag. Ventral.

Pembentukan Kepala
Perkembangan embrional kepala dibagi dalam: 1. Tengkorak kepala (desmocranium, neurocranium) 2. Tengkorak wajah (viscerocranium) 3. Rangka brachial (identik dengan insang pada hewan) Neurocranium dibagi menjadi 2 bagian : 1. Bagian membranosa tulang tulang pipih 2. Bagian cartilaginosa/chondrocranium tulang-tulang basis cranii.

Perkembangan Kepala
Atap tengkorak terbagi : ossa frontalia, ossa parietalia, squama temporales dan squama occipitalis. Diantaranya ada celah fronticulus major dan minor, serta fronticulus mastoideus dan sphenoidalis. Juga terdapat SUTURA. Viscerocranium dibentuk oleh 2 lengkung pharinx pertama membentuk processus maxillaris (jadi os maxillare, zygomaticum, sebagian os temporale), processus mandibulare, dan cartilago Meckel.

Perkembangan Otak
Di cranial, neural tube (tengah minggu 4) ada 3 gelembung otak sederhana : 1. Otak depan pros-encephalon, forebrain 2. Otak tengah mes-encephalon, midbrain 3. Otak belakang rhomb-encephalon. Hindbrain Pros-encephalon (minggu 5) menjadi gelembung otak sekunder : Tel-encephalon cerebrum Di-encephalon di-encephalon (palidum, thalamus, hipotalamus, metathalamus) Mes-encephalon otak tengah (tegmentum) Rhomb-encephalon menjadi: Met-encephalon cerebellum, pons Miel-encephalon medulla oblongata

Kelainan bersatunya vertebrae : spina bifida Kelainan perkembangan otak : anencephaly dan hydrocephalus

Perkembangan Leher dan Lengkung/Celah Branchial


Lengkung banchial/pharynx terbentuk saat minggu 5, terdapat celah branchial/pharinx. Pada mudigah 4 minggu tonjolan mesenkim wajah. Lengkung pharynx I prominentia maxillares dan mandibularis, dan cartilago Meckel. Lengkung pharynx II /Lengkung hyoid stapes, pada basis cranii processus styloideus, ligamentum stylohyoideum, cornu minus ossis hyoidei. Lengkung pharynx III cornu majus ossis hyoidei. Lengkung pharynx IV - VI cartilago thyroidea, cricoidea, arytenoidea, corniculata, dan cuneiforme serta corpus os hyoid. Lidah saat minggu 4

Perkembangan Telinga Berkembang dari 3 bagian berbeda dengan jelas: telinga luar, tengah, dan dalam. Perkembangan Mata Cawan mata dan gelembung lensa tampak sebagai sepasang lekukan dangkal pada tiap sisi otak depan (22 hari). Perkembangan kulit - Epidermis berkembang dari ektoderm - Dermis berkembang dari mrsoderm - Rambut dari proliferasi epidermis padat yang menembus dermis.

Perkembangan Jantung
Berasal dari mesoderm. Tabung jantung terbentuk di anterior lempeng prokordal, rongga coelom diatasnya berkembang menjadi rongga perikardium. Dinding tabung jantung ada 3 lapis : endokardium, miokardium, dan epikardium. Hari 20: heart tube Hari 22: cardiac loop Hari 24: jantung pindah dari kepala ke leher Hari 37: apex jantung setinggi ver Th 1 Hari 44: apex jantung setinggi ver Th 4

Pembentukan Sistem Pernafasan


Perkembangan paru dalam 1 fase, fase embrional dini (minggu 4 - 6) dan 4 periode pematangan : 1. Periode pseudoglandulare s/d minggu 16 2. Periode canaliculare minggu 16-28 3. Periode saccus terminalis minggu 26-lahir 4. Periode alveolaris minggu 26-28 s/d masa kanak-kanak Minggu 4 muncul tonjolan dari dinding ventral usus depan diverticulum respiratorius, sehingga epitel larynx, trachea, dan bronchus serta epitel paru berasal dari endoderm.

Pembentukan saluran cerna


Dari tabung usus terbentuk : 1. Usus kepala rongga mulut, hidung, dan kantong faring. -- Organ lain: lidah, sinus paranasalis, tuba auditiva, telinga tengah, organ branchiogenik, dan kelenjar tiroid. 2. Usus depan (fore gut) faring, esophagus, lambung, bag. Atas duodenum. -- Organ lain: trachea, bronchus, paru-paru, hati, empedu, dan pankreas. 3. Usus tengah (Mid gut) bag.bawah duodenum, jejunum, illeum, colon ascendens dan transversum ( 2/3 bag. proximal) -- Organ lain: kel. Brunner, Plaque Peyeri, CecumAppendix vermiformis. 4. Usus belakang (hind gut) colon transversum (1/3 bagian distal), colon decendens, colon sigmoideum, rectum. -- Organ lain: allantois, sinus urogenitalis.

Pembentukan saluran cerna


Midgut berhubungan dengan yolc sac melalui duktus vitellinus Bag. akhir dari hind gut bermuara pada cloaca, cloaca terbagi 2: 1. Sinus urogenitalis primitif di depan 2. Canalis anorectalis di belakang Pada minggu 4: pada mesogastricum dorsale celahcelah kecil membentuk rongga menjadi bursa omentalis di belakang gaster. Pada minggu 5: pada mesogastrium dorsale tumbuh primordium limpa.

Perkembangan Sistem Perkemihan


Mesoderm intraembrional bentuk: bag paraaxial (somit-somit), mesoderm intermediate, lempeng lateral (mesoderm somatic dan mesoderm splanchnic). Unit excretorius dari Cervical s/d Lumbal terbentuk 3 sistem ginjal: Pronefros paling awal dan paling sederhana di C menghilang diganti Mesonefros dari bawah C, Th sampai bagian atas L selanjutnya diganti Metanefros (ginjal permanen), dari segmen : bawah dan S. Pada mesonefros terbentuk saluran pengumpul longitudinalis: ductus Wolffian

Perkembangan Sistem Perkemihan


Gonad berkembang di sisi medialis mesonefros rigi urogenital. Pada pria, ductus Wolff jadi Duktus deferens, pada wanita sebagian besar hilang. Minggu 5 Tunas ureter membentuk: ureter, pelvis renalis, calix major dan minordan 1-3 juta saluran pengumpul. Pada cloaca terbentuk sinus urogenital primitif dan canalis anorectalis.

Perkembangan Sistem Perkemihan


Sinus urogenital primitif terbagi 3: 1. Bag atas paling luas akan menjadi vesica urinaria. 2. Saluran sempit pars pelvica sinus urogenitalis kelak menjadi urethra pars prostatica dan pars membranacea. 3. Sinus urogenitalis definitif dari bag sinus urogenitalis di dalam penis (pars cavernosum) Pada wanita membentuk sebagian urethra dan vestibulum.

Perkembangan Sistem Genitalia


Gonad bisa dibedakan jenis kelamin saat minggu 7. Sel-sel benih tampak pada minggu 6, lalu migrasi sepanjang mesenterium hindgut sampai di rigi genitalia. Pada pria tali-tali testis /medulla (testis cord) ke arah hilus membentuk rete testis. Pada wanita tali-tali cortical pada bulan 4 menjadi oogonia. Ciri khas laki-laki: tali2 medulla primer Ciri khas wanita: tali2 cortical sekunder

Perkembangan Sistem Genitalia


Ductus paramesonephros (Muller) terbentuk sejajar dengan ductus Wolff, berupa invaginasi longitudinal di permukaan antero lateral rigi urogenital. Pada pria, duktus Wolff jadi Duktus deferens, duktus Muller hampir semuanya hilang. Pada wanita, duktus muller oviduct, uterus dan sebagian besar ductus Wolff hilang. Vagina dibentuk 1/3 bagian dari saluran uterus dan 2/3 bagian dari sinus urogenitalis.

Perkembangan Sistem Genitalia


GENITALIA EKSTERNA Pada minggu 6, lipatan cloaca terbagi menjadi lipatan urethralis dan lipatan analis. Tonjolan genital tampak di kedua sisi lipatan urethralis yang berkembang menjadi scrotum (pria) dan labia major (wanita). Tuberculum genitale cepat memanjang zakar. Epitel alur urethra jadi lempeng urethra membentuk lagi pars spongiosum urethrae.

Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak


Ras/etnik atau bangsa. Keluarga
(postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus) (pesat masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja) (perempuan lebih cepat daripada laki-laki, setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki lebih cepat)

Umur Jenis kelamin Genetik


( kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil )

Kelainan kromosom.
(Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Downs dan sindroma Turners)

Faktor luar (eksternal)


Faktor Prenatal
a.

Gizi
(Nutrisi ibu hamil)

b. c.

kelainan kongenital seperti palatoskisis) d. Endokrin (Diabetes melitus makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal) e. f. g. h. i.

Mekanis (Posisi fetus yang abnormal kelainan kongenital club foot. ) Toksin/zat kimia (Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid Radiasi
(Paparan radium dan sinar Rontgen kelainan pada janin )

Infeksi Kelainan imunologi


Eritobaltosis fetalis hiperbilirubinemia dan Kern icterus kerusakan jaringan otak. Anoksia embrio pertumbuhan terganggu.

Psikologi ibu
(Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.)

Faktor luar (eksternal)

Faktor Persalinan

Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak. Gizi Penyakit kronis/ kelainan kongenital Lingkungan fisis dan kimia. Psikologis Endokrin Sosio-ekonomi Lingkungan pengasuhan Stimulasi Obat-obatan

Faktor Pascasalin

LO.2 Tumbuh Kembang

Pengukuran Bayi Baru Lahir

UMUR 1 bulan

KEPANDAIAN Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya. Dapat menatap Dapat tersenyum Bersuara 'a', 'e', 'h'

2 bulan

3 bulan

Menggerakkan benda yang dipegangnya Memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut matanya
Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke dalam mulutnya Tertawa dan bisa diajak untuk bercanda Tengkurap Memegang benda dengan berusaha meraih dari tangan kita

4 bulan

UMUR

KEPANDAIAN

5 bulan

Menggulingkan badan Menyentuh mainan dan memiliki keinginan untuk meraih benda - benda yang kita pegang Membedakan suara
Bertopang pada kedua tangan Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya Menoleh Membalikkan badan Bermain dengan tangan dan kaki Mulai mengoceh Belajar untuk duduk Memperhatikan gerak - gerik orang yang ada disekitarnya dan benda - benda lain Tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin

6 bulan

7 bulan

8 bulan

UMUR

KEPANDAIAN

9 bulan

Merayap Dapat berdiri tegak bila dipegang Main cilukba atau petak umpet Berayun pada tangan dan lutut Belajar berdiri sambil berpegangan Menjepit benda dengan kedua jari tangan

10 bulan

11 bulan

Merangkak Berjalan ke samping dengan rambatan Berjalan bila kedua tangan dipegang
Berjalan sendiri Bermain kejar - kejaran Dapat mengerjakan tugas - tugas sederhana

12 bulan

Usia 12-18 bulan (1 - 1,5 tahun)


Berdiri sendiri tanpa berpegangan Membungkuk untuk memungut mainan kemudian berdiri lagi Berjalan mundur 5 langkah Memanggil ayah dengan kata papa Memanggil ibu dengan kata mama Menumpuk 2 buah kubus Memasukkan kubus di kotak Menunjuk apa yg diinginkan tanpa menangis, anak bisa mengeluarkan suara yg menyenangkan / menarik Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing

Usia 18-24 bulan (1,5 2 tahun)


Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik Berjalan tanpa terhuyung-huyung Bertepuk tangan, melambai-lambai Menumpuk 4 buah kubus Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk Menggelindingkan bola ke arah sasaran Menyebut 3-6 kata yg punya arti Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga Memegang cangkir sendiri, belajar makan & minum sendiri

Umur 24-36 bulan (2-3 tahun)


Jalan menaiki tangga sendiri Dapat bermain dan menendang bola kecil Mencoret pensil pada kertas Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih Dapat memungut mainannya sendiri atau membantu membawa suatu benda jika diminta Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah Melepas pakaiannya sendiri

Usia 36-48 bulan (3-4 tahun)


Berdiri pada satu kaki selama 2 detik Melompat dengan kedua kaki diangkat Mengayuh sepeda roda 3 Menggambar garis lurus Menumpuk 8 kubus Mengenal 2-4 warna Menyebut nama, umur, tempat Mengerti arti kata diatas dibawah didepan Mendengarkan cerita Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri Bermain bersama teman mengikuti peraturan permainan Mengenakan sepatu sendiri Mengenakan celana panjang, kemeja, baju

Usia 48-60 bulan (4 5 tahun)


Berdiri pada satu kaki selama 6 detik

Usia 60-72 bulan (5 6 tahun)


Berjalan lurus Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik Menggambar 6 bagian tubuh, menggambar orang lengkap Menangkap bola kecil dengan 2 tangan Menggambar segi-empat Mengerti arti lawan kata Mengerti pembicaraan yg menggunakan 7 kata atau lebih Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan apa kegunaannya Mengenal angka, bisa menghitung angka 1-10

Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi dari lingkungan:


Mikro ( pendidikan ibu, pendidikan status gizi, KB ) Mini ( keluarga, sosio ekonomi ) Meso ( sarana pensisikan, sarana pelayanan kesehatan, sarana ibadah ) Makro ( kebijakan pemerintah, IDAI, depkes, kebijakan organisasi )

Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak

Kebutuhan Fisis-Biomedis ( Asuh)


Nutrisi yang Adekuat dan Seimbang Perawatan Keshatan Dasar imunisasi Pakaian Perumahan Higiene Diri dan Sanitasi Lingkungan Kesegaran Jasmani

Kebutuhan akan Emosi/Kasih Sayang ( asih )


Kasih Sayang Orang Tua Rasa Aman Harga Diri Kebutuhan akan Sukses Mandiri Dorongan Kebutuhan akan Mendapat Kesempatan dan Pengalaman - Rasa memiliki

Kebutuhan akan Stimulasi ( asah )


- Berupa pendidikan dan pelatihan - Menurut temapt didapatnya, asah ( pendidikan ) dibagi menjadi : pendidikan informal : rumah, keluarga pendidikan formal : SD, SLTP, SMU/SMK, PT dsb. pendidikan non formal : Kelompok pengajian anak, sekolah minggu, palang merah dsb.

LO3 Kriteria Bayi Normal

Newborn Behaviour
Tidur20 menit-4jam dalam 1x tidur dalam waktu 20 jam Lambung bayi kecil bisa menahan minuman tetap penuh di lambung. Umur 3 bulan tidur 6-8jam sehari Minggu I kehidupan tidur teratur, bangun saat lapar Bbrp minggu berikutnya tidur lebih lama Umur 6 minggu bayi tertidur sepanjang malam Nafas iregular berhenti nafas selama 5-10 detik kemudian bernafas lagi

Bayi dapat terkejut dengan mudah bila mendengar suara gaduh(dering telepon, sirine) Bayi akan tertidur nyenyak sering memutar badan kembali ke posisi dalam rahim dan jarang menangis Terkadang terlihat gerakan yang tiba2(bayi terkejut) dan terjadi perubahan pola nafas prl waktu untuk adaptasi dari proses kelahiran dengan dunia luar Rangsangan kuatmengganggu Seluruh energi utk proses minum dan pencernaan
(buku Ajar Neonatologi IDAI)

Refleks moro: gerakan seperti orang kaget begitu mendengar suara Refleks blinking: bayi menutupkan kedua matanya begitu terkena kilatan cahaya atau hembusan udara

Refleks babinski: tapak kaki bayi disentuh, jari-jari kakinya akan mengembang
Refleks grasping: telapak tangannya disentuh, dia langsung menggengam * Refleks rooting: pipi atau mulutnya disentuh, mulutnya akan langsung membuka dan berbunyi seperti orang yang mengisap

Refleks sucking: ada objek yang dimasukkan ke mulutnya, ia langsung mengisap


Refleks stepping: tubuhnya diangkat dan diposisikan berdiri di atas permukaan lantai, kakinya akan menjejak-jejak di atas permukaan lantai Refleks swimming: ditelungkupkan di dalam air, secara otomatis tubuhnya akan membuat gerakan-gerakan seolah hendak berenang

Refleks tonic neck: saat kepala bayi digerakkan ke samping pada posisi telentang, lengan pada sisi tersebut akan lurus dan lengan yang berlawanan akan menekuk

Reflek Ketuk Glabella : Reflek ini diperiksa dengan mengetuk secara berulang pada dahi akan menggerakkan reflek pada mata yaitu berkedip. Kedipan mata akan mucul sebagai reaksi terhadap ketukan
Reflek Mata Boneka : Reflek ini diperiksa sebagai salah satu cara untuk menentukan mati batang otak. Jika kepala diputar-putar (ditolehkan ke samping kanan dan kiri) maka bola mata akan bergerak. Reflek Galant : Reflek ini muncul sejak lahir dan berlangsung sampai pada usia empat hingga enam bulan. Pada saat kulit di sepanjang sisi punggung bayi diigosok, maka bayi akan berayun menuju sisi yang digosok.

Perkembangan motorik kasar berlangsung secara Sefalokaudal yakni mulai dari bagian kepala sampai ke kaki.

1 bulan : mulai dapat mengontrol kepala secara minimal. 2-3 bulan : dapat menggerakkan kepala ke kiri kanan, mengangkat kepala dan dada pada posisi tengkurap 5 bulan : sudah mampu mengangkat kepala pada waktu terlentang. 8 bulan : mampu berguling-guling dari depan ke belakang dan duduk sendiri tanpa dibantu. 9-10 bulan: mampu berdiri dengan bersanggah. 12 bulan : dapat berdiri tanpa dibantu.

Gerak Reflex
Reflex MORO

Grasp reflex

Mouth reflex rooting,sucking, swallowing

Tonic Neck Reflex / Fencing Reflex

Protective Extension Reaction Reflek ini berupa gerakan yang bertujuan melindungi kepala dari cedera saat jatuh.

Refleks Primitif pada Bayi


Refleks Primitif Usia Mulai Usia Menghilang

Refleks Moro Refleks Memegang (Grasp) Palmar Plantar


Refleks Snout Refleks Tonic Neck Refleks Berjalan (Stepping) Refleks Landau Refleks Penempatan Taktil (Placing Response) Refleks Terjun (Parachute)

Sejak Lahir Sejak Lahir

5-6 bulan
2-3 bulan 9-10 bulan

Sejak Lahir Sejak Lahir Sejak Lahir 3 bulan 5 bulan 8-9 bulan

1-2 bulan 6-7 bulan 12 bulan 21 bulan

Seterusnya ada

5 Kriteria APGAR score


NILAI 0 NILAI 1 Kulit tubuh : pink Tangan kaki : biru (cakrasianosis) <100 kali/mnt NILAI 2 Kulit : pink (tidak sianosis)

A P G A R

Appearance Warna kulit Pulse Denyut jantung Grimace Respon refleks Activity Tonus otot Respiration Pernapasan

Seluruhnya biru

Tidak ada

>100 kali/mnt Meringis / bersin / batuk saat stimulasi saluran napas Bergerak aktif Menangis kuat, pernapasan baik & teratur

Tidak respon terhadap stimulasi

Meringis / menangis lemah ketika stimulasi

Lemah / tidak ada

Sedikit gerakan

Tidak ada

Lemah / tidak teratur

Penilaian APGAR score


0-3 4-6 7-9 10 : Asfiksia berat : Asfiksia ringan sedang : Asfiksia ringan : Normal

LO.4 Imunisasi & Standar Emas Makanan Bayi

1.

Untuk anak : mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacar atau kematian Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit

2.

3. Untuk negara : memperbaiki tingkat kesehatan, mencipatakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangun an negara

Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pada saat ini, penyakit-penyakit tersebut adalah Difteri, Tetanus, Batuk Rejan (Pertusis), Campak (Measles), Polio dan Tuberkulosa.

1.

Anak yang tidak diberikan imunisasi dasar lengkap, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut. Bila kuman berbahaya yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal.

2. Anak yang tidak diimunisasi akan menyebarkan kumankuman tersebut ke adik, kakak dan teman lain disekitarnya sehingga dapat menimbulkan wabah yang menyebar kemana-mana menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak.

IMUNISASI : Active : stimulasi sistem imun untuk membentuk petahanan terhadap penyakit dengan pemberian vaksin atau toksoid. Adoptive : Imunisasi pasif dengan transfer limfosit yang tersensitisasi dari donor imun ke resipien yang sebelumnya non-imun. Passive : Timbulnya reaktivitas imun spesifik pada individu yang sebelumnya non imun melalui pemberian sel limfoid tersensitisasi atau serum dari individu yang imun.

JENIS VAKSIN BERDASARKAN ASALNYA

Vaksin bakteri

Vaksin Virus

Vaksin Hidup dilemahkan

BCG

Campak,parotitis,Rubel la,varisela,OPV,yellow fever

Vaksin inaktif

Difteri,tetanus,pertusis,k Influenza,IPV,rabies, olera,meningo,pneumo, hepatitis A,B Hib,Tyhim VI

Prosedur Imunisasi Sebelum diimunisasi


Beritahu resiko bila diberikan imunisasi dan resiko bila tidak diberikan Periksa kembali persiapan untuk terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang tidak diharapkan Baca teliti informasi tentang produk dan harus dengan persetujuan orang tua Tanya jawab denagn orang tua/ pengasuh Perhatikan kontraindikasi vaksin Periksa indentitas penerima vaksin dan berikan antipiretik bila perlu Periksa jenis vaksin dan kualitasnya Diberikan sesuai jadwal Diberikan dengan teknik yang benar

- Setelah pemberian imunisasi


Beri petunjuk kepada orang tua/ pengasuh bila terjadi reaksi ikutan Catat imunisasi dalam rekam medis pribadi dan dalam catatan klinis Catatan imunisasi secara rinci harus disampaikan kepada Dinas Kesehatan bidang Pemberantasan Penyakit Menular Periksa status imunisasi anggota keluarga lainnya

Cara Imunisasi
Disuntik : Subcutaneaous : measles, mumps, rubella, varicella Intramuskular : hepatitis A dan B, DTP Intradermal : BCG Tetes oral : polio

Imunisasi

Bakteri yg dilemahk an Bacillus Calmette Guerin

Manfaat

Kontra indikasi

Efek samping

BCG

Mencegah TB ( tuberkoulosis )

Tak dapat diberikan pada anak berpenyakit TB atau menunjukkan Mantoux positif.

pada beberapa anak timbul pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau leher bagian bawah (atau selangkangan bila penyuntikan dilakukan di paha). Biasanya akan sembuh sendiri. nyeri pada bekas suntikan, yang disusul demam ringan dan pembengkakan. Namun rekasi ini akan menghilang dalam waktu dua

Hepatitis B HBsAg murni

Mencegah terjangkit hepatitis B

Tak dapat diberikan pada anak yang sakit berat

Imunisas i DPT

Isi Vaksin

Manfaat

Kontraindikasi

Efek samping

toxoid difteri ( racun yang dilemahkan) Bordittela pertusis ( bakteri yang dilemahkan ) toxoid tetanus (racun yang dilemahkan )(+) aluminium fosfat dan mertiolat

Melindungi dari difteri, pertusis, tetanus

Kelainan neurologis n terlambat tumbuh kembang, Ada riwayat kejang, Penyakit degeneratif

anafilaksis, ensefalopati, kejang, renjatan, hiperpireksia, tangisan/teria kan hebat.

Polio

virus polio (tipe 1,2 dan 3) yang dilemahkan

Memberikan kekebalan aktif dari penyakit poliomielitis

defisiensi imunologik, diare berat

Kelumpuhan dan kejang kejang

Imunisas i Campak

Isi Vaksin virus hidup (CAM 70chick chorioallantonik membrane) yang dilemahkan + kanamisin sulfat dan eritromisin Berbentuk beku kering, dilarutkan dalam 5 cc pelarut aquades.

Manfaat memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek).

Kontraindikasi Infeksi akut dengan demam, defisiensi imunologik,

Efek samping demam, diare, konjungtivitis, ruam setelah 7 12 hari pasca imunisasi. Kejadian encefalitis lebih jarang

Pemakaian obat imunosupresan


alergi protein telur,

hipersensitifitas dng kanamisin dan eritromisin,


wanita hamil. Anak yang telah diberi transfusi darah atau imunoglobulin ditangguhkan minimal 3 bulan.

Jadwal

www.ayahbunda-online.com

Standar Emas Makanan Bayi


Inisiasi menyusui dini (IMD) ASI (ASI eksklusif 6 bulan pertama) Makanan pendamping ASI (MP-ASI) > 6 bulan ASI sampai usia 2 tahun

Daftar Pustaka
Rohen J.W, Lutjen-Drecoll E. Embriologi Fungsional. 2nd ed. Jakarta: EGC. 2008. pp. 161-5 Widyani R, Widyastuti D.Pertumbuhan dan perkembangan tubuh.Paduan perkembangan anak.Jakarta:Niaga Swadaya. Ranuh IGN, Suyitno H, Hadinegoro SRS, Kartasasmita CB. Pedoman imunisasi di Indonesia. 2nd ed. Jakarta:Badan penerbit pengurus pusat IDAI. 2005. Varney, Helen dkk. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. 2007.EGC: Jakarta Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan.2005.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta Yatim, Wildan Dr. Reproduksi dan Embryologi untuk mahasiswa Biologi dan Kedokteran. 1994. TARSITO: Bandung

Daftar Pustaka
Langman, Embriologi Kedokteran. Ed ke-5 Dr. Arisman, Mb. Buku Ajar Ilmu Gizi. Gizi dalam Daur Kehidupan. IDAI. Deteksi Dini Tanda dan Gejala Penyimpangan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Untuk Tenaga Kesehatan. IDAI. Neonatologi. Ed1.Jakarta: Badan penerbit IDAI, 2010.