Anda di halaman 1dari 4

Penelitian Kecil

ANALISIS VEHICLE SUSPENSION ( SUSPENSI KENDARAAN ) UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA SUSPENSI PEGAS DENGAN MENGGUNAKAN EJS (EASY JAVA SIMULATION ) Noviska Medicaliana ( 053224004 )
ABSTRAK
Analisis system vehicle suspension (suspensi kendaraan) untuk menentukan konstanta suspensi pegas dengan menggunakan easy java simulation merupakan suatu gejala fisika yang sulit dilakukan didalam laboratorium eksperimen.Ttujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menentukan berapa besar konstanta suspensi pegas yang dipakai pada suatu kendaraan jika berat maksimal pada kendaraan sudah ditentukan. Pada simulasi ini yang dikontrol adalah panjang pegas awal,posisi awal dan gaya luar yang diberikan pada sistem. Dan dari simulasi ini terlihat pengaruh dari perubahan konstanta pegas terhadap osilasi ketika massnya d ubah-ubah.

I.

PENDAHULUAN B. Rumusan Masalah Bagaimana menentukan rata-rata suspensi pegas pada kendaraan yang memiliki berat maksimal tertentu C. Tujuan Untuk menentukan besarnya konstanta suspensi pegas pada suatu kendaraan yang memiliki berat maksimal tertentu II. KAJIAN PUSTAKA A. Analisis Sistem Sistem ini menunjukkan dua pegas dan massa. Dimana pegas ini berfungsi sebagai susupensi dalam kendaraan yang harus dapat menahan beban maksimal kendaraan tersebut. Pada desain model ini kendaraan dianggap terdiri dari satu massa saja dapat bergetar vertikal dan angguk, seperti pada gambar berikut:

A. Latar Belakang Banyak gejala sains yang membutuhkan simulasi untuk mempelajarinya secara detail. Simulasi komputer untuk menyajikan fenomena alam memegang peranan penting di dalam proses pembelajaran sains. Apalagi jika dalam proses pembelajaran menggunakan media komputer untuk membantu mencapai suatu pemahaman lebih dalam pada pokok bahasan yang sedang disajikan. Sistem pegas adalah sistem fisis yang cukup kompleks. Pengukuran untuk mengetahui pengaruh redaman, massa dan konstanta pegas terhadap perpindahan dan kecepatan sistem pegas setiap saat adalah hal sulit dilakukan di laboratorium nyata. Tidak bisa dipungkiri bahwa simulasi komputer belum banyak digunakan oleh kebanyakan dari para guru dan instruktur sains di Indonesia. Hal ini terkait dengan fakta bahwa para guru sains masih segan untuk menggunakan suatu teknologi yang mereka tidak secara penuh memahaminya. Beberapa kajian sudah menemukan bahwa dengan menciptakan suatu simulasi, banyak para guru mendapatkan suatu perspektif yang baru menyangkut peristiwa alam yang mereka berusaha untuk menjelaskan, yang mana hampir selalu meningkatkan kompetensi sains dan gairah mereka tentang penggunaan teknologi ini bersama-sama. Demikian juga halnya dalam menjelaskan mengenai sistem pegas. Sistem pegas adalah sistem fisis yang cukup kompleks. Pengukuran untuk mengetahui pengaruh redaman, massa dan konstanta pegas terhadap perpindahan dan kecepatan sistem pegas setiap saat adalah hal sulit dilakukan di laboratorium nyata.

Gambar. Model 2 Derajat Kebebasan

Penelitian Kecil

f3

f tk

h 2

, yk

h 2

f2

Dengan menerapkan konsep Hukum Newton dan dianggap getaran bebas maka persamaan gerak vertikal dan angguk dirumuskan sebagai berikut: Gaya yang bekerja pada pegas adalah F kx ,persamaan gerak vertikal (bouncing) adalah :
..

f4

f tk

h, y k

hf 3

III. METODE PENELITIAN A. Variabel Variabel Variabel control : R1, R2= panjang pegas awal (m) x1, = posisi balok Variabel Manipulasi : M = massa (kg) k1, k2 = Konstanta Pegas 1 dan 2 (N/m)

Ms Z 1 + Kf (Z-L1) + Kr (Z + L2)

=0

(1) Persamaan gerak angguk (pitching) adalah :


..

Iy

+ KfL1 (Z-L1) + KrL2 (Z+L2) = 0 (2)

Dimana : Iy, Ms.r2y = Momen Inersia K sf . K tf Kf = (3) K sf K tf

Variabel Respon : Kecepatan selama berosilasi (m/s) B. Diagram Alir Pelaksanaan Penelitian Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini mengikuti diagram alir seperti diagram berikut: (4) Studi Literatur: (system massa - pegas dan sistem pegas ganda)

Kr Ket :

K sr . K tr K sr K tr

Ksf, Ksr = Kekakuan pegas suspensi depan dan belakang Ktf, Ktr = Kekakuan pegas ban depan dan belakang ry = Radius girasi Z = Simpangan Kf = Konstanta pegas pada axle depan Kr = Konstanta pegas pada axle belakang = Simpangan sudut angguk (pitching) B. Metode Numerik Runge Kutta Orde 4 Metode Runge-Kutta digunakan untuk menghindari perhitungan turunan yang lebih tinggi, dengan cara melakukan beberapa evaluasi fungsi pada tiap langkah. Bentuk: h yk 1 yk f1 2 f 2 2 f 3 f4 6 dengan f1 f tk , yk
f2 f tk h 2 , yk h 2 f1

Identifikasi Permasalahan: Menentukan konstanta suspensi pegas pada kendaraan

Penyelesaian Analitis

Penyelesaian Numerik

Menentukan konstanta suspensi pegas pada kendaraan dengan Easy Java Simulation

Uji Kebenaran (validasi program)

Menerapkan program

Penelitian Kecil

C. Desain Program

B. Pembahasan Dari data yang diperoleh, kita dapat menentukan berapakah konstanta suspensi pegas yang dapat digunakan pada suatu kendaraan jika massa maksimal berat yang dapat di tampung kendaraan tersebut sudah di atur atau dijadikan variable control. Semakin berat massa yang dapat di tampung kendaraan tersebut maka konstanta suspensi pegas pada kendaraan tersebut jugaakan bertambah besar.

KESIMPULAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Dari penelitian yang telah dilakukan maka didapat hasil sebagai berikut : Dari hasil dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Nilai konstanta suspensi pegas pada kendaraan dapat ditentukan dengan cara menubah slider konstanta hingga grafik menunjukkan bentuk gelombang sinusoida.

DAFTAR PUSTAKA Munif, Abdul dan Aries Prastyoko. 2003. Penguasaan dan Penggunaan Metode Numerik. Surabaya: Prima Printing Halliday, Resnick .1997. Fisika Edisi ketiga diterjemahkan Panthur Silabun dan ErwinSucipto. Jakarta: Erlangga. Sarojo, Ganijanti .2002. Seri Mekanika Dasar : Gerak Harmonik Sederhana. Jakarta : Salemba Teknika. Neumann, Erick. 2004. Double Spring. http/www.myphysicslab.com/double_s pring. Diakses tanggal 29 April 2008

Pada saat massa di ubah menjadi 3,10 kg maka konstanta suspensi pegas yang bagus adalah 2,5

Penelitian Kecil