Anda di halaman 1dari 1

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan Dari penelitian yang berjudul Isolasi Sitronellal Dari Minyak sereh wangi Wangi (Cymbopogon Winterianus) Dengan Berbagai Kecepatan Pengadukan Dan Penambahan Natrium Bisulfit (NaHSO3) diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.

Dari hasil analisa GCMS diperoleh minyak sereh wangi sebelum diisolasi didapatkan persen area sebesar 34,43%, setelah diisolasi dengan penambahan natrium bisulfit 20 gram dan kecepatan pengadukan 150 rpm diperoleh persen area sitronellal sebesar 78,73%. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas minyak sereh wangi yang ditunjukkan dengan perbedaan persen area yang signifikan.

2.

Kualitas minyak sereh wangi yang paling bagus diperoleh pada penambahan 20 gram dan kecepatan pengadukan 150 rpm yang menghasilkan kadar sitronellal 40,35%, kadar geraniol 40,26%, dan bobot jenis 0,8867 gram/mL.

3.

Pengaruh penambahan natrium bisulfit adalah untuk mendapatkan kadar sitronellal yang maksimal. Dalam penelitian kami diperoleh kadar sitronellal sebesar 40,35%, kadar sitronellal yang kami dapatkan sudah memenuhi SNI yaitu minimal 35%. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sitronellal dengan kadar tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif untuk obat termisida atau bakterisida.

5.2 Saran Berdasarkan pada kesimpulan diatas, maka dapat disarankan bahwa:
1. Sebaiknya pada proses filtrasi perlu diperhatikan lagi agar proses pemisahan

sitronellal dari natrium bisulfit dapat berlangsung sempurna.


2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kadar sitronellal dengan

metode lain.
3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kadar geraniol dengan

menggunakan larutan NaOH beralkohol setelah proses isolasi dengan natrium bisulfit.
4. Perlu dilengkapi alat temperatur sensor (TC) pada Hotplate Magnetic Stirrer MR Hei-

Standard.

41