TUGAS BAHASA INDONESIA

MENGANALISIS NILAI-NILAI KEHIDUPAN DALAM CERPEN

OLEH :

WULANSARI

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA OLAHRAGA PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

TAHUN PELAJARAN 2011/2012 .

000. Untungnya pada saat sedang belajar malam. "Adik-adik kelas sepuluh. sampai ibunya pulang kerja. bagaimana kalau besok Rima bawa nasi goreng saja? Murah dan mudah kan. Rima harus menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa) selama tiga hari pertama.Judul Cerpen : NASI GORENG Oleh : Duryatin Amal Rima dan Ramli tinggal bertiga dengan ibu mereka. ya! Harus nasi lengkap dengan lauk dan sayuran.00." kata ibu sambil menguap. Juga dengan program sekolahnya. Di rumah biasanya RIma menambahkan kecap di nasi putihnya. Rima bingung sendiri. dan ia bisa berkenalan dengan siswa lainnya. ia menemukan ide. Jadi kalian semua harus bawa makanan sendiri-sendiri. sekarang ibu mau kerja dulu. Rima belum juga menemukan jalan keluarnya. besok pagi-pagi akan ibu buatkan nasi goreng. Dan Ramli baik ke kelas VII SMP. Rima menceritakan tugasnya itu kepada Ibu. ia takut diejek kawan-kawannya. Walaupun demikian. "Benar juga. salah satu kakak OSIS memberi pengumuman. Kamu saja yang memikirkan menu apa yang akan kamu bawa. Padea hari kedua MOS. Rima kini baru masuk SMA. Mereka selalu rajin belajar dan tidak putus asa. Agar ibu sanggup membelinya. Kalau bisa yang murah-murah saja." jadi Setelah Kak Mini pergi. Tahun ini. Itu sudah terasa nikmat sekali baginya. Kalau begitu. Dia akan membawa nasi dan lauk apa? Di rumahnya tak ada lauk yang enak dan istimewa. dengan Pada masa kakak kelas itu. Ibu mereka bekerja sebagai pencuci pakaian di beberapa rumah besar. Namun. . Rima bergegas menemui ibunya. Tapi kalau RIma membawa menu seperti itu ke sekolah. Bu?" ujar Rima. Nantinya akan saling ditukarkan!" "Kak. "Bu. Rima dan Ramli tetap bercita-cita tinggi. "Oh. besok ada acara tukaran makanan. karena ia diterima di salah satu SMA favorit. makanannya misalnya apa. Kak Mimi. "Rim. Rima sangat bangga. Setiba di rumah. Harganya minimal Rp 2. Paling hanya tempe dan tahu. Kak?" tanya salah seorang anak." kata ibu.

" jawab Rima singkat. Akhirnya saat mencemooh pembagian makanan pun tiba. Rima sudah berada di dalam kelas. Rima berangkat dulu. ya. "Kebetulan. "Bisa! Tentu saja bisa! Nanti akan aku bicarakan dengan ibuku. "Terima kasih. "Wow. bungkusannya Rima tidak diterima langsung membuka kota\k bekal dari Rio. sedangkan nasi goreng Miranda. ini ya. Setelah beberapa saat berlalu. Rosa dan Maya mendekati Miranda dan Rima. sudah bawa makanan semua. Beberapa saat kemudian. "Sudah Kak!" jawab muridmurid kelas sepuluh serentak. "Oh." sahut Rima sedikit lega. kamu Rima.Rima iba melihjat ibunya. Ibu Rima sebenarnya belum terlalu tua. Aku sedang mencari makanan katering." sahut Rima senang. Kebetulan ibu sedang bingung . "Itu punyaku. "Ibuku. Nasi goreng itu lalu dibungkus dengan daun pisang yang diambil dari kebunnya. Ia melirik ke arah Miranda yang membuka bungkusan nasi gorengnya itu. "Oh. Bagaimana jika makanannya jatuh pada temannya yang kaya? Apa dia mau memakan nasi gorengnya yang sederhana? Rima takut kalau-kalau teman-temannya masakannya itu. Dengan gembira ia menayuh sepeda tuanya menuju ke sekolah." jawab Rima. Acara pertukaran makanan. Paginya. Namun karena ia bekerja sangat keras. Rima membantu ibunya memasak nasi goreng.1 "Adik-adik kelas sepuluh. siapa yang memasak nasi goreng ini?" tanya Miranda. enak sekali! Ibuku kan bekerja di kantor. ya!" pamit Rima kepada ibunya. enak seklai! Punya siapa ini?" tanya Miranda. "Wah. "Rim. ya?" "Iya. nasi gorengnya! Boleh kucoba?" kata Rosa sambil menyendok sedikit nasi goreng. lusa ulang tahunku. kan?" tanya kakak OSIS. wajahnya tampak lebi htua dari usia sebenarnya. Rima mulai tegang. Makanan yang dibawa muridmurid lalu dikumpulkan di meja guru. Bu. Rima mendapat makanan dari Rio. Apa ibumu mau menerima pesanan nasi goreng seperti ini?" tanya Miranda. akhirnya tibalah acara yang dinanti-nanti Rima.

ya?" tanyanya. "Begini. nanti saya tanyakan ke ibu!" jawab Rima senang. saat Rima sedang jalan di kantin. Rima berlari-lari mendekati ibunya yang sedang memasak. "Iya. "Oh. lusa ibu pesan lima puluh bungkus dulu. Kalau bisa. Kalau laris. ibu mau pesan nasi goreng buatan ibumu yang katanya enak itu. "Oh. "Kamu Rima. Ia bercerita tentang pesanan nasi goreng yang diterimanya tadi. Bu?" tanya Rima heran. ada apa. "Oh. Mau ibu jual di kantin ini. bersyukur untuk berkat Tuhan hari itul. Sampai di rumah." ibu kantin menyodorkan sejumlah uang. Mereka sangat Sampai pada saat istirahat kedua.mencari katering untuk makan siang di kantornya! Ibuku pasti senang kalau bisa memesan nasi goreng seperti ini. nanti ibu akan pesan lebih banyak lagi!" "Oh. tentu saja bisa!" jawab Rima. (dikutip dengan pengubahan) . ya? Baiklah. ibu senang sekali!" Ibu memeluk Rima." kata Rosa. ya nantinya modalnya ini ada sedikit uang. ibu penjual di kantin bertanya. Kabar ini cepat menyebar.

Ia bercerita nasi goreng yang diterimanya tadi. mereka tidak bisa seperti Rima dan Ramli. 4. . 3. 5. Nilai Etika Rima berlari mendekati ibunya yang sedang memasak.Nilai-Nilai Kehidupan dalam Cerpen "Nasi Goreng" 1. Nilai Sosial Rima iba melihati ibunya. 6. mereka selalu rajin dan tidak putus asa. Nilai Agama Mereka sangat bersyukur untuk berkat Tuhan hari itu. Ibu Rima sebenarnya belum terlalu tua. Kesimpulan : Siswa harus selalu rajin dan tidak mudah putus asa jika ingin meraih cita-cita. Perbandingan: Siswa pada saat ini belum seperti cerpen di atas. Nilai Pendidikan Tahun ini Rima sangat bangga karena ia diterima di salah satu SMA favorit. Nilai Estetika Walaupun demikian Rima dan Ramli tetap bercita-cita tinggi. 2. Nilai Moral Rima membantu ibunya memasak nasi goreng.