Anda di halaman 1dari 4

Shigella a. Morfologi Batang ramping, tidak berkapsul, tidak bergerak, tidak membentuk spora, gram negatif.

Bentuk cocobasil dapat terjadi pada biakan muda. b. Gejala nyeri perut, demam, dan tinja encer lendir dan darah c. Terapi Antibiotik terpilih untuk infeksi Shigella adalah ampisilin, kloramfenikol, sulfametoxazol-trimetoprim.

Salmonella a. Morfologi Berbentuk batang, gram negatif berukuran 2 sampai 4 x 0,6 bergerak kecuali Salmonella galinarum dan Salmonella pullorum. Tidak berspora mempunyai fibria.

E.coli a. Morfologi kuman berbentuk batang pendek, gemuk, berukuran 2,4 x 0,4 sampai 0,7 , Gramnegatif, tak bersimpai , Bergerak aktif dan tidak berspora. b. Gejala Muntah, Badan lesu atau lemah, Panas, Tidak nafsu makan, Darah dan lendir dalam kotoran

Vibrio berbentuk seperti koma, yang mempunyai panjang kira-kira 2-4 mikrometer dan sangat aktif bergerak oleh satu flagella yang terletak polar. Tidak membentuk spora. Apabila telah lama dibiakan dalam pembenihan, vibrio dapat menjadi bentuk batang gram negative lainnya dalam usus. Bersifat aerob, suhu optimum 37o C dengan pH optimum 8-2.

Gtiardia Lamlia

pear-shaped dengan ukuran panjang 9-20 m dan lebar 5-15m bagian anterior lebar, terdapat sebuah sucking disc memiliki dua buah inti yang terletak simetris, karyosom sentral yang besar tanpa kromatin di perifer axostyle membagi tubuh menjadi dua bagian simetris dua buah benda parabasal menyilang axostyle memiliki 8 buah flagella; 2 di ventral, 2 di kaudal, dan 4 di lateral bergerak seperti daun jatuh Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan tinja, didukung oleh gejala dan tanda klinis. Obat pilihan adalah metronidazol.

Entamoeba histolytica Morfologi Ameba ini memiliki bentuk trofozoit dan kista. Trofozoitnya memiliki ciri-ciri morfologi: 1. ukuran 10-60 m 2. sitoplasma bergranular dan mengan-dung eritrosit, yang merupakan pe-nanda penting untuk diagnosisnya 3. terdapat satu buah inti entamoeba, ditandai de-ngan karyosom padat yang terletak di tengah inti, serta kromatin yang tersebar di pinggiran inti 4. bergerak progresif dengan alat gerak ektoplasma yang lebar, disebut pseudopodia.

Gejala yang khas adalah sindroma disentri, yakni kumpulan gejala gangguan pencernaan yang meliputi diare berlendir dan berdarah disertai tenesmus. Penderita amebiasis harus diobati, dengan atau tanpa gejala. Obat-obat amebisidal dibagi atas dua grup, yakni luminal amebicides dan tissue amebicides. Termasuk golongan yang pertama adalah iodoquinol dan diloxadine furoat, dan termasuk golongan kedua adalah metronidazol, klorokuin, dan dehidroemetin

Beri Nilai