P. 1
Amir Mahmud

Amir Mahmud

|Views: 5,538|Likes:
Dipublikasikan oleh bangdesrizal

More info:

Published by: bangdesrizal on Oct 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

Dapat diidentifikasi pula adanya responden unsur organisasi non

pemerintah yang tidak tamat SD/sederajat (9,09%). Data ini memberi petunjuk

karakteristik masyarakat pesisir dalam menilai pemimpin mereka, di mana

ketokohan seseorang dalam organisasi non pemerintah (tokoh informal) tidak

selalu dilihat dari aspek pendidikan formalnya; sedang untuk tugas-tugas

Sumber: Hasil Analisis, 2006

81

pemerintahan desa dan organisasi pemerintah, masyarakat masih

mempertimbangkan pendidikan formal seseorang.

Selanjutnya, diketahui bahwa responden unsur organisasi non pemerintah

yang tidak tamat SD/sederajat adalah berasal dari Desa Morodemak. Hal ini

memberi petunjuk, bahwa dependensi masyarakat terhadap tokoh informal di desa

ini terkadang menghilangkan daya kritisnya, karena penokohan terhadap

pemimpin informal tidak terlalu memperhatikan pengetahuan umum seseorang.

Sedang di Desa Purwosari penokohan masyarakat terhadap pemimpin informal

masih memperhatikan kapasitas pengetahuan seseorang, sehingga dependensi

terhadap para pemimpin informal tidak mengurangi daya kritis mereka.

Meskipun pendidikan formal tidak menjadi ukuran bagi ketokohan

informal seseorang, tetapi ada kecenderungan legitimasi masyarakat terhadap

seorang tokoh di kedua desa lokasi penelitian masih sangat disandarkan pada

kredibilitas keagamaannya. Kriteria demikian terlihat dari sosok para ulama yang

memimpin organisasi keagamaan, baik sebagai ketua jamiyah, majlis taklim

ataupun imam masjid/musholla di lingkungannya.

Data pada gambar 4.2 memperkuat asumsi di atas. Terlihat sebagian besar

tokoh-tokoh organisasi non pemerintah pernah menempuh atau menyelesaikan

pendidikan informalnya di madrasah diniyah (68,18%). Sebagian besar juga telah

menempuh pendalaman ilmu agama di pondok pesantren (77,27%). Persentase

kedua ini bahkan melebihi rata-rata pendidikan informal unsur masyarakat,

pemerintahan desa, dan tokoh organisasi pemerintah di pondok pesantren, yaitu

masing-masing 11,46%, 33,33% dan 26,67%.

82

Sekalipun tidak seketat kriteria untuk tokoh-tokoh ulama, namun kebisaan

seseorang dalam bidang agama masih manjadi pertimbangan masyarakat untuk

memilih pemimpin-pemimpin mereka pada jabatan-jabatan formal di

pemerintahan desa dan organisasi pemerintah. Hal ini ditunjukkan bahwa

sebagian besar responden dari unsur pemerintahan desa pernah menempuh atau

menamatkan pendidikan dasar keagamaan di Madrasah Diniyah (77,78%), dan

sebagian dari mereka pernah menempuh pendidikan agama di pesantren (33,33%).

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

Masyarakat

Pemdes

GO

NGO

Madrasah Diniyah

Pondok Pesantren

Kursus/Pelatihan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->