Anda di halaman 1dari 2

ACARA I

PENGAMBILAN CONTOH TANAH

A. TUJUAN

1. Mahasiswa mengetahui bagaimana cara pengambilan contoh tanah. 2. Mahasiswa mengetahui perbedaan pengambilan contoh tanah yang disesuaikan dengan sifat-sifat tanah yang akan disidik.

B. DASAR TEORI

Menurut JACOBS.JOFFE,1949, seorang ahli tanah berkebangsaan Amerika, mengatakan tanah adalah bangunan alam yang tersusun atas horison-horison yang terdiri atas bahan-bahan mineral dan organic, biasanya tidak padu (=unconsolidated) mempunyai tebal yang tidak sama dan berbeda dengan bahan induk yang ada di bawahnya dalam hal morfologi, sifat, dan susunan fisik maupun kimia serta laksanalaksana biologi. (Bale, Anwar)

Contoh tanah adalah suatu volume massa tanah yang diambil dari suatu bagian tubuh tanah (horizon/lapisan/solum) dengan cara-cara tertentu disesuaikan dengan sifat-sifat tanah yang akan diteliti secara lebih detail di laboratorium. Pengambilan contoh tanah dapat dilakukan dengan dua teknik dasar yaitu pengambilan contoh tanah secara utuh dan pengambilan contoh tanah secara tidak utuh. (Cahyono, Agus. 2008)

Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relative antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2,00-0,20 mm), debu (silt) (berdiameter 0,2-0,002 mm), dan liat (clay). Terasa kasar, tanpa rasa licin dan tanpa rasa lengket, serta tidak bisa membentuk gulungan atau

lempengan kontinyu, berarti tanah berstektur pasiran. Jika partikel tanah terasa halus, lengket, dan dapat dibuat gulungan atau lempengan kontinyu, berarti tanah bertekstur liat. Tanah bertekstur debu akan mempunyai partike-partikel yang terasa agak halus dan licin tetapi tidak lengket, serta gulungan atau lempengan yang terbentuk rapuh. Tanah bertekstur lempung akan mempunyai partikel-partikel yang mempunyai rasa ketiganya secara proporsional. (Ali, Kemas.2005)

Warna tanah yang sering kita jumpai adalah warna kuning, merah, coklat, putih, dan hitam. Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas warna tanah adalah : Kadar lengas dan tingkat hidratasi Kadar bahan organik Kadar dan mutu mineral (Mulyani, Mul.2002)

Struktur tanah adalah susunan ikatan partikel-partikel satu dengan yang lain. Ikatan parttikel/zarah itu berwujud atau dinamakn agregat. Penggolongan tipe sruktur : 1. Tipe lempung: mempunyai horizontal lebih panjang daripada vertikalnya. 2. Tipe tiang: ukuran agregat vertikal lebih panjang daripada horizontal. 3. Tipe gumpal: ukuran agregat vertical dan horizontal sama panjangnya. 4. Tipe remah: agregatnya berbentuk butir-butir yang saling mengikat seperti irisan roti. 5. Tipe granuler: berbentuk butir-butir yang lepas-lepas, antara butir satu dengan yang lainnya tidak ada ikatan. 6. Tipe berbutir tunggal: tanah tidak membentuk agregat tanah, berbutir tunggal. 7. Tipe pejal: merupakan kesatuan ikatan partikel-partikel yang mampat. (Bale, Anwar)

Beri Nilai