P. 1
Beberapa Kasus Korupsi Di Indonesia Yg Belum Selesai

Beberapa Kasus Korupsi Di Indonesia Yg Belum Selesai

|Views: 131|Likes:
Dipublikasikan oleh Heny Maslukhah

More info:

Published by: Heny Maslukhah on Oct 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2014

pdf

text

original

BEBERAPA KASUS KORUPSI DI INDONESIA YG BELUM SELESAI SOEHARTO Kasus Soeharto Bekas presiden Soeharto diduga melakukan tindak

korupsi di tujuh yayasan (Dakab, Amal Bakti Muslim Pancasila, Supersemar, Dana Sejahtera Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora) Rp 1,4 triliun. Ketika diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia tidak hadir dengan alasan sakit. Kemudian majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengembalikan berkas tersebut ke kejaksaan. Kejaksaan menyatakan Soeharto dapat kembali dibawa ke pengadilan jika ia sudah sembuh?walaupun pernyataan kejaksaan ini diragukan banyak kalangan.

PERTAMINA Dugaan korupsi dalam Tecnical Assintance Contract (TAC) antara Pertamina dengan PT Ustaindo Petro Gas (UPG) tahun 1993 yang meliputi 4 kontrak pengeboran sumur minyak di Pendoko, Prabumulih, Jatibarang, dan Bunyu. Jumlah kerugian negara, adalah US $ 24.8 juta. Para tersangkanya 2 Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Orde Baru, Ginandjar Kartasasmita dan Ida Bagus Sudjana, Mantan Direktur Pertamina Faisal Abda'oe, serta Direktur PT UPG Partono H Upoyo. Kasus Proyek Kilang Minyak Export Oriented (Exxor) I di Balongan, Jawa Barat dengan tersangka seorang pengusaha Erry Putra Oudang. Pembangunan kilang minyak ini menghabiskan biaya sebesar US $ 1.4 M. Kerugian negara disebabkan proyek ini tahun 1995-1996 sebesar 82.6 M, 1996-1997 sebesar 476 M, 1997-1998 sebesar 1.3 Triliun. Kasus kilang Balongan merupakan benchmark-nya praktek KKN di Pertamina. Negara dirugikan hingga US$ 700 dalam kasus mark-up atau penggelembungan nilai dalam pembangunan kilang minyak bernama Exor I tersebut. Kasus Proyek Pipaisasi Pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa (Pipianisasi Jawa), melibatkan Mantan Direktur Pertamina Faisal Abda'oe, Bos Bimantara Rosano Barack, dan Siti Hardiyanti Rukmana. Kerugian negara hingga US$ 31,4 juta. Korupsi di BAPINDO Tahun 1993, pembobolan yang terjadi di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dilakukan oleh Eddy Tanzil yang hingga saat ini tidak ketahuan dimana rimbanya, Negara dirugikan sebesar 1.3 Triliun.

HPH dan Dana Reboisasi Hasil audit Ernst & Young Kasus HPH dan Dana Reboisasi Hasil audit Ernst & Young pada 31 Juli 2000 tentang penggunaan dana reboisasi mengungkapkan ada 51 kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 15,025 triliun (versi Masyarakat Transparansi Indonesia). Yang terlibat dalam kasus tersebut, antara lain, Bob Hasan, Prajogo

Dalam pemeriksaan.5 triliun. Sebelumnya.4 triliun. dan Tommy Soeharto. Jawa Tengah. mari kita lihat perkembangan tindakan koruptif di negeri tercinta ini. hanya beberapa yang telah diproses secara hukum. mantan pejabat BI lainnya yang terlibat pengucuran BLBI?Hendrobudiyanto. baru 20 dalam proses penyelidikan dan penyidikan.4 triliun. Ketiganya kini sedang naik banding. sejumlah pejabat Departemen Kehutanan.php?t=6868 Setelah cuti hampir 1 bulan. disebutkan adanya penyelewengan penggunaan dana BLBI yang diterima 48 bank sebesar Rp 80. Direktur Utama PT Mapindo Pratama itu juga diharuskan membayar ganti rugi US$ 243 juta kepada negara dan denda Rp 15 juta. yang dikenal dekat dengan bekas presiden Soeharto. membantah keras tuduhan korupsi. Bekas Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono dianggap bertanggung jawab dalam pengucuran BLBI. dan tiga tahun penjara.com/showthread. Dengan menggunakan data “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) – Hongkong dan Transfarency Internasional – Jerman. David Nusa Widjaja (Bank Servitia). Di samping itu. Bersama tiga petinggi BI itu. Yang jelas. Antara lain: Hendrawan Haryono (Bank Aspac). pemilik-komisaris dari 48 bank yang terlibat BLBI.Pangestu. yang dianggap terlalu ringan oleh para pengamat. Laporan itu menyebut adanya penyimpangan penyaluran dana BLBI Rp 138. khususnya periode 2008-2010. dua setengah. Sampai sekarang nasib kasus taipan kakap ini tak jelas kelanjutannya. dan Heru Soepraptomo?telah dijatuhi hukuman masing-masing tiga. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kasus BLBI pertama kali mencuat ketika Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan hasil auditnya pada Agustus 2000. Bob dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pemetaan hutan senilai Rp 2. Sedangkan yang sudah dilimpahkan ke pengadilan hanya enam kasus http://forum.4 triliun dari total dana senilai Rp 144. yang diduga merugikan negara Rp 331 miliar. Hendra Rahardja (Bank Harapan Santosa). Paul Sutopo.vivanews. Kini Bob dikerangkeng di LP Nusakambangan. dan Samadikun Hartono (Bank Modern). Prajogo Pangestu diseret sebagai tersangka kasus korupsi dana reboisasi proyek hutan tanaman industri (HTI) PT Musi Hutan Persada. dari 52 kasus BLBI. Prajogo. baru pertama kali dalam bulan Maret 2010 saya memulai artikel baru mengenai perkembangan korupsi Indonesia. Sjamsul Nursalim (BDNI). Bob Hasan telah divonis enam tahun penjara. hingga akhir 2002. ternyata Indonesia merupakan negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan . Ditengah gegap gempita pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2009 silam.

6.98 setelah Filipina (tingkat korupsi 9. Indonesia mendapat citra semakin memprihatinkan dalam hal tindakan hal korupsi. Itulah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin. Indonesia (terkorup) Kamboja (korup) Vietnam (korup) Filipina (korup) Thailand India China Taiwan Korea Macau Malaysia Jepang Amerika Serikat (bersih) Hong Kong (bersih) Australia (bersih) Singapura (terbersih) Catatan * : Negara Asia-Pasifik yang disurvei adalah negara yang memiliki kemajuan ekonomi cukup pesat di kawasannya dalam beberapa tahun terakhir. meskipun ada dugaan kecurangan sektor privat. 5. 11. 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong [1]. 8. 16.11). 7. Indonesia mendapat nilai korupsi 8.25). 4. Indonesia menduduki posisi ke-3 dengan nilai tingkat korupsi 7.07 dari angka 10 sebagai negara paling korup 2010. Sementara Amerika Serikat menempati urutan keempat dengan skor 2.0).174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia. SBY Berikut ini adalah daftar 16 Negara Terkorup di Asia Pasifik* oleh PERC 2010 1. Hongkong (1. [2] 2009 Angka tingkat korupsi Indonesia semakin meningkat ditahun 2009 dibanding tahun 2008.63). 10. Penilaian didasarkan atas pandangan ekskutif bisnis yang menjalankan usaha di 16 negara terpilih. Kamboja (7. India (7.89.4) menempati tiga besar negara terbersih. 12.0). 14.32 disusul Thailand (7. 3. 9. 2.21) and Vietnam (7. dan Amerika Serikat. [3] . Sementara Singapura (1.investasi para pelaku bisnis. Australia. 2008 Hasil survei PERC ini menyebutkan Indonesia mencetak nilai 9. Pada tahun 2009. 13.0) dan Thailand (tingkat korupsi 8. 15. Filipina (7.89). Total responden adalah 2. Pada tahun 2008. Indonesia „berhasil‟ menyabet prestasi sebagai negara terkorup dari 16 negara surveilances dari PERC 2009. dan Australia (2.Pres.07) . Ini berarti selama 2 tahun terakhir pemerintah SBY. “Saya akan berada paling depan dalam memberantas korupsi” .

maka kasus kriminalisasi pimpinan KPK (Bibit dan Chandra) setidaknya telah menurunkan kepercayaan pengusaha atas hasrat pemerintah bersama jajarannya dalam memberantas korupsi. Karena sumber terbesar permasalahan korupsi masih berada dalam kekuasaan Presiden SBY yakni lembaga Kepolisian dan Kejaksaan.9 1.98 (2008. Tapi Kalah Jauh Secara Regional Bila dalam berbagai kesempatan Presiden SBY dan tim periangnya seperti Ruhut Sitompul cs selalu „mencuri‟ hati rakyat dengan kata-kata puji-pujian sosok SBY dalam memberantas korupsi.6 2.0 2.Jadi.3 2.4 2. Belum lagi tindakan koruptif yang dilakukan oleh sejumlah pejabat pemerintah di berbagai instansi baik di pusat maupun daerah serta korupsi berjam‟ah anggota legislatif dan kehakiman. Sedikit Berubah.8 Sumber TI CPI 2001 CPI 2002 CPI 2003 CPI 2004 CPI 2005 CPI 2006 CPI 2007 CPI 2008 CPI 2009 . bahkan semakin mengganas di daerah-daerah.2 2.07 (2010) dibanding dengan 16 negara Asia Pasifik lainnya. selama ini pemberantasan korupsi berjalan ditempat. maka fakta sesungguhnya tidaklah secerah dan sebening serta semanis kata-kata yang sering mereka lontarkan. Apabila Pak SBY selama ini suka mengklaim keberhasilan tindakan pemberantasan korupsi KPK seolah-olah kinerja pemerintahannya.). dari data PERC 2010.32 (2009) dan naik menjadi 9. 8.9 1. “Prestasi” dashyat ini bukanlah hal yang mengejutkan. sementara mayoritas instansi lain masih mengasah „kemahiran‟ dalam merekayasa anggaran. Selain KPK. maka dalam kurun 2008-2010. peringkat korupsi Indonesia meningkat dari 7. Tabel Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK/CPI) Indonesia 2001-2009 (selengkapnya) Tahun Survei 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Nilai IPK Indonesia 1.9 2. Hanya beberapa instansi pemerintah yang menerapkan kebijakan non-koruptif yang tegas. Ini juga memberi bukti bahwa tidaklah elok pemerintah SBY mengklaim keberhasilan KPK sebagai keberhasilan pemerintah SBY.

Selama hidupnya Bung Hatta lebih memilih hidup sederhana demi menjaga nama baik bangsa Indonesia. hingga akhirnya hayatnya ia harus memendam cita-citanya! Salam Nusantaraku. Sehingga memberi peluang para pejabat untuk melakukan korupsi. 9 Mar 2010 Sumber Referensi: . “Hampir semua pejabat itu korupsi. Korup mulai dari materi. ech-wan. tapi…. memperbaiki mental.”. segenap bangsa mulai bercermin diri. SBY. memperbaiki birokrasi. kita sangat mengharapkan dapat meraih peringkat nomor satu. Hal itu salah satunya dikarenakan masih banyaknya prilaku koruptif yang ditonjolkan pejabat Indonesia. Salah satu permasalahan utama adalah reformasi birokrasi yang berjalan mandeg. Sudah saatnya kita kembali mempelajari pemikiran yang luar biasa para tokoh bangsa yang pernah ada di Indonesia. Reformasi birokrasi di pemerintahan dan lembaga penegak hukum sekilas hanya lips service semata. namun sesungguhnya hal ini lebih ditriger oleh lembaga KPK. Dan ironisnya. Salah satunya adalah Wapres I Indonesia sekaligus Proklamator bangsa Indonesia Bung Hatta. termasuk Pres. Karena sesungguhnya. waktu. Namun prestasi yang satu ini sangat memalukan. Dan yang membuat saya begitu respect sama Bung Hatta adalah kisahnya sebagai seorang Wakil Presiden RI yang juga bapak proklamator harus menabung untuk membeli sepatu “bally”. bukanlah tindakan korupsi itu berbahaya. [4] Catatan akhir : Dalam berbagai event. kecuali perubahan dikulitnya. “Hampir Semua Pejabat Itu Korupsi ” – Mahfud MD Derap langkah penegakkan hukum di Indonesia seakan terhenti. Tidak ada perubahan mendasar. Hal ini dikarenakan birokrasi penegakkan hukum di Indonesia yang masih buruk. maka dapat dijelasin bahwa meskipun terjadi peningkatan persepsi pemberantasan korupsi di Indonesia. Dia mungkin satu-satunya Wapres yang tidak pernah korup secuilpun baik materi maupun mental. Sudah saatnya. namun secara regional pemberantasan korupsi Indonesia berjalan mandeg dibanding negara-negara tetangga. Kejaksaan dan DPR (5 Lembaga Publik Terkorup 2008). Merujuk hal ini. Ketua Mahkamah Konstitusi M Mahfud MD dalam diskusi „Akar-akar Mafia Peradilan di Indonesia (18 Feb 2010) mengatakan bahwa . belum ada satu pun Presiden yang mampu memperbaikinya. namun yang lebih berbahaya adalah mental korup itu sendiri. Bung Hatta telah mengorbankan dirinya bagi negeri ini. karena Indonesia berdiri nomor 1 sebagai negara terkorup dari 16 negara dengan ekonomi sentral kawasan.Meskipun data yang disampaikan Transfarency Internasional menunjukkan adanya sedikit peningkatan persepsi pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal dapat kita lihat bahwa lembaga-lembaga terkorup justru berasal dari lembaga Kepolisian. Inilah kenapa korupsi banyak terjadi bahkan menjamur di berbagai level. hingga integritas. Mulai memperbaiki diri.

menjadi tanggung jawab Poltak Manulang selaku Kepala Kejati (Kajati) dan Herman Adrian Koedoeboen selaku Wakil Kejati (Wakajati) Maluku yang baru. 2. Proyek milik Dinas PU Maluku pada tahun 2005-2006 dialokasikan dana sebesar Rp. 18 Februari 2010 Artikel Wajib Baja: Bung Hatta. namun dialokasikan lagi anggaran tahap ketiga senilai Rp 15 miliar. dengan nilai proyeknya Rp 2. mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan MTB Pieter Norimarna dan pimpro Frangky Hitipeuw. dan untuk tahun 2007-2008 sebesar Rp.7 miliar.com/2010/03/09/prestasi-terus-naik-indonesia-negara-terkorup-asia2010/ Banyak Kasus Korupsi Belum Terselesaikan Banyak kasus dugaan korupsi yang belum dituntaskan jajaran kejaksaan. Dalam kasus ini terjadi dugaan penyelewengan keuangan negara yang sementara diusut kejaksaan.9 miliar.Banyak kasus dugaan korupsi yang belum dituntaskan jajaran kejaksaan. Tapi…. Kasus ini ditangani tim Kejati Maluku yang diketuai Kepala Bagian Tata Usaha Kejati Maluku. 11 Maret 2008 [3]Vivanews. 9 April 2009 [4] Inilah. Sejumlah kasus korupsi yang belum dituntaskan diantaranya. Sejumlah kasus korupsi yang belum dituntaskan diantaranya.6 miliar. dan telah dilakukan puldata dan pulbaket. 2. Hal ini. Namun hingga kini proyeknya tak kunjung selesai.[1] Vivanews. kasus korupsi dalam proyek pengadaan enam buah kapal ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) tahun 2002. . Sinarta Sembiring. Ambon . Selanjutnya. kasus korupsi dalam proyek pembangunan jembatan Wailala di Desa Air Buaya. Kemudian kasus dugaan korupsi pembangunan lapangan terbang (lapter) Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). 8 Maret 2010 [2] Okezone. kasus korupsi dalam proyek pembangunan jembatan Wailala di Desa Air Buaya.wordpress. Negarawan Uncorruptable (1): Kisah Menabung Utk “Sepatu Bally”.com. namun hingga kini jelas penanganannya. yakni mantan Wakil Bupati MTB Lukas Uwuratuw. Hal ini.197 miliar. kemudian tahun 2006-2007 sebesar Rp. menjadi tanggung jawab Poltak Manulang selaku Kepala Kejati (Kajati) dan Herman Adrian Koedoeboen selaku Wakil Kejati (Wakajati) Maluku yang baru. http://nusantaranews. 7. Dalam kasus ini tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian kasus dugaan korupsi dalam proyek rehabilitasi Kantor Bupati Bursel. Kasus lain yang belum tuntas adalah. dicurigai adalah mobil bodong.7 miliar. Pengadaan mobil-mobil tersebut dilakukan pada PT Hasrat Abadi Ambon.3 miliar.Kasus ini telah dilimpahkan Kejati Maluku ke Kejaksaan Negeri (kejari) Saumlaki. Proyek senilai Rp 1. Dalam pelaksanaan proyek tersebut. dan salah satu perusahan di Tangerang. kasus pembelian tanah oleh PT PLN Pilkitring Wilayah Sulawesi. Kasus lain adalah. kasus dugaan penyelewengan Uang Untuk Dipertanggungjawabkan (UUDP) tahun 2006 senilai Rp 15 miliar rupiah di Sekretariat Pemprov Maluku. asuransi kesehatan (Askes) dan pasien umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon dari tahun 2007 hingga tahun 2009.976 meter persegi dengan harga Rp 230 ribu meter persegi. Kasus korupsi dana keserasian senilai Rp 35. yang melibatkan mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru. namun dianggarkan dalam APBD Tahun 2009 sebesar Rp 5 miliar. di Desa Passo Kecamatan Teluk Ambon Baguala seluas 11. namun dianggarkan dalam APBD tahun 2009 Rp 5. Ada dugaan mark up dalam pembelian tanah tersebut. di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau seluas dua hektar. Bahkan ada indikasi bahwa pembelian mobil-mobil itu tidak sesuai dengan harga mobil di pasaran pada tahun itu. tetapi hingga kini belum juga dituntaskan. bernilai belasan miliar rupiah. Selanjutnya. dugaan korupsi uang jasa pelayanan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). senilai Rp 3.5 Miliar. yakni. Kemudian proyek pengadaan 8 unit mobil dinas senilai Rp 2 miliar. karena 25 . Kasus ini ditangani tim Kejati Maluku yang dipimpin Vitalis Teturan. Selain itu.5 miliar di Dinsos Maluku juga belum dituntaskan. Jerry Laisina. mobil-mobil yang dibeli oleh Laisina dari luar Ambon. Sumber tersebut juga mengungkapkan. Maluku dan Papua (Sulmapap) untuk pembangunan gardu induk di Kota Ambon. Proyek itu juga dilaksanakan tanpa tender. Jakarta Selatan. Laisina diduga memalsukan dokumen kontrak pengadaan mobil dinas yang diperuntukkan bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Aru. Tanah yang dibeli oleh PLN Pilkitring Sulmapap untuk pembangunan gardu induk terdapat pada beberapa lokasi. dugaan korupsi dalam proyek pengadaan 19 unit mobil dinas tahun 2006 senilai Rp 4 miliar lebih. karena hingga saat ini tidak memiliki kelengkapan dokumen.

budaya ini dapat dikikis habis. kemarin (18/1) menandaskan. masyarakat Maluku menanti komitmen Kejati Maluku dibawah kepemimpinan Manulang untuk mengikis tumor ganas korupsi yang sudah mengakar. Sekretaris PMI Wilayah Maluku. Ditandaskan. Di negeri ini. Luaib Saihitua berharap agar Kajati Maluku yang baru untuk tidak mentolelir dan memberikan ruang kepada orang-orang yang bersenang-senang diatas penderitaan rakyat. Dorong Tegakan Supremasi Hukum Komisi A DPRD Maluku akan terus mendorong Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk tetap menegakan supremasi hukum di Maluku. "Kami minta agar kasus-kasus korupsi yang masih mandek maupun yang sudah ditindaklanjuti namun belum tuntas oleh Pa Soedibyo agar segera dituntaskan. pihaknya tetap memberikan support dan dorongan kepada jajaran Kejati Maluku untuk menegakan . pemerintahan dan keamanan. Ditempat terpisah Ketua GPI Wilayah Maluku. politik. Wakil Sekretaris Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Kota Ambon. Ia juga berharap. belum tersentuh hukum. selaku komisi yang menangani masalah hukum. Mahinano berharap. seakan-akan korupsi sudah menjadi budaya. sehingga diharapkan di tangan Kajati Maluku yang baru. Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Wilayah Maluku dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) Wilayah Maluku berharap Manulang dan Koedoeboen dapat mengukuti jejak Kajati sebelumnya Soedibyo dalam memberantas penyakit korupsi yang sudah menjadi tumor ganas di daerah ini. masyarakat Maluku sangat menderita akibat perilaku orang-orang yang memperkaya diri. Nus Mahinano meminta Kejati Maluku segera menuntaskan kasus-kasus ini. Ny.kontraktor yang menangani proyek ini. tidak ada upaya untuk mempetieskan kasus-kasus yang ada. citra Kejati Maluku yang telah menempati peringkat ke-6 dari seluruh Kejati di Indonesia. (18/1) mengatakan. Sekretaris Komisi A DPRD Maluku. sehingga orang-orang tersebut harus diberi hukuman untuk dimasukan dalam kurungan besi." tandas Mahinano. Aris Kalam Tanamura kepada Siwalima. dalam penanganan kasus korupsi lebih bisa ditingkatkan. Sugeng Hayati Koangit kepada Siwalima kemarin. Mahinano meminta agar Kajati dan Wakajati Maluku yang baru dapat mengawasi jaksa-jaksa yang menangani kasus-kasus tersebut.

Diakuinya.. 17-Juli-2007. http://www. begitu gampangnya rakyat kecil dimasukan dalam penjaran hanya karena mencuri barang yang jika dihitung dengan uang hanya bernilai belasan atau puluhan ribu. Undang-undang dan pengadilannya sudah ada. dalam waktu dekat ini. Jaksa Agung melengkapi angka 1123 tersebut dengan kalimat “sedang dalam tahap penyidikan”. karena banyak kasus korupsi di daerah ini yang belum diusut tuntas. 06:30:46 96 klik Rakyat Indonesia tetap menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum. Komisi A DPRD Maluku akan melakukan pertemuan dengan Kajati Maluku dan jajarannya guna mendorong dan memberikan support agar penegakan supremasi hukum di bumi raja-raja ini dapat berjalan semaksimal mungkin. Ayo Kejagung.supremasi hukum. Dikatakan. Kita boleh berandai-andai. jika uang sebanyak itu berhasil diburu dan dikembalikan ke kas negara.php?t=5663547 Masih Banyak Kasus Korupsi Belum DitanganiOleh gerry Selasa. dan menuntaskan berbagai kasus yang belum dituntaskan. tetapi ratusan bahkan miliaran rupiah.us/showthread. Angka tersebut merupakan tumpukan kasus korupsi yang belum terselesaikan sejak April 2004. berapa total nilai kerugian negara dari 1123 kasus korupsi tersebut? Dengan menggunakan perhitungan sederhana. Semua perangkat sudah tersedia. maju terus pantang mundur. hingga saat ini rasa keadilan belum terwujud. kita berasumsi bahwa kasus korupsi yang sampai ke “gedung bundar” tentu nilainya tidak hanya sekedar satu atau dua juta rupiah per kasus. Hal ini berbeda dengan dengan kasus yang merugikan negara yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah yang proses penanganannya berlarut-larut. tp bangsa kita gini2 aja. Sebagai orang awam. banyak pekerjaan rumah (PR) yang menanti Kepala Kejati (Kajati) dan Wakil Kajati (Wakajati) Maluku yang baru. berantas korupsi di republik tercinta ini sampai ke akar-akarnya. agar Kajati dan Wakajati Maluku yang baru berkomitmen yang sungguh-sungguh untuk menegakan supremasi hukum di daerah ini. Berarti masih ada sekian puluh sampai sekian ratus triliun rupiah total kerugian negara yang belum tertangani oleh Kejagung RI. khususnya dari Kejagung untuk menuntaskan semua perkara korupsi.. tinggal political will-nya saja serta keberanian aparat Kejagung untuk menghadapi intervensi poitik dari kelompok kepentingan tertentu. Koangit yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Maluku ini menandaskan. kita tentu patut bertanya. Ia berharap. berapa banyak parbik yang bisa dibangun. hati saya agak galau tak kala mengetahui adanya tumpukan kasus korupsi sebanyak 1123 kasus yang belum tertangani. Menyimak laporan Jaksa Agung RI dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI medio Juli lalu. Sebagai kata penghibur. yang berarti pula akan ada sekian ribu tenaga .kaskus.

belum lagi soal barang bukti di tempat perkara yang kadang jauh. Semua perangkat sudah tersedia. sekian banyak keluarga miskin bisa tertolong.com/mod. Mudah-mudahan penjelasan itu bukan untuk menutupi kinerja Kejagung yang belakangan terkesan agak kendor lantaran ada intervensi politik. sekian ribu anak Indonesia bisa sekolah gratis…dan seterusnya. Salman Maryadi bahwa motif kasusnya tidak sama. Ayo Kejagung. maju terus pantang mundur. khususnya dari Kejagung untuk menuntaskan semua perkara korupsi. Undangundang dan pengadilannya sudah ada. tinggal political will-nya saja serta keberanian aparat Kejagung untuk menghadapi intervensi poitik dari kelompok kepentingan tertentu.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2264 . Seperti kata Kapuspen Kejagung. (Gerry) http://www. Rakyat Indonesia tetap menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum. Kita tentu paham bahwa penanganan kasus korupsi tidak mudah.kerja yang bisa terserap.mimbar-opini. berantas korupsi di republik tercinta ini sampai ke akarakarnya.

9 .

9 .

9 .

9 .

9 .

9 .

9          .

3 47:58 9: -07-.703...8 -:7:  $03.93.3 2. 808:3:3.7..8  202507-.50.  -0:2 .3 /..5708 .3 2.  3./02 203.  9072.8 -.3!# 02-.3 /9434.80-.38.83 -.9072.3 ::2 / 3/4308..3-..3.9:3./-.3..98.0-202/:580/07. 3/4308.3:.7:8203..8.3.3 8.7  0.. 80.907 .3.2 /8:8 .9:3.5  3.:3. .5.5. .39.381.9.1:/ 07.7 .  $.703.7   $:2-07#0107038 .. 3.3.  :3 .3 74383./.702-.3 907039  .2.8 5030.3. 5.98. 203:3:.:5:3 -. -./. . 5073.8: !708  $  3..38. 2039. 909.3 .8... /..9:  .3 :. 8.9 3/4308.25.9 :39: 20. 507:-. 3007 3  .72.843..257802:..3 47:58 / 3/4308..7 5027.:8!74.2:3 808:3:3.8 / 5020739..3  .2:3 ..99..9.3 9/./. 47:58 -.9: -.703./. 701472.: 47:591 . 39073..99:47:58  .3 ::2 / 3/4308..3 $:/.3 50. 58 807.3. 03. .0 ( . ::2 80. 8.1././ 5033. 9. 907.7 ..9: 8. /. 90747:5/.8. 0-  203. 2039..:.7.2:7/-07-. 93/. -07. !708/03#.93.:5:32039.0723 /7  :.  3. .-.3 47:58 3/4308..0 802..7.2:3 80.3. 47:5 80.5 .:3. 5073.47:59:803/7 47:52:. 5030.-.3 47:58 / 3/4308. 9: 8.3 / 3/4308.9-.99:47:58  . ..0548.  .3/. 30. 7043.. 80/9 5033.9: 3.99.5.703. 57.38.7:820203/.3 0- -07-.3.2.-.3 2.2.574..8  $:/.39...3...:.9: 5072. 3  2.!:-%0747:5   07:: .3.25: 202507-.3 -747. 30.  -:. $.3203../.3 5078058 502-07.8 ..9 207.3.3 203/. 3 /./. . 20250. 8.. .99.-:3:39:202-0805.9... -07.3..9.8.. 9. 50./03.3 %7. :3 ..9.3. 202-07 50:.  %/.3 /.3 /8./3/4308.  09:.:  0..8 -747..2.7.3 47:58  .7 .  . 3 0- /97074002-. 944 -.8 -747.99.3 -07..3.! ../...2:8.9: 3 8.7.2:3 57089. /7  202507-.3/3 30./.3 02-. -.8.. $.3 5073.30434280397.2.  3. .93.39.8.9 /0.085:3 /...7 -.38.3202-:. 8.3 2.. 2:33 8...7. 20347-. !07.1:/  /..703.3/:93.90747:5:897:-07. 202507-. -747.9: 5:3 !708/03 .  . 8003.02-..9.8 . -.7.9:3.9 202.5.7.3.5-.2./.3 .8.9.:. 43899:8  .5.2:.9 34247 8.-. 90...3 2.2.039  9.8./. $0.8047.. 2085:3 907.73.9 203.39079.9...8.3/0  #01472.0. 8.3 .257$02:.9. .8.57083/4308.3.-09:70850. 507:-.-./:53.3 /73...8 . 3/4308. -07/7 34247  80-. 5030.39. 02-.!0.5. 0...3.3 :9.99.8.3 5078058 502-07.7. 3/4308.8.2.2 -07-..3/0 /-. .947.730..3 5.947-.3 0.2. 502-07.80.  . /. 02-.

f°f°–¾ f ½ff ©f%f©f% f° ¯f° f°   °¾ fJf ©f %Jff©f%.@ 9  -¯f°f f°½¯½f°– ½   .709   ( 0430 .-0  8.03.3 f°ff¾¾ –ff°½¾f°– ¯ °f¾f°©f©ff° ©f¾ff° f° ¯ °©f f°––°– ©ff 9f..ff°– f  ©¯ff¾¾½¾f°– ¯ °f¾f° f°ff°f f¾¾ ½¾ ff¯½ ½ ¯ f°–°f°© ¯ ff°Jfff  ¾f ff   ¯ °  f°ff¾¾ –ff°½¾f°– ¯ °f¾f°©f©ff° ©f¾ff° f° ¯ °©f  f°––°–©ff 9f. .7..f@ °––ff ff%.308 57  (3.ff°–  f ½ff f–f°@ffD¾ff ©f..3&3.7   790.42 0-7:.308 .8:847:580:2%078008.f°f°–¾ f ½ff ©f%f©f% f° ¯f° f°   °¾ f Jf ©f%Jff©f%. %..f @ °––ff ff%.9: .@ %f°  °–f°°f½ °f½ ¯f   ff¯f¾¾°–ff°– f  f½f°¾ f–f ¾f°–f f°¯f°f°Jf ½f.ff°– f    ©¯ff¾¾½¾f°– ¯ °f¾f° f°ff°f f¾¾½¾ ff¯½ ½ ¯ f°–°f° © ¯ ff°Jfff  ¾f ff   9 ¯°f¾9D.@ % ff¯f¾¾° ©f  –ff°½ °   °–f° f°–f°° –fff°–¾ ¯ °ff ¾ ©f¾ff° °f¯° ff¾f°f–f°––ff°ff½ –f¾ °f½¯f    f°©°f f¾¾½¾ ff¯½ ½ °–f ff° °f¯ ff½ff° °f¾ ff° f° 9 f°f°f ½f °.-. 0.477:59.f °ff  ¯ °–  f° f ff°½ ff f°½ f  °f¯°°––f°© f¾½ °f°–f°f°°f    ¯ f°f¾¾ –ff°½¾½ ¯ f°–°f°f½f°–f°  f°–%f½ %f¯ff ½f °.5  ½ $$°¾f°ff° ¾  ½ ¾¾ n¯$$$$½ ¾f¾  ¾ °f ° ° ¾f ° –ff  ½ f¾f $ .99. :3.f½f ff°  ff¾f° f°f¾ ¾f½  ¯f  ¯ f° f° ¾ ¾f½  ¯f  f°°f° ¾ ¾f½  ¯f -f¯° °––f°½ °ff°©°–¾  ¾f   f¾¾° f°–f°¯ ©f.-:3&9 $05..@ f¾ Df ¯f°f° ½ff°f¾ ff° f°9 f°f°.('..3.709  ('.

f f°9f½f %¯f½f½%°½ ¯ f°–°f°–f °  f¯ °   @f°ff°–   9-9°–¯f½f½°½ ¯ f°–°f°–f °   f½f½f f f½ff¾ f°   ¾f f.f    ¯ f°f¾¾ –ff°½¾ ff¯½  f f¾f° ½f ¾  9 ¾ °f½  ¯f °f¯° f°––ff° ff¯9 f°½ ¯f  ¯ f°½ ½ °–f ff°° ¯  °f¾¾ °f½¯f °f¯° f°––ff° ff¯9 @f°¾ ¾f½¯f f¾¾ ° f°–f°¯ ©f.f   ¾f9f¾¾ nf¯ff°@ ¯ ° f–ff¾ f¾ ¯  ½ ¾ – °–f°f–f½  ¯  ½ ¾ –  f –ff°¯f½ ff¯½ ¯ f°f°f ¾    f¾¾f°f°– ¯°f¾f ff  –ff°½¾f°–©f¾f½ ff°f°©f¯°f° ¾ ff° ¯f¾fff%f¯ ¾¯f¾% f¾f°¾ ¾ ff°%¾ ¾% f°½f¾ °¯¯ ¯ffD¯¯f f %D%f¾¾¯ ° ff°°––ff°  °f f¾f°¯f½f    f°©°f f¾¾ –ff°½ °   °–f°Df°–D°½ f°––°–©ff f°%DD9%f° ¾ °f½¯f½f   ff9 ¯½.ff°– ½¯½°If¾@ f°   f¾¾½¾ f°f ¾ f¾f°¾ °f½ ¯f °¾¾.f  ©f¾ff°- – % ©f%f¯f  f½°––f° ¯ ©–f °f¾f°   f¾¾f°f ff  –ff°½¾ ff¯½ ½ °–f ff°°¯  °f¾f°¾ °f½ ¯f  f°–¯  ff°¯f°f° ½ff f–f°%f f–%D¯¯9 ¯ °ff ½f °%9 ¯f %  ½ff°  f¾°f   ff¯½ f¾f°ff°½  ¾  f¾°f  –f¯ ¯f¾f° ¯ °°f½ °–f ff°¯  °f¾f°– ½ °f° f–¾ ff° ©f9 f°–ff f%9%9 ¯f  9  ©–f f¾f°ff°f°½f °    9 °–f ff°¯  ¯  ¾  ff°½f f9@f¾f f ¯ °  f°¾ff¾f½ ¾ff°  @f°– f°– fff ff°   ¯  ¾ ©–f¯ °–°–f½f° ¯  ¯ f°–   f¾°f ff¯ °  n–f f ff¯   °– f °f°––f¾ff° f¯ ¯  °–f½f° ¯ °   ff°f f° f¾ ff½ ¯ f°¯  ¯  f¾ ¾f °–f°f–f¯  ½f¾ff°½f f f°    f° f¾¾½ ¯ f°f°f 9@9-9°–Jfff ¾ . f nf¯ff°¯f¾ f¾ f f ¾ °f½ . f¾¾° f ¯½ff° ©f.f©–f ¯ °f¾f° f °f .

f°f°–° ¯ °–¾¯–f°f¾½¾f°–¾ f¯ °–ff    ¯½f ½¾f f9Jff.f f° ff°9 ¯ f¾f¯%9%Jff.f ff½.ff°– f ° f¯ °  f°¯ ¯ f°f°– ½f ff°– f°–f°– ¾ °f°– ¾ °f°– ff¾ ½ ° ff°ff   f° f¾f° ¯f¾fff.¾¯°° ° ¾f%9.f f°– f   ff° f½f ¾f ¾   Jf  f¾¯¾ff.f°f°– f°   ° f½f¯ °–© ©ff©f¾ ¯°f   ff¯ ¯ ¯ f°f¾½ °f½¾f°–¾ f¯ °©f ¯–f°f¾  f f°     f¾9.f  ff ½ ¯¯½°f°.°ff°–¯ °f°–f°½ °  ¯ ¾ °¯   9 ¯ f.f f ff ff½f–ff©f.f ¾ff¯@f°f¯f ½f ff¯f  ¯f°%$%¯ °f° f¾f°  ¯f¾fff.Jff.f¯ °f°¯¯ ° ©f.f¾f°–f¯ ° ff f½ ff°– f°–f°–¯ ¯½ ff   ¾ °––ff°– f°– ¾ f¾  ¯f°° ¯f¾f° ff¯°–f° ¾   ° – ° ¾ ff° ff°½¾¾ f¯ °©f   ff ¾ °––f ff½f° f°–f°f©f.%Jff.

f¾ – f¯ °°f¾f°f¾¾ f¾¾°   f¯¯°ff–ff¾¾ f¾¾½¾f°–¯f¾¯f° ¯f½°f°–¾ f ° ff°©°f¯° ¯°f¾ 9f  f–f¾ – f °f¾f° f° f¾.f - – °–fff°– ½f ff¯f ¯f° %$% ¯ °–fff° ¾ f¯¾f°–¯ °f°–f°¯f¾ff¯ ½ ½ ¯ °ff° f° f¯f°f°  ½f°f f½¯ ¯ f°¾½½ f° °–f° ½f f©f©ff° ©f.f f°–%¯nf %9 ¯ fff¯ ° -¾.f° f½¯ ° –ff° ¾½ ¯f¾¯ .f°f°   .f°f°¯ ¯°ff–ff©f f°Jff©f.fff° ¾¯ ° °– ©f¾ff°@°––% ©f%.f°f° ff½ nf ©f.f°f°¯ ¯°f  ©f.ff°– f¯ ° ¯½f½ °–f  f¾  ©f  ° ° ¾f  ff¯½ °f°–f°f°f¾¾½¾  ¾f °–ff°   f©–f ff½  ff f½ff°¯ ¯½  ¾f°f¾¾ f¾¾f°–f f   .f°¯ ° –ff° .ff°– f f½f¯ °–ff¾©f¾f ©f¾ff°– ¯ °f°–f°f¾¾ f¾¾ ¾    °–@ –ff°½ ¯f¾¯  ¯¾9.f     f¾¯¾9.

29.20309. 93.3/.5503/.39.:3:39:203:39.30.2 9.3.f°¯ °f° f¾f° °––f¾ff°f¾f f f° ¯ ©  ––f¯½f°–°fff n ¯f¾f° ff¯½ °©ff°f°ff °f¯ °n ff°–f°–©f °– °–f°f°–f°f °f f¾f°ff½f°  f°  f °–f° °–f°f¾¾f°–¯ –f°° –fff°–¯ °nf½ff¾f°©f°––f¯ff°½ff°–½¾ ¾ ½ °f°–f°f°°f f f   f ff½ f–ff©f f°Jff©f.3-08..7 9039:3.-40-07.  :       #.78.5203.5.98.3/..32.: .380/07.3.90780/.93/4308.37:5.3 3..507..7-.39079039: 40.f f°©f©ff°°f–°f¯ ° °– f°¯ ¯ f°¾½½f–f½ ° –ff°¾½ ¯f¾¯  ¯f©f f©f° f½f ©ff°¾ ¯f¾¯f¯°–°  ½ f°–¾ff–°f©f  ½ $$ f¾¾ ¾$¾ f ½½"  ..7.35::8.25.7:.3. 3.8.-.5.7./.3.47:58 $02:./.3203:3..3   $0-.80.0-07.3-07.5.   .:907:85.8079.9:897:37:5...038549/.3.90.3 0077 $0. -07.7..3.39:25:.3.3/02-./.8:847:58. ..-07.3./.:.3/.8:8.8:/.8 30..549./.5...3/.705./.3.795:.57  $0-..90780-:9207:5..7. 80.547.70.39.9039:5.8:8 47:58..33./.9 80/.7. 8.:3#   9.53907..:32003.3 :3/..0.ff°– f ¯¯ °f°–¾°–– ¾°––° ¯ ° –ff°¾½ ¯f¾¯  f f°  f°¯ °°f¾f°  f–ff¾¾f°– ¯ °f¾f°   fff°  ff¯f f° ¯¾9.3.7 .07:.3. 7:5..9/.. 9.507..3-0:2 9078008. -07.:9.8.:9.7..8 47:58/705:-907.3.5.3.5.9.3.3:3 .7.949.39.8....9:9-079.2#.3..  032.9:-07.3.7.380-.330.fff°¯ ff°½  ¯f° °–f°f©f .:3 2..73.3.35079:3.507.7.25.7 04254050393.3503.3428!##20/4: .. 07.9 8:/.38.9:25:.9:8./03.3802:.8:847:5880-.3400..3.8.907..38..8/-:7:/.57.47.25.5.0 0/:3-:3/.3..8:847:580:29.3-0:29079. .503-:7 .37./-.330.07:.95030. ./.8:8 47:5890780-:903.:/:.380.¾½ ¯f¾¯   f°f  f°f½  ©ff°¯f%9%f°–¯ °f° ½ff ©f%f©f% f°Jff©f%Jff©f% .909.8.800/.ff°– f f °f f°ff¾¾½¾  f f°f°– ¯ ¾°f¾   f°–f°–©–f  f¾f¾999.3-0:29079.9:.3.9.3. &3/.32:3/:7 -07../.5.3.3.3-.:3#/.:.8.2.:3:39:203.80.8:8 909.8:28-..949.792.3-8.::2  :8:83.. 90780-:9/03.37-:903.

7.39.3-08.3.98:/.2.39:-:.7.3802:.0..3-.95030.5./.   9.8:83.3:39:203:9:5307.704254050393.3..038549   #.3503.0-07.:907:85.2. &3/.8:847:589/.9 0..9039:5..-8. 93.8.3/.8./.-.5:8503 0.503.5203.03/47.3.0:.2491. 3.  077  ½ $$ ¯¯ f ½° n¯$¯ ½½"¯ ½ ¾  ½  fn f   .3.9079443 80.7.3.907807.: :/.39079039: 4 0..35030..3-:9/ 9025.07..3...3./-./.3 :3/. 2:/.8:/.:3.3.7.8../.90780/.283-8.39.5.7:.:3:39:203.8079.3.7 .25.847:58/705:-907.:3 $.507.38.7. -0:2.2-.:3:39:203:39.7.804. 3/4308...390708. $05079./.3.3.9.380907:83.93/4308.53907.7.9507.909.7 0.8./..549.84. 0.73..32:3/:7 -07.3.33.9/.7.98 /.3907.3.2:/.5 80.705.3..038549/.37-:.507..39.3-0.47:58 $02:.5.:3 2.39.7.3-8.::2 :8:83.7./.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->