BEBERAPA KASUS KORUPSI DI INDONESIA YG BELUM SELESAI SOEHARTO Kasus Soeharto Bekas presiden Soeharto diduga melakukan tindak

korupsi di tujuh yayasan (Dakab, Amal Bakti Muslim Pancasila, Supersemar, Dana Sejahtera Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora) Rp 1,4 triliun. Ketika diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia tidak hadir dengan alasan sakit. Kemudian majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengembalikan berkas tersebut ke kejaksaan. Kejaksaan menyatakan Soeharto dapat kembali dibawa ke pengadilan jika ia sudah sembuh?walaupun pernyataan kejaksaan ini diragukan banyak kalangan.

PERTAMINA Dugaan korupsi dalam Tecnical Assintance Contract (TAC) antara Pertamina dengan PT Ustaindo Petro Gas (UPG) tahun 1993 yang meliputi 4 kontrak pengeboran sumur minyak di Pendoko, Prabumulih, Jatibarang, dan Bunyu. Jumlah kerugian negara, adalah US $ 24.8 juta. Para tersangkanya 2 Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Orde Baru, Ginandjar Kartasasmita dan Ida Bagus Sudjana, Mantan Direktur Pertamina Faisal Abda'oe, serta Direktur PT UPG Partono H Upoyo. Kasus Proyek Kilang Minyak Export Oriented (Exxor) I di Balongan, Jawa Barat dengan tersangka seorang pengusaha Erry Putra Oudang. Pembangunan kilang minyak ini menghabiskan biaya sebesar US $ 1.4 M. Kerugian negara disebabkan proyek ini tahun 1995-1996 sebesar 82.6 M, 1996-1997 sebesar 476 M, 1997-1998 sebesar 1.3 Triliun. Kasus kilang Balongan merupakan benchmark-nya praktek KKN di Pertamina. Negara dirugikan hingga US$ 700 dalam kasus mark-up atau penggelembungan nilai dalam pembangunan kilang minyak bernama Exor I tersebut. Kasus Proyek Pipaisasi Pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa (Pipianisasi Jawa), melibatkan Mantan Direktur Pertamina Faisal Abda'oe, Bos Bimantara Rosano Barack, dan Siti Hardiyanti Rukmana. Kerugian negara hingga US$ 31,4 juta. Korupsi di BAPINDO Tahun 1993, pembobolan yang terjadi di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dilakukan oleh Eddy Tanzil yang hingga saat ini tidak ketahuan dimana rimbanya, Negara dirugikan sebesar 1.3 Triliun.

HPH dan Dana Reboisasi Hasil audit Ernst & Young Kasus HPH dan Dana Reboisasi Hasil audit Ernst & Young pada 31 Juli 2000 tentang penggunaan dana reboisasi mengungkapkan ada 51 kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 15,025 triliun (versi Masyarakat Transparansi Indonesia). Yang terlibat dalam kasus tersebut, antara lain, Bob Hasan, Prajogo

Yang jelas. membantah keras tuduhan korupsi. Bekas Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono dianggap bertanggung jawab dalam pengucuran BLBI. Ditengah gegap gempita pertumbuhan ekonomi yang positif pada tahun 2009 silam. Paul Sutopo. sejumlah pejabat Departemen Kehutanan. Prajogo. pemilik-komisaris dari 48 bank yang terlibat BLBI. Prajogo Pangestu diseret sebagai tersangka kasus korupsi dana reboisasi proyek hutan tanaman industri (HTI) PT Musi Hutan Persada.vivanews. Sampai sekarang nasib kasus taipan kakap ini tak jelas kelanjutannya. Sebelumnya. baru pertama kali dalam bulan Maret 2010 saya memulai artikel baru mengenai perkembangan korupsi Indonesia. Laporan itu menyebut adanya penyimpangan penyaluran dana BLBI Rp 138. Dalam pemeriksaan. Antara lain: Hendrawan Haryono (Bank Aspac). David Nusa Widjaja (Bank Servitia).php?t=6868 Setelah cuti hampir 1 bulan. hanya beberapa yang telah diproses secara hukum. Bob Hasan telah divonis enam tahun penjara. Jawa Tengah. mantan pejabat BI lainnya yang terlibat pengucuran BLBI?Hendrobudiyanto.4 triliun. disebutkan adanya penyelewengan penggunaan dana BLBI yang diterima 48 bank sebesar Rp 80. baru 20 dalam proses penyelidikan dan penyidikan. dan Samadikun Hartono (Bank Modern). yang diduga merugikan negara Rp 331 miliar.5 triliun. Di samping itu. Sjamsul Nursalim (BDNI).4 triliun.com/showthread. hingga akhir 2002.Pangestu. Ketiganya kini sedang naik banding.4 triliun dari total dana senilai Rp 144. ternyata Indonesia merupakan negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan . dan tiga tahun penjara. yang dikenal dekat dengan bekas presiden Soeharto. yang dianggap terlalu ringan oleh para pengamat. dua setengah. mari kita lihat perkembangan tindakan koruptif di negeri tercinta ini. dan Tommy Soeharto. Dengan menggunakan data “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) – Hongkong dan Transfarency Internasional – Jerman. Bob dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi proyek pemetaan hutan senilai Rp 2. Sedangkan yang sudah dilimpahkan ke pengadilan hanya enam kasus http://forum. Kini Bob dikerangkeng di LP Nusakambangan. khususnya periode 2008-2010. dan Heru Soepraptomo?telah dijatuhi hukuman masing-masing tiga. dari 52 kasus BLBI. Bersama tiga petinggi BI itu. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kasus BLBI pertama kali mencuat ketika Badan Pemeriksa Keuangan mengungkapkan hasil auditnya pada Agustus 2000. Direktur Utama PT Mapindo Pratama itu juga diharuskan membayar ganti rugi US$ 243 juta kepada negara dan denda Rp 15 juta. Hendra Rahardja (Bank Harapan Santosa).

0).07 dari angka 10 sebagai negara paling korup 2010.89). 15.investasi para pelaku bisnis. dan Australia (2. Indonesia mendapat citra semakin memprihatinkan dalam hal tindakan hal korupsi.4) menempati tiga besar negara terbersih.Pres. dan Amerika Serikat. Ini berarti selama 2 tahun terakhir pemerintah SBY. Kamboja (7. 7.11). [3] .0). India (7. 9. Indonesia (terkorup) Kamboja (korup) Vietnam (korup) Filipina (korup) Thailand India China Taiwan Korea Macau Malaysia Jepang Amerika Serikat (bersih) Hong Kong (bersih) Australia (bersih) Singapura (terbersih) Catatan * : Negara Asia-Pasifik yang disurvei adalah negara yang memiliki kemajuan ekonomi cukup pesat di kawasannya dalam beberapa tahun terakhir. 6. Indonesia mendapat nilai korupsi 8. “Saya akan berada paling depan dalam memberantas korupsi” .32 disusul Thailand (7. Itulah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin. Total responden adalah 2. 3.25). 11. 16. Filipina (7. 8. Indonesia menduduki posisi ke-3 dengan nilai tingkat korupsi 7.21) and Vietnam (7. Pada tahun 2008. Penilaian didasarkan atas pandangan ekskutif bisnis yang menjalankan usaha di 16 negara terpilih. [2] 2009 Angka tingkat korupsi Indonesia semakin meningkat ditahun 2009 dibanding tahun 2008. Indonesia „berhasil‟ menyabet prestasi sebagai negara terkorup dari 16 negara surveilances dari PERC 2009. 2008 Hasil survei PERC ini menyebutkan Indonesia mencetak nilai 9. 12.98 setelah Filipina (tingkat korupsi 9. SBY Berikut ini adalah daftar 16 Negara Terkorup di Asia Pasifik* oleh PERC 2010 1.0) dan Thailand (tingkat korupsi 8. Sementara Singapura (1.174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia. 10.07) . 14.63). Australia.89. 5. meskipun ada dugaan kecurangan sektor privat. 4. Hongkong (1. 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong [1]. 13. Sementara Amerika Serikat menempati urutan keempat dengan skor 2. Pada tahun 2009. 2.

8 Sumber TI CPI 2001 CPI 2002 CPI 2003 CPI 2004 CPI 2005 CPI 2006 CPI 2007 CPI 2008 CPI 2009 .6 2. Belum lagi tindakan koruptif yang dilakukan oleh sejumlah pejabat pemerintah di berbagai instansi baik di pusat maupun daerah serta korupsi berjam‟ah anggota legislatif dan kehakiman. Ini juga memberi bukti bahwa tidaklah elok pemerintah SBY mengklaim keberhasilan KPK sebagai keberhasilan pemerintah SBY. Selain KPK. dari data PERC 2010.2 2. peringkat korupsi Indonesia meningkat dari 7.07 (2010) dibanding dengan 16 negara Asia Pasifik lainnya.9 1. Tabel Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK/CPI) Indonesia 2001-2009 (selengkapnya) Tahun Survei 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Nilai IPK Indonesia 1. 8.3 2.4 2. sementara mayoritas instansi lain masih mengasah „kemahiran‟ dalam merekayasa anggaran. Tapi Kalah Jauh Secara Regional Bila dalam berbagai kesempatan Presiden SBY dan tim periangnya seperti Ruhut Sitompul cs selalu „mencuri‟ hati rakyat dengan kata-kata puji-pujian sosok SBY dalam memberantas korupsi. Hanya beberapa instansi pemerintah yang menerapkan kebijakan non-koruptif yang tegas. maka kasus kriminalisasi pimpinan KPK (Bibit dan Chandra) setidaknya telah menurunkan kepercayaan pengusaha atas hasrat pemerintah bersama jajarannya dalam memberantas korupsi. maka dalam kurun 2008-2010.0 2. Karena sumber terbesar permasalahan korupsi masih berada dalam kekuasaan Presiden SBY yakni lembaga Kepolisian dan Kejaksaan.98 (2008.9 1.9 2.32 (2009) dan naik menjadi 9. Apabila Pak SBY selama ini suka mengklaim keberhasilan tindakan pemberantasan korupsi KPK seolah-olah kinerja pemerintahannya. Sedikit Berubah.). bahkan semakin mengganas di daerah-daerah. “Prestasi” dashyat ini bukanlah hal yang mengejutkan. selama ini pemberantasan korupsi berjalan ditempat. maka fakta sesungguhnya tidaklah secerah dan sebening serta semanis kata-kata yang sering mereka lontarkan.Jadi.

[4] Catatan akhir : Dalam berbagai event. kita sangat mengharapkan dapat meraih peringkat nomor satu. Salah satu permasalahan utama adalah reformasi birokrasi yang berjalan mandeg. Bung Hatta telah mengorbankan dirinya bagi negeri ini. segenap bangsa mulai bercermin diri. Hal ini dikarenakan birokrasi penegakkan hukum di Indonesia yang masih buruk. Sehingga memberi peluang para pejabat untuk melakukan korupsi. Dan ironisnya. “Hampir semua pejabat itu korupsi. Inilah kenapa korupsi banyak terjadi bahkan menjamur di berbagai level. Sudah saatnya. hingga integritas. termasuk Pres. Reformasi birokrasi di pemerintahan dan lembaga penegak hukum sekilas hanya lips service semata. SBY. Sudah saatnya kita kembali mempelajari pemikiran yang luar biasa para tokoh bangsa yang pernah ada di Indonesia. Mulai memperbaiki diri. maka dapat dijelasin bahwa meskipun terjadi peningkatan persepsi pemberantasan korupsi di Indonesia. bukanlah tindakan korupsi itu berbahaya. namun yang lebih berbahaya adalah mental korup itu sendiri. Kejaksaan dan DPR (5 Lembaga Publik Terkorup 2008). “Hampir Semua Pejabat Itu Korupsi ” – Mahfud MD Derap langkah penegakkan hukum di Indonesia seakan terhenti. Merujuk hal ini. karena Indonesia berdiri nomor 1 sebagai negara terkorup dari 16 negara dengan ekonomi sentral kawasan. kecuali perubahan dikulitnya. memperbaiki birokrasi. belum ada satu pun Presiden yang mampu memperbaikinya. Dia mungkin satu-satunya Wapres yang tidak pernah korup secuilpun baik materi maupun mental. Karena sesungguhnya. ech-wan. namun secara regional pemberantasan korupsi Indonesia berjalan mandeg dibanding negara-negara tetangga. waktu. Namun prestasi yang satu ini sangat memalukan. Selama hidupnya Bung Hatta lebih memilih hidup sederhana demi menjaga nama baik bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Wapres I Indonesia sekaligus Proklamator bangsa Indonesia Bung Hatta. Hal dapat kita lihat bahwa lembaga-lembaga terkorup justru berasal dari lembaga Kepolisian. namun sesungguhnya hal ini lebih ditriger oleh lembaga KPK. Hal itu salah satunya dikarenakan masih banyaknya prilaku koruptif yang ditonjolkan pejabat Indonesia. hingga akhirnya hayatnya ia harus memendam cita-citanya! Salam Nusantaraku. Korup mulai dari materi. Dan yang membuat saya begitu respect sama Bung Hatta adalah kisahnya sebagai seorang Wakil Presiden RI yang juga bapak proklamator harus menabung untuk membeli sepatu “bally”.”. 9 Mar 2010 Sumber Referensi: . tapi…. memperbaiki mental.Meskipun data yang disampaikan Transfarency Internasional menunjukkan adanya sedikit peningkatan persepsi pemberantasan korupsi di Indonesia. Ketua Mahkamah Konstitusi M Mahfud MD dalam diskusi „Akar-akar Mafia Peradilan di Indonesia (18 Feb 2010) mengatakan bahwa . Tidak ada perubahan mendasar.

mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan MTB Pieter Norimarna dan pimpro Frangky Hitipeuw. menjadi tanggung jawab Poltak Manulang selaku Kepala Kejati (Kajati) dan Herman Adrian Koedoeboen selaku Wakil Kejati (Wakajati) Maluku yang baru. Dalam kasus ini terjadi dugaan penyelewengan keuangan negara yang sementara diusut kejaksaan. Hal ini. 11 Maret 2008 [3]Vivanews. http://nusantaranews. 7. 8 Maret 2010 [2] Okezone. Kemudian kasus dugaan korupsi pembangunan lapangan terbang (lapter) Saumlaki Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Proyek milik Dinas PU Maluku pada tahun 2005-2006 dialokasikan dana sebesar Rp. kasus korupsi dalam proyek pengadaan enam buah kapal ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) tahun 2002. . kasus korupsi dalam proyek pembangunan jembatan Wailala di Desa Air Buaya. Hal ini. menjadi tanggung jawab Poltak Manulang selaku Kepala Kejati (Kajati) dan Herman Adrian Koedoeboen selaku Wakil Kejati (Wakajati) Maluku yang baru. Kasus ini ditangani tim Kejati Maluku yang diketuai Kepala Bagian Tata Usaha Kejati Maluku. Selanjutnya.com.6 miliar.Banyak kasus dugaan korupsi yang belum dituntaskan jajaran kejaksaan. Sinarta Sembiring. 2. Tapi…. Sejumlah kasus korupsi yang belum dituntaskan diantaranya. Ambon . kemudian tahun 2006-2007 sebesar Rp.[1] Vivanews.wordpress. dan untuk tahun 2007-2008 sebesar Rp. Negarawan Uncorruptable (1): Kisah Menabung Utk “Sepatu Bally”. Sejumlah kasus korupsi yang belum dituntaskan diantaranya. namun hingga kini jelas penanganannya. 2. 9 April 2009 [4] Inilah.197 miliar. yakni mantan Wakil Bupati MTB Lukas Uwuratuw.7 miliar. 18 Februari 2010 Artikel Wajib Baja: Bung Hatta.com/2010/03/09/prestasi-terus-naik-indonesia-negara-terkorup-asia2010/ Banyak Kasus Korupsi Belum Terselesaikan Banyak kasus dugaan korupsi yang belum dituntaskan jajaran kejaksaan. namun dialokasikan lagi anggaran tahap ketiga senilai Rp 15 miliar. kasus korupsi dalam proyek pembangunan jembatan Wailala di Desa Air Buaya. Namun hingga kini proyeknya tak kunjung selesai. Dalam kasus ini tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. dengan nilai proyeknya Rp 2.9 miliar. dan telah dilakukan puldata dan pulbaket.

tetapi hingga kini belum juga dituntaskan. dugaan korupsi uang jasa pelayanan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). yang melibatkan mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru.Kasus ini telah dilimpahkan Kejati Maluku ke Kejaksaan Negeri (kejari) Saumlaki. Bahkan ada indikasi bahwa pembelian mobil-mobil itu tidak sesuai dengan harga mobil di pasaran pada tahun itu. Ada dugaan mark up dalam pembelian tanah tersebut. karena 25 . dicurigai adalah mobil bodong. Sumber tersebut juga mengungkapkan. Maluku dan Papua (Sulmapap) untuk pembangunan gardu induk di Kota Ambon. Kasus lain adalah. Proyek senilai Rp 1. karena hingga saat ini tidak memiliki kelengkapan dokumen. di Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau seluas dua hektar. Proyek itu juga dilaksanakan tanpa tender. Laisina diduga memalsukan dokumen kontrak pengadaan mobil dinas yang diperuntukkan bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Aru. asuransi kesehatan (Askes) dan pasien umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon dari tahun 2007 hingga tahun 2009. Kasus ini ditangani tim Kejati Maluku yang dipimpin Vitalis Teturan. Kasus korupsi dana keserasian senilai Rp 35. mobil-mobil yang dibeli oleh Laisina dari luar Ambon. dugaan korupsi dalam proyek pengadaan 19 unit mobil dinas tahun 2006 senilai Rp 4 miliar lebih. dan salah satu perusahan di Tangerang. Kemudian proyek pengadaan 8 unit mobil dinas senilai Rp 2 miliar. Jerry Laisina. Dalam pelaksanaan proyek tersebut. kasus dugaan penyelewengan Uang Untuk Dipertanggungjawabkan (UUDP) tahun 2006 senilai Rp 15 miliar rupiah di Sekretariat Pemprov Maluku. namun dianggarkan dalam APBD tahun 2009 Rp 5. yakni. Selanjutnya. bernilai belasan miliar rupiah.3 miliar. Selain itu. Jakarta Selatan.5 miliar di Dinsos Maluku juga belum dituntaskan. senilai Rp 3.7 miliar. Tanah yang dibeli oleh PLN Pilkitring Sulmapap untuk pembangunan gardu induk terdapat pada beberapa lokasi.976 meter persegi dengan harga Rp 230 ribu meter persegi. Pengadaan mobil-mobil tersebut dilakukan pada PT Hasrat Abadi Ambon. di Desa Passo Kecamatan Teluk Ambon Baguala seluas 11. Kasus lain yang belum tuntas adalah. Kemudian kasus dugaan korupsi dalam proyek rehabilitasi Kantor Bupati Bursel. namun dianggarkan dalam APBD Tahun 2009 sebesar Rp 5 miliar.5 Miliar. kasus pembelian tanah oleh PT PLN Pilkitring Wilayah Sulawesi.

budaya ini dapat dikikis habis. Ia juga berharap. pihaknya tetap memberikan support dan dorongan kepada jajaran Kejati Maluku untuk menegakan . Sekretaris PMI Wilayah Maluku. dalam penanganan kasus korupsi lebih bisa ditingkatkan. Luaib Saihitua berharap agar Kajati Maluku yang baru untuk tidak mentolelir dan memberikan ruang kepada orang-orang yang bersenang-senang diatas penderitaan rakyat. politik." tandas Mahinano. masyarakat Maluku menanti komitmen Kejati Maluku dibawah kepemimpinan Manulang untuk mengikis tumor ganas korupsi yang sudah mengakar. pemerintahan dan keamanan. sehingga orang-orang tersebut harus diberi hukuman untuk dimasukan dalam kurungan besi. "Kami minta agar kasus-kasus korupsi yang masih mandek maupun yang sudah ditindaklanjuti namun belum tuntas oleh Pa Soedibyo agar segera dituntaskan. Mahinano berharap. Nus Mahinano meminta Kejati Maluku segera menuntaskan kasus-kasus ini. (18/1) mengatakan. masyarakat Maluku sangat menderita akibat perilaku orang-orang yang memperkaya diri. Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Wilayah Maluku dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) Wilayah Maluku berharap Manulang dan Koedoeboen dapat mengukuti jejak Kajati sebelumnya Soedibyo dalam memberantas penyakit korupsi yang sudah menjadi tumor ganas di daerah ini. Dorong Tegakan Supremasi Hukum Komisi A DPRD Maluku akan terus mendorong Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk tetap menegakan supremasi hukum di Maluku. tidak ada upaya untuk mempetieskan kasus-kasus yang ada. citra Kejati Maluku yang telah menempati peringkat ke-6 dari seluruh Kejati di Indonesia. sehingga diharapkan di tangan Kajati Maluku yang baru.kontraktor yang menangani proyek ini. selaku komisi yang menangani masalah hukum. Sekretaris Komisi A DPRD Maluku. belum tersentuh hukum. Aris Kalam Tanamura kepada Siwalima. Di negeri ini. Ditandaskan. kemarin (18/1) menandaskan. Ditempat terpisah Ketua GPI Wilayah Maluku. Sugeng Hayati Koangit kepada Siwalima kemarin. Ny. seakan-akan korupsi sudah menjadi budaya. Mahinano meminta agar Kajati dan Wakajati Maluku yang baru dapat mengawasi jaksa-jaksa yang menangani kasus-kasus tersebut. Wakil Sekretaris Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Kota Ambon.

begitu gampangnya rakyat kecil dimasukan dalam penjaran hanya karena mencuri barang yang jika dihitung dengan uang hanya bernilai belasan atau puluhan ribu. Angka tersebut merupakan tumpukan kasus korupsi yang belum terselesaikan sejak April 2004. Sebagai orang awam. Koangit yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Maluku ini menandaskan. jika uang sebanyak itu berhasil diburu dan dikembalikan ke kas negara. hingga saat ini rasa keadilan belum terwujud. Undang-undang dan pengadilannya sudah ada. Ayo Kejagung. http://www. berapa total nilai kerugian negara dari 1123 kasus korupsi tersebut? Dengan menggunakan perhitungan sederhana. dalam waktu dekat ini. karena banyak kasus korupsi di daerah ini yang belum diusut tuntas. Kita boleh berandai-andai.php?t=5663547 Masih Banyak Kasus Korupsi Belum DitanganiOleh gerry Selasa. Hal ini berbeda dengan dengan kasus yang merugikan negara yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah yang proses penanganannya berlarut-larut. Ia berharap. maju terus pantang mundur.us/showthread... berantas korupsi di republik tercinta ini sampai ke akar-akarnya. hati saya agak galau tak kala mengetahui adanya tumpukan kasus korupsi sebanyak 1123 kasus yang belum tertangani. tetapi ratusan bahkan miliaran rupiah. dan menuntaskan berbagai kasus yang belum dituntaskan.kaskus. Diakuinya. agar Kajati dan Wakajati Maluku yang baru berkomitmen yang sungguh-sungguh untuk menegakan supremasi hukum di daerah ini. Komisi A DPRD Maluku akan melakukan pertemuan dengan Kajati Maluku dan jajarannya guna mendorong dan memberikan support agar penegakan supremasi hukum di bumi raja-raja ini dapat berjalan semaksimal mungkin. Dikatakan. Menyimak laporan Jaksa Agung RI dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI medio Juli lalu. tinggal political will-nya saja serta keberanian aparat Kejagung untuk menghadapi intervensi poitik dari kelompok kepentingan tertentu. 17-Juli-2007.supremasi hukum. Semua perangkat sudah tersedia. Sebagai kata penghibur. Jaksa Agung melengkapi angka 1123 tersebut dengan kalimat “sedang dalam tahap penyidikan”. berapa banyak parbik yang bisa dibangun. 06:30:46 96 klik Rakyat Indonesia tetap menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum. kita tentu patut bertanya. Berarti masih ada sekian puluh sampai sekian ratus triliun rupiah total kerugian negara yang belum tertangani oleh Kejagung RI. banyak pekerjaan rumah (PR) yang menanti Kepala Kejati (Kajati) dan Wakil Kajati (Wakajati) Maluku yang baru. kita berasumsi bahwa kasus korupsi yang sampai ke “gedung bundar” tentu nilainya tidak hanya sekedar satu atau dua juta rupiah per kasus. yang berarti pula akan ada sekian ribu tenaga . khususnya dari Kejagung untuk menuntaskan semua perkara korupsi. tp bangsa kita gini2 aja.

Kita tentu paham bahwa penanganan kasus korupsi tidak mudah.mimbar-opini. Salman Maryadi bahwa motif kasusnya tidak sama. maju terus pantang mundur. berantas korupsi di republik tercinta ini sampai ke akarakarnya. Ayo Kejagung. sekian banyak keluarga miskin bisa tertolong.kerja yang bisa terserap.com/mod. belum lagi soal barang bukti di tempat perkara yang kadang jauh. Mudah-mudahan penjelasan itu bukan untuk menutupi kinerja Kejagung yang belakangan terkesan agak kendor lantaran ada intervensi politik. sekian ribu anak Indonesia bisa sekolah gratis…dan seterusnya. Semua perangkat sudah tersedia. khususnya dari Kejagung untuk menuntaskan semua perkara korupsi. (Gerry) http://www.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2264 . Rakyat Indonesia tetap menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum. tinggal political will-nya saja serta keberanian aparat Kejagung untuk menghadapi intervensi poitik dari kelompok kepentingan tertentu. Undangundang dan pengadilannya sudah ada. Seperti kata Kapuspen Kejagung.

9 .

9 .

9 .

9 .

9 .

9 .

9          .

 :3 . 47:58 -./.0 802.8 . . 3/4308. 58 807.3 / 3/4308.99.5.3.9. ./.50. /.7.3 0- -07-.:3.  $.2:3 .574.3 0.3 47:58 9: -07-.3 47:58  .9:3..3.3203.947-..3 /73.703.3 ::2 / 3/4308..3202-:.  3.0723 /7  :.. -747.5.9.3 /.93. 2039..9 203.... $0..:8!74..8. 507:-..80-.:. 30.5  3. /7  202507-.3 47:58 3/4308. 701472. $.3 2.3 907039  ./.9: 3.9.57083/4308.0 ( .2.8.3 2.9.  %/. 9.. . 2085:3 907. 7043.25: 202507-.9.9:3. 5073. 3/4308./02 203.3.!0.:  0... 93/.38..3.72. 03.: 47:591 . !708/03#.9:3. 8003.1..3 -747. 502-07.  09:.9:  .-. 90747:5/.3 .8 / 5020739.39..-.. 5030.9 34247 8.8 -747.2.38.3 %7./-.3 74383. 3/4308. 3  2.-. /.9 :39: 20. 90.0.3 5078058 502-07.2:3 80.3. $.39. 5.9-..7 .  -0:2 ...8 5030. 909..3  . 43899:8  .7:820203/.8: !708  $  3.1:/ 07.907 .0548.99.5. 8.7.3.:. 57...38..8.  .3.3 2. -.99:47:58  .:3.3 2.9: 5072...7 5027.3 5./3/4308.2 -07-..1:/  /.:.3.5. 202507-. 20347-.5708 .843. 5030. 3007 3  .2.7.085:3 /.39.3 8. 8.3 5073..2:.-.381. 80/9 5033./..93.7.:5:32039.8  $:/...3.30434280397. 80. 20250.5.  :3 . .39./:53.3 /8.  3../..257802:.8047.3/3 30..-. 0..3. 8./.8 -./.98.98.9 /0....3 . 9: 8. 3 /. 02-..702-.8  202507-.8 ..039  9.7 . 02-.8 -747./. 5073.8.8. -07..3 2. 47:5 80.! .99. 3 0- /97074002-. ::2 80.3.5-.9.3 02-. 507:-.73../. .99. 944 -./.3 47:58 / 3/4308.7 ..2.9..-09:70850.9.0-202/:580/07.3 /. 203:3:.3 -07. 0-  203.2:3 57089.9 207. 8. 202-07 50:.257$02:.3:.3 . 907.5.8.947..730..9 202...83 -..90747:5:897:-07. -07./ 5033.99:47:58  .3.. /.9072.7   $:2-07#0107038 .47:59:803/7 47:52:..  .2.3 9/. -.39079. .3/0 /-.3 $:/.  9072.8.7:8203. 8.2./.3..99. .7  0.... 2039. -.8 -:7:  $03./03.3. -07/7 34247  80-..8.3-.. 808:3:3.:5:3 -.8.7.3 50.80. 50.3/0  #01472.3..703.8.-:3:39:202-0805.3 5078058 502-07. !07.7 -.7. 2:33 8.7. 30. .  .8.3.38.9 3/4308.. 39073.02-.5 .8.8 .2 /8:8 .3 :9.2:7/-07-.3.9.7.93.3!# 02-..2:8..7.2:3 808:3:3.3. 3.9: 3 8.703.3 :.2.703..!:-%0747:5   07:: .3 47:58 / 3/4308.9: 8.3/.703.3 ::2 / 3/4308. .25. ..9: 5:3 !708/03 .9: -.3/:93.  .2.3 /9434.  -:..3 203/. .. 9.  3.2.

f °ff  ¯ °–  f° f ff°½ ff f°½ f  °f¯°°––f°© f¾½ °f°–f°f°°f    ¯ f°f¾¾ –ff°½¾½ ¯ f°–°f°f½f°–f°  f°–%f½ %f¯ff ½f °.3 f°ff¾¾ –ff°½¾f°– ¯ °f¾f°©f©ff° ©f¾ff° f° ¯ °©f f°––°– ©ff 9f.308 .f@ °––ff ff%..@ 9  -¯f°f f°½¯½f°– ½   .8:847:580:2%078008.('...ff°– f  ©¯ff¾¾½¾f°– ¯ °f¾f° f°ff°f f¾¾ ½¾ ff¯½ ½ ¯ f°–°f°© ¯ ff°Jfff  ¾f ff   ¯ °  f°ff¾¾ –ff°½¾f°– ¯ °f¾f°©f©ff° ©f¾ff° f° ¯ °©f  f°––°–©ff 9f. %. 0.03..3&3. . :3.-.@ % ff¯f¾¾° ©f  –ff°½ °   °–f° f°–f°° –fff°–¾ ¯ °ff ¾ ©f¾ff° °f¯° ff¾f°f–f°––ff°ff½ –f¾ °f½¯f    f°©°f f¾¾½¾ ff¯½ ½ °–f ff° °f¯ ff½ff° °f¾ ff° f° 9 f°f°f ½f °.42 0-7:.99.7.f°f°–¾ f ½ff ©f%f©f% f° ¯f° f°   °¾ fJf ©f %Jff©f%.ff°– f    ©¯ff¾¾½¾f°– ¯ °f¾f° f°ff°f f¾¾½¾ ff¯½ ½ ¯ f°–°f° © ¯ ff°Jfff  ¾f ff   9 ¯°f¾9D..-0  8.7   790.5  ½ $$°¾f°ff° ¾  ½ ¾¾ n¯$$$$½ ¾f¾  ¾ °f ° ° ¾f ° –ff  ½ f¾f $ .f°f°–¾ f ½ff ©f%f©f% f° ¯f° f°   °¾ f Jf ©f%Jff©f%.477:59.3..709   ( 0430 .ff°–  f ½ff f–f°@ffD¾ff ©f.@ f¾ Df ¯f°f° ½ff°f¾ ff° f°9 f°f°.f @ °––ff ff%.709  ('.-:3&9 $05.@ %f°  °–f°°f½ °f½ ¯f   ff¯f¾¾°–ff°– f  f½f°¾ f–f ¾f°–f f°¯f°f°Jf ½f.9: .308 57  (3.f½f ff°  ff¾f° f°f¾ ¾f½  ¯f  ¯ f° f° ¾ ¾f½  ¯f  f°°f° ¾ ¾f½  ¯f -f¯° °––f°½ °ff°©°–¾  ¾f   f¾¾° f°–f°¯ ©f.

ff°– ½¯½°If¾@ f°   f¾¾½¾ f°f ¾ f¾f°¾ °f½ ¯f °¾¾. f¾¾° f ¯½ff° ©f.f    ¯ f°f¾¾ –ff°½¾ ff¯½  f f¾f° ½f ¾  9 ¾ °f½  ¯f °f¯° f°––ff° ff¯9 f°½ ¯f  ¯ f°½ ½ °–f ff°° ¯  °f¾¾ °f½¯f °f¯° f°––ff° ff¯9 @f°¾ ¾f½¯f f¾¾ ° f°–f°¯ ©f.f   ¾f9f¾¾ nf¯ff°@ ¯ ° f–ff¾ f¾ ¯  ½ ¾ – °–f°f–f½  ¯  ½ ¾ –  f –ff°¯f½ ff¯½ ¯ f°f°f ¾    f¾¾f°f°– ¯°f¾f ff  –ff°½¾f°–©f¾f½ ff°f°©f¯°f° ¾ ff° ¯f¾fff%f¯ ¾¯f¾% f¾f°¾ ¾ ff°%¾ ¾% f°½f¾ °¯¯ ¯ffD¯¯f f %D%f¾¾¯ ° ff°°––ff°  °f f¾f°¯f½f    f°©°f f¾¾ –ff°½ °   °–f°Df°–D°½ f°––°–©ff f°%DD9%f° ¾ °f½¯f½f   ff9 ¯½.f  ©f¾ff°- – % ©f%f¯f  f½°––f° ¯ ©–f °f¾f°   f¾¾f°f ff  –ff°½¾ ff¯½ ½ °–f ff°°¯  °f¾f°¾ °f½ ¯f  f°–¯  ff°¯f°f° ½ff f–f°%f f–%D¯¯9 ¯ °ff ½f °%9 ¯f %  ½ff°  f¾°f   ff¯½ f¾f°ff°½  ¾  f¾°f  –f¯ ¯f¾f° ¯ °°f½ °–f ff°¯  °f¾f°– ½ °f° f–¾ ff° ©f9 f°–ff f%9%9 ¯f  9  ©–f f¾f°ff°f°½f °    9 °–f ff°¯  ¯  ¾  ff°½f f9@f¾f f ¯ °  f°¾ff¾f½ ¾ff°  @f°– f°– fff ff°   ¯  ¾ ©–f¯ °–°–f½f° ¯  ¯ f°–   f¾°f ff¯ °  n–f f ff¯   °– f °f°––f¾ff° f¯ ¯  °–f½f° ¯ °   ff°f f° f¾ ff½ ¯ f°¯  ¯  f¾ ¾f °–f°f–f¯  ½f¾ff°½f f f°    f° f¾¾½ ¯ f°f°f 9@9-9°–Jfff ¾ .f f°9f½f %¯f½f½%°½ ¯ f°–°f°–f °  f¯ °   @f°ff°–   9-9°–¯f½f½°½ ¯ f°–°f°–f °   f½f½f f f½ff¾ f°   ¾f f. f nf¯ff°¯f¾ f¾ f f ¾ °f½ .f©–f ¯ °f¾f° f °f .

f f° ff°9 ¯ f¾f¯%9%Jff.f°f°– f°   ° f½f¯ °–© ©ff©f¾ ¯°f   ff¯ ¯ ¯ f°f¾½ °f½¾f°–¾ f¯ °©f ¯–f°f¾  f f°     f¾9.°ff°–¯ °f°–f°½ °  ¯ ¾ °¯   9 ¯ f.%Jff.f ¾ff¯@f°f¯f ½f ff¯f  ¯f°%$%¯ °f° f¾f°  ¯f¾fff.f°f°–° ¯ °–¾¯–f°f¾½¾f°–¾ f¯ °–ff    ¯½f ½¾f f9Jff.f¾f°–f¯ ° ff f½ ff°– f°–f°–¯ ¯½ ff   ¾ °––ff°– f°– ¾ f¾  ¯f°° ¯f¾f° ff¯°–f° ¾   ° – ° ¾ ff° ff°½¾¾ f¯ °©f   ff ¾ °––f ff½f° f°–f°f©f.f¯ °f°¯¯ ° ©f.f ff½.f f ff ff½f–ff©f.f  ff ½ ¯¯½°f°.¾¯°° ° ¾f%9.Jff.ff°– f ° f¯ °  f°¯ ¯ f°f°– ½f ff°– f°–f°– ¾ °f°– ¾ °f°– ff¾ ½ ° ff°ff   f° f¾f° ¯f¾fff.f f°– f   ff° f½f ¾f ¾   Jf  f¾¯¾ff.

f - – °–fff°– ½f ff¯f ¯f° %$% ¯ °–fff° ¾ f¯¾f°–¯ °f°–f°¯f¾ff¯ ½ ½ ¯ °ff° f° f¯f°f°  ½f°f f½¯ ¯ f°¾½½ f° °–f° ½f f©f©ff° ©f.f¾ – f¯ °°f¾f°f¾¾ f¾¾°   f¯¯°ff–ff¾¾ f¾¾½¾f°–¯f¾¯f° ¯f½°f°–¾ f ° ff°©°f¯° ¯°f¾ 9f  f–f¾ – f °f¾f° f° f¾.f°f°   .f     f¾¯¾9.ff°– f¯ ° ¯½f½ °–f  f¾  ©f  ° ° ¾f  ff¯½ °f°–f°f°f¾¾½¾  ¾f °–ff°   f©–f ff½  ff f½ff°¯ ¯½  ¾f°f¾¾ f¾¾f°–f f   .ff°– f f½f¯ °–ff¾©f¾f ©f¾ff°– ¯ °f°–f°f¾¾ f¾¾ ¾    °–@ –ff°½ ¯f¾¯  ¯¾9.f° f½¯ ° –ff° ¾½ ¯f¾¯ .fff° ¾¯ ° °– ©f¾ff°@°––% ©f%.f°f° ff½ nf ©f.f°f°¯ ¯°f  ©f.f°f°¯ ¯°ff–ff©f f°Jff©f.f f°–%¯nf %9 ¯ fff¯ ° -¾.f°¯ ° –ff° .

3 0077 $0.3.90. 07.35079:3.507.25.5.5. 7:5.73.07:.3.30..33.53907..80.:32003..9 8:/..39079039: 40..3-8.37:5.2.  032.¾½ ¯f¾¯   f°f  f°f½  ©ff°¯f%9%f°–¯ °f° ½ff ©f%f©f% f°Jff©f%Jff©f% .3-0:29079.7-.8:/.9:9-079.38./-.3 3.90780/./.::2  :8:83....37-:903.3.ff°– f f °f f°ff¾¾½¾  f f°f°– ¯ ¾°f¾   f°–f°–©–f  f¾f¾999.8.47:58 $02:.8. .3/.3..8:8 47:5890780-:903.503-:7 .7.3.3.2 9.380-. -07...-.7.9:.0.47. 93.9:8./.3.3.8 47:58/705:-907.2#.ff°– f ¯¯ °f°–¾°–– ¾°––° ¯ ° –ff°¾½ ¯f¾¯  f f°  f°¯ °°f¾f°  f–ff¾¾f°– ¯ °f¾f°   fff°  ff¯f f° ¯¾9.549.8..3-0:29079.3 :3/. 80.   .5.3:3 ..:9.3.fff°¯ ff°½  ¯f° °–f°f©f .:/:.9:25:.5.3./.3-08.3..3/02-.3428!##20/4: .3/./.9:-07.8:847:5880-.:3:39:203...0 0/:3-:3/.95030.3.8:8.39:25:.3.7.3-.8. 8.39.330.:.380...8:847:580:29.7./.705.80. &3/.39.9/.93/4308.39.7..3.98.8:8 47:58.3/. .8.. -07.3-07.5.57  $0-.:3:39:203:39.7./.907.5203.909./. 90780-:9/03.././.8:28-.3400.7:..949.3.78.3503.507.0-07.3.3   $0-.8..7 9039:3.f f°©f©ff°°f–°f¯ ° °– f°¯ ¯ f°¾½½f–f½ ° –ff°¾½ ¯f¾¯  ¯f©f f©f° f½f ©ff°¾ ¯f¾¯f¯°–°  ½ f°–¾ff–°f©f  ½ $$ f¾¾ ¾$¾ f ½½"  .3.792.9039:5.38.3.25.7 04254050393.:3 2./03..7.800/.37.9 80/.3/..70.-40-07.3203:3. 3.5.038549/..f°¯ °f° f¾f° °––f¾ff°f¾f f f° ¯ ©  ––f¯½f°–°fff n ¯f¾f° ff¯½ °©ff°f°ff °f¯ °n ff°–f°–©f °– °–f°f°–f°f °f f¾f°ff½f°  f°  f °–f° °–f°f¾¾f°–¯ –f°° –fff°–¯ °nf½ff¾f°©f°––f¯ff°½ff°–½¾ ¾ ½ °f°–f°f°°f f f   f ff½ f–ff©f f°Jff©f.5503/...3.3.7.5.9.9.20309.547.:907:85.25.  :       #.8079. .35::8..8 30..949.8:8 909.330.57.90780-:9207:5.:.-07.8/-:7:/.:9.3...9:897:37:5.32.8:847:58.7..5.380/07.: . 9.3-0:2 9078008.:3#/.3..:3#   9.32:3/:7 -07.507.795:.3802:.7 ..29.3.07:.

.5 80.39:-:.5:8503 0.2.7.:3.7.33..8.804.47:58 $02:.9507.705.3.2.:3 $.0./.283-8.3.32:3/:7 -07..038549   #.39..3.549.0-07.3.:3:39:203:39.93/4308.9.25.3.3.   9.380907:83.3-08.3907.::2 :8:83. 0.7:.2491.:3:39:203.39079039: 4 0.3-:9/ 9025.:907:85.39.2-.3/.2:/.0:.3.8079.73.07.53907.9 0.-.. 2:/.390708.7. -0:2.7 .9039:5.39. 3..8.3-8.5203.3.507.847:58/705:-907.3503.98 /..503.9079443 80../..3./-.5.8.7..: :/.8:/.9/.3.3. 3/4308..7.8.95030..3-0.7.907807.3-.038549/.90780/.39./.84.-8.7.:3 2.704254050393.3./.8:847:589/. 93.3:39:203:9:5307.7 0.03/47...909.7.8:83.  077  ½ $$ ¯¯ f ½° n¯$¯ ½½"¯ ½ ¾  ½  fn f   .7.3802:.37-:..507.3 :3/.35030.38.7./.98:/. $05079. &3/.3..3./.5./.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful