Anda di halaman 1dari 3

HALAMAN PERNYATAAN DAN DESKRIPSI TUGAS Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan

yang berjudul Variasi Komunitas Hewan Sawah ini adalah hasil kerja Kelompok II dan tidak mengandung sedikitpun unsur plagiarism (menyalin dari kelompok lain). Dengan pembagian tugas sebagai berikut : Anak Agung Ayu Putri Indra P : Abstrak, Metode Praktikum, Hasil dan Pembahasan, Daftar Pustaka Khairatul Insani F : Abstrak, Pendahuluan, Analisa Data, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Reviewer Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya, tidak terpaksa namun dengan kesadaran anggota kelompok : Anak Agung Ayu P.I.P, Khairatul Insani F. Malang, 22 Oktober 2011

Variasi Komunitas Hewan Sawah Kelompok 2.2 : Anak Agung Ayu P.I.P, Khairatul Insani F. Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya Abstrak

Praktikum yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fauna aktif di permukaan tanah pada suatu tempat dan fungsi ekologis masing-masing kelompok taksa hewan tanah yang ditemukan. Praktikum ini dilaksanakan di Kebun praktikum Pertanian, Ngijo Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan di kebun jagung, tepi sungai dan lahan sawah dengan menggunakan pit fall trap. Bentuk pit fall trap ini menggunakan botol sebagai jebakan hewan tanah yang didalamnya diisi dengan formalin 4% dan larutan detergen dengan distribusinya bersifat acak (random). Analisis ini dilakukan secara kuantitatif, dengan mengamati dan menghitung frekwensi relatif (FR), kerapatan relatif (KR), dominansi relatif (DR) dan indeks nilai penting (INP). FR menunjukkan penyebaran individu di dalam komunitas, KR menunjukkan banyaknya jenis spesies pada vegetasi, DR menunjukkan proporsi antara luas tempat yang ditutupi oleh jenis tumbuhan dengan luas total habitat serta menunjukkan jenis tumbuhan yang dominan didalam komunitas dan INP menunjukkan besarnya pengaruh yang diberikan spesies tersebut pada komunitasnya. Untuk penghitungannya FR dan KR dilakukan dengan cara mendata, mengidentifikasi dan menjumlah spesies satu demi satu sedangkan untuk perhitungan KR dilakukan dengan cara estimasi atau perkiraan. Estimasi ini dilakukan untuk dijadikan parameter sebagai pendekatan kasar dari hasil. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pada 5 tempat berbeda (ladang jagung, ladang kacang, pematang, tanah kering, tepi sungai) ditemukan 15 spesies fauna tanah. Famili Formicidae dan Aranea merupakan famili yang paling mendominasi dengan indeks diversitas mencapai 0,47 dan 0,27. Dari ke 5 tempat, Formicidae merupakan famili yang paling mendominasi di ladang jagung, kacang dan tanah kering sedangkan Gryllacridae paling mendominasi tepi sungai, Aranae pada tanah kering. Perbedaan jumlah dan jenis spesies hewan yang ditemukan mengindikasikan bahwa pada ke 5 tempat tersebut memiliki kandungan bahan organik dan kesuburan tanah yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diversitas hewan yang ditemukan pada ke 5 tempat tersebut tergantung dari habitat hewan tanah masing-masing. Kata kunci : Aranea sp. fauna, Formicidae sp, komunitas

Variasi Komunitas Hewan Tanah Disusun oleh: kelompok 2.2 Anak Agung Ayu P.I.P (1050901111001) Khairatul Insani F.(105090100111031) Laboratorium Ekologi dan Biodiversitas, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang Pendahuluan Kehidupan hewan tanah sangat tergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat ditentukan keadaan daerah itu. Dengan perkataan lain keberadaan dan kepadatan suatu populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan,yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Hewan tanah adalah hewan yang hidup di tanah, baik yang hidup di permukaan tanah maupun yang hidup di dalam tanah. Tanah itu sendiri adalah suatu bentangan alam yang tersusun dari bahan-bahan mineral yang merupakan hasil proses pelapukan batu-batuan dan bahan organik yang terdiri dari organisme tanah dan hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan lainnya. Jelaslah bahwa hewan tanah merupakan bagian dari ekosistem tanah. Dengan demikian, kehidupan hewan tanah sangat di tentukan oleh faktor fisikakimia tanah, karena itu dalam mempelajari ekologi hewan tanah faktor fisika-kimia tanah selalu diukur ( Suin, 1997). Oleh karena keterbatasan pengetahuan praktikan akan macam dan variasi serta persebaran komunitas hewan tanah inilah yang menjadi latar belakang dilaksanakannya praktikum ini. Tujuan Tujuan dilaksanakannya praktikum yang berjudul Variasi Komunitas Hewan Tanah ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fauna aktif di permukaan tanah pada suatu tempat dan fungi ekologis masing-masing kelompok taksa hewan tanah yang ditemukan. Rumusan Masalah Bagaimanakah cara untuk melakukan analisis vegetasi secara kuantitatif untuk mengamati struktur komunitas fauna aktif di permukaan tanah dan bagaimana fungsi ekologis masing-masing kelompok taksa yang ditemukan. Manfaat Manfaat yang didapat adalah praktikan dapat mengetahui variasi dan struktur komunitas hewan tanah, aplikasi penggunaan pit fall trap dan fungsi ekologis masing-maaing taksa. Metode Praktikum Waktu dan lokasi: Praktikum Ekologi dilaksanakan pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2011 pukul 07.30 WIB bertempat di di Kebun praktikum Pertanian, Ngijo Kecamatan Karangploso, Malang - Jawa timur. Cara Kerja:

Gambar 1. Nilai KR, FR dan INP komunitas hewan tanah Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui jumlah spesies hewan tanah yang ditemukan adalah 15 spesies. Diantara spesies-spesies tersebut yang paling mendominasi adalah spesies Formicidae dengan nilai KR= 65,59 , FR=22,50 , INP=88,09 , PI= 0,66 dan HI= 0,40 dan Aranae dengan nilai KR=6,99 , FR=22,50, INP= 29,49 , PI=0,07 dan HI=0,27. Leptocorriza sp. memiliki nilai terendah dengan KR=0,54 , FR=2,50 , INP= 3,04 , PI=0,01 dan HI=0,04. Pada ladang jagung, ladang kacang dan tanah kering, famili Formicidae paling mendominasi. Famili ini memiliki cara hidup yang sama dengan jenis Termitidae (rayap), yaitu hidup berkoloni dan tersusun atas kasta-kasta. Wallwork (1976), mengatakan bahwa Formicidae dapat mencapai 70 % dari populasi fauna tanah tropika, sehingga famili ini dapat dijumpai dalam jumlah yang banyak karena Formicidae umumnya bertindak sebagai pemangsa kelompok serangga lainnya (Borror & Delong, 1954). Untuk Ordo Coleoptera, pada lahan berumput lebih banyak dijumpai yaitu terdapat 5 Ordo, sedangkan pada lahan hutan hanya dijumpai 3 Ordo. Gryllacrididae mendominasi ada daerah tepi sungai dengan indeks diversitasnya 0,42 ,famili Thomisidae memiliki indeks diversitas 0,50 dam merupakan famili yang paling dominan di daerah pematang. Buckman & Brady (1982) menyatakan bahwa organisme tanah berperan penting dalam mempercepat penyediaan hara dan juga sebagai sumber bahan organik tanah. Szujecki (1987) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan serangga tanah di hutan, adalah: 1) struktur tanah berpengaruh pada gerakan dan penetrasi; 2) kelembaban tanah dan kandungan hara berpengaruh terhadap perkembangan dalam daur hidup; 3) suhu tanah mempengaruhi peletakan telur; 4) cahaya dan tata udara mempengaruhi kegiatannya. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan adanya perbedaan dan diversitas fauna pada tanah. Hal ini dikarenakan oleh perbedaan struktur, karakter dan komposisi / bahan penyusun dari tanah dan sifat-sifat lingkungan yang mendukung kehidupan fauna itu sendiri. Fauna tanah memainkan peranan yang sangat penting dalam pembusukan zat atau bahan-bahan organik dengan cara : menghancurkan jaringan secara fisik dan meningkatkan ketersediaan daerah bagi aktifitas bakteri dan jamur, merubah sisa-sisa tumbuhan menjadi humus, menggabungkan bahan yang membusuk pada lapisan tanah bagian atas, dan membentuk kemantapan agregat antara bahan organik dan bahan mineral tanah. Daftar Pustaka Borror, D.J. & Delong, D.M. 1954. An Introduction to the Study of Insects. New York: Holt Renhart and Winston. Buckman, H.O., and N. C. Brady. 1974. The Nature and Properties of Soils. 8th edition. Mac Millan Pub. New York. Odum, E.P.1993. Dasar-Dasar Ekologi Jilid Ketiga. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta : xxi + 697 hlm Suin, N. M. 1997. Ekologi Fauna tanah. Bumi Aksara. Jakarta. 189 hal. Szujecki, A. 1987. The state of forest environment and problems of its protection. Pages 1-29 in Gospodarka lekna a s'todowisko (Forest Management and Environment). Polskie Towarzystwo LeSne, Cedzyna k. Kielc. (in Polish) Wallwork, J. A. 1976. The Diversity and Distribution of Soil Fauna. Acad Press. London. 337 p. Wallwork, J.A. 1970. Ecology of Soil Animal. London: McGraw Hill.

Ladang jagung, kacang, tepi sungai, pematang, tanah kering


Analisis data

Dipasang alat / jebakan pit fall trap

Diamati dan di identifikasi spesies yang ditemukan

Di ketahui indeks diversitas Hasil dan Pembahasan Odum (1993) menyatakan bahwa ada beberapa parameter yang dapat diukur untuk mengetahui keadaan suatu ekosistem, misalnya dengan melihat nilai keanekaragaman. Keanekaragaman fauna tanah dapat dilihat dengan menghitung indeks diversitasnya. Fauna tanah berdasarkan ukuran tubuhnya menurut Wallwork (1970), dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu; mikrofauna (20 - 200 ), mesofauna (200 - 1 cm) dan makrofauna (lebih dari 1 cm). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa variasi komunitas hewan tanah yang ditemukan memiliki nilai KR, FR dan HI sebagai berikut.

Gambar 1. Nilai KR, FR dan HI komunitas hewan tanah

Gambar 2. Nilai INP komunitas hewan tanah

Kesimpulan Stabilitas komunitas serangga selain bergantung pada keragamannya, juga pada kepadatan tingkat tropik secara alami (Southwood & Way, 1970).

Daftar Pustaka Dindal, D.L. 1990. Soil Biology Guide. New York: John Wiley & Sons. Odum, E. P. 1998. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi ketiga. Terjemahan Tjahjono Samingan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 697 hal.