Anda di halaman 1dari 10

SEPULUH KEPUTUSAN MANAJEMEN OPERASI : 1. Desain Barang dan Jasa 2. Mengelola Kualitas 3. Strategi Proses 4. Strategi Lokasi 5.

Strategi Tata Letak 6. Sumber Daya Manusia 7. Manajemen Rantai Pasokan 8. Manajemen Persediaan 9. Penjadwalan 10. Pemeliharaan

A. KEPENTINGAN STRATEGIS RANTAI PASOKAN

1. Manajemen Rantai Pasokan: Manajemen aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman kepada pelanggan melalui sistem distribusi. 2. Manajemen rantai pasokan meliputi : i. ii. iii. iv. Transportasi ke Vendor Pemindahan secara kredit dan tunai Para pemasok Bank dan Distributor

v. vi. vii. viii.

Utang dan Piutang usaha Penggudangan dan Tingkat persaingan usaha Pemenuhan pesanan Berbagi informasi pelanggan, prediksi, dan produksi

3. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah rantai pemasok yang memusatkan

perhatian untuk memusatkan nilai bagi pelanggan. 4. Dell bekerja keras untuk meningkatkan daya saing melalui penyesuaian produk, mutu tinggi, pengurangan biaya, dan kecepatan ke pasar, mereka memberikan perhatian ekstra pada rantai pasokan. 5. Kunci rantai pasokan Dell yang efeltif adalah menjadikan para pemasok sebagai mitra dalam strategi Dell untuk memenuhi pasar yang selalu berubah sesuai dengan pesanan yang built-to-order.
6. Dell perlu mempertimbangkan permasalahan rantai pasokan, untuk memastikan

bahwa rantai pasokan mendukung strategi Dell. Dell menggunakan Strategi Respon Cepat, yaitu: Tujuan Strategi Respon Cepat: Menanggapi perubahan kebutuhan dan permintaan dengan cepat untuk meminimalkan zero inventory Kriteria Pemilihan Dasar: Dipilih karena kapasitas, ecepatan, dan fleksibilitas Karakteristik Proses: Menanam modal dalam kapasitas berlebih dan proses yang fleksibel Karaktersitik Persediaan:
Mengembangkan sistem yang cepat tanggap, dengan persediaan

cadangan untuk memastikan pasokan.

Karaktersitik Lead Time:


Menanamkan investasi secara agresif untuk mengurangi lead time

produksi. Karakteristik Desain Produk:


Menggunakan desain produk yang mendorong waktu set-up yang

rendah dan produksi massal.

7. Dell mengembangkan sebuah perencanaan strategis yang sukses bagi manajemen rantai pasokannya yang memerlukan perencanaan yang inovatif dan penelitian yang seksama: i. Cukup fleksibel untuk menanggapi perubahan mendadak pada

ketersediaan komponen, saluran distribusi atau pengiriman, bea impor, dan nilai mata uang. ii. Mampu menggunakan teknologi transmisi dan komputer tercanggih untuk menjadwalkan dan mengelola pengiriman komponen serta produk jadi ke luar. iii. Memiliki karyawan lokal yang memiliki keterampilan untuk menangani tugas-tugas , perdagangan, pengiriman, imigrasi, dan permasalahan politis.

B. Outsourcing:

Pemindahan

aktivitas-aktivitas

sebuah

perusahaan

yang

biasanya

dilakukan secara internal ke pemasok eksternal. Outsourcing merupakan bagian dari tren yang berkembang menuju pemanfaatan efisiensi yang akan menghasilkan spesialisasi. Vendor yang melakukan jasa outsource adalah tenaga ahli dalam bidangnya, dan perusahaan outsourcing dapat memusatkan perhatian pada faktor penentu keberhasilan (critical success factor --CSF) --- yang merupakan kemampuan intinya.

Dengan outsourcing maka tidak ada produk nyata dan tidak ada perpindahan jabatan.

Perusahaan yang terikat kontrak pada umumnya menyediakan sumber daya yang penting untuk memenuhi aktivitas tersebut. Sumber daya yang dipindahkan ke perusahaan pemasok dapat berupa fasilitas, sumber daya manusia, dan peralatan. Sekarang banyak perusahaan meng-outsource kebutuhan teknologi informasi, pekerjaan akuntansi, fungsi hukum, dan bahkan perakitan produk mereka. Electronics Data System (EDS) menyediakan outsourcing teknologi informasi untuk banyak perusahaan.

C. STRATEGI RANTAI PASOKAN 1. Banyak Pemasok

Dengan strategi banyak pemasok (many supplier), pemasok menanggapi pemintaan dan spesifikasi permintaan penawaran, dengan pesanan yang pada umumnya akan jatuh ke pihak yang memberikan penawaran rendah. Ini merupakan sebuah strategi umum untuk produk komoditas. Strategi ini menandingkan satu pemasok dengan pemasok lain dan membebani pemasok untuk dapat memenuhi kebutuhan pembeli. Para pemasok saling bersaing satu sama lain secara agresif. Walaupun banyak pendekatan negosiasi dapat digunakan dengan strategi ini, hubungan kemitraan jangka panjang bukanlah tujuan yang ingin dicapai. Pendekatan ini mengutamakan tanggung jawab pemasok untuk dapat mempertahankan teknologi, keahlian, dan kemampuan memprediksi, begitu juga biaya, mutu, dan kemampuan pengiriman yang diperlukan.

2. Sedikit Pemasok Sebuah strategi yang memiliki sedikit pemasok mengimplikasikan bahwa daripada mencari atribut jangka pendek, seperti biaya rendah, pembeli lebih inin menjalin hubungan jangka panjang dengan beberapa pemasok yang loyal. Penggunaan pemasok yang hanya sedikit akan dapat menciptakan nilai dengan memungkinkan pemasok memiliki skala ekonomi dan biaya transaksi serta biaya produksi yang lebih rendah.

Harapan dari strategi ini, adalah antara pemasok dan pembeli dapat berkolaborasi, menjadi semakin efisien dan megurangi harga terusmenerus.

Seperti halnya strategi yang lain, strategi dengan sedikit pemasok ini juga memiliki kelemahan. Dengan sedikit pemasok, biaya pergantian pemasok menjadi sangat besar. Kinerja pemasok yang buruk merupakan salah satu risiko yang dihadapi pembeli. Pembeli harus pula melakukan luar selain dari perusahaan ini. rahasia perniagaan dan pemasok yang memiliki aliansi lain atau berspekulasi ke

3. Integrasi Vertikal Mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan barang/jasa yang sebelumnya dibeli atau membeli perusahaan pemasok/distributor i. Backward Integration (Integrasi Mundur) : Menyarankan perusahaan untuk membeli pemasoknya ii. Forward Integration (Integrasi Maju) : Menyarankan produsen komponen untuk membuat produk jadi. Integrasi Vertikal dapat menawarkan suatu peluang strategis bagi manajer operasi. Bagi Dell yang sudah cukup memiliki modal, bakat manajerial, dan permintaan yang diperlukan, integrasi vertikal mungkin dapat memberikan peluang yang berarti untuk mengurangi biaya. Keuntungan lain berupa pengurangan persediaan dan penjadwalan dapat diperoleh perusahaan yang mengelola secara efektif integrasi vertikal atau hubungan yang dekat yang saling menguntungkan dengan para pemasok. Karena barang yang dibeli menghabiskan sebagian besar biaya penjualan, maka sangat jelas mengapa Dell tertarik dengan integrasi vertikal. Integrasi vertikal dapat mengurangi biaya, kualitas yang terpercaya, dan pengiriman tepat waktu. Integrasi vertikal tampaknya bekerja secara maksimum saat Dell memiliki pangsa pasar yang besar dan manajemen untuk mengoperasikan kegiatan perakitannya.

4. Jaringan Keiretsu Sebuah istilah bahasa Jepang untuk menggambarkan para pemasok yang menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Anggota Keiretsu dipastikan memiliki hubungan jangka panjang dan karenanya diharapkan dapat berperan sebagai mitra yang memberikan keahlian teknis dan kestabilan mutu produksi.
5. Perusahaan Virtual :

Perusahaan yang mengandalkan baragam hubungan pemasok untuk meyediakan jasa atas permintaan yang diinginkan. Perusahaan Virtual menciptakan sebuah perusahaan yang unik karena Dell dapat memenuhi permintaan pasar yang berubah-ubah sesuai dengan pesanan (built-to-order).

D. MENGELOLA RANTAI PASOKAN :

1. Kesepakatan Tujuan Bersama:

Sebuah rantai pasokan yang terintegrasi memerlukan lebih dari sekedar kesepakatan pada terminologi kontrak kerjasama dari sebuah hubungan jual/beli. Rekanan dalam rantai pasokan harus menghargai bahwa satusatunya pihak yang menanamkan modal pada sebuah rantai pasokan adalah pelanggan akhir.

Oleh karena itu, menciptakan pemahaman timbal balik akan misi, strategi, dan sasaran dari organisasi yang turut serta sangat penting. Rantai pasokan yang terintegrasi menambahkan nilai ekonomi dan memaksimalkan isi total produk.

2. Kepercayaan :

Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting dalam rantai pasokan yang efektif dan efisien. Anggota rantai pasokan harus masuk ke dalam hubungan yang

saling berbagi informasi --- sebuah hubungan yang dibangun berdsarkan saling percaya. Hubungan antar-pemasok cenderung akan berhasil, jika risiko dan penghematan biaya dibagi --- dan aktivitas seperti penelitian konsumen, analisis penjualan, prediksi, dan perencanaan produksi merupakan aktivitas bersama.
3. Budaya Organisasi yang Sesuai :

Sebuah hubungan yang positif diantara organisasi pembeli dan pemasok yang datang dengan budaya organisasi yang sesuai dapat meruapakan keuntungan nyata dalam membuat rantai pasokan. Manajer operasi menghadapi suatu rantai pasokan yang terdiri dari para spesialis yang mandiri, yang masing-masing berusaha untuk memuaskan pelanggannya dengan mengambil keuntungan. Hal ini mendorong ke arah tindakan yang mungkin tidak akan mengoptimalkan rantai pasokan secara keseluruhan. Pada sisi lain, rantai pasokan penuh dengan peluang untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai.

E. PELUANG DARI RANTAI PASOKAN YANG TERINTEGRASI 1. Data Pull yang Akurat : Data penjualan yang akurat yang menganjurkan transaksi untuk menarik produk dari rantai pasokan. 2. Pengurangan Ukuran Lot : Membuat pengiriman yang ekonomis, menyediakan potongan harga, mengurangi ongkos pemesanan. 3. Kontrol Satu Tahap Pengisian Kembali : Menetapkan tanggung jawab untuk mengawasi dan mengelola persediaan bagi pedagang eceran. 4. Persediaan yang Dikelola Vendor : Pemasok menjaga bahan baku bagi Dell selaku pembeli.

5. Penangguhan : Menunda modifikasi atau penyesuaian apapun pada produk selama mungkin dalam proses produksi 6. Perakitan Saluran : Menangguhkan perakitan akhir sebuah produk sehingga saluran distribusi dapat merakitnya.

7. Drop Shipping dan Pengemasan Khusus : Pengiriman langsung dari pemasok ke Dell, untuk menghemat waktu dan biaya. 8. Blanket Order : Sebuah komitmen kesanggupan pembelian jangka panjang bagi suatu pemasok untuk barang yang akan dikirimkan berdasarkan kontrak kerjasama. 9. Standardisasi : Mengurangi banyaknya variasi dalam komponen dan material untuk membantu mengurangi biaya.
10. Pemesanan Elektronik (EDI --- Electronic Data Interchange) :

Sebuah bentuk pengiriman data yang distandardisasi untuk komunikasi terkomputerisasi antara Dell dengan Pemasok.

F. PERMASALAHAN RANTAI PASOKAN YANG TERINTEGRASI 1. Optimasi Lokal : Anggota rantai pasokan harus memusatkan perhatian untuk

memaksimalkan keuntungan lokal atau meminimumkan biaya langsung berdasarkan pada pengetahuan mereka yang terbatas. Misalnya, sedikit kenaikan permintaan biasanya diatasi secara berlebihan karena takut akan kekurangan stok.

2. Insentif (Insentif Penjualan, Potongan karena Kuantitas, Kuota, dan Promosi) : Insentif memasukkan barang dagangan ke rantai pasokan untuk penjualan yang belum terjadi. Hal ini menimbulkan fluktuasi yang mahal bagi semua anggota rantai pasokan. 3. Lot Besar :
Sering terjadi penyimpangan dalam lot besar sebab hal ini cenderung

mengurangi biaya per unit. Manajer logistik ingin mengirimkan lot besar, terutama dengan truk yang penuh dengan muatan, dan manajer produksi menginginkan produksi berjalan jangka panjang. Kedua hal ini menurunkan biaya per unit, tetapi gagal menunjukkan penjualan yang nyata.

Ketiga kejadian umum ini (pengoptimalan lokal, insentif, dan lot besar) berperan dalam penyimpangan informasi tentag apa yang sebenarnya terjadi dalam rantai pasokan. Sebuah sistem rantai pasokan yang berfungsi dengan baik perlu didasarkan pada informasi yang akurat tentang berapa banyak produk yang sebenarnya sedang ditarik melalui rantai pasokan tersebut. Informasi yang tidak akurat dilakukan secara tidak sengaja, tetapi mengakibatkan penyimpangan dan fluktuasi dalam rantai pasokan dan menyebabkan efek bullwhip yaitu:

Fluktuasi pesanan yang terus meningkat yang sering terjadi ketika pesanan bergerak melalui rantai pasokan. Fluktuasi ini meningkatkan biaya yang berkaitan dengan persediaan, transportasi, pengiriman, dan penerimaan; sementara menurunkan keuntungan dan pelayanan bagi pelanggan.