Penerapan prinsip-Prinsip Good Governance dalam Pembangunan Daerah - Presentation Transcript 1.

Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance dalam Pembangunan Daerah Drs. Dadang Solihin, MA Kursus Strengthening Inter-Governmental Relations & Good Local Government Banda Aceh, 2 and 16 Januari 2006 2. Good Governance o suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, demokratis, dan efektif sesuai dengan cita-cita terbentuknya suatu masyarakat madani. o merupakan suatu gagasan dan nilai untuk mengatur pola hubungan antara pemerintah, dunia usaha swasta, dan masyarakat. Paradigma Baru: Troika o o Masyarakat, Bangsa, dan Negara Pemerintah Masyarakat Dunia Usaha Good Governance V ISI Tujuan Pembangunan Daerah o Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah dan antar sub daerah serta antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). Manfaat Good Governance Berkurangnya secara nyata praktik KKN di birokrasi yang antara lain ditunjukkan hal-hal berikut ini: Tidak adanya manipulasi pajak; Tidak adanya pungutan liar; Tidak adanya manipulasi tanah; Tidak adanya manipulasi kredit ; Tidak adanya penggelapan uang negara; Tidak adanya pemalsuan dokumen; Tidak adanya pembayaran fiktif; Proses pelelangan (tender) berjalan dengan fair ; Tidak adanya penggelembungan nilai kontrak ( mark-up ); Tidak adanya uang komisi; Tidak adanya penundaan pembayaran kepada rekanan;

3.

4.

o o o o

5. o o o o o o o o o o o o

Penerapan sistem merit dalam pelayanan. fleksibel. dan terpelihara. baik di tingkat pusat maupun daerah. o o o o 7. o o o .o o 6. o o Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik berjalannya mekanisme dialog dan musyawarah terbuka dengan masyarakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik (seperti forum konsultasi publik). Dokumen/arsip negara dapat diselamatkan. efisien. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik. provinsi dan kabupaten/kota lebih baik. H ukum menjadi landasan bertindak bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik. atau golongan masyarakat. Sistem administrasi pendukung dan kearsipan lebih efektif dan efisien. Sumber daya manusia. Kualitas tata laksana dan hubungan kerja antarlembaga di pusat dan antara pemerintah pusat. transparan. T idak akan ada kebingungan di kalangan pemerintah daerah dalam melaksanakan tugasnya serta berkurangnya konflik antarpemerintah daerah serta antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. dan mudah dipahami oleh masyarakat. jelas. dilestarikan. ramping. efektif. kelompok. o Tidak adanya kelebihan pembayaran. 9. Berkurangnya hambatan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. o Terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara. Prosedur dan mekanisme serta biaya yang diperlukan dalam pelayanan publik lebih baku dan jelas. Sistem kelembagaan lebih efektif. K alangan dunia usaha swasta akan merasa lebih aman dan terjamin ketika menanamkan modal dan menjalankan usahanya karena ada aturan main ( rule of the game ) yang tegas. Penanganan pengaduan masyarakat lebih intensif. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha swasta meningkat. Tidak adanya ketekoran biaya. Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih. o Terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum seluruh peraturan perundang-undangan. prasarana dan fasilitas pelayanan menjadi lebih baik. o o o o o o o 8. profesional dan akuntabel .

1 . Wawasan ke Depan ( Visionary ) o o o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya visi dan strategi yang jelas dan mapan dengan menjaga kepastian hukum. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Peraturan/kebijakan yang memberikan kekuatan hukum pada visi dan strategi. mudah dijangkau. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: . Proses penentuan visi dan strategi secara partisipatif. Adanya kejelasan setiap tujuan kebijakan dan program. 2 . 13. Adanya dukungan dari pelaku untuk mewujudkan visi. Keterbukaan & Transparansi ( Openness &Transparency ) o o o o INDIKATOR MINIMAL: Tersedianya informasi yang memadai pada setiap proses penyusunan dan implementasi kebijakan publik. PRINSIP-PRINSIP TATA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK o o o o o o o Daya Tanggap ( Responsiveness ) Keefisienan & Keefektifan ( Efficiency & Effectiveness ) Desentralisasi ( Decentralization ) Kemitraan dengan Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat ( Private Sector & Civil Society Partnership ) Komitmen pada Pengurangan Kesenjangan ( Commitment to Reduce Inequality ) Komitmen pada Lingkungan Hidup ( Commitment to Environmental Protection ) Komitmen pada Pasar yang Fair ( Commitment to Fair Market ) 12. Adanya akses pada informasi yang siap. bebas diperoleh.10. dan tepat waktu. PRINSIP-PRINSIP TATA KEPEMERINTAHAN YANG BAIK o o o o o o o Wawasan ke Depan ( Visionary ) Keterbukaan & Transparansi ( Openness &Transparency ) Partisipasi Masyarakat ( Participation ) Tanggung Gugat ( Accountability ) Supremasi Hukum ( Rule of Law ) Demokrasi ( Democracy ) Profesionalisme & Kompetensi ( Profesionalism & Competency ) 11.

Media massa nasional maupun media lokal sebagai sarana penyaluran aspirasi masyarakat. Pusat/balai informasi. Laporan pertanggungjawaban. Sistem pengawasan. Tanggung Gugat ( Accountability ) o o o o o o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya kesesuaian antara pelaksanaan dengan standar prosedur pelaksanaan. 3 . 5 . e-procurement . 16. 15. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Mekanisme pertanggungjawaban. . Forum konsultasi dan temu publik. 14. Mekanisme/peraturan untuk mengakomodasi kepentingan yang beragam. dsb). Adanya pengambilan keputusan yang didasarkan atas konsensus bersama.o o o o o o Peraturan yang menjamin hak untuk mendapatkan informasi. Laporan tahunan. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Pedoman pelaksanaan proses partisipatif. termasuk forum stakeholders . Adanya sanksi yang ditetapkan atas kesalahan atau kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan. Website ( e-government . Partisipasi Masyarakat ( Participation ) o o o o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya pemahaman penyelenggara negara tentang proses/metode partisipatif. Media cetak. Sistem pemantauan kinerja penyelenggara negara. Papan pengumuman. 4 . Iklan layanan masyarakat. Supremasi Hukum ( Rule of Law ) o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya kepastian dan penegakan hukum. Mekanisme reward and punishment .

o o o o o o o Adanya penindakan terhadap setiap pelanggar hukum. Reward and punishment yang jelas bagi aparat penegak hukum (kepolisian. kejaksaan. Taat asas. 19. Sistem yuridis yang terpadu/terintegrasi (kepolisian. Sosialisasi mengenai kesadaran hukum. Profesionalisme & Kompetensi ( Profesionalism & Competency ) o o o o o o o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Berkinerja tinggi. o o 18. Sistem pemantauan lembaga peradilan yang obyektif. Standar dan indikator kinerja. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Standar kompetensi yang sesuai dengan fungsinya. Kreatif dan inovatif. 6 . Kode etik profesi. Sistem reward and punishment yang jelas. Demokrasi ( Democracy ) o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan berorganisasi. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Peraturan yang menjamin adanya hak dan kewajiban yang sama bagi anggota masyarakat untuk turut serta dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Adanya pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. independen. Sistem pengembangan sumber daya manusia (SDM). pengadilan). Memiliki kualifikasi di bidangnya.kehakiman. kejaksaan). Daya Tanggap ( Responsiveness ) o INDIKATOR MINIMAL: . PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Peraturan perundang-undangan. Adanya kesempatan yang sama bagi anggota masyarakat untuk memilih dan membangun konsensus dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. 8 . 7 . dan mudah diakses publik ( ombudsman ). o 17.

Keefisienan & Keefektifan ( Efficiency & Effectiveness ) o o INDIKATOR MINIMAL: Terlaksananya administrasi penyelenggaraan negara yang berkualitas dan tepat sasaran dengan penggunaan sumberdaya yang optimal. Terbukanya kesempatan bagi masyarakat/dunia usaha swasta untuk turut berperan dalam penyediaan pelayanan umum. Survei-survei kepuasan stakeholders . Job description (uraian tugas) yang jelas. Fasilitas komunikasi.o o o o o o Tersedianya layanan pengaduan dengan prosedur yang mudah dipahami oleh masyarakat. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Peraturan perundangan mengenai: Struktur organisasi yang tepat dan jelas. Adanya tindak lanjut yang cepat dari laporan dan pengaduan. Adanya lingkungan yang kondusif bagi masyarakat kurang mampu ( powerless ) untuk berkarya. 10 . 20. Prosedur dan layanan pengaduan. Kemitraan dengan Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat ( Private Sector & Civil Society Partnership ) o o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya pemahaman aparat pemerintah tentang pola-pola kemitraan. Berkurangnya tumpang tindih penyelenggaraan fungsi organisasi/unit kerja. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Standar dan indikator kinerja untuk menilai efisiensi dan efektivitas pelayanan. Kecil. Adanya perbaikan berkelanjutan. Desentralisasi ( Decentralization ) o o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya kejelasan pembagian tugas dan wewenang dalam berbagai tingkatan jabatan. hotline . dan Menengah. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Standar pelayanan publik. Adanya pemberdayaan institusi ekonomi lokal/Usaha Mikro. o o o o o 21. 9. 22. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: o o . 11 .

Forum kegiatan peduli lingkungan. Program-program pemberdayaan. dsb). Adanya kesataraan dan keadilan gender. 12 . 23. Rendahnya tingkat pelanggaran perusakan lingkungan. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Peraturan-peraturan yang berpihak pada pemberdayaan gender. PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: . PERANGKAT PENDUKUNG INDIKATOR: Peraturan dan kebijakan yang menjamin perlindungan dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Komitmen pada Lingkungan Hidup ( Commitment to Environmental Protection ) o o o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan/konservasinya. 14 . 13 . Program-program pemberdayaan gender.o o o Peraturan-peraturan dan pedoman yang mendorong kemitraan pemerintah-dunia usaha swasta-masyarakat. Berkembangnya ekonomi masyarakat. Komitmen pada Pasar yang Fair ( Commitment to Fair Market ) o o o o o INDIKATOR MINIMAL: Tidak ada monopoli. dan kawasan tertinggal. o o 25. masyarakat kurang mampu. Peraturan-peraturan yang berpihak pada masyarakat kurang mampu. Komitmen pada Pengurangan Kesenjangan ( Commitment to Reduce Inequality ) o o INDIKATOR MINIMAL: Adanya langkah-langkah atau kebijakan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang kurang mampu (subsidi silang. masyarakat kurang mampu. Terjaminnya iklim kompetisi yang sehat. Tersedianya layanan-layanan/fasilitas-fasilitas khusus bagi masyarakat tidak mampu. affirmative action . Rendahnya tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan. dan kawasan tertinggal. Adanya pemberdayaan kawasan tertinggal. Penegakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Reward and punishment dalam pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan hidup. o o o o o o 24.

Tokyo. o TERIMA KASIH 28. daya tahan dan waktu yang tidak singkat. Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Indonesia. at Karlstad City.com or by his mobile at +62812 932 2202 Dadang Solihin’s Profile o o . Hiroshima. Japan (1999). Waseda University. Japan. He published more than five books regarding local autonomous. included Advanced International Training Programme of Information Technology Management. Kuala Lumpur. he also active as Associate Professor at University of Darma Persada. Local Government Administration Training Course. serta implementasi nilai-nilai kepemerintahan yang baik pada seluruh stakeholder. Perlu adanya kesepakatan bersama serta rasa optimistik yang tinggi dari seluruh komponen bangsa bahwa kepemerintahan yang baik dapat diwujudkan demi mencapai masa depan bangsa dan negara yang lebih baik. and Regional Development and Planning Training Course. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo. Taiwan (2004). o 27. diperlukan pembelajaran. Applied Policy Development Training. Japan (2001). Developing Multimedia Applications for Managers. His previous post is Head. Vancouver. Sweden (2005). Jakarta. Bagaimana Mewujudkan Kepemerintahan y ang Baik? o Membutuhkan komitmen kuat. Canada (2002). o Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-Pacific Studies.pemahaman. the Training Seminar on Land Use and Management. He got various training around the globe.o Peraturan-peraturan mengenai persaingan usaha yang menjamin iklim kompetisi yang sehat. Malaysia (2003). USA. University of Colorado. Sapporo. Dadang holds a MA degree (Economics). 26.

4 9 ff°f°–¯ °©f¯°f°¯ ° f½ff°°€¯f¾  4 9¾f$ ff°€¯f¾  4 J ¾ % – °¯ °  ½n ¯ °  ¾ %  4 f°ff°f°¯f¾fff  4 . f°¾¯  f f° ½°¾¯ °     ½ ¯f¾¯% €f% 4 -@. f°¾¯ ½ f°––°–©ff f°  4 f½f°f°f°  4 f½f°½ f°––°–©ff f°  4 ¾ ¯½ ¯f°ff°° ©f½ °  °––ff° –ff  4 ¾ ¯½ °–ff¾f°  4 .  4  f°f ¾ ¾ff°f°ff½ f¾f°ff° °–f°¾f° f½¾ ½ f¾f°ff°  4  f°f¾f°¾f°–  f½f°ff¾ ¾fff°ff fff° ff¯½ f¾f°ff° –ff°  4 9-@9-DD--@  4 . fn f  4 9f½f°½ °–¯¯f°     9f¾½f¾.  4  f°f½ ¯ff¯f°½ °  °––ff° –ff °f°–½¾ ¾$¯  ½f¾½f€  4  f°f½ °–f¯ f° ½¾f°f°–  f¾ff°ff¾°¾ °¾¾ ¾f¯f  4 9-@9-DD--@  4 9 ¯f°½ f¾f°ff°½¾ ¾½f¾½f€  4 ¯°¾f¾ f° ¯½   ¯f¾€¯¾f  ¾  4 . f°¾¯ $½ ff°°¯ °–f¯ f¾ ½ °°–f°f°– f–f¯     @f°––°––f%nn°f % 4 -@. f¯f¾¾f°f¾°f¯f½°¯ ff¾ f–f¾ff°f½ °ff°f¾½f¾¯f¾fff  4 .-.f¾fff%9fn½f°% 4 -@.-.  4  f°f ½f¾f° f°½ ° –ff°¯  .-.

-.  4  f°f f¾f° ff¯¯ °f¯½ff°f¾½f¾ f° –f°¾f¾  4  f°f ¾ ¯½ff°f°–¾f¯f f–f°––f¯f¾fff°¯ ¯ f°¯ ¯ f°–°°¾ °¾¾ ff¯ ½ °–f¯ f° ½¾f° ©ff°½   4 9-@9-DD--@  4 9 ff°f°–¯ °©f¯°f f°ff f° f© f°f°–¾f¯f f–f°––f¯f¾fff°¾ f ff¯½ °–f¯ f° ½¾f° ©ff°½      9€ ¾°f¾¯  ¯½  °¾%9€ ¾°f¾¯ .4  f°f½ °° ff° f f½¾ f½½ f°––f¯  4  f°f½ ¯ff¯f°¯ °– °f½ °°–°f ½ff° f f½¯ f°½ ff°  4 9-@9-DD--@  4 9 ff°½ ° f°– ° f°–f°  4 ¾ ¯ ¾f°– ½f $ ° –f¾% ½¾f°  ©f¾ff° ½ °–f f°%  4  f f° ½°¾¯ °f°–© f¾ f–f½ff½ ° –f¯% ½¾f°  f¯f°  ©f¾ff°%  4 ¾ ¯½ ¯f°ff° ¯ f–f½ f f°f°–  € ° ½ ° °  f°¯ f f¾ ¾½ %¯  ¾¯f° % 4 ¾f¾f¾¯ °– °f ¾f ff°¯      ¯f¾% ¯nfn% 4 -@.

¯f€f¾   f°–°f  4 9-@9-DD--@  4 f° f¯½  °¾f°–¾ ¾f °–f°€°–¾°f  4   ½€ ¾  4 ¾ ¯ f f° ½°¾¯ °f°–© f¾  4 ¾ ¯½ °– ¯ f°–f°¾¯  ff¯f°¾f%.  .  4 ° ©f°––  4 @fff¾f¾  4  f€ f°°f€  4 .%  4 f° f f°° f° ©f     ff@f°––f½% ¾½°¾ ° ¾¾% 4 -@.¯½  °n% 4 -@.-.-.

-.4 @ ¾ f°fff°f°½ °–f f° °–f°½¾ f°–¯ f ½ff¯ ¯f¾fff  4  f°f° ff°©f°–n ½f ff½f° f°½ °–f f°  4 9-@9-DD--@  4 f° f½ ff°f°½   4 9¾  f°ff°f°½ °–f f° °   4 f¾f¾¯°f¾      €¾ °f°  € €f°%€€n °n €€ n ° ¾¾% 4 -@.  4 @ f¾f°f°ff ¯°¾f¾½ °  °––fff°° –fff°– ff¾ f° ½f¾f¾ff° °–f°½ °––°ff° ¾¯  fff°–½¯f  4  f°f½  ff°  f°©f°  4 f°–°f¯½f°–° ½ °  °––fff°€°–¾–f°¾f¾$° ©f  4 9-@9-DD--@  4 f° f f°° f° ©f°¯ °f €¾ °¾ f° € f¾½ ff°f°  4   ¾  ½f¾f°¾f  ¾      ¾ °f¾f¾% n °ff°% 4 -@.  4  f°f © f¾f°½ ¯ f–f°–f¾ f°  °f°– ff¯  f–f°–ff°©f ff°  4 9-@9-DD--@  4 9 ff°½ ° f°–f°¯ °– °f  4 –f°¾f¾f°– ½f f°© f¾  4   ¾n½°%ff°–f¾%f°–© f¾      ¯ff° °–f°°fD¾fff¾f f°.-.f¾fff%9f  n .

  n  f°.  4  f°f½ ¯ff¯f°f½ff½ ¯ °f °f°–½f ½f ¯ff°  4  f°f°–°–f°f°–° ¾€ f–¯f¾ffff°–¯f¯½%½  ¾¾%° ff  4 @  f°f ¾ ¯½ff° f–¯f¾fff$ °f¾ff¾f¾f° ½ f° ff¯½ ° ff° ½ ff°f°¯¯  4  f°f½ ¯  fff°°¾¾ °¯f$D¾ff.n 9f° ¾½% 4 -@. ° °–f  4 9-@9-DD--@  .-.

4 9 ff° ½ ff° f°½ ¯f°f°–¯ ° °– ¯ff°½ ¯ °f °f¾ff¾f¾f ¯f¾fff  4 9 ff° ½ ff°f°– ½f½f f¯f¾ffff°–¯f¯½  4 9–f¯ ½–f¯½ ¯  fff°     ¯¯ °½f f9 °–f°–f° ¾ °©f°–f°%.

  4  f°ff°–f f°–fff ©ff°f°–  °f¾½f f½ ¯ °f° f° f¾f f– ¯f¾ffff°–f°–¯f¯½%¾ ¾ ¾f°– f€€¯f fn°  ¾ %  4 @ ¾ f°fff°f° ff°f°$€f¾f¾ €f¾f¾¾¾ f–¯f¾fff f¯f¯½  4  f°f ¾ffff° f° f f°– °   4  f°f½ ¯  fff°ff¾f° °––f  4 9-@9-DD--@  4 9 ff° ½ ff°f°– ½f½f f½ ¯  fff°– °  ¯f¾ffff°–¯f¯½  f°ff¾f°  °––f  4 9–f¯ ½–f¯½ ¯  fff°– °  ¯f¾ffff°–¯f¯½  f°ff¾f° °––f     ¯¯ °½f f°–°–f° ½%.-.¯¯¯ ° n ° f% 4 -@.

  4  f°f ¾ ¯ f°–f°f°ff½ ¯f°€fff°¾¯  ffff¯ f°½ ° °–f°$°¾ f¾°f  4 9 ° –ff°½°¾½ ½°¾½½ ¯ f°–°f°  f°©f°  4  ° f°f°–f½ °n ¯ff° f° ¾ff°°–°–f°  4  ° f°f°–f½ f°––ff°½ ¾ff°°–°–f°  4 9-@9-DD--@  4 9 ff° f° ©ff°f°–¯ °©f¯°½ ° °–f° f°½  ¾ff°¾¯  ffff¯ f°°–°–f°  ½  4 ¯ –ff°½ °–°–f°  4  f f° ½°¾¯ ° ff¯½ ¯f°€fff°¾¯  ffff¯ f°½ ° °–f°°–°–f° ½     ¯¯ °½f f9f¾ff°–f%.¯¯¯ °°°¯ °f9 n°% 4 -@.-.

  4 @ ff f¯°½  4  ¯ f°–°f °¯¯f¾fff  4 @ ©f¯°°f¯¯½ ¾f°–¾ f  4 9-@9-DD--@  .-.¯¯¯ °f.f % 4 -@.

¯ f°¯¯ °f  ffff° f°ff°– f¾°–f  ½ f° ½ ¯ f©ff° ½ ¯ff¯f° ¾ f¯½ ¯ °f¾°f °f ½ ¯ °ff°f°– f½f f¾  ¾f    4 9 f f°f ¾ ½fff° ¾f¯f¾ ff¾f½¯¾f°–°–– f¾ ¯½° ° f°–¾f ff  ½ ¯ °ff°f°– f f½f © f° ¯¯ °nf½f¯f¾f ½f° f°–¾f f°° –fff°–  f     4 @. – %n°¯n¾% D° ¾€.   f f°– ¾f.4 9 ff° ½ ff°¯ °– °f½ ¾f°–f°¾fff°–¯ °©f¯°¯¯½ ¾f°–¾ f    f–f¯f°f. © f° ½ ¯ °ff°f°– f" 4 .

f  D ¾½ ¾½¾¾ f .

f°f– ¯ °f° ° ¾f°-f°f  ½¯ °9f°°°–– °n% f½½ °f¾%  4 ¾ °–f¾¾¾¾f°9€ ¾¾ff f n€¾f 9fn€n  ¾ Jf¾ fD° ¾ @  f½f°  f¾fn f¾¾¾nf 9€ ¾¾fD° ¾€f¯f9 ¾f f fff ° ° ¾f  4  –f¾f°°–f°  – °n  f°n ° °f°f@f°°–9–f¯¯ € °€¯f°@ n°–. ° €  ¾ fnfff° °€¯f°f9 n ff ° ff¾ f¾ ½ n€°€¯f°€½ff 9f°°°–f° f° D¾ .f°f– ¯ ° ff¾f .

  °%%  @f°°– ¯°f°f° D¾  f° .f°f– ¾ ff¯½  .ff¾f%% ½½ 9n  ½¯ °@f°°– If°n  .¯ f½½nf°¾€.f°f– ¯ ° @ff°%%   ½°–.

f°f f%% nf °¯ °  ¯°¾f°@f°°–.

¾ ¾¯f f½f°%% f°  –°f  ½¯ °f° 9f°°°–@f°°– .

¾ f½½ f½f°%%  ½ ¾ ¯ f°€  ¾ –f °–nff°¯¾  4 nf° fnf f°–°  ¯ff f f°–¾'f n¯ ¾¯  f+ f f°–°#¾9€   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful