Anda di halaman 1dari 14

JARINGAN PADA HEWAN

1. Jaringan Embrional 2. Jaringan Epitel 3. Jaringan Otot 4. Jaringan Saraf 5. Jaringan Penyokong

Jaringan Embrional
Jaringan embrional merupakan jaringan muda yang sel-selnya selalu mengadakan pembelahan. Merupakan hasil pembelahan sel zigot. Hewan diploblastik, yaitu hewan yang embrionya terdiri atas 2 lapis, yaitu : ektodermis (lapisan luar) dan endoderm (lapisan dalam) Contoh: Coelenterata, tidak mempunyai mesoderm.

Hewan triploblastik, yaitu hewan yang embrionya terdiri atas 3 lapis, yaitu: ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan endoderm (lapisan dalam). Contoh: cacing tanah, siput, Arthropoda, dan Chordata.

Jaringan Epitel
Merupakan jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh, rongga tubuh, atau permukaan saluran tubuh hewan. Fungsi Epitel : Epitel pelindung, untuk melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya. Contoh: epidermis (kulit). Epitel kelenjar, untuk sekresi. Kelenjar eksokrin: hasil sekresinya dialirkan melalui saluran, misalnya kelenjar keringat, kelenjar ludah. Kelenjar endokrin: hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran, tetapi langsung ke darah, misalnya: kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dan kelenjar hormon yang lain. Epitel penyerap, untuk penyerapan. Contoh: epitel usus halus dan epitel nefron ginjal. Epitel indra, untuk menerima rangsangan dari luar. Contoh: epitel di sekitar alat-alat indra.

Jenis Jaringan Epitel

Epitel pipih selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk pipih.
Contoh: epitel peritonium, epitel pembuluh darah, dan pembuluh limfa yang disebut juga endotel.

Epitel pipih berlapis banyak, terdiri atas banyak sel dan lapisan bagian luarnya dibentuk oleh sel-sel berbentuk pipih.
Contoh: epitel kulit telapak kaki, epitel rongga mulut, dan rongga hidung.

Epitel kubus selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus.
Contoh: epitel nefron ginjal.

Epitel silindris selapis, terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris. Contoh: epitel pada usus (intestinum) dan lambung
(ventrikulus).

Epitel Transisi, bentuknya dapat berubah dan berlapislapis


Contoh: epitel saluran pernafasan, ureter, kandung kemih

Jenis Jaringan Epitel


Epitel pipih selapis Epitel kubus selapis

epitel silindris berlapis

epitel silindris selapis bersilia

Epitel pipih berlapis banyak

Jaringan Otot
Berfungsi sebagai alat gerak aktif. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang tugasnya menggerakan berbagai bagian tubuh. Kemampuan menggerakkan berbagai organ tubuh ini disebabkan kemampuan jaringan otot untuk berkontraksi. a. Otot polos Mempunyai miofibril yang homogen, merupakan otot tidak sadar, terdapat pada dinding saluran pencernaan dan dinding pembuluh darah. b. Otot lurik Mempunyai miofibril yang, heterogen, merupakan otot sadar berinti lebih dari satu yang terletak di bagian pinggir, terdapat pada rangka. c. Otot jantung Mempunyai miofibril yang heterogen, tetapi tergolong dalam otot tak sadar, serabut-serabut ototnya dapat bercabang-cabang, intinya satu terletak di tengahtengah.

Jenis Otot

Otot Polos Memanjang, berbentuk, ujung lancip, inti satu di tengah tidak ada lurik Kerja lambat Involunter

Otot Lurik Memanjang, silindris, ujung Tumpul, inti banyak di tepi ada lurik Kerja cepat Volunter

Otot Jantung Memanjang, silindris, bercabang inti satu di tengah ada lurik Kerja tetap (ritme) Involunter

Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Fungsi : mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Sel saraf terdiri atas badan sel yang memiliki banyak cabang. Cabang-cabang inilah yang menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf lainnya sehingga terbentuk jaringan saraf. Ada tiga macam sel saraf, yaitu : Sensorik = membawa rangsangan ke saraf pusat Motorik = membawa respon dari saraf pusat Penghubung (adjustor) = penghubung sensorik dan motorik Jaringan saraf terdapat di otak, sumsum tulang belakang, dan di urat saraf.

Jaringan Saraf
Cabang samping sinapsis Tubuh sel

Sel Schwann

Inti sel

Akson

Ujung terminal akson


Nodus Renvier

dendrit Selubung myelin

Jaringan Penyokong/ Penghubung/Penguat


Fungsi jaringan penyokong adalah: Mengikat atau menghubungkan antara satu jaringan dengan jaringan lain. Menyokong fungsi organ-organ tertentu. Memberi kekuatan bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh. Membungkus organ-organ tertentu. Menghasilkan energi Mengisi rongga-rongga di antara jaringan Menghasilkan sistem immun

Jaringan Penyokong/ Penghubung/Penguat

Jaringan ikat kendur atau longgar, memiliki banyak macam elemen selular, serabut kolagen, retikulum dan elastis. Terdapat pada bagian sub mukosa saluran pencernaan.

Organ
Kumpulan

jaringan-jaringan yang melakukan fungsi yang sama. Contoh: lambung terdiri dari jaringan epitel, otot, pengikat, saraf. Paru-paru : epitel, pengikat, saraf.

Sistem Organ
Kumpulan

dari organ-organ yang melakukan fungsi faal (fisiologis). Contoh : Sistem pencernaan terdiri dari organ : Mulut, oesofagus, lambung, usus halus, pankreas, hati, usus besar, rektum, anus. Sistem saraf : otak, 12 ps saraf kranial, 31 ps saraf spinal, simpatik dan para simpatik. Sistem endokrin (hormon) : kelj. Tiroid, paratiroid, hipofisis, adrenalin, testis, ovarium.

Transplantasi Organ
Pergantian

organ yang rusak dengan organ dari donor yang sesuai. Umumnya donor dan resipien memiliki hubungan darah. Contoh : Transplantasi kulit diambil punggung dan wajah. Pembuluh darah jantung dapat diganti dengan pembuluh darah dari kaki, atau lengan.