Anda di halaman 1dari 35

By : Sakti Yonni HP

Jaringan

Meristem Jaringan Permanen

Jaringan Meristem (embrional): jaringan yang aktif membelah menghasilkan jaringan baru. Ciri-ciri : Selnya kecil, dinding sel tipis, inti sel besar, vakuola kecil. Jenis : 1. Promeristem => jaringan yang sudah ada sejak fase embrio. 2. Meristem primer (apikal) => pada tumbuhan dewasa, pada ujung batang dan ujung akar. 3. Meristem sekunder => melakukan pertumbuhan kesamping, contohnya kambium.

Meristem Apikal => pada ujung batang & akar. Membentuk tunas apikal (membentuk cabang, daun, bunga) dan jaringan primer Interkalar => terdapat diantara jaringan permanen, contoh : pangkal ruas dan bunga. Lateral=> pertumbuhan ke samping (proses lignifikasi) menghasilkan jaringan sekunder, contoh : kambium pembuluh dan gabus.

Non

meristematik, tidak tumbuh dan membelah, membentuk struktur dan fungsi tertentu. Jenis Jaringan Permanen : Jaringan Epidermis Jaringan Parenkim Jaringan Penyokong Jaringan Pengangkut Jaringan Gabus
Peridermis (jar. gabus, kambium gabus dan korteks sekunder) floem sekunder kambium vaskular

xilem sekunder

Xilem primer

Selnya

hidup, selapis, rapat seperti balok. Fungsinya sebagai pelindung. Berdifrensiasi membentuk : Stomata, sel kipas, sel gabus, sel kersik, trikoma, spina, velamen (pada akar nafas anggrek), sel kersik (penyebab batang gramine keras) dan bulu akar.

Menyusun semua organ tumbuhan. Ukuran sel besar, dinding sel tipis, banyak vakuola, bentuk segi enam. Terdapat ruang antar sel, sel mampu membelah. Fungsi : o Parenkim air =>menyimpan air, cth kaktus o Pengangkut => menyusun xilem dan floem o Penyimpan udara => ruang udara pada eceng gondok, teratai. o Asimilasi => tempat fotosintesis cth daun o Penimbun => tempat cadangan makanan, cth umbi, rimpang, biji.

Berfungsi : menyokong dan menunjang tubuh tumbuhan. Melindungi embrio, berkas pembuluh angkut, memperkuat jaringan parenkim. Jenis : Kolenkim => selnya hidup, tak berlignin, pada jaringan yang masih tumbuh, penebalan hanya pada sudut dinding sel. Sklerenkim => sel mati, berlignin, pada tumbuhan dewasa, pelebalan pada seluruh dinding sel. Jenis Sklerenkim : sel serat dan sklereid

Jenis : Xilem => mengangkut air dan garam mineral, dari akar ke daun. Jenis xilem : trakeid dan unsur pembuluh Floem => mengangkut hasil asimilasi dari daun ke bagian lain pada tumbuhan.

Tersusun

oleh parenkim gabus. Terdiri dari sel mati dan kosong. Fungsinya : mencegah kehilangan air berlebihan dan melindungi jaringan dibawahnya. Pada dikotil gabus dibentuk oleh kambium. Jenis : Felem => gabus luar, berisi sel mati Feloderm => gabus dalam, selnya masih hidup

Jaringan

dermal = lapisan pembungkus & pelindung.


Terdiri dari : Epidermis, peridermis, kutikula, buluh akar

Jaringan

pembuluh = pengangkut dan penguat (serabut xilem dan serabut floem). Jaringan dasar = jaringan pembentuk dasar mengisi organ, terdapat diantara jaringan dermal dan pembuluh.
Terdiri dari parenkim, kolenkim, sklerenkim.

Sistem jaringan = kumpulan jaringan-jaringan membentuk suatu sistem. Contoh : jaringan untuk transportasi
terdiri dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, stele, dan berkas pembuluh.

Pengangkutan

Ekstravaskuler
= pengangkutan di luar pembuluh angkut dengan jalur bulu akar epidermis ke xilem Jenis : Simplas=melalui sitoplasma sel melewati plasmodesmata. Apoplas=melalui ruang antar sel dari epidermis hingga endodermis (pita kaspari)

Pengangkutan

Intravaskuler

= pengangkutan melalui pembuluh angkut xilem dan floem. Xilem : mengangkut air dan hara dari akar ke daun Floem : mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh

Fungsi

: Penopang dan penguat tumbuhan Memperoleh zat dari luar tubuh Menyimpan cadangan makan, seperti umbi. Akar liar (adventitius) menyokong batang tinggi Akar nafas menyerap udara Jenis akar : Tunggang =>akar lateralnya kecil Serabut => akar mirip benang Bagian : leher, batang, dan cabang akar.

Pada epidermis terdapat bulu akar => menyerap air dan hara. Pada ujung akar terdapat tudung akar => melindungi meristem akar menembus tanah. Zona pembelahan Korteks luar =>eksodermis Korteks dalam => endodermis: Pita kaspari => tejadi penebalan suberin Sel penerus => tanpa penebalan

Epidermis
Selapis sel tersusun rapat tanpa rongga antarsel, berdinding tipis, dekat ujung akar mempunyai beberapa bulu akar.

Korteks
Terdiri atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan tidak banyak ruang antarsel yang berguna untuk pertukaran zat, juga sebagai tempat cadangan makanan.

Endodermis
Terdiri atas selapis sel, kebanyakan berdinding tebal berlapiskan gabus. Endodermis mengatur masuk keluarnya bahan ke dan dari akar.

Stele (silinder pusat)


terletak di sebelah dalam endodermis. Terdiri dari perisikel, xilem, dan floem, kambium (pada monokotil tidak terdapat kambium), Lapisan paling tepi dari silinder pusat => perisikel

Fungsi batang, yaitu: Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun, dan hasil asimilasi dari daun ke seluruh bagian tumbuhan Alat perkembangbiakan vegetatif Menyimpan cadangan makanan Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga

Epidermis Terdiri atas selapis sel, tersusun rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel. Epidermis permukaan sering dilapisi kutikula. Pada pertumbuhan sekunder, epidermis akan pecah dan terbentuk lapisan gabus yang sering kali juga pecah sehingga membentuk lentisel. Korteks Sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak ruang antarsel yang penting untuk pertukaran gas. Endodermis Tersusun atas selapis sel yang mempunyai bentuk khas. Pada Angiospermae sel-sel endodermis mengandung banyak tepung yang sering disebut sebagai sarung tepung. Stele (silinder pusat) Di dalam stele terdapat jaringan partikel empulur, dan pembuluh angkut.

Struktur

Morfologi Daun Bagian daun tampak luar yang berupa lembaran pipih hijau. Daun lengkap mempunyai : pelepah, tangkai (petiolus) dan helaian daun (lamina)

Sebagai

tempat fotosintesis berlangsung. Pertukaran gas yang terjadi melalui stomata. Tempat berlangsungnya transpirasi (pembuangan air bila berlebihan).

Epidermis Epidermis daun tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar. Pada epidermis terdapat stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk melaksanakan fungsi pertukaran gas. Mesofil Mesofil terdiri atas jaringan palisade yang mempunyai banyak kloroplas dan jaringan bunga karang. Ikatan pembuluh Ikatan pembuluh daun membentuk tulang daun. Tulang daun terdiri atas xilem dan floem. Ikatan pembuluh akan berakhir di ujung daun berupa celah kecil yang disebut hidatoda.

Dilindungi

oleh kutikula (zat lilin). Fungsi kutikula adalah mengurangi penguapan air dari daun Pada epidermis terdapat : stomata dan trikoma Stomata berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas O2 dan CO2 saat fotosintesis.

Di

antara epidermis atas dan bawah daun terdapat jaringan dasar pengisi daun yang disebut Mesofil Palisade terdiri dari palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan karang). Mesofil merupakan tempat klorofil sehinga fungsi utamanya adalah tempat fotosintesis berlangsung.

Ion K+ masuk ke sel penutup stomata menyebabkan tekanan osmosisnya tinggi, sehingga air masuk dan sel penutup menjadi membesar, akibatnya stomata terbuka. Dan sebaliknya (Stomata tertutup)

Dasar Kultur Jaringan Totipotensi Sel : => Sel tumbuhan mempunyai kemampuan untuk tumbuh menjadi tanaman yang sempurna bila diletakkan dalam lingkungan yang sesuai. Totipotensi dikembangkan sebagai dasar dalam pengembangan tumbuhan secara invitro atau kultur jaringan. Sel diberi nutrisi berkembang individu lengkap.

Meristem culture => budidaya jaringan dengan menggunakan eksplan dari jaringan muda atau meristem. Pollen culture/anther culture => menggunakan eksplan dari pollen atau benang sari. Protoplas culture => menggunakan eksplan dari protoplas. Chloroplas culture => menggunakan kloroplas untuk keperluan fusi protoplas. Somatic cross (bilangan protoplas/fusi protoplas) => menyilangkan dua macam protoplas, kemudian dibudidayakan hingga menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat baru.

Untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah besar dalam waktu singkat dengan sifat dan kualitas sama dengan induknya. Mendapatkan tanaman yang bebas dari virus dan penyakit. Menciptakan varietas baru, yaitu dengan cara menggabungkan plasma dari sel-sel yang berbeda dalam satu spesies lalu menumbuhkannya melalui kultur jaringan. Melestarikan jenis tanaman yang hampir punah. Mempertahankan keaslian sifat-sifat tanaman.