Anda di halaman 1dari 26

Sistem Reproduksi Pria (Anatomi&Fisiologi)

Dr Ayunda H A

Organ Reproduksi Pria

Scotum Penis Perinium

Organ Genitalia Pria Eksterna

Organ Genitalia Pria Interna



Testis Vas Deferens Vesicula Seminalis Kelenjar prostat

Scrotum
Scrotum : Kantung yang
mengandung testis, epididymides dan vas deferens Kulitnya tipis, mempunyai rugae, tidak rambut terdiri dua bilik yang terpisah Homolog dengan labia mayora wanita Di dalam scrotum kedua testis tidak terletak sama tinggi.Testis kanan lebih tinggi dari kiri

Penis
Dibedakan:yang melekat
ke pelvis (pars fixa) dan yang menggantung (pars libera) Pars libera terdiri dari corpus penis dan glans penis.Kulit yang menutupi corpus dapat digerakkan.Kulit yang menutupi glans disebut preputium yang sering diambil dengan tindakan circumsio Gland penis diselubungi oleh membran yang kaya saraf sensoris

Penis
Penis terdiri dari corpus
cavernosa penis (homolog dengan corpora cavernosa clitoris) dan corpus spongiosa penis (homolog dengan bulbus vestibularis), yang diawali dengan bulbus urethra. Semuanya membentuk corpus penis Corpora ini penting dalam fungsi seksual pria, pada perangsangan sx kdeua struktur ini membesar Corpus spongiosa ditembus urethra yang bermuara di ostium urethra eksternum

Testis
Terbagi menjadi lobululus
testis yang mengandung tubulus seminiferus Tubulus seminiferus memiliki:
Sel sperma dalam berbagai stadium : spermatogonium,spermatocyt us primarius,spermacytus secundarius,spermatidium Sel Sertoli ,diduga memberi makan sel sperma Sel Lydig di jaringan ikat,penghasil testoteron

Tubulus berlanjut ke ductus

efferentis yang bermuara ke epididimis yang melanjutkan ke ductus deferens

Vas Defferens
Memiliki lapisan jaringan
ikat, jaringan otot dan mukosa Saat berkontraksi, ductus mengisap isi epididymis dan menyemprotkan ke ductus urethra Gerakan ini bagian dari gerakan ejakulasi Ductus melebar menjadi ampulla dyang menerima ekskresi vesicula seminalis

Vesicula Seminalis
Kelenjar ini

berbentuk pipa berkelok-kelok Mengeluarkan getah yang kental Bermuara ke ductus defferens pada permulaan ductus ejakulatoris

Prostat
Prostat berbentuk konus Ditembus oleh urethrae pars

prostatica dan ductus ejaculatoris Kelenjar ini mengeluarkan getah bersifat alkalis dan berbau spesifik

Sperma atau semen


Sperma terdiri atas spermatozoa dan
getah kelenjar-kelenjar tambahan Spermatozoa disimpan di cauda epididimis Ejakulat pertama mengandung 200300 juta spermatozoa Getah gl.seminalis dan prostata menyebabkan sperma bergerak

Spermatogenesis
Merupakan proses perkembangan sel benih
primitif pria sampai menjadi spermatozoa Terjadi selama kehidupan seksual aktif, dimulai usia 13 tahun sampai seumur hidup Prosesnya berlangsung di tubulus seminiferus testis Waktu spermatogenesis rata-rata 75 hari

Tahapan Spermatogenesis
Spermatogonium (2n) Meiosis Spermatosit primer
Spermatosit sekunder Spermatid (n)4 Differensiasi Spermatozoa

Aktivitas Sexual Pria


Ereksi : merupakan pengaruh pertama
terhadap rangsangan seksual pria dimana terjadi penggelembungan jaringan erektil sehingga penis menjadi keras dan memanjang Lubrikasi : pengeluaran sekresi lendir dari kelenjar urerta dan bulbouretra untuk membantu lubrikasi selama koitus Mekanisme ereksi dan lubrikasi akibat impuls saraf parasimpatis dari bagian sakral medula spinalis

Aktivitas Seksual Pria


Emisi dan ejakulasi adalah akhir aksi
seksual pria Emisi : proses pengeluaran sperma ke uretra interna diikuti pencampuran cairan kelenjar vesikula seminalis, prostat dan bulbouretra membentuk semen. Ejakulasi : Pengeluaran semen dari uretra ke luar Kedua proses ini melibatkan saraf simpatis dan pusat refleks medula spinalis setinggi L-1 dan L-2

Pengaturan fungsi sexual pria


Fungsi seksual pria diatur terutama oleh hormon

gonadotropin dan testoteron Hipothalamus akan memacu pelepasan hormon gonadotropin oleh hipofisis anterior Hormon gonadotropin (FSH dan LH) pria mulai meningkat pada awal pubertas Hormon gonadotropin (terutama LH) akan memacu sel Leydig di testis untuk memproduksi hormon androgen, terutama testoteron Testoteron bertanggung jawab pada proses maskulinisasi tubuh

Disfungsi Seksual pada Pria ( Kolodny, Master, dan Johnson (1979)

Kelemahan ereksi (disorders of


erection

Gangguan ejakulasi (disturbances of


ejaculation)

Penyakit-penyakit Kelamin Pria


GONORRHEA & CHLAMYDIA Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.

Penyakit ini dapat disembuhkan dengan


antibiotik bila ditangani secara dini

HERPES
Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak
dapat disembuhkan Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair. Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering

INFEKSI JAMUR
Disebabkan oleh jamur Menyebabkan kegatalan berwarna merah
di bawah kulit pria yang tidak disunat Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur

SYPHILIS
Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu
sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagiantubuh lain Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin