Anda di halaman 1dari 5

pemotongan kuku sapi

B. Pemotongan kuku sapi Pemotongan kuku sapi ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak dengan menghindari atau mencegah kemungkinan terjadinya peradangan akibat dari kotoran yang melekat pada celah-celah kuku. Pemotongang kuku terutama diperuntukkan pada ternak yang terus menerus dipelihara di dalam kandang. Perlakukan : a. Pemeriksaan dan pemotongan kuku dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. b. Sebelum pemotongan kuku sebaiknya ternak dibiarkan di tempat yang agak basah agar kuku menjadi lunak. c. Sangat penting untuk mengetahui susunan anatomi kaki (kuku) secara lengkap dan detail. d. Jangan terlalu banyak kuku yang dipotong. e. Hindari terjadinya perdarahan. f. Bersihkan bagian kuku yang kotor. g. Peralatan yang diperlukan : - Pahat untuk meratakan/membentuk kuku. - Palu untuk memukul pahat. - Tang pemotong kuku. - Alat kikir untuk menghaluskan tepi kuku. - Pisau pemotong kuku untuk membersihkan celah-celah kuku. - Alat untuk membersihkan kuku bagian bawah. - Balok kayu untuk ganjal memotong kuku. h. Untuk mencegah terlalu banyak bergerak dan menjaga keamanan, ternak yang akan dipotong kukunya perlu dijepit di bagian lehernya. i. Kaki yang akan dipotong kukunya diangkat dan digantung dengan tali. j. Pemotongan kuku dimulai dari pinggir atas terus ke ujung. k. Pemotongan dengan pahat, sebaiknya ternak berdiri di atas balok kayu agar pahat tidak menjadi tumpul karena kerasnya lantai.

http://n3aimutz.blogspot.com/2009/05/pemotongan-kuku-sapi.html

CARA MEMOTONG KUKU


Sapi yang sering berjalan (exercise) pada tanah atau padang penggembalaan yang lunak kukunya cenderung akan cepat tumbuh. Bila dibiarkan, kuku ini akan bertambah panjang membengkok atau melebar keatas. Keadaan tersebut menyebabkan ketegangan otot kaki dan akan membuat sapi menjadi lemah, jalannya pincang serta kaki menjadi sakit. Dampak lanjutnya akan terjadi gangguan terhadap pertumbuhan sapi tersebut. Oleh karena itu, pemeliharaan kuku sangat penting untuk di perhatikan, terutam pemotongan kuku apabila tampak telah memanjang. Pemotongan kuku sebaiknya dilakukan pada rak pemotong kuku khusus dan mempergunakan pisau pemotong kuku yang khusus pula. Sapi ditangani dan dimasukkan ke dalam rak kemudian kaki yang akan di potong kukunya diangkat dan dilipatkan ke belakang. Untuk memudahkan pemotongan, bagian teracak sapi tersebut sebaiknya di ganjal dengan balok kayu (talam) sehingga kuku dapat ditekankan pada talam tersebut selama pemotongan. Pemotonga kuku lazimnya di mulai dari kuku depan dahulu setelah selesai kedua kaki depannya, dilakukan pada kedua kaki bagian belakang. Namun sebelumnya kuku tersebut harus di bersihkan dari kotoran yang melekat dengan mempergunakan pisau kuku. Dengan demikian, keadaan anatomis kuku akan cepat terlihatdan tampak batas-batasckuku yang harus dipotong atau dibuang.

Kuku sapi dipotong dengan alat pemotong (hoof trimer) melingkar sekeliling kuku dari belahan kuku depan mengarah ke belakang. Pemotongan kuku ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai melebihi garis putih (white line) kuku. Bila pemotongan melebihi garis putih kuku maka lapisan coronarius yangmengandung banyak pembuluh darah dan syaraf akan terlukai. Seandainya hal ini terjadi, sapi akan merasa kesakitan dan terjadi perdarahan. Oleh karena itu, dalam melakukan pmotongan kuku cukup dengan menghilangkan bagian-bagian yang abnormal saja. Apabila tidak terdapat alat pemotong kuku khusus, pemotongan kuku dapat dilakukan dengan memakai pahat atau tang penggunting (kakatua) yang tajam.

Gambar kuku serta alat pemotongannya

Gambar alat (rak)penghandling sapi saat di potong kukunya http://farisnh.blogspot.com/2010/03/sapi.html

http://www.scribd.com/doc/66255304/LAPORAN-PRAKTIKUM-IBKV-2

DEHORNING
10:49 Eki Maura

Dehorning adalah penghilangan atau pemotongan tanduk. Bangsa sapi perah kebanyakan dipotong tanduknya Karena tanda tidak menguntungkan peternak sapi perah, meskipun peternak ingin mempertahankan pada anak sapi jantan yang dipelihara untuk kerja atau untuk sapi dara atau dua atau tiga kegunaan. Pemotongan tanduk paling baik dilaksanakan dengan membakar pucuk tanduk ketika anak sapi berumur satu atau dua minggu, bisa juga dengan menggosok pucuk tanduk dengan tongkat soda api (cautik) sampai hampir berdarah dengan menggunakan collodion atau dengan menggunakan silinder yang panas ditekankan untuk satu atau dua menit disekitar cincin kuncup tanduk (Williamson,1993). Dalam penggunaan tongkat soda api, perawatan harus dilakukan sedemikian rupa supaya anak sapi tidak membawa soda api kepada induk sapi pada waktu menyusu sehingga soda api tersebut tidak menyebar dari tempat pelaksanaan terutama kedalam mata. Ini mungkin terjadi bila anak sapi terkena air hujan setelah penggunaan tongkat soda api (Williamson,1993). Pemotongan tanduk dengan arus listrik dapat juga digunakan pada sapi muda. Suatu cincin baja yang dipanaskan dengan listrik ditekankan pada dasar tanduk sehingga membakar jaringan disekitarnya dan menahan pertumbuhan tanduk. Mereka yang berpengalaman apabila melakukan cara ini hanya mematikan sebagian saja dari dasar tanduk itu dan kemudian tanduk masih tumbuh dalam wujud deformasi yang disebut scur (Blakely,1991). Sapi yang lebih tua pemotongan tanduknya harus dengan gergaji atau dengan alat pemotongan Barnes. Cara ini akan menyebabkan timbulnya pendarahan (Blakely,1991).Sebenarnya banyak cara yang dipraktekkan untuk pemotongan tanduk sapi. Suatu cara yang akan dipakai sangat tergantung pada umur sapi yang akan dihilangkan tanduknya serta pengalaman yang dipunyai oleh mereka yang akan melaksanakan pekerjaan itu. Sapi muda sering dihilangkan tanduknya dengan menggunakan pasta kimia yang keras (Kalium atau Hidrokside), pasta kimia tersebut dioleskan diseputar pangkal tanduk ketika anak sapi berumur kurang dari satu minggu, sehingga

mematikan DAFTAR

pertumbuhan

dan

perkembangan

tanduk

tersebut

(Blakely,1991). PUSTAKA

Blakely, J and D.H. Bade. 1991. Ilmu Peternakan, edisi ke- 4. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta Williamson and Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta

http://ketekdekil.blogspot.com/2011/02/dehorning.html

pemotongan tanduk
Pemotongan Tanduk,Terdapat 3 (tiga) cara : dishorning (pencegahan tumbuhnya tanduk),dehorning (tanduk sudah tumbuh) dan tipping (ujung tanduk). Keuntungan ternak tidak bertanduk adalah : 1. Tidak membutuhkan ruang yang lebih luas 2. Mengurangi bahaya 3. Mencegah kerusakan karkas 4. Memudahkan penanganan (sapi lebih jinak) 5. Lebih disukai sebagai bibit Sedangkan kerugiannya adalah : 1. Menurunkan pertambahan bobot badan karena stres. 2. Perlu biaya, peralatan dan keterampilan 3. Kemungkinan infeksi bila tidak sucihama 4. Mengurangi estetika, terutama untuk pameran

Dishorning,A. Pencegahan dengan zat kimia Zat kimia yang lazim digunakan adalah caustic potash, cautic soda, flexible colodion solution. Langkah melakukannya : - Pedet ditangani dahulu (oleh dua orang) - Bulu sekitar tanduk digunting - Olesi vaselin di sekeliling tanduk

- Basahi ujung stik berkapas dengan zat kimia - Gosokan ujung stik pada bakal tanduk selam 15 detik - Setelah timbul pendarahan, bakal tanduk digosok kembali. Harus dilakukan hati-hati karena zat kimia bersifat iritans. Di Austrlia penggunakan zat kimia ini sudah dilarang, karena : 1. Dapat menyebabkan luka bakar pada pedet 2. Bila kena mata menyebabkan buta 3. Dapat mengiritasi ambing induk bila pedet menyusu

B. Pencegahan dengan cauterizer


Lazim dilakukan pada pedet umur 4-21 hari. Langkah : - Cauterizer dipanaskan selama 15-20 menit - Tekankan pada bakal tanduk selama 5-10 detik - Bekasnya berbentuk cincin bulat hitam sedalam 2 mm Kebaikan adalah tidak perlu pengguntingan bulu. http://iroelcool07.blogspot.com/2010/11/pemotongan-tanduk.html http://www.scribd.com/doc/33202702/Islain-Laporan-Praktikum-Perah-2-Edit http://tissacuitzz.blogspot.com/2010/12/laporan-produksi-ternak-perah.html http://arifmbahesti.blogspot.com/2010_01_01_archive.html