Anda di halaman 1dari 131

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Pendahuluan
Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses
Lokakarya mengombinasikan beragam cakupan elemen. Elemen tersebut mencakup pelatihan, pengembangan, pembentukan tim, komunikasi, pemecahan masalah, motivasi, refleksi, dan perencanaan. Keterlibatan peserta dalam proses lokakarya tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka, tetapi juga rasa memiliki dan pemberdayaan dalam sebuah organisasi. Hal itu kemudian memfasilitasi pengembangan organisasi dan individu. Lokakarya efektif dalam mengelola perubahan dan mencapai perbaikan berkelanjutan. Lokakarya juga merupakan alat yang positif untuk memecah hambatan dan memperbaiki komunikasi. Dibanding dengan pelatihan konvensional, lokakarya dapat mendorong keterlibatan yang lebih besar. Hal ini karena lokakarya bersifat partisipatif dan fleksibel. Memfasilitasi lokakarya yang efektif merupakan kecakapan yang muncul dari pengalaman. Lokakarya yang berhasil memerlukan pendekatan fasilitatif dan enabling (menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi peserta untuk berkembang), dan tidak akan efektif dengan gaya otokratik yang bersifat direktif. Dalam menyampaikan lokakarya, seorang fasilitator harus selalu fokus, bersemangat, dan mengenal dengan baik semua materi yang hendak digunakan. Fasilitator harus memilih tempat dan tata ruang yang tepat, menyeimbangkan antara teori dan praktik, menjalankan lokakarya dengan lancar, tepat waktu, menyediakan semua sumber yang diperlukan, dan menggunakan kegiatan reflektif dan ulasan dengan baik. Namun begitu, lokakarya bukanlah tentang mencapai kesempurnaan bagi fasilitator. Tidak ada ujian akhir yang harus dilakukan dengan maksud supaya fasilitator mengumumkan bahwa semua kecakapan akhirnya telah dikuasai. Lokakarya adalah proses, yakni perjalanan pembelajaran bagi fasilitator dan pesertanya. Sebuah lokakarya adalah petulangan dinamis yang harus dialami dan dirayakan. Melalui setiap lokakarya baru, apa pun topik sentralnya, fasilitator membangun kecakapan baru dan memperoleh wawasan yang lebih luas bahkan ketika melakukan proses eksplorasi ini lebih jauh.

RASIONAL UNTUK CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

n Sebuah kegiatan lokakarya tidak hanya merupakan sesi pelatihan, ceramah, ataupun seminar. Lokakarya berbeda dengan metode pengajaran tersebut, artinya bahwa pada intinya lokakarnya merupakan pengalaman pembelajaran aktif partisipatif. Penting untuk mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut dan mengulas maknanya dalam kaitannya dengan praktik lokakarya. Program pembelajaran harus selalu bermula dari kebutuhan para peserta, dan tidak boleh terikat oleh pandangan-pandangan yang sudah ada sebelumnya

mengenai apa yang perlu diketahui para peserta. Dalam hal ini, pengalaman pembelajaran yang jauh lebih aktif dan dinamis. n Merencanakan keberhasilan lokakarya adalah hal yang krusial terhadap hasil akhir para peserta. Penting untuk memastikan bahwa berbagai macam elemen berada pada tempatnya masing-masing dan diseimbangkan secara efektif. Lokakarya yang berlangsung dengan sukses tidak terjadi karena sihir! Fasilitator yang baik meluangkan waktu untuk merencanakan setiap aspek untuk memastikan bahwa lokakarya merupakan pengalaman yang kohesif dan mengalir. Di atas semuanya, sangat penting untuk memperoleh pengetahuan awal tentang para peserta lokakarya. Penting sekali untuk mengetahui latar belakang dan tingkat keahlian mereka, dan juga kebutuhan pembelajaran yang spesifik sebelum berlangsungnya lokakarya. Sebelum berlangsungnya lokakarya, fasilitator juga harus mengulas informasi tentang para peserta dan membahas bagaimana kebutuhan khusus bisa dipenuhi. Perlu dilakukan pengamatan tambahan selama berlangsungnya lokakarya seandainya kebutuhan khusus lain, misalnya rendahnya kecakapan literasi, terjadi. n Fasilitator harus mengukur apa yang para peserta harapkan dari lokakarya agar sejalan dengan materi lokakarya. Karenanya, perlu dilakukan kegiatan penetapan tujuan sebelum dilaksanakannya program lokakarya. Misalnya kegiatan sederhana seperti latihan curah gagasan (brainstorming) kelompok atau aktivitas refleksi individu. n Keputusan awal juga harus dibuat mengenai berapa orang fasilitator yang akan menyampaikan lokakarya. Tiga orang fasilitator dianggap jumlah yang optimal agar proses lokakarya bisa berjalan dengan seimbang. Namun begitu, ketiganya berperan aktif sebagai fasilitator, bukan sebagai pencatat atau mengelola keuangan, dan sebagainya. Lokakarya dengan dua fasilitator juga memungkinkan, namun hasil terbaik tidak akan diperoleh. Lokakarya dengan satu orang fasilitator sangat tidak disarankan. n Fasilitator diharuskan mencari lokasi yang tepat untuk lokakarya. Lokasi yang dipilih haruslah lokasi yang bisa memenuhi kebutuhan program itu sendiri, mudah terjangkau oleh para peserta, dan nyaman bagi fasilitator maupun peserta. Penting juga mengetahui di awal apakah di lokasi tersebut tersedia ruang yang memadai untuk dilangsungkannya kegiatan dan permainan. Juga penting untuk diketahui apakah penyedia konsumsi berada di lingkungan sekitar lokasi lokakarya, agar tidak terjadi penghamburan waktu hanya untuk berpindah lokasi pada saat jeda untuk menikmati makanan kecil. n Keputusan mengenai pengaturan ruang untuk lokakarya juga harus dibuat. Rincian seperti pemenuhan kebutuhan kerja kelompok dan permainan sangatlah penting. Ruangan tersebut harus diatur dengan baik sebelum pembukaan lokakarya agar tidak membuang waktu yang berharga. Jika tata ruang perlu diubah dalam setiap sesi, fasilitator harus melakukan perubahan ini pada saat jeda. Jika dukungan teknologi diperlukan, hal ini harus diatur sebelum pelaksanaan lokakarya. n Desain metodologi lokakarya yang dinamis dan beragam merupakan kegiatan utama dalam perencanaan pra-lokakarya bagi fasilitator. Fasilitator harus memastikan keseimbangan antara pekerjaan kelompok dan individu, latihan tertulis dan lisan, serta kegiatan fisik

ii

dan intelektual. Fasilitator harus mengetahui kapan menggunakan pembangkit motivasi (energizer), penyegar suasana (ice-breaker), teknik bercerita (story-telling) dan permainan demi tercapainya manfaat terbesar, dan di mana presentasi power-point digunakan tanpa menimbulkan terlalu banyak gangguan. Melaksanakan program dengan kecepatan yang diatur sangatlah penting, agar energi tetap terjaga dan terisi kembali sepanjang hari. n Dalam melaksanakan proses ini, fasilitator harus memastikan bahwa semua materi/sumber yang diperlukan sudah disiapkan dengan baik. n Fasilitator juga harus mengetahui pentingnya Pra dan Pasca kuis (Pre and Post Testing) untuk membandingkan data awal dan data final. Hal ini bisa diperkuat dengan kegiatan evaluasi praktis dan ulasan evaluasi formal, dan juga kegiatan refleksi selama lokakarya berlangsung. Dengan cara ini, fasilitator akan mampu memperoleh wawasan mengenai perubahan yang terjadi pada para peserta, baik dalam hal kecakapan maupun sikap. n Terakhir, adalah sebuah hal yang sangat berharga bila fasilitator merayakan kesuksesan lokakarya dengan para peserta. Hal ini bisa dilaksanakan melalui kegiatan seperti penampilan drama mengenai pembelajaran oleh para peserta pada sesi terakhir, atau hanya sekadar berfoto bersama. Setelah lokakarya selesai, penting bagi fasilitator untuk duduk bersama dan berbagi pengalaman sesudahnya, dan melakukan tinjauan sebagai tim. Pada saat itu, catatan harus diserahkan untuk mengumpulkan masukan untuk perbaikan program di masa yang akan datang.

iii

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

DAFTAR ISI
1. Latar Belakang Pembuatan Modul 1.1 Mengapa modul ini dirancang? 1.2 Mengapa Panduan Pelatihan disediakan? 1.3 Siapakah yang harus menggunakan Panduan Pelatihan ini? 1.4 1.5 Bagaimanakah program disusun? Di manakah keberadaan modul ini dalam kerangka LAPIS? 1 1 1 1 1 1 2 3 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 15 19 23

2. Tujuan Umum Pembelajaran 3. Tujuan Khusus Pembelajaran 4. Ikhtisar untuk Guru/Pelatih 4.1 Pendekatan pembelajaran apakah yang diambil? 4.2 Apakah gaya lingkungan pembelajaran? 4.3 Bagaimanakah program dilaksanakan? 4. Bagaimanakah sesi berlangsung? 4 4.5 Langkah pengajaran apakah yang disarankan? 4.6 Apakah yang harus Anda ketahui tentang pembelajaran aktif? 4.7 Apakah contoh kegiatan pembelajaran aktif? 4.8 Bagaimanakah Anda membangun kelompok pembelajaran yang efektif? 4.9 Saran-saran apakah yang bisa diberikan untuk membuat peraturan dasar/ protokol bagi kelompok? 5. Prosedur Evaluasi 5.1 Mengapa program dievaluasi 5.2 Prosedur khusus evaluasi Sesi-Sesi: Sesi 1 Ikhtisar mengenai Program Lokakarya Sesi 2 Fasilitator yang sukses Sesi 3 Pra-perencanaan lokakarya Sesi 4 Esensi lokakarya

Sesi 5 Teknik bercerita (story-telling) Sesi 6 Bermain peran (role-play) Sesi 7 Studi kasus Sesi 8 Pemecahan masalah Sesi 9 Paktikum Metodologi Dasar Sesi 10 Praktikum Video Sesi 11 Praktikum Teknik Bercerita Sesi 12 Perencanaan Inisiatif ke Depan

28 32 39 43 47 51 55 58

1. LATAR BELAKANG PEMBUATAN MODUL


1.1 Mengapa Modul ini dirancang?
Pelatihan dan praktik diperlukan untuk menjadi fasilitator lokakarya yang sukses. Banyak orang merupakan ahli di bidangnya masing-masing dan memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang mata pelajaran. Namun, bukan berarti bahwa para ahli tersebut akan mampu menyampaikan lokakarya tentang mata pelajaran ini dengan efektif. Memfasilitasi lokakarya tidak sama dengan menyampaikan kuliah mengenai satu subyek. Dalam lokakarya terdapat unsur pendekatan aktif partisipatif, praktis, dan partisipatif, sebaliknya dalam situasi kuliah formal, yang terjadi adalah penyampaian ilmu yang bersifat direktif. Namun, begitu seni penyampaian lokakarya yang efektif berhasil dikuasai, seorang fasilitator akan memiliki kemungkinan yang tak ada habisnya. Seorang fasilitator terlatih kemudian mampu menyampaikan lokakarya mengenai beragam topik yang berbeda, asalkan dia merasa cukup nyaman dengan konten topik tersebut.

1.2 Mengapa Panduan Pelatihan disediakan?


LAPIS telah menerbitkan beragam modul pembelajaran mengenai berbagai topik, di antaranya: Kepemimpinan Madrasah dan Pelatihan Manajemen untuk Peningkatan Sekolah, Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan Sekolah, Hidup Sehat dan lain-lain. Di samping itu, banyak tersedia panduan lain mengenai pelatihan yang efektif dari organisasi lain. Panduan pelatihan ini, Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses akan memberikan kecakapan umum, sehingga peserta terlatih mampu memfasilitasi beragam modul pembelajaran yang dihasilkan secara profesional dengan sukses. Para peserta juga akan mampu memfasilitasi pelatihan untuk modul-modul yang dibuat secara personal. Panduan pelatihan ini merupakan pendekatan langkah demi langkah untuk menciptakan lokakarya yang sukses.

1.3 Siapakah yang harus menggunakan panduan pelatihan ini?


Panduan Pelatihan ini dimaksudkan bagi siapa pun dalam bidangnya yang memerlukan asistensi langkah demi langkah untuk menyelenggarakan lokakarya yang sukses. Panduan ini menyediakan ikhtisar praktis mengenai kecakapan dan tugas yang dibutuhkan. Panduan ini mendukung perencanaan ketika menyediakan checklist dan standar isi bagi peserta

1. Bagaimanakah program disusun? 4


Hari Pertama Ikhtisar tentang Fasilitasi Hari Kedua Metodologi Fasilitasi Hari Ketiga Praktikum

1.5 Di manakah keberadaan Modul ini dalam kerangka LAPIS?


Modul ini didasarkan pada enam prinsip dasar LAPIS: 1. Fleksibel: Modul ini menyediakan sebuah kerangka mengenai sesi-sesi yang adaptif untuk penyampaian program lokakarya, apa pun topik lokakarya individu yang dilaksanakan. 2. Partisipatif: Modul ini menggunakan pendekatan pembelajaran aktif karena berisi model efektif mengenai metodologi lokakarya partisipatif. 3. Lokal: Modul ini kontekstual dengan kebutuhan khusus dari pelatihan fasilitator di seluruh provinsi di Indonesia. 4. Berkelanjutan: Modul ini dipandang berkelanjutan dalam arti digunakan secara terusmenerus dalam lingkungan pendidikan Islam. Modul ini berpotensi berdampak luas di sekolah-sekolah Islam di seluruh Indonesia sebagai modul pelatihan yang berfokus pada esensi pelatihan fasilitator. 5. Adil: Modul ini melibatkan kepentingan baik peserta wanita maupun pria melalui kegiatan-kegiatan selama proses pembelajaran. Staf pria maupun wanita didorong untuk memfasilitasi lokakarya yang sukses. 6. Akuntabel: Modul ini mendukung prinsip-prinsip tanggung jawab dalam hal prosedur pelatihan yang beretika. Siapa pun yang menyampaikan lokakarya dapat memberikan jawaban atas tindakannya dalam kaitannya dengan penyampaian lokakarya.

2. TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN


Tujuan modul ini adalah keseimbangan antara Wilayah Kognitif dan Pembelajaran Behavioral. Selain itu juga dimaksudkan untuk Pembelajaran Afektif. Modul ini akan melibatkan seluruh peserta dalam jenis-jenis pembelajaran berikut: 1. Pembelajaran Afektif: Peserta akan didorong untuk mempertimbangkan sikap dan perasaan mereka dalam kaitannya dengan penyampaian program lokakarya, melalui penilaian atas level kecakapan pada saat memulai (entry level) dan mengukur kebutuhan mereka sendiri dalam penyampaian lokakarya. Khususnya, hal ini penting dalam menilai sikap mereka terhadap metodologi yang akan digunakan.

2. Pembelajaran Behavioral: Para peserta akan mempraktikkan teknik dan kecakapan untuk mengembangkan dan menyampaikan lokakarya agar berhasil dengan baik. Hal ini akan membentuk fokus sentral dari lokakarya, sehingga para peserta akan merasa nyaman dalam menggunakan beragam metodologi hingga di hari penutupan pada hari ketiga. 3. Pembelajaran Kognitif: Para peserta akan memperoleh dan memproses pengetahuan mengenai beragam topik yang berkaitan dengan fasilitasi lokakarya yang sukses. Melaksanakan penilaian mengenai kebutuhan stakeholder secara efektif

Setelah Program ini selesai, peserta akan mampu:

Merancang program lokakarya yang tepat Memfasilitasi lokakarya yang sukses Mengevaluasi keefektifan lokakarya

3. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN


Setelah Program ini selesai, peserta akan: Menjabarkan arti lokakarya yang sukses Menjabarkan arti fasilitator yang sukses Menilai kebutuhan khusus para peserta Memberikan penjelasan ringkas kepada peserta sebelum pelaksaan lokakarya Menentukan jumlah fasilitator lokakarya yang sesuai Menciptakan pembuka lokakarya yang efektif Melakukan penetapan tujuan Melakukan penyusunan protokol Melakukan pengaturan waktu penyampaian sesi secara efektif Menggunakan permainan yang bervariasi dalam lokakarya Menjabarkan arti curah gagasan (brainstorming) Menggunakan curah gagasan secara efektif Menjabarkan arti Berpikir, Berpasangan, Berbagi (Think, Pair, Share) Berpikir, Berpasangan, Berbagi secara efektif Menuliskan studi kasus Menggunakan teknik bercerita (story-telling) secara efektif Menuliskan kegiatan mencocokkan (mix and match) Menciptakan kegiatan bermain peran (role play) Menggunakan pemecahan masalah secara efektif Membuat daftar mengenai bahan-bahan yang diperlukan dalam sebuah lokakarya Memilih penataan ruang lokakarya yang efektif Merancang tata ruang yang sesuai untuk pekerjaan kelompok Merancang kuis awal Merancang kuis akhir Merumuskan data komparatif pada saat penutupan lokakarya

Merancang latihan reflektif dalam lokakarya Mengevaluasi lokakarya

4. IKHTISAR UNTUK PELATIH


4.1 Pendekatan pembelajaran apakah yang diambil?
Pelatih yang menggunakan Perencanaan Sesi (Session Plan) ini didorong untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang aktif partisipatif. Para peserta akan ambil bagian dalam pekerjaan kelompok, bermain peran, permainan, dan diskusi. Mereka juga akan terlibat dalam penulisan kreatif, drama, dan seni. Penekanannya adalah pada pembelajaran partisipatif. Modul Perencanaan Sesi ini dirancang supaya Pelatih memiliki sumber tertulis yang memadai dan tidak kerepotan mengenai fasilitas pelatihan ketika dukungan teknologi tidak tersedia.

Apakah gaya lingkungan pembelajaran?


Terdapat ruang fisik yang tertata dengan baik dengan pengaturan tempat duduk yang memadai dan sesuai Semua materi telah tersedia Sesi berisikan materi yang sesuai Semua tugas dijelaskan dengan baik Kegiatan diberikan batasan waktu dan dijalankan dengan kecepatan yang diatur sedemikian rupa sehingga level energi tetap terjaga Pembelajaran berjalan dengan aktif Pembelajaran afektif, behavioral, dan kognitif terlaksana secara seimbang Digunakan beragam pendekatan pembelajaran Disediakan peluang untuk diskusi kelompok Semua anggota kelompok diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin pada waktuwaktu yang berbeda Keahlian apa pun yang dimiliki para peserta akan digunakan

Semua peserta didorong untuk berpatisipasi selama sesi berlangsung Semua peserta dihargai Tanggapan atas pertanyaan dan jawaban disampaikan dengan cara yang positif Disiapkan kegiatan tambahan seandainya terdapat kebutuhan materi tambahan Dilakukan revisi terus-menerus terhadap konsep dan kecakapan yang telah dipelajari sebelumnya

Pemecahan masalah yang dihadapi sehari-hari, sehingga para peserta bisa meneruskan penyampaian pembelajaran Selalu ada perasaan menikmati pembelajaran Pelatih berinteraksi dengan semua anggota kelompok Pelatih tidak menghakimi jawaban Perlu dipahami bahwa setiap kelompok peserta dalam kelas memiliki kebutuhan dan gaya pembelajaran yang berbeda-beda Prinsip-prinsip kesetaraan gender selalu dipertimbangkan terus-menerus Perencanaan ke depan selalu dipertimbangkan

4.3 Bagaimanakah Program dilaksanakan?


Kegiatan pembukaan: Kegiatan ini dilaksanakan untuk pembentukan kelompok, dan membangun minat terhadap program. Kegiatan ini juga untuk mengumpulkan pertanyaan awal dari para peserta mengenai topik yang akan diberikan. Building block: Kegiatan ini dirancang untuk menyampaikan pengetahuan dan kecakapan dasar, dan untuk mengeksplorasi sikap dan perasaan para peserta mengenai topik yang disampaikan. Building block harus menggunakan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kegiatan pertengahan: Kegiatan ini dirancang untuk membantu para peserta meninjau building block dan untuk memperkenalkan gagasan yang akan dibahas pada tahap selanjutnya dalam program ini. Pengetahuan dan kecakapan lanjutan: Dalam kegiatan ini, program diajarkan pada tingkatan yang lebih tinggi, dan ditekankan pada penyelesaian masalah sehari-hari. Penting untuk mengulas informasi dan kecakapan yang disampaikan sebelumnya. Di samping itu, perlu untuk mengeluarkan keahlian para peserta dan membantu mereka mengungkapkan perasaan mengenai apa yang mereka pelajari. Kegiatan penutupan: Kegiatan ini membantu para peserta menguji pengetahuan dan kecakapan, dan mendorong mereka untuk mengaplikasikannya ketika berhadapan dengan problem-problem baru. Harus disediakan waktu untuk penetapan tujuan dan rencana tindakan. Para peserta harus mengulas apa yang telah diajarkan, menilai apa yang telah mereka pelajari, mempertimbangkan apa yang harus dilakukan dengan pengetahuan baru, dan merayakan pencapaian mereka.

4. Bagaimanakah sesi berlangsung? 4

Alokasi waktu: Pikirkanlah, berapa menit waktu yang diperlukan untuk melaksanakan satu sesi? Dengan demikian, kecepatan pelaksanaan sesi akan bisa diatur dengan baik. Poin dan instruksi kunci: Apakah gagasan utama dalam sesi, dan apa yang benar-benar Anda harapkan dilakukan oleh para peserta? Berikanlah instruksi ringkas yang jelas.

Materi: Sumber tambahan apakah yang Anda butuhkan agar sesi berlangsung dengan lancar? Berpikirlah ke depan dan siapkan segalanya. Pengaturan fisik: Bagaimana Anda harus menata lingkungan fisik untuk melangsungkan sesi? Apakah Anda perlu menata ulang tempat duduk sebelum sesi berlangsung? Penutupan: Apa yang Anda butuhkan untuk menutup sesi? Pembelajaran apakah yang Anda harapkan dipetik oleh para peserta dari sesi tersebut?

4.5 Langkah pengajaran apakah yang disarankan?


1. Pastikan para peserta terlibat dalam proses pembelajaran sejak awal: Pada permulaan setiap sesi, kembangkanlah iklim untuk pembelajaran aktif. Doronglah interaksi antarpeserta dan minat terhadap topik sesi. Doronglah terbentuknya iklim saling menghormati dan mengharagai. Hindarilah jargon dan istilah-istilah yang tidak dikenal. Jika penggunaan istilah asing diperlukan, pastikan disertai dengan penjelasan memadai mengenai istilah tersebut. Akan sangat membantu jika disediakan pula kertas besar yang ditempel di dinding berisi definisi istilah-istilah sulit. 2. Doronglah para peserta untuk bersiaga secara mental: Sajikan informasi dan konsep yang akan memaksimalkan pemahaman dan retensi para peserta dan menstimulasi peserta untuk bersiaga secara mental dan reseptif terhadap proses pembelajaran. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memastikan ketersediaan variasi dalam setiap sesi dengan menggunakan beragam metode, misalnya permainan, bermain peran, diskusi, tes, dan lain-lain. 3. Doronglah terjadinya diskusi yang hangat: Berilah motivasi kepada para peserta untuk terlibat dan membahas topik diskusi secara mendalam sehingga pembelajaran menjadi optimal. Pastikan bahwa kerahasiaan dihargai, dan doronglah para peserta untuk mengungkapkan diri mereka dengan jujur. 4. Doronglah para peserta untuk mengajukan pertanyaan: Kembangkanlah iklim ruang kelas yang kondusif untuk mengajukan pertanyaan, sehingga peserta merasa nyaman untuk mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban. 5. Jadikanlah pembelajaran sebagai proses kolaboratif: Doronglah para peserta untuk memberikan masukan terhadap program. Doronglah mereka untuk saling belajar satu sama lain dan menghargai keragaman pandangan dengan cara membuat pembelajaran kelompok dan kegiatan mengajar berpasangan (peer teaching). Sarankan para peserta untuk mengubah pengaturan tempat duduk sehingga kelompok tidak menjadi statis. 6. Kembangkanlah kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman: Rancanglah permainan dan kegiatan semisal permainan dan bermain peran serta simulasi yang meningkatkan pembelajaran kecakapan dan nilai-nilai. Doronglah mereka semua untuk berpartisipasi. 7. Integrasikan teknologi dan media secara sensitif: Gabungkan sumber yang digunakan misalnya presentasi dengan power point sehingga sumber-sumber tersebut menjadi efisien dan selaras dalam sesi. 8. Simpulkan semua sesi sehingga para peserta menghargai pengetahuan baru: Tutuplah

sesi dengan mengulas teknik sehingga para peserta bisa merefleksikan pelajaran yang dipetik dari sesi baru, dan memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan langkahlangkah ke depan.

4.6 Apakah yang harus Anda ketahui tentang pembelajaran aktif?


Aktif partisipatif berarti bahwa para peserta mengerjakan tugas secara aktif, dan tidak hanya duduk dan mendengarkan secara pasif. Interaktif berarti bahwa para peserta saling berbicara, saling berpartisipasi dalam kegiatan, dan saling belajar satu sama lain. Berpusat pada pelajar berarti bahwa fokus bukan pada pelatih, namun pada para peserta yang merupakan pelajar.

4.7 Apakah contoh kegiatan pembelajaran aktif?


Bermain peran: Peserta bermain peran tentang situasi secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Berpikir-Berpasangan-Berbagi: Peserta merefleksikan sebuah situasi secara individu dengan menuliskan catatan singkat. Peserta berpasangan untuk berbagi pikiran mereka. Peserta melaporkannya dalam kelompok induk. Curah gagasan (Brainstorming): Peserta menyiapkan kata-kata atau frasa tentang sebuah isu, dituliskan pada papan tulis atau kertas besar yang dipajang. Tidak ada komentar atau diskusi mengenai kata-kata atau frasa-frasa yang dituliskan tersebut. Tujuan kegiatan ini hanya menuliskan segala hal. Permainan: Beragam permainan pengajaran berguna untuk menyemangati peserta dan memperkenalkan konsep. Kuis: Ini adalah cara cepat untuk menilai pengetahuan dasar peserta. Namun, hal ini jangan dianggap sebagai tes. Alangkah lebih baik bila peserta memberi skor kuis sendiri dan mencatat kebutuhan pembelajaran mereka sendiri tanpa diketahui oleh guru skorskor yang ada di dalam kelas. Latihan campuran serasi (Mix and Match): Ini merupakan cara praktis untuk menilai pemahaman akan konsep. Peserta diberi dua daftar yang dipilih secara acak dan diminta untuk melengkapi pernyataan dalam Daftar A dengan pernyataan yang tepat dari Daftar B. Kegiatan Jigsaw: Materi yang akan dipertimbangkan dibagikan kepada kelompokkelompok. Masing-masing kelompok meninjau bagian spesifik dari materi tersebut, kemudian melaporkannya sehingga semua pembelajaran disatukan seperti puzzle. Simulasi: Peserta dilibatkan dalam situasi rekaan yang menyajikan situasi sehari-hari dalam kehidupan nyata, di mana pembelajaran digunakan secara praktis. Refleksi Terpandu: Peserta diminta untuk merefleksikan pembelajaran dengan diberikan

sejumlah pertanyaan untuk dipertimbangkan.

4.8 Bagaimana Anda membangun kelompok pembelajaran yang efektif?


Buatlah kelompok-kelompok kecil. Dengan ini, komunikasi dalam kelompok akan meningkat. Buatlah kelompok-kelompok yang beraneka ragam atau homogen tergantung dari hasil yang diharapkan. Dalam kesempatan ini, akan sangat bermanfaat bila para peserta membuat kelompok pertemanan sendiri. Hal ini khususnya bermanfaat ketika materi diskusi mungkin memunculkan konfrontasi. Diskusikanlah peraturan dasar dan tanggung jawab. Pastikan kelompok melakukan pembagian posisi secara rotasi: ketua kelompok, pencatat waktu, notulen, dan lain-lain. Buatlah ekspektasi spesifik dari hasil yang diharapkan. Tulislah ekspektasi tersebut pada papan tulis atau lembar tertulis. Secara berangsur-angsur benamkan peserta ke dalam pembelajaran kelompok. Mulailah dengan memberikan tugas-tugas pendek sampai kecakapan kelompok dimiliki. Perhatikan sosialisasi yang berlebihan untuk memastikan bahwa para peserta tetap pada tugasnya. Perhatikan kualitas pekerjaan kelompok.

4.9 Saran-saran apakah yang bisa diberikan untuk membuat peraturan dasar atau protokol kelompok?
Mulailah setiap sesi tepat waktu Biarkan siapa pun yang tengah memberikan pernyataan berbicara tanpa interupsi Pastikan agar pernyataan tetap singkat dan langsung pada pokok persoalan Pastikan bahwa penghargaan dan kerahasiaan terjadi setiap saat Jagalah sensitivitas gender, ras, dan kesukuan Berilah kesempatan kepada semua orang untuk berbicara Matikan telepon seluler (milik pelatih dan peserta)

5. PROSEDUR EVALUASI

5.1 Mengapa Program dievaluasi?


Penting untuk melakukan Evaluasi dan memperoleh Umpan Balik setelah dilaksakannya Program. Evaluasi memberikan penaksiran mengenai nilai Program, sementara umpan balik mengkomunikasikan gagasan untuk pengembangan, atau menyarankan aspek dalam Program yang perlu diubah bila Program tersebut akan dilakukan kembali. Dengan Evaluasi Program, data yang diperlukan akan tersedia sehingga pengembangan Program akan terjadi secara berkelanjutan. Dengan evaluasi, pelatih akan menemukan dukungan tambahan apa saja yang dibutuhkan para peserta setelah Program selesai, dan memastikan apa yang harus diubah pada saat Program kembali di lakukan. Proses Evaluasi mengukur beragam faktor seperti: Apakah tujuan Program disebutkan dengan jelas? Apakah kegiatan pembelajaran yang bervariasi sudah memadai? Apakah pengalaman para peserta mengenai topik yang dibahas sudah dipertimbangkan? Apakah semua peserta dilibatkan dalam proses pembelajaran? Apakah Program mengikuti Time Schedule (jadwal waktu) yang diajukan? Apakah beragam topik dibahas secara komprehensif? Apakah lokasi sesuai untuk proses pembelajaran? Apakah pendanaan Program digunakan secara bijaksana? Apakah materi yang disediakan jelas dan menarik? Apakah Pelatih menggunakan pendekatan partisipatif? Apakah Program sudah dipertimbangkan keberlanjutannya di masa yang akan datang? Apakah Program cukup fleksibel dengan kebutuhan peserta?

5.2 Prosedur Khusus Evaluasi


1. Peserta diberi Kuis Pra-Program pada Sesi Pertama. 2. Peserta diberi Kuis Pasca-Program pada Sesi Dua Belas. 3. Peserta dilibatkan dalam kegiatan refleksi pada Sesi Dua Belas.

SESI-SESI

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

IKHTISAR MENGENAI PROGRAM

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Sesi Satu

Sesi Satu

IKHTISAR MENGENAI PROGRAM


depan dan tidak terburu-buru melakukan langkah-langkah yang tidak terencana.

FOKUS ISLAMI: Islam mengajarkan kepada kita untuk merencanakan masa

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan program kepada para peserta dengan cara memberikan ikhtisar mengenai topik yang akan dibahas. Sesi ini akan membantu peserta untuk menjabarkan istilah lokakarya. Sesi ini juga akan membantu peserta untuk belajar lebih banyak mengenai satu sama lain, dan menentukan agenda pembelajaran mereka sendiri.

TUJUAN:

Setelah Sesi Pertama selesai, para peserta akan bisa: Menyebutkan nama anggota kelompok mereka Menjelaskan sifat program yang terdiri dari dua belas sesi tersebut Menjelaskan istilah lokakarya

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:
Perkenalan mengenai program Berbenah Penyegar suasana (ice breaker) Penetapan tujuan Membuat protokol Ulasan mengenai sesi Berpikir, berpasangan, berbagi Menjabarkan lokakarya

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Penyegar suasana (ice breaker) Kuis Kotak impian Berpikir, berpasangan, berbagi Kerja kelompok

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Papan nama Kartu Favorit

10

Kotak Kertas kado Kuis awal Kertas tulis Kertas protokol kosong Panduan Sesi Bagan Metodologi Bagan Pertanyaan

WAKTU

KEGIATAN
Selamat datang

IKHTISAR
Sambutan pembukaan

MATERIAL
Catatan lokakarya Sesi Pertama

1.

20 menit 20 menit

Pembukaan Berbenah Fasilitator memberikan kartu nama kosong kepada setiap peserta, ditambah tiga kartu yang berisi tiga pernyataan: 1. Makanan favorit: 2. Warna favorit: 3. Kota favorit: Fasilitator meminta setiap peserta menuliskan nama jelas pada kartu nama, dan mengisi kartu kedua. Kemudian fasilitator mengumpulkan semua kartu, mengocoknya, dan menyebarkannya di meja depan. Peserta diminta berdiri di belakang ruangan. Setiap peserta diberi kartu Favorit yang dipilih secara acak dan harus menemukan si pemilik kartu dengan cara menyapa dan bercakap-cakap dengan peserta lain, dengan informasi berikut: Hai nama saya . Apakah makanan favorit Anda adalah? Jika peserta yang disapa

2.

penyegar suasana/ Ice-breaker Pembuatan kelompok

Kartu nama dengan titik berwarna di belakangnya Lembar Kuis awal

11

WAKTU

KEGIATAN
menjawab bahwa itu bukan favoritnya, peserta beralih pada orang berikutnya, sampai mereka menemukan si pemilik pernyataan. Setelah ditemukan, orang yang ditanyai akan menyebutkan namanya, dan si penanya mengambil papan nama yang sesuai dari meja depan. Setelah semua peserta memperoleh papan nama yang tepat, mintalah mereka memeriksa titik berwarna di belakang kartu tersebut dan bergabung dengan kelompok meja yang sesuai dengan warna tersebut. Peserta akan berada pada lima kelompok warna ini sampai lokakarya selesai, kecuali diubah atas pertimbangan fasilitator. Fasilitator memberi penjelasan bahwa sebelum program dimulai, peserta akan mengerjakan Kuis awal pendek. Lihat Materi Sumber1. Semua peserta diminta untuk menuliskan nama dan tanggal pengerjaan Kuis awal dan mengumpulkannya kepada fasilitator setelah selesai.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

10 menit

Fasilitator meminta setiap Penetapan tujuan peserta untuk merefleksikan apa yang diharapkan dari lokakarya ini. Setiap peserta diberi selembar kertas dan diminta untuk menuliskan satu harapan atau

12
Kertas Tulis

WAKTU

KEGIATAN
impian spesifik dari lokakarya ini, yaitu sesuatu yang ingin mereka pelajari atau capai. Harapan ini haruslah spesifik misalnya Saya ingin belajar cara menggunakan pembangkit motivasi (energizer), dan bukan Saya ingin belajar metodologi. Peserta menuliskan nama mereka di bagian bawah kertas. Mereka diminta untuk menghias kertas mereka dengan kreasi yang menarik. Setiap peserta melipat kertas tersebut dan memasukkannya ke dalam kotak yang disediakan fasilitator. Selanjutnya, fasilitator membungkus kotak tersebut dengan kertas kado dan mengikatnya dengan pita. Fasilitator menjelaskan bahwa kotak tersebut adalah hadiah yang diberikan kelompok kepada mereka sendiri, yang akan dibuka dan dibagi di akhir lokakarya. Kotak hadiah tersebut dipajang di depan ruangan. Kotak ini akan dibuka pada sesi akhir lokakarya untuk review

IKHTISAR

MATERIAL

13
10 menit

4.

Fasilitator meminta peserta memberikan saran mengenai aturan penting yang harus dibuat agar sesi berjalan lancar. Fasilitator memberi contoh: Ketika seseorang berbicara, yang lain harus diam dan mendengarkan sebagai tanda menghargai. Daftar difinalisasi

Penetapan Protokol

Lokakarya

WAKTU

KEGIATAN
Peserta menyertakan daftar tersebut ke dalam Materi Sumber 2.

IKHTISAR

MATERIAL

5.

10 menit

Fasilitator memberi peserta Panduan Sesi dan mendiskusikan rencana untuk tiga hari. Fasilitator menjelaskan, bahwa ketika metodologi baru digunakan, misalnya curah gagasan, maka akan dituliskan pada lembar pajangan. Selain itu, lembar kosong untuk pertanyaan juga akan dipajang. Lembar ini bisa digunakan pada saat jeda istirahat jika peserta mempunyai pertanyaan yang belum terjawab pada sesi sebelumnya. Peserta diminta untuk menuliskan definisi lokakarya secara individu. Fasilitator menyediakan struktur dengan pertanyaan seperti: Apakah perbedaan antara lokakarya dengan pelatihan, kuliah, atau seminar? Peserta mendiskusikan gagasan mereka secara berpasangan. Setelah berpasangan, kemudian berbagi gagasan dengan kelompok mereka. Fasilitator menjelaskan bahwa teknik ini dinamakan Berpikir, berpasangan, berbagi, dan mengulas teknik ini dalam kelompok penuh. Masing-masing kelompok menyusun satu definisi. Kelompok saling berbagi definisi tersebut.

Ulasan mengenai sesi

Penduan Sesi Bagan Metodologi Bagan Pertanyaan

6.

20 menit

Berpikir, berpasangan, berbagi Menuliskan definisi

14

FASILITATOR YANG SUKSES

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Dua

Sesi Dua:

FASILITATOR YANG SUKSES


sumber yang Tuhan ciptakan.

FOKUS ISLAM: Islam mendorong kita untuk memanfaatkan sepenuhnya segala

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan untuk menjabarkan istilah fasilitator dan untuk memastikan faktor penentu keberhasilan seorang fasilitator. Peserta akan mempertimbangkan karakteristi fasilitator yang sukses dan tugas yang diperlukan oleh seorang fasilitator yang sukses.

TUJUAN:

Setelah Sesi Kedua selesai, peserta akan bisa: Menjelaskan istilah fasilitator Memberikan ikhtisar mengenai karakteristik dari seorang fasilitator yang sukses

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:

Pembangkit motivasi (energizer) Wadah pemikir (Think tank): Karakteristik dari seorang fasilitator yang sukses Curah gagasan (Brainstorm): Tugas seorang fasilitator yang efektif Poster Bermain peran (Role Play): Apakah fasilitator yang sukses itu

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Pembangkit Motivasi (Energizer) Wadah Pemikir (Think Tank) Curah Gagasan (Brainstorm) Poster Bermain Peran (Role Play)

MATERI YANG DIPERLUKAN:


5 buah bola Kertas karton Potongan gambar fasilitator

15

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator memberi satu bola untuk masing-masing kelompok dan meminta mereka berdiri melingkar jauh dari meja. Orang yang memegang bola memulai dengan menyebutkan namanya dan melemparkan bola tersebut kepada rekannya dalam kelompok. Orang kedua harus menyebutkan namanya dan kemudian menyebutkan nama orang pertama. Permainan ini terus berlangsung sampai semua orang saling mengenal nama masing-masing.

IKHTISAR
Pembangkit motivasi/Energizer

MATERIAL
Satu bola untuk setiap kelompok.

1.

10 menit

2.

20 menit

Fasilitator meminta setiap kelompok untuk menuliskan karakteristik fasilitator yang berhasil, misalnya mendorong. Masing-masing karakteristik haruslah merupakan sifat. Setiap kelompok diminta bergantian menyebutkan satu poin. Poin-poin tersebut tidak boleh diulang. Wadah Pemikir terus berlangsung sampai semua kelompok menyelesaikan daftar masingmasing.

Wadah Pemikir

Papan Tulis

16
3. 30 menit

Peserta diminta untuk mengacu kepada Materi Sumber 3. Fasilitator menjelaskan bahwa karena sekarang kelompok-kelompok telah memiliki pemahaman Curah gagasan Membuat poster Papan tulis Gambar Pak A, B, C dan Ibu A, B, C.

WAKTU

KEGIATAN
mengenai karakteristik dari seorang fasilitator yang sukses, maka penting untuk mempertimbangkan tugas apakah yang harus dijalankan oleh seorang fasilitator yang sukses. Fasilitator menjelaskan aturan curah gagasan dan menuliskan judul: Tugas seorang fasilitator yang sukses pada papan tulis. Pastikan semua orang dalam kelompok berpartisipasi dalam kegiatan curah gagasan. Masing-masing kelompok ditunjukkan gambar besar dari Pak A , Pak B , Pak C dan Ibu A, Ibu B dan Ibu C di meja di depan ruangan. Fasilitator menjelaskan bahwa Pak A, B, C dan Ibu A, B dan C, adalah fasilitator yang sangat sukses. Masing-masing kelompok harus membuat poster dengan menggunakan fasilitator pililhan mereka sebagai fokus utama. Poster tersebut harus menyertakan ikhtisar untuk mengajarkan kepada yang lain sehubungan dengan karakteristik fasilitator yang sangat efektif. Kelompok bisa memilih sejumlah fasilitator untuk digunakan dan dengan memperhatikan keseimbangan gender. Setelah ini, kemudian akan terjadi diskusi bahwa baik perempuan dan laki-laki bisa menjadi fasilitator yang sukses dan alasan mengapa tiga adalah jumlah yang optimal.

IKHTISAR

MATERIAL

17

TIME

ACTIVITY
Kelompok bisa milihat materi pada Daftar Sumber 3, 4, 5 dan 6. Kelompok memajang poster mereka dan mengulas poin-poin yang relevan.

OVERVIEW

MATERIAL

4.

30 menit

Semua peserta diberi kartu. Tiga kartu bertuliskan Pewawancara. Tiga kartu lainnya bertuliskan Calon. Fasilitator menjelaskan bahwa sebuah organisasi setempat bermaksud menyelenggarakan lokakarya tentang cara memperindah desa mereka. Mereka membuka lowongan fasilitator untuk lokakarya tersebut. Anda ingin melamar. Calon diminta menyiapkan diri untuk wawancara. Calon harus meyakinkan pewawancara bahwa mereka memiliki semua kecakapan yang diperlukan untuk menjadi fasilitator yang hebat. Peawancara harus mengajukan pertanyaan yang tepat untuk memeriksanya. Peserta diberi waktu sepuluh menit untuk mempersiapkan apa yang akan mereka sampaikan, dan bisa melihat Daftar Sumber 5 & 6. Tiga orang calon dipilih dan diwawancarai bergantian. Kelompok memilih mana yang merupakan calon yang sukses.

Bermain peran

18

PRA-PERENCANAAN LOKAKARYA

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Tiga

Sesi Tiga:

PRA-PERENCANAAN LOKAKARYA
terbaik dalam segala hal yang kita kerjakan, karena pekerjaan yang kita lakukan menyumbang manfaat kepada sesama manusia.

FOKUS ISLAM: Islam mengajarkan kepada kita untuk melakukan yang

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan agar peserta mempelajari cara membuat perencanaan yang efektif sebelum penyelenggaraan lokakarya melalui analisis kebutuhan, fasilitasi tim, penyewaan lokasi yang sesuai, dan tata ruang lokakarya yang dirancang dengan baik.

TUJUAN:
Setelah selesai Sesi Ketiga, peserta akan bisa: Menjelaskan analisis kebutuhan awal apakah yang harus dilakukan Membandingkan berbagai bentuk tata ruang lokakarya Menentukan jumlah optimal fasilitator untuk sebuah lokakarya Mendiskusikan cara menyewa lokasi yang sesuai

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

Pembangkit motivasi (Energizer) Curah gagasan (Brainstorm) Survey mengenai Kebutuhan Garis kehidupan (Lifeline) Tata ruang lokakarya Diskusi kelompok mengenai jumlah fasilitator yang dibutuhkan untuk melangsungkan lokakarya dengan sukses

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Pembangkit motivasi (Energizer) Curah gagasan (Brainstorm) Survei Permainan garis kehidupan (Lifeline) Membuat bagan Diskusi bergiliran (pass it on)

MATERI YANG DIBUTUHKAN:

19

Kertas flipchart untuk setiap peserta Spidol Kertas berwarna

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator meminta peserta berpindah ke tempat kosong di belakang ruangan bersama kelompoknya semula. Fasilitator menyebut satu bentuk bangun, misalnya segitiga, dan masing-masing kelompok membentuk bangun tersebut. Peserta harus kreatif membentuknya. Kelompok yang pertama kali berhasil membentuk bangun tersebut memperoleh skor. Kompetisi terus berlangsung sampai diperoleh kelompok pemenang.

IKHTISAR
Energizeri: Bentuk

MATERIAL
Daftar bentuk: lingkaran, kotak, oval, segitiga, jajaran genjang, bujur sangkar.

1.

10 menit

2.

45 menit

Fasilitator mengingatkan peserta, Curah gagasan penting untuk mengetahui Survei sebanyak mungkin informasi Permainan garis mengenai peserta lain sebelum kehidupan (lifeline) berlangsungnya lokakarya. Peserta melakukan curah gagasan mengenai informasi yang mungkin bermanfaat, misalnya usia, wilayah geografi, profesi, gender, kebutuhan kultural/keagamaan, kebutuhan sebagai orangtua, kebutuhan mengenai pendukung pembelajaran, pekerjaan, dan kebutuhan pembelajaran. Fasilitator berdiskusi dengan kelompok bahwa informasi tersebut bisa diperoleh melalui CV, survei, wawancara, diskusi, dan lain-lain.

Kertas Flipchart untuk tiap peserta Spidol

20

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator meminta setiap peserta untuk melakukan survei: Materi Sumber 7 dan menyerahkannya kepada fasilitator. Fasilitator mendiskusikan bahwa informasi tersebut bermanfaat untuk menentukan kebutuhan peserta. Fasilitator menjelaskan bahwa peserta akan melakukan kegiatan individu yang dinamakan Lifeline, dengan maksud untuk mengetahui keunikan masing-masing individu. Setiap peserta membuat garis pada sisi terpanjang kertas. Di ujung kiri, mereka menuliskan Kelahiran dan di ujung kanan Saat ini. Peserta mencatat kejadiankejadian penting dalam kehidupan mereka (personal, profesional, atau sekadar fakta-fakta menarik). Setelah selesai, peserta saling bertukar gambar mereka.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

20 menit

Fasilitator mengingatkan para peserta bahwa mendesain ruang lokakarya sangat penting agar lokakarya berfungsi secara efektif. Fasilitator memberi kertas berwarna ukuran A4 kepada setiap kelompok. Tugasnya adalah mendesain beberapa tata ruang untuk 40 orang peserta lokakarya. Masing-masing lembar digunakan untuk merancang satu desain. Fasilitator mencontohkan

Desain tata letak

Kertas berwarna

21

WAKTU

KEGIATAN
tata ruang lokakarya yang saat ini digunakan dan menjelaskan bahwa tata ruang tersebut sesuai untuk menampung 40 orang. Fasilitator mengingatkan peserta bahwa tata ruang tersebut harus mendukung pelaksanaan permainan, dan lainlain. Setelah rancangan selesai, setiap kelompok menempelkannya pada dinding yang ditentukan. Setelah semua kelompok menggambar segala kemungkinan, format kemudian dibagikan, dan kelompok yang mendesain tata ruang paling efektif terbanyak akan mendapat hadiah kecil.

IKHTISAR

MATERIAL

4.

15 menit

Fasilitator menyatakan pentingnya Diskusi bergiliran perencanaan mengenai fasilitator yang akan terlibat dengan mempertimbangkan pemerataan gender, dan juga menyebutkan kebutuhan staf tambahan seperti pencatat, asisten keuangan, dan lain-lain. Fasilitator menjelaskan bahwa kelompok akan dimintai pendapat tentang jumlah yang paling efektif, dan mengapa hal itu harus dilakukan melalui diskusi kelompok penuh. Pada diskusi ini, teknik bergiliran (pass it on) digunakan. Siapa yang ingin berbicara harus mengangkat tangannya. Setelah peserta pertama yang ditunjuk fasilitator selesai berbicara, dia akan memanggil peserta lain yang mengangkat tangannya, dan seterusnya.

22

ESENSI LOKAKARYA

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Sesi Empat

Sesi Empat:

ESENSI LOKAKARYA
menyebarkannya kepada orang banyak.

FOKUS ISLAM: Islam mendorong kita untuk memperoleh pengetahuan dan

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan untuk mendorong pemahaman mengenai perlunya mengatur kecepatan gerak dan waktu lokakarya secara efektif, merancang pra dan pasca survei dengan efektif, mengatur kecukupan sumber, dan merencanakan kegiatan refleksi dan ulasan secara efektif.

TUJUAN:
Setelah Sesi Keempat selesai, peserta akan bisa: Merancang pra/pasca uji Menyiapkan Survei Evaluasi Menjelaskan cara untuk menyeimbangkan waktu dalam sebuah lokakarya Merencanakan daftar sumber yang efektif Merancang kegiatan refleksi

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:

Pembangkit motivasi yang berfokus pada komunikasi Latihan Mencocokkan (Mix and Match): Pemborosan waktu/ Alternatif Lembar isian evaluasi Pembuatan kuis awal Kompilasi daftar sumber Kegiatan refleksi: Menulis surat

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Pembangkit motivasi (Energizer) Latihan Mencocokkan (Mix and Match) Ulasan Rancangan tes Rancangan daftar sumber Penulisan surat

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Kertas persegi Kertas catatan

23

Jawaban untuk Mix and Match:


1.C 2.E 3.A 4.G 5.B 6.H 7.D 8.F

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL
Kertas persegi untuk setiap peserta

1.

10 menit

Fasilitator memberi tiap peserta Energizer: melipat kertas persegi dan menjelaskan kertas bahwa mereka akan melakukan permainan yang menekankan pentingnya kecakapan komunikasi. Fasilitator mengingatkan peserta bahwa pada saat memfasilitasi lokakarya, kecakapan berbicara dan mendengarkan sama-sama sangat penting. Peserta diminta menutup mata dan tidak mengintip. Fasilitator memberikan instruksi berikut: 1. Lipatlah kertas menjadi setengah bagian. 2. Sobeklah kertas di bagian sudut kanan atas. 3. Lipat kembali menjadi setengan bagian dan sobek sudut kanan atas kertas. 4. Lipat kembali kertas menjadi setengah dan sobek sudut kanan bawah kertas. Peserta diminta untuk membuka mata dan menunjukkan kertas mereka. Semua kertas seharusnya berbentuk sama, tetapi tentu saja tidak demikian yang terjadi. Diskusikan mengapa seperti itu. Fasilitator menjelaskan pentingnya menjaga kecepatan gerak lokakarya dan tidak Latihan Mencocokkan

24
2. 10 menit

WAKTU

KEGIATAN
membuang waktu. Fasilitator menekankan perlunya mengikuti alokasi waktu untuk setiap sesi dan khususnya menjaga alokasi waktu jeda istirahat. Sangat tidak dibolehkan untuk meminta peserta mempercepat waktu jeda istirahat karena fasilitator kehabisan waktu pada saat sesi. Fasilitator meminta setiap peserta untuk menyelesaikan latihan Mencocokkan pada Materi Sumber 8. Kelompok membandingkan jawaban.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

10 menit

Fasilitator mendiskusikan pentingnya aktivitas yang menyediakan umpan balik dan ulasan. Peserta diminta untuk mengacu pada Materi Sumber 9. Fasilitator menjelaskan bahwa ini akan digunakan pada saat berakhirnya lokakarya, namun kuesioner standar saja yang bisa disesuaikan untuk program lokakarya lain.

Menuliskan Evaluasi Lokakarya

4.

25 menit

Peserta juga diingatkan mengenai Membuat kuis Kuis awal yang dilakukan pada Sesi Pertama, dan kegiatan ini merupakan peninjauan kembali dan pengulasan. Fasilitator menjelaskan bahwa kuis yang sama digunakan pada pasca kuis, sehingga data terkait perubahan akan bisa dikumpulkan secara efektif. Fasilitator meminta peserta untuk

25

WAKTU

KEGIATAN
berlatih menuliskan pra kuis. Fasilitator menginformasikan kepada peserta bahwa mereka menuliskan lokakarya tentang Pariwisata di Indonesia. Lokakarya ini akan disampaikan kepada sekelompok wisatawan asing pada awal tur mereka di Indonesia yang akan berlangsung selama enam minggu. Di dalam kelompok, peserta diminta untuk membuat lima pertanyaan pilihan ganda yang sesuai mengenai topik ini untuk diberikan kepada peserta pada Sesi Pertama. Kelompok saling mengajukan pertanyaan bergiliran searah jarum jam sehingga masingmasing kelompok akan menjawab pertanyaan yang berbeda.

IKHTISAR

MATERIAL

5.

15 menit

Fasilitator menjelaskan pentingnya memastikan bahwa sumber yang dibutuhkan dalam lokakarya siap digunakan. Di dalam kelompok, peserta diminta untuk mengumpulkan daftar sumber yang akan diperlukan pada Hari Pertama lokakarya. Peserta didorong untuk melihat catatan lokakarya dan mengulas apa yang tersedia pada tabel dan pada bagan di dinding, dan lain-lain.

Mengumpulkan Daftar Sumber

26
6. 15 menit

Kelompok membandingkan daftar. Fasilitator menyatakan bahwa berhubung hari pertama sudah

WAKTU

KEGIATAN
akan berakhir, peserta akan melakukan latihan refleksi pendek. Fasilitator mengatakan bahwa latihan refleksi akan membantu peserta menilai apa yang sudah dipelajari dan tujuan apa yang akan difokuskan ke depan. Masing-masing kelompok diberi selembar catatan. Peserta diberi tahu bahwa satu peserta tambahan harus mengundurkan penerbangannya karena pesawatnya mengalami gangguan mesin. Dengan demikian, dia telah absen pada hari pertama. Dia meminta masing-masing kelompok menulis surat atau memo kepadanya yang berisi lima informasi penting yang telah diperlajari para peserta pada Hari Pertama, sehingga dia bisa mengulas materi yang tak bisa diikutinya tersebut nanti malam. Kelompok membuat surat.

IKHTISAR

MATERIAL

27

TEKNIK BERCERITA

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Lima

Sesi Lima:

TEKNIK BERCERITA
alam semesta.

FOKUS ISLAM: Islam mengimbau manusia mempelajari dan mengeksplorasi

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan agar peserta memperoleh kecakapan dalam menggunakan dan mengembangkan permainan dan teknik bercerita.

TUJUAN:

Setalah Sesi Kelima selesai, peserta akan bisa: Menuliskan Latihan Benar/Salah Bercerita untuk menggambarkan sesuatu Membuat TTS tematik

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:
Latihan Benar/Salah Fasilitator bercerita Peserta membuat cerita Peserta membuat TTS

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Latihan tertulis Benar/Salah Teknik Bercerita TTS

MATERI YANG DIPERLUKAN:


Guci besar Secangkir kopi Bola golf Kerikil Pasir

Peluit Stopwatch Alfabet TTS

Jawaban Latihan Benar/Salah 1. S 2.B 3. S 4. S 5. B 6.S

7.B

8.S

9.S

10.B

28

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator menjelaskan bahwa pada sesi ini peserta akan menggunakan beragam metodologi untuk membantu mereka memahami kebutuhan dalam proses-proses yang berbeda. Fasilitator menjelaskan bahwa selalu perlu menyeimbangkan kegiatan tertulis dan lisan sehingga motivasi peserta tetap terjaga. Peserta diminta untuk memikirkan proses pembelajaran yang telah didiskusikan pada lokakarya, dan diminta mengisi Kuis Benar/Salah pada Materi Sumber 10.

IKHTISAR
Latihan Benar/ Salah

MATERIAL

1.

10 menit

2.

35 menit

Fasilitator menjelaskan bahwa sekarang peserta akan mempertimbangkan bagaimana meleburkan kegiatan bercerita ke dalam lokakarya, baik melalui cerita yang disampaikan oleh fasilitator untuk menekankan aspek khusus dari lokakarya ini, atau melalui cerita yang muncul dari peserta sendiri. Secara lisan fasilitator menceritakan kisah yang terdapat dalam Materi Sumber 11. Fasilitator meminta kelompok memilih tiga kata, misalnya topi, makan, hujan. Kata-kata tersebut dituliskan pada papan tulis. Semua pasangan akan

Teknik bercerita

Secangkir kopi Guci besar Bola golf Kerikil Pasir Peluit Stopwatch atau Pencatat waktu (Timer)

29

WAKTU

KEGIATAN
menggunakan kata-kata tersebut pada saat latihan bercerita. Peserta berpasangan. Fasilitator membagikan guntingan kertas dengan dua warna yang berbeda sehingga tiap peserta memilih merah atau biru. Merah akan mulai bercerita tentang sesuatu yang di dalamnya terdapat ketiga kata yang telah dipilih. Merah akan diberi waktu 30 detik. Pada detik ke-30 fasilitator membunyikan peluit. Biru harus mendengarkan cerita dengan saksama karena ketika peluit berbunyi, Biru akan melanjutkan cerita tersebut. Setiap kali peluit berbunyi, pasangan akan bergantian bercerita. Latihan ini akan berlangsung sekitar tiga menit. Ketiga kata hanya boleh digunakan oleh pencerita pertama, dan cerita bisa dikembangkan dari sana. Apabila di dalam ruangan terdapat jumlah peserta ganjil, satu orang bisa menjadi peniup peluit.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

45 menit

Fasilitator memberikan satu set TTS alfabet dan TTS kosong. Fasilitator memperlihatkan serangkaian instruksi yang harus diikuti oleh kelompok dan mendiskusikannya. 1.Setiap

30
Satu set alfabet TTS kosong

WAKTU

KEGIATAN
kelompok harus membuat TTS. 2.Semua kata pada TTS harus berhubungan dengan pembelajaran dari lokakarya misalnya fasilitator, permainan. 3. Kelompok akan diberi waktu 30 menit untuk mengisi TTS. 4. Kelompok harus memasukkan kata-kata terlebih dulu ke dalam TTS, baru menuliskan petunjuknya. 5. Semua kotak yang tidak digunakan harus diwarnai dan huruf-huruf dimasukkan begitu TTS selesai dibuat. Setelah 30 menit setiap kelompok menyerahkan petunjuk TTS searah jarum jam dan kelompok yang menerima mencoba mengisi TTS tersebut. Kelompok yang paling banyak mengisikan kata-kata tepat (setiap kata-kata sesuai dengan petunjuk) diberi hadiah.

IKHTISAR

MATERIAL

31

BERMAIN PERAN

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Enam

Sesi Enam:

BERMAIN PERAN
kecil), maka ia akan melihatnya. Dan barangsiapa melakukan kejahatan seberat atom (atau semut kecil), maka ia akan melihatnya. (QS.99: 7-8).

FOKUS ISLAM: Barangsiapa melakukan kebaikan seberat atom (atau semut

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan agar peserta memiliki pemahaman mengenai penggunaan simbol untuk memfasilitasi pembelajaran dan memberikan pemahaman mengenai kegiatan bermain peran dan wawancara.

TUJUAN:

Setelah Sesi Keenam Selesai, peserta akan mampu: Menjabarkan kegiatan bermain peran Menafsirkan kompas sebagai simbol pembelajaran Menjelaskan cara melakukan wawancara tingkat mahir

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:

Triathlon gaya bebas Pembelajaran dengan Kompas Ikhtisar dari fasilitator Membuat doodle (sketsa/coretan) Bermain peran Wawancara Bagan Wow

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Pembangkit motivasi Ikhtisar dari fasilitator Pembelajaran simbolis Gambar Bermain peran Wawancara Refleksi

32

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Peluit Kompas Kartu pos (satu kartu pos untuk satu pasangan) Memo tempel Papan doodle kosong Bagan WOW

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator meminta peserta berpindah ke bagian belakang ruangan dengan tetap pada kelompok. Fasilitator menjelaskan bahwa peserta akan melakukan kegiatan Triathlon gaya bebas. Perlombaan pertama pada triathlon adalah melompat di udara sebanyak lima kali. Perlombaan kedua adalah berjalan mundur sejauh lima langkah. Perlombaan ketiga adalah bertepuk tangan sebanyak lima kali. Fasilitator meminta peserta melatih masing-masing perlombaan. Fasilitator membunyikan peluit. Setiap orang dalam kelompoknya harus bergiliran melakukan ketiga aktivitas tersebut sebelum orang kedua diperbolehkan memulai. Kelompok yang pertama kali menyelesaikan semua perlombaan memenangkan hadiah. (Pastikan semua kelompok beranggotakan jumlah yang sama).

IKHTISAR
Energizer

MATERIAL
Peluit

1.

15 menit

33

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL
Memo tempel Papan doodle kosong

2.

50 menit

Fasilitator menunjukkan kompas Kompas Pembelakecil yang dipegangnya kepada jaran semua peserta. Kartu Pos Doodle (sketsa/ Fasilitator tersebut meminta coretan) seorang sukarelawan untuk menggambar kompas besar pada Bermain Peran papan tulis dan menandai arah Utara, Selatan, Timur, Barat.

Fasilitator menjelaskan bahwa peserta akan menggunakan kompas ini untuk lebih memahami proses pembelajaran. Fasilitator menjelaskan bahwa dia akan menambahkan desain lain pada kompas tersebut. Utara menjadi diri sendiri, timur menjadi orang lain, selatan menjadi informasi, dan barat menjadi tindakan. Fasilitator menjelaskan bahwa ketika dia berjalan ke arah utara kita memutuskan informasi dan kecakapan apa yang ingin kita pelajari dan mengapa dan apa yang sudah kita ketahui tentang topik tersebut. Fasilitator menjelaskan bahwa ketika kita berjalan ke arah timur hal ini berarti mencari tahu apa yang orang lain ketahui tentang topik tersebut. Orang lain yang dimaksud bisa keluarga, teman, rekan kerja, anggota kelompok pada lokakarya, guru, fasilitator, dan lain-lain. Peserta menautkan apa yang diketahuinya dengan apa yang diketahui orang lain mengenai topik tersebut. Fasilitator menjelaskan bahwa selatan mewakili informasi. Di

34

WAKTU

KEGIATAN
sini peserta mulai menambahkan informasi baru pada apa yang telah diketahuinya. Dia bisa mengumpulkan informasi tersebut dengan mengikuti kursus, belajar, membaca, menjelajah internet, dan lain-lain. Fasilitator menjelaskan bahwa barat mewakili tindakan. Di sini peserta memasukkan informasi baru yang akan digunakan dengan mempraktikkan kecakapan baru atau melakukan sesuatu yang nyata dengan apa yang sedang dan tengah dipelajari. Fasilitator menjelaskan bahwa pembelajaran nyata adalah sebuah perjalanan yang melibatkan empat langkah berikut, yakni memutuskan apa yang ingin kita ketahui, mencari tahu apa yang diketahui orang lain, mengumpulkan informasi, dan melakukan tindakan. Terkadang kita melakukannya dengan urutan yang tidak persis sama. Fasilitator mengatakan bahwa peserta sekarang akan bersamasama mempertimbangkan sebuah topik yang penting untuk pemahaman mereka sendiri mengenai fasilitasi yang sukses dan secara sistematis menggunakan metapora titik arah kompas. Tantangan: Anda diminta mendesain kegiatan bermain peran yang akan melibatkan tiga peserta dalam latihan kreatif.

IKHTISAR

MATERIAL

35

WAKTU

KEGIATAN
Langkah Pertama: Eksplorasi diri. Fasilitator meminta anggota kelompok memilih satu angka dari lima kertas yang dilipat, misalnya tiga. Kemudian fasilitator bertanya kepada masing-masing anggota tersebut untuk menuliskan tiga hal yang ingin diketahuinya tentang cara melakukan permainan peran. Langkah kedua: Ekplorasi pengetahuan orang lain. Fasilitator mengocok setumpuk kartu pos. Masing-masing kartu pos sudah digunting menjadi dua. Jumlah potongan kartu pos tersebut mengikuti jumlah peserta. Fasilitator meminta setiap peserta untuk memilih potongan kartu pos tersebut kemudian berbaur dan mencari orang lain yang memegang potongan lain dari kartu pos tersebut. Potongan kartu pos tersebut harus benar-benar bisa dipasangkan. Sebelum kartu pos tersebut digunting menjadi dua, kartu tersebut telah ditulisi sesuatu misalnya siapa yang boleh ambil bagian dalam permainan peran? Setiap pasangan mendiskusikan jawabannya. Fasilitator meminta satu pasangan membicarakan kartu pos mereka dan jawabannya. Fasilitator kemudian memberi peserta ikhtisar tentang kegiatan bermain peran untuk memberi mereka informasi baru.

IKHTISAR

MATERIAL

36

WAKTU

KEGIATAN
Langkah Ketiga: Langkah ini difokuskan pada perolehan pengetahuan baru. Setiap peserta diberi memo tempel dan diminta untuk membuat doodle (sketsa/coretan). Doodle tersebut harus mewakili fakta bahwa si peserta telah mempelajari kegiatan bermain peran. Doodle bisa berupa gambar sederhana atau diagram, atau apa saja yang merepresentasikan fakta secara visual. Fasilitator membuat contoh doodle dengan menggambar representasi cara bermain peran dengan menggunakan lingkaran. Peserta menempelkan memo berisi doodle pada papan doodle. Langkah Keempat: Mengaplikasikan pengetahuan ke dalam tindakan. Fasilitator mengatakan bahwa kelompok akan melakukan kegiatan bermain peran dan meminta tiga orang sukarelawan untuk maju ke depan. Fasilitator kemudian menjelaskan bahwa ketiga peserta tersebut sebenarnya berasal dari luar angkasa dan sedang berkunjung ke bumi untuk pertama kalinya. Kelompok menamai ulang setiap peserta. Ketiga makhluk luar angkasa telah memasuki ruang lokakarya, lalu muncul tiga benda asing yang akan mereka jelaskan artinya (Tentu saja artinya bukan yang standar di Bumi). Kelompok boleh memilih benda, misalnya

IKHTISAR

MATERIAL

37

WAKTU

KEGIATAN
papan stempel, ponsel, atau penggaris. Ketiga sukarelawan bermain peran dan mendiskusikan temuan benda asing tersebut.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

20 menit

Fasilitator mendiskusikan penggunaan wawancara dengan peserta. Wawancara bisa berbentuk permainan peran jika Anda tidak memerlukan jawaban faktual lengkap, tapi wawancara juga bisa digunakan untuk memperoleh informasi ahli. Dibanding dengan mengundang seorang pembicara tamu untuk berbicara mengenai topik yang relevan, alangkah baiknya si pembicara tamu tersebut diwawancarai oleh peserta. Dengan ini, si pembicara akan berfokus pada pertanyaan yang benar-benar menarik minat peserta. Fasilitator menyatakan bahwa hari ini dia akan menjadi pembicara tamu. Topik yang diangkatnya adalah cara menjalankan lokakarya yang berhasil. Peserta diberi waktu dua menit dalam kelompok untuk memutuskan pertanyaan yang ingin mereka ajukan kepada si pembicara mengenai latar belakangnya sebagai seorang fasilitator dan pengetahuannya tentang fasilitasi. Setiap kelompok mengajukan satu pertanyaan yang akan dijawab oleh fasilitator secara bergiliran.

Wawancara

38

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL
Memo tempel

4.

5 menit

Fasilitator mengingatkan peserta Bagan WOW bahwa kegiatan ini adalah penanda bahwa lokakarya tiga hari telah berlangsung setengah jalan. Fasilitator meminta setiap peserta menuliskan hal terpenting yang telah mereka pelajari sejauh ini pada memo tempel dan menempelkannya pada Bagan WOW ketika mereka akan makan siang.

39

STUDI KASUS

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Sesi Tujuh

Sesi Tujuh:

STUDI KASUS
dan selaras.

FOKUS ISLAM: Islam mengajarkan kita untuk menjalani hidup secara teratur

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan penggunaan studi kasus kepada peserta.

TUJUAN:

Setelah Sesi Ketujuh selesai, peserta akan bisa: Menjelaskan penggunaan studi kasus Menulis studi kasus yang sesuai

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:

Pembangkit motivasi (Energizer) Mendefinisikan studi kasus Melakukan studi kasus Permainan Acting Out (Bermain Peran) Mengedarkan Bingkisan

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Permainan Aktif Studi Kasus Dramatisasi Tinjauan

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Bola/bean bag Stop watch Kartu dengan pokok persoalan tertentu untuk bermain peran Sebuah paket yang terbungkus dengan pertanyaan yang sesuai dengan pelatihan di setiap lapisnya.

40

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL
Bola kecil / bean bag stop watch

1.

10 menit

Bola Cepat: Kelompok Energizer membentuk setengah lingkaran. Fasilitator menjelaskan bahwa dia akan meletakkan bola di tangan kanan dari peserta yang berada di ujung kanan setengah lingkaran tersebut. Bola harus diedarkan dari tangan kanan orang tersebut ke tangan kanan dari orang terakhir di setengah lingkaran itu. Bola harus melewati kedua tangan semua peserta secepat mungkin. Fasilitator menjelaskan bahwa stop watch akan dipergunakan. Latihan ini dapat diulang jika kelompok dapat melakukannya dalam waktu yang lebih cepat.

2.

50 menit

Fasilitator menjelaskan bahwa Definisi dalam sesi ini peserta akan mengingat nilai guna studi kasus. Peserta diminta untuk membuka Materi Sumber 12: Studi Kasus. Masing-masing peserta diminta untuk membaca materi ini. Peserta secara berkelompok diminta untuk mengemukakan definisi studi kasus. Kelompok membandingkan definisi-definisi tersebut.

41

Peserta diminta untuk membaca Materi Sumber 13. Masing-masing kelompok diminta untuk memikirkan studi kasus tersebut dan mengemukakan solusi.

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL
Kartu yang masing-masing ditandai: Bermain Peran, kuis, latihan mix and match, latihan Benar/ Salah, pemecahan masalah, energizer, kerja kelompok, teknik bercerita, think/pair/share, penetapan tujuan, curah gagasan, refleksi

3.

20 menit

Fasilitator menjelaskan bahwa Acting out / cara lain untuk mendorong Bermain peran pembelajaran sebuah topik adalah melalui kegiatan drama. Fasilitator meminta seorang sukarelawan dari masing-masing kelompok untuk maju ke depan. Para sukarelawan ini akan menjadi Aktor. Fasilitator mempunyai sekotak kartu. Aktor pertama menggambar pada sebuah kartu dan harus memperagakannya tanpa berbicara tentang apa yang tertera di kartu, missal curah gagasan. Masing-masing kelompok menebak secara diamdiam dan menuliskan jawaban mereka. Fasilitator meminta kelompok untuk menunjukkan jawaban mereka dan memberian satu poin untuk jawaban yang benar. Aktor berikutnya memperoleh giliran untuk menggambar pada kartu dan permainan berlanjut. Kelompok dengan poin terbanyak akan memperoleh hadiah.

4.

10 menit

Fasilitator menjelaskan bahwa ada beberapa cara lain di mana materi dapat direvisi oleh kelompok. Fasilitator meminta peserta membentuk sebuah lingkaran besar. Fasilitator memberitahu bahwa musik akan dimainkan. Sebuah

42

Sebuah bingkisan yang dikemas dengan pertanyaan di setiap lapisan pembungkusnya.

WAKTU

KEGIATAN
bingkisan akan diedarkan sepanjang lingkaran tersebut. Ketika musik berhenti, peserta yang sedang memegang bingkisan tersebut akan merobek satu lapis dengan tangannya dan menjawab apa pun pernyataan yang muncul, misal kegiatan apa yang dilakukan ketika kelompok terlihat lelah dan perlu lebih aktif: Energizer. Bingkisan terus diedarkan hingga hadiah terakhir dibuka oleh peserta terakhir.

IKHTISAR

MATERIAL

43

PEMECAHAN MASALAH

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Sesi Delapan

Sesi Delapan:

PEMECAHAN MASALAH
pembelajaran dan pengembangan keterampilan.

FOKUS ISLAM: Islam mendorong kita untuk terlibat dalam berbagai macam

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana pemecahan masalah yang efektif. Peserta akan diberikan proses pemecahan masalah tahap demi tahap dan mencoba proses tersebut selama sesi ini.

TUJUAN:

Setelah Sesi Kedelapan selesai, peserta akan mampu: Mendefinisikan pemecahan masalah Mendaftar langkah-langkah pemecahan masalah Mendemonstrasikan langkah-langkah pemecahan masalah Merangkum pendapat-pendapat tentang proses fasilitasi efektif

LANGKA-LANGKAH KEGIATAN:

Ikhtisar umum mengenai pemecahan masalah Teknik Bercerita yang melibatkan pemecahan masalah Langkah-langkah pemecahan masalah Pemecahan masalah kelompok Energizer individu Tinjauan melalui kutipan

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Pemecahan masalah Tampilan kutipan

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


50 kutipan individu Salinan semua 50 kutipan untuk masing-masing kelompok

44

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator menjelaskan bahwa sepanjang hidup kita, kita terus-menerus dihadapkan pada masalah yang perlu kita pecahkan. Masalah-masalah ini mungkin berkaitan dengan pribadi, keluarga, masyarakat atau pekerjaan. Namun demikian, semua permasalahan dapat dihadapi dengan cara yang sama, jika kita mempunyai pendekatan langkah demi langkah untuk memecahkannya. Pelatih memberikan contoh tentang situasi keluarga yang memerlukan pemecahan masalah dan memberikan penjelasan mengenai bagaimana permasalahan ini dipecahkan. Kemudian pelatih menuliskan langkah-langkah pemecahan masalah di papan tulis dan selanjutnya mengusut kembali permasalahan keluarga tersebut untuk mendiskusikan tentang bagaimana langkah-langkah ini dilakukan. Fasilitator menjelaskan bahwa untuk memahami proses ini masing-masing kelompok akan diberi sebuah permasalahan dan akan bekerjasama melalui langkah-langkah ini untuk memecahkan masalah dalam kelompok mereka. Fasilitator mengingatkan peserta bahwa peraturan yang sama berlaku untuk pemecahan masalah tanpa mengindahkan jenis permasalahan tersebut.

IKHTISAR
Pemecahan masalah

MATERIAL
Ikhtisar Pemecahan Masalah: 1. Mendefinisikan masalah 2. Curah gagasan tentang penyebabnya 3. Menganalisa data 4. Curah gagasan tentang solusinya 5. Mencapai kesepakatan bersama perihal solusi 6. Mengembangkan Action Plan / Rencana Tindakan

1.

35 menit

45

WAKTU

KEGIATAN
Permasalahan: Komite madrasah lokal ingin memperbaiki standard kesehatan madrasah mereka. Mereka telah meminta kelompok Anda untuk membantu. Anda sadar bahwa ada sejumlah permasalahan termasuk sanitasi yang buruk. Pecahkan masalah ini dengan menggunakan 6 langkah sebagai pedoman.

IKHTISAR

MATERIAL

2.

10 menit

Fasilitator meminta peserta untuk mengambil selembar kertas dan menggambar sebuah lingkaran, atau sebagai gantinya memberikan peserta lembaran kertas yang sudah ada gambar lingkaran. Peserta diminta untuk membagi lingkaran menjadi bagian sebanyak mungkin hanya dengan menggunakan 4 potongan. Jumlah yang benar adalah 11. Fasilitator memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil membuat bagian dengan jumlah terbanyak. Fasilitator menampilkan solusi pada papan tulis.

Energizer

3.

45 menit

Fasilitator menjelaskan bahwa karena menjelang akhir hari kedua, penting bagi peserta untuk melaksanakan latihan reflektif berkaitan dengan pemahaman mereka akan fasilitasi yang sukses. Fasilitator menjelaskan bahwa

Tinjauan Fasilitasi

46
Salinan 50 kutipan individu yang telah dilaminating

WAKTU

KEGIATAN
50 kutipan telah disebarkan di seluruh ruangan. Peserta diminta untuk membaca dalam hati sebanyak mungkin kutipan. Ketika fasilitator memberi tanda, masing-masing peserta memilih satu kutipan dan mengembalikannya ke meja kelompok. Kelompok kemudian akan mendiskusikan kutipan masingmasing anggota kelompok dan memutuskan kutipan mana yang mereka rasa paling sesuai dengan pekerjaan yang telah mereka lakukan hari itu. Setelah memutuskan kutipan mana yang disukai kelompok, kemudian mereka harus memeriksa lembar tersebut pada Pedoman Pelatihan dan mencari 4 kutipan lain yang serupa. Kelompok diingatkan bahwa tidaklah tepat hanya memilih 4 kutipan lain dari kutipan-kutipan yang ada di meja. Keempat kutipan yang dipilih harus memiliki tema yang serupa dan mereka harus mengacu pada daftar lengkap Materi Sumber. Fasilitator memberikan salinan kutipan dalam pedoman pelatihan sehingga peserta dapat memilih kutipan sebagai pilihan akhir mereka dan menempelkan pada selembar kertas. Kelompok berbagi kutipan mereka dan berdiskusi mengenai tema sentral dari kutipankutipan mereka.

IKHTISAR

MATERIAL

47

PRAKTIKUM METODOLOGI DASAR

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Sembilan

Sesi Sembilan:

PRAKTIKUM METODOLOGI DASAR


yang memperkuat masyarakat.

FOKUS ISLAM: Islam menempatkan komunikasi sebagai kekuatan penggerak

MAKSUD:

Sesi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan penyampaian lokakarya dengan fokus pada tugas-tugas sederhana seperti menetapkan protokol, menggunakan energizer dan melaksanakan bagian kecil dari satu sesi lokakarya.

TUJUAN:

Setelah Sesi Kesembilan selesai, peserta akan bisa: Menyajikan energizer Memfasilitasi pengembangan protokol Memfasilitasi sesi lokakarya

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:

Energizer: Birthday lines (Urutan Ulang Tahun) Praktikum: Protokol Praktikum: Latihan Kegiatan Satu: Modul Hidup Sehat Praktikum: Energizer

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Energizer Praktikum

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Salinan Modul Hidup Sehat

48

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL

1.

10 menit

Fasilitator meminta peserta untuk Energizer melakukan latihan berikut tanpa berbicara. Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang seimbang dan diminta untuk berbaris sesuai dengan bulan kelahiran mereka dengan peserta yang mempunyai tanggal lahir paling dekat dengan awal kalender pada awal barisan dan peserta yang tanggal lahirnya paling mendekati tanggal 31 Desember pada ujung terjauh dari barisan. Kelompok pertama yang menyelesaikan permainan ini secara akurat dan tanpa berbicara akan menjadi kelompok pemenang. Permainan ini kemudian diulangi berdasarkan jarak geografis dari tempat lokakarya.

2.

20 menit

49

Fasilitator menjelaskan bahwa Praktikum kita telah belajar melalui praktik dan bahwa Hari Ketiga dikhususkan pada pelatihan dan perencanaan. Peserta diminta untuk mengacu pada salinan modul LAPIS mengenai Hidup Sehat yang terdapat pada paket lokakarya. Fasilitator memberikan ikhtisar singkat mengenai isi dan struktur modul. Fasilitator meminta peserta untuk mengacu pada Rincian Kegiatan di Sesi Pertama. Fasilitator meminta peserta untuk membaca kegiatan pembukaan 10 menit. Kegiatan

Modul Hidup Sehat

WAKTU

KEGIATAN
ini sama dengan energizer yang digunakan pada langkah pertama dari sesi ini. Fasilitator berdiskusi dengan peserta tentang bagaimana langkah-langkah yang tercantum dalam Modul Hidup Sehat tersebut dapat membuat energizer ini mudah dipergunakan. Fasilitator meminta peserta untuk membaca Langkah Kedua dari Sesi Pertama pada modul Hidup Sehat dan kemudian mengacu pada Sesi Pertama, Langkah Keempat dari Program yang sedang berlangsung. Dalam kedua sesi tersebut, langkah-langkah ini fokus pada penetapan protokol. Fasilitator meminta peserta untuk mempraktikkan langkah ini dalam kelompok mereka. Tiga peserta dalam masing-masing kelompok harus berperan sebagai fasilitator. Anggota kelompok yang lain harus berperan sebagai peserta. Setelah satu latihan, kelompok harus bertukar peran sehingga semua mendapat giliran sebagai fasilitator.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

40 menit

Fasilitator meminta peserta untuk Praktikum mengacu pada Sesi Kedua dalam Modul Hidup Sehat. Masing-masing kelompok peserta akan mempraktikkan Langkah Pertama yang berfokus pada karakteristik pustakawan yang efektif. Lagi-lagi, tiga orang akan berperan sebagai fasilitator dan tiga orang sebagai peserta. Setelah satu percobaan, para

50

WAKTU

KEGIATAN
anggota kelompok berganti peran sehingga masing-masing memperoleh pengalaman fasilitasi. Satu kelompok menyajikan untuk keseluruhan kelas. Peserta yang lain memberikan umpan balik. Diskusi semua kelompok tentang permasalahan yang muncul dan cara mengatasinya.

IKHTISAR

MATERIAL

4.

20 menit

Fasilitator mengarahkan peserta pada Materi Sumber 15: Icebreaker dan Energizer. Fasilitator meminta masing-masing kelompok untuk memikirkan suatu energizer yang dapat mereka pergunakan untuk kelompok pelatihan lainnya. Energizer ini kirakira 10 menit lamanya. Energizer tersebut dapat berupa energizer baru atau energizer apa pun yang telah digunakan dalam pelatihan ini. Fasilitator mendiskusikan cakupan energizer yang dapat diakses melalui internet dan buku. Energizer harus berdurasi 10 menit. Fasilitator menganjurkan peserta untuk membuat kumpulan energizer dan opener (kegiatan pembuka) pribadi yang dapat dipergunakan dalam berbagai lokakarya.

51

Fasilitator memilih satu kelompok untuk berbagi energizer mereka dengan mengambil nomor dari sebuah wadah. Jika waktu memungkinkan, kelompok kedua diminta untuk berbagi energizernya.

PRAKTIKUM VIDEO

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Sepuluh

Sesi Sepuluh:

PRAKTIKUM VIDEO
FOKUS ISLAM: Islam mengajarkan kita untuk belajar dengan cara yang positif. MAKSUD:
Sesi ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan keterampilan peserta dalam kaitannya dengan fasilitasi melalui penerapan praktis dengan menggunakan rekaman video sebagai mekanisme tinjauan.

TUJUAN:
Setelah Sesi Kesepuluh selesai, peserta akan bisa: Memfasilitasi satu bagian lokakarya Membuat desain kegiatan reflektif

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:
Permainan aliterasi nama Ikhtisar sesi dari modul Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan Praktik fasilitasi Rekaman Video dan play back Praktik kegiatan reflektif

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Rekaman Video dan playback

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Video recorder Layar untuk playback

52

WAKTU

KEGIATAN

IKHTISAR

MATERIAL

1.

15 menit

Fasilitator mengingatkan peserta Permainan Aliterasi Nama bahwa mulai sekarang anggota kelompok harus sangat akrab dengan nama masing-masing anggota. Dalam permainan ini, kelompok duduk membentuk lingkaran dan orang pertama memperkenalkan dirinya dengan aliterasi yang digabungkan dengan namanya, misal, friendly Francis atau happy Hannah. Setiap orang secara bergiliran menyebut namanya beserta aliterasi kata sifat ditambah nama yang telah disebutkan sebelumnya beserta aliterasi kata sifat hingga semua anggota kelompok telah disebutkan.

2.

60 menit

Fasilitator menjelaskan bahwa dalam sesi ini peserta akan melatih keterampilan fasilitasi mereka lagi, tetapi kali ini modul yang akan dipergunakan adalah Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan Sekolah. Fasilitator meminta peserta untuk mengacu pada Sesi Kedua dari Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan Sekolah: Peran Pustakawan. Semua peserta diminta membaca Sesi Kedua secara lengkap. Diskusi kelompok mengenai topik apa yang tercakup, langkah-langkah yang diperlukan,

Salinan Modul: Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan Peralatan Video

53

WAKTU

KEGIATAN
metodologi yang digunakan dan lain-lain. Fasilitator meminta peserta untuk mengacu pada Sesi Kedua tentang Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses dan membaca kembali bagian Fasilitator yang Sukses. Fasilitator menerangkan persamaan antara bagian pertama dari sesi Kedua dalam Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan dan bagian Kedua dari Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses. Kedua bagian tersebut mensyaratkan peserta untuk membuat daftar tentang karakter yang positif. Fasilitator menjelaskan bahwa bagian penting dari peran seorang fasilitator yang sukses adalah kemampuan untuk membaca, menginterpretasikan dan menggunakan modul-modul yang telah ada secara efektif. Masing-masing kelompok diminta untuk menyiapkan presentasi Bagian Pertama dari Sesi Kedua, Pelatihan Guru untuk Manajemen Perpustakaan. Fasilitator menggunakan kamera video dan play back sebagai peralatan pelatihan selama sesi ini.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

15 menit

Fasilitator memberikan contohcontoh latihan reflektif, seperti meminta peserta untuk menulis:

Praktikum

54

WAKTU

KEGIATAN
1. Hal baru yang telah ia pelajari selama sesi ini 2. Sesuatu yang ingin ia gali lebih lanjut dari sesi ini. Fasilitator mengingatkan peserta akan latihan reflektif lain yang telah digunakan, misal papan WOW dan berdiskusi tentang gagasan misal penggunaan dinding graffiti secara positif di mana peserta dapat menulis pesan-pesan. Fasilitator meminta masingmasing kelompok untuk mengusulkan suatu kegiatan reflektif yang sesuai. Fasilitator memilih satu kelompok secara acak untuk menyajikan permainan mereka ke seluruh kelompok.

IKHTISAR

MATERIAL

55

PRAKTIKUM BERCERITA

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES YANG SUKSES

Sesi Sebelas

Sesi Sebelas:

PRAKTIKUM BERCERITA
FOKUS ISLAM: Islam mengajarkan kita untuk belajar dan mencari ilmu. MAKSUD:
Sesi ini dimaksudkan untuk fokus pada kepraktisan penggunaan teknik bercerita untuk menggambarkan aspek pelatihan dan mengulas pembelajaran dari pelatihan tersebut melalui persiapan presentasi kelompok.

TUJUAN:
Setelah Sesi Kesebelas selesai, peserta akan mampu: Menunjukkan cara menggunakan teknik bercerita ketika memfasilitasi lokakarya Mempersiapkan presentasi yang mengulas pembelajaran dari pelatihan tersebut

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:
Membuat cerita dengan menggunakan kartu bergambar Mempersiapkan presentasi untuk sesi terakhir

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Teknik Bercerita Kerja Kelompok

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Kartu kecil bergambar

56

WAKTU

KEGIATAN
Fasilitator menjelaskan bahwa dalam sesi ini, peserta akan mempraktikkan penggunaan teknik bercerita sebagai metodologi lokakarya. Fasilitator menetapkan adegan unntuk lokakarya yang akan difasilitasi oleh peserta. Topik lokakarya ini adalah komunikasi. Masing-masing kelompok diberi 6 buah kartu bergambar sebagai stimulus untuk sesi bercerita mengenai komunikasi. Peraturan untuk sesi ini: 1. Masing-masing kelompok harus menggunakan kartu-kartu tersebut untuk mempresentasikan tentang komunikasi selama 5 menit dengan menggunakan teknik bercerita sebagai metodologi khusus. 2. Cerita harus mencakup masing-masing gambar. 3. Kartu dapat dipergunakan dengan susunan bebas. 4. Teknik bercerita harus mengajarkan peserta lain tentang topik komunikasi. Fasilitator memberi waktu 20 menit kepada kelompok untuk menyiapkan cerita dan kemudian 5 menit untuk menyajikannya.

IKHTISAR

MATERIAL
Satu pak kartu bergambar

1.

60 menit

2.

25 menit

57

Fasilitator menjelaskan bahwa banyak Persiapan kegiatan dalam loka karya melibatkan Kelompok baik otak kiri maupun kanan. Belahan otak kiri adalah sisi yang terlibat dengan penalaran, bahasa, analisis, linieritas, urutan dan logika. Belahan kanan otak berhubungan dengan gambar, warna, musik, irama, keacakan, imajinasi, spontanitas dan gambaran besarnya. Ketika kita menggunakan sisi kanan otak, kita menyerap sumber potensi kreativitas yang besar. Bercerita menggunakan sebagian besar otak kiri atau kegiatan

WAKTU

KEGIATAN
kreatif. Fasilitator meminta peserta untuk curah gagasan akan kegiatankegiatan lain yang menggunakan sebagian besar otak kiri, seperti membuat poster, kegiatan bermusik dan lain-lain. Fasilitator memimpin diskusi mengenai pentingnya melibatkan kedua sisi otak kiri dan otak kanan. Fasilitator meminta masing-masing kelompok untuk membuat diagram kedua belah otak pada flip chart, menandai semua aspek yang terkait dengan masing-masing belahan otak dan memberikan contoh kegiatan lokakarya yang mencerminkan masing-masing aspek, misal: Analisis: kegiatan Mix and Match, Imajinasi: Bermain Peran. Setiap kelompok melaporkan kembali.

IKHTISAR

MATERIAL

3.

5 menit

Fasilitator merangkum program untuk sesi akhir.

58

MERENCANAKAN INISIATIF MASA DEPAN

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Sesi Duabelas

Sesi Duabelas:

MERENCANAKAN INISIATIF MASA DEPAN


FOKUS ISLAM: Dan Aku pun membuat rencana. (QS.86:16) MAKSUD:
Sesi ini dimaksudkan untuk mengulas dan memikirkan kembali keseluruhan pembelajaran selama tiga hari lokakarya dan mempersiapkan peserta untuk menyebarluaskan pembelajaran ini.

TUJUAN:

Setelah Sesi Keduabelas selesai, peserta akan mampu: Menyajikan ikhtisar tentang Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses. Meninjau tujuan awal Mengevaluasi lokakarya

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN:
Kuis Akhir Presentasi Evaluasi Kegiatan Reflektif Kesimpulan Lokakarya

METODOLOGI YANG DIGUNAKAN:


Kuis Presentasi Evaluasi Kegiatan Reflektif

MATERI YANG DIBUTUHKAN:


Kuis Akhir Form Evaluasi Gambar yang diperbesar untuk kegiatan reflektif Kamera

59

WAKTU

KEGIATAN
Kuis Akhir.

IKHTISAR
Kuis

MATERIAL
Kuis Akhir

1.

10 menit 50 menit

2.

Fasilitator menerangkan skenario sebagai berikut: Peserta Presentasi telah kembali ke organisasi mereka. Pimpinan organisasi telah meminta anda untuk memberikan ikhtisar 5 menit mengenai apa yang telah anda pelajari di lokakarya. Anda telah memutuskan untuk meminta kelompok anda di lokakarya untuk ikut serta dalam presentasi ini. Anda perlu menyajikan pembelajaran anda dengan cara yang dinamis yang mencerminkan ciri khas lokakarya. Peserta menyiapkan presentasi. Presentasi disajikan ke seluruh kelompok. Fasilitator meminta peserta untuk melengkapi evaluasi lokakarya. Evaluasi Form Evaluasi

3.

10 menit

4.

60
5. 5 menit

15 menit

Fasilitator melibatkan peserta Refleksi dalam kegiatan reflektif. Masingmasing peserta memilih satu foto di antara banyak foto yang disediakan yang mewakili komitmennya pada fasilitasi lokakarya yang sukses. Fasilitator menyimpulkan lokakarya dan mengatur pengambilan foto peserta.

Beberapa salinan foto yang diperbesar dengan cakupan bahasan yang berbeda

Kesimpulan

Kamera

MATERI SUMBER
1. 2. Kuis Awal/Pra Kuis Lembar Protokol

3. Karakteristik Fasilitator 4. Tugas Fasilitator 5. 6. 7. 9. Sepuluh Kiat untuk Fasilitasi yang Sukses Daftar Centang (checklist) Fasilitator Kuesioner Peserta Lokakarya Kuesioner Evaluasi Lokakarya

8. Pemborosan Waktu dan Solusi 10. Benar/Salah 11. Teknik Bercerita (Story Telling) 12. Studi Kasus 13. Ibu Sari 14. Lima Puluh Pernyataan mengenai Fasilitasi Pembelajaran 15. Penyegar Suasana (Icebreaker) dan Pembangkit Motivasi (Energizer) 16. Glosarium 17. Surat Pedoman bagi Peserta

CARA MEMFASILITASI LOKAKARYA YANG SUKSES

Materi Sumber Satu:

KUIS AWAL
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan melingkari huruf yang tepat:

1. Maksud pembekalan awal lokakarya adalah untuk memastikan bahwa:


a) Semua peserta memahami waktu dimulainya program lokakarya b) Semua peserta telah tiba dengan selamat c) Semua peserta merasa nyaman dengan akomodasi d) Semua benar

2. Tanggung jawab fasilitator dalam menjalankan lokakarya dimulai:


a) b) c) d) Pada pembekalan awal lokakarya Pada Sesi Pertama lokakarya Pada saat penentuan siapa yang akan mengikuti lokakarya Pada saat penulisan dan pengulasan materi lokakarya

3. Jumlah ideal fasilitator lokakarya adalah:


a) b) c) d) 2 3 4 5

4. Pemilihan waktu lokakarya mengacu pada:


a) b) c) d) Waktu dimulai dan diakhirinya lokakarya setiap harinya Tanggal penyelenggaraan lokakarya Durasi masing-masing sesi lokakarya Menyeimbangkan sesi agar sesuai dengan jadwal

5. Icebreaker/energizer digunakan dalam lokakarya

a) Untuk menjaga kesiagaan mental peserta b) Untuk memberikan kesempatan kepada peserta melakukan gerak tubuh di dalam ruangan c) Sebagai jeda pendek antara dua topik yang berbeda d) Semua benar

61

6. Pada saat latihan curah gagasan, peserta:


a) Mengidentifikasi kata-kata yang berkaitan dengan topik dan menuliskannya pada papan tulis tanpa diskusi sebelumnya b) Mendiskusikan gagasan dalam kelompok kecil dan menyampainkannya dalam kelompok yang lebih besar c) Mengidentifikasi kata-kata yang berkaitan dengan topik dan mendiskusikan istilahistilah yang diidentifikasi d) Mendiskusikan gagasan secara berpasangan dan menyampaikannya kepada fasilitator yang kemudian akan menuliskannya pada papan tulis

7. Teknik bercerita digunakan dalam lokakarya:


a) b) c) d) Bila peserta adalah anak-anak Untuk mengilustrasikan fokus tertentu dari sesi Sebagai kegiatan bermain peran Semua benar

8. Metode berpikir, berpasangan, berbagi dalam lokakarya terjadi ketika:


a) Peserta mendiskusikan gagasan secara berkelompok, kemudian berpasangan untuk lebih memperjelas gagasan tersebut b) Peserta menuliskan gagasan secara individu, menyampaikan gagasan ini secara berpasangan, kemudian mendiskusikannya dalam kelompok yang lebih besar c) Peserta memikirkan persoalan tersebut, kemudian berpasangan untuk memperjelas persoalan tersebut d) Semua benar

9. Bermain peran digunakan dalam lokakarya:


a) Untuk memahami bagaimana kaitan pemangku kepentingan terhadap persoalan yang terjadi b) Sebagai energizer untuk menjaga kesiagaan peserta c) Untuk memastikan bahwa peserta bersenang-senang d) Semua benar

62
10. Kegiatan reflektif:

a) Adalah cara yang hebat untuk memulai sebuah lokakarya b) Digunakan pada pertengahan sesi untuk memperoleh umpan balik dari peserta c) Memberi ruang kepada peserta untuk mempertimbangkan derajat pembelajaran mereka d) Hanya digunakan di akhir sesi terakhir lokakarya

Materi Sumber Dua:

K BELAJAR KONTRA

TANDA TANGAN:

TANGGAL:

63

Materi Sumber Tiga:

KARAKTERISTIK FASILITATOR
Daftar berikut berisi karakteristik penting yang dimiliki fasilitator yang sukses. Anda boleh menambahkan karakteristik lain. Antusias Berpengetahuan Percaya diri Energik Ramah Menghargai Fokus Siaga Banyak akal Mendorong Terorganisir Rileks Pandai berkomunikasi Tulus Penuh perhatian Inspiratif Memberi tantangan Memberi pujian Memotivasi Mempertanyakan Memberdayakan Melayani Sabar Optimistis Reflektif Diplomatik Dinamis Terbuka Rajin Menyenangkan Peka Berpikiran terbuka Akuntabel

64

Materi Sumber Empat:

TUGAS FASILITATOR
Kata fasilitasi berasal dari bahasa Latin, yang artinya mempermudah:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Melakukan analisis kebutuhan Menentukan jumlah fasilitator yang dibutuhkan Menetapkan tujuan lokakarya Menemukan lokasi yang sesuai Mengatur ruang lokakarya Membuat materi yang sesuai Memberi pengarahan singkat kepada peserta Menyiapkan semua materi Menyiapkan pengarahan pra-lokakarya Menegaskan tujuan lokakarya dengan peserta Menggunakan kegiatan pembuka yang efektif Menggunakan energizer yang efektif Mengatur kesepatan gerak lokakarya Mengikuti kerangka waktu Menggunakan metodologi lokakarya yang bervariasi Merancang Tes Awal dan Akhir Merancang Instrumen Evaluasi Mengulas tujuan Mengulas umpan balik Pemantapan dengan sesama fasilitator

Fasilitator:
Mengkoordinir kelompok-kelompok kecil dalam pengaturan lokakarya. Memastikan bahwa semua orang berpartisipasi dan tetap pada tugasnya.

Mengembangkan rasa saling menghargai antar kelompok untuk memaksimalkan pembelajaran. Bersedia mengambil risiko dan bekerja keras. Menyajikan fakta dan terlibat dalam proses partisipatif dengan peserta.

Memperbolehkan peserta membuat penilaian sendiri dan tidak memengaruhi

65

peserta dengan memaksakan pendapat pribadi. Berbagi ilmu dan memberikan contoh pengalaman nyata sehari-hari. Adalah agen perubahan. Bukan merupakan ahli dalam segala hal. Tidak bertanggung jawab atas pembelajaran para peserta, karena peserta sendirilah yang bertanggung jawab atas pembelajaran mereka. Memahami bahwa orang belajar lebih banyak hal ketika mereka terlibat aktif dalam proses pelatihan. Menyediakan banyak kesempatan untuk mengajukan pertanyaan selama berlangsungnya lokakarya. Memahami bahwa orang dewasa memiliki kecenderungan untuk menyembunyikan ketidaktahuan mengenai suatu subyek. Memahami bahwa orang dewasa belajar lebih baik dalam suasana yang penuh dukungan, kepercayaan, dan empati. Memahami bahwa peserta menghormati fasilitator yang berpengalaman dan mengemukakan persoalan dan situasi yang menjadi sorotan dalam program lokakarya. Memahami bahwa semakin dekat keterkaitan materi dengan pengalaman nyata peserta, proses penyampaian lokakarya dan informasi akan menjadi semakin efektif. Menjabarkan tujuan lokakarya namun memastikan bahwa tujuan tersebut konsisten dengan tujuan peserta. Menciptakan konteks lokakarya dan menyediakan informasi tentang mengapa keterampilan baru atau peningkatan keterampilan, atau informasi diperlukan. Memastikan bahwa peserta memahami kaitan antara materi yang disampaikan dalam lokakarya dan pekerjaan mereka. Memahami bahwa proses pembelajaran memiliki proses afektif (emosi) sekaligus kognitif (berpikir) dan membuka ruang bagi peserta untuk mengungkapkan perasaan mereka mengenai topik yang dibahas. Memimpin dengan menyajikan contoh-contoh dan energik serta terlibat dalam proses lokakarya. Mengamati peserta untuk mendapatkan petunjuk bahwa mereka terlibat secara aktif. Memastikan bahwa lokakarya merupakan pengalaman menyenangkan bagi semua peserta.

66

Materi Sumber Lima:

SEPULUH KIAT UNTUK MENJADI FASILITATOR YANG SUKSES


1. 2. 3. Mengetahui cara mengajukan pertanyaan yang efektif. Hal ini sama pentingnya dengan memberikan jawaban yang sesuai. Memfasilitasi ketimbang memberikan ceramah. Menyediakan pembelajaran berkualitas ketimbang pembelajaran berkuantitas. Alangkah baiknya mengurangi jumlah konten dan menyampaikan materi yang lebih mendalam. Menyadari keunikan dan kebutuhan khusus para peserta ketimbang menganggap kelompok memerlukan masukan yang sama. Menyadari komponen sosial dalam pembelajaran dan melibatkan peserta dalam beragam kegiatan kelompok. Menggunakan latihan yang bervariasi dan kreatif untuk melibatkan peserta dalam semua tahap. Memantau level energi dan menggunakan energizer bilamana diperlukan. Mengatur kecepatan gerak lokakarya secara efektif. Mendorong peserta untuk berprestasi setiap saat. Merayakan kesuksesan.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

67

Materi Sumber Enam:

DAFTAR CENTANG (CHECKLIST) FASILITATOR


SEBELUM LOKAKARYA: (Berilah tanda centang setelah Anda menyelesaikan tugas)
1. Memutuskan siapa yang akan menjadi fasilitator 2. Mengumpulkan informasi mengenai peserta 3. Mengulas informasi tentang peserta dan merespon sesuai dengan ketentuan 4. Mengatur penyewaan ruangan dan akomodasi 5. Mengirimkan surat pedoman awal kepada peserta 6. Menyelenggarakan acara temu sapa pada saat kedatangan di hotel/lokasi lokakarya untuk peserta 7. Menyelenggarakan acara pembekalan pada saat makan malam sebelum lokakarya 8. Membeli semua sumber yang diperlukan 9. Mengatur agar lokasi lokakarya sesuai dengan kebutuhan lokakarya 10. Memeriksa semua peralatan listrik 11. Menyusun Kuis Awal 12. Mencetak Kuis Awal 13. Menyusun Kuis Akhir 14. Mencetak Kuis Akhir 15. Menyusun Evaluasi 16. Mencetak Evaluasi 18. Membeli hadiah

68

17. Mencetak semua catatan lokakarya dengan format yang menarik 19. Melatih kemampuan diri 20. Mengatur agar peserta tiba di lokasi paling lambat setengah jam sebelum dimulainya lokakarya

SELAMA LOKAKARYA (Berilah tanda centang pada kotak setelah Anda menyelesaikan pekerjaan)
1. Membuat protokol lokakarya dengan peserta

2. Menyampaikan Kuis Awal (Pra Kuis) 3. Menetapkan tujuan dengan peserta 4. Menyediakan Jadwal Program untuk peserta 5. Melaksanakan kegiatan perkenalan 6. Mematuhi jadwal lokakarya secara konsisten 7. Membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan umpan balik secara konstan 8. Menggunakan pembangkit motivasi selama program 9. Menautkan setiap sesi secara memadai 10. Menggunakan kegiatan yang bervariasi 11. Mengusahakan agar Anda tidak terlalu banyak berbicara 12. Merayakan kesuksesan 13. Mendorong agar kelompok menjadi aktif 14. Memastikan bahwa semua peserta bersuara 15. Memenuhi kebutuhan khusus setiap peserta 16. Menyertakan kegiatan refleksi 17. Menyertakan kegiatan perencanaan 18. Menyampaikan Kuis Akhir (Pasca Kuis) 19. Menyampaikan Evaluasi tertulis formal 20. Melaksanakan kegiatan Evaluasi

69

SETELAH LOKAKARYA
1. Membandingkan hasil Kuis Akhir dan Awal 2. Membuat ikhtisar umpan balik dari lembar isian Evaluasi 3. Mengulas rencana peserta ke depan 4. Memutuskan bagaimana mendukung peserta ke depan 5. Menyusun laporan 6. Melakukan pemantapan dengan sesama fasilitator 7. Melakukan finalisasi semua laporan keuangan lokakarya 8. Merefleksikan keefektifan fasilitasi Anda sendiri 9. Mencatat segala penyesuaian untuk lokakarya di masa yang akan datang 10. Memutuskan kapan Anda akan menyelenggarakan lokakarya berikutnya

70

Materi Sumber Tujuh:

KUESIONER PESERTA LOKAKARYA


Agar pengalaman Anda dalam mengikuti lokakarya Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses lebih produktif, luangkanlah waktu beberapa saat untuk mengisi hal-hal berikut: 1. Pekerjaan saya saat ini adalah -------------------------------------2. Saya telah mengikuti lokakarya Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses sebelumnya. ------------tidak pernah -----------satu kali -----------dua kali atau lebih 3. Saya akan mendapat manfaat dari ikhtisar umum mengenai strategi fasilitasi lokakarya. (tidak perlu) 1 2 3 4 5 (sangat perlu) 4. Saya perlu belajar lebih banyak tentang pra-perencanaan lokakarya (tidak perlu) 1 2 3 4 5 (sangat perlu) 5. Saya perlu belajar lebih banyak mengenai penetapan tujuan. (tidak perlu) 1 2 3 4 5 (sangat perlu) 6. Saya perlu belajar lebih banyak tentang penyiapan sumber (tidak perlu) 1 2 3 4 5 (sangat perlu) 7. Saya perlu belajar lebih banyak mengenai metodologi lokakarya (tidak perlu) 1 2 3 4 5 (sangat perlu) 8. Saya perlu melatih metodologi lokakarya (tidak perlu) 1 2 3 4 5

(sangat perlu)

9. Saya perlu mengetahui lebih banyak tentang cara merancang instrumen evaluasi lokakarya (tidak perlu) 1 2 3 4 5 (sangat perlu) 10. Kebutuhan atau area minat lain apakah yang Anda miliki dalam mengikuti lokakarya? ----------------------------------------------------------------------------

71

Materi Sumber Delapan:

PEMBOROSAN WAKTU DAN SOLUSI


Cocokkan pernyataan pada Kolom Satu dengan pernyataan yang sesuai pada Kolum Dua:

PEMBOROSAN WAKTU
1. Terlambat memulai setelah jeda istirahat 2. Menunjukkan semua bagian keterampilan baru

SOLUSI
A. Menggunakan pembangkit motivasi (energizer) B. Selalu berikan instruksi yang jelas dan tepat. Mintalah peserta mengulang instruksi sehingga Anda yakin bahwa peserta memahaminya. C. Mulailah sesuai waktu yang ditetapkan pada jadwal semula. Bila belum semua peserta memasuki ruangan, mulailah sesi dengan diskusi umum atau umpan balik, yang penting mulailah! D. Menyediakan informasi yang ingin Anda gunakan pada papan tulis atau flipchart sebelum sesi dimulai. E. Menunjukkan hanya bagian-bagian baru kepada para peserta atau bagian kunci dari keseluruhan keterampilan bagi pemahaman mereka. F Menyiapkan buku kecil dengan selebaran . untuk diberikan pada permulaan lokakarya. Siapkan selebaran materi dan tambahan seperti survei saja. G. Ketika Anda memulai diskusi, usulkan berapa orang yang akan urun pendapat. Usulkan batasan waktu untuk masingmasing respons. Siapkan papan ulasan untuk menuliskan komentar lebih lanjut dari peserta bila mereka ingin menuliskannya selama jeda istirahat. H. Sebarkan dari satu kelompok ke kelompok lain dan mintalah setiap kelompok melaporkan satu item baru hingga semua item terkumpul.

3. Berusaha mendapatkan gagasan atau respons dari kelompok yang letih dan lesu

4. Membiarkan diskusi terus berlangsung dan melampaui waktu yang dijadwalkan. 5. Memulai kegiatan ketika peserta masih kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan. 6. Meminta semua kelompok menyampaikan laporan penuh setelah selesai setiap kegiatan. 7. Menuliskan poin utama pada papan tulis atau flipchart sementara peserta duduk dan memperhatikan.

72

8. Memberikan selebaran dari satu peserta kepada peserta lain.

Materi Sumber Sembilan:

KUESIONER EVALUASI LOKAKARYA


Cara Memfasilitasi Lokakarya yang Sukses
Nama: Tanggal:

1.

Lingkarilah angka yang paling mewakili reaksi Anda terhadap lokakarya a. Saya merasa bahwa saya akan bisa menggunakan apa yang sudah pernah saya pelajari. (tidak pernah) 1 2 3 4 5 (sering)

b. Lokakarya disajikan dengan menarik (tidak pernah) 1 2 3 4 5 (sering)

c. Fasilitas lokakarya memenuhi kebutuhan saya (tidak pernah) 1 2 3 4 5 (sering)

d. Lokakarya mencapai tujuan yang dijanjikan (tidak pernah) 1 2 3 4 5 (sering)

e. Fasilitator mendorong terjadinya partisipasi dan diskusi (tidak pernah) 1 2 3 4 5 (sering)

73

2. Menurut Anda, apa yang paling bemanfaat selama lokakarya? ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3. Adakah yang ingin Anda tambahkan untuk lokakarya ke depan? ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4. Apakah Anda mempunyai komentar tambahan mengenai lokakarya? -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

74

Materi Sumber Sepuluh:

BENAR ATAU SALAH


Jawablah dengan Benar atau Salah pada pernyataan berikut
1. Orang yang paling banyak mendengarkan adalah orang yang paling banyak belajar.

2. Anda mengingat sebanyak sekitar 80% apa yang Anda katakan atau lakukan. 3. Anda akan mengingat segala hal yang Anda dengar. 4. Jika ruangan sepi dan peserta terhanyut ke dalam proses pembelajaran, maka di situlah terjadi pembelajaran. 5. Berbagi informasi dengan orang lain mempercepat proses pembelajaran. 6. Paling baik mendengarkan para ahli karena merekalah yang mempunyai segala informasi. 7. Menciptakan cara baru dalam menyajikan informasi dan menggunakan beragam metodologi akan membantu Anda memahami topik.

8. Jika Anda bersenang-senang, maka Anda akan belajar lebih banyak. 9. Tempat terbaik untuk belajar adalah duduk manis di kursi Anda. 10. Orang belajar dengan cara yang berbeda sehingga Anda memerlukan cara yang berbeda untuk membantu mereka belajar.

75

Materi Sumber Sebelas:

TEKNIK BERCERITA
Kisah Kaleng dan Secangkir Kopi
Bila saya memasak, saya kerap menyimpan kaleng kosong karena kadang-kadang saya merasa kaleng-kaleng itu bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Kaleng ini adalah bekas kaleng acar bawang. Mug yang saya beli ketika saya bepergian ke Banda Aceh sekarang berisi kopi favorit saya. Saya ingin memperlihatkan kaleng ini kepada Anda. Kaleng ini sekarang tidak berisi acar. Saya rasa kaleng ini bisa digunakan untuk menyimpan bola golf yang dibiarkan suami saya di ruang keluarga rumah kami setelah terakhir kali dia bermain golf. (Kaleng berisi beberapa bola golf) Bagaimana sekarang Anda menggambarkan kaleng ini? Ya, kaleng ini sekarang penuh. Sebenarnya, saya mempunyai beberapa kerikil yang saya gunakan di pot tanaman di dalam rumah. Saya rasa, saya akan memasukkannya ke dalam kaleng. (Kerikil dimasukkan dan bercampur dengan bola golf) Bagaimana sekarang Anda menggambarkan kaleng ini? Ya, kaleng ini penuh, bukan? Saya rasa, saya juga akan menambahkan pasir yang saya gunakan pada pot tanaman ke dalam kaleng ini. (Pasir sekarang ditambahkan ke dalam kaleng) Bagaimana menurut Anda sekarang? Ya, kaleng ini sangat penuh, tapi tunggu sebentar!

76

(Kopi dituangkan ke dalam kaleng) Nah, bagaimana pendapat kita tentang kaleng ini sekarang! Kaleng ini sungguh penuh, bukan? Saya akan menyampaikan pikiran saya mengenai kaleng ini. Saya sering merasa khawatir karena kita selalu merasa bahwa hidup kita sangat penuh sehingga tidak ada ruang untuk hal-hal lainnya, karenanya kita kerap gagal mengingat hal-hal yang penting dalam hidup kita.

Hari ini, saya ingin Anda menganggap bola golf yang pertama kali saya masukkan ke dalam kaleng sebagai hal terpenting dalam hidup, keluarga, teman-teman, keyakinan, kesehatan, spiritualitas Anda. Kerikil mewaklili hal yang juga penting bagi kita namun lebih kepada gaya hidup semisal mobil atau motor, pekerjaan, rumah, atau liburan. Pasir mewakili hal-hal kecil yang mengisi waktu kita namun tidak seberapa penting. Inilah masalanya. Bila Anda memasukkan pasir pertama kaliyakni semua hal kecil dan kurang berarti sebagai pengisi wakumaka tidak akan ada cukup ruang untuk bola golf yang merupakan hal terpenting. Juga tidak ada ruang untuk kerikil. Nah, pesan dalam kisah ini uruslah hal-hal penting terlebih dulu luangkan waktu dengan keluarga, memeriksakan kaki Anda yang sakit ke dokter, bermain bola dengan putri Anda uruslah hal-hal besar! Hal-hal kecil tidak akan ke mana-mana. Tentukan prioritas Anda. Saya rasa, Anda bertanya-tanya tentang kopi? Tidak menjadi persoalan sepenuh apa pun jadwal Anda, akan selalu ada waktu untuk duduk dan menikmati kopi bersama seorang teman!

77

Materi Sumber Duabelas:

STUDI KASUS
Studi kasus menampilkan sebuah permasalahan yang dapat diselesaikan seperti puzzle. Ketika studi kasus ditampilkan pada lokakarya, studi kasus tersebut harus berisi cukup banyak informasi sehingga peserta memahami apa masalahnya. Begitu peserta memikirkan masalah tersebut, mendiskusikan dan menganalisis informasi, mereka harus mampu menyampaikan solusi atas masalah tersebut. Ketika Anda membuat satu studi kasus untuk lokakarya, hal itu menjadi seperti menulis kisah detektif. Anda ingin menjaga agar pembaca tetap tertarik dengan situasi yang disajikan. Studi kasus yang baik lebih dari sekadar deskripsi. Studi kasus yang baik adalah informasi yang disajikan sedemikian rupa sehingga pembaca memposisikan diri sama dengan penulisnya ketika dihadapkan pada situasi baru dan diminta memikirkan apa yang terjadi. Deskripsi, di sisi lain, menyajikan semua informasi, terdapat kesimpulan, memberi tahu segala hal kepada pembaca, dan pembaca tidak bekerja keras. Terdapat tiga langkah dasar dalam pembuatan studi kasus: riset, analisis, dan penulisan. Anda memulainya dengan riset, namun bahkan ketika Anda sampai pada tahap penulisan, mungkin Anda harus kembali melakukan riset untuk memperoleh lebih banyak informasi. Ketika menulis sebuah studi kasus, sebenarnya Anda menulis sebuah narasi. Narasi ini merupakan kisah yang sangat enak dibaca yang mengintegrasikan dan menyimpulkan informasi kunci seputar fokus studi kasus. Narasi haruslah lengkap dalam arti merupakan mata dan telinga bagi pihak luar agar mereka memahami apa yang terjadi berkaitan dengan kasus tersebut. Studi kasus adalah bentuk riset deskriptif kualitatif yang digunakan untuk melihat individu, kelompok kecil peserta, atau kelompok secara keseluruhan. Kesimpulan yang ditarik hanyalah tentang peserta atau kelompok, dan hanya dalam konteks spesifik tersebut. Studi kasus tidak difokuskan pada pencarian kebenaran universal yang bisa digeneralisir, juga bukan mencari keterkaitan sebab-akibat. Studi kasus menekankan eksplorasi dan deskripsi. Studi kasus merupakan riset kualitatif. Studi kasus berbeda dengan metode riset kuantitatif, seperti sebuah survei. Survei difokuskan pada pertanyaan siapa, apa, di mana, dan berapa banyak. Studi kasus merupakan strategi pilihan ketika pertanyaan diajukan dan mengapa. Fokusnya adalah pada konteks kehidupan nyata. Di samping itu, studi kasus memerlukan satu masalah untuk mencari pemahaman holistik atas kejadian atau situasi yang dimaksud dengan menggunakan logika induktif, yakni menalar dari yang khusus menuju istilah yang lebih umum.

78

Studi kasus dianggap sebagai metode mengajar yang bermanfaat. Tujuan dasar penggunaan metode kasus sebagai strategi mengajar adalah karena studi kasus menyediakan pembelajaran berbasis pengalaman dan menyampaikan sangat banyak tanggung jawab untuk pembelajaran langsung dari guru kepada muridnya. Melalui pemeriksaan saksama dan diskusi tentang beragam kasus, murid belajar mengidentifikasi masalah nyata dan mengenali pemain kunci dalam situasi kehidupan nyata sehari-hari. Murid didorong untuk mempunyai analisis mereka sendiri mengenai masalah tersebut dan mengembangkan solusi mereka sendiri, dan menerapkan pengetahuan mereka pada masalah-masalah tersebut secara praktis. Dengan cara ini, diskusi mengenai kasus juga bisa membantu para murid menyiapkan diri menghadapi masalah nyata, situasi, dan krisis. Metode studi kasus juga menyertakan gagasan bahwa para murid bisa saling belajar satu sama lain dengan cara saling terlibat satu sama lain dan dengan gagasan orang lain, dengan cara memberikan satu pernyataan dan dipertanyakan, ditantang dan dikembalikan kepada mereka sehingga mereka bisa merefleksikan apa yang mereka dengar, kemudian memperbaiki pernyataan mereka.

79

Materi Sumber Tigabelas:

IBU SARI
Ibu Sari diminta untuk menyampaikan lokakarya selama tiga hari kepada tiga puluh peserta mengenai topik Hidup Sehat. Ia bekerja sama dengan dua kolega lain untuk menyiapkan lokakarya ini. Tim sangat bersemangat menyukseskan lokakarya ini. Ibu Sari diberi tahu bahwa dua puluh peserta akan hadir selama tiga hari. Namun, sepuluh peserta hanya akan hadir selama dua hari (Hari Kedua dan Ketiga). Di samping itu, ia juga diberi tahu bahwa sekalipun tim sudah meminta perwakilan laki-laki dan perempuan, dua puluh sembilan peserta adalah laki-laki. Keseluruhan lokakarya ini berlangsung selama lima hari. Mesin printer bermasalah, dan materi tidak akan bisa siap tepat waktu. Sekalipun Ibu Sari sudah memesan ruang dengan luas yang sesuai untuk lokasi pelatihan, pihak hotel baru saja menghubungi Ibu Sari untuk menyampaikan bahwa ruangan tersebut saat ini baru direnovasi dan dia hanya akan akan diberikan ruangan yang lebih kecil. Bagaimana Anda akan membantu Ibu Sari untuk memastikan bahwa dia menyampaikan lokakarya yang sukses selama lima hari?

80

Materi Sumber Fourteen:

LIMA PULUH PERNYATAAN MENGENAI FASILITASI PEMBELAJARAN


1. 2. 3. 4. Pembelajaran bukanlah olahraga yang ditonton. (D. Blocher) Jiwa tidak pernah berpikir tanpa gambar. (Plato) Ketika jiwamu bergembira, pembelajaranmu menjadi tajam. (Dave Meier) Jika aku ingin mereka mendengarnya aku berbicara, jika aku ingin mereka memperlajarinya mereka berbicara. (Sharon Bowman) Kekuatan bekerja dalam kelompok kecil adalah pengetahuan dimunculkan dan dibagikan dalam ruangan tersebut. (Bob Pyke& Lynn Solem) Semakin sedikit Anda berbicara, semakin banyak Anda mendengar. (Abigail Van Buren) Kita tak akan pernah melupakan apa yang kita pelajari dengan senang hati. (Lewis Mercier) Ketika cinta dan keterampilan bekerja sama, tunggulah mahakarya. (John Ruskin) Cara terbaik untuk memastikan bahwa pendengar kita belajar, mengingat, dan menggunakan apa yang telah kita ajarkan, adalah dengan melibatkan mereka dalam pembelajaran. (Sharon Bowman)

5.

6.

7.

8. 9.

81

10.

Aku mendengar dan aku melupakan Aku melihat dan aku mengingat Aku melakukan dan aku memahami. (Confucius) Anda bisa memberi tahu orang lain apa yang perlu mereka ketahui dengan cepat, tapi mereka akan melupakan apa yang Anda beritahukan lebih cepat. Orang cenderung lebih memahami apa yang mereka pikirkan sendiri ketimbang apa yang Anda pikirkan untuk mereka. (Mel Silberman)

11.

12. Jika disediakan waktu untuk melibatkan pemangku kepentingan yang terdampak dan tertarik, rencana akan menjadi rencana mereka, implementasi akan terjadi lebih dipercepat. (Shirley Mc Cune) 13. Hanya dengan hati seseorang bisa segera melihat, apa yang penting luput dari pandangan mata. (Antoine de Saint-Exupry) 14. Datanglah ke tepian. Mungkin kita jatuh. Datanglah ke tepian. Terlalu tinggi! Datanglah ke tepian! Dan ketika mereka datang, dan dia mendorong, dan mereka terbang. (Christopher Logue) 15. Imbalan atas sesuatu yang diselesaikan dengan baik, adalah menyelesaikannya. (Ralph Waldo Emerson)

16. Teruslah lakukan apa yang Anda kerjakan, dan Anda akan terus mendapatkan ada yang Anda dapatkan! (Jackie B Cooper)

82
19.

17.

Manusia adalah produser situasi hidup mereka, bukan hanya produknya semata. (Albert Bandura)

18. Ketika seseorang meminta nasihat, mereka tidak menginginkan jawaban orang lain, alih-alih mereka menginginkan bantuan untuk menemukan jawaban mereka sendiri. (Sharon Drew Morgen) Keberanian bukanlah pohon ek yang menjulang yang melihat badai datang dan

pergi; keberanian adalah bunga yang memekar lemah di tengah salju. (Alice Mackenzie Swaim) 20. Kesuksesan bukanlah hasil dari pembakaran spontan. Anda harus membakar diri sendiri. (Fred Shero). 21. Menaklukkan ketakutan adalah awal dari kebijaksanaan. (Bertrand Russell) 22. Pembelajaran bukanlah konsekuensi otomatis yang muncul dari menuangkan sesuatu ke dalam kepala orang lain. (Mel Silberman) 23. Anda tidak bisa memperoleh pengalaman dengan melakukan percobaan. Anda tidak bisa menciptakan pengalaman. Anda harus mengalaminya. (Albert Camus) 24. Penembak jitu mengenai sasarannya sebagian karena mengupayakannya, sebagian lagi karena membiarkannya. Tukang perahu tiba di landasan sebagian karena mengupayakannya, sebagian lagi karena membiarkannya. (peribahasa Mesir) 25. Perjalanan pencarian sejati bukan terletak pada pencarian lansekap baru, melainkan pada dimilikinya pandangan baru. (Marcel Proust) 26. Tubuh mengingat apa yang mungkin dilupakan pikiran. (Sharon Bowman) 27. Jika aku melihat sedikit lebih jauh, itu karena aku berdiri di bahu raksasa. (Sir Isaac Newton) 28. Sebagai seorang fasilitator, Anda adalah pemandu yang menciptakan pengalaman pembelajaran, dan kemudian mundur untuk membiarkan pelajar mengambil alih. (Sharon Bowman)

29. Dia yang akan belajar suatu hari nanti, harus terlebih dulu berdiri dan berjalan dan berlari dan menari. Seseorang tidak bisa begitu saja terbang. (Friedrich Nietzsche) 30. Cara terbaik untuk memiliki gagasan hebat adalah memiliki banyak gagasan. (Linus Pauling)

83

31. Saya memuji dengan lantang. Saya menyalahkan dengan lembut.. (Catherine the Great) 32. Anda hanya bisa tumbuh sebagai manusia jika Anda berada di luar zona nyaman Anda. (Percy Cerutty) 33. Hanya mereka yang mengambil risiko terlalu jauh yang mungkin dapat mengetahui seberapa jauh seseorang dapat berjalan. (T.S. Eliot) 34. Manusia tidak dapat menemukan lautan baru kecuali ia memiliki keberanian untuk melupakan pantai. (Andre Gide) 35. Jika anda dapat mengisi satu menit yang tak tergantikan dengan 60 detik lari jarak jauh, Anda memiliki bumi beserta semua isinya. (Rudyard Kipling) 36. Pembelajaran adalah benar-benar sebuah pengalaman seumur hidup dan tidak dapat dianggap sebagai tujuan. (Thomas Sergiovanni) 37. Hal-hal besar dapat terjadi saat manusia bertemu tantangan-tantangan besar. (William Blake) 38. Kita jangan berhenti dari eksplorasi dan akhir dari semua eksplorasi kita adalah tiba di mana kita memulai dan mengetahui tempat untuk pertama kalinya. (TS Elliot) 39. Makna tidak pernah bersifat tertutup dan selesai, tapi terbuka dan luwes. Tidak pernah ada interpretasi akhir karena kita tidak pernah mencapai persepsi akhir. (Hedley Beare and Richard Slaughter)

84

40. Bila hanya satu orang memutuskan untuk bertindak, sesuatu yang luar biasa dapat terjadi. (John Nirenberg) 41. Anda tidak benar-benar memahami sesuatu kecuali Anda dapat menjelaskannya kepada nenek Anda.(Albert Einstein)

42. Saya lupa apa yang telah diajarkan kepada saya. Saya hanya ingat apa yang telah saya pelajari. (Patrick White) 43. Orang yang mengatakan bahwa hal itu tidak dapat dilakukan tidak boleh mengganggu orang-orang yang melakukannya. (Canfield & Hansen) 44. Pendidikan adalah apa yang bertahan ketika apa yang telah dipelajari telah dilupakan. (B F Skinner) 45. Saya tidak mengajar murid saya. Saya memberikan kondisi di mana mereka dapat belajar. (Albert Einstein) 46. Hal yang dapat diajarkan langsung kepada orang lain relatif sepele, sedangkan halhal penting hanya bisa dipelajari. (Carl Rogers) 47. Apa yang paling pribadi adalah yang paling universal. (Sharon Bowman). 48. Sebagai pemimpin, Anda harus selalu memulai dari mana orang-orang berasal, sebelum Anda mencoba untuk membawa mereka ke tempat yang Anda inginkan. (E.JamesRhon) 49. Tidak ada titik jenuh untuk pengetahuan. (Thomas J. Watson Snr.) 50. Siapa yang berani mengajar, tidak boleh berhenti untuk belajar. (John Cotton Dana)

85

Materi Sumber Limabelas:

PENYEGAR SUASANA DAN PEMBANGKIT MOTIVASI


Penggunaan icebreaker dan energizer yang efektif sering dianggap sebagai sebuah kesuksesan dan kegagalan sebuah lokakarya. Icebreaker menciptakan kepercayaan dan kohesi dalam grup di awal, sehingga peserta merasa nyaman dengan satu sama lain. Energizer membuat peserta tetap siaga dan terlibat. Energizer membuka peluang bagi peserta untuk bergerak di dalam ruangan dan tidak hanya duduk sepanjang waktu. Penting untuk memastikan bahwa ada ruang memadai di lokasi lokakarya untuk memudahkan kelompok besar bergerak. Menggunakan icebreaker dengan sukses memerlukan kecakapan sekaligus latihan. Sebelum menggunakan icebreaker atau energizer, tanyalah diri Anda dengan pertanyaan berikut: 1. Mengapa saya menggunakan icebreaker? Dengan kata lain, apa nilai tembah icebreaker pada lokakarya ini? Akan seperti apakah hasilnya jika saya tidak menggunakan icebreaker? Icebreaker seperti apakah yang paling baik dipilih pada lokakarya tahap sekarang ini? Bagaimana reaksi peserta pada icebreaker ini? Cara terbaik apakah bagi saya untuk memperkenalkan icebreaker? Adakah cukup ruang dalam lokakarya ini untuk kegiatan ini? Bagaimana saya tahu bahwa icebreaker ini merupakan pengalaman yang sukses? Bagaimana saya menutup kegiatan icebreaker ini? Di mana saya bisa memperoleh icebreaker baru? Bagaimana saya mencatat beragam icebreaker yang bermanfaat?

2. 3. 4. 5. 6. 7.

86
8. 9. 10.

Materi Sumber Enambelas:

GLOSARIUM
Curah Gagasan: Peserta menyediakan satu kata atau frasa pendek mengenai topik dan
menuliskannya pada papan tulis. Tidak ada diskusi atau komentar mengenai kata atau frasa ini ketika dituliskan.

Studi Kasus: Presentasi dalam bentuk narasi mengenai kejadian yang muncul dalam

sebuah organisasi. Studi kasus dirancang untuk mendorong munculnya analisis kritis dan keterampilan penyelesaian masalah. untuk sesi selanjutnya atau kegiatan pembelajaran.

Pembangkit Motivasi (Energizer): Kegiatan pendek yang mengembangkan kesiapan Fasilitator: Seseorang yang membantu peserta belajar dari sebuah kegiatan. Fasilitator

juga berperan sebagai koordinator dan organisator bagi kelompok kecil, dan memastikan setiap orang berpastisipasi dan tetap pada tugasnya.

Permainan: Kegiatan yang dirancang khusus untuk memahami sebuah konsep melalui
pengalaman dalam format permainan.

Aktif Partisipatif: Peserta berpartisipasi secara aktif dan bukan hanya duduk dan
mendengarkan.

Penyegar Suasana (Icebreaker): Kegiatan pendek yang dirancang untuk membantu


peserta mengatasi kecemasannya dan memperkenalkan peserta dengan peserta lainnya.

Interaktif: Peserta saling berbicara, saling berpartisipasi satu sama lain, dan saling
belajar satu sama lain.

Berpusat pada Pelajar: Fokus bukan pada fasilitator, namun pada peserta. Metodologi: Prosedur yang ditentukan fasilitator akan menciptakan lingkungan
pembelajaran yang efektif, misalnya studi kasus, bermain peran, dan bercerita.

Mencocokkan: Peserta diberi dua daftar pendek dan diminta untuk mencocokkan
pernyataan pada Daftar A dengan bagian kalimat yang sesuai pada Daftar B.

Model: Gambar grafis dari sistem atau proses dan hubungan antara elemen-elemennya.

87

Model menyediakan kerangka referensi dan nyata (tangible) serta lebih mudah diingat.

Mengajar Berpasangan: Pengajaran dipimpin oleh peserta. Pilot: Penyampaian pertama dari sebuah program pelatihan Perencanaan: Menentukan bagaimana pembelajaran akan diterapkan oleh peserta setelah
lokakarya selesai.

Mengajukan Pertanyaan: Permintaan dari peserta untuk mengklarifikasi sebuah isu. Kuis: Survei cepat yang digunakan untuk menilai atau mengklarifikasi level pembelajaran. Refleksi: Peserta diminta untuk mengulas pembelajaran mereka melalui sejumlah
penggalian.

Narasumber: Seseorang yang diundang untuk berbicara sebagai tamu mengenai sebuah
topik yang relevan.

Strategi Pengulasan: Mengingat dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Bermain Peran: Situasi rekaan yang dimainkan oleh pasangan atau dalam kelompok kecil. Simulasi: Peserta terlibat dalam situasi yang dirancang untuk menampilkan situasi
kehidupan nyata.

Pengembangan Kecakapan: Kecakapan dan praktik pembelajaran baik teknis maupun


non-teknis.

Teknik Bercerita: Penggunaan narasi untuk mengilustrasikan isu tertentu dalam sebuah
lokakarya.

Pembelajaran Tim: Tugas yang dikerjakan dalam kelompok kecil peserta. Berpikir-Berpasangan-Berbagi: Peserta merefleksikan situasi dengan singkat

88

dengan cara menulis catatan secara individu. Peserta berpasangan dan mendiskusikan gagasan mereka bersama-sama. Kelompok yang lebih besar kemudian berbagi gagasan yang dimiliki semua pasangan dalam kelompok.

Pelatihan: Penyampaian unit kerja, biasanya secara teknis. Lokakarya: Kursus singkat yang intensif dan interaktif untuk kelompok kecil peserta
berdasarkan diskusi terbuka, pertukaran gagasan dan peragaan serta latihan aplikasi kecakapan dan prinsip.

Materi Sumber Tujuhbelas:

SURAT PANDUAN TENTANG HOTEL


Peserta yang Terhormat, Penting artinya bila Anda merasa nyaman berada di lokasi lokakarya karena dengan demikian Anda akan menerima manfaat terbesar dari lokakarya yang Anda ikuti ini. Semua hotel berbeda dan terkadang Anda manjadi kebingungan ketika berada dalam situasi yang asing. Pertimbangan-pertimbangan berikut mungkin bisa membantu Anda sekalian: Banyak hotel menggunakan kartu kunci dan bukan kunci standar untuk memasuki kamar. Jika Anda diberi kunci kartu , biasanya terdapat tanda panah yang akan menunjukkan bagian sebelah mana yang harus Anda masukkan untuk membuka kunci pintu. Masukkan kartu ke dalam pengunci pintu, dan tariklah kembali. Biasanya sinar hijau akan aktif, yang artinya kunci sudah terbuka. Kartu kunci tersebut biasanya juga digunakan untuk menyalakan listrik di dalam kamar. Masukkan kartu kunci ke dalam slot di pintu kamar. Biasanya terlatak di dinding sebelah kanan ketika Anda memasuki kamar. Lampu, TV, AC, dal lain-lain, akan menyala. Mini-bar di dalam kamar Anda mungkin mahal. Alangkah baiknya Anda tidak menggunakannya dan membeli air dan makanan kecil yang mungkin Anda perlukan di luar hotel saja. Beberapa hotel menandai isi mini-bar mereka dengan stiker hotel dan akan meminta Anda membayar sekalipun Anda menggantinya dengan barang yang sama. Sebagian besar hotel akan melengkapi kamar dengan dua botol kecil air minum gratis. Botol-botol ini akan disediakan setiap hari dan biasanya ditandai dengan pernyataan dari hotel yang menyebutkan bahwa botol itu gratis. Air dalam kamar mandi tidak boleh diminum. Periksalah pendingin ruangan dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda sendiri. Jika Anda memperoleh kesulitan menyesuaikan pendingin ruangan, mintalah karyawan hotel untuk membantu. Tidak dikenakan biaya untuk menonton televisi di dalam kamar, kecuali jika dinyatakan sebaliknya.

Telepon antarkamar bebas biaya, begitu pula kepada bagian kantor depan hotel. Namun, jika Anda menelepon ke luar hotel, di Indonesia ataupun di luar negeri, akan dikenakan biaya.

Barang-barang layanan kamar mungkin sangat mahal karena hotel mengenakan biaya layanan. Anda mungkin akan memperoleh makanan yang lebih murah di luar hotel. Bila Anda tidak yakin mengenai cara menggunakan shower atau toilet, bertanyalan untuk

89

meminta bantuan. Jauh lebih baik meminta bantuan daripada meminta bantuan setelah kamar mandi banjir. Sarapan disertakan ke dalam biaya hotel. Pada pembekalan awal Anda akan diberi tahu jadwal makan lain yang juga disertakan. Suhu kamar hotel dan ruangan besar yang digunakan untuk lokakarya mungkin sangat dingin. Seringnya, terdapat pendingin sentral untuk beberapa ruangan, sehingga sulit sekali menyesuaikannya untuk satu lokakarya. Karena itu, lebih baik Anda membawa jaket. Ketika Anda telah diberi tahu letak kamar, periksalah di mana pintu keluar terdekat untuk berjaga-jaga bila terjadi kebakaran atau hal-hal darurat lain. Anda tidak akan bisa menggunakan lift pada saat kebakaran, sehingga Anda perlu mengetahui di mana letak tangga. Kadang-kadang, lift hotel berjalan dengan lambat terutama pada jam-jam sibuk, misalnya setelah sarapan. Pertimbangkanlah tambahan waktu untuk menunggu lift sehingga Anda tidak terlambat tiba di ruang lokakarya. Bila Anda menderita alergi terhadap beberapa makanan tertentu, beritahukan kepada staf hotel untuk keperluan katering. Beberapa hotel berukuran besar dan membingungkan. Bila pada awalnya Anda merasa tidak yakin di mana jalan keluar, pastikan Anda berjalan bersama dengan peserta lain. Bila Anda mempunyai keluhan mengenai kamar atau mempunyai pertanyaan tentang hotel, silakan bertanya kepada staf untuk membantu. Bila ini tidak memungkinkan, bertanyalah kepada fasilitator untuk meminta bantuan. Sampai jumpa di lokakarya!

90