Anda di halaman 1dari 3

Stase Rotasi Minggu ke Nama Refleksi ke Instruktur

: IKA FK UGM : Poliklinik :3 : Agus Maulana : III : Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp. A (K)

1. Deskripsi kasus Seorang anak laki-laki usia 14 bulan datang ditemani ayah dan ibunya ke poliklinik dengan keluhan BAB cair. Saat datang pasien ini tampak sadar, tidak gelisah/rewel. Ketika dialloanamnesis, keluhan BAB cair ini sudah dirasakan sejak 5 hari yang lalu, dalam sehari BAB cair sebanyak 3-8 kali dengan rata-rata seperempat gelas belimbing, tidak ada darah, ataupun lendir. Mual dan muntah pernah 2 kali dengan volume terbanyak setengah gelas belimbing. Riwayat BAK 3-4x/hari. Riwayat demam, batuk pilek, kejang disangkal. Riwayat minum tidak ada keluhan, saat ini anak mendapat ASI dan susu formula. Namun pasien sering tidak menghabiskan makan yang disiapkan berupa bubur instan. Dirumah dan keluarga tidak ada yang menderita penyakit serupa. Kondisi sosialekonomi tergolong menengah kebawah dengan lantai rumah beralas tanah. Riwayat imunisasi baik di posyandu (HB 0 bln; BCG 1 bln; DPT/HB1, Polio1 2 bln; DPT/HB2, Polio2 3 bln; DPT/HB3, Polio3 4 bln; Campak, Polio4 9 bln). Pada pemeriksaan fisik status gizi baik (BB 9200 gram, TB 76 cm), tidak didapatkan tanda-tanda dehidrasi, akral hangat, tanda vital tidak ada abnormalitas,. Dan pemeriksaan fisik yang lain dalam batas normal. Pasien ini didiagnosis Diare CairAkut tanpa dehidrasi, dan diplankan untuk rawat jalan dengan pemberian Zinkid syrup (10mg/5ml, 100ml) 20mg/hari selama 10 hari, dan 6 bungkus Renalyt (200ml) 50-100ml setiap kali BAB. Dan diedukasi untuk melanjutkan ASI/makan, dan kontrol 5 hari lagi atau kalau diare anak lebih berat, ada darah, malas minum, tidak sadar, kejang segara dibawa ke RS.

2. Pelajaran yang diambil dari kasus ini:


A. Menilai derajat dehidrasi anak dengan diare

Penilaian 1.lihat Keadaan Umum Mata Air Mata Mulut & Lidah Rasa Haus 2. Periksa Turgor Kulit 3.Derajat Dehidrasi 4. Terapi

A Baik , Sadar Normal Ada Basah Minun biasa Tidak Haus Kembali capat Tanpa Dehidrasi Rencana terapi A

B Gelisa, Rewel Cekung Tidak ada Kering Haus , Ingin Minum Banyak Kembali tambat Dehidrasi ringan/ sedang Rencana Terapi B

C Lesu, lunglai atau tidak sadar Sangat cekung dan kering Tidak ada Sangat Kering Malas minun atau Tidak bisa minum Kembali Sangat Lambat Dehidrasi berat Rencana Terapi C

B. Menatalaksana anak dengan diare cair akut tanpa dehidrasi (Rencana Terapi A) 1. BERI CAIRAN TAMBAHAN (sebanyak anak mau) JELASKAN KEPADA IBU: Pada bayi muda, pemberian ASI merupakan pemberian cairan tambahan yang utama. Beri ASI lebih sering dan lebih lama pada setiap kali pemberian. Jika anak memperoleh ASI eksklusif, beri oralit atau air matang sebagai tambahan. Jika anak tidak memperoleh ASI eksklusif, beri 1 atau lebih cairan berikut ini: oralit, cairan makanan (kuah sayur, air tajin) atau air matang. Anak harus diberi larutan oralit di rumah jika: Anak telah diobati dengan Rencana Terapi B atau C dalam kunjungan ini. Anak tidak dapat kembali ke klinik jika diarenya bertambah parah. AJARI IBU CARA MENCAMPUR DAN MEMBERIKAN ORALIT. BERI IBU 6 BUNGKUS ORALIT (200 ml) UNTUK DIGUNAKAN DIRUMAH. TUNJUKKAN KEPADA IBU BERAPA BANYAK CAIRAN TERMASUK ORALIT YANG HARUS DIBERIKAN SEBAGAI TAMBAHAN BAGI KEBUTUHAN CAIRANNYA SEHARI-HARI : < 2 tahun 50 sampai 100 ml setiap kali BAB 2 tahun 100 sampai 200 ml setiap kali BAB Katakan kepada ibu: Agar meminumkan sedikit-sedikit tetapi sering dari mangkuk/cangkir/gelas. Jika anak muntah, tunggu 10 menit. Kemudian lanjutkan lagi dengan lebih lambat. Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai diare berhenti. 2. BERI TABLET ZINC Pada anak berumur 2 bulan ke atas, beri tablet Zinc selama 10 hari dengan dosis: o Umur < 6 bulan: tablet (10 mg) per hari o Umur > 6 bulan: 1 tablet (20 mg) per hari
3. LANJUTKAN PEMBERIAN MAKAN/ASI

4. KAPAN HARUS KEMBALI

C. KEBUTUHAN CAIRAN PERHARI (Nelson Essential of Pediatrics, 5ed)

D. Indikasi nutrisi parenteral (Nelson Essential of Pediatrics, 5ed) Indications for Parenteral Nutrition Acute Prematurity Trauma Burns Bowel surgery Multiorgan system failure Bone marrow transplantation Malignancy Chronic Short bowel Intractable diarrhea Intestinal pseudo-obstruction Inflammatory bowel disease Immunodeficiency 3. Cara memenuhi keingintahuan saya: Saya memenuhi keingintahuan saya tentang kasus ini dari Buku Saku PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT (WHO, 2009); PEDOMAN PELAYANAN MEDIS IDAI 2010; Nelson Essential of Pediatrics, 5ed. Lalu terapkan pada pasien. saya cross-check kepada residen yang menangani pasien serta melakukan bimbingan klinik dengan Dr. dr. Si Mulatsih, Sp. A (K). 4. Hal-hal yang telah saya pelajari: a. Alloanamnesis, dan pemeriksaan fisik b. Tatalaksana diare cair akut tanpa dehidrasi