Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR GENOTIP DAN FENOTIP TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN MAKALAH Disusun untuk memenuhi matakuliah yang dibina oleh

Bapak Fatchurrahman dan Ibu Susilowati

Oleh: Faricha Ulfa Dwi Setyo Rini (408342417762) (308342410457)

The Learning University

UNIERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Oktober 2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semua makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungan sekitar satusatunya jalan untuk menyelamatkan diri dari faktor lingkungan adalah dengan cara menyesuaikan diri (adaptasi) kepada pengaruh faktor dari luar. Penyesuaian organisme terhadap faktor lingkungan ada yang bersifat sementara dan ada juga yang bersifat permanen, sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta sifatsifat fisiologik secara turun menurun. Hal tersebut telah diungkapkan Bapak teori evolusi, Charles Darwin, bahwa variasi dalam suatu keturunan disebabkan oleh factor lingkungan (suhu, tanah, iklim, dan makanan). Oleh karena itu adanya variasi organisme menunjukkan adanya evolusi menuju kearah terbentuknya spesies-spesies baru. Evolusi dalam bidang kajian Biologi dapat diartikan sebagai perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada setiap generasi, organisme mewarisi sifat-sifat yang dimiliki oleh orang tuanya melalui gen. Lingkungan yang berubah adakalanya dapat mempengaruhi gen organisme induk yang nantinya dapat terwariskan pada keturunannya. Perubahan (yang disebut mutasi) pada gen ini akan menghasilkan sifat baru pada keturunan suatu organisme (fenotip). Dalam waktu yang cukup lama, populasi yang terisolasi ini akan menjadi spesies baru Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antara spesies. Diperlukan kajian yang lebih mendalam terkait pengertian faktor genotip, faktor fenotip pada organisme, dan hubungan faktor tersebut dengan adaptasi organisme itu sendiri terhadap lingkungannya beserta contoh yang relevan. Dengan demikian, penulis menyusun makalah ini dengan judul "Faktor Genotip dan Fenotip Terhadap Perubahan Lingkungan ".

B. Rumusan Masalah Rumusan masalah berdasarkan latar belakang di atas adadalah sebagai berikut. 1. Apa yang dimaksud faktor genotip dan fenotip? 2. Bagaimana peran faktor genotip dan fenotip terkait adaptasi organisme terhadap lingkungannya? 3. Apa contoh yang dapat menjelaskan berbagai faktor genotip dan fenotip terhadap perubahan lingkungan pada organisme? C. Tujuan Tujuan berdasarkan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui pengertian dari dimaksud faktor genotip dan fenotip.

2. mengetahui peran faktor genotip dan fenotip terkait adaptasi organisme terhadap lingkungannya. 3. Memberikan contoh yang dapat menjelaskan berbagai faktor genotip dan fenotip terhadap perubahan lingkungan pada organisme.

BAB II ISI A. Pengertian Faktor Genotip dan Faktor Fenotip Genotip adalah susunan gen dari suatu individu yang tidak tampak dari luar (Pane, 1986 dalam Ferdy 2010). Fenotipe adalah suatu karakteristik (baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku) yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian fenotipe mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme. Pada tingkat organisme, fenotipe adalah sesuatu yang dapat dilihat/diamati/diukur, sesuatu sifat atau karakter. Dalam tingkatan ini, contoh fenotipe misalnya warna mata, berat badan, atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Pada tingkat biokimiawi, fenotipe dapat berupa kandungan substansi kimiawi tertentu di dalam tubuh. Sebagai misal, kadar gula darah atau kandungan protein dalam beras. Pada taraf molekular, fenotipe dapat berupa jumlah RNA yang diproduksi atau terdeteksinya pita DNA atau RNA pada elektroforesis (Anonim, 2011). B. Peran Faktor Genotip Dan Fenotip Terkait Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan Penampakan suatu karakter pada individu (fenotipe) dipengaruhi oleh faktor genetik atau genotipe dan faktor lingkungan (Pallawarukka, 1999 dalam Ferdy, 2010). Lingkungan dapat berpengaruh langsung terhadap fenotipe seekor hewan melalui makanan, penyakit, dan pengelolaan, tetapi tidak dapat mempengaruhi genotipe hewan. Pengaruh yang mungkin terjadi terhadap genotipe tidak terjadi secara langsung tetapi melalui seleksi alam atau buatan yang terjadi terhadap individu-individu yang mengakibatkan perubahan frekuensi gen-gen tertentu dalam populasi (Martojo, 1992). Dengan kata lain fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian oleh lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat, interaksi antara genotipe dan lingkungan. Waktu biasanya digolongkan sebagai aspek lingkungan (hidup) pula. Ide ini biasa ditulis sebagai

P = G + E + GE, dengan P berarti fenotipe, G berarti genotipe, E berarti lingkungan, dan GE berarti interaksi antara genotipe dan lingkungan bersama-sama (yang berbeda dari pengaruh G dan E sendiri-sendiri. Pengamatan fenotipe dapat sederhana (masalnya warna bunga) atau sangat rumit hingga memerlukan alat dan metode khusus. Namun demikian, karena ekspresi genetik suatu genotipe bertahap dari tingkat molekular hingga tingkat individu, seringkali ditemukan keterkaitan antara sejumlah fenotipe dalam berbagai tingkatan yang berbeda-beda. Fenotipe, khhususnya yang bersifat kuantitatif, seringkali diatur oleh banyak gen. Jika dua atau lebih individu berkembang dan tumbuh dari lingkungan yang sama dan memperlihatkan fenotipe yang berbeda, maka dapatlah disimpulkan bahwa kedua individu tersebut mempunyai genotipe yang berbeda. Sebaliknya, meskipun ada dua atau lebih individu yang bergenotipe sama, tetapi berkembang dalam lingkungan yang berbeda, maka fenotipe mereka kemungkinan besar tidak akan sama (Pane, 1986 dalam Ferdy). Perbedaan genotipe dapat berupa perbedaan antarbangsa (rumpun), galur, kelompok-kelompok keturunan pejantanpejantan (Sudono, 1981). Interaksi genotipe dan lingkungan akan sangat penting peranannya bila organisme yang dipelihara dalam dua lingkungan yang berbeda serta dilakukan seleksi pada masing-masing lingkungan tersebut, dengan mengetahui adanya interaksi genotipe dan lingkungan, maka hal ini dapat menentukan lingkungan yang mana hewan hasil seleksi tersebut harus dipelihara (Sudono, 1981). C. Contoh Berbagai Faktor Genotip dan Fenotip Organisme dan kaitannya terhadap Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan
1. Kupu Biston betularia

Jenis organisme yang sekarang hidup dan beradaptasi dengan habitatnya adalah jenis organisme yang sifat-sifatnya diwarisi dari nenek moyangnya. Sifat-sifat genetik itu memancarkan fenotip yang sesuia dengan kondisi faktor lingkungannya. Kupu Biston betularia yang saat ini hidup di daerah industri adalah kelompok yang mempunyai variasi gen yang memancarkan warna hitam pada tubuhnya (fenotip), dan sifat itu menururn sehingga keturunannya tetap

berwarna hitam, meskipun kerabatnya yang hidup di luar daerah industri berwarna terang.
2. Pada pertanian.

Telah kita ketahui bahwa setiap fenotipe yang terjadi adalah karena interaksi yang terjadi antara genotype dan lingkungan. Terjadi saling mempengaruhi yang selanjutnya akan berpengaruh pada hasil yang di capai. Fenotipe atau sifat yang tampak tidak akan baik jika tidak didukung genotype dan lingkungan. Oleh sebab itu dalam pertanian wajib di ketahui hubungan lingkungan dan genotype agar didapatkan produksi yang maksimum baik kualitas maupun kuantitas (Elin embarwati, 2009 dalam Aris, 2009). Pada penelitian Baihaki dan Wicaksana yang dilakukan dengan tanaman kedelai menunjukan bahwa diantara 6 genotype yang di uji menunjukan hasil yang berbeda. Di antara genotype tersebut ada yang tumbuh baik pada lingkungan pengujian tapi ada juga yang tidak. Analisis gabungan karakter hasil untuk delapan lokasi tanam terlihat adanya interaksi yang nyata antara genotip kedelai yang diuji dengan lokasi (lingkungan). Hal ini menunjukkan bahwa di antara keenam genotip kedelai yang diuji, tanggapnya terhadap delapan lingkungan tumbuh (lokasi) untuk karakter hasil, tidak sama dan dapat diartikan diantara genotip tersebut terdapat genotip yang tumbuh baik pada lingkungan tertentu dan memberikan hasil yang tinggi. Selain itu, Makulawu et al. (1999) dalam Baihaki dan Wicaksana (2009) pada jagung hibrida harapan di sembilan lokasi, juga dengan jelas memperlihatkan adanya interaksi antara genotip dengan lokasi (lingkungan) yang nyata. terlihat jelas bahwa adanya keberagaman lingkungan tumbuh (lokasi) menyebabkan terjadinya penampilan yang beragam dari genotip tanaman dalam berbagai lingkungan tumbuh (Baihaki dan Wicaksana, 2009)

BAB III KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa.


1. Genotip adalah susunan gen dari suatu individu yang tidak tampak dari

luar sedangkan Fenotipe adalah suatu karakteristik (baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku) yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya.
2. Peran Faktor Genotip Dan Fenotip Terkait Adaptasi Organisme Terhadap

Lingkungan, yaitu fenotipe ditentukan sebagian oleh genotipe individu, sebagian oleh lingkungan tempat individu itu hidup, waktu, dan, pada sejumlah sifat, interaksi antara genotipe dan lingkungan. 3. Contoh Berbagai Faktor Genotip dan Fenotip Organisme dan kaitannya terhadap Adaptasi Organisme Terhadap Lingkungan yaitu sebagai berikut.
-

Adaptasi Kupu Biston betularia 6 genotip kedelai yang menunjukan kemampuan tumbuh berbeda pada lingkungan yang berbeda.

Daftar Rujukan Azis. 2009. Padi dan Padi Lagi. (Online), (ohttp://blog.djarumbeasiswaplus.org/fuadnurazis/tag/interaksi/), diakses pada 6 Oktober 2011. Anonim. 2011. Fenotie. (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Fenotipe), diakses pada 6 Oktober 2011. Baihaki, Achmad dan Wicaksana, Noladhi. 2005. Interaksi genotipe dan lingkungan, aaptabiitas dan stabilitas hasil dalm pengembangan tanaman varietas unggul di Indonesia Martojo. 1992. Peningkatan Mutu Genetik Ternak. Bogor: IPB Woerjono, Mangoendidjojo. 2005. Analisis interaksi genatipe dan lingkungan tanaman perkebunan (studi kasus pada tanaman teh) Ferdy. 2001. Interaksi antar genotip. (Online), (http://ferdyzferdyz.blogspot.com/2010/10/interaksi-antara-genotipe-dan.html), diakses pada 6 Oktober 2011. http://www.puslittan.bogor.net/index.php?bawaan=download/download http://www.ojimori.com/2011/06/05/interaksi-genotipe-lingkungan-dan-normareaksi/