Anda di halaman 1dari 5

MODEL KONSEPTUAL IMOGENE M.

KING ( SYSTEM MODEL) o Komunitas mrp suatu sistem yg terdiri dari sub sistem keluarga dan supra sistemnya adalah sistem sosial yang lebih luas . o Klg sebagai sub sistem komunitas mrp sistem terbuka dimana tjd hub. Timbal balik antara klg dgn komunitas, yg sekaligus sebagai umpan balik. o King--Kerangka kerja konseptualnya terdiri dari tiga Sub Sistem : 1. Sistem Personal Tdr atas konsep mengenai persepsi dirinya, pertumbuhan & Perkembangan, body image, jarak dan waktu. 2. Sistem InterpersonalMengenai interaksi mns, masy., transaksi, peran dan stress. 3. Sistem Sosial -Organisasi, otoritas, kekuatan, status & pembuatan keputusan o Tujuan akhir perawatan (King`1981) manusia berinteraksi dgn lingk. Yg mengantarkan pd suatu eadaan sehat bagi individu yg memiliki kemampuan ut berfungsi didlm peran-peran sosial MODEL KONSEPTUAL CALLISTA ROY (ADAPTATION MODEL ) Adl Bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dgn cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah perilaku mal adaptif. Empat cara mengefektifkan adaptasi adalah (1) kebutuhan fisiologis, (2) konsep diri, (3) fungsi peran dan (4) saling ketergantungan . Proses keperawatan tdr dr : pengkajian tingkat pertama, dan kedua, identifikasi masalah, diagnosa keperawatan, menyusun prioritas, menetapkan tujuan, intervensi dan evaluasi. (Roy, 1984) Pengkajian tingkat pertama : tingkah laku klien pd tiap tiap cara adaptif diobservasi dan diuraikan Pengkajian tingkat kedua : perawat mengidentifikasi faktor faktor fokal, kontekstual dan residual yang mempengaruhi tingah laku klien Rangsangan Fokal menimbulkan situasi seperti stress, perlukaan atau kesakitan yang mengenai individu Rangsangan Kontekstual faktor lain yang ada seperti pergaulan keluarga atau lingkungan keluarga. Rangsangan Residual faktor yg mempengaruhi yg berasal dari latar belakang klien ;kepercayaan, sikap, pengalaman dan pembawaan . Kekuatan dari model ini adalah :

1. 3. 4. 5.

2. Proses perawatan serupa dgn standart dr pengkajian s.d. evaluasi


fokusnya pada tingkah laku yang adaptaif Ditekankan pada pengkajian thd kebutuhan psikososial Sudah diterapkan dalam praktik, pendidikan dan riset.

Kebanyakan dari terminologi sudah dikenal

Kekurangan dari model ini adalah : 1. Jenis adaptasi yang tumpang tindih ( konsep diri,fungsi peran saling ketergantungan) 2. Penentuan tingkah laku adaptif dan mal adaptif sangat ditentukan oleh sistem nilai yang ada. MODEL KONSEPTUAL BETTY NEUMAN (HEALTH CARE SISTEM MODEL ) NUEMAN memberikan penekanan pada penurunan stress dgn cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat fleksibel; normal dan resisten Sehat adl Suatu keseimbangan bio-psiko-sosio kultural dan spritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten Askep ditujukan untuk mempertahanan keseimbangan tersebut dengan fokus pada empat intervensi yaitu : Intervensi yang bersifat promosi, prevensi, kuratif dan rehabilitatif. MODEL KONSEPTUAL IMOGENE M. KING ( SYSTEM MODEL) o Komunitas mrp suatu sistem yg terdiri dari sub sistem keluarga dan supra sistemnya adalah sistem sosial yang lebih luas . o Klg sebagai sub sistem komunitas mrp sistem terbuka dimana tjd hub. Timbal balik antara klg dgn komunitas, yg sekaligus sebagai umpan balik. o King--Kerangka kerja konseptualnya terdiri dari tiga Sub Sistem : 1. Sistem Personal Tdr atas konsep mengenai persepsi dirinya, pertumbuhan & Perkembangan, body image, jarak dan waktu. 2. Sistem InterpersonalMengenai interaksi mns, masy., transaksi, peran dan stress. 3. Sistem Sosial -Organisasi, otoritas, kekuatan, status & pembuatan keputusan o Tujuan akhir perawatan (King`1981) manusia berinteraksi dgn lingk. Yg mengantarkan pd suatu eadaan sehat bagi individu yg memiliki kemampuan ut berfungsi didlm peran-peran sosial MODEL KONSEPTUAL CALLISTA ROY (ADAPTATION MODEL ) Adl Bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dgn cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah perilaku mal adaptif.

Empat cara mengefektifkan adaptasi adalah (1) kebutuhan fisiologis, (2) konsep diri, (3) fungsi peran dan (4) saling ketergantungan . Proses keperawatan tdr dr : pengkajian tingkat pertama, dan kedua, identifikasi masalah, diagnosa keperawatan, menyusun prioritas, menetapkan tujuan, intervensi dan evaluasi. (Roy, 1984) Pengkajian tingkat pertama : tingkah laku klien pd tiap tiap cara adaptif diobservasi dan diuraikan Pengkajian tingkat kedua : perawat mengidentifikasi faktor faktor fokal, kontekstual dan residual yang mempengaruhi tingah laku klien Rangsangan Fokal menimbulkan situasi seperti stress, perlukaan atau kesakitan yang mengenai individu Rangsangan Kontekstual faktor lain yang ada seperti pergaulan keluarga atau lingkungan keluarga. Rangsangan Residual faktor yg mempengaruhi yg berasal dari latar belakang klien ;kepercayaan, sikap, pengalaman dan pembawaan . Kekuatan dari model ini adalah : 1. Kebanyakan dari terminologi sudah dikenal 2. Proses perawatan serupa dgn standart dari pengkajian s.d. evaluasi 3. Fokusnya pada tingkah laku yang adaptif 4. Ditekankan pada pengkajian thd kebutuhan psikososial 5. Sudah diterapkan dalam praktik, pendidikan dan riset. Kekurangan dari model ini adalah : 1. Jenis adaptasi yang tumpang tindih ( konsep diri, fungsi peran saling ketergantungan) 2. Penentuan tingkah laku adaptif dan mal adaptif sangat ditentukan oleh sistem nilai yg ada. MODEL KONSEPTUAL BETTY NEUMAN (HEALTH CARE SISTEM ) NUEMAN memberikan penekanan pada penurunan stress dgn cara memperkuat garis pertahanan diri yang bersifat fleksibel; normal dan resisten Sehat adl Suatu keseimbangan bio-psiko-sosio kultural dan spritual pada tiga garis pertahanan klien yaitu fleksibel, normal dan resisten

Askep ditujukan untuk mempertahanan keseimbangan tersebut dengan fokus pada empat intervensi yaitu : Intervensi yang bersifat promosi, prevensi, kuratif dan rehabilitatif. MODEL KONSEPTUAL MARTHA ROGERS (MANUSIA SBG UNIT/KESATUAN MODEL ) Mns mrp satu kesatuan yg utuh yg memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Mns selalu berinteraksi dgn lingk. Yg saling memepengaruhi dan dipengaruhi, yg berbeda antara individu satu dgn yg lain. Proses kehidupan manusia berdasarkan konsep homeodinamik yg tdr dr Integritas / mns dgn lingk mrp satu kesatuan , Resonansi / mns dgn lingk seirama yg bervariasi, Helicy / interaksi mns dgn lingk akan tyerjadi perubahan baik scr perlahan maupun cepat. Pengkajian keluarga meliputi kategori : sub sistem individu, pola interaksi, karakteristik unik dari keseluruhan dan kesesuaian antar lingkungan. Kekuatan model ini adalah 1. Penekanan pada konteks total dr jagat raya 2. Penekanan pd efek lingk thd kesh. Seseorang MODEL DOROTHY JONHSON (MODEL TINGKAH LAKU ) Seseorang dpt dipandang sbg sebuah sistem tingkah laku seperti tubuh manusia dipandang sbg sebuah sistem biologis Sistem tingkah laku tdr dr tujuh subsistem ; (1) Pencapaian, mrp tingkat pencapaian prestasi melalui ketrampilan yang kreatif (2) Perhubungan(afiliasi), pencapaian hubungan dengan lingk yang adekuat (3) Penyerangan(agresi), Koping terhadap ancaman di lingkungan (4) Ketergantungan, sistem perilaku dlm medap[atkan bantuan, kedamaian, keamanan serta kepercayaan (5) Eliminasi,pengeluaran sampah yg tdk berguna scr biologis (6) Ingesti, sumber dlm memelihara integritas serta mencapai kesenangan pencapaian pengakuan lingk. (7) Seksualitas, pemenuhan kebt. Dicintai dan mencintai

Tujuan tindk kepert---Utk memperbaiki, mempertahankan, atau mencapai keseimbangan dan stabilitas sistem tingkah laku pd tingkatan setinggi mungkin pada individu. Variabel yg perlu diidentifikasi dari ketidakadekuatan tingkah laku a.l: 1. Insuffisiensi ( ketidakcukupan)----menandakan sub sistem tidak berFX 2. DisCrepancy ( Ketidaksesuaian) --TL tdk mencapai tu7an yg ditetapkan 3. InCompatibilitas (ketidakcocokan)TL dari dua subsistem terjadi konflik 4. Dominance ( kekuasaan)TL pd subsistem digunakan lebih banyak dari sub sistem yg lain. Empat cara intervensi keperawatan agar TL adekuat : 1. Membatasi atau memberi batasan TL 2. Mempertahankan atau melindungi dari stressor negatif 3. Menghambat atau menekan respons yd tdk efektif 4. Memudahkan atau memberi pemeliharaan dan rangsangan

Sumber Artikel dari. http://akperppnisolojateng.blogspot.com/2008/10/model-model-konseptualdalam_23.html#ixzz1bweuKS6A Silahkan kunjungi kami