Anda di halaman 1dari 49

klnLMA1lkA

APMAuA WAnl (02)


kLLAS xl lA 6
SMA nLCL8l 1 8Ll1A8
PENGERTIAN KINEMATIKA
Kinematika adalah cabang ilmu Iisika yang
mempelajari gerak titik partikel secara
geometris, yaitu meninjau gerak partikel tanpa
meninjau penyebab geraknya. Kinematika
adalah cabang dari ilmu mekanika, yaitu ilmu
yang mempelajari gerak benda.
ManIaat:
1. Perancangan suatu gerak:
a) Jadwal kereta, pesawat terbang, dan lain lain.
b) Jadwal pits stop pada balapan F1, pengaturan lalu
lintas
2. Untuk memprediksi terjadinya suatu peristiwa:
Gerhana bulan, gerhana matahari, awal bulan puasa
3. Model (analogi) bagi Ienomena lain di luar ruang lingkup
Iisika:
Pertumbuhan tanaman, pertumbuhan penduduk,
pertumbuhan ekonomi, dan lain lain.
KEDUDUKAN PARTIKEL
VEKTOR adalah besaran yang mempunyai besar
(magnitude) dan arah serta tidak tunduk pada hukum
hukum aljabar.
Vektor biasanya digambarkan sebagai anak panah.
Panjang anak panah menyatakan besar vektor,
sedangkan arah anak panah menyatakan arah vektor.
A
A
Besar :
Dua buah vektor dikatakan sama jika dan hanya jika besar dan
arahnya sama.
Vektor dapat dilakukan operasi penfumlahan, pengurangan dan
perkalian.
sama arahnya dan jika hanya dan jika A A = =
Vektor Satuan
Vektor satuan dalah vektor yang memiliki nilai satua
satuan dengan arah tertentu. Bila arah vektor satuan searah
dengan sumbu positiI maka nilainya 1 dan jika searah
sumbu negatiI sama dengan -1.
z
y
x
i
f
k
k f i dan , , satuan Vektor
z sumbu arah dalam satuan tor adalah vek
y sumbu arah dalam satuan tor adalah vek
sumbu x arah dalam satuan tor adalah vek
k
f
i
Vektor Posisi Dalam Bidang
Vektor posisi adalah vektor yang menyatakan posisi suatu
titik yang berada pada suatu bidang atau ruang
f i r y x OP + = =

y
x
P (x,y)
i
f
r

Besar vektor posisi r dinyatakan dengan:


2 2
y x r + =
Arah vektor posisi terhadap sumbu x
x
y
0 tan =
Perubahan vektor dinyatakan
f i y x r + =
Besar perubahan vektor dinyatakan
2 2
y x r + =
Arah perpindahan vektor posisi dinyatakan
x
y
0 tan

=
ontoh soal
Sebuah partikel berada pada posisi P (3,4)
a) Tentukan persamaan posisi!
b) Gambar posisi titik P dalam koordinat artesius!
c) Hitunglah besar dan arah dari vektor tersebut!
Jawab:
a.
c. Besar vektor posisi
Arah vektor:

y
x
P

4
3
F
f i r y x + =
f i r 4 3 + =
b
2 2
y x r + =
4 3 r
2 2
= + =
= = = 3 0
4
3

x
y
0 tan
Vektor Posisi Dalam Ruang
Vektor posisi adalah suatu vektor yang menyatakan posisi
dari suatu titik dalam ruang.
-
.

i
f
r
z
y
x
A (x,y,z)

k f i r z y x OA + + = =
Besar vektor r dinyatakan dengan:
2 2 2
z y x r + + =

.
-
A A dan
A A
A A dimana A A A A
z
y
x
2
z
2
y
2
x
.48
.48
.48
=
=
= + + =
k
2
A B
2
A B
2
A B AB
) z - z ( ) y - y ( ) x - (x r + + =
Besar vektor untuk memperoleh jarak dua titik dinyatakan
dengan:
KEEPATAN
Kecepatan adalah ukuran yang menyatakan besar perubahan
posisi benda terhadap waktu. Kecepatan termasuk kedalam
besaran vektor.
Kecepatan Rata Rata
Kecepatan rata - rata adalah laju perubahan letak benda
persatuan waktu
y
x
2 r
1 r
r
lintasan partikel
arah kecepatan
rata rata

A
B
f i
f i
y x
) y - (y ) x - (x
r r r
1 2 1 2
1 2
+ =
+ =
=
1 2
1 2
r
t t
r r

t
r
v

=
atau
t
y x
v
r

+
=
f i
t
y

t
x
v
r

=
f i
atau
f i
x y r
v v v + =
Besar kecepatan rata rata:
Arah kecepatan rata rata dengan arah perubahan posisi:
Kecepatan Sesaat
Kecepatan sesaat adalah kecepatan gerak benda pada
suatu saat t. Kecepatan ini mengalami perubahan sangat
kecil atau mendekati nol.
2
y
2
x
r
v v v + =
x
y
v
v

x
y
0 tan =

=
x (m)
t (s)

x v
t
x
.
A
B
y(m)
t (s)

v
t
y

P
Q
Kecepatan sesaat pada arah x Kecepatan sesaat pada arah y
Kecepatan sesaat:
Dapat ditulis dengan:
Arah kecepatan sesaat:
ontoh soal
Sebuah partikel bergerak menurut garis lurus dengan
persamaan posisi x -2t
2
24t 8, x dalam meter dan t
dalam sekon. Tentukanlah kecepatan rata rata selama 2
sekon pertama dan kecepatan saat 4 sekon!
dt
dr

t
r
limit (t) v
0 t
=

=

f
d
d
i
d
d
t
y

t
x
v + =
atau
f i
x y
v v v + =
x
y
v
v

x
y
0 tan =

=
Penyelesaian:
Untuk t 2s x
1
-2(2)
2
24(2) 8 48m. Untuk t 0s
x
2
-2(0)
2
24(0) 8 8m.
Maka
Dan kecepatan saat t 4 adalah
2 4
2
s
m
18 v maka 4 untuk t 24, 4t -
dt
8) 24t d(-2t
dt
dr
v
= = + =
+ +
= =
2
1 2
1 2
r
s
m
20
0 2
8 48
t t
x x
v =

=
Menentukan Posisi dari Fungsi Kecepatan Terhadap Waktu
Untuk menentukan posisi dari Iungsi kecepatan terhadap
waktu digunakan diIerensial yang dikenal dengan integral.



+ = =
=
=
=
=
9 9
9
9
d d
d
d d
d d
d
d
0
0 t
0
0 t
0
r
r
0
r
r
t v r r t v r - r
t v r
t v r
t v r
t
r
v
1
0
0
waktu Iungsi sebagai sesaat kecepatan v
awal posisi
sekon saat t posisi
0
t
=
=
=
r
r

9
d
0
t v
v
t
v(t) v =
ontoh soal
Titik A memiliki kecepatan yang dinyatakan dalam vektor:
va (8ti 2t
2
f)
m
/
s
. jika posisi awal benda (2i 3j)
m
/
s
,
tentukanlah vektor posisi saat t 2s!
Penyelesaian:
s
m
3
7
8 ) 2 (
3
2
) 2 ( 4 ) 3 2 ( r r maka 2, t
t
3
2
t 4 ) 3 2 ( r
)dt 2t - (8t ) 3 2 ( r
dt v r r
3 2
t
3 2
t
0
2
t
0
A 0 t

+ + = = =

+ + =
+ + =
+ =

f i f i f i
f i f i
f i f i
9
9
PEREPATAN
!ercepatan adalah perubahan kecepatan suatu partikel
terhadap waktu. Percepatan bisa bernilai negatiI
seperti percepatan gravitasi dan bisa bernilai positiI
seperti gerak jatuh.
Percepatan Rata Rata
!ercepatan rata - rata adalah hasil bagi perubahan
kecepatan terhadap selang waktu.
t
v
a

1
v
2
v
2
t
1
t
A
B
1 2
1 2
t t
v v

t
v
a

=


s
m
kecepatan perubahan v
(s) waktu selang t
s
m
rata - rata percepatan a
2
=
=
=
Apabila gerak partikel terletak pada bidang yang dibentuk
oleh sumbu x dan sumbu y, maka persamaannya:
Arah percepatan rata rata terhadap sumbu x:
Besar percepatan rata rata:
f i
t
v

t
v
a
y
x
r

=
x
y
v
v

ax
ay
0 tan = =
2
y
2
x r
a a a + =
Percepatan Sesaat
!ercepatan sesaat adalah percepatan suatu benda pada t
tertentu. Percepatan sesaat terjadi jika t mendekati 0 (nol).
Besarnya percepatan sesaat pada saat t dinyatakan:
Jika diambil untuk arah sumbu x, maka:
dengan atau
Sehingga untuk arah sumbu y diperoleh:
dengan atau
Sehingga vektor percepatan menjadi:
Besar percepatan sesaat:
Arah percepataan sesaat terhadap sumbu x:
dt
dv

t
v
limit (t) a
0 t
=

=


dt
dv
a
x
x
=
dt
dx
v
x
=

dt
dv
a
y
y
=

dt
dy
v
y
=

dt
d
a
2
x
2
x
=

dt
d
a
2
y
2
y
=
f i
x y
a a a + =
2
y
2
x
a a a + =
x
y
a
a
0 tan =
ontoh soal
Sebuah partikel bergerak menurut garis luris dengan
kecepatan v (2t 3)
m
/
s
. Tentukan percepatan rata rata
selama 2 detik pertama dan percepatan partikel tersebut!
Penyelesaian:
Untuk t 2s v (2(2) 3) 7
m
/
s
. Untuk t 0s v (2(0)
3) 3
m
/
s
.
Maka percepatan rata ratanya:
Sedangkan percepatan partikel menjadi:
Jadi percepatan rata ratanya adalah 2
m
/
s
2
, sedangkan
percepatan partikelnya adalah 2
m
/
s
2
2
s
m
2 a
2
4
0 2
3 7

t
v
a
=
=

=
2 a
dt
3) d(2t
dt
dv
a
=
+
= =
Menentukan Kecepatan dari Fungsi Percepatan Terhadap
Waktu
Ada dua cara untuk menentukan kecepatan dari Iungsi
percepatan yaitu dengan metode integral dan metode graIik.
Metode integral



+ = =
=
=
=
=
9 9
9
d d
d
d d
d d
d
d
0
0 t
0
0 t
0
v
v
0 v
v
v
t a v v t a v - v
t a v
t a v
t a v
t
v
a
1
0
1
0
Jika dituliskan bersama
vektor vektornya:

+ =
+ =
+ =
9
9
9
d
d
d
0
z
z0 zt
0
y
y0 yt
0
x
x0 xt
t a v v
t a v v
t a v v
Metode graIik
Luas daerah yang diarsir di bawah kurva , , dan
merupakan besar pertambahan kecepatan partikel
dalam arah sumbu x, y, dan z dari t t
0
dan t t
a

a
t
0
t
t a
x

=
9
d
0
x t a luas

a
t
0
t
t a
y

=
9
d
0
y t a luas

a
t
0
t
t a
z

=
9
d
0
z t a luas
t a
x
t a
y
t a
z
Jadi,
Kecepatan luas daerah di bawah kurva
percepatan - waktu
MEMADU GERAK
emadu gerak adalah berpadunya dua gerak atau lebih
yang membentuk sebuah resultan pada suatu lintasan
tertentu.
ontoh:
A
0
x
v
y
v
v
Arah arus air
y
x
Bergeraknya sebuah perahu
menyerong karena pengaruh arus
air sungai. Seharusnya perahu
bergerak lurus, namun karena arus
sungai maka arah bergerak perahu
menjadi menyerong dan
menghasilkan jarak antara tempat
yang semestinya dengan tempat
perahu mendarat.
Paduan Dua Gerak Lurus Beraturan
y
0
v
x
x
v
y
v
0
Hasil perpaduan dua kedudukan
tersebut adalah:
)t v (v s
t v t v s
s s s
y x
y x
y x
+ =
+ =
+ =
Untuk hasil perpaduan kecepatan
adalah:
y x
v v v + =
cos0 v 2v v v v
y x
2
y
2
x
+ + =
Untuk besar v adalah
Maka akan
dapat diperoleh
persamaan
t v s
)t v (v s
y x
=
+ =
ontoh soal
Sebuah perahu menyeberangi sungai yang lebarnya 180 m
dan kecepatan airnya 4
m
/
s
. Bila perahu diarahkan
menyilang tegak lurus dengan kecepatan 3
m
/
s
, tentukan
panjang lintasan yang ditempuh perahu hingga sampai ke
seberang sungai!
Penyelesaian:
Asumsikan bahwa perahu bergerak lurus beraturan
menempuh lintasan AD dan resultan kecepatan perahu dan
air adalah m/s (gunakan aturan Phytagoras). Dengan
membandingkan sisi-sisi segitiga AB dan ADE:
m 300 180
3

AD
DE
B
AB
AD
B
AB
DE
AD
= - =
- =
=
Paduan Gerak Lurus Beraturan Dengan Gerak Lurus
Berubah Beraturan
y
0
x
v
a
Gerak searah sumbu x:
x
x
v
x
t
tetap) (dengan v t v x
=
=
Gerak searah sumbu y:
2
2
0
at
2
1
y
at
2
1
t v y
=
+ =
Substitusikan nilai t, sehingga menjadi:
2
x
2
2
x
2
x c y
c
2v
a
; x
2v
a
y
=
= =
Untuk menentukan harga kecepatan dan arah gerak
x
y 2
y
2
x
v
v
0 arah tan dengan v v v = + =
GERAK PARABOLA
erak parabola adalah gerak dalam dua dimensi dari
peluru/bola yang dilempar miring ke atas. Kita
anggap bahwa gerak ini terjadi dalam ruang hampa,
sehingga pengaruh udara pada gerakan peluru dapat
diabaikan.
V
0y
V
0x
V
0
V
tx
V
t
V
ty
y
x
V
t
V
ty
= 0
V
tx
V
ty
V
t
V
ty
V
t
V
tx
H
R
A
-
P
0
Gerak Searah Sumbu x
t a cos v v
v v
0 tx
0x tx
+ =
=
t a cos v x
t v x
0 t
tx t
=
=
Gerak Searah Sumbu y
t g a sin v v
t g v t a v v
a sin v v
0 ty
0y 0 ty
0 0y
=
= + =
=
2
0 t
gt
2
1
- t a sin v y =
Kecepatan resultan setelah t detik dengan arahnya
Titik Tertinggi
Pada titik tertinggi harga v
ty
0, maka persamaannya
menjadi:
tx
ty 2
ty
2
tx t
v
v
0 arah tan dengan v v v = + =
g
a sin v
t
t g a sin v 0
t g a sin v v
0
ym
ym 0
ym 0 ty
=
=
=
2g
a sin v
y
t g
2
1
t a sin v y
2
2
0
m
ym
2
ym 0 m
=
=
Titik Terjauh (Jarak Tembakan)
Pada titik terjauh y
t
0 dan t t
xm
untuk mencapai titik
terjauh. Maka persamaannya:
g
a sin v
2 t
a sin v t g
2
1
t a sin v t g
2
1
t g
2
1
t a sin v 0
0
xm
0 xm
xm 0
xm
2
xm
2
xm 0
=
=
=
=

a sin 2
g
v
x
a cos a sin 2
g
v

g
a sin v
2 a sin v
t a cos v x
2
0
m
2
0
0
0
xm 0 m
=
=
=
=
ontoh soal
Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan awal 40
m
/
s
,
dengan sudut elevasi 30
0
. (g 10
m
/
s
2
, dan gesekan dengan
udara diabaikan) Tentukan tinggi maksimum dan jarak
terjauh yang dicapai peluru!
2g
u sin v
y
2
2
0
m
=
10 . 2
) 30 (sin 40
2 2
=
20
) 2 , 0 .( 1600
=
m 20 =
g
u 2 sin v
x
2
0
m
=
10
) 30 ( 2 sin 40
2
=
10
) 3
2
1
( 1600
=
m 3 80 =
Gerak Jatuh Bebas
erak jatuh bebas adalah gerak yang tanpa memiliki
kecepatan nol pada saat jatuh. Gerak jatuh bebas dapat
dirumuskan:
Untuk mencari jarak dan waktu saat benda jatuh bebas:
2gh v
gt
2
1
h
t g v
t
2
=
=
=
2
2
gt 2h
gt
2
1
h
=
=
g
2h
t
g
2h
t
2
=
=
Hubungan x dan y Pada Gerak Parabola
Diketahui
Persamaan waktu t disubstitusikan ke dalam persamaan
sumbu y:
a cos v
x
t t a cos v x
0
0
= =
2
2
2
0
2
2
2
0
2
0 0
0
2
0
x
a cos 2v
g
x a tan y
x
a cos 2v
g
x
a cos
a sin

a cos v
x
g
2
1

a cos v
x
a sin v
t g
2
1
t a sin v y
=
=

=
=
ontoh soal
Sebuah benda ditembakkan dengan kecepatan awal 40
m
/
s
dengan sudut elevasi 37
o
. Jika pada suatu saat benda itu
telah berada pada jarak 160 m dalam arah sumbu x,
ketinggian benda saat itu adalah .
Penyelesaian:
meter 100 y
meter ) 20 120 ( y
) 160 (
37) (cos 2(100)
10
(160) 37 tan y
x
a cos 2v
g
x a tan y
2
2 2
2
2
2
0
=
=
=
=
3
GERAK PARABOLA DALAM BIDANG MIRING
Jika sudut bidang miring adalah dan sudut kecepatan awal adalah
-Terhadap bidang miring, maka untuk salib sumbu yang dipakai
- (gambar) berlaku persamaan :
x
?'
v
o
v
ox
v
oy

x'
?
-
g
v
x
(t) v
ox
a
x
t.
v
x
(t) v
o
.48 - - g
x
t
dengan g
x
g 8in
v
x
(t) v
o
cos - - g sin t
v
y
(t) v
oy
a
y
t.
v
y
(t) v
o
8in - - g
y
t
dengan g
y
g .48
v
y
(t) v
o
sin - - g cos t
GERAK ROTASI
erak rotasi adalah gerak benda yang berputar
terhadap suatu sumbu putar/rotasi
8
v
Irekuensi I ; periode T
R I 2a
T
2aa
v
= =
= =
Panjang lintasan rotasi dapat dirumuskan dengan
Kecepatan selama berotasi dalam satuan waktu dapat
dirumuskan dengan kecepatan sudut (e), dengan
persamaan:
v
1 v
t t
2
=


0 t
1
=
t v s =
s
rad
e
I 2a
T
2a
e
=
= =
Posisi Sudut
Posisi sudut menggambarkan kedudukan sudut dalam gerak
melingkar.
t t
2
=


0 t
1
=
(rad) dibentuk yang sudut 0
t
s
t e 0
=
= =
Posisi benda titik P yang bergerak melingkar dapat
dinyatakan dengan (r,0(t))
Gerak Melingkar Beraturan
Gerak melingkar beraturan dapat dirumuskan dengan:
t e 0 0(t)
0
+ =
Kecepatan Sudut
Kecepatan sudut adalah panjang lintasan pada suatu
bidang lingkaran dengan waktu tempuh tertentu.
Kecepatan Sudut Rata Rata
Kecepatan sudut rata - rata adalah jumlah perpindahan
sudut pada setiap selang waktu.
At
A0
t t
0 0
e
1 2
1 2
=

=
waktu selang
sudut n perpindaha
rata - rata sudut kecepatan =
Kecepatan Sudut Sesaat
Kecepatan sudut sesaat adalah perpindahan sudut dalam
selang waktu yang sangat singkat hingga mendekati nol.
Kecepatan sudut sesaat sebagai kemiringan graIik dapat
dirumuskan dengan
dt
d0

t
0
limit e(t)
0 t
=

=

saat suatu pada sumbu t terhadap kurva singgung sudut ; tan e = =
Menentukan Posisi Sudut dari Fungsi Kecepatan Sudut
Posisi sudut dapat diketahui dari Iungsi kecepatan sudut
dengan cara:



+ = =
=
=
=
=
9 9
9
9
d d
d
d9 d
d d
d
d
0
0 t
0
0 t
0
0
0
0
0
0
t e 0 0 t e 0 - 0
t e 0
e 0
t e 0
t
0
e
1
0
1
0
0 saat t pada sudut posisi 0
saat t pada sudut posisi 0
0
= =
=
ontoh soal
Posisi sudut suatu titik pada roda dapat dinyatakan dengan persamaan
rad, dengan t dalam sekon. Tentukan:
Posisi sudut pada t0 dan t3 sekon
Kecepatan sudut rata-rata dari t0 sampai t3 sekon
Kecepatan sudut pada t0 dan t3 sekon
Penyelesaian:
) 2t 10t ( 0
2
+ + =
) 2t 10t ( 0
2
+ + =
Pada saat t0 maka 0 rad
Pada saat t3 maka 0 3 rad
1 2
1 2
t t
0 0
e

=
s
rad
16
0 3
3
=

=
t 4 10 e
dt
) 2t 10t d(
dt
d0
e
2
+ =
+ +
= =
Pada saat t0 maka e 10
rad
/
s
Pada saat t3 maka e 22
rad
/
s
Percepatan Sudut
!ercepatan sudut adalah perubahan kecepatan sudut yang
terjadi pada satuan waktu.
Percepatan Sudut Rata Rata
!ercepatan sudut rata - rata adalah perubahan kecepatan
sudut tiap satuan waktu. Percepatan sudut rata rata dapat
dirumuskan:
Percepatan Sudut Sesaat
!ercepatan sudut sesaat adalah perubahan kecepatan sudut
pada waktu tertentu hingga hampir mendekati nol.
1 2
1 2
t t
e e

t
e
u

=
dt
de

t t
e e
limit u(t)

t
e
limit u(t)
1 2
1 2
0 t
0 t
=

=


2
2
dt
0 d
dt
d0
dt
d
dt
de
u(t) =

= =
Percepatan sesaat sebagai kemiringan graIik w I(t) dapat
dirumuskan dengan
ontoh soal
Benda yang bergerak melingkar kecepatan sudutnya
berubah sesuai persamaan
rad
/
s
dan t dalam
sekon. Pada saat t 1 sekon, posisi sudutnya rad. Setelah
bergerak selama t 2 sekon pertama maka tentukan:
Pecepatan sudut
Posisi sudut
tan u =
) 2 4 3 (
2
+ = 9 9
Penyelesaian:
4 6 u
dt
2) 4t d(3t
dt
de
u
2
=
+
= =
9
Untuk t 2 maka u 8
rad
/
s
2

+ =
t
0
0
edt 0 0

+ + = 2)dt 4t (3t 0
2
0
2t) 2t (t 0
2 3
0
+ + =
Untuk t 1 maka
2
0
s
rad
4 0 nilai berarti 2, 2 1 0 = + + =
Maka untuk t2
rad 8 0
2.2 2.2 2 4 0
2 3
=
+ + =
Menentukan Kecepatan Sudut dari Fungsi Percepatan Sudut
Kecepatan sudut dapat ditentukan dengan metode integrasi
dari Iungsi percepatan. Persamaannya adalah
ut e e
t u e e t u e - e
t u e
u e
t u e
t
e
u
0 t
0
0 t
0
0 t
0
e
e
0
e
e
1
0
1
0
+ =
+ = =
=
=
=
=



9 9
9
9
d d
d
d9 d
d d
d
d
Dapat juga ditentukan posisi sudut
dari percepatan sudut:
2
0 0
0
0 0
0
0 t
ut
2
1
t e 0
t ut) (e 0
t e 0 0
+ + =
+ + =
+ =

9
9
d
d
ANALOGI GERAK TRANSLASI
DAN ROTASI
erak Lurus erubah eraturan erak Rotasi erubah eraturan
) s 2a(s v v
at
2
1
t v s s
at v v
0
2
0
2
2
0 0
0
+ =
+ + =
+ =
) 0 2a(0 e e
ut
2
1
t e 0 0
ut e e
0 t
2
0
2
2
0 0
0
+ =
+ + =
+ =
HUBUNGAN ANTARA BESARAN BESARAN
TANGENSIAL DENGAN BESARAN BESARAN
SUDUT PADA GERAK ROTASI
Percepatan sentripetal
arahnya selalu menuju ke
titik pusat lintasan dan
besarnya tergantung besar
kelajuan saat itu.
Percepatan tangensial
besarnya tetap, searah garis
singgung dan bergungsi
memeri perubahan pada
kelajuan
s a
t a
a
v

t a v
t a v v
t
0
0
t
0 t
+ =
+ =

9
d
2
t
0
2
t
0 0
0
t
0 0
0
t 0 t
t a
2
1
t v
t a
2
1
t v s
t t) a (v s
t v s s
+ =
+ + =
+ + =
+ =

9
9
d
d
Jadi persamaan gerak titik yang bergerak melingkar berubah
beraturan dengan posisi awal 0 adalah
Pada gerak melingkar, lintasannya berupa lingkaran, maka
dapat dinyatakan
Kecepatan linier dapat dinyatakan dengan kecepatan sudut
t a v v
t
0 t
+ =
2
t
0 t
t a
2
1
t v s + =
lingkaran jari - jari R ditempuh, yang lintasan s ; R 0 s = = =
e R
dt
d0
R
dt
R) d(0
dt
ds
v
R 0 s
= =

= =
=
sudut kecepatan e
linier kecepatan v
e R v
=
=
=
Percepatan tangesial atau percepatan singgung juga dapat
dinyatakan dengan percepatan sudut
Sedangkan percepatan sentripetal dapat dirumuskan
u R
dt
de
R
dt
e) d(R
dt
dv
a
e R v
t
= =

= =
=
sudut percepatan u
l tangensia percepatan a
u R a
t
t
=
=
=
sudut kecepatan e
l tangensia percepatan a
e R a
t
2
t
=
=
=