Anda di halaman 1dari 10

Dina Isholawati 1106139203 Rangkuman tugas Prinsip sel volta atau sel galvani :

Gerakan elektron dalam sirkuit eksternal akibat adanya reaksi redoks. Aturan sel volta : o Terjadi perubahan : energi kimia energi listrik o Pada anoda, elektron adalah produk dari reaksi oksidasi; anoda kutub negatif o Pada katoda, elektron adalah reaktan dari reaksi reduksi; katoda = kutub positif o Elektron mengalir dari anoda ke katoda

Konsep-konsep Sel Volta Sel Volta: 1. Deret Volta/Nerst a. Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, Zn, Fe Ni, Sn, Pb, (H), Cu, Hg, Ag, Pt, Au b. Makin ke kanan, mudah direduksi dan sukar dioksidasi. Makin ke kiri, mudah dioksidasi, makin aktif, dan sukar direduksi. Prinsip: 1. Anoda terjadi reaksi oksidasi ; katoda terjadi reaksi reduksi 2. Arus elektron : anoda katoda ; arus listrik : katoda anoda 3. Jembatan garam : menyetimbangkan ion-ion dalam larutan Contoh dari sel galvani :

Notasi sel : Zn/Zn+2//Cu+2/Cu

/ = potensial sel // = potensial sambungan Sel (cell junction potential; jembatan garam) c. Macam-macam sel volta

1. Sel Kering atau Sel Leclance


Sel ini sering dipakai untuk radio, tape, senter, mainan anak-anak, dll. Katodanya sebagai terminal positif terdiri atas karbon (dalam bentuk grafit) yang terlindungi oleh pasta karbon, MnO2 dan NH4Cl2 Anodanya adalah lapisan luar yang terbuat dari seng dan muncul dibagian bawah baterai sebagai terminal negatif. Elektrolit : Campuran berupa pasta : MnO2 + NH4Cl + sedikit Air Reaksi anoda adalah oksidasi dari seng Zn(s) Zn2+ (aq) + 2e-

Reaksi katodanya berlangsung lebih rumit dan suatu campuran hasil akan terbentuk. Salah satu reaksi yang paling penting adalah : 2MnO2(s) + 2NH4 + (aq) + 2e- Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O

Amonia yang terjadi pada katoda akan bereaksi dengan Zn2+ yang dihasilkan pada anoda dan membentuk ion Zn(NH3)42+.

2. Sel Aki

Katoda: PbO2 Anoda : Pb Elektrolit: Larutan H2SO4 Reaksinya adalah : PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) PbSO4(s) + 2H2O (katoda) Pb (s) + SO42-(aq) PbSO4(s) + 2e- (anoda)

PbO2(s) + Pb (s) + 4H+(aq) + 2SO42-(aq) 2PbSO4(s) + 2H2O (total)


Pada saat selnya berfungsi, konsentrasi asam sulfat akan berkurang karena ia terlibat dalam reaksi tersebut. Keuntungan dari baterai jenis ini adalah bahwa ia dapat diisi ulang (recharge) dengan memberinya tegangan dari sumber luar melalui proses elektrolisis, dengan reaksi : 2PbSO4(s) + 2H2O PbO2(s) + Pb(s) + 4H+(aq) + 2SO42-(aq) (total)

Kerugian dari baterai jenis ini adalah, secara bentuk, ia terlalu berat dan lagi ia mengandung asam sulfat yang dapat saja tercecer ketika dipindah-pindahkan.

3. Sel Bahan Bakar


Elektroda : Ni Elektrolit : Larutan KOH Bahan Bakar : H2 dan O2

4. Baterai Ni Cd

Disebut juga baterai ni-cad yang dapat diisi ulang muatannya dan yang umum dipakai pada alat-alat elektronik peka. Potensialnya adalah 1,4 Volt. Katoda : NiO2 dengan sedikit air Anoda : Cd Reaksinya : Cd(s) + 2OH- (aq) Cd(OH)2(s) + 2e2e- + NiO2(s) + 2H2O Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq)

Baterai ini lebih mahal dari baterai biasa.

Pada sel elektrolitik


Katoda bermuatan negatif atau disebut elektroda. Terjadi reaksi reduksi

Jenis logam tidak diperhatikan, kecuali logam Alkali (IA) dengan Alkali tanah(IIA), Al dan Mn Reaksi : 2 H+(aq) + 2e- H2(g) ion golongan IA/IIA tidak direduksi; dan penggantinya air 2 H2O(l) + 2 e- basa + H2(g) ion-ion lain direduksi

Anoda bermuatan positif (+) atau disebut elektroda + Terjadi reaksi oksidasi

Jenis logam diperhatikan

a. Anoda : Pt atau C (elektroda inert) reaksi : # 4OH- (aq) 2H2O(l) + O2(g) + 4e# gugus asam beroksigen tidak teroksidasi, diganti oleh 2 H2O(l) asam + O2(g) # golongan VIIA (halogen) gas b. Anoda bukan : Pt atau C reaksi : bereaksi dengan anoda membentuk garam atau senyawa lain.

MACAM SEL VOLTA 1. Sel Kering atau Sel Leclance = Katoda : Karbon = Anoda :Zn = Elektrolit : Campuran berupa pasta : MnO2 + NH4Cl + sedikit Air 2. Sel Aki = Katoda: PbO2 = Anoda : Pb = Elektrolit: Larutan H2SO4 = Sel sekunder

3. Sel Bahan Bakar = Elektroda : Ni = Elektrolit : Larutan KOH = Bahan Bakar : H2 dan O2 4. Baterai Ni - Cd = Katoda : NiO2 dengan sedikit air = Anoda : Cd Reaksi pada Katoda ( Reduksi Kation) 1. Bila kation dari golongan Alkali/ IA (Li+, Na+, K+), Alkali tanah/ IIA (Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+), Al3+ atau Mn2+ maka kation tersebut tidak direduksi namun air (H2O) yang direduksi. hal ini karena Ered H2O lebih besar dari ion-ion teraebut. Reaksi yang terjadi : 2H2O(l) + 2e- H2(g) + 2OH-(aq) + 2. H dari suatu asam akan direduksi menjadi gas hidrogen (H2). Reaksi yang terjadi : 2H+(aq) + 2e- H2(g) 3. Ion-ion logam lainnya yang tidak termasuk kelompok di atas direduksi lalu mengendap pada katoda. Ni2+(aq) + 2e- Ni(s) Cu2+(aq) + 2e- Cu(aq) Ag+(aq) + e- Ag(s) 4. Ion-ion lelehan atau leburan dari golongan alkali dan alkali tanah direduksi lalu mengendap pada katoda (karena lelehan/leburan tidak mengandung air). Li+(aq) + e- Li(s) Ca2+(aq) + 2e- Ca(s) Reaksi pada Anoda (Oksidasi Anion) 1. Bila elektrodanya non inert ( Ni, Cu, Ag dll) maka elektrodanya yang dioksidasi. contoh reaksinya : Ni(s) Ni2+(aq) + 2eCu(aq) Cu2+(aq) + 2eAg(s) Ag+(aq) + e-

2.

Bila elektrodanya inert ( C, Pt atau Au) maka elektrodanya tidak bereaksi dan bila anionnya : a. Ion OH- dari basa maka reaksi yang terjadi : 4OH-(aq) 2H2O(aq) + O2(g) + 4eb. Ion sisa asam yang mengandung oksigen (SO42-, NO3-, PO43- dll) tidak dioksidasi namun air (H2O) yang dioksidasi. karena Eoks H2O lebih besar dari sisa asam yang mengandung oksigen. Reaksi yang terjadi : 2H2O(aq) 4H+(aq) + O2(g) + 4ec. ion sisa asam yang tidak mengandung oksigen (Cl- , Br- , I- dll) akan dioksidasi. 2Cl-(s) Cl2(g) + 2e2Br-(s) Br2(g) + 2e-

Setelah membaca dari beberapa sumber ternyata yang dituliskan dalam reaksi elektrolisis bukan hanya reaksi di katoda (+) dan anoda (-) saja, tetapi reaksi penguraiannya juga. sebagai gambaran saya beri beberapa contoh reaksi elektrolisis. 1. elektrolisis kalium iodida (KI) dengan elektroda C KI K+ + IKatoda (+) : 2H2O(l) + 2e H2(g) + 2OH-(aq) Anoda (-) : 2I-(s) I2(g) + 2e 2K+ + 2I2KI Katoda (+) : 2H2O(l) + 2e- H2(g) + 2OH-(aq) Anoda (-) : 2I-(s) I2(g) + 2e-------------------------------------------------------Reaksi sel : 2KI + 2H2O 2K+ + 2OH- + I2 + H2 2KI+2H2O 2KOH+I2+H2 Pada katoda reaksi K diganti oleh H2O karena K tergolong dalan logam alkali. dikalikan 2 ( x2 ) untuk menyamakan ion sejenis dan/atau elektron di ruas kiri dan kanan. kemudian setelah ion sejenis dan jumlah elektron di ruas kiri dan kanan sama dapat dicoret. Yang tidak dicoret itulah reaksi selnya. Pada reaksi-reaksi selanjutnya tidak saya beri keterangan yang penting perhatikan aturan-aturan reaksi pada katoda dan anoda yang telah dibahas sebelumnya. 2. elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt AgNO3 Ag+ + NO3+ Katoda (+) : Ag (aq) + e Ag(s) Anoda(-) :2H2O(aq) 4H+(aq)+O2(g)+4ex4 x4 x1 x2

4AgNO3 4Ag+ + 4NO3Katoda (+) : 4Ag+(aq) + 4e 4Ag(s) + Anoda(-) :2H2O(aq) 4H (aq)+O2(g)+4e-------------------------------------------------------------------------Reaksi sel : 4AgNO3(aq) + 2H2O(aq) 4Ag(s) + 4H+(aq) + 4NO3- + O2(g) 4AgNO3(aq) + 2H2O(aq) 4Ag(s) + 4HNO3 + O2(g) 3. elektrolisi leburan NaCl dengan elektroda Cu ( ingat Cu tidak inert) Na+ + ClNaCl Na+(aq) + e- Na(s) Cu(aq) Cu2+(aq)+2e2NaCl 2Na+ + 2Cl2Na+(aq) + 2e- 2Na(s) Cu(aq) Cu2+(aq) + 2e2NaCl + Cu(aq) 2Na(s) + Cu2+ + 2Cl2NaCl + Cu(aq) 2Na(s) + CuCl2 x2 x2 x1

Katoda (+) Anoda(-)

: :

Katoda (+) : Anoda (-) : Reaksi sel :

a. Elektrolisis terhadap lelehan/cairan/leburan Sel elektrolisis tidak mengandung pelarut (air) Katode : reduksi kation Anode : oksidasi anion b. Elektrolisis terhadap larutan elektrolit dalam air - Elektroda inert ( tidak aktif )

Katode = Golongan IA dan IIA yang dielektrolisis air Anode = Mengandung O,yang dioksidasi air

- Elektroda Aktip ( Cu,Ag,Fe,Ni,dll)


Katode = Golongan IA dan IIA yang dielektrolisis air Anode = Elektrode Aktif tersebut.

Berikut ini adalah beberapa contoh soal aspek kuantitatif sel elektrolisis : 1. Pada elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda inert dihasilkan gas oksigen sebanyak 5,6 L pada STP. Berapakah jumlah listrik dalam Coulomb yang dialirkan pada proses tersebut? Penyelesaian : Reaksi elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda inert adalah sebagai berikut :

Katoda (-) : Ag+ + e- > Ag Anoda (+) : 2 H2O(l) > O2(g) + 4 H+(aq) + 4 eGas O2 terbentuk di anoda. Mol gas O2 yang terbentuk sama dengan 5,6 L / 22,4 L = mol O2. Berdasarkan persamaan reaksi di anoda, untuk menghasilkan mol gas O2, maka jumlah mol elektron yang terlibat adalah sebesar 4 x = 1 mol elektron. 1 mol elektron = 1 Faraday = 96500 C. Jadi, jmlh listrik yang terlibat adalah sebesar 96500 C 2. Unsur Fluor dapat diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan NaF. Berapakah waktu yang diperlukan untuk mendapatkan 15 L gas fluorin ( 1 mol gas mengandung 25 L gas) dengan arus sebesar 10 Ampere? Penyeleasian : Reaksi elektrolisis lelehan NaF adalah sebagai berikut : K (-) : Na+(l) + e- > Na(s) A (-) : 2 F-(l) > F2(g) + 2 eGas F2 terbentuk di anoda. Mol gas F2 yang terbentuk adalah sebesar 15 L / 25 L = 0,6 mol F2. Berdasarkan persamaan reaksi di anoda, untuk menghasilkan 0,6 mol gas F2, akan melibatkan mol elektron sebanyak 2 x 0,6 = 1,2 mol elektron 1,2 mol elektron = 1,2 Faraday Waktu yang diperlukan dapat dihitung melalui persamaan berikut : Faraday = (Ampere x Detik) / 96500 1,2 = (10 x t) / 96500 t = 11850 detik = 3,22 jam Jadi, diperlukan waktu selama 3,22 jam untuk menghasilkan 15 L gas fluorin 3. Arus sebesar 0,452 A dilewatkan pada sel elektrolisis yang mengandung lelehan CaCl2 selama 1,5 jam. Berapakah jumlah produk yang dihasilkan pada masing-masing elektroda? Penyelesaian : Reaksi elektrolisis lelehan CaCl2 adalah sebagai berikut : K (-) : Ca2+(l) + 2 e- > Ca(s) A (+) : 2 Cl-(l) > Cl2(g) + 2 eMol elektron yang terlibat dalam reaksi ini dapat dihitung dengan persamaan berikut :

Faraday = (Ampere x Detik) / 96500 Faraday = (0,452 x 1,5 x 3600) / 96500 mol elektron Berdasarkan persamaan reaksi di katoda, mol Ca yang dihasilkan adalah setengah dari mol elektron yang terlibat. Dengan demikian, massa Ca yang dihasilkan adalah : Massa Ca = mol Ca x Ar Ca Massa Ca = x (0,452 x 1,5 x 3600) / 96500 x 40 = 0,506 gram Ca Berdasarkan persamaan reaksi di anoda, mol gas Cl2 yang dihasilkan adalah setengah dari mol elektron yang terlibat. Dengan demikian, volume gas Cl2 (STP) yang dihasilkan adalah : Volume gas Cl2 = mol Cl2 x 22,4 L Volume gas Cl2 = x (0,452 x 1,5 x 3600) / 96500 x 22.4 L = 0,283 L gas Cl2 Jadi, produk yang dihasilkan di katoda adalah 0,506 gram endapan Ca dan produk yang dihasilkan di anoda adalah 0,283 L gas Cl2 (STP) 4. Dalam sebuah percobaan elektrolisis, digunakan dua sel yang dirangkaikan secara seri. Masing-masing sel menerima arus listrik yang sama. Sel pertama berisi larutan AgNO3, sedangkan sel kedua berisi larutan XCl3. Jika setelah elektrolisis selesai, diperoleh 1,44 gram logam Ag pada sel pertama dan 0,12 gram logam X pada sel kedua, tentukanlah massa molar (Ar) logam X tersebut! Penyelesaian : Reaksi elektrolisis larutan AgNO3 : K (-) : Ag+(aq) + e- > Ag(s) A (+) : 2 H2O(l) > O2(g) + 4 H+(aq) + 4 eLogam Ag yang dihasilkan sebanyak 1,44 gram; dengan demikian, mol logam Ag yang dihasilkan sebesar 1,44 / 108 mol Ag Berdasarkan persamaan reaksi di katoda, mol elektron yang dibutuhkan untuk menghasilkan logam Ag sama dengan mol logam Ag (koefisien reaksinya sama) Sehingga, mol elektron yang digunakan dalam proses elektrolisis ini adalah sebesar 1,44 / 108 mol elektron Reaksi elektrolisis larutan XCl3 : K (-) : X3+(aq) + 3 e- > X(s) A (+) : 2 Cl-(l) > Cl2(g) + 2 e-

Arus yang sama dialirkan pada sel kedua, sehingga, mol elektron yang digunakan dalam proses elektrolisis ini sama seperti sebelumya, yaitu sebesar 1,44 / 108 mol elektron Berdasarkan persamaan reaksi di katoda, mol logam X yang dihasilkan sama dengan 1 / 3 kali mol elektron, yaitu sebesar 1 / 3 x 1,44 / 108 mol X Massa logam X = 0,12 gram; dengan demikian, massa molar (Ar) logam X adalah sebagai berikut: mol = massa / Ar Ar = massa / mol Ar = 0,12 / (1 / 3 x 1,44 / 108) = 27 Jadi, Ar dari logam X adalah 27