Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN Indonesia saat ini mengalami ancaman serius dalam bidang kerusakan lingkungan seperti banjir,polusi udara-air-darat,kekeringan dan sebagainya hingga berdampak (kerusakan) sosial ekonomi kesehatan yang membuat taraf hidup rakyat merosot tajam. Perlu upaya dimana penanggulangan kerusakan lingkungan memiliki konvergensi dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Bila pilihan ini dilakukan ternyata dibutuhkan banyak persyaratan dan ternyata banyak menemui kendala,seperti media apa yang cocok dalam penanggulangan kerusakan lingkungan. Media yang bisa ditanam secara mudah, dengan lahan yang tidak terlalu luas, mudah dijangkau oleh kebanyakan rakyat, memiliki kala produktifitas yang cukup lama, bernilai gizi dan bernilai ekonomi tinggi. Salah satu dari sedikit pilihan itu adalah lengkeng. Long yen (baca : lung yen artinya mata naga), demikian orang Cina menyebut tanaman lengkeng, telah lama dikenal orang sebagai buah meja. Buah tanaman yang termasuk anggota famili Sapidanceae ini memiliki citarasa yang khas, manis berair serta aroma harum. Buah lengkeng selain lezat disantap ternyata juga memiliki kandungan gizi yang baik (286 kal, 45 mg kalsium dan 196 mg fosfor). Disamping itu si mata naga ini juga dipercaya memiliki khasiat obat, misalnya untuk penyakit salesma, radang tenggorokan, luka bakar, memar, insomnia dan untuk memulihkan stamina wanita sehabis melahirkan. Klasifikasi Kelengkeng Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Sub Kingdom : Tracheobionta (Berpembuluh) Super Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisio : Magnoliophyta (Berbunga) Kelas : Magnolopsida Sub Kelas : Risidae Ordo : Sapindales Familia : Sapindaceae

Genus : Euphoria Spesies : Euphoria Longana (Lour). Steud (plantamor.com) Syarat Tumbuh Faktor yang berpengaruh terhadap tanaman lengkeng adalah ketinggian tempat tumbuh dari permukaan laut. Selama ini diketahui lengkeng hanya dapat hidup dan berbuah di daerah dataran tinggi. Hal ini berkaitan dengan kondisi suhu ideal bagi pertumbuhannya, yaitu 20-33 o C pada siang hari dan 15 22 o C pada malam hari. Beberapa dasawarsa terakhir, para pemulia tanaman mampu menghasilkan babarapa jenis lengkeng yang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah yang bersuhu panas. Kelembaban udara ideal bagi pertumbuhan lengkeng adalah 65-90 % dan curah hujan 2500-4000 mm/tahun. Tanaman lengkeng dapat hidup di hampir berbagai jenis tanah, namun yang terbaik adalah lempung berpasir dan mengandung kapur, atau pada jenis tanah andosol. Jenis tanah latosol juga cocok bagi tanaman lengkeng. Namun pada dasarnya membutuhkan tanah yang subur dan banyak mangandung zat organik, bersifat porous, keasaman 5,5 6,5 serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. Jenis lengkeng yang telah banyak dikenal selama ini, umumnya dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah dataran tinggi, meski ada sebagian yang adaptif di dataran rendah tetapi umur panennya lama ( di atas 8 tahun). Belakangan ini mulai dikenal beberapa jenis lengkeng yang dapat tumbuh bahkan berbuah dengan lebat di dataran rendah serta bersifat genjah (paling cepat berbuah umur 8 bulan). Sejauh ini telah diketahui 3 varietas lengkeng yang banyak ditanam, yaitu : 1. Diamond Rever .Verietas ini berdaun hijau cerah, lebar dan tepinya bergelombang. Tajuknya kompak dan sosoknya cenderung melebar ke samping daripada ke atas. Sangat cocok dijadikan tanaman peneduh (di Vietnam telah dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan sejak tahun 1986). Daging buahnya relatif tebal dan berair saat dikupas. Rasa buah manis, tapi berkualitas rendah. Daging buah tipis,

transparan dan becek. Lengkeng jenis ini bisa berbuah pada umur 8-12 bulan untuk lengkeng vegetatif, dan 2 3 tahun untuk lengkeng generatif. Karena memang asli lengkeng dataran rendah maka mata berlian, sebutan diamond river di Malaysia mudah berbuah di Indonesia. Sifat unggul diamond river terletak pada sosok tanamannya. Diamond rever termasuk jenis yang mudah berbuah, bahkan tanpa perlakuan khusus dan sangat produktif (tanaman berusia 3 tahun dapat berbuah 80-100 kg permusim panen). 2. Pingpong Sama seperti diamond river, pingpong asli lengkeng dataran rendah sehingga mudah berbuah. Buahnya eksotik karena berukuran jumbo, bahkan beberapa di antaranya benar-benar sebesar bola pingpong. Lengkeng pingpong dahannya cenderung memanjang, lentur dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua dan berukuran kecil menggulung ke belakang. Ukurang buah lebih besar daripada Diamond River, beraroma harum, daging buah cukup tebal, biji besar, kulit tipis, dan tidak berair. Lengkeng vegetatif bisa berbuah pada umur 8-12 bulan dan lengkeng generatif berbuah saat berumur 2-3 tahun. Sayangnya jenis ini kurang produktif dibanding Diamond rever, mungkin tipe percabangan yang tidak serimbun diamond rever adalah penyebabnya. Ukuran buahnya yang besar dengan diameter kurang lebih 3-4 cm menjadi kelebihan dari kelengkeng asli negara Vietnam ini. Pantas jika jenis ini kemudian dikembangkan sebagai alternatif budidaya yang memiliki prospek bisnis bagus. Di Indonesia, budidaya lengkeng ping pong dilakukan dengan proses sambung atau stek. Sebab, jika ditanam dalam keadaaan masih biji, prosesnya akan lama dan hasilnya pun belum tentu sama dengan indukan. Terlebih lengkeng ping pong masih tergolong varian baru 3. Itoh Dibanding kedua varietas sebelumnya, kualitas itoh paling bagus. Bayangkan saja lengkeng impor terbaik yang kerap kita beli di pasar swalayan. Sepintas penampilan itoh mirip dengan diamond river dengan daun lebar dan bergelombang. Kualitas buah paling unggul daripada yang lain. Daging tebal, di Indonesia, sehingga masih sedikit orang yang berinisiatif membudidayakannya sebagai alternatif bisnis.

manis, kering dan berbiji tebal. Lengkeng itoh hasil cangkokan berbuah 7-10 bulan tanam dari bibit berumur 6 bulan. Di dataran rendah Thailand dan Malaysia, produktivitas itoh juga tinggi. Namun di Indonesia belum terbukti berbuah, mungkin karena teknik membuahkannya belum tepat. Namun sampai saat ini para pekebun masih terus berusaha membuahkannya. Cara tanam dan Perawatan 1. Penyiapan lahan Dibuat lubang 60 x 60 x 60 cm s/d 80 x 80 x 80 cm. Lubang dianginanginkan selama 1 minggu (bila drainase baik) bila drainase kurang baik 2-3 minggu. Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang (sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi). Sebaiknya campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, untuk kemudian digunakan untuk menanam (hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar) 2. Penanaman Bibit yang baru di beli jangan langsung ditanam, karena biasanya masih stres akibat pengangkutan. Bibit dibiarkan dulu hingga terlihat segar dan tidak ada daun yang berguguran. Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang.Gemburkan bibit dan tanahmya, bila tanah terlalu gembur diberi sedikit tekanan, bila tanah terlalu keras medianya sedikit digaruk / digemburkan. Letakkan pada lubang dan timbun dengan media yang telah disiapkan. Perhatikan agar sambungan bibit tidak tertutup tanah. Apabila perawatannya baik (sering dipupuk, disiram dan didangir) biasanya tanaman dari stek akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan. 3. Pemeliharaan

Setelah 1,5 bulan tanaman dipupuk dengan pupuk NPK 1 sendok makan NPK/10 L air, siram disekitar tanaman. Pemupukan selanjutnya setiap 2 bulan sekali. Perlu diperhatikan, bahwa jenis Diamond rever sangat sensitive terhadap overdosis pupuk. Tanaman disiram secara teratur 2 hari sekali. Pada tanaman dewasa dapat dilakukan stress air selama kurang lebih 2 minggu untuk merangsang pembungaan, lalu selanjutnya kembali disiram secara teratur. Sebaiknya penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka. Percabangan yang optimal sangat diperlukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pemangkasan pertama dapat dilakukan sekitar 2 bulan setelah tanam. Tanda tanaman yang siap dipangkas adalah: daun menua dan batang berwarna kecoklatan. Tanaman dipangkas 5-10 cm dari ujung pucuk, 2 cm dari ruas batang terdekat. Tinggi tanaman sedapatnya dipertahankan 2,5 3 m untuk memudahkan perawatan dan pemanenan.. Tunas air juga harus dibuang, karena tunas air menyebabkan tanaman rimbun dan lembab sehingga dapat mengundang hama. Cabang lengkeng sangan getas, buahnya juga sangat banyak sehingga batang mudah patah/belah. Oleh karena itu perlu dibuatkan sugang untuk menyangga tanaman. Sugang dibuat pada saat tanaman berumur setahun sebagai berikut: -Siapkan 4 tonggak setinggi 2 m, pasang di sekeliling tanaman -Jarak tonggak ke batang tanaman 80-100 cm -Pasang galang pada tonggak sebanyak 2 susun -Setelah tanaman berumur 2 tahun, sugang harus diganti dengan kayu yang lebih kuat, sbb: -Siapkan tonggak setinggi 4-5 m sebanyak 6-9 tonggak -Pasang galang sebanyak 3 susun pada tonggak dg ketinggian 60, 90, 120 cm.

Sumber : http://www.nuryety.co.cc/2010/03/budidaya-lengkeng.html http://masjamal.blogdetik.com/2008/12/24/keuntungan-berkebun-lengkeng/ http://tanaman.org/tag/budidaya-lengkeng