Anda di halaman 1dari 7

RINGKASAN BUKU MATAKULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN BAHASA INDONESIA

Nama NIM Jurusan

: Ida Ayu Agung Putri Trisiana Dewi : 1111305001 : Teknik Pertanian

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN AJARAN 2011

MATERI POKOK MATAKULIAH BAHASA INDONESIA 1. Sejarah, Kedudukan, dan Fungsi Bahasa Indonesia. Melalui perjalanan sejarah yang panjang, sekarang bahasa Indonesia telah menjadi bahasa besar yang digunakan dan dipelajari tidak hanya diseluruh Indonesia tapi juga dibanyak Negara. Mahasiswa peserta kuliah perlu disadarkan akan hal ini. Kemudian mahasiswa hendaknya juga ditingkatkan kesadarannya akan kedudukan BI sebagai bahasa Negara dan bahasa nasional, dan fungsi BI sebagai bahasa lingua franca yang berpotensi untuk mempersatukan seluruh Indonesia. 1.1 Sejarah Bahasa Indonesia Faktor historis : bahasa melayu tidak mengenal tingkatan bahasa , masyarakat dengan sukarela menerima bahasa melayu sebagai dasar bahasa Indonesia, bahasa melayu sebagai dasar bahasa Indonesia dapat sebagai wahana pengungkat kebudayaan dalam arti luas termasuk dalam bidang teknologi pertanian. 2. Bahasa Indonesia Ragam Ilmiah. Mahasiswa disadarkan bahwa dalam dunia akademik/ilmiah, ragam BI yang digunakan adalah ragam ilmiah, yang memiliki ciri khas yakni cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. 3. Membaca Kritis untuk Menulis. Para mahasiswa peserta dilibatkan dalam kegiatan yang mendukung berkembangnya pemahaman tentang membaca iritis, dan kemudian dilibatkan dalam praktik membaca kritis tulisan/artikel ilmiah, tulisan/artikel popular, dan buku ilmiah, serta bahan-bahan yang tersaji dalam internet. 4. Menulis Akademik. Pengembangan kemahiran menulis akademik tentang masalahmasalah bidang studi dengan konteks Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan kepribadian mahasiswa sebagai insan Indonesia yang terpelajar. Perbedaan antara bahasa lisan dan bahasa tulis sebagaimana telah dikemuakakan pada bab sebelumnya tampak pada fungsi serta karakteristik

yang dimiliki oleh keduanya. Penulis memiliki banyak ide, gagasan, pendapat, pikiran, perasaan, serta observasi yang akan dituliskannya. 4.2 Langkah-langkah Menulis Akademik 1. Merencanakan 2. Menulis 3. Merefleksikan 4. Merevisi 4.3 Menulis Makalah Mahasiswa yang duduk dibangku perguruan tinggi hendaknya memiliki kemampuan menyiapkan dan menyajikan makalah sejak dini agar pihak lain tahu bahwa dirinya memiliki kemampuan dan keahlian tertentu. Jenis makalah secara umum ada 2 yaitu makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper). Makalah biasa dibuat mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas. Makalah posisi mahasiswa dituntut untuk menunjukkan posisi teoritisnya dalam suatu kajian. Sistematika makalah : JUDUL KARANGAN , ABSTRAK , PENDAHULUAN , PEMBAHASAN , KESIMPULAN , DAFTAR PUSTAKA. 4.4 Pengertian dan Jenis Laporan Laporan adalah sesuatu yang dilaporakan oleh pihak tertentu kepada pihak lain mengenai suatu masalah, baik secara lisan maupun tertulis, dan baik dalam kurun waktu tertentu secara rutin maupun dalam waktu tertentu saja. Jenis laporan dapat dilihat dari berbagai sudut pandang , diantaranya : Pertama , dilihat dari segi isi atau materi yang dilaporakan : laporan keuangan , laporan penelitian. Kedua , dilihat dari waktu pelaporannya yang periodic : laporan mingguan , laporan tahunan. Ketiga , dilihat dari cara penyampaian laporan : laporan lisan dan laporan tertulis. Keempat , dilihat dari bentuk pelaksanaan suatu kegiatan : laporan kegiatan wisuda , laporan hari kemerdekaan RI . Kelima , dalam kehidupan akademik di perguruan tinggi : laporan buku , laporan kuliah lapangan.

4.5 a. b.

c. d. e. f. g. h. i. j.

Sistematika Laporan Secara umum, laporan terdiri dari beberapa komponen seperti berikut: Identitas laporan. Bagian ini memuat judul, penyusun, dan kata pengantar. Ringkasan . nama lain dari bagian ini ialah abstak/ringkasan eksekutif, yang membuat identitas kegiatan, waktu, masalah metode, hasil dan rekomendasi. Daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar ilustrasi. Pendahuluan. Bagian ini memuat aspek-aspek yang diusulkan dalam proposal kegiatan. Landasan teoretis atau uraian tentang suatu kebijakan. Metode atau pelaksanaan kegiatan. Bagian ini menguraikan mekanisme dan prosedur penelitian atau kegiatan itu dilaksanakan. Hasil kegiatan. Kesimpulan dan saran, atau rekomendasi, atau tindak lanjut. Daftar pustaka. Lampiran-lampiran.

5. Menulis Proposal. Kemahiran dalam menulis proposal penelitian atau kegiatan akademik lainnya merupakan salah satu tuntutan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa Indonesia sebagai insan terpelajar. Kata proposal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, misalnya, -- proposal proyek itu belum dapat disetujui oleh pemimpin proyek. Dalam bahasan ini, usulan itu difokuskan pada proposal penilitian yang merupakan salah satu langkah konkret pada tahap awal penelitian. Usulan penelitian pada umumnya : 1). Judul 2). Latar belakang 3). Tujuan penelitian 4). Tinjauan pustaka 5). Landasan teori

6). Hipotesis (jika ada) 7). Metode penelitian 8). Jadwal kegiatan 9). Daftar pustaka Kerangka Usulan Penelitian a. Judul b. Latar Belakang, berisi : - Perumusan masalah/permasalahan - Keaslian/orisinalitas penelitian - Manfaat penelitian c. Tujuan Penelitian d. Tinjauan Pustaka e. Landasan Teori f. Hipotesis (jika ada) g. Metode/Cara penelitian, yang berisi : - Bahan/Materi penelitian - Alat/instrument pengumpulan data - Jalannya penelitian - Analisis hasil h. Jadwal Penelitian, yang berisi : - Tahap-tahap penelitian - Rincian kegiatan pada setiap tahap - Jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan i. Daftar Pustaka 6. Presentasi Ilmiah Bagi mahasiwa, kemahiran untuk melakukan presentasi ilmiah merupakan kebutuhan. Oleh sebab itu, mereka dilibatkan dalam menyusun bahasan presentasi dengan bantuan teknologi informasi, menyajikannya, dan merevisi berdasarkan umpan balik peserta. Agar presentasi dapat bberjalan secara efektif, ada kiat yang perlu diterapkan. Kiat tersebut mencakup: menarik minat dan perhatian peserta, mengarahkan perhatian peserta, dan mempertahankan minat dan perhatian peserta, menjaga agar presentasi tetap focus pada masalah yang dibahas, dan menjaga etika.

6.3 Menyiapkan bahan presentasi ilmiah dengan multimedia. Agar manfaat multimedia dapat dinikmati, maka presentasi multimedia perlu disiapkan dengan baik. Dalam menyiapkan presentasi multimedia, langkahlangkah dapat ditempuh : 1. Tentukan butir-butir terpenting bahan yang di bahas. 2. Atur butir-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheran dan kohesif) 3. Kerangka pikir perlu diungkapkan perlu disajikan dalam diagram atau bagan alir untuk menunjukkan alur penalarannya. 4. Tuliskan semuanya dalam bingkai powerpoint dengan ukuran huruf/gambar yang memadai. 5. Pilih rancangan slide yang cocok. 6. Ujicoba tayangkan untuk memastikan bahwa semua bahan yang disajikan dalam slide dapat terbaca oleh peserta dalam ruangan yang tersedia. 7. Cetak bahan untuk dipakai sebagai pegangan dalam penyajian. 7. Bepidato Dalam kenyataannya, baik dikampus maupun ditengah masyarakat, kemampuan berpidato dibutuhkan oleh mahasiswa. Berpidato adalah kegiayan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan yang dapat mendukung efisiensi dan efektivitas pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu. Pidato yang baik ditandai oleh criteria : a. isinya sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung. b. isinya menggugah dan bermanfaat bagi pendengar c. isinya tidak menimbulkan pertentangan sara d. isinya jelas. e. isinya benar dan objektif f. bahasa yang digunakan mudah dipahami pendengarnya g. disampaikan secara santun, rendah hati, dan bersahabat. Menyampaikan pidato berarti melisankan naskah pidato yang telah disiapkan. Akan tetapi penyampaian pidato bukan sekedar penyampaian pidato didepan hadirin, tetapi perlu juga menghidupkan dan menghangatkan susasana dan menciptakan interaksi yang hangat dengan audience.