Anda di halaman 1dari 6

Hi Pot testing Muiz, Amrulla Dear All Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semua..

Bpk dan Ibu yth, mohon sharing prosedure melakukan Hi pot Testing 20Kv Cable. Terima kasih. faried mustawan Dear Pak Amrullah, Untuk system medium voltage, 20kV memang kesulitan adalah tester diatas 20kV yang sulit ditemukan, untuk range test kalau didalam ANSI/IEEE std 400 disebutkan range DC test cables untuk 20kV adalah sekitar 40kV, selama 1 minute (?). Sebenarnya perlu di konsult ke cable manufacturer, berapa besaran range test yang diperlukan, karena kegagalan test bisa menyebabkan cable damaged, dan harus direpair/replaced. Besaran test juga harus dikurangi, kalau cable sudah pernah di Hi-Pot test, dan kalau ini existing cable reduce by service year of cable. Kalau untuk sekedar memastikan kondisi cable baik, layak dipakai saya pikir DC test 20kV juga sudah adequate selama 1 minute. Muiz, Amrullah Terima kasih Bapak atas pencerahannya, jadi yang akan dilakukan adalah kable baru. Sekali lagi terima. Anthony Gurky Hal lain yg perlu diperhatikan (melengkapi info dr Bung Faried) adalah saat pengetesan terutama bila di lakukan pengetesan ketika cable msh tergulung pd drum( depend on ITP, before pulling cable). Pembukaan isolasi kable harus di lakukan dengan hati2 termasuk the second layer isolasi setelah armour dr kable tersebut, hindari luka yg berlebihan pada isolasi kabel. (Refer ke fabrikator atau praktis aplikasi adalah tdk kurang dr jarak point to point pd terminal box). Hal ini sangat perlu di perhatikan untuk menghindari "spark" pd saat cable di beri tegangan DC. Pastikan juga permukaan isolasi kable tidak mengandung air alias kering krn dapat juga menimbulkan "spark" terhadap armour atau ke yg lain nya. Bila pengetesen di laydown area, lakukan pengetesan awal pd 10kv to make sure no spark.(Safety porpose only).

Make sure, should be supervise/inspect by qualified personnal. Safety first. Semoga bermanfaat. puput aryanto Nambahin dikit aja.. kabel 20 kV standardnya bisa dipake max 24 kV. Kalo menurut saya sih mending ditest 24 kV satu menit, harusnya sudah cukup aman... Saleh Rustam Pak Muiz dan rekan-2, Sedikit menambahkan... Ketika akan mengetes kabel baru di site sebelum dilakukan instalasi adalah sangat-sangat penting. Gak usah ragu untuk mengetes kabel tersebut dgn menggunakan Hipot DC kV ke kabel untuk memastikan agar kedepannya kabel tdk mengalami kegagalan ketika sdg dioperasikan yg berakibat kehilangan produksi. Namun tentunya menggunakan standard yg lazim dipakai. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan sebelum mengetes kabel dgn Hipot DC 1. Yakinkan insulation typenya, apakah butyl or oil base, EPR, or polyethylene....kebanyakan kabel menggunakan polyethylene. 2. Rated kabel voltage dalam hal ini sesuai dgn Pak Muiz senutkan 20 kV. 3. Insulation levelnya apakah 100%, 133%??? dan dari ketiga hal ini sdh bisa ditentukan pd level tegangan berapa hipot DC diimplementasikan. Berdasarkan NETA standard sebagai reference untuk kabel polyethylene Untuk Rated 15 kV 100% insulation level tegangan hipot DC 41 kV sdgkan utk level insulation 133% adalah 49 kV Rated 25 kV 100% insulation level maka tegangan hipot DC 60 kV sdgkan 133% adalah 75 kV. Silakan pilih diantaranya utk tegangan 20 kV... Perlu diingat dalam mengetes kabel, 1. Jagalah jarak antara konduktor kabel ke ground termasuk ke armor or shield kabel karena tegangan DC yg tinggi akan merayap dipermukaan isolasi kabel jika tdk dijaga jarak creepagenya. 2. Catatlah arus bocor pd alat hipot DC anda, kabel yg bagus kualitas isolasinya ditunjukkan oleh arus bocor dalam orde mikroamps. 3. Karena menggunakan sumber DC, makin panjang kabel muatan listrik membutuhkan waktu pula untuk habis sehingga diharuskan untuk mendischarge muatan listrik pd kabel. Jika tdk bisa timbul accident pd pekerja ketika menyentuh langsung kabel.

4. Manikkan level voltage hipot DC sebaiknya perlahan-2, naikkan 5 kV dan tahan sejenak selama 1 menit, lalu 10 kV tahan semenit, lalu 20 kV semenit hingga ke level voltage yg telah ditetapkan di atas. Demikian semoga bermanfaat,... Jika anda membutuhkan NETA standard untuk pengetesan kabel dan lain2nya saya akan kirim japri... Dirman Artib Pak Rustam yth. Mungkin kalau dalam sebuah aktivitas maintenance, pengetesan Hipot sangat bagus dilakukan sebelum kabel ditarik, tetapi untuk sebuah project baru yang kuantitas kabel power nya banyak, melakukan Hipot sebelum instalasi akan memerlukan biaya dan tenaga cukup besar, walaupun itu memenuhi azaz "make it right at first time". Sependek project tahap konstruksi yang saya terlibat, semuanya power line cukup banyak, maka Hipot tak pernah dilakukan sebelum instalasi, kecuali mungkin saat di pabrik. Bahkan beberapa project termasuk yg sedang live sekarang, MEGGER pun tak dilakukan saat di warehouse sebelum ditransfer ke site jika secara visual tak mencurigakan, terutama cap-end nya. Tetapi sebenarnya quality dicapai dengan berbagai strategy, processes dan cara, tinggal pilih mana yang lebih efektif dan efisien. Anthony Gurky Menyambung dr Bung Dirman: Dari sisi pandang Inspector (walau sedikit menyimpang) Komitmen akan quality yg salah satunya terangkum dlm ITP adalah yg utama bagi client. Sejauh ada kesepakatan dan aproved by client no problem. Aplikasi di lapangan. Knowladge, reasonable, back up from fabricator penting untuk menuju kesepakataan dan tak kalah pentingnya adalah kemampuan negosiasi dgn client. Note : QC inspector client bertanggung jawab pd "Final Quality" suatu product yg di beli dr Vendor yg mana "cost" dr product tersebut sdh tertuang dlm kesepakatan termasuk pd ITP. Saleh Rustam Pak Dirman, Thanks for sharing,...

Saya sendiri tdk begitu care untuk cable-2 tegangan rendah dari level 110 1000 volt, sehingga kadang saya sendiri kadang mengabaikan utk pengetesan cable tersebut namun saya teringat pesan predecessor saya "jangan pernah main-2 dengan tegangan menengah 1000 Volt - 52 kV dan bahkan yg lebih tinggi dan termasuk kategori high voltage. Terkadang hanya tdk mengrounded copper tape dan wire / interlock armour ke ground saja bisa menyebabkan armour dan copper tape akan bertegangan ketika sdh beroperasi pd arus beban yg tinggi. "Celakanya" oversheath PVC juga ada yg cacat sehingga wire/ interlock armour bersentuhan dgn tray dan menimbulkan percikan bunga api serta panas menyebar ke sekitar area percikan menembus insulator sehingga terjadi jembatan short circuit ketika kerusakan insulator mencapai konduktornya. Pernah juga kejadian yg sama pd instalasi cable pd sisi primer transformer Furnace ditempat saya kerja....armor tdk terground dan beruntung oversheath PVCnya tdk ada yg cacat...ketika trafo dioperasikan full yg berarti arus yg mengalir juga besar, induksi elektromagnetis ke armor menyebabkan armor bertegangan....arus bocor ini mencoba mencari jalan ke ground yg menyebabkan pd permukaan isolasi kabel (oversheath PVC) tampak ada layer cahaya putih dan kelihatan terang ketika lampu pd ruangan transformer dimatikan....menarik tetapi mengandung bahaya krn panas pun bisa timbul pd kabel dan seiring wkt akan merusak isolasi kabel. Akibatnya, kerusakan bisa terjadi pd kabel bahkan lebih buruk bisa terjadi kebakaran pd peralatan. Produksi pun akan terhenti sampai akhirnya kabel yg rusak tersebut diganti... Kebetulan beberapa hari yg lalu seorang rekan menelopon saya dgn tergesa2 mengatakan bahwa malam sebelumnya telah terjadi kegagalan kabel 33 kV ukuran 750 MCM, mereka sdh bekerja keras untuk memperbaiki kabel, memotong bagian kabel yg rusak menyambung dgn lug yg sesuai, menghubungkan copper tape dan armornya masing-2, membungkusnya dgn cable heat shrink (merk Raychem) melakukan megger dan menyimpulkan semua beres dan minta advice saya apakah perlu kita hipot DC atau tdk....saya bilang perlu meski dia bilang visually kabel yg direpair sdh ok dan megger juga ok. Kebetulan kami punya alat Hipot DC mencapai 80 kV yg parkir di tool room mereka dan jarang dipakai, mgkn krn mereka tdk tahu memakainya...di saat yg sama saya juga sdh lama tdk mengguakannya. Pada saat kami implementasikan 5 kV, arus bocor luar biasa besarnya dan equipment tersebut trip...dan saya simpulkan metode repair mereka belum tepat.... Anthony Gurky Indahnya kebersamaan.... Thanks banget Pak Saleh.....sharing yg sangat berharga sekali bagi kita. Finally, saran dari saya...sebesar apapun projectnya ketika menyangkut medium voltage sebaiknya kita mengalokasikan waktu di project schedule kita ttg "mengetes kabel sebelum diterminasi in-situ..." Saleh Rustam

Betul pak,...kebersamaan itu indah....saya juga sering ngintip-2 dan "nyuri-2" pemikiran teman-2 di bidang yg lain....di milist ini. kurnia_te terimakasih sharing pengalamannya pak rustam. Untuk kabel baru memang harus di hipot untuk meyakinkan kontinuitynya. Dirman Artib Pak Kurnia, Kayaknya Hipot bukan untuk meyakinkan continuity, tetapi untuk menguji integritas sambungankabel, koneksi dan isolasi, agar diketahui seberapa besar (mA) ada kebocora arus. Jika ada sambungan gagal maka akan ada bocor arus terdeteksi di mA yang tinggi. Hipot test ekivalen dengan Hydrotest pada pekerjaan pipa yang ada sambungan welding, flange, clamp, threading dsb. di mana air (water) bertekanan yang berukuran di atas tekanan operasinya. Jika ada cacat incomplete penetration saat welding yang tak terdeteksi saat inspeksi maka sambungan akan putus. bontor edison Pak, ikutan berbagi pengalaman ya. di bs maupun iec standards memang disarankan (kalau di bs versi lama, dituliskan "must") untuk melakukan hipot testing sebelum & sesudah instalasi pada kabel power (ditempat saya untuk sistem tegangan 11kV). namun yang biasanya kami lakukan adalah menggunakan data hipot saat di pabrik untuk kategori sebelum instalasi dengan tetap melihat apakah ada cacat saat transportasi dari pabrik kabel ke site. jika tidak ada tanda-tanda cacat, cukup ditest dengan menggunakan megger. Sedangkan untuk kategori setelah instalasi, hipot dilakukan untuk memastikan bahwa kabel tidak menjadi rusak selama proses instalasi terutama akibat tarikan dan bending radius yang mungkin tidak terjaga. Pengetesan tahap ini akan menjadi benefit bagi user & contractor tentu dengan mengurangi persentasi nilai tegangan pengetesannya. pak Rustam, kalau boleh, tolong kirim yang NETA standards untuk kabel ya. Thx. kurnia_te Bapak-Bapak,

Harap hati-hati dengan jenis test kabel ini kalau dilakukan untuk keperluan maintenance. Karena hipot test merupakan destructive test. Kalau kabel feeder tersebut sangat kritikal harap dipikir ulang dengan konsekuensi lost produksi. Mendingan menggunakan non destructive test. Dalam pengetesan hipot test, jangan langsung ke tegangan yang diinginkan, usahakan menjadi 5 step. Nominal tegangan test berbeda2 untuk setiap insulation level kabel (apakah 100% atau 133%). Kalau dilakukan hipot test pada kabel jenis XLPE dalam kondisi basah,akan mengurangi umur kabel tersebut (Reserch EPRI Report TR-101254).