Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH LANDASAN PENDIDIKAN Aliran Aliran Pendidikan Di ajukan untuk memenuhi tugas dosen mata kuliah landasan pendidikan

Kelompok VI 1. Arip Rachman 2. Erik 3. M Frezi 4. Novidianty 5. Rizky F 6. Yogandara

Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Rekreasi Fakulitas Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya

Kata Pengantar Assalamualaikum Wr. Wb Puji serta syukur kami panjatkan pada Alloh SWT yang mana dengan kehendaknya kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktu nya. Kami mengucapkan terima kasih pada bapak dosen yag telah memberikan kami tugas seperti ini sebab kami bias belajar mandiri untuk mencari ilmu yang kami butuhkan di perkuliahan. Selain itu juga kami bisa menjadikan tugas ini menjadi bahan ajar yang baik. Kami juga mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang sudah terlibat langsung pada pembuatan tugas makalah ini. Karena tanpa dukungan semuanya utgas ini tidaka dapat bisa di selesaikan. Dalam makalah ini kami membahas secara garis besar dari beberapa aliran pendidiakn dari zaman dulu hingga sekarang. Beberapanya ada aliran pendidikan yang masih di pakai pada dunia pendidikan sekarang. Kata sempurna masih jauh dari mkalah ini. Kami selaku penyusun memohon maaf atas segala kekurangan dan ketidak sempurnaan ini. Mudah-mudahan makalah ini bisa bermamfaat. Terima kasih Wassalamualaikum Wr.Wb

Tasikmalaya oktober 2011

penyusun

Daftar Isi

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Makalah BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Landasan Teoritis 2.2 Aliran-Aliran Pendidikan BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saram dam Kritik DAFTAR PUSTAKA

BAB ! PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah suatu factor yang benar-benar mempengaruhi kehidupan kita. Bisa dibayangkan hidup kita di dunia ini jika tidak ada pendidikan. Mungkin hidup kita akan seperti hewan liar yang bringas tak terkendali. Dalam dunia pendidikan itu sendiri kita bisa menemukan perbedaan-perbedaaan paham yang mendasa. Hal ini di sebabkan oleh pemikiran-pemikiran dari individu-individu yang mempuyai pengaruh besar terhadap pendidikan. Dalam makalah ini kami aka mengulas perbedaan-perbedaan paham yangterdapat di dunia pendidikan. Kita sebut materi ini dengan Aliran-Aliran Pendidikan . semuanya akan kami bahas dalam bab pembahasan

1.2 Rumusan Masalah Didasari dari latar belakang di atas, banyak rumusan masalah yang memang kami pertimbangkan dalam penyusun makalah kami ini. Di antarnya rumusan masalah itu adalah : 1. banyaknya aliran-akiran pendidikan yang ada di dunia 2. kejelasan dari berbagai aliran yang kami bahas 3. tokoh-tokoh aliran pendidikan 4. pengaruhnya terhadap pendidikan sekarang 5. sifat dari berbagai macam aliran 1.3 Tujuan Makalah Dalam segala hal yang di buat manusia pasti mempunyai tujuan yang akan di ingin di capai. Begitu pula dengan makalah ini. Makalah ini mempunyai tujuan di antaranya: 1. untuk memenuhi tugas dosen landasan pendidikan 2. untuk menyampaikan materi kepada para mahasiswa tentang aliran-aliran pendidikan 3. memperdalam ilmu landasaan pendidikan untuk para mahasiswa 4. mengenalkan aliran-aliran yang berpengaruh dalam dunia pendidikan 3

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teoritis Pendidikan aedalah sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan kita. Sebagai calon tenaga pendidik atau sering kita sebut guru kita harus tau bahkan harus hafal akan arti pendidikan itu sendiri. Banyak dasar yang bisa kita jadikan acuan untuk pendidikan di Indonesia ini di antaranya Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan. Itu lah dasar pendidikan yang memang harus kita ketahui sebagai calon tenaga pendidik. Dari berbagai sumber yang kami dapatkan banyak beberapa pendapat yang mengartikan pengertian pendidikan di antranya: 1. menurut kamus besar bahasa indonesia Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaraan. 2. Dalam arti luasnya pendidikan bisa mencakup segala proses hidup dan segenap bentuk interaksi manusia dan lingkungannya 3. menurut UUSPN No 20 tahun 2003 Bab I Pasal I Menafsirkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang kondusif yang bisa mengembangkan potensi anak-anak didiknya. Itulah beberapa pengertian umum mengenai pendidikan yang bisa kami rangkum dana landasan teoritis ini. 2.2 Aliran-aliran Pendidikan Aliran pendidikan adalah perbedaan-perbedaan yang ada dalam pendidikan. Dalam dunia pendidikan ternyata terdapat beberapa perbedaan yang memeang segnifikan dan juga sangat penting untuk kita ketahui. Di antaranya liran-aliran tersebut adalah 4

1. Aliran Progressivisme Berasal dari kata progress yang berarti maju, hal itu yang bisa kita ambil pertama kali dari aliran ini. Aliran yang berpengaruh pada abad ke 20 ini identik dengan pragmatisme. Apabila orang menyebutkan pragmatisme maka berarti progresivisme. Begitu pun sebaliknya. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa yang akan dating. Pendidikan harus terpusat pada anaknya,bukan memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Pada aliran ini dasr-dasar kemerdekaan sudah di terapkan. Anak didik di berikan kebebasan baik fisik maupun cara berpikir guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam pada dirinya. Oleh sebab itu aliran progressivisme tidak menyetujui pendidiakn yang otoriter sebab pendidikan otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar baik secara fisik maupun psikis anak didik. Aliran ini memandang tentang kebudayaan bahwa budaya sebagai hasil budi manusia yang tidak baku melainkan selalu berkembang dan berubah. Aliran ini memakai metode learning by doing atau belajar sambil berbuat dimana anak didik belajar belajar dan berbuat serta metode problem solving yang di harapkan anak didik bisa memecahkan masalah dengan langkah-langkah penyelesaian masalah ayng baik. 2. Aliran Esensialisme Esensialisme adalah pendidikan yang didasari nila-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman Renaisssance \. Pada zaman renaissance yang telah berkembang dengan megahnya usaha-usaha untuk menghidupkan kembali ilmu pengetahun dan kesenian serta kebudayaan purbakala terutama dizaman yunani dan romawi. Cirri-ciri yang segnifikan antara aliran rsensialisme dengan aliran progressivisme terdapat perbedaan utama ialah dalam memberukan dasa berpijak pada pendidikan yang fleksibilitas, dimana seta terbuka untuk perubahan toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu.. Esensialisme memandang bbahwa pendidikan harus berpijak pada nilai nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas. 5

Idelime dan realisme adalah aliran filsafat yang membentuk esesialisme. Ke dua aliram filsafat itu adalah aliran pendukung dari esensialisme dan jika keduanya lupa pada sifat yang utamanya maka mereka akan melebur menjdai satu. Zaman reinssance adalah pangkal sejarah timbulnya konsepyang di sebut esensialisme. Zaman itu esensialisme meletakan konsep dan ciri alam piker modern. Esensialisme muncul pada abad pertengahan. Tokoh-tokoh yang berpengaruh pada aliran esensialisme adalah : 1. Goerge wilham fledrich hegel 2. Goerge Santayana 3. aliran Perennialisme Diambil dari kata perennial yang berarti kekal atau abadi. Aliran ini lahir pada abad ke 20. dari makna kata diatas bisa kita simpulkan. Aliran perenialisme adalah aliran yang berpegang teguh nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi. Aliran ini merupakan aliran yang sangat mendukung aliran esensialisme dan sangat menentang progressivisme sebab menurut aliran ini dengan jalan mundur kebelakang dengan menggunakan nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan. Aliran ini berpendapat dalam dunia pendidikan, bahwa dunia yang tidak menentu dan penuh kekacauan serta membahayakan tidak ada satu pun dalam perilaku pendidikan . Tokoh-tokoh yang mempengaruhi aliran perennialisme di antaranya: 1. Plato 2. Aristoteles 3. Thomas Aquinas 4. Aliran Rekonstruksionisme. Berasal dari kata reconstruct yang berarti menyusun kembali. Aliran ini merupakan seuatu aliran yang merombak tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern pada dasarnya aliran ini sepahamnya dengan aliran perennialisme tapi ada beberapa sumber yang mengatakan memang ada perbedaan prinsip pada aliran ini rekontruksionisme dan perennialisme. 6

Aliran ini berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia, karenanya pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat. Tokoh-tokoh yang mempengaruhi aliran rekonstruksionisme adalah : 1. Caroline pratt 2. Goerge part harould rogg 4. Aliran Kontrutivisme Kontruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekan bahwa pengetahuan adalah bentuk(kontruksi )kita sendiri. Pengetahuan bukan tiruan dari realistis namun pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang degan membuat struktur, kategori, konsep, dan skema yang di perlukan untuk membentuk pengetahuan tersebut. Tokoh yang pertama filsafat ini adalah Jean Piaget sedangkan teori pengetahuanya di kenal dengan teori adaptasi kognitif 5. Aliran Empirisme Tokoh aliran Empirisme adalah John Lock, filosof Inggris yang hidup pada tahun 1632-1704. Teorinya dikenal dengan Tabulae rasae (meja lilin), yang menyebutkan bahwa anak yang lahir kedunia seperti kertas putih yang bersih. Kertas putih akan mempunyai corak dan tulisan yang digores oleh lingkungan. Faktor bawaan dari orangtua (faktor keturunan) tidak dipentingkan. Pengalaman diperoleh anak melalui hubungan dengan lingkungan (sosial, alam, dan budaya). Pengaruh empiris yang diperoleh dari lingkungan berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Menurut aliran ini,pendidik sebagai faktor luar memegang peranan sangat penting, sebab pendidik menyediakan lingkungan pendidikan bagi anak, dan anak akan menerima pendidikan sebagai pengalaman. Pengalaman tersebut akan membentuk tingkah laku, sikap, serta watak anak sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.. Kelemahan aliran ini adalah hanya mementingkan pengalaman. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir dikesampingkan. Padahal, ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lingkungan tidakmendukung. 7

6. Aliran Nativisme Tokoh aliran Nativisme adalah Schopenhauer. la adalah filosof Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor bawaan sejak lahir. Faktor lingkungan kurang berpengaruh terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, hasil pendidikan ditentukan oleh bakat yang dibawa sejak lahir. Dengan demikian, menurut aliran ini, keberhasilan belajar ditentukan oleh individu itu sendiri. Nativisme berpendapat, jika anak memiliki bakat jahat dari lahir, ia akan menjadi jahat, dan sebaliknya jika anak memilikibakat baik, ia akan menjadi baik. Pendidikan anak yang tidak sesuai dengan bakat yang dibawa tidak akan berguna bagi perkembangan anak itu sendiri. Pandangan itu tidak menyimpang darikenyataan.. Coba simak cerita tentang anak manusia yang hidup di bawah asuhan serigala. la bernama Robinson Crussoe. Crussoe sejak bayi hidup di tengah hutan rimba belantara yang ganas. la tetap hidup danberkembang atas bantuan air susu serigala sebagai induknya. Serigala itu memberi Crussoe makanan se-suai selera serigala sampai dewasa. Akhirnya, Crussoe mempunyai gaya hidup, bicara,ungkapan bahasa, dan watak seperti serigala, padahal dia adalah anak manusia. Kenyataan ini pun membantah teori Nativisme, sebab gambaran dalam cerita Robinson Crussoe itu telah membuktikan bahwa lingkungan dan didikan membawa pengaruh besar terhadap perkembangan anak. 6. Aliran Naturalisme Tokoh aliran ini adalah J.J. Rousseau. la adalah filosof Prancis yang hidup tahun 1712-1778. Naturalisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan tersebut akan menjadi rusak karena pengaruh lingkungan, sehingga aliran Naturalisme sering disebut Negativisme. Naturalisme memiliki tiga prinsip tentang proses pembelajaran (M. Arifin dan Aminuddin R., 1992: 9), yaitu: a. Anak didik belajar melalui pengalamannya sendiri. 8

b. Pendidik hanya menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan. c. Program pendidikan di sekolah harus disesuaikan dengan minat dan bakat dengan menyediakan lingkungan belajar yang berorientasi kepada pola belajar anak didik. Dengan demikian, aliran Naturalisme menitikberatkan pada strategi pembelajaran yang bersifat paedosentris; artinya, faktor kemampuan individu anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar-mengajar. 7. Aliran Konvergensi Tokoh aliran Konvergensi adalah William Stem. la seorang tokoh pendidikan Jerman yang hiduptahun 1871-1939. Aliran Konvergensi merupakan kompromi atau kombinasi dari aliran Nativisme dan Empirisme. Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik danburuk, sedangkan perkembangan anak selanjutnya akan dipengaruhi oleh lingkungan. Jadi, factor pembawaan dan lingkungan sama-sama berperan penting. Anak yang mempunyai pembawaan baik dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang baik akan menjadi semakin baik. Sedangkan bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan bakat itu sendiri. Sebaliknya, lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak secara optimal jika tidak didukung oleh bakat baik yang dibawa anak. Dengan demikian, aliran Konvergensi menganggap bahwa pendidikan sangat bergantung pada faktor pembawaan atau bakat dan lingkungan. Hanya saja, William Stem tidak menerangkan seberapa besar perbandingan pengaruh kedua faktor tersebut. Sampai sekarang pengaruh dari kedua faktor tersebut belum bisa ditetapkan.

Bab 3 Penutup 3.1 Kesimpulan Seperti halnya yang anda teah baca pada bab pembahasan tadi, kita bisa menyimpulakan bahwa banyak sekali perbedaaan di dunia ini khususnya pada dunia pendidikan. Terbukti dengan adanya beberapa paham atau aliran-aliran yang memang mempunyai prinsip yang berbeda antara aliran satu dengan aliran lainya. Dan perbedaan ini lah yang membuat dunia pendidikan menjadi majemuk dari masa kemasa. 3.2 Saran Dan Kritik Sampai sekarang mungkin buatan manusia tidak bisa kita katakana sempurna. Semuanya juga pasti memiliki kekurangan. Termasuk juga dalam pembuata makalah ini, kami merasa masih banyak yang memang harus kami perbaiki. Maka dari itu untuk anda para pembaca jika memang mempunyai saran serta kritik yang membangun bisa mengungkapnya lansung pada kami sebagai bahan perbaikan untuk selanjutnya

10

Daftar Pustaka Pendidikan, http://edu-articel.com Admin, 2006. Mazhab-Mazhab Filsafat Pendidikan, Situs informasi Indonesia Serba serbi Dunia

11