Anda di halaman 1dari 11

BINARTI 1401409174 ROMBEL 09

KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Pendekatan kuantitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numerik. Sebaliknya pendekatan kualitatif ialah pendekatan yang di dalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya mempergunakan aspek-aspek kecenderungan, non perhitungan numerik, dan situasional deskriptif. Karakteristik penelitian kualitatif dapat dikemukakan berikut ini :

Penelitian kualitatif bersifat alamiah (naturalistic), yakni latar langsung sebagai sumber data dan peneliti sebagai instrumen kunci (key instrument).

Data penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yakni data berupa kata-kata dan gambar yang diperoleh dari transkripsi wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, dokumen resmi, memo, dan dokumen-dokumen lainnya.

Di samping hasil, penelitian kualitatif menekankan proses, yakni proses yang terjadi dan berlangsung pada sumber data (subjek/informan, objek, dan responden) beserta keseluruhan konteks yang melingkupinya, di samping data yang dihasilnyannya.

Analisis data penelitian kualitatif cenderung secara induktif untuk memperoleh abstraksi dari keseluruhan data yang diperoleh.

Penelitian kualitatif menggali makna kehidupan berdasarkan perspektif partisipan, yakni berdasarkan proses subjek mengkonstruk atau menyusun makna dan berdasarkan proses mendeskrispsikan makna yang disusn subjek.

Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis. Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.

CIRI-CIRI PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF KUALITATIF Frase yang berkaitan dengan pendekatan Etnografis Dokumentasi penelitian lapangan data lunak interaksi simbolis perspektif dalam Naturalistic Etnometodologis Deskriptif pengamatan pelibatan Fenomenologis Eksperimen data keras perpektif luar Empiris Positivis fakta sosial Statistic metode ilmiah KUANTITATIF

aliran Chicago riwayat hidup studi kasus Ekologis Naratif Interpretative Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan Makna pemahaman akal sehat Penggolongan definisi situasi kehidupan sehari-hari tatanan negosiasi Proses Pemahaman tujuan praktis konstruksi sosial teori dasar Nama yang berkaitan dengan pendekatann Max Weber Charles Horton Cooley Harold Garfinkel Margaret Mead W.I Thomas Everelt Hughes Ervng Golfman Herbert Blumer Afiliasi Teoritis Emile Durkheim Fred Kerlinger Edward Thorndike Robert Bales Donald Chambell Variable Opersional Reliabilitas Hipotessis Validitas signifan secara statistic Replikasi Prediksi

interaksi simbolis etnometodologi Fenomenologi Kebudayaan Idealism Afiliasi akademis Sosiologi Sejarah Antropologi

fungsionalisme structural realisme, positivism Behaviorisme empirisme logis teori system

Psikologis ilmu ekonomi Sosiologi ilmu politik

Tujuan mengembangkan konsep memerikan realitas ganda teori dasar (grounded theory) mengembangkan pemahaman menguji teori menstabilkan fakta deskripsi statistic menunjukkan hubungan antar variable Memprediksi Rancangan berkembang, lentur, umum terstruktur, ditentukan di awal, formal, khusus rancangan penelitian Usulan penelitian Singkat Spekulatif menunjukkan bidang yang relevan diteliti sering ditulis setelah ada data terkumpul kajian pustaka yang substantif singkat ancangan disebut secara umum Data panjang lebar fokus rinci dan khusus prosedur rinci dan khusus melalui tinjauan pustaka yang substantive ditulis sebelum ada datanya hipotesa dinyatakan sebagai panduan proses rencana kerja operasional

Deskriptif dokumen pribadi catatan lapangan Foto kata-kata pelaku sendiri dokumen resmi dan artefak Sampel Kecil tidak mewakili sampel teoritis sampel bola salju Bertujuan

Kuantitatif kode kuantitatif bilangan, ukuran variabel operasional Statistic

Besar Berstratifikasi kelompok control tepat, cermat dipilih acak kendali kontrol untuk variabel luar

Taktik atau Metode Observasi observasi partisipasi tinjauan atas berbagai dokumen wawancara terbuka/berkembang penjelasan sumber pertama Hubungan dengan subyek Empati menekankan kepercayaan Kesetaraan subyek sebagai sahabat hubungan dekat Instrumen dan alat tape recorder alat penyalin tulisan Computer inventori, kuesioner Computer indeks, skala, skor tes ada pembatasan jangka pendek ada jarak subyek-peneliti Musiman Eksperimen observasi terstruktur eksperimen semu wawancara terstruktur Survey

Analisa data Berkelanjutan model, tema, konsep Induktif induksi analitis metode komparatif Masalah dalam penggunaan pendekatan prosedur tidak baku memakan waktu sulit mereduksi data Reliabilitas prosedur tidak baku sulit meneliti populasi besar mengendalikan variabel-variabel lain mengontorol variabel lain Reifikasi Obtrusiveness Validitas Deduktif dikerjakan selesai pengumpulan data Statistic

Perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif 1. Dasar Teori Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, maka dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yangditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti. Pada mulanya teori-teori kualitatif muncul dari penelitian-penelitian antropologi , etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan terbuka maka ilmu social lainnya mengadopsi sebagai sarana penelitiannya. Lain halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata. 2. Aspek konseptualisasi Pada pendekatan kuantitatif, jenis-jenis konseptual kunci ialah variabel, validitas, reliable, signifikansi, hipotesis, replikasi, dan seterusnya. Pada pendekatan kualitatif, jenis-jenis

konseptual kunci ialah: makna, akal sehat, pengertian, batasan situasi, fakta kehidupan seharihari, proses, kontruksi sosial, dan sebagainya. Pada umumnya pendekatan kunci berasal dari obyek penelitian alamiah dan biarlah apa adanya, jangan diintervensi, ataupun diubah. 3. Tujuan Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai grounded theory research. Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan hasilnya. 4. Desain Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah / berkembang sesuai dengan situasi di lapangan. Kesimpulannya, desain hanya digunakan sebagai asumsi untuk melakukan penelitan, oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan terbuka. Lain halnya dengan desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, desainnya harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Desainnya bersifat spesifik dan detil karena desain merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilaksanakan sebenarnya. Oleh karena itu, jika desainnya salah, hasilnya akan menyesatkan. Contoh desain kuantitatif: ex post facto dan desain experimental yang mencakup diantaranya one short case study, one group pretest, posttest design, Solomon four group design dll.nya. 5. Data Pada pendekatan kualitatif, data bersifat deskriptif, maksudnya data dapat berupa gejalagejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak dan catatan-catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan. Sebaliknya penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif datanya bersifat kuantitatif / angka-angka statistik ataupun koding-koding yang dapat dikuantifikasi. Data tersebut berbentuk variable-variabel dan operasionalisasinya dengan skala ukuran tertentu, misalnya skala nominal, ordinal, interval dan ratio.

6. Sampel Sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan pemilihan sample didasarkan pada kualitasnya bukan jumlahnya. Oleh karena itu, ketepatan dalam memilih sample merupakan salah satu kunci keberhasilan utama untuk menghasilkan penelitian yang baik. Sampel juga dipandang sebagai sample teoritis dan tidak representatif Sedang pada pendekatan kuantitatif, jumlah sample besar, karena aturan statistik

mengatakan bahwa semakin sample besar akan semakin merepresentasikan kondisi riil. Karena pada umumnya pendekatan kuantitatif membutuhkan sample yang besar, maka stratafikasi sample diperlukan . Sampel biasanya diseleksi secara random. Dalam melakukan penelitian, bila perlu diadakan kelompok pengontrol untuk pembanding sample yang sedang diteliti. Ciri lain ialah penentuan jenis variable yang akan diteliti, contoh, penentuan variable yang mana yang ditentukan sebagai variable bebas, variable tergantung, varaibel moderat, variable antara, dan variabel kontrol. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat melakukan pengontrolan variable pengganggu. 7. Teknik Jika peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, maka yang bersangkutan akan menggunakan teknik observasi atau dengan melakukan observasi terlibat langsung, seperti yang dilakukan oleh para peneliti bidang antropologi dan etnologi sehingga peneliti terlibat langsung dengan yang diteliti. Dalam praktiknya, peneliti akan melakukan review terhadap berbagai dokumen, foto-foto dan artefak yang ada. Interview yang digunakan ialah interview tertutup. Jika pendekatan kuantitatif digunakan maka teknik yang dipakai akan berbentuk observasi terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu. Dalam melakukan interview, biasanya diberlakukan interview terstruktur untuk mendapatkan seperangkat data yang dibutuhkan. Teknik mengacu pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan. 8. Hubungan dengan yang diteliti Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti tidak mengambil jarak dengan yang diteliti. Hubungan yang dibangun didasarkan pada saling kepercayaan. Dalam praktiknya, peneliti melakukan hubungan dengan yang diteliti secara intensif. Apabila sample itu manusia, maka yang menjadi responden diperlakukan sebagai partner bukan obyek penelitian. terhadap

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif peneliti mengambil jarak dengan yang diteliti. Hubungan ini seperti hubungan antara subyek dan obyek. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat objektivitas yang tinggi. Pada umumnya penelitiannya berjangka waktu pendek. 9. Aspek Keabsahan Data Pendekatan kuantitatif memakai kontrol berupa alat statistik, pengukuran, dan hasil-hasil yang relevan dengan rumus yang berlaku. Pendekatan kualitatif memakai kontrol berupa negative evidence, triangulasi, kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Alat-alat pada pendekatan berupa aktivitas paska penelitian untuk lebih meyakinkan dengan mengulang pemeriksaan data, bertanya obyektif pada para ahli, hubungan-hubungan yang pasti, kepercayaan yang berulang-ulang mempola, dan seterusnya. 10. Analisa data Analisa data dalam penelitian kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian-pengertian, konsep-konsep dan pembangunan suatu teori baru, contoh dari model analisa kualitatif ialah analisa domain, analisa taksonomi, analisa komponensial, analisa tema kultural, dan analisa komparasi konstan (grounded theory research). Analisa dalam penelitian kuantitatif bersifat deduktif, uji empiris teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik, seperti korelasi, uji t, analisa varian dan covarian, analisa faktor, regresi linear dll.nya. 11. Aspek Penulisan Laporan Pendekatan kuantitatif menulis laporan menurut bagan formal tetap, isi yang tetap, lengkap dan merupakan hasil laporan dan hasil uji dengan perhitungan dari lapangan penelitian yang empirik. Pendekatan kualitatif menulis laporan menurut logika penulis dalam urutan laporannya. Isi tidak menurut formalitas yang tetap, namun berupa rangkaian stories yang dapat dipertanggungjawabkan oleh peneliti, terdiri dari story dengan penulisan yang dapat saja saling tumpang tindih namun bermakna.

PERBEDAAN AKSIOMA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF AKSIOMA DASAR Sifat realitas METODE KUANTITATIF Tunggal, konkrit, teramati Ganda, holistik, dinamis, hsl konstruksi & pemahaman METODE KUALITATIF

Hubungan peneliti dengan yang diteliti Hubungan variabel

Independen

Interaktif tidak dapat dipisisahkan

Sebab-akibat/kausal

Timbal balik/interaktif

Kemungkinan generalisasi Peranan nilai

Cenderung membuat generalisasi Cenderung bebas nilai

Transferability/hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktub Terikat nilai

Tabel Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif Penelitian Kualitatif Desain tidak terinci, fleksibel, timbul "emergent" serta berkembang sambil jalan antara lain mengenai tujuan, subjek, sampel, dan sumber data. Desain direncanakan Desain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian selesai (retrospektif). sebelumnya pada tahapan persiapan Desain terinci dan mantap. Penelitian Kuantitatif

(projektif)

Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, hipotesis lahir sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa "hunches", petunjuk yang bersifat sementara dan dapat berubah; hipotesis berupa pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data. Hipotesis menentukan hasil yang diharapkan; hasil telah Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui sebelumnya karena jumlah variabel penelitian tidak terbatas diramalkan (apriori); hasil penelitian telah terkandung di dalam hipotesis, jumlah variabel terbatas Desain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat dipastikan sebelumnya dan hasil penelitian tidak dapat diketahui atau diramalkan sebelumnya Analisis data dilakukan sejak mula penelitian dan dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun analisis akan lebih banyak pada tahaptahap selanjutnya. Dalam desain jelas langkahlangkah penelitian serta hasil yang diharapkan Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul pada tahap akhir. Mengemukakan hipotesis sebelumnya, yang akan diuji kebenarannya.