Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I AYUNAN DAN PERCEPATAN GRAVITASI (M.

6)

Oleh: Nama NIM Dosen Pengaja Asisten dosen : Ni Made Susita Pratiwi : 1008105005 : I Ketut Sukarasa, S.Si, M.Si : 1. Siska Rohani 2. Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2010

AYUNAN DAN PERCEPATAN GRAVITASI (M.6) I. TUJUAN 1. Mempelajari sifat ayunan 2. Menentukan kecepatan gravitasi II. DASAR TEORI 2.1

Pengertian Getaran

Getaran adalah gerak bolak-balik secara periodik yang selalu melalui titik keseimbangan. Satu getaran adalah gerakan dari titik mula-mula dan kembali ke titik tersebut. Periode (waktu getar) adalah waktu yang digunakan untuk mencapai satu getaran penuh, dilambangkan T (sekon atau detik). Frekuensi adalah banyaknya getaran tiap detik, dilambangkan f (Hertz). Amplitudo adalah simpangan maksimum dari suatu getaran, dilambangkan A (meter).

Simpangan adalah jarak besarnya perpindahan dari titik keseimbangan ke suatu posisi, dilambangkan Y (meter). Sudut fase getaran adalah sudut tempuh getaran dalam waktu tertentu, dilambangkan (radian).

Fase getaran adalah perbandingan antara lamanya getaran dengan periode, dilambangkan .

Kecepatan sudut adalah sudut yang ditempuh tiap satuan waktu .

Getaran Harmonis Gerak harmonik sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). GHS mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusiodal dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu Gerak Harmoni Sederhana Linier

Yang termasuk ke dalam Gerak Harmoni Sederhana Linier: penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa/air dalam horisontal/vertikal dari pegas, dsb. Gerak Harmoni Sederhana Anguler salah satu jenis gerak harmonis pipa U, gerak

Gerak bandul termasuk ke dalam sederhana , yaitu misalnya :osilasi ayunan

Gerak Harmoni Sederhana Anguler . Contoh lainnya,

Bandul sebenarnya ada dua jenis, yaitu bandul mekanis dan bandul fisis. Bandul mekanis adalah disebut juga bandul sederhana merupakan sebuah bandul ideal yang terdiri dari sebuah partikel yang digantung pada seutas tali panjang yang ringan dan berayun dengan sudut simpangan kecil maka susunan ini disebut bandul matematis. Hukum-hukum (ayunan) Galilei tahun 1596, yaitu: Tempo ayunan tidak bergantung dari besarnya amplitude (jarak ayunan), asalkan amplitude tersebut tidak terlalu besar. Tempo ayunan tidak bergantung dari beratnya bandulan ayunan Tempo ayunan adalah sebanding laras dengan akar dari panjangnya bandulan (l ) Tempo ayunan adalah sebanding-balik dengan akar dari percepatan yang disebabkan oleh gaya berat. Perioda yang mengalami gerak selaras sederhana, termasuk bandul, tidak bergantung pada amplitudo. Galileo dikatakan sebagai yang pertama mencatat kenyataan ini, sementara ia melihat ayunan lampu dalam katedalan di pissa. Penemuan ini mengarah pada bandul jam yang pertama mirip dengan lonceng Periode dari bandul matematis dapat ditentukan dengan rumus :

Dimana : T = periode ayunan (detik) L = panjang tali (m) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) Periode bandul atau ayunan adalah waktu yang dibutuhkan untuk 1 kali getaran. Satu kali getaran yang dimaksudkan adalah pergerakan dari titik A-B-CB-A, jadi, getaran yang dilakukan dimulai dari titik A hingga ke titik A lagi (kembali ke titik awal). Bila bandul ditarik kesamping dari posisi seimbangnya kemudian dilepas, maka bandul akan berayun karena pengaruh gravitasi atau bandul bergetar dengan ragam getaran selaras. Gaya pemulih yang bekerja pada m: F = -mg sin 0. karena gaya pemulihnya sebanding dengan sin 0 bukan dengan simpangannya. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu mg sin dan panjang busur adalah s = l . Kesetimbangan gayanya adalah

Dan gaya-gaya yang bekerja pada bandul sederhana atau bandul matematis adalah seperti berikut ini

Bandul juga berguna dalam bidang geologi dan sering kali diperlukan untuk mengukur percepatan gravitasi pada lapis tertentu dengan sangat teliti. Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. Bandul fisis sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks, yaitu sebagai benda tegar. Periode dari bandul fisis dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

Dimana : T = perioda ayunan (detik) k = radius girasi terhadap pusat massa (cm) a = jarak titik gantung terhadap pusat massa (m) g = percepatan gravitasi bumi (m/s2) Berikut adalah contoh sistem gaya yang bekerja pada suatu ayunan fisis:

Keterangan gambar: m= massa benda (kg) g= percepatan gravitasi (m/s2 ) = sudut simpangan PERCEPATAN GRAVITASI HUKUM Newton tentang gravitasi bumi dapat diungkapkan sebagai berikut: Setiap partikel materi di jagat raya melakukan tarikan terhadap setiap partikel lainnya dengan suatu gaya yang berbanding langsung dengan hasil kali massa partikel-partikel itu dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak yang memisahkan.

Gaya-gaya gravitasi yang bekerja pada partikel itu membentuk sepasang aksi-reaksi. Walaupun massa partikel-partikel itu berbeda, gaya yang sama besarnya bekerja pada masing-masing partikel itu dan garis kerja keduanya terletak di sepanjang garis yang menghubungkan partikel-partikel itu. Hukum Gravitasi Newton ialah hukum untuk dua partikel. Faktanya bahwa gaya gravitasi yang dilakukan pada atau oleh suatu bola homogeny sama seperi seandainya seluruh massa bola itu terkonsentrasi pada titik pusatnya. Maka percepatan bumi sama dengan,

III. ALAT ALAT 1. Ayunan Sederhana 2. Ayunan Fisis 3. Stopwatch 4. Pemberat (1400 gr) IV. CARA KERJA A. Ayunan Sederhana

1. Panjang tali tertentu diambil. 2. Waktu ayunan diukur dengan cara mengukur waktu yang diperlukan untuk

20 kali ayunan.
3. Percobaan ini diulang sekurang-kurangnya 5 kali dengan mengambil

panjang tali yang beralainan. B. Ayunan Fisis

1. 2.

Pemberat diletakkan di tengah-tengah batang. Ayunan diukur dengan cara seperti A untuk 5 sumbu ayun berturut-turut pada sisi setangkup dengan titik sumbu 2.

3.

Percobaan B1 diulang untuk 5 sumbu pada sisi B (bali ayunan fisis) yang setangkup dengan titik sumbu 2.

4. Letak pemberat satu atau lubang kesebelah dan ulangi percobaan B2 dan

B3. Ambil masing-masing 5 sumbu, tidak perlu setangkup. V. DATA PENGAMATAN A. AYUNAN SEDERHANA = 100 Pecobaan I Pengukuran Panjang tali (m) I II 0,71 III IV V Pengukuran II Pengukuran Panjang tali (cm) I II 0,60 III IV V Pengukuran III Pengukuran Panjang tali (cm) I II 0,50 III IV V B. AYUNAN FISIS = 100 Berat Pemberat dan baut = 1400 gr T didapat setelah 20 kali ayunan Pengukuran I Pengukuran I II III Panjang tali (m) t (sekon) 35,36 35,18 35,29 t (sekon) 36,11 35,78 34,92 35,77 35,11 t (sekon) 32,68 32,68 32,61 32,74 32,70 t (sekon) 29,54 29,51 29,74 29,50 29,64

IV V Pengukuran II

0,64

35,26 34,92 t (sekon) 34,19 34,13 34,41 34,23 34,23 t (sekon) 33,95 33,80 34,20 34,26 33,06

Pengukuran Panjang tali (m) I II 0,50 III IV V Pengukuran III Pengukuran I II III IV V Panjang tali (m) 0,47

VI. PERHITUNGAN A. Menentukan percepatan gravitasi (g) dari ayunan sederhana Percobaan I a. Untuk L = 71 cm Diketahui :

Panjang tali ( L) T untuk 20 kali getaran T untuk 1 kali getaran

= 71 cm = 0,71 m = 36,11 s = 36,11s / 20

= 1,8055 s

2 g.? = = =

= 9,87

Ditanya : T T2 g g Jawab :

2 L

4 2 L

4 2 L T2
1,81 2

2 = 4 0,71

4 2 0,71 3,262

= 8,59 m

s2

Dengan cara yang sama diperoleh data :


2 2

L (m)

T dalam 20 kali getaran 36,11 35,78

T (s) 1,806 1,789 1,746 1,788 1,756

T (s) 3,262 3,200 3,048 3,197 3,084 T 2 =3,15 8

g (m/s ) 8,59 8,76 9,12 8,77 9,09

0,71

34,92 35,77 35,11

Percobaan II
2 2

L (m)

T dalam 20 kali getaran 32,68

T (s) 1,634

T (s) 2,670

g (m/s ) 8,87

0,60

32,68 32,61 32,74 32,70

1,634 1,630 1,637 1,635

2,670 2,657 2,679 2,673 T 2 =2,67 0

8,87 8,92 8,84 8,86

Pecobaan III
2 2

L (m)

T dalam 20 kali getaran 29,54 29,51

T (s) 1,477 1,476 1,487 1,475 1,482

T (s) 2,182 2,179 2,211 2,176 2,196 T 2 =2,18 9

g (m/s ) 9,05 9,06 8,93 9,07 8,99

0,50

29,74 29,50 29,64

Grafik data untuk ayunan sederhana L (m) 0,71 0,60 0,50


4 kuadrat waktu (s) 3 3 2 2 1 1 0 0,71 0,60 0,50 Panjang tali ( m)

T 2 (s) T 2 =3,15 8 2 T =2,67 0 T =2,18 9


2

B. Menentukan Percepatan Gravitasi (g) dengan Ayunan Fisis Percobaan I a. Untuk L = 64 cm = 0,64 m Diketahui :

Panjang tali (L) = 64 cm T untuk 20 kali getaran T untuk 1 kali getaran g?


L2 12

= 0,64 m = 35,36 = 1,768 s = 9,87

Ditanya : Hitung :
2 2 T = 2 a + K

ag

; K2 =

Penentuan percepatan gravitasi (g) dengan melenyapkan K, maka K kita abaikan dalam penggunaan rumus. T = 2
a2 ag

2 2 T2= 4 a ag

4 2 a 2 g= T

g=

4 2 0,64 (3,126 )

g = 8,08m/s2 Dengan cara yang sama diperoleh :


2 2

L (m)

T dalam 20 kali getaran 35,36 35,18

T (s) 1,768 1,759 1,764

T (s) 3,126 3,094 3,112

g (m/s ) 8,08 8,17 8,12

0,64

35,29

35,26 34,92

1,763 1,746

3,108 3,049 T 2 =3,09 8

8,13 8,29

Percobaan II
2 2

L (m) 0,50

T dalam 20 kali getaran 34,19 34,13 34,41 34,23 34,23

T (s) 1,710 1,707 1,720 1,712 1,712

T (s) 2,924 2,914 2,956 2,931 2,931 T 2 =2,93 1

g (m/s ) 6,75 6,77 6,68 6,73 6,73

Percobaan III
2 2

L (m) 0,47

T dalam 20 kali getaran 33,95 33,80 34,20 34,26 33,06

T (s) 1,698 1,690 1,710 1,713 1,653

T (s) 2,883 2,856 2,924 2,934 2,732 T 2 =2,86 6

g (m/s ) 6,44 6,50 6,34 6,32 6,79

VI. RALAT a. Ralat Percepatan Gravitasi (g) Ayunan sederhana

g untuk panjang tali 0,71 m

No 1 2 3 4 5 8,59 8,76 9,12 8,77 9,09 g =44,33 8,87 - 0,28 - 0,11 0,25 - 0,1 0,22 0,078 0,012 0,062 0,01 0,048
= 0,21

g = g = g =

( g g )
n ( n 1) 0,21 5( 5 1) 0,21 20

g = 0,0105 g = 0,102 m

g = (8,87 0,102 ) m / s 2 g

Ralat nisbi =

g g

100 % =

0,1 2 0 x 100% = 1,149% 8,8 7

Ralat kebenaran = 100% - 1,15 % = 98,85 % g untuk panjang tali 0,60 m

No 1 2 3 4 5 8,87 8,87 8,92 8,84 8,86 g =44,36 8,87 8,87 8,87 8,87 8,87 0 0 0,05
- 0,03 -

0,036 0,036 0,0025 0,0009 0,0001


= 0,076

0,01

g = g = g =

( g g )
n ( n 1) 0,076 5( 5 1) 0,076 20

g = 0,0038 g = 0,06 m

g = (8,87 0,06 ) m / s 2 g

Ralat nisbi =

g g

100 % =

0,06 8,87

x 100% = 0,676%

Ralat kebenaran = 100% - 0,676% = 99,32 % g untuk panjang tali 0,50 m No 1 2 3 4 5 9,05 9,06 8,93 9,07 8,99 g =45,10 9,02 0,03 0,04 - 0,09 - 0,05 -0,03 0,0009 0,0016 0,0081 0,0025 0,0009
= 0,014

g = g = g =

( g g )
n ( n 1) 0,014 5( 5 1) 0,014 20

g = 0,0007 g = 0,03 m

g = ( 9,02 0,03 ) m / s 2 g

Ralat nisbi =

g g

100 % =

0,03 9,02

x 100% = 0,33%

Ralat kebenaran = 100% - 0,33% = 99,67 %

Ayunan Fisis g untuk panjang tali 0,64 m No 1 2 3 4 5 8,08 8,17 8,12 8,13 8,29 g =40,79 8,16 0,64 0,01 - 0,04 - 0,03 0,13 0,4100 0,0001 0,0016 0,0009 0,0169
= 0,43

g = g = g =

( g g )
n ( n 1) 0,43 5( 5 1) 0,43 20

g = 0,021 g = 0,14 m

g = (8,16 0,14 ) m / s 2 g
g g 100 % =

Ralat nisbi =

0,14 8,16

x 100% = 1,72%

Ralat kebenaran = 100% - 0,33% = 98,28%

g untuk panjang tali 0,50 m No 1 2 3 4 5 6,75 6,77 6,68 6,73 6,73 g =33,66 6,73 0,02 0,04 - 0,05 0 0 0,0004 0,0016 0,0025 0 0
= 0,0045

g = g = g =

( g g )
n ( n 1) 0,0045 5( 5 1) 0,0045 20

g = 0,0002 25 g = 0,015 m

g = ( 6,73 0,015 ) m / s 2 g
g g 100 % =

Ralat nisbi =

0,0 5 1 6,7 3

x 100% = 0,22%

Ralat kebenaran = 100% - 0,22% = 99,78 %

g untuk panjang tali 0,47 m No 1 2 3 4 5 6,44 6,50 6,34 6,32 6,79 g =32,39 6,48 0,04 0,02 - 0,14 0,16 0,31 0,0016 0,0004 0,0196 0,0256 0,0961
= 0,143

g = g = g =

( g g )
n ( n 1) 0,143 5( 5 1) 0,143 20

g = 0,0072 g = 0,085 m

g = ( 6,48 0,085 ) m / s 2 g
g g 100 % =

Ralat nisbi =

0,085 6,48

x 100% = 1,31 %

Ralat kebenaran = 100% - 1,31% = 98,69 %

a. Ralat Keraguan Waktu ( T )

Ayunan Sederhana Untuk panjang tali 0,71 m No 1 2 3 4 5


T (sekon )
T (s k n eo )

(T T )( seko ) n

(T T ) 2 ( sekon )

1,806 1,789 1,746 1,788 1,756 g =8,885 1,777

0,029 0,012 - 0,031 0,011 - 0,021

0,0008 0,0001 0,0009 0,0001 0,0004

(T T )
0,0023

T = T = T =

(T T )
n ( n 1) 0,0023 5( 5 1) 0,0023 20

T = 0,00012 T = 0,011 sekon


T =(1,7 7 0,0 1 T 7 1

) sekon
x 100% = 0,62 %

Ralat nisbi =

T T

100 % =

0,011 1,777

Ralat kebenaran = 100% - 0,62% = 99,38 % Untuk panjang tali 0,60 m No 1 2 3 4 5


T (sekon )
T (s k n eo )

(T T )( seko ) n

(T T ) 2 ( sekon )

1,634 1,634 1,630 1,637 1,635 g =8,17 1,634

0 0 0,004 0,003 0,001

0 0 1,6 x 10-5 0,9 x 10-5 0,1 x 10-5

(T T )
10-5

= 2,6 x

= T = T = T

(T T )
n ( n 1) 0,000026 5(5 1) 0,000026 20

= 1,3 x10 6 T =1,1.10 3 sekon T


T =(1,6 4 0,0 1 T 3 01

) sekon
x 100% = 0,00067 %

Ralat nisbi =

T T

100 % =

0,0 1 01 1,6 4 3

Ralat kebenaran = 100% - 0,00067 % = 99,999 %

Untuk panjang tali 0,50 m No 1 2 3 4


T (sekon )
T (s k n eo )

(T T )( seko ) n

(T T ) 2 ( sekon )

1,477 1,476 1,487 1,475 1,479

-0,002 0,003 0,008 0,004

0,4x10-5 0,9x10-5 6,4 x 10-5 1,6 x 10-5

1,482 g =7,397

0,003

0,9 x 10-5

(T T )
10-5

= 10,2 x

= T = T = T

(T T )
n ( n 1) 0,0000102 5( 5 1) 0,0000102 20

= 51 x10 8 T = 7,1.10 4 sekon T

T = 1,479 7,1.10 4 sekon T

Ralat nisbi =

T T

100 % =

7,1.1 0 1,4 9 7

x 100% = 4,8x10-4 = 0,00048 %

Ralat kebenaran = 100% - 0,00048 % = 99,999 %

B. Ayunan Fisis Untuk panjang tali 0,64 m No 1 2 3 4 5


T (sekon )
T (s k n eo )

(T T )( seko ) n

(T T ) 2 ( sekon )

1,768 1,759 1,764 1,763 1,746 g =8,8 1,760

0,008 - 0,001 0,004 0,003 -0,014

6,4 x10-5 0,1 x10-5 1,6 x 10-5 0,9 x 10-5 19,6 x 10-5

(T T )
10-5

= 28,6 x

= T = T = T

(T T )
n ( n 1) 0,000286 5(5 1) 0,000286 20

= 14 ,3 x10 6 T = 3,78 .10 3 sekon T

T = 1,760 3,78 .10 3 sekon T

Ralat nisbi =

T T

100 % =

3,7 .1 8 0 1,7 0 6

x 100% = 2,15x10-3 = 0,00215 %

Ralat kebenaran = 100% - 0,00215 % = 99,99%

Untuk panjang tali 0,64 m No 1 2 3 4 5


T (sekon )
T (s k n eo )

(T T )( seko ) n

(T T ) 2 ( sekon )

1,634 1,634 1,630 1,637 1,635 g =8,17 1,634 -

0 0 0,004 0,003 0,001

0 0 1,6 x 10-5 0,9 x 10-5 0,1 x 10-5

(T T )
10-5

= 2,6 x

= T = T = T

(T T )
n ( n 1) 0,000026 5(5 1) 0,000026 20
6 3

= 1,3 x10 T =1,14 .10 T

sekon

T = 1,634 1,14 .10 3 sekon T

Ralat nisbi =

T T

100 % =

1,1 .1 4 0 1,6 4 3

x 100% = 0,0698 %

Ralat kebenaran = 100% - 0,0698 % = 99,93%

Untuk panjang tali 0,47 m No 1 2 3 4 5


T (sekon )
T (s k n eo )

(T T )( seko ) n

(T T ) 2 ( sekon )

1,698 1,690 1,710 1,713 1,653 g =8,464 1,693

0,005
- 0,003

2,5 x 10-5 0,9 x 10-5 28,9 x 10-5 40 x 10-5 160 x 10-5

0,017 0,02 - 0,04

(T T )
x 10-5

= 232,3

= T = T = T

(T T )
n ( n 1) 0,002323 5( 5 1) 0,002323 20

= 1,16 x10 4 T = 0,011 sekon T


T =(1,6 3 0,0 1 T 9 1

) sekon
x 100% = 6,50 x 10-3= 0,0065 %

Ralat nisbi =

T T

100 % =

0,011 1,693

Ralat kebenaran = 100% - 0,0065 % = 99,99%

V.

PEMBAHASAN Pada praktikum ayunan dan percepatan gravitasi ini kita diajak untuk mengetahui hubungan antara ayunan dan percepatan gravitasi bumi. Ayunan yang dipergunakan pada percobaan ini ada dua jenis, yaitu ayunan sederhana dan ayunan fisis. Ayunan sederhana merupakan sebuah bandul ideal yang terdiri dari sebuah partikel yang digantung pada seutas tali panjang yang ringan. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak terlepas dari getaran, dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periode melalui titik kesetimbangan. Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat kompleks. Getaran yang dibahas tentang bandul adalah getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan

besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut. Rumus yang dipergunakan untuk mencari gravitasi pada percobaan kali ini adalah
T = 2 l g

4 2 L , dimana : T2

T = periode (s) l = panjang tali (m)

= 22/7 atau 3,14


g = percepatan gravitasi Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. Bandul fisis sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks, yaitu sebagai benda tegar. Dalam setiap perhitungan dan pengukuran tidak ada yang pasti. Untuk memperbaiki hasil pengambilan data maupun perhitungan data itu, maka data-data tersebut perlu diralat dengan metode ralat keraguan. Keraguan ini dapat terjadi karena : 1. Ketidaktelitian praktikan dalam melakukan praktikum. Apabila terjadi sedikit saja kesalahan pengukuran, maka secara otomatis akan terjadi kesalahan pula saat kita mengerjakan perhitungan data. 2. Penguasaan materi yang kurang baik. 3. Fasilitas praktikum yang kurang memadai. 4. Kerusakan pada alat yang digunakan pada saat praktikum juga dapat mempengaruhi data percobaan. Pertanyaan: A.

1. 2.

Buat grafik antara panjang tali dengan kuadarat waktu Tentukan g dengan rumus T = 2
L g

. Ambil harga rata-ratanya

dari lima hasil perhitungan. B.


1.

Buat grafik antara waktu ayun (sebagai ordinat) dan jarak sumbu Letak pusat massa ditentukan dengan data-data Berat batang 1.200 kg Berat pemberat dan baut 4.710 kg Berikan pembahasan mengenai bentuk grafik ini. Dengan menggunakan rumus T
L2 12

dari pusat massa (sebagai absis) dari data percobaan. 2.

3.
4.

= 2

a2 + K 2 ag

K2 =

Dan data-data dari dua pengukuran waktu ayun dapat ditentukan percepatan gravitasi g (dengan melenyapkan K). 5. Lakukan perhitungan g dengan sekurang-kurangnya 5 pasang

harga T dari harga pengamatan saudara, dan ambil harga rata-ratanya. Jawaban Pertanyaan : A. 1. 2. B. 1. Grafik antara waktu ayun (sebagai ordinat) dan jarak sumbu dari pusat massa (sebagai absis) dari data percobaan sudah dbuat di lembar grafik. 2. Letak pusat massa sudah ditentukan dalam percobaan. Grafik antara panjang tali dengan kuadarat waktu sudah dibuat di Hasil perhitungan g dari harga rata-ratanya dari lima hasil lembar grafik. perhitungan sudah dibuat di lembar perhitungan data.

3.

Pada waktu jarak pusat massa 67 cm waktu yang dibutuhkan

adalah 42,29s, jarak pusat massa 50 cm waktu yang dibutuhkan adalah 42,52 s, dan jarak pusat massa 80 cm waktu yang dibutuhkan adalah 43,81s. Dari hasil ini dapat kita lihat bahwa semakin dekat jarak pusat massa dengan pusat ayunan maka semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, sedangkan untuk jarak pusat massa jauh dengan pusat ayunan akan membutuhkan waktu yang lebih banyak. Tetapi dalm data ini terjadi kesalahan sehingga tidak sesuai dengan penjelasan tadi. 4. 5. Hasil perhitungan untuk percepatan gravitasi g (dengan melenyapkan K) sudah dibuat di perhitungan data. Hasil perhitungan g dengan sekurang-kurangnya 5 pasang harga T dan mengambil harga rata-ratanya sudah dibuat di lembar perhitungan.

VI. KESIMPULAN Dari data-data diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya adalah sebagai berikut : a). Pada dasarnya percobaan dengan bandul

ini tidak terlepas dari getaran, dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periode melalui titik kesetimbangan. b). Getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Kanginan, Marthen, 1988, Ilmu Fisika, Erlangga, Jakarta. Sulistyo, dkk, 1992, Intisari Fisika, Pustaka Setia, Bandung. Wibawa Satria, I Made, 2009,

Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2.

Laboratorium F. MIPA Universitas Udayana, Denpasar.


Sears Zemansky, Fisika untuk Universitas II Listrik, magnet, Bina Cipta,

Jakata
Anshory Irfan, Achmad Hiskia. Kimia 3, Erlangga, 2000, Jakarta Oxtoby,

Gillis, Nachtrieb, Suminar (alih bahasa), 2001, PrinsipPrinsipKimia Modern edisi 4 jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Giancoli,D.c, Yuhilsa hanum (Alih bahasa), 2001, Fisika edisi kelima jilid 1, Erlangga, Jakarta.