Anda di halaman 1dari 27

THERMODINAMIKA

UTK
TEK.LINGKUNGAN
Kimia Lingkungan 1
Jurusan Teknik Lingkungan
ITS
Outline
Definisi dan Prinsip Dasar
Temperatur, Panas dan Kerja
Sifat-Sifat Termodinamika
Sifat Larutan

Definisi
Termodinamika adalah studi tentang :
-energi yang terjadi pada proses reaksi
(baik fisika maupun kimia)
- transformasi energi dari satu bentuk
energi ke bentuk energi yang lain.
Panas <=> Kerja
COnt
sistem (adalah bagian yang terpilih untuk
dipelajari) dan lingkungan (adalah semua
bagian yang melingkupi sistem). Suatu
batas (real atau imaginer) memisahkan
sistem dari lingkungan.
GRK
Definisi (Cont)
Sistem dalam Termodinamika :
- Terbuka
- Tertutup
- Terisolasi
- Adiabatik
Cont
Prinsip dasar termodinamika
(1) Sifat Keadaan Thermodinamis,
yaitu Extensive (Variabel atau sifat ini
tergantung pada jumlah material yang ada
(e.g. mass or volume)) dan Intensive
(Variabel atau sifat ini tidak tergantung
pada jumlah material (e.g. density,
pressure, and temperature)).
Prinsip (Cont)
(2) Proses Ideal Thermodinamika, yaitu
Irreversible Keadaan sistem awal tidak stabil
atau metastabil dan perubahan spontan dalam
sistem menghasilkan sistem baru dengan energi
keadaan akhir yang lebih rendah dan
Reversible Keadaan sistem awal maupun
akhir dalam keadaan kesetimbangan, keadaan
ini berlangsung secara kontinyu dan
kenyataannya sulit didapati di alam
Cont
Koagulasi
Coagulant
Temperture, Panas dan Kerja
Hukum Termodinamika 0 adalah
sistemsistem dalam kesimbangan termal
mempunyai temperatur yang sama.
Panas adalah bentuk energi yang
mengalir dari satu benda ke benda lain
sebagai hasil dari perbedaan temperatur
Cont
Isothermal
Jika temperatur dari sistem dijaga konstan
(tetap), dT = 0
Adiabatik
Jika suatu proses dimana tidak ada
transfer panas antara sistem dan
lingkungannya, dq = 0
Cont
Kalori, yaitu panas yang dibutuhkan untuk
menaikkan temperatur 1 gram air sebesar
1
o
C. (satuan lain adalah Btu untuk
menaikkan temperatur 1 pound air
sebesar 1
o
F, = 252 kalori).

Cont
Hukum ke -1 :
hukum konservasi energi menyatakan bahwa energi
tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, secara
matematis :
E = q w, dimana :
E adalah perubahan dalam energi internal dari sistem
q = panas mengalir ke sistem
w = kerja oleh sistem
Cont
Isobarik, isokhorik atau isometrik,
isotermal dan adiabatis.
Sebagian besar sistem kimia yang
ditangani, dalam teknik lingkungan,
terbuka ke atmosfer bekerja pada
tekanan yang relatif konstan.
Pada sistem seperti ini, entalphy, lebih
berperan, dimana : H = E + PV
Cont
Rekasi kimia pada tekanan dan temperature
konstan, maka :
E = E2 E1 = qp P(V2 V1).
H = qp ( T, P = konstan) heat content

The quantity of heat absorbed by a system at
constant temperature and pressure is equal
to the change in system entalphy.
Excercise
Tentukan net dan gross heat dari pembakaran gas
methan : CH
4
+ O
2
CO
2
+ H
2
O

gross heat dilepaskan jika uap air masih dalam bentuk
air yang terkondensasi (liquid)

net heat dilepaskan jika uap air sudah dalam bentuk
materi gas.


Cont
Jika 1 L NaOH 1 N direaksikan dengan
asam kuat 1 L H
2
SO
4
1 N, berapakah
kenaikan temperature yang terjadi di
dalam larutan tersebut.
Cat: karena solution ini sebagian besar
adalah air maka panas spesifiknya atau C
adalah 1 cal/g
o
C
Entrophy
Hukum kedua Termodinamika
menyatakan secara teori bahwa semua
proses di alam cenderung terjadi hanya
dengan peningkatan enthropy (derajat
ketidakteraturan) dan bahwa arah
perubahan selalu menuju ke enthrophy
yang lebih tinggi
Cont
S = k ln ,
dimana k adalah konstanta Boltzmann dan
adalah probabilitas termodinamik
derajat kebebasan.
dS = dqrev / T
Cont
Jika S > 0 perubahan akan terjadi spontan, S < 0
perubahan akan terjadi spontan ke arah sebaliknya, dan
jika S = 0 sistem dalam kesetimbangan
Dalam entropi ini sistem selalu menuju ke arah
ketidakberaturan.
Reaksi-reaksi di bidang lingkungan selalu
memperhatikan energi dan entrophy sebagai paramater
untuk menentukan reaksi terjadi spontan atau tidak
Free Energy
G = H -TS pada T dan P konstant
-G = w useful kerja maksimal yang diperoleh dari
sitem.
aA + bB = cC + dD
G = G
0
+ RT ln

Jika G dalam keadaan equilibirum maka G = 0
sehingga G
0
= -RT ln K

G
0
free energy of formation of that compound from its
elements, considering reactants and products all to be in
standard state at 25oC and 1 atm.


{ } { }
{ } { }
b a
d c
B A
D C
Reaction Quotient (Q)
Equilibirum constant= K
Cont
Arah reaksi ditentukan oleh Q dan K , jika
Q > K maka reaksi cenderung dari kanan
ke kiri, jika Q < K sebaliknya, Jika Q=K
seimbang.
Latihan 2
Tentukan K
1
dari ionisasi senyawa asam karbonat
H
2
CO
3
(aq) berdasarkan free energy.
Hitunglah Ksp (solubility product) dari CaF
2
dalam suhu
25
0
C dan 1 atm.
Jika di dalam air terdapat konsentrasi Ca sebesar 25
mg/L dan F 1 mg/L apakah CaF
2 (s)
akan terus dalam
keadaan terendapkan atau terlarut atau dalam keadaan
setimbang?

Electrolysis of Water
By providing energy from a battery, water can be dissociated
into the diatomic molecules of hydrogen and oxygen.
Electrolysis is a (slow) process that is both isothermal and
isobaric (P,T = const).

The tank is filled with an electrolyte, e.g. dilute sulfuric acid
(we need some ions to provide a current path), platinum
electrodes do not react with the acid.

+
+
4 4 2
SO H 2 SO H
Dissociation:
When I is passed through the cell, H
+
move to the - electrode:
2
-
H 2e H 2 +
+
The sulfate ions move to the + electrode:
2e O
2
1
SO H O H SO
-
2 4 2 2
- -
4
+ + +
The sum of the above steps:
2 2 2
O
2
1
H O H +
The electrical work required
to decompose 1 mole of water:
(neglect the Joule heating of electrolyte)
( ) ( ) ( ) O H O
2
1
H
2 2 2
G G G G W
other
+ = A = A
In the Table (p. 404), the Gibbs free energy AG represents the change in G upon
forming 1 mole of the material starting with elements in their most stable pure states:
( ) ( ) ( ) kJ/mole O H O H
2 2 2
237 0 0 = A = A = A G G G
kJ/mole 237 = A = A G W
other
I I
V
-
+
H
2

O
2

Electrolysis of Water (cont.)
kJ kJ 49 - kJ 286
-
237 ~
A A = A S T H G
2 2 2
O
2
1
H O H +
Convenience of G: lets consider the same reaction, but treat it in terms of AU, AV,
and AS:
S T V P U G W
other
A A + A = A = A
PAV: we will neglect the initial volume of water in comparison with the final volume
of gas. By dissociating 1 mole of water, well get 1.5 moles of gas. The work by gas:
( )( )( ) kJ 7 . 3 K 300 K J/mol 3 . 8 mol 5 . 1 ~ = = = A nRT PV W
-TAS: the entropy of a mole of substance (from the same Table, p.404)
S(H
2
)=130.7 J/K, S(O
2
)=205.1 J/K, S(H
2
O)=69.9 J/K,
( )( ) kJ 49 J/K 69.9 - J/K 205.1 0.5 J/K 7 . 130 K 300 ~ + = A S T
AU: ???? not in the Table...
Well, we got AH in the Table - AH(H
2
) =
0, AH(O
2
) = 0, AH(H
2
O)= - 285.8 kJ (AH
upon forming 1 mol of the material
starting with elements in their most stable
pure states).
Electrolysis of Water (cont.)
The process must provide the energy for the dissociation plus the energy to expand
the produced gases. Both of those are included in AH. Since the enthalpy H = U+PV,
the change in internal energy AU is then:
kJ 282 kJ 4 - kJ 286 - = ~ A A = A V P H U
However, it is not necessary to put in the whole amount in the form of electrical
energy. Since the entropy increases in the process of dissociation, the amount T AS
can be provided from the environment. Since the electrolysis results in an increase in
entropy, the environment helps the process by contributing T AS .
( ) e N V Q V t I V W
A
2 kJ 237
*
= = A = = A
V 23 . 1
C/mole 10 93 . 1
J/mole 10 37 . 2
2
5
5
0
=

=
A
=
e N
G
V
A
The min. voltage required for electrolysis:
(Pr. 5.4)
V
V
0

I
Fuel cell Electrolysis
2 2 2
O
2
1
H O H +
If V < V
0
, the reaction will proceed from right to
left provided gaseous hydrogen is available at
the + electrode and gaseous oxygen at the -
electrode.