Anda di halaman 1dari 20
Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK − Kurikulum 1994 PANDUAN MATERI UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN
Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK − Kurikulum 1994
PANDUAN MATERI
UJIAN SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2004/2005
SMA/SMK
PENDIDIKAN AGAMA
KATOLIK
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN
DEPDIKNAS
©
© Hak Cipta pada Pusat Penilaian Pendidikan
Hak Cipta pada Pusat Penilaian Pendidikan

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

KATA PENGANTAR

Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah/Madrasah Tahun Pelajaran 2004/2005, Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Depdiknas menyiapkan panduan materi untuk setiap mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Panduan tersebut mencakup:

1. Gambaran Umum Format dan Bentuk Ujian

2. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Ruang Lingkup Materi

3. Contoh Spesifikasi Soal

4. Pedoman Penskoran

Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi sekolah/madrasah dalam mempersiapkan penyelenggaraan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, serta sebagai informasi dan acuan bagi peserta didik, guru, dan pihak- pihak terkait dalam menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah/Madrasah.

Semoga panduan ini digunakan sebagai acuan oleh semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2004/2005.

Jakarta, Januari 2005

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Depdiknas

2005 Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Depdiknas Bahrul Hayat, Ph.D. NIP. 131 602 652 DEPDIKNAS ©

Bahrul Hayat, Ph.D. NIP. 131 602 652

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar

i

Daftar Isi

ii

Gambaran Umum

1

Standar Kompetensi Lulusan

2

Contoh Spesifikasi Soal

4

Langkah-langkah Penskoran

16

Spesifikasi Soal 4 Langkah-langkah Penskoran 16 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

Gambaran Umum

Pada ujian sekolah tahun pelajaran 2004/2005, bentuk tes Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK, berupa tes tertulis dan ujian praktik.

Acuan yang digunakan dalam menyusun tes ujian sekolah adalah Kurikulum 1994 dan suplemen serta standar kompetensi kelulusan.

Secara garis besar materi yang diujikan untuk mengukur kompetensi tersebut meliputi:

Pendidikan agama Katolik untuk hidup, Yesus dan masyarakatNya, Injil mengatasi hambatan- hambatan keselamatan, tanda-tanda kerajaan Allah, Misteri Allah Tritunggal, kebangkitan Yesus, keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan, mencari masyarakat yang dikehendaki Tuhan.

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi lulusan

Ruang Lingkup Materi

 

1

2

1. Siswa mampu menjelaskan kekhasan pendidikan agama Katolik di sekolah, arti Injil, identifikasi kitab suci Perjanjian baru, tempat karya serta alasan Yesus ditolak di Nazaret.

Pendidikan Agama Katolik untuk hidup.

Berita

injil

Yesus

Kristus

membangun

jemaat beriman kristiani.

Mengenal kitab suci Perjanjian Baru.

 
 

Kitab suci Perjanjian Baru disusun oleh, dari dan untuk jemaat beriman kristiani.

Yesus memulai karyanya di Kopernaum.

Cinta Yesus yang mendalam di tolak di Nazaret.

2. Siswa mampu menjelaskan cara Yesus mewartakan kerajaan Allah, arti sabda bahagia, sovinisme agama dan budaya pesan kitab-kitab suci memperjuangkan harkat dan martabat wanita.

Kata-kata

Yesus

sampai

kepada

kita

melalui interpretasi.

Kata-kata

Yesus

membawa

kita

pada

kemerdekaan sejati.

 

Sovinisme budaya dan agama ancaman bagi terwujudnya “satu dunia damai tanpa perang”.

Perjuangan universal mengatasi perendahan martabat kaum wanita.

Perendahan

kaum

miskin

dan upaya-

upaya mengatasinya.

Perendahan

kaum

miskin

dan

upaya-

upaya mengatasinya.

3. Siswa mampu menjelaskan makna hidup membiara, sifat-sifat gereja, hakekat perkawinan katolik, pemuka agama serta perayaan-perayaan gereja sekarang.

Hidup membiara

Jemaat beriman

Perkawinan Katolik

 

Pemuka

agama

Katolik

pada

masa

sekarang.

Iman orang Yahudi dan iman orang Katolik pada masa sekarang.

orang Yahudi dan iman orang Katolik pada masa sekarang. DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
orang Yahudi dan iman orang Katolik pada masa sekarang. DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

1

2

4. Siswa mampu menjelaskan makna perumpamaan, mukjizat, perjamuan terakhir, wafat dan kebangkitan, wahyu Ilahi, Allah tritunggal, dan peranan dan dalam kerja.

Yesus mengajar dengan perumpamaan

Tindakan-tindakan Yesus

Penjamuan malam terakhir

Wafat dan kebangkitan Yesus tanda agung kerajaan Allah.

 

Tuhan mendekati manusia melalui Yesus.

Demi nama Bapa, Putra dan Roh kudus.

Mengenal Allah, Bapa, Putra, dan Roh kudus.

Hidup beriman dalam kerja dan doa.

5. Siswa mampu menjelaskan arti pencobaan di padang gurun, kebangkitan Yesus bagi orang yang percaya.

Yesus dicoba

Yesus menang

 

Yesus bangkit

6. Siswa mampu menjelaskan pesan kitab suci dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, keutuhan ciptaan dan keberpihakan pada orang miskin.

Keadilan dalam masyarakat dunia.

Pesan kitab suci dan misi kristiani

Yesus dan perdamaian

 

Kitab suci dan keutuhan ciptaan

Sabda bahagia dari Yesus mengenai orang miskin.

Tahun rahmat Tuhan zaman sekarang.

7. Siswa mampu menjelaskan kedudukan dan peran keluarga kristiani di tengah masyarakat.

Membangun keluarga sebagai masyarakat kecil yang dikehendaki.

keluarga sebagai masyarakat kecil yang dikehendaki. DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
keluarga sebagai masyarakat kecil yang dikehendaki. DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (1) Siswa mampu menjelaskan kekhasan Pendidikan Agama Katolik di sekolah, arti Injil, identifikasi kitab suci Perjanjian baru, tempat karya serta alasan Yesus ditolak di Nazaret.

Ruang Lingkup Materi

:

Kekhasan Pendidikan Agama Katolik.

 

Indikator

:

Siswa

dapat

menyebutkan

tujuan/manfaat

Pendidikan

Agama

 

Katolik.

 

No. Soal

:

1

Contoh Soal

:

Salah satu tujuan atau manfaat belajar Pendidikan Agama Katolik di sekolah adalah

a.

menunjukkan bahwa kita percaya kepada Allah

b.

menolong kita untuk hidup yang benar dan baik

c.

Tuhan yang disembah perlu dipelajari dan diketahui

d.

diwajibkan oleh sekolah dan dianjurkan orang tua

e.

untuk mencari tahu tentang agama yang benar

Kunci

:

B

mencari tahu tentang agama yang benar Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
mencari tahu tentang agama yang benar Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (1) Siswa mampu menjelaskan kekhasan Pendidikan Agama Katolik di sekolah, arti Injil, identifikasi kitab suci Perjanjian Baru, tempat karya serta alasan Yesus ditolak di Nazaret.

Ruang Lingkup Materi

:

Cinta Yesus yang mendalam ditolak di Nazaret.

Indikator

:

Siswa dapat menyebutkan alasan orang Nasaret menolak Yesus di sana.

No. Soal

:

2

Contoh Soal

:

Alasan Yesus ditolak oleh orang-orang Nazaret adalah

a.

Yesus tidak membuat Mujizat di Nazaret

b.

Yesus mengajar kerajaan Allah di Sinagoga

c.

Yesus menyatakan dirinya Mesias, berarti menghujat Allah

d.

Sanak saudara Yesus dikenal oleh orang Nazaret

e.

Yesus tidak diterima oleh masyarakat Nazaret

Kunci

:

C

tidak diterima oleh masyarakat Nazaret Kunci : C DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
tidak diterima oleh masyarakat Nazaret Kunci : C DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (2) Siswa mampu menjelaskan cara Yesus mewartakan kerajaan Allah, arti sabda bahagia, sovinisme agama dan budaya pesan kitab-kitab suci memperjuangkan harkat dan martabat wanita.

Ruang Lingkup Materi

:

Yesus mewartakan kerajaan Allah.

Indikator

:

Siswa mampu menjelaskan alasan orang miskin disapa berbahagia oleh Yesus.

No. Soal

:

3

Contoh Soal

:

Dasar pengharapan bagi orang miskin sehingga Yesus menyapa mereka sebagai orang yang berbahagia adalah

a.

Allah bertindak sebagai penyelamat kaum miskin

b.

orang miskin akan memperoleh apa yang mereka harapkan

c.

keselamatan yang dijanjikan itu akan terlaksana

d.

orang miskin akan mendapat bantuan melimpah

e.

kerajaan surga hanya diperuntukkan bagi kaum miskin

Kunci

:

A

hanya diperuntukkan bagi kaum miskin Kunci : A DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
hanya diperuntukkan bagi kaum miskin Kunci : A DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (3) Siswa mampu menjelaskan makna hidup membiara, sifat-sifat gereja, hakekat perkawinan katolik, pemuka agama serta perayaan- perayaan gereja sekarang.

Ruang Lingkup Materi

:

Jemaat beriman.

Indikator

: Siswa mampu menjelaskan ungkapan tindakan solider para anggota jemaat perdana dalam mengatasi kemiskinan sebagaimana dituliskan dalam Kisah Rasul.

No. Soal

:

4

Contoh Soal

:

Tindakah solider anggota jemaat perdana dalam mengatasi kemiskinan sesama jemaat yang kekurangan sebagaimana ditulis Kisah para Rasul adalah

a.

membangun panti-panti asuhan untuk membantu orang miskin

b.

secara sukarela menjual milik pribadi demi jemaat yang membutuhkan

c.

mengumpulkan sumbangan dari jemaat yang mampu

d.

memberikan pelatihan-pelatihan atau kursus bagi yang miskin

e.

bersikap menyayangi, mengagumi, dan jemaat yang kekurangan

Kunci

:

B

mengagumi, dan jemaat yang kekurangan Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
mengagumi, dan jemaat yang kekurangan Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (3) Siswa mampu menjelaskan makna hidup membiara, sifat-sifat gereja, hakekat perkawinan Katolik, pemuka agama serta perayaan-perayaan gereja sekarang.

Ruang Lingkup Materi

:

Hidup membiara.

Indikator

:

Siswa mampu menjelaskan makna kaul sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah.

No. Soal

:

5

Contoh Soal

:

Makna kaul kemiskinan yang diikrarkan oleh biarawan/biarawati adalah

a.

tidak memiliki harta kekayaan untuk dibagikan pada sesama

b.

melepaskan seluruh harta dunia untuk mengikuti Yesus sampai akhir jaman

c.

mau seperti Kristus, hendak melepaskan secara sukarela haknya untuk memiliki

d.

harta bukanlah hal yang penting melainkan penyerahan diri

e.

kekayaan hanyalah sarana untuk mencapai kesempurnaan sejati sebagai manusia di dunia

Kunci

:

C

sejati sebagai manusia di dunia Kunci : C DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
sejati sebagai manusia di dunia Kunci : C DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (4) Siswa mampu menjelaskan makna perumpamaan, mukjizat, perjamuan terakhir, wafat dan kebangkitan, wahyu Ilahi, Allah tritunggal, dan peranan dan dalam kerja.

Ruang Lingkup Materi

:

Tindakan-tindakan Yesus.

Indikator

:

Siswa mampu menjelaskan makna mujizat yang dilakukan Yesus.

No. Soal

:

6

Contoh Soal

:

Melalui mujizat yang dilakukan, Yesus ingin menunjukkan

a.

diriNya mampu mengerjakan karya ajaib

b.

kuasa Allah yang berkarya dalam diri Yesus

c.

kuasa kegelapan akan tamat oleh Yesus

d.

Allah mampu melakukan tindakan ajaib

e.

diriNya menguasai alam semesta

Kunci

:

B

e. diriNya menguasai alam semesta Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
e. diriNya menguasai alam semesta Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan

:

(5) Siswa mampu menjelaskan arti pencobaan di padang gurun, kebangkitan Yesus bagi orang yang percaya.

Ruang Lingkup Materi

:

Yesus bangkit.

Indikator

:

Siswa dapat menyebut tanda yang menyertai Yesus disalib.

No. Soal

:

7

Contoh Soal

:

Salah satu tanda yang menyertai wafat Yesus disalib adalah

a.

rasa ketakutan kepala pasukan

b.

penampakan malaikat

c.

tabir bait Allah terbelah dua

d.

salib yang terbelah dua

e.

kaki Yesus dipatahkan

Kunci

:

C

dua e. kaki Yesus dipatahkan Kunci : C DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
dua e. kaki Yesus dipatahkan Kunci : C DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan

:

(5) Siswa mampu menjelaskan arti pencobaan di padang gurun, kebangkitan Yesus bagi orang yang percaya.

Ruang Lingkup Materi

:

Yesus menang.

Indikator

: Siswa mampu mengungkapkan pesan Injil Lukas tentang kedekatan Yesus kepada orang sebagai tanda kemaharahiman Allah Bapa.

No. Soal

:

8

Contoh Soal

:

Kita dapat mengenal Allah Bapa melalui tindakan-tindakan Yesus yang dekat dengan orang sebagai tanda kemaharahiman Allah Bapa yaitu ketika

a.

Yesus memilih kota Kapernaum untuk pewartaan awal

b.

perjamuan bersama dengan orang-orang tersingkir

c.

perjamuan malam dengan orang-orang tersingkir

d.

Yesus berada dekat dengan para murid-muridNya

e.

Yesus mengecam orang Farisi dan ahli taurat

Kunci

:

B

mengecam orang Farisi dan ahli taurat Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
mengecam orang Farisi dan ahli taurat Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (6) Siswa mampu menjelaskan pesan kitab suci dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, keutuhan ciptaan dan keberpihakan pada orang miskin.

Ruang Lingkup Materi

:

Keadilan dalam masyarakat dunia.

Indikator

:

Siswa dapat menjelaskan hak berkembang merupakan hak asasi manusia.

No. Soal

:

9

Contoh Soal

:

Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk menikmati dan mengembangkan hidupnya secara wajar karena hak berkembang merupakan

a.

kewajiban manusia

b.

dasar setiap ciptaan

c.

hak untuk hidup

d.

hak asasi manusia

e.

dasar untuk hidup

Kunci

:

D

manusia e. dasar untuk hidup Kunci : D DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
manusia e. dasar untuk hidup Kunci : D DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

: Agama Katolik

Program Studi

: Semua Jurusan

Bentuk soal

:

Pilihan Ganda

Bentuk penilaian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan

:

(7) Siswa mampu menjelaskan kedudukan dan peran keluarga kristiani di tengah masyarakat.

Ruang Lingkup Materi

:

Membangun keluarga yang dikehendaki.

 

Indikator

:

Siswa

dapat

menjelaskan

bentuk

pengembangan

iman

dalam

 

keluarga.

 

No. Soal

:

10

Contoh Soal

:

Salah satu cara pengembangan iman dalam keluarga adalah dengan

a.

mengasihi sesama di sekitar kita

b.

bersama-sama merayakan ekaristi pada hari Minggu

c.

menghormati dan mencintai orang tua

d.

hubungan yang mesra dengan anggota keluarga yang lain

e.

menyadari keluarga tempat pengembangan iman yang pertama

Kunci

:

B

tempat pengembangan iman yang pertama Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
tempat pengembangan iman yang pertama Kunci : B DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

Program Studi

Bentuk soal

Bentuk penilaian

: Agama Katolik : Semua Jurusan : Uraian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (3) Siswa mampu menjelaskan makna hidup membiara, sifat-sifat gereja, hakekat perkawinan katolik, pemuka agama serta perayaan- perayaan gereja sekarang.

Ruang Lingkup Materi

:

Perayaan gereja sekarang.

Indikator

:

Siswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk pelayanan gereja kepada umat beriman.

No. Soal

:

11

Contoh Soal

:

Sebutkan empat bentuk pelayanan gereja kepada umat beriman!

Kunci/Pedoman Penskoran

:

No.

Kunci Jawaban

Skor

1

a. Koronia (persaudaraan) ---------------------------------------------------------------

1

b. Kerygma (pewartaan) -----------------------------------------------------------------

1

c. Liturgia (pengudusan) -----------------------------------------------------------------

1

d. Diakonia (pelayanan) ------------------------------------------------------------------

1

 

Skor Maksimum

4

------------- 1   Skor Maksimum 4 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
------------- 1   Skor Maksimum 4 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

CONTOH SPESIFIKASI UJIAN SEKOLAH SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

Mata Pelajaran

Program Studi

Bentuk soal

Bentuk penilaian

: Agama Katolik : Semua Jurusan : Uraian

: Tertulis

Standar Kompetensi Lulusan : (4) Siswa mampu menjelaskan makna perumpamaan, mukjizat, perjamuan terakhir, wafat dan kebangkitan, wahyu Ilahi, Allah tritunggal, dan peranan dan dalam kerja.

Ruang Lingkup Materi

:

Demi Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Indikator

:

Siswa mampu berdoa Rosario secara baik dan benar.

No. Soal

:

12

Contoh Soal

:

Berdoalah doa Rosario secara baik dan benar!

Kunci/Pedoman Penskoran

:

No.

Kunci Jawaban

Skor

1

Kelengkapan doa Rosario seperti : lilin, Rosario, dan lain-lain

 

- lengkap --------------------------- 2

- kurang lengkap ------------------- 1

2

Sesuai urutan peristiwa Rosario

1

Isi doa pribadi disesuaikan dengan tema dan peristiwa

1

Kelayakan berpakaian untuk beribadah

1

Pengucapan dan suara bila tepat dan terdengar

1

 

Skor Maksimum

6

bila tepat dan terdengar 1   Skor Maksimum 6 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
bila tepat dan terdengar 1   Skor Maksimum 6 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SOAL, PEDOMAN PENSKORAN CARA PENSKORAN, DAN CARA PERHITUNGAN NILAI AKHIR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TAHUN 2004/2005

1. Lihat dan pahami standar kompetensi lulusan mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik.

2. Tetapkan jumlah indikator di tiap-tiap kompetensi yang akan diujikan.

3. Tuliskan ke dalam format kompetensi yang diuji, indikator, nomor soal, soal dan kunci/kriteria jawaban ke dalam format spesifikasi tes.

4. Penskoran

Bentuk soal

Penskoran

Pilihan ganda

Setiap jawaban benar diberi skor 1 dan bila salah diberi skor 0.

Uraian

Setiap kata kunci yang dijawab benar diberi skor 1 dan bila salah diberi skor 0.

5. Cara perhitungan nilai akhir

a. Nilai Tes tertulis

Misal Metta memperoleh skor seperti tertera pada kolom skor perolehan.

Bentuk

Jumlah

Nomor

Skor

Skor

soal

soal

soal

maksimum

perolehan

Pilihan ganda

45

1 – 45

45

40

 

Jumlah

45

40

Bentuk

Jumlah

Nomor

Skor

Skor

soal

soal

soal

maksimum

perolehan

Uraian

5

 

1 5

4

     

2 5

5

     

3 5

4

     

4 6

5

     

5 10

5

 

Jumlah

31

23

Nilai Pilihan Ganda

=

40

x 10 = 8,89

 

45

Nilai uraian

=

23

x 10 = 7,42

 

31

Nilai uraian = 2 3 x 10 = 7,42   31 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada
Nilai uraian = 2 3 x 10 = 7,42   31 DEPDIKNAS © Hak Cipta pada

Panduan Materi Pendidikan Agama Katolik SMA/SMK Kurikulum 1994

√

Perbandingan bobot untuk soal pilihan ganda dan uraian adalah 7 : 3.

Nilai Tes Tertulis

= (70% x nilai pilihan ganda) + (30% x nilai uraian)

= (70% x 8,89) + (30% x 7,42)

= 6,22 + 2,23

= 8,45

b. Nilai Tes Praktik Misal pada tes Praktik (soal nomor 1) dengan skor maksimum 5, Metta dapat melakukan 4 perintah dengan benar. Skor yang diperoleh Metta adalah 4. Nilai tes praktik

Skor perolehan Skor Maksimum

x 10 =

4

5

x 10 = 8,00

Bila diberikan lebih dari satu tes praktik, maka nilai akhirnya adalah nilai rata-ratanya.

tes praktik, maka nilai akhirnya adalah nilai rata-ratanya. DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian
tes praktik, maka nilai akhirnya adalah nilai rata-ratanya. DEPDIKNAS © Hak Cipta pada Pusat Penilaian