Anda di halaman 1dari 11

KHASIAT HERBAL

DAUN BINAHONG, DAUN DEWA, DAN ANTANAN

DISUSUN OLEH:

YUSUF HIDAYAT

CIAMIS 2011

Sekapur Sirih

Herbal merupakan tanaman yang sudah sangat langka saat ini, dikarenakan semakin

maraknya obat kimia yang belum tentu menguntungkan bagi tubuh apabila terus menerus

dikonsumsi dalam waktu yang cukup lama. Melewati risalah singkat ini, penulis bermaksud

mengungkap kembali khasiat dan manfaat tanaman herbal tersebut yang sudah hamper punah di

sekitar kita. Secara empirik, penulis sudah membuktikan bahwa herbal bisa mengobati berbagai

macam penyakit walaupun kinerjanya cukup memakan waktu tidak seperti obat kimia yang

bersifat instan tetapi efeknya belum tentu aman apabila secara terus menerus dikonsumsi tubuh

kita. Berbeda dengan herbal, walaupun digunakan dalam rentang waktu yang cukup lama, herbal

tidak memberikan efek samping yang negatif. Di dalam risalah yang amat singkat ini, penulis

hendak memperkenalkan tiga jenis tanaman herbal diantaranya: Daun binahong, daun dewa,

dan daun antanan. Ketiga jenis herbal ini sudah dikembangbiakkan oleh penulis semenjak dua

tahun yang lalu, dan Alhamdulillah respon dari berbagai kalangan cukup positif bahkan banyak

yang sudah mencoba membuktikannya, dan Alhamdulillah tanaman herbal tersebut mujarab.

Untuk informasi lebih jauh mengenai tanaman herbal yang sudah penulis sebutkan di

atas, silahkan pembaca sekalian membaca penjelasan di bawah ini. Semoga risalah yang

sederhana ini bisa memberikan manfaat yang besar terhadap kesehatan kita. Karena dengan rizki

sehat ini, kita bisa senantiasa beribadah dan bermuamalah dengan khusu kepada Allah Azza wa

Jalla demi menggapai Ridho-Nya di dunia dan akhirat. Amin.

Sekian dan terima kasih. Selamat membaca.

Ciamis, Oktober 2011 Penulis

Yusuf Hidayat Email: yusufhid@gmail.com

KHASIAT BINAHONG

Disusun oleh Yusuf Hidayat

KHASIAT BINAHONG Disusun oleh Yusuf Hidayat Binahong ( Anredera Cordifolia ) atau dalam bahasa Sunda dikenal

Binahong (Anredera Cordifolia) atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan nama Kakatuncaran merupakan tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang ± 5 m, berbatang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar.

Banyak sumber mengatakan bahwa Binahong berasal dari Amerika Selatan, Cina bahkan Korea. Padahal di Indonesia, tumbuhan menjalar yang dikenal dengan nama Gendola ini sudah ada. Tumbuhan ini tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Banyak ditanam di dalam pot sebagai tanaman hias dan obat. Perkembangbiakkan tumbuhan ini adalah Generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetatif melalui akar rimpangnya

Bentuk daun: tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 - 10 cm, lebar 3 - 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bisa dimakan. Bentuk bunga: majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 - 1 cm, berbau harum. Bentuk akar: berbentuk rimpang, berdaging lunak.

Khasiat Utama Binahong:

1. Mempercepat pemulihan kesehatan setelah operasi, melahirkan, khitan, segala luka-luka dalam, radang usus.

2. Melancarkan dan menormalkan peredaran dan tekanan darah.

3. Mencegah stroke, maag, asam urat.

4. Menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh.

5. Wazir (ambeien)

6. Melancarkan buang air kecil, buang air besar.

7. Diabetes

8. Sariawan berat.

9. Pusing-pusing

10. Sakit perut dll.

8. Sariawan berat. 9. Pusing-pusing 10. Sakit perut dll. Untuk penyembuhan luka dalam, ambil rhizoma (umbi)

Untuk penyembuhan luka dalam, ambil rhizoma (umbi) secukupnya, dicuci bersih, kemudian direbus, setelah dingin disaring dan hasilnya diminum 2-3 kali sehari, Cara ini untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, typus, disentri, kesegaran jasmani (tambah telur dan madu), mencegah stroke, asam urat dan sakit pinggang. Namun dapat pula umbinya dikeringkan, lalu ditumbuk halus, kemudian dimasukkan dalam kapsul 0,5 mh dan diminum 3 kali sehari. Untuk pemakaian luar, daun dan batang ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang sakit. Bahan ini untuk menyembuhkan memar karena terpukul,

kena api (panas), rheumatik, pegal linu, nyeri urat, perawatan kulit.

Umbi dicampur bahan lain dengan cara direbus bersama daun sirih, temulawak dengan perbandingan ganjil: 7, 9, 13 untuk penyembuhan pembengkakan jantung, pembengkakan lever, kencing manis, kerusakan ginjal dan radang usus besar.

Batangnya untuk mengatasi kelemahan laki-laki, yaitu dengan cara diambil getahnya dioleskan pada penis, diamkan beberapa saat kemudian lakukan sanggama dengan istri. Cara lain dicampur dengan kencur (3 gelas menjadi 1 gelas) diminum tiap malam selama satu minggu. Hampir semua bagian tanaman binahong seperti umbi, batang dan daun dapat digunakan dalam terapi herbal.

A.

Kategori Penyakit Berat:

1.

Batuk/muntah darah

: 10 lembar daun diminum setiap hari

1.

Paru-paru/bolong

: 10 lembar daun diminum setiap hari

2.

Kencing manis

: 11 lembar daun diminum setiap hari

3.

Sesak nafas

: 7

lembar daun diminum setiap hari

4.

Borok akut(menahun)

: 12 lembar daun diminum setiap hari

5.

Patah tulang

: 10-20 lb daun diminum setiap hari

6.

Darah rendah

: 8

: 7

lembar daun diminum setiap hari

7.

Radang ginjal

lembar daun diminum setiap hari

8.

Gatal-gatal /eksim kulit

: 10-15 lb daun diminum setiap hari

9.

Gegar otak ringan/berat

: 10 lembar daun diminum setiap hari.

B.

Kategori Penyakit Ringan:

 

1.

Disentri/buang air besar : 10 lembar daun diminum setiap hari

2.

Ambeyen berdarah

: 16 lembar daun diminum setiap hari

3.

Hidung mimisan

:

4 lembar daun diminum setiap hari

4.

Habis bedah/operasi

: 20 lembar daun diminum setiap hari

5.

Luka bakar

: 10 lembar daun diminum setiap hari

6.

Kecelakaan/benda tajam : 10 lembar daun diminum setiap hari

7.

Jerawat

:

8 lembar daun diminum setiap hari

8.

Usus bengkak

: 3 lembar daun diminum setiap hari

9.

Gusi berdarah

: 4 lembar daun diminum setiap hari

10.

Kurang nafsu makan

: 5 lembar daun diminum setiap hari

11.

Kelancaran haid

: 3 lembar daun diminum setiap hari

12.

Habis bersalin/melahirkan : 7 lembar daun diminum setiap hari

13.

Menjaga stamina tubuh

: 1 lembar daun diminum setiap hari

14.

Penghangat badan

: 5 lembar daun diminum setiap hari

15.

Lemah syahwat

:

3-10 lb daun diminum setiap hari.

Sumber:

-

http://syamzrustam.wordpress.com

KHASIAT DAUN DEWA

Disusun oleh: Yusuf Hidayat

KHASIAT DAUN DEWA Disusun oleh: Yusuf Hidayat DAUN DEWA ( Gynura Segetum (Lour.) Merr atau (

DAUN DEWA (Gynura Segetum (Lour.) Merr atau (Gynura divaricata), merupakan tanaman obat yang berasal dari Burmadan Cina. Daun Dewa cukup lama dikenal sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit Tanaman ini merupakan herba semusim yang dapat berumur lebih dari satu tahun.

DESKRIPSI TANAMAN: Daun Dewa merupakan tanaman semak semusim, tinggi 10-25 cm, berbatang lunak, berambut halus, warna ungu kehijauan. Daun tunggal, bentuk bulat telur, berbulu lebat, permukaan atas hijau, bawah ungu. Bunga majemuk berbentuk tongkat, berbulu, kelopak hijau, mahkota berwarna kuning. Buah kecil berwarna coklat.

Secara empiris herba ini dikenal sebagai obat bisul. Namun penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa daun dewa banyak memiliki khasiat diantaranya sebagai antikoagulan (anti pembeku darah), memperlancar peredaran darah dan mengurangi pembengkakan, Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan umbi.

Penggunaan secara tradisional tanaman ini yaitu dengan cara dilalap dan dibalurkan (daun) di bagian yang sakit, dan rebusan (daun dan umbi). Namun seiring kemajuan jaman, orang lebih suka menggunakan sediaan tanaman ini dalam bentuk yang lebih praktis yaitu kapsul maupun tablet.

Khasiat Daun Dewa:

1. Daun Dewa bisa digunakan untuk penyakit kulit seperti flek hitam pada wajah. Cara penggunaannya sangat sederhana yaitu dengan mengambil daunnya yang mempunyai getah lalu getahnya dioleskan pada flek hitam tersebut.

2. Mengobati kencing manis, diabetes, dan penyakit dalam yaitu dengan cara meminum air rebusan daun Dewa yang sudah dikeringkan.

3. Daun dewa juga dapat digunakan sebagai obat penyakit kutil, cara penggunaan yaitu potong- potong daun dewa lalu tempel pada kutil anda, ikat dengan kain atau hansaplast Insya Allah kutil anda akan hilang.

Diantara Khasiat Lain Dari Daun Dewa Adalah:

Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul/memar

Melancarkan sirkulasi darah

Melancarkan haid

Hipertensi

Mencegah tumor,

Mengobati kencing manis

Diabetes

Membantu penyembuhan tulang patah

Menghilangkan panas

Membersihkan racun

Mengobati dan Mencegah sakit jantung

Sebagai anti kolesterol

Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor

RESEP TRADISIONAL DAUN DEWA:

1. Untuk Penyakit Kanker :

Daun dewa segar 4 g; Akar daruju 7 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Ditumbuk; ditambah air mendidih; disaring, Diminum 1 hari sekali 100 ml; selama 30 hari.

2. Untuk Penyakit Tekanan darah tinggi :

Daun dewa segar 3-7 helai; buah mengkudu muda 1 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1-2 kali sehari 100 ml; selama 1 bulan.

3. Untuk Penyakit Kencing manis :

Daun dewa 5 helai; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

4. Untuk Pembersih luka :

Daun dewa secukupnya; Air secukupnya, Daun dewa ditumbuk halus lalu dimasukkan ke dalam air, Luka yang kotor dimasukkan ke dalam air yang dicampur daun dewa.

DAUN DEWA, OBAT ALTERNATIF UNTUK KENCING MANIS

Menurut penelitian, secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Manfaat daun dewa berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan dapat juga menurunkan kadar gula dalam darah. Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain- lain.

Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.

Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa.

Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor. Untuk kutil haluskan daun

dan ditempelkan pada bagian yang sakit dan biarkan hingga keesokkan harinya. Untuk mengatasi tumor, silakan makan daun dewa sebagai lalap. Untuk kanker buatlah ramuan dari 30 gram daun dewa segar, 20 gram temu putih, 30 gram jombang yang direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum.

Bagian umbi bisa dimanfaatkan untuk pengobatan luka terpukul, masuk angin, digigit ular, dan menghilangkan bekuan darah, serta mengobati stroke. Untuk luka luar, haluskan umbi, lalu tempelkan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk pengobatan dalam, umbinya ditumbuk halus dan ditambah air. Air perasannya diminum setiap sore hari.

Sumber :

- http://tanamanherbal.wordpress.com

- http://cintaherbal.wordpress.com/2010/07/20/khasiat-daun-dewa-herbal-anti-koagulan/

- http://www.iptek.net.id

- http://lenterahati.web.id/khasiat-daun-dewa.html

- http://id.wikipedia.org

KHASIAT DAUN ANTANAN

Disusun oleh: Yusuf Hidayat

KHASIAT DAUN ANTANAN Disusun oleh: Yusuf Hidayat Pegagan atau Antanan (latin: Centella asiatica ) atau yang

Pegagan atau Antanan (latin: Centella asiatica) atau yang lebih dikenal di dunia barat dengan nama Ginko Biloba termasuk suku atau familia Apiaceae. Antanan tumbuh menjalar di atas tanah terutama di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab.

Tanaman ini disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Banyak orang mengenal tanaman asal Asia tropic itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (JaTeng), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura). Di pasar-pasar Jakarta dan sekitarnya ia suka dijual dengan nama daun antanan. Sebab, meski rasanya manis pahit, ia suka dijadikan lalapan. Tanaman ini termasuk familia Umbelliferae. Tumbuhan ini tumbuh di sekitar pantai sampai dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut.

Untuk pengembangbiakan tumbuhan ini dilakukan dengan cara stek karena lebih cepat tumbuhnya. Di Jawa Barat kadang-kadang tumbuhan ini ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan-perkebunan teh. Ginko Biloba terdiri dari sekitar 40 spesies dengan ragam yang berbeda-beda di Indonesia, dimana penyebarannya terbatas, kecuali Centella asiatica yang penyebarannya sampai ke Asia Tenggara dan meluas ke berbagai negara sub-tropis lainnya.

ANTANAN DAPAT MENAMBAH KECERDASAN DAN ANTI STRESS

Tanaman obat yang dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat adalah Ginko Biloba, atau antanan. Antanan telah diketahui mampu mempengaruhi sistem saraf pusat, meningkatkan daya rangsang saraf otak, serta meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat (Kumar dan Gupta, 2002; Rao et al., 2005).

Di Indonesia Antanan telah diuji oleh Annisa R. F. (dari ITB) yang ternyata ekstrak air daun Centella asiatica ini berpengaruh terhadap kemampuan kognitif (terutama uji kemampuan belajar dan mengingat) dan berkhasiat sebagai anti stress, dan pembentukan memori jangka panjang, serta meningkatkan kemampuan belajar.

Berdasarkan kesaksian mama ola, (2010), ia berkata bahwa ketika menjelang hari-hari ujian nasional untuk anak-anak sekolah menengah utamanya kelas 3 (kelas IX SMP dan XII SMA), akan terasa berat dikarenakan harus banyak belajar dan berkonsentrasi. Dalam kondisi seperti ini, otak perlu diberi “suplemen” sehingga pikiran selalu jernih dan bisa menghadapi ujian dengan baik.

Banyak suplemen berupa ekstrak tanaman maupun kimiawi ditawarkan di pasaran bebas. Namun untuk aman dan pastinya, gunakan saja ramuan obat tradisional dengan bahan baku daun

pegagan atau antanan. Diamping itu jangan lupa juga belajar, kurangi nonton televisi, kurangi main internet atau game-nya dan terus berdoa.

CARA PENYAJIAN DAUN ANTANAN:

1. Daun antanan bisa langusng dimakan mentah sebagai lalapan, cuci terlebih dahulu daunnya, kemudian siap dimakan. Rasanya beragam tergantung dimana ia ditanam, ada yang rasanya manis, manis sedikit pahit, atau pahit saja. Tapi setelahnya tubuh akan terasa hangat dan berkeringat. Efeknya sangat enak dirasakan tubuh.

2. Bisa juga disajikan dengan cara direbus dan diambil airnya. Caranya: ambil 15 - 30 gram antanan segar cuci daunnya, rebus, kemudian disaring airnya, kemudian minum air rembusan tersebut, dapat juga di campur dengan madu. Untuk pemakaian luar: Dilumatkan, ditempel ke bagian yang sakit. Dipakai untuk: Gigitan, ular, bisul, luka berdarah, TBC, dan penyakit kulit lainnya. Kebanyakan antanan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, atau diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion.

Beberapa literature tentang obat tradisional mengungkapkan, antanan mengandung banyak senyawa bermanfaat, diantaranya: asam asiatat, asiatikosida, β-karotena, β-karofilena, β- elemena, β-farnesena, β-sitosterol, brahminosida, asam brahmat, iso-tankunisida, asam iso-tankunat, tankunisida, meso-inosito, asam askorbat, niacin, velarine, kalium, natrium, magnesium, dan zat samak. Dengan kandungan senyawa kimia yang dikandungnya, tanaman ini banyak dipakai sebagai bahan obat tradisional. Tidak saja di Indonesia, tapi di berbagai Negara Asia Timur. Bahkan sejak zaman Sansekerta, tanaman ini sudah dipakai sebagai obat penyakit kulit, gangguan system saraf, maupun peredaran darah. Dia juga menjadi obat bronchitis, asma, radang lambung, disentri, gangguan ginjal, dan infeksi saluran kencing. Di Indonesia juga dipakai sebagai peluruh kencing, pembersih darah, disentri, radang usus, sakit perut, batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan.

usus, sakit perut, batuk, lepra, dan kehilangan nafsu makan. Tanaman ini juga memiliki efek antiinflamasi, antibiotic,

Tanaman ini juga memiliki efek antiinflamasi, antibiotic, antidemam, antidiuretik, dan keratolitik. Bahkan, kemampuan antibiotic dan antiinflamasinya tergolong tinggi hinga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika ia efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorokan, radang lambung, hingga disentri. Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamanya. Caranya, 1 kg daun segar ditumbuk, ditambah 0,5 liter air matang, diperas, lalu disaring. Perasannya lalu diminum. Karena khasiatnya sebagai obat antiinflamasi pula sehingga ia mulai dilirik sebagai bahan baku salep untuk mengobati luka.

CARA BUDIDAYA:

Menggunakan stolon dan akar tunggang (bonggol). Stolon berakar/bertunas dipotong- potong sepanjang 2.5 cm dan tanam langsung. Dalam 14 hari sudah tumbuh.

SIFAT DAN MANFAAT ANTANAN:

Daunnya merupakan obat yang resmi di berbagai Farmakope. Di Indonesia antanan ini lebih dikenal sebagai obat untuk menyembuhkan seriawan mulut atau afthae. Tanaman obat pegagan ini juga bisa dipakai sebagai obat kusta, sebagai anti infeksi, antitoxic, penurun panas dan peluruh air seni. Menurut orang Madagaskar tanaman ini mengandung bahan hablur, ester asiaticosida. Tanaman antanan ini, dapat dibuat sebagai bahan injeksi dimana bahan aktif ini dapat menghancurkan pertahanan kusta, borok berforasi dan luka pada jari tangan serta luka awal pada mata. Aktivitasnya dimungkinkan oleh larutnya bahan lilin yang menyembunyikan basil kusta sehingga menjadi getas dan akibatnya badan dengan mudah dapat membunuh penyakit bersama obat. Pegagan yang berasal dari India dan Srilangka mengandung bahan serupa, meskipun bukan dari bahan-bahan yang sama. Tanaman asal Srilangka memiliki tiga asam triterpen dan centellosida, tidak sama dengan asam dan ester yang berasal dari Madagaskar. Di Eropa Centella asiatica dijual sebagai salep 1% dan bubuk 2%, yang berguna untuk menyembuhkan luka borok yang menahun.

Antanan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).

Manfaat antanan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. Antanan pada penelitian di RSU dr. Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah. Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.

ANTANAN

DIANTARANYA:

INSYA

ALLAH

BISA

MENEYMBUHKAN

BERAGAM

PENYAKIT,

1. Infeksi batu saluran kencing/kencing keruh: rebus 30 gr daun segar dgn air beras bilasan.

2. Susah kencing: Lumatkan 30 gr pegagan segar, tempel dipusar.

3. Pembengkakan hati: rebus 240-600 gr pegagan segar dan minum secara rutin

4. Campak: Rebus 60 -120 gr pegagan segar, minum secara rutin.

5. Bisul: pegagan segar 30-60 gr, direbus, diminum, pegagan segar dilumatkan dan ditempel ke bisul

6. Mata merah, bengkak: pegagan, cuci bersih, lumatkan dan saring, airnya diteteskan ke mata 3-4 x sehari

7. Batuk darah, muntah darah, mimisan: Rebus 60-90 gr daun segar dan diminum

8. Batuk kering: segenggaman segar dilumatkan, peras dan ditambah air serta gula batu secukupnya lalu minum

9. Darah Tinggi: Daun 20 lb, direbus dengan 3 gls air menjadi 2.25 gls, minum 3 x 1/4 gelas

10. Wasir: rebus 3-4 pohon pegagan dengan 2 gelas air selama 5 menit lalu diminum.

11. Keracunan gelsemium, elegans, arsenic: rebus 15-30 gr segar lalu minum

12. Demam: Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.

13. Lepra: 3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air, sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x 3/4 gelas.

14. Penambah nafsu makan: 1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Minum sehari 1 gelas. 15. Teh daun pegagan segar berkhasiat: Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan, menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut, mimisan. 16. Lalaban pegagan segar berkhasiat: Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah. Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan pencernaan.

DAFTAR PUSTAKA:

Emilia. 2008. Antanan atau Pegagan bisa menambah kecerdasan dan anti stress. Diakses dari:

http://belajarmengajar.blogspot.com/2008/11/anatanan-atau-pegagan-dapat-

menambah.html.

Ola,

2010.

Agar

otak

encer

hadapi

ujian

nasional,

konsumsi

pegagan.

Diakses

dari:

http://cerlangcemerlang.com/2010/03/21/agar-otak-encer-hadapi-ujian-nasional-

konsumsi-pegagan.

 
 

2011.

Manfaat

Daun

Antanan,

Si

Liar

Yang

Multi

Khasiat.

Diakses

dari:

http://gairahksa.blogspot.com/2011/02/manfaat-daun-antanan.html