Anda di halaman 1dari 134

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah)
Panduan Pelatihan

Local Governance Support Program


Finance and Budgeting Team 2008
i

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD


Buku lain pada Seri Keuangan & Penganggaran ini: 1. Panduan Pelatihan Pengawasan Anggaran oleh DPRD (Budget Oversight) 2. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri A 3. Panduan Pelatihan Penganggaran Kinerja Seri B 4. Memaksimalkan Pendapatan Melalui Penerapan UU 34 5. Mengevaluasi Pendapatan Pajak 6. Penghitungan Biaya untuk Menetapkan Retribusi

Tentang LGSP
Local Governance Support Program merupakan program bantuan teknis yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) di Indonesia pada dua sisi, yaitu pemerintah daerah dan masyarakat. Dukungan kepada pemerintah daerah dimaksudkan agar pemerintah meningkat kompetensinya dalam melaksanakan tugas-tugas pokok kepemerintahan di bidang perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, dan meningkat kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik serta mengelola sumber daya. Dukungan kepada DPRD dan organisasi masyarakat adalah untuk memperkuat kapasitas mereka agar dapat melakukan peran-peran perwakilan, pengawasan, dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. LGSP bekerja di lebih dari 60 kabupaten dan kota di Indonesia di sembilan provinsi: Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Buku ini terwujud berkat bantuan yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID) berdasarkan nomor kontrak No. 497-M-00-05-00017-00 dengan RTI International, melalui pelaksanaan Local Governance Support Program (LGSP) di Indonesia. Pendapat yang tertuang di dalam laporan ini tidaklah mencerminkan pendapat dari USAID.
Program LGSP dilaksanakan atas kerjasama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat dalam wilayah provinsi target LGSP. Program LGSP didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan oleh RTI Internasional berkolaborasi dengan International City/ County Management Association (ICMA), Democracy International (DI), Computer Assisted Development Incorporated (CADI) dan the Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC). Pelaksanaan Program dimulai pada tanggal 1 Maret 2005 dan berakhir tanggal 30 September 2009. Informasi lebih lanjut tentang LGSP hubungi: LGSP, Bursa Efek Indonesia Gedung 1, lantai 29 Jl. Jend. Sudirman, kav. 52-53 Jakarta 12190, Indonesia Telepon Fax Email Website : : : : +62 (21) 515 1755 +62 (21) 515 1752 lgsp@lgsp.or.id www.lgsp.or.id

Dicetak di Indonesia Publikasi ini didanai oleh the United States Agency for International Development (USAID). Sebagian atau seluruh isi buku ini, termasuk ilustrasinya, boleh diperbanyak, direproduksi, atau diubah dengan syarat disebarkan secara gratis.

ii

PENGELOLAAN BARANG DAERAH DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN BMD

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

ABSTRAKSI
Materi dalam panduan ini terdiri dari Dasar Pengelolaan Aset dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset, pembahasan mengenai aset akan lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah (BMD). Barang milik daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai, dihitung, diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management) meliputi : Aset Daerah dan Barang Daerah Pengelolaan Barang Daerah Penatausahaan Barang Daerah Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Planning) meliputi : Pengertian, tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Analisa kebutuhan dan analisis kesenjangan Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman, Pengetahuan dan Ketrampilan tentang Pengelolaan Barang Daerah kepada para Pejabat dan Staf Pengelola Barang Daerah SKPD serta Panitia Anggaran DPRD. Hasil-hasil yang diharapkan dari pelatihan yang menggunakan panduan ini adalah : Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah Memahami Pengelolaan Barang Daerah Memahami Penatausahaan Aset Mampu meregister Barang Daerah (Kode Lokasi dan Kode Barang) Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD

ABSTRAKSI

iii

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

ABSTRACT
This training module has two main topics: Basic Asset Management and Asset Management Planning. The review of assets focuses on the definition of local assets as region-owned assets (BMD). Region-owned assets are local assets bought or acquired under the local budget (APBD) or through any other valid funding source. The assets can be movable or immovable, including parts or units, provided they can be valued, calculated, measured or weighed. They include animals and plants but exclude money and other commercial paper. Basic Asset Management covers: Local Assets and Local Goods Management of Local Assets Administration of Local Assets Asset Management Planning covers: Definition, Goals and Benefits of Asset Management Plans Steps for Developing Asset Management Plans Needs Analysis and Gap Analysis The training aims to convey understanding, knowledge and skills in local asset management to officials and staff managing Local Government Work Units (SKPD) and local assets, as well as to Legislative Budget Committees. The expected results of the training in this module are: Understand the meaning of local assets and local goods Understand local asset management Understand asset administration Be able to register local assets using location codes and goods codes Be able to prepare an inventory of local assets Be able to prepare a report on local assets Understand and be able to prepare a local asset management plan.

iv

ABSTRACT

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

DAFTAR ISI
ABSTRAKSI ........................................................................................................................................ iii ABSTRACT .......................................................................................................................................... iv DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... v KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... vi HARI 1 1. Sesi 1: Pengantar dan Pre Test ...................................................................................................... 1 Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur ................................................................................ 1 Penjelasan Slide ........................................................................................................................... 3 2. Sesi 2: Pengertian Aset dan Barang Daerah ................................................................................ 7 Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur ................................................................................ 7 Penjelasan Slide ........................................................................................................................... 9 Latihan 1: Identifikasi Aset ..................................................................................................... 13 3. Sesi 3: Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan) . 17 Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .............................................................................. 17 Penjelasan Slide ......................................................................................................................... 19 HARI 2 4. Sesi 4: Pengelolaan Barang Milik Daerah .................................................................................. 41 Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .............................................................................. 41 Penjelasan Slide ......................................................................................................................... 43 Langkah 2: Pengkodean Barang ............................................................................................. 53 Langkah 3: Penatausahaan-Pembukuan, Inventarisasi dan Pelaporan .............................. 59 HARI 3 5. Sesi 5: Rencana Pengelolaan Barang Daerah ............................................................................ 65 Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur .............................................................................. 65 Penjelasan Slide ......................................................................................................................... 67 Latihan 4: Contoh Kasus ........................................................................................................ 89 Latihan 5: Analisis Tingkat Pelayanan ................................................................................... 95 6. Sesi 6: Transfer Pembelajaran Evaluasi dan Penutup ............................................................ 101 Tujuan, metode, waktu, alat, proses/alur ............................................................................ 101 Penjelasan Slide ....................................................................................................................... 103 LAMPIRAN-LAMPIRAN .............................................................................................................. 105 Lampiran 1: TOR dan Agenda Lokakarya.......................................................................... 107 Lampiran 2: Petunjuk Pre Test dan Post Test .................................................................... 111 Lampiran 3: Petunjuk Transfer Pembelajaran .................................................................... 115 Lampiran 4: Lembar Evaluasi Lokakarya ........................................................................... 117 Lampiran 5: CD Berisi Form-form ..................................................................................... 118 REFERENSI DAN DAFTAR ISTILAH ..................................................................................... 119
*Seluruh sesi pada hari 3, dapat diberikan terpisah sebagai lanjutan dari sesi hari 1 dan 2 (Dasar Pengelolaan Aset) ataupun menjadi bagian akhir dari Lokakarya Pengelolaan Aset yang diberikan sekaligus.

DAFTAR ISI

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

KATA PENGANTAR
Local Governance Support Program (LGSP) merupakan sebuah program bantuan bagi pemerintah Republik Indonesia yang diberikan oleh United States Agency for International Development (USAID). Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa melalui sistem pemerintahan yang terdesentralisasi, masyarakat di daerah dapat mempercepat proses pembangunan yang demokratis dan meningkatkan kinerja serta transparansi pemerintah dalam penyediaan pelayanan publik. LGSP memberikan bantuan teknis bagi masyarakat dan pemerintah daerahnya dengan membantu mereka mencapai tujuan melalui penyusunan prioritas pembangunan dan penyediaan pelayanan publik secara demokratis. Untuk itu LGSP bekerjasama dengan mitra-mitra dari pemerintah daerah, DPRD, media dan organisasi masyarakat, yang tersebar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Reformasi desentralisasi Indonesia yang dimulai pada tahun 2001 merupakan perwujudan dari komitmen Indonesia menuju pemerintahan daerah yang demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan. Dikeluarkannya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menjadi penanda terbukanya kesempatan luas bagi usaha pembangunan daerah dan bagi partisipasi warga yang lebih besar dalam pemerintahan. Sejak awal penerapan kebijakan tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah telah menjawab kesempatan tersebut dengan antusias dan kreativitas yang luar biasa hingga menghasilkan capaian dan inovasi yang luar biasa pula. Panduan pelatihan yang disajikan ini akan membahas tentang topik Bagaimana Melakukan Pengelolaan Aset dalam hal ini Barang Milik Daerah untuk memastikan bahwa pelayanan masyarakat tersedia setiap saat dengan kondisi baik. Dengan adanya otonomi daerah, diharapkan daerah dapat meningkatkan kemandiriannya dalam membelanjai kebutuhan daerah. Disamping itu, pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dengan memperdayakan sumber daya yang ada di daerah, meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam memanfaatkan Barang Milik Daerah dan dengan melakukan pengelolaan asset yang baik, maka diharapkan pemerintah daerah dapat mewujudkan tujuan dari otonomi daerah. Pada kenyataannya, pemerintah daerah belum dapat menginventarisasi dan mengidentifikasi secara tepat barang milik daerah yang ada di lingkungannya. Sehingga pemerintah daerah tidak memiliki data yang relatif valid tentang BMD. Jika informasi tentang BMD tidak diketahui, maka pemerintah daerah tidak dapat memanfaatkan BMD tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli daerah mereka dan juga tidak dapat mengukur tingkat pelayanan yang dapat diberikan dengan BMD yang mereka miliki.

Oktober, 2008 Judith Edstrom Chief of Party, USAID-LGSP RTI International Irianto Finance & Budgeting Advisor, USAID LGSP

vi

KATA PENGANTAR

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

HARI I SESI I Pengantar dan Pre Test


Tujuan: Peserta memahami tujuan lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan hasil yang diharapkan setelah peserta mengikuti lokakarya. Peserta mengetahui tentang langkah-langkah pengelolaan barang daerah yang akan dijelaskan secara mendalam pada rangkaian lokakarya ini. Materi: Power Point Slide Lembar Pre test

Waktu: 45 menit

Metode: Permainan (untuk perkenalan) Presentasi Tanya Jawab Alur: Presentasi ( 15 menit) Penjelasan Slide ( 10 menit) Kesimpulan dan tanya-jawab (10 menit) Pre Test ( 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Penjelasan Slide
1

HARI 1 Selamat Datang Pada Local Governance Support Program

Ucapkan selamat datang pada para peserta. Trainer memperkenalkan diri dan timnya, dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta, sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. Jelaskan agenda pelatihan selama 2 hari secara sekilas dan sepakati aturan main yang berlaku selama 2 hari ke depan. Catatan: Hari ketiga merupakan materi untuk tingkat lanjutan, dimana bisa diberikan sebagai satu kesatuan dengan pelatihan ini maupun diberikan terpisah setelah peserta menerima pelatihan tingkat dasar ini. Slide ini merupakan judul Lokakarya yang akan disampakan dalam 2 hari ke depan.

Dasar Pengelolaan Aset Daerah Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID

Pre Test

Sebelum masuk ke pembahasan pokok, bagikan lembar PreTest pada para peserta (lihat lampiran). Adapun tujuan PreTest adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai anggaran kinerja sebelum menerima pelatihan ini secara umum. Berikan waktu sekitar 10 menit bagi peserta untuk mengisi lembaran yang dibagikan. Kumpulkan lembaran Pre-Test setelah 10 menit berakhir.

4
Ruang Lingkup
Dasar Hukum Pengelolaan BMD Manfaat Pengelolaan BMD Pengertian Aset dan Barang Milik Daerah Pengelolaan Barang Milik Daerah Penatausahaan: - Pembukuan, - Inventarisasi, dan - Pelaporan

Slide ini menampilkan ruang lingkup lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan tujuan disampaikannya lokakarya ini. Meningkatkan pemahaman, pengertian dan ketrampilan terutama fokus pada penatausahaan pengelolaan barang daerah.

HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

5
Latar Belakang
Reformasi bidang keuangan negara mencakup reformasi bidang pengelolaan barang milik/ kekayaan negara (UU 1/2004) Pemerintah wajib melakukan pengamanan terhadap BMD - Belum lengkapnya data mengenai jumlah, nilai, kondisi dan status kepemilikannya - Belum tersedianya database yang akurat dalam rangka penyusunan Neraca Pemerintah. - Pengaturan yang ada belum memadai dan terpisah-pisah - Kurang adanya persamaan persepsi dalam hal pengelolaan BMN/D

Pada slide ini pembahasan materi lokakarya selama 2 hari ke depan di fokuskan pada: pembahasan pengertian aset dan barang daerah, pengelolaan barang daerah, penatausahaan yang terdiri dari pembukuan inventarisasi dan pelaporan.

tempointeraktif
get the first, but first get the truth Advance search find Registration

DPRD Banten Pertanyakan Hilangnya Aset Daerah Selasa, 20 Maret 2007 / 14.28 WIB Tempo Interaktif, Serang: DPRD Banten mempertanyakan aset Pemerintah Banten senilai Rp 500 miliar yang hilang. Dari Rp 1,6 triliun nilai aset Pemerintah Banten, Rp 500 miliar di antaranya hilang karena tidak terdata dengan baik, ujar Yayat Hartono, anggota Komisi Perekonomian dan Keuangan DPRD Banten, Selala (20/3). Hilangnya aset pemerintah itu diketahui setelah Komisi Perekonomian dan Keuangan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi tempat aset-aset itu berada. Aset daerah yang hilang terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak, seperti jalan, sebidang tanah, jembatan penyeberangan lalu lintas, bangunan air, gedung pemerintahan, kendaraan operasional, dan mesin-mesin. Jumlah aset daerah Banten yang terhitung tahun 2006 mencapai Rp 1,6 triliun, tapi Rp 500 miliar - Rp 700 miliar di antaranya tidak teradministrasi dan terinventarisasi dengan baik.

Slide ini merupakan contoh kejadian nyata mengenai tidak terkelolanya aset daerah dengan baik sehingga menyebabkan hilangnya beberapa aset. Slide ini bertujuan memancing peserta untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengelolaan barang daerah. 7
Dasar Hukum Pengelolaan Barang Daerah
UU No. 1/2004 Perbendaharaan Negara PP No. 24/2005 Standar Akuntansi Pemerintahan PP No. 58/2005 Pengelolaan Keuangan Daerah PP No. 6 /2006 Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah PP No. 38/2008 Perubahan atas PP No. 6/2006 Keppres 80/2003 Pedoman Tatacara Pengadaan Barang dan Jasa Kepmendagri 12/ 2003 Pedoman Penilaian Barang Daerah Kepmendagri 153/2004 Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang dipisahkan; dan Permendagri 13/2006 Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Permendagri 17/2007 Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah

Beberapa dasar hukum penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah ditampilkan dalam slide ini. Diawali dari hirarki peraturan perundangan sampai pada Peraturan Menteri Dalam Negeri yang secara khusus mengatur Pengelolaan Barang Daerah.

HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

8
Mengapa Diperlukan Pengelolaan Barang Daerah?
Kejelasan status kepemilikan BMD Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik Pengamanan barang daerah Dasar penyusunan neraca Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala

Slide berikut menjelaskan pentingnya melaksanakan pengelolaan barang daerah dengan baik. Alasan utama yang mengemuka adalah untuk kepentingan pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan, aset, hutang, ekuitas dana, pendapatan dan belanja, termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian, aset tetap, maupun aset lainnya. Dalam slide ini fasilitator menjelaskan keuntungankeuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik. Yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas - dengan menunjukkan ke pemilik, pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien; menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan, harga dan kualitas; meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan; Meningkatkan manajemen layanan dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya; konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang level layanan untukmeningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra perusahaan; Meningkatkan manajemen risiko dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset; Meningkatkan efisiensi keuangan - dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif; justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya; pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut.

9
Keuntungan Pengelolaan BMD
Meningkatkan Akuntabilitas Meningkatkan Meningkatkan Meningkatkan Pengurusan dan manajemen layanan manajemen resiko efesiensi keuangan

HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

10
Pengelolaan Aset
Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah

Potensial Aset

Kebutuhan Aset

Perencanaan Manajemen Aset

Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional

Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain

Investasi

Belanja Modal

Pendapatan

Penganggaran

Pelaksanaan & Penatausahaan

Pelaporan & Pengevaluasian

Slide ini menjelaskan alur pengelolaan aset/barang daerah secara umum dan hubungannya dengan perencanaan kebutuhan BMD dan akuntansi.

HARI 1 SESI 1: PENGANTAR DAN PRE TEST

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

SESI 2 Pengertian Aset dan Barang Daerah

Tujuan: Peserta memahami apa yang dimaksud dengan aset daerah dan barang daerah serta dasar hukum pelaksanaannya. Peserta mengetahui peran masing-masing pihak dalam pengelolaan barang daerah Peserta mampu mengidentifikasi jenis aset daerah Materi: Power Point Slide Latihan Identifikasi Aset

Waktu: 150 menit Metode: Presentasi Tanya Jawab. Latihan Alur: Presentasi ( 20 menit) Penjelasan Slide ( 60 menit) Latihan ( 60 menit) Kesimpulan dan tanya-jawab (20 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Penjelasan Slide
11
Apa Itu Aset?
Sumber daya ekonomi yang dimiliki dari kegiatan ekonomi di masa lalu Memberi manfaat ekonomi atau keuntungan sosial yang akan diperoleh di masa datang Mempunyai nilai uang Termasuk sumber non keuangan yang diperlukan untuk pelayanan publik Dan sumber yang dipertahankan atau dipelihara sehubungan dengan nilai sejarah atau budaya

Sebelum membahas pengelolaan barang daerah jauh, ada baiknya kita melihat pengertian aset. Slide ini terutama menunjukkan pengertian dasar terhadap aset. Pengertian mengenai aset yang bisa sangat luas, difokuskan dengan definisi dalam slide agar selanjutnya pengertian aset tidak meluas saat pembahasan mengenai pengelolaan barang daerah.

12
Aset Daerah
Aset Lainnya Aset lancar - Aset tak berwujud - Uang kas - Tagihan penjualan - Uang di bank angsuran - Piutang - Tuntutan GR - Persediaan - Kemitraan dengan Investasi pihak ketiga Aset tetap - Aset lain-lain - Tanah - Mesin dan Peralatan - Gedung dan Bangunan - Jalan, Irigasi dan Jaringan - Aset Tetap lainnya - Konstruksi dalam pengerjaan

Slide ini secara lebih detail menjelaskan uraian dari aset daerah. Aset disini tidak hanya berupa barang saja tetapi masih mempunyai perngertian yang luas. Secara umum sangat berkaitan dengan terminologi didalam akuntansi publik, karena dalam akuntansi publik diatur juga perlakuan terhadap aset.

13
Pengertian Barang Daerah
BMD merupakan bagian dari aset pemerintah daerah yang berwujud BMD tercakup dalam aset lancar dan aset tetap Barang milik daerah meliputi: barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD; dan barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah; - Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis; - Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak; - Barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undangundang; atau - Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. (Pasal 3 PM17/2007)

Pada slide ini pembahasan mengenai aset lebih difokuskan pada pengertian aset daerah sebagai barang milik daerah. Slide ini juga menjelaskan batasan-batasan mengenai apa yang dimaksud sebagai barang daerah. Barang Milik Daerah adalah semua kekayaan daerah baik yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun yang berasal dari perolehan lain yang sah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan tertentu yang dapat dinilai, dihitung, diukur atau ditimbang termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya.

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

14
Pengelolaan Barang Milik Daerah

Pengelolaan barang daerah

Rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah

Perencanaan kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan, penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan, pengawasan dan pengendalian Pembiayaan TGR

Berpedoman pada peraturan perundangan

Ditetapkan dengan peraturan daerah

Pengelolaan barang daerah adalah suatu rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap barang daerah yang dimulai dari kegiatan perencanaan kebutuhan barang sampai kepada tuntutan ganti rugi (TGR) seperti tertera dalam slide. 15
Pejabat Pengelolaan BMD
KEPALA DAERAH Sekretaris Daerah Pengelola Kepala Biro/Bagian Perlengkapan Pembantu Pengelola Barang

PEMEGANG KEKUASAAN

DIBANTU

Kepala SKPD > Kepala UPTD Pengguna > Kuasa Pengguna Penyimpang Barang Menerima, menyimpan dan menyalurkan BMD Pengurus Barang Mengurus barang dalam pemakaian

Kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah (Permendagri N0. 17/2007 Pasal 6 ayat 15). Dalam melaksanakan tugasnya kepala daerah dibantu oleh: a. Sekretaris Daerah selaku pengelola; b.Kepala Biro/ Bagian Perlengkapan/ Umum/Unit pengelola barang milik daerah selaku pembantu pengelola; c. Kepala SKPD selaku pengguna; d. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah selaku kuasa pengguna; e. Penyimpan barang milik daerah; dan f. Pengurus barang milik daerah.

16
Sistem Akutansi Keuangan dan Sistem Akuntansi Barang
Dalam rangka pertanggungjawaban, Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah. Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. SIM BMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban, juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. Keluaran SIM BMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. Kaitan Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dapat dilihat pada gambar berikut ini

Dalam pengelolaan keuangan daerah dikenal adanya Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran di satu pihak, serta Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang di pihak yang lain. Dalam rangka pertanggungjawaban, Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran melaksanakan akuntansi keuangan. Sedangkan Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang melaksanakan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah.

10

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Dalam praktiknya, sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi barang dilaksanakan secara simultan dalam rangka menyusun laporan pertanggungjawaban. SABMD selain mendukung pelaksanaan pertanggungjawaban, juga memberikan berbagai informasi dalam rangka pengelolaan barang. Oleh karena itu, keluaran SABMD juga memberikan manfaat kepada Penguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang dalam tugas-tugas manajerialnya. 17
Konsolidasi kebijakan dan regulasi di bidang aset daerah Penyediaan peraturan pelaksana di bidang aset daerah

Inventarisasi aset daerah

Klasifikasi aset berdasarkan kategori dan kepemilikan

Pengukuran besaran nilai aset (harga satuan dan volume)

Untuk barang inventaris Pelacakan harga perolehan

Untuk Potensi SDA Penafsiran volume

Untuk aset finansial Kompilasi sumber finansial

Penghitungan nilai sekarang (NPV)

Penghitungan nilai sekarang (NPV)

Penghitungan nilai nominal

Aktiva Penyusunan neraca daerah Pasiva Ekuitas Dana

Penyewaan dan KSO Pengelolaan aset daerah Pengoperasian Pemeliharaan aset Administrasi dan pencatatan Secara hukum

SIM aset daerah SIM anggaran SIM akuntansi

e-government

Pengamanan aset daerah

Secara fisik

Slide ini menerangkan keterkaitan antara pengelolaan barang daerah dengan akuntansi sampai kepada penyusunan neraca dan laporan keuangan. 18

Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir.
Latihan 1 Identifikasi Aset

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

11

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

12

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 1: Identifikasi Aset

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

13

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

14

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Langkah 1: Mengidentifikasi Aset Daerah dan Barang Daerah

Waktu: Total Waktu = 90 menit 45 menit untuk latihan kelompok 45 menit untuk pembahasan hasil latihan di setiap kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. Membedakan aset daerah dan barang daerah 2. Mengidentifikasi kelompok persediaan dan aset tetap Proses : 1. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. 2. Fasilitator membagikan lembar kerja identifikasi aset kepada peserta. 3. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 5. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan.

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

15

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Isilah tabel dibawah ini dan identifikasikan kelompok aset, barang daerah, persediaan dan aset tetap (beri tanda V)
No Jenis Barang Daerah Aset Persedian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tanah untuk Bangunan Kantor Pemerintah Kas di Bendahara Penerimaan Kendaraan Bermotor Roda Empat Piutang Pajak Hotel Kertas HVS Blanko TPR Terminal Kendaraan Bermotor Roda Dua Cadangan Piutang Retribusi Pasar Gedung Kantor Kas di Kas Daerah Hutang PPN Lapangan Terbang Bangunan Pasar Daerah Piutang Retribusi Pasar ATK Bangunan Jembatan Dalam Pengerjaan Diinvestasikan pada aset tetap Sapi *) Dump Truck Gerobak Sampah RT/RW *) Deposito Piranti Lunak Komputer Surat Berharga (SBI) Bangunan Terminal Kalkulator *) Bibit Padi *) Tagihan Retribusi Kebersihan Tanaman Toga *) Peralatan Laboratorium Mebulair Dana Bergulir Tanah Pertanian Peralatan Kedokteran Buku-buku di Perpustakaan Dokumen Perencanaan (RPJMD dsb) *) Polis Asuransi *) Bangunan Bersejarah *) Blanko Laporan Ekuitas Dana Lancar Potongan pemungutan PPH V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Aset Tetap V V V V V V V V V V V V V V

16

HARI 1 SESI 2: PENGERTIAN ASET DAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

SESI 3 Pengelolaan Barang Milik Daerah (Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan)


Tujuan: Peserta proses dan mekanisme pengelolaan barang daerah Peserta memahami dokumen-dokumen yang dipergunakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: Power Point Slide

Waktu: 120 menit (diselingi rehat untuk makan siang dan kopi)

Metode: Presentasi Tanya Jawab. Alur: Presentasi ( 20 menit) Penjelasan Slide ( 60 menit) Kesimpulan dan tanya-jawab ( 40 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

17

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

18

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Penjelasan Slide
19
Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD
Uraian
Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. Standar Harga 2. Standar Kebutuhan 3. Standar Barang

Pengurus Barang

Pengguna/ KuasaPengguna

Pengelola/Kuasa Pengelola

Buku Inventaris

BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU

Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU)

Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU)

Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU)

Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD

Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD

DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA

DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS, menyusun RKA

Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD)

RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS

Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi; Adanya barang-barang yang rusak, dihapus, dijual, hilang, mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian; Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan, jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang; Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif; dan Pertimbangan teknologi. Tahapan kegiatan perencanaan kebutuhan dan penganggaran adalah sebagai berikut: SKPD merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD; Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU) kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD); Rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah;

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

19

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Setelah APBD, ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang Unit (RTBU) dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola; Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD, diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran; Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah; dan Format Rencana Kebutuhan Barang SKPD (RKB SKPD) (Lampiran 1) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang SKPD (RKPB SKPD) (Lampiran 2). 20
Pengadaan
Dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien, efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel Dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang Pengadaan BMD dapat dipenuhi dengan cara - Pengadaan/pemborongan pekerjaan; - Membuat sendiri (swakelola); - Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga); - Tukar menukar; dan - Guna susun (peningkatan kualitas dan kapasitas BMD).

Pengadaan barang daerah dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien, efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel. Pengadaan barang daerah dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang, dapat dipenuhi dengan cara: Pengadaan/pemborongan pekerjaan; Membuat sendiri (swakelola); Penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga); Tukar menukar; Dan guna susun (peningkatan kualitas barang).

21

Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah


Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang)

RKBU PEMDA

USULAN PENGADAAN SKPD

PENGADAAN BARANG/ JASA

USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD

PENETAPAN KEPALA DAERAH

DIGUNAKAN SKPD/Publik

RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006)

Evaluasi RKBU

INVENTARISASI

feed back

Slide ini menjelaskan proses pengadaan dan penggunaan barang milik daerah, dimulai dari analisis kebutuhan yang didasarkan pada tingkat layanan yang ditetapkan dengan tujuan digunakan untuk kepentingan pelayanan publik.
20
HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

22
Penerimaan, Penyimpanan dan Penyaluran
Panitia Pengadaan dan Panitia Pemeriksa
Hasil pengadaan BMD oleh panitia pengadaan Laporan hasil pengadaan Pemeriksaan BMD Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak

Penyimpan/Pengurus Barang

Pengguna/Kuasa Pengguna
Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa Membuat laporan hasil pengadaan BMD bergerak dan tidak bergerak kepada kepala daerah melalui pengelola

Hasil pemeriksaan BMD oleh panitia pemeriksa

Menyimpan barang dan membuat berita acara penerimaan barang

Laporan hasil pengadaan

Laporan hasil pengadaan barang tidak bergerak

Berita acara penerimaan barang Buku penerimaan barang Surat perintah pengeluaran barang Buku pengeluaran barang

Disampaikan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaannya Surat perintah pengeluaran barang

Buku barang inventaris dan pakai habis

Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran

Kartu barang

Penyimpanan barang melakukan stock opname persemester

Buku persediaan barang Laporan penerimaan dan pengeluaran barang semesteran

Dilaporkan kepada pengelola melalui pembantu pengelola

Penerimaan BMD: Penerimaan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari hasil pengadaan dan/atau dari pihak ketiga harus dilengkapi dengan dokumen pengadaan dan berita acara. Hasil pengadaan barang diterima oleh penyimpan barang. Penyimpan barang berkewajiban melaksanakan tugas administrasi penerimaan barang milik daerah. Hasil pengadaan BMD tidak bergerak diterima oleh kepala SKPD, kemudian melaporkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan penggunaanya. Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang Daerah, dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan sebagai salah satu syarat pembayaran Penyimpanan dan Penyaluran: Penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penerimaan barang milik daerah baik melalui pengadaan maupun sumbangan/ bantuan/hibah merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Dalam pelaksanaan penyimpanan dan penyaluran barang milik daerah diperlukan ketelitian sehingga kegiatan penyimpanan disesuaikan dengan sifat dan jenis barang untuk penempatan pada gudang penyimpanan, sedangkan dalam pelaksanaan penyaluran dapat dilakukan sesuai rencana penggunaan untuk memenuhi kebutuhan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Penyaluran BMD oleh penyimpan barang dilaksanakan atas dasar Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB) dari Pengguna/Kuasa Pengguna disertai dengan Berita Acara Serah Terima. Pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengelola melalui pembantu pengelola. Kuasa pengguna wajib melaporkan stock atau sisa barang kepada pengguna.
HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

21

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

23
Penggunaan
Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: - Jumlah personil/pegawai pada SKPD; - Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD; - Beban tugas dan tanggungjawab SKPD; dan - Jumlah, jenis dan luas, dirinci dengan lengkap termasuk nilainya

Penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh kepala daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. Status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD ditetapkan dalam rangka tertib pengelolaan barang milik daerah dan kepastian hak, wewenang dan tanggungjawab kepala SKPD. Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Jumlah personil/pegawai pada SKPD; Standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD; Beban tugas dan tanggungjawab SKPD; dan jumlah, jenis dan luas, dirinci dengan lengkap termasuk nilainya.

24
Konsepsi Penggunaan Barang Milik Daerah SKPD Selaku Pengguna Barang Sekda Selaku Pengelola Barang Pihak Lain

Perolehan BMD

Proses Penetapan

Penyelesaian dokumen kepemilikan SK Penetapan status penggunaan Usul penetapan status penggunaan

Pemanfaatan: Sewa KSP BSG/BGS Pinjam pakai

Penggunaan sesuai Tupoksi

Tanah/Bangunan yang telah diserahkan

Pemindahtanganan: Jual Tukar tambah Hibah PMD

Barang Milik Daerah: - Tidak sesuai Tupoksi - Berlebih

Tindak lanjut: - Pengalihan status Penggunaan - Pemanfaatan - Pemindahtanganan

Tanah/bangunan diserahkan kepada pengelola barang

Slide ini menjelaskan kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan barang daerah

22

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAEARAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

25
Penatausahaan

PEMBUKUAN Mencatat pada daftar barang yang disediakan secara teratur dan menyimpan bukti kepemilikannya INVENTARISASI - Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD 5 th sekali, yang hasilnya disampaikan kepada Pengelola Barang; - Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dilaksanakan inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun anggaran; - Laporan hasil inventarisasi disampaikan kepada Pengelola Barang. PELAPORAN - Pengguna Barang menyampaikan LBPS dan LBPT kepada Pengelola Barang; - Pengelola Barang menyusun Laporan BMD untuk NERACA DAERAH.

Kegiatan penatausahaan barang milik daerah meliputi: a. Pembukuan Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). b. Inventarisasi Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yaitu (1) pelaksanaan pencatatan dan (2) pelaksanaan pelaporan. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. c. Pelaporan Setelah dilakukan inventarisasi dan pencatatan, maka hasil kegiatan tersebut dibuat dalam bentuk laporan (contoh laporan BMD dapat dilihat pada lampiran). Laporan tersebut dihimpun dari format laporan pengurus barang yang meliputi: Buku Inventaris (Lampiran 32); Rekap Buku Inventaris (Lampiran 33); Laporan Mutasi Barang (Lampiran 34); Daftar Mutasi Barang (Lampiran 35); Rekapitulasi Daftar Mutasi Barang (Lampiran 36); Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus (Lampiran 37); Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan (Lampiran 38).

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

23

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

26
Bentuk Pemanfaatan

Sewa

Pinjam Pakai Bentuk Pemanfaatan Kerjasama Pemanfaatan

Bangun guna serah (BGS) Bangun serah guna (BSG)

Pemanfaatan merupakan pendayagunaan barang milik daerah yang tidak dipergunakan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD dalam bentuk pinjam pakai, sewa, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah, bangun serah guna dengan tidak merubah status kepemilikan. Pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah, selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh pengguna setelah mendapat persetujuan pengelola. Bentuk Pemanfaatan: a. Sewa Sewa adalah pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai Syarat pokok menguntungkan Negara/Daerah Jangka waktu maksimal 5 tahun dan dapat diperpanjang Formula besaran tarif sewa : - Pengelola Barang (BMN); - Gubernur, Bupati/Walikota (BMD) Dituangkan dalam perjanjian sewa menyewa Hasil sewa di setor ke rekening kas umum Negara/Daerah

24

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

b. Pinjam Pakai Pinjam Pakai Barang Milik Negara/Daerah dilaksanakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada pengelola barang; Jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dapat diperpanjang. Pinjam Pakai dilaksanakan berdasarkan surat perjanjian yang sekurang-kurangnya memuat: - Pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian; - Jenis, luas atau jumlah barang yang dipinjamkan, dan jangka waktu; - Tanggung jawab peminjam atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu peminjaman; - Persyaratan lain yang dianggap perlu. Biaya pemeliharaan ditanggung peminjam c. Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Kerjasama Pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah dengan pihak lain dilaksanakan dalam rangka : - Mengoptimalkan daya guna dan hasil guna BMD - Meningkatkan penerimaan/pendapatan Daerah. Jangka waktu: maksimal 30 th dapat diperpanjang Hasil untuk Daerah : - Kontribusi tetap - Pembagian keuntungan hasil KSP - Dapat menerima kontribusi barang untuk tupoksi Dituangkan dalam perjanjian KSP Hasil KSP di setor ke rekening kas daerah, dan kontribusi barang kepada pengelola dan/ atau pengguna d. BGS/BSG (Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna) IMB untuk BGS/BSG harus atas nama Pemda. Penetapan mitra BGS/BSG dilaksanakan melalui tender dengan mengikutsertakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta peminat Jangka waktu maksimal 30 tahun Hasil dari pelaksanaan BGS/BSG ditetapkan penggunaannya oleh pengelola barang untuk penyelenggaraan Tupoksi Biaya persiapan dan pelaksanaan BGS/BSG tidak dapat dibebankan pada APBD

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

25

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

27
Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemanfaatan

Ketentuan

Sewa Menyewa

Pinjam Pakai

KSP

BGS/BSG

Pokok

Belum/ tidak dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu Mendapatkan penerimaan negara atau menguntungkan negara Semua Subyek Hukum 5 tahun Dapat diperpanjang Pemerintah Semua Badan Hukum Semua Badan Hukum 30 tahun

Mitra

Jangka Waktu

2 tahun Dapat diperpanjang Tidak dipungut biaya

30 tahun Dapat diperpanjang

Besaran

Formula tarif

Kontribusi tetap Pembagian keuntungan kontribusi barang (optional) Tender minimal 5 peserta/ peminat

Kontribusi tetap Mendirikan bangunan

Penetapan Mitra

Penetapan Pengelola

Penetapan Pengelola

Tender minimal 5 peserta/ peminat

Slide ini menjelaskan detil ketentuan pokok dan tata cara pemanfaatan barang milik daerah. 28
Pengamanan BMD

26

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pengamanan merupakan kegiatan/tindakan pengendalian dan penertiban dalam upaya pengurusan barang milik daerah secara fisik, administratif dan tindakan hukum. Pengamanan dititik beratkan pada penertiban/pengamanan secara fisik dan administratif, sehingga barang milik daerah tersebut dapat dipergunakan/dimanfaatkan secara optimal serta terhindar dari penyerobotan pengambil alihan atau klaim dari pihak lain. Pengelola barang, pengguna barang dan/atau kuasa pengguna barang wajib melakukan pengamanan BMD yang berada dalam penguasaannya, meliputi : Administrasi Pembukuan, penginventarisasian, pelaporan Fisik Mencegah penurunan fungsi barang dan hilangnya barang Hukum bukti status kepemilikan 29
Pemeliharaan BMD

Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian, tanpa merubah, menambah atau mengurangi bentuk maupun konstruksi asal, sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a) Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari- hari oleh unit pemakai/ pengurus barang tanpa membebani anggaran; b) Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran; dan

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

27

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

c) Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya, tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a) Biologis; b) Cuaca, suhu dan sinar; c) Air dan kelembaban; d) Fisik yang meliputi proses penuaan, pengotoran debu, sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain, benturan, getaran dan tekanan; dan e) Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang. 30
Penilaian
Penilaian BMD dilakukan dalam rangka pengamanan dan penyusunan neraca daerah, pencatatan, inventarisasi, pemanfaatan dan pemindahtanganan Penilaian BMD berpedoman pada SAP Kegiatan penilaian BMD harus didukung dengan data yang akurat atas seluruh kepemilikan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar inventarisasi BMD Penilaian tanah dan bangunan ditetapkan oleh kepala daerah melalui tim dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat Penilaian BMD selain tanah dan bangunan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola barang dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat

1. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dilakukan dalam rangka penyusunan neraca pemerintah pusat/ daerah, pemanfaatan, dan pemindahtanganan Barang Milik Negara/Daerah. 2. Penetapan nilai Barang Milik Negara/Daerah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). 3. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah dapat melibatkan penilai independen 4. Penilaian Barang Milik Negara/Daerah: Tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar, dengan estimasi terendah menggunakan NJOP. Selain tanah dan/atau bangunan untuk mendapatkan nilai wajar. Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan penghapusan barang pengguna/kuasa pengguna dan penghapusan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Penghapusan tersebut di atas, dengan menerbitkan Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah.

31
Penghapusan
Dalam hal barang sudah tidak berada pada pengguna atau kuasa pengguna barang, beralih kepemilikannya, terjadi pemusnahan, atau sebab sebab lainnya Pemusnahan barang dilakukan oleh pengguna barang sepengetahuan pengelola barang setelah mendapat persetujuan dari kepala daerah Penghapusan barang milik Daerah : - Barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD - Barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/ atau bangunan sampai dengan Rp. 5.000.000.000,(lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.

28

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

32

Alasan Penghapusan Barang

Barang tidak bergerak

Barang bergerak

Rusak berat, terkena bencana Tidak dapat digunakan secara optimal Terkena planologi kota Kebutuhan organisasi Penyatuan lokasi dengan alasan efisiensi Pertimbangan strategi hankam

1. Pertimbangan teknis Rusak, tidak ekonomis Modernisasi Perubahan dasar spesifikasi Selisih kurang akibat penggunaan/ susut akibat penyimpanan 2. Pertimbangan ekonomis Optimalisasi BMD idle Dihapus secara ekonomis 3. Karena hilang/kekurangan/kerugian Kesalahan penyimpan/pengurus Mati (hewan/ternak, tanaman) Force majeure

Penghapusan barang bergerak berdasarkan pertimbangan/alasan--alasan sebagai berikut : 1) Pertimbangan Teknis, antara lain: Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak ekonomis bila diperbaiki. Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi. Telah melampaui batas waktu kegunaannya/kedaluwarsa. Karena penggunaan mengalami perubahan dasar spesifikasi dan sebagainya. Selisih kurang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/susut dalam penyimpanan/pengangkutan. 2) Pertimbangan Ekonomis, antara lain : Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle. Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dihapus, karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar dari manfaat yang diperoleh. 3) Karena hilang/kekurangan perbendaharaan atau kerugian, yang disebabkan: Kesalahan atau kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. Diluar kesalahan/kelalaian Penyimpan dan/atauPengurus Barang. Mati, bagi tanaman atau hewan/ternak. Karena kecelakaan atau alasan tidak terduga ( force majeure ).

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

29

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

33
Ketentuan Penghapusan

Pengalihan status penggunaan

DARI DAFTAR PENGGUNA Sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna barang PENGHAPUSAN BMD DARI DAFTAR BARANG MILIK DAERAH Sudah beralih kepemilikan Pemusnahan Sebab-sebab lain

Pemindahtanganan

Penyerahan kepada pengelola Pemusnahan Sebab-sebab lain Pemindahtanganan Keputusan pengadilan berkekuatan penuh

Hilang, pencurian, terbakar, susut

Penghapusan BMD meliputi : Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan atau Kuasa Pengguna Barang Penghapusan dari Daftar BM pada Pengelola Barang Pemusnahan sebagai tindak lanjut penghapusan dilakukan apabila BMD dimaksud: Tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan tidak dapat dipindahtangankan; atau Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemusnahan atas BMD yang tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, dan tidak dapat dipindahtangankan dilaksanakan oleh Pengelola Barang dengan surat keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/ Bupati/ Walikota untuk Barang Milik Daerah.

30

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

34
Proses Penghapusan

SKPD

KDH

Panitia Penghapusan

Berita Acara

SK Penghapusan

Unsur teknis terkait: Asisten Biro/bagian perlengkapan Biro/bagian keuangan Biro/bagian hukum Kepala SKPD terkait Kabag terkait Pemakai barang

Lelang umum Lelang terbatas (panitia lelang) disumbangkan Hibah Dimusnahkan Berita acara

Kepala daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. Tugas panitia penghapusan meneliti barang yang rusak, dokumen kepemilikan, administrasi, penggunaan, pembiayaan, pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang perlu. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data kerusakan, laporan hilang dari kepolisian, surat keterangan sebab kematian dan lain-lain. Selanjutnya pengelola mengajukan permohonan persetujuan kepada kepala daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan berita acara hasil penelitian panitia penghapusan. Setelah mendapat persetujuan kepala daerah, penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama kepala daerah, juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. Apabila akan dilakukan lelang terbatas, kepala daerah membentuk Panitia Pelelangan Terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat kantor dan alat rumah tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti alat angkutan berupa kendaraan alat berat, mobil jenazah, truk, ambulan atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh pengelola setelah mendapat persetujuan kepala daerah.

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

31

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

35
Pemindahtanganan
Pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan Pemindahtanganan tanah dan bangunan serta selain tanah dan bangunan senilai >5milyar rupiah harus dengan persetujuan DPRD yang diajukan oleh kepala daerah Pemindahtanganan tanah dan bangunan tanpa persetujuan DPRD jika; - Tidak sesuai lagi dengan peruntukan tata ruangnya - Anggaran pengganti telah tersedia - Diperuntukkan bagi pegawai negeri - Diperuntukkan untuk kepentingan umum - Dikuasai oleh negara berdasarkan keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum

Pemindahtanganan barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan dan selain tanah dan bangunan yang bernilai lebih dari Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. Pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/ atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD apabila: Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota; Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran; Diperuntukkan bagi pegawai negeri; Diperuntukkan bagi kepentingan umum; Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis Penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang melalui Kantor Lelang Negara setempat, atau melalui Panitia Pelelangan Terbatas untuk barang milik daerah yang bersifat khusus yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah, dan hasil penjualan/pelelangan tersebut disetor sepenuhnya ke Kas Daerah. Pertimbangan pelaksanaan hibah barang milik daerah dilaksanakan untuk kepentingan sosial, keagamaan, kemanusiaan, dan penyelenggaraan pemerintahan, sebagai berikut: a. Hibah untuk kepentingan sosial, keagamaan dan kemanusiaan misalnya untuk kepentingan tempat ibadah, pendidikan, kesehatan dan sejenisnya; dan b. Hibah untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan yaitu hibah antar tingkat pemerintahan (pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah).

36
Bentuk Pemindahtanganan
Penjualan

Tukar menukar Bentuk Pemindahtanganan Hibah Pernyataan modal daerah

32

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

37
Ketentuan Pokok dan Tata Cara Pemindahtanganan

Ketentuan Pertimbangan

Penjualan

Tukar Menukar

PMD

Hibah

Tidak sesuai dengan tata ruang/ penataan kota Tidak mengganggu tupoksi

Dari awal pengadaan telah ditetapkan dalam dokumen anggaran Pendirian/ pengembangan BUMN/D, BH lainnya Kepentingan sosial, keagamaan, kemanusiaan

Obyek

Tanah dan/atau bangunan Selain tanah dan/atau bangunan

Tanah dan/atau bangunan - yg ada di pengelola - dari awal pengadaannya telah ditetapkan Selain tanah dan/atau bangunan

Nilai/Harga

Tanah ditentukan oleh perhitungan nilai wajar (estimasi terendah menggunakan NJOP) Dapat melibatkan penilai independen Lelang Tanpa lelang - Peraturan PerUUan - Penetapan Pengelola Lelang Tanpa lelang - Peraturan PerUUan - Penetapan Pengelola

Realisasi pelaksanaan anggaran

Realisasi pelaksanaan anggaran

Calon Mitra

Penetapan Pengelola Barang

Penetapan Pengelola Barang

Slide ini memaparkan secara lebih singkat tapi detil mengenai ketentuan pokok dan tata cara pemindahtanganan. Ketentuan Pokok Pemindahtanganan 1. BMN yang membutuhkan persetujuan DPR : Tanah dan/atau bangunan; Barang Milik Negara selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. 100.000.000.000 2. BMD yang membutuhkan persetujuan DPRD: Tanah dan/atau bangunan; Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau bangunan diatas Rp. 5.000.000.000 3. Pemindahtanganan BMN/D tanah dan/atau bangunan yang tidak membutuhkan persetujuan DPR/D: Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota; Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran; Diperuntukkan bagi pegawai negeri; Diperuntukkan bagi kepentingan umum; Dikuasai negara berdasarkan keputusan pengadilan, yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yang jika status kepemilikan dipertahankan tidak layak secara ekonomis.

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

33

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

38
Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian
Pembina Usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi

Pengawasan

Usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan Usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

Untuk menjamin kelancaran penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah secara berdayaguna dan berhasilguna, maka fungsi pembinaan, pengawasan dan pengendalian sangat penting untuk menjamin tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah. Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi. Pengendalian merupakan usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan merupakan usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengendalian

39
Ketentuan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian
Penggunaan barang dapat melakukan pemantauan dan penertiban pengelolaan barang dalam wilayah kekuasaan. Untuk SKPD dilaksanakan oleh kuasa pengguna barang Pengguna dan kuasa penggunaan barang dapat meminta aparat fungsional melakukan tindak lanjut atas hasil pemantauan dan penertiban barang dan ditindaklanjuti sesuai aturan Pengelola barang berwenang untuk melakukan pemantauandan inestigasi ataspemanfaatan dan pemindahtanganan barang daerah dan dapat meminta aparat fungsional untuk itu dan untuk kemudian ditindaklajuti hasil auditnya sesuai aturan berlaku

Pengguna Barang melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan barang milik daerah yang berada di bawah penguasaannya. Menteri Dalam Negeri melakukan pembinaan pengelolaan barang milik daerah. Kepala daerah melakukan pengendalian pengelolaan barang milik daerah. Dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah diperlukan pembiayaan untuk kegiatan seperti; penyediaan blanko/buku inventaris, tanda kodefikasi/ kepemilikan, pemeliharaan, penerapan aplikasi sistim informasi barang daerah (simbada) dengan komputerisasi, tunjangan/insentif penyimpan dan/atau pengurus barang dan lain sebagainya. Pembiayaan untuk keperluan pengelolaan barang daerah agar direncanakan dan diajukan setiap tahun melalui APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

40
Pembiayaan
Dalam pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah, disediakan anggaran yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang menghasilkan pendapatan dan penerimaan daerah, diberikan insentif. Penyimpan barang dan pengurus barang dalam melaksanakan tugas diberikan tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

34

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

41
Tuntutan Ganti Rugi
Setiap kerugian daerah akibat kelalaian, penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundangundangan. Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Untuk pengamanan dan penyelamatan barang milik daerah, dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah

Dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah, perlu dilengkapi dengan ketentuanketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah. Tuntutan ganti rugi barang dikenakan terhadap pegawai negeri, pegawai perusahan daerah dan pegawai daerah yang melakukan perbuatan melanggar hukum atau perbuatan melalaikan kewajiban atau tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsi atau status jabatannya, sehingga karena perbuatannya tersebut mengakibatkan kerugian bagi daerah. Tuntutan ganti rugi barang tidak dapat dilakukan atas dasar sangkaan atau dugaan, akan tetapi harus didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya dan dalam pelaksanaannya tidak perlu menunggu keputusan pengadilan negeri.

42

Selanjutnya pembahasan difokuskan pada penatausahaan barang milik daerah.

Pembahasan Fokus Penatausahaan

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

35

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

43
Kegiatan Penatausahaan BMD

Secara umum, kegiatan penatausahaan terdiri dari 3 hal: pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. 44

36

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Slide ini menjelaskan dokumen-dokumen/format yang digunakan dalam penatausahaan, mulai dari Daftar Barang Pengguna (DBP), Kartu Inventaris Barang (KIB) yang terdiri dari KIB A , B, C, D, E dan F; Kartu Inventaris Ruangan KIR. Dokumen-dokumen tersebut digunakan untuk menyusun Buku Inventaris (BI), rekap BI, Daftar Mutasi Barang (DMB), rekap DMB, serta daftar usulan barang yang Akan dihapus dan daftar barang yang digunausahakan. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi, jenis/merk type, jumlah, ukuran, harga, tahun pembelian, asal barang, keadaan barang dan sebagainya. Buku inventaris ini dapat memberi informasi yang tepat dalam siklus pengelolaan barang daerah. Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Pembukuan merupakan suatu kegiatan pelaksanaan dan pencatatan barang milik daerah dalam Daftar Barang Pengguna (DBP) dan Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). 45
Penatausahaan: Pembukuan (Pencatatan dan Pelaporan)
Penyimpan Barang
Penerimaan barang Penyaluran barang Buku Penerimaan Barang (BPB) Buku Pengeluaran Barang (BPnB)

Pengurus Barang
Buku Inventaris (BI)

Pengguna/Kuasa Pengguna
Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/DBKP)

Rencana Kebutuhan BMD (RKBMD) Pengadaan barang

Rencana Kebutuhan Pemeliharaan (RKPBMD) Pemeliharan barang

Barang inventaris dan pakai habis dicatat terpisah

Kartu pemeliharan barang

Barang Barang Inventaris (BBI)

Buku Barang Barang Pakai Habis (BBPH)

Laporan pemeliharan barang

Laporan pemeliharan barang

Dicatat perjenis barang (kuantitas) Kartu Barang (KB) Inventaris Kartu Barang (KB) Pakai Habis Laporan Mutasi Barang (LMB) Rekap Laporan Mutasi Barang (RLMB) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Semesteran (LBPS/LBKPS) Laporan Barang Pengguna/Kuasa Pengguna Tahunan (LBPT/LBKPT)

Dicatat perjenis barang (kuantitas dan harga) Kartu Persediaan Barang (KPB) Inventaris Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang inventaris Kartu Persediaan Barang (KPB) Pakai Habis Laporan semester penerimaan dan pengeluaran barang pakai habis Daftar Mutasi Barang (RMB)

Rekap Daftar Mutasi Barang (RDMB)

Slide ini menjelaskan alur pencatatan dan pelaporan dan pihak yang berperan dan bertanggungjawab dalam proses pembukuan.

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

37

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

46
Penatausahaan: Inventaris (Pencatatan dan Pelaporan)
Pengurus Barang
Melakukan inventarisasi barang Dilakukan tiap 5 tahun sekali Kartu InventarisBarang (KIB) A.Tanah KIB B.Mesin dan peralatan KIB B.Mesin dan peralatan KIB D.Jalan, irigasi, dan jaringan KIB E.Aset tetap lainnya KIBF.Konstruksi dalam pengerjaan Inventarisasi dilakukan tiap tahun sekali bersama dengan barang persediaan Buku Inventaris (BI) Rekap (BI) Daftar usulan barang yang akan dihapus Buku Induk Inventaris (BII) Kartu Inventaris Ruangan (KIR) Rekap (BII) Buku Induk Inventaris (BII) Rekap (BII)

Pengguna/Kuasa Pengguna

Pengelola/Kuasa Pengelola
Juknis sensus

Daftar Barang Pengguna/Kuasa Pengguna (DBP/ DBKP)

Daftar Barang Milik Daerah (DBMD)

Daftar usulan barang yang akan dihapus Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan

Daftar usulan barang yang akan dihapus

Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan

Daftar barang milik daerah yang akan digunausahakan

Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan penghitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data dan pelaporan Barang Milik Daerah dalam unit pemakaian. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Pelaksanaan Inventarisasi 1) Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. b) Pelaksanaan pelaporan. 2) Dalam pencatatan dimaksud dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a) Kartu Inventaris Barang (KIB A, B, C, D, E dan F); b) Kartu Inventaris Ruangan; c) Buku Inventaris; d) Buku Induk Inventaris. 3) Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar : a) Buku Inventaris dan Rekap. b) Daftar Mutasi Barang dan Rekap. a. Buku Induk Inventaris (BIl) merupakan gabungan/ kompilasi buku inventaris sedangkan Buku Inventraris adalah himpunan catatan data teknis dan administratif yang diperoleh dari catatan kartu barang inventaris sebagai hasil sensus ditiap-tiap SKPD yang dilaksanakan secara serentak pada waktu tertentu.

38

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pembantu Pengelola mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan barang daerah. Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar, dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. Prosedur pengisian Buku Induk Inventaris, adalah sebagai berikut : 1) Pengguna melaksanakan inventarisasi barang yang dicatat di dalam Kartu Inventaris Barang (KlB A, B, C, D, E, dan F dan Kartu Inventaris Ruangan (KIR) secara kolektif atau secara tersendiri per jenis barang rangkap 2 (dua). 2) Pengguna barang bertanggung-jawab dan menghimpun KIB dan KIR dan mencatatnya dalam Buku Inventaris yang datanya dari KIB A, B, C, D, Edan F serta membuat KIR di masingmasing ruangan. 3) Pembantu pengelola barang mengkompilasi Buku Inventaris menjadi Buku Induk Inventaris 4) Rekapitulasi Buku Induk Inventaris ditanda-tangani oleh pengelola atau pembantu pengelola. 5) Buku Induk Inventaris berlaku untuk 5 (lima) tahun, yang selanjutnya dibuat kembali dengan tata-cara sebagaimana telah diuraikan di atas (Sensus Barang). b. Kartu Inventaris Barang ( KIB ) Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu untuk mencatat barang-barang inventaris secara tersendiri atau kumpulan/kolektip; dilengkapi data asal, volume, kapasitas, merk, tipe, nilai/ harga dan data lain mengenai barang tersebut, yang diperlukan untuk inventarisasi maupun tujuan lain dan dipergunakan selama barang itu belum dihapuskan. KIB terdiri dari : (1) Kartu Inventaris Barang (Tanah); (2) Kartu Inventaris Barang (Mesin dan Peralatan); (3) Kartu Inventaris Barang (Gedung dan Bangunan); (4) Kartu Inventaris Barang (Jalan, Irigasi dan Jaringan); (5) Kartu Inventaris Barang (Aset Tetap Lainnya); (6) Kartu Inventaris Konstruksi dalam Pengerjaan c. Kartu Inventaris Ruangan (KIR). Kartu Inventaris Ruangan adalah kartu untuk mencatat barang- barang inventaris yang ada dalam ruangan kerja. Kartu Inventaris Ruangan ini harus dipasang di setiap ruangan kerja, pemasangan maupun pencatatan inventaris ruangan menjadi tanggung jawab pengurus barang dan kepala ruangan di setiap SKPD. d. Daftar Rekapitulasi Inventaris. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. e. Daftar Mutasi Barang. Daftar mutasi barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun).

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

39

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Mutasi barang terjadi karena : a) Bertambah, disebabkan: (1) Pengadaan baru karena pembelian. (2) Sumbangan atau hibah. (3) Tukar-menukar. (4) Perubahan peningkatan kualitas (guna susun). b) Berkurang, disebabkan : (1) Dijual/dihapuskan. (2) Musnah/hilang/mati. (3) Dihibahkan/disumbangkan. (4) Tukar menukar/ruilslag /tukar guling/dilepaskan dengan ganti rugi.

47
Penjelasan Pembukuan
Pengelola barang mencatat barang daerah berupa tanah dan bangunan dalam DBMD (daftar barang milik daerah) menurut penggolongan dan kodefikasi barang Pengelola barang harus menyimpan bukti pemilikan tanah dan bangunan dalam penguasaannya Pengguna barang harus menyimpan bukti pemilikan barang selain tanah dan bangunan dalam pengelolaannya

Pengguna/kuasa pengguna barang wajib melakukan pendaftaran dan pencatatan barang milik daerah ke dalam Daftar Barang Pengguna (DBP)/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP). Pembantu pengelola melakukan koordinasi dalam pencatatan dan pendaftaran barang milik daerah sebagaimana dimaksud pada huruf b ke dalam Daftar Barang Milik Daerah (DBMD).

40

HARI 1 SESI 3: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

HARI II SESI 4 Pengelolaan Barang Milik Daerah

Tujuan: Peserta memahami siklus pengelolaan barang daerah Peserta mengetahui proses penatausahaan barang milik daerah Peserta mampu mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan barang daerah Materi: Power Point Slide Latihan Pengkodean Latihan Penatausahaan Waktu: 300 menit Metode: Presentasi Tanya Jawab. Latihan Alur: Presentasi ( 20 menit) Penjelasan Slide ( 60 menit) Latihan ( 180 menit) Kesimpulan dan tanya-jawab ( 40 menit) Perhatikan bahwa pelaksanaan sesi ini tetap diselingi dengan jeda untuk 2 kali rehat kopi dan makan siang ! Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

41

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

42

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Penjelasan Slide
1 Ucapkan selamat datang pada hari ke II pelatihan Pengelolaan Barang Milik Daerah. Lemparkan pertanyaanpertanyaan untuk mereviu mengenai materi yang telah disampaikan pada hari I.
HARI 2

2
Topik Hari 2
Pengkodean dan Latihan Pengkodean Penatausahaan mengenai: - Inventarisasi - Pelaporan

Pada hari ke 2, fokus pembahasan materi pada pengkodean dan penatausahaan dengan penekanan pada inventarisasi dan pelaporan.

3
Pengkodean
Definisi: Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang Tujuan Pengkodean: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna

Dalam melakukan inventarisasi disamping melihat kondisi barang dan sebagainya, perlu dilakukan pengkodean terhadap barang daerah. Pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Pemda yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Tujuan kodefikasi: Mengamankan dan memberikan kejelasan status kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna.

4
Pengkodean Lokasi
1 Kode komponen pemilik barang Kode Prov. Kode Kab/Kota Kode Bidang Kode Unit Bidang Kode Tahun Pembelian Kode Sub Unit/ Satuan Kerja 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Slide di samping menggambarkan pencatatan kode lokasi yang terdiri dari 14 digit. Nomor kode lokasi menggambarkan/menjelaskan status kepemilikan barang, provinsi, kabupaten/kota, bidang, SKPD dan unit kerja serta tahun pembelian barang. Nomor kode lokasi terdiri 14 digit atau lebih sesuai kebutuhan daerah.

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

43

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

5
Lanjutan...........
Digit 1 dan 2, Kode komponen kepemilikan barang Penulisan kode komponen kepemilikan barang sebagai berikut : a. Barang milik Pemerintah Pusat dengan Nomor Kode OO b. Barang milik Pemerintah Daerah Provinsi dengan Nomor Kode 11 c. Barang Milik Pemerintah Daerah Kab/Kota dengan Nomor Kode 12.

Kodefikasi kepemilikan untuk masing-masing tingkatan pemerintahan sebagai berikut: a. Barang milik pemerintah kabupaten/Kota (12). b. Barang milik pemerintah provinsi (11). c. Barang milik pemerintah pusat (BM/KN) (kalau ada 00).

6
Lanjutan...........
Digit 3 dan 4, Kode Provinsi. Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 sampai dengan 33 (dstnya), sesuai dengan jumlah Provinsi yang ada. Digit 5 dan 6, Kode Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah suatu Provinsi diberi Nomor Kode mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi tersebut. Untuk nomor kode Kabupaten /Kota yang baru dibentuk dibakukan oleh Gubernur dengan mengikuti urutan sesuai lahirnya undang - undang Pembentukan Daerah Otonom baru dengan memperhatikan/mengikuti Nomor urut Kabupaten/ Kota yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri.

Nomor kode urutan provinsi sebagaimana tercantum dalam Lampiran 39 (Permendagri 17/2007). Nomor kode urutan kabupaten/kota sebagaimana tercantum dalam lampiran 40 (Permendagri 17/2007).

7
Lanjutan...........
Digit 7 dan 8, kode bidang Kode bidang ini merupakan pengelompokan Bidang Tugas yang terdiri dari 22 bidang. Digit 9 dan 10, kode SKPD. Kode Unit merupakan penjabaran dari Bidang Tugas kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai struktur organisasi di masing masing Daerah Provinsi/Kabupaten/ Kota. Penetapan nomor urut kode unit/SKPD di masing-masing Provinsi/Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala Daerah.

Nomor Kode SKPD dibakukan lebih lanjut oleh kepala daerah dengan memperhatikan pengelompokkan bidang yang terdiri dari 22 bidang. Kecamatan diberi nomor kode mulai dari nomor urut 50 (lima puluh) dan seterusnya sesuai jumlah kecamatan pada masing--masing kabupaten/kota.

8
Lanjutan...........
Digit 11 dan 12, Tahun Pembelian/Pengadaan/ Pembangunan. Nomor Kode Tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997, maka ditulis Nomor Kodenya 97, tahun pembelian/perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. Barang yang tidak diketahui Tahun Pembelian/Perolehannya, supaya dibandingkan dengan barang yang sama, sejenis, tipe, merk, bahan, cc dsb dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh Pengurus barang. Digit 13 dan 14, Kode Sub Unit/Satuan Kerja. Kode Sub Unit/Satuan Kerja untuk masing-masing SKPD diberi Nomor urut Kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari Nomor 01 dan seterusnya sampai sejumlah sub Unit/Satuan Kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

Nomor kode tahun pembelian/pengadaan barang dituliskan 2 angka terakhir (misalnya tahun pembelian/perolehan 1997, maka ditulis Nomor Kodenya 97, tahun pembelian/ perolehan tahun 2002 ditulis 02 tahun 2005 ditulis 05 dan seterusnya. Barang yang tidak diketahui tahun pembelian/perolehannya, supaya dibandingkan dengan barang yang sama, sejenis, tipe, merk, bahan, cc, dsb. dan penetapan prakiraan tahun tersebut ditetapkan oleh pengurus barang. Kode sub unit/satuan kerja untuk masing-masing SKPD diberi nomor urut kode sub unit sesuai struktur organisasi perangkat daerah mulai dari nomor 01 dan seterusnya

44

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

sampai sejumlah sub unit/satuan kerja dalam SKPD tersebut dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. 9
Pengkodean Barang

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Kode golongan Kode Bidang Kode Kelompok Kode Sub Kelompok Kode Sub Sub Kelompok Nomor Register

Nomor kode barang diklasifikasikan ke dalam 6 (golongan) yaitu: (1) Tanah (2) Mesin dan Peralatan (3) Gedung dan Bangunan (4) Jalan,Irigasi dan Jaringan (5) Aset Tetap Lainnya (6) Konstruksi dalam Pengerjaan

10
Klasifikasi Pengkodean Barang

Golongan Bidang Semakin Global/ Ringkas Kelompok Sub Kelompok Sub-sub Kelompok

Semakin Rinci/ Deatail

Penggolongan barang terbagi atas bidang, kelompok, sub kelompok dan sub-sub kelompok/jenis barang. Untuk mengetahui nomor kode barang dari setiap jenis dengan cepat, perlu 2 angka di depan/dicari nomor kode golongan barangnya, kemudian baru dicari nomor kode bidang, nomor kode kelompok, nomor kode sub kelompok, nomor kode sub-sub kelompok/jenis barang dimaksud.

11
Nomor Register

Nomor urut pencatatan dari setiap barang, pencatatan terhadap barang yang sejenis, tahun pengadaan sama, besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150, maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register, ditulis: 0001 s/d 0150.

Nomor register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang, pencatatan terhadap barang yang sejenis, tahun pengadaan sama, besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150, maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register, ditulis: 0001 s/d 0150. Nomor urut pencatatan untuk setiap barang yang spesifikasi, tipe, merk, jenis berbeda, maka nomor registernya dicatat tersendiri untuk masing-masing barang. Slide ini menunjukkan cara penulisan kode lokasi dan kode barang.

12
Contoh Penulisan
Barang milik Departemen Kimpraswil berupa mobil sedan dibeli pada tahun 1999, dipergunakan pada Dinas PU (Subdin Cipta Karya) mobil sedan yang ketiga, Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. 00.23.02.05.01.99.04 02.03.01.01.01.0003 Barang milik Pemerintah Kota Balikpapan berupa bangunan gedung tempat kerja permanen yang ke 5, berada pada Dinas Pengairan, Subdin Pembangunan, dibeli/diperoleh Tahun 2001. 12.23.06.05.03.01.02 03.11.01.27.01.0005

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

45

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

13
Cara Penulisan Kode Lokasi
Untuk Contoh 1: Cara penulisan kode lokasi: 00.23.02.05.01.99.04 00 23 02 05 01 99 04 : : : : : : : Kode milik pusat kode propinsi Kalimantan Timur Kode Kabupaten Berau Kode Bidang Kimpraswil/PU Kode Dinas PU Kode Tahun perolehan Kode Subdinas Cipta Karya

Slide: contoh penulisan kode lokasi.

14
Cara Penulisan Kode Barang
Cara penulisan kode barang: 02.03.01.01.01.0003 02 : Kode golongan peralatan dan mesin 03 : Kode bidang alat-alat angkutan 01 : Kode kelompok alat angkutan darat bermotor 01 : Kode sub kelompok kendaraan dinas bermotor perorangan 01 : Kode sub-sub kelompok/jenis barang sedan 0003 : Kode register

Slide: contoh penulisan kode barang.

15
Ketentuan Lain Pengkodean
Cara pencatatan dan pemberian Nomor Kode bagi barang yang belum ada Nomor Kode jenis barangnya, supaya mempergunakan Nomor Kode jenis barang Lain-lain dari Sub kelompok barang yang dimaksud atau dibakukan oleh kepala daerah masing-masing dengan mengikuti nomor urut jenis barang lain-lain. BMD yang dipisahkan (Perusahaan Daerah) tetap menjadi milik Pemerintah Daerah, oleh karena itu semua barang inventaris yang dipisahkan, diperlakukan sama dengan barang inventaris milik Pemerintah Daerah.

Kode barang dan tanda kepemilikan harus dicantumkan pada setiap barang inventaris, kecuali apabila ruang/tempat yang tersedia tidak dapat memuatnya, cukup dicatat dalam BI, KlB dan KIR. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) ditempatkan di bagian luar yang mudah dilihat. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor roda 2 (dua) ditempatkan pada bagian badan yang mudah dilihat. Kode barang dan tanda kepemilikan untuk kendaraan bermotor lainnya ditempatkan di tempat yang mudah dilihat. Kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas dicantumkan pada sebuah papan yang berukuran 15 x 25 Cm, sedangkan untuk tanah kosong pada sebuah papan yang berukuran sekurang-kurangnya 60x100 cm. Pemasangan kode barang dan tanda kepemilikan rumah dinas daerah dicantumkan pada tembok rumah bagian depan sehinga tampak nyata dari jalan umum, yang berbentuk papan kecil dengan ukuran: a. Lebar 15 cm. b. Panjang 25 cm. c. Gambar lambang daerah berbentuk bulan ukuran garis tengah 6 cm. d. Tinggi huruf 2 cm.
HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

16
Lanjutan...................

Tidak termasuk barang milik daerah tersebut di atas yaitu barang usaha/barang yang diperdagangkan sesuai dengan bidang usaha dari Perusahaan Daerah tersebut. Untuk tertib administrasi pengelolaan BMD yang cepat dan akurat, Pemerintah Daerah menerapkan aplikasi inventarisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA).

46

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

17 Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir.
Latihan 2 Pengkodean Barang

18
Inventarisasi
Kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian Disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Memuat data meliputi lokasi, jenis/merk tipe, jumlah, ukuran, harga, tahun pembelian, asal barang, keadaan barang dan sebagainya.

Inventarisasi merupakan kegiatan atau tindakan untuk melakukan perhitungan, pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan, pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. Dari kegiatan inventarisasi disusun Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayan daerah yang bersifat kebendaan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi, jenis/ merk, tipe , jumlah, ukuran, harga, tahun pembelian, asal barang, keadaan barang dan sebagainya. Adanya buku inventaris yang lengkap, teratur dan berkelanjutan mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam rangka: 1) Pengendalian, pemanfaatan, pengamanan dan pengawasan setiap barang; 2) Usaha untuk menggunakan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing; dan 3) Menunjang pelaksanaan tugas pemerintah. Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam buku inventaris.

19
Inventarisasi ...... Lanjutan
Pengguna barang diwajibkan melakukan inventarisasi minimal sekali dalam 5 tahun Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasinya kepada pengelola barang paling lambat 3 bulan setelah inventarisasi Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam 5 tahun

Untuk mendapatkan data barang dan pembuatan buku inventaris yang benar, dapat dipertanggungjawabkan dan akurat (up to date) maka dilakukan melalui Sensus Barang Daerah setiap 5 (lima) tahun sekali. Pelaksanaan inventarisasi dibagi dalam dua kegiatan yakni: a) Pelaksanaan pencatatan. b) Pelaksanaan pelaporan.

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

47

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Dalam pencatatan dimaksud, dipergunakan buku dan kartu sebagai berikut: a. Kartu Inventaris Barang (KIB A, B, C, D, E dan F); b. Kartu Inventaris Ruangan; c. Buku Inventaris; d. Buku Induk Inventaris. Dalam pelaksanaan pelaporan dipergunakan daftar yaitu : a. Buku Inventaris dan Rekap. b. Daftar Mutasi Barang dan Rekap. 20
Pelaporan
Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola. Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD, jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. Rekapitulasi sebagaimana dimaksud di atas, digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah.

Kuasa pengguna barang menyampaikan laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada pengguna. Pengguna menyampaikan laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan kepada kepala daerah melalui pengelola. Pembantu pengelola menghimpun seluruh laporan pengguna barang semesteran, tahunan dan 5 (lima) tahunan dari masing-masing SKPD, jumlah maupun nilai serta dibuat rekapitulasinya. Rekapitulasi digunakan sebagai bahan penyusunan neraca daerah. Kuasa pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) untuk disampaikan kepada pengguna barang. Pengguna barang harus menyusun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) untuk disampaikan kepada pengelola barang. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan semesteran dan tahunan. Pengelola barang harus menghimpun Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berupa tanah dan/atau bangunan. Pengelola barang harus menyusun Laporan Barang Milik Daerah (LBMD) berdasarkan hasil penghimpunan laporan.

21
Pelaporan .......Lanjutan
Kuasa pengguna barang harus menyusun LBKPS (laporan barang kuasa pengguna semesteran) dan LBPKT (laporan barang kuasa pengguna tahunan) kepada pengguna barang Pengguna barang harus menyusun LBPS (laporan barang pengguna semesteran) dan LBPT (laporan barang pengguna tahunan) kepada pengelola barang Pengelola barang harus menyusun LBMD (laporan barang milik daerah) berupa tanah dan atau bangunan secara semesteran maupun tahunan, dan menghimpun LBPS dan LBPT untuk kemudian menjadi LBMD Lebih lanjut LBMD akan menjadi acuan untuk penyusunan neraca daerah

48

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

22
Pelaporan .......Lanjutan
Hasil sensus/inventarisasi barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna, di rekap ke dalam buku inventaris dan disampaikan kepada pengelola, selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris. Buku Induk Inventaris merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya, selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah.

Hasil sensus barang daerah dari masing-masing pengguna/kuasa pengguna, di rekap ke dalam Buku Inventaris dan disampaikan kepada pengelola, selanjutnya pembantu pengelola merekap buku inventaris tersebut menjadi buku induk inventaris. Buku Induk Inventaris sebagaimana dimaksud pada huruf e merupakan saldo awal pada daftar mutasi barang tahun berikutnya, selanjutnya untuk tahun-tahun berikutnya pengguna/kuasa pengguna dan pengelola hanya membuat Daftar Mutasi Barang (bertambah dan/ atau berkurang) dalam bentuk rekapitulasi barang milik daerah. Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masingmasing SKPD setiap semester, dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang; dan 2) Daftar Mutasi Barang. Laporan Mutasi Barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 (enam) bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola. Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun, dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang). Daftar mutasi barang selama 1 (satu) tahun tersebut disimpan di pembantu pengelola.

23
Pelaporan .......Lanjutan

Mutasi barang bertambah dan/atau berkurang pada masing-masing SKPD setiap semester, dicatat secara tertib pada : 1) Laporan Mutasi Barang; dan 2) Daftar Mutasi Barang. Laporan mutasi barang merupakan pencatatan barang bertambah dan/atau berkurang selama 6 bulan untuk dilaporkan kepada kepala daerah melalui pengelola.

24
Pelaporan .......Lanjutan
Laporan Mutasi Barang semester I dan semester II digabungkan menjadi Daftar Mutasi Barang selama 1 (satu) tahun, dan masing-masing dibuatkan Daftar Rekapitulasinya (Daftar Rekapitulasi Mutasi Barang). Rekapitulasi seluruh barang milik daerah (daftar mutasi) disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. Laporan inventarisasi barang (mutasi bertambah dan/atau berkurang) selain mencantumkan jenis, merek, tipe, dan lain sebagainya juga harus mencantumkan nilai barang.

25

Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir.
Latihan 3 Pembukuan, Inventarisasi dan Pelaporan

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

49

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

26 Setelah seluruh materi dan latihan disampaikan, lemparkan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing peserta mengenai apa yang harus dipersiapkan daerah untuk pengelolaan barang daerah yang lebih baik?

Apa yang perlu disiapkan Daerah?

27
Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan, penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan, pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB, BPnB, KB, KPB, LSPPB KIR, KIB, DMB dan BI

p Ap
Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan

rai

sal
Analisis tingkat pelayanan

RKBU

Analisis kebutuhan: 1. Penambahan 2. Pemeliharaan 3. Penggantian 4. Penghapusan

Laporan Keuangan

DRKBU

DRKPBU

DUBYAD

DBMDYD

KUA DAN PPAS

RKA

Belanja Modal

Belanja Pemeliharaan

Tayangkan kembali slide dengan alur hubungan pengelolaan barang daerah perencanaan dan penganggaran akuntansi, untuk dapat melihat gambaran utuh posisi pengelolaan barang daerah dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah. 28
Pengelolaan Barang

Menyusun Perda Pengelolaan BMD Menyusun Perbup/Perwali tentang Kode Lokasi Melaksanakan Inventarisasi BMD Melakukan appraisal BMD (aktiva tetap tidak bergerak)

Beberapa hal yang bisa direkomendasikan untuk pengelolaan barang daerah adalah: menyiapkan Perda pengelolaan BMD, menyusun kode lokasi, melaksanakan inventarisasi/sensus BMD (5 tahunan) dan melaksanakan penilaian BMD.

50

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

29
Akuntansi

Menyusun Kebijakan Akuntansi yang secara terinci mengatur akuntansi aset tetap dan persediaan

Karena hasil laporan pengelolaan BMD menjadi bahan penyusunan neraca/laporan keuangan, maka dari sisi akuntansi harus disiapkan kebijakannya, terutama dalam hal akuntansi aset (aset tetap tidak bergerak) dan persediaan. Kedua hal tersebut sebaiknya diatur secara terinci dalam kebijakan akuntansi.

30
Rencana Pengelolaan BMD

Menyiapkan analisa kebutuhan BMD, meliputi: Rencana kebutuhan pengadaan BMD Rencana kebutuhan pemeliharaan BMD

Kemudian, sesuai siklus pengelolaan barang daerah/siklus pengelolaan keuangan daerah, maka hasil laporan pengelolaan barang daerah menjadi bahan penyusunan perencanaan kebutuhan barang dan bahan perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang.

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

51

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

52

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

LATIHAN 2: Pengkodean Barang

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

53

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

54

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 2: Pengkodean Barang


Waktu: Total Waktu = 60 menit 45 menit untuk latihan kelompok 15 menit untuk pembahasan hasil kelompok Tujuan: Setelah melakukan latihan kasus ini peserta diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi barang milik daerah 2. Menyusun kode barang sesuai dengan lokasi dan jenis/macam barang Proses : 1. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. 2. Fasilitator membagikan lembar kerja pengkodean aset kepada peserta. 3. Peserta bekerja dalam kelompok (5-6 orang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 4. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 5. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Materi : 1. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. 2. Kode lokasi dan kode barang

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

55

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lembar Latihan Pengkodean


Peserta diminta untuk mengidentifikasi dan memberikan kode atas barang dengan informasi sebagai berikut:
Kode Lokasi
Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid. Thn Beli Sub Unit

No

Uraian Kode Barang


Gol Bid. Kelompok SubKel. Sub2Kel. Kode Register

Barang milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa tanah perkebunan karet yang dikelola oleh Dinas Pertanian, Sub Dinas Perkebunan Kabupaten Klaten yang diperoleh pada tahun 1990 Barang milik Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah berupa mobil jenazah ke tiga yang digunakan oleh Rumah Sakit Daerah yang dibeli tahun 2004 Bangunan gedung kantor permanen ke 2 yang digunakan untuk Dinas Pertanian Subdin Budi Daya Pangan Kabupaten Semarang yang diperoleh tahun 2005 Barang milik Departemen Kimpraswil berupa jembatan pertama pada jalan nasional yang dikelola oleh Dinas PU Subdin Pembangunan Kota Tegal yang diperoleh tahun 2000 Barang milik Dinas Pendidikan Kota Semarang berupa buku-buku pengetahuan bahasa Inggris berasal dari hibah pada tahun 2006 dengan no register 0001 - 0200 Barang Milik Provinsi Jawa Tengah berupa mesin bubut ke 2 yang digunakan oleh Dinas Perindustrian Subdin IKM Kabupaten Kebumen yang diperoleh pada tahun 2003

56

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lanjutan lembar latihan......


Kode Lokasi
Milik Prov Kab/Kota Bidang Unit Bid. Thn Beli Sub Unit

No

Uraian Kode Barang


Gol Bid. Kelompok SubKel. Sub2Kel. Kode Register

Barang milik Kabupaten Jepara berupa meja kerja ketua & wakil ketua DPRD yang dikelola oleh Sekwan urusan rumah tangga yang dibeli pada tahun 2006 Barang milik Kabupaten Kudus berupa bangunan stasiun bus permanen yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Subdin Perhubungan Darat yang diperoleh pada tahun 1999

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

57

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

58

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

LATIHAN 3: Penatausahaan (Pembukuan, Inventarisasi dan Pelaporan)

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

59

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

60

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 3: Pembukuan, Inventarisasi dan Pelaporan


Waktu: Total Waktu = 2,5 Jam (150 menit) 90 menit untuk latihan kelompok 45 menit untuk round robbin (pembahasan hasil latihan per kelompok) 15 menit untuk kesimpulan Tujuan: Setelah melakukan latihan ini peserta diharapkan mampu: 1. Melakukan pembukuan atas barang milik daerah 2. Menginventarisasikan barang milik daerah 3. Menyusun Laporan Barang Daerah Proses: 1. Fasilitator menjelaskan tujuan latihan kepada peserta dalam ruang kelas. 2. Fasilitator membagikan lembar soal dan beberapa formulir yang terkait dengan proses pembukuan, inventarisasi dan pelapran BMD. 3. Peserta bekerja dalam kelompok (6 orang, yang terdiri dari penyimpan barang dan pengurus barang) dan memilih salah seorang anggotanya menjadi pimpinan diskusi kelompok 4. Penyimpan barang diberi formulir/lampiran 8, 9, 10, 11,12,13, 14,15, 5. Pengurus barang diberi formulir/lampiran 25,26, 27, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 6. Diskusi kelompok dilakukan dengan mengisi lembar yang telah disediakan serta mengikuti instruksi yang tertera. Peserta menyepakati hasil jawaban secara kelompok bukan perorangan 7. Fasilitator memilih salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerja kelompoknya. 8. Fasilitator menampilkan kunci jawaban dan memberikan penjelasan kepada peserta apabila diperlukan. Materi : 1. Lembar soal terlampir akan digunakan kelompok dalam mengerjakan latihan ini. 2. Formulir yang terkait dengan pembukuan, inventarisasi dan pelaporan barang milik daerah. (Lampiran 8, 9, 10, 11, 12,13, 14,15, 25, 26, 27, 30, 31, 32, 33, 34, 35, dan 36) Catatan: 1. Foto copy semua lampiran satu eksemplar kecuali untuk: Lampiran 12 (12 lembar) Lampiran 13 (12 lembar)

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

61

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Barang Pakai Habis: Berdasarkan hasil opname fisik di gudang pada akhir tahun 2007 terdapat data-data persediaan sebagai berikut:
Nama Barang Jumlah Kondisi Harga satuan

10 Jan 2008 5 Feb 2008 7 Feb 2008

Di distribusikan kertas HVS, sebanyak 2 rim ke bagian keuangan dan 1 rim ke bagian perlengkapan. Ada permintaan bagian umum untuk kertas folio sebanyak 3 rim. Diberikan spidol kepada bagian kepegawaian sebanyak 5 buah untuk kepentingan pelatihan. Berdasarkan permintaan bagian umum diberikan kertas folio sebanyak 2 rim. Dibeli kertas HVS sebanyak 10 rim seharga @ Rp 33.000 dan kertas folio sebanyak 8 rim @ Rp. 36.000 dari CV ABC. Dibeli lampu neon untuk mengganti lampu neon yang lama sebanyak 5 buah @ Rp. 27.000. Diberikan 2 rim kertas HVS kepada bagian kepegawaian, 1 rim kertas HVS ke bagian keuangan dan 2 rim kertas HVS kepada bagian perlengkapan. Pada hari itu juga diketahui ternyata ada 2 rim kertas HVS dan 2 rim kertas folio yang rusak karena dimakan tikus. Dibeli kertas HVS sebanyak 5 RIM @ Rp.33.000. Dipakai materai sebanyak 3 buah oleh bagian perlengkapan. Diberikan 1 buah Refill Ink Canon kepada bagian keuangan untuk mengganti tinta printer Canon BJC 210.

11 Maret 2008 5 April 2008 10 April 2008

2 Mei 2008 10 Mei 2008 10 Juni 2008

Diminta : 1. Buat Laporan Persediaan per 31 Desember 2007 2. Buat pembukuan untuk transaski barang pakai habis selama tahun 2008 3. Buatlah Laporan Persediaan Semester I 2008

62

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Barang Inventaris: Semester I Berdasarkan hasil inventarisasi pada tanggal 5 Januari 2008 diperoleh data-data BMD sebagai berikut: 1. Mesin Tik (02.06.02.01.16)
Nomor Ruang 101 101 101 Tahun Perolehan 2000 2000 2002 Jumlah 3 1 2 Harga Perolehan 800.000 900.000 1.200.000 Merk Casio Brother Optima

2. Tanah (01.01.11.02.10), luas 3000 m2, berlokasi di Jalan Ahmad Yani No 12 RT 05 RW 01, Kecamatan Indah, Kota Bahagia, batas sebelah timur tanah milik Agung, sebelah barat tanah milik Bambang, sebelah utara tanah milik Choirie, sebelah selatan adalah Jalan Diponegoro. Tanah diperoleh pada tahun 1980, dengan harga perolehan Rp. 500.000.000. Nomor sertifikat S-53265556. 3. Gedung permanen (03.11.01.09.04) 2 tingkat dibangun diatas tanah tersebut, luas 2000 diperoleh tahun 1981, dengan harga perolehan Rp. 900.000.000. 4. 2 Lemari besi (02.06.01.04.01), merk Alba, tahun perolehan 1999, dengan harga @Rp. 400.000. No Aset 1 di ruang 101, 2 di ruang 102 5. P.C unit (02.06.03.02.01)
Nomor Ruang 101 102 Tahun Perolehan 1998 2003 Jumlah 2 1 Kondisi Baik Baik Harga Perolehan 3.000.000 4.500.000 Merk IBM Acer

Transaksi yang terjadi selama semester I 2008: 2 Feb. 2008 Dilakukan rehab terhadap gedung dengan menambah 1 tingkat serta pembuatan lahan parkir konblok seluas 100 m2 di atas tanah kosong dengan kontrak senilai Rp. 159.000.000. Dengan rincian biaya Rp. 90.000.000 untuk rehab gedung dan Rp. 69.000.000 untuk pembuatan lahan parkir. Pekerjaan diperkirakan selesai bulan Juli 2008 melalui 3 termin. Untuk pekerjaan tersebut diterbitkan SPM untuk perencanaan sebesar Rp. 10.000.000 dengan No. SPM 00001/BPTH/2008 tanggal 7 Februari 2008 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Februari 2008. Melakukan pembelian mobil Toyota Kijang Innova (02.03.01.01.03), warna biru, nomor mesin NF1215656H4545, nomor rangka 586JKI228, bahan bakar bensin, ber-AC merk National, tape recorder ALPINA. Harga on the road Rp. 280.000.000. Mobil tersebut bernomor polisi B 1966 OW. Pembelian mobil
63

5 April 2008

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

tersebut didanai dari APBD dengan nomor SPM 00004/BKHK/2008 tanggal 15 April 2008 dengan SP2D nomor 123703X/038/535 tanggal 19 April 2008 senilai Rp. 280.000.000. Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas. 10 April 2008 Membeli 5 PC (02.06.03.02.01) Pentium Core Duo dengan merk IBM. Total harga PC tersebut Rp. 50.000.000. Bersamaan dengan itu dibeli juga 4 buah printer (02.06.03.05.03) HP Laser Jet 1000 Series dengan harga @ Rp. 5.000.000. melalui SPM No.00019/SKTK/2008 tanggal 05-04-2008 Rp. 70.000.000. Kl. Belanja 5321 dan SP2D No 123906X/038/355 11-04-2008 Melakukan perbaikan dan up grade terhadap 2 unit PC (kondisi RR) yang ada di ruang 103 dari Pentium II menjadi pentium 4. Biaya upgrade @ Rp 1.000.000 yang dananya diperoleh dari APBD dengan nomor SPM 00004/BPTH/2008 tanggal 7 Mei 2008, Klasifikasi Belanja 5321 dan SP2D nomor 123503X/ 038/135 tanggal 9 Mei 2008 sebesar Rp. 2.000.000. Setelah di-upgrade, kedua komputer tersebut dipindahkan ke ruang 104. Diterbitkan SPM kedua untuk pekerjaan bulan Februari dengan No. 00005 tanggal 27 Juni 2008 dan SP2D No. 123509X tanggal 30 Juni 2008 senilai Rp. 49.000.000

9 Mei 2008

30 Juni 2008

Diminta : 1. Catat semua transaksi ke dalam lampiran yang diperlukan. Setiap BMD harus dicatat dalam KIB dan KIR 2. Buatlah Laporan BMD Semester I

64

HARI 2 SESI 4: PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

HARI III SESI 5 Rencana Pengelolaan Barang Daerah


Tujuan: Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari, terutama untuk topik-topik dasar pengelolaan barang daerah. Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. Materi: Power Point Slide Contoh Kasus Lembar Latihan Waktu: 320 menit

Metode: Presentasi Tanya Jawab. Latihan Alur: Presentasi (30 menit) Penjelasan slide (60 menit) Latihan (180 menit) Kesimpulan dan tanya jawab (30 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

65

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

66

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Penjelasan Slide
1 Ucapkan selamat datang pada para peserta. Trainer memperkenalkan diri dan timnya, dilanjutkan dengan perkenalan dengan para peserta. Gunakan permainan yang menarik untuk perkenalan dengan para peserta, sesuaikan permainan dengan jenis peserta yang hadir. Bila dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, sebaiknya perkenalan dilakukan dengan formal namun tetap akrab untuk membangun suasana pelatihan yang diinginkan. Jelaskan agenda pelatihan. Slide ini merupakan judul lokakarya yang akan disampaikan.

Selamat Datang Pada Local Governance Support Program (LGSP)

Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD


Tim Keuangan dan Penganggaran LGSP-USAID

3
Latar Belakang

Slide latar belakang ini menjelaskan gambaran permasalahan yang mengemuka di daerah dan yang mendasari perlunya dilakukan rencana pengelolaan barang daerah.

Belum tersedianya data yang lengkap tentang status, keberadaan dan kondisi BMD Perencanaan dan penganggaran terhadap pengadaan dan pemeliharaan BMD bukan di dasarkan data yang ada. Belum melakukan analisis kebutuhan terhadap BMD dengan membandingkan antara BMD yang tersedia dengan BMD yang diharapkan dalam rangka pemenuhan tingkat pelayanan publik. Belanja pemeliharaan belum dilakukan dengan memperhitungkan Cost and Benefit.

4
Tujuan Rencana PengelolaanBMD
Mengelola BMD yang tersedia secara efektif Merencanakan kebutuhan pengadaan dan kebutuhan pemeliharaan yang akan dilakukan Memastikan bahwa BMD dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan publik Memastikan BMD selalu dalam kondisi siap digunakan

Slide ini menjelaskan tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan menyusun rencana pengelolaan barang daerah.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

67

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

5
Pengertian Rencana Pengelolaan BMD
Perencanaan kebutuhan adalah kegiatan merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah untuk menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan yang akan datang

Secara umum pengertian rencana pengelolaan barang daerah adalah kegiatan untuk merumuskan rincian kebutuhan barang milik daerah, baik pengadaan maupun pemeliharaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik .

6
Pengelolaan Aset
Aset Sda & Financial Tingkat Pelayanan Barang Daerah

Potensial Aset

Kebutuhan Aset

Perencanaan Manajemen Aset

Identifikasi & Inventarisasi Analisis Pengembangan Prioritas Pengadaan Pemeliharaan & Perbaikan Belanja Operasional

Identifikasi & Inventarisasi Analisis Kebutuhan Pemanfaatan Penghapusan & Pemindahtanganan Lain-lain

Investasi

Belanja Modal

Pendapatan

Penganggaran

Pelaksanaan & Penatausahaan

Pelaporan & Pengevaluasian

Alur pengelolaan aset secara umum digambarkan pada slide disamping. Fokus pembahasan pada bidang kotak, dimana setelah dilakukan analisis kebutuhan diperoleh rekomendasi untuk pengadaan, pemeliharaan, pemanfaatan dan penghapusan.

68

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

7
Rencana kebutuhan dan penganggaran Pengadaan Penerimaan, penyimpanan dan penyaluran Penggunaan Penatausahaan Pengelolaan BMD Pemanfaatan Pengamanan dan pemeliharaan Penilaian Penghapusan Pemindahtanganan Pembinaan, pengawasan dan pengendalian Pembiayaan Tuntutan ganti rugi LBPT Pembukuan Inventarisasi Pelaporan BPB, BPnB, KB, KPB, LSPPB KIR, KIB, DMB dan BI

p Ap
Kebijakan akuntansi Akuntansi aset Akuntansi persediaan

rai

sal
Analisis tingkat pelayanan

RKBU

Analisis kebutuhan: 1. Penambahan 2. Pemeliharaan 3. Penggantian 4. Penghapusan

Laporan Keuangan

DRKBU

DRKPBU

DUBYAD

DBMDYD

KUA DAN PPAS

RKA

Belanja Modal

Belanja Pemeliharaan

Slide ini menjelaskan hubungan/alur antara pengelolaan BMD dengan akuntansi dan Rencana Pengelolaan BMD. Fokus pelatihan adalah Rencana Pengelolaan BMD. 8
Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran BMD
Uraian
Buku Inventaris yang disusun oleh pengurus barang dijadikan dasar untuk penyusunan RKBU dan RKPBU dan kemudian diajukan kepada kuasa pengguna dan pengguna dengan mempertimbangkan: 1. Standar Harga 2. Standar Kebutuhan 3. Standar Barang

Pengurus Barang

Pengguna/ KuasaPengguna

Pengelola/Kuasa Pengelola

Buku Inventaris

BI sebagai dasar menyusun RKBU dan RKPBU

Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU)

Daftar Rencana Kebutuhan Barang Unit (DRKBU) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU)

Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (DRKPBU)

Pengguna dan Pengelola mebahas bersama DRKBU dan DRKPBU: Pembantu pengelola menyusun DKBMD dan DKPBMD

Pembantu Pengelola menyusun Daftar Kebutuhan BMD dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan BMD

DKBMD dan DKPBMD yang telah dituangkan ke KUA dan PPAS dijadikan dasar bagi pengguna untuk menyusun RKA

DKBMD dan DKPBMD yang telah disetujui dan masuk dalam KUA & PPAS, menyusun RKA

Daftar Kebutuhan BMD (DKBMD) Daftar Rencana Kebutuhan Pemeliharaan BMD (DKPBMD)

RKA DKBMD dan DKPBMD diusulkan dalam KUA & PPAS

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

69

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Proses perencanaan kebutuhan dan penganggaran BMD, dokumen-dokumen yang diperlukan serta pihak-pihak yang berperan dalam perencanaan kebutuhan BMD dapat dijelaskan secara rinci melalui slide di atas. Pelaksanaan perencanaan kebutuhan dan penganggaran perlu terkoordinasi baik dengan memperhatikan standarisasi yang telah ditetapkan sesuai kondisi daerah masing-masing. Mengenai perencanaan kebutuhan dan penganggaran bukanlah merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan barang milik daerah. 9

Proses Pengadaaan dan Penggunaan Barang Daerah


Analisis Kebutuhan (Pengelola Barang)

RKBU PEMDA

USULAN PENGADAAN SKPD

PENGADAAN BARANG/ JASA

USULAN PENGUNAAN BARANG OLEH SKPD

PENETAPAN KEPALA DAERAH

DIGUNAKAN SKPD/Publik

RKA SKPD (Pengelola Barang) Kinerja SKPD (Permendagri 13/2006)

Evaluasi RKBU

INVENTARISASI

feed back

Kemudian secara lebih sederhana proses pengadaan barang daerah seperti yang termuat dalam slide ini. Bahwa hasil dari inventarisasi menjadi pertimbangan untuk pengadaan kebutuhan BMD, untuk menyusun Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) setelah dilakukan analisis kebutuhan dan selanjutnya disusun rencana pengadaan.

70

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

10
Langkah Penyusunan RPMD

Identifikasi & Inventarisasi BMD Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis Kebutuhan Penganggaran Pelaksanaan & Penatausahaan Pelaporan & Evaluasi

Sedangkan langkah-langkan penyusunan Rencana Pengelolaan Barang Milik Daerah secara umum dimulai dengan identifikasi dan inventarisasi BMD untuk mengetahui kondisi nyata BMD saat ini, kemudian melakukan analisa terhadap tingkat pelayanan yang akan dicapai dan kebutuhan terhadap barang. Selanjutnya dilakukan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan. Sebagai langkah terakhir dilaksanakan pelaporan dan evaluasi. Langkah identifikasi dan inventarisasi adalah untuk mengetahui kondisi BMD dengan melakukan pemeriksaan secara fisik, admisnistratif, mengetahui nilai ekonomis barang, masa residual serta mengetahui biaya pemeliharaan barang terkait.

11
Identifikasi
Melakukan pemeriksaan BMD meliputi ukuran, spesifikasi dan kondisi fisik Melakukan pengumpulan dan pemeriksaan data-data legal baik secara administrasi dan hukum Mengetahui keberadaan, nilai ekonomis, sisa masa manfaat secara teknis Mengetahui biaya pemeliharaan BMD tersebut

12
Inventarisasi
SKPD : Kab./Kota: Provinsi :
Nomor No. Urut Kode Barang Register Spesifikasi Barang Nama/ Jenis Barang 4 Merk/ Tipe No.Sertifikat No.Pabrik No.Chasisi No.Mesin 6 Bahan Asal/Cara Perolehan Barang Tahun Perolehan Ukuran Barang/ Konstruksi (P,S,D) 10 Satuan Keadaan Barang (B/KB/RB)

No. Kode Lokasi


Jumlah Barang Harga Ket.

11

12

13

14

15

........, ............................ Mengetahui Kepala SKPD (...............................................) NIP ................. Pengurus Barang

(...............................................) NIP .................

Untuk melakukan inventarisasi, dilakukan pemeriksaan fisik BMD dengan mengumpulkan informasi-informasi seperti yang dibutuhkan untuk melengkapi form disamping, seperti kode barang, spesifikasi barang, perolehan, tahun perlolehan, satuan, kondisi dan jumlah barang dalam format unit dan nilai rupiah.
HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

71

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

13
Alur Rencana Kebutuhan BMD
Renstra SKPD Renja SKPD

Analisis Tingkat Pelayanan Kebutuhan BMD

LBPT Kondisi Existing

Analisis Kebutuhan Penambahan Penggantian Pemeliharaan Pemanfaatan Penghapusan

RKBMD

RKPBMD

DBMDYAD

DUBYAD

KUA & PPAS RKA SKPD Belanja Modal Belanja Pemeliharaan

Slide di atas menjelaskan alur makro perencanaan pengelolaan BMD. Dimulai dari perencaraan strategis SKPD (Renstra) untuk mendefinisikan tingkat pelayanan yang ditetapkan/akan dicapai. Kemudian dilakukan analisis kebutuhan dan kondisi terhadap BMD terhadap tingkat pelayanan yang ditetapkan. Dari hasil analisis dapat diketahui rekomendasi tindakan, yaitu: penambahan, penggantian, pemeliharaan, penghapusan dan pemanfaatan.

72

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

14
Analisis

Analisis tingkat pelayanan dilakukan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang output/outcome dari program yang akan dicapai Analisis kebutuhan dilakukan dengan membandingkan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan output/ outcome program yang akan dicapai

Analisis tingkat pelayanan

RKBU

Analisis kebutuhan: 1. Penambahan 2. Pemeliharaan 3. Penggantian 4. Penghapusan

DRKBU

DRKPBU

DUBYAD

DBMDYD

KUA DAN PPAS RKA

Belanja Modal

Belanja Pemeliharaan

Perencanaan penganggaran untuk pemenuhan kebutuhan barang harus terinci dengan memuat banyaknya barang, nama barang, waktu dan jumlah biaya yang diperlukan. Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh kepala daerah.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

73

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

15

Bagikan lembar contoh kasus dan fasilitasi peserta untuk mendiskusikan kasus yang disediakan.

Contoh Kasus

16

Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Fasilitator diminta untuk mempelajari baik-baik trainers note terlampir.
Latihan 4 Analisis Tingkat Pelayanan

17
Penilaian Kondisi BMD

Pelaporan tentang kondisi barang milik daerah diperlukan sebagai informasi yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan terhadap barang tersebut Penilaian mengenai tingkat pentingnya BMD dalam mencapai tingkat pelayanan yang diharapkan Kondisi BMD dapat dikategorikan dalam 3 variasi, yaitu baik, rusak ringan, dan rusak berat Pertimbangan pengadaan BMD: - Mengisi kebutuhan dari SKPD - Mengganti barang-barang yang rusak, dihapus, dijual atau hilang - Memenuhi jatah sesuai standar - Untuk menjaga tingkat persediaan yang effisien dan efektif - Tertinggal secara tehnis atau tidak effisien lagi

Slide di atas ini membahas mengenai kriteria yang bisa dipertimbangkan untuk digunakan dalam menilai kondisi BMD, artinya untuk mengetahui kondisi BMD dan mengambil tindakan terhadap kondisi BMD bersangkutan

74

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

18
* Kriteria Penting Barang Milik Daerah

Tingkat Penting Tinggi (T)


Akibat dari Kerusakan BMD Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi tidak dapat terlaksana) Berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat Berdampak pada lingkungan Menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional)

Sedang (S)

Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Cukup menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat terlaksana

namun tidak optimal)


Ada kemungkinan berpengaruh terhdp keamanan dan keselamatan pegawai/

masyarakat
Cukup berdampak pada lingkungan Dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar

Rendah (R)

Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat Sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (tupoksi masih dapat

dilaksanakan dengan baik)


Tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau

masyarakat.
Sedikit berdampak pada lingkungan Hanya menimbulkan sedikit biaya

Berdasarkan tingkat layanan dan biaya operasional, BMD digolongkan penting apabila: Berdampak pada tingkat layanan kepada masyarakat; menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi tidak dapat terlaksana); berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/ masyarakat; berdampak pada lingkungan; menimbulkan biaya yang sangat besar (biaya perawatan atau operasional). BMD digolongkan sedang apabila: Kemungkinan memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat; cukup menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat terlaksana namun tidak optimal); ada kemungkinan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai/masyarakat; cukup berdampak pada lingkungan; dalam jangka panjang akan menimbulkan biaya yang cukup besar. Kriteria BMD digolongkan rendah apabila: Kemungkinan tidak memberi dampak pada tingkat layanan kepada masyarakat; sedikit menghambat operasional aktivitas kerja (Tupoksi masih dapat dilaksanakan dengan baik); tidak berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan pegawai atau masyarakat; sedikit berdampak pada lingkungan; hanya menimbulkan sedikit biaya

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

75

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

19
Penilaian BMD Berdasarkan Tingkat Penting

No 1

Kriteria Penting Jumlah Masyarakat yang dilayani

Indikator < 10 > 10 < 50 > 50 < 100 > 100

Skor (S) 1-10 2 5 8 10 0 5 10 0 5 10 0 5 10 2 4 6 8 10 Jumlah

Bobot (B) 1-5

Nilai (S x B)

50

Pengaruh terhadap pelaksanaan operasional aktivitas (Tupoksi)

Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berpengaruh Sedikit berpengaruh Sangat berpengaruh Tidak berdampak Sedikit berdampak Sangat berdampak < 50 jt

40

Pengaruh terhadap keamanan dan keselamatan Dampak terhadap lingkungan

30

Biaya yang ditimbulkan

> 50 jt < 100 jt >100 jt < 150 jt > 150 jt < 200 jt > 200 jt

135

Slide berikut membahas skala penilaian BMD berdasarkan tingkat pentingnya BMD. Semakin tinggi skor atas BMD maka semakin penting pula BMD tersebut. 20
Penilaian Tingkat Pentingnya BMD

Level Penting Tinggi Sedang Rendah

Nilai 101 150 51 100 0 - 50

Setelah dilakukan penilaian BMD dan mendapatkan angka skor tingkat pentingnya, kemudian skor tersebut dikelompokkan berdasarkan nilai skor seperti tertera dalam slide disamping.

76

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

21
Kriteria Kondisi

Jenis Barang Barang Bergerak

Kondisi Baik (B)

Indikasi Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh tetapi kurang berfungsi dengan baik. Untuk berfungsi dengan baik memerlukan perbaikan ringan dan tidak memerlukan penggantian bagian utama/ komponen pokok. Apabila kondisi barang tersebut tidak utuh dan tidak berfungsi lagi atau memerlukan perbaikan besar/penggantian bagian utama/ komponen pokok, sehingga tidak ekonomis untuk diadakan perbaikan/rehabilitasi.

Rusak Ringan (RR)

Rusak Berat (RB)

Kriteria kondisi BMD barang bergerak dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B), Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Tindakan terhadap BMD didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalahpemeliharaan, kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang berat, kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

77

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

22
Kriteria Kondisi......Lanjutan

Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Tanah

Kondisi Baik (B)

Indikasi Apabila kondisi tanah tersebut siap dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Apabila kondisi tanah tersebut karena sesuatu sebab tidak dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan dan masih memerlukan pengolahan/perlakuan (misalnya pengeringan, pengurugan, perataan dan pemadatan) untuk dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Apabila kondisi tanah tersebut tidak dapat lagi dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya karena adanya bencana alam, erosi dan sebagainya.

Rusak Ringan (RR)

Rusak Berat (RB)

Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B), Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan, kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang berat, kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.

78

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

23
Kriteria Kondisi......Lanjutan

Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Bangunan

Kondisi Baik (B)

Indikasi Apabila bangunan tersebut utuh dan tidak memerlukan perbaikan yang berarti kecuali pemeliharaan rutin. Apabila bangunan tersebut masih utuh, memerlukan pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan pada komponen-komponen bukan konstruksi utama. Apabila bangunan tersebut tidak utuh dan tidak dapat dipergunakan lagi.

Rusak Ringan (RR)

Rusak Berat (RB)

Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa bangunan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B), Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan, kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang berat, kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

79

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

24
Kriteria Kondisi......Lanjutan

Jenis Barang Barang Tidak Bergerak: Jalan dan Jembatan

Kondisi Baik (B)

Indikasi Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik.

Rusak Ringan (RR)

Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh namun memerlukan perbaikan ringan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan tidak utuh/tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan perbaikan dengan biaya besar.

Rusak Berat (RB)

Kriteria kondisi BMD barang tidak bergerak berupa jalan dan jembatan dikelompokan dalam 3 kondisi: Baik (B), Rusak Ringan (RR) dan Rusak Berat (RB). Tindakan terhadap BMD berupa barang bergerak didasarkan pertimbangan ini yaitu bila BMD kondisi baik maka tindakannya adalah pemeliharaan, kondisi rusak ringan tindakannya pemeliharaan sedang berat, kondisi BMD rusak berat tindakannya pemeliharaan berat dan atau penghapusan.

80

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

25
Matriks Alternatif Keputusan

Penting\ Kondisi

Baik (B)

Rusak Ringan (RR) Pemeliharaan Sedang (PS)

Rusak Berat (RB) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Pemeliharaan Berat (PB) Penggantian (G) Penghapusan (H)

Tinggi (T)

Pemeliharaan Ringan (PR)

Sedang (S)

Pemeliharaan Ringan (PR)

Pemeliharaan Sedang (PS)

Rendah (R)

Pemeliharaan Ringan (PR) Pemanfaatan (M)

Pemeliharaan Sedang (PS) Pemanfaatan (M) Pemindahtangan (P)

Kemudian setelah mengetahui tingkat kepentingan BMD dan kondisi BMD bersangkutan, tindakan-tindakan umum yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan dapat dijelaskan melalui slide disamping. 26
Rencana Kebutuhan Barang
Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun oleh masing-masing unit sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKASKPD) dengan memperhatikan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah;

Dalam perencanaan kebutuhan dan penganggaran barang daerah perlu adanya pemahaman dari seluruh satuan kerja perangkat daerah terhadap tahapan kegiatan pengelolaan barang milik daerah, sehingga koordinasi dan sinkronisasi dalam kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik. Pembantu pengelola melaksanakan koordinasi, menyiapkan/ menyusun dan menghimpun: a. Rencana kebutuhan barang milik daerah untuk satu tahun anggaran yang diperlukan oleh setiap SKPD; dan b. Standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah dan standarisasi harga. (Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman, kualitas, kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan, yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu).

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

81

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

27
Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang
Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing Unit/Satuan Kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi; Adanya barang-barang yang rusak, dihapus, dijual, hilang, mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian; Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan, jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang; Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif; dan Pertimbangan teknologi.

Dalam melakukan perencanaan kebutuhan barang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan yaitu: 1. Untuk mengisi kebutuhan barang pada masing-masing unit/satuan kerja sesuai besaran organisasi/jumlah pegawai dalam satu organisasi; 2. Adanya barang-barang yang rusak, dihapus, dijual, hilang, mati atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian; 3. Adanya peruntukan barang yang didasarkan pada peruntukan standar perorangan, jika terjadi mutasi bertambah personil sehingga mempengaruhi kebutuhan barang; 4. Untuk menjaga tingkat persediaan barang milik daerah bagi setiap tahun anggaran bersangkutan agar efisien dan efektif; dan 5. Pertimbangan teknologi. Kegiatan perencanaan dan penentuan kebutuhan didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan halhal sebagai berikut: a. Barang apa yang dibutuhkan; b. Dimana dibutuhkan; c. Bilamana dibutuhkan; d. Berapa biaya; e. Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan; f. Alasan-alasan kebutuhan; dan g. Cara pengadaan. SKPD sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. Masing-masing SKPD menyusun Rencana Kebutuhan Barang dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Setelah APBD ditetapkan setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola. Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD, diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. Daftar kebutuhan barang daerah tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah.
HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

28
Pertimbangan Rencana Kebutuhan Barang
Didasarkan atas beban tugas dan tanggungjawab masing-masing unit sesuai anggaran yang tersedia dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Barang apa yang dibutuhkan; Dimana dibutuhkan; Bilamana dibutuhkan; Berapa biaya; Siapa yang mengurus dan siapa yang menggunakan; Alasan-alasan kebutuhan; dan Cara pengadaan. Standarisasi dan spesifikasi barang-barang yang dibutuhkan, baik jenis, macam maupun jumlah dan besarnya barang yang dibutuhkan.

29
Tahapan Kegiatan
Pengguna Barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA-SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD; Setiap SKPD menyusun RKBarang dan RKPB, disampaikan kepada Pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD); Setelah APBD ditetapkan, setiap SKPD menyusun Daftar Rencana Tahunan Barang dan disampaikan kepada kepala daerah melalui pengelola; Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD, diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) untuk satu tahun anggaran; DKBMD tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah

82

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

30
Rencana Pemeliharaan BMD

Penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris, yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang, jenis pekerjaan, banyaknya atau volume pekerjaan, perkiraan biaya, waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya.

Pemeliharaan merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam kedaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Pemeliharaan dilakukan terhadap barang inventaris yang sedang dalam unit pemakaian, tanpa merubah, menambah atau mengurangi bentuk maupun kontruksi asal, sehingga dapat dicapai pendayagunaan barang yang memenuhi persyaratan baik dari segi unit pemakaian maupun dari segi keindahan. Rencana pemeliharaan barang yaitu penegasan urutan tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan terhadap barang inventaris, yang dengan tegas dan secara tertulis memuat macam/jenis barang, jenis pekerjaan, banyaknya atau volume pekerjaan, perkiraan biaya, waktu pelaksanaan dan pelaksanaannya. Penyelenggaraan pemeliharaan dapat berupa : a. Pemeliharaan ringan adalah pemeliharaan yang dilakukan sehari- hari oleh unit pemakai / pengurus barang tanpa membebani anggaran; b. Pemeliharaan sedang adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara berkala oleh tenaga terdidik/ terlatih yang mengakibatkan pembebanan anggaran; dan c. Pemeliharaan berat adalah pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara sewaktu-waktu oleh tenaga ahli yang pelaksanaannya tidak dapat diduga sebelumnya, tetapi dapat diperkirakan kebutuhannya yang mengakibatkan pembebanan anggaran. Penyelenggaraan pemeliharaan dimaksudkan untuk mencegah barang milik daerah terhadap bahaya kerusakan yang disebabkan oleh faktor: a. Biologis; b. Cuaca, suhu dan sinar; c. Air dan kelembaban; d. Fisik yang meliputi proses penuaan, pengotoran debu, sifat barang yang bersangkutan dan sifat barang lain, benturan, getaran dan tekanan; dan e. Lain-lainnya yang dapat mengakibatkan perubahan kualitas dan sifat-sifat lainnya yang mengurangi kegunaan barang.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

83

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

31
Ketentuan Rencana Pemeliharaan
Memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang, jenis pekerjaan, banyaknya atau volume pekerjaan, perkiraan biaya, waktu dan pelaksanaannya Sebagai bahan penyusunan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang SKPD ditandatangani oleh Kepala SKPD. Setiap perubahan yang akan diadakan pada Rencana Pemeliharaan Barang harus dengan sepengetahuan Kepala SKPD yang bersangkutan, sebelum diajukan kepada Pengelola melalui Pembantu Pengelola.

Setiap unit diwajibkan untuk menyusun rencana pemeliharaan barang dimaksud dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Harus memuat ketentuan mengenai macam/jenis barang, jenis pekerjaan, banyaknya atau volume pekerjaan, perkiraan biaya, waktu dan pelaksanaannya; 2. Menjadi bahan dalam menyusun rencana APBD, khususnya Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang; dan 3. Rencana Tahunan Pemeliharaan Barang disampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk dipergunakan sebagai pedoman selama tahun anggaran yang bersangkutan. Untuk rencana tahunan pemeliharaan barang bagi SKPD ditandatangani oleh kepala SKPD dan diajukan pada waktu dan menurut prosedur yang ditetapkan, dengan demikian maka rencana tahunan pemeliharaan barang merupakan landasan bagi pelaksanaan pemeliharaan barang. Setiap perubahan yang akan diadakan pada rencana pemeliharaan barang harus dengan sepengetahuan kepala SKPD yang bersangkutan, sebelum diajukan kepada pengelola melalui pembantu pengelola. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah dilaksanakan oleh pembantu pengelola, pengguna dan kuasa pengguna sesuai dengan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD) yang ada di masing-masing SKPD. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah ditetapkan dengan surat perintah kerja/surat perjanjian/kontrak yang ditandatangani oleh kepala SKPD.

84

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

32

KAB/KOTA PROVINSI DAFTAR RENCANA KEBUTUHAN BARANG UNIT (RKBU) TAHUN ANGGARAN .
No Nama/Jenis Barang 2 Merk/Tipe Ukuran 3 Jumlah Barang 4 Harga Satuan (Rp) 5 Jumlah Biaya (Rp) 6 Kode Rekening 7 Keterangan

.......,................ Kepala SKPD

(....................................) NIP: ..............................

Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) 33

UNIT : KAB/KOTA : PROVINSI :

DAFTAR RENCANA PEMELIHARAAN BARANG UNIT (RKPBU) TAHUN ANGGARAN .


Uraian Pemeliharaan 3 Lokasi Kode Barang 5 Jumlah Barang 6 Harga Satuan 7 Jumlah Biaya (Rp) 8 Kode Rekening 9 Keterangan

No

Nama/Jenis Barang 2

10

.......,................ Kepala SKPD (....................................) NIP: ..............................

Slide ini menampilkan formulir Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Unit (RKPBU)
HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

85

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

34

Jelaskan petunjuk mengerjakan latihan sesuai dengan trainers note yang terdapat dalam bagian lampiran. Fasilitator diminta untuk memperlajari baik-baik trainers note terlampir.
Latihan 5 Analisis Kebutuhan

35
Penganggaran
Susun RKBU dalam RKA SKPD Jabarkan kedalam program kegiatan, selaraskan dg KUA & PPAS Masukkan kedalam RKA SKPD pada format 2.2. 1 dan 2.2. Masuk dalam RAPBD, pembahasan di DPRD Persetujuan DPRD, Evaluasi MDN/GUB lalu Penetapan Perda APBD Penyusunan DPA SKPD, penyesuaian dg Perda APBD Persetujuan Sekda dan pengesahan oleh PPKD

Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pengguna barang merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sebagai bahan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD); Setiap SKPD menyusun rencana kebutuhan barang dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang kemudian menyampaikan kepada pengelola melalui pembantu pengelola untuk meneliti dan menyusun menjadi Rencana Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RDKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD); rencana kebutuhan barang SKPD disusun berdasarkan standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan kepala daerah (Pengelola bersama pengguna membahas usul rencana kebutuhan barang milik daerah/rencana kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah masing-masing SKPD tersebut dengan memperhatikan data barang pada pengguna dan/atau pengelola untuk ditetapkan sebagai Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) Setelah APBD ditetapkan, pembantu pengelola menyusun Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBMD), sebagai dasar pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah. Berdasarkan rencana tahunan barang dari semua SKPD, diteliti dan dihimpun menjadi Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) untuk satu tahun anggaran. Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah (DKBMD) dan Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (DKPBD), ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

36
Penganggaran....Lanjutan

Setelah keputusan ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah SKPD yang bersangkutan merencanakan dan menyusun kebutuhan barang dalam RKA SKPD sebagai bahan dalam penyusunan RAPBD. SKPD menyusun rencana kebutuhan barang unit (RKBU) dan rencana kebutuhan pemeliharaan barang unit (RKPBU).

86

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

37
Rencana Tahunan Barang Unit Pengadaan dan Pemeliharaan
Sebagai dasar pelaksanaan Sebagai dasar pengawasan Ditanda tangani Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Perubahan RTBU atas persetujuan Kepala Daerah Kompilasi RTBU menjadi DKBPD (Daftar Kebutuhan Barang Pemerintah Daerah) yang meliputi : Belanja Pemeliharan dan Belanja Modal

Perencanaan kebutuhan barang milik daerah disusun dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah setelah memperhatikan ketersediaan barang milik daerah yang ada. Perencanaan kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) dengan memperhatikan data barang yang ada dalam pemakaian. Perencanaan kebutuhan dan pemeliharaan barang milik daerah berpedoman pada standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah dan standar harga yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Peraturan Kepala Daerah dan Keputusan Kepala Daerah dijadikan acuan dalam menyusun Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD). Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKMD) dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah (RKPBMD) sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing satuan kerja perangkat daerah sebagai bahan penyusunan rencana APBD.

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

87

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

88

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 4: Analisis Tingkat Pelayanan

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

89

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

90

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 4: Contoh Kasus Tingkat Pelayanan Dinas Kesehatan


Tujuan dan sasaran umum (jangka menengah) Dinas Kesehatan Kota Sukaraja adalah: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja (RPJMD). Tingkat layanan tsb dapat tercapai jika jumlah Puskesmas sebanyak 5 unit, Puskesmas pembantu 12, dan kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit. (Diasumsikan target layanan ini dapat direalisasikan dalam jangka waktu 3 tahun) Pada saat ini Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas pembantu 5 unit, dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit, kendaraan operasional sebanyak 4 unit, motor 5 unit, peralatan komputer sebanyak 11 unit. Perlengkapan kantor 8 unit dan peralatan kesehatan dan kedokteran 7 set. Dengan BMD yang dimiliki ini, baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin Identifikasi Kebutuhan BMD Menyiapkan data yang dibutuhkan: - Jumlah kecamatan dan keluruhan - Jumlah penduduk - Jumlah penduduk di tiap kecamatan dan kelurahan - Jumlah dan % penduduk miskin (termasuk ditiap kecamatan dan kelurahan) - Identifikasi BMD utama dalam pelayanan - Identifikasi BMD pendukung - Berapa besar kapasitas BMD utama untuk melayani masyarakat - Berapa % masyarakat yang dapat dilayani dengan BMD yang ada Memperkirakan jumlah dan harga perolehan BMD yang dibutuhkan dalam jangka menengah (3 tahun) dan dibreakdown dalam jangka satu tahunan Buat daftar kebutuhan BMD Perkiraan Perhitungan Kebutuhan BMD Jumlah kecamatan: 5 dan kelurahan 40 Jumlah penduduk 600 ribu jiwa Penduduk miskin sebanyak 20% dari jumlah penduduk atau 120 ribu jiwa Tingkat layanan yang diinginkan 50% dari jumlah penduduk miskin atau 60 ribu jiwa BMD utama untuk melayani kesehatan masyarakat adalah Puskesmas (tanah dan sedung) dan kendaraan unit kesehatan BMD pendukung adalah perlengkapan dan peralatan untuk operasionalisasi kantor dinas, Puskesmas dan kendaraan unit kesehatan Kapasitas BMD: Puskesmas dapat melayani 5.000 jiwa/tahun Puskesmas pembantu: 2.500 jiwa/tahun 1 unit kendaraan pelayanan kesehatan: 1.000 jiwa/tahun

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

91

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Diprioritaskan di tiap kecamatan ada 1 Puskesmas dan 1 kendaraan unit kesehatan masyarakat serta tiap kelurahan ada 1 Puskesmas pembantu Puskesmas 5 unit X 5.000 orang = 25.000 orang Puskesmas pembantu 40 unit X 2.500 orang = 100.000 orang Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang = 5.000 orang 130.000 orang Untuk dapat melayani 60 ribu jiwa penduduk miskin, maka dibutuhkan: Puskesmas 5 unit X 5.000 orang = 25.000 orang Puskesmas pembantu 12 unit X 2.500 orang = 30.000 orang Kendaraan unit kesehatan 5 unit X 1.000 orang = 5.000 orang 60.000 orang Maka kebutuhan BMD utama untuk mencapai target pelayanan dalam jangka waktu 3 tahun adalah 5 Puskesmas, 12 Puskesmas pembantu dan 5 kendaraan unit kesehatan. Dengan BMD yang dimiliki saat ini, baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin, sehingga untuk mencapai tingkat 50% masih harus ditingkatkan sebesar 30% Jika target pelayanan diharapkan dapat terealisir dalam 3 tahun, maka pertahun diharapkan ada peningkatan target pelayanan sebesar 10% atau 12.000 masyarakat miskin (120.000 x 10%) Maka BMD utama yang dibutuhkan tiap tahun adalah: Puskesmas 1 unit x 5.000 orang = 5.000 orang Puskesmas pembantu 2 unit x 2.500 orang = 5.000 orang Kendaraan unit kesehatan 2 unit x 1.000 orang = 2.000 orang 12.000 orang

92

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Daftar Kebutuhan BMD


SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta KEBUTUHAN BMD
Nama/Jenis Barang Merk/Tipe/Ukuran Jumlah Barang Pagu Indikatif

Tanah Puskesmas

300 m2

300.000.000

Bangunan Puskesmas

250 m2

1.000.000.000

Kendaraan Unit Kesehatan

Station Wagon

450.000.000

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

93

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Kondisi Existing BMD


SASARAN (TINGKAT PELAYANAN) Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Surakarta. Kode Nama/Jenis Barang Barang Gedung Puskesmas 1 Merk/Tipe/ Ukuran 250 m2 Tingkat Penting* Tinggi Kondisi** Alternatif Keputusan Pemeliharaan Ringan

RR

Gedung Puskesmas 2

300 m2

Tinggi

RB

Pemeliharaan Berat

94

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PANDUAN LATIHAN 5: Analisis Tingkat Kebutuhan

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

95

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

96

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Latihan 5 Existing BMD dan Analisis Tingkat Kesenjangan


Informasi dari Dinas Kesehatan Kota Sukaraja: 1. Tujuan dan sasaran umum Dinas Kesehatan Kota Sukaraja adalah Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan target layanan adalah masyarakat yang terakses pelayanan kesehatan sebesar 50% dari jumlah masyarakat miskin di Kota Sukaraja. Untuk mencapai tersebut target layanan tersebut dirumuskan indikator kinerja untuk Barang Milik Daerah sebagai berikut: a. Jumlah Puskesmas dan perangkatnya sebanyak 5 unit b. Jumlah Puskesmas pembantu dan perangkatnya sebanyak 12 c. Jumlah kendaraan unit kesehatan masyarakat yang difungsikan untuk Puskesmas keliling sebanyak 5 unit 2. Pada saat ini Dinas Kesehatan Kota Sukaraja sudah memiliki Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas pembantu 5 unit, dan belum memiliki kendaraan unit kesehatan. Kendaraan ambulan 1 unit, kendaraan operasional sebanyak 4 unit, kendaraan bermotor roda dua 5 unit, peralatan komputer sebanyak 10 unit, laptop 1 unit, perlengkapan kantor, poliklinik set dan peralatan kedokteran. Untuk data barang milik daerah yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Sukaraja saat ini berdasarkan hasil inventarisasi barang yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: a. Tanah 1) Tanah bangunan kantor dinas kesehatan (01.01.11.04.01) yang terletak di Jalan Slamet Riyadi dengan luas 3.000 m2, digunakan untuk lokasi kantor dinas kesehatan. Tanah diperoleh pada tahun 1980 dengan harga perolehan Rp. 500.000.000 dengan No. sertifikat S-7648373 2) Tanah bangunan Puskesmas (01.01.11.04.12) dengan perincian: a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas 750 m2 diperoleh dengan harga Rp. 75.000.000 pada tahun 1985 (Reg. 0001) dengan No. sertifikat S-7748303. b) Di kecamatan Jebres dengan luas 400 m2 diperoleh dengan harga Rp. 40.000.000 pada tahun 1989 (Reg. 0004) dengan No. sertifikat S-6644373 c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas 200 m2 diperoleh dengan harga Rp. 25.000.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002) dengan No. sertifikat S-4648973 (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 150 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. 0005) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. 17.500.000 dengan No.sertifikat S-6644303 (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas 175 m2 dengan harga perolehan Rp. 20.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0007) dengan No. sertifikat S-8646333 (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas 135 m2 dengan harga perolehan Rp 15.000.000 pada tahun 1988 (Reg. 0003) denganNo. sertifikat S-5688379 (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 145 m2 dengan harga perolehan Rp. 18.000.000 pada tahun 1992 (Reg. 0006) dengan No. sertifikat S-6645343

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

97

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

b. Peralatan dan Mesin 1) Kendaraan a) Ambulan (02.03.01.04.01) merk Kijang merupakan hibah dari Departemen Kesehatan pada tahun 2000 (Reg. 0001) dan ditempatkan di Puskesmas Banjarsari. Kendaraan ini dinilai sebesar Rp. 250.000.000. No. BPKB A.7649876. Kondisi saat ini rusak berat karena tabrakan dan sudah satu tahun tidak digunakan. b) Sedan (02.03.01.01.01), merk Toyota Corolla Altis yang digunakan oleh Kepala Dinas. Diperoleh pada tahun 2003 (Reg. 0001) dengan harga perolehan Rp. 350.000.000. No. BPKB A.639857. Kondisi saat ini rusak ringan. c) Station wagon (02.03.01.01.03) meliputi: (1) 2 unit merk Suzuki Futura diperoleh pada tahun 1992 dengan harga perolehan Rp. 190.000.000. (Reg. 0001-0002). No. BPKB A.8658736-7. Satu dengan kondisi rusak ringan dan satunya kondisi baik (2) 1 unit merk Daihatsu Zebra diperoleh pada tahun 2000 dengan harga perolehan Rp. 85.000.000 (Reg. 0003). No. BPKB A.5384768. Kondisi rusak ringan. (3) 1 unit merk Toyota Kijang diperoleh pada tahun 2003 dengan harga perolehan Rp. 150.000.000. (Reg. 0004). No. BPKB A.8563873. Kondisi baik. d) Kendaraan bermotor beroda dua (02.03.01.05.01) sebanyak 5 unit dengan merk Honda Supra yang dibeli tahun 2004 (Reg. 0001-0005) dengan harga perolehan Rp. 65.000.000. No. BPKB C.4367381-5. Kondisi kendaraan, 3 unit baik, 1 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat. 2) Komputer dan perlengkapannya, a) PC unit (02.06.03.02.01) sejumlah 10 unit dengan rincian: (1) 5 unit dengan merk Acer (Reg. 0001-005) diperoleh dengan harga Rp. 7.500.000 per unit pada tahun 2000. 3 unit kondisi baik dan 2 unit kondisi rusak berat. (2) 5 unit dengan merk IBM (Reg. 0006-010) diperoleh dengan harga Rp. 10.000.000 per unit pada tahun 2005. Semua dalam kondisi baik, namun ada 2 unit yang tidak digunakan secara optimal (jarang digunakan). b) 1 unit laptop (02.06.03.02.02) dengan merk Toshiba (Reg. 0001) diperoleh dengan harga Rp. 15.000.000 pada tahun 2006. Kondisi baik 3) Perlengkapan Kantor berupa meja, kursi dan lemari kantor (02.06.04.01-07.01-10) dengan merk Olimpic yang digunakan di kantor dinas dan Puskesmas-Puskesmas pembantu sebanyak 8 unit dengan total harga perolehan Rp. 80.000.000 pada tahun dioperasikannya kantor dinas, Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. Kondisi 5 unit Baik, 2 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat. 4) Poliklinik Set (02.08.01.13.01-10), ada 7 set dengan merk Medica: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp. 75.000.0000, masingmasing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai (TG/tidak digunakan) 5) Peralatan kedokteran (02.08.01.01.01-10), ada 7 set: 2 set di Puskesmas dan 5 set di Puskesmas pembantu dengan total harga perolehan Rp. 52.500.0000, masing-masing diperoleh pada tahun dioperasikannya Puskesmas dan Puskesmas pembantu tersebut. Kondisi barang 6 Set dalam keadaan baik dan 1 set tidak terpakai.

98

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

c. Gedung dan Bangunan 1) Gedung permanen 2 tingkat beton (03.11.01.01.01) dibangun diatas tanah pada No a.1) pada tahun 1981 (Reg. 0001), luas bangunan 5000 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 1.350.000.000. Kondisi bangunan rusak ringan. 2) Bangunan Puskesmas (03.11.01.06.10) dengan perincian a) Di Kecamatan Banjarsari dengan luas bangunan 500 m2 dibeli dengan harga Rp. 250.000.000 pada tahun 1985 (Reg. 0001). Kondisi bangunan rusak berat. b) Di Kecamatan Jebres dengan luas bangunan 300 m2 dibangun dengan harga Rp 150.000.000 pada tahun 1990 (Reg. 0003). Kondisi bangunan baik c) Untuk Puskesmas pembantu dengan perincian sebagai berikut: (1) Di Kelurahan Kadipiro dengan luas bangunan 150 m2 dibeli dengan harga Rp. 55.000.000 pada tahun 1987 (Reg. 0002). Kondisi bangunan rusak berat dan sudah satu tahun yang lalu tidak digunakan lagi. (2) Di Kelurahan Kepatihan dengan luas 100 m2 diperoleh dari hibah dari perorangan pada tahun 1990 (Reg. 0004) dan dinilai dengan harga pasar sebesar Rp. 35.500.000. Kondisi bangunan baik. (3) Di Kelurahan Jagalan dengan luas bangunan 125 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. 65.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0006). Kondisi bangunan baik. (4) Di Kelurahan Mangkubumen dengan luas bangunan 110 m2 dibangun dengan harga perolehan Rp 50.000.000 pada tahun 1990 (Reg. 0005). Kondisi bangunan rusak ringan. (5) Di Kelurahan Sumber dengan luas 120 m2 dibeli dengan harga perolehan Rp. 87.000.000 pada tahun 1995 (Reg. 0007). Kondisi bangunan baik. 3. Dengan BMD yang dimiliki sebagaimana tersebut di atas, Dinas Kesehatan Kota Sukaraja baru dapat melayani 20% dari total masyarakat miskin. 4. Di asumsikan target layanan ini dapat terealisasikan dalam jangka waktu 3 tahun. Pagu indikatif BMD untuk satu tahun adalah Rp. 2.500.000.000 yang digunakan untuk pengadaan dan pemeliharaan BMD. Berdasarkan data tersebut di atas, peserta diminta untuk: 1. Melakukan analisis kondisi existing BMD 2. Melakukan analisis kebutuhan untuk satu tahun 3. Melakukan analisis kesenjangan antara kondisi existing BMD dengan kebutuhan untuk satu tahun 4. Membuat rancangan kebutuhan BMD dan anggaran

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

99

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

100

HARI 3 SESI 5: RENCANA PENGELOLAAN BARANG DAERAH

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

SESI 6 Transfer Pembelajaran, Evaluasi dan Penutup


Tujuan: Peserta mampu merangkum secara cepat tentang apa yang telah diberikan selama dua hari, terutama untuk topik-topik hari kedua. Peserta mampu melakukan refleksi terhadap materi pelatihan yang diberikan dan seberapa jauh pemahaman ini menambah pengetahuan mereka tentang pengelolaan barang daerah. Peserta dan fasilitator mampu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan lokakarya. Materi: Power Point Slide Lembar Post-test Lembar Transfer Pembelajaran Lembar Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan Waktu: 30 menit

Metode: Tanya Jawab. Melengkapi formulir-formulir isian. Alur: Menggunakan formulir transfer pembelajaran bersama-sama melakukan refleksi terhadap pemahaman materi yang telah dibahas selama 2 hari, dan tindak lanjut yang akan dilakukan (20 menit) Mengisi lembar evaluasi dan menampung masukan lain secara lisan ( 5 menit) Penutupan lokakarya ( 5 menit) Penjelasan Slide: Lihat halaman berikut!

HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP

101

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

102

HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Penjelasan Slide
38

Post-Test

Bagikan lembar (formulir) Post-Test kepada peserta. Post Test dan Pre-Test memuat pertanyaan yang sama. Berikan waktu sekitar 5-10 menit pada peserta untuk mengisinya. Rangkum hasil Post-Test dan bandingkan dengan hasil PreTest yang telah dirangkum sebelumnya (keduanya dalam bentuk %). Tampilkan hasil dari Post-Test yang dibandingkan dengan hasil Pre-Test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Peserta akan dapat melihat langsung adanya tingkat pemahaman yang lebih baik tentang anggaran kinerja setelah mengikuti pelatihan ini, semoga! Bagikan lembar transfer pembelajaran kepada peserta. Minta peserta untuk mengisinya secara individu. Untuk panduan yang lebih lengkap, silahkan ikuti petunjuk dalam trainers note.

39

Transfer Pembelajaran

40

Evaluasi Penutup

Bagikan lembar evaluasi kepada peserta dan minta peserta untuk mengisinya (berikan waktu 5 menit). Jika waktu yang tersisa tidak banyak, fasilitator bisa meminta beberapa wakil dari peserta untuk menyampaikan kesan-kesannya tentang penyelenggaraan pelatihan secara keseluruhan.

HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP

103

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

104

HARI 3 SESI 6: TRANSFER PEMBELAJARAN EVALUASI DAN PENUTUP

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

LAMPIRAN

LAMPIRAN

105

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

106

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 1

TOR: Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah dan Rencana Pengelolaan BMD
Koordinator Acuan Rencana Kerja Tanggal dan Lokasi Tujuan Finance & Budget Specialist (FBS) Rencana kerja kota/kabupaten Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Pemahaman, Pengetahuan dan Ketrampilan dalam hal: 1. Dasar Pengelolaan Barang Daerah (Basic Asset Management), meliputi: Aset Daerah dan Barang Daerah Pengelolaan Barang Daerah, meliputi: - Perencanaan kebutuhan dan penganggaran - Pengadaan - Penggunaan - Pemanfaatan - Pengamanan dan pemeliharaan - Penilaian - Penghapusan - Pemindahtanganan - Penatausahaan - Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian Penatausahaan Barang Daerah, meliputi: - Pengkodean Barang Daerah - Inventarisasi Barang Daerah - Pelaporan Barang Daerah 2. Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset (Asset Management Plan): Pengertian, tujuan dan manfaat Rencana Pengelolaan Aset Langkah-langkah penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Analisis kebutuhan dan analisis gap Untuk mencapai tujuan tersebut lokakarya ini akan dilaksanakan selama 3 hari kerja. Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan peserta akan mampu; Memahami pengertian Aset Daerah dan Barang Daerah Memahami Pengelolaan Barang Daerah Memahami Penatausahaan Aset Mampu meregister Barang Daerah (kode lokasi dan kode barang) Mampu menyusun Inventarisasi Barang Daerah Mampu menyusun Pelaporan Barang Daerah Memahami dan mampu menyusun Rencana Pengelolaan BMD

Pengukuran Tujuan

LAMPIRAN

107

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lanjutan Lampiran 1 Sasaran Peserta Jumlah Peserta Fasilitator Desain dan Ringkasan Materi Peserta lokakarya adalah Pengguna, Pengurus dan Penyimpan Barang Daerah SKPD Jumlah peserta lokakarya adalah maksimal 40 orang Minimal fasilitator terdiri dari : FBS dan 2 orang Service Providers Desain Pengaturan tempat: Ruangan terdiri dari 5- 8 kelompok meja Ringkasan Materi Hari 1 & 2 I : Pembukaan/registrasi II : Presentasi Definisi Aset dan Barang Daerah III : Latihan 1 - Mengidentifikasi Aset dan Barang Daerah IV : Presentasi Pengelolaan Barang Daerah V : Presentasi Penatausahaan VI : Latihan 2 - Kodefikasi VII : Latihan 3 - Pembukuan, Inventarisasi dan Pelaporan Hari 3 I : Pengertian Rencana Pengelolaan BMD II : Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD III : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan IV : Latihan : Analisis Tingkat Pelayanan dan Analisis kebutuhan Bahan Pendukung Bahan-bahan pendukung dalam penyelenggaraan lokakarya ini adalah sebagai berikut: 1. Lembar Pre -Post Test 2. Buku Inventaris Barang (peserta membawa buku inventaris barang masing-masing) 3. Kartu Inventaris Barang A - F, KIR, Buku Inventaris, Rekap Buku iInventaris, Laporan Mutasi Barang, Daftar Mutasi Barang, Rekap Daftar Mutasi Barang, Daftar Usulan Barang yang Akan Dihapus, Daftar Barang Milik Daerah yang Digunausahakan 4. Daftar kode lokasi (kecamatan dan SKPD selektif sesuai Provinsi dan kota/kab. bersangkutan ) 5. Daftar kode barang 6. Kunci Jawaban Latihan 7. Contoh Perda dan Juknis Inventarisasi BMD

108

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lanjutan Lampiran 1 Agenda Tentatif Agenda : Hari Pertama Pendaftaran ................................................................. Pembukaan ................................................................. Pre test ......................................................................... Aset Daerah dan Barang Daerah .............................. Pengelolaan Aset ......................................................... Rehat ............................................................................. Latihan 1: Identifikasi Aset ....................................... Perencanaan Kebutuhan ........................................... Istirahat ........................................................................ Pemanfaatan ............................................................... Penatausahaan ............................................................. Rehat Kopi dan Penutup ........................................... Hari Kedua: Pendaftaran ................................................................ Reviu Materi Hari I .................................................. Pengkodean ................................................................. Rehat Kopi .................................................................. Latihan 2: Pengkodean ............................................... Penatausahaan: Inventarisasi .................................... Istirahat ......................................................................... Latihan 3: Pembukuan, Inventarisasi dan Pelaporan ................. Pembahasan Latihan 3 ................................................ Post test ....................................................................... Transfer Pembelajaran ............................................... Rehat Kopi dan Penutup ............................................ 08.00 08.30 08.30 09.00 09.00 09.15 09.15 09.45 09.45 10.15 10.15 10.30 10.30 11.30 11.30 12.00 12.00 13.00 13.00 14.00 14.00 15.00 15.00 08.30 09.00 09.00 09.30 09.30 10.00 10.00 10.15 10.15 11.15 10.15 12.00 12.00 13.00 13.00 15.00 15.00 15.30 15.30 15.45 15.45 16.00 16.00

Hari Ketiga: Penyusunan Rencana Pengelolaan Aset Pendaftaran ................................................................... 08.30 08.45 Penjelasan Tujuan, Sasaran Lokakarya ...................... 08.45 09.00 Presentasi Rencana Pengelolaan BMD ..................... 09.00 09.30 Langkah Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD .. 09.30 10.00 Rehat Kopi...................................................................... 10.00 10.15 Contoh Kasus ............................................................... 10.15 10.30 Latihan 1: Analisis Tingkat Pelayanan ......................... 10.30 12.00 Istirahat .......................................................................... 12.00 13.00 Penilaian Kondisi BMD .............................................. 13.00 14.30 Latihan 2 : Analisis Kebutuhan ................................... 14.30 15.00 Rehat dan Penutup ....................................................... 15.00 15.30

LAMPIRAN

109

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

110

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 2

Panduan Pre Test Post Test Lokakarya Pengelolaan Barang Daerah

Tujuan: 1. Membandingkan pemahaman peserta sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya mengenai Dasar Pengelolaan Barang Daerah 2. Hasil perbandingan tersebut untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan lokakarya dalam memberikan pemahaman materi kepada peserta Waktu: 10 menit Proses: 1. Peserta mengisi Pre Test pada hari pertama sebelum pembahasan materi lokakarya dimulai. 2. Fasilitator menyiapkan tabel hasil Pre Test dan Post Test, bisa menggunakan plastik transparan atau file elektronik yang nantinya bisa ditayangkan menggunakan slide. 3. Fasilitator menghitung jumlah jawaban peserta yang benar dan salah kemudian menuliskan hasilnya pada tabel, pada kolom Pre Test. 4. Peserta mengisi Post Test pada hari terakhir setelah semua materi selesai disampaikan. 5. Fasilitator menghitung jumlah jawaban Post Test yang benar dan salah pada tabel, pada kolom Post Test (tabel yang digunakan adalah tabel yang sudah diisi dengan hasil Pre Test). 6. Fasilitator menayangkan hasil Pre Test dan Post Test pada slide. Penayangan untuk menunjukkan hasil perubahan pemahaman peserta terhadap materi, sebelum mengikuti lokakarya dan setelah mengikuti lokakarya. Kunci Jawaban: Pertanyaan No 1: jawaban e Pertanyaan No 2: jawaban d Pertanyaan No 3: jawaban c Pertanyaan No 4: jawaban c Pertanyaan No 5: jawaban b Pertanyaan No.6: jawaban b Pertanyaan No.7: jawaban c Pertanyaan No.8: jawaban a Pertanyaan No.9: jawaban b Pertanyaan No.10: jawaban d

LAMPIRAN

111

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Pre Test dan Post Test


1. Berikut ini dasar hukum pengelolaan barang daerah, kecuali: a. Permendagri No. 17 Tahun 2007 b. PP No. 6 Tahun 2006 c. UU No. 1 Tahun 2004 d. Semua salah 2. Yang dimaksud barang daerah adalah: a. Barang yang dibeli atau diperoleh dari beban APBD b. Barang yang diperoleh dari hibah c. Barang yang diperoleh dari pelaksanaan perjanjian/kontrak d. Barang yang diperoleh dari hasil kekayaan alam 3. Dalam pengelolaan barang daerah: a. Kepala daerah sebagai pengelola barang daerah b. Sekda sebagai pemegang kekuasaan barang daerah c. Kepala SKPD sebagai pengguna barang daerah d. Kepala Biro/Bagian Perlengkapan/Umum sebagai kuasa pengguna 4. Penatausahaan barang daerah meliputi: a. Perencanaan kebutuhan, penganggaran dan pengadaan b. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian c. Pembukuan, inventarisasi d. Pengaman, pemeliharaan dan penghapusan 5. Berapakah jumlah digit kode lokasi dan kode barang: a. 12 digit b. 14 digit c. 13 digit d. 15 digit 6. Pernyataan yang benar di bawah ini adalah: a. Pengguna barang diwajibkan melakukan investasi minimal sekali dalam setahun b. Inventarisasi barang persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan dilakukan minimal sekali dalam setahun c. Pengelola barang melakukan inventarisasi tanah dan bangunan dalam penguasaannya minimal sekali dalam setahun d. Pengguna barang menyampaikan laporan inventarisasi kepada pengelola barang lambat enam bulan setelah inventarisasi

112

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

7. Bentuk pemanfaatan barang daerah meliputi, kecuali: a. Sewa b. Pinjam pakai c. Penjualan d. Bangun guna serah 8. Dalam hal pengamanan barang daerah meliputi, kecuali: a. Pengamanan pembiayaan b. Pengamanan administrasi c. Pengamanan fisik d. Pengamanan hukum 9. Penyimpanan bukti kepemilikan barang daerah dilakukan oleh: a. Pengurus barang daerah b. Pengelola barang daerah c. Pengguna barang daerah d. Penyimpan barang daerah 10.Bentuk pemindahtangan barang daerah meliputi, kecuali: a. Tukar menukar b. Hibah c. Penyertaan modal daerah d. Pinjam pakai

LAMPIRAN

113

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

114

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 3

Transfer Pembelajaran
Waktu yang dibutuhkan: 15 menit Tujuan: Latihan ini bertujuan membantu peserta menuangkan pengalaman belajar yang diperoleh dalam lokakarya ini ke dalam kegiatan mereka sehari-hari sebagai pembuat kebijakan dan pegawai Pemda. Fokus dari latihan ini adalah untuk membangkitkan semangat, menuangkannya dalan sebuah rencana nyata dan mendapatkan komitmen pribadi dari peserta. Latihan ini lebih banyak dikerjakan secara individu dengan sedikit tukar pikiran. Proses: Mulailah dengan memberikan waktu sekitar 10 menit pada peserta untuk membaca dan menjawab kuesioner berikut secara individu. Setelah selesai mengisi kuesioner, minta mereka untuk secara cepat bertukar pikiran dengan rekan satu meja mengenai dua atau tiga hal yang akan mereka lakukan dengan berbeda dalam pekerjaan mereka berdasarkan apa yang telah mereka pelajari tentang daerah mereka sendiri serta dari lokakarya.

Catatan bagi pelatih: Secara umum tujuan dari setiap pelatihan adalah untuk memperbaiki/meningkatkan cara orang mengerjakan sesuatu dengan memperlihatkan cara yang lebih baik. Sesungguhnya keberhasilan suatu pelatihan dapat diukur dengan besarnya perubahan positif dan perkembangan diri yang terjadi selama pelatihan dan setelah pelatihan berakhir. Komitemen untuk belajar dan melakukan perubahan pada penutupan lokakarya dapat membantu peserta mengatasi keengganan belajar dalam diri mereka dan di lingkungan kerja mereka. Pelatih dapat membantu peserta untuk melakukan transisi yang baik dari dunia belajar ke dunia nyata melalui beberapa latihan perencanaan yang sederhana.

LAMPIRAN

115

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Kuesioner Transfer Pembelajaran

Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikaan materi yang Anda pelajari ide-ide baru yang Anda dapatkan dalam lokakarya ini, dan bagaimana pendapat Anda tentang semua itu. Pada tempat yang telah disediakan di bawah ini, tuliskan satu atau dua kalimat untuk menggambarkan hal-hal menarik yang Anda pelajari tentang diri Anda sendiri selama lokakarya ini. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Berdasarkan apa yang Anda pelajari mengenai diri Anda sendiri dan berbagai kemungkinan perubahan yang dibahas dalam lokakarya ini, sebutkan dua atau tiga hal yang akan Anda lakukan berbeda berkaitan dengan penggunaan informasi dalam Permendagri 17/2007. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ Terakhir, hambatan apa yang diperkirakan akan Anda temui yang berasal dari dalam diri Anda atau lingkungan kerja Anda ketika Anda berusaha menerapkan perubahanperubahan ini? Apa tindakan Anda untuk mengatasi atau meminimalkan hambatan tersebut? Hambatan yang mungkin dihadapi

Cara mengatasi hambatan tsb.

116

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 4

Evaluasi Lokakarya Dasar Pengelolaan Barang Daerah untuk Kota/Kabupaten ................

Materi Presentasi buruk kurang baik Latihan buruk

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Bahan Bacaan buruk kurang baik Ruang Pertemuan buruk kurang baik Makanan buruk

sedang

baik

sangat baik

sedang

baik

sangat baik

kurang baik

sedang

baik

sangat baik

Komentar tentang hal-hal diatas?

Saran untuk perbaikan?

LAMPIRAN

117

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Lampiran 5

CD Berisi Form-form yang Digunakan (silahkan lihat di dalam CD)

118

LAMPIRAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

REFERENSI: - Glossary/Daftar Istilah - Peraturan terkait Pengelolaan Barang Daerah, Permendagri 17/ 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (dalam CD)

REFERENSI

119

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

120

REFERENSI

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Daftar Istilah/Singkatan

Barang Milik Daerah adalah barang yang berasal/dibeli dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau sumbangan berupa pemberian, hadiah, donasi, wakaf, hibah, swadaya, kewajiban pihak ketiga dan sumbangan pihak lain. Barang Inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftar dalam Buku Inventaris

Stock Opname adalah perhitungan barang, sedikitnya dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali, yang menyebutkan dengan jelas jenis jumlah dan keterangan lain yang diperlukan, untuk selanjutnya dibuatkan Berita Acara perhitungan barang yang ditandatangani oleh penyimpan barang.
Standarisasi merupakan penentuan jenis barang dengan titik berat pada keseragaman, kualitas, kapasitas dan bentuk yang memudahkan dalam hal pengadaan dan perawatan, yang berlaku untuk suatu jenis barang dan untuk suatu jangka waktu tertentu Pengelola Barang bertugas menetapkan penyimpan dan pengurus barang; meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan dan rencana pemeliharaan BMD; mengatur pelaksanaan pemanfaatan, penghapusan dan pemindah tanganan BMD; melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan BMD. Penyimpan Barang bertugas menerima, menyimpan, menyalurkan dan melaporkan barang milik daerah. Pengurus Barang bertugas mencatat seluruh BMD yang berada di masing--masing SKPD yang berasal dari APBD maupun perolehan lain yang sah kedalam Kartu Inventaris Barang (KIB), Kartu Inventaris Ruangan (KIR), Buku Inventaris (BI) dan Buku Induk Inventaris (BIl), sesuai kodefikasi dan penggolongan BMD; menyiapkan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi 5 (lima) tahunan yang berada di SKPD kepada pengelola, menyiapkan usulan penghapusan barang milik daerah yang rusak atau tidak dipergunakan lagi Kodefikasi adalah pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik pemerintah daerah yang menyatakan kode lokasi dan kode barang. Nomor Register merupakan nomor urut pencatatan dari setiap barang, pencatatan terhadap barang yang sejenis, tahun pengadaan sama, besaran harganya sama seperti meja dan kursi jumlahnya 150, maka pencatatannya dapat dilakukan dalam suatu format pencatatan dalam lajur register, ditulis: 0001 s/d 0150.

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

121

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan, menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah tanah dan/atau bangunan tersebut dan mendayagunakannya selama kurun waktu tertentu untuk kemudian setelah jangka waktu berakhir menyerahkan kembali tanah dan bangunan dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut kepada pemerintah daerah. Bangun Serah Guna adalah pemanfaatan tanah dan/atau bangunan milik pemerintah daerah oleh Pihak Ketiga dengan cara Pihak Ketiga membangun bangunan siap pakai dan/atau menyediakan/ menambah sarana lain berikut fasilitas diatas tanah dan/atau bangunan tersebut dan setelah selesai pembangunannya diserahkan kepada daerah untuk kemudian oleh pemerintah daerah tanah dan bangunan siap pakai dan/atau sarana lain berikut fasilitasnya tersebut diserahkan kembali kepada pihak lain untuk didayagunakan selama kurun waktu tertentu. TGR/Tuntutan Ganti Rugi, dalam rangka pengamanan dan penyelamatan terhadap barang milik daerah, perlu dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/ atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi yang karena perbuatannya merugikan daerah Daftar Inventaris Ruangan (DIR) adalah kartu yang memuat data BMN yang berada pada suatu ruangan yang berguna untuk mengontrol BMN yang bersangkutan. Kartu Inventaris Barang (KIB) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN berupa Tanah, Gedung, Alat Angkutan Bermotor, serta Senjata Api. Daftar Inventaris Lainnya (DIL) adalah kartu yang memuat data BMN yang digunakan untuk mengontrol BMN yang tidak termasuk yang di-KIB-kan atau di DIR-kan. Daftar Rekapitulasi Inventaris disusun oleh pengelola/pembantu pengelola dengan mempergunakan bahan dari rekapitulasi inventaris barang yang disampaikan oleh pengguna. Daftar Mutasi Barang memuat data barang yang berkurang dan/atau yang bertambah dalam suatu jangka waktu tertentu (1 semester dan 1 tahun). DHPBMD: Daftar Hasil Pengadaan Barang Milik Daerah RKBMD: Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah RKPBMD: Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DKBMD: Daftar Kebutuhan Barang Milik Daerah DKPMBD: Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah DBP: Daftar Barang Pengguna/Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP)

122

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

DBMD: Daftar Barang Milik Daerah LBMD: Laporan Barang Milik Daerah adalah laporan barang semesteran dan tahunan. LBKPS: Laporan Barang Kuasa Pengguna Smesteran LBPKT: Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan LBPS: Laporan Barang Pengguna Semesteran LBPT: Laporan Barang Pengguna Tahunan LBMD: Laporan Barang Milik Daerah Guna Susun: Peningkatan kualitas dan atau kapasitas

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

123

PENGELOLAAN BARANG DAERAH

Catatan:
__________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________

124

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN

Pengelolaan Barang Daerah dan Penyusunan Rencana Pengelolaan BMD (Barang Milik Daerah)
Pentingnya melaksanakan pengelolaan dan perencanaan barang daerah dengan baik adalah untuk memastikan tersedianya pelayanan publik dan pelaporan penggunaan barang milik daerah. Pertanggungjawaban atas BMD kemudian menjadi semakin penting ketika pemerintah wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD dalam bentuk laporan keuangan yang disusun melalui suatu proses akuntansi atas transaksi keuangan, aset, hutang, ekuitas dana, pendapatan dan belanja, termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungan. Informasi BMD memberikan sumbangan yang signifikan di dalam laporan keuangan (neraca) yaitu berkaitan dengan pos-pos persedian, aset tetap, maupun aset lainnya. Mengapa diperlukan Pengelolaan Barang Daerah antara lain : Adanya kejelasan Kepemilikan Barang Milik Daerah (BMD) Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik Pengamanan BMD Dasar penyusunan neraca Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala Keuntungan-keuntungan melaksanakan pengelolaan barang milik daerah dengan baik, yaitu: Meningkatkan pengurusan dan akuntabilitas - dengan menunjukkan kepada pemilik, pengguna dan pihak yang terkait bahwa layanan yang dihasilkan adalah layanan yang efektif dan efisien; menyediakan dasar untuk mengevaluasi keseimbangan layanan, harga dan kualitas; meningkatkan akuntabilitas atas penggunaan sumber daya dengan penghitungan kinerja dan keuangan; Meningkatkan manajemen layanan - dengan cara meningkatkan pengertian pada kebutuhan layanan dan pilihan-pilhannya; konsultasi formal atau persetujuan dengan pengguna tentang tingkat layanan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan citra penyedia layanan; Meningkatkan manajemen risiko - dengan cara menganalisis kemungkinan dan konsekuensi dari kegagalan aset; Meningkatkan efisiensi keuangan - dengan meningkatkan keahlian pengambilan keputusan berdasar pada biaya dan keuntungan dari beberapa alternatif; justifikasi untuk program kerja ke depan dan kebutuhan pendanaannya; pengenalan semua biaya dari kepemilikan atau pengoperasian aset melalui masa pakai aset tersebut.

www.lgsp.or.id