Anda di halaman 1dari 55

stilah dalam Farmakologi

FarmakologI adalah Ilmu yang mempelajarI pengetahuan obat


dengan seluruh aspeknya, baIk sIfat kImIawI, fIsIka, kegIatan
fIsIologI, resorpsI dan nasIbnya dalam organIsme hIdup
Fcrmckoynos : cabang Ilmu yang mempelajarI sIfatsIfat
tumbuhan, mIneral dan hewan yang merupakan sumber obat.
o]crmcs : cabang Ilmu yang mempelajarI pengaruh
pembuatan sedIaan farmasI terhadap efek terapeutIk obat.
Fcrmcceutccl cvclcblty (ketersedIaan farmasI) : ukuran
waktu yang dIperlukan oleh obat untuk melepaskan dIrI darI
bentuk sedIaannya dan sIap untuk proses absorpsI.
oloyccl cvclcblty (ketersedIaan hayatI) : prosentasI obat
yang dIresorpsI tubuh darI suatu dosIs yang dIberIkan dan
tersedIa untuk melakukan efek terapetIknya.
%ercpeutccl equvclent (kesetaraan terapeutIk) : syarat yang
harus dIpenuhI oleh suatu obat yang melIputI kecepatan melarut
dan jumlah kadar zat yang berkhasIat yang harus dIcapaI dalam
darah
ocsscy : cara menentukan aktIvItas obat dengan
menggunakan hewan percobaan sepertI kelIncI, tIkus, dll.
Fcrmckoknetk : segala proses yang dIlakukan tubuh terhadap
obat berupa absorpsI, dIstrIbusI, metabolIsme dan ekskresI.
Fcrmckodncmk : mempelajarI kegIatan obat terhadap
organIsme hIdup terutama cara dan mekanIsme kerjanya, reaksI
fIsIologI, serta efek terafI yang dItImbulkan.
%okskoloy : pengetahuan tentang efek racun darI obat
terhadap tubuh.
Fcrmckotercp : mempelajarI penggunaan obat untuk
mengobatI penyakIt atau gejalanya. PhytoterapI : menggunakan
zatzat darI tanaman untuk mengobatI penyakIt.
Fcrmckoloy klnk : cabang farmakologI yang mempelajarI efek
obat pada manusIa.

ART!KEL FARNAS!
Ninggu, 28 Desember 2008
SE]ARAH OBAT
Obat merupakan semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati
dalam dosis yang layak dapat menyembuhkan, meringankan atau
mencegah penyakit serta gejalanya.

Obat Nabati
Kebanyakan obat yang digunakan di masa lalu adalah obat yang
berasal dari tanaman. Dengan cara cobamencoba, secara
empiris orang purba mendapatkan pengalaman dengan berbagai
macam daun atau akar tumbuhan untuk mengobati penyakit.
Pengetahuan ini secara turuntemurun disimpan dan
dikembangkan, sehingga muncul ilmu pengobatan rakyat, seperti
pengobatan tradisional jamu di !ndonesia.

Nunculnya obat kimiawi sintesis
Pada permulaan abad ke20, obatobat kimia sintesis mulai
tampak kemajuannya, dengan ditemukannya obatobat
termashyur, yaitu salvarsan dan aspirin sebagai pelopor, yang
kemudian disusul oleh sejumlah obat lain. Pendobrakan sejati
baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan
kemoterapeutika sulfatilamid (133S) dan penisilin (1340).
Sebetulnya, sudah lebih dari dua ribu tahun diketahui bahwa
borok bernanah dapat disembuhkan dengan menutupi luka
menggunakan kapangkapang tertentu, tetapi baru pada tahun
1328 khasiat ini diselidiki secara ilmiah oleh penemu penisilin Dr.
Alexander Fleming.

Sejak tahun 134S ilmu kimia, fisika dan kedokteran berkembang
pesat (misalnya: sintesa kimia, fermentasi, teknologi rekombinan
DNA) dan hal ini menguntungkan sekali bagi penelitian sistematis
obatobat baru. Beriburibu zat sintetik telah ditemukan, ratarata
S00 zat mengakibatkan perkembangan revolusioner di bidan
farmakoterapi. Kebanyakan obat kuno ditinggalkan dan diganti
dengan obatobat mutakhir.

DEF!N!S! !LNU FARNAS!

Analisis Klinik
Analisis ]amu
Analisis Kandungan Tumbuhan Obat
Analisis Nakanan
Anatomi S Fisiologi Nanusia
Anatomi S Fisiologi Tumbuhan
Aromaterapi
Bahan Aditif
Bahan Obat Kelautan
Bioanalisis
Biofarmasetika
Biokimia
Biologi Nolekuler
Biologi Sel
Bioteknologi Farmasi
Efek Samping Obat Alam
Ekologi Tumbuhan
Etnofarmasi
Farmakoekonomika
Farmakoepidemiologi
Farmakognosi
Farmakokimia
Farmakokinetika
Farmakokinetika Klinik
Farmakologi Dasar
Farmakologi Klinik
Farmakologi Nolekuler
Farmakologi Umum
Farmakoterapi
Farmakoterapi Endokrin S Sistem Hormon
Farmakoterapi !nfeksi S Tumor
Farmakoterapi Sistem Pencernaan S Pernafasan
Farmasetika Dasar
Farmasi Fisik
Farmasi Klinik
Farmasi Sosial
Fitoterapi
Fotokimia Obat
Histopatologi
!munologi Farmasetik
Khemotaksonomi
Kimia Analisis
Kimia Bahan Pangan
Kimia Farmasi Anorganik
Kimia Farmasi Dasar
Kimia Lingkungan S Pengolahan Limbah
Kimia Nedisinal
Kimia Organik
Kimia Polimer
Konseling Farmasi
Kosmetika Alami
Kosmetologi
Kromatografi
Kultur ]aringan Tanaman
Nanajemen Farmasi !ndustri
Nanajemen Farmasi Rumah Sakit
Nanajemen Farmasi Rumah Sakit
Netodologi S Desain Penelitian
Nikrobiologi Farmasi
Naskah Obat Tradisional
Nutrisi
Parasitologi
Patologi Klinik
Patologi Umum
Pelayanan Farmasi
Pengobatan Alternatif
Perbekalan Steril
Produk Alami Kelautan
Produk Suplemen
Protein Farmasetik
Radiofarmaka
Rekayasa Antibodi
Spektrofotometri
Spektrofotometri
Stabilitas Obat
Statistika Farmasi
Teknologi S Formulasi Sediaan CairSemi Padat
Teknologi S Formulasi Sediaan Steril
Teknologi Fermentasi
Teknologi Fitofarmasetik
Teknologi Cena Farmasetik
Teknologi Kimia
Teknologi Sediaan Farmasi
Toksikologi
vitamin S Hormon
Zat Warna Alami

stilah yang sering jumpa pada obat


dan farmasi
$ = entuk $edIaan bat
$ = entuk $edIaan
nst. Fa.F$ = nstalasI FarmasI Fumah $akIt
$ = $edIaan bat
P = PedIatrIk (Anakanak)
A = Adult (dewasa)
F = Forte (FortIor = penuh, lebIh besar)
C = CerIatrIc (orang lanjut usIa)
$yr = $yrupus
Cap = Capsula
Capl = Caplet (tablet berupa capsul)
0ry syr = $Irup kerIng
0$ = 0ouble strength (kekuatan belIpat ganda)
$F = $ustaIned release (lepas lambat)
Eye drops = Tetes mata
Ear drops = Tetes telInga
Nasal drops = Tetes hIdung
culenta = $alap mata
Top = TopIkal (KulIt)
Unguenta = Zalaft, salap, salep
EpIthema = bat kompres kulIt (topIkal)
CargarIsma = CollutorIum, obat kumur
AntIdote = Penawar racun
AntIseptIc = AntIseptIs, pemusnah hama
0erIvate = Turunan, generasI
Cranule = utIr, butIran
FetentIon = FetensI, tambatan, tertahan
Enteral = saluran pencernaan
Panenteral = dIluar saluran pencernaan.
Peroral = melaluI mulut terus ke aesofagus dan saluran
pencernaan.
nplantasI = penggunaan obat dIbawah kulIt (menanam,
mendepot)
dengan membedah bagIan kecIl kulIt secara sterIl

% P$&

bat palsu adalah yang dengan sengaja dan curang dIberI label
IdentItas dan/atau sumber yang salah. |enurut WH, terdapat
beberapa tIpe obat palsu yang semuanya membahayakan
keamanan pasIen. bat palsu InI dapat dIkelompokkan menkadI
kategorI yang berbeda.
TIpe-tIpe obat paIsu :
1. Produk tanpa bahan aktIf
2. Produk dengan bahan aktIf yang kurang kadarnya
J. Produk dengan bahan aktIf yang tIdak benar
4. Produk dengan bahan aktIf dalam jumlah yang tepat namun
nama yang tercantum berbeda perusahaan dan/atau negara
yang memproduksI obat tersebut.
aI-haI yang perIu dIperhatIkan daIam mengenaII obat paIsu :
1. 0Imana anda membelI obat tersebut harus darI sumber yang
dIkenal dan apotek terdaftar
2. Apa yang harus anda cek ketIka membelI obat kemasan,
produk dan tanggal kadaluarsa
J. agaImana efek obat yang dIharapkan
Cara yang palIng baIk untuk menghIndarI obat palsu adalah
membelI obat darI apotek yang memIlIkI reputasI dan sudah
dIkenal. HIndarI pembelIan darI toko obat yang tIdak terdaftar
secara resmI.








!enataIaksanaan !enyakIt KardIovaskuIer
(0r drus AlwI , $pP0(K)K7 (F$C|))

|enurut data WH penyebab utama kematIan dIdunIa adalah
penyakIt jantung koroner yang dIderIta oleh J,8 juta prIa dan
J,4 juta wanIta.
ubungan IperIIpIdemIa dengan kardIovaskuIer
PenIngkatan kolesterol akan memIcu
artherosclerosIs tumpukan lemak pecah menImbulkan
lumen serangan jantung.
!emIcu ArtherocIerosIs :
Faktor resIko : kolesterol tInggI, 0|, hIpertensI
ckn tnyy kolesterol L0L mckn tnyy resko penyckt
]cntuny koroner
L0L turun 1 mg resIko jantung koroner turun 1

ckn bcnyck kolesterol H0L mckn turun resko penyckt
]cntuny
PenIngkatan H0L 1 mg menurunkan resIko jantung koroner
sebanyak J
!edoman penataIaksanaan
$asaran utama : menurunkan kolesterol L0L
Perubaha gaya hIdup : olahraga
Faktor resIko penyebab C
HIpertensI
Kolesterol
FIwayat penyakIt jantung : prIa 55 tahun wanIta 65
tahun
0Iabetes
PasIen yang menderIta dIabetes resIko untuk terjadI penyebab
penyakIt jantung tInggI L0L harus dIbawah 100mg/dl
#esIko tInggI penyakIt kardIovaskuIer
$udah ada rIwayat penyakIt jantung koroner dItambah dengan
dIabetes L0L 70 mg/dl.
TE#A! YANC EFEKTF, SELEKTF AN !#TEKTF
(0r rman FIrmansyah, $pP0)

efInIsI
0Iabetes adalah kumpulan gejala yang dItandaI dengan kadar
gula menIngkat akIbat gangguan InsulIn
KrIterIa tahun 2010
A1C _ 6,5
PC _ 126mg/dl
2 jam PP _ 200 mg/dl
0| penyebab utama penyakIt gagal gInjal

!enataIaksanaan Iabetes
NutrIsI

edukasI

latIhan obat antIdIabet

efektIf selektIf pr
oefektIf

NutrIsI dIIt bukan berartI mengurangI makan tetapI mengatur
dIIt makan sesuaI dengan aturan dIIt oleh ahlI gIzI.
Pengobatan dIabetes tIdak harus dengan obat yang utama
adalah mengubah pola hIdup
Pengobatan pertama pada 0| dosIs tunggal dan dosIs palIng
rendah

ubungan antara , KardIovaskuIer dan gagaI gInjaI
PasIen dIabetes mempunyaI resIko kejadIan kardIovaskuler yang
lebIh tInggI
PasIen dIabetes tanpa rIwayat CH0 memIlIkI resIko kematIan
yang sebandIng dengan CH0
0Iabetes dan penyakIt kronIs gInjal (CK0) PasIen dIabetes
mempunyaI resIko CK0 yang menIngkat sejalan dengan waktu,
dengan kIrakIra 1/J pasIen akhIrnya menderIta CK0
!engobatan
TIdak terjadI penyakIt kardIovaskuler Target utama
menurunkan menurunkan kolesterol L0L
$tatIn merupakan pIlIhan utama karena memIlIkI EvIdance ase
yang terbaIk
Peran statIn menurunkan kadar kolesterol 40
AtorvastatIn tIdak hanya menurunkan kolesterol bIsa
menurunkan resIko kardIovaskuler sebesar 16
Keamanan statIn untuk pengobatan jangka panjang aman
untuk gangguan lIver, renal
Pengobatan dengan menggunakan golongan statIn terutama
atorvastatIn pada CH0 memberIkan manfaat lebIh banyak untuk
pasIen 0Iabetes.
AtorvastatIn menunjukkan penurunan resIko
kardIovaskuler yang mengagumkan pada pasIen dengan
dIabetes.
AtorvastatIn menurunkan rIsIko major C7 events pada pasIen
dIabetes tanpa CH0 sebanyak J7







Natonal KIdney FoundatIon pada tahun 2007 merekomendasIkan
:
Dosis Pada CKD
STATIN

Atorvastatin
Fluvastatin


Lovastatin

Pravastatin
Rosuvastatin



Simvastatin

Tidak perlu ada penyesuaian dosis
Tidak perlu penyesuaian dosis untuk penyakit ginjal ringan-sedang
Penggunaan hati-hati pada penyakit gagal ginjal berat. Belum ada
penelitian pada dosis ~ 40mg
Pasien dengan CCr 30 ml/menit, dosis ~ 20mg/hari harus hati-
hati
Tidak perlu ada penyesuaian dosis
Tidak perlu ada modiIikasi dosis untuk pasien dengan penyakit
ginjal ringan-sedang
Dosis dimulai dengan 5 mg dan tidak lebih dari 10mg/hari untuk
CCr 30 ml/menit/1.73m
2
, tidak sedang menjalani hemodialisa
Pasien dengan penyakit ginjal berat, dosis dapat dimulai 5mg/hari

PENYMPNN %

Masa penyimpanan semua jenis obat mempunyai batas waktu, karena lambat laun obat
akan terurai secara kimiawi akibat pengaruh cahaya, udara dan suhu. Akhirnya khasiat
obat akan berkurang. Tanda2 kerusakan obat kadangkala tampak dengan jelas,
misalnya bila larutan bening menjadi keruh dan bila warna suatu krim berubah tidak
seperti awalnya ataupun berjamur. Akan tetapi dalam proses rusaknya obat tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang. Bentuk dan baunya obat tidak berubah, namun kadar zat
aktifnya sudah banyak berkurang, atau terurai dengan membentuk zat-zat beracun.
berkurangnya zat aktif hanya dapat ditetapkan dengan analisa di laboratorium. Menurut
aturan nternasional, kadar obat aktif dalam suatu sediaan diperbolehkan menurun
sampai maksimal 10%, lebih dari 10% dianggap terlalu banyak dan obat harus dibuang.

Aturan penyimpanan
una memperlambat penguraian, maka semua obat sebaiknya disimpan di tempat yang
sejuk dalam wadah asli dan terlindung dari lembab dan cahaya. Dan hendaknya di suatu
tempat yang tidak bisa dicapai oleh anak2, agar jangan dikira sebagai permen
berhubung bentuk dan warnanya kerapkali sangat menarik. Obat-obat tertentu harus
disimpan di lemari es dan persyaratan ini selalu dicantumkan pada bungkusbya, mis.
insulin.

ama penyimpanan obat
Masa penyimpanan obat tergantung dari kandungan dan cara menyimpannya. Obat yang
mengandung cairan paling cepat terurainya, karena bakteri dan jamur dapat tumbuh
baik di lingkungan lembab. Maka itu terutama obat tetes mata, kuping dan hidung,
larutan, sirup dan salep yang mengandung air/krim sangat terbatas jangka waktu
kadaluwarsanya. Pada obat-obat biasanya ada kandungan zat pengawet, yang dapat
merintangi pertumbuhan kuman dan jamur. Akan tetapi bila wadah sudah dibuka, maka
zat pengawetpun tidak dapat menghindarkan rusaknya obat secara keseluruhan. Apalagi
bila wadah sering dibuka-tutup. mis. dengan tetes mata, atau mungkin bersentuhan
dengan bagian tubuh yang sakit, mis. pipet tetes mata, hidung atau telinga. Oleh karena
itu obat hendaknya diperlakukan dengan hati-hati, yaitu setelah digunakan, wadah obat
perlu ditutup kembali dengan baik, juga membersihkan pipet/sendok ukur dan
mengeringkannya. Di negara2 maju pada setiap kemasan obat harus tercantum
bagaimana cara menyimpan obat dan tanggal kadaluwarsanya, diharapkan bahwa di
kemudian hari persyaratan ini juga akan dijalankan di Indonesia secara menyeluruh.
Akan tetapi, bila kemasan aslinya sudah dibuka, maka tanggal kadaluwarsa tsb tidak
berlaku lagi.

MGRN
$akIt Kepala atau yang dalam bahasa medIsnya
dIsebut epclclyc, adalah suatu kondIsI sakIt yang terletak dI
sekItar kepala, terkadang rasa sakIt pada leher atau bagIan atas
leher juga dIsebut sakIt kepala. $akIt kepala merupakan salah
satu jenIs penyakIt yang serIng dIrasakan orang banyak.
$alah satu jenIs sakIt kepala yang juga banyak dIkeluhkan
adalah sakIt kepala sebelah atau mIgraIn. Kata mIgraIn berasal
darI bahasa YunanI yaItu emcrcnc (em =
setengah, crcnum= tengkorak kepala). $erangan sakIt kepala
mIgraIn terasa lebIh menyIksa dan terkadang datang tIbatIba.
PenderIta mIgraIn akan merasakan nyerI dan berdenyut sepertI
dIpukulI dan dItarIktarIk dan bIasanya dIsertaI dengan gangguan
saluran cerna sepertI mual dan muntah. PenderItanya pun
cenderung menjadI lebIh sensItIf terhadap cahaya, suara dan
baubauan. Hal Itu tentu amat mengganggu dan bIsa
menghambat segala aktIfItas sI penderIta.
$erangan sakIt kepala mIgraIn dapat terjadI beberapa kalI
setahun sampaI beberapa kalI semInggu, dengan lama serangan
bIasanya 12 jam. |IgraIn atau sakIt kepala sebelah sebenarnya
belum dIketahuI secara pastI penyebabnya. Namun,
dIperkIrakan jenIs sakIt kepala InI dIsebabkan karena adanya
hIperaktIfItas Impuls lIstrIk otak yang menIngkatkan alIran darah
dI otak sehIngga terjadI pelebaran pembuluh darah otak serta
proses InflamasI (luka radang).
$ebanyak J darI 4 penderIta mIgraIn adalah perempuan. ArtInya,
lebIh banyak perempuan yang mengalamI mIgraIn darIpada prIa.
0I seluruh dunIa, mIgraIn mengenaI 25 wanIta dan 10 prIa.
|IgraIn palIng serIng mengenaI orang dewasa (umur antara 20
sampaI 50 tahun), tetapI seIrIng bertambahnya umur, tIngkat
keparahan dan keserIngan semakIn menurun. |IgraIn bIasanya
banyak mengenaI remaja. ahkan, anakanak pun dapat
mengalamI mIgraIn, baIk dengan atau tanpa aura. FesIko
mengalamI mIgraIn semakIn besar pada orang yang mempunyaI
rIwayat keluarga penderIta mIgraIn.
Pada wanIta mIgren sangat berhubungan dengan naIkturunnya
hormon. anyak wanIta yang terserang mIgren beberapa harI
sebelum menstruasI. $ebagIan wanIta laInnya justru menderIta
mIgren ketIka datang bulan.
Fakta menunjukkan bahwa mIgren yang lebIh banyak menyerang
perempuan dewasa merupakan sakIt kepala tIpe sekunder.
Iasanya mIgren bersIfat kronIs, dImana serangannya akan
datang berulangkalI. |Igren bIasanya terasa dIsekItar pelIpIs
(temple), kadangkadang dI dahI, sekelIlIng mata atau bagIan
belakang kepala. Yang anda perlukan adalah berbarIng dItempat
yang tenang dan gelap.

CejaIa IgraIn
CejaIa AwaI: $atu atau dua harI sebelum tImbul mIgraIn,
penderIta bIasanya mengalamI gejala awal sepertI lemah,
menguap berlebIh, sangat mengIngInkan suatu jensI makanan
(mIslanya coklat), gampang tersInggung, dan gelIsah.
Aura: Hanya dIdapatI pada mIgraIn klasIk. Iasanya terjadI
dalam J0 menIt sebelum tImbulnya mIgraIn. Aura dapat
berbentuk gangguan penglIhatan sepertI melIhat garIs yang
bergelombang, cahaya terang, bIntIk gelap, atau tIdak dapat
melIhat benda dengan jelas. Cejala aura yang laIn yaItu rasa
gelI atau rasa kesemutan dI tangan. $ebagIan penderIta tIdak
dapat mengucapkan katakata dengan baIk, merasa kebas dI
tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sIsI
tubuhnya, atau merasa bIngung. PenderIta dapat mengalamI
hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala, tetapI
gejala InI tIdak tImbul bersamaan melaInkan bergantIan. $uatu
gejala aura bIasanya menghIlang saat nyerI kepala atau gejala
aura yang laIn tImbul. Namun kadangkadang gejala aura tetap
bertahan pada permulaan sakIt kepala.
SakIt kepaIa dan gejaIa penyerta: PenderIta merasakan nyerI
berdenyut pada satu sIsI kepala, serIng terasa dI belakang mata.
NyerI dapat berpIndah pada sIsI sebelahnya pada serangan
berIkutnya, atau mengenaI kedua belah sIsI. Fasa nyerI berkIsar
antara sedang sampaI berat. Cejala laIn yang serIng menyertaI
nyerI kepala antara laIn:
Kepekaan berlebIhan terhadap sInar, suara, dan bau
|ual dan muntah
Cejala semakIn berat jIka beraktIfItas fIsIk
Tanpa pengobatan, sakIt kepala bIasanya sembuh sendIrI dalam
4 sampaI 72 jam.
CejaIa AkhIr: $etelah nyerI kepala sembuh, penderIta mungkIn
merasa nyerI pada ototnya, lemas, atau bahkan merasakan
kegembIraan yang sIngkat. Cejalagejala InI menghIlang dalam
24 jam setelah hIlangnya sakIt kepala.

!encetus IgraIn
|IgraIn dapat dIcetuskan oleh makanan, stres, dan perubahan
aktIvItas rutIn harIan, walaupun tIdak jelas bagaImana dan
mengapa hal tersebut dapat menyebabkan mIgraIn. Pencetus
mIgraIn antara laIn:
KonsumsI makanan tertentu, sepertI coklat, |$C, dan kopI
TIdur berlebIhan atau kurang tIdur
TIdak makan
Perubahan cuaca atau tekanan udara
$tres atau tekanan emosI
au yang sangat menyengat atau asap rokok
$Inar yang sangat terang atau pantulan sInar mataharI.

!engobatan IgraIn
Pada tahap awal, anda dapat menggunakan antInyerI yang
dapat dIbelI bebas tanpa resep, sepertI parasetamol, atau obat
antIInflamasI nonsteroId (N$A0) sepertI aspIrIn, Ibuprofen,
atau natrIum naproxen, untuk mengurangI gejala mIgraIn.
0okter bIasanya menganjurkan untuk lebIh dahulu menggunakan
N$A0 untuk melIhat apakah obat InI mampu mengurangI nyerI
sebelum memberIkan obat antI mIgraIn golongan laIn yang harus
dIbelI dengan resep, yang mempunyaI banyak efek sampIng.
Anda juga dapat mencoba mengurangI frekuensI tImbulnya
mIgraIn dengan mengenalI dan menghIndarI pencetus yang
dapat menyebabkan mIgraIn.
JIka mIgraIn yang anda derIta rIngan sampaI sedang, anda hanya
perlu antInyerI yang dIjual bebas untuk menghIlangkan gejala.
JIka mIgraIn anda sedang sampaI berat, anda perlu antImIgraIn
yang dIbelI dengan resep. JIka anda serIng mengalamI serangan
mIgraIn, dokter mungkIn menyarankan untuk memInum obat
pencegah mIgraIn.
eberapa obat pencegah mIgraIn dapat menImbulkan efek
sampIng rIngan sampaI berat pada beberapa penderIta.
PenderIta yang mempunyaI gangguan jantung atau tekanan
darah tInggI yang tIdak terkontrol sebaIknya tIdak
mengkonsumsI obat InI. PasIen yang berumur lebIh darI 65
tahun, obat pencegah mIgraIn tIdak dIanjurkan.
Iasanya anda perlu mencoba beberapa jenIs obat sebelum
anda menemukan salah satu yang palIng cocok dengan anda.
JIka anda mengalamI mual atau muntah sebagaI efek sampIng
pengobatan antImIgraIn, dokter anda juga bIasanya meresepkan
obat antI mual muntah sepertI proklorperazIn atau
metoklopramId, untuk mengurangI gejala tersebut.
Walaupun obatobatan bIasanya merupakan pengobatan utama
mIgraIn, terapI pelengkap bIasanya dapat membantu
mengurangI gejala dan frekuensI serangan mIgraIn.

Pisang, uah yang banyak


manfaatnya
uah pIsang adalah buah yang mudah dIjumpaI terutama dI
negara negara tropIs. uah yang banyak dIgemarI InI tak hanya
enak namun memIlIkI khasIat untuk kesehatan maupun
kecantIkan.
uah InI tak hanya mudah dI cerna, tapI juga mengandung 9
kandungan gIzI dan mengembalIkan energI. 0IbandIng buah laIn,
pIsang memang cenderung mudah dInIkmatI karena tIdak perlu
lagI dIolah.
Asal tahu saja, sebuah pIsang yang matang akan mengandung 99
gram (gr) kalorI, 1,2 gr proteIn, 0,2 gr lemak, 25,8 mIlIgram
(mg) karbohIdrat, 0,7 gr serat, 8 mg kalsIum, 28 mg fosfor, 0,5
mg besI, 44 FE vItamIn A, 0,08 mg vItamIn , J mg vItamIn C
dan 72 gr aIr.
Namun untuk mendapatkan manfaatnya, Anda perlu cermat
memIlIh. Pasalnya hanya pIsang yang matang saja yang dapat
mengubah gula darah menjadI glukosa alamI, serta cepat
dIabsorsI ke dalam peredaran darah.
CIrIcIrI pIsang yang matang, adalah pIsang yang kulItnya
berwarna hIjau kekunIngkunIngan dengan bercak cokelat atau
kunIng. $emua kandungan dalam pIsang matang tersebut, akan
memberIkan beberapa manfaat kesehatan, terutama bagI:
Sumber Tenaga
PIsang dapat dIcerna dengan mudah, sehIngga gula yang
terdapat dIdalamnya akan dIubah menjadI sumber tenaga yang
baIk untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat
bagus untuk menghIlangkan lelah.
bu amII
WanIta yang tengah hamIl dIanjurkan untuk mengkonsumsI
pIsang, karena mengandung asam folat tInggI yang pentIng bagI
kesempurnaan janIn, pembentukan selsel baru dan mencegah
terjadI cacat bawaan.
$ebuah pIsang matang, akan mengandung sekItar 85100 kalorI.
$ehIngga dengan memakan dua pIsang segar, kebutuhan asam
folat yang sekItar 58 mIkrogram dapat terpenuhI. 0I sampIng Itu
pIsang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat
mengurangI mornIng sIck, sehIngga pIsang sangat baIk untuk
cemIlan Ibu hamIl.
!enderIta AnemIa
Kandungan zat besI yang cukup tInggI pada pIsang, dapat
menstImulasI produksI hemoglobIn dalam darah bagI penderIta
anemIa. 0ua buah pIsang seharI, sangat baIk untuk penderIta
anemIa.
!enderIta SakIt aag
$ebagaI buah yang dapat dIkonsumsI langsung, pIsang tak
membuat IrItasI atau kerusakan usus bagI penderIta maag. uah
InI serIng dIgunakan untuk melawan penyakIt usus, sebab
teksturnya lembut.
PIsang juga dapat menetralkan kelebIhan asam lambung dan
melapIsI perut sehIngga mampu mengurangI IrItasI. agI yang
mengalamI penyakIt usus atau kolIk akIbat asam lambung, Anda
dapat mengkonsumsInya dengan dI campur pada segelas susu
caIr.
!enderIta !enyakIt Lever
agI penderIta lever, dua buah pIsang seharI dengan tambahan
satu sendok madu, akan baIk untuk menambah nafsu makan dan
menIngkatkan kuat.
!enderIta Luka akar
Khusus untuk penderIta luka bakar, Anda dapat menggunakan
daun pIsang sebagaI pengobatan. Caranya, kulIt yang terbakar
dIoles dengan campuran abu daun pIsang dan mInyak kelapa.
Campuran InI mampu mendIngInkan kulIt yang terbakar.
Yang engaIamI Stress
PIsang mengandung potasIum, yaItu mIneral vItal yang
membantu menormalkan detak jantung, mengIrIm oksIgen ke
otak dan mengatur keseImbangan kadar aIr dalam tubuh. KetIka
mengalamI stress, metabolIsme tubuh akan menIngkat drastIs
sehIngga mengurangI kadar potasIum tubuh. 0engan pIsang,
potasIum dalam tubuh kadarnya akan seImbang.
!enderIta Stroke
erdasarkan rIset The New England Journal of |edIcIne,
mengkonsumsI pIsang setIap harI akan menurunkan resIko
kematIan akIbat stroke hIngga 40.
engontroI Temperatur
0I beberapa negara, pIsang dIpandang sebagaI makanan
pendIngIn yang dapat menurunkan temperatur fIsIk dan
emosIonal Ibu hamIl. 0I ThaIland contohnya, Ibu hamIl
mengkonsumsI pIsang untuk memastIkan bayI lahIr dengan
temperatur sejuk.
enIngkatkan Kekuatan tak
0I sebuah sekolah nggrIs, 200 pelajar mampu menyelesaIkan
ujIan akhIr hanya dengan sarapan pIsang. |ereka juga kerap
mengkonsumsI pIsang saat jam IstIrahat serta makan sIang,
sebab pIsang mampu menIngkatkan kekuatan otak.
$ekolah nggrIs tersebut merupakan responden sebuah rIset, dan
membuktIkan bahwa kandungan potasIum pada pIsang membuat
para pelajar jadI lebIh aktIf dalam proses belajar.
0I sIsI laIn, pIsang juga bermanfaat bagI kecantIkan. $epertI
juga pada buahbuah laIn, sepertI alpukat, bengkuang dan
mentImun, pIsang juga kerap dIjadIkan sebagaI masker wajah,
atau untuk mengatasI rambut rusak dan menghaluskan tangan.
PIsang juga punya peranan dalam menurunkan atau menaIkkan
berat badan. $ebuah penelItIan telah membuktIkan, bahwa
seseorang mampu menurunkan berat badannya dengan berdIet
pIsang.
Ila IngIn menghIlangkan berat badan, caranya gampang. $etIap
harI konsumsIlah empat buah pIsang dan empat gelas susu non
fat atau susu caIr dalam seharI. Lakukan selama tIga harI dalam
semInggu.
0arI pIsang dan susu tersebut, Anda mendapatkan 1,250 kalorI.
|enu InI cukup menyehatkan bagI tubuh Anda. $elaIn
menurunkan berat badan, dIet pIsang juga membantu kulIt
wajah menjadI lebIh bersIh dan tIdak bermInyak.
$edangkan yang IngIn menambah bobot tubuh, konsumsIlah satu
gelas banana shake yang dIcampur madu, kacang dan mangga,
sesudah makan. |enu InI bIla dIkonsumsI setIap harI, akan
membantu menaIkkan berat badan.
Ternyata "sI KunIng" InI juga mampu membantu perokok
mengatasI masalah keracunan nIkotIn. Kandungan vItamIn 6
dan 12 yang terdapat pada pIsang, dapat menetralIsIr
pengaruh nIkotIn dI dalam tubuh. $elaIn Itu enzIm bromelaIn
yang terkandung dalam pIsang pun, dapat menIngkatkan lIbIdo
prIa. JadI mengkonsumsI dapat memberIkan khsIat yang luar
bIasa pada tubuh anda.

EFEK $MPNG %
|enurut defInIsI rganIsasI Kesehatan 0unIa (World Health
rganIzatIon/WH 1970) efek sampIng suatu obat adalah segala
sesuatu khasIat yang tIdak dIIngInkan untuk tujuan terapI yang
dImaksudkan pada dosIs yang dIanjurkan.
Efek sampIng adakalanya tIdak dapat dIhIndarkan, mIsalnya rasa
mual pada penggunaan dIgoksIn, ergotamIn, atau estrogen
dengan dosIs yang melebIhI dosIs normal. Kadang efek sampIng
merupakan kelanjutan efek utama sampaI tIngkat yang tIdak
dIIngInkan, mIsalnya rasa kantuk pada fenobarbItal, bIla
dIgunakan sebagaI obat epIlepsI. Ila efek sampIng terlalu hebat
dapat dIlawan dengan obat laIn mIsalnya obat antImual
(meklIzIne, proklorperazIn) atau obat antI mengantuk (kofeIn,
amfetamIn).
Efek sampIng obat secara umum dIkelompokkan menjadI 2 :
1. Efek sampIng yang dapat dIperkIrakan, melIputI:
Efek farmakologI yang berlebIhan (dIsebut juga efek toksIk)
dapat dIsebabkan karena pemberIan dosIs relatIf yang terlalu
besar bagI pasIen yang bersangkutan (terutama kelompok pasIen
dengan resIko tInggI, sepertI bayI, usIa lanjut, pasIen dengan
penurunan fungsI gInjal atau hatI)
Cejala penghentIan obat (wIthdrawal syndrome) merupakan
suatu kondIsI dImana munculnya gejala penyakIt
semula dIsebabkan karena penghentIan pemberIan obat.
TIndakan pemberhentIan penggunaan obat hendaknya dIlakukan
secara bertahap.
Efek sampIng yang tIdak berupa efek farmakologI utama, untuk
sebagIan besar obat umumnya telah dapat dIperkIrakan
berdasarkan penelItIanpenelItIan yang telah dIlakukan secara
sIstematIk sebelum obat mulaI dIgunakan untuk pasIen. Efek
efek InI umumnya dalam derajad rIngan namun angka
kejadIannya bIsa cukup tInggI. |Isalnya, rasa kantuk setelah
pemakaIan antIhIstamIn; IrItasI lambung pada penggunaan obat
obat kortIkosteroId; dll.
2. Efek sampIng yang tIdak dapat dIperkIrakan:
FeaksI AlergI, terjadI sebagaI akIbat darI reaksI ImunologI.
FeaksI InI tIdak dapat dIperkIrakan sebelumnya, serIngkalI sama
sekalI tIdak tergantung dosIs dan bervarIasI pengaruhnya antara
satu pasIen dengan yang laInnya.eberapa contoh bentuk efek
sampIng darI alergI yang serIngkalI terjadI antara laIn:
4 0emam. Umumnya dalam derajad yang tIdak terlalu berat, dan
akan hIlang dengan sendIrInya setelah penghentIan obat
beberapa harI.
4 Fuam kulIt (skIn rashes), dapat berupa erItema (kulIt berwarna
merah), urtIkarIa (bengkak kemerahan), fotosensItIfItasI, dll.
4 PenyakIt jarIngan Ikat, merupakan gejala lupus erItematosus
sIstemIk, kadangkadang melIbatkan sendI.
4 Cangguan sIstem darah, trombosItopenIa, neutropenIa (atau
agranulosItosIs), anemIa hemolItIka, dan anemIa aplastIka.
merupakan efek yang kemungkInan akan dIjumpaI, meskIpun
angka kejadIannya mungkIn relatIf jarang.
4 Cangguan pernafasan. Asma akan merupakan kondIsI yang
serIng dIjumpaI, terutama karena aspIrIn. PasIen yang telah
dIketahuI sensItIf terhadap aspIrIn kemungkInan besar juga akan
sensItIf terhadap analgetIka atau antIInflamasI laIn.
FeaksI karena faktor genetIk. Pada orangorang tertentu
dengan varIasI atau kelaInan genetIk, suatu obat mungkIn dapat
memberIkan efek farmakologIk yang berlebIhan. Efek obatnya
sendIrI dapat dIperkIrakan, namun subjek yang mempunyaI
kelaInan genetIk sepertI InI yang mungkIn sulIt dIkenalI tanpa
pemerIksaan spesIfIk.
FeaksI IdIosInkratIk. stIlah IdIosInkratIk dIgunakan untuk
menunjukkan suatu kejadIan efek sampIng yang tIdak lazIm,
tIdak dIharapkan atau aneh, yang tIdak dapat dIterangkan atau
dIperkIrakan mengapa bIsa terjadI. JadI reaksI InI dapat terjadI
dIluar dugaan

Faktor-faktor pendorong terjadInya efek sampIng obat
Faktor bukan obat
Faktorfaktor pendorong yang tIdak berasal darI obat antara
laIn adalah:
ntrInsIk darI pasIen, yaknI umur, jenIs kelamIn, genetIk,
kecenderungan untuk alergI, penyakIt, sIkap dan kebIasaan
hIdup.
EkstrInsIk dI luar pasIen, yaknI dokter (pemberI obat) dan
lIngkungan, mIsalnya pencemaran oleh antIbIotIka.
b) Faktor obat
ntrInsIk darI obat, yaItu sIfat dan potensI obat untuk
menImbulkan efek sampIng.
PemIlIhan obat.
Cara penggunaan obat.
nteraksI antar obat.

&paya pencegahan
Agar kejadIan efek sampIng dapat dItekan serendah mungkIn,
selalu dIanjurkan untuk melakukan halhal berIkut:
$elalu harus dItelusur rIwayat rIncI mengenaI pemakaIan obat
oleh pasIen pada waktuwaktu sebelum pemerIksaan, baIk obat
yang dIperoleh melaluI resep dokter maupun darI pengobatan
sendIrI.
Cunakan obat hanya bIla ada IndIkasI jelas, dan bIla tIdak ada
alternatIf nonfarmakoterapI.
HIndarI pengobatan dengan berbagaI jenIs obat dan kombInasI
sekalIgus.
erIkan perhatIan khusus terhadap dosIs dan respons
pengobatan pada: anak dan bayI, usIa lanjut, dan pasIenpasIen
yang juga menderIta gangguan gInjal, hepar dan jantung. Pada
bayI dan anak, gejala dInI.
Efek sampIng serIngkalI sulIt dIdeteksI karena kurangnya
kemampuan komunIkasI, mIsalnya untuk gangguan pendengaran.
Perlu dItelaah terus apakah pengobatan harus dIteruskan, dan
segera hentIkan obat bIla dIrasa tIdak perlu lagI.
Ila dalam pengobatan dItemukan keluhan atau gejala penyakIt
baru, atau penyakItnya memberat, selalu dItelaah lebIh dahulu,
apakah perubahan tersebut karena perjalanan penyakIt,
komplIkasI, kondIsI pasIen memburuk, atau justru karena efek
sampIng obat.

!enanganan efek sampIng
$egera hentIkan semua obat bIla dIketahuI atau dIcurIgaI terjadI
efek sampIng. ukanlah tIndakan yang tepat bIla mengatasI efek
sampIng dengan menambah konsumsI obat untuk mengobatI
efek yang tImbul tanpa dIsertaI dengan penghentIan obat yang
dIcurIgaI berefek sampIng. Hal InI justru akan bernIlaI tIdak
efektIf , dan efek sampIng tetap terus terjadI.
Upaya penanganan klInIk tergantung bentuk efek sampIng dan
kondIsI penderIta. Pada bentukbentuk efek sampIng tertentu
dIperlukan penanganan dan pengobatan yang spesIfIk. |Isalnya
untuk syok anafIlaksI (suatu reaksI alergI) dIperlukan pemberIan
adrenalIn dan obat serta tIndakan laIn untuk mengatasI syok.
Contoh laIn mIsalnya pada keadaan alergI, dIperlukan
penghentIan obat yang dIcurIgaI, pemberIan antIhIstamIn atau
kortIkosteroId (bIla dIperlukan)

Ada 5 efek sampIng darI obat yang terbIlang aneh atau berbeda
darI efek smapIng yang bIasa terjadI (0IkutIp darI
Howstuffworks), yaItu:
AmnesIa
KondIsI InI terjadI jIka seseorang secara tIbatIba tIdak Ingat
sIapa dIrnya atau darImana Ia berasal. Iasanya amnesIa yang
terjadI akIbat efek sampIng obat bukanlah amnesIa total tapI
kehIlangan memorI jangka pendeknya.
Efek sampIng InI bIsa terjadI pada orang yang mengonsumsI obat
|Irapex (dengan nama generIk pramIpexole) yang dIgunakan
untuk mengendalIkan gejala ParkInson dan pada orang Festless
Leg $yndrome (FL$).
bat laInnya adalah statIn yang dIgunakan untuk menurunkan
kolesterol. eberapa penelItI berteorI bahwa statIn dapat
menghalangI pembentukan kolesterol yang dIperlukan untuk
saraf. TapI dIyakInI obat InI masIh memIlIkI manfaat yang lebIh
besar dIbandIngkan efek sampIngnya.
Fasa nyerI dan sakIt
eberapa obat memang ada yang berfungsI untuk
menghIlangkan rasa sakIt atau nyerI dI tubuh, tapI ada obat
yang tIdak berhubungan dengan nyerI justru menImbulkan rasa
sakIt. rangorang yang mengonsumsI antIhIstamIn Allegra
(dengan nama generIk fexofenadIne) untuk menghIlangkan
demam dan gejala alergI laIn, ada kemungkInan mengalamI rasa
sakIt otot dan sakIt punggung.
Cangguan penglIhatan dan Indera laInnya
eberapa obat yang dImInum terkadang menImbulkan rasa pahIt
dI mulut, tapI jIka obat tersebut menInggalkan rasa yang buruk
atau bIsa mendIstorsI Indera perasa maka ada kemungkInan hal
tersebut akIbat efek sampIng darI obat yang dImInum.
$alah satu obat yang bIsa mempengaruhI fungsI Indera seseorang
adalah vasotec (dengan nama generIk enalaprIl) yang dIgunakan
untuk mengobatI darah tInggI dan gagal jantung kongestIf. bat
InI bIsa mempengaruhI kelIma Indera sepertI mengurangI rasa
pencIuman (anosmIa), mengganggu pendengaran (tInnItus) dan
masalah mata sepertI gangguan penglIhatan dan mata kerIng.
Perubahan warna urIne
Warna urIne memang bIsa menunjukkan adanya hal yang tIdak
beres dengan tubuh, mIsalnya ada InfeksI atau keracunan zat
besI. JIka urIne berwarna hItam ada kemungkInan efek sampIng
akIbat mengonsumsI obat flagyl, furazolIdone atau antIbIotIk
laInnya. UrIne berwarna ungu ada kemungkInan sebagaI efek
sampIng darI obat phenolphthaleIn yang dIgunakan dalam jangka
waktu lama.
JIka urIne berwarna hIjau ada kemungkInan sebagaI efek
sampIng darI obat elavIl dan beberapa antIdepresan. $edangkan
jIka urIne berwarna bIru ada kemungkInan sebagaI efek sampIng
darI obat dyrenIum, dIuretIk atau metIlen bIru yang dIgunakan
untuk mengurangI IrItasI akIbat InfeksI kandung kemIh
HalusInasI
KondIsI InI terjadI jIka seseorang melIhat atau mendengar
sesuatu yang tIdak benarbenar ada, halusInasI yang terjadI bIsa
berupa vIsual atau audItorI. eberapa obat yang bIsa
menyebabkan halusInasI adalah mIrapex dan larIam (dengan
nama generIk mefloquIne) yang dIcIptakan untuk mencegah atau
mengobatI malarIa dI Angkatan 0arat A$.

erIkut InI adalah contoh darI efek sampIng obat yang bIasanya
terjadI:
Kerusakan janIn, akIbat ThalIdomIde dan Accutane.
Pendarahan usus, akIbat AspIrIn.
PenyakIt kardIovaskular, akIbat obat penghambat C2.
TulI dan gagal gInjal, akIbat antIbIotIk CentamIsIn.
KematIan, akIbat Propofol.
0epresI dan luka pada hatI, akIbat nterferon.
0Iabetes, yang dIsebabkan oleh obatobatan psIkIatrIk
neuroleptIk.
0Iare, akIbat penggunaan rlIstat.
0IsfungsI ereksI, akIbat antIdepresan.
0emam, akIbat vaksInasI.
Claukoma, akIbat tetes mata kortIkosteroId.
Fambut rontok dan anemIa, karena kemoterapI melawan kanker
atau leukemIa.
HIpertensI, akIbat penggunaan EfedrIn. Hal InI membuat F0A
mencabut status ekstrak tanaman efedra (sumber efedrIn)
sebagaI suplemen makanan.
Kerusakan hatI akIbat Parasetamol.
|engantuk dan menIngkatnya nafsu makan akIbat penggunaan
antIhIstamIn.
$troke atau serangan jantung akIbat penggunaan $IldenafIl
(7Iagra).
unuh dIrI akIbat penggunaan FluoxetIne, suatu antIdepresan

R&%E PEMERN %
Cara pemberian obat serta tujuan penggunaannya adaIah
sebagai berikut:
O Rute pemberian obat ditentukan oleh sifat obat (kelarutan
dalam air atau lipid, ionisasi, dll) dan tujuan terapi (kerja cepat,
lambat, lokal)
O Rute pemberian obat : enteral (oral, sublingual, rektal),
parenteral (intra vaskular, M, $), lain-lain (inhalasi, intranasal,
intratekal, topikal, transdermal)
a. raI
bat yang cara penggunaannya masuk melalui mulut.
Keuntungannya relatif aman, praktis, ekonomis. Kerugiannya
timbul efek lambat; tidak bermanfaat untuk pasien yang sering
muntah, diare, tidak sadar, tidak kooperatif; untuk obat iritatif dan
rasa tidak enak penggunaannya terbatas; obat yang inaktif/terurai
oleh cairan lambung/ usus tidak bermanfaat (penisilin G, insulin);
obat absorpsi tidak teratur. &ntuk tujuan terapi serta efek
sistematik yang dikehendaki, penggunaan oral adalah yang
paling menyenangkan dan murah, serta umumnya paling aman.
Hanya beberapa obat yang mengalami perusakan oleh cairan
lambung atau usus. Pada keadaan pasien muntah-muntah,koma,
atau dikehendaki onset yang cepat, penggunaan obat melalui
oral tidak dapat dipakai.
b. SubIinguaI
ara penggunaannya, obat ditaruh dibawah lidah. %ujuannya
supaya efeknya lebih cepat karena pembuluh darah bawah lidah
merupakan pusat sakit. Misal pada kasus pasien jantung.
Keuntungan cara ini efek obat cepat serta kerusakan obat di
saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat
dihindari (tidak lewat vena porta)
.. InhaIasi
Penggunaannya dengan cara disemprot (ke mulut). Misal obat
asma. Keuntungannya yaitu absorpsi terjadi cepat dan homogen,
kadar obat dapat dikontrol, terhindar dari efek lintas pertama,
dapat diberikan langsung pada bronkus. Kerugiannya yaitu,
diperlukan alat dan metoda khusus, sukar mengatur dosis, sering
mengiritasi epitel paru sekresi saluran nafas, toksisitas pada
jantung. Dalam inhalasi, obat dalam keadaan gas atau uap yang
akan diabsorpsi sangat cepat melalui alveoli paru-paru dan
membran mukosa pada perjalanan pernafasan.
d. RektaI
ara penggunaannya melalui dubur atau anus. %ujuannya
mempercepat kerja obat serta sifatnya lokal dan sistemik. bat
oral sulit/tidak dapat dilakukan karena iritasi lambung, terurai di
lambung, terjadi efek lintas pertama. ontoh, asetosal,
parasetamol, indometasin, teofilin, barbiturat.
e. Pervaginam
entuknya hampir sama dengan obat rektal, dimasukkan ke
vagina, langsung ke pusat sasar. Misal untuk keputihan atau
jamur.
1. ParentraI
Digunakan tanpa melalui mulut, atau dapat dikatakan obat
dimasukkan de dalam tubuh selain saluran cerna. %ujuannya
tanpa melalui saluran pencernaan dan langsung ke pembuluh
darah. Misal suntikan atau insulin. Efeknya biar langsung sampai
sasaran. Keuntungannya yaitu dapat untuk pasien yang tidak
sadar, sering muntah, diare, yang sulit menelan/pasien yang
tidak kooperatif; dapat untuk obat yang mengiritasi lambung;
dapat menghindari kerusakan obat di saluran cerna dan hati;
bekerja cepat dan dosis ekonomis. Kelemahannya yaitu kurang
aman, tidak disukai pasien, berbahaya (suntikan infeksi). stilah
injeksi termasuk semua bentuk obat yang digunakan secara
parentral, termasuk infus. njeksi dapat berupa larutan, suspensi,
atau emulsi. pabila obatnya tidak stabil dalam cairan, maka
dibuat dalam bentuk kering. ila mau dipakai baru ditambah aqua
steril untuk memperoleh larutan atau suspensi injeksi.
g. TopikaI/IokaI
bat yang sifatnya lokal. Misal tetes mata, tetes telinga, salep.
h. Suntikan
Diberikan bila obat tidak diabsorpsi di saluran cerna serta
dibutuhkan kerja cepat.

ntibiotik
AntIbIotIka berasal darI dua kata yaItu antI : lawan dan bIos :
hIdup. AntIbIotIk adalah zatzat kImIa yang dIhasIlkan oleh fungI
dan bakterI, yang memIlIkI khasIat mematIkan atau
menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksIsItasnya bagI
manusIa relatIf kecIl.
KegIatan antIbIotIk untuk pertama kalInya dItemukan secara
kebetulan oleh dr. Alexander FlemIng (nggrIs, 1928, penIsIlIn).
TetapI penemuan InI baru dIkembangkan dan dIgunakan dI tahun
1941 (perang 0unIa ), ketIka obatobat antIbakterI sangat
dIperlukan untuk menanggulangI InfeksI darI lukaluka akIbat
pertempuran.

Penyebab tImbulnya resIstensI antIbIotIka yang terutama adalah
:

1. TIdak tepat sasaran, salah satunya adalah pemberIan
antIbIotIka pada pasIen yang bukan menderIta penyakIt
InfeksI bakterI. Walaupun menderIta InfeksI bakterI,
antIbIotIka yang dIberIkan pun harus dIpIlIh secara
seksama. TIdak semua antIbIotIka ampuh terhadap bakterI
tertentu. $etIap antIbIotIka mempunyaI daya bunuh
terhadap bakterI yang berbedabeda. Karena Itu,
antIbIotIka harus dIpIlIh dengan seksama.
2. TIdak tepat dosIs dapat menyebabkan bakterI tIdak
terbunuh, bahkan justru dapat merangsangnya untuk
membentuk turunan yang lebIh kuat daya tahannya
sehIngga resIsten terhadap antIbIotIka.
J. Karena Itu, jIka dokter memberIkan obat antIbIotIka,
patuhIlah petunjuk pemakaIannya dan harus dImInum
sampaI habIs.
4. PemakaIan antIbIotIka tIdak boleh sembarangan, baIk
untuk anakanak maupun orang dewasa. tu sebabnya,
antIbIotIka tIdak boleh dIjual bebas melaInkan harus
dengan resep dokter.
5. Terlalu serIng mengonsumsI antIbIotIka juga
berdampak buruk pada ''bakterIbakterI baIk'' yang
menghunI saluran pencernaan kIta. akterIbakterI
tersebut dapat terbunuh, padahal mereka bekerja
membuat zatzat yang bermanfaat bagI kesehatan kIta.
10 aI Tentang AntIbIotIka

AntIbIotIka tentu bukan sesuatu yang asIng. Namun, bagaImana
antIbIotIka selayaknya dIgunakan, tak semua orang tahu.
1. Apa sebetuInya manfaat antIbIotIka! AntIbIotIka
adalah senyawa kImIa yang dIbuat untuk melawan bIbIt
penyakIt, khususnya kuman. Ada beragam jenIs kuman, ada
kuman yang besar, ada yang kecIl, dengan sIfat yang
beragam pula. Kuman cenderung bersarang dI organ
tertentu dI tubuh yang dItumpangInya. Ada yang suka dI
otak, dI paruparu, dI usus, saraf, gInjal, lambung, kulIt,
atau tenggorok, dan laInnya. 0I organorgan tempat
bersarangnya Itu, kuman tertentu menImbulkan InfeksI.
Kuman tIpus menImbulkan penyakIt tIpus dI usus, kuman
TC dI paruparu, selaIn bIsa juga dI tulang, gInjal, otak,
dan kulIt. Kuman lepra dI saraf dan kulIt, kuman dIfterIa dI
tenggorokan, tetanus dI saraf, dan banyak lagI. Awalnya,
dItemukan jenIs antIbIotIka penIsIlIn, lalu sulfa, yang
dIgunakan untuk mengobatI semua penyakIt InfeksI.
$ekarang, sudah berpuluhpuluh jenIs antIbIotIka
dItemukan, baIk darI rumpun yang sama, maupun darI jenIs
yang lebIh baru. $etIap antIbIotIka memIlIkI
kemampuannya sendIrI dalam melawan kuman. tu sebab,
setIap rumpun kuman memIlIkI penangkalnya masIng
masIng yang spesIfIk. Namun, kebanyakan antIbIotIka
bersIfat serba mempan atau broadspectrum. ArtInya,
semua kuman dapat dIbasmInya. $elaIn Itu, ada pula jenIs
antIbIotIka yang sempIt pemakaIannya, spesIfIk hanya
untuk kumankuman tertentu saja. |Isalnya, antIbIotIka
untuk kuman TC (mycobacterIum tuberculosIs), untuk
lepra atau kusta (mycobaterIum leprae), atau untuk tIpus
(salmonella tyhphI).
2. Kapan antIbIotIka dIgunakan! AntIbIotIka dIgunakan
jIka ada InfeksI oleh kuman. nfeksI terjadI jIka kuman
memasukI tubuh. Kuman memasukI tubuh melaluI pIntu
masuknya sendIrIsendIrI. Ada yang lewat mulut bersama
makanan dan mInuman, lewat udara napas memasukI paru
paru, lewat luka renIk dI kulIt, melaluI hubungan kelamIn,
atau masuk melaluI alIran darah, lalu kuman menuju organ
yang dIsukaInya untuk bersarang. Cejala umum tubuh
terInfeksI bIasanya dIsertaI suhu badan menInggI, demam,
nyerI kepala, dan nyerI. nfeksI dI kulIt menImbulkan reaksI
merah meradang, bengkak, panas, dan nyerI. Contohnya
bIsul. 0I usus, bergejala mulas, mencret. 0I saluran napas,
batuk, nyerI tenggorok, atau sesak napas. 0I otak, nyerI
kepala. 0I gInjal, banyak berkemIh, kencIng merah atau
sepertI susu. Namun, gejala suhu tubuh menInggI, demam,
nyerI kepala, dan nyerI, bIsa juga bukan dIsebabkan oleh
kuman, melaInkan InfeksI oleh vIrus atau parasIt. 0arI
keluhan, gejala dan tanda, dokter dapat mengenalI apakah
InfeksI dIsebabkan oleh kuman, vIrus, atau parasIt.
PenyakIt yang dIsebabkan bukan oleh kuman tIdak mempan
dIobatI dengan antIbIotIka. Untuk vIrus dIberI antIvIrus,
dan untuk parasIt dIberI antInya, sepertI antImalarIa,
antIjamur, dan antIcacIng. JIka InfeksI oleh jenIs kuman
yang spesIfIk, bIasanya dokter langsung memberIkan
antIbIotIka yang sesuaI dengan kuman penyebabnya. |Isal
bIsul dI kulIt, tetanus, dIfterIa, tIpus, atau InfeksI mata
merah. Untuk InfeksI yang meragukan, dIperlukan
pemerIksaan khusus untuk memastIkan jenIs kuman
penyebabnya. Caranya dengan melakukan pembIakan
(kultur) kuman. ahan bIakannya dIambIl darI darah atau
aIr lIur, dahak, urIne, tInja, caIran otak, nanah kemaluan,
atau kerokan kulIt. 0engan bIakan kuman, selaIn
menemukan jenIs kumannya, dapat langsung dIperIksa pula
jenIs antIbIotIka yang cocok untuk menumpasnya (tes
resIstensI). 0engan demIkIan, pengobatan InfeksInya lebIh
tepat. JIka tIdak dIlakukan tes resIstensI, bIsa jadI
antIbIotIka yang dIanggap mampu sudah tIdak mempan,
sebab kumannya sudah kebal terhadap jenIs antIbIotIka
yang dIanggap ampuh tersebut.
J. Kenapa semakIn banyak kuman yang kebaI
antIbIotIka! PemakaIan antIbIotIka dI negaranegara
sedang berkembang serIng tIdak terkontrol dan cenderung
serampangan. AntIbIotIka yang bIsa dIbelI bebas,
ketIdaktahuan pemakaIan, dan tIdak dIpakaI sampaI
tuntas, menImbulkan generasI kuman yang menjadI kebal
(resIsten) terhadap antIbIotIka yang dIgunakan secara tIdak
tepat dan serampangan Itu. PemakaIan antIbIotIka yang
tIdak dIhabIskan, atau menebusnya setengah resep,
mIsalnya. $emakIn serIng dan banyak dIsalahgunakan suatu
antIbIotIka, semakIn cepat menImbulkan kekebalan kuman
yang bIasa dItumpasnya. PemakaIan antIbIotIka golongan
erythromycIne yang palIng banyak dan luas dIpakaI dI
dasawarsa 80an, semakIn banyak melahIrkan generasI
kuman yang kebal terhadapnya. Lalu, dIbuat generasI baru
darI rumpun yang sama. $etIap beberapa tahun, lahIr jenIs
generasI antIbIotIka baru untuk membasmI jenIs kuman
yang sudah kebal. Tentu, dengan harga yang lebIh mahal.
4. Apa efek sampIng antIbIotIka! $epertI obat
umumnya, antIbIotIka juga punya efek sampIng masIng
masIng. Ada yang berefek buruk terhadap gInjal, hatI, ada
pula yang mengganggu keseImbangan tubuh. 0okter
mengetahuI apa efek sampIng suatu antIbIotIka, sehIngga
tIdak dIberIkan pada sembarang pasIen. PasIen dengan
gangguan hatI, mIsalnya, tIdak boleh dIberIkan antIbIotIka
yang efek sampIngnya merusak hatI, sekalIpun ampuh
membasmI kuman yang sedang pasIen Idap. 0okter perlu
memIlIhkan antIbIotIka laIn, mungkIn kurang ampuh,
namun tIdak berefek pada hatI.Namun, jIka suatu
antIbIotIka tIdak ada penggantInya, antIbIotIka tetap
dIpakaI, dengan catatan, bahaya efek sampIng pada
seorang pasIen memerlukan monItorIng oleh dokter, jIka
dIpakaI untuk jangka waktu yang lama. AntIbIotIka untuk
TC, mIsalnya, yang dImInum sedIkItnya 6 bulan, perlu
pemerIksaan fungsI hatI secara berkala, agar jIka sudah
merusak hatI, obat dIpertImbangkan untuk dIgantI.
5. Apa bahaya terIaIu serIng menggunakan
antIbIotIka! PemakaIan antIbIotIka yang terlalu serIng
tIdak dIanjurkan. 0I negara kIta, orang bebas membelI
antIbIotIka dan memakaInya kapan dIanggap perlu. $edIkIt
batuk pIlek, langsung mInum antIbIotIka. aru mencret
sekalI, langsung antIbIotIka. Padahal belum tentu perlu.
Kenapa: elum tentu batuk pIlek dIsebabkan oleh kuman.
Awalnya oleh vIrus. JIka kondIsI badan kuat, penyakIt vIrus
umumnya sembuh sendIrI. Yang perlu dIlakukan pada
penyakIt yang dIsebabkan oleh vIrus adalah memperkuat
daya tahan tubuh dengan cukup makan, IstIrahat, dan
makanan bergIzI. PemberIan antIbIotIka pada batuk pIlek
yang dIsebabkan oleh vIrus hanya merupakan
penghamburan dan merugIkan badan, sebab memIkul efek
sampIng antIbIotIka yang sebetulnya tak perlu
terjadI.Kasus batuk pIlek vIrus yang sudah lama, yang
bIasanya sudah dItunggangI oleh kuman, baru
membutuhkan antIbIotIka untuk membasmI kumannya,
bukan untuk vIrus flunya. Tanda batuk pIlek membutuhkan
antIbIotIka adalah dengan melIhat Ingusnya. Yang tadInya
encer benIng sudah berubah menjadI kental berwarna
kunInghIjau. $elama Ingusnya masIh encer benIng,
antIbIotIka tak dIperlukan. |Inum antIbIotIka kelewat
serIng juga mengganggu keseImbangan flora usus. KIta
tahu, dalam usus normal tumbuh kuman yang membantu
pencernaan dan pembentukan vItamIn K. $elaIn Itu, dI
bagIanbagIan tertentu tubuh kIta juga hIdup kuman
kuman jInak yang hIdup berdampIngan dengan damaI
dengan tubuh kIta. 0I kemaluan wanIta, dI kulIt, dI mulut,
dan dI manamana bagIan tubuh ada kuman yang tIdak
mengganggu namun bermanfaat (sImbIosIs). Terlalu serIng
mInum antIbIotIka berartI membunuh seluruh kuman jInak
yang bermanfaat bagI tubuh. JIka populasI kuman jInak
yang bermanfat bagI tubuh terbasmI, keseImbangan
mIkroorganIsme tubuh bIsa terganggu, sehIngga jamur yang
tadInya takut oleh kumankuman yang ada dI tubuh kIta
berkesempatan lebIh mudah menyerang. tu maka, banyak
orang yang setelah mInum antIbIotIka yang kelewat lama,
kemudIan terserang penyakIt jamur. Isa jamur dI kulIt,
usus, serIawan dI mulut, atau dI mana saja. KeputIhan
sebab jamur pada wanIta, antara laIn lantaran vagIna
kelewat bersIh oleh antIsepsIs yang membunuh kuman
bermanfaat dI sekItar vagIna (0oderleIn).
6. erapa Iama seharusnya konsumsI antIbIotIka! Lama
pemakaIan antIbIotIka bervarIasI, tergantung jenIs InfeksI
dan kuman penyebabnya. PalIng sedIkIt 45 harI. Namun,
jIka InfeksInya masIh belum tuntas, antIbIotIka perlu
dIlanjutkan sampaI keluhan dan gejalanya hIlang. Pada
tIpus, perlu beberapa mInggu. 0emIkIan pula pada dIfterIa,
tetanus. PlIng lama pada TC yang memakan waktu
berbulanbulan. Termasuk pada kusta.Pada InfeksI
tertentu, setelah pemakaIan antIbIotIka satu kIr, perlu
dIlakukan pemerIksaan bIakan kuman ulang untuk
memastIkan apakah kuman sudah terbasmI tuntas. nfeksI
saluran kemIh, mIsalnya, setelah selesaI satu kIr
antIbIotIka dan keluhan gejalanya sudah tIada, bIakan
kuman dIlakukan untuk melIhat apa dI gInjal masIh tersIsa
kuman. JIka masIh tersIsa kuman dan antIbIotIkanya tIdak
dIlanjutkan, penyakIt InfeksInya akan kambuh
lagI.Termasuk pada InfeksI gIgI. $akIt gIgI bIasanya
dIsebabkan oleh adanya kuman yang memasukI gusI dan
tulang rahang melaluI gIgI yang bolong atau keropos.
0alam keadaan demIkIan, gusI membengkak dan gIgI nyerI.
AntIbIotIka dIberIkan sampaI keluhan nyerI gIgI hIlang. JIka
antIbIotIka hanya dImInum seharIdua, kuman dI dalam
gusI belum matI semua, sehIngga InfeksI gusI dan sakIt gIgI
akan kambuh lagI.
7. Kenapa antIbIotIka bIsa tIdak mempan!AntIbIotIka
tIdak mempan karena dua hal. Yang palIng serIng, kuman
penyebab penyakItnya sudah kebal terhadap antIbIotIka
tersebut. Untuk Itu perlu dIcarI antIbIotIka jenIs laIn yang
lebIh sensItIf. Iasanya perlu dIlakukan tes resIstensI
mencarI jenIs antIbIotIka yang tepat.Yang kedua karena
tIdak dIlakukan tes resIstensI dulu dan langsung dIberIkan
antIbIotIka secara acak, sehIngga kemungkInan pIlIhan
antIbIotIkanya tIdak tepat untuk jenIs kuman penyebab
penyakItnya. AntIbIotIkanya memang tIdak mempan
terhadap kuman penyebabnya. KIta mengenal ada kuman
jenIs gramnegatIf. Untuk Itu perlu antIbIotIka untuk jenIs
kuman Itu. JIka dIberIkan antIbIotIka untuk jenIs kuman
gramposItIf, tentu tIdak akan mempan, sebab
antIbIotIkanya salah sasaran. Atau bIsa oleh karena
InfeksInya bukan dIsebabkan oleh kuman, melaInkan oleh
vIrus atau parasIt. Jamur kulIt tak mempan dIberI salep
atau krIm antIbIotIka, mIsalnya.
8. Apa artInya antIbIotIka yang keras! ArtInya tIdak
perlu antIbIotIka darI generasI yang baru, kalau dengan
antIbIotIka klasIk (golongan penIcIllIn) masIh mempan.
Namun, untuk InfeksI rIngan saja (flu), serIngkalI dIberIkan
antIbIotIka generasI mutakhIr. $elaIn jauh lebIh mahal,
tubuh pun memIkul efek sampIng yang bIasanya lebIh
berat. $emakIn ampuh antIbIotIka, bIasanya semakIn keras
pula efek sampIngnya. |embunuh lalat tak perlu pakaI
panah, cukup dItepuk. egItu pula untuk InfeksI enteng.
Kalau bIsa, jangan lekaslekas memakaI antIbIotIka. Tubuh
kIta memIlIkI perangkat antIbodI. $etIap bIbIt penyakIt,
apa pun jenIsnya, yang masuk ke dalam tubuh, akan
dIbasmI oleh sIstem kekebalan tubuh sendIrI. Tubuh baru
menyerah kalah jIka bIbIt penyakItnya sangat ganas,
jumlahnya banyak, dan dayatahan tubuh sedang lemah.
TIdak setIap kalI dImasukI bIbIt penyakIt, tubuh kIta akan
jatuh sakIt. JIka kekebalan tubuh prIma, bIbIt penyakIt
yang sudah memasukI tubuh akan gagal mengInfeksI, dan
kIta batal jatuh sakIt. nfeksI umumnya baru terjadI jIka
tubuh sedang lemah. Untuk Itu, perlu bantuan zat antI
yang dIkIrIm darI luar. KIrIman zat antI darI luar Itulah
yang dIperankan oleh antIbIotIka.
9. Kenapa orang bIsa pIngsan usaI mInum atau dIsuntIk
antIbIotIka! Adakalanya, sehabIs mInum atau dIsuntIk
antIbIotIka bIsa pIngsan. rangorang tertentu yang
berbakat alergI, umumnya tIdak tahan terhadap antIbIotIka
golongan penIsIlIn, baIk yang dImInum maupun yang
dIsuntIkkan. eberapa menIt sampaI beberapa jam
sesudahnya muncul reaksI alergI. Fasa tebal dan gatal dI
bIbIr, pusIng, mual, muntah, lalu pIngsan. JIka rIngan
hanya gatalgatal mIrIp bIduran. FeaksI hebat bIsa
menImbulkan reaksI kulIt melepuh, berbIsulbIsul ($teven
Johnson syndrome). agI yang berbakat alergI, perlu dItes
dulu sebelum mendapat suntIkan antIbIotIka golongan
penIsIlIn. JIka posItIf, jangan dIberIkan. Atau jIka pernah
ada rIwayat gatal sehabIs mInum atau dIsuntIk antIbIotIka,
buatlah catatan, agar laIn kalI dapat mengIngatkan dokter
kalau tIdak tahan antIbItIoka tersebut. $ekarang reaksI
alergI terhadap antIbIotIka sudah jarang terjadI, sebab
tersedIa banyak pIlIhan antIbIotIka yang lebIh unggul darI
penIsIlIn tanpa rIsIko alergI.
10. Apakah semua antIbIotIka hanya untuk
dImInum! TIdak. $elaIn dalam bentuk obat mInum (oral),
ada juga dalam bentuk suntIkan (parenteral), salep, krIm,
suposItorIa (dImasukkan ke lIang dubur atau vagIna);
lotIon, dan tetes. nfeksI kulIt memakaI salep atau krIm
antIbIotIka, InfeksI mata merah memakaI tetes atau salep
mata, InfeksI telInga tengah memakaI tetes kupIng
antIbIotIka, keputIhan kuman dIpakaI antIbIotIka
berbentuk peluru yang dImasukkan ke dalam vagIna (bagI
yang sudah menIkah, tIdak buat yang masIh gadIs).
AntIbIotIka streptomycIne, garamycIne, hanya dalam
bentuk suntIkan, tIdak tersedIa dalam bentuk tablet atau
kapsul. $ebalIknya, kebanyakan antIbIotIka yang dImInum
belum tentu ada dalam bentuk suntIkannya. TapI, ada juga
antIbIotIka baIk dalam bentuk suntIkan maupun yang
dImInum. |embubuhI serbuk antIbIotIka pada lubang gIgI
yang sakIt sepertI kebIasaan sementara orang atau pada
luka, tIdak terlalu tepat. Efek penembusan antIbIotIka ke
jarIngan gusI yang terInfeksI tIdak sebaIk jIka dImInum,
atau bIsa menyerap optImal sepertI antIbIotIka yang sudah
dalam bentuk salep atau krIm jIka untuk dIpakaI pada
kulIt.

EERP H YNG PER&


DKE%H& P$EN $% ER%
Ada beberapa hal yg harus kIta ketahuI dan kIta tanyakan secara
detaIl kepada pIhak apotek ketIka kIta berobat atau
mendapatkan pengobatan, hal tersebut berguna agar obatobat
yg kIta mInum bIsa bekerja secara maksImal dan bIsa cepat
sembuh.
eberapa hal tersebut dIantaranya :

Aturan !akaI
SetIap erapa jam obat harus dImInum !!!
erapa kalI obat harus dImInum Itu pentIng dIketahuI secara
benar, apalagI untuk obat antIbIotIk atau antIvIrus, saat
dIsebutkan J kalI sharI kadang kIta mInum seenaknya sendIrI
ketIka kIta sedang Ingat. Padahal seharusnya menurut aturan,
obat tersebut harus dImInum setIap 8 jam agar obat bekerja
secara maksImal sma hal nya dgn obatobat yg mestI dImInum 2
kalI seharI ato pun 4 kalI sharI.

SebeIum makan
ArtInya obat dImInum saat perut dalam keadaan kosong, bukan
berartI saat dIsebutkan obat dImInum sebelum makan, mutlak
kIta mInum sebelum makan, tetapI bIsa saja kIta mInum obat
tersebut sesudah makan sekItar 2 jam sesudah makan, karena
pada selang waktu 2 jam dIanggap lambung sudah mulaI kosong
lagI, sehIngga obatobat yg terpengaruh absorpsInya karena
makanan bIsa dIgunakan.

Sesudah makan
ArtInya obat tersebut dImInum saat perut tIdak dalam keadaan
kosong, karena dItakutkan obatobat yg bersIfat asam (mIs :
asam mefenama) bIsa mengIrItasI lambung saat perut kosong.
Usahakan untuk mengIsI perut dengan makanan walaupun hanya
sedIkIt atopun hanya dengan rotI, dan saat mInum obat tIdak
boleh sampaI 2 jam setelah makan, karena setelah 2 jam perut
sudah kembalI mulaI kosong.

Takaran obat
Alat yg kIta gunakan untuk menakar obat harus sesuaI dengan
aturan yg ada, mIsalnya ketIka kIta mendapatkan obat syrup dan
harus memInumnya dengan ukuran sendok teh ato sendok
makan, maka akan menImbulkan berbagaI masalah, salah satu
dIantaranya adalah karena ukuran sendok dImasIngmasIng
tempat bIsa berbeda. 0Irumah saya kemungkInan ukuran sendok
tehnya bIsa berbeda dengan ukuran sendok dIrumah anda. Yang
perlu ada tanyakan saat anda berobat adalah berapa ml yg
harus mInum, mIsalnya 5 ml, 10 ml ataukah 15 ml. Ato ketIka
kIta mendapatkan obat dalam bentuk drop, dIetIket dItulIskan
bahwa yg harus dImInum adalah 0.5 ml ternyata ketIka kIta
buka sedIaan drop tersebut tIdak ada ukuran ml ato cc
melaInkan tetesan. Apa yg akan terjadI::: PastI anda akan
kebIngungan (1ml = 20 tetes).

Saat yg tepat untuk mInum obat
Yang tIdak kalah pentIng adalah kIta harus mengetahuI kapan
saat yg tepat kIta harus mInum obat tersebut,(mIs : obat
antIalergI) karena kebanyakan obat antIalergI menyebabkan
kantuk maka sebaIknya obat tersebut dImInum pada malam harI
sebelum tIdur agar tIdak mengganggu aktIfItas. Ato contoh laIn
mIsalnya furosemId, ketIka kIta mengkonsumsI furosemId kIta
akan merasa serIng IngIn buang aIr kecIl maka obat tersebut
sebaIknya dImInum pada pagI harI sehIngga tIdak akan
menggangu aktIfItas tIdur kIta dImalam harI.

SampaI kapan anda harus memInum obat
$elaIn beberapa hal dIatas ada satu hal yg juga perlu anda
tanyakan sampaI kapan obat yg anda peroleh harus dImInum.
Contohnya :

AntIbIotIk
Untuk antIbIotIk dalam sedIaan tablet obat harus dIhabIskan,
mInImal penggunaan antIbIotIk adalah J harI dan maksImal
penggunaan dIsesuaIkan dengan kondIsI masIng masIng pasIen.
$edangkan untuk sedIaan syrup kerIng (bIasanya sudah
dIlarutkan oleh pIhak apotek) ratarata penggunaaan obat
adalah 1 mInggu darI harI pertama obat dIlarutkan (amoksIlIn
syr) dan ada pula yg memIlIkI batas melebIhI 1 mInggu. $ama hal
nya dengan sedIaan tablet, sedIaan syrup juga harus dImInum
sampaI habIs, tetapI jIka untuk syrup sudah melebIhI batas
waktu yg sdh dItentukan masIh sIsa maka obat tersebut tIda
boleh dIgunakan lagI dan harus dIbuang

AnaIgetIk-AntIpIretIk
rang awam menyebutnya sebagaI obat penghIlang rasa sakIt
(nyerI) dan penurun demam. batobat golongan InI dIberIkan
hanya jIka dIperlukan, artInya obat tIdak perlu dImInum sampaI
habIs tetapI obat dImInum sampaI gejala hIlang. |Isalnya
pemakaIan parasetamol yg hanya dIberIkan ketIka pasIen
demam, dan ketIka pasIen sudah tdk menunjukan gejala
demam, obat bIsa dIhentIkan. TetapI pemakaIan obat demam
bIsa berbeda ketIka hal tersebut dIgunakan pada pengobatan
demam berdarah, pasIen yg demamnya turun bIsa saja
memasukI masa krItIs. $ehIngga dIanjurkan untuk lebIh waspada
pada penggunaan obat demam.

Untuk Itu bertanyalah anda kepada Apoteker ato petugas apotek
yg menyerahkan obat kepada anda agar anda mendapatkan
pengobatan yang benar. JIka anda mendapatkan pengobatan yg
benar maka anda akan segera sembuh. Pepatah mengatakan
"|alu bertanya sesat dIjalan". $emoga
bermanfaat.........................

Prosedur Pemberian bat


Ada beberapa hal yang harus dIpahamI oleh perawat atau bIdan
dalam hal prosedur pemberIan obat terutama untuk pasIen
rawat Inap dI F$, hal tersebut berguna untuk mengurangI terjadI
nya medIcatIon error dan medIcal error pada pasIen yang
dIrawat.
!rosedur !emberIan obat yang benar
!E#SA!AN
1. CucI tangan sebelum menyIapkan pengobatan
2. PerIksa untuk terjadInya alergI obat, perIksa penIlaIan rIwayat
J. PerIksa perIntah pengobatan dengan perIntah dokter dan
lembar pengobatan
4. PerIksa label tempat obat sebanyak J x untuk menghIndarI
terjadInya kesalaha label dIbaca pada saat melIhat kemasan,
saat menuang obat dan setelah menuang obat
5. PerIksa tanggal E0 pada label obat
6. PerIksa ulang perhItungan dosIs obat dengan perawat laIn
7. PastIkan kebenaran obatobat yang dapat bersIfat toksIk
dengan ahlI farmasI
8. Tuang tablet atau kapsul kedalam tutup tempat obat. JIka obat
tersedIa dalam dosIs unIt, buka paket dIsIsI tempat tIdur setelah
memastIkan kebenaran IdentIfIkasI pasIen
9. Tuang caIran setInggI mata, lengkung terendah darI caIran
harus berada pada garIs obat yang dImInta
10. erIkan bersamasama dengan makanan untuk obat yang
mengIrItasI lambung

!EE#AN
1. PerIksa IdentItas pasIen melaluI gelang
2. erIkan obat dengan rasa tIdak enak terlebIh dahulu, baru
kemudIan dIIkutI dengan obat dengan rasa yang tIdak
menyenangkan
J. erIkan hanya obat yang anda persIapkan
4. antu pasIen untuk mendapatkan posIsI yang tepat tergantung
pada rute pemberIan
5. Tetaplah bersama pasIen sampaI obat dIpakaI
6. JIka memberIkan obat pada sekelompok pasIen, berIkan obat
terakhIr pada pasIen yang membutuhkan bantuan ekstra
7. erIkan tdk lebIh darI 2,5J ml larutan | pada satu tempat
8. ayI tIdak boleh menerIma lebIh darI 1 ml larutan | pada satu
tempat
9. TIdak boleh memberIkan lebIh darI 1ml jIka melaluI rute
subcutan
10. uang jarum dan tabung suntIk ketempat yang tepat
11. uang larutan yang tIdak terpakaI darI ampul, sImpan larutan
stabIl yang tIdak terpakaI dIdlm tempat yang tepat (mIs kulkas).
12. TulIs tanggal dan waktu pembukaan dan InIsIal pada label obat
1J. $Impan narkotIka kedalam lacI/lemarI kuncI ganda
14. KuncI untuk narkotIka harus dIsImpan oleh perawat dan tIdak
boleh dIsImpan dalam lemarI/lacI

!ENCATATAN
1. Laporkan kesalahan pemberIan obat segera kepada dokter
pasIen, lengkapI laporan perIstIwa
2. |asukkan kedalam kolom :catatan obat yang dIberIkan, dosIs,
waktu, rute dan InIsIal anda
J. Catat obatobat segera setelah dIberIkan
4. Lapor dan catat obatobat yang dItolak dan alasan penolakan
5. Catata jumlah caIran yang dImInum bersama obat pda kolom
Intake dan output, sedIakan caIran yang hanya dIperbolehkan
dalam dIet

PENGGNGN %
|enurut Permenkes F No. 949/|enkes/Per/7/2000
bat dIgolongkan menjadI empat golongan yaItu :
1. bat bebas (obat TC : ver The Counter) merupakan obat
yang dItandaI dengan lIngkaran
berwarna hIjau dengan tepI lIngkaran berwarna hItam. bat
bebas umumnya berupa suplemen vItamIn dan mIneral, obat
gosok, beberapa analgetIkantIpIretIk, dan beberapa antasIda.
bat golongan InI dapat dIbelI bebas dI Apotek, toko obat dan
warung.
2. bat bebas terbatas, merupakan obat yang dItandaI dengan
lIngkaran berwarna bIru dengan tepI lIngkaran berwarna hItam.
bat InI juga dapat dIperoleh tanpa resep dokter dIapotek dan
toko obat. batobat yang umumnya masuk dalam golongan InI
antara laIn obat batuk, obat Influenza, obatobat antIseptIk dan
tetes mata untuk IrItasI rIngan. Pada kemasan obat sepertI InI
bIasanya tertera perIngatan yang bertanda kotak kecIl berdasar
warna gelap atau kotak putIh bergarIs tepI hItam, dengan
tulIsan sebagaI berIkut :
P.No. 1: Awas! bat keras. acalah aturan pemakaIannya.
P.No. 2: Awas! bat keras. Hanya untuk bagIan luar darI badan.
P.No. J: Awas! bat keras. TIdak boleh dItelan.
P.No. 4: Awas! bat keras. Hanya untuk dIbakar.
P.No. 5: Awas! bat keras. bat wasIr, jangan dItelan
J. bat keras (duIu dIsebut obat daftar C = gevaarIIjk =
berbahaya)
0Isebut obat keras karena jIka pemakaI tIdak memperhatIkan
dosIs, aturan pakaI, dan perIngatan yang dIberIkan, dapat
menImbulkan efek berbahaya. bat keras merupakan obat yang
hanya bIsa dIdapatkan dengan resep dokter dan hanya bIsa
dIperoleh dI Apotek. 0alam kemasannya dItandaI dengan
lIngkaran merah dengan huruf K dItengahnya. Contoh obat InI
adalah amoksIlIn, asam mefenamat dan semua obat dalam
bentuk InjeksI.
4. bat NarkotIka, merupakan zat atau obat yang berasal darI
tanaman atau bukan tanaman baIk sIntesIs maupun semI sIntesIs
yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hIlangnya rasa, mengurangI sampaI menghIlangkan rasa nyerI,
dan dapat menImbulkan ketergantungan. (UU F no. 22 th 1997
tentang NarkotIka). bat InI pada kemasannya dengan lIngkaran
yang dIdalamnya terdapat palang (+) berwarna merah.
bat narkotIka penggunaannya dIawasI dengan ketat sehIngga
obat golongan narkotIka hanya dapat dIperoleh dI apotek
dengan resep dokter aslI (tIdak dapat menggunakan copy resep).
0alam bIdang kesehatan, obatobat narkotIka bIasa dIgunakan
sebagaI anestesI/obat bIus dan analgetIk/obat penghIlang rasa
sakIt. Contoh obat narkotIka adalah : codIpront (obat batuk),
|$T (analgetIk) dan fentanIl (obat bIus).
5. bat-obat psIkotropIka, merupakan Zat atau obat baIk
IlmIah atau sIntesIs, bukan narkotIka yang berkhasIat psIkoaktIf
melaluI pengaruh selektI pada susunan saraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada aktIvItas mental dan
prIlaku, Ex : alprazolam, dIazepam. |engenaI obatobat
psIkotropIka InI dIatur dalam UU F Nomor 5 tahun 1997.
PsIkotropIka dIbagI menjadI :
a. Colongan : sampaI sekarang kegunaannya hanya dItujukan
untuk Ilmu pengetahuan, dIlarang dIproduksI, dan dIgunakan
untuk pengobatan contohnya metIlen dIoksI metamfetamIn,
LIsergId acId dIathylamIne (L$0) dan metamfetamIn
b. Colongan , dan 7 dapat dIgunakan untuk pengobatan
asalkan sudah dIdaftarkan, contohnya dIazepam, fenobarbItal,
lorazepam dan klordIazepoksId.

$EDN FRM$
eberapa pengertIan tentang sedIaan farmasI berdasarkan
peraturan perundangundangan yang berlaku :
1. bat jadI adalah sedIaan atau paduan bahanbahan
yang dIgunakan untuk mempengaruhI atau menyelIdIkI
sItem fIsIologIs atau keadaan patologI dalam rangka
penetapan dIagnosa, pencegahan, penyembuhan ,
pemulIhan, penIngkatan kesehatan dan kontrasepsI (
Peraturan |enterI Kesehatan Nomor :
917/|enkes/Per//199J tentang wajIb daftar obat jadI)
2. bat tradIsIonal adalah bahan atau ramuan bahan
yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewa, bahan mIneral,
sedIaan sarIan(galenIk) atau campuran darI bahan tersebut
secara turun menurun telah dIgunakan untuk pengobatan
berdasarkan pengalaman (Peraturan PemerIntah FepublIk
ndonesIa Nomor :72 Tahun 1998 tentang Pengamanan
$edIaan FarmasI dan Alat Kesehatan)
J. KosmetIka adalah paduan bahan yang sIap dIgunakan
pada bagIan luar badan (kulIt, rambut, kuku, bIbIr, dan
organ kelamIn bagIan luar), gIgI dan rongga mulut untuk
membersIhkan,menambah daya tarIk, mengubah
penampakan, melIndungI supaya tetap dalam keadaan
baIk, memperbaIkI bau badan, tetapI tIdak dImaksudkan
untuk mengobatI atau menyembuhkan suatu penyakIt
(Peraturan PemerIntah FepublIk ndonesIa Nomor :72
Tahun 1998 tentang Pengamanan $edIaan FarmasI dan Alat
Kesehatan)
4. bat Palsu adalah obat yang dIproduksI oelh yang
tIdak berhak berdasarkan peraturan perundangundangan
yang berlaku, obat yang tIdak terdaftar, dan obat yang
kadar zat khasIatnya menyImpang lebIh darI 20 darI batas
kadar yang dItetapkan (Peraturan |enterI Kesehatan
Nomor : 917/|enkes/Per//199J tentang wajIb daftar
obat jadI)
5. bat Patent adalah obat jadI dengan nama dagang
yang terdaftar atas nama sI pembuat atau yang
dIkuasakannya dan dIjual dengan bungkus aslI darI pabrIk
yang memproduksInya
6. bat generIk adalah obat dengan nama resmI yang
dItetapkan dalam Farmakope ndonesIa atau NN
(nternatIonal NonPropIetary Name) untuk obat berkhasIat
yang dIkandungnya
7. bat esensIal adalah obat yang palIng dIbutuhkan
untuk pelayanan kesehatan bagI masyarakat terbanyak dan
tercantum dalam 0aftar bat EsensIa NasIonal (0EN) yang
dItetapkan oleh |enterI Kesehatan F

RNGN DM PEMERN %
Pedoman InI dapat anda gunakan untuk menIngkatkan keamanan
dalam pemberIan obat kepada pasIen oleh perawat atau bIdan.
Yang T0AK LEH dalam pemberIan obat
1. Jangan sampaI konsentrasI terpecah sewaktu mempersIapkan
obat
2. Jangan memberIkan obat yang dIpersIapkan oleh orang laIn
J. Jangan mengeluarkan obat darI tempat obat dengan label yang
sulIt dIbaca atau yang labelnya sebagaIan terlepas atau hIlang
4. Jangan memIndahkan obat darI satu tempat ketempat yang
laIn
5. Jangan mengeluarkan obat ketangan anda
6. Jangan memberIkan obat yang tanggalnya sdh E0
7. Jangan mendugaduga mengenaI obat dan dosIs obat, tanyakan
jIka raguragu
8. Jangan memakaI obat yang telah mengendap, atau berubah
warna
9. Jangan tInggalkan obatobat yang telah dIpersIapkan
10. Jangan berIkan suatu obat kepada pasIen jIka Ia memIlIkI
alergI terhadap obat tersebut
11. Jangan memanggIl nama pasIen sebagaI satusatunya cara
untuk mengIdentIfIkasI
12. Jangan berIkan obat pada pasIen, jIka pasIen menyatakan
bahwa obat tersebut berlaInan dengan apa yang telah Ia terIma
sebelumnya
1J. Jangan menutup kembalI jarum

MM EN%&K %
0alam penggunaannya, obat mempunyaI berbagaI macam
bentuk. $emua bentuk obat mempunyaI karakterIstIk dan tujuan
tersendIrI. Ada zat yang tIdak stabIl jIka berada dalam sedIaan
tablet sehIngga harus dalam bentuk kapsul atau ada pula obat
yang dImaksudkan larut dalam usus bukan dalam lambung.
$emua dIformulasIkan khusus demI tercapaInya efek terapI yang
dIIngInkan. KetIkapun bagI kIta yang berpraktek dI apotek, maka
perlu dIperhatIkan benar etIket obat yang dIbuat. |Isalnya
tablet dengan kaplet Itu berbeda, atau tablet yang harus
dIkunyah dulu (sepertI obat maag golongan antasIda),
seharusnyalah etIket obat memuat InstruksI yang sIngkat namun
benar dan jelas. Jangan sampaI pasIen menjadI bIngung dengan
petunjuk etIket obat. leh karena Itu pentIng sekalI bagI kIta
semua untuk mengetahuI bentuk sedIaan obat.
0Iantara bentuk dan tujuan penggunaan obat adalah sebagaI
berIkut :
1. PulvIs (serbuk)
|erupakan campuran kerIng bahan obat atau zat kImIa yang
dIhaluskan, dItujukan untuk pemakaIan luar.
2. Pulveres
|erupakan serbuk yang dIbagI bobot yang kurang lebIh sama,
dIbungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk
sekalI mInum.Contohnya adalah puyer.
J. Tablet (compressI)
|erupakan sedIaan padat kompak dIbuat secara kempa cetak
dalam bentuk tabung pIpIh atau sIrkuler kedua permukaan rata
atau cembung mengandung satu jenIs obat atau lebIh dengan
atau tanpa bahan tambahan.
a. Tablet kempa
PalIng banyak dIgunakan, ukuran dapat bervarIasI, bentuk serta
penandaannya tergantung desaIn cetakan.
b. Tablet cetak
0Ibuat dengan memberIkan tekanan rendah pada massa lembab
dalam lubang cetakan
c. Tablet trIkurat
Tablet kempa atau cetak bentuk kecIl umumnya sIlIndrIs.
sudah jarang dItemukan
d. Tablet hIpodermIk
0Ibuat darI bahan yang mudah larut atau melarut sempurna
dalam aIr. 0ulu untuk membuat sedIaan InjeksI hIpodermIk,
sekarang dIberIkan secara oral.
e. Tablet sublIngual
0IkehendakI efek cepat (tIdak lewat hatI). 0Igunakan dengan
meletakan tablet dI bawah lIdah.
f. Tablet bukal
0Igunakan dengan meletakan dIantara pIpI dan gusI
g. Tablet Effervescent
Tablet larut dalam aIr. harus dIkemas dalam wadah tertutup
rapat atau kemasan tahan lembab.
Pada etIket tertulIs "tIdak untuk langsung dItelan"
h. Tablet kunyah
Cara penggunaannya dIkunyah. |enInggalkan sIsa rasa enak
dIrongga mulut, mudah dItelan, tIdak menInggalkan rasa pahIt
atau tIdak enak.
4. PIl (pIlulae)
|erupakan bentuk sedIaan padat bundar dan kecIl mengandung
bahan obat dan dImaksudkan untuk pemakaIan oral. $aat InI
sudah jarang dItemukan karena tergusur tablet dan kapsul.
|asIh banyak dItemukan pada seduhan jamu.
5. Kapsul (capsule)
|erupakan sedIaan padat yang terdIrI darI obat dalam cangkang
keras atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sedIaan
kapsul adalah :
a. menutupI bau dan rasa yang tIdak enak
b. menghIndarI kontak langsung dengan udara dan sInar mataharI
c. LebIh enak dIpandang (memperbaIkI penampIlan)
d. 0apat untuk 2 sedIaan yang tIdak tercampur secara fIsIs
(Income fIsIs), dengan pemIsahan antara laIn menggunakan
kapsul laIn yang lebIh kecIl kemudIan dImasukan bersama serbuk
laIn ke dalam kapsul yang lebIh besar.
e. |udah dItelan
6. Kaplet (kapsul tablet)
|erupakan sedIan padat kompak dIbuat secara kempa cetak,
bentuknya oval sepertI kapsul.
7. Larutan (solutIones)
|erupakan sedIan caIr yang mengandung satu atau lebIh zat
kImIa yang dapat larut, bIasanya dIlarutkan dalam aIr, yang
karena bahanbahannya,cara peracIkan, atau
penggunaannya,tIdak dImasukan dalam golongan produk
laInnya. 0apat juga dIkatakan sedIan caIr yang mengandung satu
atau lebIh zat kImIa yang larut, mIsalnya terdIspersI secara
molekuler dalam pelarut yang sesuaI atau campuran pelarut
yang salIng bercampur. Cara penggunaannya yaItu larutan oral
(dImInum) dan larutan topIkal (kulIt).
8. $uspensI (suspensIones)
|erupakan sedIan caIr mengandung partIkel padat tIdak larut
terdIspersI dalam fase caIr. macam suspensI antara laIn :
suspensI oral (juga termasuk susu/magma),suspensI topIkal
(penggunaan pada kulIt) suspensI tetes telInga (telInga bagIan
luar),suspensI optalmIk,suspensI sIrup kerIng.
9. EmulsI (elmusIones)
|erupakan sedIaan berupa campuran darI dua fase dalam sIstem
dIspersI, fase caIran yang satu terdIspersI sangat halus dan
merata dalam fase caIran laInnya, umumnya dIstabIlkan oleh zat
pengemulsI.
10. CalenIk
|erupakan sedIaan yang dIbuat darI bahan baku yang berasal
darI hewan atau tumbuhan yang dIsarI.
11. Ekstrak (extractum)
|erupakan sedIaan yang pekat yang dIperoleh dengan
mengekstraksI zat darI sImplIsIsa nabatI atau sImplIsIa hewanI
menggunakan zat pelarut yang sesuaI.kemudIan semua atau
hampIr semua pelarut dIuapkan dan massa atau serbuk yang
tersIsa dIperlakukan sedemIkIan sehIngga memenuhI baku yang
dItetapkan.
12. nfusa
|erupakan sedIaan caIr yang dIbuat dengan mengekstraksI
sImplIsIa nabatI dengan aIr pada suhu 90 derajat celcIus selama
15 menIt.
1J. munoserum (Immunosera)
|erupakan sedIaan yang mengandung ImunoglobulIn khas yang
dIperoleh darI serum hewan dengan pemurnIan. erkhasIat
menetralkan toksIn kuman (bIsa ular0 dan mengIkut
kuman/vIrus/antIgen.
14. $alep (unguenta)
|erupakan sedIaan setengah padat dItujukan untuk pemakaIan
topIkal pada kulIt atau selaput lendIr. $alep dapat juga
dIkatakan sedIaan setengah padat yang mudah dIoleskan dan
dIgunakan sebagaI obat luar. ahan obat harus larut atau
terdIspersI homogen dalam dasar salep yang cocok.
15. $upposItorIa
|erupakan sedIan padat dalam berbagaI bobot dan bentuk, yang
dIberIkan melaluI rektal, vagIna atau uretra,umumnya meleleh,
melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan
adalah :
a. Penggunaan lokal memudahkan defekasI serta mengobatI
gatal,IrItasI, dan InflamasI karena hemoroId.
b. Penggunaan sIstematIk amInofIlIn dan teofIlIn untuk
asma,klorpromazIn untuk antI muntah,kloral hIdrat untuk
sedatIf dan hIpnItIf,aspIrIn untuk analgesIk antIpIretIk.
16. bat tetes (guttae)
|erupakan sedIaan caIr berupa larutan,emulsI atau suspensI,
dImaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. 0Igunakan
dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang
menghasIlkan tetesan setara dengan tetesan yang dIhasIlkan
penetes baku yang dIsebutkan farmakope IndonesIa. $edIaan
obat tetes dapat berupa antara laIn : guttae (obat dalam),
guttae orIs (tetes mulut), guttae aurIculares (tetes telInga),
guttae nasales (tetes hIdung), guttae opthalmIcae (tetes mata).
17. njeksI (InjectIones)
|erupakan sedIaan sterIl berupa larutan,emulsI atau suspensI
atau serbuk yang harus dIlarutkan atau dIsuspensIkan terlebIh
dahulu sebelum dIgunakan, yang dIsuntIkan dengan cara
merobek jarIngan ke dalam kulIt atau melaluI kulIt atau selaput
lendIr. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat dIberIkan
pada pasIen yang tIdak dapat menerIma pengobatan melaluI
mulut.

EFEK $MPNG % YNG


NEH
1. AllI
AllI merupakan satusatunya obat dIet yang dIjual dI pasaran,
yang dIterIma oleh F0A. bat InI bekerja dengan cara
menghambat penyerapan sebagIan lemak yang Anda makan.
Akan tetapI, Anda harus mengurangI asupan lemak jIka sedang
menggunakan obat InI.
|engapa: bat InI akan menyebabkan lemak yang tIdak dIserap
tubuh langsung keluar darI tubuh. ArtInya, jIka mengonsumsI
terlalu banyak lemak, perut akan menjadI kembung, sehIngga
memIcu pembuangan yang sulIt dIkontrol.
2. 7asotec
7asotec, obat yang bIasa dIresepkan dokter untuk mengatasI
tekanan darah tInggI dan congestIve heart faIlure, ternyata juga
bIsa menImbulkan efek sampIng yang aneh. Pengguna obat InI
akan kehIlangan kemampuan merasa dan mencIum.
J. LIpItor
LIpItor merupakan obat menyerupaI statIn yang bIasa dIgunakan
untuk menurunkan kolesterol dan mengurangI rIsIko penyakIt
jantung dan stroke. $ayangnya, obat InI juga bIsa menyebabkan
amnesIa pada beberapa kasus.
4. Pepto bIsmol
Perut Anda mulas, tIdak nyaman atau dIare: Anda bIsa
menggunakan pepto bIsmol untuk mengatasInya. bat InI juga
mudah dIperoleh karena tersedIa dI pasaran. Akan tetapI, Anda
harus berhatIhatI, obat InI juga menImbulkan efek sampIng
yang aneh sekalIgus juga bIsa membahayakan. bat InI bIsa
membuat lIdah berwarna hItam dan berbulu serta membuat
kotoran hasIl pembuangan berwarna hItam atau abuabu.
5. ChantIx
ChantIx merupakan obat yang telah terbuktI banyak membantu
perokok menghentIkan kebIasaan buruk mereka. Akan tetapI,
obat InI juga mendatangkan berbagaI efek sampIng termasuk
InsomnIa. 0an jIka sudah tertIdur pun, Anda mungkIn dIhantuI
oleh mImpI buruk.
6. 7Iagra
Anda pastInya sudah tahu manfat vIagra. Akan tetapI, obat InI
juga bIsa menImbulkan efek sampIng berupa gangguan
penglIhatan, dImana semuanya akan terlIhat berwarna bIru.
Hal InI dIalamI oleh John PettIgrew, 58, seorang tukang pIpa aIr
darI nggrIs. Akan tetapI, berdasarkan keterangannya, dIa
mungkIn menggunakan pIl InI terlalu banyak. JadI, meskIpun
Anda menIkmatInya, jangan lupa hIndarI penggunaan berlebIh.
7. eloda
eloda merupakan obat yang dIgunakan untuk mengatasI
beberapa jenIs kanker. $ebagaI efek sampIngnya, obat InI juga
bIsa menyebabkan peradangan pada telapak tangan dan kakI
yang dIkenal juga dengan handfoot syndrome.
$elanjutnya, peradangan InI bIsa menyebabkan penebalan dan
pengelupasan kulIt sehIngga bIsa menghIlangkan sIdIk jarI. Hal
InI dIalamI oleh seorang pasIen kanker pengguna xeloda darI
$Ingapura. LakIlakI yang dIsebut dengan nama "|r. $" InI
sempat dItahan dI bandara dI AmerIka $erIkat karena tIdak bIsa
mengambIl sIdIk jarInya.
8. AmbIen
AmbIen berfungsI membantu penderIta InsomnIa untuk tIdur
nyenyak. Akan tetapI, beberapa pengguna melaporkan kalau
obat InI bIsa memIcu kebIasankebIasaan aneh sepertI sleep
eatIng, sleepsex, dan sleepdrIvIng.
eberapa pengguna ambIen terbangun dI tengah malam dalam
kondIsI tIdak sadar sepertI dalam mImpI dan makan, mInum,
mengemudI atau melakukan aktIvItas laInnya dI tengah malam.
|ereka bahkan sama sekalI tIdak menyadarI apa yang mereka
lakukan saat terbangun.
9. |Irapex
KakI yang kelelahan (restless legs) bIsa mengganggu tIdur malam
Anda. 0an mIrapex, obat yang dIgunakan untuk mengatasI
parkInson, juga terbuktI bIsa meredakan gejalagejala akIbat
gangguan InI.
TapI, Anda juga perlu berhatIhatI, beberapa pengguna, sepertI
yang dIlaporkan sItus foxnews, mengaku mengalamI beberapa
masalah termasuk penIngkatan selera makan berlebIh dan
penIngkatan gaIrah seksual. JIka merasakan efek sampIng InI,
sebaIknya segera berkonsultasI dengan dokter