Anda di halaman 1dari 94

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

e E E d d i i t t i i o o n n ,

LLAAPPOORRAANN KKEEUUAANNGGAANN

L L A A P P O O R R A A N N K K

Gambar 1.1 laporan keuangan sebagai alat analisa kondisi dan kinerja perusahaan

Kurikulum Siswa mengetahui jenis-jenis Laporan Keuangan

Abstrak

Akuntansi sebagai sebuah proses tentu menghasilkan output. Out put atau produk akuntansi adalah laporan keuangan. Laporan keuangan dihasilkan dari pencatatan, pengelompokkan dan pengikhtisaran transaksi keuangan suatu unit usaha. Laporan keuangan dapat dijadikan alat bantu manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan. Pihak luar juga dapat menilai kondisi dan kinerja suatu perusahaan berdasarkan laporan keuangan tersebut. Laporan keuangan umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan modal.

Kata Kunci:

Laporan keungan, neraca, laba-rugi, arus kas, laporan perubahan modal

Pengertian Laporan Keuangan

Produk dari akuntansi adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini berisi informasi yang menggambarkan kondisi dan kinerja suatu perusahaan. Informasi ini berguna untuk pengambilan keputusan. Untuk siapa laporan keuangan dihasilkan ? Pemakai laporan keuangan sebenarnya bisa dibagi dua yaitu pihak internal dan eksternal. Pihak internal adalah manajemen perusahaan. Sedangkan pihak eksternal adalah fiskus (pajak), bank, investor dan akuntan publik. Umumnya laporan keuangan terdiri dari neraca (balance sheet), laporan laba-rugi (profit and loss statement), laporan perubahan modal,

1

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

arus kas (cash flow statement) dan catatan atas laporan keuangan (notes of financial statement). Jenis perusahaan pada dasarnya bisa dibagi menjadi tiga yaitu perusahaan dagang, jasa dan industri. Karakteristik ketiga jenis perusahaan ini tentu berbeda sehingga laporan keuangannya juga berbeda. Perusahaan dagang aktivitasnya membeli barang, menyimpan kemudian menjualnya. Contoh perusahaan dagang: super market, toko buah-buahan, toko buku, distibutor dan sebagainya. Perusahaan jasa aktivitasnya memberikan jasa (service) kepada pelanggan. Contohnya: salon, perusahaan transportasi, akuntan publik, konsultan dan sebagainya. Perusahaan industri aktivitasnya membeli bahan baku, mengolahnya menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Jadi ada proses produksi yaitu pengolahan bahan baku (raw material) menjadi barang jadi (finished goods). Buku ini akan membahas bagaimana menyiapkan laporan keuangan untuk perusahaan dagang dan jasa.

NERACA

Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Isinya terdiri dari harta (asset / aktiva), hutang (kewajiban / liabilities) dan modal (ekuitas / equity). Biasanya neraca disiapkan pada akhir periode akuntansi (akhir bulan atau tahun). Untuk memudahkan analisa biasanya dibuat neraca perbandingan / komparatif antara bulan berjalan dengan bulan sebelumnya. Neraca secara harafiah berarti timbangan. Dalam bahasa Inggrisnya Balance Sheet yang berarti lembar keseimbangan. Alasan penamaan tersebut adalah jumlah aktiva harus seimbang (balance) dengan kewajiban ditambah modal. Jika digambarkan maka tampak seperti berikut ini:

Aktiva = Kewajiban + Modal

Anatomi Neraca

Neraca terdiri dari dua bagian yaitu:

1. Judul (Heading) terdiri dari:

a. Nama Perusahaan

b. Neraca (nama laporan)

c. Tanggal neraca

2. Isi Neraca

Format neraca juga ada dua yaitu bentuk Report Form (bentuk laporang) dan T Account Form (bentuk perkiraan T). Report Form bentuknya memanjang sedangkan T account ke samping. Perbedaan antara neraca

2

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

perusahaan dagang dengan perusahaan jasa terletak pada persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Pada perusahaan dagang ada perkiraan barang dagangan pada kelompok harta. Sedangkan pada perusahaan jasa tidak ada karena perusahaan jasa tidak memiliki persediaan. Berikut ini disajikan contoh neraca perusahaan dagang dan jasa. Bentuk laporan (report form) menyajikan neraca perusahaan dagang. Bentuk T Account menyajikan neraca perusahaan jasa.

PT JAGA KARSA NERACA Per 31 Januari 2007

AKTIVA Aktiva Lancar Kas

150.000

Piutang Dagang

550.000

Persediaan

600.000

Asuransi Dibayar Dimuka

125.000

Jumlah Aktiva Lancar

1.425.000

Aktiva Tetap

Tanah

600.000

Gedung

350.000

Akumulasi Penyusutan 100.000

 

250.000

 

850.000

Jumlah AKTIVA

2.275.000

PASSIVA

KEWAJIBAN

Kewajiban Lancar

Hutang Dagang

225.000

Hutang Gaji

325.000

Jumlah Kewajiban Lancar

550.000

Kewajiban Jangka Panjang Pinjaman Bank Jumlah Kewajiban Ekuitas

450.000

1.000.000

Modal Saham

1.000.000

Laba Ditahan

275.000

Jumlah Ekuitas

1.275.000

Jumlah PASSIVA

2.275.000

3

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

SYAHID CONSULTING NERACA Per 31 Januari 2007

AKTIVA Aktiva lancar Kas Piutang Dagang Perlengkapan Kantor Jumlah (1)

500.000

KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Hutang Dagang Hutang Bank Jatuh Tempo Jumlah (1) Kewajiban Jk panjang

1600000

1.500.000

600000

1.200.000

2200000

3.200.000

 

Aktiva Tetap Tanah Gedung Akm Peny. Gedung Jumlah (2)

Pinjaman Bank (2)

4800000

10.500.000

 

3.600.000

Ekuitas

(1.200.000)

Modal Sahan

8000000

12.900.000

Laba Ditahan

1100000

 

Jumlah (3)

9.100.000

Jumlah Aktiva (1)+(2)

16.100.000

Jumlah kewajiban dan ekuitas

16.100.000

 

(1)+(2)+(3)

4

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Dari kedua contoh neraca di atas dapat dilihat bentuk T account, di sebelah kanan aktiva sedangkan di sebelah kiri kewajiban dan Modal (passiva). Aktiva diurutkan berdasarkan likuiditasnya, kewajiban diurutkan berdasarkan jatuh temponya. Modal diurutkan berdasarkan kekekalannya. Urutan lengkapnya sebagai berikut:

Aktiva Aktiva Lancar Investasi Aktiva Tetap Aktiva Tak Berwujud Aktiva Lain-lain

Kewajiban Kewajiban lancar Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban Lain-lain

Ekuitas (Modal) Modal Saham Agio Saham Laba Ditahan

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah daftar yang mencerminkan kinerja suatu perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Periode akuntansi bisa mingguan, bulanan, triwulan atau tahunan. Namun, umumnya laporan laba rugi disusun bulanan. Laporan laba rugi berisi pendapatan dan beban (expense) yang terjadi pada suatu periode akuntansi. Pendapatan (revenue/income) adalah peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban akibat penyerahan barang atau jasa pada suatu periode akuntansi. Beban adalah sejumlah pengorbanan untuk menghasilkan pendapatan atau memberikan manfaat ekonomis pada suatu periode akuntansi. Contoh: beban gaji (salaries expense), beban sewa (rent expense), beban penyusutan (depreciation expense) dan sebagainya. Biasanya pendapatan dikelompokkan menjadi pendapatan dan pendapatan lain-lain. Pendapatan lain-lain adalah pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas utama. Contohnya pendapatan bunga bank (interesrs earning). Pendapatan lain-lain disajikan setelah beban usaha. Begitu juga dengan beban dibagi menjadi beban usaha dan beban lain-lain. Beban lain-lain merupakan beban yang tidak langsung berhubungan dengan aktivitas usaha. Contohnya biaya administrasi bank.

5

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Perusahaan adakalanya membagi lagi beban usaha menjadi beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Perbedaan laporan laba rugi antara perusahaan dagang dan jasa, pada perusahaan dagang memuat perkiraan harga pokok penjualan. Umumnya laporan laba rugi disajikan dalam bentuk laporan (report form). Berikut ini contoh laporan laba rugi untuk perusahaan dagang dan jasa.

PT SUKAWANA LAPORAN LABA-RUGI Bulan Januari 2007

Penjualan Barang Dagangan Harga Pokok Penjualan Persediaan Awal Barang Dagangan Pembelian Persediaan Akhir Barang Dagangan Harga Pokok Penjualan Beban Gaji Beban Angkut Beban penyusutan Beban lainnya Pendapatan Lain-lain Bunga Bank Beban Lain-lain Biaya Administrasi Bank Laba sebelum pajak

SALON ONENG Pendapatan Beban Usaha Gaji Komisi Listrik Gas Air

Laporan Perubahan Modal

Biasanya sebagai pelengkap perusahaan membuat laporan perubahan modal. Laporan ini berisi perubahan modal suatu perusahaan. Perusahaan yang berbentuk perseorangan biasanya menamakan laporan perubahan modal. Sedangkan bentuk perseroan terbatas (PT)

6

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

menamakan laporan saldo laba. Berikut ini disajika contoh untuk kedua jenis perusahaan tersebut.

SALON ONENG LAPORAN PERUBAHAN MODAL Per 31 Januari 207

Modal Oneng 1 Januari 2007 Pendapatan bersih Januari Pengambilan (Prive)

 

400.000

250.000

100.000

Kenaikan Modal

150.000

Modal Oneng 31 Januari 2007

550.000

PT NANA JAYANA LAPORAN SALDO LABA Per 31 Januari 2007

Saldo Laba 1 Januari 2007 Pendapatan bersih Januari Dividen

 

900.000

850.000

300.000

Kenaikan Saldo Laba

550.000

Saldo Laba 31 Januari 2007

1.450.000

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang berisi sumber dan penggunaan kas. Laporan kasi terdiri 3 bagian yaitu kas dari aktivitas operasi, kas dari aktivitas investasi dan kas dari aktivitas pendanaan. Kas dari aktivitas operasi adalah kas dari kegiatan utama perusahaan. Unsur-unsurnya antara laian: penerimaan piutang, pembayaran hutang dagang, pembayaran gaji karyawan. Kas aktivitas investasi adalah kas yang berhubungan dengan perolehan atau penjualan aktiva tetap. Kas aktivitas pendanaan adalah kas yang berhubungan dengan penambahan atau pengurangan modal. Penyusunan laporan arus kas memerlukan pemahaman konsep akuntansi yang memadai. Bahkan terkesan paling rumit dibandingkan laporan keuangan lainnya. Berikut contoh laporan arus kas.

7

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

PT Saharita Laporan Arus Kas per 31 Januari 2007

Aktivitas Operasi Laba Bersih penyusutan piutang usaha utang usaha Persediaan Kas tersedia dari Aktivitas Operasi

1.500.000

750.000

860.000

(540.000)

658.000

3.228.000

Aktivitas Investasi pembelian aktiva penjualan aktiva akuisisi Kas untuk Aktivitas Investasi

(650.000)

1.235.000

(720.000)

(135.000)

Aktivitas Pendanaan dividen yang dibayarkan pembelian kembali saham biasa kas untuk Aktivitas Pendanaan Kenaikan Kas Kas & Setara Kas 1/1-2007 Kas & Setara Kas 31/1-2007

(640.000)

(350.000)

(990.000)

2.103.000

1.230.000

3.333.000

Kegiatan Carilah di surat kabar iklan yang memuat laporan keuangan suatu perusahaan. Coba perkirakan jenis
Kegiatan
Carilah di surat kabar iklan yang memuat laporan keuangan
suatu perusahaan. Coba perkirakan jenis perusahaan tersebut.
Diskusikan dari laporan keuangan tersebut informasi apa yang
dapat diketahui.

Pilihan Ganda

1) Pemakai Laporan Keuangan pihak intern adalah:

a. Akuntan publik

b. Konsultan

c. Fiskus

d. Manajemen

e. Investor

2) Berikut ini adalah jenis laporan keuangan kecuali

8

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

a. Neraca

b. Laporan arus kas

c. Laporan absensi

d. Laporan laba rugi

e. Laporan perubahan modal

3) Piutang dagang terdapat dalam :

a. Neraca

b. Laporan arus kas

c. Laporan penjualan

d. Laporan laba rugi

e. Laporan perubahan modal

4) Laporan keuangan yang menggambarkan kinerja perusahaan adalah

a. Neraca

b. Laporan arus kas

c. Laporan penjualan

d. Laporan laba rugi

e. Laporan perubahan modal

5) Aktiva diurutkan berdasarkan

a. Jatuh tempo

b. Likuiditas

c. Kekekalan

d. Jumlah

e. Abjad

6) Laporan perubahan modal adalah

a. Daftar pemodal

b. Jumlah modal

c. Sumber modal

d. Perubahan modal pada periode tertentu

e. Pinjaman modal pada periode tertentu

7) Laporan perubahan modal untuk perusahaan berbentuk PT adalah

a.

Laporan modal PT

b.

Laporan perubahan modal

c.

Laporan saldo laba

d.

Laporan PT

e.

Laporan kas

Isian

1.

Sebutkan pengertian neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal

2.

Jelaskan perbedaan laporan keuangan antara perusahaan dagang dengan perusahaan jasa

3.

Sebutkan komponen penyusun neraca

4.

Dalam kondisi seperti apakah suatu perusahaan mengalami laba? Sebaliknya jika mengalami rugi?

9

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

5. Susunlah laporan laba rugi untuk perusahaan dagang dan jasa!

Essay

1. berikut ini data perkiraan perusahaan PT Asariweuh pada 31 Desember 2006. Susunlah laporan keuangan yaitu neraca, laporan laba rugi dan laporan saldo laba.

Perkiraan

Jumlah (Rp)

Akumulasi Penyusutan Bangunan Akumulasi Penyusutan Peralatan Asuransi Dibayar Dimuka Bangunan Beban Asuransi Beban Gaji Beban Iklan Beban Penyusutan Hutang Dagang Hutang Gaji Kas Modal Saham Pendapatan Peralatan Piutang Usaha Tanah

(580.000)

(420.000)

1.500.000

9.750.000

820.000

900.000

255.000

365.000

3.200.000

4.500.000

1.200.000

10.000.000

2.520.000

1.890.000

2.400.000

5.000.000

Saldo laba per 1 Desember 2006 Rp 4.120.000. Dividen yang dibayarkan Rp 1.260.000. format neraca dan laporan laba rugi bentuk report form. Laporan keuangan mencantumkan judul dan isi. Untuk neraca harus terpisah antara aktiva lancar dengan aktiva tetap.

10

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

BBAABB 22

KKO

K

OOD

DDE

EE PPE

P

EER

RRK

KKI IIR RRA AAA AAN NN

Kurikulum Siswa mampu menyusun daftar kode perkiraan (chart of account) secara sederhana dan sistematis.

Abstrak

Perkiraan merupakan catatan untuk menampung suatu transaksi yang dicatat lewat jurnal. Sekumpulan perkiraan biasa disebut dengan istilah buku besar atau ledger. Perkiraan-perkiraan tersebut biasanya diberi nomer dan dikelompokkan berdasarkan kemunculannya di neraca atau laba rugi. Ada beberapa metode penomeran perkiraan. Tiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Walaupun dalam praktek lebih sering digunakan metode decimal. Kita boleh memilih metode mana saja, tetapi yang penting penyusunannya harus sistematis, praktis dan bisa mengantisipasi perubahan di masa datang.

Kata Kunci:

Kode perkiraan, chart of account, metode decimal, metode menmonic, metode kombinasi

Pengertian Kode Perkiraan

Pengkodean perkiraan gunanya memudahkan pencatatan ke perkiraan atau buku besar (posting). Selain itu untuk memudahkan klasifikasi perkiraan dan penyusunan laporan keuangan. Biasanya sebuah perusahaan membuat daftar kode perkiraan atau chart of account. Perkiraan dapat dikelompokkan menjadi perkiraan neraca dan perkiraan laba-rugi. Perkiraan neraca adalah perkiraan yang termasuk kelompok harta, kewajiban dan modal. Sedangkan perkiraan laba rugi adalah perkiraan yang termasuk kelompok pendapatan dan beban. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan chart of account :

1. nomer harus unik. Artinya satu nomer digunakan untuk satu perkiraan.

2. perkiraan dimasukkan ke dalam kelompok atau sub kelompol. Misalnya:

kas, piutand dagang dan persediaan dimasukkan ke dalam kelompok aktiva lancar.

3. perkiraan yang berkaitan sebaiknya disusun berurutan. Misalnya piutang usaha dengan penyisihan piutang ragu-ragu.

4. penomeran jangan terlalu ketat sehingga jika terjadi penambahan kemudian hari masih bisa tertampung. Misalnya kelompok beban diberi nomer 500. 569 beban angkutan. 599 beban lainnya. Jika kemudian hari akan menambahkan akun beban, maka dapat diselipkan antara 569 sampai 599.

5. nama rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contoh lebih baik “Beban perjalan dinas” daripada “beban perjalanan ke luar kota untuk direksi”.

11

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Jenis-jenis Kode Perkiraan Kode perkiraan bisa disepertikan plat nomer pada kendaraan. Sebuah motor mempunyai nomer: D1234AB. Dari nomer tersebut kita bisa tahu kalau motor tersebut dari Bandung karena huruf awalnya D. Angka 1234 menunjukkan nomer urut motor. Sedangkan huruf AB biasanya menunjukkan wilayah.

Sistem Decimal

Dasar kode perkiraan sistem decimal yaitu dengan memberi nomer 1 sampai 9 untuk kelompok perkiraan. Contoh:

1 Aktiva

2 Kewajiban

3 Ekuitas

4 Pendapatan

5 Harga Pokok Penjualan

6 Beban Penjualan

7 Beban Administrasi dan Umum

8 Pendapatan Lain-lain

9 Beban Lain-lain Penerapan nomer seperti di atas tidak mutlak. Bisa saja hanya dari angka 1 sampai 7. Yang penting suatu angka menunjukkan kelompok. Dengan cara ini bisa diketahui suatu perkiraan termasuk kelompok mana. Misalnya perkiraan dengan nomer 1109, bisa dipastikan perkiraan tersebut adalah kelompok Aktiva, karena nomer depannya angka 1. Sistem decimal lebih banyak dipakai di dalam praktek karena sistematis dan fleksibel. Nomer perkiraan juga tak terbatas mulai dari dua nomer sampai jutaan. Umumnya perusahaan menengah menggunakan nomer perkiraan 5 digit.

Berikut ini contoh chart of account sistem decimal 3 digit:

1 AKTIVA

11 Aktiva Lancar

111 Kas

112 Piutang Dagang

113 Perlengkapan Kantor

114 Sewa Dibayar Dimuka

12 Aktiva Tetap

121 Peralatan Kantor

122 Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor

2 KEWAJIBAN

21 Kewajiban lancar

2.1.1

Hutand Dagang

2.1.1

Wesel Bayar

22 Kewajiban Jangka Panjang 221 Hutang Bank

12

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

3 MODAL

310

Modal Saham

320

Saldo Laba

4 PENDAPATAN

410

jasa Konsultasi

420

Pendapatan Training

5 BEBAN

501

Beban Gaji

502

Beban Sewa

503

Beban Penyusutan

599

Beban Lain-lain

Sistem Mnemonic

Mnemonic berasal dari Bahasa Inggris yang artinya membantu ingatan. Pengkodean perkiraan dengan sistem mnemonic adalah membuat kode yang mudah diingat. Biasa menggunakan singkatan atau kode huruf. Contoh AL untuk Aktiva Lancar, AT untuk Aktiva Tetap, KL untuk Kewajiban Lancar, KJP untuk Kewajiban Jangka Panjang. Berikut beberapa contoh lainnya:

AL-KK

Kas Kecil

AL-PBD

Persediaan Barang Dagangan

AT-Bang

Bangunan

B.Gj

Beban Gaji

B.Lst

Beban Listrik

B.Sw

Beban Sewa

Sistem Kombinasi

Sistem ini menggabungkan huruf dengan angka untuk membuat kode

perkiraan. Huruf biasanya diambil dari sistem Menemonic. Berikut contohnya:

AL.01

Kas

AL.02

Piutang Dagang

AT.01

Tanah

AT.02

Bangunan

AT.03

Akumulasi Penyusutan Bangunan

KL.01

Hutan Dagang

M.01

Modal Saham

B.01

Beban Gaji

13

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Kegiatan Carilah contoh chart of account suatu perusahaan, anda bisa mencarinya di internet, program akuntansi atau buku-buku yang menyajikan contoh chart of account perusahaan (bukan fiksi). Kemudian tentukan metode apa yang digunakan. Analisa kelbihan dan kekuranganya.

Pilihan Ganda

1. Apa tujuan pengkodean perkiraan

a. Untuk membuat plat nomer

b. Agar perkiraan teratur

c. Memudahkan pencatatan

d. Memudahkan pengendalian

e. Memudahkan pembayaran

2. Sistem apakah yang paling banyak digunakan dalam praktek

a. Sistem bebas

b. Sistem numeric

c. Sistem Mnemonic

d. Sistem Kombinasi

e. Sistem Decimal

3. Sistem pengkodean perkiraan yang berdasarkan kelompok perkiraan dengan menggunakan angka 1-9 adalah:

a. Sistem ABC

b. Sistem numeric

c. Sistem Mnemonic

d. Sistem Kombinasi

e. Sistem Decimal

4. Apa yang biasa digunakan dalam sistem Mnemonic?

a. Angka

b. Huruf

c. Angka dan Huruf

d. Huruf dan Angka

e. Tidak ada jawaban yang benar

5. perkiraan tanah dalam pengkodean sistem Mnemonic ditulis ?

a. AL-Tnh

b. AU-Tnh

c. AD-Tnh

d. AA-Tnh

e. AT-Tnh

6. Dalam sistem Decimal, sebuah perkiraan mempunyai nomer 1234. Termasuk kelompok apakah perkiraan tersebut ?

a. Kewajiban

b. Modal

c. Pendapatan

d. Beban

e. Aktiva

14

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

7. Dalam sistem kombinasi sebuah perkiraan berkode M.02. Perkiraan tersebut adalah ?

a.

Piutang Dagang

b.

Sewa Dibayar Dimuka

c.

Peralatan Kantor

d.

Hutang Gaji

e.

Saldo Laba

Isian

1. Sebutkan tujuan pengkodean perkiraan

2. Dari ketiga sistem pengkodean perkiraan, manakah yang paling banyak digunakan dalam praktek,? Jelaskan !

3. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pengkodean perkiraan ?

4. Jelaskan perbedaan ketiga sistem pengkodean perkiraan

5. Dimanakah letak perbedaan penyusunan daftar perkiraan untuk perusahaan dagang dengan industri

Essay

1. Dari perkiraan-perkiraan berikut ini, susunlah dengan sistem decimal, Mnemonic dan Kombinasi.

Akumulasi Penyusutan Gedung

Asuransi Dibayar Dimuka

Beban Asuransi

Beban Gaji

Beban Listrik

Beban Penyusutan

Gedung

Hutang Dagang

Hutang Gaji

Kas

Kendaraan

Modal Tn. Nana

Pendapatan Jasa

Pengambilan Tn. Nana

Piutang Dagang

2. Buatlah kode perkiraan untuk perusahaan dagang dan jasa dengan memakai salah satu sistem. Tunjukkan dimana letak perbedaannya.

15

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

AAB

BBA

B

BB 33

3

UUR

JJU

J

RRN

NNA

AAL LL

Kurikulum: siswa mampu mencatat transaksi dengan jurnal umum

Abstrak Transaksi-transaksi keuangan yang terjadi di dalam suatu perusahaan perlu dicatat. Catatan untuk mencatat transaksi tersebut disebut jurnal. Jadi, jurnal merupakan media pencatatan sebelum transaksi tersebut dikelompokkan dan diikhtisarkan. Sebenarnya jurnal dapat dibedakan menjadi jurnal umum dan jurnal khusus. Namun dalam bab ini hanya membahas jurnal umum. Jurnal khusus akan dibahas kemudian. Jurnal umum biasanya dibuat dua atau empat kolom. Cara mencatat pada jurnal yang paling krusial adalah menentukan mana transaksi debit dan mana transaksi kredit. Bila terbalik, maka laporan yang dihasilkan menjadi salah. Jurnal umum empat kolom biasanya dibuat jika transaksi kas cukup banyak. Dengan cara ini bisa menjurnal lebih efesien karena perkiraan kas tidak perlu ditulis lagi.

Kata Kunci:

Jurnal, jurnal umum, jurnal umum dua kolom, jurnal umum empat kolom

Pengertian Jurnal

Jurnal adalah media untuk mencatat transaksi. Alasan kenapa transaksi harus dicatat lewat jurnal, karena kemungkinan kesalahan akan lebih besar bila langsung dicatat ke perkiraan (account). Jurnal disebut juga Book of Origin Entry (*buku pemasukan asli) Arus data akuntansi tampak pada gambar berikut

Transaksi

Arus data akuntansi tampak pada gambar berikut Transaksi Jurnal Perkiraan Bentuk Jurnal Pada dasarnya jurnal dapat

Jurnal

data akuntansi tampak pada gambar berikut Transaksi Jurnal Perkiraan Bentuk Jurnal Pada dasarnya jurnal dapat dibagi

Perkiraan

Bentuk Jurnal Pada dasarnya jurnal dapat dibagi dua yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal khusus terdiri dari jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian kredit dan jurnal penjualan kredit. Modul ini membahas jurnal umum. Dilihat dari sisi bentuknya, jurnal umum dapat dibuat menjadi jurnal dua kolom dan jurnal empat kolom.

16

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Jurnal Umum

Halaman 1

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Jurnal Umum dua Kolom

Cara pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum dua kolom biasanya sebagai berikut:

Kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi. Pada kolom yang lebih lebar diisi dengan nama bulan seperti Januari, Februari, Maret dan seterusnya. Tanggal diisikan pada kolom yang lebih kecil. Tahun biasanya ditulis pada baris paling atas dengan angka seperti 2006. Penulisan nama bulan tidak perlu per transaksi cukup satu kali untuk bulan yang bersangkutan, kecuali pindah halaman.

Kolom keterangan diisi dengan nama perkiraan yang digunakan dalam transaksi. Perkiraan yang didebit ditulis pada baris atas. Perkiraan yang dikredit ditulis pada baris bawahnya dengan tulisan agak menjorok ke sebelah kanan. Penjelasan transaksi dicatat di bawah perkiraan.

Kolom Ref diisi dengan nomer perkiraan sebagai tanda transaksi tersebut telah diposting (dibukukan ke perkiraan atau buku besar).

Kolom Debit diisi dengan angka transaksi debit.

Kolom Debit diisi dengan angka transaksi kredit.

Jurnal empat kolom biasanya digunakan jika transaksi kas banyak terjadi. Pada jurnal empat kolom ini dibuat kolom kas yang terdiri dari debit dan kredit. Jika ada transaksi kas, angkanya langsung ditempatkan pada kolom kas, baik sebelah debit maupun kredit. Dengan cara ini penulisan perkiraan kas tidak diperlukan. Bentuk jurnal empat kolom tampak seperti berikut ini :

JURNAL UMUM

17

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Halaman 1

Kas

Tanggal

   

Serba-serbi

Debit

Kredit

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Pencatatan ke dalam jurnal umum empat kolom biasanya sebagai berikut:

Kolom kas untuk mencatat transaksi yang berhubungan dengan kas, baik sebelah debit maupun kredit. Jika ada transaksi kas, angkanya tinggal dimasukkan pad kolom debit atau kredit.

Kolom tanggal diisi dengan tanggal transaksi. Pada kolom yang lebih lebar diisi dengan nama bulan seperti Januari, Februari, Maret dan seterusnya. Tanggal diisikan pada kolom yang lebih kecil. Tahun biasanya ditulis pada baris paling atas dengan angka seperti 2006. Penulisan nama bulan tidak perlu per transaksi cukup satu kali untuk bulan yang bersangkutan, kecuali pindah halaman.

Kolom keterangan diisi dengan nama perkiraan yang digunakan dalam transaksi. Perkiraan yang didebit ditulis pada baris atas. Perkiraan yang dikredit ditulis pada baris bawahnya, tulisannya tidak perlu agak menjorok ke sebelah kanan. Penjelasan transaksi dicatat di bawah perkiraan. Angka transaksi dicatat pada kolom Serba-serbi di sebelah debit atau kredit

Kolom Ref diisi dengan nomer perkiraan sebagai tanda transaksi tersebut telah diposting (dibukukan ke perkiraan atau buku besar). Pengisian kolom ini untuk perkiraan selain kas.

Pencatatan ke dalam Jurnal

Agar lebih jelas bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal, berikut disajikan langsung dengan contoh kasus.

Pada tanggal 1 Januari 2007 Jojo memulai usaha penerbitan dengan menyetor modal sebesar Rp 4.550.000. Modal tersebut dibelikan bangunan Rp

18

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

2.500.000, perlengkapan kantor Rp 1.300.000 sisanya dalam bentuk kas Rp

750.000

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

2007

         

Januari

1

Kas Perlengkapan Kantor Bangunan Modal Jojo Setoran modal Jojo

750.000

1.300.000

2.500.000

4.550.000

Keterangan: transaksi ini di satu sisi menambah asset yaitu kas, perlengkapan kantor dan bangunan. Di sisi lain menambah perkiraan modal Tuan Jojo. Perkiraan asset dicatat di sebelah debit, sedangkan modal dicatat di sebelah kredit.

Tanggal 5 Januari 2007 membeli peralatan kantor seharga Rp130.000, tunai.

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

5

Peralatan Kantor Kas beli peralatan kantor tunai

 

130.000

130.000

Keterangan: transaksi ini mempengaruhi dua perkiraan asset yaitu kas dan peralatan kantor. Peralatan kantor bertambah sehingga dicatat di sebelah kredit. Sedangkan perkiraan kas berkurang sehingga dicatat di sebelah kredit.

Tanggal 8 membeli perlengkapan kantor seharga 500.000 kepada CV Sumber Waras secara kredit.

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

19

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Januari

8

Perlengkapan Kantor Hutang Dagang Beli perlengkapan kantor, kredit

500.000

500.000

Keterangan: transaksi ini merupakan pembelian kredit sehingga menambah perkiraan hutang dagang. Bertambahnya perkiraan hutang dagang yang merupakan kelompok kewajiban, dicatat di sebelah kredit. Sedangkan perlengkapan kantor yang merupakan kelompok asset, dicatat di sebelah debit karena ada penambahan.

Tanggal 12 januari membebankan jasa kepada langganan secara kredit dengan nilai Rp 850.000

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

12

Piutang Dagang Pendapatan

 

850.000

850.000

Mencatat pendapatan

Keterangan: transaksi ini merupakan penjualan kredit. Bila terjadi transaksi seperti ini, maka akan berpengaruh terhadap perkiraan piutang dagang dan perkiraan pendapatan atau penjualan. Piutang bertambah di sebelah debit sedangkan pendapatan bertambah di sebelah kredit.

Tanggal 13 Januari dibayar asuransi untuk 6 bulan ke depan sebesar Rp

120.000.

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

13

Asuransi Dibayar Dimuka Kas

 

120.000

120.000

Membayar asuransi untuk 6 bulan kemudian

Keterangan: asuransi sebenarnya merupakan biaya. Namun, dalam kasus ini, biaya tersebut mempunyai masa manfaat melebihi periode akuntansi (6 bulan).

20

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Bila terjadi hal seperti itu, maka biaya asuransi dicatat pada perkiraan Asuransi Dibayar Dimuka (prepaid expense) yang merupakan kelompok asset. Bertambahnya asset dicatat di sebelah debit. Transaksi ini juga berpengaruh terhadap kas, yang berkurang karena ada pembayaran. Kas berkurang dicatat di sebelah kredit. Jika asuransi tersebut hanya untuk bulan Januari, maka langsung dicatat sebagai beban sewa.

Tanggal 14 Januari membayar beban iklan sebesar Rp 135.000 secara tunai.

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

14

Beban Iklan

 

135.000

 

Kas

135.000

Mencatat beban iklan

Keterangan: transaksi ini adalah pembayaran kas untuk beban iklan. Beban bertambah di sebelah debit sedangkan kas berkurang di sebelah kredit.

Tanggal 16 Januari membayar sewa kendaraan untuk 3 bulan ke depan sebesar Rp 150.000.

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

16

Sewa Dibayar Dimuka Kas

 

150.000

150.000

Mencatat sewa dibayar dimuka untuk 3 bulan.

Keterangan: transaksi ini hampir sama dengan transaksi tanggal 13, pembayaran asuransi dibayar dimuka. Sewa juga sebenarnya merupakan beban, tetapi karena masa manfaatnya untuk 3 bulan, maka dicatat sebagai sewa dibayar dimuka (prepaid rent) yang merupakan kelompok asset.

Tanggal 17 menerima pembayaran dari penjualan tanggal 12 Januari.

21

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

17

Kas Piutang Dagang

 

850.000

850.000

Mencatat penerimaan piutang dagang

Keterangan: transaksi ini merupakan penerimaan piutang dagang. Artinya perkiraan piutang dagang berkurang sedangkan perkiraan kas bertambah. Kas dicatat di sebelah debit sedangkan piutang di sebelah kredit.

Tanggal 18 Januari membayar hutang dagang untuk transaksi tanggal 8 Januari sebesar Rp 500.000

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

17

Hutang Dagang Kas

 

500.000

500.000

Mencatat pembayaran hutang dagang

Keterangan: transaksi ini merupakan pembayaran hutang dagang. Artinya hutang dagang berkurang sedangkan kas juga berkurang. Hutang dagang berkurang dicatat di sebelah debit. Sedangkan kas berkurang dicatat di sebelah kredit.

Tanggal 18 Januari membebankan kepada langganan atas jasa yang diberikan sebesar Rp750.000 secara tunai.

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

18

Kas

 

750.000

 

Pendapatan

750.000

Mencatat penjualan tunai

22

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Keterangan: transaksi ini merupakan penjualan tunai. Penjualan (pendapatan) dicatat di sebelah kredit karena bertambah. Sedangkan kas dicatat di sebelah kredit karena bertambah juga.

Tanggal 20 Januari membayar beban rupa-rupa sebesar Rp 50.000

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

20

Beban Rupa-rupa Kas

 

50.000

50.000

Mencatat beban rupa- rupa

Keterangan: Transaksi ini sama dengan transaksi tanggal 14 Januari yaitu pembayaran beban. Beban bertambah di sebelah kredit sedangkan kas berkurang di sebelah kredit.

Tanggal 21 pembelian perlengkapan kantor seharga 200.000 secara kredit

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

21

Perlengkapan Kantor Hutang Dagang

 

200.000

200.000

Mencatat pembelian perlengkapan kantor secar kredit

Keterangan: transaksi ini sama dengan tanggal Januari

Tanggal 27 dibayarkan gaji karyawan sebesar Rp 500.000

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Januari

27

Beban Gaji

 

500.000

 

Kas

500.000

Mencatat beban gaji

23

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Keterangan: transaksi ini merupakan pembayaran beban gaji. Beban bertambah di sebelah debit. Sedangkan kas berkurang di sebelah kredit.

Jurnal secara lengkap adalah sebagai berikut

JURNAL UMUM

 

Halaman 1

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

2007

         

Januari

1

Kas Perlengkapan Kantor Bangunan Modal Tn. Jojo Setoran modal Tn. Jojo

750.000

1.300.000

2.500.000

4.550.000

5

Peralatan Kantor Kas Mencatat pembelian peralatan kantor

130.000

130.000

8

Perlengkapan Kantor Hutang Dagang Mencatat pembelian perlengkapan kantor secara kredit

500.000

500.000

12

Piutang Dagang Pendapatan Mencatat penjualan kredit

850.000

850.000

13

Asuransi Dibayar Dimuka Kas Mencatat pembayaran asuransi untuk 6 bulan ke depan

120.000

120.000

14

Beban Iklan Kas Mencatat beban iklan

135.000

135.000

   

Saldo Dipindahkan

 

6.285.000

6.285.000

24

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

JURNAL UMUM

 

Halaman 2

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

   

Pindahan

 

6.285.000

6.285.000

2007

Januari

16

Sewa Dibayar Dimuka Kas Mencatat sewa dibayar dimuka

150.000

150.000

17

Kas Piutang Dagang Mencatat penerimaan piutang dagang

850.000

850.000

500.000

18

Hutang Dagang Kas Mencatat pembayaran hutang dagang

500.000

18

Kas Pendapatan Mencatat penjualan tunai

750.000

750.000

20

Beban Rupa-rupa Kas Mencatat beban rupa- rupa

50.000

50.000

21

Perlengkapan Kantor Kas Mencatat pembelian perlengkapan kantor

200.000

200.000

27

Beban Gaji Kas Mencatat beban gaji bulan Januari

500.000

500.000

   

Jumlah

 

9.285.000

9.285.000

25

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Jurnal Koreksi

Selama melakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal, kesalahan pencatatan sangat mungkin terjadi. Kesalahan ini bisa terletak pada jurnal maupun pada saat pemindahan ke buku besar (posting). Kesalahan pada saat mencatat jurnal tidak begitu sulit memperbaikinya. Asal caranya bukan dengan menghapus karena akan menimbulkan kecurigaan. Cara memperbaiki kesalahan pada jurnal cukup mencoret pada angka yang salah. Angka tersebut tetap harus terlihat. Kemudian mencatat angka yang seharusnya. Contohnya sebagai berikut:

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

       

520.000

 

Januari

27

Beban Gaji

250.000

520.000

Kas

250.000

Mencatat beban gaji

Kesalahan setelah posting tidak bisa seperti memperbaiki pada jurnal. Untuk memperbaiki kesalahan ini harus dibuat jurnal koreksi. Kemungkinan kesalahan yang terjadi adalah:

Salah memasukkan angka

Salah memasukkan perkiraan

Salah memasukkan angka dan perkiraan

Salah Memasukkan Angka Kesalahan memasukkan angka adalah salah mencatat angka yang

seharusnya. Misalnya, angka seharusnya Rp 32.000 dicatat 23.000. dari kesalahan ini terjadi kurang catat sebesar 9.000 yaitu dari 32.000 dikurang 23.000. Angka 9.000 inilah yang dijadikan jurnal koreksi. Contoh: tanggal 3 Februari perusahaan membayar beban iklan sebesar Rp 152.000. Ternyata pada saat posting, beban iklan tersebut dicatat Rp

125.000.

Penyelesaian:

Jurnal yang salah

26

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Februari

3

Beban Iklan

53

125.000

 

Kas

11

125.000

Jurnal seharusnya

 
 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Februari

3

Beban Iklan

53

152.000

 

Kas

11

152.000

Dari jurnal di atas, kita ketahui ada selisih sebesar 152.000 dikurang 125.000 sama dengan 27.000. selisih tersebut merupakan kurang catat.

Jurnal Koreksi

Koreksi misalnya dilakukan tanggal 5 Februari

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Februari

5

Beban Iklan

53

9.000

 

Kas

11

9.000

Koreksi tanggal 3

Jurnal koreksi tersebut pengaruhnya terhadap Buku Besar tampak pada gambar berikut ini:

Kas

3/2

125.000

5/2 koreksi

27.000

27

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Beban Iklan

3/2

125.000

5/2 koreksi

27.000

Salah Memasukkan Perkiraan Kesalahan ini adalah angkanya benar tetapi pemindahan ke buku besar (posting) salah. Misalnya, seharusnya diposting ke perkiraan hutang dagang tetapi dimasukkan ke perkiraan kas. Untuk memperbaiki kesalahan seperti ini, maka jurnal yang salah posting harus dibalik (reverse). Contoh: tanggal 6 Februari membeli perlengkapan kantor sebesar Rp 120.000 secara kredit. Ternyata transaksi tersebut dibukukan ke perkiraan kas yang berarti pembelian kredit. Tanggal 10 Februari diketahui kesalahan tersebut dan dibuat jurnal koreksi.

Jurnal yang salah

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Februari

6

Perlengkapan Kantor Kas

15

120.000

 

11

120.000

Jurnal Seharusnya

 
 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

 

Kredit

 

Februari

6

Perlengkapan Kantor Hutang Dagang

15

120.000

 

21

120.000

28

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

Jurnal Koreksi

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Februari

10

Kas Hutang Dagang

11

120.000

 

21

120.000

Koreksi tanggal 6

Pengaruh jurnal koreksi terhadap buku besar tampak pada gambar berikut ini:

Kas

 

6/2

120.000

10/2 koreksi

120.000

 

Perlengkapan Kantor

6/2

120.000

6/2 120.000

Hutang Dagang

6/2 120.000

6/2

120.000

Salah Memasukkan Angka dan Perkiraan Kesalahan ini adalah salah mencatat angka ditambah pada saat posting salah perkiraan. Kesalahan ini paling rumit dibandingkan yang lain. Contoh tanggal 12 Februari membeli peralatan kantor sebesar Rp 520.000 secara tunai. Transaksi tersebut dijurnal dan dibukukan sebagai

29

SSyyaarriieeff HHDD:: AAkkuunnttaannssii DDaassaarr,, FFrreeee EEddiittiioonn,, NNoovv--0099

pembelian perlengkapan kantor secara kredit dengan nilai 250.000. Kesalahan ditemukan tanggal 18 Februari.

Jurnal yang salah

 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

 

Februari

12

Perlengkapan Kantor Hutang Dagang

15

250.000

 

21

250.000

Jurnal Seharusnya

 
 

Tanggal

Keterangan

Ref

Debit

Kredit

Februari

12

Peralatan Kantor Kas

18

520.000

 

11