P. 1
johan

johan

|Views: 37|Likes:
Dipublikasikan oleh Nazihah Anggraini

More info:

Published by: Nazihah Anggraini on Oct 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2011

pdf

text

original

Derita Hidup Anak Tiri

Merari Siregar (1896-1940), penulis Si Jamin dan Si Johan adalah sastrawan Indonesia yang berasal dari angkatan Balai Pustaka. Setelah meraih ijazah Handelscorrespondent Bond A di Jakarta, ia bekerja sebagai guru bantu di Medan, kemudian bekerja di Rumah Sakit Umum Jakarta, dan terakhir di Opium & Zoutregie Kalianget, Madura. Sebelum menulis Si Jamin dan Si Johan, Merari Siregar sebelumnya juga telah cukup dikenal dalam dunia sastra Indonesia dengan novel Azab dan Sengsara yang merupakan salah satu tonggak kesusastraan Indonesia. Oleh karena itu tidak heranSi Jamin dan Si Johan memiliki jalan cerita yang tidak kalah menariknya dengan Azab dan Sengsara. Si Jamin dan Si Johan menceritakan tentang kisah hidup dua orang anak bernama Jamin dan Johan. Jamin dan Johan adalah anak dari Bertes dan Mina. Bertes memiliki kelakuan yang kurang baik dari sejak mudanya. Pada umur dua puluh satu tahun, dia meninggalkan ibunya yang sudah tua dan janda untuk menjadi serdadu. Bahkan sampai ibunya meninggal pun Bertes tidak pernah mengirim kabar satu kali pun pada ibunya. Beberapa tahun kemudian, Bertes menikah dengan Mina. Mereka memiliki dua orang anak, bernama Jamin dan Johan. Tetapi, walaupun sudah menikah dan mempunyai anak, kelakuan Bertes tidak bertambah baik. Bertes suka berteman dengan orang-orang yang suka mabuk. Oleh karena pergaulan itu, perlahan-lahan Bertes terbawa ke jurang yang dalam. Ia terbiasa meniru perbuatan kawan-kawannya yang suka mabuk. Walaupun sudah berkali-kali Mina menasihati, Bertes tidak pernah mau mendengar. Kelakuan Bertes makin menjadi-jadi dan membuat Mina makan hati dan akhirnya meninggal. Beberapa hari setelah Mina meninggal, Bertes mengambil Inem menjadi istrinya. Inem pun seorang perempuan yang kurang baik, suka mabuk dan mengisap candu. Uang simpanan Mina yang dahulu dihabiskan membeli candu. Perkakas rumah pun satu demi satu dijual Inem untuk membeli candu. Inem juga berbuat sesuka hatinya kepada Jamin dan Johan. Inem memaksa Jamin meminta-minta setiap hari dan uangnya dihabiskan untuk membeli candu.

Tapi tidak berapa lama. Karena kelaparan dan kelelahan. Lalu si Jamin dibiarkan pulang.Suatu pagi. dan uang sebanyak yang diminta ibu tirinya. Johan tinggal di rumah Kong Sui dan dibiayai sekolahnya oleh Kong Sui dan istrinya karena mereka tidak memiliki anak. Esok paginya. si Jamin tertabrak trem dan dibawa orang ke rumah sakit. Nyonya Fi yang kasihan pada Johan dan Jamin mengajak anak itu ke rumah sakit untuk melihat Jamin. Bertes pergi ke rumah Kong Sui. Bertes ditahan polisi karena dituduh membunuh orang. Sampai jauh malam Jamin belum juga mendapat uang sebanyak yang diminta ibu tirinya. Cerita Si Jamin dan Si Johan memiliki alur cerita yang menarik untuk dibaca. si Inem ditemukan mati lemas tenggelam di sungai. Si Johan yang kebingungan pergi ke tempat Kong sui dan istrinya lalu menceritakan perihal si Jamin. Di dalam cerita yang menarik ini akan banyak kita temukan nasihat serta . Tiga bulan kemudian. cincin itu diambil juga oleh si Inem. Problem yang ada membuat orang yang membaca merasa seakan-akan ikut mengalaminya. Setelah si Jamin meninggal. uang yang diberikan Kong Sui dan Nyonya Fi diambil oleh Inem. Kong Sui dan istrinya. Nyonya Fi menemukan si Jamin. Esok paginya. Maka pergilah si Jamin dan si Johan mengembalikan cincin itu. Tapi sayang. sehingga dia tidak mau melepas celananya. Sementara itu. Bertes keluar dari tahanan. Sementara itu. Tetapi di jalan. Si Bertes menyesali kelakuannya yang turut menyebabkan anak dan istrinya meninggal. pemilik toko obat. dia menemukan cincin Nyonya Fi di situ. saat Jamin kembali disuruh meminta-minta. Inem kembali memaksa Jamin pergi meminta-minta dan mengancam si Jamin agar tidak pulang sebelum mendapatkan sejumlah uang. Mereka menolong si Jamin. si Johan entah bagaimana berhasil mengambil cincin Nyonya Fi dari Inem. Ketika si Jamin sampai di rumah. pakaian. Itulah akhir kehidupan si Inem. Pakaian yang diberikan pada si Jamin juga hendak dijualnya. beberapa saat kemudian si Jamin akhirnya meninggal karena sudah parah dan tidak tertolong lagi. si Jamin pingsan di depan sebuah toko obat. Tapi saat si Jamin merogoh kantung celananya. meminta maaf pada si Johan dan berterima kasih pada Kong Sui dan istrinya. Memberinya m akan. Si Jamin pun pergi ke tempat-tempat di mana dia biasa mengemis.

buku ini sangat cocok karena mengingatkan akan penderitaan dan kesulitan-kesulitan orang-orang yang kekurangan. Di antaranya adalah. setiap perbuatan.pesan-pesan yang amat berguna bagi kehidupan kita. novel ini masih memiliki struktur kalimat yang sulit dipahami. Gaya bahasa yang dipakai oleh penulis lebih cenderung memakai gaya bahasa penegasan karena pada dasarnya problem yang terkandung dalam cerita Si Jamin dan Si Johan cukup kompleks dan memerlukan penegasan pada bagian-bagian tertentu. Terutama bagi para remaja sekarang ini yang cenderung mengikuti gaya hidup konsumtif. entah itu yang baik atau yang jahat pasti akan mendatangkan ganjaran yang setimpal. Cerita Si Jamin dan Si Johan ini bisa dibaca oleh siapa saja karena mengandung nasihat-nasihat yang berguna dalam kehidupan. Sekian dan terima kasih. . Catatan kaki yang diberikan penulis pun tidak cukup memadai sehingga orang yang tidak terbiasa membaca buku seperti ini akan kesulitan mencerna maksud si penulis. Tapi sayangnya. semoga dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan. Demikianlah resensi ini saya buat.

.

.

Si Jamin dan Si Johan Penulis : Merari Siregar Penerbit : Balai Pustaka Tahun Terbit : 1921 Tebal : 102 halaman .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->