Anda di halaman 1dari 5

1) Anatomi Otak

Otak adalah bagian susunan saraI pusat yang terletak di dalam cavum cranii,
yang akan menjadi medulla spinalis setelah melalui Ioramen magnum.
Cerebrum, bagian terbesar dari otak yang terdiri dari 2 hemispherium cerebri
yang dihubungkan oleh massa substansia alba yang disebut corpus callosum. Setiap
hemisphere terbentang dari os Irontale sampai os occipital di atas Iossa cranii
anterior, media, dan posterior, di atas tentorium cerebelli. Hemisphere dipisahkan
oleh sebuah celah dalam, yaitu Iissa longitudinalis cerebri.
Lapisan permukaan hemispherium cerebri adalah cortex, yang tersusun oleh
substansia gricea. Cortex berlipat-lipat yang disebut sulci. Sulci yang besar
membentuk lobus-lobus yang namanya disesuaikan dengan os yang melindungi di
atasnya, yaitu Lobus Irontal, parietal, temporal, dan occipital.
Diencephalon, hampir seluruhnya tertutupi oleh permukaan otak. Terdiri
atas thalamus di dorsal dan hipotalamus di ventral.
Mesencephalon, bagian sempit otak yang berjalan melewati incisura tentorii
dan menghubungkan otak depan dan otak belakang.
Cerebellum, terletak di dalam Iossa crania posterior di bawah tentorium
cerebella. Cerebellum terletek posterior terhadap pons dan medulla oblongata.
Terdiri dari 2 hemisphere. Yang dihubungkan oleh vermis. Cerebellum
dihubungkan dengam mesencephalon melalui pedunculus cerebellaris superior,
dengan pons pedunclus cereberalli medius, dan dengan medulla oblongata oleh
pedunculus cereberalli inIerior.
Pons, terletak pada permukaan anterior cerebellum, di bawah
mesencephalon dan di atas medulla oblongata.
Medulla oblongata, berbentuk kerucut dan menghubungkan pons di atas, dan
medulla spinalis di bawah. Jadi letaknya diantara pons dan medulla spinalis.(Snell,
2006)
'ascularisasi:
Otak mendapat darah dari 2 a. carotis interna, dan a. basilaris. Ke tiga arteri
ini beserta cabang-cabangnya membentuk circulus arteries wilisi. Pembuluh darah
vena dari otak semuanya berkumpul pada sinus venosus cranialis, yang selanjutnya
akan dibawa ke cor melalui v. cava superior. .(Snell, 2006)
nervasi:
Otak dipersaraIi oleh 12 pasang saraI otak. Dari N. I sampai N. XII. Masing-
masing nervus ini memiliki nama masing-masing. (Snell, 2006)

Sumber: http://www.clarian.org


2) Anatomi Medula Spinalis
Medula spinalis merupakan struktur yang berbentuk silinder, berwarna putih
ke abu-abuan, yang mulai di atlas setinggi Ioramen magnum sebagai lanjutan dari
medulla oblongata. (Snell, 2006)
'ascularisasi
Mendapat suplai darah dari 3 arteri kecil. 2 a spinal posterior dan 1 a. spinal
anterior. Vena-vena nya bermuara ke plexus venosus vertebralis internus. .(Snell,
2006)
nervasi
Di sepanjang medulla spinalis melekat 31 pasang nervus spinalis melalui
radix anterior atau motorik. Dan radix posterior atau sensorik. .(Snell, 2006)
3) Organisasi Sistem Saraf















Sumber: Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC
Impuls dibawa menuju saraI pusat.
Impuls dibawa dari saraI pusat
) Fisiologi Sistem Saraf
Sistem saraI merupakan kontrol utama tubuh manusia selain sistem
endokrin. Sistem saraI melakukan respon yang cepat dan cermat. Sebagian besar
pengontrolan yang dilakukan sistem saraI diarahkan untuk mempertahankan
SlsLem saraf pusaL
CLak
SlsLem saraf Lepl
ulvlsl
ulvlsl
s saraf
somaLlk
s saraf
oLonom
s saraf
slmpaLhlk
s saraf
paraslmpaLhlk
CLoL polos
oLoL [anLung
kelen[ar
Crgan
efekLor
neuron
moLorlk
CLoL rangka
8angsangan
vlseral 8angsangan
sensorlk
korda splnalls
Cerebrum cerebellum dlencephalon mecencephalon pons medulla oblongaLa
SlsLem
Saraf
homeostasis. Sistem saraI dibentuk dari 3 jenis sel dasar, yaitu neuron aIIerent,
neuron eIIerent, dan antarneuron(sinaps). Neuron aIIerent berIungsi mengantarkan
impuls ke pusat integrasi, neuron eIIerent mengantarkan impuls ke eIektor,
sedangkan antarneuron menghubungkan neuron satu dengan lainnya.(Sherwood,
2001)
Rangsangan pada reseptor akan diterima oleh dendrite, dan akan dialirkan
menuju badan sel. Pada badan sel terdapat reseptor-reseptor protein untuk mengikat
zat-zat kimiawi dari neuron lain. Akson akan membawa potensial aksi ini pada
terminal akson.
Sinaps atau sambungan antar neuron akan mengeluarkan cairan
neurotransmitter yang akan membawa impuls ini menuju pusat integrasi.
Selanjutnya impuls akan kembali menuju neuron yang disebut neuron eIIerent dan
dilanjutkan pada eIektor.
Terjadinya sinyal-sinyal listrik pada membran saraI disebabkan perbedaan
permeabilitas dari Na

, K

, dan anion besar.


Otak bergantung pada pasokan darah konstan untuk penyampaian O
2
dan
glukosa karena otak tidak dapat menghasilkan ATP jika tidak ada kedua zat
tersebut. (Sherwood, 2001)
) Fisiologi Otak
a. Batang otak.
1.Daerah paling tua dan palin kecil. BerIungsi mengontrol hidup, seperti
bernaIas, sirkulasi dan pencernaan. 2.Pengaturan reIlek otot yang terlibat dalam
keseimbangan dan postur. 3.Penerimaan dan integrasi semua masukan sinaps dari
korda spinalis. 4.Pusat tidur.
b. Serebelum.
1. Memelihara keseimbangan. 2. Peningkatan tonus otot. 3.Koordinasi dan
perencanaan aktivitas otot volunter yang terlatih.
c. Otak depan
a. Diencephalon
i. Talamus. 1. Stasiun pemancar untuk semua masukan sinaps. 2.Kesadaran
kasar terhadap sensasi. 3. Berperan dalam kontrol motorik.
ii. Hipotalamus. 1. Mengatur banyak Iungsi homeostasis. 2.Penghubung
penting antara sistem saraI dan endokrin. 3. Sangat terlibat dalam emosi
dan pola perilaku dasar.
b. Serebrum
i. Nukleus basal. 1. Inhibisi tonus otot. 2. Koordinasi gerakan yang lambat. 3.
Penekanan pola-pola gerakan yang tidak berguna.
ii. Korteks sereberum 1. Persepsi sensorik. 2. Kontrol gerakan volunter. 3.
Bahasa. 4. SiIat pribadi. 5. Berpikir, mengingat, mengambil keputusan,
kreatiI. (Sherwood, 2001)
) Lobus otak
a. Lobus Irontalis. 1. Aktivitas motorik volunter. 2. Kemampuan berbicara. 3.
Elaborasi pikiran
b. Lobus parietal. 1. Menerima dan mengolah masukan sensorik, sentuhan,
tekanan, panas, dingin, dan nyeri. 2. Merasakan kesadaran mengenai posisi
tubuh.
c. Lobus occipital. Pengolahan awal masukan.
d. Lobus temporal. Sensasi suara. (Sherwood, 2001)