Anda di halaman 1dari 10

Gravimetri (kimia)

Gravimetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode analisis kuantitatiI suatu zat atau
komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni
setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat
suatu unsur atau senyawa tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya
pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu Iaktor-Iaktor koreksi dapat digunakan.
|1|

Penggunaan gravimetri, dapat digunakan dalam analisis kadar air. Kadar air bahan bisa
ditentukan dengan cara gravimetri evolusi langsung ataupun tidak langsung. Bila yang diukur
ialah Iase padatan dan kemudian Iase gas dihitung berdasarkan padatan tersebut maka disebut
gravimetri evolusi tidak langsung. Untuk penentuan kadar air suatu kristal dalam senyawa hidrat,
dapat dilakukan dengan memanaskan senyawa dimaksud pada suhu 110o130oC. Berkurangnya
berat sebelum pemanasan menjadi berat sesudah pemanasan merupakan berat air kristalnya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Gravimetri28kimia29

ANALISIS GRAVIMETRI

Analisis gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatiI dengan penimbangan.
Tahap awal analisis gravimetri adalah pemisahan komponen yang ingin diketahui dari
komponen-komponen lain yang terdapat dalam suatu sampel kemudian dilakukan pengendapan.

Pengukuran dalam metode gravimetri adalah dengan penimbangan, banyaknya komponen yang
dianalisis ditentukan dari hubungan antara berat sampel yang hendak dianalisis, massa atom
relatiI, massa molekul relatiI dan berat endapan hasil reaksi.

Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara pengendapan, penguapan dan elektrolisis.

1. Metode Pengendapan

Suatu sampel yang akan ditentukan seara gravimetri mula-mula ditimbang secara kuantitatiI,
dilarutkan dalam pelarut tertentu kemudian diendapkan kembali dengan reagen tertentu.
Senyawa yang dihasilkan harus memenuhi sarat yaitu memiliki kelarutan sangat kecil sehingga
bisa mengendap kembali dan dapat dianalisis dengan cara menimbang.

Endapan yang terbentuk harus berukuran lebih besar dari pada pori-pori alat penyaring (kertas
saring), kemudian endapan tersebut dicuci dengan larutan elektrolit yang mengandung ion
sejenis dengan ion endapan.

Hal ini dilakukan untuk melarutkan pengotor yang terdapat dipermukaan endapan dan
memaksimalkan endapan. Endapan yang terbentuk dikeringkan pada suhu 100-130 derajat
celcius atau dipijarkan sampai suhu 800 derajat celcius tergantung suhu dekomposisi dari analit.

Pengendapan kation misalnya, pengendapan sebagai garam sulIida, pengendapan nikel dengan
DMG, pengendapan perak dengan klorida atau logam hidroksida dengan mengetur pH larutan.
Penambahan reagen dilakukan secara berlebihan untuk memperkecil kelarutan produk yang
diinginkan.

aA rR -~ AaRr(s)

Penambahan reagen R secara berlebihan akan memaksimalkan produk AaRr yang terbentuk.

2. Metode Penguapan

Metode penguapan dalam analisis gravimetri digunakan untuk menetapkan komponen-
komponen dari suatu senyawa yang relatiI mudah menguap. Cara yang dilakukan dalam metode
ini dapat dilakukan dengan cara pemanasan dalam gas tertentu atau penambahan suatu pereaksi
tertentu sehingga komponen yang tidak diinginkan mudah menguap atau penambahan suatu
pereaksi tertentu sehingga komponen yang diinginkan tidak mudah menguap.

Metode penguapan ini dapat digunakan untuk menentukan kadar air(hidrat) dalam suatu senyawa
atau kadar air dalam suatu sampel basah. Berat sampel sebelum dipanaskan merupakan berat
senyawa dan berat air kristal yang menguap. Pemanasan untuk menguapkan air kristal adalah
110-130 derajat celcius, garam-garam anorganik banyak yang bersiIat higroskopis sehingga
dapat ditentukan kadar hidrat/air yang terikat sebagai air kristal.

3. Metode Elektrolisis

Metode elektrolisis dilakukan dengan cara mereduksi ion-ion logam terlarut menjadi endapan
logam. Ion-ion logam berada dalam bentuk kation apabila dialiri dengan arus listrikndengan
besar tertentu dalam waktu tertentu maka akan terjadi reaksi reduksi menjadi logam dengan
bilangan oksidasi 0.

Endapan yang terbentuk selanjutnya dapat ditentukan berdasarkan beratnya, misalnya
mengendapkan tembaga terlarut dalam suatu sampel cair dengan cara mereduksi. Cara
elektrolisis ini dapat diberlakukan pada sampel yang diduga mengandung kadar logam terlarut
cukup besar seperti air limbah.

Suatu analisis gravimetri dilakukan apabila kadar analit yang terdapat dalam sampel relatiI besar
sehingga dapat diendapkan dan ditimbang. Apabila kadar analit dalam sampel hanya berupa
unsurpelarut, maka metode gravimetri tidak mendapat hasil yang teliti. Sampel yang dapat
dianalisis dengan metode gravimetri dapat berupa sampel padat maupun sampel cair.1

1http://Iorum.um.ac.id/index.php?topic23812.0

Gravimetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode analisis kuantitatiI suatu zat atau
komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni
setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat
suatu unsur atau senyawa tertentu. Metode gravimetri memakan waktu yang cukup lama, adanya
pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu Iaktor-Iaktor koreksi dapat digunakan.

Penggunaan gravimetri, dapat digunakan dalam analisis kadar air. Kadar air bahan bisa
ditentukan dengan cara gravimetri evolusi langsung ataupun tidak langsung. Bila yang diukur
ialah Iase padatan dan kemudian Iase gas dihitung berdasarkan padatan tersebut maka disebut
gravimetri evolusi tidak langsung. Untuk penentuan kadar air suatu kristal dalam senyawa hidrat,
dapat dilakukan dengan memanaskan senyawa dimaksud pada suhu 110o130oC. Berkurangnya
berat sebelum pemanasan menjadi berat sesudah pemanasan merupakan berat air kristalnya.2

2http://id.wikipedia.org/wiki/Gravimetri28kimia29

ANALISIS GRAVIMETRI

A. Tujuan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan jumlah mol air kristal yang terikat
dalam suatu senyawa

B. Dasar Teori

Gravimetri merupakan cara pemeriksaan jumlah zat yang paling tua dan yang paling
sederhana dibandingkan dengan cara pemeriksaan kimia lainnya. Analisis gravimetri adalah
analisis kuantitatiI berdasarkan berat tetap (berat konstan)-nya. Dalam analisis ini, unsur atau
senyawa yang dianalisis dipisahkan dari sejumlah bahan yang dianalisis. Bagian terbesar analisis
gravimetri menyangkut perubahan unsur atau gugus dari senyawa yang dianalisis menjadi
senyawa lain yang murni dan mantap (stabil), sehingga dapat diketahui beratnya tetapnya. Berat
unsur atau gugus yang dianalisis selanjutnya dihitung dari rumus senyawa atau berat atom
penyusunnya. Suatu metode analisis gravimetri didasarkan pada reaksi kimia seperti:
aA rR A
a
R
r

yang mana sejumlah a analit A akan beraksi dengan sejumlah r pereaksi R membentuk produk
A
a
R
r
yang biasanya merupakan suatu senyawa yang sangat sedikit larut dan dapat ditimbang
setelah pengeringan, atau produk tersebut dapat dibakar menjadi senyawa lain yang
komposisinya diketahui untuk kemudian ditimbang. Biasanya reagen atau pereaksi (R) yang
ditambahkan adalah berlebihan untuk menekan kelarutan endapan. Supaya analisis gravimetri
berhasil, maka persyaratan berikut harus dipenuhi, yakni (a) proses pemisahan analit yang dituju
harus berlangsung secara sempurna sehingga banyaknya analit yang tidak terendapkan secara
analitis tidak terdeteksi; (b) zat yang akan ditimbang harus murni atau mendekati murni dan
mempunyai susunan yang pasti. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan
kesalahan yang besar (Rohman, 2007).
Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsure atau senyawa
tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetric meliputi transIormasi unsure
atau radikal senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat
ditimbang dengan teliti. Sehingga dapat diketahui massa tetapnya. Dalam analisa gravimetri
perlu ditambahkan suatu reagen spesiIik untuk memperoleh pengendapan yang baik. Dalam hal
ini terdapat dua macam reagen spesiIik yang diantaranya adalah reagen organic dan reagen
anorganik. Pada reagen anorganik terdapat beberapa kelebihan yaitu produk yang dihasilkan
selalu atau sering menghasilakn warna yang spesiIik, pada pengendapan organic selalu
mempunyai berat molekul yang besar dan zat pengotor pada pengendap organic lebih sedikti dari
pada anorganik. Analisis gravimetri adalah metode analisis kuantitatiI untuk mengetahui kadar
zat yang telah diketahui pengotornya dengan cara penimbangan. Hal-hal yang perlu dilakukan
dalm analisis gravimetric adalah pengendapan, penguapan atau pengeringan, pengeringan
dengan listrik dan cara-car Iisis yang lain (www.scribd.com).
Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara pengendapan, penguapan dan
elektrolisis. Pada metode pengendapan, endapan yang terbentuk harus berukuran lebih besar dari
pada pori-pori alat penyaring (kertas saring), kemudian endapan tersebut dicuci dengan larutan
elektrolit yang mengandung ion sejenis dengan ion endapan. Pada Metode Penguapan, dapat
digunakan untuk menentukan kadar air(hidrat) dalam suatu senyawa atau kadar air dalam suatu
sampel basah. Pada metode elektrolisis, dilakukan dengan cara mereduksi ion-ion logam terlarut
menjadi endapan logam. Endapan yang terbentuk selanjutnya dapat ditentukan berdasarkan
beratnya. Cara elektrolisis ini dapat diberlakukan pada sampel yang diduga mengandung kadar
logam terlarut cukup besar seperti air limbah (Iorum.um.ac.id). Kinerja Metode Gravimetri
antara lain: relatiI lambat; memerlukan sedikit peralatan, yakni neraca dan oven; tidak
memerlukan kalibrasi karena hasil didasarkan pada berat molekul; akurasi 1-2 bagian per seribu;
sensitivitas: analit ~ 1; selektivitas tidak terlalu spesiIik (blog.unila.ac.id).

hLLp//punyaasLrldblogspoLcom/2011/07/laporangravlmeLrlhLml

DASAR TEORI

Kandungan suatu unsur atau ion dalam suatu cuplikan dapat dianalisis dengan cara gravimetri
dengan merubah unsur dan ion tersebut kedalam suatu bentuk senyawa yang mudah larut dengan
penambahan suatu pereaksi pengendap.

Beberapa kation dan anion dapat dianalisis dengan cara ini. Tetapi tiap kation maupun anion
mempunyai cara-cara khusus yang terkandung pada siIat endapan yang diperoleh. Untuk analisis
gravimetri reaksinya harus stoikiometeri mudah dipisahkan dari pelarutnya. Rumus kimianya
diketahui dengan pasti dan cukup stabil dalam penyiapan.
Metode gravimetri untuk analisa kuantitatiI didasarkan pada stokiometri reaksi pengendapan,
yang secara umum, dinyatakan dengan persamaan :
aA pP Aa Pp
Dimana a koeIisien reaksi setara dari reaktan analitik (A)
p koeIisien reaksi dari reaktan pengendap (P)
Aa Pp rumus molekul dari zat kimia hasil reaksi yang tergolong sulit larut (mengendap).

Misalnya pengendapan ion Ca2 dengan menggunakan reaktan pengendap ion oksalat C2O42-
dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi berikut :
O Rx yang menyertai pengendap Ca2 C2O42- (5)
ORx yang menyertai pengeringan CaC2O4(5)CaO(5)CO2(9)CO(9)
Agar pembuatan kuantitas analit dalam metode gravimetri mencapai hasil yang mendekati nilai
sebenarnya, harus dipenuhi criteria berikut:
a)proses pemisahan / pengendapan analit dari komponen lainya berlangsung sempurna.
b)Endapan analit yang dihasilkan diketahui dengan tepat memposisinya dan memiliki tingkat
kemurnian yang tinggi, tidak bercampur dangan zat pengatur.

Langkah-langkah dalam analisa gravimetri adalah sebagai berikut :

a)Cuplikan ditimbang dan dilarutakan sehingga partikel yang akan diendapkan dijadikan ion-
ionnya.
b)Ditambahkan pereaksi agar terjadi endapan.
c) Proses pemisahan endapan / penyaringan endapan.
d)Mencuci endapan, cairan pencuci, cara mengerjakan pencucian, cara memeriksa kebersihan
dan mengeringkan endapan.
e)Mengabukan kertas saring dan memijarkan endapan.
I)Menghitung hasil analisa.

Analisa titrimetri merupakan satu bagian utama kimia analisis dan perhitungannya berdasarkan
hubungan stoikiometri sederhana dari reaksi-reaksi kimia. Analisis titrimetri didasarkan pada
reaksi kimia sebagai berikut:
aA tT hasil
dengan a adalah molekul analit A yang bereaksi dengan t molekul pereaksi T sampel. Pereaksi T,
yang disebut titran, ditambahkan sedikit demi sedikit, biasanya dari dalam buret, dalam bentuk
larutan yang konsentrasinya diketahui. Pereaksi T ini disebut larutan standar dan konsentrasinya
ditetapkan oleh suatu proses yang disebut standardisasi. Penambahan titran diteruskan sampai
sejumlah T yang secara kimia setara dengan A, sehingga dikatakan telah tercapai titik ekivalensi
dari titrasi itu. Untuk mengetahui akhir penambahan titran digunakan suatu zat yang disebut
indikator, yang menandai kelebihan titran dengan perubahan warna. Perubahan warna ini dapat
atau tidak dapat tepat pada titik ekivalensi. Titik dalam titrasi pada saat indikator berubah warna
disebut titik akhir. Tentu saja diinginkan agar titik akhir sedekat mungkin ke titik ekivalensi.
Dengan memilih indikator untuk menghimpitkan kedua titik itu merupakan salah satu aspek yang
penting dari analisis titrimetri.
Istilah titrasi merujuk ke proses pengukuran volume titran yang diperlukan untuk mencapai titik
ekivalensi. Selama bertahun-tahun digunakan istilah analisa volumetri bukannya titrimetri.
Tetapi dari titik pandang yang teliti, lebih disukai istilah 'titrimetri karena pengukuran volume
tidaklah terbatas pada titrasi. Misalnya dalam analisis-analisis tertentu orang mungkin mengukur
volume gas.
Dalam menghitung hasil analisa dibutuhkan Iaktor gravimetri. Dimana Iaktor gravimetri adalah
jumlah berat analit dalam 1gr berat endapan. Hasil kali dari endapan P dengan Iaktor gravimetri
sama dengan berat analit.

Berat analit A berat andapan P x Iaktor gravimetri
Sehingga : A

Presentase berat analit A terhadap sampel dinyatakan dengan persamaan :
A x 100

Beberapa rumus Iaktor gravimetric
Analit yang ditetapkan : Cl
Bentuk endapan : Ag Cl
Nilai Iactor : Ar Cl : mr Ag Cl
Atau Iaktor gravimetri


Metode gravimetri bukanlah metode analisis yang spesiIik, sehingga dapat digantikan dengan
metode instrumen modern spektruskopi dan kloromedograIi. Metode gravimetri dapat juga
digunakan untuk analisis kuantitatiI bahan organik tertntu seperti kolesterol, pada cerea dan
loktosa pada produk susu.
Proses pengendapan dalam analisis gravimetri

Partikel hasil proses pengendapan ditentukan oleh proses nukleasi dan pembentukan nukleus.
Dalam analisa gravimetri harus selalu diupayakan agar terdapat endapan yang murni dan
partikel-partikelnya cukup besar sehinggamudah disaring dan dicuci.








1). Kemurnian endapan
Endapan yang telah terjadi akan mengandung zat-za pengatur dan itu akan bergabtung pada siIat
endapan dan pada kondisi kondisi dimana endapan itu terjadi, yang menyebabkan terjadinya
kontraminasi dapat terjadi karena adsorpsi pada permukaan kristal yang berbeda dengan larutan,
dan jika luas permukaannya besar maka juml zat yang terdsopsi bertambah banyak. Kopresipitasi
juga dapat terjadi secara oklusi yaitu zat-zat asing masuk kedalam kristal pada proses
pertumbuhan kristal.
Bila proses pertumbuhan kristal lambat, maka zat pengatur akan larut dan kristal yang terjadi
lebih besar dan murni. Kopresipitasi tidak dapat dihilangkan dengan pencucian dan untuk
mengatasinya dengan endapan itu di larutkan kembali dan kemudian di endapakan kembali dank
arena ion yang berkontaminasi sekarang konsentrasinya lebih rendah, sehingga endapan lebih
murni. Postpresipitasi yaitu terjadinya endapan kedua pada permukaan endapan pertama. Hal ini
terjadi dengan campuran garam yang sukar larut.
Untuk mendapatkan endapan yang besar dan murni, biasanya endapan di degrasi (didegest) atau
dimatangkan yaitu dengan endapan dibiarkan kontak dengan larutan induknya selama beberapa
jam pada temperature 60-70oC.

2. Menyaring dan mencuci endapan
Endapan yang disaring dikotori oleh zat-zat yang mudah larut dan harus dihilangkan dengan cara
pencucian endapan. Yang menjadi dasar pada pencucian adalah :
a)dapat melarutkan zat pengotor dengan baik tetapi tidak melarutkan endapan
b)dapat mencegah terjadinya peptisasi pada waktu pencucian
c)dapat menyebabkan pertukaran ion-ion yang teradsorpsi diganti oleh ion lain yang pada
pemanasan dapat menguap
d)endapan yang terjadi dapat disaring dengan kertas saring bebas abu, cawan penyaring dengan
asbes atau penyaring gelas.

3. Penyaring dan Pemanasan endapan.
Endapan yang terjadi disaring, dicuci, dikeringkan, diabukan, dan dipijarkan sampai beratnya
konstan. Pengeringan endapan untuk menghilangkan air dan zat yang mudah menguap.
Pemijaran untuk merubah endapan itu kedalam suatu senyawa kimia yang rumusnya diketahui
dengan pasti.














!EMBAHASAN
Gravimetri merupakan salah satu cabang utama kimia analisis. Dimana metode
gravimetri untuk analisis ini biasanya selalu didasarkan pada suatu reaksi kimia, seperti :
aA rR AaRr
Gravimetri adalah cara analisis dimana suatu zat akan ditentukan, dipisahkan kemudian
diakhiri dengan menimbang zat tersebut dalam bentuk murni. Suatu zat yang telah dimurnikan
itu kemudian ditimbang dan dihitung beratnya. Biasanya pemisahan ini dapat dilakukan dengan
beberapa metode, di antaranya:
1. Pembentukan endapan yang sukar larut, lalu endapan disaring, dicuci, dikeringkan atau
dipijar kemudian ditimbang.
2. Metode penyulingan. Metode ini memanIaatkan siIat volatilitas dari suatu zat kemudian hasil
reaksi ditampung dan ditimbang atau berkurangnya berat cuplikan karena penyulingan dapat
diukur.
3. Metode elektrolisis dengan mengendapkan suatu logam yang murni pada katoda.
Sedangkan untuk melakukan perhitungan analisis dengan metode kimia, persyaratan
berikut ini harus dipenuhi agar metodenya berhasil :
1. Proses pemisahan hendaknya cukup sempurna sehingga kuantitas analit yang tak
terendapkan secara analitis tak dapat dideteksi (biasanya 0,1 mg atau kurang dalam
menetapkan penyusun utama dari suatu makro).
2. Zat yang ditimbang hendaknya mempunyai susunan yang pasti dan hendaknya murni
atau sangat hampir murni. Bila tidak, maka akan diperoleh hasil yang kurang akurat atau
galat.
3. Endapan harus dapat diubah menjadi suatu senyawa dalam keadaan stoikiometrik
misalnya dengan cara pemijaran.
hLLp//zonenambahllmublogspoLcom/2011/03/anallsagravlmeLrlhLml