Anda di halaman 1dari 2

Sistem Sosial

Suatu sistem merupakan keseluruhan yang terangkai atau keseluruhan yang berstruktur. Kata sosial, menunjuk pada isi sistem yang secara teoritis terdiri dari paling sedikit dua orang. Dengan demikian, suatu sistem sosial adalah wadah dari suatu proses interaksi sosial, atau pergaulan hidup. Untuk dapat disebut sebagai sistem sosial, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Contoh-contoh sistem sosial disamping masyarakat, adalah keluarga batih, keluarga luas dan seterusnya. Jadi, sistem sosial merupakan penanaman bagi suatu benda pergaulan hidup tertentu. Untuk dapat disebut sebagai suatu sustem sosial, maka suatu bentuk pergaualan hidup harus mempunyai unsur-unsur sebagai berikut : a. Kepercayaan yang merupakan pemahaman terhadap segala aspek alam semesta yang di anggap sebagai suatu kebenaran. b. Perasaan, yakni keadaan kejiwaan manusia yang menyangkut alam sekelilingnya, maupun rekan-rekannya sesama manusia. c. Tujuan, yang merupakan suatu cita-cita yang harus dicapai melalui perubahan atau dengan jalan mempertahankan (status quo), d. Kaedah, yakni pedoman-pedoman tentang perikelakuan yang diharapakan atau yang pantas, e. Kedudukan dan peranan, yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban serta penerapannya di dalam proses interaksi sosial, f. Pengawasan, yakni kekuasaan untuk mempengaruhi pihak lain agar berbuat sesuai dengan pemegang kekuasaan,

g. Jenjang dalam masyarakat yang menyangkut posisi sosial seseorang, yang menentukan alokasi hak-hak dan kewajiban-kewajibannya, h. Sanksi, yakni persetujuan atau penolakan terhadap perikelakuan tertentu yang imbalannya adalah hukuman atau hadiah (imbalan), i. Fasilitas, yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan, j. Kelestarian dan kelangsungan hidup, k. Kesesuaian antara kualitas hidup dengan kualitas lingkungan. Kerangaka tersebut di atas ekaligus menunjukkkan struktur dan proses sistem sosial, dan merupakan suatu patokan untuk mempelajari bentuk-bentuk pergaulan hidup.