P. 1
Analisis Sediaan Obat Tradisional - Pengenalan Bentuk Sediaan Obat Tradisional

Analisis Sediaan Obat Tradisional - Pengenalan Bentuk Sediaan Obat Tradisional

|Views: 4,115|Likes:
Dipublikasikan oleh Kenny Ryan Limanto
Pengenalan Bentuk Sediaan Obat Tradisional yang sangat beraneka ragam bentuknya.
DOwnload PDF-nya di : http://adf.ly/bdwHI
Pengenalan Bentuk Sediaan Obat Tradisional yang sangat beraneka ragam bentuknya.
DOwnload PDF-nya di : http://adf.ly/bdwHI

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Kenny Ryan Limanto on Oct 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/26/2015

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS SEDIAAN OBAT TRADISIONAL PENGENALAN SEDIAAN OBAT TRADISIONAL

Disusun Oleh: Wanda Indriani Wibowo Kenny Ryan Limanto Bernadetta Arum Wijayanti Rachelia Octavia 098114003 098114006 098114007 098114008

LABORATORIUM ANALISIS SEDIAAN OBAT TRADISIONAL FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

1

PERCOBAAN I PENGENALAN SEDIAAN OBAT TRADISIONAL

A.

TUJUAN 1. Mahasiswa dapat mengenali macam sediaan obat tradisional yang ada di Indonesia, yang meliputi jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. 2. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi keseragaman bobot terhadap sediaan obat tradisional yang ada.

B.

ALAT dan BAHAN Alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain timbangan, wadah, lup, gunting, alat tulis, dan kertas. Bahan yang digunakan adalah berbagai macam jamu yang ada di pasaran yang berupa jamu godhog, fitofarmaka, dan obat herbal terstandar.

C. 1.

PROSEDUR KERJA Pengamatan sediaan obat tradisional Disediakan 15 sampel obat tradisional yang akan diamati

Pengamatan yang akan dilakukan adalah nama produk, bentuk sediaan, uji organoleptis meliputi bau dan warna, komposisi, klaim khasiat, cara pemakaian, cara penyimpanan, nam produsen, alamat produsen, kode registrasi, tanggal kadaluwarsa, gambar logo, bobot isi, dan hal lain yang ingin disampaikan sebagai informasi tentang produk obat tradisional yang diamati

Dituliskan pada lembar kerja

Sediaan obat tradisional yang berbentuk tablet dilakukan uji keseragaman bobot. 2. a. Pengujian keseragaman bobot sediaan Keseragaman Bobot Tablet Ditimbang 20 tablet satu persatu, lalu dihitung bobot rata-rata tablet.

2

Dihitung keseragaman bobotnya dengan ketentuan: Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak boleh satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot ratarata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom B, yang tertera pada daftar berikut : Bobot Rata-Rata 25 mg atau kurang 26 mg sampai dengan 150 mg 151 mg sampai dengan 300 mg Lebih dari 300 mg Penyimpangan Bobot Rata-Rata Dalam % A 15 % 10% 7.5% 5% B 30 % 20 % 15 % 10 %

b.

Keseragaman Bobot Serbuk Ditimbang isi tiap bungkus serbuk. Ditimbang seluruh isi 20 bungkus serbuk, dihitung bobot isi serbuk rata-rata.

Dihitung keseragaman bobotnya dengan ketentuan: Tidak lebih dari 2 bungkus serbuk, yang masing-masing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak satu bungkus pun yang bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom B, yang tertera pada daftar berikut: Bobot Rata-Rata Isi Serbuk 5 g sampai dengan 10 g Penyimpangan Terhadap Bobot Isi Rata-Rata A 8% B 10%

c. i.

Keseragaman Bobot Kapsul Untuk Kapsul Yang Berisi Obat Tradisional Kering Ditimbang satu kapsul, dikeluarkan isi kapsul, ditimbang bagian cangkangnya, dihitung bobot isi kapsul.

Diulangi penetapan terhadap 19 kapsul dan dihitung bobot rata-rata isi 20 kapsul.

3

Dihitung keseragaman bobotnya dengan ketentuan: Tidak lebih dari 2 kapsul yang masing-masing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak satu kapsul pun yang bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom B, yang tertera pada daftar berikut: Bobot Rata-Rata Isi Kapsul 120 mg atau kurang lebih dari 120 mg Penyimpangan Terhadap Bobot Isi Rata-Rata A ± 10% ± 7.5% B ± 20% ± 15%

ii.

Untuk Kapsul Yang Berisi Obat Tradisional Cair Ditimbang satu kapsul, dikeluarkan isi kapsul, dicuci cangkangnya dengan eter P. Dibuang cairan, dibiarkan hingga tidak berbau eter dan ditimbang, dihitung bobot isi kapsul. Diulangi penetapan terhadap 9 kapsul dan dihitung bobot isi rata-rata 10 kapsul.

Dihitung keseragaman bobotnya dengan ketentuan : Tidak lebih dari satu kapsul yang masing-masing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari 7,5 % dan tidak satu kapsul pun yang bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari 15 %.

3.

Pengamatan untuk sediaan jamu godhog
Disediakan sediaan jamu godhog yang akan diamati

Untuk sediaan jamu godhog, pengamatan yang dilakukan antara lain : jumlah dan jenis simplisia yang ada (nama latin, aktivitas farmakologis)

4

D.

DATA dan ANALISIS DATA PENGENALAN OBAT TRADISIONAL 1. Golongan Jamu

a. i. ii.

Curcuma® Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa Warna iii. iv. v. vi. Komposisi Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : tak berbau : manis : kuning : serbuk Rhizoma curcuma 200 mg : oral : umum dan medium : memelihara fungsi hati, menambah nafsu makan, melancarkan buang air besar : dragee

vii. viii. ix. x. xi. xii. xiii.

Cara Pemakaian

: 3 x sehari @ 1-2 dragee

Cara Penyimpanan : Simpan dibawah suhu 30OC terlindung dari cahaya Netto Kode Kadaluarsa pada Nama Produsen Alamat Produsen : 200 mg (100 dragee atau 10 blister @ 10dragee) : TR 052549901 : Juni 2012 : PT Soho Industri Farmasi : Jakarta – Indonesia

5

b. i. ii.

Tolak Angin® tablet Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa Warna iii. Komposisi : khas : khas : coklat : : tablet

Amonium Fructus (kapulaga) 11 mg, Foeniculli Fructus (adas) 17,6 mg, Isorae Fructus (kayu ules) 17,6 mg, Myristicae Cortex (pala) 11 mg, Burmanii Cortex (Kayu manis) 11 mg, Centellae Herba (Pegagan) 11 mg, Caryophylli Folium (cengkeh) 17,6 mg, Parkiae semen (kedawung) 11 mg, Oryzae sativa (beras) 33 mg, Menthae arvensisis Herba (herba mint) 13,2 mg, Usneae Thallus (kayu angin) 11 mg, Zingiberis Rhizoma var rubra (jahe merah) 55 mg, dan ekstrak Panax Radix 40 mg, Royal Jelly 60 mg. iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : meredakan masuk angin dan gejala-gejalanya seperti pusing, perut mual, kembung dan meriang, menghangatkan badan vii. Cara Pemakaian : 3- 4 x sehari @ 1 tablet sampai sembuh Untuk pencegahan 1 tablet sehari viii. ix. x. xi. xii. Netto Kode Produksi Kadaluarsa pada Nama Produsen Alamat Produsen : 4 tablet @ 600 mg : TR 032519911 : Mei 2014 : PT Sido Muncul : Semarang – Indonesia

6

c. i. ii.

Darsi® Kapsul Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Warna iii. Komposisi : Jeruk : Coklat : : kapsul

Andrographidis herba Extract 55 mg, Curcuma rhizoma Extract 110 mg, Curcumae domestica Rhizoma Extract 55 mg, Zingiberis aromaticae Rhizoma Extract 110 mg, Elephantopi Folium Extract 27,5 mg,dan Sappan Lignum Extract 110 mg iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : untuk penyakit darah kotor dan yang ditimbulkan, seperti penyakit kulit, jerawat, bisul, gatal-gatal, bercak-bercak merah pada kulit, biduran, dan melancarkan peredaran darah vii. Cara Pemakaian : minum secara teratur 2 x sehari @ 2 kapsul. Dosis dapat ditingkatkan sampai dengan 4 x minum per hari @ 2 kapsul viii. ix. x. xi. Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen : 12 kapsul @ 550 mg : TR 9443375674 : PT Borobudur Herbal Medicine Industry : Semarang – Indonesia

7

d. i. ii.

Darsi® Pill Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Warna iii. Komposisi : Jeruk : Coklat : : pill

Curcumae domesticae Rhizoma 10%, Zingiberis aromaticae Rhizoma 20%, Elephantopi Folium 5%, Sappan Lignum 10%, Zingiberis purpurei Rhizoma 20%, Andrographidis Herba 15%, dan Curcumae Rhizoma 20%. iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : untuk penyakit darah kotor dan yang ditimbulkan, seperti penyakit kulit, jerawat, bisul, gatal-gatal, bercak-bercak merah pada kulit, biduran, dan melancarkan peredaran darah vii. Cara Pemakaian : Minumlah secara teratur 3 kali sehari @ 5 pil Untuk anak-anak cukup 3 kali sehari @ 3 pil. viii. ix. x. xi. Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen : 100 pill @ 225 mg : POM TR 002410330 : PT Borobudur Herbal Medicine Industry : Semarang – Indonesia

8

e. i. ii.

Param Mujarab® Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Warna iii. Komposisi : Khas : coklat tua : : Param

Zingiberis Rhizoma 8%, Languatis Rhizoma 12%, Andregraphidis Folium 4%, Eugeniae Folium 6%, Farina oryzae 50%, dan bahan-bahan lain sampai 100%. iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : Topikal : umum dan medium : mengobati pegal linu, encok, bengkak, salah urat, juga menghilangkan rasa lelah setelah bekerja berat dan berolah raga vii. Cara Pemakaian : Direndam dalam air secukupnya, lebih baik bila dicampur arak putih / spiritus. Gosokkan pada bagian yang terasa nyeri. Jangan digosokkan pada kulit luka/ peka; bayi/ anakanak jangan terkena mata. viii. ix. x. xi. xii. Netto Kode Kadaluarsa pada Nama Produsen Alamat Produsen : 12, 50 gram : AHUBK : Agustus 2011 : Air Mancur : Wonogiri – Solo – Indonesia

9

f. i. ii.

Jamu Buyung Upik® Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa iii. Komposisi ::: : serbuk

Curcumae rhizoma 400 mg, Zingiberis aromaticae rhizoma 500 mg, Myristicae Semen 50 mg, Psidium guajava Fructus 100 mg, dan bahan-bahan lain 7300 mg. iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : medium dan umum : membantu memperbaiki nafsu makan, mencegah cacingan, meredakan masuk angin, meredakan perut kembung, meringankan gangguan susah tidur, memelihara kesehatan badan vii. Cara Pemakaian : dapat dimakan langsung atau diseduh dengan 3-5 sendok air matang panas/dingin 2-3 kali sehari, anak umur 3-6 tahun sebanyak ½ bungkus dan anak umur 7-12 tahun sebanyak 1 bungkus. viii. ix. x. xi. Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen : 5 gram : POM TR 032224221 : PT.INDUSTRI JAMU CAP JAGO : Semarang – Indonesia

10

g. i. ii.

Jamu Godhog “Cap Gedhawung” Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa iii. Komposisi : khas :: : simplisia kering

Sappan lignum, kulit kayu secang khasiat: mengobati batuk darah pada TBC; muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah; luka dalam; sifilis, darah kotor, radang selaput lendir mata; malaria; pengobatan setelah bersalin; tetanus; pembengkakan (tumor); nyeri karena gangguan sirkulasi darah; dan diare, disentri. Usnea thallus, kayu angin khasiat: antibiotik, antifungi, mengatasi infeksi saluran nafas dan kemih, obat masuk angin, obat disentri, obat sariawan dan peluruh air seni. Curcuma xanthoriza rhizoma, rimpang temulawak BERJAMUR khasiat: antikanker, anti-inflamasi (anti radang) , obat ambeien, antiradang tenggorokan, sariawan, analgetika (menghilangkan rasa sakit),

melancarkan dan menormalkan haid, melancarkan peredaran darah, menghilangkan gumpalan, menghilangkan kembung, menghilangkan

keputihan, melancarkan pencernaan. Sterculia foetida, kepuh atau jangkang daunnya digunakan untuk mengobati demam, mencuci rambut dan sebagai tapal untuk meringankan sakit pada kaki dan tangan yang terkilir atau patah tulang. Isorae fructus, buah kayu ules atau buah puteran khasiat: membangkitkan nafsu makan, sebagai obat cacing, antikonvulsan, obat kejang perut, dan sebagai tonik sehabis bersalin. Baeckeae folium, jung rahab khasiat: analgesik, diuretik dan antispasmodik Amomum compactum fructus, buah kapulaga khasiat: sebagai obat batuk; untuk mencegah tulang keropos.

11

Nigella sativa Linn., jinten khasiat: sebagai obat difteri, sembelit, mulas, encok, tetanus, batuk, demam, muntah, ayan, dan influenza, merangsang sumsum tulang belakang dan sel-sel kekebalan serta interferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi. Jinten hitam juga memiliki aktivitas antihistamin, alergi, gatal-gatal, dan asma bronkitis; menyembuhkan luka pada kulit, flek, jerawat, luka dan radang akibat eksim. Disamping itu juga dapat memecah batu ginjal; mengatasi diabetes mellitus, menurunkan kadar gula darah (hypoglycemic), sekaligus menormalkan tekanan darah; memberikan asupan nutrisi yang tinggi meliputi monosakarida, silosa, dan arabinosa. Jinten hitam juga meningkatkan produksi susu pada ibu menyusui, merawat kulit dan kuku serta memacu pertumbuhan dan mencegah kerontokan. jinten juga memiliki zat-zat antitumor atau antikanker, mampu memperlambat penuaan sel, memperkuat daya konsentrasi, menyembuhkan radang sendi, rematik, dan mengatasi impotensi. Curcuma aeroginosa Roxb., temu ireng BERJAMUR khasiat: obat anti cacing, menghangatkan badan, mencegah kelesuan, memperlancar peredaran darah, peluluh masuk angin, mengurangi lemak tubuh, ambeien, gonorrhea, membersihkan darah setelah melahirkan, pembengkakan penetralisir racun dalam tubuh, peranakan turun, mencegah penyakit pada bayi melalui ASI. Orthosiphonis aristatus, kumis kucing BERJAMUR khasiat: antiinflamasi dan diuretik. Parkaie semen, biji kedawung khasiat: sebagai obat perut kembung, obat kolera dan obat radang usus, sedang daunnya berkhasiat sebagai obat batuk dan obat mual. Santalum album L., biji cendana khasiat: untuk menghaluskan kulit, peluruh keringat, pereda kejang, pencegah mual. daunnya berkhasiat sebagai obat sakit demam, serta mencegah darah tinggi dan stroke.

12

Myristica fragrans Houtt, buah pala khasiat: menyembuhkan gangguan pencernaan, menghilangkan rasa lelah, meringankan sakit saat haid, mengatasi gangguan pada telinga,

menghentikan muntah,

mengatasi gangguan sulit

tidur

(insomnia),

menghilangkan jerawat dan noda di wajah. Canna indica L., bunga puspa rasa rimpang yang manis dan bersifat sejuk menjadikan umbinya sebagai penyejuk, pereda demam, peluruh kencing, penenang dan menurunkan tekanan darah. Sedangkan bunganya bersifat hemostatis. Akar puspa mengandung fenol, terpena, koumarin, dan alkaloid. Dengan kandungan tersebut dapat mengobati jerawat, luka, demam, batuk, dan sakit kuning. sedangkan daunnya mengandung tannin dan sulfur. Rimpang bunga puspa ini lebih baik dari pada daun sirih untuk menghilangkan keputihan. Michelia alba, kantil khasiat: mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina yang mempunyai khasiat sebagai ekspektoran dan diuretik. karena kandungan yang dimilikinya, kantil dipercaya dapat menjadi obat alternatif bagi berbagai penyakit seperti bronkhitis, batuk, demam, keputihan, radang prostat, infeksi saluran kemih, dan sulit kencing. Melaleucae fructus, buah kayu putih atau merica bolong khasiat: meningkatkan nafsu makan dan karminatif Andrographidis herba, herba sambiloto khasiat: mengatasi hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsillitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (oma), radang usus buntu, sakit gigi, demam, malaria, kencing nanah, kencing manis (DM), TBC, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi), kusta (lepra), leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek dan makanan laut serta kanker. Alstoniae cortex, kulit kayu pulai atau kayu pule khasiat: mengobati diabetes mellitus, sesak napas karena bronkhitis, gatalgatal, antiseptik dan obat cacing

13

Datura metel fructus, buah kecubung BERJAMUR khasiat: sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit seperti asma, reumatik, sakit pinggang, pegal linu, bisul maupun eksim, sakit gigi, ketombe, hingga nyeri haid. iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Cara Pemakaian : oral : umum dan medium : 1 bungkus direbus dengan 1 liter air diminum tiap pagi dan sore, masing-masing ½ gelas, rebusan ini dapat diulang/ direbus 4 sampai 5 hari vii. viii. ix. x. h. i. ii. Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen ::::-

Jamu Godhog “Rebustas” cap Ibu Tari Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa iii. Komposisi : khas :: : simplisia kering

Andrographidis herba, herba sambiloto khasiat: mengatasi hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsillitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (oma), radang usus buntu, sakit gigi, demam, malaria, kencing nanah, kencing manis (DM), TBC, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi), kusta (lepra), leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek dan makanan laut serta kanker. Sappan lignum, kulit kayu secang khasiat: mengobati batuk darah pada TBC; muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah; luka dalam; sifilis, darah kotor, radang selaput lendir mata; malaria; pengobatan setelah bersalin; tetanus;

14

pembengkakan (tumor); nyeri karena gangguan sirkulasi darah; diare, disentri. Usnea thallus, kayu angin khasiat: antibiotik, antifungi, mengatasi infeksi saluran nafas dan kemih, obat masuk angin, obat disentri, obat sariawan dan peluruh air seni. Baeckeae folium, jung rahab khasiat: analgesik, diuretik dan antispasmodik Melaleucae fructus, buah kayu putih atau merica bolong khasiat: meningkatkan nafsu makan dan karminatif Myristica fragrans Houtt, buah pala BERJAMUR khasiat: menyembuhkan gangguan pencernaan, menghilangkan rasa lelah, meringankan sakit saat haid, mengatasi gangguan pada telinga,

menghentikan muntah,

mengatasi gangguan sulit

tidur

(insomnia),

menghilangkan jerawat dan noda di wajah. Amomum compactum fructus, buah kapulaga Kapulaga mengandung minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein, gula, lemak, silikat, betakamfer, sebinena, mirkena, mirtenal, karvona, terpinil asetat, dan kersik. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat sebagai obat batuk. Kapulaga juga memiliki khasiat untuk mencegah tulang keropos. Canna indica L., bunga puspa rasa rimpang yang manis dan bersifat sejuk menjadikan umbinya sebagai penyejuk, pereda demam, peluruh kencing, penenang dan menurunkan tekanan darah. Sedangkan bunganya bersifat hemostatis. Akar puspa mengandung fenol, terpena, koumarin, dan alkaloid. Dengan kandungan tersebut dapat mengobati jerawat, luka, demam, batuk, dan sakit kuning. sedangkan daunnya mengandung tannin dan sulfur. Rimpang bunga puspa ini lebih baik dari pada daun sirih untuk menghilangkan keputihan. Melaleucae folium, daun kayu putih BERJAMUR khasiat: meningkatkan nafsu makan dan karminatif Zingiberis rhizoma, jahe khasiat: efek karminatif dan stimulan sehingga menimbulkan kehangatan, mengurangi mual; meredakan nyeri lambung dan radang sendi;

meningkatkan nafsu makan karena terdapat enzim protease dan lipase

15

yang memecah protein dan lemak; menurunkan keasaman lambung; merangsang pelepasan hormon adrenalin yang memperlebar pembuluh darah sehingga tubuh menjadi hangat dan darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun; meredakan kram. Phaleria macrocarpa fructus, mahkota dewa khasiat: untuk menyembuhkan reumatik, asam urat, menurunkan kolesterol, mengobati kanker, diabetes mellitus, sumber antibakteri, antiviral,

meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan darah, antiradang. iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : membantu meredakan pega linu dan encok, nyeri lambung, perut mulas, muka pucat, semutan, kanker, asam urat, membantu menurunkan, tekanan darah / bludreg, amandel, sakit ginjal, maag, kencing manis, membantu memulihkan otot-otot yang terasa putus, melancarkan peredaran darah, menambah nafsu makan, membantu menyembuhkan sakit gatal pada kulit. vii. Cara Pemakaian : 1 bungkus jamu dicuci terlebih dahulu dengan air sampai bersih, kemudian direbus dengan air, 6 gelas sampai mendidih hingga airnya tinggal 3 gelas. Air rebusan bisa diminum langsung/lebih enak lagi ditambah gula aren/gula batu. viii. ix. x. xi. Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen : 100 gram : POM TR 033 127 851 : PS. Lestari Jaya : Banyumas – Indonesia

16

i. i. ii.

Jamu Godhog Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa iii. Komposisi : khas :: : simplisia kering

Curcuma xanthoriza rhizoma, rimpang temulawak khasiat: antikanker, obat ambeien, antiradang tenggorokan, sariawan, analgetika (menghilangkan rasa sakit), melancarkan dan menormalkan haid, melancarkan peredaran darah, menghilangkan keputihan, gumpalan, melancarkan

menghilangkan pencernaan.

kembung,

menghilangkan

Andrographidis herba, herba sambiloto khasiat: mengatasi hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsillitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (oma), radang usus buntu, sakit gigi, demam, malaria, kencing nanah, kencing manis (DM), TBC, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi), kusta (lepra), leptospirosis, keracunan jamur,singkong, tempe bongkrek dan makanan laut serta kanker. Amomum compactum fructus, buah kapulaga Kapulaga mengandung minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein, gula, lemak, silikat, betakamfer, sebinena, mirkena, mirtenal, karvona, terpinil asetat, dan kersik. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat sebagai obat batuk. Kapulaga juga memiliki khasiat untuk mencegah tulang keropos. Michelia alba, kantil khasiat: mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina yang mempunyai khasiat sebagai ekspektoran dan diuretik. karena kandungan yang dimilikinya, kantil dipercaya dapat menjadi obat alternatif bagi berbagai penyakit seperti bronkhitis, batuk, demam, keputihan, radang prostat, infeksi saluran kemih, dan sulit kencing.

17

Piper nigrum L., merica khasiat: untuk mengobati konstipasi, diare, sakit telinga, gangren, penyakit jantung, hernia, suara serak, gangguan pencernaan, gigitan serangga, kesulitan tidur, linu sendi, gangguan hati, paru, bisul dalam mulut, dan sakit gigi. Foeniculi fructus, buah adas khasiat: mengatasi sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, diare, nyeri haid, haid tidak teratur, air susu ibu (ASI) sedikit dan insomnia. Dryobalanops aromaticum, kapur barus berkhasiat sebagai pereda nyeri (analgesik), afrodisiak, obat sakit gigi, tonikum, dan obat sakit mata. Bijinya digunakan sebagai obat sakit perut. Buahnya digunakan sebagai penasak. Balsam dari kapur barus berkhasiat mengobati rematik dan perangsang kulit. Retrofracti fructus, buah cabai jawa khasiat: sebagai obat sakit perut, masuk angin, beri-beri, rematik, tekanan darah rendah, kolera, influenza, sakit kepala, lemah syahwat, bronkitis, dan sesak napas.

18

2.

Golongan Obat Herbal Terstandar

Kiranti® Cair i. ii. Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa Warna iii. Komposisi : seperti beras kencur :: kuning : : minuman

Curcumae domesticae Rhizoma 30 g Tamarindi pulpa 6 g Kampferiae Rhizoma 3 g Arengae pinnata Fructose 3 g Zingiberis Rhizoma 0,8 g Paullinia cupana 0,23 g Cinnamoni Contex 0,1 g Air/water up to 150 mL iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : membantu memperlancar haid serta mengatasi keluhan haid, seperti; nyeri serta bau badan . Membantu tubuh anda merasa segar dan sehat. vii. Cara Pemakaian : minum secara rutin dan teratur 1-2 botol per hari, 3 hari sebelum, selama haid, sampai dengan 3 hari sesudah haid. viii. ix. x. xi. xii. Netto Kode Kadaluarsa pada Nama Produsen Alamat Produsen : 150 mL : POM TR 042631971 : 8 April 2012 : PT. Ultra Prima Abadi : Surabaya 60299, Indonesia

19

3. Golongan Fitofarmaka

Stimuno® Forte Imunomodulator i. ii. Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa iii. Komposisi ::: setiap kapsul mengandung ekstrak tanaman Phyllantus nururi 50 mg iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan tinggi : membantu merangsang tubuh memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar daya tahan tubuh agar daya tahan tubuh bekerja normal. vii. Cara Pemakaian : dosis yang dianjurkan dewasa (>12 tahun) 3 x 1 kapsul kontradiksi dapat terjadi jika pasien dengan kondisi sistem imun yang hiperreaktif, missal pada pasien dengan riwayat penyakit autoimun/ hipersensitivitas. viii. ix. x. xi. xii. Netto Kode Kadaluarsa pada Nama Produsen Alamat Produsen : 10 kapsul : BN 4204078 : Maret 2013 : Dexa Medica : Jalan Letjen Bambang Utoyo 138, Palembang – Indonesia : kapsul

20

4. Lain-lain a. i. ii. Pagoda Pastilles® kembang gula (makanan) Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa Warna iii. Komposisi : mint : mint : hitam : sukrosa, dekstrin, licorice, minyak permen, minyak anis, dan pengawet nipagin iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : untuk membantu melegakan tenggorokan dan mengharumkan nafas vii. viii. ix. x. xi. Cara Pemakaian Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen : langsung dikonsumsi : 10 g : MD 537110007063 : Pharm.Ind.Ltd : Cimahi – Indonesia : pastilles

b. i. ii.

Tolak Angin® permen (makanan) Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa Warna iii. Komposisi : khas : pedas mint : coklat : Amomi Fructus, Foeniculli Fructus, Caryophili Folium, Menthae piperita, Arvensitis Herba, Zingiberis Rhizoma,bahan tambahn, gula, dan madu iv. v. vi. Penggunaan Klaim Khasiat Khasiat : oral : umum dan medium : untuk menghangatkan badan, melegakan pernafasan, dan tenggorokan : lozenges

vii. viii.

Cara Pemakaian

: langsung dikonsumsi

Cara Penyimpanan : simpan ditempat sejuk dan kering

21

ix. x. xi. xii. xiii.

Netto Kode Kadaluarsa pada Nama Produsen Alamat Produsen

: 5 lozenges @ 2 gram : MD 237111049053 : Juni 2013 : PT Sido Muncul : Semarang – Indonesia

c. i. ii.

Levertran® (Obat Bebas Bentuk Sediaan Organoleptis Bau Rasa Warna iii. iv. v. vi. Komposisi Penggunaan Khasiat Cara Pemakaian Netto Kode Nama Produsen Alamat Produsen ::: oranye : salep

)

: Oleum lecoris Ass 10 % : Topikal : menyembuhkan luka bakar : Dioleskan pada luka bakar : 15 gram : GBL 8604000730A2 : PT CIUBROS FARMA : Semarang – Indonesia

vii. viii. ix. x.

22

KETERANGAN GAMBAR

Param Mujarab®

Curcuma®

Kiranti® Cair

Permen Tolak Angin®

Salep Levertran®

Darsi® Kapsul

23

Pagoda® Pastilles

Darsi® Pill

Jamu Buyung Upik®

Stimuno® Forte

Jamu Rebustas

Tolak Angin® Tablet

24

UJI KESERAGAMAN BOBOT 1. Tablet (sampel: Tolak Angin® tablet) 0,594 g 0,608 g 0,599 g 0,643 g 0,646 g 0,601 g 0,618 g 0,601 g 0,602 g 0,610 g 0,637 g 0,604 g 0,615 g 0,623 g 0,603 g 0,572 g 0,609 g 0,613 g 0,599 g 0,610 g

Bobot rata-rata Bobot rata-rata ≤ 2 g Ketentuan simpangan:

g

a. Tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar dari 5 % g Range g

= 0,0614 ± 0,03052 = 0,5799 sampai 0,6409 g

Hasil: ada 3 bobot yang lebih dari simpangan 5 % (0,643; 0,646; 0,572), maka sediaan tidak memenuhi syarat b. Tidak boleh satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-rata lebih besar dari 10% g Range g

= 0,6014 ± 0,06104 = 0,54936 sampai 0,67144 g

Hasil: tidak ada 1 bobot pun yang lebih dari simpangan 10%, maka sediaan tersebut memenuhi syarat.

25

2.

Kapsul (sampel: Darsi® kapsul) Kapsul ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Isi + Cangkang (g) 0,7333 0,7179 0,7395 0,7399 0,7269 0,7048 0,7234 0,6874 0,7241 0,6950
∑ ∑

Isi (g) 0,6296 0,6170 0,6383 0,6362 0,6237 0,5989 0,6205 0,5892 0,6245 0,5900

Cangkang (g) 0,1064 0,1000 0,1013 0,1030 0,1027 0,1051 0,1035 0,1000 0,09991 0,1049

Rata-rata bobot isi kapsul = =

= 0,61679 g Bobot rata-rata isi kapsul 120 mg atau kurang Lebih dari 120 mg Simpangan A ± 10% ± 7,5% B ± 20% ± 15% (Anonim, 1979) Ketentuan simpangan: a. Untuk penyimpangan 7,5% g Range g

= 0,61679 ± 0,0462 = 0,5705-0,6629 g

Hasil: semua bobot masuk range dimana tidak melebihi 7,5%, maka sediaan tersebut memenuhi syarat.

26

b. Untuk penyimpangan 15%

Range

= 0,61679 ± 0,0925 = 0,5243-0,7093 g

Hasil: semua bobot masuk range dimana tidak meleblihi 15%, maka sediaan tersebut memenuhi syarat. 3. Serbuk (sampel: Jamu Buyung Upik®) 5,133 g 4,894 g 5,068 g 5,143 g ∑ ̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ 5,276 g 4,990 g 4,959 g 5,027 g 5,265 g 4,879 g 5,058 g 5,063 g 101,971 g 5,098 g 5,327 g 5,013 g 5,098 g 5,129 g 5,258 g 4,981 g 5,236 g 5,174 g

Keseragaman bobot : Timbang 20 bungkus satu persatu, campur isi ke 20 bungkus tadi dan timbang sekaligus, hitung bobot isi rata-rata. Penyimpangan antara penimbangan satu persatu terhadap bobot isi rata-rata tidak lebih dari 15% tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% tiap 18 bungkus (Anonin, 1979). a. Untuk penyimpangan 15% g Range g

= 5,098 ± 0,7647 = 4,3333-5,8627 g

Hasil: semua bobot masuk range 15%, maka sediaan tersebut memenuhi syarat. b. Untuk penyimpangan 10% g Range g

= 5,098 ± 0,5098 = 4,5882 – 5,6078 g

Hasil: semua bobot masuk range 10%, maka sediaan tersebut memenuhi syarat.

27

E.

PEMBAHASAN Tujuan praktikum ini adalah agar praktikan dapat dapat mengenali macam sediaan obat

tradisional yang ada di Indonesia, yang meliputi jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka, serta dapat melakukan evaluasi keseragaman bobot terhadap sediaan obat tradisional yang ada. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman (UU RI No.23 thn 1992 ttg Kesehatan). Obat tradisional yang beredar di masyarakat harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu: 1. 2. 3. 4. terbukti secara empiris aman dan bermanfaat untuk digunakan pada manusia, proses produksi dan bahan obat tradisional yang digunakan memenuhi persyaratan, tidak mengandung bahan kimia obat atau isolat yang berkhasiat sebagai obat, dan tidak mengandung bahan yang termasuk obat keras atau narkotika.

Uji Organoleptis Merupakan uji yang paling sederhana dan merupakan uji pendahuluan dalam mengidentifikasi suatu bentuk sediaan obat tradisional. Uji organoleptis merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia untuk mengidentifikasi warna, bentuk, bau dan rasa dari sediaan obat sediaan tradisional. Pengujian organoleptis memiliki peranan penting dalam penerapan mutu sebab dari hasil pengujian organoleptis dapat memberikan indikasi kemunduran mutu atau kerusakan dari produk. Penggolongan Obat Tradisional Berdasarkan cara pembuatan serta klaim penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat, obat tradisional Indonesia dibagi menjadi tiga yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Perbedaan dari ketiga jenis obat tradisional ini adalah: Keterangan Jamu aman sesuai Keamanan persyaratan yang ditetapkan Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data Obat Herbal Terstandar aman sesuai persyaratan yang ditetapkan dibuktikan secara ilmiah/berdasarkan Fitofarmaka aman sesuai persyaratan yang ditetapkan dibuktikan berdasarkan uji

28

empiris Pemenuhan syarat mutu Standarisasi bahan baku terpenuhi

uji pra klinik terpenuhi

klinik terpenuhi

belum ada

telah dilakukan

telah dilakukan

Logo

JAMU

OBAT HERBAL TERSTANDAR

FITOFARMAKA

Penggolongan Berdasarkan Jenis Obat Tradisional Berdasarkan pengamatan terhadap sediaan yang terdapat pada praktikum, dilakukan pengelompokan bentuk sediaan obat tradisional berdasarkan jenisnya sebagai berikut: 1. Jamu Curcuma®, Tolak Angin® tablet, Darsi® Kapsul, Param Mujarab®, Jamu Godhog “Cap Gedhawung”, Jamu Godhog “Rebustas” cap Ibu Tari, Jamu Godhog, Buyung Upik ®, dan Param Mustajab®. 2. 3. Obat Herbal Terstandar: Kiranti® Cair Fitofarmaka: Stimuno® Forte Imunomodulator Dalam penggolongan obat berdasarkan jenisnya, terdapat beberapa obat yang tidak masuk dalam kategori jenis jamu, obat herbal terstandar, maupun fitofarmaka. Obat-obat yang tidak masuk dalam kategori di atas antara lain adalah Pagoda Pastilles®, Tolak Angin® permen serta Levertran®. Hal ini dikarenakan pada kemasan obat-obat tersebut tidak tercantum logo jamu, obat herbal terstandar maupun fitofarmaka. Pada kemasan Pagoda Pastilles® tidak tercantum logo apapun namun terdapat keterangan bahwa Pagoda Pastilles® merupakan sediaan kembang gula atau dapat dikatakan masuk dalam kategori makanan. Begitupula dengan Tolak Angin® hanya terdapat keterangan sebagai herbal peppermint lozenges atau dapat dikategorikan sebagai makanan. Sedangkan pada kemasan Levertran® tercantum logo obat bebas yaitu lingkaran hijau dengan pinggiran berwarna hitam. Dengan demikian Levertran® tidak terdaftar sebagai obat tradisional melainkan sebagai obat jadi.

29

Penggolongan Berdasarkan Bentuk Sediaan Obat Tradisional Berdasarkan pengamatan terhadap bentuk-bentuk sediaan, dilakukan penggolongan bentuk sediaan obat. Adapun penggolongan bentuk-bentuk sediaan obat tradisional tersebut menurut Permenkes No.66/Menkes/SK/VII/1994 : Bentuk Sediaan Nama Produk Curcuma® Tolak Angin® Darsi
®

Jenis Bentuk Sediaan tablet salut gula tablet kapsul parem rajangan

Param Mustajab® Jamu Godhog “Cap Gedhawung” Padat Jamu Godhog “Rebustas” cap Ibu Tari Jamu Godhog Stimuno Forte Imunomodulator Pagoda Pastilles® Tolak Angin® Buyung Upik® Cair Cair semipadat Kiranti® Levertran
® ®

rajangan rajangan kapsul pastiles lozenges serbuk cairan obat dalam salep

Penggolongan Berdasarkan Kode Registrasi Obat Tradisional Registrasi adalah prosedur pendaftaran dan evaluasi obat untuk mendapatkan izin edar. Sedangkan yang dimaksud dengan kode registrasi atau nomor registrasi adalah nomor pendaftaran suatu produk yang dikeluarkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) agar dapat beredar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 10101 MENKES/PER/XI/2008). Obat tradisional yang mencantumkan kode registrasi pada

kemasannya mengindikasikan bahwa obat tradisional tersebut merupakan produk yang legal. Berdasarkan kode registrasinya, obat tradisional dapat digolongkan menjadi 6 golongan, yaitu: obat tradisional dengan kode TR (obat tradisional lokal), TI (obat tradisional impor), TL (obat tradisional lisensi), BTR (produk berbatasan lokal), BTI (produk berbatasan impor), dan BTL (produk berbatasan lisensi).

30

Sedangkan untuk bahan obat yang diproduksi dalam bentuk makanan, misalnya permen/lozenges memiliki kode registrasi MD (untuk makanan dalam Negeri) dan ML (untuk makanan luar negeri). Berdasarkan pengamatan terhadap sediaan obat tradisional, penggolongan berdasarkan kode registrasinya menjadi sebagai berikut: TR (obat tradisional lokal) : Curcuma®, Tolak Angin®, Darsi®, Jamu Godhog Ibu Tari, Kiranti®, Param Mustajab® MD (untuk makanan dalam negeri) : Pagoda Pastilles®, Tolak Angin®. Sediaan obat tradisional yang tidak termasuk dalam kode registrasi di atas adalah Jamu Godhog “Cap Gedhawung”, Jamu Godhog, Stimuno® Forte Imunomodulator, serta Levertran®. Jamu Godhog “Cap Gedhawung” dan Jamu Godhog tidak memiliki kode registrasi sehingga keamanan serta mutu dan khasiatnya masih perlu untuk diuji terlebih lagi. Sedangkan untuk Stimuno® Forte Imunomodulator memiliki kode registrasi diluar kode registrasi yang telah disebutkan di atas, sebab kode registrasinya adalah FF yang berarti Fitofarmaka. Keseragaman Bobot Kapsul Kapsul adalah sediaan obat tradisional yang terbungkus cangkang yang keras atau lunak, bahan bakunya terbuat dari sediaan galenik, dengan atau tanpa bahan tambahan. Obat yang digunakan dalam uji keseragaman bobot ini adalah Darsi®. Uji keseragaman bobot ini dilakukan dengan menimbang 20 kapsul, kemudian timbang kapsul satu persatu. Setelah itu isi semua kapsul dikeluarkan dan ditimbang bagian cangkangnya lalu hitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata isi tiap kapsul. Menurut Farmakope Indonesia III, untuk kapsul dengan bobot rata-rata lebih dari 120 mg, tidak lebih dari 2 kapsul yang masing-masing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-ratanya lebih besar dari 7,5% dan tidak satu kapsul pun yang bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari 15%. Penyimpangan Bobot Rata-rata A 10% 7,5% B 20% 15% (Anonim, 1979). Berdasarkan perhitungan yang diperoleh, rata-rata dari 20 isi kapsul adalah 0,61679 g. Sehingga kita menggunakan aturan penyimpangan bobot tablet yang lebih dari 120 mg, yaitu “Rebustas” cap

Bobot rata-rata 120 mg atau kurang lebih Lebih dari 120 mg

31

tidak lebih dari 2 kapsul yang masing-masing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rataratanya lebih besar dari 7,5% dan tidak satu kapsul pun yang bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari 15%. Dari hasil perhitungan, semua bobot isi kapsul masuk pada range 7,5% yaitu berada pada range 0,5705-0,6629 g. Keseragaman Bobot Tablet Tablet adalah sediaan obat tradisional padat, kompak, dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih, silindris, atau bentuk lain, kedua permukaannya rata atau cembung terbuat dari sediaan galenika dengan atau tanpa bahan tambahan. Obat yang digunakan dalam uji keseragaman bobot tablet ini adalah Tolak Angin®. Uji keseragaman bobot ini dilakukan dengan menimbang tablet satu persatu kemudian timbang 20 tablet sekaligus lalu hitung bobot rataratanya. Dari 20 tablet, tidak lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari pada harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom B. Bobot rata-rata 25mg atau kurang 26 mg sampai 150 mg 151 mg sampai 300 mg Lebih dari 300 mg Penyimpangan terhadap bobot isi rata-rata A 15% 10% 7,5% 5% B 30% 20% 15% 10% (Anonim, 1979) Bobot rata-rata tablet yang diperoleh adalah 0,6104 g sehingga mengikuti aturan keseragaman bobot tablet lebih dari 300 mg yaitu tidak lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari pada 5% dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari 10%. Untuk perhitungan penyimpangan bobot 5% ternyata terdapat tiga bobot yang tidak masuk dalam simpangan yaitu 0,643 g; 0,646 g; 0,572 g sehingga dapat dikatakan tidak memenuhi syarat. Sedangkan untuk perhitungan penyimpangan bobot 10% tidak terdapat sama sekali penyimpangan sehingga perhitungan bobot ini memenuhi syarat. Uji Keseragaman Bobot Serbuk Serbuk adalah sediaan obat tradisional berupa butiran homogen dengan derajat halus yang cocok, bahan bakunya berupa simplisia sediaan galenik, atau campurannya. Obat

32

tradisional yang digunakan dalam sediaan ini adalah Buyung Upik®. Uji keseragaman bobot serbuk ini dilakukan dengan menimbang isi tiap bungkus serbuk. Kemudian timbang seluruh isi 20 bungkus serbuk, hitung bobot isi serbuk rata-rata. Tidak lebih dari 2 bungkus serbuk, yang masing masing bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom A dan tidak satu bungkuspun yang bobot isinya menyimpang dari bobot isi rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan dalam kolom B. Bobot rata-rata isi serbuk 5 g sampai dengan 10 g Penyimpangan terhadap bobot isi rata-rata A 8% B 10%

Bobot rata-rata serbuk yang diperoleh berdasarkan hitungan adalah 5,098 g. Untuk perhitungan penyimpangan pada kolom B (sebesar 10%), semua serbuk dinyatakan memenuhi syarat sebab semua serbuk masuk dalam range 4,5882 – 5,6078 g. F. 1. KESIMPULAN Penggolongan obat tradisional berdasarkan jenis obatnya, dibagi menjadi: a. Jamu Curcuma®, Tolak Angin® tablet, Darsi® Kapsul, Param Mujarab®, Jamu Godhog “Cap Gedhawung”, Jamu Godhog “Rebustas” cap Ibu Tari, Jamu Godhog, Buyung Upik®, dan Param Mustajab®. b. c. 2. Obat Herbal Terstandar: Kiranti® Cair Fitofarmaka: Stimuno® Forte Imunomodulator TR (obat tradisional lokal) : Curcuma®, Tolak Angin®, Darsi®, Jamu Godhog “Rebustas” cap Ibu Tari, Kiranti®, Param Mustajab® b. c. 3. MD (untuk makanan dalam negeri) : Pagoda Pastilles®, Tolak Angin®. FF (untuk fitofarmaka) : Stimuno® Forte Imunomodulator

Penggolongan obat tradisional berdasarkan kode registrasinya, dibagi menjadi: a.

Penggolongan obat tradisional berdasarkan bentuk sediaannya, dibagi menjadi: Bentuk Sediaan Nama Produk Curcuma® Tolak Angin® Padat Darsi
®

Jenis Bentuk Sediaan tablet salut gula tablet kapsul parem rajangan

Param Mustajab® Jamu Godhog “Cap

33

Gedhawung” Jamu Godhog “Rebustas” cap Ibu Tari Jamu Godhog Stimuno® Forte Imunomodulator Pagoda Pastilles® Tolak Angin® Buyung Upik® Cair Cair semipadat 4. Kiranti® Levertran® rajangan rajangan kapsul pastiles lozenges serbuk cairan obat dalam salep

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap keseragaman bobot dari sediaan obat tradisional yang ada, dapat disimpulkan bahwa: a. Pada sampel tablet Tolak Angin® yang diuji tidak memenuhi persyaratan yang ada (Farmakope III) karena ada 3 tablet yang simpangannya lebih dari 5% bobot rata-rata. b. Pada sampel kapsul Darsi®, sediaan memenuhi persyaratan yang ada (Farmakope III) c. Pada sampel serbuk Jamu Buyung Upik®, sediaan memenuhi persyaratan yang ada (Farmakope III).

Yogyakarta, 19 Oktober 2011 Wanda Indriani Wibowo Kenny Ryan Limanto

098114003 Bernadetta Arum Wijayanti

098114006 Rachelia Octavia Endrastiana

098114007

098114008

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->