Anda di halaman 1dari 467

Bercinta Dengan Cewek Berjilbab

Posted on December 2, 2010 by kumpulanceritadewasa.info

Sebenarnya aku ini tidak pernah terpikir untuk bisa bercinta/ml dengan wanita berjilbab namun apa mau dikata nasi udah jadi bubur dan bubur itu udah di makan oleh aku. ceritanya begini Namaku Iful.. umur 29 taon, tinggi 168 paras badanku tegap, rambutku lurus dan ukuran vitalku biasa saja normal orang Indonesialah panjangnya kira2 16 cm dan diameternya aku ggak pernah ukur Aku tinggal di rumah kost-kostan istilahnya rumah berdempet-dempetan neh ada tetanggaku yg bernama Ibu Santi, berjilbab umurnya sekitar 33 tahun, anaknya sudah 3 boo yang paling besar masih sekolah kelas 5 SD otomatis yg paling kecil umur 1,8 bulan, sedangkan suaminya kerjanya di perusahaan kontraktor sebagai karyawan saja. Setiap hari Ibu Santi ini wanita yang memakai jilbab panjang-panjang sampai ke lengannya boleh dikatakan aku melihatnya terlalu sempurna untuk ukuran seorang wanita yang sudah berumah tangga dan tentunya aku sangatlah segan dan hormat padanya. Suatu ketika suaminya sudah pergi ke kantor untuk kerja dan aku sendiri masih di rumah rencananya agak siangan baru aku ke kantor. Iful ibu Santi memanggil dari sebelah karena aku masih malas-malasan hari ini so aku tidur-tiduran saja di tempat tidurku Iful Iful Ibu minta tolong bisa..?? ujar Ibu Santi dari luar, aku sebenarnya sudah mendengar namun rasanya badanku lagi malas bangun karena mungkin aku yang di panggil tidak segera keluar, maka ibu Santi dengan hati-hati membuka pintu rumahku dan masuk pelan-pelan mencari aku, seketika itu juga aku pura-pura tutup mataku dia mencari-cari aku dan akhirnya dia melihat aku tidur di kamar. Oohh. ujarnya spontan dia kaget karena kebiasaan kalo aku tidur tidak pernah pake baju dan hanya celana dalam saja dan pagi itu kontolku sebenarnya lagi tegang biasa penyakit di pagi hari he he heh Seketika itu dia langsung balik melangkah dan menjauh dari kamarku aku coba mengintip dengan sebelah mataku. Ooh dia sudah tidak ada ujarku dalam hati tapi kira-kira tak lama kemudian dia balik lagi dan mengendap-endap mengintip kamarku sambil tersenyum penuh arti cukup lama dia perhatikan aku dan setelah itu ibu Santi langsung balik ke rumahnya.

Besok pagi setelah semuanya telah tidak ada di rumahnya ibu Santi, tinggal anaknya yg paling kecil dah tidur, aku sayup-sayup aku dengar di samping rumahku yang ada di belakang, sepertinya ada yg mencuci pakaian aku intip di belakang. Ohh ibu Santi sedang mencuci pakaian, namun dia hanya memakai daster terusan panjang dan jilbab karena dasternya yang panjang, maka dasternya basah sampai ke paha saat aku sedang intip ibu Santi langsung berdiri dan mengangkat dasternya serta merta mencopot celana dalamnya dan langsung dicuci sekalian otomatis saat itu aku melihat ooooohhh memeknya yang merah dan pahanya yang putih di tumbuhi bulu-bulu halus, aku langsung berputar otak-otakku ingin rasanya mencicipi memek yang indah dari ibu Santi yang berjilbab ini. Maaf ibu Santi, kemarin ibu ada perlu dengan saya tanyaku mengagetkan ibu Santi dan serta-merta dia langsung merapikan dasternya yang tersingkap sampai ke paha. Iya nih mas Iful.. Ibu kemarin mo minta tolong pasangin lampu di kamar mandi katanya. Kalo gitu sekarang aja bu soalnya sebentar lagi saya mo kerja sambil mataku melihat dasternya membayangkan apa yang didalamnya. Oh iya, lewat sini saja ujarnya karena memang tipe rumah kost yang aku tempati di belakangnya cuma di palang kayu dan seng otomatis kegiatan tetangga-tetangga kelihatan di belakang. Aku langsung membuka kayu dan sengnya dan masuk ke dalam dan ibu Santi membawaku di depan, aku mengikuti di belakang. Ooohhh seandainya aku bisa merasakan memek dan pantat ini sekarang gumamku dalam hati. Ini lampunya dan kursinya hati-hati yah jangan sampe ribut soalnya anakku lagi tidur kata Ibu Santi. Aku langsung memasang dan ibu Santi melanjutkan mencucinya, setelah selesai aku langsung bilang Ibu sudah selesai kataku kemudian ibu Santi langsung berdiri tapi saat itu dia terpeleset ke arahku seketika itu aku menangkapnya. Uups oh tanganku mengenai payudaranya yang montok dan tanganku satu lagi mengenai langsung pantatnya yang tidak pake celana dalam dan hanya ditutupi daster saja.

Maaf Dik Iful agak licin lantainya ujarnya tersipu-sipu. Iful tunggu yah ibu bikinin teh ujarnya lagi. Dia ke dapur dan dari belakang aku mengikutinya secara pelan-pelan, saat teh lagi di putar di dalam gelas langsung aku memeluknya dari belakang. Iful apa-apaan neh sentak Ibu Santi. Maaf bu saya melihat ibu sangatlah cantik dan seksi.. ujarku. Jangan Iful aku dah punya suami.. tapi tetap ibu Santi tidak melepaskan pegangan tanganku yang mampir di pinggangnya dan dadanya Iful jangaann.. langsung aku menciumi dari belakang menyingkap jilbabnya. Ssluurrp oh.. betapa putihnya leher ibu Santi ujarku dalam hati. Ookhh Iful hmmm ibu Santi menggeliat langsung dia membalik badannya menghadapku. Iful aku udah bers saat dia mo ucapin sesuatu langsung aku cium bibirnya. Mmmmprh tak lama dia langsung meresponku dan langsung memeluk leherku. Mmmmmhprpp. bunyi mulutnya dan aku beradu aku singkapi jilbabnya sedikit saja sambil tanganku mencoba menggerayangi dadanya. Aku melihat dasternya memakai kancing 2 saja diatas dadanya aku membukanya dan tersembullah buah dadanya yang putih mulusss slurp kujilat dan isap pentilnya. Iful. ooohhh. ufhhh. lirihnya. Sslurrpp. slurp.. saat aku jilat sepertinya masih ada sedikit air susunya hmmmm tambah nikmatnya.. slurp.. slurp Sambil menjilat dan menyedot susunya aku tetap tidak membuka jilbab maupun dasternya tapi tanganku tetap menarik dasternya keataskarena dari tadi dia tidak pake celana dalam maka dengan gampang itilnya ku usap-usap dengan tanganku. Ohhh oh sssshhhh gumam ibu Santi. Kepalaku kudekatkan ke memeknya dan kakinya kurenggangkan.

Ssluruupp. pelan-pelan kujilati itil dan memeknya Ooh Iful eennakkh oghu mmmpphhff teriaknya pelan kulihat kepalanya telah goyang ke kanan dan kekiri. Pelan-pelan sambil lidahku bermain di memeknya, kubuka celana pendekku dan terpampanglah kontolku yang telah tegang. Namun ibu Santi masih tidak menyadari akan hal itu. Pelan-pelan kuangkat dasternya, namun tidak sampai terbuka semuanya, hanya sampai di perutnya saja dan mulutku mulai beradu dengan bibirnya yang ranum. Mmmmppghh Iful aku ujar ibu Santi. Kuhisap dalam-dalam lidahnya. Sslurp caup oh ibu sungguh indah bibirmu, memekmu dan semuanya. lirihku. Sambil menjilat seluruh rongga mulutnya kubawa ia ke atas meja makannya dan kusandarkan ibu Santi di pinggiran meja tanganku kumainkan kembali ke itil dan sekitaran memeknya. Aahhh ufh oh Ifulll.ibu udah nggak kuaattttttlirih Ibu Santi. Pelan-pelan kupegang kontolku kuarahkan ke memeknya yang sudah basah dan licin.dan bleeesssssssssshh. Oohhhhh ufghhh. Ifulll. teriak Ibu Santi. Ssleepep slepp. kontolku kudiamkan sebentar. Ibu Santi spontan melihat ke wajahku dan langsung ia menunduk lagi, kududukkan di atas meja makan dan kuangkat kakinya. Mulailah aku memompanya.. slep slep.. slep blssss. Ooh memeknya ibu sangat enak. Iful kontolmu juga sangat besar rupanya ibu Santi sudah tidak memikirkan lagi normanorma, yang ada hanyalah nafsu birahinya yang harus dituntaskan. Berulang-ulang kupompa memeknya dengan kontolku. Ooohh.. akhh Ifull. kubalikkan lagi badannya dan tangannya memegang pinggiran meja. Kutusuk memeknya dari belakang bleesssssssss

Ohhhhh. teriak Ibu Santi, kuhujam sekeras-kerasnya kontolku tanganku remas-remas susunya. Aku liat dari belakang sangat bagus gaya ibu Santi nungging ini, tanpa melepas daster dan jilbabnya kutusuk terus sleeeepp. sleeps. Hingga kurang lebih setengah jam ibu Santi bilang Iful. ibu udah nggak tahan.. Sabar bu bentar lagi saya juga ujarku. Oh ohhhh ufmpghhh Iful ibu mau keluarrrr achhhh Semakin kencang dan terasa memeknya menjepit kontolku dan oohhhhh ku rasakan ada semacam cairan panas yang menyirami kontolku di dalam memeknya. semakin kupercepat gerakan menusukku Slep. slurp bleeppp. Oh Ibu aku juga dah mo sampai neh.. Cepat Iful ibu bantu. oho. uhhhhh. Ibu Santi menggoyangnya lagi dan akhirnya Ibu. aku mo keluararrrrr.. Sama-sama yang Iful. ibu juga mo keluar lagi teriaknya Dan. Ohhh ack.. ahhhhh.. Aku dan ibu Santi samasama keluar dan sejenak kulihat di memeknya terlihat becek dan banjir Setelah hening sejenak ku cabut kontolku dan kupakai celana pendek setelah itu ibu Santi merapikan daster dan jilbabnya langsung aku minta maaf kepadanya Bu.. mohon maaf .. Iful khilaf. kataku.

Tidak apa-apa kok Iful ibu juga yang salah yang menggoda Iful ujarnya. Aku langsung pamitan kembali ke rumahku sebelah dan mandi siap-siap kerja setelah mandi kulihat ibu Santi sedang menjemur pakaian tapi jelas di dalam daster ibu Santi tidak memakai celana dalam karena terlihat tercetak lewat sinar matahari pagi yang meninggi mulai mendekati jam 10 pagi. Sebelum aku pergi kusempatkan pamitan ke ibu Santi dan dia tersenyum tidak tau apakah ada artinya atau tidak.

Perkosaan Di Komplek Perumahan


Posted on January 19, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Cerita dewasa pemerkosaan jablay stw di perumahan Aku adalah wanita berumur 25 tahun, sekarang aku tinggal sendirian di rumahku yang terletak di salah satu komplek yang disebut sebagian orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Jakarta. Aku adalah janda tanpa anak, suamiku telah meninggal enam bulan yang lalu karena kecelakaan. Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tahun kedua. Rumah yang kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli rumah ini atas namaku. Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu katanya. Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan karena masing-masing rumah memiliki pekarangan yang luas. Hidup di Jakarta menyebabkan aku juga tidak begitu mengenal tetanggaku. Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Sering aku merasa kesepian tinggal sendiri di rumah ini, tapi aku tidak mau menggunakan jasa pramuwisma, aku ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alasanku pada mama sih biar aku ada kesibukan di rumah, rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri. Malam itu aku pulang agak larut karena baru pulang dari acara ulang tahun temanku. Setelah mengunci pintu depan aku mencari-cari kontak lampu karena suasana rumahku masih gelap. Aku berangkat dari tadi siang untuk bantu-bantu di acara ulang tahun tersebut. Begitu lampu menyala, aku langsung menuju kamarku untuk mengganti baju yang kotor. Aku melepaskan seluruh pakaianku lalu menyimpan baju kotorku di keranjang yang memang kusediakan di kamar untuk pakaian kotor. Sungguh aku sekarang telanjang bulat. Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur dalam keadaan telanjang. Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Selesai mandi rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sambil minum susu

hangat. Aku hanya melilitkan handuk pada badanku, sambil mengeringkan rambutku dengan kipas angin aku buka channel TV sana-sini. Acaranya tidak ada yang menarik hatiku. Iseng-iseng aku menonton film BF koleksi suamiku. Aku pernah protes padanya karena dia menonton film begituan. Dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia mencari style bercinta untukku. Di film itu pria bule sedang mencumbu seorang wanita asia yang kelihatannya begitu menikmati cumbuan dari pri bule. Aku sedikit terangsang melihat adegan itu, seandainya suamiku masih ada. Aku melepaskan handuk yang melilit badanku, lalu mengelus-elus payudaraku sendiri dengan lembut. Payudaraku memang tidak begitu besar, tapi suamiku selalu memujiku dengan sebutan montok. Untuk urusan mengurus badan, aku memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan wanita dan kemulusan badan itu adalah harga mati. Aku tidak menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku Kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama, matakupun tak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan. Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya. Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku, aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya. Aku terangsang sekali, liang vaginaku sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar membasahi bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri hingga aku pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu. Badanku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku. Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Liang vaginaku sudah benar-benar basah oleh lendir yang licin hingga dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku. Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku. Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot,

punggung dan kepalaku jadi tersandar kuat pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara. Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam vaginaku pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba, kurasakan kedutan bibir vaginaku yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamaku. Bersamaan dengan itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vaginaku. Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan maniku yang mengalir deras. AHH.. aku terpekik, lalu tubuhku bergetar hebat. Setelah beberapa detik baru terasa badanku seperti lemas sekali. Mataku terpejam sambil menikmati rasa indah yang menjalar di sekujur badanku, tiba-tiba tersa ada benda dingin menempel di leherku. Mataku sedikit terbuka, lalu.. Diam atau lehermu akan terluka. Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku. Jantungku rasanya hampir berhenti menyadari ada pria yang menempelkan pisau ke leherku, dan aku dalam keadaan telanjang.. Aku terdiam tak berdaya ketika dia berusaha mengikat tanganku. Aku takut kalau dia merasa terancam, maka dia akan membunuhku. Matanya jelalatan melihat tubuhku yang tidak tertutup sehelai kain. Terbersit penyesalan dalam hatiku, kenapa aku sangat gegabah. Bagaimana dia masuk ke dalam rumah ini, dan apa yang akan mereka lakukan. Segala macam perasaan dalam diriku saat itu. He.. he.. he cantik, ijinkan aku untuk membantumu menyelesaikan hasrat terpendam dalam dirimu. Lelaki itu duduk disampingku. Nah cantik. Sekarang Abang akan memuaskanmu. Laki-laki yang memanggil dirinya Abang kemudian dengan kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Antara takut dan marah, aku masih berontak dan berusaha melawan. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekenanya, tetapi.. Ya ampuunn.. Dia sangat tangguh dan kuat bagiku. Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku, dan usianya yang aku rasa tidak jauh beda dengan usia suamiku disertai dengan otot-otot lengannya yang nampak gempal saat menahan tubuhku yang terus berontak.

Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku. Aku setengah dibantingkannya ke ranjang. Dan aku benar-benar terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya, tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena mereka membekap mulutku. hingga akhirnya, sehingga aku menyadari tidak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan aku, dengan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya, Ayolah cantik, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar rumah di komplek ini cukup berjauhan. Lagian kalaupun ada yang tahu mereka tidak akan berani menggangu. Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir. Laki-laki ini seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dengan tersenyum dia benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi, mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku, punggungku, dadaku. Tangannya juga meremas-remas susuku. Dengan jarijarinya dia memilin puting-puting susuku. Disini dia melakukannya mulai dengan lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan aku dengan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak dalam geliat.. Tetapi aku bagaikan mangsa yang siap diterkam. Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada suara dari mulutku yang tersumpal. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku, Kamu cantik banget.. dia berusaha menenangkanku. Dia juga menciumi tepian bibirku yang tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa aku dilanda perasaan malu yang amat sangat. Hanya suamiku yang melihat auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku. Aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangantangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat hingga kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.

Ah.. Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga tidak begini suamiku selama ini. Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian aku merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku. Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seakan-akan berputar dan aku tergiring pada tepian samudra yang sangat mungkin akan menelan dan menenggelamkan aku. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. Aku merasakan lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah. Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu lidah lelaki inilah yang menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam. Aku tak bisa pungkiri. Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam.. Aku sedang terseret dan tenggelam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yang telah enam bulan tidak terlampiaskan semenjak suamiku meninggal. Dan saat kombinasi lidah yang menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yang mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatku. Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku. Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dengan bukan lagi sentuhan tetapi remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmat birahi. Laki-laki itu tiba-tiba mrenggut sumpal mulutku.Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku. Ayolah, sayang.. mendesahlah.. merintihlah.. Puaskan aku.. Aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku. Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata. Aku kembali berteriak histeris. Tetapi kini aku menangis, mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku. Aku tak mampu mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkat pantatku untuk mendorong dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan menggigil dan gemetar lupa diri. Masukin bang.. auh aku gak tahan.. aku mendesah tidak karuan. Akhirnya karena tak mampu aku menahannya lagi aku merintih. Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Aku berpagut dengan pemerkosaku. Aku melumat

mulutnya. Aku benar-benar dikejar badai birahiku. Aku benar-benar dilanda gelombang syahwatku. Aku betul-betul tidak sabar menunggu dia melepas pakaiannya. Aku masih berkelojotan diranjang. Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku pula. Aku benar-benar berharap karena sudah tidak tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menduga, karena memang aku tak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya. Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini. Yang akhirnya kulakukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede dan panjang yang sedang dipaksakan untuk menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi aku sempat memandangnya. Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku. Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Kini aku dihadapkan kenyataan betapa besar kontol di gerbang kemaluanku saat ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku.Cairan-cairan kewanitaanku membantu kontol itu memasuki kemaluanku. Blesek..Blesek. Ohh Kenapa sangat nikmat begini.. Oh aku sangat merindukan kenikmatan ini.. Aku semakin meracau. Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kontol lelaki ini sungguh menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku rasanya terlempar melayang kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang dan bergoyang tak karuan. Orgasmeku dengan cepat menghampiri dan menyambarku. Aku kelenger dalam kenikmatan tak terhingga.. Aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku untuk kemudian dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku. Auh. AHH aku menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar di sekujur tubuhku. Kami langsung roboh. Hening sesaat. Aneh, aku tak merasa menyesal, tak merasa khawatir, tak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar. Aku merasakan seakan menerima sesuatu yang sangat aku rindukan selama ini. Apakah aku memang hipersex atau memang karena lelaki ini memang tangguh dan pandai bercinta. Ah aku tidak mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan.

Besok pagi aku terbangun dengan badan sedikit pegal-pegal. Tidak ada tanda-tanda dia masih ada di rumah. Dan kuperiksa tidak ada barang yang hilang. Apakah dia memang datang untuk memperkosaku?. kadang-kadang aku masih inigin melakukan hal yang sama. Aku merindukan kontolnya yang telah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi dalam bercinta. Dimanakah kamu perampok berkontol besar, aku ingin kau rampok lagi .
Kala itu aku numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga, sedang seorang gadis adik temanku kebetulan numpang juga di rumah itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung suami istri bekerja. Pada awalnya aku memandang gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum aku walaupun sudah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama untuk masa depan. Apalagi setelah aku selesai kuliah dan langsung bekerja, aku merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang biasa saja, karena dia hanya lulus SD sehingga aku kurang peduli bila aku menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang terkadang tanpa aku minta walaupun aku sebenarnya biasa mencuci sendiri, namun adakalanya aku cukup sibuk kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru. Rupanya gadis itu sedikit menaruh hati, tapi aku tidak tanggap sekali. Terlihat dari cara memandangku, sehingga aku terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu saat, dimana temanku beserta anak istrinya pulang kampung untuk suatu keperluan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya karena harus menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah. Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan suasana lain di rumah, dan hingga pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh, rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku. Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak membuang kesempatan aku nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku. Menjelang dia selesai menyapu kamarku, tiba-tiba dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan muka yang menampakkan rasa sakit yang melilit. Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap merintih dia jawab bahwa rasa mules perut tiba-tiba, maka aku bimbing dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya dari balik blousenya. Tetapi tiba-tiba saat menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak berkurang rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan aku turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya. Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku merasakan puting gadis yang menegang bila sedang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya sudah siap untuk berangkat kerja, namun untuk sementara tertunda. Eehh Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass.. Posisi dia saat itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku. Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya mulut kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk meningkatkan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya. Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati keutuhan tubuh seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun untuk saat itu juga aku terperanjat, Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, aku harus berangkat kerja wahh, aku terlambat, kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk

minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?. He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?. Kenapa Nan tanyaku. Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat. Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak bisa ditunda pikirku, dengan terpaksa aku kemot putingnya dan dengan penuh gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, sampaisampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam. Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati. Selesai aku menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku bergegas pulang lagi. Ketika aku sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku waktu aku membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan langsung kukunci saat aku masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku. Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja. Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat aku hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan, rupanya sedari tadi dia aku tinggalkan, dia tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku teruskan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami bisa saling bergesekan merasakan dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan dan mulut berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri Eeehh mmaas eehh eegh enaak sayang ngg, teruss, teruss gelii egghh eenaak erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya. Kegairahan pagi itu kami lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu. Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah keinginan yang terpendam untuk mengemot puting bila melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii, eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss aku peengin di jilatin terus pentilku... Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil aku gesekgesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya. Aku kembali agak kaget ketika batang penisku merasa basah saat aku gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik Aaa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya. Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya Mass heeh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-reeemas eeenak eeh ehghhm yangg geli. Penisku terus aku gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, eeh,,eehh eehh eehh eeheh eh. Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya. Mas tarik CD-ku dan lepaskan celanamu, sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergumulan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku duduk dan dia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang nakal, maka aku dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu. Nin.. kenapa sih tanyaku nakal, Apanya Mas sahutnya sambil senyum, Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi. Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli. Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi tanyaku, Enak.. Mas, rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan sampai aku eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm akunya. Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot? tanyaku penasaran. Iiih Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong, sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. Kalau adik Mas rasanya gimana tuh kalau kupegang-pegang gini?, geli nggak? keingintahuannya besar juga. Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh eh dengan penasaran dia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya. Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas? sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku. Yah nikmat juga tegasku sambil aku elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tapi mulus. Eh.., Mas tadi kutipu, purapura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja, sambil dia senyum nakal menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. Mas.. selama seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas? tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam.

Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 sudah pulang. Dia menggoda Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong. Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang. Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata Mas kita kelonan lagi yuk sampai sore, terus nanti mandi bareng. Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh M eghhmm aduuh nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh eghh. Dan aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. Eeehh.. eennak aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh ehhehh saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya. Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat tapi aku ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara aku tahan walupun penisku pun juga sudah semakin basah oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik aahhuughh huu hu egghh aduh eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass Mas.. eghh.. egh hhgeehh Mas. sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak hehehggheh ahh ehhehh huhh mass aku.. akuu rasanya eghh dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak Mas masukkan Mas.. eeghheghh dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk. Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. Eehhgehhg teruss. teruss Mas maass nikmat kocok terus aduuh rasanya aku nggak kuat mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass ahhgg-agh Nani aku aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm nikmat terus sedot Mass nikmat sekali nikmat dalam sekali. Aahh aduh hhaghhah Mass.., aku mau keluarrr. Aku juga Nan ahhgh aku sudah mau keluar.. ahgghhah. Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan saat itu aku merasa dia terlepas dari penisku, dia bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih. Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa busana. Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati hubungan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani. ni adalah pengalamanku waktu aku masih duduk di bangku SMU. Aku termasuk salah satu bunga sekolah di sekolahku n berprestasi di bidang seni. Rumahku sering didatangin tamu-tamu papaku, baik partner bisnis, karyawan atau temen. Temen papa yg bernama Om Wawan sering datang ke rumah aku di sore hari, hanya sekedar ngobrol dan minum teh ama papa di kebun belakang rumahku. Konon, Om Wawan mempunyai sixth sense, bisa melihat dan melamar nasib, dan bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk2 halus.Kadang-kadang dia bawa anaknya atau istrinya juga, dan aku suka ikut nimbrung dgn mereka, topik apa aja mereka juga bahas. Om Wawan yg berkacamata tebal sudah lumayan tua, sekitar umur 65 thn, dan badannya agak gemuk dgn perut yg buncit dan napas yg bau. Tipe-tipe badan orang tua yang tidak fit lagi. Keriput di muka dan tangannya sudah terlihat jelas. Om Wawan suka ngelirik aku, curi-curi pandang mukaku lalu badanku. Aku risih sekali apalagi yg ngelirik adalah temen papaku sendiri yg sudah tua. Aku hanya suka membalas Om Wawan dgn senyuman, dan berkata ,Om, jgn lihatin Nini sampe gt dong, kan malu. Om Wawan suka tersenyum mesum, Habis Nini manis dan cakep sih, cowok yg mana gak suka liatin Nini. Dan aku jadi tersipu malu. Suatu Sabtu sore hari, seperti biasanya, Om Wawan datang ke rumah aku utk ngobrol ama papa, tp wkt itu papa dan mama sedang keluar, jadi aku yg ngobrol ama Om Wawan. Tiba-tiba Om Wawan tanya aku, Nini gak perawan lagi ya? Trus aku kaget dan diam aja, lalu Om Wawan bilang ,Gak apa apa kok, jujur aja, Om janji gak kasih tau papa mama deh. Aku diem aja dan merasa takut kalau Om Wawan bisa membaca pikiran aku. Om sudah tau kok dari dulu, makhluk halus yg Om pelihara kasih tau ke Om, katanya kamu sudah gak perawan. Sudah banyak yg tidurin kamu. Dan ada penyakit di badan kamu. Aku jadi kaget ketakutan krn dikasih tau ada penyakit di dlm badanku, Penyakit apa Om? Parah gak? Bisa disembuhin gak?, tanyaku bertubi-tubi. Yah, mayan parah lah Aku hanya diem membisu karena sudah ketakutan. Tp Nini gak usah takut, Om bisa sembuhin kok. Aku agak lega ,Oh ya? Gimana? Nini harus ikut instruksi Om tanpa bantah, bisa gak? Ok, Nini akan ikut semua instruksi dari Om. Nah, sekarang ambil

segelas air putih buat Om. Perasaanku bercampur antara takut dan nervous, pergi ke dapur utk ambil segelas air. Nih airnya Om Ok, Nini minum airnya dikit. Aku merasa aneh tapi hanya turut aja disuruh minum lalu Om Wawan minum air yg baru aku minum. Ini Om lagi mencoba membersihkan penyakit di dalam tubuh kamu. Sekarang julurkan lidah kamu. Om mau liat. Aku menjulurkan lidahku, lalu Om Wawan menyedot dgn kuat lidahku. Ada sensasi aneh di dlm tubuhku. Lalu Om Wawan memasukkan tangannya di dlm celana dalamku, aku kaget! Jangan takut, Nini. Om mau tau separah apa penyakit yg dijangkitin Nini. Ada makhluk halus di dalam tubuh Nini yg suka mengganggu kesehatan Nini. Aku ketakutan dikasih tau ada makhluk halus di dalam tubuhku, jadi aku diem saja Om Wawan menyentuh vaginaku. Aku merasa enak Om Wawan menyentuh vaginaku, dan aku merasa vaginaku dah basah, Om Wawan mengeluarin tangannya dan menjilat jarinya yg basah, Nini dah basah ya? Trus aku diem saja, lalu Om Wawan menaikin kausku, dan mengeluarkan pentilku dari BH, lalu dia mengemut pentilku dgn kuat, aku merasa enak dan tanpa sadar aku sudah mendesah keenakan. Ke kamar Nini yuk, biar Om lebih leluasa mengobati Nini. Aku nurut saja ama kata2 Om Wawan. Begitu di kamarku, Om Wawan melepaskan celananya ,Nini, kulumin kontol Om! Aku enggan mengulumin kontolnya karena keliatan bau n kotor kontolnya. Katanya mau diobatin penyakitnya? Kulum kontol Om buat ngusir makhluk halus di dlm tubuh Nini. Aku jadi nurut karena aku mau diobatin. Aku mengulum kontol Om yg lagi lemas ketiduran, aku mengemut kontol Om sampe mengeras dan Om Wawan mendesah keenakan ,lbh cepat kulumnya ashh ahhh ngemut2 kontol Om lbh keras dan lebih cepat. Aku ikut instruksinya dan menahan napas dr bau kontol Om. Om mendesah keenakan terus, lalu Om Wawan menyuruh aku telanjang, karena ini adalah upacara utk mengusir makhluk halus. Om merebahkan aku di atas ranjang lalu dia menciumin aku, dia melumat bibirku dengan ganas, menciumin seluruh mukaku, melumat pentil aku kuat lalu menjilati vaginaku ,aashhhh enak Om. ah ahh ashh hmm Om, aku ga tahan lagi Om, ahhhh ashhhhhhhhhh. masukin kontol Om dong. Tapi Om Wawan sengaja ga mo masukin kontolnya, dia masih bermain2 dgn vaginaku dgn lidah dan jarinya sampe aku memohon mohon, Om, cepet dong masukin kontol Om ke dalam memekku, aku dah ga tahan lagi ahh ahhhh tolong Om cepet masukin Lalu Om Wawan memasukin kontolnya di dalam vaginaku, Oh asiknya Om ah ahahhh ashhhh Om Wawan mengenjot pelan pelan, Om, ahh ahh. cepet dong ngenjotnya ahhh ashhh ahhhhahhhh lbh kuat dong Wah, Nini binal sekali Om baru tau Lalu dia mengenjot lbh cepat n kuat sambil melumat bibirku dan memeras tetekku kuat kuat. Om lbh kuat meremas tetekku ahhhh ahhh Kita ganti posisi ke doggy style dan aku on top. Om Wawan sangat lihai dlm permainan ini dia membuat aku lupa diri dan merasa high sekali kita berdua meraung raung keenakan di dlm kamar ahhh aaaaaaaaaahhhhhsssssahhhhhhhhhihhhhhhh assshhhhh uhhhhhhhhahhhhha.. Nini, Om sudah mau keluar. Om crut di dlm memek Nini yah Iya, Om boleh ahh ahhhh cepet, ahhh Nini juga udah mau keluar ahh ahhhh Om Wawan mengenjot lebih cepet dan kuat, ahhh ahhhh tiba2 tubuhnya megenjang, tandanya dia sudah keluarin spermanya di dalam vaginaku lalu Om Wawan mengeluarin kontolnya dan meletakan di dalam mulutku, aku mengulum kontolnya dgn asik dan Om Wawan mengerang dgn asik dan bergetar-getar keenakan. Lalu kita berbaring sejenak sambil berciuman. Besok-besok Om mau ngentotin Nini lagi utk bersihin tubuh Nini dari makhluk halus. Suatu hari aku dipanggil pimpinanku ke dalam ruangannya. Aku menduga-duga apa gerangan sebabnya aku dipanggil mendadak begini. Duduk, Dik. Tunggu sebentar ya, katanya sambil meneruskan membaca surat-surat yang masuk hari ini. Setelah selesai membaca satu surat barulah dia menatapku. Begini Dik Anto, besok hari libur nasional. Hari ini apa yang masih harus diselesaikan? tanyanya. Aku berpikir sejenak sambil mengingat apalagi tugas yang harus kuselesaikan segera hari ini. Rasanya sih sudah tidak ada lagi yang mendesak pak, ada beberapa proposal dan rencana kerja yang harus saya buat, tapi masih bisa ditunda sampai minggu depan. Ada apa Pak? tanyaku. Anu, ada tamu dari Kalimantan, namanya Pak Jainudin, panggil aja Pak Jay. Sebenarnya bukan untuk urusan kantor kita sih. Hanya kebetulan saja pas dia ada di sini, jadinya sekalian aja. Dia menginap di Bekasi. Tadi dia telpon katanya minta tolong agar diantarkan surat yang kemarin Dik Anto buat konsepnya untuk dipelajari, jelaskan aja detailnya. Nanti Dik Anto antar saja ke sana dan bayar bill hotel beliau. Layani sampai selesai urusannya, kalau perlu nanti nggak usah kembali ke kantor. Besok beliau kembali. Kalau mobil kantor pas kosong, pakai taksi aja soalnya ini penting. Uangnya ambil di kasir! katanya sambil memberikan memo kepadaku untuk ambil uang di kasir. Bergegas aku ke kasir sambil cek di resepsionis ada mobil kantor lagi kosong atau tidak. Ternyata semua mobil lagi dipakai. Jadi aku naik taksi ke Bekasi. Setelah sampai di hotel yang dituju, aku segera menemui Pak Jay, dan menyerahkan berkas yang dimaksud. Setelah dia bertanya tentang detail dari berkas tadi, dia katakan bahwa dia sudah mengerti dengan isinya dan setuju. Hanya ada perbaikan redaksional saja. OK Dik, nanti saya kabari. Begini saja, konsep ini saya bawa dulu. Perbaikannya nanti menyusul saja. Hanya

redaksional kok. Isinya saya sudah paham dan prinsipnya setuju, katanya. Oh ya pak, pimpinan saya sampaikan bahwa bill hotel bapak biar kami yang selesaikan, kataku. Aduh, jadi merepotkan. Sampaikan terima kasih dan salam untuk pimpinanmu, Pak Is katanya sambil menyalamiku. Baik Pak nanti saya sampaikan, selamat jalan. Aku kemudian membereskan bill di front office. Tiba-tiba saja petugas hotel memanggilku. Maaf Pak Anto ya? Ini Pak Jay mau bicara, katanya sambil menyerahkan gagang telepon. Kuterima gagang telepon dan dari seberang Pak Jay berkataDik, saya lupa kasih tahu. Kebetulan semua urusan saya selesai hari ini jadi saya bisa pulang siang nanti. Dik Anto tunggu sebentar di bawah ya! Aku menunggu Pak Jay turun ke lobby. Sebentar kemudian dia sudah datang dan minta dipanggilkan taksi. Kupanggilkan taksi, dia naik dan katanya. Terima kasih banyak lho bantuannya. Aku menggangguk dan tersenyum saja. Setelah taksinya pergi, aku berpikir kalau dia jadi pulang, sementara bill sudah dibayar penuh sampai besok, sayang rasanya. Biar aja kuisi kamarnya sampai besok, toh besok juga libur. Aku lapor ke resepsionis. Mbak, Pak Jay sudah check out, saya pakai kamarnya sampai besok. Tapi tolong beresin dulu kamarnya, saya mau jalan dulu sebentar. Boleh kan? kataku. Boleh pak, silakan saja, katanya sambil tersenyum. Akhirnya saya keliling-keliling di Kota Bekasi. Nggak ada yang aneh sih. cuma sudah lama saja tidak ke Bekasi. Setelah beberapa lama, capek juga rasanya badanku. Aku akhirnya masuk ke sebuah panti pijat tradisional. Siapa tahu dapat massage girl yang oke, setelah dipijat nanti gantian kita yang memijatnya. Seperti biasa begitu masuk di ruang depan aku disodori foto-foto close up yang cantiknya mengalahkan artis. Mbak yang jaga mengomentari sambil sekalian promosi. Si A pijatannya bagus dan orangnya supel, Si B agak cerewet tapi cantik, Si C hitam manis dan ramah dan lain-lainnya. Aku sih tidak tertarik dengan promosinya. Pilihanku biasanya berdasarkan feeling saja. Pada saat lihat-lihat foto, ada wanita yang masuk. Kulihat sekilas, kalau dia massage girl di sini aku pilih dia saja. Kutanya pada yang jaga, Mbak, yang tadi barusan lewat kerja di sini juga? Ya Mas, dia baru minta ijin keluar sebentar tadi. Katanya ada sedikit keperluan, jawabnya. Boleh pijat sama dia Mbak? tanyaku lagi. Boleh saja, tapi tarif untuknya agak tinggi sedikit, katanya sambil tersenyum kemudian menyebutkan rupiah yang harus kusediakan. Kuiyakan dan disuruhnya aku masuk ke kamar VIP, ada AC-nya meskipun berisik dan tidak terlalu dingin. Sambil menunggu di dalam kamar, kuamat-amati sekelilingku. Sebuah kamar berukuran 3 X 2 meter dengan sebuah spring bed untuk satu orang dan sebuah meja kecil yang di atasnya ada cream pijat dan handuk. Pintunya ditutup dengan korden kain sampai ke lantai. Kulepaskan pakaianku tinggal celana dalam saja. Isengiseng kubuka laci meja kecil di sampingku. Ada kotak 25 yang sudah kosong. Tidak lama kemudian gadis pemijat yang kupesan sudah muncul. Kuamati lagi dengan lebih teliti. Lumayan. Kulitnya putih, tinggi (untuk ukuran seorang wanita) dengan perawakan seimbang. Ia mengenakan celana panjang hitam dan kaus putih. BH-nya yang berwarna hitam nampak jelas membayang di badannya. Selamat siang, sapanya sambil menutup korden dan mengikatkan pinggirnya pada kaitan di kusen pintu. Siang, jawabku singkat. Silakan berbaring tengkurap Mas, mau diurut atau dipijat saja. Punggungku dipijat saja, kaki dan tangan boleh diurut. Aku berbaring di atas spring bed. Ia mulai memijat jari dan telapak kakiku. Namanya siapa Mbak? tanyaku. Apa perlunya Mas tanya-tanya nama segala. Mas kerja di Sensus ya? Jawabnya sambil tersenyum. Meskipun jawabannya begitu tapi dari nada suaranya dia tidak marah. Akhirnya sambil memijat aku tahu namanya, Wati, berasal dari Palembang. Pijatannya sebenarnya tidak terlalu keras. Sepertinya dia pernah belajar tentang anatomi tubuh manusia sehingga pada titik-titik tertentu terasa agak sakit jika dipijat. Aduh.. Pelan sedikit dong! teriakku ketika dia memijat bagian betisku. Kenapa Mas, Sakit? Kalau dipijat sakit berarti ada bagian yang memang tidak beres. Coba bagian lain, meskipun pijatannya lebih keras tapi kan nggak sakit. Kupikir benar juga pendapatnya. Aku sedikit pernah baca tentang pijat refleksi yang membuka simpul syaraf dan melancarkan aliran darah sehingga metabolisme tubuh kembali normal. Ia memijat pahaku.

Hmmhh.. Ada urat yang sedikit ketarik Mas. Pasti beberapa hari ini adik kecilnya tidak bisa bangun secara maksimal, katanya. Memang beberapa hari ini, entah karena kelelahan bekerja atau sebab lain sehingga pada pagi hari saat bangun tidur adik kecilku kondisinya kurang tegang. Aku tidak terlalu memperhatikan karena pikiran memang lagi fokus untuk menyelesaikan pekerjaan minggu ini. Tangannya beberapa kali mulai menyenggol kejantananku yang terbungkus celana dalam. Tapi herannya aku sama sekali nggak terangsang. Kucoba untuk menaikkan pantatku dengan harapan tangannya bisa lebih ke depan lagi, tapi ditekannya lagi pantatku. Sudahlah, Mas diam saja nanti nggak jadi pijat, katanya. Kali ini tangannya benar-benar meremas adik kecilku. Tapi sekali lagi aku heran, karena nggak bisa terangsang. Tangannya kini memijat pinggangku. Ibu jarinya menekan pantatku bagian samping dan jari lainnya memijat-mijat sekitar kandung kemih. Penuh.. Beberapa hari pasti tidak dikeluarkan ya Mas? Maklum adiknya juga lagi nggak fit, komentarnya agak ngeres. Lagi-lagi tebakannya benar. Aku tidak tahu dia asal tebak atau memang ada ilmunya untuk hal-hal seperti itu. Hhh.. kataku ketika ia mulai menekan punggungku, kemudian terus sampai tengkuk. Aku mulai merasa rileks dan mengantuk. Enak juga pijatannya. Kini kakiku diurutnya dengan cream pijat. Sampai di dekat pahaku dia berkataTahan sedikit Mas, agak sakit memang. Tangannya dengan kuat mengurut paha bagian dalamku. Terasa sakit sekali. Uffpp.. Haahh, kataku sambil menahan sakit. Kepalaku kubenamkan ke bantal. Setelah kedua belah pahaku diurut terasa ada perbedaan. Kejantananku mulai bereaksi ketika tangannya menyusup ke bawah pahaku. Pelan tapi pasti kejantananku mulai membesar sehingga terasa mengganjal. Aku agak menaikkan pantatku untuk mencari posisi yang enak. Kali ini dibiarkannya pantatku naik dan tanganku meluruskan senjataku pada arah jam 12. Balik badannya, dadanya mau dipijat nggak? Kubalikkan badanku. Kulihat keringat mulai menitik di lehernya. Untung ada AC, meskipun tidak bagus, sedikit menolong. Wati mengusap-usap dadaku. Badanmu bagus Mas, dadanya diurut ya? Nggak usah, tanganku aja deh diurut, kataku. Ia duduk di sampingku dengan kaki menggantung di samping ranjang. Ketika ia meluruskan dan mengurut tanganku kupegang dadanya. Lumayan besar, tapi agak kendor. Tangannya.. katanya mengingatkanku. Tidak berapa lama ia sudah selesai memijat dan mengurut badanku. Aku meregangkan badan. Terasa lebih segar. Sebentar saya ambil air dulu Mas, ia keluar kamar dan kembali dengan membawa air hangat dan handuk kecil. Dicelupkannya handuk kecil ke dalam air hangat dan dilapnya seluruh tubuhku sampai bekas cream pijat hilang. Kemudian dilapnya badanku sekali lagi dengan handuk yang ada di atas meja kecil. Aku kembali terangsang ketika dia melap dadaku. Kuperhatikan dia dan kupegang tangannya di atas dadaku. Ia memutarmutarkan tangannya yang dibalut handuk. Kenapa Mas, bisiknya. Ingin dikeluarin supaya nggak penuh dan meluap terbuang, kataku. Ia menggerakkan tangan, kode untuk mengocok penisku. Nggak boleh emangnya disini ya? Ini apa? tanyaku sambil membuka laci meja dan menunjukkan kotak 25 yang kosong tadi. Mas ini tangannya usil deh. Bukan begitu Mas, bos lagi ada di sini. Dia kesini seminggu dua kali. Dia melarang kami untuk begituan dengan tamu, katanya belakangan ini sering ada razia, jawabnya. Kami diam beberapa saat, tensiku sudah mulai turun. Begini saja Mas, kebetulan saya juga lagi ingin dan Mas sebenarnya sesuai dengan seleraku dan rasanya bisa memuaskanku. Sekali-sekali ingin juga menikmati kesenangan. Nanti malam saja kita ketemu setelah jam 10 malam, sini sudah tutup. Kutanya berapa tarifnya untuk semalam.

Jangan salah kira Mas, tidak semua wanita pemijat hanya ingin uang saja. Sudah kubilang kalau kita nanti bisa take and give. Just for fun. Busyet.. Entah benar entah tidak bahasa yang diucapkannya aku tidak peduli. Malam ini aku dapat pemuas keinginanku yang tertahan selama beberapa hari. Kukatakan nanti setelah selesai kerja kutunggu di hotel tempatku menginap. Aku kembali ke hotel dan mandi. Sekilas ada keinginanku untuk berswalayan-ria. Tapi kutahan, takut nanti malam jadi kurang greng. Setelah mandi aku kembali jalan di sekitar hotel. Jalan mulai macet, karena jam pulang kantor sudah lewat. Cuaca agak mendung dan tak lama turun gerimis. Kupercepat langkahku, tapi gerimis sudah mulai lebat. Untung ada sebuah warung tenda. Sekilas kubaca tersedia STMJ. Boleh juga nih, hitung-hitung persiapan nanti malam. Kupesan satu gelas. Kuseruput perlahan. Rasa hangat menjalari tubuhku. Jahenya terlalu pedas, kulirik penjualnya. Di sini STMJ-nya asli Mas, alami. Bukan buatan pabrik jamu, melainkan saya buat sendiri. Jahenya memang sengaja agak banyak biar badan jadi sehat dan tidak mudah masuk angin, katanya seolah membaca pikiranku. Kutunggu minumanku agak dingin. Ternyata ramai juga warung ini. Mungkin juga akibat ramuan Bapak penjualnya yang membuatnya dengan bahan alami. Kembali ke hotel meskipun dengan pakaian sedikit basah, namun kesegaran pijatan dan STMJ membuatku tidak takut masuk angin. Aku tidak bawa pakaian ganti karena niatnya tidak menginap, hanya melayani tamu kantor. Kulepas bajuku dan dengan tetap memakai celana panjang kubaringkan tubuhku ke ranjang yang empuk. Enak juga jadi orang kaya. Menginap di tempat yang empuk dan berAC. Namun kupikir lagi, ternyata hidup ini enak kalau dijalani dengan senang hati. Orang kaya yang punya jabatan tentu tingkat stressnya lebih tinggi dan belum tentu mereka dapat menikmati semua yang ada padanya. Mungkin cocok juga aku jadi filsuf, pikirku begitu sadar dari lamunanku. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Masih ada waktu tiduran dua jam setelah seharian pikiranku agak capek. Badan sih tidak apa-apa, hanya pikiran yang perlu istirahat. Setengah tertidur aku mendengar ketukan di pintu. Tok.. Tok.. Tok.. Mas Anto, ini Wati, terdengar suara dari luar. Upss, aku melompat dari ranjang dan membuka pintu. Setelah kubuka pintu aku tertegun sejenak. Wati tetap memakai kaus yang tadi siang dipakainya dibungkus dengan sweater dan celananya sudah ganti dengan jeans. Sepatu dengan hak tinggi membuat dia tampak lebih tinggi dan langsing. Kacamata bening nangkring di hidungnya yang sedang. Wajahnya dihiasi dengan make up tipis. Kalau dilihat sekilas seperti Yurike Prastica. Wati masuk dan melepaskan sweaternya. Aku menutup pintu, menguncinya dan duduk di atas ranjang, lalu ia duduk di sampingku. Saat itu aku masih termangu, tapi penisku bereaksi lebih cepat dan langsung saja tegak dengan kerasnya. Wati melihat kebawah, ia sengaja melihat dan meraba, mengusap serta memainkan penisku. Aku mulai bergairah tetapi hanya diam menunggu aksinya. Kurebahkan tubuhku ke tempat tidur, ia terus memainkan penisku. Dilepasnya kacamata dan diletakkan di meja samping ranjang. Ia berdiri dan melepaskan celana panjangnya. Pahanya yang mulus terpampang di depanku. Kudorong ia dan kupepetkan ke dinding sambil berciuman lembut. Ia mengerang kecil Ngghngngh... Tangannya membuka celana panjangku dan menariknya ke bawah. Tangannya meremas penisku dan mengeluarkannya dari celana dalamku. Ia bergerak sehingga aku yang dipepetnya di dinding. Dalam posisi setengah jongkok ia mulai mengulum penisku. Penisku semakin lama semakin tegang. Ia mengkombinasikan permainannya dengan mengocok, menjilat, mengisap dan mengulum penisku. Kupegang erat kepalanya dan kugerakkan maju mundur sehingga mulutnya bergerak mengulum penisku. Tangannya meremas pantatku dan menarik celana dalamku yang mengganggu gerakannya. Kurasakan mulutnya menyedot dengan kuat sampai penisku terasa ngilu. Kuangkat tubuhnya dan kulucuti celana dalamnya. Kaus tipisnya masih kubiarkan tetap di badannya. Sebuah keindahan tersendiri melihatnya dalam kondisi polos di bagian bawah dan kausnya masih melekat. Belahan payudaranya yang besar membayang di balik kaus tipisnya. Kini aku yang jongkok di depannya dan mulai menjilati dan memainkan clit-nya. Vaginanya punya bibir luar yang agak melebar. Warnanya kemerahan. Ia terguncang-guncang ketika clitnya kujilat dan kujepit dengan kedua bibirku. Beberapa saat kami dalam posisi begitu. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Tangan kanannya meremas payudaranya sendiri. Aku bangkit berdiri dan bermaksud melepas BH-nya. Kucari-cari di punggungnya tetapi tidak kutemukan pengaitnya. Di depan.. Buka dari depan, Wati berbisik. Rupanya model BH-nya dengan kancing di depan. Kuremas kedua dadanya dengan lembut. Tanganku sudah menemukan kancing BH-nya. Tidak lama dadanya sudah terbuka. Putingnya yang coklat membayang di balik kausnya. Kugigit dari luar kausnya dan Wati mengerang. Penisku di bawah yang sudah berdiri melewati garis horizontal mulai mencari sasarannya. Tangannya

mengocok penisku lagi dan menggesekkannya pada vaginanya. Kucoba memasukkannya sekarang, namun meleset terus. Kuangkat sebelah kakinya dan kucoba lagi. Tidak tembus juga. Mulutku masih bermain dengan puting di dalam kausnya. Wati kelihatannya tidak sabar lagi dan dengan sekali gerakan kausnya sudah terlempar di sudut kamar. Tanganku mengusap gundukan payudaranya dan meremas dengan keras namun hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri bahunya dan melepas tali BH-nya sehingga kini kami dalam keadaan polos. Karena sudah gagal berkali-kali mencoba untuk memasukkan penis dalam posisi berdiri, kudorong dia ke arah ranjang dan akhirnya kudorong dia rebah ke ranjang. Saat itu aku mulai kepanasan karena gairah yang timbul. Lalu aku menerkam dan memeluk Wati. Perlahan-lahan ia mulai mengikuti permainanku. Kutindih tubuhnya dan kuremas pantatnya yang masih padat. Anto.. Kumohon please ayo.. Masukk.. Kan! Tangannya meraih kejantananku dan mengarahkan ke guanya yang sudah basah. Aku menurut saja dan tanpa kesulitan segera kutancapkan penisku dalam-dalam ke dalam liang vaginanya. Kami saling bergerak untuk mengimbangi permainan satu dengan lainnya. Aku yang lebih banyak memegang peranan. Ia lebih banyak pasrah dan hanya mengimbangi saja. Gerakan demi gerakan, teriakan demi teriakan dan akhirnya kamipun menggelosor lemas dalam puncak kepuasan yang tidak terkira. Setelah sejenak kami beristirahat, kami saling melihat keindahan tubuh satu sama lain gairahku mulai bangkit lagi. Aku memeluknya kembali dan mulai menjilati vaginanya. Dan kemudian memasukkan penisku yang sudah kembali menegang. Aku menusuk vaginanya, crek.. crek.. crek.. crek.. crokk .. Berulang kali. Ia pun mendesah sambil menarik rambutku. Kami saling bergoyang, hingga tempat tidur pun terasa mau runtuh dan berderit-derit. Setelah hampir setengah jam dari permainan kami yang kedua kali, Wati mengejang dan vaginanya terasa lebih lembab dan hangat. Sejenak kuhentikan genjotanku. Kini aku kembali menggenjot vagina Wati lagi. Kami berdua bergulingan sambil saling berpelukan dalam keadaan merapat. Kuputar badannya sehingga dia dalam posisi pegang kendali di atas. Kini dia yang lebih banyak memainkan peranan. Akhirnya aku hampir mencapai puncak dari kenikmatan ini. Kutarik buah zakarku sehingga penisku seolah-olah memanjang. Wati, kayaknya aku nggak tahan lagi, aku mau keluar. Akhirnya tak lama kemudian kami mencapai titik puncak. Aku keluar duluan dan tak lama Watipun mendapatkan puncaknya dengan menikmati kedutan pada penisku. Setelah itu kami terbaring lemas, dengan Wati memelukku dengan payudaranya menekan perutku. Wati terimakasih untuk saat-saat ini Nggak usah To.. Wati yang terimakasih karena, Wati nggak menyangka kamu sungguh hebat. Wati nggak nyangka kamu punya tenaga yang besar. Wati tadi hanya berharap menikmati permainan dengan cepat karena tadi siang pijatanku sudah kuarahkan agar kita bermain dengan cepat. Kami tertidur berpelukan dan setelah pagi harinya kami bercinta untuk ketiga kalinya, dan kuakhiri dengan tusukan yang manis, kami saling membersihkan badan dan pulang. Kuantar ia sampai di depan gang rumahnya. Ketika beberapa hari kemudian kucari dia di tempat kerjanya, tidak kudapati lagi dirinya. Kata Mbak yang jaga di depan dia pulang kampung dan tidak kembali lagi. Ditawarkan temannya yang lain untuk memijatku, namun aku tidak berminat dan langsung balik kanan, back to Batavia. Aini. Kalo denger nama itu khayalanku selalu melayang kemana-mana. Membayangkan sosok seorang wanita 30 tahun dengan tinggi semampai dan bodi yang padat berisi. Pinggulnya lumayan besar dan ukuran dadanya juga cukup bikin sesak nafas. Apalagi gayanya kalau ngomong selalu terkesan genit dan manja, membuat bayangan-bayangan ngeres jadi setan dalam kepala. Wah, pokoknya aku sendiri nggak pernah menyangka kalo dikantor ternyata punya temen seperti dia. Memang sih anaknya baik, care banget sama temen-temennya. Kalo ada yang sakit, selalu dia yang jadi koordinator bezuk. Kalo ada yang ultah, selalu dia yang duluan inget en ngasih selamat. Belum lagi kadonya, biarpun sederhana tapi perhatiannya itu lho! Wah pokoknya asyik. Kalo dia lagi cuap-cuap diudara sesuai profesinya sebagai penyiar, selalu saja banyak pendengar pria berbondongbondong pengen mengudara, minta dilayani suaranya yang empuk, seempuk dadanya, hehehe! Seperti sekarang misalnya. Nggak tau kenapa tiba-tiba khayalanku tentang Aini melambung tinggi. Jadi pengen melampiaskannya langsung, abis dia seksi abis bo! Pas subuh tadi dia udah dateng dengan penampilannya yang seger dan menawan. Mungkin gara-gara tiap hari ketemu dan ngerasain kegenitannya itu, sekarang ini sering aku nggak bisa nguasai diri. Masih untung cuma sabun di kamar mandi yang jadi pelampiasan. Coba kalo langsung orangnya, bisa nggak ya? Yang jelas, pas dia dateng ternyata langsung ngedeketin,Kiii, aku ada perlu sama kamu. Sini deh. wah, ada apa ini, batinku. Tapi aku tetep ngikutin dia. Eh ternyata dia langsung nurunin tangga dan balik menuju ruang resepsionis. Padahal tadi dia kan barusan naik. Udah gitu ruang resepsionis masih gelap.

Tau-tau Aini berbalik, dia menarik tanganku untuk duduk di kursi sofa. Kebetulan tempatnya agak mojok di ruangan, jadinya makin nggak kelihatan. Dan lagi aktivitas orang-orang bisa kelihatan tanpa kita bisa terlihat. Maklum masih subuh. Ki, panggilnya lembut. Kenapa? tanyaku. Ia tersenyum manis dan menatapku lamaaa banget. Aini kamu kenapa? eh malah tambah lebar senyumnya. Dan tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya kewajahku dan berbisik,Aku hari ini ultah. Mau nggak ntar malem kamu dateng kerumah? Hah? kerumahnya? lagian kenapa mesti spesial banget begini? padahal biasanya dia selalu bersikap manja sama semua orang, nggak cuma sama aku aja. Aku jadi curiga, tapi aku diam saja. Mau ya? bujuknya. Emang ada acara apa sih En? tanyaku penasaran. Eh dia malah senyum lagi dan malah balik nanya,Kamu nggak ngasih selamat sama aku? Oiya ya, langsung aja kuulurkan tangan dan kujabat tangan halusnya itu,Met ulangtahun ya? Moga panjang umur n sehat selalu. Udah gitu aja? tanyanya. Gantian aku yang tertegun,Maksudnya? Aini agak cemberut,Biasanya orang kasih selamat itu cium pipi kiri kanan.. Walah! kepalang tanggung. Selagi tanganku masih menggenggam tangannya, kuangsurkan pipiku ke pipinya kiri kanan. Kurang, celetuknya manja.Emang gimana lagi? tau-tau dia mengangsurkan bibirnya ke pipiku dan cup, cup. Kayak gitu tuuh!! Aku baru ngerti. Terus aku cium pipi kiri kanannya. Baru aja ni bibir kutarik dari pipi kanannya. Dia menoleh dan langsung dipagutnya bibirku. Tangannya langsung dilingkarkan ke leherku. Woow! Dadanya yang super wow itu menempel erat didadaku. Langsung deh tanpa tedeng aling-aling si Joni ambil sikap sempurna. Kita berpagutan, lamaa sekali. Waktu kulepaskan ciumanku, terdengar desahannya manja. Aku tak tahan lagi, kalau tadi dia yang nyerang, sekarang giliranku mendaratkan ciuman ke bibirnya yang tipis. Kembali nafas Aini mengengah, dan dia menyambut ciumanku dengan menjulurkan lidahnya sedikit. Nafas perempuan seksi ini semakin memburu, sehingga begitu aku lepas ciumanku, masih terdengar desahan manjanya. Malah terdengar sedikit erangan erotisnya. Tanganku langsung tidak tinggal diam. Bergerilya, meraba dan mengusap lembut semua bagian tubuhnya, terutama yang sensitif mendatangkan rangsangan. Begitu tanganku mendekat ke dadanya, tiba-tiba Aini menangkap tanganku. Hayo mau ngapain? bisiknya dengan suara bergetar karena horny. Aku cuma senyum. Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. Aini balas tersenyum, kemudian tanganku yang dipegang diarahkannya menuju ke balik bajunya, langsung ke kancing BH-nya yang kebetulan ada didepan. Ini untukmu Ki, aku pengen kamu pegang dadaku gumamnya sambil berdesah manja. Aku kaget juga, tapi sekaligus tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Langsung saja kubuka kait BH-nya, dan bisa kurasakan betapa dadanya yang super wow itu benar-benar sesuai dengan apa yang kulihat dari luar. Ukurannya mungkin sekitar 36 C, atau malah mungkin D. Perlahan kubelai dan kuremas lembut dadanya. Aini mulai mengerang pelan, takut ketahuan. Tapi begitu tanganku mulai menjepit putingnya pelan, dan kuputar, desahannya mulai terdengar liar,Ngghhhssshhhkiii.. .sshhhaahhhh aku makin gila. Giliran puting sebelahnya kuputar pelan sambil kujepit dengan jari-jariku. Tapi waktu mau berbuat lebih jauh, Aini melepas pelukannya dan berbisik lirih dengan suara bergetar,Ki, nanti malem kerumah ya? Kita bisa lebih bebas nanti. aku mengangguk, mengancingkan behanya, dan kami sempat berciuman sebentar sebelum ia melangkah keatas keruang siaran, dan aku pulang. Wah, ini hari yang paling istimewa! Soalnya jangankan sampai berbuat gitu, wong mendekat sedikit saja dalam mimpi pun aku nggak berani, abis galak sih! Tapi begitu bisa dapet durian macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. **** Akhirnya apa yang kutunggu-tunggu sudah ada didepan mata. Dengan dandanan ala kadarnya, maklum aku nggak begitu suka dandan, aku menuju ke rumah Aini dengan Sidekick hijauku. Suara knalpot racing yang menderum membuat sebagian orang menoleh, termasuk beberapa pendengar yang emang sengaja datang untuk merayakan ultah penyiar pujaannya. Huh, mengganggu saja! rutukku dalam hati. Tapi biarinlah, yang terakhir kan dapetnya paling banyak, hehehe!! Beberapa pendengar yang udah kenal denganku menyapa, tapi aku hanya menanggapi sambil lalu saja, karena yang kucari adalah sesosok wanita cantik bertubuh sintal yang selalu kubayangkan dalam mimpi-mimpiku. Dan akhirnya bidadari sexy yang kutunggu muncul. Dengan gaun malam hitam yang dilengkapi pernik-pernik berlian, sungguh malam itu Aini menjadi bintang di pestanya, seakan seorang ratu yang hadir untuk dikagumi rakyatnya. Para fans langsung berdecak kagum,Ooohhmbak Aini cantik sekali, suara salah satu pendengar yang juga ngefans sama cewek satu ini muncul disela-sela kerumunan pendengar. Aku yang waktu itu juga berbaur bersama mereka juga terkagum-kagum. Betul-betul ni cewek pinter merawat diri, dan memperlihatkan kecantikannya.

Acara demi acara pun berlangsung, sampai tiba saatnya para tamu pun beranjak pulang. Karena sedikit-sedikit ada yang kenal, jadinya aku juga ikut nyalamin para pendengar. Mereka tentu puas sesudah memandangi Aini yang malam ini memang terlihat sangat cantik. Begitu para tamu pulang, aku sebetulnya juga ragu-ragu, apa iya Aini sungguh-sungguh. Kalo dari perlakuannya tadi pagi sih ya keliatannya emang iya. Sebodolah. Yang jelas, begitu aku masuk kedalam rumah, Aini mendekatiku dan berkata,Tunggu sebentar ya. Aku cuma mengangguk. Kemudian dia menghilang kekamarnya, dan beberapa saat kemudian terdengar suara dari dalam, Ki, sini deh. Aku bergegas masuk kekamarnya. Wah, boleh juga kamar perempuan sintal ini. Nuansa krem meliputi sekeliling ruangan, termasuk karpetnya. AC yang terpasang membuat ruangan jadi sejuk. Belum lagi perangkat stereo set dan TV 29 inch melengkapi kamarnya. Betul-betul kamar elit deh. Tapi yang membuat aku tertarik bukan kamarnya, tapi penghuni kamarnya itu. Kulihat Aini sudah berganti busana. Kali ini dia memakai lingerie tipis transparan sehingga lekuk tubuhnya makin jelas terlihat. Wah udah nggak sabar pengen nerkam aja bawaannya, tapi kutahan dulu. Begitu melihatku, Aini tersenyum simpul trus berdiri,Gimana, bagus nggak lingerieku? tanyanya sambil berdiri dan memutar tubuh moleknya. Aku jadi makin tergiur,Bagus banget, cocok buat tubuhmu. Kita buka kado dulu yuk! katanya, wah, pengennya sih langsung hehehe! Tapi okelah. Jadinya, aku duduk ditepi spring bednya, berhadapan sambil bantuin buka kado. Makin lama makin dekat, karena suasana romantis sudah terbangun dari musik jazz yang dia putar. Lantunan lembut Norah Jones dengan Dont Know Why makin menambah gairah. Begitu kado habis terbuka, Aini memandangku dengan senyum manisnya. Aku rada salah tingkah. Aku belum dapet kado dari kamu lho. ucapnya manja. Aku hanya tersenyum,Maaf, aku nggak bisa ngasih apa-apa buat hari spesialmu. Aini memegang tanganku,Nggak papa. Kamu dateng kesini juga udah lebih dari cukup. Aku memang pengen berdua sama kamu, menikmati malam ini, ngerayain hari ultahku. Lalu dengan lembut dia mencium pipiku,Makasih ya Ki. Aku menoleh kearahnya. Kupandangi dalam-dalam wajah ayunya, dan makin lama makin dekat. Akhirnya bibir kami bertemu. Kupagut lembut bibir tipisnya, sebagai ucapan selamat ulangtahun. Aini mendesah manja, dan tangannya melingkar dileherku. Tubuh kami semakin merapat dan belahan dada yang terbungkus BH dan lingerie itu menempel erat didadaku. Kupeluk tubuhnya, dan semakin kudalamkan ciumanku. Lidah kami saling mencari dan membelit, memagut, seperti ular berbisa, dan makin lama makin erat. Nafas Aini semakin berpacu ketika kulepas pelan-pelan ciumanku. Matanya setengah terpejam,Met ulangtahun ya, lalu tanpa memberi kesempatan menjawab, kulabuhkan ciumanku kelehernya yang jenjang dan putih. Aini mulai menggeliat, dan mulai terdengar erangannya,Ahhhengghhhh Terus kutelusuri lehernya yang mulus dengan lidahku, membuatnya makin kegelian. Sengaja aku belum menggerilyakan tanganku. Tapi Aini sudah mulai on dan nggak sabar. Tangannya yang melingkar dileherku sekarang mulai mengusap punggungku. Puas bermain dilehernya, kembali kutautkan ciumanku ke bibirnya. Kali ini tanganku mulai ikut bermain. Kuusap punggungnya pelan, lembut, dan semakin bergerak kedepan lalu singgah didadanya. Dengan penuh perasaan, kuusap lembut buah dadanya sebelah kiri dan sedikit kuremas. Nafas Aini makin memburu dan ia melepas ciumanku dengan deru nafas yang makin horny. Tangannya yang lentik mulai membuka kancing kemejaku satu persatu. Kubiarkan ia melakukan aksinya, sementara ciumanku mulai mendarat diatas dadanya. Sambil kuusap dengan mulutku, kubuatkan sedikit cupang merah didadanya. Aini makin mendesah dan erangannya mulai agak keras. Kemejaku sudah lepas sehingga aku bertelanjang dada. Tidak mau kalah, giliran tanganku menyusup kebalik lingerie Aini, dan kuraba buah dada kirinya. Kubuka kait BH dibelakangnya, dan penutup keindahan dada besar itupun terlepas. Aini langsung berdiri, melepaskan lingerie dan BHnya, kemudian langsung menurunkan celana dalamnya sehingga iapun telanjang. Aku memandangi lekuk tubuhnya yang indah. Pinggang ramping, pinggul besar, dada membulat kenyal. Ia berbisik lirih penuh keromantisan,Malam ini aku milikmu Ki. Satu persatu kulepas pula semua yang menutup tubuhku, dan akupun berdiri mendekatinya, kemudian memeluknya dan kembali bibir kami bertaut. Hanya saja kali ini agak sedikit lebih kasar. Tanganku mulai memutar-mutar puting susunya yang kenyal, dan Aini mulai mengerang-erang, mengekspresikan birahi yang makin tinggi. Ciumanku lalu berpindah ke dadanya, mengulum buah ranum itu sambil mengisap dengan keras. Erangannya makin jelas terdengar,Ngghhh.sshhhhh.. .ahhhh. dan tanganku mulai bergerak kebawah, menuju labianya yang merekah. Ketika kusentuh, Aini mendesah tertahan,SsshhKiiii.ahh hhhhhh Makin dalam kusentuh, makin kuat erangannya. Ia kudorong sehingga terduduk ditempat tidur dan kemudian ia membaringkan dirinya diatas peraduan. Aku memandang wajah sayu menawan itu dengan deru nafas memburu. Langsung aku berbaring disebelahnya, dan kuusap lagi kewanitaannya yang sudah mulai membanjir. Mulutku kembali bertualang disekitar dadanya. Aini tidak tinggal diam. Tangannya mencari kelelakianku dan mulai memain-mainkannya. Aku bangun secara tiba-tiba sehingga dia berhenti beraksi diatas kelelakianku, lalu kubuka kedua pahanya hingga memperlihatkan kewanitaannya. Aini mengerti apa yang mau aku lakukan. Tangannya memegang kepalaku dan mengarahkannya untuk memberi sentuhan hangat di kewanitaannya,Lakukan apa yang kamu suka Ki, aku milikmu, benar-benar milikmusshhhenngghhh tak sempat dia melanjutkan perkataannya karena lidahku sudah keburu masuk di sela kewanitaannya.

Kusapu semua bagian labianya, mengisap-isap dan kugigit kecil bagian yang mirip kacang itu, dan belum begitu lama, tiba-tiba Aini mengerang keras dan tubuhnya terangkat,Aaaahhhhh dan kemudian kewanitaannya terasa makin basah. Aku tidak peduli, dan terus melabuhkan lidahku kesana, sehingga rasa geli gatal yang menyerang Aini makin menjadi. Makin banyak cairan yang keluar dari kewanitaannya dan kemudian Aini membantingkan diri di ranjang dan mulai menggeliat-geliat dengan paha menjepit kepalaku. Kemudian kulepaskan diriku dari jepitannya, dan mulai mengarahkan tongkat nakhoda ke kapal yang hendak kulabuhi. Karena sudah licin, mudah saja tongkat itu berlabuh, sreett,Ssshhhaaahhh kemudian mulailah pelayaran itu dimulai. Kukendalikan irama tubuhku senada dengan Aini. Perempuan itu mulai mendesah-desah, mengerang, menjerit kecil sambil tubuhnya menggeliat-geliat dibawah tubuhku, makin lama makin cepat, tapi aku sengaja tidak mempercepat gerakanku sehingga ia makin liar. Kali ini erangannya sangat kuat, dan sangat menggairahkan. Baru beberapa menit, tiba-tiba Aini menghentikan gerakannya,Ki, aku mau melayanimu diatas. Boleh ya? desahnya manja. Lalu dia berbalik dan mulai menari diatas tubuhku. Erangannya lebih keras dari yang tadi. Ia terus mempertontonkan gerakan-gerakan yang indah, dan kedua bukit kembarnya bergoyang sexy. Sebuah kupegang dan kuremas-remas, sedangkan sebuah lagi kuhisap dengan keras, dan akhirnya sebuah teriakan kecil dan panjang keluar dari tenggorokannya,Aaaaaahhhhhh.. .ahhhh..ahhah. lalu kubalik tubuhnya sehingga kembali ia dibawah, lalu aku teruskan pelayaranku sehingga akhirnya mencapai puncak. Keluarlah semua kerinduanku akan pelukannya, sangat banyak. Aini sendiri begitu merasakan kehangatan didalam kewanitaannya hanya bisa mendesah manja, pasrah, penuh penyerahan diantaranya nafasnya yang memburu. Tubuh kami bermandikan keringat, meski ruangan itu sejuk dengan AC. Sambil mengengah, Aini memandangku dan berkata,Makasih ya Ki, ini kado paling spesial yang pernah aku terima. Lalu dia mengecup bibirku yang berbaring disampingnya. Kami berdua lalu berbagi cerita sambil berpelukan, dan akhirnya terlelap berdekapan. Ah, Aini.. Namaku Bernas dan aku tinggal di Jakarta. Di saat aku menulis cerita ini, aku baru saja menginjak umur 25 tahun. Aku bekerja di sebuah perusahaan marketing ternama di kawasan daerah Kuningan (Jakarta Selatan). Perusahaan kami ini adalah anak dari perusahaan marketing Inggris yang mana Head Office untuk Asia Pasific berada di negeri Singapore. Aku bisa bekerja di perusahaan ini atas bantuan ibu tiriku yang memiliki banyak kolega perusahaan-perusahaan ternama di Jakarta. Ibu tiriku tergolong orang yang terpandang dan kaya. Bekas suaminya adalah pengusaha distributor minyak bumi dalam negeri yang punya akses mudah ke instansi-instansi pemerintah. Ibu tiriku cerai dengan bekas suaminya karena bekas suaminya memiliki banyak selir-selir di beberapa kota di pulau Jawa dan beberapa lagi di luar pulau Jawa. Karena tidak tahan dengan situasi yang dia hadapi, dia memutuskan untuk bercerai dengan bekas suaminya. Menurut cerita ibu tiriku, urusan perceraiannya sangatlah rumit, berbelit-belit, dan memakan waktu berbulan-bulan. Seperti biasa pembagian harga gono-gini yang membuat urusan cerai menjadi lebih panjang. Sampai pada akhirnya hasil dari penceraian tersebut, ibu tiriku mendapat 30% dari seluruh aset dan kekayaan bekas suaminya. Namun setelah itu, ibu tiriku tidak diperbolehkan lagi untuk meminta jatah lagi kekayaan bekas suaminya setelah penceraiannya final di pengadilan. Bisa para pembaca membayangkan seberapa besar warisan kekayaan ibu tiriku. Bagaimana dengan keluarga asliku? Ayah bercerai dengan ibu kandungku saat aku masih berumur 7 atau 8 tahun. Masalah dari penceraian tersebut, aku masih kurang tahu sampai sekarang ini. Ayah lebih memilih untuk tidak menceritakan masalah tersebut, dan aku pun tidak pernah lagi bertanya kepadanya. Aku mengerti perasaan ayah, karena saat itu kehidupan ekonomi keluarga masih sangat sulit dan ayah pada saat itu hanya seorang pegawai toko di daerah Mangga Besar. Meskipun hanya pegawai toko biasa, ayah memiliki bakat dan hobi mekanik yang berhubungan dengan mesin motor. Pendidikan ayah hanya sampai pada tamatan SD, dan dia mendapat ilmu montirnya dari kakek yang dulu sempat bekerja di bengkel reparasi mobil. Ayah selalu memiliki cita-cita untuk membuka bengkel sendiri. Setelah bercerai dengan ibu kandungku, aku dan ayah sering berpindah-pindah rumah kontrak. Ekonomi ayah juga tidak juga membaik. Sering istilah kehidupan kami bak gali lubang tutup lubang. Setiap tahun gaji ayah naik hanya sedikit saja, dan kebutuhan ekonomi selalu meningkat. Namun ayah tidak pernah menyerah untuk berusaha lebih demi menyekolahkan aku. Untungnya aku tergolong anak yang suka sekolah dan belajar, oleh karenanya ayah tidak pernah mengenal lelah mencari uang tambahan agar aku menjadi orang yang berilmu dan mencapai karir indah di masa depanku. Cita-cita ayah membuka bengkel reparasi mobil sendiri bermula dari keisengannya melamar kerja di bengkel mobil dekat rumah kontrakan kami. Ayah kerja di toko hanya selama 6 hari seminggu bergantian, tapi ayah menetapkan untuk mengambil hari Sabtu libur agar dia bisa bekerja di bengkel mobil tersebut. Karena bakat dan cinta ayah terhadap mesin mobil dan motor, ayah menjadi tukang favorit di bengkel tersebut. Perlahanlahan ayah mengurangi hari kerja ayah sebagai pegawai toko menjadi 5 hari seminggu, kemudian 4 hari seminggu, dan terakhir 3 hari seminggu. Sampai pada akhirnya bengkel menarik banyak pelanggan tetap, dan ayah diminta untuk bekerja sebagai pegawai tetap di bengkel itu. Gaji ayah naik 3 kali lipat dari gaji sebagai pegawai toko plus bonus dan tip-tip dari pelanggan. Lebih bagusnya lagi ayah hanya bekerja 5 hari saja dari hari Senin sampai Jumat. Ayah sengaja tidak memilih hari Sabtu dan Minggu demi menghabiskan waktu berdua denganku. Setiap hari Sabtu ayah suka menjemputku sepulang sekolah, maklum biasanya sekolahku hanya masuk 1/2 hari di hari Sabtu dan kami berdua suka jajan di luar sebelum pulang ke rumah. Sejak bekerja di bengkel itu, aku menjadi dekat dengan ayah. Dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik dari hari ke hari, kini ayah mampu untuk membeli rumah sendiri meskipun tidak besar. Malaikat keberuntungan

sedang berada disamping ayah. Ayah orang yang baik, tekun dan jujur, maka dari itu ayah diberi banyak rejeki dari yang di atas. Bengkel itu menjadi tumbuh pesat pula berkat kedatangan ayah. Demi menjaga hubungan baik antara ayah dengan bos bengkel itu, ayah diberi komisi 15% dari setiap pembayaran service/reparasi mobil/motor yang dia urus plus bonus tahunan dan belum lagi tip-tip dari pelanggan. Nama bengkel menjadi terkenal karena rekomendasi dari mulut ke mulut, sampai pada suatu hari ibu tiriku ini menjadi pelanggan tetap bengkel itu. Ibu tiriku mendengar nama bengkel dan nama ayahku dari teman dekatnya. Saat itu ibu tiriku memiliki 3 buah mobil. Seingatku waktu itu ada BMW, Mercedes, dan mobil kijang. Ibu tiriku sering mengunjungi bengkel ayah dengan alasan untuk check up antara mobil BMW-nya atau Mercedes-nya. Mobil kijangnya hanya datang dengan supir. Sebut saja nama ibu tiriku adalah Tina (nama singkatan). Saat itu aku memanggilnya tante Tina. Umur tante Tina 4 tahun lebih muda dari ayah. Kerutinan tante Tina ke bengkel menjadi awal dari romansa antara dia dan ayah. Ayah sering kencan berdua dengan tante Tina, dan terkadang mereka mengajakku pergi bersama-sama pula. Terus terang sejak bersama tante Tina, wajah ayah lebih tampak berseri-seri dan lebih segar. Mungkin saat itu dia menemukan cinta keduanya setelah bertahun-tahun berpisah dengan ibu kandungku. Melihat perubahaan positif ayah, aku pun menjadi ikut senang. Aku juga senang bila tante Tina datang berkunjung, karena dia sering membawa oleh-oleh berupa makanan atau minuman yang belum pernah aku liat sebelumnya. Belakangan aku baru tau bahwa bingkisan itu adalah pemberian dari kolega bisnisnya. Salah satu rumah Tante Tina berada di daerah Jakarta Selatan, dan tentu banyak orang tau bahwa kawasan ini adalah kawasan elit. Setelah bercerai, tante Tina membuka beberapa bisnis elit di sana seperti salon/spa kecantikan, dan butik. Para pelanggannya juga dari kalangan kaliber atas seperti pejabat dan artis. Dia menyewa beberapa prajurit terpecaya untuk menjalankan usaha-usaha bisnisnya. Dalam singkat cerita, ayah dan tante Tina akhirnya memutuskan untuk menikah. Setelah menikah aku disuruh memanggilnya mama. Perlu waktu beberapa minggu untuk memanggilnya mama, tapi lama-lama aku menjadi biasa untuk memanggilnya mama. --------Untuk lebih singkatnya dalam cerita ini, aku akan menyebut ibu tiriku sebagai ibu. --------Sejak setelah menikah, ibu tinggal di rumah kecil kami beberapa bulan sambil menunggu bangunan rumah baru mereka selesai. Lagi-lagi, rumah baru mereka tidak jauh dari bengkel ayah. Ayah menolak tinggal di rumah tante Tina karena alasan pribadi ayah. Setelah banyak process yang dilakukan antara ayah dan ibu, akhirnya bengkel tempat ayah bekerja, kini menjadi milik ayah dan ibu sepenuhnya. Ayah pernah memohon kepada ibu agar dia ingin tetap dapat bekerja di bengkel, dan terang saja bengkel itu langsung ibu putuskan untuk dibeli saja. Maklum ibu adalah business-minded person. Aku semakin sayang dengan ibu, karena pada akhirnya cita-cita ayah untuk memiliki bengkel sendiri terkabulkan. Kini bengkel ayah makin besar setelah ibu ikut berperan besar di sana. Banyak renovasi yang mereka lakukan yang membuat bengkel ayah tampak lebih menarik. Pelanggan ayah makin bertambah, dan kali ini banyak dari kalangan orang-orang kaya. Ayah tidak memecat pegawai-pegawai lama di sana, malah menaikkan gaji mereka dan memperlakukan mereka seperti saat dia diperlakukan oleh pemilik bengkel yang lama. Kehidupan dan gaya hidupku & ayah benar-benar berubah 180 derajat. Kini ayah sering melancong ke luar negeri bersama ibu, dan aku sering ditinggal di rumah sendiri dengan pembantu. Alasan aku ditinggal mereka karena aku masih harus sekolah. Ibu sering mengundang teman-teman lamanya bermain di rumah. Salah satu temannya bernama tante Ani. Tante Ani saat itu hanya 15 tahun lebih tua dariku. Semestinya dia pantas aku panggil kakak daripada tante, karena wajahnya yang masih terlihat seperti orang berumur 20 tahunan. Tanti Ani adalah pelanggan tetap salon kecantikan ibu, dan kemudian menjadi teman baik ibu. Wajah tante Ani tergolong cantik dengan kulitnya yang putih bersih. Dadanya tidak begitu besar, tapi pinggulnya indah bukan main. Maklum anak orang kaya yang suka tandang ke salon kecantikan. Tante Ani sering main ke rumah dan kadang kala ngobrol atau gossip dengan ibu berjam-jam. Tidak jarang tante Ani keluar bersama kami sekeluarga untuk nonton bioskop, window shopping atau ngafe di mall. Aku pernah sempat bertanya tentang kehidupan pribadi tante Ani. Ibu bercerita bahwa tante Ani itu bukanlah janda cerai atau janda apalah. Tapi tante Ani sempat ingin menikah, tapi ternyata pihak dari laki-laki memutuskan untuk mengakhiri pernikahan itu. Alasan-nya tidak dijelaskan oleh ibu, karena mungkin aku masih terlalu muda untuk mengerti hal-hal seperti ini. Pada suatu hari ayah dan ibu lagi-lagi cabut dari rumah. Tapi kali ini mereka tidak ke luar negeri, tapi hanya melancong ke kota Bandung saja selama akhir pekan. Lagi-lagi hanya aku dan pembantu saja yang tinggal di rumah. Saat itu aku ingin sekali kabur dari rumah, dan menginap di rumah teman. Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan waktu itu masih jam 5:30 sore di hari Sabtu. Ayah dan ibu baru 1/2 jam yang lalu berangkat ke Bandung. Aku pikir mereka kembali ke rumah mengambil barang yang ketinggalan. Sewaktu pintu rumah dibuka oleh pembantu, suara tante Ani menyapanya. Aku hanya duduk bermalasmalasan di sofa ruang tamu sambil nonton acara TV. Tiba-tiba aku disapanya. Bernas kok ngga ikut papa mama ke Bandung? tanya tante Ani. Kalo ke Bandung sih Bernas malas, tante. Kalo ke Singapore Bernas mau ikut. jawabku santai. Yah kapan-kapan aja ikut tante ke Singapore. Tante ada apartment di sana tungkas tante Ani. Aku pun hanya menjawab apa adanya Ok deh. Ntar kita pigi rame-rame aja. Tante ada perlu apa dengan

mama? Nyusul aja ke Bandung kalo penting.. Kagak ada sih. Tante cuman pengen ajak mamamu makan aja. Yah sekarang tante bakalan makan sendirian nih. Bernas mau ngga temenin tante?. Emang tante mau makan di mana? Tante sih mikir Pizza Hut. Males ah ogut kalo Pizza Hut. Trus Bernas maunya pengen makan apa? Makan di Muara Karang aja tante. Di sono kan banyak pilihan, ntar kita pilih aja yang kita mau. Oke deh. Mau cabut jam berapa? Entaran aja tante. Bernas masih belon laper. Jam 7 aja berangkat. Tante duduk aja dulu. Kami berdua nonton bersebelahan di sofa yang empuk. Sore itu tante Ani mengenakan baju yang lumayan sexy. Dia memakai rok ketat sampai 10 cm di atas lutut, dan atasannya memakai baju berwarna orange muda tanpa lengan dengan bagian dada atas terbuka (kira-kira antara 12 sampai 15cm kebawah dari pangkal lehernya). Kaki tante Ani putih mulus, tanpa ada bulu kaki 1 helai pun. Mungkin karena dia rajin bersalon ria di salon ibu, paling tidak seminggu 2 kali. Bagian dada atasnya juga putih mulus. Kami nonton TV dengan acara/channel seadanya saja sambil menunggu sampai jam 7 malam. Kami juga kadang-kadang ngobrol santai, kebanyakan tante Ani suka bertanya tentang kehidupan sekolahku sampai menanyakan tentang kehidupan cintaku di sekolah. Aku mengatakan kepada tante Ani bahwa aku saat itu masih belum mau terikat dengan masalah percintaan jaman SMA. Kalo naksir sih ada, cuma aku tidak sampai mengganggap terlalu serius. Semakin lama kami berbincang-bincang, tubuh tante Ani semakin mendekat ke arahku. Bau parfum Chanel yg dia pakai mulai tercium jelas di hidungku. Tapi aku tidak mempunyai pikiran apa-apa saat itu. Tiba-tiba tante Ani berkata, Bernas, kamu suka dikitik-kitik ngga kupingnya?. Huh? Mana enak? tanyaku. Mau tante kitik kuping Bernas? tante Ani menawarkan/ Hmmmboleh aja. Mau pake cuttonbud? tanyaku sekali lagi. Ga usah, pake bulu kemucing itu aja tundas tante Ani. Idih jorok nih tante. Itu kan kotor. Abis buat bersih-bersih ama mbak. jawabku spontan. Alahh sok bersihan kamu Bernas. Kan cuman ambil 1 helai bulunya aja. Lagian kamu masih belum mandi kan? Jorok mana hayo! tangkas tante Ani. Percaya tante deh, kamu pasti demen. Sini baring kepalanya di paha tante. lanjutnya. Seperti sapi dicucuk hidungnya, aku menurut saja dengan tingkah polah tante Ani. Ternyata memang benar adanya, telinga dikitik-kitik dengan bulu kemucing benar-benar enak tiada tara. Baru kali itu aku merasakan enaknya, serasa nyaman dan pengen tidur aja jadinya. Dan memang benar, aku jadi tertidur sampe sampai jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Suara lembut membisikkan telingaku. Bernas, bangun yuk. Tante dah laper nih. kata tante. Erghhhmmm jam berapa sekarang tante. tanyaku dengan mata yang masih setengah terbuka. Udah jam 7 lewat Bernas. Ayo bangun, tante dah laper. Kamu dari tadi asyik tidur tinggalin tante. Kalo dah enak jadi lupa orang kamu yah. kata tante sambil mengelus lembut rambutku. Masih ngantuk nih tante makan di rumah aja yah? Suruh mbak masak atau beli mie ayam di dekat sini. Ahhh ogah, tante pengen jalan-jalan juga kok. Bosen dari tadi bengong di sini. Oke oke, kasih Bernas lima menit lagi deh tante. mintaku. Kagak boleh. Tante dah laper banget, mau pingsan dah. Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa. Kulihat tante Ani sedang membenarkan posisi roknya kembali. Alamak gaya tidurku kok jelek sekali sih sampe-sampe rok tante Ani tersingkap tinggi banget. Berarti dari tadi aku tertidur di atas paha mulus tante Ani, begitulah aku berpikir. Ada rasa senang juga di dalam hati. Setelah mencuci muka, ganti pakaian, kita berdua berpamitan kepada pembantu rumah kalau kita akan makan keluar. Aku berpesan kepada pembantu agar jangan menunggu aku pulang, karena aku yakin kita pasti bakal lama. Jadi aku membawa kunci rumah, untuk berjaga-jaga apabila pembantu rumah sudah tertidur. Nih kamu yang setir mobil tante dong. Ogah ah, Bernas cuman mau setir Baby Benz tante. Kalo yang ini males ah. candaku. Waktu itu tante Ani membawa sedan Honda, bukan Mercedes-nya. Belagu banget kamu. Kalo ngga mau setir ini, bawa itu Benz-nya mama. balas tante Ani. No way bisa digantung ogut ama papa mama. jawabku. Iya udah kalo gitu setir ini dong. jawab tante Ani sambil tertawa kemenangan. Mobil melaju menyusuri jalan-jalan kota Jakarta. Tante Ani seperti bebek saja, ngga pernah stop ngomong and gossipin teman-temannya. Aku jenuh banget yang mendengar. Dari yang cerita pacar teman-temannya lah, sampe ke mantan tunangannya. Sesampai di daerah Muara Karang, aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknya yang tersohor di sana. Untung tante Ani tidak protes dengan pilihan saya, mungkin karena sudah terlalu lapar dia. Setelah makan, kita mampir ke tempat main bowling. Abis main bowling tante Ani mengajakku mampir ke rumahnya. Tante Ani tinggal sendiri di apartemen di kawasan Taman Anggrek. Dia memutuskan untuk tinggal sendiri karena alasan pribadi juga. Ayah dan ibu tante Ani sendiri tinggal di Bogor. Saat itu aku tidak tau apa pekerjaan sehari-hari tante Ani, yang tante Ani tidak pernah merasa kekurangan materi. Apartemen tante Ani lumayan bagus dengan tata interior yang classic. Di sana tidak ada siapa-siapa yang

tinggal di sana selain tante Ani. Jadi aku bisa maklum apabila tante Ani sering keluar rumah. Pasti jenuh apabila tinggal sendiri di apartemen. Anggap rumah sendiri Bernas. Jangan malu-malu. Kalau mau minum ambil aja sendiri yah. Kalo begitu, Bernas mau yang ini. sambil menunjuk botol Hennessy V.S.O.P yang masih disegel. Kagak boleh, masih dibawah umur kamu. cegah tante Ani. Tapi Bernas dah umur 17 tahun. Mestinya ngga masalah jawabku dengan bermaksud membela diri. Kalo kamu memaksa yah udah. Tapi jangan buka yang baru, tante punya yang sudah dibuka botolnya.. Tiba-tiba suara tante Ani menghilang dibalik master bedroomnya. Aku menganalisa ruangan sekitarnya. Banyak lukisan-lukisan dari dalam dan luar negeri terpampang di dinding. Lukisan dalam negerinya banyak yang bergambarkan wajah-wajah cantik gadis-gadis Bali. Lukisan yang berbobot tinggi, dan aku yakin pasti bukan barang yang murahan. Itu tante beli dari seniman lokal waktu tante ke Bali tahun lalu kata tante Ani memecahkan suasana hening sebelumnya. Bagus tante. High taste banget. Pasti mahal yah?! jawabku kagum. Ngga juga sih. Tapi tante tidak pernah menawar harga dengan seniman itu, karena seni itu mahal. Kalo tante tidak cocok dengan harga yang dia tawarkan, tante pergi saja. Aku masih menyibukkan diri mengamati lukisan-lukisan yang ada, dan tante Ani tidak bosan menjelaskan arti dari lukisan-lukisan tersebut. Tante Ani ternyata memiliki kecintaan tinggi terhadap seni lukis. Ok deh. Kalo begitu Bernas mau pamit pulang dulu tante. Dah hampir jam 11 malam. Tante istirahat aja dulu yah. kataku. Ehmmm tinggal dulu aja di sini. Tante juga masih belum ngantuk. Temenin tante bentar yah. mintanya sedikit memohon. Aku juga merasa kasihan dengan keadaan tante Ani yang tinggal sendiri di apartemen itu. Jadi aku memutuskan untuk tinggal 1 atau 2 jam lagi, sampai nanti tante Ani sudah ingin tidur. Kita main UNO yuk?! ajak tante Ani. Apa itu UNO?! tanyaku penasaran. Walah kamu ngga pernah main UNO yah? tanya tante Ani. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Wah kamu kampung boy banget sih. canda tante Ani. Aku hanya memasang tampak cemburut canda. Tante Ani masuk ke kamarnya lagi untuk membawa kartu UNO, dan kemudian masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan bersama minuman. Tante Ani membawa kacang mente asin, segelas wine merah, dan 1 gelas Hennessy V.S.O.P on rock (pake es batu). Setelah mengajari aku cara bermain UNO, kamipun mulai bermain-main santai sambil makan kacang mente. Hennesy yang aku teguk benar-benar keras, dan baru 2 atau 3 teguk badanku terasa panas sekali. Aku biasanya hanya dikasih 1 sisip saja oleh ayah, tapi ini skrg aku minum sendirian. Kepalaku terasa berat, dan mukaku panas. Melihat kejadian ini, tante Ani menjadi tertawa, dan mengatakan bahwa aku bukan bakat peminum. Terang aja, ini baru pertama kalinya aku minum 1 gelas Hennessy sendirian. Tante, anterin Bernas pulang yah. Kepala ogut rada berat. Kalo gitu stop minum dulu, biar ngga tambah pusing. jawab tante Ani. Aku merasa tante Ani berusaha mencegahku untuk pulang ke rumah. Tapi lagi-lagi, aku seperti sapi dicucuk hidung-nya, apa yang tante Ani minta, aku selalu menyetujuinya. Melihat tingkahku yang suka menurut, tante Ani mulai terlihat lebih berani lagi. Dia mengajakku main kartu biasa saja, karena bermain UNO kurang seru kalau hanya berdua. Paling tepat untuk bermain UNO itu berempat. Tapi permainan kartu ini menjadi lebih seru lagi. Tante mengajak bermain blackjack, siapa yang kalah harus menuruti permintaan pemenang. Tapi kemudian tante Ani ralat menjadi Truth & Dare game. Permainan kami menjadi seru dan terus terang aja tante Ani sangat menikmati permainan Truth & Dare, dan dia sportif apabila dia kalah. Pertama-tama bila aku menang dia selalu meminta hukuman dengan Truth punishment, lama-lama aku menjadi semakin berani menanyakan yang bukan-bukan. Sebaliknya dengan tante Ani, dia lebih suka memaksa aku untuk memilih Dare agar dia bisa lebih leluasa mengerjaiku. Dari yang disuruh pushup 1 tangan, menari balerina, menelan es batu seukuran bakso, dan lain-lain. Mungkin juga tidak ada pointnya buat tante Ani menanyakan the Truth tentang diriku, karena kehidupanku terlihat lurus-lurus saja menurutnya. Ini adalah juga kesempatan untuk menggali the Truth tentang kehidupan pribadinya. Aku pun juga heran kenapa aku menjadi tertarik untuk mencari tahu kehidupannya yang sangat pribadi. Mula-mula aku bertanya tentang mantan tunangannya, kenapa sampai batal pernikahannya. Sampai pertanyaan yang menjurus ke seks seperti misalnya kapan pertama kali dia kehilangan keperawanan. Semuanya tanpa ragu-ragu tante Ani jawab semua pertanyaan-pertanyaan pribadi yang aku lontarkan. Kini permainan kami semakin wild dan berani. Tante Ani mengusulkan untuk mengkombinasikan Truth & Dare dengan Strip Poker. Aku pun semakin bergairah dan menyetujui saja usul tante Ani. Yee, tante menang lagi. Ayo lepas satu yang menempel di badan kamu. kata tante Ani dengan senyum kemenangan. Jangan gembira dulu tante, nanti giliran tante yang kalah. Jangan nangis loh yah kalo kalah. jawabku sambil

melepas kaus kakiku. Selang beberapa lama Nahhh, kalah lagi kalah lagi lepas lagi lepas lagi.. Tante Ani kelihatan gembira sekali. Kemudian aku melepas kalung emas pemberian ibu yang aku kenakan. Ha ha ha two pairs, punya tante one pair. Yes yes tante kalah sekarang. Ayo lepas lepas candaku sambil tertawa gembira. Jangan gembira dulu. Tante lepas anting tante. jawab tante sambil melepas anting-anting yang dikenakannya. Aku makin bernapsu untuk bermain. Mungkin bernapsu untuk melihat tante Ani bugil juga. Aku pengen sekali menang terus. Full house yeahhh kalah lagi tante. Ayo lepas ayo lepas . Aku kini menari-nari gembira. Terlihat tante Ani melepas jepit rambut merahnya, dan aku segera saja protes Loh, curang kok lepas yang itu?. Loh, kan peraturannya lepas semuanya yang menempel di tubuh. Jepit tante kan nempel di rambut dan rambut tante melekat di kepala. Jadi masih dianggap menempel dong. jawabnya membela. Aku rada gondok mendengar pembelaan tante Ani. Tapi itu menjadikan darahku bergejolak lebih deras lagi. Straight Bernas One Pair Yes tante menang. Ayo lepas! Jangan malu-malu! seru tante Ani girang. Aku pun segera melepas jaket aku yang kenakan. Untung aku selalu memakai jaket tipis biar keluar malam. Lihatlah pembalasanku, kataku dalam hati. Bernas Three kind tante one pair ahhh lagi-lagi tante kalah sindirku sambil tersenyum. Dan tanpa diberi aba-aba dan tanpa malu-malu, tante melepas baju atasannya. Aku serentak menelan ludah, karena baju atasan tante telah terlepas dan kini yang terlihat hanya BH putih tante. Belahan payudara-nya terlihat jelas, putih bersih. Bernas junior dengan serentak langsung menegang, dan kedua mataku terpaku di daerah belahan dadanya. Hey, lihat kartu dong. Jangan liat di sini. canda tante sambil menunjuk belahan dadanya. Aku kaget sambil tersenyum malu. Yes Full House, kali ini tante menang. Ayo buka buka. Tampak tante Ani girang banget bisa dia menang. Kali ini aku lepas atasanku, dan kini aku terlanjang dada. Ck ck ck pemain basket nih. Badan kekar dan hebat. Coba buktikan kalo hokinya juga hebat. sindir tante Ani sambil tersenyum. Setelah menegak habis wine yang ada di gelasnya, tante Ani kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur dengan keadaan dada setengah terlanjang. Tak lama kemudian tante Ani membawa sebotol wine merah yang masih 3/4 penuh dan sebotol V.S.O.P yang masih 1/2 penuh. Mari kita bergembira malam ini. Minum sepuas-puasnya. ucap tante Ani. Kami saling ber-tos ria dan kemudian melanjutkan kembali permainan strip poker kami. Yesss seruku dengan girangnya pertanda aku menang lagi. Tanpa disuruh, tante Ani melepas rok mininya dan aduhaiii, kali ini tante Ani hanya terliat mengenakan BH dan celana dalam saja. Malam itu dia mengenakan celana dalam yang kecil imut berwarna pink cerah. Tidak tampak ada bulu-bulu pubis disekitar selangkangannya. Aku sempat berpikir apakah tante Ani mencukur semua bulu-bulu pubisnya. Muka tante Ani sedikit memerah. Kulihat tante Ani sudah menegak abis gelas winenya yang kedua. Apakah dia berniat untuk mabuk malam ini? Aku kurang sedikit perduli dengan hal itu. Aku hanya bernafsu untuk memenangkan permainan strip poker ini, agar aku bisa melihat tubuh terlanjang tante Ani. Yes, yes, yes senyum kemenangan terlukis indah di wajahku. Tante Ani kemudian memandangkan wajahku selang beberapa saat, dan berkata dengan nada genitnya Sekarang Bernas tahan napas yah. Jangan sampai seperti kesetrum listrik loh. Kali ini tante Ani melepaskan BH-nya dan serentak jatungku ingin copot. Benar apa kata tante Ani, aku seperti terkena setrum listrik bertegangan tinggi. Dadaku sesak, sulit bernapas, dan jantungku berdegup kencang. Inilah pertama kali aku melihat payudara wanita dewasa secara jelas di depan mata. Payudara tante Ani sungguh indah dengan putingnya yang berwarna coklat muda menantang. Aih Bernas, ngapain liat susu tante terus. Tante masih belum kalah total. Mau lanjut ngga? tanya tante Ani. Aku hanya bisa menganggukkan kepala pertanda iya. Pertama kali liat susu cewek yah? Ketahuan nih. Dasar genit kamu. tambah tante Ani lagi. Aku sekali lagi hanya bisa mengangguk malu. Aku menjadi tidak berkonsentrasi bermain, mataku sering kali melirik kedua payudaranya dan selangkangannya. Aku penasaran sekali ada apa dibalik celana dalam pinknya itu. Tempat di mana menurut teman-teman sekolah adalah surga dunia para lelaki. Aku ingin sekali melihat bentuknya dan kalo bisa memegang atau meraba-raba. Akibat tidak berkonsentrasi main, kali ini aku yang kalah, dan tante Ani meminta aku melepas celana yang aku kenakan. Kini aku terlanjang dada dengan hanya mengenakan celana dalam saja. Tante Ani hanya tersenyum-

senyum saja sambil menegak wine-nya lagi. Aku sengaja menolak tawaran tante Ani untuk menegak V.S.O.Pnya, dengan alasan takut pusing lagi. Karena kami berdua hanya tinggal 1 helai saja di tubuh kami, permainan kali ini ada finalnya. Babak penentuan apakah tante Ani akan melihat aku terlanjang bulat atau sebaliknya. Aku berharap malam itu malaikat keberuntungan berpihak kepadaku. Ternyata harapanku sirna, karena ternyata malaikat keberuntungan berpihak kepada tante Ani. Aku kecewa sekali, dan wajah kekecewaanku terbaca jelas oleh tante Ani. Sewaktu aku akan melepas celana dalamku dengan malu-malu, tiba-tiba tante Ani mencegahnya. Tunggu Bernas. Tante ngga mau celana dalam mu dulu. Tante mau Dare Bernas dulu. Ngga seru kalo gamenya cepat habis kayak begini kata tante Ani. Setelah meneguk wine-nya lagi, tante Ani terdiam sejenak kemudian tersenyum genit. Senyum genitnya ini lebih menantang daripada yang sebelum-sebelumnya. Tante dare Bernas untuk hmmm cium bibir tante sekarang. tantang tante Ani. Ahh, yang bener tante? tanyaku. Iya bener, kenapa ngga mau? Jijik ama tante? tanya tante Ani. Bukan karena itu. Tapi Bernas belum pernah soalnya. jawabku malu-malu. Iya udah, kalo gitu cium tante dong. Sekalian pelajaran pertama buat Bernas. kata tante Ani. Tanpa berpikir ulang, aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah tante Ani. Tante Ani kemudian memejamkan matanya. Pertamanya aku hanya menempelkan bibirku ke bibir tante Ani. Tante Ani diam sebentar, tak lama kemudian bibirnya mulai melumat-lumat bibirku perlahan-lahan. Aku mulai merasakan bibirku mulai basah oleh air liur tante Ani. Bau wine merah sempat tercium di hidungku. Aku pun tidak mau kalah, aku berusaha menandinginya dengan membalas lumatan bibir tante Ani. Maklum ini baru pertama, jadi aku terkesan seperti anak kecil yang sedang melumat-lumat ice cream. Selang beberapa saat, aku kaget dengan tingkah baru tante Ani. Tante Ani dengan serentak menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Anehnya aku tidak merasa jijik sama sekali, malah senang dibuatnya. Aku temukan lidahku dengan lidah tante Ani, dan kini lidah kami kemudian saling berperang di dalam mulutku dan terkadang pula di dalam mulut tante Ani. Kami saling berciuman bibir dan lidah kurang lebih 5 menit lamanya. Nafasku sudah tak karuan, dah kupingku panas dibuatnya. Tante Ani seakan-akan menikmati betul ciuman ini. Nafas tante Ani pun masih teratur, tidak ada tanda sedikitpun kalau dia tersangsang. Sudah cukup dulu. Ayo kita sambung lagi pokernya ajak tante Ani. Aku pun mulai mengocok kartunya, dan pikiranku masih terbayang saat kita berciuman. Aku ingin sekali lagi mencium bibir lembutnya. Kali ini aku menang, dan terang saja aku meminta jatah sekali lagi berciuman dengannya. Tante Ani menurut saja dengan permintaanku ini, dan kami pun saling berciuman lagi. Tapi kali ini hanya sekitar 2 atau 3 menit saja. Udah ah, jangan ciuman terus dong. Ntar Bernas bosan ama tante. candanya. Masih belon bosan tante. Ternyata asyik juga yah ciuman. jawabku. Kalo ciuman terus kurang asyik, kalo mau sih seru tante Ani kemudian terputus. Kalimat tante Ani ini masih menggantung bagiku, seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu yang menurutku sangat penting. Aku terbayang-bayang untuk bermain gila dengan tante Ani malam itu. Aku semakin berani dan menjadi sedikit tidak tau diri. Aku punya perasaan kalo tante Ani sengaja untuk mengalah dalam bermain poker malam itu. Terang aja aku menang lagi kali ini. Aku sudah terburu oleh napsuku sendiri, dan aku sangat memanfaatkan situasi yang sedang berlangsung. Bernas menang lagi tuh. Jangan minta ciuman lagi yah. Yang lain dong sambut tante Ani sambil menggoda. Hmm apa yah. pikirku sejenak. Gini aja, Bernas pengen emut-emut susu tante Ani. jawabku tidak tau malu. Ternyata wajah tante Ani tidak tampak kaget atau marah, malah balik tersenyum kepadaku sambil berkata Sudah tante tebak apa yang ada di dalam pikiran kamu, Bernas.. Boleh kan tante?! tanyaku penasaran. Tante Ani hanya mengangguk pertanda setuju. Kemudian aku dekatkan wajahku ke payudara sebelah kanan tante Ani. Bau parfum harum yang menempel di tubuhnya tercium jelas di hidungku. Tanpa ragu-ragu aku mulai mengulum puting susu tante Ani dengan lembut. Kedua telapak tanganku berpijak mantap di atas karpet ruang tamu tante Ani, memberikan fondasi kuat agar wajahku tetap bebas menelusuri payudara tante Ani. AKu kulum bergantian puting kanan dan puting kiri-nya. Kuluman yang tante Ani dapatkan dariku memberikan sensasi terhadap tubuh tante Ani. Dia tampak menikmati setiap hisapan-hisapan dan jilatan-jilatan di puting susu-nya. Nafas tante Ani perlahan-lahan semakin memburu, dan terdengar desahan dari mulutnya. Kini aku bisa memastikan bahwa tante Ani saat ini sedang terangsang atau istilah modern-nya horny. Bernasss kamu nakal banget sih! haahhh Tante kamu apain? bisik tante Ani dengan nada terputusputus. Aku tidak mengubris kata-kata tante Ani, tapi malah semakin bersemangat memainkan kedua puting susunya. Tante Ani tidak memberikan perlawanan sedikitpun, malah seolah-olah seperti memberikan lampu hijau kepadaku untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh terhadap dirinya.

Aku mencoba mendorong tubuh tante Ani perlahan-lahan agar dia terbaring di atas karpet. Ternyata tante Ani tidak menahan/menolak, bahkan tante Ani hanya pasrah saja. Setelah tubuhnya terbaring di atas karpet, aku menghentikan serangan gerilyaku terhadap payudara tante Ani. Aku perlahan-lahan menciumi leher tante Ani, dan oh my, wangi betul leher tante Ani. Tante Ani memejamkan kedua matanya, dan tidak berhenti-hentinya mendesah. Aku jilat lembut kedua telinganya, memberikan sensasi dan getaran yang berbeda terhadap tubuhnya. Aku tidak mengerti mengapa malam itu aku seakan-akan tau apa yang harus aku lakukan, padahal ini baru pertama kali seumur hidupku menghadapi suasana seperti ini. Kemudian aku melandaskan kembali bibirku di atas bibir tante Ani, dan kami kembali berciuman mesra sambil berperang lidah di dalam mulutku dan terkadang di dalam mulut tante Ani. Tanganku tidak tinggal diam. Telapak tangan kiriku menjadi bantal untuk kepala belakang tante Ani, sedangkan tangan kananku meremasremas payudara kiri tante Ani. Tubuh tante Ani seperti cacing kepanasan. Nafasnya terengah-engah, dan dia tidak berkonsentrasi lagi berciuman denganku. Tanpa diberi komando, tante Ani tiba-tiba melepas celana dalamnya sendiri. Mungkin saking horny-nya, otak tante Ani memberikan instinct bawah sadar kepadanya untuk segera melepas celana dalamnya. Aku ingin sekali melihat kemaluan tante Ani saat itu, namun tante Ani tiba-tiba menarik tangan kananku untuk mendarat di kemaluannya. Alamak , pikirku kaget. Ternyata kemaluan/memek tante Ani mulus sekali. Ternyata semua bulu jembut tante Ani dicukur abis olehnya. Dia menuntun jari tengahku untuk memainkan daging mungil yang menonjol di memeknya. Para pembaca pasti tau nama daging mungil ini yang aku maksudkan itu. Secara umum daging mungil itu dinamakan biji etil atau biji etel atau itil saja. Aku putar-putar itil tante Ani berotasi searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Kini memek tante Ani mulai basah dan licin. Bernasss kamu yah aaahhhh kok berani ama tante? tanya tante Ani terengah-engah. Kan tante yang suruh tangan Bernas ke sini? jawabku. Masa sihhh tante lupa aahhh Bernasss Bernasss kamu kok nakal? tanya tante Ani lagi. Nakal tapi tante bakal suka kan? candaku gemas dengan tingkah tante Ani. Iyaaa nakalin tante pleasee suara tante Ani mulai serak-serak basah. Aku tetap memainkan itil tante Ani, dan ini membuatnya semakin menggeliat hebat. Tak lama kemudian tante Ani menjerit kencang seakaan-akan terjadi gempa bumi saja. Tubuhnya mengejang dan kuku-kuku jarinya sempat mencakar bahuku. Untung saja tante Ani bukan tipe wanita yang suka merawat kuku panjang, jadi cakaran tante Ani tidak sakit buatku. Bernasss tante datangggg uhhh oohhh erang tante Ani. Aku yang masih hijau waktu itu kurang mengerti apa arti kata datang waktu itu. Yang pasti setelah mengatakan kalimat itu, tubuh tante Ani lemas dan nafasnya terengah-engah. Dengan tanpa di beri aba-aba, aku lepas celana dalamku yang masih saja menempel. Aku sudah lupa sejak kapan batang penisku tegak. Aku siap menikmati tubuh tante Ani, tapi sedikit ragu, karena takut akan ditolak oleh tante Ani. Keragu-raguanku ini terbaca oleh tante Ani. Dengan lembutnya tante Ani berkata, Bernas, kalo pengen tidurin tante, mendingan cepetan deh, sebelon gairah tante habis. Tuh liat kontol Bernas dah tegak kayak besi. Sini tante pegang apa dah panas.. Aku berusaha mengambil posisi diatas tubuh tante. Gaya bercinta traditional. Perlahan-lahan kuarahkan batang penisku ke mulut vagina tante Ani, dan kucoba dorong penisku perlahan-lahan. Ternyata tidak sulit menembus pintu kenikmatan milik tante Ani. Selain mungkin karena basahnya dinding-dinding memek tante Ani yang memuluskan jalan masuk penisku, juga karena mungkin sudah beberapa batang penis yang telah masuk di dalam sana. Uhhh ohhh Bernasss ahhh desah tante Ani. Aku coba mengocok-kocok memek tante Ani dengan penisku dengan memaju-mundurkan pinggulku. Tante Ani terlihat semakin horny, dan mendesah tak karuan. Bernasss Bernasss aduhhh Bernasss geliiii tante uhhh ohhhh desah tante Ani. Di saat aku sedang asyik memacu tubuh tante Ani, tiba-tiba aku disadarkan oleh permintaan tante Ani, sehingga aku berhenti sejenak. Bernasss kamu dah mau keluar belum tanya tante Ani. Belon sih tante mungkin beberapa saat lagi jawabku serius. Nanti dikeluarin di luar yah, jangan di dalam. Tante mungkin lagi subur sekarang, dan tante lupa suruh kamu pake pengaman. Lagian tante ngga punya stock pengaman sekarang. Jadi jangan dikeluarin di dalam yah. pinta tante Ani. Beres tante. jawabku. Ok deh sekarang jangan diam goyangin lagi dong canda tante Ani genit. Tanpa menunda banyak waktu lagi, aku lanjutkan kembali permainan kami. Aku bisa merasakan memek tante Ani semakin basah saja, dan aku pun bisa melihat bercak-bercak lendir putih di sekitar bulu jembutku. Aku mulai berkeringat di punggung belakangku. Muka dan telingaku panas. Tante Ani pun juga sama. Suara erangan dan desahan-nya makin terdengar panas saja di telingaku. Aku tidak menyadari bahwa aku sudah berpacu dengan tante Ani 20 menit lama-nya. Tanda-tanda akan adanya sesuatu yang bakalan keluar dari penisku semakin mendekat saja.

Bernasss ampunnn Bernasss kontolnya kok kayak besi aja ngga ada lemasnya dari tadi tante geliii banget nihhh kata tante Ani. Tante Bernasss dah sampai ujung nih kataku sambil mempercepat goyangan pinggulku. Puting tante Ani semakin terlihat mencuat menantang, dan kedua payudara pun terlihat mengeras. Aku mendekatkan wajahku ke wajah tante Ani, dan bibir kami saling berciuman. Aku julur-julurkan lidahku ke dalam mulutnya, dan lidah kami saling berperang di dalam. Posisi bercinta kami tidak berubah sejak tadi. Posisiku tetap di atas tubuh tante Ani. Aku percepat kocokan penisku di dalam memek tante Ani. Tante Ani sudah menjerit-jerit dan meracau tak karuan saja. Bernasss tante datangggg uhhh ahhhhhh jerit tante Ani sambil memeluk erat tubuhku. Ini pertanda tante Ani telah orgasme. Aku pun juga sama, lahar panas dari dalam penisku sudah siap akan menyembur keluar. Aku masih ingat pesan tante Ani agar spermaku dilepas keluar dari memek tante Ani. Tante Bernassss datangggg jeritku panik. Kutarik penisku dari dalam memek tante Ani, dan penisku memuncratkan spermanya di perut tante Ani. Saking kencangnya, semburan spermaku sampai di dada dan leher tante Ani. Ahhh ahhhh ahhhh suara jeritan kepuasanku. Idihhh kamu kecil-kecil tapi spermanya banyak bangettt sih canda tante Ani. Aku hanya tersenyum saja. Aku tidak sempat mengomentari candaan tante Ani. Setelah semua sperma telah tumpah keluar, aku merebahkan tubuhku di samping tubuh tante Ani. Kepalaku masih teriang-iang dan nafasku masih belum stabil. Mataku melihat ke langit-langit apartment tante Ani. Aku baru saja menikmati yang namanya surga dunia. Tante Ani kemudian memelukku manja dengan posisi kepalanya di atas dadaku. Bau harum rambutku tercium oleh hidungku. Bernas puas ngga? tanya tante Ani. Bukan puas lagi tante tapi Bernas seperti baru saja masuk ke surga jawabku. Emang memek tante surga yah? canda tante Ani. Boleh dikata demikian. jawabku percaya diri. Kalo tante puas ngga? tanyaku penasaran. Hmmm coba kamu pikir sendiri aja yang pasti memek tante sekarang ini masih berdenyut-denyut rasanya. Diapain emang ama Bernas? tanya tante Ani manja. Anuu Bernas kasih si Bernas Junior tuh tante liat jembut Bernas banyak bercak-bercak lendir. Itu punya dari memek tante tuh. Banjir keluar tadi. kataku. Idihhh mana mungkin bela tante Ani sambil mencubit penisku yang sudah mulai loyo. Bernas sering-sering datang ke rumah tante aja. Nanti kita main poker lagi. Mau kan? pinta tante Ani. Sippp tante. jawabku serentak girang. Malam itu aku nginap di rumah tante Ani. Keesokan harinya aku langsung pulang ke rumah. Aku sempat minta jatah 1 kali lagi dengan tante Ani, namum ajakanku ditolak halus olehnya karena alasan dia ada janji dengan teman-temannya. Sejak saat itu aku menjadi teman seks gelap tante Ani tanpa sepengetahuan orang lain terutama ayah dan ibu. Tante Ani senang bercinta yang bervariasi dan dengan lokasi yang bervariasi pula selain apartementnya sendiri. Kadang bermain di mobilnya, di motel kilat yang hitungan charge-nya per jam, di ruang VIP spa kecantikan ibuku (ini aku berusaha keras untuk menyelinap agar tidak diketahui oleh para pegawai di sana). Tante Ani sangat menyukai dan menikmati seks. Menurut tante Ani seks dapat membuatnya merasa enak secara jasmani dan rohani, belum lagi seks yang teratur sangatlah baik untuk kesehatan. Dia pernah menceritakan kepadaku tentang rahasia awet muda bintang film Hollywood tersohor bernama Elizabeth Taylor, yah jawabannya hanya singkat saja yaitu seks dan diet yang teratur. Tante Ani paling suka bermain tanpa kondom. Tapi dia pun juga tidak ingin memakai sistem pil sebagai alat kontrasepsi karena dia sempat alergi saat pertama mencoba minum pil kontrasepsi. Jadi di saat subur, aku diharuskan memakai kondom. Di saat setelah selesai masa menstruasinya, ini adalah saat di mana kondom boleh dilupakan untuk sementara dulu dan aku bisa sepuasnya berejakulasi di dalam memeknya. Apabila di saat subur dan aku/tante Ani lupa menyetok kondom, kita masih saja nekat bermain tanpa kondom dengan berejakulasi di luar (meskipun ini rawan kehamilannya tinggi juga). Hubungan gelap ini sempat berjalan hampir 4 tahun lamanya. Aku sempat memiliki perasaan cinta terhadap tante Ani. Maklum aku masih tergolong remaja/pemuda yang gampang terbawa emosi. Namun tante Ani menolaknya dengan halus karena apabila hubunganku dan tante Ani bertambah serius, banyak pihak luar yang akan mencaci-maki atau mengutuk kami. Tante Ani sempat menjauhkan diri setelah aku mengatakan cinta padanya sampai aku benar-benar move on dari-nya. Aku lumayan patah hati waktu itu (hampir 1.5 tahun), tapi aku masih memiliki akal sehat yang mengontrol perasaan sakit hatiku. Saat itu pula aku cuti bermain dengan tante Ani.

Saat ini aku masih berhubungan baik dengan tante Ani. Kami kadang-kadang menyempatkan diri untuk bermain 2 minggu sekali atau kadang-kadang 1 bulan sekali. Tergantung dari mood kami masing-masing. Tante Ani sampai sekarang masih single. Aku untuk sementara ini juga masih single. Aku putus dengan pacarku sekitar 6 bulan yang lalu. Sejak putus dengan pacarku, tante Ani sempat menjadi pelarianku, terutama pelarian seks. Sebenarnya ini tidak benar dan kasihan tante Ani, namun tante Ani seperti mengerti tingkah laku lelaki yang sedang patah hati pasti akan mencari seorang pelarian. Jadi tante Ani tidak pernah merasa bahwa dia adalah pelarianku, tapi sebagai seorang teman yang ingin membantu meringkankan beban perasaan temannya. Setelah selesai dari universitas, aku mendapat lowongan kerja di perusahaan Jepang untuk setahun, lalu pindah ke klinik kesehatan di Jakarta, di bagian adiministrasi nya. pada mulanya hanya partime saja, karena orang yang sebelumnya sedang cuti melahirkan. dan di tempat ini aku bertemu dengan pacarku yang sekarang Nady, kerjanya bagian maintain komputer network di tempat kerja, tapi kalau dengan aku dia maunya di panggil Nad saja, karena kedengaran spt kependekan dari Nathan, dan kedengarannya lebih keren. ibu Lusi yang ambil cuti melahirkan, ternyata memutuskan tidak akan bekerja lagi, tapi akan menjaga bayi, mengurus rumah dan suaminya. kadang kadang masih ketemu jika mengedakan rutin check up untuk bayinya. Pada hari sabtu, memang agak sepi, dan kantor kita hanya buka setengah hari. jam tutup sudah 15 minit yang lalu, aku hanya membereskan kerjaan hari ini yang tinggal sedikit, dan menyiapkan appointment untuk minggu depan. aku kira cuma tinggal aku sendiri di kantor. ternyata dari balik pintu masuk terdengar sapaan Tamara masih di sini ?? ternyata Nady masih di sini juga dan cuma tinggal aku dan dia saja yang masih di kantor setelah aku check di masing masing ruang dokter lainnya. Pengen tahu si Nady seperti apa ?? tingginya 172cm, dengan berat badan 77Kg, dada nya lapang juga utk ukuran badan dia, dan orang nya enak untuk di ajak ngobrol, aku sering juga menceritakan masalahku kepada dia, dan dari situ aku merasa dekat dengan nya, dan kebetulan dia juga masih single. Sekarang dia sudah berdiri di samping ku dan bertanya sibuk nggak hari ini ??, aku tahu dia cuma basa basi saja, aku cuma bilang lumayan., agak capek nich kataku sambil mengurut pundak ku, rupanya dia menangkap signalku, dan mulai pindah ke belakang kursi ku, dan langsung menaruh tangan nya di pundak ku, dan mulai meremas nya dan aku hanya bisa menahan eranganku. Tangannya berasa mantap di pundakku, dan setelah 10 menit di pundak, tangannya mulai turun ke punggungku, pundak ku sudah mulai lega, dan dia berkata yuk kebelakang aja, kan udah nggak ada orang.. aku hanya tersenyum, dan sebelum ke belakang aku kunci pintu, dan ganti tanda buka menjadi tutup. Waktu aku masuk ke salah satu ruang praktek yang di situ, Nady telah mengeser pembaringan pasien ke tengah ruang, dan dia bilang berbaring saja di sini, lebih enak daripada duduk di kursi mu. Setelah telungkup di pembaringan itu tangannya langsung menuju ke pundak dan punggung ku, setelah agak lama di situ, mulai turun ke betisku, ternyata dia mahir juga dengan pijatannya. lalu dia berkata buka saja bajunya biar lebih leluasa memijatnya aku kurang lebih tahu apa yang dia mau, dan ini adalah saat yang aku tunggu tunggu. karena pakaian atas dan bawahku jadi satu maka aku nggak ada pilihan lain, jadi aku lepas semua, dan terpajang lah badanku yang langsing dan berkulit kuning langsat, tidak terlalu hitam atau putih pucat, yang mana aku boleh berbangga karena aku merawatnya sebulan sekali aku mandi lulur. Juga BH ku, tapi aku sambar handuk kecil untuk menutupi buah dadaku yang memakai BH ukuran 36C dengan puting yang menonjol keluar dan berwarna coklat muda. Nady pura pura nggak ngelihat, tapi aku pergoki dia curi lihat, dan waktu aku lihat bagian depan celana nya, sudah kelihatan ada tonjolannya. waktu aku telungkup di atas meja, tangan nya dengan lincah memijit pundak dan punggung ku. aku merasakan kehangatan minyak kayu putih yang di oleskan sedikit di tangannya. sembari memijat kita berbincang bincang masalah kerja, hubungannya dengan bekas teman universitasnya dan mode trend yang lagi nge in. aku merasa senang di pijit spt ini, krn aku sudah lama nggak dipijit, dan aku juga tahu dia sedang kesepian, krn baru putus dengan pacarnya. Untuk membuat suasana lebih menarik aku minta dia untuk membuka saja bajunya, dengan alasan spy keringatnya nggak menempel di situ. tujuanku sih cuma mau melihat dadanya yang lapang itu. waktu dia berbalik aku cepat cepat buka celana dalamku, dan duduk di pinggir meja periksa, handuk yang tadinya menutupi dadaku aku lingkarkan dan ikat ke pinggang ku. waktu Nady berbalik aku bisa melihat expresi wajah nya yang kaget dan benggong, krn tidak menyangka, akan melihat pemandangan yang spt itu.Sambil tersenyum aku berkata kamu nggak keberatan kan mijit dadaku.. dia masih terbenggong, dengan terbata bata dia menjawab dadanya pegel juga ya.. dan aku sudah ambil initiative untuk turun, dengan satu tangan memeganggi handuk kecil itu supaya tidak lepas, dan

dadaku berasa berguncang ketika turun dari meja periksa, aku tuntun dia untuk mencuci tangannya, yang berbekas minyak kayu putih. Setelah selesai dengan satu tangan aku usap dadanya yang lapang itu dengan satu tangan, dan aku mainkan putingnya juga. Dengan tangan yang sama aku tarik kepalanya dari belakang spy menunduk sedikit, dan aku bisa mencium bibirnya. dengan beberapa kecupan kecil aku selipkan tangan ku ke pinggiran celananya, dan menarik dia supaya mendekat ke meja periksa lagi. Dia bantu aku utk naik ke meja periksa, kita masih ciuman, tangannya seolah olah dengan refleks nya sudah ada di dadaku meremas remas kedua buah dada ku. lidahnya mencari cari lidahku, aku pun nggak mau kalah aku hisap lidahnya seperti menghisap es lilin. memekku sudah berasa basah, dan satu tangan ku masih di belakang kepalanya Nady, dan tangan satunya menggosok gosok memek ku. Dia hanya tersenyum saja ketika aku minta dia untuk jilatin memek ku, setelah agak lama kita ciuman. dia menundukkan kepalanya untuk menciumi dadaku, dan putingnya yang sudah berdiri tegak itu di jilatin dan di hisapnya, dari mulut ku terdengar suara aaahhhh. uuuuuuhhhmmmmmmmm. .. ke enakan, sedangkan tangannya sekarang sudah mengantikan tanganku menggosok memek ku, yang mana menambah kenikmatan yang sudah lama tidak aku rasakan. Tidak lama kemudian, tangannya naik lagi untuk bermain main di kedua buah dada ku dan mulutnya yang mengantikan posisi tangannya sekarang lidahnya menjilatin pinggiran memekku dan sekali kali menerobos masuk ke lubang memek ku yang membuat ku berdesah ke enakan. Napas ku menjadi berat di buatnya, dan tanganku mengacak rambut Nady, sekalian menuntun kemana mulutnya akan menghisap dan menjilatnya, dan kadang kadang mengusap usap punggung nya, dan kadang kadang aku garuk punggungnya dengan kuku ku. ketika di temukan itil ku, di jilat dan hisap itil ku, sebagai pelampiasan rasa geliku, tanpa sadar aku cakar punggungnya, dan nggak di sengaja rupanya ada jerawat di punggungnya yang tercakar, dan Nady pun berteriak dengan keras nya AAAAKKKKHHHHH. Tamara. jerawatku kamu cakar, aaaahhhh. sakit nich. dan aku buru buru minta maaf, Nady masih mengeliat liat kesakitan, sambil punggungnya di tempel ke tembok. Aku buru buru minta maaf sambil mengusap punggungnya, tapi tidak di hirau kan olehnya, kemudian dia menyambar bajunya, dan pergi keluar ruangan. sekarang gantian aku yang terbengong bengong. aku tidak bisa mengejarnya, aku tahu dalam kantor nggak ada orang lagi, tapi aku sedang bugil. Aku pikir yah.. hilang deh. kesempatan untuk bermain dengan Nady, aku mulai mengenakan pakaianku, ketika aku sedang mencoba mengaitkan BHku, dia kembali dengan membawa satu tas kecil, dan berkata tangan kamu jahil jerawat gua kegaruk dan sakit sekali dan aku berkata maaf donk jangan marah ya yuk kemari lagi ini ada yang nunggu nich sambil menunjuk ke memek ku. tapi harus pakai ini katanya sambil menunjuk kan tali yang diambilnya dari tas itu. karena aku merasa bersalah dan memek ku juga sudah gatal maka aku setuju saja. Aku lihat sepertinya tali untuk panjat tebing dengan warna keabu abuan. Maka di ikatnya tangan ku di ujung ujung meja periksa, dan di ganjalnya kepalaku dengan bantal, supaya bisa melihat juga dia sedang apa katanya. dengan perlahan diletak kan tangannya di lutut ku sambil tersenyum dia naik ke meja periksa dari arah kaki ku dan kepalanya mulai menuju dadaku, di cium, dan di jilatin dadaku yang sebelah, dan dengan tangan satunya meremas dan memilin puting dadaku yang sebelah. dan suara aaaahhhh. dan uuhhhmmmm. saja yang aku bisa keluarkan dari mulutku. setelah beberapa saat aku minta dia untuk membuka celananya dan mengeluarkan kontolnya supaya aku bisa mengisapnya, tapi dia bilang ntar. yang ini belum selesai dan dia mulai turun ke memek ku lagi dan cium paha bagian dalam, juga gigitan kecil tak di lewatkan juga, pinggiran memek ku di jilatinnya dengan perlahan, dengan waktu yang sama bagian atas memek ku, dekat itilnya di jilatinnya juga, yang membuat aku mengeliat lliat, tapi aku tak berdaya untuk memegang apa apa karena tangan ku masih terikat di meja. Aku sudah nggak tahan lagi, maka ku tendang perlahan dia, dengan merengek ayo donk. kontolnya di keluarkan biar aku hisap. Akhirnya di lepasnya juga celana dan celana dalamnya, dan aku bisa melihat kontolnya sudah membesar, dan berdiri juga. Nad, di lepas donk talinya supaya aku bisa pegang kontol mu. kata ku, tapi nggak di hiraukan olehnya. dia naik lagi ke atas meja periksa, berlutut sehingga lututnya ada di bawah ketiakku, dan kontolnya terayun ayun di depan mulutku. tangan kamu nakal jadi mendingan di ikat saja katanya sambil mengangkat batang kontolnya, dan lidah ku langsung menjilat buah pelirnya, dan mengecupnya, ternyata di buah perlirnya bersih, rupanya telah di cukur oleh Nady, maka aku masukkan satu pelirnya ke mulutku dan ku hisap perlahan, Nady pun mendesah hhh ke enakan, masih ku hisap pelirnya spt sedang makan permen chupa chup, tak lama aku hisap, ku kunyah perlahan, yang membuat desahan Nady menjadi erangan panjang, AAAKKKhhhhhh Mara. pegel aaaakkkhhhhhh.. jangan stop. enak Mara setelah ku kunyah agak lama, di tariknya biji pelir dari mulut ku, dan dia masuk kan kontolnya ke mulutku. Aku tak dapat menahannya karena tangan ku masih terikat di meja itu, permulaannya aku cuma hisap kepalanya, setelah beberapa saat masuk setengah dari kontolnya, dan Nady masih mengocok kontolnya di mulutku, sampai pada akhirnya dapat ku telan ke seluruhannya. Setelah beberapa saat dia mengocok

kontolnya di mulut ku, di keluarkan kontolnya dari mulutku, dan kini dia membalik kan badannya sehinggga kontolnya dapat di masukkan lagi ke mulut ku dan dia bisa jilatin memek ku. lidahnya di keluar masukkan memek ku, yang membuatku kegelian dan mendesah Nady tahu kalau aku ke enakan maka di hisapnya juga itil ku, yang membuat aku semakin kegelian, dengan kontolnya di mulutku, aku berusaha memberitahu dia untuk memasukkan kontolnya ke memek ku, tapi yang keluar cuma eeeemmhhh. ontol a asukan e memek u aaaahh.. aku berasa ada yang masuk, tang ternyata jari nya dia. jarinya di kocokkan di memekku, dan di hisapnya itil ku juga. aku sudah tak tahan lagi, uuuuukkhhhhhh. aaaakhhhhh. dan badan ku mengejang beberapa saat, dan berasa seperti mau kencing, cretcret.. cret.. aku berasa ada yang keluar dari memekku. Climaks ku telah sampai. Nady juga berasa badan ku yang mengejang tadi, maka di cabut kontolnya dari mulut ku dan turun dari meja periksa, dengan tersenyum dia bertanya sudah ngecret ya. enak nggak ?. aku hanya tersenym saja, dan jarinya masuk lagi ke memek ku, berlutut di ujung meja, diangkatnya kedua kakiku ke pundaknya, dan kemudian dengan perlahan jarinya di masuk kan ke lubang pantatku, aku berasa sakit Nad. jangan Nad.. sakit aaaakkhhh sambil ku angkat sedikit pantatku untuk menghindar, tapi tak di hiraukan oleh Nady, masih juga di kocoknya lubang pantat ku. Memang lubang pantat ku masih perawan, dan akupun nggak pernah memainkan nya. Nad. dengar nggak sih. sakit aaaakkhhh rengek ku, dan aku mulai meronta ronta. dia turun dari meja, dan di ambilnya botol kecil dan di taruhnya di perut ku, tulisan di botol Vaseline dia naik lagi ke atas meja, dan di naikkan kakiku ke pundaknya lagi, Nad.. jangan sakit lho di bukanya tutup botol dan di coleknya salep itu dari botol dan di oleskan di lubang pantatku, dan jarinya masuk sedikit, seolah olah mengolesi dinding bagian dalam lubang pantatku itu. sudah nggak sakit kan.. sekarang, rileks saja pantatnya, nanti kan berasa enak. katanya sambil tersenyum ke aku. Aku masih berasa ada yang licin mengocok lubang pantat ku, sekitar 5 menit lubang pantat ku di kocok dengan jarinya, lalu di cabut jarinya dari situ dan aku berasa lega, dan kosong. Aku lihat di coleknya salep itu lagi, dan di oles kan ke lubang pantat ku, dan ada sedikit sisa di usap kan ke kontolnya, dan dia ambil lagi salep vaseline itu, dan kali ini di oles kan semuanya ke kontolnya. Kembali jarinya masuk ke pantat ku, kali ini cuma sebentar, lalu di arahkan kepala kontolnya ke lubang pantatku. kontolnya lebih besar dari jarinya, itu membuatku panik, dan aku meronta, tanganku masih terikat di kaki meja, kakiku berusaha menendang Nady, tapi dengan sigapnya dia amankan kakiku, dan dengan perlahan di masukkan kepala kontolnya. Aku berasa kepala kontolnya yang besar itu berusaha menerobos masuk. Tam relaks saja ototnya, jangan di tahan, kamu pasti berasa enak nantinya.. di cabutnya kontolnya, dan di olesi salep itu lagi, dengan tersenyum memberi semangat dia berkata santai saja.. jangan di tahan. Aku berusaha sesantai mungkin, dan berusaha tidak memikirkan besar kontolnya. Aku berasa kepala kontolnya dengan perlahan mulai di masukkan ke lubang pantatku. ternyata benar juga, kalau aku kendorkan otot ku nggak terlalu sakit. kepala kontolnya sudah hampir masuk semua, dan dia stop sebentar. benarkan. mendingan sekarang. dan sekarang mulai digerakkan lagi masuk lebih dalam. AAaaakkhhhhh Nad pelan pelan donk sakit. nngghhhh. uuhhmmmmm.. sekarang baru terasa lumayan, nggak terlalu sakit, dan kocokan Nady dipercepat, tangannyapun nggak tinggal diam, dadaku di remas nya, putingnya di pilin pilin nya yang kanan dan kiri bergantian. dia nggak banyak omong, kalau sedang ngentot. setelah puas main in buah dadaku. jari tangan nya mulai masuk ke memek ku lagi, dan membuat aku kegelian, dia tahu kalau memek ku jadi sensitive, makanya memekku di korek korek, pertamanya cuma dengan satu jari, dan lama lama, dia gunakan dua jari, dan makin basah saja memek ku di buat nya. Nady akan masukkan jari yang ketiga tapi aku bilang kalau sakit, dia nggak jadi masukkan, tapi itil ku sekarang yang jadi sasaran, dan kali ini lubang pantat ku sedang di sumpal dengan kontolnya, dan itil ku di main in ama Nady lyang membuatku tambah terangsang saja. dan lagi aku berasa ingin kencing, aku hanya bisa menahan, sambil mengapit pundak Nady kuat kuat, sampai dia merasakan tubuhku mengejang selama 30-40 detik, klimaks ku tercapai lagi. Nady hanya berhenti sebentar, kontolnya masih di dalam lubang pantatku, sambil tersenyum dia bertanya klimaks lagi ya., kok nggak tunggu tunngu saya.. Perlahan di cabut kontolnya dari lubang pantatku, dia turun dari meja periksa, lepaskan tangan ku donk.. kalau sudah selesai, masa saya di ikat di sini terus sampai senin nanti kataku, aku pikir dia mau sudahan.Nady hanya tersenyum aku mau kasih kamu yang lebih enak lagi, jangan kaget ya.. katanya, dan dia berbalik membelakangi ku, di ambilnya sesuatu dari tas kecilnya, aku masih belum tahu apa itu. waktu berbalik aku hanya bisa terbengong saja. ku lihat di kontolnya bergantung satu batangan lagi, spt penis mainan,

Nady menerangkan kalau ini cuma mainan, dia titip dari teman nya yang datang dari luar negri, bahannya dari karet yang sudah di olah. dia naik lagi ke meja periksa, dan kaki ku di naikkan lagi ke pundaknya. Dy, masukin donk kontol kamu ke memek ku rengek ku, kemudian aku berasa kalau ada yang masuk ke lubang memekku, apa itu. yang masuk ?? tanya ku, katanya mau di entot pakai kontolku.. kamu kan bisa lihat yang mainan ada di sebelah atas.. sahut Nady. Memek ku sudah basah, jadi kontolnya Nady nggak perlu di kasih salepnya itu. AAaahhhh. aku hanya bisa mendesah, di kocoknya kontol Nady disitu, dan tangannya pun nggak tinggal diam, mulai gerayangin aku punya dada, wahh.. rasanya selangit deh setelah 9-10 menit di cabut kontolnya, kok di cabut ?? tanyaku, coba yang baru ah.. jarinya Nady masuk ke memek ku yang sudah basah ini dan di usapkan lendir dari memek ku ke kontol mainan nya, dan dia juga usapkan ke kontolnya sendiri. dengan perlahan di masukkan kontol mainan itu ke memek ku dan juga kontolnya ke lubang pantat ku lagi. kali ini sudah mendingan nggak spt yang pertama kali. aku terasa penuh sekali, ke dua lubangku terisi semua, Nady mengocok kontolnya secara perlahan dan lambat laun di percepat, aku pun nggak mau kalah, ku goyang juga pinggulku, sambil mengeliat dan meronta ronta kegelian, tangan ku masih terikat di ujung ujung meja, jadi aku nggak bisa memegang apa apa. dan waktu di masukkan kontol Nady ke lubang pantat ku otomatis kontol mainannya juga ikut masuk ke memek ku, waktu di kocok rasanya ujung kontol itu bersentuhan di balik dinding tipis di dalam ku. dari ekspresi mukanya aku bisa melihat kalau Nady sedang konsentrasi, tapi kontolnya masih mengocok di kedua lubang ku, tapi tangannya meremas remas dadaku, dan memainkan putingku, tak lama dia main dengan buah dadaku, dia bilang kalau akan mencapai klimaks nya, dan aku bilang tahan dulu sebentar lagi aku juga akan ngecret juga lalu aku pindahkan kaki ku ke pinggang nya supaya dapat mengapit pinggang nya lebih erat. Setelah berhenti sebentar, tapi kontolnya masih dalam lubang pantat ku, Nady mulai mengocok kontolnya lagi di lubang pantat ku, dan kontol mainan nya di lubang memekku juga ikut keluar masuk mengikuti kontolnya. Nady mulai dengan perlahan, dan makin di percepat, tangannya masih meremas buah dadaku, dan tak berapa lama aku berasa kalau mau sampai klimaks ku, dan kakiku mengapit pinggang Nady agak keras, dan dia tahu kalau aku mau ngecret lagi, dan di percepat juga kocokannya. dari napas nya aku juga berasa kalau dia juga hampir sampai ke klimiaksnya, akhirnya Akh. Akh. Akh. ah.. Naady. Akh dan Nady pun berteriak AAkkkhhhh uummmhhhhhhh. mara enak aaahh. Aku lepas kan pinggang Nady, dan diapun dengan lemasnya berbaring di atas ku, dan kaki ku masih mengapit pinggangnya. kurang lebih lima menit kita berbaring tak bergerak di meja itu lalu dengan perlahan Nady bangun dan di ciumnya bibirku, dan juga di belakang telinga ku, aku hanya mengeiat kegelian, lalu dia kembali mencium bibirku lagi dan ku hisap lidahnya perlahan. setelah itu dia berbisik lain kali kalau mau lagi minta aja langsung jangan malu malu sambil tersenyum. Dia turun dari meja dan di lepasnya ikatan tangan ku. dan waktu aku turun dari meja, aku berasa ada yang meleleh dari selangkangan ku ternyata pejuh Nady keluar dari lubang pantat ku dan punyaku mengalir keluar dari memek ku. Lubang pantat ku agak sakit utk beberapa hari. Dan sejak itu aku sering kerja lembur dengan Nady. atau hanya menemani dia saja jika aku tidak ada kegiatan lain.

Cerita Seks Merengkuh Kenikmatan Seks Bersama Keponakanku


Cerita seks bersama saudara sendiri selalu saja menarik untuk diulas.Cerita Sex dengan kategori sedarah yang ingin aku ceritakan di website ini aku alami beberapa waktu lalu. Jadi ceritanya adalah begini, kalau pulang ke rumah setelah kerja, aku suka melepaskan semua pakaian kerjaku setelah masuk pintu, lalu berjalan-jalan di dalam rumah hanya memakai bra dan celana dalam. Setelah itu, biasanya aku akan mandi tanpa menutup pintu kamar mandi dan keluar kamar mandi setelah selesai dalam keadaan telanjang sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kalau tidak malas, aku akan memakai celana dalam dan bra atau gaun malam saja tanpa celana dalam dan bra. Tapi kalau malas, aku akan membiarkan tubuhku telanjang, lalu aku akan mulai makan, nonton TV ataupun bersantai. Aku juga suka tidur dengan pakaian yang sexy dan minim. Pernah aku tidur tanpa memakai pakaian sama sekali. Dua bulan yang lalu, aku kedatangan tamu dari Semarang. Tamu itu adalah keponakanku sendiri. Umurnya baru 17 tahun, dia anak dari kakak laki-lakiku yang paling bungsu. Dia datang di saat liburan sekolahnya. Aku sangat gembira menyambutnya. Dia kusuruh tinggal di kamar sebelah kamar tidurku.

Hari-hari awal semuanya berjalan seperti normal, tetapi satu minggu kemudian, ada yang sedikit aneh. Pakaian dalamku sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya. Kadang-kadang sedikit tidak rapi. Ada timbul kecurigaan kalau keponakanku itu memainkan pakaian dalamku, sebab kalau tidak siapa lagi. Kadang-kadang ada pakaian dalamku yang hilang lalu besoknya ditemukan kembali ditempatnya semula. Aku mulai merasa kalau keponakanku memiliki obsesi seks tentang aku. Suatu malam aku memutuskan untuk menguji keponakanku. Selesai mandi, aku segera mengambil celana dalam g-string warna merah dengan renda-renda yang sexy dan kukenakan. Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan satin. Gaun malam itu semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya. Panjang gaun malam itu hanya 10 cm dari selangkanganku. Di bagian pundak hanya ada 2 tali tipis untuk menggantung gaun malam itu ke tubuhku. Bila kedua tali itu diturunkan dari pundakku, dijamin gaun malamku akan meluncur ke bawah dan menampakan tubuhku yang telanjang tanpa halangan. Setelah itu, aku keluar ke ruang keluarga tempatku menonton TV dan segera duduk menonton TV. Mula-mula aku berusaha duduk dengan sopan dan berusaha menutupi selangkanganku dengan lipatan kakiku. Tak lama kemudian, keponakanku keluar dari kamarnya dan duduk di sebelahku. Sepanjang malam itu, kami berbincang-bincang sambil menonton TV, tetapi aku tahu kalau dia diam-diam mencuri lihat tubuhku lewat sudut mataku. Kadang-kadang aku menundukan badanku ke arah meja di depan seolah-olah menjangkau sesuatu yang akhirnya mempermudah dia melihat payudaraku lewat leher bajuku yang longgar. Tak lama kemudian, aku mencoba lebih berani lagi. Aku mengubah posisi tempat dudukku sehingga kali ini pakaian tidurku bagian belakang tersingkap dan memperlihatkan pantat dan tali g-string di pinggangku. Dari ujung mataku aku bisa melihat kalau keponakanku melihat bagian itu terus. Anehnya, aku mulai merasa terangsang. Mungkin ini akibat dari masa mudaku sebagai seorang eksibisionis. Sejenak kemudian aku pergi ke kamar kecil. Sengaja pintu kamar mandi tidak kututup sampai rapat, tetapi menyisakan sedikit celah. Dari pantulan tegel dinding, aku melihat bayangan keponakanku muncul di celah pintu dan mengintipku, walaupun saat itu aku membelakangi pintu. Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia tidak kaget. Kemudian aku membalikkan badanku, mengangkat gaun malamku dan menurunkan celana dalamku di depan matanya. Aku tidak tahu bagaimana rasa seorang lelaki melihat hal ini, tetapi dari banyak yang kudengar, sebetulnya lelaki paling menyukai saat ini yaitu pada saat perempuan mulai membuka pakaiannya. Dengan tetap menunduk, aku berjongkok dan menyemburkan air kencingku. Aku yakin dengan posisi seperti ini, keponakanku ini akan sangat menikmati pemandangan vaginaku yang mengeluarkan air kencing. Ini juga salah satu yang kudengar bahwa lelaki suka melihat perempuan kencing. Setelah kencingku selesai aku kembali berdiri, membetulkan g-stringku lalu kuturunkan gaun tidurku. Setelah itu, aku membalikan badanku lagi sambil membetulkan g-stringku bagian belakang. Sebetulnya aku memberikan kesempatan kepada keponakanku untuk pergi tapa terlihat aku. Benar saja, lagi-lagi dari pantulan tegel dinding aku melihat bayangan keponakanku menjauh ke arah ruang keluarga. Setelah semua selesai, aku kembali ke ruang keluarga dan berlagak seolah-olah tidak ada apa-apa. Saat aku berjalan ke arah sofa, aku melihat kalau muka keponakanku merah, Dalam hatiku aku tertawa karena teringat masa laluku sebagai eksebisionis. Waktu itu, semua laki-laki yang memandangku saat aku sedang Beraksi juga memperlihatkan reaksi yang sama. Untuk menghilangkan rasa gugupnya, aku melemparkan senyum kepadanya, dan dibalas dengan senyum yang kikuk. Setelah itu, aku kembali duduk di sofa dengan posisi yang lebih sopan dan melanjutkan acara nonton TV dan bincang-bincang kami. Tak lama kemudian, aku memutuskan untuk tidur, karena saat itu jam 11.30.

Saat di dalam kamar, aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Gaun malamku yang tersingkap saat aku naik ke tempat tidur kubiarkan saja sehingga memperlihatkan g-string yang kupakai. Tali gaun tidurku sebelah kiri merosot ke siku tangan juga tidak kuperbaiki sehingga puting payudaraku sebelah kiri nongol sedikit. Aku mulai menikmati kalau diintip oleh keponakanku di kamar mandi tadi. Mulai besok aku merencanakan sesuatu yang lebih enak lagi. Keesokan harinya adalah hari Minggu, jadi besoknya aku bangun dengan posisi pakaian yang tidak karuan. Setelah membetulkan tali bahu gaun malamku, aku keluar kamar. Di luar kamar, aku bertemu dengan keponakanku yang sudah bangun. Dia sedang menonton acara TV pagi. Aku menyapanya dan segera di balas dengan sapaannya juga. Setelah itu, aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Lagi-lagi pintu kamar mandi tidak kututup rapat. Seperti dugaanku, keponakanku kembali mengintipku. Aku kemudian membuka gaun malamku sehingga aku hanya mengenakan g-string. Gaunku itu kuletakan di tempat cucian. Setelah itu, dengan hanya memakai g-string, aku berdiri di depan wastafel dan menggosok gigiku. Saat menggosok gigi, payudaraku bergoyang-goyang karena gerakan tanganku yang menyikat gigi. Keponakanku pasti melihatnya dengan jelas karena aku sudah mengatur posisi tubuhku agar dia dapat menikmati pemandangan ini. Setelah selesai, aku kemudian membuka g-stringku. Sementara g-stringku masih kupegang di tangan, aku kemudian kencing sambil berdiri. Air seniku kuarahkan ke lantai. Setelah itu, aku siram dan aku masuk ke tempat shower. Tempat shower itu sengaja tidak kututup juga. Aku kemudian mandi seperti biasa, tetapi saat menyabuni badan, aku menyabuni dengan perlahanlahan. Gerakan tanganku kubuat sesensual mungkin. Bagian payudara dan vaginaku kusabuni agak lama. Setelah membilas badanku, aku masih melanjutkan acara mandi sambil diintip dengan mencuci rambut. Selesai semua itu, aku kemudian mengeringkan badan dan rambut, lalu melilitkan handuk di tubuhku. Sekilas aku melihat dari pantulan tegel dinding kalau keponakanku sudah pergi. Aku kemudian keluar dari kamar mandi. Saat keluar aku melihat keponakanku duduk di depan TV sambil menikmati acara TV. Aku tahu sebetulnya dia hanya pura-pura. Mukanya merah seperti kemarin sewaktu habis mengintipku kencing. Aku kemudian masuk kamar tidurku. Pintu kamar tidurku kali ini tidak kututup rapat pula dengan harapan keponakanku akan mengintip baju. Lewat pantulan cermin di lemari pakaianku, aku melihat kalau bayangan keponakanku ada di depan pintu. Dia mengintipku lagi. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kubuka lilitan handukku sehingga aku telanjang bulat. Setelah itu, dengan handuk itu, aku terus mengeringkan rambutku yang basah sementara aku terus menuju ke meja rias. Di meja rias, aku mengambil blower dan dengan blower itu, aku mengeringkan rambutku. Setelah kering, aku menuju ke lemari kemudian mengambil celana transparan yang berwarna putih. Setelah memakainya, aku kemudian mengambil sebuah strapless bra warna putih (bra yang tali bahunya bisa di lepas, tetapi kali ini aku tidak melepasnya) dengan kawat penyangga payudara di bagian bawah cupnya dan memakainya pula. Kemudian aku mengambil jubah pendek dari bahan satin berwarna putih dan kupakai. Setelah menalikan tali jubah itu ke pinggangku aku merapikan rambutku lagi sebelum keluar. Dari pantulan cermin aku melihat kalau bayangan keponakanku sudah tidak ada. Setelah itu, aku keluar kamar dan menyiapkan makan pagi untuk kami berdua. Keponakanku saat itu sudah di kamar mandi untuk mandi. Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti memakai gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan badanku. Aku tertawa dengan geli karena merasa berhasil merangsang keponakanku. Saat membayangkan rasanya diintip saat mandi dan ganti baju, cairan kewanitaanku terasa mengalir di sela-sela vaginaku. Aku sendiri betul-betul terangsang. Saat makan pagi siap dan keponakanku selesai mandi, aku menyuruhnya makan bersama. Saat makan, jubah satin yang kupakai melonggar di bagian leher, tetapi aku pura-pura tidak tahu. Aku tahu kalau keponakanku memperhatikan bra yang terlihat akibat bagian leher yang terus melonggar. Setelah

makan selesai, aku membereskan piring sementara keponakanku duduk di sofa membaca buku. Setelah aku merasa semua sudah beres, aku kemudian mengajaknya untuk jalan-jalan menikmati liburannya. Sejak hari itu, aku selalu bermain kucing-kucingan dengan keponakanku. Kubiarkan dirinya mengintipku saat mandi, kencing atau ganti baju. Aku juga membiarkannya mencuri dan memakai pakaian dalamku sepanjang dia mengembalikannya baik ke lemariku maupun ke tempat cucian. Aku pura-pura tidak tahu kalau dia melakukan semua itu. Hanya saat aku melakukan masturbasi saja yang tidak kubiarkan dia mengintip. Lagi pula biasanya aku melakukan masturbasi di malam hari saat hendak tidur. Sebetulnya ini karena aku malu menunjukkan kepadanya kalau aku sedang terangsang. Aku sangat menikmati situasi ini sampai saat dia harus pulang kembali ke Semarang, aku mengatakan kepadanya kalau aku sangat menyukai perhatiannya. Maksudku adalah aku suka diintip olehnya. Entah dia mengerti maksudku atau tidak, tetapi dia juga mengatakan kalau dia sangat menikmati liburan ini. Aku berharap untuk liburan selanjutnya, keponakanku mau datang lagi agar aku bisa menunjukan tubuhku lagi kepadanya. Pengalaman ini sungguh indah dan menyegarkan masa laluku. Kalau ada kesempatan, aku akan berusaha untuk mengulanginya lagi hanya saja aku sekarang lebih suka diintip.

Cerita Seks Phone Sex yang bikin memek puas


Cerita seks bakalan tersaji disini dengan apik. Nah cerita sex terbaru tentang phone sex ini akan aku coba hadirkan buat kamu semua. Met baca aja oke . Cerita seks ini khusus dewasa dan umurnya 17 tahun. atauabg. Aku memasuki kamarku dan langsung kukunci dari dalam, kulepas T Shirt tanpa lengan yang kupakai dan kulemparkan begitu saja di tempat tidur. Payudaraku yang ranum berwarna sedikit merah muda di puting dan sekitarnya tampak menggairahkan. Aku memang sejak kecil tidak suka memakai bra hingga kini aku jadi tidak memiliki BH barang satupun, hingga begitu T Shirt kutanggalkan maka payudaraku pun langsung mencuat, ukurannya memang sedangsedang saja namun bentuknya padat dan menggairahkan hingga dapat membuat setiap lelaki menelan ludah bila memandangnya, apa lagi ditunjang postur tubuhku yang sexy dengan tinggi 170 centimeter, yang cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita. Kuperosotkan dan kulepas hot pantsku yang mini model longgar di bagian bawah, hingga tampak jelas CD model G String warna merah yang saat ini kupakai. Bentuknya sangat mini dengan seutas tali nylon yang melilit di pinggangku dan ada ikatan di kiri dan kanan pinggangku yang ramping. Bulu-bulu halus kemaluanku tampak menyibak keluar dari sela sela secarik kain model segi tiga kecil yang tipis ukurannya, tidak lebih dari ukuran dua jari hanya mampu menutupi lubang vaginaku. Bentuk G String yang kupakai memang sangat sexy dan aku sangat suka memakainya, ditambah seutas tali nylon yang melingkar melewati selangkanganku tepat mengikuti belahan pantatku ke atas bagian belakang dan tersambung dengan tali nylon yang melingkar di pinggangku. Dengan sekali tarik ikatan di kanan kiri pinggangku, maka tak sehelai benang pun kini menutupi tubuhku, CD kubiarkan tergeletak di lantai. Sambil telanjang bulat aku berjalan menuju lemari mengambil sebuah celana pendek mini yang longgar di bagian bawahnya yang terbuat dari bahan sutera tipis tembus pandang dan ada celah di bagian kiri dan kanannya dan tanpa kancing, hanya menggunakan karet elastis saja. Segera kukenakan sambil menyalakan komputer dan mengakses internet. Celana ini memang enak sekali dipakai di rumah saat tidur, dan aku biasa tidur dalam keadaan seperti ini, tanpa busana lainnya menutupi tubuhku, hanya ada celana pendek seperti yang kukenakan saat ini. Namun tak jarang juga aku tidur tanpa berbusana sama sekali dan langsung menyusup ke dalam selimut. Seperti biasa, email yang masuk ke mail box-ku sangat banyak. Kubuka satu persatu, bagi pengirim yang belum pernah mengirim email kepadaku langsung kujawab emailnya dan kucantumkan persyaratanku bila ingin berkenalan dan mengobrol lebih lanjut denganku, sedangkan bagi yang sudah pernah kujawab emailnya namun tidak memenuhi persyaratanku tetapi tetap ngotot berkirim email ingin berkenalan lebih lanjut dan ber email ria, langsung saja kuhapus emailnya dengan tanpa memberikan reply. Demikian pula bagi yang mengirimkan pesan dengan menggunakan nomor HP-nya melalui SMS langsung saja kuhapus tanpa perlu membukanya terlebih dahulu. Aku malas membukanya karena membuang-buang waktu dan biaya, toh aku juga tidak bisa membalas pesannya kecuali dengan juga menggunakan SMS, untuk apa aku harus bersusah payah membuang-buang pulsa segala, pikirku. Setelah selesai membuka dan membalas semua email yang masuk, kuputus akses dengan internet, namun komputerku tetap kunyalakan karena rencananya nanti selesai mandi aku akan mengaksesnya lagi, karena biasanya akan banyak lagi email yang masuk.

Kulepas celana yang kupakai dan aku memasuki kamar mandi yang ada dalam kamarku. Kunyalakan air hangat mengisi bathtub kamar mandiku. Sore ini aku ingin berendam sejenak sambil menghilangkan pegal-pegal yang ada di tubuhku. Kutorehkan bath foam secukupnya dalam air hingga berbusa. Saat aku menunggu penuhnya air, tiba-tiba handphoneku berbunyi. Kalau kudengar dari deringnya, aku yakin ini datangnya dari salah seorang pembacaku, karena memang bagi pembaca yang sudah memenuhi persyaratanku, nomor handphonenya segera kumasukkan memory dan kukumpulkan dalam satu nada dering khusus. Kuambil hand phoneku yang tergolek di atas meja computer, dari layarnya tampil namanya Amin (nama samaran). Yaa..! Hallo..! Hai Halloo..!, Lia..! Apa sapaku kabar..? Lagi setelah ngapain menekan nich?, sahut Amin tombol dari Yes. seberang.

Aku sedang mau mandi nich! Emangnya kenapa dan ada apa menelepon? Entar aja deh kamu telepon aku lagi ya, aku sudah telanjang bulat nich, sudah siap-siap mau berendam, belum selesai aku berkata, Amin langsung memotong pembicaraanku.. Eee.. Eeh! Tunggu dulu dong! Biar saja kamu berendam sambil tetap ngobrol denganku, pinta Amin. Baiklah, jawabku menyetujui sambil meraih hands free kemudian aku masuk kembali ke kamar mandi. Hand phone kuletakkan di meja wastafel dan kabel hands free menjulur ke arah telingaku, aku pun akhirnya berendam sambil mengobrol dengan Amin menggunakan hands free. Lia! Aku sekarang juga berjalan ke kamar mandi, sekarang di kamar mandi aku melepaskan celana dan CD-ku, kondisiku Emangnya sekarang gue juga sudah bugil lagian nich!, Amin mencoba kamu menjelaskan ikutan keadaannya di saat itu padaku. ujarku. pikirin, ngapain bugil sana?,

Lia! Aku ingin melakukan onani sambil ngobrol denganmu, kamu tidak keberatan kan? Please! Sekarang penisku sudah selesai kubasahi dan kuoles dengan shampoo, sekarang mulai kuusap-usap sambil mengocok-ngocoknya, kamu juga cerita dong apa yang kamu kerjakan saat ini sambil memberiku rangsangan, pinta Amin lagi dengan memelas. Mendengar penuturan Amin tadi, terus terang aku sempat membayangkan sejenak dan sedikit mulai terangsang hingga tanpa kusadari aku juga sudah mulai meremas-remas payudaraku. Karena aku memakai hands free, maka aku tetap masih bisa mengobrol dengan kedua tanganku tetap bebas bisa beraktifitas. Kuceritakan pada Amin kalau saat ini aku sedang meremas-remas kedua payudaraku yang juga sudah mulai mengeras, puting susuku mendongak ke atas dan mulai kujilati sendiri bergantian kiri kanan, aku merasakan ada aliran yang mengalir keluar dari liang senggamaku, pertanda aku sudah mengalami rangsangan hebat. Sementara tangan kiriku tetap meremas-remas payudaraku, tangan kananku mulai turun ke bawah meraba dadaku, mengelus-elus sendiri pusarku, ke bawah lagi ke arah vaginaku sambil mengangkat kedua buah kakiku dan meletakkannya ke samping bathtub hingga posisiku sekarang terkangkang lebar hingga memudahkan tangan kananku mengelus bagian luar vaginaku yang sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu halus. Jari-jariku turun sedikit mengusap-usap bibir vaginaku sambil menggesek-gesekkan klitorisku. Aku mulai melenguh menikmati fantasiku, gesekannya kubuat seirama mungkin sesuai dengan keinginanku. Tiba-tiba kudengar suara teriakan Amin dari seberang sana.. Ooo.. Oocch! Liaa..! Aku orgasme nich!, suaranya makin lirih, rupanya di seberang sana Amin sudah berhasil mencapai puncaknya, gila! Dia sepertinya sangat menikmati penuturanku melalui telepon sambil terus melakukan aktifitasnya sendiri, mendengar suara itu aku menjadi semakin terangsang saja jadinya, jari tengah dan jari manis tangan kananku mulai kumasukkan ke dalam liang vaginaku yang sudah semakin berlendir, sementara jari telunjuk kupakai menggesek-gesek klitorisku. Rasanya benar-benar membuat darahku mengalir ke atas kepalaku. Pertama agak sulit masuk, namun lama-lama setelah melalui beberapa kali gesekan, bibir vaginaku pun semakin merekah sehingga memudahkan jari-jariku masuk menembus liang vaginaku. Kumainkan jari-jariku di dalam vagina, kuputar-putar di dalam hingga menyentuh dinding-dinding bagian dalam vaginaku, rasanya tidak kalah dengan batang kemaluan yang pernah masuk dan bersarang dalam liang vaginaku, bahkan lebih hidup rasanya karena bisa kukontrol sesuai dengan keinginanku. Kugaruk-garukkan lembut pada dinding dalam vaginaku, ada kalanya kusentuhkan pada tonjolan sebesar ibu jari yang ada dan tersembul di dalam vaginaku, nikmat sekali rasanya. Aku juga sepertinya akan segera mencapai puncak kenikmatan. Sekarang tiga jariku yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kananku kumasukkan seluruhnya ke dalam liang vaginaku, kutarik keluar masuk, kukocokkocokkan makin cepat, sementara tangan kiriku juga mulai ikut aktif membantu, jari manis dan jari telunjuk tangan

kiri kupakai menyibakkan bibir vaginaku, sementara jari tengahnya mengorek-ngorek klitorisku. Kocokan jari-jari tangan kananku semakin cepat. Aku terus melenguh. Ooh.. Oocch! Aa.. Aacch!, badanku berguncang keras sehingga air dalam bathtub banyak yang tumpah keluar membasahi lantai kamar mandiku. Badanku menggigil hebat, sekali lagi aku melenguh panjang, dan aku pun mencapai orgasme. Badanku kini lemas tersandar di punggung bathtub. Dari seberang sana kudengar suara Amin menanyakanku.. Gimana ajak Amin. Aku menolak dengan halus ajakan Amin. Setelah berbincang sejenak aku pamit untuk mematikan telepon dengan alasan akan melakukan sesuatu. Akhirnya dengan berat hati Amin pun bersedia mematikan teleponnya, entah berapa banyak pulsa sudah yang dia habiskan untuk melakukan sex by phone denganku sambil beronani. Terus terang saja walau sudah agak sering kontak dengan Amin dan kami juga sudah dua kali bertatap muka, aku sedikit pun tidak berminat berhubungan badan dengannya. Tingginya sekitar 165 centimeter, lebih pendek sedikit dariku, badannya agak sedikit gendut, usianya 32 tahun, sudah beristri dan beranak tiga. Wajahnya menurut ukuranku juga tidak ganteng, jadi biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa bagiku. Aku memang juga membutuhkan sarana menyalurkan libidoku namun tidak berarti aku bisa melakukannya dengan siapa saja. Dalam permainan sex, aku benar-benar ingin menikmatinya, maka aku juga harus memilih pasangan yang benarbenar bisa menaikkan gairahku. Sudah berkali-kali Amin mengajakku make love (ML) tapi selalu kutolak dengan seribu satu macam alasan, namun aku tetap tidak mengutarakan alasan penolakanku, karena aku yakin dia akan langsung merasa malu dan tersinggung. Maka lewat tulisanku ini, buat seorang pembaca yang kuberi nama samaran Amin, aku mohon maaf dan aku harap kamu juga membaca tulisanku ini dan dapat mengerti. Tags: cerita seks onani sambil telpon gadis cantik, cerita seks telepon cewek sambil onani, cerita sex phone sex dengan teman chatting Lia, enak enggak?, Setan.., umpatku dalam hati, masa masih ditanya enak atau enggak?

Lia..! Aku sekarang ke rumahmu ya? Kau kujemput dan kita check in terus melakukan hal yang sesungguhnya yuk,

Cerita Seks Bersama si Meta Saat di Villa


Cerita Seks ini terjadi Pada bulan April Mas Pujo mendapat panggilan ke Jakarta. Saya akan berbagi beberapa cerita sex pengalaman sex saya dan menuliskan cerita seks disini yang emang sesuai kenyataan. Ternyata Mas Pujo mendapat promosi untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi di Bumi Nyiur Melambai. Promosi itu adalah sesuatu yang menggembirakan bagi kami tapi juga sekaligus menyedihkan. Karena itu berarti kami harus berpisah dengan orang yang paling kami sayangi, Meta. Setelah hampir dua minggu dan telah membuat perencanaan yang masak, kami sepakat untuk berterus terang pada Meta. Acara kami buat di villa kami di kawasan Kopeng. Sengaja kami hanya berempat dengan Meta dan kami memilih tepat pada hari libur kerja yaitu Sabtu dan Minggu. Kepada suaminya Meta ijin akan mengikuti pelatihan Manajemen Mikro. Meta sebenarnya cukup merasa penasaran meskipun sebenarnya acara seperti ini telah sering kami adakan, tapi memang biasanya Meta tidak sampai menginap. Kami berangkat terpisah karena Meta diantar oleh suaminya sampai ke tempat bus Patas, tapi sesampai di Salatiga kami telah menunggunya, lalu Meta turun dan terus bergabung bersama kami menuju Kopeng. Uhh..! Kesel aku Mbak, masak aku disuruh naik bus sendiri sungut Meta begitu turun dari bus.

Lho kan belum jadi direktur, ya sabar dulu dong sayang.. jawabku sambil membantu mengangkat koper bawaannya. Mbak, aku di belakang ama Mas Pujo ya, biar Mas Duta yang setir pintanya padaku. Aku tahu betul akan kelakuannya Iya Met.., apa itu, deh.., tadi nggak Meta asal dapat saweran ingin Mbak di bus bermanja-manja tetep goda Duta dengan dibagi.. sambil menjalankan Mas Pujo. godaku. mobilnya.

Iih.. Mbak kan udah tiap hari nyanding balasnya. Mas Pujo cuma nyengir, sedang Duta sudah siap di belakang setir. Iih.. Emangnya aku cewek apaan jawab Meta menirukan gaya Nani Wijaya di serial Bajaj Bajuri sambil menggelendot manja pada Mas Pujo.

Memang Meta sangat menyayangi Mas Pujo, bahkan dialah yang paling pencemburu dibandingkan aku yang isterinya. Aku, Mas Pujo dan Duta juga amat sayang padanya. Bagi kami kebahagiaan yang kami rasakan selama ini memang untuk berempat. Kulihat Meta sudah mulai mengantuk di pelukan Mas Pujo. Mas pijit ya sayang..! bisik Mas Pujo di telinga Meta. Meta merapatkan pelukannya. Mas Pujo mulai memijit punggung Meta. Pijitan Mas Pujo memang benar-benar pijitan yang menenangkan karena aku pun sangat menyukainya. Bila sehabis ML biasanya Mas Pujo memijit punggungku sambil memelukku. Itulah Mas Pujo yang romantis, kata Meta. Perjalanan Salatiga-Kopeng hanya sekitar 45 menit. Aku sendiri sebenarnya lelah setelah tadi malam kuhabiskan dua rondeku dengan kedua suamiku. Cumbuan Duta yang begitu lama membuatku benar-benar habis tenaga, belum Mas Pujo yang selalu mengambil babak akhir permainan kami. Mas Pujo memang sangat senang membenamkan kontolnya ke dalam memekku saat aku telah mencapai orgasme. Biasanya ia akan membenamkan kontolnya dan memelukku dengan penuh perasaan sambil menikmati remasan-remasan memekku, bahkan tadi malam sempat kram rasanya otot-otot memekku karena permainan mereka berdua. Seperti biasanya aku meminta Duta untuk telentang dan membuka kedua pahanya dengan kepala bertelekan 2 bantal, lalu aku menaikinya dengan posisi membelakangi dan bertumpu pada kedua tanganku ke belakang. Posisi ini sangat aku sukai karena Mas Pujo dapat dengan mudah melumat clitorisku sementara Duta memompa memekku dari bawah sambil meremas putingku. Rasanya semua syaraf nikmatku tak ada yang terlewat menerima rangsangan dari keduanya. Begitu aku orgasme yang ketiga dan Duta memuntahkan spermanya di memekku, langsung Mas Pujo mengambil alih dengan membenamkan kontolnya ke memekku. Mas Pujo menikmati kontraksi otot-otot vaginaku dan berlama-lama berada di sana, sebelum kemudian memompa memekku dengan penuh perasaan. Kok ngelamun Rien, kita dah nyampe nih..! ujar Duta mengagetkanku sambil memasukkan kendaraan ke pelataran villa. Aku tergagap. Kulihat Pak Kidjan penjaga villa kami memberi salam. Meta, bangun sayang, kita udah nyampe nih..! bisik Mas Pujo. Yang dibisiki menggeliat sambil mengucek-ucek mata. Kembali dipeluknya Mas Pujo dan mereka berciuman lembut penuh perasaan. Entah mengapa sejak mula pertama Mas Pujo bercinta dengan Meta tak ada rasa cemburuku, aku malah bahagia melihat keduanya, tapi anehnya aku cemburu kalau Mas Pujo dengan yang lain. Pada pukul 17.00 tepat kami sudah selesai memasukkan semua bawaan ke dalam villa dengan dibantu Pak Kidjan. Setelah itu kami suruh Pak Kidjan untuk mengunci pagar dan pulang karena kami katakan bahwa kami ingin beristirahat dengan tidak lupa memintanya agar besok jam 10 dia datang lagi. Villa ini dibeli oleh Duta karena sebelumnya memang direncanakan untuk coba-coba usaha agribisnis. Bangunan yang ada hanya sederhana saja karena memang bekas bangunan Belanda yang terletak di tengah-tengah tanah seluas 1 hektar yang di depannya ada rumah penjaga yang jaraknya 75 meteran. Ada 4 kamar, yang dua besar dan ada connecting door, salah satunya ada 2 tempat tidur dan yang satunya single, dengan ruang tamu cukup luas, ruang dapur dan garasi. Kami sengaja memakai dua kamar yang besar itu. Mandi Maas, Idih, Meta kan dulu dimandiin udah gih.. Mas becal, Meta pinta aja.. Ya kan Mas rengek bisa Meta mandi Pujo manja cendili pada sambil goda saya memegang Mas Pujo dan lengan Mas Meta. Pujo.

dicedal-cedalkan.

Nggak mau.., Meta mau mandi ama Mas aja jawab Meta merajuk sambil cemberut dan langsung minta gendong. Aku dan Duta hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka. Lalu Mas Pujo menggendong Meta berputar-putar. Bibir keduanya tampak berpagutan mesra. Sambil tetap berciuman mereka menuju kamar mandi, yang oleh Duta sudah diganti dengan jacuzzi besar yang cukup untuk berendam 4 orang dan ada air panasnya. Lalu Duta meraihku dan memelukku, kami berciuman. Nyusul yok.. Kita bisa saling gosok ajak Duta dengan langsung menggendongku. Di jacuzzi, Mas Pujo sedang memeluk Meta dari belakang sambil menciumi rambutnya, tapi aku yakin bahwa pasti tangan Mas Pujo yang satu tidak akan jauh-jauh dari puting susu Meta, sedang yang lain entah apa yang digosok, tapi karena di dalam air dan tertutup busa sabun jadi tidak kelihatan. Sementara itu yang dipeluk memejamkan matanya penuh kenikmatan sambil sesekali mendesis.

Aku turun dari gendongan Duta. Kulepas semua pakaianku hingga telanjang bulat, setelah itu ganti kulucuti pakaian Duta sampai tak bersisa. Kontol Duta yang besar masih belum bangun penuh, jadi masih setengah kencang. Dengan berbimbingan tangan kami masuk ke air dan Duta bersandar dekat Mas Pujo. Dengan meluruskan kedua kakinya, aku maju ke pangkuan Duta, kutempelkan bibir memekku ke atas kontol Duta dan kutempelkan dadaku ke dadanya. Hangatnya air dan sentuhan kulit kami terasa nikmat, benar-benar nikmat. Dengan perlahan tapi pasti benda bulat dalam lipatan bibir memekku membesar mengeras dan berusaha berdiri tegak, tapi karena tertahan oleh belahan memekku, benda tersebut tak bisa tegak. Di sebelahku, Meta juga sedang menduduki barang yang sama seperti aku. Aku tahu pasti, bahkan aku yakin bahwa Mas Pujo masih belum memasukkan barangnya ke memek Meta. Kami berempat tak ada yang bersuara, hanya sesekali terdengar desahan lirih dari mulut Meta tetapi kami sama-sama tahu bahwa kami masing-masing sedang menikmati sesuatu yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Engh.. Egh.. tiba-tiba desahan Meta semakin keras diiringi geliat tubuhnya yang seperti cacing kepanasan. Aduh Mas, Meta nggak kuat.. Oh Mbak, ooh.. Mas Duta, ayo dong, Meta duluan pintanya. Kalau sudah begini biasanya Meta meminta Duta untuk segera membenamkan kontolnya ke memeknya. Aku beringsut meninggalkan Duta sementara Mas Pujo masih memangku Meta dari belakang dalam posisi kedua kaki lurus ke depan dan bersandar pada dinding jacuzzi. Duta mendekat dari depan sambil mengarahkan kontolnya ke arah selangkangan Meta dan Meta memberi jalan dengan mengangkangkan kedua pahanya. Perlahan dengan bimbingan tangan Meta, kepala kontol Duta memasuki memek Meta, jelas terlihat dari ekspresinya yang mendesis keenakan. Lalupesta seks ini terus berlanjut. Perlahan Duta mulai memompa maju mundur terlihat dari riak air yang mulai menggelombang, sementara Mas Pujo memeluk Meta dari belakang sambil menciumi tengkuk dan belakang telinganya. Saat-saat seperti itu Meta nikmati dengan memejamkan mata sambil giginya beradu menahan nikmat yang luar biasa. Meskipun kontol Mas Pujo tidak melakukan penetrasi namun aku yakin, pasti ada yang mengganjal di anus Meta hingga itu membuat sensasi tersendiri untuknya. Tiba-tiba Meta melepaskan pelukan Mas Pujo dan ganti memeluk Duta. Sedang Mas Pujo masih tetap tidak dapat bergerak karena harus memangku dua orang yang sedang bersetubuh. Mas Pujo hanya mengusapusap punggung dan pinggang Meta dari belakang. Aduhh Mas, Meta ngga tahaan, enghh.. desah Meta sambil memeluk Duta erat-erat dan dada Duta yang bidang terkena sasaran gigitannya. Melihat itu semua aku menjadi sangat terangsang tapi kami bertiga sudah bersepakat bahwa kesempatan kali ini adalah milik Meta sepenuhnya, jadi aku mengalah dulu. Sementara itu kutukar air jacuzzi dengan air hangat tanpa membubuhkan sabun. Begitu air telah mulai berkurang, kulihat posisi Meta yang mengangkang sementara Duta memompanya dari depan dan kontol Mas Pujo tertindih di antara bokong Meta. Sejenak Meta masih menikmati saat-saat indah orgasmenya. Kemudian Meta melepaskan diri dari Duta dan berdiri membalik menghadap Mas Pujo hingga praktis memeknya berada di depan mulut Mas Pujo. Diraihnya pinggul Meta dan Mas Pujo mulai menciumi dan menjilati memek Meta. Aahh sshh Mas kita ke kamar aja.. Meta nggak tahan nih rengek Meta. Mas Pujo berdiri menggendong Meta dan meninggalkan kami berdua sementara Duta mulai berbalik menciumi payudaraku. Rien ikut yuk.. ajak Duta. Aku ikut saja sambil berpelukan seperti Adam dan Hawa, kami menyusul Mas Pujo dan Meta ke kamar besar yang ada single bed-nya. Kulihat Meta telah telentang dan Mas Pujo menindihnya, sekali-sekali pinggulnya diangkat dan dihunjamkannya dengan penuh perasaan sampai melengkung. Kutarik Duta dan segera aku telentangkan diriku. Aku ingin kontol Duta yang masih tegak berdiri segera menusukku mengisi relung vaginaku. Aku ingin mempraktekkan sex yoga yang baru aku pelajari dengan Mas Pujo beberapa waktu lalu. Sementara Mas Pujo dan Meta menikmati saat-saat indah itu, di sebelahku Duta membuka kedua pahaku lebar-lebar dan mengarahkan kontolnya ke memekku yang telah merekah. Perlahan-lahan, mili demi mili aku rasakan benda itu mulai memasuki memekku sebelum akhirnya benda keras itu telah dengan sempurna berada di peraduannya. Kemudian Duta menindihku dan memelukku dengan sepenuh perasaan. Aku sepenuhnya berkonsentrasi pada apa yang sedang kurasakan dan Duta mengikutinya hanya dengan diam, tanpa gerakan memompa hingga tanpa diperintah pun saraf-saraf nikmat di sepanjang lorong memekku bekerja, mula-mula hanya gerakan-gerakan halus.

Pada saat yang sama desiran-desiran nikmat juga mulai menjalari kedua payudaraku yang tertindih dada Duta. Semakin lama gerakan-gerakan halus di sepanjang lorong memekku berubah menjadi remasan-remasan dan mulai terasa getaran-getaran pada batang kontol Duta, bahkan kepala kontolnya terasa mulai melebar pertanda akan memuntahkan spermanya. Napas Duta semakin memburu, aku sendiri sudah tak ingat apa-apa. Konsentrasiku hanya satu yaitu pada rasa nikmat yang menggelitiki mulai ujung puting payudaraku sampai ke lorong-lorong memekku. Dan.. Creet.. Creett.. Crett.. Ketika akhirnya sperma itu membasahi relung-relung memekku, jiwaku seakan melayang menari-nari di atas awan sambil berpelukan dengan Dutaku sayang. Sejuta kenikmatan kurasakan di sekujur tubuhku. Sementara itu.. Oohh.. Ahh aduh Mas.. Meta mau nyampe lagi Mas.. suara desahan Meta kembali menyadarkan aku dan kudapati Duta yang masih ngos-ngosan dengan bermandi peluh mendekapku. Terima kasih Rien.. Kamu luar biasa bisiknya di telingaku. Aku menoleh ke samping. Mas Pujo juga sedang menjelang saat-saat akhir mendekati puncak. Tampak pinggulnya menghunjam selangkangan Meta dalam-dalam dan.. Aahh.., adduhh Mmass.. Meta dan Mas Pujo hampir bersamaan mengejat-ngejat keenakan. Akhirnya kami mengakhiri permainan sore itu setelah jam menunjukkan hampir pukul 19.00. Rasa lapar akhirnya datang juga mengingat kami belum makan malam. Bergegas kulepas pelukan Duta, lalu dengan telanjang bulat aku pergi ke dapur. Kubuka bungkusan-bungkusan bekal yang telah aku siapkan. Meta menyusul juga dalam keadaan telanjang dan akhirnya kami berempat menghadapi meja makan masih dalam keadaan telanjang tanpa ada yang sempat membersihkan diri bahkan dari celeh memekku dan memek Meta masih tampak meleleh sperma suami-suami kami. Pagi itu aku bangun lebih awal karena memang aku dapat beristirahat penuh saat malamnya. Kulihat Mas Pujo masih memeluk Meta berhadapan, sedang dari belakang Duta tampak memepetkan tubuhnya terutama pada bagian bokong Meta, pasti batangnya masih menancap. Kebiasaan Duta selalu membenamkan kontolnya sambil tidur dan hebatnya tidak lepas, tetap saja kencang di dalam memek. Sedang Mas Pujo pasti tangannya tak mau jauh-jauh dari puting, aku tahu persis kelakuan kedua laki-laki itu karena aku juga sering diperlakukannya demikian, bedanya aku tidak dapat tidur dengan kontol masih mengganjal memekku, sedangkan Meta bisa, mungkin karena kecapaian. Dalam hal seks sebenarnya aku sudah puas sekali dipenuhi oleh Mas Pujo dan Duta tapi kehadiran Meta kadang membuatku ingin bereksperimen terhadap respons sex yang ditimbulkan oleh sesama jenis. Meskipun aku sudah sering main berempat, tapi biasanya aku atau Meta hanya bersifat pasif kurang dominan, sedangkan peran utama tetap pada kedua pria itu. Pernah pada suatu hari Mas Pujo sedang tidak ada di rumah karena ada tugas ke luar kota selama seminggu dan Duta sedang ada di rumah setelah dari Jakarta selama hampir 5 hari. Kira-kira pada pukul 19.00, Meta datang ke rumahku. Nampaknya Meta tahu bahwa aku sedang berduaan saja dengan Duta. Kami duduk di ruang tamu. Seperti biasa Meta agak kurang tertarik untuk ML kalau dengan Duta. Aku pamit ke dapur untuk membuat minuman. Aku sedang menyeduh teh, ketika Duta tiba-tiba sudah berada di belakangku. Sebelum aku sadar apa yang terjadi, Duta sudah mendekapku dari belakang. Duta, jangan.. Jangan di sini sayang, aku kan lagi pegang air panas.. Gak boleh.. Ya sayang.. kataku manja sambil berusaha Rien.., erat-erat. Iya.. Iya tapi kan baru tiga hari masak udah gak sabar.. kataku sambil meronta-ronta manja dalam pelukannya. Aduhh. Mbaak jangan gitu.. Mas Duta sudah ngga kuat tuh.. Nggak kuaat kan Mas, bisik Meta tiba-tiba juga sudah berada di belakang Duta tanpa sehelai benang pun dengan sinar mata penuh nafsu. Tangan Meta tiba-tiba meremas buah dadaku, menciumi leher dan belakang telingaku. Tangan kirinya merangkulku dan tangan kanannya tahu-tahu sudah meraba vaginaku sementara pelukan Duta mengendur memberi kesempatan. Aduh, gilaa, sentuhan Meta malah melambungkan nafsuku. Kalau tadi aku pura-pura meronta, sekarang aku malah pasrah, menikmati remasan tangan Meta di puting payudara dan di vaginaku. bisiknya sambil melepaskan menciumi leher dan diri. telingaku.

Rien.. Aku kangen banget sama Rien. Kasihanilah aku Rien.. Aku kangen banget, bisiknya sambil terus mendekapku

Aku dibaliknya menjadi berhadapan, aku didekapnya, dan diciumi wajahku. Dan akhirnya bibirku dikulumnya habishabisan. Lidahnya masuk ke mulutku, dan aku tidak sadar lagi saat lidahku juga masuk ke mulutnya. Meta menurutku saat itu agak kasar tetapi benar-benar romantis hingga aku benar-benar terhanyut. Sensasinya luar biasa, baru kali itu aku merasakan nikmatnya sentuhan sejenis. Tanpa terasa Duta dan aku pun telah telanjang bulat, entah siapa yang melucutiku, mungkin Duta. Kalau situasinya memungkinkan, belaian sejenis ternyata malah menjadi lebih nikmat untuk dinikmati. Aku membalas pelukannya, membalas ciumannya. Kami semakin liar. Tangan Duta menyingkap belahan bokongku dan merogoh ke dalam vaginaku yang sudah basah dari belakang sedang tangan Meta mengerjai vaginaku dari depan. Didekapnya clitorisku dan dipijat-pijatnya, diremasnya, dimainkannya jarinya di belahan vaginaku dan menyentuh clitorisku. Kami tetap berdiri. Aku didorong Meta mepet menyandar ke tubuh Duta, penisnya sudah tegang sekali, mencuat ke atas. Tangan kananku dibimbingnya untuk memegangnya. Penis Duta memang lebih besar daripada punya Mas Pujo. Secara refleks penisnya kupijat dan kuremas-remas dengan gemas. Duta semakin menekan penisnya ke celah bokongku untuk menerobos vaginaku. Aku paskan di lubangku, dan akhirnya masuk, masuk semuanya ke dalam vaginaku. Duta dengan sangat bernafsu mengocok penisnya keluar masuk sementara kuangkat satu pahaku dan Meta telah merosot ke depan selangkanganku untuk mengulum clitorisku yang juga sudah mencuat. Benar-benar kasar gerakan Meta, tetapi gila, aku sungguh menikmatinya. Sementara penis Duta terasa mengganjal dari belakang dan nikmat sekali. Aku pegang bokongnya dan kutekan-tekankan agar mepet ke pangkal pahaku, agar mencoblos lebih dalam lagi. Duta.. Meta.. Aku ngga kuat.. Aduhh.. Kalian.. Curang.. bisikku dengan nafas memburu.

Ooh.. Meet.. Cepat kudorong pinggulku ke belakang, sehingga penis Duta bertambah dalam di vaginaku hingga aku mengejatngejat menikmati orgasme. Orghh.. Duta melenguh seperti kerbau disembelih pertanda akan memuntahkan spermanya. Lalu tangan Meta segera mencabut dan menggenggam penis Duta yang memuncratkan spermanya di dalam mulut Meta hingga sebagian tumpah di lantai dapur. Kami berpelukan lagi sambil mengatur napas kami. Ya ampun, aku telah disetubuhi Duta dan dioral Meta dengan posisi Duta berdiri, sambil mepet ke tembok. Gila, aku menikmatinya, aku berakhir orgasme dengan sangat cepat, walaupun hanya dilakukan tidak lebih dari 20 menit saja. Mungkin ini karena sensasi yang kuperoleh dari permainan dengan sesama jenis juga. ***** Pagi itu setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi, timbul niatku untuk ganti mengerjai Meta sekaligus memberikan kenangan perpisahan untuknya. Sambil memisahkan pelukan Mas Pujo dengan Meta, aku yang sudah mandi dan masih telanjang bulat menyelinap di antara tubuh mereka. Biar aku yang gantiin peluk Meta Mas.., kataku pada Mas Pujo. Mas Pujo bangun dan langsung ke kamar mandi. Kudekap Meta, kupegang puting susunya yang sebelah kiri sementara tangan kananku meraba vaginanya. Benar saja di memek Meta masih terganjal kontol Duta. Meta terbangun. Aku nakal, Duta manja. sayang sama sambil Yang ditanya Mbak Rien.., ganti hanya kata Meta sambil membelai membuka matanya mencium bibirku. payudaraku. separuh.

Kamu luar biasa deh Met.. vegymu masih bisa pegang.. the big gun, bisikku sambil tersenyum. Meta juga tersenyum Punyaku kencang dan keset ya Mas? Mas Pujo suka bilang gitu. Meskipun udah buat lewat anakku, tanya Meta ke Mbak, punya Mbak Rien juga masih oke banget kan, nyatanya Mas Duta selalu ketagihan, kata Meta lagi. Kami berdua tersenyum dan mempererat pelukan kami. Kuciumi Meta dari kening, mata, hidung hingga mulut. Disambutnya ciumanku dengan permainan lidahnya. Lama kami berciuman dan tanganku pun tak henti meremas teteknya yang kenyal. Lalu kubuka bibir vaginanya. Kemudian kususupkan tanganku ke dalam belahan memeknya di antara kontol Duta untuk kemudian jari tengahku kutarik ke atas hingga tepat menekan clitorisnya. Memek Meta telah banjir akibat kelenjar-kelenjar memeknya mengeluarkan cairan karena rangsangan tanganku dan dari kontol Duta yang mulai ditarik keluar masuk.

Sshh.. Oohh.. Mbak.. Please.. Sshh.. Dont stop.. Aahh.. desah Meta. Lalu jari telunjukku memainkan clitorisnya yang mulai menegang sementara Duta memompanya dari belakang dan mulutku telah beralih turun ke putingnya. Kuberanikan untuk menyodok-nyodok memeknya dengan dua jari. Agak kasar. Sshh.. Aahh.. Oohh Mbak.. Meta ngga tahann.. Sshh.. Meta mulai mengacak-acak rambutku. Aku merosot ke arah selangkangan Meta, kuangkat paha Meta yang kiri dan aku bantalkan kepalaku pada paha satunya. Dengan posisi paha bawah menekuk begini aku dapat leluasa menjilati clitoris Meta dari depan sedangkan Duta tetap leluasa memompa dari belakang. Ohh.. Mbak.. Mas Duta.. Aku mau keluar.. Meta berteriak tidak tahan diperlakukan demikian. Kedua pahanya mulai bergerak akan dijepitkan pada kepalaku sambil terus menggoyangkan pantatnya, tiba tiba Meta menjerit histeris.. Oohh.. Mbak bagaimana.. Ini.. Orgghh.. Meta terus mengejat-ngejat dengan ritmis pertanda dia sudah keluar. Duta terus menggenjot pantatnya semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar memek Meta. Dan.. crett.. crreett.. ccrreett.. Dan keluarlah sperma Duta dari sela-sela memek Meta saat sperma Duta keluar. Aku langsung menyedotnya habis sampai bersih. Rupanya Mas Pujo sudah selesai mandi dan begitu Duta mencabut kontolnya dari memek Meta langsung saja Mas Pujo menggantikan posisi Duta dengan tidur miring dan memasukkan kontolnya ke memek Meta dari belakang. Mas Pujo mulai mengayunkan kontolnya, walau tampak agak kelelahan tapi Meta berusaha mengimbangi. Setelah agak lama Mas Pujo meminta Meta untuk berposisi menungging dengan tanpa melepaskan kontolnya. Otomatis Meta mengangkangiku dalam posisi 69. Aku terus saja mengambil posisi merengkuh bokong Meta dan mengganjal kepalaku dengan dua bantal agar mulutku dapat pas di clitoris Meta. Mas Pujo langsung mendorong pantatnya. Aku terkesiap ketika kurasakan lidah Meta sudah memainkan clitorisku, sambil meremas tetekku yang dari tadi terbiarkan. Aku pun mengangkat pantatku dan menarik pinggul Meta hingga kami berpelukan dengan bantalan tetekku dan tetek Meta. Rasanya jiwaku melayang apalagi saat sesekali aku dapat meraih kontol Mas Pujo untuk kukulum dan memasukkannya lagi ke memek Meta. Aduuhh..,.. Met.. erang Mas Pujo sambil terus laju memompa memek Meta, dan dua buah pelirnya memukul-mukul ubun-ubunku. Tiba-tiba ditahannya pantat Meta kuat-kuat agar tidak bergoyang. Dengan menahan pantat Meta kuat-kuat itulah Mas Pujo dapat memompa lebih kuat dan dalam, sedangkan aku dengan susah payah harus melumat clitoris Meta. Rupanya Mas Pujo kuat juga meskipun telah berkali-kali kemaluannya menggocek memek Meta tadi malam tapi masih tetap saja tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kelelahan bahkan semakin meradang. Kulepas mulutku dari clitoris Meta dan terus kutekan dengan jari tengahku sambil kugosok naik turun seperti bermasturbasi, dan tiba-tiba Meta mengapit kepalaku. Aduuhh.., Mbakk.., Aahh Mas.. Pujo, kudengar erangan Meta mulai tidak karuan saat aku terus melakukan gosokan pada Mbak Rien..,.. Aku mau keluar.. Ahhgg.. desahnya lagi. Mendengar desahan Metam aku dan Mas Pujo seperti dikomando, semakin gencar melakukan gosokan sambil tanganku naik turun untuk mempercepat rangsangannya dan Mas Pujo mempercepat tempo genjotannya. Dan tak lama kemudian.., seerrtt.., seerrtt kurasakan dua semburan lelehan putih dari bibir memek Meta serta kedua pahanya semakin mengapit kepalaku kuat-kuat. Lelehan warna putih pekat di tanganku kumasukan mulutku, terasa agak manis asin. Setelah kedutan-kedutan memek Meta berhenti, kulihat kontol Mas Pujo yang masih tegar kuraih, kuhisap dan kukulum serta kujilat pada kemaluan yang membonggol itu dan hasilnya luar biasa.., aku merasa ukurannya bertambah besar dan mulai bekedut-kedut. Kuhisap lagi berulang kali sampai aku puas. Aku mulai merasakan adanya cairan manis keluar dari ujung kemaluan itu. Aku terus berusaha, mulutku mulai payah. Kugoyang-goyangkan telur kemaluan Mas Pujo. Ahh Rienn.. desah Mas Pujo. clitorisnya.

Creet.. crett.. Saking kuatnya semprotan dari kemaluan Mas Pujo, kurasakan ada air maninya yang langsung masuk tertelan. Kuhisap terus sampai terasa tidak ada lagi air mani yang keluar dari kemaluan Mas Pujo. Kubersihkan kemaluan Mas Pujo dengan menjilatinya sampai bersih. Aku puas merasakannya. Aku bahagiaa. Sebentar kemudian kurasakan kemaluannya mulai mengecil dan melemas. Pada saat telah kecil dan lemas tersebut, aku merasa mulutku mampu melahap kemaluannya secara menyeluruh. Kuangkat tubuh Meta tidur ke samping. Kami tidak berpakaian. Meta mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkulku dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku. Meskipun udara Kopeng dingin, tetapi tubuh kami masih kepanasan berkeringat akibat permainan tadi. Siangnya pada jam 10.00, kami rapat dengan dihadiri Pak Kidjan penunggu Vila dan memutuskan bahwa pengelolaan usaha yang ada di Jawa termasuk kebun dan villa akan menjadi tanggung jawab Meta. Meta hanya menangis ketika kami sampaikan bahwa kami harus pindah, tapi dengan fasilitas dan keuangan yang ia kelola, Meta akan dapat menyusul kami sewaktu-waktu. Kami tak akan pernah melupakanmu Met.., itulah kata-kata kami kepada Meta sebelum kami akhirnya terbang ke Bumi Nyiur Melambai. Tags: cerita pesta seks ngentot rame-rame, cerita seks pesta ngentot bersama teman kantor, cerita sex ngentot di villa rame-rame

Cerita Seks Ngentot Dengan Istri Teman Kosku


Cerita Seks serta Cerita Sex ini diawali dari aku yang bekerja di kota jakarta dan kota metropolitan. Meskipun aku bekerja di Jakarta dan digaji besar, aku lebih suka tinggal di perkampungan. Nah inilah yang menyebabkan aku bisa mengisahkan cerita seks dan cerita sex ku disini. Mulai dari Kosku berada di wilayah Jakarta Selatan dekat perbatasan Tangerang. Lokasinya yang nyaman dan tenang, jau dari hiruk pikuk kota, membuatku betah tinggal lama disini sejak tahun 2002. Sudah 7 tahun lebih aku belum pernah pindah. Tetangga-tetangga pun heran mengapa aku betah tinggal disitu padahal bu kostku terkenal orangnya kolot dan masih memegang tradisi lama. Orangnyapun alim dan tidak suka anak kostnya berbuat macam-macam dan kalau ketahuan sudah pasti diusir dari rumah kostnya. Rumah kostku 2 lantai yang disewakan hanya 5 kamar dengan ukuran sedang dan kostnya baik untuk putra maupun putri, yang masih single maupun yang sudah berkeluarga. Kamar mandi untuk anak kost disedakan ada 2 didalam rumah satu dan yang diluar juga ada. Ibu koskupun tinggal disitu cuman tinggal di kamar sebelah dalam bersama anak semata wayangnya Mas Rano. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2005, Rumah kost hanya terisi dua satu untukku dan sebelahnya lagi keluarga Mas Tarno berasal dari Yogyakarta. Mas Tarno umurnya 2 tahun diatasku jadi waktu itu sekitar 26 tahun. Istrinya bernama Nita seumuran denganku. Nita orangnya manis putih tinggi sekitar 165 cm ukuran payudara sekitar 34-an. Mereka sudah dikaruniai satu orang anak masih berumur 2 tahun bernama Rara. Mas Tarno orangnya penggangguran. Jadi untuk keperluan, Nita-lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah Supermarket terkenal (supermarket ini sering dikenai sanksi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha lho!!!.hayo tebak siapa bisa..hahahaha.) sebagai SPG sebuah produk susu untuk balita. Karena keperluannya yang begitu banyak, Nita (menurut pengakuannya) sampai meminta pihak manajemen untuk bisa bekerja 2 shift. Tentunya keluarga macam ini sering cek-cok. Nita mengganggap Mas Tarno orangnya pemalas bisanya hanya minta duit untuk beli rokok. Padahal jerih payah Nita seharusnya untuk beli susu buat Rara putrinya. Mas Tarno pun sering membalas omelan-omelan Nita dengan tamparan dan tendangan bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu. Suatu saat, Mas Tarno dapat pekerjaan sebagai ABK dan tentunya harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang cukup lama. Nita senangnya bukan main mendengarnya. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Pada malam itu, aku ngobrol dengan Nita dikamarnya sambil nonton TV. Si Rara muter-muter sambil bermain maklum umur Sekarang Lebih baik Emangnya sepi gini, Ted. segitu ya, Enakan Nit.nggak kalo Mas Tarno Kenapa? masih ada nggak Mas ada. Tarno. Keluh Nita lucu-cucunya. kataku kepadaku. tannyaku.

Mas Tarno tuh kerja nggak kerja tetep nyusahin. wajar khan kalo aku minta duit ke Mas Tarno? Aku khan istrinya. Eh, Dianya marah-marah. Besoknya aku diomelin juga ama ibu mertuaku. Katanya aku nggak boleh minta duitnya dulu biar bisa buat nabung. Gombal!!! Aku nggak percaya Mas Tarno bisa nabung!!! Dia jawab dengan marah-marah.

Sabar

ya

Aku

mencoba

untuk

menenangkannya

apalagi

Rara

dah

minta

bobo.

Seandainya Mas Tedy yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana. Mas Tedy dah dapat pekerjaan tetap dan digaji besar sedangkan suamiku, Mas Tarno hanya pekerja kasar di kapal itupun baru sebulan sebelumnya penggangguran. Udahjangan Mas, berandai-andai.biarkan hidup mengalir saja. Jawabku Keluhnya. sekenanya. ..

Tiba-tiba Nita duduk disebelahku mengapit tangganku dan menyandarkan kepalanya. Aku sungguh terkejut. Aku tahu Nita butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh perhatian. Bukan tendangan dan tamparan. Aku balas dia dengan pelukan di bahunya. Sayang sekali Wanita semanis Nita disia-siakan oleh laki-laki. Tapi Aku juga laki-laki normal punya nafsu terhadap wanita. Justru inilah kesempatanku untuk mengerjai Nita apalagi ibu kostku menjengguk keluarganya di Surabaya selama seminggu dan baru berangkat kemarin malam dan Mas Rano dapat jatah kerja Shift malam di sebuah Mall. Yuhuyyyakhirnya kesempatan itu tiba!!! Kutoleh Nita yang saat itu sedang memakai daster, tanpa basa basi aku langsung merengkuh tubuh Nita yang montok itu kedalam pelukanku dan langsung kucium bibirnya yang tipis itu. Nita memeluk tubuhku erat erat, Nita sangat pandai memainkan lidahnya, terasa hangat sekali ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku. Tanganku asyik meremas susu Nita yang tidak seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir membuat Nita memejamkan matanya karena geli. Dengan sigap aku menarik daster Nita, dan seperti biasanya Nita sudah tak mengenakan apa apa dibalik dasternya itu ternyata Nita memang sudah merencanakannya tanpa sepengetahuanku. Tubuh Nita benar benar aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih dengan susu yang pas dengan ukuran tubuhnya ditambah Eh Benar-benar nonok gimana kalo persiapan yang si tak Rara yang berambut bangun? mencembung. tanyaku. sempurna.

Tenang aja Mas Tedy, Susu yang diminum Rara tadi dah aku campurin CTM. Jawabnya dengan gaya yang manja. Ketika kubentangkan bibir nonoknya, itilnya yang sebesar biji salak langsung menonjol keluar. ketika kusentuh dengan lidahku, Nita langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju dan celanaku sehingga penisku yang sepanjang 12 cm langsung mengangguk angguk bebas. Ketika kudekatkan penisku ke wajah Nita, dengan sigap pula Nita menggenggamnya dan kemudian mengulumnya. Kulihat bibir Nita yang tebal itu sampai membentuk huruf O karena penisku yang berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya, Nita sepertinya sengaja memamerkan kehebatan kulumannya, karena sambil mengulum penisku ia berkali kali melirik kearahku. Aku hanya dapat menyeringai keenakan dengan servis Nita ini. Mungkin posisiku kurang tepat bagi Nita yang sudah berbaring itu sementara aku sendiri masih berdiri disampingnya, maka Nita melepaskan kulumannya dan menyuruhku berbaring disebelahnya. Setelah aku berbaring dengan agak tergesa gesa Nita merentangkan kedua kakiku dan mulai lagi menjilati bagian peka disekeliling penisku, mulai dari pelirku, terus naik keatas sampai keNitang kencingku semuanya dijilatinya, bahkan Nita dengan telaten menjilati Nitang duburku yang membuat aku benar benar blingsatan. Aku hanya dapat meremas remas susu Nita serta merojok nonoknya dengan jariku. Aku sudah tak tahan dengan kelihaian Nita ini, kusuruh dia berhenti tetapi Nita tak memperdulikanku malahan ia makin lincah mengeluar masukkan penisku kedalam mulutnya yang hangat itu. Tanpa dapat dicegah lagi air maniku menyembur keluar yang disambut Nita dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan akan dia ingin memeras air maniku agar keluar sampai tuntas. Ketika Nita merasa kalau air maniku sudah habis keluar semua, dengan pelan pelan dia melepaskan kulumannya, sambil tersenyum manis ia melirik kearahku. Kulihat ditepi bibirnya ada sisa air maniku yang masih menempel dibibirnya, sementara yang lain rupanya sudah habis ditelan oleh Nita. Nita langsung berbaring disampingku dan berbisik Mas Tedy diam saja ya, biar saya yang memuaskan Mas ! Aku tersenyum sambil menciumi bibirnya yang masih berlepotan air maniku sendiri itu. Dengan tubuh telanjang bulat Nita mulai memijat badanku yang memang jadi agak loyo juga setelah tegang untuk beberapa waktu itu, pijatan Nita benar benar nyaman, apalagi ketika tangannya mulai mengurut penisku yang setengah ngaceng itu, tanpa dihisap atau diapa apakan, penisku ngaceng lagi, mungkin karena memang karena aku masih kepengen main beberapa kali lagi maka nafsuku masih bergelora. Aku juga makin bernafsu melihat susu Nita yang pentilnya masih kaku itu, apalagi ketika kuraba nonoknya ternyata itilnya juga masih membengkak menandakan kalau Nita juga masih bernafsu hanya saja penampilannya sungguh kalem . Melihat penisku yang sudah tegak itu, Nita langsung mengangkangi aku dan menepatkan penisku diantara bibir nonoknya, kemudian pelan pelan ia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya penisku habis ditelan nonoknya itu. Setelah penisku habis ditelan nonoknya, Nita bukannya menaik turunkan pantatnya, dia justru memutar pantatnya pelan pelan sambil sesekali ditekan, aku merasakan ujung penisku menyentuh dinding empuk yang rupanya leher rahim Nita. Setiap kali Nita menekan pantatnya, aku menggelinjang menahan rasa geli yang sangat terasa diujung penisku itu. Putaran pantat Nita membuktikan kalau Nita memang jago bersetubuh, penisku rasanya seperti diremas remas sambil sekaligus dihisap hisap oleh dinding nonok Nita. Hebatnya nonok Nita sama sekali tidak becek, malahan terasa legit sekali, seolah olah Nita sama sekali tak terangsang oleh permainan ini. Padahal aku yakin seyakin

yakinnya bahwa Nita juga sangat bernafsu, karena kulihat dari wajahnya yang memerah, serta susu dan itilnya yang mengeras seperti batu itu. Aku makin lama makin tak tahan dengan gerakan Nita itu, kudorong ia kesamping sehingga aku dapat menindihinya tanpa perlu melepaskan jepitan nonoknya. Begitu posisiku sudah diatas, langsung kutarik penisku dan kutekan sedalam dalamnya memasuki nonok Nita. Nita menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, kakinya diangkat tinggi tinggi serta sekaligus dipentangnya pahanya lebar lebar sehingga penisku berhasil masuk kebagian yang paling dalam dari nonok Nita. Rojokanku sudah mulai tak teratur karena aku menahan rasa geli yang sudah memenuhi ujung penisku, sementara Nita sendiri sudah merintih rintih sambil menggigiti pundakku. Mulutku menciumi susu Nita dan menghisap pentilnya yang kaku itu, ketika Nita memintaku untuk menggigiti susunya, tanpa pikir panjang aku mulai menggigit daging empuk itu dengan penuh gairah, Nita makin keras merintih rintih, kepalaku yang menempel disusunya ditekan keras keras membuatku tak bisa bernafas lagi, saat itulah tanpa permisi lagi kurasakan nonok Nita mengejang dan menyemprotkan cairan hangat membasahi seluruh batang penisku. Ketika aku mau menarik pantatku untuk memompa nonoknya, Nita dengan keras menahan pantatku agar terus menusuk bagian yang paling dalam dari nonoknya sementara pantatnya bergoyang terus diatas ranjang merasakan sisa sisa kenikmatannya. Dengan suara agak gemetar merasakan kenikmatannya, Nita menanyaiku apakah aku sudah keluar, ketika aku menggelengkan kepala, Nita menyuruhku mencabut penisku. Ketika penisku kucabut, Nita langsung menjilati penisku sehingga cairan lendir yang berkumpul disitu menjadi bersih. Penisku saat itu warnanya sudah merah padam dengan gagahnya tegas keatas dengan urat uratnya yang melingkar lingkar disekeliling batang penisnya. Nita sesekali menjilati ujung penisku dan juga buah pelirku. Ketika Nita melihat penisku sudah bersih dari lendir yang membuat licin itu, dia kembali menyuruhku memasukkan penisku, tetapi kali ini Nita yang menuntun penisku bukannya keNitang nonoknya melainkan keNitang duburnya yang sempit itu. Aku menggigit bibirku merasakan sempit serta hangatnya Nitang dubur Nita, ketika penisku sudah menyelusup masuk sampai kepangkalnya, Nita menyuruhku memaju mundurkan penisku, aku mulai menggerakkan penisku pelan pelan sekali. Kurasakan betapa ketatnya dinding dubur Nita menjepit batang penisku itu, terasa menjalar diseluruh batangnya bahkan terus menjalar sampai keujung kakiku. Benar benar rasa nikmat yang luar biasa, baru beberapa kali aku menggerakkan penisku, aku menghentikannya karena aku kuatir kalau air maniku memancar, rasanya sayang sekali jika kenikmatan itu harus segera lenyap. Nita menggigit pundakku ketika aku menghentikan gerakanku itu, ia mendesah minta agar aku meneruskan permainanku. Setelah kurasa agak tenang, aku mulai lagi menggerakkan penisku menyelusuri dinding dubur Nita itu, dasar sudah lama menahan rasa geli, tanpa dikomando lagi air maniku tiba tiba memancar dengan derasnya, aku melenguh keras sekali sementara Nita juga mencengkeram pundakku. Aku jadi loyo setelah dua kali memuntahkan air mani yang aku yakin pasti sangat banyak. Tanpa tenaga lagi aku terguling disamping tubuh Nita, kulihat penisku yang masih setengah ngaceng itu berkilat oleh lendir yang membasahinya. Nita langsung bangun dari tempat tidur, dengan telanjang bulat ia keluar mengambil air dan dibersihkannya penisku itu, aku tahu kali ini dia tak mau membersihkannya dengan lidah karena mungkin dia kuatir kalau ada kotorannya yang melekat. Setelah itu, disuruhnya aku telungkup agar memudahkan dia memijatku, aku jadi tertidur, disamping karena memang lelah, pijatan Nita benar benar enak, sambil memijat sesekali dia menggigiti punggungku dan pantatku. Aku benar benar puas menghadapi perempuan satu ini. Aku tertidur cukup lama, ketika terbangun badanku terasa segar sekali, karena selama aku tidur tadi Nita terus memijit tubuhku. Ketika aku membalikkan tubuhku, ternyata Nita masih saja telanjang bulat, penisku mulai ngaceng lagi melihat tubuh Nita yang sintal itu, tanganku meraih susunya dan kuremas dengan penuh gairah, Nitapun mulai meremas Yuk Sapa remas kita ke penisku kamar yang tegang mandi itu. ajakku takut..

Aku menarik tangan Nita keluar kamar sambil bugil tapi aku sempatkan menyambar 2 buah handuk kemudian berjalan mengendap masuk , takut ketahuan tetangga sebelah rumah dan mengunci pintu kamar mandinya dari dalam. Nitkamu seksi banget.. desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum. Nita membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya. Nita mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena sudah menjelang pagi. Nita mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Nita ke bak mandi. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Kujilati liangnya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Kumasukan dua jari tanganku ke dalam liangnya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-

raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan tetangga sebelah rumah dengar karena dinding kamar mandi bersebelahan tepat dengan dinding rumha tetangga. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati liangnya. Ahhhahhh.MasArghhhh..uhhh.Maaasss. ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok liangnya. Semenit kemudian, Nita benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat. Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, Ia duduk bersimpuh dan mengulum penisku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Nita melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok penisku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku. Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Nita tampak sangat menyukainya. Ia mendesahdesah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh , Ohgitu Mas..gigit seperti ituaghhh Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Nita makin terangsang.Penisku terus memompa liangnya dengan cepat, dan kurasakan liangnya semakin menyempit Penisku keluar masuk liangnya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Nita merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku. Ah MaassEhmm ArghhArghhhOhhhhh uhhhhhh Nita orgasme untuk kesekian kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut penisku dari liangnya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap toilet. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Nita tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk penisku ke liangnya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acakacakan. Aku mulai memompa liangnya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. Penisku makin cepat menusuk2 liangnya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Nita naik turun sesuai irama kocokanku, dan penisku semakin tegang dan terus menghantam liangnya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya Penisku Nita..aku cepat seperti oh permen, dan dalam Oh terasa juga tahan itungan detik, yes dengan makin becek mau dulukasih menyemprotlah !! cairan maniku lebih oleh keluar cairan cepat. liangnya. nih. aku.penismu.tahan!!!! ke dalam mulutnya. tertahan.

Nita langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok penisku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan ArGGGhhhh!! erangku

Nita menyedot penisku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung penisku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok penisku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Nita berlutut dan menjilati seluruh penisku dengan rakus. Setelah Nita menjilat bersih penisku, ia memakaikan handukku, lalu memakai handuknya sendiri. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang. Setelah kejadian itu aku sama Nita semakin gila-gilaan dalam bermain seks sampai dengan ibu kosku kembali dari Surabaya tentunya aku hanya bisa melakukannya di malam hari

Saat Hilangnya Keperjakaanku


Cerita panas saat keperjakaanku hilang dan mulai ketagihan dengan yang namanya seks. Malam minggu itu jam 21:15 aku ketinggalan kereta di stasiun bogor, tapi aku hrs ke jakarta, ada urusan kerjaan yang harus

diselesaikan malam itu juga buat senin pagi. Aku tidak bisa nginep di rumah orang tuaku malam itu. Akhirnya aku ke terminal bis dan akan naik bis ke uki baru nanti nyambung lagi taxi ke rawamangun, kostku di sana Dengan naik angkot sekali aku dah sampai di terminal, aku lihat bis ke uki masih ngetem aku naik, masih kosong cuma ada 2 org bapak2 di bangku depan. Aku memilih bangku deretan ketiga dari depan yang sebelah kiri bis. lama juga menunggu tapi penumpang yang naik baru 6-7 org itupun duduk di bagian tengah penjual makanan sudah beberapa kali naik-turun, tak lama seorang ibu2 muda naik dan dia duduk dideretan kedua bangku sebelah kanan, pas naik sepertinya dia sempat merilirik aku lalu duduk, tukang gorengan naik lagi, dipanggilnya dan sambil memilih dan mengambil gorengan dia sempat melirik lagi ke aku hmh lumayan ga tua2 amat cantik dan bersih lagi aku senyum ! dia nawarin gorengan ke aku aku ngangguk pelan, malu juga tar kl ketauan penumpang lain kalau kami saling memberi kode. Bis masih ngetem sesekali dia melihat ke aku, dari matanya sepertinya dia minta aku duduk di sampingnya aku cuma bisa senyumin dia, aku ga enak, malu aku belum pernah kenalan sama cewek di bis memang aku sudah 27 tahun (3 tahun yang lalu), sudah bekerja tapi untuk urusan sex aku masih hijau, aku memang sering petting dan oralsex sama mantan pacarku dulu, tapi sejak putus dengan Dian 4 bulan yang lalu aku ga pernah kencan dengan siapapun, tapi kami ga pernah lebih jauh dari itu, dan sekarang aku jomblo. satu-satu penumpang mulai mengisi bangku kosong, dan disebelah mba itu juga dah diisi 2 org lakilaki. sesekali sambil pura2 melihat keluar jendela bis, mba itu meneruskan pandangannya ke aku dan matakupun tidak lepas melihat dia hmh pengen ada disebelahnya mana hujan mulai turun saat bis mulai berjalan dingin ! Dalam perjalanan dia masih sering curi2 pandang pikiranku mulai menerawang membayangkan sebuah cerita romantis dengannya, membuat si dd mulai bangun, ahh tak terasa bis sudah sampai pintu tol TMII, pasti sebentar lagi akan sampai di UKI. uki abiss uki abiss teriak kenek bis. Penumpang siap2 berdiri untuk turun, mba itu juga sambil melirik ke arahku dan aku senyumin dia, di bawah jempatan penyeberangan uki dia berdiri, aku coba deketi. maaf mba mau kemana ? naik apa ? pasar minggu, metromini 64 masih ada gak yaa ? jawabnya melihat seperti berharap akupun akan searah. waduh jam 10:22 lho mba ga tau juga yah kalo adek mau kemana ? aku mau naik taxi ke rawamangun mba tapi kalo S64 gak ada boleh aku anter mba ke pasar minggu ? jakarta lagi ga aman soalnya mba tambahku hmh boleh tapi apa ga ngerepotin adek ? katanya sambil melihat jam tangannya ah gapapa mba lagian dah malam bgt ni kasian kalo mba nunggu lama disini. ayuk mba kataku sambil nyetop taxi Kami naik pasar minggu ya pak kataku pada sopir beberapa ratus meter kami masih saling diam lalu aku menoleh ke arahnya dia senyum Ini memang pengalaman pertamaku kenal cewe di bis tapi nggak tau kenapa, naluri telah menuntunku untuk bisa lebih dekat dengan mba ini. maaf mba namaku nino aku manggil mba ? kataku berbisik sambil mendekat ke arahnya, takut ketauan sama sopir kalau kami belum saling kenal Rita bisiknya lebih dekat ke kupingku kamipun bersalaman tapi sepertinya aku males melepaskan jabatan tanganku, dan dia juga kelihatannya enggan jadilah kami pegangan tangan Aku duduk lebih mendekat aku genggam tangannya dan kami saling pandang dan senyum, tangan kami saling meremas mba kok sendiri ? dari mana ?bisikku ke kupingnya, tercium bau parfumnya yg enak banget dari rumah adekku di ciomas, gak taunya kemalaman pulangnya

kalo kamu dari mana ? jawabnya, juga berbisik hmh nafasnya enak dari rumah tadi mba tapi ada kerjaan yang harus saya selesaikan malam ini di kost saya makanya balik ke jakarta balasku berbisik lebih dekat di kupingnya dia menggenggam erat tanganku memainkan jarinya du telapak tanganku. pikiran yang engga-engga mulai merasuki si dd tambah bangun, aku lebih mendekat, aku cium kupingnya bahunya diangkat, geli deh pasti lalu dia menatap mataku kamu kok jadi nakal ? katanya dengan pandangan genit abis mba yang bikin aku jadi nakal mba cantik lagian tadi sapa yg suruh liat2 ke aku di bis jawabku, sekarang tanganku sudah pindah ke bahu kirinya. kamu sih sapa suruh ganteng pasti pacar kamu cantik yah ? balesnya berbisik di kupingku kali ini dia cium pipiku waw !! aku lagi nggak punya pacar mba jawabku Aku tau aku lumayan untuk ukuran cowo putih, 170/62, dan wajahku lumayan menurutku, tapi Dian mantan pacarku juga pernah bilang kalo aku ganteng ah ga tau deh Wah kami sudah hampir sampai di ps minggu. mba mau langsung pulang ? tanyaku berharap dia akan bilang tidak hmh emang kalo engga kita kemana lagi rhin ? dia menatap mataku kalo mba mau gimana kalo kita nonton aja ? kami masih berbisik boleh tapi dimana ? kalibata aja yuk ! dia senyum mengangguk. maaf pak kita kembali ke kalibata mall saja maaf ya pak kataku pada sopir taxi. Aku sudah lupa kalau aku harus menyelesaikan pekerjaan malam itu. Taksi berbalik arah ke kalibata mall. sampai di kalibata21 kami lihat sudah mulai antrian tiket midnite, aku ikut antri mba rita aku minta duduk aja nunggu aku. Sampai di depan penjual tiket, aku pilih film aku lihat di bangku paling belakang masih ada tempat di pojok yang belum terisi. A 1-2 aja mba pilihku ke mba penjual tiket dia melirik, seakan tau niatku, huh ! sambil menunggu pintu theater 3 dibuka aku ngobrol sama mba rita. maaf mba hmh mba sudah berkeluarga ? sudah rhin tapi suamiku kebetulan lagi keluar kota sejak 3hr yl, mungkin sampai minggu depan, ada urusan kantor katanya oww aku cuma bengong melihat ke arah mba rita Diraihnya tanganku aku genggam kami saling pandang jangan panggil aku mba lagi yah rhin panggil namaku aja makasih kamu dah ngajak aku nonton malam ini, soalnya kalopun aku pulang, sepi, males, aku blm punya anak soalnya, lagian ga ada siapa2 di rmh, kami tinggal berdua saja, kadang sesekali ada adikku cowok yg nemenin, tapi kl malam minggu ini, dia pasti ngapel, dan ntar pulang ke rmuah ortu gak tau kenapa padahal kami dah nikah 8 th katanya lirih Aku remas jemarinya Aku membetulkan letak si dd, soalnya mulai bangun dan menggeliat, menggelinjang dan keluar jalurnya emang si dd nggak panjang2 amat, cuma 15cm/4, tapi setelah selama ini ternyta banyak memberi kepuasan pada wanita. Rita melihat itu. hayoo kok ada yang bangun katanya sambil mencubit lenganku iya sayang ga tau nih tau aja dia kalo aku sama cewe sexy (ups aku manggil dia sayang ?) eehmm aku juga makasih dah bisa kenal sama mba eh rita kamu cantik rita hmh mulai gombalku Akhirnya pintu theater 3 dibuka setelah beli popcorn dan minuman kamipun masuk. SAmapi film main deretan kami cuma diisi 6 orang yang 2 pasang itupun di lajur kiri, jadi di kanan cuma kami berdua sambil ngobrol kami makan popcorn, dan minuman kaleng aku buka. Aku mulai berpikir malam ini akhirnya aku kencan juga dengan rita yang cantik putih dan berkulit bersih kami pegangan tangan aku peluk dia aku cium rambutnya, dan film pun mulai main Tapi kami malah asyik saling cium pipi, saling peluk, saling remas jemari, akhirnya aku cium bibir merahnya kamipun jadi makin liar dia isep lidahku dalam hmh tanganku mulai ke arah dadanya aku lepas kancing bluesnya, aku remas teteknya, mm gede kalo ga

salah pasti 36c, masih kenceng bho ! Rita mengerang lirih, tangannya mulai mencari pegangan, ******ku ! diusap2nya dari luar jeansku akhirnya dia lepas zippernya dia lepas sabukku tangannya masuk mencari ******ku yang dah dari tadi tegak dan keras emang si ******ku nggak panjang2 amat, cuma 15cm/4cm, tapi setelah selama ini ternyata kuat dan banyak memberi kepuasan pada wanita, ahhh lembutnya belaian rita membuat makin keras tak mau kalah aku pelorotin bra-nya rita aku jilat tetek besar itu aku gigit2 putingnya, aku isep dan aku sedot, tangan kananku meremas tetek kanannya dari belakang, dan tangan kiriku masuk ke dalam celana rita dia mengempiskan perutnya, seakan memberi jalan buat tanganku lebih masuk lagi, memang tanganku mulai masuk ke cd rita, dan lebih dalam, hmh terasa tak ada jembut, dicukur habis, jariku mulai mencari memeknya yang sudah lembab, ohh anget aku elus aku mainin klitorisnya dia melenguh sambil meremas dan mengocok ******ku lebih cepat sayang Ahhh aku mau dimasukin tapi aku belum pernah bisikku Aku juga mau yang tapi gmn caranya jawabnya dengan pandangan sendu Aku melihat sekeliling pada asyik nonton semua lagian yg di deretan kiriku juga kelihatan pada asyik aku menatap mata rita dia kelihatannya mengerti. Rhino sayang pliss rita minta perjakamu sayang, rita akan lakukan apapun untukmu honey rita memohon di kupingku, sambil dijilatinya kuping dan leherku. Ahh aku tak kuasa untuk menolak tapi juga ragu untuk memulai, aku sangat menginginkannya, tidak ada salahnya, toh rita cantik dan sexy Akhirnya aku pelorotin jeansku lalu cdku dia senyum aku tarik rita ke pangkuanku celana dan cdnya aku pelorotin juga Diraihnya ******ku yang dah berdiri keras ditempel ke memeknya dia gesek2 ahhhhh rita sayang aku cumbu lehernya aku peluk dari belakang 2 teteknya aku remas dan aku mainin putingnya aku meremas dan mengelus dia mualai memasukkan ******ku ke memeknya yang sudah basah aaarrgghhhh rita sayang ennnak bisikku aku naik turunkan pantatku rita juga mulai memberi gerakan yang berlawanan ooghhh memek rita suami orang tapi masih saja sempit jepitannya membuat aku melayang dalam bioskop ini kamu saling menggenjot, tidak terlalu bersemangat, karena kami takut ada yang lihat gerakan kami saling mengimbangi, desahan kami saling bersahutan,, tapi lirih dan pelan kupingnya aku jilat dan gigit kecil membuat rita semakin merintih halus mendesah nikmat saat dia menggerakkan pantatnya memutar ******ku berasa diremas dan dipijet aku sodok ke atas aku ikutin puteran pantat rita aku cubit2 kecil putingnya tangan kiriku mengelus perlahan ke perut rita dan terus mencari klitorisnya aku tekan-tekan aku beri cubitan kecil posisi kami memang memungkinkan untuk itu rita dipangkuanku menghadap kedepan. aahh rhino honey memek rita diapain kok enak banget sayang desahnya Semakin liar tapi hening semakin bersemangat memberi jepitan dan sodokan hanya desahan2 kecil yang ada Gila sensasi ******* di bioskop enak banget, takut ketahuan dan kelihatan orang menambah kenikmatan kami Apalagi ini penglaman pertamaku. Rita makin cepat menaik turunkan pantatnya, sesekali memutar aku juga semakin cepat menusuk memek rita, ahh keringat rita di leher aku jilat memang dingin di sini, tapi kami berdua basah oleh keringat birahi. rhino rita mau keluar sayang cepat kita bareng iya rita aku juga ahhhh lebih cepat jepit yang kuat sayang goyangan pantatku ke memek rita makin cepat, rita juga sesekali terdengar bunyi derik tempat duduk kami sudah kepalang basah kami tak menghiraukan lagi akan takut ketahuan aku genjot rita menjepit tangan kananku meremas buah dada besar itu tangan rita meremas rambutku semakin liar semakin cepat aahhh

ooghhhh rrhhhiiiii nnoooooo rriii taaa kellll rgghh desah suara rita tertahan aarrggggggghhhhhhh ouuugghhhhhhh ritaaaaaaaaaaaa bales rintihku Aku keluar spermaku muncrat tanpa sempat bertanya keluarin di dalam apa diluar croooott crroootttt ahhh menyemprot ruang2 vagina rita dan terasa memeknya membuat kedutan dan jepitan di ******ku Kami lemas dan kamipun kembali berciuman setelah membersihkan sisa cairan di masing-masing kelamin kami, lalu kami membereskan pakaian. Tak lama filmpun selesai, dan kami tidak tau sama sekali jalan ceritanya anda yang tau cerita kami ! bubarnya film, kamipun keluar dan kami sepakat untuk menghabiskan malam itu berdua kami naik taxi ke sebuah hotel di daerah pramuka. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Sekarang saya sesekali masih mencari sex partner walaupun saya sudah menikah dan punya seorang anak yg lucu dan cantik tapi pengalaman sex yang tanpa rencana terasa lebih nikmat, dan menantang.

Pertemuan Tidak Terduga Dengan Si Mantan


Cerita panas yang bermula ketika aku hampir kehilangan kereta dalam perjalanan menggunakan Kereta Api Senja Utama II tujuan Yogya-Jakarta saat di Stasiun Purwokerto. Saat itu aku berhenti sebentar guna membeli rokok, namun karena terlalu lama, aku hampir saja ditinggal kereta dan perlahan naik lewat gerbong belakangan. Saat aku berjalan menuju ke tempat dudukku, aku melihat seorang gadis yang rasanya pernah kukenal, namun aku ragu untuk menegurnya karena aku hanya melihat dari belakang. Namun saat lewat di sampingnya aku memberanikan diri untuk menatap wajahnya, dan kebetulan dia juga melihatku. Begitu aku yakin kalau dia adalah kekasihku yang hilang 5 tahun yang lalu, karena setelah lulus SMA kami berpisah, aku kuliah di Yogya dan dia mencari kerja di Jakarta, tanpa ada alamat yang jelas. Maka aku memberanikan diri untuk menyapanya. Yan! tegurku, namun dia sepertinya tidak mengenali diriku karena brewok di wajahku dan rambutku yang panjang sebahu. Lalu kembali aku menyapanya, Yan! masa kamu tidak kenal sama aku?, tanyaku padanya. Diapun balik bertanya kepadaku, Mas siapa ya?, tanya dia. Aku Riady, jawabku, kulihat dia tersentak kaget begitu mendengar namaku. Tampak di wajahnya, air matanya menetes jatuh, aku tidak tahu dia sedih atau gembira saat itu. Kemudian aku mengajak dia untuk pindah ke gerbong tempatku, kebetulan aku duduk sendirian, tanpa menunggu jawaban aku mengambil tas yang di bawanya, dan dia mengikutiku sambil terus menggandeng tanganku seolah tak ingin berpisah lagi. Lalu kami bercerita saling melepas rindu, bahkan dia mengira aku bakal meninggalkan dia sehingga dia menerima laki-laki lain untuk menggantikanku. Namun aku sadar akan hal itu aku tidak mau memaksanya untuk kembali padaku. Lama kami cerita lalu dia minta aku untuk mengantarnya ke kamar kecil. Sambil menyalakan sebatang rokok aku mengantarnya dan menunggunya di pintu WC kereta. Sambil menikmati rokok aku menunggunya, tibatiba dia memintaku mengambilkan handuk kecil di tasnya, saat aku berikan handuk tersebut dia langsung

menarik tanganku masuk ke dalam WC kereta tersebut dan langsung mengunci pintunya. Dia mendekap diriku erat sekali sehingga payudaranya terhimpit dengan dadaku, aku menundukkan kepala untuk mengecup bibirnya, dan lidah kami bermain dalam mulutnya. Begitu nikmat rasanya saat itu hingga penisku menjadi membengkak karena rangsangan. Ingin sekali aku mengelus payudaranya tapi tidak bisa karena himpitannya. Namun dia menggesekkan vaginanya begitu merasakan penisku membengkak. Aku sangat menikmati hal itu, kemudian aku pun menurunkan tanganku untuk meremas pantatnya. Dia hanya semakin keras menggesekkan vaginanya sampai dia mengerang merasakan kenikmatan. Aku selipkan tanganku ke balik celana jeans yang dipakainya menyusuri belahan pantatnya. Dia kembali mengerang seraya mengendurkan dekapannya. Ooocchh Maasss, erangnya menahan nikmat. Aahh, Masss ayooooo, ajaknya sambil merintih. Kemudian kutarik kembali tanganku dan membuka ruitsliting celananya. Cepetan Masss! pintanya, sambil menurunkan celananya hingga hanya mengenakan CD saja. Kulihat CD-nya sudah basah oleh lendir yang keluar dari liang vaginanya. Kemudian kuelus sambil kutekan vaginanya yang masih tertutup oleh CD itu sehingga terlihat bentuknya yang sungguh menggiurkan. Ayo doong Masss! aku nggak tahan nich, oochh!, erangnya memohon. Aku merasa kasihan padanya, kemudian kuturunkan CD-nya dan kumainkan klitorisnya yang menonjol dan keras. Yang cepet Mass! Ooo aacchh, Masss, erangnya. Enaakk! Aahh, cepeeet, Maasss! teriaknya keenakan. Langsung aku berjongkok dan menjilati vaginanya yang basah dan tertutup oleh lebatnya bulu kemaluannya. Auchh! Diapakan memekku Masss, tanya dia, Ooohh, Masss! Enaak! Oohh, terruuss! pintanya. Namun tiba-tiba dia berkata, Masss, akuu pingin pipis niiich. Tapi aku tidak mempedulikan teriakannya, isapanku terhadap kelentitnya semakin kuat hingga beberapa detik kemudian tampak pahanya merapat dan menghimpit kepalaku. Dia mengejang dan dari mulutnya terdengar teriakannya, Ouuucchh Masss! Heeeggh, akhh akhuu udaah nggak kuaats, heegh, ookh, cairan deras keluar dengan deras mengalir di sela pahanya yang jenjang itu, diiringi denyutan-denyutan vaginanya. Setelah mengejang beberapa saat dia tampaknya menjadi lemas karena orgasme yang baru saja dia alami. Karena takut ketahuan penumpang lain maka kami tidak melanjutkan permainan. Dia merapikan pakaiannya, kemudian aku menggandengnya ke tempat duduk agar tidak terjatuh karena badannya masih lemas. Tanpa terasa kereta sudah memasuki stasiun Jatinegara, dan dia harus turun di sini karena rumah kontrakannya di Bekasi, sedang aku turun di Gambir, namun sebelum berpisah aku mengecup keningnya dan tak lupa meminta alamatnya. Setelah memberikan alamat kontrakannya Yani kemudian turun di Stasiun Jatinegara, dan aku terus melanjutkan perjalananku sampai di stasiun gambir. Aku terus membayangkan apa yang barusan kami

lakukan di WC kereta. Aku terbayang akan keindahan tubuh Yani yang diperlihatkannya padaku barusan. Setelah kereta memasuki stasiun Gambir lamunanku buyar, dan aku mengambil tasku lalu kemudian mencari penginapan. Namun niatku untuk mencari penginapan kubatalkan, kemudian aku membeli tiket kereta Pakuan bisnis tujuan Bekasi. Dan tanpa menunggu lama kereta tiba, aku langsung naik kereta tersebut. Setibanya di stasiun Bekasi aku mencari alamat yang dia berikan kepadaku, 30 menit kemudian aku sampai di Tambun dimana dia mengontrak. Aku naik ojek menuju ke alamatnya. Dia terkejut saat dia melihatku sampai di depan rumahnya, karena dia tidak menyangka aku akan datang secepat itu. Mas, kok nggak jadi nginap di hotel?, tanya Yani keheranan. Nggak ah, enakkan di tempat kamu, jawabku sekenanya. Ok deh, masuk dulu Mas!, Yani mempersilakan aku masuk. Kami duduk di ruang tengah dan sambil menyalakan televisi. Yani bertanya, Rencananya berapa lama Mas nginap di Jakarta?. Rencananya sih cuma tiga hari, jawabku. Kamu tinggal di sini sama siapa?, tanyaku padanya. Cuma sendirian aja, apa Mas mau menemani?, tanya dia kembali. Kalau kamu ijinkan nggak masalah, jawabku. Kalo gitu Mas nginap aja di sini, gratis kok, katanya sambil menatap wajahku penuh harap. Kan bisa menghemat uang Mas, katanya lagi. Oke deh kalo gitu, kataku mengiyakan, dan tanpa minta ijin dariku lebih dulu Yani langsung mengambil tasku dan memasukkan ke kamar tengah yang kosong dan bersebelahan dengan kamarnya. Setelah dia keluar kamar langsung aku bertanya kembali kepadanya, Apa cowok kamu sering nginap di sini?, tanyaku. Nggak pernah, bahkan dia nggak pernah tahu alamatku, jawab Yani. Masa sih?, tanyaku tidak percaya. Nggak percaya ya udah, jawabnya. Sebenarnya aku belum bisa mencintai Doni (nama cowoknya), Mas, katanya. Karena aku sendiri memang belum bisa melupakan Mas, jelasnya padaku. Kalau aku nginap di sini nanti ada masalah dengan tetangga, kataku. Nggak usah khawatir Mas, nanti sore kita lapor Pak RT, kalau Mas nginap di sini, katanya. Dan nanti kita ajak Mas Kamto rumah sebelah, biar dia yang menjelaskan bahwa kita masih saudara sepupu, katanya lagi. Mas kalo mau mandi dulu silakan aja, katanya sambil beranjak dari tempat duduknya. Baiklah, tapi kamar mandinya di mana?, tanyaku. Ada di dalam kamar kok Mas, aku juga belum mandi, mau mandi dulu, jawabnya sambil berjalan menuju kamarnya. Belum lama aku di dalam kamar mandi, aku mendengar suara panggilan dari luar. Maasss, panggilnya. Maaf Mas ini sabunnya, katanya.

Lalu aku langsung membuka pintu kamar mandi, dan aku kaget ketika melihat pemandangan di luar. Yani berdiri di depanku hanya dengan handuk yang dililitkan di tubuhnya, dan dengan sekali sentakan dari tangannya handuknya pun terlepas dari tubuhnya. Sungguh indah sekali tubuh Yani yang telanjang bulat. Begitu putih terawat dan payudaranya yang masih kencang dengan puting warna coklat muda menghiasi payudaranya, perutnya kecil dengan pinggul yang indah dan di antara kedua pahanya terlihat bulu kemaluannya yang rimbun menutupi vaginanya yang kecil itu. Melihatku terpana dan kagum pada keindahan tubuhnya, dia langsung menyerobot masuk ke kamar mandiku. Mass aku mandi di sini saja ya, pintanya. Kita mandi sama-sama saja, katanya lagi sambil menutup pintu kamar mandi. Aku tidak bisa melarangnya ataupun menolaknya. Kemudian Yani langsung membuka satu persatu pakaianku, hingga aku juga telanjang bulat di depannya. Mass burung Mas kok lebih besar dari pada tadi pagi sih?, tanya Yani sambil menggenggam batang penisku dan tangannya yang satu lagi memainkan buah zakarku. Sambil meringis menahan nikmat kujawab saja sekenanya, Tadikan masih di dalam celana Dek (panggilanku terhadap Yani), sekarang udah nggak terkurung lagi alias bebas berdiri, kataku menjelaskan. Mas tadikan Mas mainin memek Dhedek, sekarang Dhedek mau mainin burung Mas ya, pintanya. Tanpa menunggu jawaban dariku Yani langsung mengurut batang penisku yang sudah maksimal berdiri dan terus mengusap kepala penisku dengan lembutnya. Ooouuuch Dheee Eenaak Teruuss Dheee, erangku. Sambil berjongkok lalu dia menghisap penisku, dan itu pun tidak bisa masuk semua, (panjangnya 22 cm, diameter 5 cm), hingga hanya bisa masuk separuhnya saja. Yani terus menghisap penisku sambil tangannya mengusap vaginanya yang juga telah banjir karena terangsang menyaksikan penisku yang besar bagi dia. Hampir 20 menit dia menghisap penisku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar. Dedeee oohhk ennnaakhgh teruuusss, teriakku. Dia mengerti kalau aku mau keluar maka dia memperkuat hisapannya dan sambil menekan vaginanya aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, dan creet, suuurrrr, ssuurrr, ternyata Yani sudah orgasme terlebih dahulu. Ooghs Maass, erangnya tertahan karena mulutnya tersumpal oleh penisku. Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil kutahan kepalanya kusemburkan maniku ke dalam mulutnya croot, croot croot. Banyak sekali hingga tak sanggup Yani menelan semuanya dan mengalir di belahan bibirnya yang sensual itu. Lalu kucabut penisku yang masih berdenyut-denyut. aahhkgh ooohhgh Heeeemm enaak Mass, katanya. Gurih dan asin sekali mani punya Mass, ujarnya merasakan puas. Mass, panggilnya. Gimana sih rasanya kalo di entot itu?, Yani bertanya padaku.

Aku sendiri belum pernah ngerasain kok Dhe, jawabku. Mas mau nggak masukin burung Mas ke dalam memek Dhede?, tanya Yani seraya memohon. Aku merasa ragu, namun karena penisku masih berdiri dengan kerasnya dan didorong oleh nafsu maka aku hanya menganggukkan kepalaku. Melihat anggukan kepalaku Yani kemudian duduk di tepian bath up sambil mengangkangkan kedua kakinya, hingga vaginanya yang tertutup oleh bulu kemaluan itu tampak terbuka dan terlihat sisa lendir yang mengalir di pahanya yang putih itu, dan klitorisnya pun terlihat sudah membengkak. Lalu sambil berdiri aku mengarahkan penisku tepat di atas lubang vaginanya dan kugesek perlahan kepala penisku di atas klitorisnya. Aauugh Masss geeelii, rintih Yani menikmati gesekan di klitorisnya itu. Masukin aja Masss, Cepetan. ooohh, erangnya sambil menggenggam penisku. Dengan perlahan dan penuh perasaan kutekan penisku hingga kepala penisku membelah bibir vaginanya, tapi tampak mata Yani melotot dan wajahnya memerah sambil menahan laju penisku. Tahaan dulu Masss sakit, erangnya. Kuturuti permintaannya, selang beberapa detik kembali dia memintaku untuk menekannya. Kutekan kembali hingga kepala penisku berhasil masuk ke lubang vaginanya. Namun dia berteriak kesakitan, Aduuhh Maass, Sakit sekalii Karena teriakannya itu maka aku menghentikan gerakanku dan membiarkan kepala penisku terbenam di belahan vaginanya. Aku merasakan denyutan vaginanya di kepala penisku, dan membuat rasa nikmat yang tak pernah kubayangkan. Kemudian tangan Yani melepaskan genggamannya dan memegang pantatku lalu berusaha menekannya. Akupun mengikutinya hingga penisku masuk sampai 1/4 batangnya. Yani tampak meringis menahan sakit, tapi tangannya terus menekan pantatku hingga secara perlahan penisku masuk separuh. Penisku terasa sekali di pijat oleh vaginanya dan menimbulkan rasa nikmat yang teramat sangat. Aku diam sambil menikmati denyutan vaginanya sekitar 5 menit, dan tampaknya sakit yang dirasakan Yani sudah hilang. Gimana Dhek?, tanyaku padanya. Masih sakit sedikit Mass rasanya mau pipis lagi nih ooohh, katanya. Belum selesai ucapannya, tiba-tiba badan Yani mengejang dan tangannya menekan pantatku hingga masuk lebih dalam (kira-kira 17 cm), dan aku merasakan menabrak sesuatu di bagian dalam vaginanya. Aakh heeegh. heeeghk oouughkss Maass enaakhss, Yani berteriak menahan nikmat, seerrr, seerrr, cairan hangat dari lubang rahimnya menerpa kepala penisku dan terus mengalir keluar dengan deras hingga membuat lubang vaginanya semakin licin. Kira-kira sekitar 10 detik Yani mengejang dan kemudian dia lemas kembali. Aku tetap membiarkan penisku di dalam vaginanya dan kukulum bibirnya dan lidah kami pun bertarung saling membelit di dalam bibirnya sekitar 5 menit, dan kemudian perlahan-lahan aku menggerakkan pantatku maju mundur, hingga tampak vagina Yani kempot ke dalam saat kutekan pantatku, dan kelihatan menonjol begitu kutarik penisku.

Heeegh aahgs, Yani mendesah dan merintih, tampaknya Yani sudah kembali menerima rangsangan. Karena vaginanya yang sangat licin maka dengan lancar penisku keluar masuk di dalam vaginanya. Ooohh uuuhh. enaakhs Dhedeee aahh, erangku. Iyaa Mas ooohhss teeeruuuss Maass ooohh aakhss, rintih Yani menerima kenikmatan tiada tara, sambil menggoyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Aku pun semakin mempercepat gerakan maju mundur penisku, sehingga Yani menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil matanya terpejam, hanya erangan dan rintihan yang mendesah yang keluar dari mulutnya. Ooohh Maasss ennaakss Maass uuughs.. ooooo Masss lebih cepeet lagii Masss oohg Maass teruus oohh tekan teruss Maasss, rintihannya semakin menjadi. Dan Yani semakin cepat sekali menggoyangkan pantatnya maju mundur, hingga beberapa saat kemudian aku merasakan tangannya mencengkeram pantatku dengan kencangnya. Aku mengerti kalau Yani mau orgasme lagi, maka aku menghentikan gerakanku dan membiarkan Yani menggerakkan pantatnya maju mundur agar dia memperoleh kenikmatan yang tiada taranya, lalu dengan penuh perasaan dan pelan kutekan penisku. Saat kurasakan kepala penisku menabrak mulut rahimnya Yani menghentikan gerakkannya dan kembali badannya mengejang sambil kedua kakinya di tekuk di belakang pantatku. Akuu nggaak kuuuaat Maass, teriaknya. Aakuuu keeluuaar laaghiii Masss erangnya. Ooopss aakhsss. aakhsss uuuhh heghss heeeghss, teriaknya diiringi cairan hangat yang membanjiri vaginanya seerr seeerrr. Belum lagi kejangnya hilang aku yang tadi diam kembali menggerakkan pantatku maju mundur dengan cepat. Oookhh Maass stoops Maass!, pintanya namun aku tidak mempedulikannya, aku tetap menggerakkan pantatku maju mundur tapi tidak secepat yang pertama, kali ini aku gerakkan dengan perlahan untuk membangkitkan kembali gairahnya. Lalu kuangkat pantatnya dan kugendong Yani sehingga penis semakin dalam masuknya menekan mulut rahimnya waktu kugendong dia tampaknya Yani mendapatkan rangsangan baru, dia semakin erat memelukku. Kemudian kugendong Yani keluar kamar mandi dan kurebahkan di atas ranjang tanpa mencabut penisku dari vaginanya. Kamipun bergelut di atas ranjang, dan Yani pindah posisi berbalik ke atas dan terus duduk di atas penisku yang terbenam di vaginanya hingga membuka mulut rahimnya. Baru beberapa menit dia kembali mengejang, namun kali ini aku nggak diam sambil menikmati semburan hangatnya, aku membalikkan badannya dan mendorong penisku maju mundur. Entah berapa kali dia orgasme selama hampir 1 jam 30 menit aku bersenggama dengan Yani, baru aku merasakan sesuatu tekanan dari dalam dan akupun ingin mengakhirinya secepat mungkin, karena aku merasa kasihan melihat Yani yang sudah lemas karena orgasme yang berulang kali. Hingga akhirnya aku menekan dalam-dalam penisku dan, Oookhh Dheeeks akuuu keluaarr aakkhss akhhss, teriakku sambil mendekap erat tubuh telanjang Yani, dan Yani pun demikian juga, Yaniiii juughaa keeluuuaarr Maasss ookksss oouugghhss aakhsss oohh, dan crooot, crot, seerrrr, serr, akhirnya kami berdua menjadi terkulai lemas dan memutar posisi dan membiarkan Yani tetap menindihku dengan penisku tetap di dalam vaginanya. Kami tidak jadi mandi, dan hanya mandi keringat. Mass nikmat sekali, Mas hebat, puji dia terhadapku.

Apakah kamu capek Dhe?, tanyaku. Iya Mas, aku lemas sekali, jadi besok aja yah nemeni Mas ngedaftar kerja, katanya sambil mengecupku. Oke deh kalo gitu. Lalu Yani tertidur di atasku dengan pulas kecapaian karena perjalanan jauh juga dengan apa yang baru kami lakukan. Sepintas aku melihat bercak merah bercampur lendir di atas sprei. Ternyata Yani masih perawan, aku pun memeluknya erat hingga tertidur juga dengan penisku yang masih berada di dalam vagina Yani. Entah berapa lama kami tertidur saat itu, aku tidak tahu, namun saat Yani terbangun dari tidurnya, aku juga ikut bangun. Aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 12.45. Melihatku terbangun Yani mengecup keningku dengan penuh rasa kasih yang dalam, dan akupun membalas kecupan di keningnya. Lalu Yani berusaha untuk turun dari atas tubuhku. Ooppss, desahnya begitu turun dari atas tubuhku, hal ini disebabkan karena selama kami tertidur penisku masih menancap di dalam vaginanya. Kemudian sambil memeluk diriku Yani merebahkan tubuh telanjangnya di sebelahku. Dhe aku memanggilnya. Apakah Dhede nggak menyesal?, tanyaku pada Yani. Menyesal kenapa Mas, Yani balik bertanya kepadaku. Dhede kan masih perawan, ujarku. Sekarang udah nggak lagi kok, jawabnya sambil meletakkan kepala di dadaku. Iya sih, jawabku. Tapi kan sebelum kita lakukan ini Dhede masih perawan, jelasku. Yani rela kok Mas, jawab Yani. Yani sadar kalau kita nggak bisa bersatu selamanya, kata Yani sedih. Yani juga sadar kalau kita masih saudara, katanya sambil menitikkan air mata. Tapi Yani tetap selalu mencintai Mas, ucapnya. Makanya sebelum Yani serahkan sama orang lain, Yani serahkan apa yang paling berharga Yani miliki pada Mas, katanya. Karena Yani mencintai Mas, ucapnya sambil mencium keningku. Yani hanya serahkan pada orang yang Yani cintai, seperti yang pernah Yani ucapkan sewaktu kita SMA dan Mas masih tinggal di rumah orang tuaku, Yani mengingatkan akan kata-kata yang pernah dia ucapkan waktu kami tinggal serumah dulu. Memang sewaktu SMA aku menumpang di tempat Pak De-ku (orang tua Yani), karena rumahku sendiri di Prabumulih, dan aku melanjutkan SMA di Jawa. Karena terlalu akrab maka timbul perasaan sayang dan saling mencintai. Dan sebelum kami berpisah 5 tahun lalu dia berjanji dan bersumpah tidak akan menyerahkan keperawanannya kepada orang lain bahkan tak ingin menikah. Tapi apakah kamu tetap tak ingin menjalin kehidupan berumah tangga, mempunyai suami, dan anak?, tanyaku. Yani kan sudah menyerahkan pada Mas, jadi Yani bisa nikah dong, ujarnya manja. Apa kamu tidak takut kalau suami kamu kecewa saat malam pertama nanti?, tanyaku.

Apa kita nikah aja di sini, ajakku padanya. Tapi Yani takut Mas, ucapnya. Yani nggak ingin pernikahan kita tanpa restu orang tua yang telah melahirkan dan merawat kita dari kecil Mas, ujarnya. Namun Mas nggak usah khawatir deh, Yani tetap selalu mencintai Mas Kok, jelasnya padaku. Sebelum menikah Yani akan mencari laki-laki yang betul-betul menerima Yani walau sudah nggak perawan lagi, katanya. Yani juga tetap akan menemui Mas walau Yani sudah menikah nanti, ucapnya. Mas, panggilnya manja. Apa Mas masih mencintai Yani?, tanya dia sambil mengusap bulu di dadaku. Iya.., jawabku. Ada apa?, tanyaku. Nggak aku cuma takut Mas nggak mau menemuiku lagi, jelasnya. Soalnya aku begitu mudah bahkan mengajak Mas untuk melakukan ini, katanya. Aku cuma ingin Mas sering-sering datang ke Bekasi menemui aku, pintanya sambil mengecup dadaku. Nanti masalah transport aku yang membiayai, katanya lagi. Aku juga nggak ingin sendirian terus di rumah, katanya. Kan kalo sendirian sepi, jadi kangen terus sama Mas, ujarnya manja. Kangen sama Mas atau sama ini?, tanyaku sambil menunjuk penisku yang masih lemas. Dua-duanya, jawabnya manja sambil menurunkan tangannya ke penisku. Mas, kok lemas gitu sih penisnya?, tanya dia sambil menggeggam penisku. Karena sentuhan halus tangannya maka gairahku menjadi bangkit lagi. Kecapekan kali, kan habis kerja keras ngebor vagina Dhedek, jawabku. Berarti bisa keras lagi dong Mas, katanya. Iya, sambil menjawab aku mengulum bibirnya, dan dia pun membalasnya sambil menjulurkan lidahnya ke mulutku. Eemmfffhh, desahnya ketika lidah kami bertarung. Kuusap payudaranya dengan lembut dan kulepas kecupan di bibirku, kuturunkan kepalaku dan kuhisap putingnya yang telah menjadi keras karena rangsangan. Auhhcchh mass, geelliii, rintihnya. Mass ooohh sudaahh Masss, erangnya sambil menjauh dariku. Aku pikir dia mau menghentikan permainan, ternyata dugaanku salah. Yani berbalik dan mengelus penisku yang sudah setengah tegang. Mass sudah besar lagi nih, oouufs, katanya sambil memasukkan penisku ke dalam mulutnya, Yani terus menghisap penisku hingga benar-benar keras. Heeemm terus Dhek, pintaku sambil menyibak jembutnya dan menjilati kelentitnya. Oookhh. mm., Yani mendesah ketika kelentitnya kuhisap. Cairan bening dan kental mengalir membasahi vaginanya, lalu dengan jari telunjuk kumainkan bagian dalam vaginanya. Kami bermain dalam posisi 69. Oouuuhhkks Massss enaakkkss.. mm, rintihnya sambil menghisap penisku.

Selang beberapa menit kemudian Yani menggerakkan pantatnya dan menjepit kepalaku dengan kedua pahanya, aku mengerti kalau dia mau sampai klimaksnya, lalu kuhisap clitorisnya dengan kuat agar dia cepat orgasme. Ooouukkkhhss Maasss. teerusss, erangnya setengah teriak. Yani pun tidak mau kalah, dia menghisap juga penisku dengan kuat sambil di kocoknya. Oookkkksss Deeekkksss keluaariiin baarrreengggss, pintaku. mmff, dia tak bisa menjawab karena mulutnya penuh oleh penisku, dan badan kami mengejang bersamaan. Ookkhhsss Maasss aakksss aaksss Deekksss ooohh, erang kami berbarengan, Crreetsss, ccreet., crreett, seerrrr, kami mencapai orgasme bersamaan. Dia menelan semua maniku dan akupun menelan semua cairan yang dikeluarkannya. Setelah itu Yani berbalik dan memintaku untuk tetap pada posisi semula, lalu dia bangkit dan mengangkangiku sambil mengarahkan penisku ke lubang vaginanya, terus dia turun pelan-pelan sambil menekan agar penisku dapat masuk ke lubang vaginanya. aakhhs, erangnya begitu kepala penisku membelah bibir vaginanya Dia menghentikan sejenak, lalu diteruskan kembali hingga penisku masuk separuhnya. aauuuhh Maasss enaak oooh, rintihnya sambil terus menggerakkan badannya sehingga penisku terus masuk semakin dalam. Aku meremas susunya sambil menggerakkan pantatku naik turun, tapi dia memintaku untuk tidak bergerak, jadi aku diminta untuk menikmati saja. Dengan buas dia menggerakkan badannya tanpa arah sehingga penisku semakin dipijit oleh vaginanya. Sepuluh menit berlangsung Yani di atasku, tiba-tiba badannya mengejang dan dia menghentikan gerakannya dan merangkulku dengan kuat sekali sambil berteriak-teriak, Maas akuu. nggaak kuuaat oookhss aakhsss aakh heeeeghh, dengan diiringi cairan hangat membasahi penisku dan terus mengalir keluar karena banyaknya. mm niikmaat, erangnya tanpa memberi kesempatan istirahat kami pun berganti posisi. Dia buka kakinya lebar-lebar sehingga vaginanya menjadi terbuka, dan aku dengan mudah memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Sepuluh menit berlangsung Yani di atasku, tiba-tiba badannya mengejang dan dia menghentikan gerakannya dan merangkulku dengan kuat sekali sambil berteriak-teriak. Maas, akuu, nggaak, kuuaat, oookhss, aakhsss, aakh, heeeghh, dengan diiringi cairan hangat membasahi penisku dan terus mengalir keluar karena banyaknya. mm, niikmaat, erangnya tanpa memberi kesempatan istirahat, kami pun berganti posisi. Dia buka kakinya lebar-lebar sehingga vaginanya menjadi terbuka, dan aku dengan mudah memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Dalam keadaan Yani yang terkangkang aku menggerakan pantatku maju mundur dengan cepat, sehingga teriakkan Yani yang baru saja orgasme terdengar keras. Ammpuun maass, oookkss, masss, teriak Yani memohon. Mendengar teriakannya tersebut akhirnya aku pun tak tega sehingga aku menghentikan gerakkanku. Yani dengan nafas yang tersenggal-senggal berbisik kepadaku. Mass, keluarin lagi mass, bisiknya manja.

Setelah berbisik padaku dia mulai menggerakan pinggulnya ke kiri dan kanan sehingga penisku yang terjepit erat di vaginanya terasa sekali dipijit-pijit, Ooohh Dhedek, enaaks, erangku di telinganya. Ayoo, Masss gerakan lagi doong, pintanya padaku. Lalu dengan perlahan kugerakan kembali pantatku maju mundur. Ooohhkks, Teeruuus Mass, teriaknya lirih. Enaaks, ooohh, heeemm, erang Yani keenakan. Entah berapa menit aku menyetubuhinya dan terasa sekali kalau ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari penisku. Dan aku pun mempercepat gerakanku, Ooh Yaann, akuu nggak kuats.., aakuu maauuu keeluaar, oohh Begitu mendengar eranganku Yani mempererat dekapan tangannya di leherku dan menyilangkan kedua kakinya di pinggangku. Ayooo Mass, geraakiin yang ceepeeet Mass Jangaan di cabuut, pintanya. Begitu Yani menyentakkan kakinya sehingga menekan pantatku dan membuat penisku masuk semakin dalam ke vaginanya, aku pun tidak kuat menahan klimaks yang kucapai. Oooks Dhedeee!. Crooots.. croots. Kusemprot lubang rahimnya dengan spermaku. Matanya terpejam menerima semprotan dariku, dan belum habis rasa nikmat yang kudapatkan tiba-tiba badannya mengejang. Masss, Akuu Jugaa keluaar., ahks, ooghs, ops, Mass, erangnya. Cretts., seerrr, serrr, cairan hangat membasahi kepala penisku dengan derasnya dan mengalir keluar di pahanya. Kami mencapai klimaks bersamaan dan sambil kukecup keningnya aku berdiri dari atas tubuhnya. Ooohh, Mass, rintihnya begitu kucabut penisku dari vaginanya. Setelah itu aku tiduran di sampingnya, dan dia pun mendekapku dengan penuh kasih sayang. Lima menit istirahat lalu kami pergi mandi membersihkan diri dari keringat yang membasahi tubuh kami. Sejak kejadian itulah saya makin sayang pada yani, dan hubungan ini berlanjut hingga kini.

Saat Hilangnya Keperjakaanku


Cerita panas saat keperjakaanku hilang dan mulai ketagihan dengan yang namanya seks. Malam minggu itu jam 21:15 aku ketinggalan kereta di stasiun bogor, tapi aku hrs ke jakarta, ada urusan kerjaan yang harus diselesaikan malam itu juga buat senin pagi. Aku tidak bisa nginep di rumah orang tuaku malam itu. Akhirnya aku ke terminal bis dan akan naik bis ke uki baru nanti nyambung lagi taxi ke rawamangun, kostku di sana Dengan naik angkot sekali aku dah sampai di terminal, aku lihat bis ke uki masih ngetem aku naik, masih kosong cuma ada 2 org bapak2 di bangku depan. Aku memilih bangku deretan ketiga dari depan yang sebelah kiri bis. lama juga menunggu tapi penumpang yang naik baru 6-7 org itupun duduk di bagian tengah penjual makanan sudah beberapa kali naik-turun, tak lama seorang ibu2 muda naik dan dia duduk dideretan kedua bangku sebelah kanan, pas naik sepertinya dia sempat merilirik aku lalu duduk, tukang gorengan naik lagi, dipanggilnya dan sambil memilih dan mengambil gorengan dia sempat melirik lagi ke aku hmh lumayan

ga tua2 amat cantik dan bersih lagi aku senyum ! dia nawarin gorengan ke aku aku ngangguk pelan, malu juga tar kl ketauan penumpang lain kalau kami saling memberi kode. Bis masih ngetem sesekali dia melihat ke aku, dari matanya sepertinya dia minta aku duduk di sampingnya aku cuma bisa senyumin dia, aku ga enak, malu aku belum pernah kenalan sama cewek di bis memang aku sudah 27 tahun (3 tahun yang lalu), sudah bekerja tapi untuk urusan sex aku masih hijau, aku memang sering petting dan oralsex sama mantan pacarku dulu, tapi sejak putus dengan Dian 4 bulan yang lalu aku ga pernah kencan dengan siapapun, tapi kami ga pernah lebih jauh dari itu, dan sekarang aku jomblo. satu-satu penumpang mulai mengisi bangku kosong, dan disebelah mba itu juga dah diisi 2 org lakilaki. sesekali sambil pura2 melihat keluar jendela bis, mba itu meneruskan pandangannya ke aku dan matakupun tidak lepas melihat dia hmh pengen ada disebelahnya mana hujan mulai turun saat bis mulai berjalan dingin ! Dalam perjalanan dia masih sering curi2 pandang pikiranku mulai menerawang membayangkan sebuah cerita romantis dengannya, membuat si dd mulai bangun, ahh tak terasa bis sudah sampai pintu tol TMII, pasti sebentar lagi akan sampai di UKI. uki abiss uki abiss teriak kenek bis. Penumpang siap2 berdiri untuk turun, mba itu juga sambil melirik ke arahku dan aku senyumin dia, di bawah jempatan penyeberangan uki dia berdiri, aku coba deketi. maaf mba mau kemana ? naik apa ? pasar minggu, metromini 64 masih ada gak yaa ? jawabnya melihat seperti berharap akupun akan searah. waduh jam 10:22 lho mba ga tau juga yah kalo adek mau kemana ? aku mau naik taxi ke rawamangun mba tapi kalo S64 gak ada boleh aku anter mba ke pasar minggu ? jakarta lagi ga aman soalnya mba tambahku hmh boleh tapi apa ga ngerepotin adek ? katanya sambil melihat jam tangannya ah gapapa mba lagian dah malam bgt ni kasian kalo mba nunggu lama disini. ayuk mba kataku sambil nyetop taxi Kami naik pasar minggu ya pak kataku pada sopir beberapa ratus meter kami masih saling diam lalu aku menoleh ke arahnya dia senyum Ini memang pengalaman pertamaku kenal cewe di bis tapi nggak tau kenapa, naluri telah menuntunku untuk bisa lebih dekat dengan mba ini. maaf mba namaku nino aku manggil mba ? kataku berbisik sambil mendekat ke arahnya, takut ketauan sama sopir kalau kami belum saling kenal Rita bisiknya lebih dekat ke kupingku kamipun bersalaman tapi sepertinya aku males melepaskan jabatan tanganku, dan dia juga kelihatannya enggan jadilah kami pegangan tangan Aku duduk lebih mendekat aku genggam tangannya dan kami saling pandang dan senyum, tangan kami saling meremas mba kok sendiri ? dari mana ?bisikku ke kupingnya, tercium bau parfumnya yg enak banget dari rumah adekku di ciomas, gak taunya kemalaman pulangnya kalo kamu dari mana ? jawabnya, juga berbisik hmh nafasnya enak dari rumah tadi mba tapi ada kerjaan yang harus saya selesaikan malam ini di kost saya makanya balik ke jakarta balasku berbisik lebih dekat di kupingnya dia menggenggam erat tanganku memainkan jarinya du telapak tanganku. pikiran yang engga-engga mulai merasuki si dd tambah bangun, aku lebih mendekat, aku cium kupingnya bahunya diangkat, geli deh pasti lalu dia menatap mataku kamu kok jadi nakal ? katanya dengan pandangan genit abis mba yang bikin aku jadi nakal mba cantik lagian tadi sapa yg suruh liat2 ke aku di bis jawabku, sekarang tanganku sudah pindah ke bahu kirinya. kamu sih sapa suruh ganteng pasti pacar kamu cantik yah ? balesnya berbisik di kupingku kali ini dia cium pipiku waw !! aku lagi nggak punya pacar mba jawabku Aku tau aku lumayan untuk ukuran cowo putih, 170/62, dan wajahku lumayan

menurutku, tapi Dian mantan pacarku juga pernah bilang kalo aku ganteng ah ga tau deh Wah kami sudah hampir sampai di ps minggu. mba mau langsung pulang ? tanyaku berharap dia akan bilang tidak hmh emang kalo engga kita kemana lagi rhin ? dia menatap mataku kalo mba mau gimana kalo kita nonton aja ? kami masih berbisik boleh tapi dimana ? kalibata aja yuk ! dia senyum mengangguk. maaf pak kita kembali ke kalibata mall saja maaf ya pak kataku pada sopir taxi. Aku sudah lupa kalau aku harus menyelesaikan pekerjaan malam itu. Taksi berbalik arah ke kalibata mall. sampai di kalibata21 kami lihat sudah mulai antrian tiket midnite, aku ikut antri mba rita aku minta duduk aja nunggu aku. Sampai di depan penjual tiket, aku pilih film aku lihat di bangku paling belakang masih ada tempat di pojok yang belum terisi. A 1-2 aja mba pilihku ke mba penjual tiket dia melirik, seakan tau niatku, huh ! sambil menunggu pintu theater 3 dibuka aku ngobrol sama mba rita. maaf mba hmh mba sudah berkeluarga ? sudah rhin tapi suamiku kebetulan lagi keluar kota sejak 3hr yl, mungkin sampai minggu depan, ada urusan kantor katanya oww aku cuma bengong melihat ke arah mba rita Diraihnya tanganku aku genggam kami saling pandang jangan panggil aku mba lagi yah rhin panggil namaku aja makasih kamu dah ngajak aku nonton malam ini, soalnya kalopun aku pulang, sepi, males, aku blm punya anak soalnya, lagian ga ada siapa2 di rmh, kami tinggal berdua saja, kadang sesekali ada adikku cowok yg nemenin, tapi kl malam minggu ini, dia pasti ngapel, dan ntar pulang ke rmuah ortu gak tau kenapa padahal kami dah nikah 8 th katanya lirih Aku remas jemarinya Aku membetulkan letak si dd, soalnya mulai bangun dan menggeliat, menggelinjang dan keluar jalurnya emang si dd nggak panjang2 amat, cuma 15cm/4, tapi setelah selama ini ternyta banyak memberi kepuasan pada wanita. Rita melihat itu. hayoo kok ada yang bangun katanya sambil mencubit lenganku iya sayang ga tau nih tau aja dia kalo aku sama cewe sexy (ups aku manggil dia sayang ?) eehmm aku juga makasih dah bisa kenal sama mba eh rita kamu cantik rita hmh mulai gombalku Akhirnya pintu theater 3 dibuka setelah beli popcorn dan minuman kamipun masuk. SAmapi film main deretan kami cuma diisi 6 orang yang 2 pasang itupun di lajur kiri, jadi di kanan cuma kami berdua sambil ngobrol kami makan popcorn, dan minuman kaleng aku buka. Aku mulai berpikir malam ini akhirnya aku kencan juga dengan rita yang cantik putih dan berkulit bersih kami pegangan tangan aku peluk dia aku cium rambutnya, dan film pun mulai main Tapi kami malah asyik saling cium pipi, saling peluk, saling remas jemari, akhirnya aku cium bibir merahnya kamipun jadi makin liar dia isep lidahku dalam hmh tanganku mulai ke arah dadanya aku lepas kancing bluesnya, aku remas teteknya, mm gede kalo ga salah pasti 36c, masih kenceng bho ! Rita mengerang lirih, tangannya mulai mencari pegangan, ******ku ! diusap2nya dari luar jeansku akhirnya dia lepas zippernya dia lepas sabukku tangannya masuk mencari ******ku yang dah dari tadi tegak dan keras emang si ******ku nggak panjang2 amat, cuma 15cm/4cm, tapi setelah selama ini ternyata kuat dan banyak memberi kepuasan pada wanita, ahhh lembutnya belaian rita membuat makin keras tak mau kalah aku pelorotin bra-nya rita aku jilat tetek besar itu aku gigit2 putingnya, aku isep dan aku sedot, tangan kananku meremas tetek kanannya dari belakang, dan tangan kiriku masuk ke dalam celana rita dia mengempiskan perutnya, seakan memberi jalan buat tanganku lebih masuk lagi, memang tanganku mulai masuk ke cd rita, dan lebih dalam, hmh terasa tak ada jembut, dicukur

habis, jariku mulai mencari memeknya yang sudah lembab, ohh anget aku elus aku mainin klitorisnya dia melenguh sambil meremas dan mengocok ******ku lebih cepat sayang Ahhh aku mau dimasukin tapi aku belum pernah bisikku Aku juga mau yang tapi gmn caranya jawabnya dengan pandangan sendu Aku melihat sekeliling pada asyik nonton semua lagian yg di deretan kiriku juga kelihatan pada asyik aku menatap mata rita dia kelihatannya mengerti. Rhino sayang pliss rita minta perjakamu sayang, rita akan lakukan apapun untukmu honey rita memohon di kupingku, sambil dijilatinya kuping dan leherku. Ahh aku tak kuasa untuk menolak tapi juga ragu untuk memulai, aku sangat menginginkannya, tidak ada salahnya, toh rita cantik dan sexy Akhirnya aku pelorotin jeansku lalu cdku dia senyum aku tarik rita ke pangkuanku celana dan cdnya aku pelorotin juga Diraihnya ******ku yang dah berdiri keras ditempel ke memeknya dia gesek2 ahhhhh rita sayang aku cumbu lehernya aku peluk dari belakang 2 teteknya aku remas dan aku mainin putingnya aku meremas dan mengelus dia mualai memasukkan ******ku ke memeknya yang sudah basah aaarrgghhhh rita sayang ennnak bisikku aku naik turunkan pantatku rita juga mulai memberi gerakan yang berlawanan ooghhh memek rita suami orang tapi masih saja sempit jepitannya membuat aku melayang dalam bioskop ini kamu saling menggenjot, tidak terlalu bersemangat, karena kami takut ada yang lihat gerakan kami saling mengimbangi, desahan kami saling bersahutan,, tapi lirih dan pelan kupingnya aku jilat dan gigit kecil membuat rita semakin merintih halus mendesah nikmat saat dia menggerakkan pantatnya memutar ******ku berasa diremas dan dipijet aku sodok ke atas aku ikutin puteran pantat rita aku cubit2 kecil putingnya tangan kiriku mengelus perlahan ke perut rita dan terus mencari klitorisnya aku tekan-tekan aku beri cubitan kecil posisi kami memang memungkinkan untuk itu rita dipangkuanku menghadap kedepan. aahh rhino honey memek rita diapain kok enak banget sayang desahnya Semakin liar tapi hening semakin bersemangat memberi jepitan dan sodokan hanya desahan2 kecil yang ada Gila sensasi ******* di bioskop enak banget, takut ketahuan dan kelihatan orang menambah kenikmatan kami Apalagi ini penglaman pertamaku. Rita makin cepat menaik turunkan pantatnya, sesekali memutar aku juga semakin cepat menusuk memek rita, ahh keringat rita di leher aku jilat memang dingin di sini, tapi kami berdua basah oleh keringat birahi. rhino rita mau keluar sayang cepat kita bareng iya rita aku juga ahhhh lebih cepat jepit yang kuat sayang goyangan pantatku ke memek rita makin cepat, rita juga sesekali terdengar bunyi derik tempat duduk kami sudah kepalang basah kami tak menghiraukan lagi akan takut ketahuan aku genjot rita menjepit tangan kananku meremas buah dada besar itu tangan rita meremas rambutku semakin liar semakin cepat aahhh ooghhhh rrhhhiiiii nnoooooo rriii taaa kellll rgghh desah suara rita tertahan aarrggggggghhhhhhh ouuugghhhhhhh ritaaaaaaaaaaaa bales rintihku Aku keluar spermaku muncrat tanpa sempat bertanya keluarin di dalam apa diluar croooott crroootttt ahhh menyemprot ruang2 vagina rita dan terasa memeknya membuat kedutan dan jepitan di ******ku Kami lemas dan kamipun kembali berciuman setelah membersihkan sisa cairan di masing-masing kelamin kami, lalu kami membereskan pakaian. Tak lama filmpun selesai, dan kami tidak tau sama sekali jalan ceritanya anda yang tau cerita kami !

bubarnya film, kamipun keluar dan kami sepakat untuk menghabiskan malam itu berdua kami naik taxi ke sebuah hotel di daerah pramuka. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Sekarang saya sesekali masih mencari sex partner walaupun saya sudah menikah dan punya seorang anak yg lucu dan cantik tapi pengalaman sex yang tanpa rencana terasa lebih nikmat, dan menantang.

Ulah Abg Smp


Masa itu masa awal kenalanku, masa awal naluri lelakiku bermain. Dan dia menjadi awal dari semua nafsu seks masa puber yang bergejolak. Cerita panas berikut menceritakan aksi seksku pada masa smp. Namaku Andi, ketika aku SMP, aku tinggal dengan saudaraku di Jakarta, di rumah itu aku bersama tiga orang anak dari saudaraku itu yang usianya sebayaku kecuali Marlena si bungsu, gadis kecil yang masih kelas enam SD. Setahun sudah aku tinggal dengan mereka, di usia puber sepertiku, semakin hari tubuh Marlena yang biasa kupanggil Lena, terlihat semakin bongsor saja, dengan kulitnya yang putih bersih semakin terlihat menggairahkan nafsuku. Maklumlah turunan dari ibunya yang bertubuh bongsor dan montok. Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan Lena, sekedar untuk melihatnya dari dekat, apalagi payudaranya mulai terlihat bentuknya. Aku pun mulai mengincarnya, suatu ketika aku akan mendekatinya, pikirku. Dihari berikutnya saat Marlena pulang dari sekolah langsung menuju ke kamar tempat cucian-cucian yang belum kering, karena di rumah lagi tidak ada orang, akupun mengikutinya. Aku berusaha agar kedatanganku tidak mengagetkannya. Lenudah pulang..? iya kak, sambil melepas sepatunya. Awas dongmau ganti baju nih! katanya memohon. Iya..aku keluar deh..tapi kalo udah ganti baju boleh masuk lagi ya! pintaku padanya. Iya..boleh ungkapnya. Aku masuk ya! pintaku dari luar sambil membuka pintu. Wow..seperti bidadari Marlena memakai daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seakan tidak percaya akan pemandangan itu. Lenkamu cantik sekali pakai baju itu..! ungkapku jujur padanya. Masa sih..! kata Marlena sambil berputar bergaya seperti peragawati. Aku boleh bilang sesuatu nggak Len? tanyaku agak ragu padanya. Mau bilang apaan sih kakserius banget deh kayaknya! ungkap Marlena penasaran. A..aku.. boleh peluk kamu nggak..,sebentar aja! ungkapku memberanikan diri. Aku janji nggak ngapa-ngapain.sungguh..! janjiku padanya. Iiihpeluk gimana sih.., emang mau ngapain, nggak mau ah! bantahnya. Sebentar.aja.yaLen.. kembali aku membujuknya, jangan sampai dia jadi takut padaku. Ya udah cepetan ahyang enggak-enggak aja sih ungkapnya agak genit sambil berdiri membelakangiku. Tak kusia-siakan aku langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, dan padat itu, lalu tanganku kuletakkan di bagian perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan.

Gila..kontolku langsung berdenyut begitu menyentuh pantat Marlena yang empuk dan bentuknya sedikit menungging menyentuh ke arah kontolku. Langsung saja kugesek-gesekkan pelan-pelan di pantatnya itu. Iiih.diapain sih tuhudah.ah! seru Marlena sambil berusaha melepaskan pelukanku. Aku terangsang Lenabis kamu cantik sekali Len! ungkapku terus terang. Marlena pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran. Anunya bangun ya kak? tanya Marlena heran. Iya Lenaku terangsang sekali ungkapku sambil mengelus-elus celanaku yang menyembul karena kontolku yang sudah tegang. Kamu mau lihat nggak Len? tanyaku padanya. Nggak ahentar ada orang masuk lho! katanya polos. Kita kunci aja dulu pintu gerbangnya ya! ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan. Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu. Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Marlena masih di kamar itu menunggu dengan malu-malu, tapi juga penasaran. Ya udah aku buka ya..? ungkapku sambil menurunkan celana pendekku pelan-pelan. Kulihat Marlena mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mencuri pandang ke arah kontolku yang sudah kembali ngaceng. Nih lihat.cepetan mumpung nggak ada orang! ungkapku pada Marlena sambil kuelus-elus kontolku di depannya. Marlena pun melihatnya dengan tersipu-sipu. Iiih ngapain sih. Malu tahu! ungkapnya pura-pura. Ngapain malu Lenkan udah nggak ada orang kataku berdebar-debar. Mau pegang nggak.? Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Tampak muka Marlena mulai memerah karena malu, tapi penasaran. Masih dalam pegangan tanganku, tangan Marlena kugenggamkan pada batang kontolku yang sudah ngaceng itu, sengaja ku usap-usapkan pada kontolku, dia pun mulai berani melihat ke arah kontolku. Iiiihtakut ahgede banget sih! ungkapnya, sambil mulai mengusap-ngusap kontolku, tanpa bimbinganku lagi. Aaaahooouw.terus Lenenak banget! aku mulai merintih. Sementara Marlena sesuai permintaanku terus menggenggam kontolku sambil sesekali mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang kontolku, rasa penasarannya semakin menjadi melihat kontolku yang sudah ngaceng itu. Aku boleh pegang-pegang kamu nggak Len? ungkapku sambil mulai mengusap-usap lengan Marlena, lalu bergeser mengusap-usap punggungnya, sampai akhirnya ku usap-usap dan kuremas-remas pantatnya dengan lembut. Marlena terlihat bingung atas tingkahku itu, di belum mengerti apa maksud dari tindakanku terhadapnya itu, dengan sangat hati-hati rabaan tanganku pun mulai keseluruh bagian tubuhnya, sampai sesekali Marlena menggelinjang kegelian, aku berusaha untuk tidak terlihat kasar olehnya, agar dia tidak kapok dan tidak menceritakan ulahku itu kepada orang tuanya. Gimana Len.? ungkapku padanya. Gimana apanya! jawab Marlena polos.

Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Marlena pun diam saja saat aku memeluknya, sentuhan lembut kontolku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang dipakai Marlena membuatku semakin bernafsu padanya. akupun terus menggesek-gesekkan batang kontolku di atas pantatnya itu. Sementara tangan Marlena terus menggenggam batang kontolku yang menempel di pantatnya, sesekali dia mengocoknya pelan-pelan. Tak lama setelah itu perlahan kuangkat daster tipis Marlena yang menutupi bagian pantatnya itu, lalu dengan hati-hati kutempelkan batang kontolku diatas pantat Marlena yang tidak tertutupi oleh daster tipinya lagi. Len.buka ya celana dalamnya.! pintaku pelan, sambil membelai rambutnya yang terurai sebatas bahunya itu. Eeeh.mau ngapain sih.pake dibuka segala? tanyanya bingung. Nggak apa-apa nanti juga kamu tahu Lena tenang aja! bujukku padanya agar dia bersikap tenang, sambil perlahan-lahan aku turunkan celana dalam Marlena. Tuh kan..malumasa nggak pake celana dalam sih! ungkapnya merengek padaku. Udah nggak apa-apa.kan nggak ada siapa-siapa..! aku menenangkannya. Kamu kan udah pegang punyakusekarang aku pegang punyamu yaLen..? pintaku padanya, sambil mulai ku usap-usap memeknya yang masih bersih tanpa bulu itu. Ah..udah donggeli nih ungkap Marlena, saat tanganku mengusap-usap selangkangan dan memeknya. Ya udah.punyaku aja yang ditempelin deket punyamu ya..! ungkapku sambil menempelkan batang kontolku ditengah-tengah selangkangan Marlena tepat diatas lubang memeknya. Pelan-pelan kugesekgesekkan batang kontolku itu di belahan memek Marlena. Lama kelamaan memek Marlena mulai basah, semakin licin terasa pada gesekkan batang kontolku di belahan memek Marlena, nafsu birahiku semakin tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku, seiring dengan degup jantungku yang makin cepat. Masih dalam posisi membelakangiku, aku meminta Marlena membungkukkan badannya ke depan agar aku lebih leluasa menempelkan batang kontolku di tengah-tengah selangkangannya. Marlena pun menuruti permintaanku tanpa rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku sejak tadi dan segala permintaanku yang diucapkan dengan hati-hati tanpa paksaan terhadapnya, meyakinkan Marlena bahwa aku tidak mungkin menyakitinya. Terus kita mau ngapain nih? ungkap Marlena heran sambil menunggingkan pantatnya persis kearah kontolku yang tegang luar biasa. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang sudah basah oleh cairan memek Marlena tadi. Lantas aku masukan kembali batang kontolku ketengah-tengah selangkangan Marlena, menempel tepat pada belahan memek Marlena, mulai kugesek-gesekan secara beraturan, cairan memek Marlena pun semakin membasahi batang kontolku. AaahLenenaaaak.bangeet! aku merintih nikmat. Apa sih rasanya.emang enakya? tanya Marlena, heran. IyaLenrapetin kakinya ya! pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya. Waw nikmatnya, kontolku terjepit di sela-sela selangkangan Marlena. Aku terus menggenjot kontolku diselasela selangkangannya, sambil sesekali kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang sudah basah. Ah geli nih. udah belum sihjangan lama-lama dong! pinta Marlena tidak mengerti adegan ini harus

berakhir bagaimana. IyaLen sebentar lagi ya! ungkapku sambil mempercepat genjotanku, tanganku meremas pantat Marlena dengan penuh nafsu. Tiba-tiba terasa dorongan hebat pada batang kontolku seakan sebuah gunung yang akan memuntahkan lahar panasnya. AaaaakhaaaowwLeennaku mau keluaarrcrotttcrottcrottt.. oouhh! air maniku muncrat dan tumpah diselangkangan Marlena, sebagian menyemprot di belahan memeknya. Iiiih.jadi basah..nih! ungkap Marlena sambil mengusap air maniku diselangkangannya. Hangatlicinya? ungkapnya sambil malu-malu. Apaan sih ini.namanya..? Marlena bertanya padaku. Hmmitu namanya air maniLen! jelasku padanya. Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. Aku pun menatap Marlena sambil melihat reaksinya setelah melihat tingkahku padanya itu. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu. Aku sungguh beruntung dengan keadaan di rumah itu sore itu yang telah memberiku kesempatan untuk mendekati Marlena gadis kecil yang cantik. Marlenapun menurunkan daster mininya sambil mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lalu dipakainya kembali celana dalamnya yang kulepas tadi. Lenmakasih yaudah mau pegang punyaku tadi! ungkapku pada Marlena yang masih terheran-heran atas ulahku tadi. Kamu nggak marahkan kalau besok-besok aku pengen seperti ini lagi..? pintaku pada Marlena. Iyanggak apa-apaasal jangan lagi ada orang aja..kan malu! ungkap Marlena polos. Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benar-benar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu.

Nafsu Birahi Ibu Mertua


Tujuh tahun silam ,tepatnya bulan mei 2003 aku memiliki pengalaman seks yang sedikit aneh dan luar biasa tentunya. Waktu itu bertepatan dengan banyaknya libur tanggal merah, yang harinya sangat berdekatan. Aku dan istriku sengaja mengambil cuti sebanyak dua belas hari kerja, ditambah dengan libur tanggal merah. Yah! lumayan untuk istirahat dari rutinitas pekerjaan dan sumpeknya kota Jakarta. ***** Aku berusia 30 tahun, sebut saja namaku Pento, Indri istriku Berusia 29 Tahun. Kami baru dikaruniai seorang anak lelaki yang lucu yang ku beri nama Piko, berusia 2,5 tahun. Pada hari yang sudah kami tentukan aku sekeluarga berangkat ke Kota S. Penumpang kereta Argo Lawu tidak terlalu penuh! Mungkin, dikarenakan hari libur masih beberapa hari lagi, jadi aku istri dan anakku lebih leluasa beristirahat selama dalam perjalanan.

Jam 5:30 pagi kereta tiba di stasiun kota S, Kami di jemput Ibu mertuaku dan pakde Man sopir keluarga Mertuaku. Ibu mertuaku begitu bahagianya dengan kedatangan kami, anak kami Piko pun langsung dipeluk dan diciumi, maklum anak kami Piko cucu lelaki pertama bagi keluarga bapak dan Ibu mertuaku. Akhirnya, kami sampai juga di desa GL tempat tinggal mertuaku, suasana desa yang cukup tenang langsung terasa, ditambah lagi rumah mertuaku yang begitu besar, hanya dihuni oleh Bapak dan Ibu mertuaku saja. kelima anak bapak dan Ibu mertuaku semuanya perempuan, dan sudah pada menikah semua! kecuali Adik iparku yang paling bungsu saja yang belum menikah! dan saat ini sedang menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi negri di kota Y. Bapak mana Bu? Tanya Indri istriku. Bapakmu lagi kerumah Bupati, Biasalah paling-paling ngomongin proyek!, Jawab Ibu mertuaku. Ibu mertuaku seorang wanita yang berumur kurang lebih 48 tahun, kulitnya putih bersih. Bapak dan Ibu mertuaku menikah disaat usia mereka masih remaja, namun begitu, Ibu mertuaku masih tetap terlihat cantik walaupun usianya hampir memasuki kepala lima. Istriku sendiri anak kedua dari 5 bersaudara. Setelah mandi dan beristirahat kamipun makan pagi bersama. Kami bercerita kesana kemari sambil melepas lelah dan rasa rindu kami, tanpa terasa haripun sudah menjelang sore. Selepas mahgrib bapak mertuaku kembali dari rumah bupati, kami pun kembali bertukar cerita, semakin malam semakin sepi padahal baru jam 8 malam. Maklumlah didesa!. Ini minum wedang buatan Ibu! Biar kalian segar saat bangun pagi harinya. Aku, istriku dan bapak mertuaku pun langsung memimum wedang buatan Ibu mertuaku. Enak sekali Bu! apa ini Tanya Indri istriku . Itu wedang ramuan Ibu sendiri! Gimana, seger kan?. Kamipun melanjutkan obrolan kami kembali, kurang lebih setengah jam kami ngobrol, rasanya mata ini kok berat sekali. Istiku pamit menyusul anak kami yang sudah duluan tertidur. Aku mencoba bertahan dari rasa ngatuk! dan melanjutkan cerita kami, namun apa daya! rasa ngantuk ini sudah terlalu berat. Akupun pamit tidur pada bapak dan Ibu mertuaku. Sambil menguap aku berjalan menuju kamar tidur kami yang cukup besar, kulihat istri dan anakku sudah tertidur dengan nyenyaknya. Tumben dia nggak nungguin aku? Akupun langsung merebahkan diri karena rasa ngantuk yang begitu berat. Tak lama aku pun langsung tertidur. Entah sudah berapa lama aku tertidur, aku merasakan seperti ada yang menciumku, membelaiku, aku mencoba untuk membuka mataku, namun aku tetap tidak sanggup untuk membuka mataku ini. Rasanya seperti ada yang mengganjal dimataku, yang membuat aku terus tertidur. Aku juga merasakan nikmat saat berejakulasi. Dan Aku berangapan bahwa semua ini hanya mimpi basah saja. Ketika pagi harinya aku terbangun, kulihat istri dan anakku masih lelap tertidur, aku ke kamar mandi untuk kencing! begitu aku melihat kemaluanku, ada bekas sperma kering? Kupegang kemaluanku dan jembutku kok lengket? ketika kucium, aku mengenal betul bau yang begitu kas, bau dari lendir kemaluan perempuan.

Aku berpikir kok mimpi basah ada bau lendir perempuannya?, apa semalam aku diperkosa setan? Saat kami semua sarapan pagi, aku hendak menceritakan peristiwa yang kualami semalam, tapi aku malu, takut ditertawakan, jadi aku diamkan saja peristiwa semalam. Hari kedua disana, aku, istri dan anakku tamasya ke daerah wisata, kami pulang sudah malam. Seperti hari kemarin, setelah ngobrol-ngobrol dan istirahat Ibu mertuaku memberi kami wedang buatannya, aku dan istrikupun langsung meminumnya. Herannya kurang lebih 30 menit setelah aku menghabiskan wedang buatan Ibu mertuaku, rasa ngantuk kembali menyerang aku dan istriku. Karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa ngantuk yang begitu sangat, kami berdua pamit hendak tidur, untungnya anak kami sudah tertidur dalam perjalanan pulang. Mas aku ngantuk! selamat tidur ya Mas!. Langsung istriku merebahkan badan dan tertidur dengan pulasnya. Akupun ikut tertidur. Apa yang kemarin malam terjadi, malam ini terulang kembali. Pagi harinya setelah aku melihat bekas sperma dan bekas lendir perempuan yang sudah mengering dan membuat kusut jembutku, aku bertanya tanya dalam hatiku?, apa yang sebenarnya terjadi? Hari ketiga, aku tidak ikut pergi jalan jalan!, hanya istri anak serta Ibu mertuaku saja yang pelesir ke tempat sanak pamily keluarga istriku. Aku hanya rebahan ditempat tidur sambil melamun dan mengingat kejadian yang kualami selama 2 malam ini. Apa ada mahluk halus yang memperkosaku disaat aku tidur? Kenapa setiap habis meminum wedang, aku jadi ngantuk? apa karena suasana desa yang sepi? Padahal aku biasanya kuat begadang, atau karena wedang? Nanti malam aku coba untuk tidak meminum wedang buatan Ibu, batinku. Berbagai pertanyaan muncul dalam benakku, karena lelah akhirnya akupun tertidur. Saat malam menjelang, kami sekeluarga berkumpul dan berbincang bincang. Seperti hari kemarin-kemarin pula, Ibu mertuaku memberi kami wedang buatannya. Istri dan bapak mertuakupun sudah menghabiskan minumannya, sementara aku belum meminumnya. Kok nggak diminum Mas wedangnya, tanya Ibu mertuaku?. Aku memang mencoba untuk tidak meminum wedang tersebut, walaupun badan segar saat bangun tidur! namun aku berniat untuk tetap tidak memimumnya. Karena aku penasaran dengan apa sudah aku alami beberapa hari ini. Saat aku hendak meminumnya aku berpura pura sakit perut, sambil membawa wedang yang seolah olah sedang kuminum aku berjalan kearah dapaur menuju toilet. Padahal sesampainya dikamar mandi, aku langsung membuang wedang tersebut. Aku berkumpul kembali ke ruang keluarga, kurang lebih tiga puluh menit! kulihat istiku dan bapak mertuaku sudah mengantuk dan berniat untuk tidur. Namun hal itu tidak terjadi denganku, apa karena aku tidak meminum wedang tersebut? Aku masih segar dan belum mengantuk. Aku pun berpura-pura seperti orang mengantuk, kami berdua pamit dan masuk kekamar, istrikupun mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur yang cukup nyaman dimata. Mas aku ngantuk sekali! Kamu nggak kepengen kan? Besok aja ya Mas! aku ngantuk sekali Mas Kukecup kening istriku dan dia pun langsung tertidur.

Aku masih melamun, kenapa hari ini aku tidak mengantuk seperti biasanya? Apa karena aku tidak meminum wedang buatan Ibu? Hampir setengah jam setelah istriku terlelap, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki menghampiri kearah kamarku!. Langsung aku pura-pura tertidur. Kulihat ada yang membuka pintu kamarku, saat kubuka sedikit kelopak mataku ternyata Ibu mertuaku! Mau apa beliau? Aku terus pura -pura tertidur. Untung lampu tidur dikamar kami remang-remang jadi ketika aku sedikit membuka kelopak mataku tidak terlihat oleh Ibu mertuaku. Deg.. jantungku berdebar saat Ibu mertuaku menghampiriku, langsung mengelus elus burungku yang masih terbungkus celana pendek. Aku hendak menegurnya, namun rasa penasaran dengan apa yang terjadi 2 hari ini dan apa yang akan dilakukan Ibu mertuaku membuat aku terus berpura-pura tertidur. Ibu mertuaku pun langsung menurunkan celana pendek serta celana dalamku tanpa rasa canggung atau takut kalau aku dan istri ku terbangun, atau mungkin juga mertuaku sudah yakin kalau kami sudah sangat nyenyak sekali. Blass lepas sudah celanaku! Aku telanjang, jantungkupun makin berdebar, aku terus berpura-pura terdidur dengan rasa penasaran atas perbuatan Ibu mertuaku. Aku menahan napas saat Ibu mertuaku mulai menjilati dan mengulum kemaluanku, hampir aku mendesih, aku mencoba terus bertahan agar tidak mendesis dan membiarkan Ibu mertuaku terus melanjutkan aksinya. Kemaluanku sudah berdiri dengan tegaknya, Ibu mertuaku dengan asiknya terus mengulum kemaluanku tanpa tahu bahwa aku tidak tertidur. Jujur aku akui, bahwa aku juga sebenarnya sudah sangat terangsang sekali. Ingin rasanya saat itu juga, aku bangun, langsung menerkam, mencumbu dan menyetubuhi Ibu mertuaku. Kutahan semua gejolak birahiku, dan ku biarkan Ibu mertuaku terus melanjutkan aksinya. Tiba-tiba Ibu mertuaku melepas kulumannya dan bangkit berdiri, aku terus memperhatikannya, dan bless.. mertuaku melepas dasternya, ternyata dibalik daster tersebut mertuaku sudah tidak memakai BH dan celana dalam lagi. Aku sangat berdebar, dag.. dig.. dug suara jantungku saat menyaksikan tubuh telanjang Ibu mertuaku, apalagi ketika Ibu mertuaku mulai naik ketempat tidur, langsung mengangkangiku tepat diatas burungku, makin tak karuan detak jantungku. Digemgamnya kemaluanku, diremas halus sambil dikocok-kocok perlahan, kemudian di gesekgesekan ke memek Ibu mertuaku. Aku sudah tidak tahan lagi! Ingin rasanya langsung kumasukan kontolku!. Sambil berjongkok, burungkupun diarahkannya kelubang surga Ibu mertuaku! perlahan-lahan sekali beliau menurunkan pantatnya memasukan burungku ke memeknya! sambil memejamkan mata menikmati mili demi mili masuknya burungku ke sarangnya. Ahh.. ahh nikmat, jerit mertuaku, saat semua burungku telah amblas masuk tertelan memek Ibu mertuaku. Sambil terus berpura-pura tertidur aku menahan gejolak birahiku yang sudah memuncak. Ahh.. Ibu mertuaku menjerit tertahan saat beliau mulai naik turun bergoyang menikmati rasa nikmat yang beliau rasakan. Ibu mertuaku terus menjerit, mendesah, tanpa takut aku, istri dan anakku atau bapak mertuaku terbangun. Ibu mertuaku terus bergoyang naik turun. Belum beberapa lama menaik turunkan pantatnya, tubuh Ibu mertuaku mengejang.

Ahh nikkmatt, jerit panjang Ibu mertuaku. Rupanya Ibu mertuaku baru saja mendapatkan orgasmenya. Ibu mertuaku langung rebah menindih tubuhku mencium bibirku membelai kepalaku seperti, seorang istri yang baru saja selesai bersetubuh dengan suaminya, aku langsung membuka mataku. Jadi selama ini aku tidak bermimpi! dan tidak pula tidur dengan mahluk halus!. Ibu mertuaku bangkit karena kaget. Mass ka.. mu ndak ti.. dur? kamu nggak meminum wedang yang Ibu bikin?. Tidak Bu! aku tidak meminumnya, Ibu mertuaku salah tingkah dan serba salah! mukanya memerah tanda beliau mengalami malu yang sangat luar biasa. Aku bangkit dan duduk ditepi ranjang, Mass.., Ibu mertuaku menangis sambil duduk dan memeluk kakiku. Ammpuni Ibu, Mass. Aku merasa kasihan melihat Ibu mertuaku seperti itu, karena aku sendiripun sudah sangat terangsang akibat permainan Ibu mertuaku tadi. Bu aku belum tuntas!, aku angkat mertuaku, aku peluk, kucium bibirnya. Sudah Bu, jangan menangis!, aku juga menikmatinya kok Bu!. Kulepas bajuku, kami berdua sudah telanjang bulat, kupeluk Ibu mertuaku dan kamipun berciuman dengan buasnya. Ahh Mas.. nikmat.. Mas.., saat kuhisap dan kuremas tetek mertuaku yang sudah kendur. Ah.. Mas nikmat.., kutelusuri seluruh tubuhnya, dari teteknya, terus kuciumi perutnya yang agak gendut. Ahh Mass, jeritnya, saat kuhisap kemaluannya, kujilati itilnya sambil ku gigit gigit kecil. Dua jarikupun terbenam di dalam memek ibu mertuaku, jeritan mertuaku makin tak terkendali, apalagi disaat dua jariku mengocok dan menari-nari dilubang memeknya dan lidahku menari nari di itilnya. Ahh.. Mass Ibu mau keluar lagi.. ahh! Ibu keluarr!, aarrgghh, jerit ibu mertuaku. Tanpa sadar kaki mertuaku menjepit kepalaku! Sampai sampai aku tidak bisa bernapas. Enak Bu? Enak sekali Mas. Kucium kembali mertuaku. Bu.. apa Indri nanti nggak bangun? Tenang Mas! Wedang itu merupakan obat tidur buatan Ibu yang paling ampuh! Tidak berbahaya Bu? Tidak Mas. Kugeluti kembali mertuaku.. kucium.. kuhisap teteknya. Kucolok-colok memeknya dengan dua jari saktiku. Oohh Mass masukin Mass Ibu sudah nggak tahan lagi.. Mas. Dengan gaya konvensional langsung kuarahkan kontolku ke lubang surga Ibu mertuaku, dan akhirnya masuk sudah. Oh.. Mas nikmat sekali... Iya Bu.. aku juga nikmat.. memek Ibu nikmat sekali.., goyang terus Bu... Kamipun terus berpacu dalam nikmatnya lautan birahi. Aku mendayung naik turun dan Ibu mertuaku

bergoyang seirama dengan bunyi kecipak-kecipak dari pertemuan dua alat kelamin kami. Ohh Mas.. Ibu mau keluar lagi... Rupanya Ibu mertuaku orang yang gampang meraih orgasme dan gampang kembali pulihnya, aku pun tak mau kehilangan moment. Tahan Buu!, sedikit lagi akuu juga keluarr.., sambil kupercepat goyangan keluar masuk kontolku. Akk Mass, Ibu sudah nggak kuatt. Dan serr serr aku merasakan kemaluanku seperti di siram air yang hangat rasanya. Akupun sudah tak kuat lagi menahan ejakulasiku! Ibuu aacchh, cret.. cret.. cret.., akupun rubuh memeluk Ibu mertuaku. Bu!, jadi yang yang kemarin-kemarin itu Ibu yang melakukannya? Iya Mas, maafin Ibu! Ibu jatuh cinta sama Mas pento sejak pertama kali Ibu melihat Mas. Apalagi Bapak sudah lama terserang impotensi. Kenapa harus seperti pencuri Bu?. Ibu takut ditolak Mas! lagi pula Ibu malu, sudah tua kok gatel. Apa semua mantu Ibu, Ibu perlakukan seperti ini?. Sambil melotot Ibu mertuaku berkata, Tidak Mas! Mas pento adalah lelaki kedua setelah bapak, Mas lah yang Ibu sayangi. Kucium kembali mertuaku, kupeluk. Mulai besok Ibu jangan pakai wedang lagi, untuk Ibu, aku siap melayani, kapanpun Ibu mau. Kamipun bersetubuh kembali, tanpa mempedulikan bahwa di sampingku, istri dan anakku tertidur dengan pulasnya. Tanpa istriku tahu! didekatnya aku dan ibunya sedang menjerit jerit mereguk nikmatnya persetubuhan kami. Saat ayam berkokok dan jam menunjukan pukul 3:30 kami menyudahi pertarungan yang begitu nikmat, lalu Ibu mertuaku dengan santai berjalan keluar dari kamar kami sambil berkata, Mas Pento terima kasih!. ***** Yah.. itulah awal hubungan sexku dengan Ibu mertuaku, walaupun ada rasa sesal, namun rasa sesal itu lenyap tertelan nikmat yang kudapat, dan akupun jadi tahu bahwa wanita seusia Ibu mertuaku sangat nikmat untuk di setubuhi. Nanti akan aku ceritakan kembali kisah persetubuhanku dengan mertuaku selama aku liburan di desa GL. Pagi Harinya, saat aku terbangun waktu sudah menunjukan pukul 10:15, kulihat disampingku, istri dan anakku sudah tidak ada lagi. Ahh.., akupun termenung mengingat kejadian semalam, aku masih tidak menyangka. Ibu mertuaku, orang yang sangat aku hormati, dan sangat aku kagumi kecantikannya, dengan suka rela menyerahkan tubuhnya kepadaku. Malah ibu mertuaku juga yang memulai awal perselingkuhan kami. Selamat pagi Ma, sapaku saat kulihat di dapur istriku sedang membuatkan kopi untukku, Kok sepi pada kemana mah? Kamu sih bangunnya kesiangan, Bapak pergi ke Wonogiri, Ibu pergi ke pasar sama Piko. Kupandangi wajah istriku, tiba-tiba saja terlintas bayangan wajah Ibu mertuaku, akupun jadi terangsang, karena peristiwa semalam masih membekas dalam ingatanku.

Ihh.. apa-apaan sih Mas.. jangan disini dong Mas.., protes istriku saat kutarik lengannya, langsung kupeluk dan kulumat bibirnya.. Mas.. malu.. ahh, nanti kalau Ibu datang bagaimana? Aku yang sudah benar benar terbakar birahi, sudah tidak perduli lagi akan protes istriku, kuremas teteknya, ku lumat bibirnya, yang aku bayangkan saat itu adalah Ibu mertuaku. Kubalik tubuh istriku, dalam posisi agak membungkuk, kusingkap ke atas dasternya kuturunkan celana dalamnya dan, Uhh Mas pelan pelan dong. Aku tak perduli, kuturunkan celanaku sebatas lutut, langsung kuarahkan burungku yang sudah tegak berdiri kelobang memek istriku. Mass.. pelan pelan.. dong.. sakit.. Mas. Semakin istriku berteriak, gairahkupun semakin meninggi, aku terus memaksa memasukan kontolku ke lubang memek istriku, yang belum basah benar. Ahh.., jeritku, saat burungku amblas tertelan memek istriku. Entahlah, saat itu aku merasakan gairahku begitu tinggi, langsung ku kugoyang maju mundur pantatku. Ahh nikmat Ndri.., kugoyang dengan keras keluar masuk kontolku. Mas.. enak mass. Terus kugoyang maju mundur, mungkin karena terlalu bernafsu, baru beberapa menit saja, rasanya ejakulasiku sudah semakin dekat, denyutan di kontolku semakin membuat aku mempercepat kocokan kontolku di lubang memek istriku. Ndri .. aku mau keluarr nihh. Tahann mass, jangan dulu.., tahan sayang, pinta istriku. Namun, semua permintaan istriku itu sia-sia, aku sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku, sedetik kemudian aahh, seluruh syaraf tubuhku menegang dan cret.. cret.. crett.. uhh.. aku menjerit tertahan sambil dengan erat kupeluk tubuh istriku dari belakang. Kulihat, raut wajah kekecewaan diwajah Indri istriku, Maaf.. ya.. sayang. aku sudah ngak tahan, aku terlalu bernafsu, habis kamu sexy sekali hari ini, rayuku. Ndak apa-apa Mass.., kukecup keningnya. Kamu aneh deh Mas?, ngak biasanya kamu kasar kayak tadi?, tanya istriku sambil berlalu menuju kamar mandi. Kasihan istriku. padahal saat bersetubuh dengannya, aku membayangkan, yang sedang kusetubuhi adalah ibu mertuaku. Saat siang menjelang, setalah makan siang, istriku dijemput oleh teman-teman genknya waktu di SMA dulu, rupanya istriku sudah janjian untuk bertemu dengan teman -teman sekolahnya dulu, kebetulan salah satu sahabat karib istriku yang sekarang ini tinggal dilampung, saat ini sedang pulang kampung juga. Pada mau kemana nih? Tanyaku Mumpung kita lapi pada kumpul nih Mas, kita mau jalan- jalan aja Mas. Ya.. Paling-paling ke kota S makan Soto gading, Jawab mereka. Setelah berbasa basi, mereka pamit padaku dan ibu mertuaku.

Da.. da piko jagain mamah ya.., kukecup anakku. Bu aku pergi dulu ya, pamit istriku. Mas aku jalan jalan dulu yahh, bye Mas Saat aku masuk kedalam rumah aku lihat Ibu mertuaku sedang mengunci pintu gerbang. Kok digembok bu? Biar aman, katanya, sambil berjalan dan masuk ledalam rumah, dan klik.. Pintu rumah pun di kunci oleh Ibu mertuaku. Aku dan Ibu Mertuaku saling berpandangan, seperti sepasang kekasih yang lama sekali tidak berjumpa dan saling merindukan, entah siapa yang memulai aku dan Ibu mertuaku sudah saling berpelukan dengan mesranya, Kukecup keningnya, dan kuremas remas bongkahan pantatnya. Mas Pento, Saat-saat seperti inilah yang paling ibu tunggu-tunggu kupandangi wajah ibu mertuaku, sunguh cantik sekali, kucecup kening mertuaku, kulumat bibirnya, kami berciuman dengan buasnya, saling sedot, saling hisap, kuangkat dan kulepas daster yang dipakai ibu mertuaku. Terbuka sudah, ternyata ibu mertuaku sudah tidak memakai BH dan celana dalam lagi, kuhisap teteknya, kujilati inhci demi inchi seluruh tubuh Ibu mertuaku. Ahh Mass, terus Mas.. sshh enak sayang... Kuajak Ibu mertuaku pindah ke sofa. Kamu duduk Mas.., dilepasnya kaos dan celanaku, aku dan ibu mertuaku sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menempel ditubuh kami berdua. Ahh.. nikmat bu.., ohh hisap terus bu, hisap kontolku bu.. ahh. Nikmat sekali kuluman ibu mertuaku, kami berdua sudah lupa diri, saling merangsang saling meremas. Ohh.. bu.., akupun bangkit untuk merubah posisi, kurebahkan ibu mertuaku dilantai, kakinya mengangkang, kupandangi memeknya, yang telah melahirkan istriku, kuhisap, kukecup dengan lembut memek ibu mertuaku, kujilati dengan penuh perasaan, kuhisap semua cairan yang keluar dari lubang sorga Ibu mertuaku. Ohh.. Mas.. jangan siksa Ibu sayang.., Mass, Pentoo.., masukin sekarang Mas.., Ibu sudah mau keluar sayang. Langsung kuarahkan batang kontolku kelubang surga ibu mertuaku. yang sudah pasrah dan siap untuk di sodok-sodok kontolku. Kugesek -gesek perlahan kontolku di itil Ibu mertuaku yang sudah mengeras dan.. belss.. uhh, rintih Ibu mertuaku saat kepala kontolku menerobos memasuki lubang nikmatnya. Ohh.., Mas masukin semuanya sayang.. jangan siksa ibu.. sayang.. Lalu kuhentak dengan kasar.. ahh.. jerit mertuaku saat seluruh batang kontolku amblas meluncur dengan indahnya terbenam dijepit memek Ibu mertuaku, yang rasanya membuat aku jadi ketagihan mengentoti ibu mertuaku. Kupeluk ibu mertuaku, kamipun saling melumat, kuangkat perlahan-lahan kontolku kuhujam kembali dengan keras. Aahh.., jerit ibu mertuaku. Mas.. Pento.. entotin Ibu Mass.. entotin Ibu.. Mas .. ohh mass. puasin Ibu.. sayang.., uhh ahh. Akupun semakin terangang dan bersemangat mendengar rintihan dan jeritan-jeritan jorok yang keluar dari mulut Ibu mertuaku.

Kunaik turunkan pantatku dengan tempo yang cepat dan kasar. Ahh.. ahh .. Ibu.., jeritku, aku mau keluar.. buu. Iyaa.. sayang ibu juga mau keluarr. Kupercepat kocokan keluar masuk kontol ku, plak.. plak.. plak.. Mass.. ayo Mass.. keluar.. bareng.. sayang. Ahh.. Tubuh ibu mertuaku pun mengejang, kakinya menjepit pinggangku. Mass ahh ahh Ibuu, arrgg, jerit kami bersamaan saat nikmat itu datang seperti ombak yang bergulung gulung. Cret.. crett.. crett.., kusirami rahim ibu mertuaku dengan spermaku. Aku dan Ibu mertuaku terus berpelukan menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang begitu dahsyat yang kami raih secara bersamaan. Bu.. kulihat ibu mertuaku masih memejamkan matanya, dengan nafas terengah -engah. Iya Mas.. Rasanya aku jatuh cinta sama ibu.., kulihat ibu mertuaku tersenyum. manis sekali.. Ibu maukan jadi kekasihku bu. Ibu mertuakupun hanya tersenyum dan mengecup keningku dengan mesranya, sambil berkata, Mas ini nikmat sekali.., dikecup kembali keningku. Hari itu sampai magrib menjelang kami berdua terus berbugil ria, aku dan ibu mertuaku seperti layaknya pengantin baru, yang terus menerus melakukan persetubuhan tanpa merasa bosan, tanpa lelah kami terus menumpahkan cairan nikmat kami, di dapur, dikamar tidur ibu mertuaku dan di kamar mandi. Yang paling dasyat, setelah aku dan ibu mertuaku, meminum jamu buatan ibu mertuaku. Badanku segar sekali, dan kontolku begitu keras dan kokoh.., kukocok kontolku dilubang surga Ibu mertuaku, sampai banjir memek Ibu mertuaku danIibu mertuaku memohon kepadaku agar aku memasukan kontolku di lubang anusnya. Nikamat sekali .. saat kutembakan spermaku didalam liang anus Ibu mertuaku. Saat istriku kembali selepas isya, kusambut istriku dan teman temannya, setelah ber bincang bincang sebentar teman teman istriku pamit pulang. Istrikupun masuk menuju kamar hendak menaruh anak kami yang sudah lelap tertidur ke pembaringan. Mas aku taruh Piko di kamar dulu ya.., kulirik Ibu mertuaku dan kuhampiri beliau sambil berbisik. Bu.., Indri adalah istri pertamaku, dan Ibu istri keduaku, ujarku. Ibu mertuaku pun tersenyum dengan manisnya, sambil mencubit pinggangku. Hari itu benar benar dahsyat. Dua lubang, lubang memek dan lubang anus Ibu mertuaku sudah aku rasakan. ***** Pada hari keenam liburan kami di desa GL, aku dan istriku terpaksa harus pulang ke Jakarta, karena dikantor istriku ada keperluan mendadak dan membutuhkan kehadiran Istriku. Mau tidak mau aku dan Istriku membatalkan semua acara liburan kami di kota S. Kulihat Ibu mertuaku tampak sedih dan murung, beliau bilang sama Bapak mertuaku kalau beliau masih kangen sama kami, dan kalau menunggu hari raya nanti, rasanya terlalu lama buat beliau. Padahal itu adalah

alasan Ibu mertuaku, Ibu mertuaku masih belum mau berpisah denganku, kurayu istriku agar membujuk Bapak mertuaku, berkat bujukan istriku akhirnya Bapak mertuaku membolehkan ibu mertuaku ikut kami ke Jakarta. Ibu mertuaku sangat gembira sekali dan kulihat sekilas matanya melirik kearahku. Besoknya Aku memesan tiket kereta Argo Dwipangga, karena hari itu hari kerja, maka Akupun dengan mudah memperoleh tiket, Aku membeli empat tiket dan sedikit oleh -oleh untuk teman teman kami. Sesampainya aku dirumah, kami pun langsung berkemas kemas merapikan barang bawaan kami., Jam sudah menunjukan pukul 6:30 sore. Saat aku hendak menuju kekamar mandi aku berpapasan dengan Ibu mertuaku yang hari itu tampak cantik sekali, kubisikan kepadanya, agar Ibu mertuaku tidak usah memakai celana dalam, ibu mertuakupun tersenyum penuh arti. Dengan diantar Pakde Man dan Bapak mertuaku Jam 8:30 malam kami tiba di stasiun Balapan, setelah menunggu sekitar kurang lebih setengah jam keretapun berangkat. Kuputar bangku tempat duduk kami, biar kami bisA saling berhadapan. Istriku duduk bersama anakku yang sudah teridur dipangkuan istriku sementara aku duduk bersama ibumertuaku. Setelah lewat stasiun yogyakarta, kulihat bangku disamping tempat duduk lami kosong. Berarti sudah tidak ada penumpang.., akupun pindah tempat duduk di sebelah kami, ternyata penumpang kereta hari ini tidak begitu penuh. Dinginnya AC di kereta membuat banyak penumpang yang menarik selimut dan tertidur dengan lelapnya. Kulihat istri dan ibu mertuaku pun sudah tertidur. Jam 2 pagi aku terbangun kulihat istri dan anakku masih tertidur, aku bangkit dengan perlahan lahan kucolek Ibu mertuaku, beliau membuka matanya, sstt, akupun memberi kode kepada Ibu mertuaku. perlahan lahan Ibu mertuaku bangkit, kulihat istri dan anakku masih tertidur. Bu.. aku kepengen.. bisikku.., Ibu mertuakupun tersenyum, kami berjalan ke arah belakang melewati penumpang lain yang masih lelap tertidur. Sesampainya kami di gerbong belakang, tepat dibelakang gerbong kami, ternyata hanya ada beberapa penumpang yang sedang terlelap dan masih banyak kursi yang kosong. Setelah mendapat tempat duduk yang kurasa aman kuputar bangku didepan biar aman dan lega bagian tengahnya. Langsung kupeluk Ibu mertuaku, kamipun saling berpagutan, kuremas tetek Ibu mertuaku, dengan perasaan yang sangat berdebar, kubuka celanaku sampai sebatas lutut, kontolku sudah tegak dengan sempurna, kuangkat rok panjang Ibu mertuaku.. wowwww ternyata Ibu mertuaku sudah tidak memakai celana dalam lagi. Kamu yang suruh.. katanya, sambil memencet hidungku. Aku duduk di lantai kereta, badanku bersandarkan tempat duduk, Ibu mertuakupun bangkit mengangkangiku, perlahan -lahan di arahkan memeknya ke burungku yang sudah tidak sabar menerima sarangnya. Diturunkan perlahan lahan dan bless.. amblas semua kontolku masuk kedalam tertelan lobang nikmat Ibu mertuaku yag sudah sangat basah sekali. Ahh rintih kami bersamaan.. Goncangan kereta api dan goyangan naik turun pantat Ibu mertuaku menambah nikmatnya persetubuhan kami.

Dengan cepat Ibu mertuaku menaik turunkan pantatnya, kami berdua bersetubuh dengan rintihan perlahan. takut kalau -kalau ada penumpang yang terbangun dan melihat perbuatan kami. Hanya beberapa menit saja.., Aahh, hh.. Ibuu aku.. aku.. mau keluarr... Cret.. cret.. crett.. Kuangkat badanku dan kupeluk dengan erat tubuh Ibu mertuaku, tanpa sadar Ibu mertuakupun mengigit pundakku saat ejakulasi dan orgasme bersamaan hadir melanda dua insan manusia yang sedang lupa diri dan dilanda asmara. Deg-deg-deg-deg, suara jantungku, untungnya tidak ada seorangpun yang lewat.. modar mandir. Buru buru Aku dan Ibu mertuaku merapikan pakaian kami dan bergegas kembali kegerbong kami, kulihat anak dan istriku masih lelap tertidur, Aku dan Ibu mertuaku kembali keposisi kami masing-masing dan tertidur dengan senyum penuh kepuasan.

Sepupuku Yang Seksi


Cerita seks di masa puber, sungguh indah rasanya. Di usiaku yang masih dini, aku sudah mengenal yang namanya seks. Namaku Andi, ketika aku SMP, aku tinggal dengan saudaraku di Jakarta, di rumah itu aku bersama tiga orang anak dari saudaraku itu yang usianya sebayaku kecuali Marlena si bungsu, gadis kecil yang masih kelas enam SD.

Setahun sudah aku tinggal dengan mereka, di usia puber sepertiku, semakin hari tubuh Marlena yang biasa kupanggil Lena, terlihat semakin bongsor saja, dengan kulitnya yang putih bersih semakin terlihat menggairahkan nafsuku. Maklumlah turunan dari ibunya yang bertubuh bongsor dan montok. Setiap pulang sekolah aku selalu meluangkan waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan Lena, sekedar untuk melihatnya dari dekat, apalagi payudaranya mulai terlihat bentuknya. Aku pun mulai mengincarnya, suatu ketika aku akan mendekatinya, pikirku. Dihari berikutnya saat Marlena pulang dari sekolah langsung menuju ke kamar tempat cucian-cucian yang belum kering, karena di rumah lagi tidak ada orang, akupun mengikutinya. Aku berusaha agar kedatanganku tidak mengagetkannya. Lenudah pulang..? iya kak, sambil melepas sepatunya. Awas dongmau ganti baju nih! katanya memohon. Iya..aku keluar deh..tapi kalo udah ganti baju boleh masuk lagi ya! pintaku padanya. Iya..boleh ungkapnya. Aku masuk ya! pintaku dari luar sambil membuka pintu. Wow..seperti bidadari Marlena memakai daster kecilnya yang bertali satu, jantungku berdegup kencang seakan tidak percaya akan pemandangan itu. Lenkamu cantik sekali pakai baju itu..! ungkapku jujur padanya. Masa sih..! kata Marlena sambil berputar bergaya seperti peragawati. Aku boleh bilang sesuatu nggak Len? tanyaku agak ragu padanya. Mau bilang apaan sih kakserius banget deh kayaknya! ungkap Marlena penasaran.

A..aku.. boleh peluk kamu nggak..,sebentar aja! ungkapku memberanikan diri. Aku janji nggak ngapa-ngapain.sungguh..! janjiku padanya. Iiihpeluk gimana sih.., emang mau ngapain, nggak mau ah! bantahnya. Sebentar.aja.yaLen.. kembali aku membujuknya, jangan sampai dia jadi takut padaku. Ya udah cepetan ahyang enggak-enggak aja sih ungkapnya agak genit sambil berdiri membelakangiku. Tak kusia-siakan aku langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, dan padat itu, lalu tanganku kuletakkan di bagian perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan. Gila..kontolku langsung berdenyut begitu menyentuh pantat Marlena yang empuk dan bentuknya sedikit menungging menyentuh ke arah kontolku. Langsung saja kugesek-gesekkan pelan-pelan di pantatnya itu. Iiih.diapain sih tuhudah.ah! seru Marlena sambil berusaha melepaskan pelukanku. Aku terangsang Lenabis kamu cantik sekali Len! ungkapku terus terang. Marlena pun membalikkan badannya menghadapku, sambil menatapku penuh rasa penasaran. Anunya bangun ya kak? tanya Marlena heran. Iya Lenaku terangsang sekali ungkapku sambil mengelus-elus celanaku yang menyembul karena kontolku yang sudah tegang. Kamu mau lihat nggak Len? tanyaku padanya. Nggak ahentar ada orang masuk lho! katanya polos. Kita kunci aja dulu pintu gerbangnya ya! ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan. Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu. Sekembali mengunci pintu gerbang depan, kulihat Marlena masih di kamar itu menunggu dengan malu-malu, tapi juga penasaran. Ya udah aku buka ya..? ungkapku sambil menurunkan celana pendekku pelan-pelan. Kulihat Marlena mengbuang muka pura-pura malu tapi matanya sedikit melirik mencuri pandang ke arah kontolku yang sudah kembali ngaceng. Nih lihat.cepetan mumpung nggak ada orang! ungkapku pada Marlena sambil kuelus-elus kontolku di depannya. Marlena pun melihatnya dengan tersipu-sipu. Iiih ngapain sih. Malu tahu! ungkapnya pura-pura. Ngapain malu Lenkan udah nggak ada orang kataku berdebar-debar. Mau pegang nggak.? Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Tampak muka Marlena mulai memerah karena malu, tapi penasaran. Masih dalam pegangan tanganku, tangan Marlena kugenggamkan pada batang kontolku yang sudah ngaceng itu, sengaja ku usap-usapkan pada kontolku, dia pun mulai berani melihat ke arah kontolku. Iiiihtakut ahgede banget sih! ungkapnya, sambil mulai mengusap-ngusap kontolku, tanpa bimbinganku lagi. Aaaahooouw.terus Lenenak banget! aku mulai merintih. Sementara Marlena sesuai permintaanku terus menggenggam kontolku sambil sesekali mengusap-usapkan tangannya turun naik pada batang kontolku, rasa penasarannya semakin menjadi melihat kontolku yang sudah ngaceng itu. Aku boleh pegang-pegang kamu nggak Len? ungkapku sambil mulai mengusap-usap lengan Marlena, lalu

bergeser mengusap-usap punggungnya, sampai akhirnya ku usap-usap dan kuremas-remas pantatnya dengan lembut. Marlena terlihat bingung atas tingkahku itu, di belum mengerti apa maksud dari tindakanku terhadapnya itu, dengan sangat hati-hati rabaan tanganku pun mulai keseluruh bagian tubuhnya, sampai sesekali Marlena menggelinjang kegelian, aku berusaha untuk tidak terlihat kasar olehnya, agar dia tidak kapok dan tidak menceritakan ulahku itu kepada orang tuanya. Gimana Len.? ungkapku padanya. Gimana apanya! jawab Marlena polos. Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Marlena pun diam saja saat aku memeluknya, sentuhan lembut kontolku pada daster mini warna bunga-bunga merah yang dipakai Marlena membuatku semakin bernafsu padanya. akupun terus menggesek-gesekkan batang kontolku di atas pantatnya itu. Sementara tangan Marlena terus menggenggam batang kontolku yang menempel di pantatnya, sesekali dia mengocoknya pelan-pelan. Tak lama setelah itu perlahan kuangkat daster tipis Marlena yang menutupi bagian pantatnya itu, lalu dengan hati-hati kutempelkan batang kontolku diatas pantat Marlena yang tidak tertutupi oleh daster tipinya lagi. Len.buka ya celana dalamnya.! pintaku pelan, sambil membelai rambutnya yang terurai sebatas bahunya itu. Eeeh.mau ngapain sih.pake dibuka segala? tanyanya bingung. Nggak apa-apa nanti juga kamu tahu Lena tenang aja! bujukku padanya agar dia bersikap tenang, sambil perlahan-lahan aku turunkan celana dalam Marlena. Tuh kan..malumasa nggak pake celana dalam sih! ungkapnya merengek padaku. Udah nggak apa-apa.kan nggak ada siapa-siapa..! aku menenangkannya. Kamu kan udah pegang punyakusekarang aku pegang punyamu yaLen..? pintaku padanya, sambil mulai ku usap-usap memeknya yang masih bersih tanpa bulu itu. Ah..udah donggeli nih ungkap Marlena, saat tanganku mengusap-usap selangkangan dan memeknya. Ya udah.punyaku aja yang ditempelin deket punyamu ya..! ungkapku sambil menempelkan batang kontolku ditengah-tengah selangkangan Marlena tepat diatas lubang memeknya. Pelan-pelan kugesekgesekkan batang kontolku itu di belahan memek Marlena. Lama kelamaan memek Marlena mulai basah, semakin licin terasa pada gesekkan batang kontolku di belahan memek Marlena, nafsu birahiku semakin tinggi, darahku rasanya mengalir cepat keseluruh tubuhku, seiring dengan degup jantungku yang makin cepat. Masih dalam posisi membelakangiku, aku meminta Marlena membungkukkan badannya ke depan agar aku lebih leluasa menempelkan batang kontolku di tengah-tengah selangkangannya. Marlena pun menuruti permintaanku tanpa rasa takut sedikitpun, rupanya kelembutan belaianku sejak tadi dan segala permintaanku yang diucapkan dengan hati-hati tanpa paksaan terhadapnya, meyakinkan Marlena bahwa aku tidak mungkin menyakitinya. Terus kita mau ngapain nih? ungkap Marlena heran sambil menunggingkan pantatnya persis kearah kontolku yang tegang luar biasa. Kutarik daster tipisnya lalu kukocok-kocokkan pada batang kontolku yang sudah basah oleh cairan memek Marlena tadi. Lantas aku masukan kembali batang kontolku ketengah-tengah selangkangan Marlena, menempel tepat pada belahan memek Marlena, mulai kugesek-gesekan secara

beraturan, cairan memek Marlena pun semakin membasahi batang kontolku. AaahLenenaaaak.bangeet! aku merintih nikmat. Apa sih rasanya.emang enakya? tanya Marlena, heran. IyaLenrapetin kakinya ya! pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya. Waw nikmatnya, kontolku terjepit di sela-sela selangkangan Marlena. Aku terus menggenjot kontolku diselasela selangkangannya, sambil sesekali kusentuh-sentuhkan ke belahan memeknya yang sudah basah. Ah geli nih. udah belum sihjangan lama-lama dong! pinta Marlena tidak mengerti adegan ini harus berakhir bagaimana. IyaLen sebentar lagi ya! ungkapku sambil mempercepat genjotanku, tanganku meremas pantat Marlena dengan penuh nafsu. Tiba-tiba terasa dorongan hebat pada batang kontolku seakan sebuah gunung yang akan memuntahkan lahar panasnya. AaaaakhaaaowwLeennaku mau keluaarrcrotttcrottcrottt.. oouhh! air maniku muncrat dan tumpah diselangkangan Marlena, sebagian menyemprot di belahan memeknya. Iiiih.jadi basah..nih! ungkap Marlena sambil mengusap air maniku diselangkangannya. Hangatlicinya? ungkapnya sambil malu-malu. Apaan sih ini.namanya..? Marlena bertanya padaku. Hmmitu namanya air maniLen! jelasku padanya. Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. Aku pun menatap Marlena sambil melihat reaksinya setelah melihat tingkahku padanya itu. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu. Aku sungguh beruntung dengan keadaan di rumah itu sore itu yang telah memberiku kesempatan untuk mendekati Marlena gadis kecil yang cantik. Marlenapun menurunkan daster mininya sambil mengusapkannya ke selangkangannya yang belepotan dengan air maniku, lalu dipakainya kembali celana dalamnya yang kulepas tadi. Lenmakasih yaudah mau pegang punyaku tadi! ungkapku pada Marlena yang masih terheran-heran atas ulahku tadi. Kamu nggak marahkan kalau besok-besok aku pengen seperti ini lagi..? pintaku pada Marlena. Iyanggak apa-apaasal jangan lagi ada orang aja..kan malu! ungkap Marlena polos. Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benar-benar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu.

Mertua yang Perhatian


Cerita panas mengenai skandalku dengan ibu mertua memang masih menjadi rahasia pribadi sampai saat ini. Berikut cerita selengkapnya. Banyak yang bilang bahwa kalau kita habis makan sesuatu yang berminyak lalu tangan kita diusapkan ke tungkai kaki kita maka kita akan disayang mertua.

Aku sering melakukannya, tapi aku nggak yakin kalau hal itu benar, sampai suatu hari aku benar-benar membuktikannya. Aku dan istriku hidup terpisah dari mertua, tapi tak jauh, masih satu kota. Karena berdua bekerja, anakku tiap hari kutitipkan pada mertua atau neneknya anakku. Pagi kuantar ke sekolah, siang dijemput neneknya dan sorenya sepulang dari kerja aku jemput anakku dan kubawa pulang. Untuk anakku memang mertuaku adalah neneknya, tapi jangan berfikir mertuaku sudah nenek-nenek. Dia masih cling diusianya yang memasuki 50-an. Dia sudah janda ditinggal mati. Ceritanya begini. Hari itu setelah nganterin anakku ke sekolah pagi, aku sempatkan mampir ke rumah mertua mau ngasihin uang sekolah dan uang jajan anakku seperti biasanya setiap awal bulan. Hari itu suasana rumah sepi, adik-adik iparku sudah pada pergi kerja dan kuliah. Jadi hanya mertuaku, atau biasa kupanggil Mamih, di rumah. Kuketuk pintu nggak ada yang nyahut, tapi waktu pintu kudorong, tak terkunci jadi aku langsung masuk. Karena saking kebelet kencing, aku langsung menuju kamar mandi. Kudorong pintu, terbuka dan tanpa tengok kiri kanan langsung soooooorrrr, enak tenan. Ya karena kupikir nggak ada orang dirumah, aku sudah buka celanaku sebelum masuk kamar mandi. Eee a laaa begitu aku balik kanan mau cuci kontolku yang sudah nogong dari tadi nahan kencing, di depan ku berdiri si Mamih telanjang hanya dililit handuk sebatas dada. Membelalak matanya menatap kontolku, sementara akupun terbelalak menatap bodinya yang meski sudah umur tapi maih mulus, putih. Payudaranya yang seperti dua buah pepaya menggelantung, menyembul tak kuasa tertutup handuk kami berdua terpana, tak bergerak, hanya kontolku yang mengacung berkejut-kejut antara mau layu sehabis kencing dan mau tetap tegar merespon mataku yang tak berkedip menatap susu yang besar menggelayut. Susu yang besar memang selalu jadi idamanku, karena susu istriku kecil sekepal tanganku. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba aku sudah mengelus bundaran di dada yang kenyal itu, sementara kontolku juga terasa dielus-elus lembuuuuutt

sekali. Aku pejamkan mataku merasakan elusan itu sambil merasakan pula kenyalnya daging birahi. Kuplintir putingnya yang kanan dengan tangan kiriku sementara tangan kananku meremas-remas buah yang kiri. Kudengar dia melenguh membuang nafasnya yang kurasakan hangat dimukaku. Lalu kurasakan bibirnya menyentuh bibirku, mendesakkan lidahnya yang kusambut dengan membuka mulutku. Lidahnya liar menggapai-gapai atap mulutku, mengusap-usap pangkal lidahku, niiiikkkkkkmmmaaatt banget. Belum pernah aku berciuman seperti itu seumur-umur. Aku coba imbangi dengan ikut memainkan lidahku, ternyata lebih nikmat lagi. Pelan-pelan dia tarik kontolku, rupanya dia mengajakku beranjak dari kamar mandi. Dibimbingnya tongkatku laksana seorang buta dituntun dengan menggandeng tongkatnya. Dia terus menciumku tanpa melepasnya sembari jalan menuju kamarnya yang tak begitu jauh. Sesampai di sana direbahkannya aku, telentang dan dia di atasku. Kini tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya, sementara aku masih mengenakan baju dan celana dalam yang sudah mlorot ke paha. Tangan kirinya tak lepas dari kontolku, mengurut-urutnya sampai-sampai aku merasakan hampir bobol pertahanku, karena merasakan sesuatu yang lain dari biasanya. Tangan kanannya mulai membuka kancing-kancing bajuku, sambil mulutnya terus bertengger di mulutku, berperang lidah. Terbuka sudah seluruh tubuhku kecuali cancutku yang kini tengah diplorotin. Dia turun ke arah selangkanganku, membelai-belai kontolku yang kian menegang, terlihat mengkilat helemnya dengan setitik cairan bening di lubangnya. Tak kusangka, dia mau meloco kemaluanku. Dijilati bagian bawah batangku benar2 enak, sementara tangannya tak henti-hentinya mengusap-usap lembut buah pelirku yang penuh jembut lebat. Dan, aaaaaakkkkkhhhh, Miiiiiiihhhh hanya itu yang bisa kulenguhkan. Kini dimasukkannya batangku seluruhnya. Entah sedalam apa mulutnya kok bisa menampung

batang kontolku yang lebih dari 12 cm. Istriku kadang suka mengeluh sakit kalau buru-buru kumasukkan basokaku ke memeknya yang baru mulai basah. Dia bilang basokaku gedhe banget. Temenku juga pernah bilang begitu waktu kita mandi sama-sama sehabis berenang: Ris, kontolmu gede amat sih. Memang kontolku unik, sebenarnya yang gede hanya kepalanya, garis tengahnya sebesar pantat gelas plastik Aqua, tapi batangnya ke pangkal mengecil sampai sebesar pipa pralon ukuran ?. Dilumati terus dengan berbagai teknik yang sulit digambarkan, aku nggak tahan juga. Kujambaki rambut si Mamih sambil melenguh, Miiiih, akkkkuuu mmmmaaaauuuu kelllllluaarrrrr. Keluarin ajahhhh, biar ku telllleeenn. Hiiiii, apa nggak jijik mmmmmiiiiihhh Nggggaaaaa, buat awet mudaaaaa, pittttttaaaaammmmiiinnn. Sambil melenguh keras kusemburkan air mani yang sudah mendesak-desak dari tadi, beberapa kali semburan. Lima-enam kali semprotan maniku semua nyembur di dalam mulut Mamih, tak setetespun keluar. Kudengar suara menelan, Glleeecck glllekk. Lalu terus dijilati kepala kontolku sampai bersih dan mengkilat lagi. Gellii banget, kalau habis keluar dipegang apalagi dijilati. Eeeeeeuuuuuhhhhh Akupun menggelosor kecapaian. Plong banget rasanya dada ini setelah hampir setengah jam dipacu. Lama juga permainannya. Kupikir usai sudah permainan, eeeh nggak tahunya dia nggak juga nglepasin kontolku. Terus saja dijilati, diloco, dikocok-kocok, sambil dia membalikkan tubuhnya. Diarahkannya pantatnya ke arahku, dia masih di atasku jadi sekarang wajahku tepat di bawah memeknya. Seumur-umur pula aku belum pernah menjilat memek, tapi entah kenapa saat itu dengan serta merta kupegang pantatnya yang ternyata masih padat, kuturunkan sedikit sehingga memeknya dapat kuraih dengan mulut dan lidahku. Kujilati bibir memeknya, kucucrup itilnya yang cukup besar yang sembunyi dibalik selaput tertutup jembut yang tak begitu

tebal. Kumakan memeknya sebisaku, kupraktekkan hasil dari nonton BF selama ini. Dan ternyata, kurasakan memeknya membanjir meleleh ke ujung hidungku. Baunya asem-asem sedep. Ini barangkali yang kata temen-temen, bau comberan rasa duren. Aneh juga seih, kenapa bau yang mestinya nggak sedep ini kok tercium sedep juga, bahkan kini aku semakin geram mencucrupi memeknya. Kutusuk-tusukkan lidahku ke lubang memeknya yang makin berlendir. Aku sudah tak mikirin lagi kontolku lagi diapain karena saking asiknya bermain dengan memeknya yang makin lama makin mengasyikkan. Tiba-tiba, kurasakan asin memuncrat ke lidahku dan kudengar dia mengerang seperti kesakitan: Riiiiiiiisssss, akkkkkkuuuuuuu???. Dan hhheeeeggg memek dan pantatnya yang besar menjatuhi mukaku, menutupi seluruh wajahku membuatku nggak bisa bernafas. Ku dorong ke samping, lantas dia menggeser badannya dan berbalik, lalu menciumiku sertubi-tubi. Riiissss, eennnakkkk sekalli, udah lama Mamih nggak ngerasain yang begini. Iya Mihh, aku juga baru kali ini ngrasain enaknya diloco, mau nggak Mamiih ngloco lagi lain kali Mau dong. Kamu mau nggak ngrasain sesuatu yang belum pernah kamu rasakan selama ngewe Apa itu Miih? Ayo lah, masukin kontolmu ke memekku, kamu pasti ketagihan nanti. Dan permainan pun belum juga usai. Dia telentang mengangkangkan kakinya. Kulihat lubang memeknya yang basah kuyup, dilap dengan celana dalamku, dan kini agak kering lembab. Dituntunnya kontolku memasuki gua gelap nan lembab. Bllleeeeeesss, nggak ada kesulitan karena sudah berlendir, dan rudalku juga sudah mulai ngaceng lagi setelah diloco bermenit-menit. Aku memang merasakan sesuatu yang lain. Memeknya terasa bergerigi, seperti ada jonjot-jonjot di dinding-dindingnya. Memek istriku nggak seperti ini rasanya. Aku bener-bener nggak tahan. Daripada nyembur sebelum waktunya, lebih baik kutahan saja, jadi

kubiarkan kontolku diam dijepit memeknya yang masih tetap kencang meski sudah melahirkan enam kali. Miiiih, akkuu nggakkk tahaann. Memek Mamih ennnakkk baangeett. Kayaa ada pasirnyaaa Dia tersenyum penuh arti Riiiisss, ittu belum seberapa. Kamu diaaamm saajaa, biiar kugoyang yyaahhh. Benar saja, kontolku yang ? tegang dikilir kiri kanan ke atas ke bawah. Benar2 profesional. Terkadang kurasakan kontolku seperti ditolak, didorong keluar, tapi belum sempat keluar gua, kurasakan kepalanya disedot, keras sekali. Meskipun aku diam saja, tapi kontolku serasa disedot, ditiup, diplintir, ngilu-ngilu enaaaakkk sekali. Aku tak tahan, kugenjot juga akhirnya, pelan-pelan kutarik, kubenamkan lagi maju mundur. Dan sensasi yang kurasakan semakin tak terlukiskan manakala kutarik keluar, tapi dari dalam memeknya kontolku disedotnya habis-habisan. Entah gimana caranya dia punya memek bisa seperti mengulum-ngulum batang dan kepala kontolku. Inikah yang disebut empot ayam? Makin lama kupompa, rupanya diapun sedang menikmati pompaanku, buktinya kulihat wajahnya merah meranum dan matanya meredup-redup. Lalu tiba-tiba dia goyangkan pantatnya keras-keras kiri-kanan-kiri-kanan, diangkat tinggi-tinggi sambil melenguh Riiiisssss, tekeeeen yaaaaaang kerrrraaaasssss?.. aaakkuuu mmmaaaauuuu keeelluuuaaaar?.. ayyyoooo kkaaaamu jugaaaa barreeeennng biiiiaarrr taaaahhhuuu apppaaa yaaanggg mmmmaaaaammmiiih bilaaaanng taaaadddddiiiiii. Kutekankan keras-keras rudalku, daleeeeem sekali, sambil kupegang pantatnya, dua-duanya kuratik mendekat ke pangkal kontolku. Serasa kontolku amblas masuk memeknya sampai sa peler-pelernya, daannnn Miiiiiihhhhhh akkkkku kelllluaaarrrrrrrr Akkkuuuuuu juggggaaaa ?.. sesaat kurasakan dinding2 memeknya berdenyut-denyut keras sekali tapi berirama, dan pada saat itu pula aku semburkan isi pelirnya. Serasa diperas-peras sampai

pol-polan nggak tersisa sedikitpun di dalam tandonnya. Sementara semprotan maniku sudah selesai, kontolku masih merasakan denyutan-denyutan memeknya. Hebat benar Mamihku ini. Sudah keluar juga masih mendenyut atau mungkin keluarnya panjang karena bersamaan dengan itu lalu kurasakan semburan hangat ke kepala kontolku yang masih tertanam dalam sekali di gua birahinya. uuuuuuuuhhhhhhhhhhhhh eeehhhhh, uuuuhhhhh hanya itu suara yang keluar dari mulutnya. Matanya memejam, tapi kedua tangannya masih mencengkeram pantatku seolah-olah aku nggak boleh mengangkatnya. Lalu kami berduapun terdiam sejenak. Diciuminya mukaku, dijilati pipi dan telingaku, turun ke dagu, leher dan putting susuku kiri kanan. Ooooohh nikmatnya. Baru kali ini aku merasa bener-bener puas kontolku. Sebuah pengalaman baru. Ternyata makin tua, perempuan bukan makin tak enak seperti yang selama ini terpatri di benakku dan mungkin juga benak setiap lelaki, sehingga khayalannya hanya ingin mencari dan ngewe sama perempuan2 muda dan anak-anak ABG. Terbukti kini bahwa pengalaman adalah segala-galanya. Meski mungkin memek sudah kendor, longgar tapi teknik makin canggih, jadi rasanya lebih gurih. Kuciumi pula wajahnya, bibirnya, dagunya, lehernya dan akhirnya putting susunya. Miiiihhh, gimana sih rasanya dijepit pakai susu Besok datang lagi yaa, ntar Mamih jepit rudalmu. Pantesan si Ita (istriku) lengket banget sama kamu, rupanya kontolmu istimewa. Bagi-bagi terus sama Mamih ya biar Mamih panjang umur, makin sayang sama kamu, sama anakmu. Nanti Mamih sediain jamu biar kamu tetep seger, tambah kuat. Malem buat Ita, pagi buat Mamiih yaah Tingkahnya macam ABG lagi pacaran saja, menggeleyot menuntunku ke kamar mandi. Akupun dimandiin. Miiih, nanti si Ita dikasih resepnya, biar kelak tuanya kayak Mamih, jadi awet muda terus. Tapi akan aku awasi habis-habisan, jangan-jangan

mantuku yang ngrasain Hussh, nggak boleh, cukup Mamih saja Sampai saat ini hubungan ini terus berlanjut, dan kehidupan rumah tanggaku semakin bahagia.

Cerita Panas Lainnya

Karena Hutang Aku Disetubuhi


Cerita panas berikut ini memang murni pengalaman pribadiku yang bermula dari keterpaksaan hingga menimbulkan rasa ketagihan. Aku menjadi semakin binal sejak kejadian itu. Kenikmatan dari lelaki yang bukan suamiku membuat aku gila seks. Perkenalkan, namaku adalah Anti umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Bayu yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Bayu bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja. Kalau sedang tidak ada proyek maka Bayu hanya diam di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang bisa menjamin hidup kami. Selama 3 tahun pernikahan kami, Bayu tidak pernah bekerja tetap di satu perusahaan. Entah untungnya atau sialnya kami sampai sekarang belum dikarunai seorang anak. Akibat dari Bayu yang tidak mempunyai pekerjaan tetap akhirnya dia mempunyai hutang dimana-mana. Sampai suatu saat ada orang yang datang ke rumah kami dan marahmarah karena Bayu belum juga membayar hutangnya. Pada saat itu aku hanya bisa menemani Bayu di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Bayu. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku. Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Bayu selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Bayu pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu. Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut. Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar. Nyari siapa bu? Hmm. Bapaknya ada? tanyaku pada lelaki tersebut. Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak. Bilang aja dari istrinya pak Bayu.

Mertua yang Perha

Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar. Tunggu aja di ruang tamu bu. Katanya padaku. Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya. Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cantik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari. Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang. Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya. Broto. Mari masuk bu Anti Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan. Oh iya. Bu Anti silahkan masuk Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Broto langsung memersilakan aku untuk duduk. Mau minum apa bu Anti? Ah gak usah repot-repot pak jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur. Akhirnya Pak Broto menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup. Sambil menunggu minuman datang pak Broto memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Broto datang membawakan minuman pesananan majikannya. Silahkan diminum bu Anti Oh iya pak. Terima kasih. Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan. Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar? Tanyaku unuk memulai obrolan kembali. Istri saya sudah lama meninggal. Oh maaf pak, saya gak tahu Oh gak apa-apa. Oh iya bu Anti sudah berapa lama menikah dengan pak Bayu? Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Bayu gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak kataku sekalian curhat sedikit ke pak Broto. Setelah disinggung soal hutang, pak Broto akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Broto. Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Broto sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku. Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya. Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke

setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Broto sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya. Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Broto berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya. Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Broto. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku datang dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulubulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Broto aku disambut dengan hangat, Pak Broto mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku. Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit terbius oleh perlakuannya. Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Broto telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan. Boleh kupanggil Anti saja? tanyanya padaku. Hmm.. boleh aja pak Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Broto. Supaya lebih mesra. Iya Broto. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Anti. aku mulai menikmati keadaan. Hmm.. Anti. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini. Apa itu? Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget. Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita. Tapi Broto Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta. Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu bernama Faisal, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Hans,

keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka. Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romantis di kamar Pak Broto, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Broto sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Broto. Tak lama berselang Faisal dan Hans langsung bergabung. Faisal datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Hans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku. Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu. Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergantian. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga. Ketika aku mengoral penis pak Broto kedua tanganku mengocok penis Hans dan Faisal, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku. Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu anti ucapan itu terlontar dari Faisal ketika mendapat giliran dioral olehku. Hans mendapat giliran terakhir untuk kuoral. Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Faisal sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Broto berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Hans)

keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku. Tak lama kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Faisal untuk menikmati payudaraku. Faisal menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Broto tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau. Aarrrrgghhh, nikmat banget teruuussss aaarrgghhh aayoo teruusss Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama. Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Broto sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Broto semakin lama semakin mendesak vaginaku. Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Broto memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Bayu yang sekarang menjadi biasa bagiku. Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Broto berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Broto mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku. Arrrghhh broto terus cepetin donkk.. ent*tin aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Broto yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Hans dan Faisal yang masih sibuk dengan kedua payudaraku. Akhirnya setelah dirasa lancar pak Brotopun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Broto masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak lama terasa goyangan pak Broto semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Broto mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Hans dan Faisal yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil. Untuk apa? tanyaku. Sudahlah nikmati saja begitu kata Hans. Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi. Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya aku ingin berontak, tetapi Faisal memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku. Tak lama kemudian Faisal menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Faisal memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Broto merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang

luar biasa. Dan akhirnya Faisal dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Faisal di dalam vaginaku. Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka. Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Bayu ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan setelah semua hutang-hutang Bayu lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya akupun jujur kepada Bayu tentang hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Bayu yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Bayu menyetujuinya, karena masih menyayangiku. Pernah suatu saat ketika Bayu pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Broto, Hans dan Faisal. Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Bayu dan memang penis Bayu menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu. Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hana melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.

Cerita Panas Lainnya

Pelajaran Seks dari Senior Pesta Seks di Pub Gara-gara Dosenku Yang Cabul Kegilaan Di Masa SMA Karena Hutang Aku Disetubuhi Istriku Yang Binal Pengalaman Bisex Paling Sensasional

Gara-gara Dosenku Yang Cabul


Cerita panas ini bermula dari ulah dosenku yang kurang ajar. Hingga akhirnya aku menerima semua nasib sial ini. Berikut secara lengkap aku ceritakan bagaimana aib itu bisa terjadi. Dengan langkah ragu-ragu aku mendekati ruang dosen di mana Pak Hr berada. Winda, sebuah suara memanggil. Hei Ratna!. Ngapain kau cari-cari dosen killer itu?, Ratna itu bertanya heran. Tau nih, aku mau minta ujian susulan, sudah dua kali aku minta diundur terus, kenapa ya?. Idih jahat banget!.

Makanya, aku takut nanti di raport merah, mata kuliah dia kan penting!, tauk nih, bentar ya aku masuk dulu!. He-eh deh, sampai nanti! Ratna berlalu.

Dengan memberanikan diri aku mengetuk pintu. Masuk!, Sebuah suara yang amat ditakutinya menyilakannya masuk. Selamat siang pak!. Selamat siang, kamu siapa?, tanyanya tanpa meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakannya. Saya Winda!. Aku..? Oh, yang mau minta ujian lagi itu ya?. Iya benar pak. Saya tidak ada waktu, nanti hari Mminggu saja kamu datang ke rumah saya, ini kartu nama saya, Katanya acuh tak acuh sambil menyerahkan kartu namanya. Ada lagi? tanya dosen itu. Tidak pak, selamat siang! Selamat siang!.

Dengan lemas aku beranjak keluar dari ruangan itu. Kesal sekali rasanya, sudah belajar sampai larut malam, sampai di sini harus kembali lagi hari Minggu, huh! Mungkin hanya akulah yang hari Minggu masih berjalan sambil membawa tas hendak kuliah. Hari ini aku harus memenuhi ujian susulan di rumah Pak Hr, dosen berengsek itu.

Rumah Pak Hr terletak di sebuah perumahan elite, di atas sebuah bukit, agak jauh dari rumah-rumah lainnya. Belum sempat memijit Bel pintu sudah terbuka, Seraut wajah yang sudah mulai tua tetapi tetap segar muncul. Ehh! Winda, ayo masuk!, sapa orang itu yang tak lain adalah pak Hr sendiri. Permisi pak! Ibu mana?, tanyaku berbasa-basi. Ibu sedang pergi dengan anak-anak ke rumah neneknya!, sahut pak Hr ramah. Sebentar ya, katanya lagi sambil masuk ke dalam ruangan. Tumben tidak sepeti biasanya ketika mengajar di kelas, dosen ini terkenal paling killer.

Rumah Pak Hr tertata rapi. Dinding ruang tamunya bercat putih. Di sudut ruangan terdapat seperangkat lemari kaca temapat tersimpan berbagai barang hiasan porselin. Di tengahnya ada hamparan permadani berbulu, dan kursi sofa kelas satu. Gimana sudah siap?, tanya pak Hr mengejutkan aku dari lamunannya. Eh sudah pak! Sebenarnya, sebenarnya Winda tidak perlu mengikuti ulang susulan kalau, kalau! Kalau apa pak?, aku bertanya tak mengerti. Belum habis bicaranya, Pak Hr sudah menuburuk tubuhku. Pak, apa-apaan ini?, tanyaku kaget sambil meronta mencoba melepaskan diri. Jangan berpura-pura Winda sayang, aku membutuhkannya dan kau membutuhkan nilai bukan, kau akan kululuskan asalkan mau melayani aku!, sahut lelaki itu sambil berusaha menciumi bibirku.

Serentak Bulu kudukku berdiri. Geli, jijik, namun detah dari mana asalnya perasaan hasrat menggebu-gebu juga kembali menyerangku. Ingin rasanya membiarkan lelaki tua ini berlaku semaunya atas diriku. Harus kuakui memang, walaupun dia lebih pantas jadi bapakku, namun sebenarnya lelaki tua ini sering membuatku berdebar-debar juga kalau sedang mengajar. Tapi aku tetap berusaha meronta-ronta, untuk menaikkan harga diriku di mata Pak Hr. Lepaskan, Pak jangan hhmmpppff!, kata-kataku tidak terselesaikan karena terburu bibirku tersumbat mulut pak Hr.

Aku meronta dan berhasil melepaskan diri. Aku bangkit dan berlari menghindar. Namun entah mengapa aku justru berlari masuk ke sebuah kamar tidur. Kurapatkan tubuhku di sudut ruangan sambil mengatur kembali nafasku yang terengah-engah, entah mengapa birahiku sedemikian cepat naik. Seluruh wajahku terasa panas, kedua kakikupun terasa gemetar.

Pak Hr seperti diberi kesempatan emas. Ia berjalan memasuki kamar dan mengunci pintunya. Lalu dengan perlahan ia mendekatiku. Tubuhku bergetar hebat manakala lelaki tua itu mengulurkan tangannya untuk merengkuh diriku. Dengan sekali tarik aku jatuh ke pelukan Pak Hr, bibirku segera tersumbat bibir laki-laki tua itu. Terasa lidahnya yang kasap bermain menyapu telak di dalam mulutku. Perasaanku bercampur aduk jadi satu, benci, jijik bercampur dengan rasa ingin dicumbui yang semakin kuat hingga akhirnya akupun merasa sudah kepalang basah, hati kecilku juga menginginkannya. Terbayang olehku saat-saat aku dicumbui seperti itu oleh Aldy, entah sedang di mana dia sekarang. aku tidak menolak lagi. bahkan kini malah membalas dengan hangat.

Merasa mendapat angin kini tangan Pak Hr bahkan makin berani menelusup di balik blouse yang aku pakai, tidak berhenti di situ, terus menelup ke balik beha yang aku pakai.

Jantungku berdegup kencang ketika tangan laki-laki itu meremas-remas gundukan daging kenyal yang ada di dadaku dengan gemas. Terasa benar, telapak tangannya yang kasap di permukaan buah dadaku, ditingkahi dengan jari-jarinya yang nakal mepermainkan puting susuku. Gemas sekali nampaknya dia. Tangannya makin lama makin kasar bergerak di dadaku ke kanan dan ke kiri.

Setelah puas, dengan tidak sabaran tangannya mulai melucuti pakaian yang aku pakai satu demi satu hingga berceceran di lantai. Hingga akhirnya aku hanya memakai secarik G-string saja. Bergegas pula Pak Hr melucuti kaos oblong dan sarungnya. Di baliknya menyembul batang penis laki-laki itu yang telah menegang, sebesar lengan Bayi.

Tak terasa aku menjerit ngeri, aku belum pernah melihat alat vital lelaki sebesar itu. Aku sedikit ngeri. Bisa jebol milikku dimasuki benda itu. Namun aku tak dapat menyembunyikan kekagumanku. Seolah ada pesona tersendiri hingga pandangan mataku terus tertuju ke benda itu. Pak Hr berjalan mendekatiku, tangannya meraih kunciran rambutku dan menariknya hingga ikatannya lepas dan rambutku bebas tergerai sampai ke punggung. Kau Cantik sekali Winda, gumam pak Hr mengagumi kecantikanku. Aku hanya tersenyum tersipu-sipu mendengar pujian itu.

Dengan lembut Pak Hr mendorong tubuhku sampai terduduk di pinggir kasur. Lalu ia menarik Gstring, kain terakhir yang menutupi tubuhku dan dibuangnya ke lantai. Kini kami berdua telah telanjang bulat. Tanpa melepaskan kedua belah kakiku, bahkan dengan gemas ia mementangkan kedua belah pahaku lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkanganku. Nafas laki-laki itu demikian memburu.

Tak lama kemudian Pak membenamkan kepalanya di situ. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar kemaluanku yang tertutup rambut lebat itu. Aku memejamkan mata, oohh, indahnya, aku sungguh menikmatinya, sampai-sampai tubuhku dibuat menggelinjang-gelinjang kegelian. Pak!, rintihku memelas. Pak, aku tak tahan lagi!, aku memelas sambil menggigit bibir. Sungguh aku tak tahan lagi mengalamai siksaan birahi yang dilancarkan Pak Hr. Namun rupanya lelaki tua itu tidak peduli, bahkan senang melihat aku dalam keadaan demikian. Ini terlihat dari gerakan tangannya yang kini bahkan terjulur ke atas meremas-remas payudaraku, tetapi tidak menyudahi perbuatannya. Padahal aku sudah kewalahan dan telah sangat basah kuyup.

Paakk, aakkhh!, aku mengerang keras, kakinya menjepit kepala Pak Hr melampiaskan derita birahiku, kujambak rambut Pak Hr keras-keras. Kini aku tak peduli lagi bahwa lelaki itu adalah dosen yang aku hormati. Sungguh lihai laki-laki ini membangkitkan gairahku. aku yakin dengan nafsunya yang sebesar itu dia tentu sangat berpengalaman dalam hal ini, bahkan sangat mungkin sudah puluhan atau ratusan mahasiswi yang sudah digaulinya. Tapi apa peduliku?

Tiba-tiba Pak Hr melepaskan diri, lalu ia berdiri di depanku yang masih terduduk di tepi ranjang dengan bagian bawah perutnya persis berada di depan wajahku. aku sudah tahu apa yang dia mau, namun tanpa sempat melakukannya sendiri, tangannya telah meraih kepalaku untuk dibawa mendekati kejantanannya yang aduh mak.., Sungguh besar itu.

Tanpa melawan sama sekali aku membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu kukulum sekalian alat vital Pak Hr ke dalam mulutku hingga membuat lelaki itu melek merem keenakan. Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulutku. Itupun sudah terasa penuh. Aku hampir sesak nafas dibuatnya. Aku pun bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutku. Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidahku menyapu kepalanya.

Beberapa saat kemudian Pak Hr melepaskan diri, ia membaringkan aku di tempat tidur dan menyusul berbaring di sisiku, kaki kiriku diangkat disilangkan di pinggangnya. Lalu Ia berusaha memasuki tubuhku belakang. Ketika itu pula kepala penis Pak Hr yang besar itu menggesek clitoris di liang senggamaku hingga aku merintih kenikmatan. Ia terus berusaha menekankan miliknya ke dalam milikku yang memang sudah sangat basah. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam milikku.

Dan ketika dengan kasar dia tiba-tiba menekankan miliknya seluruhnya amblas ke dalam diriku aku tak kuasa menahan diri untuk tidak memekik. Perasaan luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diriku, hingga badanku mengejang beberapa detik.

Pak Hr cukup mengerti keadaan diriku, ketika dia selesai masuk seluruhnya dia memberi kesempatan padaku untuk menguasai diri beberapa saat. Sebelum kemudian dia mulai menggoyangkan pinggulnya pelan-pelan kemudian makin lama makin cepat.

Aku sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap Pak Hr menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding dalam liang senggamaku sungguh membuatku lupa ingatan. Pak Hr menyetubuhi aku dengan cara itu. Sementara bibirnya tak hentinya melumat bibir, tengkuk dan leherku, tangannya selalu meremas-remas payudaraku. Aku dapat merasakan puting susuku mulai mengeras, runcing dan kaku.

Aku bisa melihat bagaimana batang penis lelaki itu keluar masuk ke dalam liang kemaluanku. Aku selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalam. Milikku hampir tidak dapat menampung ukuran Pak Hr yang super itu, dan ini makin membuat Pak Hr tergila-gila.

Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Pak Hr membalik tubuhku hingga menungging di hadapannya. Ia ingin pakai doggy style rupanya. Tangan lelaki itu kini lebih leluasa meremas-remas kedua belah payudara aku yang kini menggantung berat ke bawah. Sebagai seorang wanita aku memiliki daya tahan alami dalam bersetubuh. Tapi bahkan kini aku kewalahan menghadapi Pak Hr. Laki-laki itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir setengah jam ia bertahan. Aku yang kini duduk mengangkangi tubuhnya hampir kehabisan nafas.

Kupacu terus goyangan pinggulku, karena aku merasa sebentar lagi aku akan memperolehnya. Terus, terus, aku tak peduli lagi dengan gerakanku yang brutal ataupun suaraku yang kadangkadang memekik menahan rasa luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu sampai, aku tak peduli lagi, aku memekik keras sambil menjambak rambutnya. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhku mengejang. Sungguh hebat rasa yang kurasakan kali ini. Sungguh ironi memang, aku mendapatkan kenikmatan seperti ini bukan dengan orang yang aku sukai. Tapi masa bodohlah.

Berkali-kali kuusap keringat yang membasahi dahiku. Pak Hr kemudian kembali mengambil inisiatif. kini gantian Pak Hr yang menindihi tubuhku. Ia memacu keras untuk mencapai klimaks. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuhku. Sementara kami terus berpacu. Sungguh hebat laki-laki ini. Walaupun sudah berumur tapi masih bertahan segitu lama. Bahkan mengalahkan semua cowok-cowok yang pernah tidur denganku, walaupun mereka rata-rata sebaya denganku.

Namun beberapa saat kemudian, Pak Hr mulai menggeram sambil mengeretakkan giginya. Tubuh lelaki tua itu bergetar hebat di atas tubuhku. Penisnya menyemburkan cairan kental yang hangat ke dalam liang kemaluanku dengan derasnya.

Beberapa saat kemudian, perlahan-lahan kami memisahkan diri. Kami terbaring kelelahan di atas kasur itu. Nafasku yang tinggal satu-satu bercampur dengan bunyi nafasnya yang berat. Kami masing-masing terdiam mengumpulkan tenaga kami yang sudah tercerai berai.

Aku sendiri terpejam sambil mencoba merasakan kenikmatan yang baru saja aku alami di sekujur tubuhku ini. Terasa benar ada cairan kental yang hangat perlahan-lahan meluncur masuk ke dalam liang vaginaku. Hangat dan sedikit gatal menggelitik.

Bagian bawah tubuhku itu terasa benar-benar banjir, basah kuyub. Aku menggerakkan tanganku untuk menyeka bibir bawahku itu dan tanganku pun langsung dipenuhi dengan cairan kental berwarna putih susu yang berlepotan di sana.

Bukan main Winda, ternyata kau pun seperti kuda liar! kata Pak Hr penuh kepuasan. Aku yang berbaring menelungkup di atas kasur hanya tersenyum lemah. aku sungguh sangat kelelahan, kupejamkan mataku untuk sejenak beristirahat. Persetan dengan tubuhku yang masih telanjang bulat.

Pak Hr kemudian bangkit berdiri, ia menyulut sebatang rokok. Lalu lelaki tua itu mulai mengenakan kembali pakaiannya. Aku pun dengan malas bangkit dan mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai. Sambil berpakaian ia bertanya, Bagaimana dengan ujian saya pak?. Minggu depan kamu dapat mengambil hasilnya, sahut laki-laki itu pendek. Kenapa tidak besok pagi saja?, protes aku tak puas. Aku masih ingin bertemu kamu, selama seminggu ini aku minta agar kau tidak tidur dengan lelaki lain kecuali aku!, jawab Pak Hr.

Aku sedikit terkejut dengan jawabannya itu. Tapi akupun segera dapat menguasai keadaanku. Rupanya dia belum puas dengan pelayanan habis-habisanku barusan. Aku tidak bisa janji!, sahutku seenaknya sambil bangkit berdiri dan keluar dari kamar mencari kamar mandi. Pak Hr hanya mampu terbengong mendengar jawabanku yang seenaknya itu.

Aku sedang berjalan santai meninggalkan rumah pak Hr, ini pertemuanku yang ketiga dengan lakilaki itu demi menebus nilai ujianku yang selalu jeblok jika ujian dengan dia. Mungkin malah sengaja dibuat jeblok biar dia bisa main denganku. Dasar, namun harus kuakui, dia laki-laki hebat, daya tahannya sungguh luar biasa jika dibandingkan dengan usianya yang hapir mencapai usia pensiun itu. Bahkan dari pagi hingga sore hari ini dia masih sanggup menggarapku tiga kali, sekali di ruang tengah begitu aku datang, dan dua kali di kamar tidur. Aku sempat terlelap sesudahnya beberapa jam sebelum membersihkan diri dan pulang. Berutung kali ini, aku bisa memaksanya menandatangani berkas ujian susulanku.

Masih ada mata kuliah Pengantar Berorganisasi dan Kepemimpinan, katanya sambil membubuhkan nilai A di berkas ujianku. Selama bapak masih bisa memberiku nilai A, kataku pendek.

Segeralah mendaftar, kuliah akan dimulai minggu depan!. Terima kasih pak! kataku sambil tak lupa memberikan senyum semanis mungkin.

Winda! teriakan seseorang mengejutkan lamunanku. Aku menoleh ke arah sumber suara tadi yang aku perkirakan berasal dari dalam mobil yang berjalan perlahan menghampiriku. Seseorang membuka pintu mobil itu, wajah yang sangat aku benci muncul dari balik pintu Mitsubishi Galant keluaran tahun terakhir itu. Masuklah Winda. Tidak, terima kasih. Aku bisa jalan sendiri koq!, Aku masih mencoba menolak dengan halus. Ayolah, masa kau tega menolak ajakanku, padahal dengan pak Hr saja kau mau!.

Aku tertegun sesaat, Bagai disambar petir di siang bolong. Da,Darimana kau tahu?. Nah, jadi benar kan, padahal aku tadi hanya menduga-duga! Sialan!, Aku mengumpat di dalam hati, harusnya tadi aku bersikap lebih tenang, aku memang selalu nervous kalau ketemu cowok satu ini, rasanya ingin buru-buru pergi dari hadapannya dan tidak ingin melihat mukanya yang memang seram itu.

Seperti tipikal orang Indonesia bagian daerah paling timur, cowok ini hitam tinggi besar dengan postur sedikit gemuk, janggut dan cambang yang tidak pernah dirapikan dengan rambut keritingnya yang dipelihara panjang ditambah dengan caranya memakai kemeja yang tidak pernah dikancingkan dengan benar sehingga memamerkan dadanya yang penuh bulu. Dengan asesoris kalung, gelang dan cincin emas, arloji rolex yang dihiasi berlian, cukup menunjukkan bahwa dia ini orang yang memang punya duit. Namun, aku menjadi muak dengan penampilan seperti itu.

Dino memang salah satu jawara di kampus, anak buahnya banyak dan dengan kekuatan uang serta gaya jawara seperti itu membuat dia menjadi salah satu momok yang paling menakutkan di lingkungan kampus. Dia itu mahasiswa lama, dan mungkin bahkan tidak pernah lulus, namun tidak ada orang yang berani mengusik keberadaannya di kamus, bahkan dari kalangan akademik sekalipun. Gimana? Masih tidak mau masuk?, tanya dia setengah mendesak.

Aku tertegun sesaat, belum mau masuk. Aku memang sangat tidak menyukai laki-laki ini, Tetapi kelihatannya aku tidak punya pilihan lain, bisa-bisa semua orang tahu apa yang kuperbuat dengan pak Hr, dan aku sungguh-sungguh ingin menjaga rahasia ini, terutama terhadap Erwin, tunanganku. Namun saat ini aku benar benar terdesak dan ingin segera membiarkan masalah ini berlalu dariku. Makanya tanpa pikir panjang aku mengiyakan saja ajakannya.

Dino tertawa penuh kemenangan, ia lalu berbicara dengan orang yang berada di sebelahnya supaya berpindah ke jok belakang. Aku membanting pantatku ke kursi mobil depan, dan pemuda itu langsung menancap gas. Sambil nyengir kuda. Kesenangan. Ke mana kita?, tanyaku hambar. Lho? Mestinya aku yang harus tanya, kau mau ke mana?, tanya Dino pura-pura heran. Sudahlah Dino, tak usah berpura-pura lagi, kau mau apa?, Suaraku sudah sedemikian pasrahnya. Aku sudah tidak mau berpikir panjang lagi untuk meminta dia menutup-nutupi perbuatanku. Orang

yang duduk di belakangku tertawa. Rupanya dia cukup mengerti apa kemauanmu Dino!, Dia berkomentar. Ah, diam kau Maki! Rupanya orang itu namanya Maki, orang dengan penampilan hampir mirip dengan Dino kecuali rambutnya yang dipotong crew-cut. Bagaimana kalau ke rumahku saja? Aku sangat merindukanmu Winda!, pancing Dino. Sesukamulah!, Aku tahu benar memang itu yang diinginkannya. Dino tertawa penuh kemenangan.

Ia melarikan mobilnya makin kencang ke arah sebuah kompleks perumahan. Lalu mobil yang ditumpangi mereka memasuki pekarangan sebuah rumah yang cukup besar. Di pekarangan itu sudah ada 2 buah mobil lain, satu Mitsubishi Pajero dan satu lagi Toyota Great Corolla namun keduanya kelihatan diparkir sekenanya tak beraturan.

Interior depan rumah itu sederhana saja. Cuma satu stel sofa, sebuah rak perabotan pecah belah. Tak lebih. Dindingnya polos. Demikian juga tempok ruang tengah. Terasa betapa luas dan kosongnya ruangan tengah itu, meski sebuah bar dengan rak minuman beraneka ragam terdapat di sudut ruangan, menghadap ke taman samping. Sebuah stereo set terpasang di ujung bar. Tampaknya baru saja dimatikan dengan tergesa-gesa. Pitanya sebagian tergantung keluar.

Dari pintu samping kemudian muncul empat orang pemuda dan seorang gadis, yang jelas-jelas masih menggunakan seragam SMU. Mereka semua mengeluarkan suara setengah berbisik. Keempat orang laki-laki itu, tiga orang sepertinya sesuku dengan Dino atau sebangsanya, sedangkan yang satu lagi seperti bule dengan rambutnya yang gondrong. Sementara si gadis berperawakan tinggi langsing, berkulit putih dan rambutnya yang hitam lurus dan panjang tergerai sampai ke pinggang, ia memakai bandana lebar di kepalanya dengan poni tebal menutupi dahinya. Wajahnya yang oval dan bermata sipit menandakan bahwa ia keturunan Cina atau sebangsanya. Harus kuakui dia memang cantik, seperti bintang film drama Mandarin. Berbeda dengan penampilan ketiga laki-laki itu, gadis ini kelihatannya bukan merupakan gerombolan mereka, dilihat dari tampangnya yang masih lugu. Ia masih mengenakan seragam sebuah sekolah Katolik yang langsung bisa aku kenali karena memang khas. Namun entah mengapa dia bisa bergaul dengan orang-orang ini.

Dino bertepuk tangan. Kemudian memperkenalkan diriku dengan mereka. Yos, dan Bram seperti tipikal orang sebangsa Dino, Tito berbadan tambun dan yang bule namanya Marchell, sementara gadis SMU itu bernama Shelly. Mereka semua yang laki-laki memandang diriku dengan mata lapar membuat aku tanpa sadar menyilangkan tangan di depan dadaku, seolah-olah mereka bisa melihat tubuhku di balik pakaian yang aku kenakan ini.

Tampak tak sabaran Dino menarik diriku ke loteng. Langsung menuju sebuah kamar yang ada di ujung. Kamar itu tidak berdaun pintu, sebenarnya lebih tepat disebut ruang penyangga antara teras dengan kamar-kamar yang lain Sebab di salah satu ujungnya merupakan pintu tembusan ke ruang lain.

Di sana ada sebuah kasur yang terhampar begitu saja di lantai kamar. Dengan sprei yang sudah acak-acakan. Di sudut terdapat dua buah kursi sofa besar dan sebuah meja kaca yang mungil. Di bawahnya berserakan majalah-majalah yang cover depannya saja bisa membuat orang merinding. Bergambar perempuan-perempuan telanjang.

Aku sadar bahkan sangat sadar, apa yang dimaui Dino di kamar ini. Aku beranjak ke jendela. Menutup gordynnya hingga ruangan itu kelihatan sedikit gelap. Namun tak lama, karena kemudian Dino menyalakan lampu. Aku berputar membelakangi Dino, dan mulai melucuti pakaian yang aku kenakan. Dari blouse, kemudian rok bawahanku kubiarkan meluncur bebas ke mata kakiku. Kemudian aku memutar balik badanku berbalik menghadap Dino.

Betapa terkejutnya aku ketika aku berbalik, ternyata di hadapanku kini tidak hanya ada Dino, namun Maki juga sedang berdiri di situ sambil cengengesan. Dengan gerakan reflek, aku menyambar blouseku untuk menutupi tubuhku yang setengah telanjang. Melihat keterkejutanku, kedua laki-laki itu malah tertawa terbahak-bahak. Ayolah Winda, Toh engkau juga sudah sering memperlihatkan tubuh telanjangmu kepada beberapa laki-laki lain?. Kurang ajar kau Dino! Aku mengumpat sekenanya. Wajah laki-laki itu berubah seketika, dari tertawa terbahak-bahak menjadi serius, sangat serius. Dengan tatapan yang sangat tajam dia berujar, Apakah engkau punya pilihan lain? Ayolah, lakukan saja dan sesudah selesai kita boleh melupakan kejadian ini.

Aku tertegun, melayani dua orang sekaligus belum pernah aku lakukan sebelumnya. Apalagi orangorang yang bertampang seram seperti ini. Tapi seperti yang dia bilang, aku tak punya pilihan lain. Seribu satu pertimbangan berkecamuk di kepalaku hingga membuat aku pusing. Tubuhku tanpa sadar sampai gemetaran, terasa sekali lututku lemas sepertinya aku sudah kehabisan tenaga karena digilir mereka berdua, padahal mereka sama sekali belum memulainya.

Akhirnya, dengan sangat berat aku menggerakkan kedua tangan ke arah punggungku di mana aku bisa meraih kaitan BH yang aku pakai. Baju yang tadi aku pakai untuk menutupi bagian tubuhku dengan sendirinya terjatuh ke lantai. Dengan sekali sentakan halus BH-ku telah terlepas dan meluncur bebas dan sebelum terjatuh ke lantai kulemparkan benda itu ke arah Dino yang kemudian ditangkapnya dengan tangkas. Ia mencium bagian dalam mangkuk bra-ku dengan penuh perasaan. Harum!, katanya.

Lalu ia seperti mencari-cari sesuatu dari benda itu, dan ketika ditemukannya ia berhenti. 36B!, katanya pendek. Rupanya ia pingin tahu berapa ukuran dadaku ini. BH-nya saja sudah sedemikian harum, apalagi isinya!, katanya seraya memberikan BH itu kepada Maki sehingga laki-laki itu juga ikut-ikutan menciumi benda itu. Namun demikian mata mereka tak pernah lepas menatap belahan payudaraku yang kini tidak tertutup apa-apa lagi.

Aku kini hanya berdiri menunggu, dan tanpa diminta Dino melangkah mendekatiku. Ia meraih kepalaku. Tangannya meraih kunciran rambut dan melepaskannya hingga rambutku kini tergerai bebas sampai ke punggung. Nah, dengan begini kau kelihatan lebih cantik!

Ia terus berjalan memutari tubuhku dan memelukku dari belakang. Ia sibakkan rambutku dan memindahkannya ke depan lewat pundak sebelah kiriku, sehingga bagian punggung sampai ke tengkukku bebas tanpa penghalang. Lalu ia menjatuhkan ciumannya ke tengkuk belakangku. Lidahnya menjelajah di sekitar leher, tengkuk kemudian naik ke kuping dan menggelitik di sana. Kedua belah tangannya yang kekar dan berbulu yang tadi memeluk pinggangku kini mulai merayap naik dan mulai meremas-remas kedua belah payudaraku dengan gemas. Aku masih menanggapinya dengan dingin dengan tidak bereaksi sama sekali selain memejamkan mataku.

Dino rupanya tidak begitu suka aku bersikap pasif, dengan kasar ia menarik wajahku hingga bibirnya bisa melumat bibirku. Aku hanya berdiam diri saja tak memberikan reaksi. Sambil melumat, lidahnya mencari-cari dan berusaha masuk ke dalam mulutku, dan ketika berhasil lidahnya bergerak bebas menjilati lidahku hingga secara tak sengaja lidahkupun meronta-ronta.

Sambil memejamkan mata aku mencoba untuk menikmati perasaan itu dengan utuh. Tak ada gunanya aku menolak, hal itu akan membuatku lebih menderita lagi. Dengan kuluman lidah seperti itu, ditingkahi dengan remasan-remasan telapak tangannya di payudaraku sambil sekali-sekali ibu jari dan telunjuknya memilin-milin puting susuku, pertahananku akhirnya bobol juga. Memang, aku sudah sangat terbiasa dan sangat terbuai dengan permaian seperti ini hingga dengan mudahnya Dino mulai membangkitkan nafsuku. Bahkan kini aku mulai memberanikan menggerakkan tangan meremas kepala Dino yang berada di belakangku. Sementara dengan ekor mataku aku melihat Maki beranjak berjalan menuju sofa dan duduk di sana, sambil pandangan matanya tidak pernah lepas dari kami berdua.

Mungkin karena merasa sudah menguasai diriku, ciuman Dino terus merambat turun ke leherku, menghisapnya hingga aku menggelinjang. Lalu merosot lagi menelusup di balik ketiak dan merayap ke depan sampai akhirnya hinggap di salah satu pucuk bukit di dadaku, Dengan satu remasan yang gemas hingga membuat puting susuku melejit Dino untuk mengulumnya. Pertama lidahnya tepat menyapu pentilnya, lalu bergerak memutari seluruh daerah puting susuku sebelum mulutnya mengenyot habis puting susuku itu. Ia menghisapnya dengan gemas sampai pipinya kempot.

Tubuhku secara tiba-tiba bagaikan disengat listrik, terasa geli yang luar biasa bercampur sedikit nyeri di bagian itu. Aku menggelinjang, melenguh apalagi ketika puting susuku digigit-gigit perlahan oleh Dino. Buah anggur yang ranum itu dipermainkan pula dengan lidah Dino yang kasap. Dipilin-pilinnya kesana kemari. Dikecupinya, dan disedotnya kuat-kuat sampai putingnya menempel pada telaknya. Aku merintih. Tanganku refleks meremas dan menarik kepalanya sehingga semakin membenam di kedua gunung kembarku yang putih dan padat. Aku sungguh tak tahu mengapa harus begitu pasrah kepada lelaki itu. Mengapa aku justeru tenggelam dalam permaianan itu? Semula aku hanya merasa

terpaksa demi menutupi rahasia atas perbuatanku. Tapi kemudian nyatanya, permainan yang Dino mainkan begitu dalam. Dan aneh sekali, Tanpa sadar aku mulai mengikuti permainan yang dipimpin dengan cemerlang oleh Dino. Winda, Ya?, Kau suka aku perlakukan seperti ini?. Aku hanya mengangguk. Dan memejamkan matanya. membiarkan payudaraku terus diremas-remas dan puting susunya dipilin perlahan. Aku menggeliat, merasakan nikmat yang luar biasa. Puting susu yang mungil itu hanya sebentar saja sudah berubah membengkak, keras dan mencuat semakin runcing.

Hsss, ah!, Aku mendesah saat merasakan jari-jari tangan lelaki itu mulai menyusup ke balik celana dalamku dan merayap mencari liang yang ada di selangkanganku. Dan ketika menemukannya Jari-jari tangan itu mula-mula mengusap-usap permukaannya, terus mengusap-usap dan ketika sudah terasa basah jarinya mulai merayap masuk untuk kemudian menyentuh dinding-dinding dalam liang itu.

Dalam posisi masih berdiri berhadapan, sambil terus mencumbui payudaraku, Dino meneruskan aksinya di dalam liang gelap yang sudah basah itu. Makin lama makin dalam. Aku sendiri semakin menggelinjang tak karuan, kedua buah jari yang ada di dalam liang vaginaku itu bergerak-gerak dengan liar. Bahkan kadang-kadang mencoba merenggangkan liang vaginaku hingga menganga. Dan yang membuat aku tambah gila, ia menggerak-gerakkan jarinya keluar masuk ke dalam liang vaginaku seolah-olah sedang menyetubuhiku. Aku tak kuasa untuk menahan diri.

Nggghh!, mulutku mulai meracau. Aku sungguh kewalahan dibuatnya hingga lututku terasa lemas hingga akhirnya akupun tak kuasa menahan tubuhku hingga merosot bersimpuh di lantai. Aku mencoba untuk mengatur nafasku yang terengah-engah. Aku sungguh tidak memperhatikan lagi yang kutahu kini tiba-tiba saja Dino telah berdiri telanjang bulat di hadapanku. Tubuhnya yang tinggi besar, hitam dan penuh bulu itu dengan angkuhnya berdiri mengangkang persis di depanku sehingga wajahku persis menghadap ke bagian selangkangannya. Disitu, aku melihat batang kejantanannya telah berdiri dengan tegaknya. Besar panjang kehitaman dengan bulu hitam yang lebat di daerah pangkalnya.

Dengan sekali rengkuh, ia meraih kepalaku untuk ditarik mendekati daerah di bawah perutnya itu. Aku tahu apa yang dimauinya, bahkan sangat tahu ini adalah perbuatan yang sangat disukai para lelaki. Di mana ketika aku melakukan oral seks terhadap kelaminnya.

Maka, dengan kepalang basah, kulakukan apa yang harus kulakukan. Benda itu telah masuk ke dalam mulutku dan menjadi permainan lidahku yang berputar mengitari ujung kepalanya yang bagaikan sebuah topi baja itu. Lalu berhenti ketika menemukan lubang yang berada persis di ujungnya. Lalu dengan segala kemampuanku aku mulai mengelomoh batang itu sambil kadang-kadang menghisapnya kuat-kuat sehingga pemiliknya bergetar hebat menahan rasa yang tak tertahankan.

Pada saat itu aku sempat melirik ke arah sofa di mana Maki berada, dan ternyata laki-laki ini sudah mulai terbawa nafsu menyaksikan perbuatan kami berdua. Buktinya, ia telah mengeluarkan batang

kejantanannya dan mengocoknya naik turun sambil berkali-kali menelan ludah. Konsentrasiku buyar ketika Dino menarik kepalaku hingga menjauh dari selangkangannya. Ia lalu menarik tubuhku hingga telentang di atas kasur yang terhampar di situ. Lalu dengan cepat ia melucuti celana dalamku dan dibuangnya jauh-jauh seakan-akan ia takut aku akan memakainya kembali.

Untuk beberapa detik mata Dino nanar memandang bagian bawah tubuhku yang sudah tak tertutup apa-apa lagi. Si Makipun sampai berdiri mendekat ke arah kami berdua seakan ia tidak puas memandang kami dari kejauhan.

Namun beberapa detik kemudian, Dino mulai merenggangkan kedua belah pahaku lebar-lebar. Paha kiriku diangkatnya dan disangkutkan ke pundaknya. Lalu dengan tangannya yang sebelah lagi memegangi batang kejantanannya dan diusap-usapkan ke permukaan bibir vaginaku yang sudah sangat basah. Ada rasa geli menyerang di situ hingga aku menggelinjang dan memejamkan mata.

Sedetik kemudian, aku merasakan ada benda lonjong yang mulai menyeruak ke dalam liang vaginaku. Aku menahan nafas ketika terasa ada benda asing mulai menyeruak di situ. Seperti biasanya, aku tak kuasa untuk menahan jeritanku pada saat pertama kali ada kejantanan laki-laki menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku.

Dengan perlahan namun pasti, kejantanan Dino meluncur masuk semakin dalam. Dan ketika sudah masuk setengahnya ia bahkan memasukkan sisanya dengan satu sentakan kasar hingga aku benarbenar berteriak karena terasa nyeri. Dan setelah itu, tanpa memberiku kesempatan untuk membiasakan diri dulu, Dino sudah bergoyang mencari kepuasannya sendiri.

Dino menggerak-gerakkan pinggulnya dengan kencang dan kasar menghunjam-hunjam ke dalam tubuhku hingga aku memekik keras setiap kali kejantanan Dino menyentak ke dalam. Pedih dan ngilu. Namun bercampur nikmat yang tak terkira. Ada sensasi aneh yang baru pertama kali kurasakan di mana di sela-sela rasa ngilu itu aku juga merasakan rasa nikmat yang tak terkira. Namun aku juga tidak bisa menguasai diriku lagi hingga aku sampai menangis menggebu-gebu, sakit keluhku setiap kali Dino menghunjam, tapi aku semakin mempererat pelukanku, Pedih, tapi aku juga tak bersedia Dino menyudahi perlakuannya terhadap diriku.

Aku semakin merintih. Air mataku meleleh keluar. kami terus bergulat dalam posisi demikian. Sampai tiba-tiba ada rasa nikmat yang luar biasa di sekujur tubuhku. Aku telah orgasme. Ya, orgasme bersama dengan orang yang aku benci. Tubuhku mengejang selama beberapa puluh detik. Sebelum melemas. Namun Dino rupanya belum selesai. Ia kini membalikkan tubuhku hingga kini aku bertumpu pada kedua telapak tangan dan kedua lututku. Ia ingin meneruskannya dengan doggy style. Aku hanya pasrah saja.

Kini ia menyetubuhiku dari belakang. Tangannya kini dengan leluasa berpindah-pindah dari pinggang, meremas pantat dan meremas payudaraku yang menggelantung berat ke bawah. Kini Dino bahkan lebih memperhebat serangannya. Ia bisa dengan leluasa menggoyangkan tubuhnya dengan cepat dan semakin kasar.

Pada saat itu tanpa terasa, Maki telah duduk mengangkang di depanku. Laki-laki ini juga telah telanjang bulat. Ia menyodorkan batang penisnya ke dalam mulutku, tangannya meraih kepalaku dan dengan setengah memaksa ia menjejalkan batang kejantanannya itu ke dalam mulutku.

Kini aku melayani dua orang sekaligus. Dino yang sedang menyetubuhiku dari belakang. Dan Maki yang sedang memaksaku melakukan oral seks terhadap dirinya. Dino kadang-kadang malah menyorongkan kepalanya ke depan untuk menikmati payudaraku. Aku mengerang pelan setiap kali ia menghisap puting susuku. Dengan dua orang yang mengeroyokku aku sungguh kewalahan hingga tidak bisa berbuat apa-apa. Malahan aku merasa sangat terangsang dengan posisi seperti ini.

Mereka menyetubuhiku dari dua arah, yang satu akan menyebabkan penis pada tubuh mereka yang berada di arah lainnya semakin menghunjam. Kadang-kadang aku hampir tersedak. Maki yang tampaknya mengerti kesulitanku mengalah dan hanya diam saja. Dino yang mengatur segala gerakan.

Perlahan-lahan kenikmatan yang tidak terlukiskan menjalar di sekujur tubuhku. Perasaan tidak berdaya saat bermain seks ternyata mengakibatkan diriku melambung di luar batas yang pernah kuperkirakan sebelumnya. Dan kembali tubuhku mengejang, deras dan tanpa henti. Aku mengalami orgasme yang datang dengan beruntun seperti tak berkesudahan.

Tidak lama kemudian Dino mengalami orgasme. Batang penisnya menyemprotkan air mani dengan deras ke dalam liang vaginaku. Benda itu menyentak-nyentak dengan hebat, seolah-olah ingin menjebol dinding vaginaku. Aku bisa merasakan air mani yang disemprotkannya banyak sekali, hingga sebagian meluap keluar meleleh di salah satu pahaku. Sesudah itu mereka berganti tempat. Maki mengambil alih perlakuan Dino. Masih dalam posisi doggy style. Batang kejantanannya dengan mulus meluncur masuk dalam sekali sampai menyentuh bibir rahimku. Ia bisa mudah melakukannya karena memang liang vaginaku sudah sangat licin dilumasi cairan yang keluar dari dalamnya dan sudah bercampur dengan air mani Dino yang sangat banyak. Permainan dilanjutkan. Aku kini tinggal melayani Maki seorang, karena Dino dengan nafas yang tersengal-sengal telah duduk telentang di atas sofa yang tadi diduduki Maki untuk mengumpulkan tenaga. Aku mengeluh pendek setiap kali Maki mendorong masuk miliknya. Maki terus memacu gerakkannya. Semakin lama semakin keras dan kasar hingga membuat aku merintih dan mengaduh tak berkesudahan.

Pada saat itu masuk Bram dan Tito bersamaan ke dalam ruangan. Tanpa basa-basi, mereka pun langsung melucuti pakaiannya hingga telanjang bulat. Lalu mereka duduk di lantai dan menonton adegan mesum yang sedang terjadi antara aku dan Maki. Bram nampak kelihatan tidak sabaran Tetapi aku sudah tidak peduli lagi. Maki terus memacu menggebu-gebu. Laki-laki itu sibuk memacu sambil meremasi payudaraku yang menggelantung berat ke bawah.

Sesaat kemudian tubuhku dibalikkan kembali telentang di atas kasur dan pada saat itu Bram dengan tangkas menyodorkan batang kejantanannya ke dalam mulutku. Aku sudah setengah sadar ketika Tito menggantikan Maki menggeluti tubuhku. Keadaanku sudah sedemikian acak-acakan. Rambut

yang kusut masai. Tubuhku sudah bersimpah peluh. Tidak hanya keringat yang keluar dari tubuhku sendiri, tapi juga cucuran keringat dari para laki-laki yang bergantian menggauliku. Aku kini hanya telentang pasrah ditindihi tubuh gemuk Tito yang bergoyang-goyang di atasnya.

Laki-laki gemuk itu mengangkangkan kedua belah pahaku lebar-lebar sambil terus menghunjamhunjamkan miliknya ke dalam milikku. Sementara Bram tak pernah memberiku kesempatan yang cukup untuk bernafas. Ia terus saja menjejal-jejalkan miliknya ke dalam mulutku. Aku sendiri sudah tidak bisa mengotrol diriku lagi. Guncangan demi guncangan yang diakibatkan oleh gerakan Titolah yang membuat Bram makin terangsang. Bukan lagi kuluman dan jilatan yang harusnya aku lakukan dengan lidah dan mulutku.

Dan ketika Tito melenguh panjang, ia mencapai orgasmenya dengan meremas kedua belah payudaraku kuat-kuat hingga aku berteriak mengaduh kesakitan. Lalu beberapa saat kemudian ia dengan nafasnya yang tersengal-sengal memisahkan diri dari diriku. Dan pada saat hampir bersamaan Bram juga mengerang keras. Batang kejantanannya yang masih berada di dalam mulutku bergerak liar dan menyemprotkan air maninya yang kental dan hangat. Aku meronta, ingin mengeluarkan banda itu dari dalam mulutku, namun tangan Bram yang kokoh tetap menahan kepalaku dan aku tak kuasa meronta lagi karena memang tenagaku sudah hampir habis. Cairan kental yang hangat itu akhirnya tertelan olehku. Banyak sekali. Bahkan sampai meluap keluar membasahi daerah sekitar bibirku sampai meleleh ke leher. Aku tak bisa berbuat apa-apa, selain dengan cepat mencoba menelan semua yang ada supaya tidak terlalu terasa di dalam mulutku. Aku memejamkan mata erat-erat, tubuhku mengejang melampiaskan rasa yang tidak karuan, geli, jijik, namun ada sensasi aneh yang luar biasa juga di dalam diriku. Sungguh sangat erotis merasakan siksa birahi semacam ini hingga akupun akhirnya orgasme panjang untuk ke sekian kalinya.

Dengan ekor mataku aku kembali melihat seseorang masuk ke ruangan yang ternyata si bule dan orang itu juga mulai membuka celananya. Aku menggigit bibir, dan mulai menangis terisak-isak. Aku hanya bisa memejamkan mata ketika Marchell mulai menindihi tubuhku. Pasrah.

Tidak lama kemudian setelah orang terakhir melaksanakan hasratnya pada diriku mereka keluar. aku merasa seluruh tubuhku luluh lantak. Setelah berhasil mengumpulkan cukup tenaga kembali, dengan terhuyung-huyung, aku bangkit dari tempat tidur, mengenakan pakaianku seadanya dan pergi mencari kamar mandi.

Aku berpapasan dengan Dino yang muncul dari dalam sebuah ruangan yang pintunya terbuka. Lelaki itu sedang sibuk mengancingkan retsluiting celananya. Masih sempat terlihat dari luar di dalam kamar itu, di atas tempat tidur tubuh Shelly yang telanjang sedang ditindihi oleh tubuh Maki yang bergerakgerak cepat. Memacu naik turun. Gadis itu menggelinjang-gelinjang setiap kali Maki bergerak naik turun. Rupanya anak itu bernasib sama seperti diriku. Di mana aku bisa menemukan kamar mandi? tanyaku pada Dino.

Tanpa menjawab, ia hanya menunjukkan tangannya ke sebuah pintu. Tanpa basa-basi lagi aku segera beranjak menuju pintu itu.

Di sana aku mandi berendam air panas sambil mengangis. Aku tidak tahu saya sudah terjerumus ke dalam apa kini. Yang membuat aku benci kepada diriku sendiri, walaupun aku merasa sedih, kesal, marah bercampur menjadi satu, namun demikian setiap kali teringat kejadian barusan, langsung saja selangkanganku basah lagi.

Aku berendam di sana sangat lama, mungkin lebih dari satu jam lamanya. Setelah terasa kepenatan tubuhku agak berkurang aku menyudahi mandiku. Dengan berjalan tertatih-tatih aku melangkah keluar kamar mandi dan berjalan mencari pintu keluar. Sudah hampir jam sebelas malam ketika aku keluar dari rumah itu.

Sampai di dalam rumah, Aku langsung ngeloyor masuk ke kamar. Aku tak peduli dengan kakakku yang terheran-heran melihat tingkah lakuku yang tidak biasa, aku tak menyapanya karena memang sudah tidak ada keinginan untuk berbicara lagi malam ini. Aku tumpahkan segala perasaan campur aduk itu, kekesalan, dan sakit hati dengan menangis.

Istri Teman Kos Yang Menggoda


Pernkenalkan namaku Iwan asli Kalimantan yang menuntut ilmu di kota Y kota gudeg dan kota pelajar. Sejak SMA aku pernah sekali melakukan hubungan badan alias Ml dengan mantan pacarku dulu, dan tentunya cerita panas berikutlah yang paling berkesan menurutku. Cerita yang tentunya akan menjadi memory indah ketika kos di Sleman.

Lokasinya yang nyaman dan tenang, jauh dari hiruk pikuk kota, membuatku betah tinggal lama disini sejak tahun 2002 dari aku masuk kuliah sampai tahun 2003 aku diterima bekerja oleh kenalanku di sebuah perusahaan besar, jadi aku mengambil kuliah malam karena paginya aku harus bekerja hingga sampai aku lulus kuliah, aku belum pernah pindah. Tetangga-tetangga pun heran mengapa aku betah tinggal disitu padahal bu kostku terkenal orangnya kolot dan masih memegang tradisi lama. Orangnyapun alim dan tidak suka anak kostnya berbuat macam-macam dan kalau ketahuan sudah pasti diusir dari rumah kostnya.

Rumah kostku 2 lantai yang disewakan hanya 5 kamar dengan ukuran sedang dan kostnya baik untuk putra maupun putri, yang masih single maupun yang sudah berkeluarga. Kamar mandi untuk anak kost disedakan ada 2 didalam rumah satu dan yang diluar juga ada. Ibu koskupun tinggal disitu cuman tinggal di kamar sebelah dalam bersama anak semata wayangnya Mas Rano. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2005 saat kuliahku waktu itu sudah tersisa sedikit SKS jadi gak terlalu padat jadwal kuliah, Rumah kost hanya terisi dua, satu untukku dan sebelahnya lagi keluarga Mas Hendra berasal dari Magelang. Mas Hendra umurnya 2 tahun diatasku jadi waktu itu sekitar 26 tahun. Istrinya bernama Nita seumuran denganku. Nita orangnya manis putih tinggi sekitar 165 cm ukuran payudara sekitar 34 C. Mereka sudah dikaruniai satu orang anak masih berumur 2 tahun bernama Rara. Mas hendra orangnya penggangguran. Jadi untuk keperluan, Nita-lah yang bekerja dari pagi sampai malam di sebuah Supermarket terkenal sebagai SPG sebuah produk susu untuk

balita. Karena keperluannya yang begitu banyak, Nita (menurut pengakuannya) sampai meminta pihak manajemen untuk bisa bekerja 2 shift. Tentunya keluarga macam ini sering cek-cok. Nita mengganggap Mas Hendra orangnya pemalas bisanya hanya minta duit untuk beli rokok. Padahal jerih payah Nita seharusnya untuk beli susu buat Rara putrinya. Mas Hendra pun sering membalas omelan-omelan Nita dengan tamparan dan tendangan bahkan dilakukan didepan anaknya. Aku sendiri tidak betah melihat pertengkaran itu. Suatu saat, Mas Tarno dapat pekerjaan sebagai ABK dan tentunya harus meninggalkan keluarganya dalam waktu yang cukup lama. Nita senang bukan main mendengarnya karena tak perlu mambiayai suaminya lagi. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Pada malam itu, aku ngobrol dengan Nita dikamarnya sambil nonton TV. Si Rara muter-muter sambil bermain maklum umur segitu masih lucu-cucunya. Sekarang sepi ya, Nit.nggak ada Mas Hendra lagi. kataku Lebih baik gini wan, enakan kalo Mas Hendra nggak ada. Keluh Nita kepadaku. Emangnya Kenapa? tanyaku. Mas Hendra tuh kerja nggak kerja tetep nyusahin. wajar khan kalo aku minta duit ke Mas Hendra? Aku khan istrinya. Eh, Dianya marah-marah. Besoknya aku diomelin juga ama ibu mertuaku. Katanya aku nggak boleh minta duitnya dulu biar bisa buat nabung. Gombal!!! Aku nggak percaya Mas Hendra bisa nabung!!! Dia jawab dengan marah-marah. Sabar ya Aku mencoba untuk menenangkannya apalagi Rara dah minta bobo. Seandainya Mas Iwan yang jadi suamiku mungkin aku tidak akan merana. Mas Iwan dah dapat pekerjaan tetap sambil kuliah lagi, pintar membagi waktu dan biaya hidup, sedangkan suamiku, Mas Hendra hanya pekerja kasar di kapal itupun sebulan sebelumnya penggangguran. Keluhnya. Udahjangan berandai-andai.biarkan hidup mengalir saja. Jawabku sekenanya. Mas, .. Tiba-tiba Nita duduk disebelahku mengapit tangganku dan menyandarkan kepalanya. Aku sungguh terkejut. Aku tahu Nita butuh kasih sayang, butuh belaian, butuh perhatian. Bukan tendangan dan tamparan. Aku balas dia dengan pelukan di bahunya. Sayang sekali Wanita semanis Nita disia-siakan oleh laki-laki. Tapi Aku juga laki-laki normal punya nafsu terhadap wanita. Justru inilah kesempatanku untuk mengerjai Nita apalagi ibu kostku menjengguk keluarganya di Surabaya selama seminggu dan baru berangkat kemarin malam dan Mas Rano dapat jatah kerja Shift malam di sebuah Mall. Yuhuyyyakhirnya kesempatan itu tiba!!! Kutoleh Nita yang saat itu sedang memakai daster, tanpa basa basi aku langsung merengkuh tubuh Nita yang montok itu kedalam pelukanku dan langsung kucium bibirnya yang tipis itu. Nita memeluk tubuhku erat erat, Nita sangat pandai memainkan lidahnya, terasa hangat sekali ketika lidahnya menyelusup diantara bibirku. Tanganku asyik meremas susu Nita yang tidak seberapa besar tapi kencang, pentilnya kupelintir membuat Nita memejamkan matanya karena geli. Dengan sigap aku menarik daster Nita, dan seperti biasanya Nita sudah tak mengenakan apa apa dibalik dasternya itu ternyata Nita memang sudah merencanakannya tanpa sepengetahuanku. Tubuh Nita benar benar aduhai dan merangsang seleraku, tubuhnya semampai, putih dengan susu yang pas dengan ukuran

tubuhnya ditambah nonok yang tak berambut mencembung. Eh gimana kalo si Rara bangun? tanyaku. Tenang aja Mas Iwan, Susu yang diminum Rara tadi dah aku campurin CTM. Jawabnya dengan gaya yang manja. Benar-benar persiapan yang sempurna. Ketika kubentangkan bibir nonoknya, itilnya yang sebesar biji salak langsung menonjol keluar. ketika kusentuh dengan lidahku, Nita langsung menjerit lirih. Aku langsung mencopot baju dan celanaku sehingga ko**ol ku yang sepanjang 15 cm langsung mengangguk angguk bebas. Ketika kudekatkan penisku ke wajah Nita, dengan sigap pula Nita menggenggamnya dan kemudian mengulumnya. Kulihat bibir Nita yang tebal itu sampai membentuk huruf O karena penisku yang berdiameter 3 cm itu hampir seluruhnya memadati bibir mungilnya, Nita sepertinya sengaja memamerkan kehebatan kulumannya, karena sambil mengulum ko**ol ku ia berkali kali melirik kearahku. Aku hanya dapat menyeringai keenakan dengan servis Nita ini. Mungkin posisiku kurang tepat bagi Nita yang sudah berbaring itu sementara aku sendiri masih berdiri disampingnya, maka Nita melepaskan kulumannya dan menyuruhku berbaring disebelahnya. Setelah aku berbaring dengan agak tergesa gesa Nita merentangkan kedua kakiku dan mulai lagi menjilati bagian peka disekeliling ko**ol ku, mulai dari pelirku, terus naik keatas sampai ke Lubang kencingku semuanya dijilatinya, bahkan Nita dengan telaten menjilati Nitang duburku yang membuat aku benar benar blingsatan. Aku hanya dapat meremas remas susu Nita serta merojok nonoknya dengan jariku. Aku sudah tak tahan dengan kelihaian Nita ini, kusuruh dia berhenti tetapi Nita tak memperdulikanku malahan ia makin lincah mengeluar masukkan Ko**ol ku kedalam mulutnya yang hangat itu. Tanpa dapat dicegah lagi air maniku menyembur keluar yang disambut Nita dengan pijatan pijatan lembut dibatang penisku seakan akan dia ingin memeras air maniku agar keluar sampai tuntas. Ketika Nita merasa kalau air maniku sudah habis keluar semua, dengan pelan pelan dia melepaskan kulumannya, sambil tersenyum manis ia melirik kearahku. Kulihat ditepi bibirnya ada sisa air maniku yang masih menempel dibibirnya, sementara yang lain rupanya sudah habis ditelan oleh Nita. Nita langsung berbaring disampingku dan berbisik Mas Iwan diam saja ya, biar saya yang memuaskan Mas ! Aku tersenyum sambil menciumi bibirnya yang masih berlepotan air maniku sendiri itu. Dengan tubuh telanjangbulat Nita mulai memijat badanku yang memang jadi agak loyo juga setelah tegang untuk beberapa waktu itu, pijatan Nita benar benar nyaman, apalagi ketika tangannya mulai mengurut ko**ol ku yang setengah ngaceng itu, tanpa dihisap atau diapa apakan, ko**ol ku ngaceng lagi, mungkin karena memang karena aku masih kepengen main beberapa kali lagi maka nafsuku masih bergelora. Aku juga makin bernafsu melihat susu Nita yang pentilnya masih kaku itu, apalagi ketika kuraba nonoknya ternyata itilnya juga masih membengkak menandakan kalau Nita juga masih bernafsu hanya saja penampilannya sungguh kalem . Melihat penisku yang sudah tegak itu, Nita langsung mengangkangi aku dan menepatkan ko**ol ku diantara bibir nonoknya, kemudian pelan pelan ia menurunkan pantatnya sehingga akhirnya ko**ol ku habis ditelan nonoknya itu. Setelah ko**ol ku habis ditelan nonoknya, Nita bukannya menaik turunkan pantatnya, dia justru memutar pantatnya pelan pelan sambil sesekali ditekan, aku

merasakan ujung penisku menyentuh dinding empuk yang rupanya leher rahim Nita. Setiap kali Nita menekan pantatnya, aku menggelinjang menahan rasa geli yang sangat terasa diujung ko**ol ku itu. Putaran pantat Nita membuktikan kalau Nita memang jago bersetubuh, ko**ol ku rasanya seperti diremas remas sambil sekaligus dihisap hisap oleh dinding nonok Nita. Hebatnya nonok Nita sama sekali tidak becek, malahan terasa legit sekali, seolah olah Nita sama sekali tak terangsang oleh permainan ini. Padahal aku yakin seyakin yakinnya bahwa Nita juga sangat bernafsu, karena kulihat dari wajahnya yang memerah, serta susu dan itilnya yang mengeras seperti batu itu. Aku makin lama makin tak tahan dengan gerakan Nita itu, kudorong ia kesamping sehingga aku dapat menindihinya tanpa perlu melepaskan jepitan nonoknya. Begitu posisiku sudah diatas, langsung kutarik ko**ol ku dan kutekan sedalam dalamnya memasuki nonok Nita. Nita menggigit bibirnya sambil memejamkan mata, kakinya diangkat tinggi tinggi serta sekaligus dipentangnya pahanya lebar lebar sehingga ko**ol ku berhasil masuk kebagian yang paling dalam dari nonok Nita. Rojokanku sudah mulai tak teratur karena aku menahan rasa geli yang sudah memenuhi ujung ko**ol ku, sementara Nita sendiri sudah merintih rintih sambil menggigiti pundakku. Mulutku menciumi susu Nita dan menghisap pentilnya yang kaku itu, ketika Nita memintaku untuk menggigit mesra susunya, tanpa pikir panjang aku mulai menggigit dengan sangat lembut daging empuk itu dengan penuh gairah, Nita makin keras merintih rintih, kepalaku yang menempel disusunya ditekan keras keras membuatku tak bisa bernafas lagi, saat itulah tanpa permisi lagi kurasakan nonok Nita mengejang dan menyemprotkan cairan hangat membasahi seluruh batang ko**olku. Ketika aku mau menarik pantatku untuk memompa nonoknya, Nita dengan keras menahan pantatku agar terus menusuk bagian yang paling dalam dari nonoknya sementara pantatnya bergoyang terus diatas ranjang merasakan sisa sisa kenikmatannya. Dengan suara agak gemetar merasakan kenikmatannya, Nita menanyaiku apakah aku sudah keluar, ketika aku menggelengkan kepala, Nita menyuruhku mencabut ko**olku. Ketika ko**olku kucabut, Nita langsung menjilati ko**ol ku sehingga cairan lendir yang berkumpul disitu menjadi bersih. Ko**ol ku saat itu warnanya sudah merah padam dengan gagahnya tegas keatas dengan urat uratnya yang melingkar lingkar disekeliling batang penisnya. Nita sesekali menjilati ujung ko**olku dan juga buah pelirku. Ketika Nita melihat ko**olku sudah bersih dari lendir yang membuat licin itu, dia kembali menyuruhku memasukkan ko**olku, tetapi kali ini Nita yang menuntun penisku bukannya ke lubang nonoknya melainkan ke lubang duburnya yang sempit itu. Aku menggigit bibirku merasakan sempit serta hangatnya lubang dubur Nita, ketika ko**ol ku sudah menyelusup masuk sampai kepangkalnya, Nita menyuruhku memaju mundurkan ko**olku, aku mulai menggerakkan ko**olku pelan pelan sekali. Kurasakan betapa ketatnya dinding dubur Nita menjepit batang ko**ol ku itu, terasa menjalar diseluruh batangnya bahkan terus menjalar sampai keujung kakiku. Benar benar rasa nikmat yang luar biasa, baru beberapa kali aku menggerakkan ko**ol ku, aku menghentikannya karena aku kuatir kalau air maniku memancar, rasanya sayang sekali jika kenikmatan itu harus segera lenyap. Nita menggigit pundakku ketika aku menghentikan gerakanku itu, ia mendesah minta agar aku meneruskan permainanku. Setelah kurasa agak tenang, aku mulai lagi menggerakkan penisku

menyelusuri dinding dubur Nita itu, dasar sudah lama menahan rasa geli, tanpa dikomando lagi air maniku tiba tiba memancar dengan derasnya, aku melenguh keras sekali sementara Nita juga mencengkeram pundakku. Aku jadi loyo setelah dua kali memuntahkan air mani yang aku yakin pasti sangat banyak. Tanpa tenaga lagi aku terguling disamping tubuh Nita, kulihat ko**ol ku yang masih setengah ngaceng itu berkilat oleh lendir yang membasahinya. Nita langsung bangun dari tempat tidur, dengan telanjang bulat ia keluar mengambil air dan dibersihkannya penisku itu, aku tahu kali ini dia tak mau membersihkannya dengan lidah karena mungkin dia kuatir kalau ada kotorannya yang melekat. Setelah itu, disuruhnya aku telungkup agar memudahkan dia memijatku, aku jadi tertidur, disamping karena memang lelah, pijatan Nita benar benar enak, sambil memijat sesekali dia menggigiti punggungku dan pantatku. Aku benar benar puas menghadapi perempuan satu ini. Aku tertidur cukup lama, ketika terbangun badanku terasa segar sekali, karena selama aku tidur tadi Nita terus memijit tubuhku. Ketika aku membalikkan tubuhku, ternyata Nita masih saja telanjang bulat, ko**ol ku mulai ngaceng lagi melihat tubuh Nita yang sintal itu, tanganku meraih susunya dan kuremas dengan penuh gairah, Nitapun mulai meremas remas ko**ol ku yang tegang itu. Yuk kita ke kamar mandi ajakku Sapa takut.. seru Nita Aku menarik tangan Nita keluar kamar sambil bugil tapi aku sempatkan menyambar 2 buah handuk kemudian berjalan mengendap masuk , takut ketahuan tetangga sebelah rumah kost dan mengunci pintu kamar mandinya dari dalam. Nitkamu seksi banget.. desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum. Nita membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya. Nita mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena sudah menjelang pagi. Nita mengusap buah zakar ku. Kunaikan tubuh Nita ke bak mandi. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Kujilati liangnya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Kumasukan dua jari tanganku ke dalam liangnya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan tetangga sebelah rumah dengar karena dinding kamar mandi bersebelahan tepat dengan dinding rumah tetangga. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati liangnya.

Ahhhahhh.MasArghhhh..uhhh. Maaasss. ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok liangnya. Semenit kemudian, Nita benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat. Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, Ia duduk bersimpuh dan mengulum ko**ol ku yang belum tegak benar. Jari-jarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Nita melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok penisku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku. Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Nita tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh , Ohgitu Mas..gigit seperti ituaghhh Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Nita makin terangsang. Ko**ol ku terus memompa liangnya dengan cepat, dan kurasakan liangnya semakin menyempit Ko**ol ku keluar masuk liangnya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Nita merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku. Ah MaassEhmm ArghhArghhhOhhhhh uhhhhhh Nita orgasme untuk kesekian kalinya dan terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut penisku dari liangnya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap toilet. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Nita tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk ko**ol ku ke liangnya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Aku mulai memompa liangnya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. Ko**ol ku makin cepat menusuk2 liangnya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Nita naik turun sesuai irama kocokanku, dan penisku semakin tegang dan terus menghantam liangnya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. Penisku terasa makin becek oleh cairan liangnya. Nita..aku juga mau keluar nih. oh tahan dulukasih aku.ko**ol mu.tahan!!!!

Nita langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok ko**ol ku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ArGGGhhhh!! Oh yes !! erangku tertahan. Nita menyedot ko**ol ku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung penisku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan buah zakar ku dan kanannya mengocok ko**ol ku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Nita berlutut dan menjilati seluruh ko**ol ku dengan rakus. Setelah Nita menjilat bersih Ko**ol ku, ia memakaikan handukku, lalu memakai handuknya sendiri. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu kamar mandi. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang. Setelah kejadian itu aku sama Nita semakin gila-gilaan dalam bermain seks sampai dengan ibu kosku kembali dari Surabaya tentunya aku hanya bisa melakukannya di malam hari. Nita, wanita muda yang butuh belain bukan tamparan. Sekali lagi sungguh aku beruntung bisa membantunya, meskipun aku telah berdosa sudah meniduri istri orang.

Ngeseks dengan Atasan di Kantor


Cerita panas ketika aku mencoba melamar pekerjaan menjadi sekretaris di perusahaan teman suamiku. Dan dari sanalah cerita ini bermula. Suatu hari suamiku pulang dari ngobrol dengan tetangga2 ku di pos satpam. Dia bilang kalau pak Bowo menawarkan pekerjaan untuk Priska. Aku heran, kok buat Priska? Memang dia gak tau kalau Priska sudah punya usaha sendiri walau kecil2an. Suamiku bilang, karena pekerjaannya Cuma sekretaris merangkap admin gak sibuk2 banget, dan itu untuk kantor barunya di Menara Imperium Kuningan. Jadi pak bowo cukup maklum kalau Priska gak bisa full, Cuma dia perlu orang yang bisa dipercaya pegang uang, dan boleh saja kalau Priska sambil tetap jualan. Wah kalau gitu kenapa gak aku saja tanyaku pada suami ku. Mau nggak kalau aku ngantornya sambil ngasuh anak? Suamiku hanya tertawa, kalau gitu kenapa gak istrinya kata suamiku.

Tawarin aja ke Priska bunda, siapa tau dia mau. Nih kartu namanya pak Bowo Aku segera menelopon Priska. Tapi Priska tidak mau begitu aku menanyakan hal ini. Mungkin dia masih belum mau akrab lagi denganku. Yah setelah kejadian itu memang aku dan Priska jarang berbicara. Dan sudah 2 bulan ini Priska tidak ke Jakarta. Yanda, Priska ga mau. Coba tanya ke pak bowo, kalau aku boleh nggak?

Ya, bunda tanya sama bu Bowo aja. Aku mah boleh aja Jawab suamiku. Aku memang pernah bekerja di sebuah perusahaan asing , dan terakhir sebelum menikah aku pun pernah menjadi pegawai BUMN. Dan sekarang Ijazah S1 HIku di Unpad nganggur begitu saja. Aku ingin punya aktivitas, dipikir2 mungkin ada baiknya dari pada di rumah suka mikir yang nggak2 kalau bengong. Akhirnya aku bilang ke suamiku niatku itu. Dan dia setuju saja Tapi bilang ke bu Bowo ya.

Keesokan harinya aku ke rumah pak Bowo. Ternyata bu Bowo tidak ada di rumah. Ya sudah, akhirnya aku pikir kenapa aku tidak ke pak bowo langsung saja ya?

Sesampai di kantor pak bowo, aku mengetuk pintu kaca kantornya namun tak ada jawaban. Akhirnya aku menelepon nomor HP pak bowo yang ada di kartu namanya. Pak bowo keluar dari ruangannya dan membuka pintu. Eh ibu, mau bawa CVnya Priska ya Aku agak kecewa dengan tanggapan pak bowo. Mari masuk bu, maaf di kantor ini belum ada siapa2. Sebetulnya ada OB. Tapi dia sedang ke kantor notaries. Maaf Bu di ruangan saya saja Setelah diruangannya dan memberikan CV, baru aku menjelaskan bahwa itu CVku bukan CV Priska, dan aku pun bilang kalau Priska sudah punya usaha sendiri dan kemarin waktu saya tawarkan dia juga tidak mau.

Wajah Pak Bowo menjadi serius, dia menjelaskan kalau memang dia insist Priska. Apalagi untuk sekretaris. Aku tidak mengerti kenapa harus Priska, dan saya mencoba menjelaskan bahwa akupun pernah bekerja dan untuk pekerjaan sekretaris pasti aku bisa. Pak Bowo tersenyum. Priska benar2 gak mau ya mbak? aku mengangguk mengiyakan. Sayang padahal lumayan kalau punya sekretaris seperti dia, kalau mbak saya nggak mau, kalau ada apa2 saya kan nggak enak sama suami mbak. Sekretaris saya di kantor satunya juga single, kalau harus ke luar kota nganter saya kan nggak enak. Kalau sama mbak kan nanti istri saya tau saya keluar kotanya gak sendirian.

Oh gitu sahutku. Ahh dasar laki2 batinku. Jadi kalau dengan Priska bapak bakalan keluar kota dengan dia? tanyaku. Pak Bowo tersenyum. Kok bapak tau dia bakalan mau. Pernah ngobrol ya? Mbak Mila, maaf ya? Saya pernah mergokin dia pacaran di mobil. Dia sedang begini sama pacarnya kata pak Bowo sambil memeragakan gerakan blow job. Mobilnya parker di depan rumah saya, jam 1 malem gitu. Sempat saya mau bawa ke pos satpam tapi yaah karena dia waktu itu janji mau melakukan apa saja asal gak dilaporin ya sudah gak saya perkarakan. Jadi ya tolong bilang saja sama Priska, kalau saya sebetulnya nawarin ini sekalian nagih janji. Maaf ya mbak, kalau saya blak2an. Mbak beda sama dia, mbak kan alim, pasti tau lah kalau adiknya begitu harusnya bagaimana. Maaf juga kalau kita laki2 ya begini ini. Pak Bowo bercerita lebih panjang lagi yang pada intinya, dia memang suka melakukan hal itu dengan sekretarisnya, dan sebetulnya dia suka sama Priska yang cantik tapi kalau Priska tidak memegang janji ya jangan salahkan dia kalau Pak Bowo akhirnya membocorkan hal ini ke aku. Dia minta aku juga gakk cerita ke istrinya, karena dia juga gak akan melaporkan hal ini ke warga lainnya. Saya bilang ya sebetulnya kalau ditempat saya kerja dulu sih memang aku cukup tau kalau suka ada office affair apa lagi antara boss dengan anak buah yang wanita.

Yah pokoknya gitu Mbak, biar nanti saya cari yang lainnya aja. Kalau Mbak mah gak lah. Maaf ya saya nolaknya blak2an. Saya memang gitu orangnya. Semua yang jadi anak buah saya, harus orang yang bisa jaga rahasia bosnya. Makanya saya gak pake supir mbak. Dan istri saya juga gak ada yang kenal sama anak buah saya satu pun. Oh ya, si cantik itu kemana kok sudah lama gak main ke rumah Mbak?.

gak tau pak, mungkin malu sama bapak. Ya sudah, bilang sama dia ya kalau saya sudah bilang juga sama Mbak. Tapi yah sekarang mudah mudahan dia gak pacaran gitu lagi.

Ya sudah aku pun berpamitan pulang. Di jalan aku memikirkan apa yg baru saja terjadi. Ah si Priska ada2 saja dalam hatiku. Dan Pak Bowo ternyata dendam juga Priskanya gak mau. Aku membayangkan bagaimana kecewanya pak Bowo tidak bisa mendapatkan jatah dari Priska. Lagian Priska sempat2nya janji yang nggak2 sama Pak Bowo. Yah mungkin dia pikir supaya jangan sampai dilaporin Satpam waktu itu. Tapi aku juga kepikiran sama tingkah laku Pak Bowo yang ternyata badung juga. Pak Bowo lebih tua dari suamiku umurnya 40an dan pantas sih nakal2nya cowok dalam hatiku. Pasti sekretarisnya sudah jebol sama Pak Bowo, apalagi di ajak pergi keluar kota. Jadi selama ini Pak Bowo suka memperhatikan Priska rupanya. Apa dia gak pernah memperhatikan aku ya? Padahal dibandingkan Priska, banyak yang bilang aku lebih cantik dan badanku jauh lebih sexy. Kembali pikiran aku jadi nakal. Dasar memang aku perempuan murahan yang kegatelan batinku. Ehh jangan2 dia ngomong blak2an tadi sengaja nyoba aku kali ya. Belum tau dia bahwa aku sebetulnya bagaimana.

Pikiran itu terus menggangguku. Sampai di rumahpun aku masih yang tergoda untuk ngtest pak Bowo. Ha ha ha. Gimana ya kalau aku affair sama tetangga. Aduuuuh pokoknya aku jadi error. Waktu suamiku pulang, dan bertanya bagaimana sudah bicara dengan bu Bowo. Aku malah bilang aku mau coba ngelamar dan wawancara besok. Padahal sudah. Suamiku bilang enak juga kalau aku ada kerjaan tapi yang tidak mengganggu aktivitasku mengawasi anakku. Kalau diterima kerja suamiku berencana mencari supir untuk mengantarkan anakku dan aku kerja. Aku bilang aku kerja kan bisa bareng pak Bowo. Suamiku manggut2. Malamnya aku malah berpikir yang tidak2 tentang Pak Bowo, dan bagaimana rasanya member sekedar blow job padanya. Ahh biarin aku datengin saja pak bowo besok pagi pikirku.

Anakku sudah kelas 1 SD sekarang. Dan disekolah ini dia masuk jam 7.30 pulang jam 3. Pagi itu jam 7 pun aku sudah sampe di sekolah anakku dan segera ke kantor pak Bowo. Hari itu seperti halnya orang mau interview aku menggunakan baju lengan panjang putih yang dulu sering aku gunakan kerja. Cuma sengaja aku tak menggunakan peniti tambahan yang biasanya aku pake, sehingga kancing bajuku agak renggang dan belahan dadaku sedikit kelihatan. Biar pak Bowo ngerti maksudku dalam hatiku. Lainnya aku pake jilbab hitam dan rok panjang hitam.

Jam 8 aku sudah sampe di kantor pak Bowo. Yang ada Cuma OBnya yang sedang membersihkan kantor. Pak Bowo baru datang jam kemudian. Dia kaget melihatku datang. Loh Mbak Mila lagi? Kenapa Mbak? Ya saya sudah cukup mengerti pekerjaannya pak, mungkin di interview atau di test dulu saya bersedia kok sahut aku sambil tersenyum. Pak Bowo memperhatikan aku dan kelihatan sekali dia memperhatikaan dadaku.

Oh bagus deh, kalau siap di test mbak. Say bener2 test kemampuannya ya mbak Iya Pak sahutku sambil mengikuti pak bowo ke ruangannya. Sesampai di ruangannya, pak bowo memanggil OB nya untuk membersihkan ruang meeting, karena dia mau meeting di sana katanya. Kemudian dia menelepon beberapa orang sambil membuka2 CV ku. Selesai menelepon dia keluar ruangan dan memerintahkan Pak Ari OBnya untuk mengantarkan dokumen ke rumah. Ahh pandai juga nih boss

batinku. Setelah yakin pak Ari pulang. Pak bowo kembali keruangan. Jadi sudah ngerti ya Mbak, kalau mau jadi sekretaris saya bagaimana? saya mengangguk. Nggak nyesel kan punya boss seperti saya? tanyanya lagi. Nggak pak, asal pak bowo nggak nyesel punya anak buah sepertu saya jawabku. Makanya saya test dulu ya? Ok coba berdiri Mbak! Pak Bowo memperhatikan aku sambil mengitari tubuhku. Wahh ini boleh juga mbak Pak Bowo mencoba mengomentari dadaku. Cek cek ombak nih orang. Maaf pak, ini baju putih satu2nya waktu saya kerja dulu. Jadi saya gak sadar kalau sudah kekecilan. Kalau diterima saya beli lagi baju putihnya.

Bukan bajunya kok, orang dalemnya Mbak. Panggil saya Mila saja pak sahutku. Waktu pak Bowo di belakangku dia tanpa ragu2 meremas pantatku. Hmmm masih kenceng nih Mil Iya pak Pak Bowo kembali berdiri di depanku, kali ini dia meraba2 dadaku. Hmmm keren juga Pak Bowo dengan terampil membuka kancing bajuku, walau tidak melepas bajuku. Pak Bowo juga membuka tali BHku, dan menyingkapnya. Ohh init oh modalmu untuk jadi sekretarisku. Keren Mil, bagus banget. Coba duduk Mbak Mila Aku pun duduk sementara Pak Bowo berdiri mendekati aku. Coba kalau sekretaris yang baik kira2 gimana sama bossnya kalau begini. Aku mengerti maksudnya. Aku membuka sabuknya retsleting celananya dan membuka celana dalamnya.

Nampak penisnya bergelantungan dengan sedikit tegang. Aku usap2 sebentar dan kemudian memasukkan ke mulutku sambil melihat wajah pak Bowo. Dia sedikit nyengir ketika aku mulai bergerak mundur maju. Pak Bowo mulai mendesah2 Bagus Mil, ayo lagi Penisnya mulai menegang. Penis pak Bowo normal2 saja, tidak sepanjang Adi, hampir sama ukurannya dengan milik si Mbah dan suamiku. Tapi diameternya agak lebih besar, dan warnanya merah muda menggemaskan. Ketika aku menjilat2 ujung penisnya Pak Bowo menggelinjang dan mengerang2.Kamu ok juga. Hehhhhhhh ujarnya sambil menyodokkan penisnya jauh lebih dalam. Dan setelah itu aku merasakan pennies pak Bowo menjadi sangat keras tegak ke atas, membuatku agak harus merapat agar kepalaku bisa bergerak dari arah agak ke atas. Tanganku memegang pantatnya dan kemudian kepalaku bergerak cepat. ha ha ha, pinter kamu. Besok kalau kamu diterima kita meeting sama sekretaris yang lainnya supaya mereka bisa seperti mu Ujar pak Bowo sambil memegang kepalaku dengan gemas.

Beberapa saat aku melepaskan penisnya dari mulutku, mencoba mengambil nafas. Pak bowo melepaskan celananya yang menggantung dan dia berjalan ke kursi sofa, dia pun duduk di situ. Aku menghampirinya dan bersimpuh di depannya kemudian melanjutkan menyepongnya. Dengan begitu payu dara menempel di pahanya. Pak Bowo membelai2 kepalaku, punggungku dan kemudian berusaha membuka bajuku. Setelah bajuku terbuka dia melepaskan bra ku yang sudah terbuka itu, jadi aku menghentikan sebentar menyepongku. Pak Bowo memainkan sebentar buah dadaku. Aku mengambil penisnya dan meminta pak Bowo agak maju. Aku jepit penisnya dengan buah dadaku

sambil menggerak2kan dadaku. Ohh keren, akhirnya ada juga yang bisa begini nih ujar nya dilanjutkan dengan mendesah, dan mulai meracau. Kaki pak Bowo merangkul punggungku. Enak sayang. Aku kembali mengulum penisnya dan menjilat2nya. Hmmm sampai sekuat apa nih orang batinku. Cukup lama juga aku bolak balik menjilati dan menyepong sampai aku sidikit tak sabar menunggu ledakkannya.

Sampai akhirnya meledak juga penis itu dimulutku. Semua spermanya tak kubiarkan meleleh keluar, dan kusapu bersih. Lagi2 aku merasakan aroma yang berbeda dari sperma ini. Rupanya tiap orang beda2, tapi yang jelas punya pak Bowo tidak terlalu menjijikan seperti punya Adi. Bahkan boleh dibilang aku agak menikmati, hingga pak Bowo berkali2 menggelinjang saat aku mencoba benar2 mencoba agar ledakkannya benar2 tuntas.

Pak Bowo berbaring lemas, ketika penisnya ku lepas. Aku mengambil gelas minuman dan membersihkan mulutku yang bau ludah. Aku juga membersihkan penis pak Bowo dengan tissue. Air yang sedikit tersisa di gelas aku tuangkan ke tissue dan membersihkan penis pak Bowo. Pak Bowo menciumku, sambil meremas2 payudaraku. Sejauh ini hasil testmu bagus sayang. Kita pun berciuman. Penis pak Bowo belum bereaksi tegang lagi. Dia bangkit, dan menggunakan celananya dan sepatunya. Aku mau meeting dulu ya. Sebentar lagi teman2ku datang Aku mengambil bajuku dan braku. Coba jangan dipake dulu bajunya siapa yang suruh pake. Duduk dulu di situ Aku kembali duduk di kursi yang tadi berhadapan dengan pak Bowo. Coba duduknya agak maju, kursinya diatur agak kebawah. Tau kan caranya gimana? Biar toketmu gak gelantungan taroh saja di meja Aku menuruti perintah pak Bowo. Pak bowo kembali mengamati CVku. Dia menulis2 sesuatu di CVku. Bra mu ukuran berapa? 34 B kadang2 C pak tergantung mereknya. Hmmmm keren deh toket luh, gw suka banget. Kalau kamu sedang M bisa muncrat di situ, boleh kan? Boleh pak jawabku. Kamu mau gaji berapa Mil? Tanya pak Bowo sambil mengeluarkan kamera dari lacinya. Terserah bapak, yang seuai saja dengan prestasi kerja saya Pak Bowo memotret ku. Coba pegang toketnya kaya tadi waktu ngejepit kontolku Aku pun berpose.

Kamu bersedia perjalanan ke luar kota? Yah itu yang jadi kendala saya pak, kayanya gak mungkin kalau keluar kota. Tapi kan bapak punya banyak sekretaris Pak bowo mengangguk2.

apa kamu bersedia ditempatkan di mana saja? Hmm maksudnya kalau kamu bersedia ngentot di mana saja? Maksudnya pak?

Ya kalau di kantor sih pasti harus, tapi kalau aku mau, kadang2 saya pengen di hotel, di mobil gi mana? Oh gak masalah pak Bisa jaga rahasia? Pastinya pak, saya juga minta bapak begitu Ya sudah, kamu pake baju dulu. Saya meeting coba kamu kedepan situ ya, ada computer, kamu tulis semua cerita kamu wawancara dari pertama sampai terakhir dengan detail ya aku menurutinya. Selesai berpakaian. Pak Bowo menunjukkan meja kerjaku. Ketika aku duduk Pak Bowo merangkul aku dari belakang sambil meremas2 dadaku. Sesekali kami berciuman, dan aku sesekali memegang

penisnya yang sudah agak keras lagi. Karena banyak gangguan aku kurang konsen dengan tulisanku. Sampai akhirnya beberapa orang teman pak Bowo datang. Dan mereka pun siap meeting jam 10 tepat. Pak Bowo memerintahkan aku menyiapkan minum untuk mereka.

Setelah mengantarkan minuman, aku kembali ke pekerjaanku. Tulisan yang anda baca ini sebagian aku tulis waktu itu. Suatu ketika pak bowo keluar ruangan menuju kamar kerjanya, dan menghampiri aku sebentar. Ahhh ini jangan pake kata penis, apa coba ini namanya. Kontol ya pak? Iyaaah. Dia pun kembali ke ruangannya. Tak lama dia kembali keluar ruangan dan memintaku membawa kertas dan bullpen. Aku dimintanya mencatat hasil meetingnya. Aku duduk di sebelah pak Bowo, dan selama itu pak bowo tidak pernah berlaku yang kurang ajar kepadaku. Meeting selesai jam 12, teman2 pak Bowo sempat mengajak kami makan tapi pak Bowo menolak dengan alas an dia ada janji makan siang dengan yang lain. Pak Bowo berjalan bersama teman2nya keluar ruangan mengantar mereka pulang. Sepertinya dia mengantarkan sampe loby bawah. Waktu kembali dia ternyata membawa makanan. Dan dia mengajakku makan. Kami makan di meja kerjaku, sambil berbincang2 mengenai kegiatan usahanya.

Dia makan dengan cepat, dan setelah selesai makan dia mengambilkan minum untuk kami berdua. Dia melihat pekerjaanku, dan ngeprint hasilnya walaupun belum selesai. Dia membacanya dengan seksama 4 lembar hasil tulisanku. Kamu punya pacar lagi sekarang? Nggak pak Jawabku. Pernah ngesex dengan lainnya juga? wah maaf itu pribadi pak. Pak Bowo manggut2 Bagus, aku suka kalau kamu jujur. Selesai makan pak Bowo memintaku ke toilet dulu dan membeli rokok di bawah. Sekembalinya dari bawah, pak Bowo pun merokok di ruangannya. Coba buka CVmu lagi. Aku mencoba mengambil CV, eit CVmu bukan yang itu, badanmu itu CVmu Oooh aku baru ngerti. Aku pun membuka bajuku hingga tinggal mengenakan Bra dan celana dalam. Coba kamu presentasikan CVmu! Nama saya Mila, umur 32 tahun lulusan universitas . Mil, CVmu itu body lo, barang lo bukan itu Sela pak Bowo. Tinggi saya 168 cm, berparas hitam manis, kaki jenjang bokong aduhai dan berdada indah. Ukuran dada.. Apa itu dada? Mil Ukuran payu daraku, 34 B cukup sintal dan bisa menjepit penis ehh kontol hingga muncrat. Baguss ayo terus Mil. Hmmmm, apalagi pak? Prestasi mu apa, keahlian apa? Oh ya, saya bisa melakukan blow job, hand job dengan baik. Dijamin tidak kena gigi dan kontol yang saya sepong saya blow job sampe habis dan bersih. Pak Bowo tertawa mendengar presentasi ku, aku pun tertawa. Bapak sudah ya Lho kalau Cuma segitu masak mau saya terima Pak Bowo berdiri, mematikan rokok dan

mendekatiku. Sambil membuka Bra ku. Sambil memelukku dari belakang Pak Bowo memainkan toketku, Gua suka banget sama toket lo, mantab. Terus apa motivasi kamu kerja di sini? Motivasi saya untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan baru dan mempunyai penghasilan senndiri. Bukain baju saya dong. Aku menurutinya dan melucuti semua baju pak Bowo hinggatelanjang bulat. Motivasimu masak itu saja sambil memelukku dari belakang lagi mengarahkan posisi kami berpelukan kea rah lemari bukunya. Pintu lemari yang dari kaca itu bisa membuatku sedikit bercermin melihat pak Bowo kembali memelukku dari belakang. Kali ini tangannya mulai menggerayangi vaginaku. ummm saya ingin bekerja dengan baik kepada atasan saya sebagai sekretaris pak Bowo jawabku sedikit terengah2 karena jari2 pak Bowo mulai berusaha memasuki vaginaku. Kamu tidak bermotivasi untuk ngentot sama aku ya Sambil mulai memaksakan jarinya masuk ke vaginaku, sementara kontolnya sudah keras menekan pantatku. KanPak Bowo Cuma liat Priska oral sex sama pacarnya jawabku. Pak Bowo melepaskan pelukannya, tanpa diduga2 dia malah tertawa terbahak2. Ohhh jadi Cuma boleh oral ya? Aku mengangguk. Ya sudah sini. Pak Bowo membuka celana dalamku, dan dengan cepat jongkok di depanku dan mulai menciumi vaginaku. Aku benar2 tidak menduga hal ini terjadi, karena tadinya aku berharap setelah tau bahwa aku hanya akan mempermainkan pak Bowo dalam sesi interview ini dia akan menyudahinya sampai di sini. Tapi pak Bowo dengan gesit mempermainkan lidahnya yang sudah sangat membuatku geli. Tadinya aku pikir aku bisa mempermainkan tetanggaku ini, tapi sekarang aku dibuatnya horny berat dengan permainan oralnya. Apalagi waktu dia mengangkat kaki kiriku kepundaknya sehingga dia bisa melahap vaginaku dan memainkan lidahnya. Aku tidak tahan mengerang2 kenikmatan. Pak .. pak sudah paaak engggghhhhh aku terus memintanya berhenti karena rasa nikmat ini tak terbendung, dan aku malu sekali dibuatnya. Baru kali ini ada yang rela melakukan oral kepadaku, dari semua laki2 yang pernah berhubungan sex dengan aku semuanya egois. Pak Bowo terus melakukan itu hingga akhirnya ambroll pertahananku.

Ketika pak Bowo berdiri tangannya masih bermain di vaginaku untuk membantu proses orgasmeku hingga tuntas. Aku memeluknya erat2. Perlahan2 Pak Bowo bergerak mundur, sambil tetap memelukku. Dia mengajakku duduk di sofa yang tadi, aku memeluknya sambil duduk di pangkuan pak Bowo. Diciuminya aku, tercium bau kewanitaanku, tapi aku tidak peduli, baru kali ini aku tau bauku sendiri. Ciuman itu menjadi buas, kami bermain lidah dan kurasakan penis pak Bowo kembali mengeras. Dia mengangkat pantatku dan mencoba memasukkan penis itu di vaginaku. Pak aku gak mau Sahutku. Tapi pak Bowo menekan pinggangku ke bawah dengan kuat sambil kemudian menahannya. Blessss masuklah kontol itu. Aku tidak bisa meronta, karena tenaga Pak Bowo cukup kuat. Pantatku aku coba untuk naik, tapi kontol pak Bowo memburunya naik juga, membuatku mendesah2 Pak .ah ssshhh jangan, emmmmm sudah sudah, aku kan istri tetanggamu. Mmmmaaf aku gak bisa Aku mencoba meronta, tapi pak Bowo merebahkanku dengan cepat dan dengan posisi penisnya masih menancap di vaginaku. Dia pun mulai menggenjotku sedikit sedikit. Penisnya makin

lama makin keras, seperti waktu aku sepong tadi tampaknya. Dia masih diam tak berkata2 dan memelukku erat2, sementara tanganku memukul punggunya dan kaki menendang2 kesamping sofa berharap bisa jatuh terguling dan aku bisa lepas. Tapi cengkeraman pak Bowo cukup kuat dan akibat gerakan ku itu malah membuat penisnya makin keras lagi. Sehingga genjotan pak Bowo makin membuatku menggelinjang. Akhirnya aku merasa vaginaku benar2 penuh. Gila orang ini kontolnya keras seperti kayu, belum pernah aku merasakan seperti ini. Punya Adi walaupun panjang tapi tak sekeras ini. Setelah pak Bowo yakin penisnya siap tempur dia merenggangkan pelukannya dan tangannya bertumpu dipundakku. Pak sudah ya su engggghhhhhh Pak Bowo sedikit menarik penisnya tapi rasanya di vaginaku yang baru orgasme itu luar biasa. Mataku terbelalak merasakannya begitu pak Bowo kembali memasukkan penisnya, walaupun pelan2 tapi membuatku tak sadar menggeliat punggungku naik ke atas, kepalaku menengadah.. mulutku menganga tanpa suara. Pak Bowo berkali2 melakukan itu dengan perlahan2 hingga akhirnya dia sesekali menyentakkan pantatnya. Aku pun dibuatnya melolong2. Sedikit2 walaupun agak lama vaginaku akhirnya bisa beradaptasi. Dan akhirnya aku pasrah digenjot2 dengan lancer oleh Pak Bowo.

Ketika aku orgasme lagi pak Bowo memberiku kesempatan menikmatinya sambil menekan dalam2 kontolnya. Aduhh rasanya aku ngawang. Aku genjot lagi ya sayang.. Aku yang pasrah menerima ciumannya sambil membiarkan pak Bowo mengenjot lagi. Kembali pelan2 dan akhirnya cepat. Bunyi pahaku beradu dengan pahanya menutupi suaraku yang mengerang2 makin keenakan. Lagi2 aku orgasme.

Kali ini pak Bowo mengalungkan kakiku dipundaknya, sehingga pantatku terangkat dan kini dia menggenjotku dengan sepenuh tenaga. Aku berteriak2 merasakan ini, dan dengan cepat aku orgasme lagi tapi pak bowo tidak memberiku ampun walaupun aku sudah berteriak dengan keras. Aku merasakan ada air yang mengocor deras, aku nggak tau apa itu orgasme apa aku terkencing2 aku gak tau. Pak bowo melepaskan ku. Dia menuju mejanya dan meminum air putihnya. Dan memberiku juga seteguk air. Pak sudah ya. Kataku. Aku yang lemas, memohonnya untuk berhenti tapi tak kuasa saat Pak Bowo membalikkanku, dan akhirnya akupun di doggy style. Lagi2 aku gak kuat menahan serangannya. Tapi Pak bowo belum juga menyudahinya. Aku akui dia luar biasa. Setelah beberapa saat dia menjambak rambutku dari belakang sambil memukul2 pantatku dan kemudian keluar lah lahar panas itu di vaginaku. Pak bowo memelukku dari belakang sambil meremas2 dadaku.

Setelah beberapa lama pak bowo melepaskan aku dan kamipun tidur di sofa bersama2 berpelukan dan berciuman. Ciuman Pak Bowo hangat sekali. Dia membuka jilbabku kemudian menjilati leherku sambil memegang dadaku lagi. Mila, jadi kamu mau kerja di sini apa nggak ? Aku menggelengkan kepala Pak Bowo tersenyum. Jadi tadinya akmu Cuma mau ngerjain aku, dan kamu pikir setelah kamu sepong ya udah selesai gitu aja? Iya tapi bapak tadi memperkosa aku Dia tertawa, aku pun tertawa, menyadari bahwa akhirnya pun aku mau. Aku pun bercerita sebetulnya rencanaku Cuma membuatnya jera, tapi yahhhh aku yang salah pasang perangkap singa, akhirnya aku sendiri korbannya. Kamu enak nggak tadi? Aku malu dengan pertanyaan Pak Bowo dan mencubit penisnya. Duhh kena semprot Pak? kami tertawa terbahak2 melihat tanganku basah dengan spermanya yang

masih muncrat2. Pak Bowo mengajakku duduk dan dipertontonkan penis yang tadi memperkosaku yang masih tegang dan berdenyut2. Dipeluknya aku dan didudukkannya aku dipahanya lagi, kali ini tidak menolak saat penisnya dimasukkan ke vaginaku. Jangan dibiarin muncrat diluar ya sayang?. Iya pak. Panggil aku Mas saja ya? aku mengangguk dan menciumi laki2 yang sudah menggagahi aku dengan benar2 gagah. Mil Iya Mas.. Coba kamu goyang2 dikit Sambil bergoyang aku tanya Kenapa Mas? emmm goyanganmu enak sayang Aku memeluknya menciumnya dan menggoyangkan pantatku. Mas..kok keras lagi? Tanggung jawab dong aku melotot ke Mas Bowo sambil mencubitnya. Mas Bowo memainkan kedua putting susuku sambil berkata Puasin aku sayang

Aku bergoyang2 lagi. Dengan sisa tenaga yang ada. Aku teringat goyangan Lis dan mencobanya pada mas Bowo. awww pinterjuga nih sayangnya aku. Apa itu Mil? Aku mulai goyang ngebor lagi. Mas Bowo menggigit bibirnya sendiri dan meremas dadaku Enak sayang.. mendapat pujian seperti itu aku makin semangat goyang, padahal goyang begini sebetulnya malah membuat penis mas Bowo mengaduk2 vaginaku. Aku mencoba bertahan tapi aku ambrol juga. Mas Bowo merebahkan aku, dan dengan nafas yang memburu dia pun menggenjotku lagi hingga tak lama dia pun orgasme juga.

Kami berciuman, aku juga menjilati Mas Bowo. Mas Bowo juga begitu dan dengan sengaja dia mencupangi leherku. Setelah cukup lama Mas Bowo bangkit. Dia mengambil tissue dan membersihkan diri. Aku berpakaian cepat2 dan memilih membersihkan di toilet saja. Ingin aku jika ada kamar mandi, kenapa gak mandi sama dia saja. Ahhh akhirnya aku begini lagi pikir ku. Ya sudah lah biarin.

Setelah bersih, aku kembali ke kantor, dan berniat pamit pulang. Mas Bowo mau mengantarkan aku pulang. Aku terima saja, maklum aku kelelahan. Kami menggunakan mobilku. Mas Bowo yang nyetir, dan dia cukup senang dengan kondisi mobilku yang berkaca gelap. Dia meminta aku merebahkan kepalaku di pahanya. Sehingga dia bisa nyetir sambil merogoh2 susuku. Sampai dekat sekolah anakku, jam masih menunjukkan jam 3 kuang 15 menit. Mas Bowo bilang kalau itu waktu yang cukup untuk permainan terakhir. Aku menolak, karena aku sudah amat lelah. Mas Bowo mengatakan, kalau dia Cuma minta di sepong. Akhirnya aku turuti juga permintaan itu.

Cindy, Selingkuhan Si Bokap


Cerita panas mengenai kisah perselingkuhanku dnegan Cindy cewek cantik dan genit selingkuhan bokapku. Ternyata bokapku jago juga bisa dapetin cewek cakep seperti ini. Berikut cerita selangkapnya.

Indra pulang lebih awal berhubung dia dihubungi oleh kakaknya untuk segera pulang, misterius banget beritanya. Selama dalam perjalanan pulang hatinya galau dan cemas, apakah terbaca oleh kakaknya no hp si Budi di iklan kamar kost. Sesampainya Indra di rumah, terlihat muka masam kakak perempuannya,hm.. gawat.

Ada apa kak? Kok kelihatannya gawat? Tanya Indra cemas, semoga saja bukan masalah Budi. Tadi Vera menelpon, Papa kita sepertinya berselingkuh dengan salah satu pegawainya Indra merasa lega (rumah kost maksiatnya masih bisa terus beroperasi), tetapi dia kebingungan mendengarnya, kok bisa sih bokapnya selingkuh dengan pegawainya, setahu dia sistem perekrutan pegawainya sama dengan konsep kakaknya, tidak boleh ada yg lebih cantik dari Nyokap dan Kakaknya, kalo lebih muda yah lumrah, lagian si Vera kakak perempuan sulungnya menjabat sebagai seketaris dan asisten Bokapnya, semua pegawai biasanya di sensor dulu olehnya, kok bisa kebobolan atau Bokapnya sekarang sudah rabun tua, jelek terlihat cantik di matanya? Jadi si Vera nangkep basah Papa lagi berduaan sama selingkuhannya? Indra bertanya sambil berusaha untuk tidak membayangkan Bokapnya yg sama kurusnya dengan dia tetapi lebih bungkuk badannya dan telah beruban sedang menggenjot cewek ceking , atau barangkali gembrot di kantornya.

Tidak, hanya saja Papa menyuruh Vera untuk memberikan bonus untuknya mobil yg lebih mewah dari standard bonus pegawai lain, Kakak Indra mencak2, Papa juga terlalu sering meeting dengan kliennya bersamanya tanpa melibatkan Vera, Mama juga curiga akan hal ini, Vera ingin kita menyelesaikan masalah ini, kasihan Mama, oh.. Gituh Indra merasa dia harus ikut prihatin, jadi rencana kalian gimana, Vera setuju dengan Papa bahwasannya prestasi Cindy ,pegawai genit itu memang bagus, dan berhubung kliennya dari Jakarta, maka sudah seharusnya dia mendapatkan mobil tersebut dan pindah ke Jakarta agar bisa lebih dekat dengan kliennya, hi..hi.. kita buka kantor khusus hanya untuk dia saja..jadi tidak menganggu moral kerja pegawai lain dan papa akan kesulitan menemuinya lagi..hi..hi. Kakak Indra tertawa sinis mirip tokoh2 wanita jahat ala sinetron tv . Papa setuju? Indra bertanya, Dan kenapa tidak dipecat saja daripada susah2 pindahin dia, Hm..rencananya sih begitu, tetapi klien yg dibawanya memberikan kontrak jumlah besar pada kita, dan menurut Vera pemilik perusahaan itu Ortu daripada Ipar Cindy, jadi kita tidak mau beresiko diputuskan kontrak, malah bisa2 Besan Cindy merasa kita membalas jasa baik Cindy bila dia kita pindahkan ke sini dan dapat kantor khusus untuknyahi..hi.. Indra merinding mendengar tawa licik kakaknya. wah.. hebatnya rencana kalian, berarti sudah beres donk , Indra sudah tak sabar ingin kembali ke rumah kostnya dan menggarap Desy, jadi sudah bereskan , .. saya mau lanjutkan belajar bareng Budi Hei,.. jangan egois gituh, kakak Indra menatap tajam, Dia sudah diberangkatkan tadi siang oleh Vera, kamu jemput dia sekarang dan kamu carikan dia tempat tinggal sementara, cari saja hotel murahan sementara dulu, ntar besok kamu carikan rumah sewa sekalian yg bisa dijadikan kantor untuknya, Lho.. kok hotel? Indra yg kesal karena tidak bisa balik ke rumah kost mereka menyela, Bukankah kita sudah ada kandang buat orang jelek di sebelah rumah Ini, Kakak Ipar Indra sedari tadi diam saja tiba2 saja memuncratkan kopi yg diminumnya saat mendengar

perkataan terakhir Indra, kakak Indra melotot pada Indra lalu mendelik matanya pada suaminya yg tak sanggup menahan tawanya, terbahak2 dia dan menghindar berlari ke kamar mandi. Kamu ,huhh.. dasar anak durhaka kamu tidak sayang MamaMuka Kakak Indra merah padam menahan marah hingga mukanya yg tidak cantik menjadi jelek ( apa bedanya yah?) Iyahyah.Gue berangkat,.. Indra buru2 kabur meninggalkan kakaknya yg belum berhenti mengomel2 . Indra tidak peduli bahwa dia tadi lupa menanyakan manifest penerbangan Cindy pada kakaknya, segera berangkat ke airport, dia kesal banget karena tidak berkesempatan menggarap Desy gara2 Cindy, hm yg ini gimana orangnya,.. Indra penasaran dengan selera Bokapnya, kalo wajahnya tebak Indra pasti dibawah kategori, cuman Bodynya saja yg bisa dinilai seperti kebanyakan pegawai lainnya. Sesampainya di Airport baru teringat olehnya data2 Cindy tidak ada, ogah dia menelpon kakaknya Indra lalu mengikuti jejak penjemput lainnya, dia menuliskan nama Cindy dan nama perusahaan Bokapnya di kertas dan bergabung dengan mereka di pintu keluar domestik. Saat Indra baru ingin berjongkok karena merasa akan lama di sana, dari kerumunan sekelompok orang melangkah keluar seorang wanita cantik, sepertinya baru saja diajak oleh orang2 itu foto bareng, artis kali yah Indra berpikir. Wanita itu berjalan kearah Indra yg tertegun karena sepertinya artis penyanyi kris Dayanti mendekatinya, Indra melihat2 ke kiri kanan dan belakangnya, takut ntar ke ge.er.. an, manatau aja ada cowok ganteng di belakangnya yg menjemput artis itu. Artis itu semakin mendekat ke Indra yg mulai berdebar2 gugup, lalu Artis itu berkata padanya dan menyodorkan tangannya bersalaman, hai.. saya Cindy.. kamu pasti Indra putera tunggal pak Mulyono kan? hah..iiiiii..yyahh..? gugup Indra menjawab dan mulutnya ternganga melongo memandangi sang Artis. Ka..kamu Bu..bu..kan Kris dayanti? Indra kebingungan bertanya. hi.. hi.. kamu lucu Indra saya Cindy, kalo mau dianggap kris dayanti juga boleh Cindy tertawa. Indra yg masih takjub dengan penampilan Cindy lalu menyalaminya dan membantunya membawa kopernya yg gede, dia berjalan ke areal parkir diikuti oleh Cindy di belakangnya, sepanjang perjalanan mata semua orang menatap mereka. Sesampainya di mobil Indra lalu memasukkan koper Cindy dan Cindy membuka pintu penumpang depan, Indra masuk dan menghidupkan mobil, sambil terus melirik ke Cindy setiap kesempatan. Dalam hati Indra terus memikirkan bagaimana bisa Vera kebobolan memasukkan cewek secantik artis ini bekerja padanya,.. hm .. rupanya mata Bokapnya belum rabun,. Dia saja kalo ada kesempatan pasti habis digarapnya cewek secakep artis ini. Kamu mirip dengan papa kamu yah, berarti dulu Pak Mulyono pasti seganteng kamu, Cindy memecahkan keheningan dalam mobil, Kurusnya juga sama..hi..hi.. eh..engg..ah masa sih gue ganteng? Indra membusungkan dadanya bangga. I..yah dong.. kamu sembunyikan saja sih.. dengan kacamata kamu , ntar.. kalo kita jalan2 bareng saya pilihkan kacamata yg cocok buat kamu, Cindy menggoda Indra. wah.. gue percaya saja sama Mbak Cindy, Hidung Indra kembang kempis dipuji Cindy, mbak Cindy juga cantik,.. tadi saya Kira artis Kris Dayanti,

Oh.. yah pantesan tadi banyak yg ngajak saya foto bareng..hi..hi.. rupanya saya dikira artis penyanyi Cindy tertawa lepas sehingga payudanya yg ukurannyapun mirip sang artis berguncang, glek Indra menelan ludah melihatnya. Indra yg tak tahan penasaran akhirnya memberanikan diri menanyakan pada Cindy, bagaimana wanita secantik Cindy bisa nyasar ke perusahaan Bokapnya. Cindy yg mulanya diam sejenak lalu meminta Indra berjanji menjaga rahasiannya sebelum diceritakan, disanggupi oleh Indra. Cindy rupanya melakukan operasi plastik pada seluruh wajahnya, hidungnya dimancungkan dan pipinya sengaja di kempotkan sehingga lesungnya jelas terlihat dan melakukan liposucktion di beberapa bagian tubuhnya sehingga mendapatkan bentuknya yg aduhai seperti sekarang ini, Dia sengaja memesan dokter bedah plastik tersebut untuk membuatnya semirip mungkin dengan artis penyanyi idolanya.Dalam hati Indra menertawakan kakaknya yg kebobolan,.. tak pernah terpikirkan oleh mereka kemajuan zaman yg bisa mengubah wajah seseorang dari jelek menjadi cantik, seharusnya mereka juga ikutan dioperasi plastik..he..he.. biar perusahaan Bokapnya bisa lebih bersinar daripada sekarang yg lebih mirip LPT (Lembaga Perawan Tua) saking banyaknya pegawai jelek yg pada jomblo. Aku mau dibawa kemana nih Indra? Tanya Cindy kemudian. eng Tadi dipesan kakak gue tuk bawain kamu ke hotel duluan, ntar besok baru nyari Ruko untuk kamu jadiin rumah dinas dan kantor kamu, gelagapan Indra menjawab saat dia lihat Cindy merengut sewaktu dia bilang hotel. Huh kakak kamu ituh, cemburuan banget, Cindy merengut, Saya tidak suka ke hotel, masa saya di tinggal seorang diri di sana , sayakan takut, Indra temenin saya yah, Glek,.. tentu saja Indra mau, tetapi yg keluar dari mulutnya, Bisa mencak2 Sella kakak saya kalo gue gak pulang malam ini, apalagi kalo tahu gue nginap bareng kamu, hi..hi.. kamu takut yah sama kakak kamu, lebih berani Papa kamu donk kalo gituh,tantang Cindy. Lho.. jadi beneran kamu memang selingkuh sama Papaku? Indra kaget. lha..iyalah.. perawan saya Papamu yg renggut, Cindy sengaja mencemberutkan wajahnya, padahal dalam pikirannya terbayang nikmat saat bersetubuh dengan Papa Indra. waduh, nekat juga yah Papa gue, Indra nyegir, dalam otaknya yg sudah ngeres membayangkan nikmatnya melahap Selingkuhan bokapnya seperti cerita stensilan yg sering dia baca semasa kecil. Hm.. bagus kagak permainan Papa gue? Indra mulai memancing.Cindy kaget melihat senyum nakal Indra menggodanya lalu membalas, Mantep dong, punya Papamu anunya panjang, Oh yah,.. hm.. masak sih,.. tapi biasanya orang bilang buah jatuh tidak jauh dari pohon lho, Indra tertawa makin ngeres otaknya setelah melihat sepertinya Cindy juga mulai terbawa suasana. ( suasana saling pengen lahap-melahap gituh) Hm,.. kalo tidak Nampak mana terbukti, Cindy melirik ke selangkangan Indra, Makanya elu nginap saja malam ini bareng gue dan buktikan donk..hi..hi.. wah..wah..nantang gue nih, Indra semakin bingung , Dia sebenarnya sudah pengen menikmati Cindy tetapi kalo tidak pulang malam ini Sella kakaknya pasti curiga dan bisa ngadu sama nyokapnya.

Indra diam dan berpikir, terbesit diotaknya ide untuk membawa Cindy ke rumah kostnya, lha di sana dia kan ada yg nemani, dan dia bisa pulang sehabis menggarap Cindy..hm.. ide bagus menurutnya. Kalo gitu, gimana kalo saya bawa kamu ke rumah kost saja, disana sedikit rame, jadi kamu tidak perlu takut, Indra lalu lanjut berkata, di sana ramah2 penghuninya, yg punya temen karib gue, kamarnya bersih dan mewah kok, ada acnya lagi tiap kamar,gimana mau? kamu ikut nginapkan? Cindy bertanya dengan suara manja. Eng.. saya temani sampe malam saja yah,..toh ntar gue kenalin sama mereka,.. jadi kamu kan ada yg nemani gituh,.. pokoknya gue atur deh kamu jangan sampe kecewa malam ini, Indra keluarkan jurus wajah penuh perhatian dan pengertian palsunya. janji yah..Indra, Cindy tersenyum tanda setuju. Sepanjang perjalanan ke rumah kost Indra mereka ngobrol dan tentunya makin lama makin ngeres arah obrolannya membuat Cindy makin berani mengelus2 Indra dan merebahkan dirinya pada Indra, layaknya sepasang kekasih. Saat Indra membawa Cindy ke dalam rumah yg berteriak paling keras kaget adalah si Desy, sama seperti yg lainnya dia mengira Indra membawa pulang kris Dayanti. Indra mengenalkan Cindy pada Desy, Ayu dan Budi. Mereka sebenarnya mau ngobrol dengan Cindy, tetapi Indra lalu membawa masuk Cindy ke kamar yg masih kosong dengan beralasan pada mereka Cindy lelah, padahal dia sudah tak sabar ingin melahapnya. Begitu pintu tertutup, Indra langsung meletakkan kopernya dan langsung memeluk Cindy dan menciumnya, dan dibalas oleh Cindy penuh nafsu. Budi menggigit bibir bawah Cindy dan memainkan lidahnya dalam mulutnya, saat lidah Cindy membalas masuk dalam mulut Indra langsung menyedot dan menggigit halus, hm.. Cindy merasakan nikmatnya permainan bibir Indra, 1-0 untuknya dibanding Bokapnya. Tangan Cindy lalu mulai membuka kancing baju Indra, tetapi Indra lalu menyambung membuka sendiri dan celananya cepat, Cindy juga menelanjangi dirinya. Mereka lalu merebahkan diri ke atas ranjang baru yg belum dilapisi sprei oleh Ayu. Indra bergerak meremas lembut payudara Cindy dan memainkan lidahnya pada puting Cindy, dijilatinya, lalu di gigit lembut, dan diemut2. Hm Cindy mendesah kuat, 2-0 untuk Indra, permainan lidahnya Indra nikmat sekali, Cindy yg hanya pernah bersetubuh dengan Bokap Indra merasakan awalnya saja sudah sangat nikmat bersama Indra gimana selanjutnya, dia mendesah terangsang hebat. Indra bergerak turun dan memainkan lidahnya pada kelentit vagina Cindy, lalu bibir vaginanya dan lubang duburnya berganti2an. Indra lalu memasukkan jarinya kedalam lubang Vagina Cindy, tangannya mengobel dan mengelus2 dinding dalam vagina Cindy, yg membuatnya mendesah makin Kuat dan mengelinjang. Cindy takjub dengan permainan oral Indra yg baru dia rasakan, seumur dia tak pernah merasakan sensasi yg begitu nikmat, hm..gila.. tak mungkin lagi ngasi angka, Indra menang mutlak dibanding Bokapnya, Cindy memejamkan matanya menikmati. Saat Indra berhenti Cindy yg masih memejamkan mata merasakan nikmat dengan mulutnya yg memang lagi menganga merasa ada sesuatu yg memasukinya, dia terbelalak saat melihat yg masuk dalam mulutnya Zakar panjang Indra. Hm.. permainan apa pula sekarang Indra lakukan, Cindy lalu merasakan hangat dan denyutan zakar Indra dalam mulutnya, ditambah sodokan Indra sehingga kepala zakar Indra menabrak2 dining tenggorokannya, hm..nikmat juga permainan ini,

hm.. hm.. Cindy mendesah dengan zakar Indra dalam mulutnya, dimainkan lidahnya pada zakar Indra sehingga dia semakin merasakan denyutan zakar Indra. Sesaat kemudian Indra mencabut zakarnya dan menyuruhnya nungging, Cindy turuti dan dia rasakan zakar Indra memasuki lubang vaginanya,.. hm.. nikmat sekali dan terasa olehnya dinding lubang vaginanya merasakan hangat dan denyutan zakar Indra hingga terasa dalam sekali, lebih dalam nikmatnya daripada zakar Bokapnya. oh.ah..aharghh Cindy mendesah kuat menikmati zakar Indra yg sekarang bergerak maju mundur dalam vaginanya, perlahan dan kemudian makin cepat, Cindy juga makin mempercepat desahannya ..oh..nikmat sekali dia rasakan saat itu. Sayup2 suara desahan dan erangan Indra dan Cindy terdengar sampai ruang keluarga yg senyap karena Desy sepertinya sudah kecapekan membual, Budi mengajak mereka tidur, Ayu bingung, Mas Budi ngajak Ayu atau mbak Desy? tanya Ayu. Maunya aku yah kalian berdua jawab Budi yg berusaha mengelak cubitan Desy, iih.. maunya hi..hi.? Desy tertawa. Budi lalu merangkul Ayu dan menggandeng Desy berjalan ke kamarnya. Budi yg terbiasa tidur hanya berkolor ria membuka baju dan celananya, Ayu yg tidak tahu mengenai itu mengira Budi bersiap2 untuk bertarung, Ayu lalu menelanjangi dirinya sendiri dan naik ke atas ranjang dan tangannya lalu menyusup masuk kolor dan meremas2 zakar Budi. Desy terkejut melihat Ayu yg begitu agresif, tidak mau kalah lalu ikut bertelanjang ria, ah.. masak gue kalah sama cewek udik, Desy berkata dalam hati. Desy lalu naik ke ranjang dan mencium puting Budi dan memainkan lidahnya pada putingnya. Budi yg awalnya kaget dengan tindakan kedua cewek tersebut tidak jadi menolak, dia lalu menikmati permainan kedua cewek tersebut apalagi saat Ayu memasukkan zakarnya ke dalam mulutnya dan menghisap serta memainkan lidahnya pada kepala zakarnya langsung merem melek kenikmatan. Desy lalu mencium Budi penuh nafsu dan mengarahkan tangan Budi ke vaginanya, Budi lalu mengelus dan memasukkan jarinya ke lubang vagina Desy dan menggerakan jarinya maju mundur cepat membuat Desy mendesah menikmatinya. Tangan Budi lalu meremas2 payudaranya dan memainkan jarinya pada puting Desy, sesekali Budi memindahkan tangannya mengobel2 lubang vagina Ayu yg telah bergeser ke arahnya. Ayu yg melihat zakar Budi telah mengeras lalu cepat2 berganti posisi menaiki tubuh Budi dan memasukkan zakar budi dalam Lubang Vaginanya , dia takut terserobot Desy. Ayu lalu mendesah dan menggerakkan pinggulnya maju mundur dan memutar mencari posisi yg dia rasa paling mantap menikmati zakar Budi. Desy yg kheki melihat gerak cepat Ayu lalu menaiki tubuh Budi juga dan mengarahkan Vaginanya ke wajah Budi, dia rasakan ciuman dan jilatan lidah Budi pada kelentit dan bibir vaginanya,..hm.. nikmat sekali , dia lalu meraih tangan budi dan menuntunnya meremas payudaranya. Ayu yg memandangi punggung Desy mengeliat nikmat tidak mau kalah meraih tangan Budi yg lain dan meletakkannya pada payudarnya, oh.. ah.. sengaja dia mendesah kuat saat tangan Budi meremas payudaranya dan memainkan putingnya. Desy tidak mau kalah, dia juga ikut mendesah makin kuat sehingga suara desahan mereka memenuhi kamar, oh.. ah.. aharh..oh..

Desy yg tidak mau terserobot lagi membalikkan tubuhnya dan kali ini pantat montoknya yg menghadap ke wajah Budi, Desy kembali mendesah saat Budi kembali memainkan lidahnya, kali ini dia rasakan geli2 nikmat lidah Budi bergerak menjilati dari bibir anusnya hingga kelentitnya. Desy sekarang menatap ke arah wajah cantik Ayu, dia melihat hidung mancung Ayu dan bibir mungilnya ternganga mendesah menikmati zakar Budi, hm..emang manis wajah pembokat ini, tanpa sadar Desy yg sudah terangsang lalu gemas memeluk Ayu dan mencium bibirnya, Ayu kaget tetapi dia tidak menolak saat merasakan sensasi nikmat ciuman Desy,hm.. sama nikmatnya dengan ciuman kedua jurangan mudanya, Ayu lalu membalas ciuman Desy. Kedua tangan Ayu lalu bergerak meremas buah payudara Desy, lalu satu tangan turun dan mengelus2 vagina Desy, Budi heran karena tiba2 saja Desy menjauhkan vaginanya dari wajahnya, dia lalu melihat kedua cewek tersebut berciuman dan saling meremas payudara masing2 diatas tubuhnya, Budi kaget, tetapi dia menikamati pemandangan di depannya, kedua tangannya lalu menopang kepalanya agar bisa melihat dengan nyaman. Tangan Desy mengelus2 atasan vagina Ayu dan memainkan jarinya pada kelentit Ayu, sementara jari Ayu mengobel2 lubang vagina Desy. Tangan Budi lalu bergerak mengelus2 punggung Desy lalu bergerak memutar ke depan dan meremas2 payudara Desy. Ayu melepaskan Ciuman Desy dan mendesah makin kuat dan makin cepat menggoyang pinggulnya, lalu dia memekik merasakan dahsyat nikmat orgasmenya, Ayu merebahkan dirinya ke samping Budi dan memeluk Budi dan tangannya mengelus2 dada Budi dan sesekali dia mencium dan memainkan lidahnya pada puting Budi. Desy lalu mengantikan posisi Ayu, sekarang dia menghadap ke Budi dan mulai menggoyangkan pinggulnya dengan zakar Budi dalam lubang vaginanya. Desahannya cepat mengikuti goyangan pinggulnya. Tangan Budi lalu meraih payudara besar Desy yg juga berguncang cepat mengikuti gerakan pinggulnya, diremas2nya payudara Desy. Sesaat kemudian Desy memekik nikmat, dia lalu naik dan melihat mengambil kolor Budi lalu melap zakar Budi kemudian dia mulai melakukan oral pada zakar Budi dengan tangannya dia mengocok2 zakar Budi. Ayu tidak mau ketinggalan lalu ikut mengerumuni zakar Budi, berganti2 an Ayu dan Desy saling menjilati zakar Budi membuat Budi mengerang nikmat, saat erangan Budi makin kuat, Desy yg tahu Budi hampir mencapai klimaksnya lalu mendorong Ayu dan merebut zakar Budi dan memasukkannnya ke dalam mulut. Desy langsung menyedot kuat saat dia rasakan semburan sperma Budi dalam mulutnya, Budi langsung melolong kuat kenikmatan. Begitu selesai Ayu dan Desy tertawa terbahak2 mengenang aksi mereka barusan, Budi tersenyum senang. Mereka lalu tertidur seranjang dalam kamar master room. Sementara di kamar yg lain Cindy yang memekik merasakan nikmatnya orgasme dengan zakar Indra dalam vaginanya dengan kedua tangan Indra yg meremas2 payudaranya, hm.. nikmat sekali dia rasakan, sepertinya dua kali lebih nikmat dibandingkan dia orgasme saat masturbasi, sedangkan dengan Bokap Indra, dia tidak pernah orgasme, bokap Indra terlalu cepat nembak,sedangkan anaknya,.. wow.. masih belum nembak. Dia lalu makin mempercepat gerakan pinggulnya agar Indra segera nembak. Indra akhirnya menembakkan spermanya dengan posisi Cindy diatasnya, sepanjang permainan mereka terus berganti2 gaya, Indra sengaja melakukan banyak gaya tersebut untuk memamerkan bahwa dia lebih jago memuaskan cewek dibanding Bokapnya.

oh..ah..arghh.. Budi mengerang nikmat saat dia menembakkan spermanya, sementara Cindy memelankan goyangannya lalu berhenti dan memeluk Indra dan berusaha membujuk Indra agar tidak pulang malam itu, dia masih ingin orgasme lagi bareng Indra sekali lagi. Indra yg sudah melampiskan Birahinya pada Cindy malam itu, sedangkan siang sebelumnya pada Ayu mampu mengontrol dirinya, tidak terpengaruh dengan suara manja Cindy, dia janji besok sepagi mungkin dia datang dan memberikan orgasme kepada Cindy terlebih dahulu sebelum kuliah. Indra meninggalkan Cindy saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, sepanjang perjalanan pulang Indra merancang skenario untuk kakaknya agar dia tidak curiga saat dia pulang begitu larut malam.

Cerita Seks Ibu Hamil


Posted on March 6, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Cerita seks dengan ibu hamil Tiada lagi keistiwaan jika uang yang kumuliki ini tidak kugunakan untuk hal-hal yang berfungsi,tapi semua kan belum waktunya,mengingat istri aja belum punya.Ketir tapi,mendengar cerita teman-teman kadang bilang bahwa berkeluarga itu banyak resiko,misalnya ekonomi,atau masalah hati yang terbagi dan masih banyak problemproblem rumah tangga yang marak terjadi di dunia ini.Ngiris juga bila itu menimpa ku kelak.Tapi tak apalah semua itukan sudah ada yang mengalami,lagi pula aku dah tau letak problem mereka jadi aku harus hati-hati dan jangan hal yang sama seperti itu menimpa pada diriku.akupun bernjak dari kursi yang sejak tadi melamun tanpa henti bergulat pada mimpi-mimpi yang tak pasti lalu kuhidupkan mobil tancap aku menyusuri Jalan di kawasan perumahan elit yang mulai sepi karena kebetulan hujan gerimis. Ditengah perjalanan aku melihat perempuan setengah baya berdiri di bawah pohon di pinggir jalan. Aku merasa kasihan lalu aku menghentikan mobil dan menghampirinya. Aku bertanya, Ibu sedang menunggu apa? Dia memandangku agak curiga tapi kemudian tersenyum. Dalam hati aku memuji, Manis juga ibu ini walaupun umurnya kelihatannya di atasku sekitar 34 -36 tahun kalau digambarkan seperti artis Misye Arsita dan saat itu perutnya agak membuncit kecil kelihatan sedang hamil muda. Kalau ke manukan naik angkot apa ya Dik? Wah jam segini sudah habis Bu angkotnya, Gimana kalo saya antar? Dia kelihatan gembira. Apa tidak merepotkan? Kebetulan rumah saya juga satu arah dari sini, mari naik! Setelah dia ikut mobilku, Ibu itu bercerita bahwa dia berasal dari Jawa Tengah, dia sedang mencari suaminya yang kebetulan baru 2 minggu kerja sebagai sopir bis jurusan SemarangSurabaya, keperluannya ke sini hendak mengabarkan kalau anaknya yang pertama yang berumur 15 tahun kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga butuh uang untuk perawatan anaknya. Kebetulan alamat yang di tulis oleh suaminya tidak ada nomer teleponnya. Sesampainya di alamat yang dituju kami berhenti. Setelah di depan rumah ketika akan mengetuk pintu ternyata pintunya masih digembok, lalu kami bertanya pada tetangga

sebelah yang kebetulan satu profesi. Suami Ibu paling cepat 2 hari lagi pulangnya. Baru saja sore tadi bisnya berangkat ke Semarang. Kebetulan kami satu PO. Kemudian kami permisi pergi. Kelihatan di dalam mobil dia sedih sekali. Terus sekarang Ibu mau ke mana? tanyaku. Sebenarnya saya pengin pulang tapi.. pasti saya nanti di marahi mertua saya kalau pulang dengan tangan kosong, lagian uang saya juga sudah nggak cukup untuk pulang. Begini saja, Ibu kan rumahnya jauh, capek kan baru nyampek trus pulang lagi.. apalagi kelihatanya ibu sedang hamil, berapa bulan? Empat bulan ini Dik, trus saya harus gimana? Dalam dua hari ini Ibu tinggal saja di rumah saya, kan nggak jauh dari manukan nanti setelah dua hari ibu saya antar ke sini lagi, gimana? Yah terserah adik saja yang penting saya bisa istirahat malam ini. Oh ya, boleh kenalan.. nama Ibu siapa dan usianya sekarang berapa? Panggil saja aku Mbak Menik, dan sekarang aku 35 tahun. Malam itu, dia kusuruh tidur di kamar samping yang biasanya dipakai untuk kamar tamu yang mau menginap. Rumahku terdiri dari 3 kamar, kamar depan kupakai sendiri dan isteriku, sedang yang belakang untuk anakku yang pertama. Malam itu aku tidur nyenyak sekali, kebetulan malam sabtu dan di kantorku hanya berlaku 5 hari kerja jadi sabtu dan minggu aku libur. Sebenarnya aku ingin pergi ke Malang tapi karena ada tamu, kutangguhkan kepergianku minggu depan. Sekitar jam 8 pagi aku bangun, kulihat sudah ada kopi yang sudah agak dingin di meja makan serta beberapa kue di piring. Mungkinkah ibu itu yang menyajikan semua ini. Lalu setelah kuteguk kopi itu aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan kencing. Karena agak ngantuk aku kurang mengawasi apa yang terjadi, saat aku selesai kencing aku tidak sadar kalau di bathup Mbak Menik sedang telanjang dan berendam di dalamnya. Matanya melotot melihat kemaluanku yang menjulur bebas, ketika aku membalik ke samping aku kaget dan sempat tertegun melihat tubuh telanjang Mbak Menik, tubuh yang kuning langsat dan mulus itu terlihat mengkilat karena basah oleh air dan buah dadanya.. wow besar juga ternyata, 36B. Pasti empunya gila seks. Lalu mataku berpindah ke sekitar pusarnya, di atas liang senggamanya tumbuh bulu kemaluannya yang lebat. Tak sadar kemaluanku tegak berdiri dan aku lupa kalau belum mengancingkan celana, Dan Mbak Menik sempat tertegun melihat kejantananku yang lumayan besar, panjangnya 17 cm tapi kemudian.. Aouuww, Dik itunyaa! kata Mbak Menik sambil menutup buah dadanya dengan tangan serta mengapitkan kakinya. Aku baru sadar lalu buru-buru keluar. Di kamar aku masih membayangkan keindahan tubuh Mbak Menik. Andai saja aku bisa menikmati tubuh itu.. aku malah berpikiran ngeres karena memang sudah lama aku tidak mendapat jatah dari isteriku, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua. Lalu timbul niat isengku untuk mengintip lagi ke kamar mandi, ternyata dia sudah keluar lalu

kucari ke kamarnya. Saat di depan pintu samar-samar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan. Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat Mbak Menik sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang dia masih telanjang bulat, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya bergantian. Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam. Ouuhh.. Hhhmm.. Ssstt.. Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamarnya pelan- pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar dia mendesis desisi.. Sss Ahh.. Ternyata dia sedang membayangkan sedang bersetubuh , dia sedang bermasturbasi. kelihatan sambil berbaring di ranjang dia masih telanjang bulat, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya bergantian. Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam. Ouuuhh Hhhmm Ssstt Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamarnya pelan- pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar dia menyebut namaku, Ouhhh Aldiii.. Sss Ahhh.. Ternyata dia sedang membayangkan bersetubuh denganku, kebetulan sekali rasanya aku sudah tidak tahan lagi ingin segera menikmati tubuhnya yang mulus walau perutnya agak membuncit, justru menambah nafsuku. Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga aku telanjang bulat. Batang kemaluanku sudah sangat tegang, kemudian tanpa suara aku menghampiri Mbak Menik, kuikuti gerakan tangannya meremasi buah dadanya. Dia tersentak kaget lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya. \ Sedang apa Anda di sini!, tolong keluar! katanya agak gugup. Mbak nggak usah panik.. kita sama-sama butuh.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama, kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi dia terus menghindar. Ingat Dik, saya sudah bersuami dan beranak tiga, Dia terus menghiba. Mbak, saya juga sudah beristri dan punya anak, tapi kalau sekarang terus terang saya sangat terpesona oleh Mbak.. Nggak ada orang lain di sini.. cuma kita berdua.. pasti nggak ada yang tahu.. Ayolah saya akan memuaskan Mbak, saya janji nggak akan menyakiti Mbak, kita lakukan atas dasar suka sama suka dan sama-sama butuh, mari Mbak! Tapi saya sekarang sedang hamil, Dik.. kumohon jangan, pintanya terus. Aku hanya tersenyum, Saya dengar tadi samar-samar Mbak menyebut namaku, berarti Mbak juga inginkan aku.. jujur saja. Dan aku berhasil menyambar selimutnya, lalu dengan

cepat kutarik dia dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuhnya, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi dia terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku. Segera tanganku beroperasi di dadanya. Buah dadanya yang lumayan besar itu jadi garapan tanganku yang mulai nakal. Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan.. rintihnya. Tanganku yang lain menjalari daerah kewanitaannya, bulu-bulu lebatnya telah kulewati dan tanganku akhirnya sampai di liang senggamanya, terasa sudah basah. Lalu kugesek-gesek klirotisnya dan kurojok-rojok dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani. Uhhh ssss.. Akhirnya dia mulai pasrah tanpa perlawanan. Nafasnya mulai tersengal-sengal. Yaahhh Ohhh Jangaaann Diik, Jangan lepaskan, terusss Gerakan Mbak Menik semakin liar, dia mulai membalas ciumanku bibirku dan bibirnya saling berpagutan. Aku senang, kini dia mulai menikmati permainan ini. Tangannya meluncur ke bawah dan berusaha menggapai laras panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Aku semakin beringas lalu kusedot puting susunya dan sesekali menjilati buah dadanya yang masih kencang walaupun sudah menyusui tiga anaknya. Yahh teruuuss, enaakkk katanya sambil menggelinjang. Kemudian aku bangun, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. Aku semakin bernafsu melihat liang kewanitaannya yang merah mengkilat. Dengan rakus kujilati bibir kewanitaan Mbak Menik. Aaahh.. Ohhh.. enaakkk Diik.. Yaakh.. teruusss.. Kemudian lidahku kujulurkan ke dalam dan kutelan habis cairan maninya. Sekitar bulu kemaluannya juga tak luput dari daerah jamahan lidahku maka kini kelihatan rapi seperti habis disisir. Klirotisnya tampak merah merekah, menambah gairahku untuk menggagahinya. Sudaahhh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. aku sudah nggak tahan.. pinta Mbak Menik. Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga liang kewanitaannya kelihatan terbuka. Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau mungkin karena diameter kemaluanku yang terlalu lebar. Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali.. ahhh Dia menjerit saat kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga aku merasakan mentok sampai dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama-lama kupompa semakin cepat. Oughhh.. Ahhh.. Ahhh.. Ahhh.. Mbak Menik mengerang tak beraturan, tangannya menarik kain sprei, tampaknya dia menikmati betul permainanku. Bibirnya tampak meracau dan merintih, aku semakin bernafsu, dimataku dia saat itu adalah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa berpikir aku sedang meniduri istri orang apalagi dia sedang hamil. Ouuhh Diik.. Mbak mau kelu.. aaahhh Dia menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku. Kurasakan, Seerrr serrr.. ada cairan hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam kemaluannya. Dia mengalami orgasme yang pertama. Aku kemudian menarik lepas batang kejantananku dari kemaluannya. Aku belum mendapat orgasme. Kemudian aku memintanya untuk doggy style. Dia kemudian menungging, kakinya dilebarkan. Perlahan-lahan kumasukkan lagi batang kebanggaanku dan, Sleeep.. batang

itu mulai masuk hingga seluruhnya amblas lalu kugenjot maju mundur. Mbak Menik menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku. Gimaa.. Mbaak, enak kan? kataku sambil mempercepat gerakanku. Yahhh.. ennakk.. Dik punyaa kamu enak banget.. Aahhh.. Aaah.. Uuuhh.. Aaahh.. ehhh.. Dia semakin bergoyang liar seperti orang kesurupan. Tanganku menggapai buah dadanya yang menggantung indah dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang membuncit. Buah dada itu kuremas-remas serta kupilin putingnya. Akhirnya Aku merasa sampai ke klimaks, dan ternyata dia juga mendapatkan orgasme lagi. Creeett.. croottt.. serrr.. spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi. Kemudian kami ambruk bersamaan di ranjang. Aku berbaring, di sebelah kulihat Mbak Menik dengan wajah penuh keringat tersenyum puas kepadaku. Terima kasih Dik, saya sangat puas dengan permainanmu, katanya. Mbak, setelah istirahat bolehkah saya minta lagi? tanyaku. Sebenarnya saya juga masih pengin, tapi kita sarapan dulu kemudian kita lanjutkan lagi. Akhirnya selama 2 hari sabtu dan minggu aku tidak keluar rumah, menikmati tubuh montok Mbak Menik yang sedang hamil 4 bulan. Berbagai gaya kupraktekkan dengannya dan kulakukan di kamar mandi, di dapur dan di meja makan bahkan sempat di halaman belakang karena rumahku dikelilingi tembok. Di tanah kubentangkan tikar dan kugumuli dia sepuasnya. Pada istriku kutelepon kalau aku ada tugas luar kota selama 2 hari, pulangnya hari Senin. Mbak Menik bilang selama 2 hari itu dia betul-betul merasakan seksyang sesungguhnya tidak seperti saat dia bersetubuh dengan suaminya yang asal tubruk lalu KO. Dan Dia berjanji kalau sedang mengunjungi suaminya, dia akan menyempatkan meneleponku untuk minta jatah dariku. Minggu malam kuantarkan dia ke kost suaminya tapi hanya sampai ujung gang dan tidak lupa kuberi dia uang sebesar Rp 500.000,- sebagai bantuanku pada anaknya yang sedang di rumah sakit. Setelah istriku balik ke rumah, dia menghubungiku lewat telepon di kantor dan ketemu di terminal. Kami melakukan persetubuhan disalah satu hotel murah di Surabaya atau kadang di Pantai Kenjeran kalau malam hari. Hingga kehamilannya menginjak usia 7 bulan kami berhenti, hingga sekarang dia belum memberi kabar, kalau dihitung anaknya sudah lahir dan berusia 6 bulan. Cerita seks ngentot wanita hamil diatas sangat seru kan coba gimana kamu mau mencoba, tapi awas resiko ditanggung penumpang.

Cerita Sex Anak Remaja


Posted on December 23, 2010 by kumpulanceritadewasa.info

Perkenalkan, namaku Adi setidaknya itu nama panggilanku. Aku seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta yang cukup terkenal. Usiaku 25 tahun. Ceritaku ini bermula pada saat aku berumur 21 tahun, disaat itu aku masih mempunyai seorang pacar bernama Anyssa Pratiwi sebut saja Ani. Di adalah seorang gadis cantik dengan kulit yang cukup putih.

Dia terkenal sebagai bocah alim di fakultasnya. Tinggi 151 sentimeter dengan berat badan sekitar 42 kilogram, tidak tinggi tapi cukup lumayanlah. Singkatnya pada waktu itu aku dan pacarku sedang pergi kesebuah alcazar di kawasan Jogja, tepatnya di wilayah Kaliurang. Tentu saja bersama dengan teman- temanku yang semua berjumlah 4 orang, dua perempuan dan dua laki- laki. Sebut saja nama mereka Amir, Dhea, Romy dan Tanti. Hubungan kami berlima cukup rumit tapi unik. Dhea misalnya, dulu bekas pacarku yang pernah kupacari selama setengah tahun. Selama setengah tahun itu aku pernah bercinta dengannya bahkan berulang kali dan jujur saja akulah yang merengut keperawanannya, tapi pacarnya yang sekarang si Amir tidak tahu kalau pacarnya pernah ku kerjain. Tanti, dulu aku pernah naksir berat padanya, dia gadis berkulit sawo matang dan tingginya sekitar 170an senti dengan berat badan sekitar 50an lebih dikit. Proporsional menurut anggapan teman-temannku termasuk pacarnya si Romy. Romy sendiri terkenal sebagai bocah yang agak nakal, mengingat dia sering gonta-ganti cewek dan dalam beberapa kesempatan, dia sering menunjukkan foto-foto cewek yang pernah dia tiduri, kalau tidak salah 4 orang sudah. Dia juga terkenal sebagai bandar obat-obatan terlarang, tapi jangan salah sangka dulu dia bukan pengguna narkotik ataupun pengedarnya tapi yang dia edarkan adalah obat-obat perangsang. Produk yang dia tawarkan benar-benar berkualitas super. Berkat obat itu pula aku jadi pernah menggauli seorang cewek tetangga kost ku. Namanya Rani Suwito panggilannya Ying-Ying, seorang WNI keturunan. Dia adik kelasku dengan tinggi 170 senti dan berat proporsional. Terkenal karena berani berdandan adult saat di kost. Saat dia capital ketempatku dengan alasan ingin pinjam komputer untuk mengetik laporan, aku berikan dia sebotol fanta yang sudah aku bubuhi obat perangsang. Hasilnya dalam hitungan menit dia sudah mulai kegerahan dan hilang akal. Sekitar lima menit kemudian, dia mulai melepaskan kancing baju atasnya dua buah. Aku mulai iseng-iseng mendekatkan tubuhku padanya dengan taktik mengajarkan cara membuat tabel di MS-Word. Alhasil aku dapat melihat buah dadanya yang masih dibalut bra warna pink. Selang beberapa menit dia mulai melepas seluruh bajunya dengan alasan sangat panas, dan akupun sudah cukup tanggap. Aku mendekatinya dan mencium leher jenjangnya, dia tersentak tapi tidak dapat berbuat apa-apa. Tanganku mulai menjelajahi celana pendeknya dah berhasil melucuti seluruh pakaiannya kecuali bra yang masih tergantung dengan kaitan terlepas. Mas..jangan. lirihnya kacau, tapi aku tahu kalau dia juga menginginkan lebih, oleh sebab itu aku mulai menjalarkan tanganku lebih dalam lagi dan kuremas buah dadanya yang tak terbalut lagi. Kami bercumbu sekalipun hanya aku yang aktif. MasAdija..jangan lakuin massss..Achh !!!.. suaranya terpatah patah saat aku mencium putingnya dan

menelusuri seluruh tubuhnya dengan lidahku. Akhirnya dengan mantap aku mengulum mulutnya dan membuka semua pakaianku. Dia terbelalak melihat penisku sudah mengacung, segera aku bimbing penis ini kebagian mulutnya. Dia ragu, Mas.jangan, jangan seperti ini selanya. Tapi kamu juga inginkan Ying? Nich penis gua, ntar gua kasih lebih. Paksaku sambil menjejalkan penisku kemulutnya yang setengah terbuka. Ochhhhh..hangat Ying seruku saat penisku tertelan mulutnya. Selama sepuluh menitan aku mengocok batang kejantananku di mulutnya sebelum akhirnya kucopot dan aku beralih ke liang yang lain. Vaginaini yang kutunggu. Penisku mencapai mulut luar vaginanya. Mas jangan, aku masih perawan.aku gak mau masserunya tapi tentu saja semua itu sudah bagai angin lalu saat aku mencumbunya lebih dahsyat, sekarang dia tinggal pasrah. Perlahan tapi pasti penisku mulai menerobos liang suci tersebut. Ahhhhhh.sakittt..please hentiin mass.. Ying Ying merintih kesakitan tapi tetap saja hal tersebut malah membuat aku semakin bernapsu untuk mengerjainya luar dalam. Semakin kumantapkan posisi penisku dengan mengapit kedua paha gadis ini keatas hingga lututnya menyentuh payudaranya sendiri. Dan.blessshhh..akhirnya masuk semua penisku. Batang kejantanan tersebut aku pompa dengan pelan sebelum akhirnya aku mempercepat gerakanku. Sempat dia meronta tapi percuma karena nafsunyapun tidak lebih kecil dari nafsuku. Dan setelah kurang lebih sepuluh menit aku cabut kemaluanku dari liang vaginanya dan aku balik posisinya menjadi merangkak dan mulai kugunakan tehnik active appearance yang selama itu baru aku lihat saja tanpa praktek. Sekali lagi roket sakti tersebut memasuki gua dalamnya dan sembari kuciumi punggungnya, aku meremas payudaranya bergantian. Sensasi yang sungguh sangat nikmat. Ahhhh.achhhhh.ohhhhahhhh rintihannya yang semula pelan semakin absolutist semakin mengeras, untung tertutup suara bising musik yang kusetel keras dari kamarku. Setelah kurang lebih 10 menit aku mengerjainya dengan posisi ini, aku mulai merasakan adanya dorongan dalam batang kemaluanku. Akhirnya kusemprotkan juga cairan sperma itu kedalam rahimnya. Usai sudah acara siang itu dari yang berawal pinjam komputer berakhir dengan pinjam tubuh. Benar-benar kenikmatan yang tiada tara, apalagi waktu itu aku belum pernah bercinta dengan gadis manapun. Sekarang kembali ke keadaanku saat bersama teman-temanku di villa. Malamnya saat kita berkumpul bersama untuk bercengkrama, tiba-tiba muncul Romy dengan senyum-senyum menawarkan beberapa vcd film. Karena temanku membawa televisi LCD dan VCD amateur sendiri (kami membawa mobil ke alcazar jadi dapat mengangkut beberapa barang penting). Kami sepakat untuk memilih blur secara random. Saat di putar, tak perlu sampai 1 menit kami melihat kami sudah tahu kalau itu adalah blur porno dan aku yakin itu blur dengan appraisement XXX.

Bagus khan? Itu koleksi gua yang batten bagus tuh seloroh Romy bersemangat. Entah karena apa tiba-tiba timbul pikiran nakal dibenakku. Karena kami menggelar 2 buah karpet kasur dilantai, maka kami bisa leluasa bergerak. Aku mulai bergerak mundur dan aku sergap pacarku si Ani dari belakang. Aku mulai meremas dadanya yang berukuran 34 B itu. Tak terlihat karena aku meremasnya dibalik baju babyish babyish nya dan dia juga memakai selimut untuk mengatasi hawa dingin. Sembari menciumi lehernya aku mulai semakin berani karena pas di blur itu juga sedang pas foreplay. Ternyata aku tak sendiri, Amir dan Dhea pun ikut bermesraan sendiri. Amir mulai mencium bukan hanya pipi tapi mulut Dhea dengan ganasnya. Dan lebih gila lagi Dhea tanpa tameng langsung membuka baju dasternya dan meninggalkan dirinya hanya menggunakan celana dalam tanpa bra. Amir semakin beringas mencumbu Dhea, rasanya seperti lagi nonton alive appearance dejected film. Luar biasa pikirku. Ochhhh.Don, ayo Don..aku gak tahan nech.racau Dhea kepada Amir pacarnya. Tak perlu menunggu lama, mereka berdua sudah hampir telanjang bulat, hanya Amir yang masih memakai celana dalamnya. Belum selesai aku terkejut, eh tiba-tiba dari belakang Tanti sudah merangkulku dan menyeretku menjauhi Ani. Dia tak segan untuk menciumku lagi. Singkatnya kami berciuman mulut dengan sangat dasyat. Gimana Diasyik baron mulut pacar gue? Nikmatin aja, malam ini kita pesta, lagipula lo baron pernah naksir diahehehehehtawa Romy dari belakang. Ternyata saat itu kami semua sudah diracuni dengan obat perangsang, dan yang batten banyak dosisnya diberikan pada Ani yang terkenal alim itu. Romy kemudian mendekati dia dan mulai menciumi lehernya yang akhirnya merembet kemulutnya. Sialan !!! pikirku tapi saat aku melihat Tanti yang sudah telanjang bulat, aku sudah kehilangan rasio dan langsung menerkamnya sambil melucuti pakaianku sendiri. Belum juga lima menitan aku bergumul dengan Tanti, saat aku menengok kebelakang ternyata Ani sudah telanjang bulat dan sedang mengoral penis milik Romy sementara Romy sendiri memainkan lidahnya di liang vagina milik Dhea. Saat aku beranjak akan mendekati Ani, tanganku ditarik oleh Tanti dan saat itu juga peniskupun dilahapnya dengan rakus. Astagadia pasti sudah pernah di kerjain oleh Romypikirku dan benarlah dugaanku. Sekarang aku melihat Amir sedang mencopot cd nya dan mencuatlah penisnya yang sepanjang kira-kira 14 senti tersebut. Di elus-eluskan penis itu di bibir vagina milik Dhea. Akhirnya ..bleshhhtenggelam juga. Sementara Romy pun sudah siap dengan menempelkan penisnya di mulut vagina Ani. Hoijangandia pacar gue.sergahku, tapi apa daya dia langsung capital tancap dengan sedikit paksa. Ahhh.seret juga memek pacar loe Di., dah pernah loe kerjain yahtapi kok masih seret?.Enak bener. Senyuman menghiasi bibirnya sembari menggenjot tubuh kekasihku yang herannya tidak memberikan

perlawanan sama sekali malah terlihat seperti keenakan. Memang ini bukan kali pertamanya dia berhubungan intim, karena aku pernah mengerjainya setidaknya 6 kali. Achhachhhachhhhohhhhhrintih Ani sembari sesekali menggigit bibir bawahnya. Semakin absolutist semakin cepat sodokan-sodokan Romy dan semakin cheat pula. Sementara Ani masih dikerjai, aku mengambil inisiatif untuk membalasnya dengan menggenjot pacar Romy, si Tanti. Kurasakan sensasi tersendiri saat penisku menghunjam liang vagina dara manis itu, nampaknya dia belum siap menerima penis sebesar milikku. Maklum penisku ini memang sedikit diatas rata-rata, dengan panjang 18 sentimeter cukup membuat seorang Tanti menggelinjang menahan rasa nikmat, geli additional rasa nyeri yang membuat ketiganya menjadi sensasional. Tak selang sepuluh menit, karena obat perangsang yang ku minum secara tak sengaja itu akhirnya aku memuntahkan cairan spermaku ke liang senggama milik Tanti tanpa sisa. Ohhhh.gue keluar Lan.seruku sambil mengejang. Diapun tampak lunglai karena aku tahu setidaknya dia telah orgasme dua kali, ini semua gara-gara obat sialan itu sehingga Tanti pun menjadi cool cepat puas. Kemudian sambil berbaring memulihkan rasa lelah aku menengok kesamping. Tak jauh dari tempat Tanti terbaring aku melihat Ani dengan liarnya dikerjai oleh Romy dengan posisi active style, dan kulihat Dhea melepaskan vaginanya dari hunjaman batang kemaluan Amir dan mendekatiku. Masih ingat saat kamu ngentotin aku? Sekarang gantian yah.biar si Amir ngerjain pacarmu.katanya sambil senyum-senyum kecil dan tanpa kuduga dia mulai menciumiku dan berakhir dengan mengoral penisku yang kembali mengencang. Amir yang belum terpuaskan menghampiri Ani yang liang kemaluannya sedang di hajar habis oleh batang kejantanan Romy. Kemudian Romy mencabut penisnya dari dalam vagina Ani dan menyuruh Ani untuk mengulumnya sementara vaginanya dipindah tangankan kepemilikannya kepada Amir. Penis Amir langsung menyerbu masuk tanpa permisi dan dengan posisi active style, vagina Ani dipompa oleh penis Amir sementara penis milik Romy mengerjai mulutnya. Suasana yang se amative itu belum pernah aku temui sebelumnya. Benar-benar menbuatku jadi sangat terangsang. Lalu kulentangkan tubuh Dhea dan mulai aku senggamai dia dengan cukup keras mengingat Amir juga mengerjai pacarku. Oh..enak juga memek pacar loe Di.adu cepat aja kitaeheheh.gelak Amir sambil mempercepat genjotan penisnya di vagina pacarku. Kayaknya gue mau keluar nehSak dikeluarin dimana nech.serunya setelah kurang lebih 10 menit mengerjai Ani dengan posisi berganti-ganti namun mulut Ani masih disumpal penis Romy. Jangan dulu bos, ngapain cepet-cepet? Gantian aja kita.seru Romy.

Dan benar saja selang beberapa detik mereka berdua bertukar posisi. Penis Romy memompa liang senggama Ani sementara batang kemaluan Amir di articulate oleh Ani. Kulihat Ani semakin kepayahan dikerjai tanpa henti oleh mereka namun apadaya nafsu telah mengalahkan logika. Peluh bermunculan dari badan Ani, bahkan diapun sudah terlihat lemas. Entah sudah berapa kali dia mengalami kepuasan dengan kedua penis tersebut. Bahkan setelah aku selesai dengan Dhea pun, mereka belum berhenti mengerjai Ani. Dengan berbagai gaya mereka menyodokkan penis-penis mereka ke kedua liang kekasihku itu baik mulut maupun vagina. Akhirnya setelah 20 menit lebih setelah aku memuntahkan air maniku kedalam vagina Dhea, mereka selesai juga. Amir mencabut penisnya dari dalam vagina dan menyemprotkan cairan surganya di bibir vagina Ani sementara Romy memuntahkan air maninya di mulut Ani sekalipun Ani berusaha untuk memuntahkannya. Ini pertama kalinya dia menelan sperma pria. Malam itu benar-benar malam dengan acara pesta,.pesta seks. Sekitar sebulan setelah acara pesta di alcazar tersebut, aku kedatangan seorang teman lama. Sebut saja namanya Sammy dan biasa kupanggil Sam dan dia membawa pacar barunya yang bernama Riska. Temanku yang satu ini puna tubuh yang cukup tinggi, setinggi aku kira-kira 168 sentimeter dan badan yang gempal, berkulit hitam dan berambut cepak. Soal wajah, jujur saja dia jauh dari tampan tapi entah kenapa setiap kali dapat pacar selalu yang cantikcantik. Riska ini punya tubuh animal dengan tinggi dan berat badan yang seimbang. Wajah cukup manis dengan kulit kuning langsat dan lesung pipi nya membuat penampilannya semakin enak dipandang. Hehhhhmangsa baru yah?godaku kepada Sam. Sam pun menimpali, Yah lumayan lah buat selingan, heheheheh.Eh gimana pacar lo, si Ani? Dimana dia sekarang? Masih jadian gak nech?tanyanya penuh selidik. Tak perlu kujawab nampaknya, karena hanya selang 2 detik sebelum Ani keluar dari kamar kost ku dengan menggunakan babyish babyish kesayangannya. Melihat pemandangan itu sontak Sammy tertegun dan terpaku kearah Ani, maklum mereka saling kenal sebelum aku berkenalan dengan Ani dan saat itu Ani terkenal sebagai cewek alim yang tidak pernah macam-macam. Eh, lo dah apain tuh cewek?bisiknya kepadaku tapi hanya kujawab dengan senyuman kecil. Kamipun masuk kedalam kamar kost ku yang hanya berukuran 44 meter. Kamar yang kecil tapi maklum namanya juga anak kost lagipula dengan lantainya keramik sehingga sekalipun kecil tetapi masih terdapat sedikit kesan bagus. Di ruangan itu hanya terdapat beberapa barang antaranya kasur tanpa dipan sehingga membuatnya tampak lebih luas, bantal duduk buat lesehan, komputer dan almari pakaian. Dengan barang sesedikit itu membuat ruangan tidak begitu sumpek. Sambil mendengarkan

musik dari PC ku kami bercerita panjang lebar mengenai pengalaman kami, maklum sudah satu setengah tahun tak ketemu. Riska ternyata seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi ternama di kota besar. Dilihat dari caranya bersandar dan gayanya yang mesra di depanku, aku sudah dapat menebak kalau gadis manis ini pasti pernah di pakai oleh temanku. Wah, Ani sekarang sudah beda yah. Tambah cantik and seksi.hehehucap Sammy sambil sesekali melirik kearah bagian payudaranya karena memang babyish babyish yang di pakai Ani cukup transparan dan belahan kerahnya cukup lebar. Saat itu aku mencoba menawarkan minuman kepada mereka, namun Sammy malah mengajakku membeli minuman bareng. Di perjalanan ke arah warung dekat kost ku dia berhenti dan mengajakku bicara beberapa hal. Eh.bos, dia pernah maen sama kamu yah? Keliatan kalau Ani dah beda.ungkapnya tanpa ditutupi lagi. Aku senyum saja dan balik berkata,Lo sendiri dah ngapain si Riska? Gua jamin dia dah ga perawan lagi khan? Sammy hanya terkekeh, lalu menonjok pelan perutku lalu tanpa kuduga dia menawarkan sesuatu. Di, lo mau merasakan anatomy cewekku gak? Kalau mau bisa kuatur.katanya. Aku kaget dan tidak dapat berkata apa-apa, jujur saja bodynya seksi maklum menurut pengakuannya dia ikut les renang seminggu 3 kali. Lo serius mau kasih gw? Apa kagak sayang ma cewekmu?seruku kepada Sammy. Dia hanya menjawab ringan yang intinya dia menganggap santai hubungan mereka toh hubungan kami juga sudah seperti saudara sendiri. Alasan yang ga masuk akal Sam. By the way, sebagai imbalannya apaan?tanyaku penuh selidik. Dia terdiam sesaat dan mulai jujur akan keinginannya bahwa dia ingin tidur bareng dengan cewekku. Apaaa??? Gila lo. Mana dia mau?seruku tapi sebenarnyapun aku tidak begitu keberatan karena toh Ani juga pernah digarap rame-rame oleh Amir dan Romy sebelumnya. Soal itu mah santai aja. Aku punya siasat jitu. Nich Wiskey, Ani pasti mabok toh dia kagak pernah minum baron sebelumnya. Soal Riska gampang, ntar kalo aku dah nggarap Ani toh dia juga bakal gak nolak balas perlakuanku.katanya. Minuman itu rencananya akan di campur dengan Coca Cola botol besar yang kami beli. Setelah pulang kami membuat rencana seperti yang telah kami berdua rencanakan yaitu bermain kartu. Siapa yang kalah harus minum. Berkat kerjasama kami akhirnya kedua cewek itu terus yang kalah sekalipun adakalanya kami sesekali mengalah. Setelah minuman habis akhirnya taruhan diganti dengan mencopot baju. Siapa yang kalah harus mencopot bajunya satu lembar. Tak sampai sepuluh menit sekarang Riska dan Ani hanya mengenakan bra dan celana dalam (cd). Sementara aku dan Sammy hanya melepas baju saja. Kemudian sebabak berikutnya si Riska kalah dan mau tak mau harus mencopot bra atau cd nya. Ahga mau ah. Ini aja dah kebanyakan apalagi harus copot bra. Ntar telanjang lah aku. Gak mau.serunya tapi berkat dorongan Sammy dan pengaruh alkohol akhirnya dia juga melepas

bra nya. Segera terpampang payudaranya yang mulus itu. Hmmmukuran 36A batinku. Akhirnya giliran Ani yang harus mencopot pakaiannya di dua babak berikutnya sehingga dia benar-benar telanjang bulat. Dengan perasaan risih dia melanjutkan permainan ini dan saat kedua cewek itu sudah bugil, kami menaikkan taruhan, siapa pemenang dalam babak selanjutnya boleh meng-apa-apain yang kalah. Akhirnya Sammy menjadi pemenang dan Ani menjadi yang kalah berikutnya. Tanpa panjang lebar Sammy langsung menerkam Ani mencumbunya sembari melepas seluruh pakaiannya. Jangan, aku nggak mau ginian! Di tolong akupintanya memelas. Sorry An, tapi taruhan tetap taruhan, mau gak mau yah harus mau.kata Sammy sambil meremas payudara Ani yang mulai memerah dan putingnyapun menegang. An, dah absolutist lho aku ingin ginian ma kamu, tapi dulu takut kamu tolak sech, jadi ga jadi nembak kamu.ungkap Sammy. Sementara itu Riska hanya diam saja sekalipun dia juga shock melihat pacarnya mengerjai gadis lain. Tapi aku yakin dia juga terangsang hanya tidak mau menunjukkannya. Dalam sekejap Sammy dan Ani sudah bergumul, akhirnya Ani juga pasrah karena tak sanggup menahan libidonya. Semakin ganas ciuman Sammy kearah bagian-bagian sensitif Ani, semakin keras pula lenguhan pacarku itu. Oh.achhh.jangan Sammm..achhh..ahhhhh..!!!lenguh Ani panjang akhirnya dia mengalami orgasme pertamanya. Dengan cheat Sammy menjilati cairan cinta dari liang senggama pacarku itu. Enak yah An? Ini baru pembukaan, setelah ini aku bakal buat kamu menggelinjang keenakan. Dan betul saja setelah itu Sammy mengarahkan batang kejantanannya kearah bibir vagina Ani yang sudah basah kuyup karena ludah Sammy dan cairan cinta dari Ani sendiri. Dengan perlahan batang kejantanan yang hitam besar itu menyeruak vagina pacarku dan tak perlu lama-lama sebelum akhirnya semua masuk kedalam. Ahhhhhh..ahhhhh.erghhhhhh.ohhhh.!!!seru Ani saat Sammy mulai menggenjot vaginanya. Pemandangan luar biasa kontras karena tubuh besar hitam milik Sammy menindih kekasihku yang bertubuh kecil tapi putih bersih. Setiap sodokan penisnya kearah liang kewanitaan Ani menciptakan sensasi tersendiri bagi aku dan Riska dan tentu saja bagi kedua orang yang bersetubuh itu. Kemudian tak absolutist setelah itu, Sammy mulai membalik tubuh Ani dan melakukan gaya active style. Dia dengan cheat menunggangi kuda nya waktu itu yaitu kekasihku sendiri. Bos, kamu gak mau maen ma Riska?seruannya menyadarkanku bahwa aku juga dapat obyek pelampiasan.

Langsung kuterkam Riska dan diapun tak banyak perlawanan persis dengan dugaan Sammy. Saat itu kami berempat benar-benar sudah menjadi sangat liar. Melihat Ani kekasihku vaginanya dihajar keras dengan sodokan-sodokan batang kemaluan milik Sammy membuatku semakin beringas dan semakin keras menyodokkan penisku ke liang senggama Riska yang sudah basah itu. Seakan berlomba-lomba adu kecepatan aku dan Sammy benarbenar menggunakan moment itu untuk mengerjai habis-habisan kedua cewek ini. Entah berapa gaya yang sudah kami praktekan. 30 menit sudah Ani dalam tindihan Sammy, dan melihat spermanya mau keluar, segera Sammy mencabutnya dan langsung menyodorkan kearah payudara Ani dan muncratlah cairan kental putih itu yang takarannya banyak sekali. Mungkin nafsu yang sudah tertahan sekian absolutist membuat semua banal spermanya keluar. Sementara itu aku yang juga akan keluar langsung kucabut batang kemaluanku dari vagina Riska dan dengan cepat aku benamkan lagi sedalam-dalamnya. Keluarlah air maniku di liang vaginanya. Kulihat Ani sedang mengoral penis Sammy yang belepotan sperma dan cairan vaginanya. Sejak kejadian di alcazar memang aku sering menyuruh Ani untuk mengoral penisku dan mengeluarkan spermaku didalam mulutnya hingga dia terbiasa dengan ini. Tak puas dengan itu, Sammy masih menyodokkan penisnya berulang-ulang kemulut Ani sehingga buah zakarnya yang menggelantung menjadi menabrak-nabrak dagu Ani. Herannya, belum juga lima menit tapi Sammy sudah ejakulasi lagi kali ini di mulut Ani. Mereka berdua akhirnya lemas terkulai di kasur sementara aku masih mengerjai ulang Riska. Kali ini aku menggunakan kondom dengan pelumas untuk menembus lubang duburnya. Ya..aku menyodominya tanpa ampun dan nampaknya itu adalah hal pertama baginya. Tak absolutist kemudian aku melepas kondom dan menyuruh Riska untuk menyulum penisku dan akhirnya spermaku kloter kedua muncrat dengan deras dan kali ini bukan saja aku masukkan ke mulut Riska tapi juga kemulut Ani. Kami berempatpun terkulai dan tertidur setidaknya 4-5 jam lamanya dengan saling berangkulan, sementara aku merangkul Riska yang masih telanjang, Sammy merangkul Ani yang juga masih bugil. Sambil sesekali mencoba memasuk-masukkan penisnya yang sudah mulai mengecil ke vagina pacarku. Setelah bangun dari tidur kami, Sammy dan Riska mohon diri dan berjanji bahwa peristiwa ini hanyalah rahasia antara kami berempat. Sebelum pergi, Sammy menyempatkan mencium mulut Ani dengan buas sementara aku balas dengan meremas payudara Riska. Yah hari itu benar-benar hari yang melelahkan.

Kehangatan Tubuh Bahenol Bu dokter


Posted on June 13, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Bu dokterku gila ngeseks denganku Dalam sebuah seminar sehari di hall Hotel Hilton International di Jakarta, tampak seorang wanita paruh baya berwajah manis sedang membacakan sebuah makalah tentang peranan wanita modern dalam kehidupan rumah tangga keluarga bekerja. Dengan tenang ia membaca makalah itu sambil sesekali membuat lelucon yang tak ayal membuat para peserta seminar itu tersenyum riuh. Permasalahan yang sedang dibahas dalam seminar itu menyangkut perihal mengatasi problem perselingkuhan para suami yang selama ini memang menjadi topik hangat baik di forum resmi ataupun tidak resmi. Beberapa peserta seminar yang terdiri dari wanita karir, ibu-ibu rumah tangga dan para pelajar wanita itu tampak serius mengikuti jalannya seminar yang diwarnai oleh perdebatan antara pakar sosiologi keluarga yang sengaja diundang untuk menjadi pembicara. Hadir juga beberapa orang wartawan yang meliput jalannya seminar sambil ikut sesekali mengajukan pertanyaan ke arah peserta dan pembicara. Suasana riuh saat wanita pembicara itu bercerita tentang seorang temannya yang bersuamikan seorang pria mata keranjang doyan main perempuan. Berbagai pendapat keluar dalam perdebatan yang diarahkan oleh moderator. Diakhir sesi pertama saat para peserta mengambil waktu istirahat selama tiga puluh menit, tampak wanita pembicara itu keluar ruangan dengan langkah cepat seperti menahan sesuatu. Ia berjalan dengan cepat menuju toilet di samping hall tempat seminar. Namun saat melewati lorong menuju tempat itu ia tak sadar menabrak seseorang, akibatnya ia langsung terhenyak. Oh, maaf, saya tidak melihat anda, maaf ya?, seru wanita itu pada orang yang ditabraknya, namun orang itu seperti tak mengacuhkan. Oke, sahut pria muda berdasi itu lembut dan berlalu masuk ke dalam toilet pria. Wanita itupun bergegas ke arah toilet wanita yang pintunya berdampingan dengan pintu toilet pria. Beberapa saat lamanya wanita itu di sana lalu tampak lelaki itu keluar dari toilet dan langsung menuju ke depan cermin besar dan mencuci tangannya. Kemudian wanita tadi muncul dan menuju ke tempat yang sama, keduanya sesaat saling melirik. Hai, tegur pria itu kini mendahului. Halo, anda peserta seminar?, tanya si wanita. Oh, bukan. Saya bekerja di sini, maksud saya di hotel ini, jawab pria itu. Oh, kalau begitu kebetulan, saya rasa setelah seminar ini saya akan kontak lagi dengan manajemen hotel ini untuk mengundang sejumlah pakar dari Amerika untuk seminar masalah kesehatan ibu dan anak. Ini kartu namaku, kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya pada pria itu. Lelaki itu mengambil secarik kartu dari dompetnya dan menyerahkannya pada wanita itu. Dokter Supriyati Pujiastuti, oh ternyata Ibu ini pakar ilmu kDidokteran ibu dan anak yang terkenal itu, maaf saya baru pertama kali melihat Ibu. Sebenarnya saya banyak membaca tulisan-tulisan Ibu yang kontroversial itu, saya sangat mengagumi Ibu, mendadak pria itu menjadi sangat hormat. Ah kamu, jangan terlalu berlebihan memuji aku, dan kamu, hmm, Dido Prasetya, wakil

General Manager Hilton International Jakarta. Kamu juga hebat, manajer muda, seru wanita itu sambil menjabat tangan pemuda bernama Dido itu kemudian. Kalau begitu saya akan kontak anda mengenai masalah akomodasi dan acara seminar yang akan datang, senang bertemu anda, Dido, seru wanita itu sambil kemudian berlalu. Baik, Bu dokter, jawab sahut pria itu dan membiarkan wanita paruh baya itu berlalu dari ruangan di mana mereka berbicara. Sejenak kemudian pemuda itu masih tampak memandangi kartu nama dokter wanita itu, ia seperti sedang mengamati sesuatu yang aneh. Bukankah dokter itu cantik sekali?, ia berkata dalam hati. Oh aku benar-benar tak tahu kalau ia dokter yang sering menjadi perhatian publik, begitu tampak cantik di mataku, meski sudah separuh baya, ia masih tampak cantik, benaknya berbicara sendiri. Ah kenapa itu yang aku pikirkan?, serunya kemudian sambil berlalu dari ruangan itu. Sementara itu di sebuah rumah kawasan elit Menteng Jakarta pusat tampak sebuah mobil memasuki halaman luas rumah itu. Wanita paruh baya bernama dokter Supriyati itu turun dari sedan Mercy hitam dan langsung memasuki rumahnya. Wajah manis wanita paruh baya itu tampaknya menyimpan sebuah rasa kesal dalam hati. Sudah seminggu lamanya suami wanita itu belum pulang dari perjalanan bisnis keluar negeri. Sudah seminggu pula ia didera isu dari rekan sejawat suaminya tentang tingkah laku para pejabat dan pengusaha kalangan atas yang selalu memanfaatkan alasan perjalanan bisnis untuk mencari kepuasan seksual di luar rumah alias perselingkuhan. Wanita itu menghempaskan badannya ke tempat tidur empuk dalam ruangan luas itu. Ditekannya remote TV dan melihat program berita malam yang sedang dibacakan penyiar. Namun tak berselang lama setelah itu dilihatnya di TV itu seorang lelaki botak yang tak lain adalah suaminya sedang berada dalam sebuah pertemuan resmi antar pengusaha di Singapura. Namun yang membuat hati wanita itu panas adalah saat melihat suaminya merangkul seorang delegasi dagang Singapura yang masih muda dan cantik. Sejenak ia memandang tajam ke arah televisi besar itu lalu dengan gemas ia membanting remote TV itu ke lantai setelah mematikan TV-nya. Ternyata apa yang digosipkan orang tentang suamiku benar terjadi, huh, seru wanita itu dengan hati dongkol. Bangsaat..!, Teriaknya kemudian sambil meraih sebuah bantal guling dan menutupi mukanya. Tak seorangpun mendengar teriakan itu karena rumah besar itu dilengkapi peredam suara pada dindingnya, sehingga empat orang pembantu di rumah itu sama sekali tidak mengetahui kalau sang nyonya mereka sedang marah dan kesal. Ia menangis sejadi-jadinya, bayang-bayang suaminya yang berkencan dengan wanita muda dan cantik itu terus

menghantui pikirannya. Hatinya semakin panas sampai ia tak sanggup menahan air matanya yang kini menetes di pipi. Tiga puluh menit ia menangis sejadi-jadinya, dipeluknya bantal guling itu dengan penuh rasa kesal sampai kemudian ia jatuh tertidur akibat kelelahan. Namun tak seberapa lama ia terkulai tiba-tiba ia terhenyak dan kembali menangis. Rupanya bayangan itu benar-benar merasuki pikirannya hingga dalam tidurnyapun ia masih membayangkan hal itu. Sejenak ia kemudian berdiri dan melangkah keluar kamar tidur itu menuju sebuah ruangan kecil di samping kamar tidurnya, ia menyalakan lampu dan langsung menuju tumpukan obat yang memenuhi sebagian ruangan yang mirip apotik keluarga. Disambarnya tas dokter yang ada di situ lalu membuka sebuah bungkusan pil penenang yang biasa diberikannya pada pasien yang panik. Ditelannya pil itu lalu meminum segelas air. Beberapa saat kemudian ia menjadi tenang kemudian ia menuju ke ruangan kerjanya yang tampak begitu lengkap. Di sana ia membuka beberapa buku, namun bebarapa lamanya kemudian wanita itu kembali beranjak menuju kamar tidurnya. Wajahnya kini kembali cerah, seberkas senyuman terlihat dari bibirnya yang sensual. Ia duduk di depan meja rias dengan cermin besar, hatinya terus berbicara. Masa sih aku harus mengalah terus, kalau bangsat itu bisa berselingkuh kenapa aku tidak, benaknya sambil menatap dirinya sendiri di cermin itu. Satu-persatu di lepasnya kancing baju kerja yang sedari tadi belum dilepasnya itu, ia tersenyum melihat keindahan tubuhnya sendiri. Bagian atas tubuhnya yang dilapisi baju dalam putih berenda itu memang tampak sangat mempesona. Meski umurnya kini sudah mencapai empat puluh tahun, namun tubuh itu jelas akan membuat lelaki tergiur untuk menyentuhnya. Kini ia mulai melepaskan baju dalam itu hingga bagian atas tubuhnya kini terbuka dan hanya dilapisi BH. Perlahan ia berdiri dan memutar seperti memamerkan tubuhnya yang bahenol itu. Buah dadanya yang besar dan tampak menantang itu diremasnya sendiri sambil mendongak membayangkan dirinya sedang bercinta dengan seorang lelaki. Kulitnya yang putih mulus dan bersih itu tampak tak kalah mempesonakan. Kalau bangsat itu bisa mendapat wanita muda belia, kurasa tubuh dan wajahku lebih dari cukup untuk memikat lelaki muda, gumamnya lagi. Akan kumulai sekarang juga, tapi.., tiba-tiba pikirannya terhenti. Selama ini aku tak pernah mengenal dunia itu, siapakah yang akan kucari? hmm... Tangannya meraih tas kerja di atas mejanyanya, dibongkarnya isi tas itu dan menemukan beberapa kartu nama, sejenak ia memperhatikannya. Dokter Felix, lelaki ini doyan nyeleweng tapi apa aku bisa meraih kepuasan darinya? Lelaki itu lebih tua dariku, katanya dalam hati sambil menyisihkan kartu nama rekan dokternya itu. Basuki Hermawan, ah, pejabat pajak yang korup, aku jijik pada orang seperti ini, ia merobek kartu nama itu.

Oh ya, pemuda itu, yah, pemuda itu, siapakah namanya, Dodi?.., oh bukan. Doni?.., oh bukan juga, ah di mana sih aku taruh kartu namanya.., ia sibuk mencari, sampai-sampai semua isi tak kerja itu dikeluarkannya namun belum juga ia temukan. Bangsat! Aku lupa di mana menaruhnya, sejenak ia berhenti mencari dan berpikir keras untuk mencoba mengingat di mana kartu nama pemuda gagah berumur dua puluh limaan itu. Ia begitu menyukai wajah pemuda yang tampak polos dan cerdas itu. Ia sudah terbayang betapa bahagianya jika pemuda itu mau diajak berselingkuh. Ahaa! Ketemu juga kau!, katanya setengah berteriak saat melihat kartu nama dengan logo Hilton International. Ia beranjak berdiri dan meraih hand phone, sejenak kemudian ia sudah tampak berbicara. Halo, dengan Dido, maaf Bapak Dido?. Ya benar, saya Dido tapi bukan Bapak Dido, anda siapa, terdengar suara ramah di seberang. Ah maaf, Dido, saya Dokter Supriyati, kamu masih ingat? Kita ketemu di Rest Room hotel Hilton International tadi siang. Oooh, Bu dokter, tentu dong saya ingat. Masa sih saya lupa sama Bu dokter idola saya yang cantik. Eh kamu bisa saja, Do. Gimana Bu, ada yang bisa saya bantu?, tanya Dido beberapa saat setelah itu. Aku ingin membicarakan tentang seminar minggu depan untuk mempersiapkan akomodasinya, untuk itu sepertinya kita perlu berbicara. No problem, Bu. Kapan ibu ada waktu. Lho kok jadi nanya aku, ya kapan kamu luang aja dong. Nggak apa-apa Bu, untuk orang seperti ibu saya selalu siap, gimana kalau besok kita makan siang bersama. Hmm, rasanya aku besok ada operasi di rumah sakit. Gimana kalau sekarang saja, kita makan malam. Wah kebetulan Bu, saya memang lagi lapar. baiklah kalau begitu, saya jemput ibu. Oohh nggak usah, biar ibu saja yang jemput kamu, kamu di mana?. wah jadi ngerepotin dong, tapi oke-lah. Saya tunggu saja di Resto Hilton, okay?. Baik kalau begitu dalam sepuluh menit saya datang, kata wanita itu mengakhiri percakapannya. Lalu dengan tergesa-gesa ia mengganti pakaian yang dikenakannya dengan gaun terusan dengan belahan di tengah dada. Dengan gesit ia merias wajah dan tubuh yang masih tampak menawan itu hingga tak seberapa lama kemudian ia sudah tampak anggun. Mbok..!, ia berteriak memanggil pembantu. Dalem, Nyaah!, sahut seorang yang tiba-tiba muncul dari arah dapur. Malam ini ibu ndak makan di rumah, nanti kalau tuan nelpon bilang saja ibu ada operasi di rumah sakit.

Baik, Nyah.., sahut pembantunya mengangguk. Sang dokter itupun berlalu meninggalkan rumahnya tanpa diantar oleh sopir. Kini sang dokter telah tampak menyantap hidangan makan malam itu bersama pemuda tampan bernama Dido yang berumur jauh di bawahnya. Maksud wanita itu untuk mengencani Dido tidak dikatakannya langsung. Mereka mula-mula hanya membicarakan perihal kontrak kerja antara kantor sang dokter dan hotel tempat Dido bekerja. Namun hal itu tidak berlangsung lama, dua puluh menit kemudian mereka telah mengalihkan pembicaraan ke arah pribadi. Maaf lho, Do. Kamu sudah punya pacar?, tanya sang dokter. Dulu pernah punya tapi, Dido tak melanjutkan kalimatnya. Tapi kenapa, Do?, sergah wanita itu. Dia kawin duluan, ah, Emang bukan nasib saya deh, dia kawin sama seorang om-om senang yang cuma menyenangi tubuhnya. Namanya Rani... Maaf kalau ibu sampai membuat kamu ingat sama masa lalu. Nggak apa-apa kok, Bu. Toh saya sudah lupa sama dia, buat apa cari pacar atau istri yang mata duitan. Sukurlah kalau begitu, trus sekarang gimana perasaan kamu. Maksud ibu?. Perasaan kamu yang dikhianati, apa kamu masih dendam?, tanya sang dokter seperti merasa ingin tahu. Sama si Rani sih nggak marah lagi, tapi sampai sekarang saya masih dendam kesumat sama om-om atau pejabat pemerintah yang seperti itu, jelas Dido pada wanita itu sembari menatapnya. Sejenak keduanya bertemu pandang, Dido merasakan sebuah perasaan aneh mendesir dadanya. Hanya beberapa detik saja keduanya saling memandang sampai Dido tersadar siapa yang sedang dihadapinya. Ah, ma.., ma.., maaf, Bu. Bicara saya jadi ngawur, kata pemuda itu terpatah-patah.Oh nggak, nggak apa-apa kok, Do. Aku juga punya problem yang serupa dengan kamu, jawab wanita itu sambil kemudian mulai menceritakan masalah pribadi dalam keluarganya. Ia yang kini sudah memiliki dua anak yang bersekolah di Amerika itu sedang mengalami masalah yang cukup berat dalam rumah tangganya. Dengan penuh emosi ia menceritakan masalahnya dengan suaminya yang seorang pejabat pemerintah sekaligus pengusaha terkenal itu. Berkali-kali aku mendengar cerita tentang kebejatan moralnya, ia pernah menghamili sekertarisnya di kantor, lalu wanita itu ia pecat begitu saja dan membayar seorang satpam untuk mengawini gadis itu guna menutupi aibnya. Dasar lelaki bangsat, ceritanya pada Dido. Sekarang dia sudah berhubungan lagi dengan seorang wanita pengusaha di luar negeri. Baru tadi aku melihatnya bersama dalam sebuah berita di TV, lanjut wanita itu dengan raut

muka yang sedih. Sabar, Bu. Mungkin suatu saat dia akan sadar. Masa sih dia nggak sadar kalau memiliki istri secantik ibu, ujar Dido mencoba menghiburnya. Aku sudah bosan bersabar terus, hatiku hancur, Do. Kamu sudah tahu kan gimana rasanya dikhianati? Dibohongi?, sengitnya sambil menatap pemuda itu dengan tatapan aneh. Wanita itu seperti ingin mengatakan sesuatu pada Dido. Beberapa menit keadaan menjadi vacum. Mereka saling menatap penuh misteri. Dada Dido mendesir mendapat tatapan seperti itu, pikirannya bertanya-tanya. Ada apa ini?, gumamnya dalam hati. Namun belum sempat ia menerka apa arti tatapan itu, tangannya tiba-tiba merasakan sesuatu yang lembut menyentuh, ia terhenyak dalam hati. Desiran dadanya kini berubah menjadi getaran keras di jantungnya. Namun belum sempat ia bereaksi atas semua itu tangan sang dokter itu telah meremas telapak tangan Dido dengan mesra. Kini ia menatap wanita itu, dokter Supriyati memberinya senyuman, masih misteri. Dido., kamu dan aku memiliki masalah yang saling berkaitan, katanya perlahan. Ma, maksud ibu?, Dido tergagap. Kehidupan cinta kamu dirusakkan oleh generasi seumurku, dan rumah tanggaku rusak oleh kehidupan bejat suamiku. Kita sama-sama memiliki beban ingatan yang menyakitkan dengan musuh yang sama. lalu?. Kenapa tak kamu lampiaskan dendam itu padaku?. Maksud ibu?, Dido semakin tak mengerti. Aku dendam pada suamiku dan kaum mereka, dan kau punya dendam pada para pejabat yang telah mengecewakanmu. Kini kau menemukan aku, lampiaskan itu. Kalau mereka bisa menggauli generasimu mengapa kamu nggak menggauli kaum mereka? Aku istri pejabat, dan aku juga dikecewakan oleh mereka. Saya masih belum mengerti, Bu. Maksudku, hmm, kenapa kita tidak menjalin hubungan yang lebih dekat lagi, jelas wanita itu. Dido semakin penasaran, ia memberanikan dirinya bertanya, Maksud ibu, mm, ki, ki, kita berselingkuh?, ia berkata sambil memberanikan dirinya menatap wanita paruh baya itu. Yah, kita menjalin hubungan cinta, jawab dokter Supriyati enteng. Tapi ibu wanita bersuami, ibu punya keluarga. Ya, tapi sudah hancur, tak ada harapan lagi. Kalau suamiku bisa mencicipi gadis muda, kenapa aku tidak bisa?, lanjutnya semakin berani, ia bahkan merangkul pundak pemuda itu. Dido hanya terpaku. Ta, tapi, Bu. Seumur perkawinanku, aku hanya merasakan derita, Do. Aku ingin kejantanan sejati dari seorang pria. Dan pria itu adalah kamu, Do, lalu ia beranjak dari tempat duduknya

mendekati Dido. Dengan mesra diberinya pemuda itu sebuah kecupan. Dido masih tak bereaksi, ia seperti tak mempercayai kejadian itu. Apakah saya mimpi?, katanya konyol. Tidak, Do. Kamu nggak mimpi, ini aku, Dokter Supriyati yang kamu kagumi. Tapi, Bu.., ibu sudah bersuami. Tolong jangan katakan itu lagi Dido. Kemudian keduanya terpaku lama, sesekali saling menatap. Pikiran Dido berkecamuk keras, ia tak tahu harus berkata apa lagi. Sebenarnya ia begitu gembira, tak pernah ia bermimpi apapun. Namun ia masih merasa ragu. Apakah segampang ini?, gumamnya dalam hati. Cantik sekali dokter ini, biarpun umurnya jauh lebih tua dariku tapi oh tubuh dan wajahnya begitu menggiurkan, sudah lama aku memimpikan bercinta dengan wanita istri pejabat seperti dia. Tapi, hatinya bertanya-tanya. Sementara suasana vacum itu berlangsung begitu lama. Kini mereka duduk dalam posisi saling bersentuhan. Baru sekitar tiga puluh menit kemudian dokter Supriyati tiba-tiba berdiri. Do, saya ingin ngobrol lebih banyak lagi, tapi nggak di sini, kamu temui saya di Hotel Hyatt. Saya akan memesan kamar di situ. Selamat malam, serunya kemudian berlalu meninggalkan Dido yang masih terpaku. Pemuda itu masih terlihat melamun sampai seorang pelayan restoran datang menyapanya. Pak Dido, bapak mau pesan lagi?. Eh, oh nggak, nggak, aduh saya kok ngelamun, jawabnya tergagap mengetahui dirinya hanya terduduk sendiri. Teman Bapak sudah tiga puluh menit yang lalu pergi dari sini, kata pelayan itu. Oh ya?, sahut Dido seperti orang bodoh. Pelayan itu mengangkat bahunya sambil berlalu. Eh, billnya!, panggil Dido. Sudah dibayar oleh teman Bapak, jawab pelayan itu singkat. Kini Dido semakin bingung, ia masih merasakan getaran di dadanya. Antara percaya dan tidak. Ia kemudian melangkah ke lift dan turun ke tempat parkir. Hanya satu kalimat dokter Supriyati yang kini masih terngiang di telinganya. Hotel Grand Hyatt! Dengan tergesa-gesa ia menuju ke arah mobilnya. Perjalanan ke hotel yang dimaksud wanita itu tak terasa olehnya, kini ia sudah sampai di depan pintu kamar yang ditanyakannya pada receptionis. Dengan gemetar ia menekan bel di pintu kamar itu, pikirannya masih berkecamuk bingung. Masuk, Do, sambut dokter Supriyati membuka pintu kamarnya. Dido masuk dan langsung menatap dokter Supriyati yang kini telah mengenakan gaun tidur sutra yang tipis dan transparan. Ia masih tampak terpaku. Do, ini memang hari pertemuan kita yang pertama tapi apakah salahnya kalau kita samasama saling membutuhkan, kata dokter Supriyati membuka pembicaraan. Cobalah realistis, Do. Kamu juga menginginkan ini kan?, lanjut wanita itu kemudian

mendudukkan Dido di pinggir tempat tidur luas itu. Dido masih tampak bingung sampai sang dokter memberinya kecupan di bibirnya, ia merasakan seperti ada dorongan untuk membalasnya. Oh, Bu, desahnya sambil kemudian merangkul tubuh bongsor dokter Supriyati. Dadanya masih bergetar saat merasakan kemesraan wanita itu. Dokter Supriyati kemudian memegang pundaknya dan melucuti pakaian pemuda itu. Dengan perlahan Dido juga memberanikan diri melepas ikatan tali gaun tidur sutra yang dikenakan sang dokter. Begitu tampak buah dada dokter Supriyati yang besar dan ranum itu, Dido terhenyak. Oh, indahnya susu wanita ini, gumamnya dalam hati sambil lalu meraba payudara besaryang masih dilapisi BH itu. Tangan kirinya berusaha melepaskan kancing BH di punggung dokter Supriyati. Ia semakin terbelalak saat melihat bentuk buah dada yang kini telah tak berlapis lagi. Tanpa menunggu lagi nafsu pemuda itu bangkit dan ia segera meraih buah dada itu dan langsung mengecupnya. Dirasakannya kelembutan susu wanita cantik paruh baya itu dengan penuh perasaan, ia kini mulai menyDidot puting susu itu bergiliran. Ooohh, Dido, nikmat sayang., mm sDidot terus sayang ooohh, ibu sayang kamu, Do, ooohh, desah dokter Supriyati yang kini mendongak merasakan sentuhan lidah dan mulut Dido yang menggilir kedua puting susunya. Tangan wanita itupun mulai meraih batang kemaluan Dido yang sudah tegang sedari tadi, ia terhenyak merasakan besar dan panjangnya penis pemuda itu. Ohh, besarnya punya kamu, Do. Tangan ibu sampai nggak cukup menggenggamnya, seru dokter Supriyati kegirangan. Ia kemudian mengocok-ngocokkan penis itu dengan tangannya sambil menikmati belaian lidah Dido di sekitar payudara dan lehernya. Kemaluan Dido yang besar dan panjang itu kini tegak berdiri bagai roket yang siap meluncur ke angkasa. Pemuda yang sebelumnya belum pernah melakukan hubungan seks itu semakin terhenyak mendapat sentuhan lembut pada penisnya yang kini tegang. Ia asyik sekali mengecupi sekujur tubuh wanita itu, Dido merasakan sesuatu yang sangat ia dambakan selama ini. Ia tak pernah membayangkan akan dapat menikmati hubungan seks dengan wanita yang sangat ia kagumi ini, ia yang sebelumnya bahkan hanya menonton film biru itu kini mempraktekkan semua yang ia lihat di dalamnya. Hatinya begitu gembira, sentuhansentuhan lembut dari tangan halus dokter Supriyati membuatnya semakin terlena. Dengan mesra sekali wanita itu menuntun Dido untuk menikmati sekujur tubuhnya yang putih mulus itu. Dituntunnya tangan pemuda itu untuk membelai lembut buah dadanya, lalu bergerak ke bawah menuju perutnya dan berakhir di permukaan kemaluan wanita itu. Dido merasakan sesuatu yang lembut dan berbulu halus dengan belahan di tengahnya. Pemuda itu membelainya lembut sampai kemudian ia merasakan cairan licin membasahi permukaan kemaluan dokter Supriyati. Ia menghentikan gerakannya sejenak, lalu dengan perlahan sang dokter membaringkan tubuhnya dan membuka pahanya lebar hingga daerah kemaluan yang basah itu terlihat seperti menantang Dido. Pemuda itu terbelalak sejenak sebelum kemudian bergerak menciumi daerah itu, jari tangan dokter Supriyati kemudian menarik bibir kemaluannya menjadi semakin terbuka hingga menampakkan semua isi dalam dinding

vaginanya. Dido semakin terangsang, dijilatinya semua yang dilihat di situ, sebuah benda sebesar biji kacang di antara dinding vagina itu ia sDidot masuk ke dalam mulutnya. Hal itu membuat dokter Supriyati menarik nafas panjang merasakan nikmat yang begitu hebat. Ohh, hmm, Dido, sayang, ooohh, desahnya mengiringi bunyi ciplakan bibir Dido yang bermain di permukaan vaginanya. Dengan gemas Dido menjilati kemaluan itu, sementara dokter Supriyati hanya bisa menjerit kecil menahan nikmat belaian lidah Dido. Ia hanya bisa meremas-remas sendiri payudaranya yang besar itu sambil sesekali menarik kecil rambut Dido. Aduuuh sayang, ooohh nikmaat, sayang, oooh Dido, ooohh pintarnya kamu sayang, ooohh nikmatnya, ooohh sDidooot teruuusss, ooohh enaakkk, hmm, ooohh, jeritnya terpatahpatah. Puas menikmati vagina itu, Dido kembali ke atas mengarahkan bibirnya kembali ke puting susu dokter Supriyati. Sang dokterpun pasrah saja, ia membiarkan dirinya menikmati permainan Dido yang semakin buas saja. Daerah sekitar puting susunya tampak sudah kemerahan akibat sDidotan mulut Dido. ooohh, Dido sayang. Berikan penis kamu sama ibu sayang, ibu ingin mencicipinya, pinta wanita itu sambil beranjak bangun dan menggenggam kemaluan Dido. Tangannya tampak bahkan tak cukup untuk menggenggamnya, ukurannya yang super besar dan panjang membuat dokter Supriyati seperti tak percaya pada apa yang dilihatnya. Wanita itu mulai mengulum penis Dido, mulutnya penuh sesak oleh kepala penis yang besar itu, hanya sebagian kecil saja kemaluan Dido yang bisa masuk ke mulutnya sementara sisanya ia kocok-kocokkan dengan telapak tangan yang ia lumuri air liurnya. Dido kini menikmati permainan itu. Auuuhh, Bu, ooohh, enaakk aahh Bu dokter, oooh nikmat sekali, mm, oooh enaknya, ooohh, ssstt, aahh, desah pemuda itu mulai menikmatinya. Sesaat kemudian, Dokter Supriyati melepaskan kemaluan yang besar itu lalu membaringkan dirinya kembali di pinggiran tempat tidur. Dido meraih kedua kaki wanita itu dan langsung menempatkan dirinya tepat di depan selangkangan dokter Supriyati yang terbuka lebar. Dengan sangat perlahan Dido mengarahkan kemaluannya menuju liang vagina yang menganga itu dan, Sreett.., bleeesss. Aduuuhh, aauuu Didooo, sa.., sa.., sakiiittt, vaginaku robeeek aahh, sakiiit, teriak dokter Supriyati merasakan vaginanya yang ternyata terlalu kecil untuk penis Dido yang super besar, ia merasakan vaginanya robek oleh terobosan penis Dido. Lebih dahsyat dari saat ia mengalami malam pertamanya. Dido sayang, punya kamu besar sekali. Vaginaku rasanya robek do, main yang pelan aja ya, sayang?, pintanya lalu pada Dido. Ouuuhh, ba.., ba.., baik, Bu, jawab Dido yang tampak sudah merasa begitu nikmat dengan masuknya penis ke dalam vagina dokter Supriyati.

Kini dibelainya rambut sang dokter sambil menciumi pipinya yang halus dengan mesra. Pemuda itu mulai menggerakkan penisnya keluar masuk vagina dokter Supriyati dengan perlahan sekali sampai beberapa menit kemudian rasa sakit yang ada dalam vagina wanita itu berubah menjadi nikmat, barulah Dido mulai bergerak menggenjot tubuh wanita itu dengan agak cepat. Gerakan tubuh mereka saling membentur mempertemukan kedua kemaluan mereka. Nafsu birahi mereka tampak begitu membara dari gerakan yang semakin lama semakin menggairahkan, teriakan kecil kini telah berubah menjadi desah keras menahan nikmatnya hubungan seks itu. Keduanya tampak semakin bersemangat, saling menindih bergilir menggenjot untuk meraih tahap demi tahap kenikmatan seks itu. Dido yang baru pertama kali merasakan nikmatnya hubungan seks itu benar-benar menikmati keluar masuknya penis besar itu ke dalam liang vagina sang dokter yang semakin lama menjadi semakin licin akibat cairan kelamin yang muali melumasi dindingnya. Demikian pula halnya dengan dokter Supriyati. Ia begitu tampak kian menikmati goyangan tubuh mereka, ukuran penis Dido yang super besar dan terasa merobek liang vaginanya itu kini menjadi sangat nikmat menggesek di dalamnya. Ia berteriak sejadi-jadinya, namun bukan lagi karena merasa sakit tapi untuk mengimbangi dahsyatnya kenikmatan dari penis pemuda itu. Tak pernah ia bayangkan akan dapat menemukan penis sebesar dan sepanjang milik Dido, penis suaminya yang bahkan ia tahu sering meminum obat untuk pembesar alat kelamin tak dapat dibandingkan dengan ukuran penis Dido. Baru pertama kali ini ia melihat ada kemaluan sebesar itu, panjang dan keras sekali. Bunyi teriakan nyaring bercampur decakan becek dari kedua alat kelamin mereka memenuhi ruangan luas di kamar suite hotel itu. Desahan mereka menahan kenikmatan itu semakin memacu gerakan mereka menjadi kian liar. Ooohh, ooohh, ooohh, enaak, oooh, enaknya bu, ooohh nikmat sekali ooohh, desah Dido. mm, aahh, goyang terus, Do, ibu suka sama punya kamu, ooohh, enaknya, sayang ooohh, ibu sayang kamu Dido, ooohh, balas dokter Supriyati sambil terus mengimbangi genjotan tubuh pemuda itu dengan menggoyang pinggulnya. Lima belas menit lebih mereka melakukannya dengan posisi itu dimana Dido menindih tubuh sang dokter yang mengapit dengan pahanya. Kini saatnya mereka ingin mengganti gaya. Ouuuhh Dido sayang, ganti gaya yuuuk?, ajak sang dokter sambil menghentikan gerakannya. Baik, Bu, jawab pemuda itu mengiyakan. Kamu di bawah ya sayang? Ibu pingin goyang di atas tubuh kamu, katanya sambil menghentikan gerakan tubuh Dido, pemuda itu mengangguk sambil perlahan melepaskan penisnya dari jepitan vagina dokter Supriyati. Kemudian ia duduk sejenak mengambil nafas sambil memandangi tubuh wanita itu. uuuh, cantiknya wanita ini, ia bergumam dalam hati lalu berbaring menunggu dokter Supriyati yang sudah siap menungganginya.

Kini wanita itu berjongkok tepat di atas pinggang Dido, ia sejenak menggenggam kemaluan pemuda itu sebelum kemudian memasukkannya kembali ke dalam liang vaginanya dengan perlahan dan santai. Kembali ia mendesah merasakan penis itu masuk menembus dinding kemaluannya dan menerobos masuk sampai dasar liang vagina yang terasa sempit oleh Dido. Ooouuuhh, desahnya memulai gerakan menurun-naikkan pinggangnya di atas tubuh pemuda itu. Dido meraih payudara montok yang bergantungan di dada sang dokter, sesekali ia meraih puting susu itu dengan mulutnya dan menyDidot-nyDidot nikmat. Keduanya kembali terlibat adegan yang lebih seru lagi, dengan liar dokter Supriyati menggoyang tubuh sesuka hati, ia tampak seperti kuda betina yang benar-benar haus seks. Ia yang baru kali ini menikmati hubungan seks dengan lelaki selain suaminya itu benarbenar tampak bergairah, ditambah dengan ukuran kemaluan Dido yang super besar dan panjang membuatnya menjadi begitu senang. Dengan sepenuh hati ia raih kenikmatan itu detik demi detik. Tak semili meterpun ia lewatkan kenikmatan penis Dido yang menggesek dinding dalam kemaluannya. Ia semakin berteriak sejadi-jadinya. Aahh, ooohh, aahh, ooohh, ooohh, enaak, ooohh, nikmaatt, sekali, Dido sayaanngg, ooohh Dido, Do, enaak sayang ooohh, teriaknya tak karuan dengan gerakan liar di atas tubuh pemuda itu sembari menyebut nama Dido. Ia begitu menyukai pemuda itu. Ooohh Bu dokter, ooohh, ibu juga pintar mainnya, ooohh, Bu dokter cantik sekali, balas Dido. Remas susu ibu, Do. ooohh, sDidot putingnya sayang, ooohh pintarnya kamu, oooh, ibu senang sama punya kamu, ooohh, nikmatnya sayang, ooohh, panjang sekali, ooohh, enaak, lanjut sang dokter dengan gerakan yang semakin liar. Dido mengimbangi gerakan itu dengan mengangkat-angkat pantatnya ke arah pangkal paha dokter Supriyati yang mengapitnya itu. Ia terus menghujani daerah dada sang dokter yang tampak begitu disenanginya, puting susu itupun menjadi kemerahan akibat sDidotan mulut Dido yang bertubi-tubi. Namun beberapa saat kemudian sang dokter tampak tak dapat lagi menahan rasa nikmat dari penis pemuda itu. Ia yang selama dua puluh menit menikmati permainan itu dengan garang, kini mengalami ejakulasi yang begitu hebat. Gerakannya berubah semakin cepat dan liar, diremasnya sendiri buah dada montoknya sambil lebih keras lagi menghempaskan pangkal selangkangannya pada penis Dido hingga sekitar dua menit berlalu ia berteriak panjang sebelum kemudian menghentikan gerakannya dan memeluk tubuh pemuda itu. Ooohh, ooohh, aauu, aku keluarr, Dido, aahh, aah, aku, nggak kuat lagi aku, Do, ooohh, enaaknya, sayang, ooohh, Dido sayang, hhuuuh, ibu nggak tahan lagi, jeritnya panjang sambil memeluk erat tubuh Dido, cairan kelamin dalam rahimnya muncrat memenuhi liang vagina di mana penis Dido masih tegang dan keras. Ooohh nikmat bu, ooohh punya ibu tambah licin dan nikmat, ooohh, nikmat Bu dokter, ooohh, semakin nikmat sekali Bu dokter, ooohh, enaak, mm, ooohh, uuuhh, ooohh, ooohh,

nikmat sekali, uuuhh, Bu dokter cantik, aauuuhh, ssshh nikmat bu, desah Dido merasakan kenikmatan dalam liang vagina sang dokter yang tengah mengalami ejakulasi, vagina itu terasa makin menjepit penisnya yang terus saja menggesek dinding vagina itu. Kepala penisnya yang berada jauh di dalam liang vagina wanita itu merasakan cairan hangat menyembur dan membuat liang vagina sang dokter terasa semakin nikmat dan licin. Pemuda itu membalas pelukan dokter Supriyati yang tampak sudah tak sanggup lagi menggoyang tubuhnya di atas tubuh Dido. Sejenak gerakan mereka terhenti meski Dido sedikit kecewa karena saat itu ia rasakan vagina sang dokter sangat nikmat. Ia berusaha menahan birahinya yang masih saja membara dengan memberi ciuman mesra pada wanita cantik itu. Oh Dido sayang, kamu kuat sekali mainnya sayang, aku puas sekali, ibu betul-betul merasa seperti berada di tempat yang paling indah dengan sejuta kenikmatan cinta. Kamu betulbetul jago, katanya pada Dido sambil memandang wajah pemuda itu tepat di depan matanya, dipeluknya erat pinggang Dido untuk menahan goyangan penis di selangkangannya. Sejenak Dokter Supriyati beristirahat di pelukan pemuda itu, ia terus memuji kekuatan dan kejantanan Dido yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan sekalipun dari suaminya. Matanya melirik ke arah jam dinding di kamar itu. Dido.., sapanya memecah keheningan sesaat itu. Ya, bu?, jawab Dido sambil terus memberi kecupan pada pipi dan muka sang dokter yang begitu ia senangi. Sudah satu jam lamanya kita bermain, kamu hebat sekali, Do, lanjutnya terheran-heran. Saya baru sekali ini melakukannya, Bu, jawab Dido. Ah masa sih, bohong kamu, Do, sergah dokter Supriyati sambil membalas ciuman Dido di bibirnya. Benar kok, Bu. Sumpah saya baru kali ini yang pertama kalinya, Dido bersikeras. Tapi kamu mainnya kok hebat banget? Dari mana kamu tahu gaya-gaya yang tadi kita lakukan, lanjut sang dokter tak percaya. Saya hanya menonton film, Bu, jawab pemuda itu. Beberapa menit mereka ngobrol diselingi canda dan cumbuan mesra yang membuat birahi sang dokter bangkit untuk mengulangi permainannya. Dirasakannya dinding vagina yang tadinya merasa geli saat mengalami ejakulasi itu mulai terangsang lagi. Didopun merasakan gejala itu dari denyutan vagina sang dokter. Dido melepaskan pelukannya, lalu menempatkan diri tepat di belakang punggung sang dokter, tangannya nenuntun penis besar itu ke arah permukaan lubang kemaluan dokter Supriyati yang hanya pasrah membiarkannya mengatur gaya sesuka hati. Pemuda itu kini berada tepat di belakang menempel di punggung sang dokter, lalu perlahan sekali ia memasukkan penis besarnya ke dalam liang sang dokter dari arah belakang pantatnya.

Ooohh, pintarnya kamu Dido, oooh ibu suka gaya ini, mm, goyang teruuuss, aahh, nikmat do, ooohh, sampai pangkalnya terusss, ooohh, enaak..tarik lagi sayang ooohh, masukin lagii ooohh, sampai pangkal nya Dido, ooohh, sayang nikmat sekali, ooohh, oohh Dido, ooohh, mm, Dido, sayang, desah sang dokter begitu merasakannya, atas bawah tubuhnya merasakan kenikmatan itu dengan sangat sempurna. Tangan Dido meremas susunya sementara penis pemuda itu tampak jelas keluar masuk liang vaginanya. Keduanya kembali terlihat bergoyang mesra meraih detik demi detik kenikmatan dari setiap gerakan yang mereka lakukan. Demikian juga dengan Dido yang menggoyang dari arah belakang itu, ia terus meremas payudara montok sang dokter sambil memandang wajah cantik yang membuatnya semakin bergairah. Kecantikan Dokter Supriyati yang sangat menawan itu benar-benar membuat gairah bercinta Dido semakin membara. Dengan sepenuh hati digoyangnya tubuh bahenol dan putih mulus itu sampai-sampai suara decakan pertemuan antara pangkal pahanya dan pantat besar sang dokter terdengar keras mengiringi desahan mulut mereka yang terus mengoceh tak karuan menikmati hebatnya rasa dari permainan itu. Sekitar dua puluh menit berlalu tampak kedua insan itu sudah tak dapat menahan lagi rasa nikmat dari permainan mereka hingga kini keduanya semakin berteriak keras sejadi-jadinya. Tampaknya mereka ingin segera menyelesaikan permainannya secara bersamaan. Huuuh, ooohh, ooohh, aahh, ooohh, nikmat sekali Do, goyang lagi sayang, ooohh, ibu mau keluar sebentar lagi sayang, ooohh, goyang yang keras lagi sayang, ooohh, enaknya penis kamu, ooohh, ibu nggak kuat lagi oooh, jerit dokter Supriyati. Uuuhh, aahh, ooohh, mm, aah, saya juga mau keluar Bu, ooohh, dokter Supriyati sayaang, ooohh, mm, enaakk sekali, ooohh, ooohh, dokter sayang, ooohh, dokter cantik, ooohh, enaakk, dokter dokter sayang, ooohh, vagina dokter juga nikmat sekali, oooh, teriak Dido juga. Ooohh enaknya sayang, ooohh, pintar kamu sanyang, ooohh, kocok terus, oooh, genjot yang keraass, ooohh. Ooohh dokter, susunya, ooohh, saya mau sDidot, ooohh, Dido meraih susu sang dokter lalu menyDidotnya dari arah samping. Oooh Dido pintarnya kamu sayang, ooohh, nikmatnya, ooohh, ibu sebentar lagi keluar sayang, ooohh, keluarin samaan yah, ooohh, ajak sang dokter. Saya juga mau keluar Bu, yah kita samaan Bu dokter, ooohh, vagina ibu nikmat sekali, ooohh, mm, enaknya, ooohh, teriak Dido sambil mempercepat lagi gerakannya. Namun beberapa saat kemudian dokter Supriyati berteriak panjang mengakhiri permainannya. Aauuuwww, ooohh, Didooo, ibu nggak tahan lagiii, keluaar, aauhh nikmatnya sayang, ooohh, jeritnya panjang sambil membiarkan cairan kelaminnya kembali menyembur ke arah penis Dido yang masih menggenjot dalam liang kemaluannya. Dido merasakan gejala itu lalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirinya keluar juga, beberapa saat ia merasakan vagina sang dokter menjepit kemaluannya keras diiringi semburan cairan mani

yang deras ke arah penisnya. Dan beberapa saat kemudian ia akhirnya berteriak panjang meraih klimaks permainan. Ooohh, aahh, oooww,aahh, dokter, Supriyati, sayyaang, oooh, enaak sekalii, ooohh saya juga keluaarr, ooohh, jeritnya panjang sesaat setelah sang dokter mengakhiri teriakannya. Dido sayang, ooohh, jangan di dalam sayang, ooohh, ibu nggak pakai alat kontrasepsi, ooohh, sini keluarin di luar Dido, sayang berikan pada ibu, oooh, enaknya, cabut sayang. Semprotkan ke Ibu, ooohh, pintanya sembari merasakan nikmatnya denyutan penis Dido. Ia baru sadar dirinya tak memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Didorongnya tubuh Dido sambil meraih batang penis yang sedang meraih puncak kenikmatan itu. Kemudian pemuda itu mencabut penisnya dengan tergesa-gesa dari liang kemaluan sang dokter dan, Cropp bresss, crooottt.., crooott.., creeess, cairan kelamin Dido menyembur ke arah wajah sang dokter. Dido berdiri mengangkang di atas tubuhnya dan menyemburkan air maninya yang sangat deras dan banyak ke arah badan dan muka sang dokter. Sebagian cairan itu bahkan masuk ke mulut sang dokter. Ohh, sayang,terus ooohh, berikan pada ibu, ooohh, hmm, nyam, enaknya, ooohh, semprotkan pada ibu, ooohh, ibu ingin meminumnya Dido, ooohh, enaakkknya sayang, oooh, lezat sekali, jerit wanita itu kegirangan sambil menelan habis cairan mani pemuda itu ke dalam mulutnya, bahkan belum puas dengan itu ia kembali meraih batang penis Dido dan menyDidot keras batang kemaluannya dan menelan habis sisa-sisa cairan itu hingga Dido merasakan semua cairannya habis. Ooohh Bu dokter, ooohh dokter, saya puas sekali bu, kata Dido sembari merangkul tubuh sang dokter dan kembali berbaring di tempat tidur. Kamu kuat sekali Dido, sanggup membuat ibu keluar sampai dua kali, kamu benar-benar hebat dan pintar mainnya, ibu suka sekali sama kamu. Nggak pernah sebelumnya ibu merasakan kenikmatan seperti ini dengan suami ibu. Dia bahkan tak ada apa-apanya dibanding kamu, seru sang dokter pada Dido sambil mencium dada pemuda itu. Saya juga benar-benar puas sekali, Bu. Ibu memberikan kenikmatan yang nggak pernah saya rasakan sebelumnya. Sekarang saya tahu bagaimana nikmatnya bercinta, jawab Dido sekenanya sambil membalas ciuman dokter Supriyati. Tangannya membelai halus permukaan buah dada sang dokter dan memilin-milin putingnya yang lembut. Tapi apakah ibu tidak merasa berdosa pada suami Ibu, kita sedang berselingkuh dan ibu punya keluarga, sergah Dido sambil menatap wajah manis dokter Supriyati. Apakah aku harus setia sampai mati sementara dia sekarang mungkin sedang asyik menikmati tubuh wanita-wanita lain?. Benarkah?. Aku pernah melihatnya sendiri, Do. Waktu itu kami sedang berlibur di Singapura bersama kedua anakku, lanjut sang dokter memulai ceritanya pada Dido.

Dido hanya terdiam mendengar cerita dokter Supriyati. Ia menceritakan bagaimana suaminya memperkosa seorang pelayan hotel tempat mereka menginap waktu ia dan anakanaknya sedang berenang di kolam hotel itu. Betapa terkejutnya ia saat menemukan sang pelayan keluar dari kamarnya sambil menangis histeris dan terisak menceritakan semuanya pada manajer hotel itu dan dirinya sendiri. Kamu bisa bayangkan, Do. Betapa malunya ibu, sudah bertahan-tahun kami hidup bersama, dengan dua orang anak, masih saja dia berbuat seperti itu, dasar lelaki kurang ajar, bangsat dia itu, ceritanya pada Dido dengan muka sedih. Maaf kalau saya mengungkap sisi buruk kehidupan ibu dan membuat ibu bersedih. Tak apa, Do. Ini kenyataan kok. Dilihatnya sang dokter meneteskan air mata, Saya tidak bermaksud menyinggung ibu, oh.., Dido berusaha menenangkan perasaannya, ia memeluk tubuh sang dokter dan memberinya beberapa belaian mesra. Tak disangkanya dibalik kecantikan wajah dan ketenaran sang dokter ternyata wanita itu memiliki masalah keluarga yang begitu rumit. Tapi saya yakin dengan tubuh dan wajah ibu yang cantik ini ibu bisa dapatkan semua yang ibu inginkan, apalagi dengan permaian ibu yang begitu nikmat seperti yang baru saja saya rasakan, bu, Kata Dido menghibur sang dokter. Ah kamu bisa aja, Do. Ibu kan sudah nggak muda lagi, umur ibu sekarang sudah empat puluh tiga tahun, lho?. Tapi, Bu terus terang saja saya lebih senang bercinta dengan wanita dewasa seperti ibu. Saya suka sekali bentuk tubuh ibu yang bongsor ini, lanjut pemuda itu sambil memberikan ciuman di pipi sang dokter, ia mempererat pelukannya. Kamu mau pacaran sama ibu?. Kenurut ibu apa yang kita lakukan sekarang ini bukannya selingkuh?, tanya Dido. Kamu benar suka sama ibu?. Benar, Bu. Sumpah saya suka sama Ibu, Dido mengecup bibir wanita itu. Oh Dido sayang, ibu juga suka sekali sama kamu. Jangan bosan yah, sayang?. Nggak akan, bu. Ibu begitu cantik dan molek, masa sih saya mau bosan. Saya sama sekali tidak tertarik pada gadis remaja atau yang seumur. Ibu benar-benar sesuai seperti yang saya idam-idamkan selama ini. Saya selalu ingin bermain cinta dengan ibu-ibu istri pejabat. Tubuh dan goyang Bu dokter sudah membuat saya benar-benar puas. Mulai sekarang kamu boleh minta ini kapan saja kamu mau, Do. Ibu akan berikan padamu, jawab sang dokter sambil meraba kemaluan Dido yang sudah tampak tertidur. Terima kasih, Bu. Ibu juga boleh pakai saya kapan saja ibu suka. Ibu sayang kamu, Do. Saya juga, Bu. oooh dokter Supriyati, desah pemuda itu kemudian merasakan penisnya teremas tangan sang dokter. Oooh Dido, sayang.., balas dokter Supriyati menyebut namanya mesra. Kembali mereka saling berangkulan mesra, tangan mereka meraih kemaluan masing-masing dan berusaha membangkitkan nafsu untuk kembali bercinta. Dido meraih pantat sang dokter dengan tangan kirinya, mulutnya menyDidot bibir merah sang dokter. Oooh dokter

Supriyati, sayang, ooohh, desah Dido merasakan penisnya yang mulai bangkit lagi merasakan remasan dan belaian lembut tangan sang dokter. Sementara tangan pemuda itu sendiri kini meraba permukaan kemaluan dokter Supriyati yang mulai terasa basah lagi. ooohh, uuuhh Dido sayang, nikmat.sayang, ooohh Dido, Ibu pingin lagi, Do, ooohh, kita main lagi sayang, ooohh, desah manja dan menggairahkan terdengar dari mulut dokter Supriyati. Uuuhh, saya juga kepingin lagi Bu dokter, ooohh, Ibu cantik sekali, oooh, dokter Supriyati sayang, ooohh, remas terus penis saya Bu, ooohh. Ibu suka penis kamu Do, bentuknya panjang dan besar sekali. ooouuuhh, baru pertama ini ibu merasakan penis seperti ini, suara desah dokter Supriyati memuji kemaluan Dido. Begitu mereka tampak tak tahan lagi setelah melakukan pemanasan selama lima belas menit, lalu kembali keduanya terlibat permainan seks yang hebat sampai kira-kira pukul empat dini hari. Tak terasa oleh mereka waktu berlalu begitu cepat hingga membuat tenaga mereka terkuras habis. Dokter Supriyati berhasil meraih kepuasan sebanyak empat kali sebelum kemudian Dido mengakhiri permainannya yang selalu lama dan membuat sang dokter kewalahan menghadapinya. Kejantanan pemuda itu memang tiada duanya. Ia mampu bertahan selama itu, tubuh sang dokter yang begitu membuatnya bernafsu itu digoyangnya dengan segala macam gaya yang ia pernah lihat dalam film porno. Semua di praktikkan Dido, dari doggie style sampai 69 ia lakukan dengan penuh nafsu. Mereka benarbenar mengumbar nafsu birahi itu dengan bebas. Tak satupun tempat di ruangan itu yang terlewat, dari tempat tidur, kamar mandi, bathtub, meja kerja, toilet sampai meja makan dan sofa di ruangan itu menjadi tempat pelampiasan nafsu seks mereka yang membara. Akhirnya setelah melewati ronde demi ronde permainan itu mereka terkulai lemas saling mendekap setelah Dido mengalami ejakulasi bersamaan dengan orgasme dokter Supriyati yang sudah empat kali itu. Dengan saling berpelukan mesra dan kemaluan Dido yang masih berada dalam liang vagina sang dokter, mereka tertidur pulas. Malam itu benar-benar menjadi malam yang sangat indah bagi keduanya. Dido yang baru pertama kali merasakan kehangatan tubuh wanita itu benar-benar merasa puas. Dokter Supriyati telah memberinya sebuah kenikmatan yang selama ini sangat ia dambakan. Bertahun-tahun lamanya ia bermimpi untuk dapat meniduri istri pejabat seperti wanita ini, kini dokter Supriyati datang dengan sejuta kenikmatan yang ia berikan. Semalam suntuk penuh ia lampiaskan nafsu birahinya yang telah terpendam sedemikian lama itu di tubuh sang dokter, ia lupa segalanya. Dido tak dapat mengingat sudah berapa kali ia buat sang dokter meronta merasakan klimaks dari hubungan seks itu. Cairan maninya terasa habis ia tumpahkan, sebagian di mulut sang dokter dan sebagian lagi disiramkan di sekujur tubuh wanita itu. Begitupun dengan dokter Supriyati, baginya malam yang indah itu adalah malam pertama ia merasakan kenikmatan seksual yang sesungguhnya. Ia yang tak pernah sekalipun

mengalami orgasme saat bermain dengan suaminya, kini merasakan sesuatu yang sangat hebat dan nikmat. Kemaluan Dido dengan ukuran super besar itu telah memberinya kenikmatan maha dahsyat yang takkan pernah ia lupakan. Belasan kali sudah Dido membuatnya meraih puncak kenikmatan senggama, tubuhnya seperti rontok menghadapi keperkasaan anak muda itu. Umur Dido yang separuh umurnya itu membuat suasana hatinya sangat bergairah. Bagaimana tidak, seorang pemuda tampan dan perkasa yang berumur jauh di bawahnya memberinya kenikmatan seks bagai seorang ksatria gagah perkasa. Ia sungguh-sungguh puas lahir batin sampai-sampai ia rasakan tubuhnya terkapar lemas dan tak mampu bergerak lagi, cairan kelaminnya yang terus mengucur tiada henti saat permainan cinta itu berlangsung membuat vaginanya terasa kering. Namun sekali lagi, ia merasa puas, sepuas-puasnya. Sejak saat itu, dokter Supriyati menjalin hubungan gelap dengan dengan Dido. Kehidupan mereka kini penuh dengan kebahagiaan cinta yang mereka raih dari kencan-kencan rahasia yang selalu dilakukan kedua orang itu saat suami dokter Supriyati tidak di rumah. Di hotel, di apartement Dido atau bahkan di rumah sang dokter mereka lakukan perselingkuhan yang selalu diwarnai oleh hubungan seks yang seru tak pernah mereka lewatkan. Terlampiaskan sudah nafsu seks dan dendam pada diri mereka masing-masing. Dokter Supriyati tak lagi mempermasalahkan suaminya yang doyan perempuan itu. Ia bahkan tak pernah lagi mau melayani nafsu birahi suaminya dengan serius. Setiap kali lelaki itu memintanya untuk bercinta ia hanya melayaninya setengah hati. Tak ia hiraukan lagi apakah suaminya puas dengan permainan itu, ia hanya memberikan pelayanan sekedarnya sampai lelaki botak dan berperut besar itu mengeluarkan cairan kelaminnya dalam waktu singkat kurang dari tiga menit. Ingin rasanya dokter Supriyati meludahi muka suaminya, lelaki tak tahu malu yang hanya mengandalkan uang dan kekuasaan. Yang dengan sewenang-wenang membeli kewanitaan orang dengan uangnya. Lelaki itu tak pernah menyangka bahwa istrinya telah jatuh ke tangan seorang pemuda perkasa yang jauh melebihi dirinya. Ia benarbenar tertipu.

Cerita Panas Ngentot Di Meja Kantor


Posted on December 16, 2010 by kumpulanceritadewasa.info

Sore hari, aku sudah beberes mau pulang, telponku bunyi, ternyata dari mas Wawan. Dia ngajak aku nemenin dia ke singapore. Aku seneng banget jadinya. Mau ngapain mas ke singapore? tanyaku. Aku ada bisnis di johor bahru, Nes. Kan lebih asik kalo ditemenin kamu. Kamu bisa gak? tanyanya. Berapa hari mas? jawabku bertanya lagi. Paling lama 3 hari, kamu punya paspor gak? jawabnya. Wah, Ines mesti pamit ya dari kantor. Paspor Ines gak punya mas, kalo ktp sih ada, jawabku bercanda. Kamu cuti aja dari kantor Nes, bikin paspor gampang kok. Nanti biar temenku yang urusin, 2 hari juga beres. Jadi kamu mau ya, jawabnya lagi. Iya deh mas, kapan mau urus paspornya, terus berangkatnya kapan, lanjutku. Besok temenku akan kontak kamu, siapkan aja dokumen yang diperlukan. Berangkatnya nanti kita tentukan kalo paspor kamu udah beres, katanya.

Aku pamit dari kantor untuk besok masuk siang. Keesokan harinya, pagi2 temen mas Wawan sudah menjemputku untuk ke kantor imigrasi. Karena koneksi yang kuat, proses pembuatan paspor berjalan cepat. 3 hari kemudian pasporku sudah jadi dan diantar ke tempat ku. Mas Wawan nelpon lagi, Udah jadi kan Nes paspornya. Kapan kamu bisa pamit dari kantor supaya aku bisa arrange perjalanan kita, tanyanya. Besok Ines kabari ya mas, kataku. Kenapa gak sore ini aja, deseknya. Dah ngebet sama Ines ya mas. Iya deh ntar sorean Ines kabari lagi, aku guyonin dia. Aku pamit lagi dari kantor untuk cuti 3 hari. Kebetulan load kerjaan sedang rendah sehingga lusa aku sudah diijinkan untuk mulai cuti. Aku mengabarkan ini ke mas Wawan. Oke Nes, kita berangkat lusa siang ya, nanti aku jemput kamu, katanya memastikan. Lusa siang, aku sudah duduk disamping mas Wawan di pesawat. Mas Wawan mesra sekali ke aku selama di pesawat, sehingga pramugarinya menyangka kami sedang honey moon. Aku iyakan saja untuk tidak mengundang komentar lebih jauh. Nes, rencananya, besok aku akan ke Johor bahru. Kalo selesai aku kembali ke singapore, kalo urusanku belum selesai aku nginep di Johor baru, besok siangnya aku baru balik, katanya. Yah, kalo mas nginep terus Ines ngapain, aku merajuk. Ya kamu jalan2 aja, belanja juga boleh. Hotel kita di pusat keramaian kok, bisa jalan kaki, jawabnya membujuk. Sesampainya di hotel, mas Wawan ngajak aku jalan2 dulu disekitar hotel. Mau belanja Nes, tanya mas Wawan ketika melewati department store yang besar. Ines mau beli bikini boleh gak mas, tanyaku. Boleh aja, ntar dipake kalo berenang sama aku ya, jawabnya. Memangnya kita mau berenang mas? Tanyaku. Iya berenang di ranjang, jawabnya sambil tersenyum. Maunya, jawabku sambil mencubit pinggangnya. Beli bikininya yang seksi ya Nes, katanya. Aku memilih bikini yang seksi dan mini. Ini bagus gak mas, tanyaku. Bagus, beli aja beberapa Nes, biar tiap ronde kamu pake bikini yang berlainan, jawabnya. Aku memlihi beberapa bikini, kemudian mas Wawan juga membelikan aku pakaian, juga daleman yang seksi, minim dan tipis. Dalemannya juga model bikini, yaitu yang ditaliin bra dan cd nya. Setelah itu aku diajaknya cari makanan. Kenyang baru kembali ke hotel. Di kamar, langsung aja mas Wawan nyuruh aku pake bikini yang baru dibeli. Buat menghangatkan suasana Nes, katanya sambil mengeluarkan soft drink yang dibelinya di airport dari lemari es. Mas Wawan melotot melihat aku muncul dengan bikiniku yang minim dan seksi itu. Toketku seakan mau tumpah dari branya yang minim sekali. Demikian pula jembutku berhamburan dari cd bikini yang model g string itu. Nes, duduk disebelahku, kamu mau gak aku pijitin, tanyanya. Dia hanya memakai celana panjangnya saja. Akupun duduk membelakanginya. Dia mulai memijit pelan keningku dari belakang. Tak terasa dari kening turun ke kuduk. Aku hanya terpejam saja menikmati pijitannya, turun lagi ke pundak. Enak mas, kataku. Memangnya mas pernah jadi tukang pijit ya, godaku. Dia diam saja, tapi tangannya meluncur ke toketku. Jarinyanya mulai menelusuri toketku, dielus2nya dengan lembut. Aku terdiam, napasku mulai memburu terengah. Jarinya diselipkan ke braku dan mengkilik2 pentilnya. Pentilku langsung mengeras, Maas, lenguhku. Dia langsung saja meremes2

toketku dengan penuh napsu. Aku bersandar di dadanya yang bidang. Dia mulai menciumi leherku sementara kedua toketku terus saja diremes2, sehingga napsuku makin berkobar. Kemudian dia minta aku berbalik sehingga kami duduk berhadapan. Aku tak menunggu lama, dia segera mengecup bibirku. Kubalas dengan ganas. Bibirku dikulumnya, lidahnya menjalar didalam mulutku sementara tanganku segera turun mencari tongkolnya. Kuusap2, terasa sekali tongkolnya sudah ngaceng berat, keras sekali. Segera ikat pinggangnya kubuka, celananya kubuka. Dia berdiri sehingga celana panjangnya meluncur ke lantai. tongkolnya yang besar panjang itu nongol dari bagian atas CD nya yang mini.Kami segera bergelut. Dia terus meremas-remas toketku sementara aku mengocok tongkolnya. Mas keras banget, gede lagi, kataku sambil jongkok didepannya, melepas cdnya dan menciumi tongkolnya dan menghisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya. Aah Nes, kamu pinter banget bikin aku nikmat, erangnya. aaaduuuuuhh. Nes.. enak banget emutanmu. tongkolnya kujilati seluruhnya kemudian kumasukkan ke mulutku, kukulum dan kuisep2. Kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan tongkolnya di mulutku. Akhirnya dia gak tahan lagi. Aku dibaringkannya diranjang. Sambil terus meremas2 toketku tangan satunya nyelip ke balik cd bikiniku yang g string itu. Otomatis pahaku mengangkang, sehingga dia dengan mudah mempermainkan jembutku yang lebat. Mas, geli, erangku. geli apa nikmat Nes, tanyanya. Dua2nya mas, Ines dientot dong mas, udah kepengin banget nih, kataku to the point. Tangannya menyusup ke punggungku sambil mengecup bibirku. Tali pengikat braku ditariknya sehingga toketku membusung menantang untuk diremas dan dikenyot pentilnya, tanpa penutup lagi. Ikatan CD bikiniku ditariknya dengan mulutnya sehingga lepaslah semua penutup tubuhku yang minim. Nes kamu napsuin banget deh, katanya. DIa langsung saja menindihku. tongkolnya diarahkan ke belahan memiawku yang sudah basah dan sedikit terbuka, lalu dia menekan tongkolnya sehingga kepala tongkolnya mulai menerobos masuk memiawku. Aku mengerang keenakan sambil memeluk punggungnya.Dia kembali menciumi bibirku. Lidahnya menjulur masuk mulutku lagi dan segera kuisep2. sementara itu dia terus menekan pantatnya pelan2 sehinggga kepala tongkolnya masuk memiawku makin dalam dan bless tongkolnya sudah masuk setengahnya kedalam memiawku. Aah, tongkol mas nikmat banget mas, erangku sambil mencengkeram punggungnya. Kedua kakiku kulingkarkan di pinggangnya sehingga tongkol besarnya langsung ambles semuanya di memiawku. Mas, ssh, enak mas, terusin, erangku. Aku menggeliat2 ketika dia mulai mengeluarmasukkan tongkolnya di memiawku. Aku mengejang2kan memiawku meremes2 tongkolnya yang sedang keluar masuk itu. Nes, nikmat banget empotan memiaw kamu, erangnya. Dia memelukku dan kembali menciumi bibirku, dengan menggebu2 bibirku dilumatnya, aku mengiringi permainan bibirnya dengan membalas mengulum bibirnya. Terasa lidahnya menerobos masuk mulutku. Dia mengenjotkan tongkolnya keluar masuk

makin cepat dan keras, aku menggeliatkan pinggulku mengiringi keluar masuknya tongkolnya di memiawku. Setiap kali dia menancapkan tongkolnya dalam2 aku melenguh keenakan. Terasa banget tongkolnya menyesaki seluruh memiawku sampe kedalem. Karena lenguhanku dia makin bernapsu mengenjotkan tongkolnya. Gak bisa cepet2 karena kakiku masih melingkar dipinggangnya, tapi cukuplah untuk menimbulkan rangsang nikmat di memiawku. Kenikmatan terus berlangsung selama dia terus mengenjotkan tongkolnya keluar masuk, akhirnya aku gak tahan lagi. Jepitan kakiku di pinggangnya terlepas dan kukangkangkan lebar2. Posisi ini mempermudah gerakan tongkolnya keluar masuk memiawku dan rasanya masuk lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian aku memeluk punggungnya makin keras Mas, Ines mau nyampe mas. Kita bareng ya Nes, katanya sambil mempercepat enjotannya. Mas, gak tahan lagi mas, Ines nyampe mas,aakh, jeritku saking nikmatnya. Kakiku kembali kelingkarkan di pinggangnya sehingga tongkolnya nancep dalam sekali di memiawku. memiawku otomatis mengejang2 ketika aku nyampe sehingga bendungan pejunya bobol juga. Akh Nes, aku ngecret Nes, akh, dia mengerang sambil mengecretkan penjunya beberapa kali di memiawku. Dengan nafas yang terengah engah dan badan penuh dengan keringat, aku dipeluknya sementara tongkolnya masih tetep nancep di memiawku. aku menikmati enaknya nyampe. Setelah gak ngos2an, dia mencabut tongkolnya dari memiawku.tongkolnya berlumuran lendir memiawku dan pejunya sendiri. Dia berbaring disebelahku. nes, kamu nikmat banget deh kalo dientot. Kamu yang paling nikmat dari semua abg yang pernah aku entot, katanya sambil mengelus2 pipiku. makanya Ines tinggal sama mas aja ya, biar mas gak usah repot cari abg kalo pengen ngentot. Udah tersedia di rumah, kataku sambil tersenyum. Dia diam saja. Hari sudah gelap ketika kami selesai ngentot. Aku merasa lapar lagi,padahal tadi menjelang sore baru makan. Mas, Ines laper lagi mas, kataku. Iya Nes, aku juga laper lagi nih, abis kerja keras sih, jawabnya. Mandi yuk ajaknya. Kami bercanda-canda di kamar mandi seperti anak kecil saling menggosok dan berebutan sabun, dia kemudian menarik tubuhku merapat ke tubuhnya. Aku duduk dipangkuannya dan tangannya mengusap2 pahaku. Kamu cantik sekali, Nes, rayunya. Tangannya pidah ke bukit memiawku mempermainkan jembutku yang lebat. Dia bisa melakukan itu karena aku mengangkangkan pahaku. Tangannya terus menjalar ke atas ke pinggangku. geli mas, kataku ketika tangannya menggelitiki pinggangku. Aku menggeliat2 jadinya. Segera tangannya meremes2 toketku.toket kamu besar ya Nes, kenceng lagi, katanya. mas suka kan, jawabku. ya Nes, aku suka sekali setiap inci dari tubuhmu, jawabnya sambil terus meremes2 toketku. DIa kemudian mencium bibirku. Akhirnya usailah kemesraan di kamar mandi. Kami saling mengeringkan badan, berpakaian aku mengenakan pakaian yang dibelikannya tadi. bagus gak mas, kataku memamerkan pakian baruku. Bagus Nes, kamu pake apa juga bagus, kamu cantik banget sih. jawabnya. Kalo gak pake baju mas, kataku lagi. lebih bagus lagi, napsuin, jawabnya. Makan yu. Kami keluar kamar sambil berpelukan, mencari tempat

yang romantis untuk makan malam. Sehabis makan, kami jalan2 untuk mennikmati suasana malam di singapore. Hampir tengah malem baru balik ke hotel. Di kamar, aku kembali mengenakan bikiniku yang lain, dia sudah berbaring diranjang hanya mengenakan cd. tongkolnya yang belum aku apa2in sudah ngaceng berat, nongol keluar dari bagian atas cd minimnya.Aku menjatuhkan dirinya dipelukan dadanya yang bidang. Segera dia mengecup bibirku, beralih ke leherku dan kemudian turun ke toketku. Toketku diremes2nya, aku terengah, napsuku berkobar lagi. Braku disingkapkan sehingga pentilku nongol dan diemutnya. Ikatan braku diuraikannya sehingga dia makin mudah meremas toket dan mengemut pentilku. Tangan satunya menjalar kebawah, menyelip ke balik cd bikiniku yang minim dan langsung menerobos lebatnya jembutku dan mengilik2 itilku. aakh mas, pinter banget ngerangsang Ines, erangku. Aku mengangkangkan pahaku supaya kilikannya di itilku makin terasa. Kilikan di itilku membuat aku makin liar. Tanganku mencari tongkolnya, kuremes dan kepalanya yang nongol kukocok2. Aku bangkit dari pelukannya dan membuka cdnya. tongkolnya langsung tegak berdiri dengan kerasnya. tongkolnya kuraih, aku jilati. Pertama cuma kepalanya aku masukkan ke mulutku dan kuemut2. Dia meraih pantatku dan menarik aku menelungkup diatasnya. Ikatan cdku dilepasnya sehingga terpampanglah memiawku di depan mukanya. Dia mulai menjilati memiawku,aku menggelinjang setiap kali dia mengecup bibir memiawku. Dengan kedua tangannya, dia membuka memiawku pelan2, terasa lidahnya menjulur menjilati bagian dalam bibir memiawku. Aku melepaskan emutanku di tongkolnya dan mengerang hebat, Mas aakh. Pantatku menggelinjang sehingga mulutnya melekat erat di memiawku. Terus mas aakh, erangku lagi, kemudian terasa itilku yang mmnjadi sasaran berikutnya, aku makin mngerang keenakan. memiawku makin kebanjiran lendir yang terus merembes, soalnya aku udah napsu banget. Cukup lama dia mengemut itilku dan akhirnya Mas, Ines nyampe mas, aakh, erangku. Mas nikmat banget deh, belum dientot udah nikmat begini maas. Aku memutar badanku kesamping dan berbaring disebelahnya. Dia bangun dan mencium bibirku. Dia mengambil soft drink dan diberikannya kepadaku. Aku minum sedikit untuk meredakan napasku yang ngos ngosan. Kemudian aku dinaikinya, ditancapkannya tongkolnya kememiawku dan didorongnya masuk pelan2, Mas, enak, masukin semuanya mas, teken lagi mas, akh, erangku merasakan nikmatnya tongkolnya nancep lagi di memiawku. Dia mengenjotkan keluar masuk, ketika tongkolnya sudah nancep kira2 separonya, dia menggentakkan pantatnya kebawah sehingga langsung aja tongkolnya ambles semuanya di memiawku. Mas, aakh, erangku penuh nikmat.Dia mengenjotkan tongkolnya keluar masuk makin cepet, sambil menciumi bibirku sampe akhirnya, Mas, Ines nyampe mas, ooh, aku mengejang2 saking nikmatnya. memiawku otomatis ikut mengejang2. Dia meringis2 keenakan karena tongkolnya diremes2 memiawku dengan keras, tapi dia masih perkasa. Kemudian dia

mencabut tongkolnya dan minta aku nungging. Dia menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilati dan mengusapi pantatku. Mulutnya terus merambat ke selangkanganku. Aku mendesis merasakan sensasi waktu lidahnya menyapu naik dari memiawku ke arah pantatku. Kedua jarinya membuka bibir memiawku dan dia menjulurkan lidahnya menjilati bagian dalem memiawku. Aku makin mendesah gak karuan, tubuhku menggelinjang. Ditengah kenikmatan itu, dia dengan cepat mengganti lidahnya dengan tongkolnya. Aku menahan napas sambil menggigit bibir ketika tongkol besarnya kembali nancep di memiawku. Mas, erangku ketika akhirnya tongkolnya ambles semuanya di memiawku. Dia mulai mengenjotkan tongkolnya keluar masuk, mula2 pelan, makin lama makin cepat dan keras. Aku kembali mendesah2 saking enaknya. Toketku diremes2nya dari belakang, tapi enjotan tongkolnya jalan terus. Ditengah kenikmatan, dia mengganti posisi lagi, dia duduk di sofa dan aku duduk dipangkuannya membelakanginya. tongkolnya sudah nancep semuanya lagi di memiawku. Aku mengangkat kedua tanganku dan melingkari lehernya, lalu menolehkan kepalaku sehingga dia langsung melumat bibirku. Aku semakin cepat menaik turunkan badanku sambil terus ciuman dengan liar. Tangannya gak bosen2nya ngeremes toketku. Pentilku yang sudah keras itu diplintir2nya. Gerakanku main liar saja, aku makin tak terkendali menggerakkan badanku, kugerakkan badanku sekuat tenaga sehingga tongkolnya nancep dalem banget. Mas, Ines dah mau nyampe lagi mas, aduh mas, enak banget, erangku. Tau aku udah mau nyampe, dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga tongkolnya yang masih perkasa lepas dari memiawku. Kok brenti mas, tanyaku protes. Aku ditelentangkan lagi diranjang, aku dinaikinya dan kembali ditancepkannya tongkolnya kedalam memiawku. Dengan sekali enjot, tongkolnya sudah ambles semuanya. Dia mulai mengenjotkan tongkolnya keluar masuk dengan cepat. memiawku mulai berkontraksi, mengejan, meremes2 tongkolnya, tandanya aku dah hampir nyampe. Dia makin gencar mengenjotkan tongkolnya, dan Mas, Ines nyampe mas, akh, jeritku. Diapun merasakan remesan memiawku karena nyampe. enjotannya makin cepat saja sehingga akhirnya, Nes dia berteriak menyebut namaku dan terasa pejunya ngecret dengan derasnya di memiawku. Mas, nikmat banget ya malem ini, lagi mas, tanyaku. istirahat ya Nes, besok aku kan mesti ke Johor Baru, nanti letoy, jawabnya. Dia mencabut tongkolnya dan terkapar disebelahku. Tak lama kemudian aku terlelap karena lemes dan nikmat. Aku terbangun karena sinar matahari yang menerangi kamar. Dia ternyata sudah rapi dan membangunkanku dengan membuka tirai jendela. Enak bener tidurnya Nes, aku udah mau pergi. Di amplop ada Sing dollar, terserah kamu mau pake buat apa, ikut tur, belanja lagi, makan atau apa saja deh. Nanti aku kabari apakah aku pulang malem ini atau besok, ya sayang, katanya sambil mencium pipiku. Yah kalo mas gak pulang malem ini, Ines ngapain dong, jawabku merajuk. Ya kamu bikin kegiatan sediri aja, tadi malem kan udah sampe lemes ngentotnya. Kalo gak sempet ngentot lagi di hotel, di jakarta kan juga masih banyak

kesempatan, katanya menghiburku. Udah ya, aku pergi dulu. Diapun meninggalkan kamar. Aku masih terbaring bermalas2an di ranjang. Walaupun aku masih bertelanjang bulat, dia tetap saja pergi berbisnis tanpa mencolek2 aku pagi ini. Ya udah mau apa lagi kan, dinikmati saja, apalagi dia meninggalkan sejumlah uang yang tidak sedikit. Aku masih terkapar beberapa lama di ranjang, kemudian aku mandi dan turun ke coffee shop untuk makan pagi. Di coffee shop aku terpesona melihat pemandangan di kolam renang, kolam dengan air yang membiru dan dikelilingi pepohonan rindang sehingga teduh sekali di sekitar kolam renang. Saat itu kolamnya masih sepi. Timbul ide ku untuk bermalas2an di kolam renang saja. Aku kembali kekamar, mengenakan bikiniku yang tidak terlalu minim untuk menyembunyikan jembutku agar tidak terlalu ngintip keluar, aku mengenakan sarung dan turun lagi ke kolam renang. Aku memilih tempat yang strategis sehingga dapat mengawasi seluruh kolam, pesan minuman dan berbaring saja didipan, sarung kulepaskan. Aku mengenakan kacamata hitam. Pesanan minumanku datang dan langsung kucicipi. Kemudian aku hanya berbaring saja melamun, lama2 kantuk kembali menyerangku, sehingga tanpa terasa aku tertidur lagi. Tidak tau berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena ada suara yang menggeser dipan disebelahku. Aku melihat ada cowok bule ganteng banget dan badannya kekar. Ngantukku langsung hilang melihat ketampananannya. Walaupun wajahnya bule, tapi kulitnya gak putih tapi agak kecoklatan dan rambutnya hitam. Dia cuma pake celana pendek gombrong. Dadanya telanjang dan berbulu. Sori, aku mengganggu tidurmu?, tanyanya sambil tersenyum. Namaku Mike, kamu?. Dia bicara bahasa Inggris. Aku membuka kacamataku, mataku masih memperlihatkan keterpesonaannku. Dia hanya tersenyum kutatap seperti itu. Bisa cakap Melayu? tanyaku. Bisa, walaupun tidak lancar. Ayahku orang Inggris dan ibuku orang Malay. Aku tinggal di KL dan berada di Singapore untuk satu urusan. Kamu sendiri?, jawabnya sambil bertanya. Aku Ines, Temanku sedang ke Johor Bahru untuk bisnisnya. Dia baru pulang nanti sore kalo urusannya selesai, kalo belum ya besok, jawabku. Kasian sekali, ke Singapore tidak ada kawan. Boleh aku temani? tanyanya lagi. Dengan senang hati, jawabku. Ines, kamu cantik dan seksi sekali, katanya memuji. Aku suka sekali sama prempuan Malay, kulitnya tidak putih dan montok2?, katanya sambil tersenyum. Kami terlibat dalam obrolan yang seru,ngantukku langsung hilang. Tanpa terasa sudah menjelang siang. Dia mengajakku makan siang, pesan saja dan kita makan di sini, OK? tanyanya. OK, jawabku. Kami pesan makanan dan terus ngobrol sampai pesanan makanan datang. Selesai makan, dia mengajakku nerusin ngobrol di kamarnya. Aku sudah menduga apa maksudnya. Aku mengiyakan saja, memakai sarungku dan mengikuti dia naik kekamarnya. Di kamar,dia berbaring diranjang dan aku duduk disebelahnya. Nes, aku napsu sekali liat badan kamu, katanya terus terang. Langsung kulirik daerah tongkolnya, kelihatannya sudah mulai ngaceng karena kelihatan ngegelembung. Dia mengelus2 punggungku, terus tangannya pindah mengelus pahaku, merayap makin dalam sehingga menggosok memiawku

dari luar CD bikiniku. Aku mengangkangkan pahaku sehingga jarinya menggosok2 belahan memiawku, tetap dari luar cd. Ssh Mike, erangku. Nes, kamu maukan ngentot dengan aku, tanyanya sambil tersenyum, jarinya terus saja mengelus belahan memiawku dari luar. Dia mulai menjilati pahaku, jilatannya perlahan menjalar ketengah. Aku hanya dapat mencengkram sprei ketika kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir cd bikiniku yang disingkirkan dengan jarinya lalu menyentuh bibir memiawku. Bukan hanya bibir memiawku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang memiawku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya napsuku. Sesaat kemudian, dia menarik lepas ikatan cd bikiniku. Matanya seperti mau copot melihat memiawku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi. Dia mendekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yang ditumbuhi jembut yang lebat. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke toketku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya yang kasar itu menyusup ke balik bra-ku kemudian meremas toketku dengan gemasnya. Nes, toket kamu besar dan keras. Jembut kamu lebat sekali, pasti napsu kamu besar ya tanyanya dekat telingaku sehingga deru nafasnya serasa menggelitik. Aku hanya terdiam dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Dia makin getol, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus memiawku tapi juga mulai mengorek-ngoreknya, cup bra-ku yang sebelah kanan diturunkannya sehingga dia dapat melihat jelas toketku dengan pentil yang sudah mengeras. Aku merasakan tongkol keras di balik celananya yang digesek-gesek pada pantatku. Dia kelihatan sangat bernafsu melihat toketku yang montok itu, tangannya meremas-remas dan terkadang memilin-milin pentilnya. Remasannya semakin kasar dan mulai meraih yang kiri setelah dia pelorotkan cup-nya. Ketika dia menciumi leherku, terasa olehku nafasnya juga sudah memburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai kecupan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasannya pada toketku mengencang atau jarinya mengebor memiawku lebih dalam. Kecupannya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas. Dia bergerak lebih cepat dan melumat bibirku. Mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langitlangit mulutku dan menggelikitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi, aku memainkan lidahku di dalam mulutnya. Setelah puas berciuman, dia melepaskan dekapannya dan melepas kolor celana pendeknya. Maka menyembullah tongkolnya yang sudah ngaceng dari tadi. Aku melihat takjub pada tongkol yang begitu besar dan berurat, belum pernah aku melihat tongkol sebesar dan sepanjang tongkolnya. Ini tongkol terbesar

dan terpanjang yang pernah kulihat. Kebayang besarnya kenikmatan yang akan aku dapatkan kalo tongkol extra besar itu keluar masuk di memiawku. Akupun pelan-pelan meraih tongkolnya, ya ampun tanganku tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya. Ayo Nes, emutin tongkolku katanya. Kubimbing tongkol dalam genggamanku ke mulutku , uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain mengemut tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati biji pelirnya. Uaahh.. ennakk banget, kamu udah pengalaman yah ceracaunya menikmati emutanku, sementara tangannya yang bercokol di toketku sedang asyik memelintir dan memencet pentilku. Tangan kanannya tetap saja mempermainkan memiaw dan itilku. Aku menggelinjang gak karuan, tapi tongkolnya tetap saja aku emut. Aku hanya bisa melenguh tidak jelas karena mulutku penuh dengan tongkolnya yang besar. Nes, kita mulai aja ya. Aku udah gak tahan nih pengen menikmati memiaw kamu, katanya. Dia menelentangkanku, ikatan braku dilepasnya dengan sekali tarikan. Dia mengambil posisi ditengah kangkanganku, tongkolnya yang besar dan keras diarahkannya ke memiawku yang sudah makin basah. Aku menggeliat2 ketika kurasakan betapa besarnya tongkol yang menerobos masuk memiawku pelan2. memiawku berkontraksi kemasukan tongkol gede itu. nes, memiaw kamu peret banget, katanya sambil terus menekan masuk tongkolnya pelan2. abis tongkol kamu besar sekali. memiaw Ines belum pernah kemasukan yang sebesar tongkol kamu, masukin terus Mike, nikmaat banget deh rasanya, jawabku sambil terus menggeliat. Setengah tongkolnya telah masuk. Dan satu sentakan berikutnya, seluruh tongkolnya telah ada di dalam memiawku. Aku hanya memejamkan mata dan menengadahkan muka saja karena sedang mengalami kenikmatan tiada tara. Dia mulai mengenjotkan tongkolnya keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat karena enjotannya makin lancar. Terasa memiawku mengencang meremas tongkolnya yang nikmat banget itu. Tangannya mulai bergerilya ke arah toketku. ToketKu diremas perlahan, seirama dengan enjotan tongkolnya di memiawku. Aku hanya menoleh ke kanan dan ke kiri, Pinggulku mengikuti goyangan pinggulnya. tongkolnya terus saja dikeluar masukkan mengisi seluruh relung memiawku. Sambil mengenjotkan tongkolnya, dia mengemut pentilku yang keras dengan lembut. Dimainkannya pentil kanan dengan lidahnya, namun seluruh permukaan bibirnya membentuk huruf O dan melekat di toketku. Ini semua membuat aku mendesah lepas, tak tertahan lagi. Dia mulai mempercepat enjotannya. Aku makin sering menegang, dan merintih, Ah ah Dalam enjotannya yang begitu cepat dan intens, aku menjambak rambutnya, Aaahhh Mike, Ines nyampee, lenguhan panjang dan dalam keluar dari mulutku. Aku udah nyampe. Tanganku yang menjambak rambutnya itu pun terkulai lemas di pundaknya. Dia makin intens mengenjotkan tongkolnya. Bibirku yang tak bisa menutup karena menahan kenikmatan itu pun dilumatnya, dan aku membalasnya dengan lumatan juga. Kami saling berpagut mesra sambil bergoyang. Tangan kanannya tetap berada ditoketku, meremas-remas, dan sesekali mempermainkan pentilku. Terasa memiawku mencengkeram tongkol gedenya. Uhhh, dia mengejang. Satu pelukan erat, dan sentakan

keras, tongkolnya menghujam keras ke dalam memiawku, mengiringi muncratnya pejunya. Tepat saat itu juga aku memeluknya erat sekali, mengejang, dan menjerit, Aahhh. Kemudian pelukanku melemas. Aku nyampe untuk kedua kalinya, namun kali ini berbarengan dengan ngecretnya pejunya. Setelah dengusan napas mereda, dia mencabut tongkolnya dari memiawku dan terkapar disebelahku. Mike, tongkol kamu lemes aja udah gede, gak heran kalo ngaceng jadi gede banget. Bener kata temen Ines, makin gede tongkol yang masuk, makin nikmat rasanya, kataku. memangnya tongkol yang biasanya masuk ke memiaw kamu kecil2 ya Nes, tanyanya. Gede2 sih Mike, tapi gak ada yang segede tongkol kamu, tapi nikmat banget deh, jawabku sambil menguap. Iya Nes, aku sering ngentot dengan perempuan Malay, tapi dengan kamu yang paling nikmat.memiaw kamu kenceng sekali njepit tongkolku dan empotannya luar biasa, katanya memuji. Aku cuma tersenyum, Tak lama kemudian aku terlelap. Aku terbangun karena hpku bunyi, sms dari mas Wawan yang mengabarkan bahwa dia gak pulang malem ini, aku disuruh have fun sendiri. dia akan pulang sebelum makan siang, supaya bisa makan siang dengan aku sebelum check in di airport. Mike, temenku baru kembali besok sebelum makan siang. Jadi kita akan punya banyak waktu untuk dinikmati ya, kataku kepada dia yang juga sudah terbangun. Dia hanya tersenyum. AYo mandi, abis itu kita cari makan dan menikmati night life di Singapore, jawabnya sambil bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Gak lama kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi dan giliranku untuk membersihkan diri. Setelah rapi berpakaian, dia mengajakku keluar, ternyata sudah gelap. Dia mencari tempat makan yang romantis ditepi laut, Habis makan dia mengajakku ke pub untuk melewatkan malam. Lewat tengah malam baru kami kembali ke hotel. Aku membuka pakaianku dan hanya mengenakan daleman yang tipis berbaring diranjang, diapun segera melepas pakaiannya meninggalkan cd nya saja dan berbaring disebelahku. kemudian tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas. setelah itu tangannya mulai menyusup ke dalam cdku dan meremas kembali pantatku dari dalam. Kemudian, dia mengangkat satu kakiku dan menahannya selagi tangan satunya meraih memiawku. Ohh.. Mike, rintihku. kurasakan napsuku mulai naik, Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang memiawku yang mulai basah. Nafasku juga mulai cepat dan berat. ia membuka cdku dan membuka lebar-lebar pahaku sehingga memiawku terpampang lebar untuk dijelajahi oleh tangannya. dengan sigap tangannya kembali meraih memiawku dan meremasnya. Dia menjilati telingaku ketika tangannya mulai bermain diitilku. Napsuku sudah tak tertahankan lagi. Aku mulai mendesah-desah tak keruan. Jilatan maut di telingaku menambah nafsuku. Dia terus menekan-nekan itilku dari atas ke bawah. aku meracau tak karuan. Ahh.. Shh.. Mike desahku bernafsu. Jarinya dengan lihai menggosok-gosok dan menekan itilku dengan berirama. Rasanya bagaikan melayang dan desahanku berubah menjadi rintihan kenikmatan. Tak sampai 15 menit kemudian, aku nyampe. Mike, nikmat banget, belum dientot saja sudah nikmat, desahku, tanganku meremas tangannya yang sedang bermain di itilku dengan bernafsu. Di luar perkiraanku, dia malah memperkeras dan mempercepat gerakannya. Dia merentangkan kedua pahaku. Kurasakan jilatan lidah di bibir memiawku, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuhku. Jilatan itu menjalar ke itilku,

kurasakan gigitan lembut di itilku yang kian merangsang napsu-ku. Aku melenguh keras disertai jeritan-jeritan kenikmatan yang seakan menyuruh dia untuk terus dan tak berhenti. Melihat reaksiku, dia terus menggesekan jarinya di liang memiawku yang sudah membanjir. Tak kuasa menahan nikmat, aku pun mendesah keras terus-menerus. Aku meracau tidak beraturan. Kemudian kurasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya tak lama kemudian. memiawku mengeluarkan cairan deras bening, aku nyampe untuk kedua kalinya. mike, ooh, lenguhku. Dia membuka braku dan meremas toketku dengan sangat keras. Aku melenguh sakit, kemudian pentilku yang menjadi sasaran berikutnya, dipilin dan dicubitnya pelan. Napsuku kembali berkobar, memiawku kembali membasah, mike, entotin Ines sekarang, Ines udah napsu banget Mike, erangku. Diapun mencopot cdnya, tongkol besarnya sudah ngaceng berat mengangguk2. Dia menggesekkan kepala tongkolnya ke bibir memiawku yang sudah basah. Aku merasakan sensasi lebih daripada jilatan lidahnya di memiawku sebelumnya hingga kutanggapi sensasi luar biasa itu dengan rintihan keras kenikmatan. Ahh! Mike.. Ohh.. entotin Ines racauku. Dengan perlahan ia memasukkan kepala tongkol ke dalam memiawku, segera dia menyodok-nyodok tongkolnya dengan kuat dan keras di memiawku. Rasanya nikmat sekali. Dia mendesah terus-menerus memuji kerapatan dan betapa enaknya memiawku. tongkolnya yang panjang dan besar terasa menyodok bagian terdalam memiawku hingga membuatku nyampe lagi. Mike, Ines nyampe Mike, aakh nikmatnya, erangku. Kemudian dia membalikkan badanku yang telah lemas dan menusukkan tongkolnya ke dalam memiawku dari belakang. Posisi doggie ini lebih nikmat karena terasa lebih menggosok dinding memiawku yang masih sensitif. Oh Ines.. memiawmu bagaikan sorga, Mau deh aku ngentotin kamu tiap hari Ahh.. Akhirnya setelah menggenjotku selama setengah jam, dia ngecret didalam memiawku. Pejunya terasa dengan kuat menyemprot dinding memiawku. Dia menjerit-jerit nikmat dan badannya mengejang-ngejang. Tangannya dengan kuat meremas toketku dan menarik-narik pentilku. Setelah reda, dia berbaring di sebelahku dan menjilati pentilku. Pentilku disedot-sedot dan digerogotinya dengan gemas. Tampaknya dia ingin membuatku nyampe lagi. Tangannya kembali menjelajahi memiawku, namun kali ini jarinya masuk ke dalam memiawku. Dia menekan-nekan dinding memiawku. Ketika sampai pada suatu titik, badanku mengejang nikmat dan dia tampaknya senang sekali hingga jarinya kembali menggosok-gosok daerah rawan itu dan menekannya terus menerus. Wow! Rasanya ajaib sekali! nikmatnya tak tertahankan. Ternyata itulah G-Spot. Aku tidak bertahan lama dan akhirnya nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Badanku mengejang dan memiawku kembali berlendir. Mike nikmat banget deh

malem ini, Ines mau deh tinggal sama kamu asal dientot pake tongkol besar kamu tiap malem, kamu bisnis di Jakarta aja, nanti Ines tinggal sama kamu, kataku. Pinter banget dia merangsang aku dan membuat aku nyampe, baik pake tongkolnya maupun pake jarinya. Segera akupun tertidur kelelahan. Ketika kau terbangun hari udah siang, dia masih saja mendengkur disampingku. Aku bangun ke kekamar mandi untuk kencing, cuci muka dan sikat gigi. Ketika kembali ke ranjang dia masih saja mendengkur. Aku ngintip dibalik korden kamar, matahari udah tinggi juga. Aku melihat jam tanganku, udah jam 8 lewat. Korden kusibakkan, dia terbangun karena silau, matanya dipicingkan untuk mengurangi silaunya sinar yang masuk kamar. kulihat tongkolnya sudah tegak seperti tiang bendera. dia ke kamar mandi, terdengar kloset berbunyi, rupanya dia kencing. gak lama lagi terdengar dia menyikat gigi. ketika dia kembali ke kamar, aku udah berbaring di ranjang lagi menantikan serangan pagi. aku melihat tongkol besarnya masih aja ngaceng dengan kerasnya walaupun dia udah kencing. Dia duduk disampingku dan mencium bibirku. Pagi sayang, kita main lagi yo, ajaknya. Kembali dia menciumku, aku menyambut ciumannya dengan napsu juga, bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya. Sebelah kakiku ngelingker di pinggulnya supaya lebih mepet lagi. Tangannya mulai main, menjalari pahaku. Tangannya terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahaku. memiawku digelitikgelitik. Aku menggelepar merasakan jari-jarinya yang nakal. Bibir kulepas dari bibirnya. Hmmhhhenak, Mike. jeritku. jari-jarinya tambah nakal, menusuk lubang memiawku yang sudah berlendir dan mengocoknya. Aku tambah menjeritjerit. Mikehhhmasukkin tongkol kamu, Ines udah nggak tahan..hhhhhhh Dia segera memposisikan diatasku yang sudah telentang mengangkang. tongkolnya ditancapkan ke memiawku, aku melenguh keenakan, Mike tongkol kamu nikmat banget deh. tongkolnya didorongnya lagi sampai mentok. Mike..oohhh..nikmatnya jeritku. tongkolnya dikocok keluar masuk memiawku. aku mulai mengejang-ngejang lagi dan bibirku tak henti-henti menyuarakan kenikmatan. Kurang lebih dua puluh menitan akhirnya dia ngecret. Ugh, rasanya enak bener!pejunya berhamburan keluar, bermuncratan dan menembak-nembak didalam memiawku. Aku sendiri sudah beberapa kali nyampe sampe memiawku mengejangngejang keenakan. Lendir dari memiawku membanjirmeleber di paha, betis dan pantatku. Aku menggeletak lemas. Aku dan dia sama-sama mandi keringat. Nafasnya terengah-engah tak beraturan. Dalam nada tersengal-sengal aku minta lagi, Ines masih kepengen lagi. dia merebahkan badannya di sampingku. Dia kembali menciumku. Aku ladenin ciumannya. Dia menindih badanku sambil menciumku. Lidah ketemu lidah, membelit, dan saling menjilat. Aku menggumam gumam kenikmatan, sambil berciuman dia menggoyang-goyang pinggulnya sampai tongkolnya yang telah ngaceng lagi terasa kena di memiawku. Bosen ciuman, bibir dan lidahnya menjalar ke kuping leher bahu, ketiak, terus

ke toketku. Dia gemes banget ngeliat pentilku yang lumayan gede, kecoklat-coklatan dan mencuat ke atas itu. Dia menjilat pentilku dengan rakus sampai Aku ngerasa geli. Pentil sebelah kanan digigitnya dengan lembut, lidah nya menggelitik pentilku di sela-sela gigi depannya, sementara toket sebelah kiriku di remas-remas. Tubuhku menggelinjang karena geli dan nikmat. Setelah beberapa saat di permainkan, toketku terasa mengeras dan pentilnya tegak. Lendir memiawku mengalir dan terasa basah di perutku. Mike, gantian Ines yang ngemut tongkol kamu ya, kataku sambil menelentangkan badannya diranjang. Aku mulai beraksi. Kupegang tongkolnya dengan kelima jariku. Kukocok-kocok batangnya perlahan. Dia menggumam pelan, Enak Nes, terus.. Lidahku mulai merambat ke kepala tongkolnya, kujilati cairan yang mulai muncul di lubang kencingnya. Lalu lidahku menggeser ke batangnya, menjelajahi tiap jenjang tongkolnya. Tangan kiriku mengelumengelus biji pelernya. Nes gumamnya pelan. enak banget, geli-geli nikmat. Aku hanya tersenyum ngeliat dia merem-melek kayak gitu. Terus aku membuka mulutku dan menjejalkan tongkolnya masuk ke dalam mulutku. tongkolnya kuisep kenceng-kenceng, lalu dengan mulut kukocok tongkolnya turun naik turun naik uuuuggggghhhhsedap .enakmmmmhhhh, erangnya. Aku lalu merubah posisiku untuk melakukan 69. aku di atasnya dan menyorongkan pantatkua ke mukanya. Dia nggak nunggu dua kali, langsung aja dia menjilati memiawku yang berlendir dan merekah merah itu. bibirnya menyedot lubang memiawku, menghisap lendirnya. lidahnya dimasukin ke dalam lubang memiawku, menjilati dinding-dinding basah, sementara jari nya mempermainkan itilku. Aku mengerang-ngerang dengan tongkolnya di mulutku, menyuarakan kenikmatan. Lendir dari memiawku membajir membasahi mukanya. Aku melepaskan tongkolnya dari mulutku dan meminta dia menyodok aku dari belakang. Waktu tongkolnya masuk, aku hanya merintih pelan. tongkolnya dienjotkan keluar masuk dengan kencang, aku hanya bisa mengejang-ngejang menahan nikmat. Tangannya ikut nimbrung merangsang itilku. Kocokan tongkol di memiawku dan kilikan jarinya di itilku membuat aku mengerang dan menjerit-jerit kenikmatan. Sudah dua kali memiawku berkontraksi karena aku nyampe, tapi dia terus mengocok tongkolnya keluar masuk sampai aku lemes. Cairan memiawku membecek, meleleh turun ke paha. Setelah aku nyampe yang ke empat kali di ronde ke dua itu, dia akhirnya ngecret lagi. Mike, nikmat banget pagi ini, lebih nikmat dari semalem, aku sampe berkali2 nyampe baru kamu ngecret, lenguhku lemes. Kapan kita berbagi kenikmatan lagi Nes, tanyanya. makanya kamu bisnis di Jakarta saja, nanti Ines tinggal sama kamu. Tiap malem kita bisa berbagi kenikmatan kan, jawabku. Ok deh, nanti aku liat kemungkinannya, jawabnya. Kalo kamu ke Jakarta, kontak Ines ya, kataku lagi. Dia mencabut tongkolnya dari memiawku dan memesan agar makan pagi dikirim ke kamar untuk 2 orang. Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ketika aku sedang membilas badanku terdengar bel pintu, pasti makan pagi sudah siap. Selesai mandi aku keluar, makan pagi sudah tersedia di meja, Mike sedang menikmati makan paginya. Segera aku nimbrung. Selesai makan, aku

pamit kembali ke kamarku, kawatirnya mas Wawan sampe lebih awal, dia menciumku lama sekali. Di kamarku aku beberes barang2 ke koper, barang mas Wawan juga kubereskan dikopernya. Selesai beberes, terdengar bel, mas Wawan sudah nyampe. Aku cuma pake daleman, Beres bisnisnya mas, tanyaku. Beres, jawabnya. Kamu udah beberes ya, katanya lagi. ines sudah siap ngelayanin mas seronde lagi nih, kataku sambil tersenyum. Waktunya sayang udah mepet Nes, padahal aku udah napsu banget liat kamu cuma pake daleman gini. Nanti cari kesempatan di Jakarta ya sayang, jawabnya. Kamu pakaian saja,kita check out dan terus ke airport, cari makannya di airport saja, katanya lagi. Dia gak tau aja bahwa semalem aku sangat menikmati enjotan tongkol yang lebih besar dari tongkolnya.

Kontol Gede Coklat Pemuda Ganteng


Posted on June 13, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Kisah selingkuhku 2011 Sebut saja namaku Olivia, seorang wanita sexy cantik yang telah berusia 40 tahun dan telah bersuami. Menurut banyak teman, aku adalah wanita yang cukup cantik dan berkulit putih bersih. Yang luar biasa adalah postur tubuhku yang masih terawat dan indah. Tinggi badanku 167 cm. Pantatku cukup bulat dan berisi dengan sepasang betis yang indah. Sepasang payudaraku berukuran 34 juga tampak padat dan serasi dengan bentuk tubuhku. Kata orang tubuhku seperti artis Minarti Atmanegara yang bentuk tubuhnya tetap indah diusia yang telah berkepala 4. Aku bekerja sebagai karyawati staff accounting pada sebuah toserba yang cukup besar dikotaku. Sehingga aku banyak mengenal banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang ketempatku bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness. Disinilah kisah yang akan kisah indah aku dan Adit pertama kali terjadi. Sebagai seorang istri, aku merupakan seorang wanita setia pada suami. Aku berprinsip, tidak ada laki-laki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini terjadi, aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain merupakan pantangan buatku. Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas ranjang. Kalaupun bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat. Mungkin karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak mau aku cuma bisa memainkan jari sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang kejantanannya ke vaginaku. Tapi tak senikmat kenyataan. Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI (Praktek Industri) ditempatku. Dan aku ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya bernama Adit. KuperhOlivian dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Adit berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau perasaan tertarik padanya.

Pada awalnya hubungan kami biasa-biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun begitu, Adit selalu bersikap baik padaku. Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang. Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Adit membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita tentang kehidupan rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur kuceritakan padanya. Karna Adit sangat pandai memancing. Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur menghitung keuangan bulanan perusahaan, Adit datang menghampiriku. Misi Bu, bisa ganggu gak? Tegur Adit sopan. Ya ada apa Ndra? Jawabku. Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? Adit bertanya lagi. Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk disampingku disofa. Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya. Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu Olivia mau nerima gak? Tanyanya tiba-tiba. Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya Jawabku bergurau. Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Olivia mau memejamkan mata. Mau gak? Tanyanya lagi. Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau Kataku sambil memejamkan mata. Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! Kata Adit lagi. Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Adit tengah menciumku. Maka aku langsung membuka mata, wajah Adit sangat dekat dengan wajahku dan tangannya merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak berusaha mengindar. Untuk beberapa lama, Adit masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat bibir Adit. Sampai kemudian aku tersadar, lalu ku dorong dada Adit hingga ia terjengkang kebelakang. Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan yang menggumpal dihatiku. Maaf Bu Olivia, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah kenyataannya, Aku sayang sama Bu Olivia Ujarnya lirih sambil meninggalkanku. Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi uniknya peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika Adit konsultasi denganku, ia selalu memberikan hadiah seperti itu. Tentu itu dilakukannya jiak tak ada

orang yang melihat. Meskipun pada akhirnya aku menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Adit itu. Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku dengan suami diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya padaku. Ataukah aku telah jatuh cinta pada pada Adit, pemuda yang usianya jauh berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali lagi, aku tidak tahu. bahkan dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Adit. Hingga pada hari terakhir prakteknya, Adit mengajakku jalan-jalan. Awalnya aku menolaknya, aku khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan alasan bahwa itu hari terakhir praktek, Adit terus mendesakku. Akhirnya aku menyetujuinya.Tapi aku memintanya hari minggu. Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya. Begitulah, pada hari Minggu, aku dan Adit akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku tidak curiga, aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk menyelesaikan lemburan kantor. Ikut juga teman kuliah Adit bersama pacarnya. Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya aku mau ikut pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Adit. Berempat kami jalan-jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami sengaja memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan tetangga, keluarga dan terutama suamiku. Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Adit dan kawannya mengajak istirahat disebuah losmen. Kawan Adit tadi dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua orang itu langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku dulu waktu pacaran juga begitu, jadi aku maklum saja. Adit menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar sendiri akan tetapi Adit melarangku. Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed-nya ada dua Ujarnya. Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Adit. Walaupun sebenarnya aku merasa sangat tidak enak hati. Kami mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Adit dan pacarnya dikamar sebelah. Apalagi, kawan Adit dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku deg-degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu. Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan membayangkan apa ayng sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Adit diam terpaku.

Tiba-tiba Adit menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Adit yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis halus Adit menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Adit melumat mulutku. Lidah Adit menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada Adit supaya ia melepaskan pelukannya padak diriku. Ndra, jangan Ndra, ini enggak pantas kita lakuakan..! kataku terbata-bata. Adit memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yangm kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku denagn erat. Akujuga masih terduduk dipangkuannya. Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu Ujar Adit yang terdengar seperti desahan. Setelah itu Adit kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Adit sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan suamiku sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini. Adit sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan Adit yang kekar itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan Adit. Secara refleks aku masih coba berontak. Cukup Ndra! Jangan sampai kesitu Ibu takut.. Kataku sambil meronta dari pelukannya. Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Adit Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika Jawab Adit dengan napas memburu. Seperti tidak perduli dengan protesku, Adit yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH-ku. Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Adit yang tegap dan kuat itu mendekapku dengan sangat erat. Kini, dipelukan Adit, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat tangan Adit memegangi lenganku dan merentangkannya. Setelah itu Adit mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibir Adit melumat salah satu buah

dadaku sementara salah satu tangannya juga langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan meremas buah dada yang kenyal dan putih ini. Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang mencengkeramku. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geliu dan nikmat ketika bibir dan lidah Adit menjilat dan melumat puting susuku. Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , Kata Adit terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak. Kemudian Adit juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik buah dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu. Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat Adit melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan. Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Adit, dengan mudah ia menaklukkan perlawananku. Sekarang tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Adit. Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali dihadapn suamiku. Sebelumnya aku juga tak pernah terpikir akan melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Adit berhasil memaksaku. Sementara aku seperti pasrah tanpa daya. Ndra, untuk yang satu ini jangan Ndra. Aku tidak ingin merusak keutuhan perkawiananku..! Pintaku sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa penutup. Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi sayang, please aku.. mohon Kata Adit masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas. Entah karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika Adit kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua buah dadaku, semenatar tangan yanga satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah. Tiba-tiba Adit beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya, kini aku telanjang dalam satu kamar denagn laki-laki yang bukan suamaiku, ohh. Aku melihat tubuh Adit yang memang benar-benar atletis, besar dan kekar terutama otototot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja.

Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Adit. Benda yang besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan kinin tegak mengacung. Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku, sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Adit memiliki penis sebesar dan sepanjang ini. Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan penasaran. Kini tubuh telanjang Adit mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Adit menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini. Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata Adit nekat memasukkan jari tangannya kecelah vaginaku.Ia memutar-mutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku. Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh, aku masih berusaha menolaknya. Ndra, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! Pintaku. Tetapi lagi-lagi Adit tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku, lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Adit yang masih terengah-engah di selangkanganku. Kini aku telah benar-benar tenggelam dalam birahi. Ketika kenikmatan birahi benar-benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Adit melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mengocok-ngok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut. Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Olivia dong yang aktif..! Kata Adit denagn manja. Ibu nggak bisa Ndra, lagian Ibu masih takut..! Jawabku dengan malu-malu. oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang.. Ujarnya sambil menyodorkan batang penis besar itu kehadapanku. Dengan malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Adit. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jiak penis yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku.

Besaran mana sama milik suami Ibu..? Goda Adit. Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Adit jauh lebih panjang dan lebih besar dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Adit jauh lebih muda. Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa Kataku berbohong sambil memegang penis Adit. Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? Jawab Adit dengan lembut. Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Adit. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Adit yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Adit cepat muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada diriku. Adit yang kini telentang disampingku memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya. Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga tepat menghadap selangkangannya. Adit kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Adit dengan tanganku. Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu Adit beranjak dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku bisa melihat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh Adit yang tinggi besar mulai menindihku. Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu bikan suamiku. Adit kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut Adit. Adit terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi. Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Adit. Dalam posisi itu tiba-tiba kurasakan ada benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang mengganjal itu adalah batang kemaluan Adit. Tibatiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Adit nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak. Ndra.. jangan dimasukkan..! Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat. Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya

aku juga ingin merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku. Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? Jawab Adit juga dengan napas yang terengah-engah. Kemudian Adit kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar Adit memang berukuran super besar, Adit sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk ukuran lubang senggamaku. Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Adit berhasil menerobos bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besra itu mulai menerobos masuk. Walau pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Adit, penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu, kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Adit itu luar biasa nikmatnya. Adit terus menerus mamaju-mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat kami berdua semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan. Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? Kata Adit tersengal-sengal. Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal. Entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu telah amblas semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti abtang kemaluan yang besar itu melesak kedalam libang kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang penis Adit yang sangat-sangat besar itu. Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? Tanyaku. Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan. Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku hanya dapat terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si Adit, sehingga lubang vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Adit semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku. Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Adit dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Adit. Semakin lama, genjotan Adit semakin cepat dan keras, sehingga badanku

tersentak-sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Adit yang terus memompa selangkanganku. Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! Erangku berulang-ulang. Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini. Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Adit benar-benar telah menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini. Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Adit. Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Adit dan kupeluk erat-erat. Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! desahku ketika hampir mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Adit semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku. Saat itu tubuhku semakin meronta-ronta dibawah dekapan Adit yang kuat. Akibatnya, tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.! Desah Adit. ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! Jawabku. Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Adit, sedangkan tangan kiriku memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Adit dapat menancap sedalam-dalamnya. Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Adit juga menghentikan genjotannya. Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! Ujarnya lembut sambil mengecup pipiku. Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Adit yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Adit jauh lebih muda. Selain itu batan kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan. Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Adit memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja saat Adit terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis Adit. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Adit. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira.

Adit semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba nafsuku bangkit kembali. Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Adit. Maka aku balik membalas ciuman Adit, semantara pantatku kembali berputar-putar mengimbangi penis Adit yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku. Iibuu ingiin.. lagii..? Tanya Adit. Eehh.. Hanya itu jawabku. Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba Adit bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Adit dibawah. Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass.. Kata Adit. Dengan posisi tubuh diatas Adit, pantatku kuputar-putar, maju-mundur, kiri-kanan, untuk mengocok batang penis Adit yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti menjilati leher dan puting Adit. Adit yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna kenikmatan yang kuberikan. Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , Kata si Adit sambil membalas menciumku dan meremas-remas buah dadaku. Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Adit, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menghunjam-hunjamkan vaginaku kebatang penis Adit. Tubuhku yang ramping makin erat mendekap Adit. Aku juga semakin liart membalas ciuman Adit. Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! Kataku terengah-engah. Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Adit langsung bergulung membalikku, sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Adit yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Adit kupeluk sekuat tenaga, sementara napasku semakin tak menentu. Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! Desah Adit. Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras. Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ndraa..! Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepar-gelepar dalam tindihan tubuh Adit. Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Adit mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat-erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat.

Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! Erangnya tidak tertahankan lagi. Melihat Adit yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Adit terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Adit memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benarbenar menancap sedalam-dalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Adit. Gila, sperma Adit luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Adit belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu mulai menurun. Untuk beberapa saat Adit masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu ia berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar. Begitu pun dengan Adit. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku. Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini Ujar Adit denagn lirih. Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenit-menit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua. Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! Teriak kawan Adit disertai ketoak pada pintu. Denagn masih tetap diam, aku dan Adit segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa kata-kata pula Adit mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka. Hayo Ndra, kamu apain Bu Olivia sampai pintunya ditutup segala Kelakar kawan Adit. Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi Jawabku degan perasaan malu. Sementara Adit cuma tersenyum. Seminggu sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua muncul rasa rindu pada Adit. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah diberikan Adit. Aku selalu terbayang keperkasaan Adit diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin merasakan kenikmatan yang lebih. Maka sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Adit. Bahkan hampir rutin sebulan 2 sampai 4 kali aku melepas hasrat pada Adit yang selalu melayaniku. Dan dtiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya. Saat menulis cerita ini pun beberapa kali harus terhenti karena Adit dan aku sudah sangat terangsang.

Mahkota Keprawananku Hilang


Posted on May 7, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Keprawanan gadis -Kenapa mesti takut dan malu? Itu semua hak kita, memangnya hanya laki-laki saja yang punya hasrat dan libido? Wanita juga punya, hanya mereka biasanya malu

dan takut mengungkapkannya, apa lagi untuk menyalurkannya. Lain halnya denganku, apa yang kumau kujalani saja apa adanya, yang penting aku belum mau ada ikatan. Begitulah kisah ngeseks ini aku ceritakan. Banyak juga yang mengatakan kalau hubungan antar suami istri pasti lebih nikmat, karena ada dasar saling mencintai, siapa bilang? Banyak juga kaum istri yang merasa tidak puas dan tidak mengalami orgasme karena sang suami melakukannya dengan cepat tanpa foreplay dan tidak peduli apakah lawan mainnya sudah puas atau belum, yang penting dirinya sudah orgasme. Akibatnya apa yang dilakukan sang istri? Mau nyeleweng juga takut, mau masturbasi malu, walau terkadang ada juga yang sembunyi-sembunyi melakukan masturbasi, Hi.. hi.. hii..! Kacian deh loe! Kali ini akan kuceritakan pengalaman pertamaku melakukan hubungan sex atau make love (ML) yang sebenarnya. Ini kulakukan saat aku memasuki bangku kuliah di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Aku memang kuliah di sana mengambil jurusan kedokteran hewan. Di antara teman cowokku saat itu, yang paling akrab denganku adalah Agung, anaknya cukup ganteng dan pandai. Namun sayangnya Agung akhirnya tidak meneruskan kuliahnya karena dia merasa patah hati denganku (bukan GR lho!). Agung memang merupakan cowok yang pertama kali merasakan mahkota kegadisanku, kulakukan semua itu dengan suka rela tanpa ada tuntutan. Kuanggap saat itu kami memang saling suka sama suka dan saling membutuhkan, bukan berarti itu sebagai suatu ikatan yang mana aku harus bersedia menjadi istri Agung kelak. Hal inilah yang membuat Agung akhirnya harus terpukul dan patah hati, karena setelah kupersembahkan mahkota kegadisanku, Agung merasa harus bertanggung jawab dan akan menikahiku. Sedangkan aku tidak ingin mendapat ikatan apa-apa, maka akhirnya Agung patah hati dan berhenti kuliah, sejak saat itu aku juga tidak tahu dia ada dimana, kalau seandainya saat ini di manapun Agung berada dan sedang membaca kisahku ini, aku mohon maaf, bukannya aku bermaksud menyakiti hatinya, tapi begitulah aku, Natalia yang masih tetap seperti yang dulu. Sejak awal perkenalanku dengan Agung, kami memang telah merasa saling cocok satu sama lain. Banyak hal yang kami selalu lakukan dan lalui bersama, entah bagaimana perasaan Agung padaku saat itu, namun aku menganggap Agung tak lebih sebagai seorang teman yang akrab dan enak diajak berbincang maupun bergaul, atau mungkin sebagai kakak yang bisa diajak curhat misalnya. Hubungan kami makin hari makin dekat dan akrab, kami juga mengawali dengan saling berciuman, berpelukan sambil terkadang saling raba dan saling remas, tentunya di tempattempat sepi yang memungkinkan. Belakangan kami juga sering melakukan petting atau oral sex.

Kalau yang satu ini kami lakukan terkadang di rumahku saat tidak ada siapa-siapa, terkadang juga di tempat kost Agung, atau di losmen-losmen murah dengan membayar patungan, maklum Agung bukan asli anak Surabaya, kedua orang tuanya asli dan tinggal di Medan sana. Kami gapai kepuasan itu melalui hubungan oral sex, kami saling cium, saling lumat dan saling cumbu. Tangan-tangan kami saling meraba dan mengelus daerah sensitif kami masing-masing, hingga pada puncaknya kami saling jilat dengan posisi 69. Kepala Agung membenam di selangkanganku, mengoral vaginaku dan menjilati klitorisku. Sebaliknya aku juga sibuk mengocok batang kemaluan Agung sambil mulutku mengulum kepala batang kemaluannya, kujilat biji pelirnya hingga ke bagian kepala batang kemaluannya. Awalnya aku tidak mengizinkan sperma Agung tumpah keluar di mulutku, namun akhir-akhirnya sering kali kubiarkan spermanya menyembur di dalam mulutku. Bahkan beberapa kali sperma itu yang awalnya tidak sengaja tertelan menjadi sengaja kutelan sampai habis. Memang awalnya aku merasa jijik dan hampir mau muntah rasanya, apa lagi kalau semburan spermanya muncrat dengan keras hingga langsung menyumbat kerongkonganku. Memang pengalaman adalah guru yang terbaik, akhirnya aku pun terbiasa dan boleh dibilang piawai dalam melakukan oral sex sampai lawan mainku orgasme, dan spermanya menyembur keluar di mulutku, kemudian langsung kutelan habis sampai bersih kembali. Hal yang sama justru sudah dilakukan Agung sejak dari awal kami melakukan hubungan oral sex, dan Agung pula yang mengawali mengoral vaginaku, jauh hari sebelum aku berani dan mau melakukan oral sex pada dirinya. Agung selalu tidak membiarkan cairan hangat yang keluar dari dalam liang vaginaku, tumpah begitu saja membasahi sprei tempat tidur yang kami pakai. Agung selalu menjilat dan menelas habis semua cairan beningku saat aku mengalami orgasme saat dioralnya, soal kenikmatan yang kualami saat itu, sungguh sangat sulit kulukiskan dengan kata-kata, karena rasanya tidak ada kata atau kalimat yang dapat mengartikan bagaimana nikmatnya saat orgasme itu. Suatu siang yang tanggal dan harinya aku sudah lupa, aku dan Agung pulang kuliah agak siang karena memang tidak ada kegiatan di kampus. Kuajak Agung mampir ke rumahku seperti biasanya, dan waktu itu di rumahku juga sedang tidak ada siapa-siapa, kedua orang tuaku sibuk dengan urusannya masing-masing, sedang adikku ada yang masih kuliah dan yang kecil juga belum pulang dari sekolahnya.

Suasana dan kondisi rumahku yang kosong dan sepi memungkinkan Agung untuk bebas mencumbuku, Agung mengawalinya dengan mencium lembut bibirku yang tipis dan mungil. Kami saling berciuman dan berpagutan, bibir kami saling mengulum, dan tangan kami saling meraba dan meremas daerah-daerah yang sensitif. Cukup lama kami bergumul di tempat tidurku, sampai akhirnya kami saling menanggalkan busana kami masing-masing, seperti biasanya saat kami melakukan oral sex. Lalu kami sudah telanjang bulat tanpa sehelai pun benang yang menutupi tubuh kami. Dan cumbuan dan ciuman tadi sudah berubah menjadi jilatan yang kami lakukan, kami saling menjilati hingga mencapai posisi favorit kami yaitu 69. Ternyata aku lebih dahulu mengalami orgasme saat melakukan oral sex kali ini, aku benar-benar hanyut dan terobsesi dengan permainan lidah Agung yang menyapu rata setiap bagian vaginaku. Terus terang aku paling tidak tahan saat klitorisku dijilat apa lagi dikulum-kulum. Biasanya darahku seakan serentak secara bersamaan mengalir ke atas kepalaku dan berkumpul di ubun-ubun kepalaku, kalau sudah demikian bendungan pertahananku jebol diterjang badai dan gelombang birahiku yang dahsyat. Namun kali ini rupanya Agung lebih lama bertahan daripada biasanya, memang tidak biasanya Agung mampu mempertahankan orgasmenya sebegitu lama saat kukulum batang kemaluannya. Kali ini rupanya lain, dan karena orgasmenya tak kunjung tiba, Agung mengubah posisinya dengan menindih tubuhku dengan posisi kami saling berhadaphadapan. Agung kembali mencium dan melumat bibirku, masih terasa sisi bekas lendirku yang menempel di mulut Agung, rasanya sedikit asin dengan aroma yang khas sekali, karena aku juga pernah menjilati jari-jariku setelah melakukan masturbasi, saat itu jari-jariku juga dipenuhi oleh cairan kenikmatan sisa orgasmeku. Sambil menciumku, Agung memegang batang kemaluannya dan menggosok-gosokkan ujung kepala batang kemaluannya di antara celah belahan bibir vaginaku, aku merasakan geli yang bercampur kenikmatan, ada rangsangan tersendiri yang kurasakan saat itu, sehingga membuat liang vaginaku kembali basah dibanjiri oleh cairan birahi yang mengalir dari dalam rahimku. Agung mulai menusuk-nusukkan ujung kepala batang kemaluannya di celah liang vaginaku, desakan batang kemaluannya terasa agak sakit saat memasuki terlalu dalam ke liang vaginaku, hingga terkadang aku sedikit tersedak dan mengaduh, namun lama kelamaan aku juga menjadi tidak tahan dengan perlakuan seperti itu, ingin rasanya aku merasakan batang kemaluan Agung dimasukkan lebih dalam lagi ke liang vaginaku.

Agung sepertinya juga tahu apa yang kumau, ia mulai menggosokkan batang kemaluannya masuk lebih dalam lagi ke liang vaginaku. Aku kembali merasakan sakit di dalam liang vaginaku yang memang belum pernah dimasuki benda apa pun, kali ini ada sedikit rasa perih dari dalamnya. Agung rupanya juga mengerti akan hal itu, dan ia tidak melanjutkannya dengan gegabah, sambil sesekali meneruskan dorongannya agar batang kemaluannya masuk lebih dalam lagi, Agung juga memberikan aku waktu luang untuk menarik nafas menahan rasa sakit dan perih yang bercampur nikmat di vaginaku. Akhirnya setengah dari batang kemaluan Agung berhasil menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku, dan Agung mulai memompanya pelan-pelan sambil terus melakukan tekanan hingga batang kemaluannya benar-benar dapat masuk secara utuh di dalam kemaluanku. Rasa sakit dan perih yang kualami juga makin lama makin hilang berganti dengan rasa nikmat yang selama ini belum pernah kualami. Agung makin mempercepat pompaannya, batang kemaluannya digenjot keluar masuk di liang vaginaku, yang makin becek oleh lendir yang tak terbendung, keluar dari dalam rahimku. Oo.. Ooh! Aduu.. Uuh! Aku hanya bisa menyeracau tidak karuan, tanganku berusaha meraih apa saja yang ada di sekitarku, dan kain sprei tempat tidurku yang menjadi sasaran jambakan tanganku, kuremas kain spreiku hingga tempat tidurku makin acak-acakan. Tubuhku sedikit bergetar, kurasakan ada sesuatu yang aneh di dalam liang vaginaku, aku sepertinya sedang kencing namun bukan air seniku yang mengalir keluar, namun kutahu itu adalah semburan pelumasku, yang kembali membasahi liang vaginaku. Vaginaku mengedut kuat meremas batang kemaluan Agung yang masih asyik terus memompa liang vaginaku, kedutan vaginaku itu akhirnya juga membuat pertahanan Agung ikut jebol juga. Dapat kurasakan semburan dahsyat di dalam liang vaginaku saat Agung melepaskan orgasmenya. Cukup lama kami berpelukan sambil posisi batang kemaluan Agung masih tertancap di dalam liang vaginaku, kurasakan batang kemaluan Agung pelan-pelan kembali mengecil seukuran normal di dalam liang vaginaku. Cairan birahi kami berdua yang bercampur di dalam liang vaginaku merembes keluar melalui celah lipatan bibir vaginaku, belakangan baru kutahu diantara rembesan tersebut ada bercak merah yang membasahi sprei tempat tidurku. Selamat tinggal mahkotaku,demikian bisikku dalam hati sambil mencium bibir Agung, orang pertama yang memberikan kepuasaan sejati padaku.

Asiknya Nonton Istriku Selingkuh


Posted on March 20, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Cerita sex asik rumah tangga Sebagai sekretaris istriku sering mendapatkan tugas lembur. Dan aku terpaksa menunggu di kantornya hingga pekerjaannya selesai. Sore itu saat aku memasuki kantornya Pak Paijan petugas Satpam bilang bahwa Bu Rere, istriku, masih bersama Pak Direktur disinilah cerita sex ini di awali. Waahh.. Kena lembur lagi nih. Jadi terpaksa aku duduk di ruang tunggunya sambil ngobrol sama Pak Paijan. Tak lama ngobrol Pak Paijan minta maaf padaku, dia harus pulang lebih dahulu karena istrinya minta diantar ke dokter. Dia mengambil segepok majalah dan koran, Silahkan baca-baca Mas, biar nggak sepi. Pak Paijan meninggalkan aku sendirian. Sesudah hampir semua halaman majalah aku baca-baca, istriku belum juga nongol. Apakah pekerjaannya demikian penting sehingga mesti dilembur macam begini? Aku agak kesal karena bosan menunggu. Akhirnya aku iseng-iseng. Aku masuk ke ruangan kantor. Lampu ruangan tidak lagi sepenuhnya menyala. Ngirit. Nampak sederetan meja kosong telah ditinggalkan para karyawan pulang. Aku tengok sana sini, kulihat ada ruangan kaca di pojok sana yang masih terang namun kacanya ditutup dengan blind curtain gorden berlipat yang biasa dipakai di kantor. Mungkin disana istriku bekerja lembur. Pelan-pelan aku mendekat. Aku ingin melihat apa yang dikerjakan istriku. Aku bias mengintip dari celah blind curtain itu. Bagai kena palu godam 1000 kati saat aku menyaksikan apa yang bisa kusaksikan. Aku melihat Rere istriku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya sedang berjongkok dengan lututnya diselangkangan Pak Hardy bossnya yang bermata sipit itu. Rok dan blus berikut BH dan celana dalamnya nampak terserak di lantai. Jelas dia sedang sibuk mengulum kemaluan Pak Hardy yang duduk telentang di sofa yang nampak begitu empuknya. Tanpa melepas kemeja dan dasinya Pak Hardy hanya merosotkan celana hingga merosot ke lantai, tangannya memegang kepala Rere menekan naik dan turun. Rere mengulum dan memompa kontol Pak Hardy dengan mulutnya. Wajah Pak Hardy dengan mata sipitnya nampak menyeringai merasakan nikmat tak terhingga dari bibir Rere. Samar-samar kudengar desahan nafsu Pak Hardy dan suara-suara bibir istriku yang sedang penuh memompa kontol bossnya itu. Rupanya aku telah ditipu istriku sendiri. Aku yang dengan setia menjemput dan menunggu setiap sore tidak menduga bahwa justru istriku ini berbuat selingkuh dengan direkturnya. Aku meledak ingin marah, namun kutahan. Mungkin tidak ada gunanya. Sambil terus berusaha menenangkan diriku aku menyaksikan apa yang akan berlanjut dari yang kulihat sekarang ini.

Pak Hardy menarik lengan istriku. Dia rangkul tubuh Rere untuk duduk di pangkuannya sedikit naik ke perut. kontol Pak Hardy yang telah mampu memberi semangat syahwat istriku tadi nampak putih bersih mencuat panjang dengan bonggolnya yang gede nongol di belakang pantat istriku. Dengan sangat keranjingan Pak Hardy langsung melumati dada istriku. Menyusu bak bayi manja di puting susu Rere yang berwarna coklat kemerahan itu dan tampak sudah tegak mengacung dengan maksimal karena tekanan birahi yang dahsyat yang melanda tubuh Rere sambil tangannya merabai relung-relung tubuh sensual istriku. Aku melihat nikmat yang tak terhingga melanda istriku. Tubuhnya bergeliatan menahan gelinjangnya sambil tak putus-putusnya desah serta rintihannya mengalir dari mulutnya yang mungil itu. Sesuatu yang muskil telah terjadi pada diriku. Hal yang semula sangat memukul aku kini justru membangkitkan hasratku. Aku dirangsang oleh gairah birahi saat menyaksikan bagaimana istriku begitu merasakan nikmat dilumati bossnya. Aku menyaksikan betapa istriku dengan penuh semangat syahwatnya telah mengenyoti kontol Pak Hardy. Kini kemaluanku terasa menegang dan sesak di celanaku. Dan akhirnya aku mesti menyaksikan pergulatan asyik masyuk antara istriku dengan bossnya ini sambil meremasi kontolku sendiri. Ppaakk.. Rere nggak tahan ppaakk.. istriku menyambar bibir Pak Hardy dan melumatlumat habis-habisan. Kemudian Pak Hardy mengangkat sedikit tubuh istriku. Tangan kirinya meraih kontolnya dan diarahkannya ke nonok Rere yang tampak dirimbuni oleh bulu-bulu jembut keritingitu. Apa yang terjadi kemudian sangatlah mendebarkan jantungku. Aku melihat bagaimana kontol gede dan panjang milik Pak Hardy itu menembusi nonok Rere istriku yang sangat aku tahu betapa sempit lubangnya. Berkali-kali kulihat yang satu menekan yang lain menjemput. Sesudah kontol Pak Hardy hampir selalu meleset untuk diluruskan kembali, akhirnya dengan pelan kusaksikan kemaluan istriku menelan batangan gede panjang itu. Uucchh.. Bagaimana bisa..? Istriku menyeringai. Nampaknya dia mendapatkan rasa pedih sekaligus nikmat yang tak bertara. Akhirnya seluruh batangan itu melesak tertelan menembusi nonok Rere. Mereka lantas diam sesaat. Hanya bibir-bibir mereka yang kembali terus berpagut. Itu mereka lakukan untuk meningkatkan hasrat birahinya. Kemudian secara hati-hati Pak Hardy memulai dengan menaik turunkan pantatnya. Kudengar rintih Rere.. Aduuhh.. Aduuhh.. Adduuhh.. Mengulang-ulang kata aduh setiap kali kontol Pak Hardy ditarik dan menusuk. Sesudah beberapa kali berlangsung kulihat tangan istriku bergerak berpegangan bahu bossnya. Dia kini nampak akan mengambil alih gerakan. Dengan sekali lagi memagut bibir Pak Hardy istriku mulai menggenjot dan mengenjot-enjot. Nonoknya nampak naik turun

seakan menyedoti kontol gede bossnya itu. Bibir nonoknya setiap kali nampak tertarik keluar masuk karena sesaknya bibir nonoknya menerima gedenya batang kontol Pak Hardy. Aku tak mampu lagi bertahan. Aku turunkan celanaku dan kukeluarkan kontolku sendiri. Tanpa ragu lagi aku melototi kontol dan nonok istriku yang saling jemput itu. Aku mengocok-ocok kemaluanku sambil khayalanku terbang tinggi. Genjotan istriku semakin cepat. Racau kedua insan yang asyik masyuk itu semakin riuh. Aku menyaksikan tubuh-tubuh mereka berkilat karena keringat birahi yang mengucur. Dalam kamar AC yang dingin itu nafsu birahi mereka membakar tubuhnya. Rambut istriku semakin awut-awutan. Rambut itu menggelombang setiap tubuhnya naik turun menggenjoti kontol bossnya. Saat mereka mulai mendaki puncak, tak pelak lagi keduanya mempertingi polahnya. Pak Hardy mempererat pelukan pinggul Rere dan bibir Rere melumat penuh gereget bibir Pak Hardy. Keadaan menjadi semacam chaos. Liar dan tak terkendali. Cakar dan kuku istriku menghunjam pada kemeja Pak Hardy sementara bibir dengan cepat mematuk bahu Rere. Mataku konsentrasi melotot ke arah kontol yang keluar masuk ke nonok itu. Dan saat kecepatan genjotan naik turun tak lagi terhitung samar-samar aku melihat cairan putih mencotot meleleh dan berbusa di batangan kontol Pak Hardy. Itulah klimaks. Istriku masih menggenjot sesaat hingga yakin bahwa seluruh cadangan peju Pak Hardy telah tumpah memenuhi lubang nonoknya. Dan kemudian hening. Istriku menyandarkan kepalanya di dada Pak Hardy. Nafas panjang keduanya nampak dari dadadada mereka yang setiap kali menggembung kemudian kempis. Istriku merosot ke lantai dalam kelelahan yang sangat. Demikian pula Pak Hardy. Bermenit-menit keadaan itu berlalu. Akan halnya aku, ejakulasi pertama langsung kudapatkan saat menyaksikan genjotan istriku semakin cepat tadi. Kudengar kursi di ruangan Pak Hardy berderit. Aku harus cepat keluar ruangan ini. Kusaksikan istriku bersama bossnya menuju toilet yang ada di ruangannya. Aku membetulkan celanaku dan bergegas keluar. Tanpa ada masalah dengan berboncengan sepeda motorku kami sampai di tempat kost jam 8 malam. Seperti biasa Rere menyiapkan nasi dan lauk pauknya untuk makan malam itu. Aku masih melotot hingga jam 12 malam di depan TV sementara itu istriku nampak pulas tertidur. Aku memakluminya.

Kehangatan Tubuh Bahenol Bu dokter


Posted on June 13, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Bu dokterku gila ngeseks denganku Dalam sebuah seminar sehari di hall Hotel Hilton International di Jakarta, tampak seorang wanita paruh baya berwajah manis sedang membacakan sebuah makalah tentang peranan wanita modern dalam kehidupan rumah tangga keluarga bekerja. Dengan tenang ia membaca makalah itu sambil sesekali membuat

lelucon yang tak ayal membuat para peserta seminar itu tersenyum riuh. Permasalahan yang sedang dibahas dalam seminar itu menyangkut perihal mengatasi problem perselingkuhan para suami yang selama ini memang menjadi topik hangat baik di forum resmi ataupun tidak resmi. Beberapa peserta seminar yang terdiri dari wanita karir, ibu-ibu rumah tangga dan para pelajar wanita itu tampak serius mengikuti jalannya seminar yang diwarnai oleh perdebatan antara pakar sosiologi keluarga yang sengaja diundang untuk menjadi pembicara. Hadir juga beberapa orang wartawan yang meliput jalannya seminar sambil ikut sesekali mengajukan pertanyaan ke arah peserta dan pembicara. Suasana riuh saat wanita pembicara itu bercerita tentang seorang temannya yang bersuamikan seorang pria mata keranjang doyan main perempuan. Berbagai pendapat keluar dalam perdebatan yang diarahkan oleh moderator. Diakhir sesi pertama saat para peserta mengambil waktu istirahat selama tiga puluh menit, tampak wanita pembicara itu keluar ruangan dengan langkah cepat seperti menahan sesuatu. Ia berjalan dengan cepat menuju toilet di samping hall tempat seminar. Namun saat melewati lorong menuju tempat itu ia tak sadar menabrak seseorang, akibatnya ia langsung terhenyak. Oh, maaf, saya tidak melihat anda, maaf ya?, seru wanita itu pada orang yang ditabraknya, namun orang itu seperti tak mengacuhkan. Oke, sahut pria muda berdasi itu lembut dan berlalu masuk ke dalam toilet pria. Wanita itupun bergegas ke arah toilet wanita yang pintunya berdampingan dengan pintu toilet pria. Beberapa saat lamanya wanita itu di sana lalu tampak lelaki itu keluar dari toilet dan langsung menuju ke depan cermin besar dan mencuci tangannya. Kemudian wanita tadi muncul dan menuju ke tempat yang sama, keduanya sesaat saling melirik. Hai, tegur pria itu kini mendahului. Halo, anda peserta seminar?, tanya si wanita. Oh, bukan. Saya bekerja di sini, maksud saya di hotel ini, jawab pria itu. Oh, kalau begitu kebetulan, saya rasa setelah seminar ini saya akan kontak lagi dengan manajemen hotel ini untuk mengundang sejumlah pakar dari Amerika untuk seminar masalah kesehatan ibu dan anak. Ini kartu namaku, kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya pada pria itu. Lelaki itu mengambil secarik kartu dari dompetnya dan menyerahkannya pada wanita itu. Dokter Supriyati Pujiastuti, oh ternyata Ibu ini pakar ilmu kDidokteran ibu dan anak yang terkenal itu, maaf saya baru pertama kali melihat Ibu. Sebenarnya saya banyak membaca tulisan-tulisan Ibu yang kontroversial itu, saya sangat mengagumi Ibu, mendadak pria itu menjadi sangat hormat. Ah kamu, jangan terlalu berlebihan memuji aku, dan kamu, hmm, Dido Prasetya, wakil General Manager Hilton International Jakarta. Kamu juga hebat, manajer muda, seru wanita itu sambil menjabat tangan pemuda bernama Dido itu kemudian. Kalau begitu saya akan kontak anda mengenai masalah akomodasi dan acara seminar yang akan datang, senang bertemu anda, Dido, seru wanita itu sambil kemudian berlalu.

Baik, Bu dokter, jawab sahut pria itu dan membiarkan wanita paruh baya itu berlalu dari ruangan di mana mereka berbicara. Sejenak kemudian pemuda itu masih tampak memandangi kartu nama dokter wanita itu, ia seperti sedang mengamati sesuatu yang aneh. Bukankah dokter itu cantik sekali?, ia berkata dalam hati. Oh aku benar-benar tak tahu kalau ia dokter yang sering menjadi perhatian publik, begitu tampak cantik di mataku, meski sudah separuh baya, ia masih tampak cantik, benaknya berbicara sendiri. Ah kenapa itu yang aku pikirkan?, serunya kemudian sambil berlalu dari ruangan itu. Sementara itu di sebuah rumah kawasan elit Menteng Jakarta pusat tampak sebuah mobil memasuki halaman luas rumah itu. Wanita paruh baya bernama dokter Supriyati itu turun dari sedan Mercy hitam dan langsung memasuki rumahnya. Wajah manis wanita paruh baya itu tampaknya menyimpan sebuah rasa kesal dalam hati. Sudah seminggu lamanya suami wanita itu belum pulang dari perjalanan bisnis keluar negeri. Sudah seminggu pula ia didera isu dari rekan sejawat suaminya tentang tingkah laku para pejabat dan pengusaha kalangan atas yang selalu memanfaatkan alasan perjalanan bisnis untuk mencari kepuasan seksual di luar rumah alias perselingkuhan. Wanita itu menghempaskan badannya ke tempat tidur empuk dalam ruangan luas itu. Ditekannya remote TV dan melihat program berita malam yang sedang dibacakan penyiar. Namun tak berselang lama setelah itu dilihatnya di TV itu seorang lelaki botak yang tak lain adalah suaminya sedang berada dalam sebuah pertemuan resmi antar pengusaha di Singapura. Namun yang membuat hati wanita itu panas adalah saat melihat suaminya merangkul seorang delegasi dagang Singapura yang masih muda dan cantik. Sejenak ia memandang tajam ke arah televisi besar itu lalu dengan gemas ia membanting remote TV itu ke lantai setelah mematikan TV-nya. Ternyata apa yang digosipkan orang tentang suamiku benar terjadi, huh, seru wanita itu dengan hati dongkol. Bangsaat..!, Teriaknya kemudian sambil meraih sebuah bantal guling dan menutupi mukanya. Tak seorangpun mendengar teriakan itu karena rumah besar itu dilengkapi peredam suara pada dindingnya, sehingga empat orang pembantu di rumah itu sama sekali tidak mengetahui kalau sang nyonya mereka sedang marah dan kesal. Ia menangis sejadi-jadinya, bayang-bayang suaminya yang berkencan dengan wanita muda dan cantik itu terus menghantui pikirannya. Hatinya semakin panas sampai ia tak sanggup menahan air matanya yang kini menetes di pipi. Tiga puluh menit ia menangis sejadi-jadinya, dipeluknya bantal guling itu dengan penuh rasa kesal sampai kemudian ia jatuh tertidur akibat kelelahan. Namun tak seberapa lama ia

terkulai tiba-tiba ia terhenyak dan kembali menangis. Rupanya bayangan itu benar-benar merasuki pikirannya hingga dalam tidurnyapun ia masih membayangkan hal itu. Sejenak ia kemudian berdiri dan melangkah keluar kamar tidur itu menuju sebuah ruangan kecil di samping kamar tidurnya, ia menyalakan lampu dan langsung menuju tumpukan obat yang memenuhi sebagian ruangan yang mirip apotik keluarga. Disambarnya tas dokter yang ada di situ lalu membuka sebuah bungkusan pil penenang yang biasa diberikannya pada pasien yang panik. Ditelannya pil itu lalu meminum segelas air. Beberapa saat kemudian ia menjadi tenang kemudian ia menuju ke ruangan kerjanya yang tampak begitu lengkap. Di sana ia membuka beberapa buku, namun bebarapa lamanya kemudian wanita itu kembali beranjak menuju kamar tidurnya. Wajahnya kini kembali cerah, seberkas senyuman terlihat dari bibirnya yang sensual. Ia duduk di depan meja rias dengan cermin besar, hatinya terus berbicara. Masa sih aku harus mengalah terus, kalau bangsat itu bisa berselingkuh kenapa aku tidak, benaknya sambil menatap dirinya sendiri di cermin itu. Satu-persatu di lepasnya kancing baju kerja yang sedari tadi belum dilepasnya itu, ia tersenyum melihat keindahan tubuhnya sendiri. Bagian atas tubuhnya yang dilapisi baju dalam putih berenda itu memang tampak sangat mempesona. Meski umurnya kini sudah mencapai empat puluh tahun, namun tubuh itu jelas akan membuat lelaki tergiur untuk menyentuhnya. Kini ia mulai melepaskan baju dalam itu hingga bagian atas tubuhnya kini terbuka dan hanya dilapisi BH. Perlahan ia berdiri dan memutar seperti memamerkan tubuhnya yang bahenol itu. Buah dadanya yang besar dan tampak menantang itu diremasnya sendiri sambil mendongak membayangkan dirinya sedang bercinta dengan seorang lelaki. Kulitnya yang putih mulus dan bersih itu tampak tak kalah mempesonakan. Kalau bangsat itu bisa mendapat wanita muda belia, kurasa tubuh dan wajahku lebih dari cukup untuk memikat lelaki muda, gumamnya lagi. Akan kumulai sekarang juga, tapi.., tiba-tiba pikirannya terhenti. Selama ini aku tak pernah mengenal dunia itu, siapakah yang akan kucari? hmm... Tangannya meraih tas kerja di atas mejanyanya, dibongkarnya isi tas itu dan menemukan beberapa kartu nama, sejenak ia memperhatikannya. Dokter Felix, lelaki ini doyan nyeleweng tapi apa aku bisa meraih kepuasan darinya? Lelaki itu lebih tua dariku, katanya dalam hati sambil menyisihkan kartu nama rekan dokternya itu. Basuki Hermawan, ah, pejabat pajak yang korup, aku jijik pada orang seperti ini, ia merobek kartu nama itu. Oh ya, pemuda itu, yah, pemuda itu, siapakah namanya, Dodi?.., oh bukan. Doni?.., oh bukan juga, ah di mana sih aku taruh kartu namanya.., ia sibuk mencari, sampai-sampai semua isi tak kerja itu dikeluarkannya namun belum juga ia temukan. Bangsat! Aku lupa di mana menaruhnya, sejenak ia berhenti mencari dan berpikir keras untuk mencoba mengingat di mana kartu nama pemuda gagah berumur dua puluh limaan

itu. Ia begitu menyukai wajah pemuda yang tampak polos dan cerdas itu. Ia sudah terbayang betapa bahagianya jika pemuda itu mau diajak berselingkuh. Ahaa! Ketemu juga kau!, katanya setengah berteriak saat melihat kartu nama dengan logo Hilton International. Ia beranjak berdiri dan meraih hand phone, sejenak kemudian ia sudah tampak berbicara. Halo, dengan Dido, maaf Bapak Dido?. Ya benar, saya Dido tapi bukan Bapak Dido, anda siapa, terdengar suara ramah di seberang. Ah maaf, Dido, saya Dokter Supriyati, kamu masih ingat? Kita ketemu di Rest Room hotel Hilton International tadi siang. Oooh, Bu dokter, tentu dong saya ingat. Masa sih saya lupa sama Bu dokter idola saya yang cantik. Eh kamu bisa saja, Do. Gimana Bu, ada yang bisa saya bantu?, tanya Dido beberapa saat setelah itu. Aku ingin membicarakan tentang seminar minggu depan untuk mempersiapkan akomodasinya, untuk itu sepertinya kita perlu berbicara. No problem, Bu. Kapan ibu ada waktu. Lho kok jadi nanya aku, ya kapan kamu luang aja dong. Nggak apa-apa Bu, untuk orang seperti ibu saya selalu siap, gimana kalau besok kita makan siang bersama. Hmm, rasanya aku besok ada operasi di rumah sakit. Gimana kalau sekarang saja, kita makan malam. Wah kebetulan Bu, saya memang lagi lapar. baiklah kalau begitu, saya jemput ibu. Oohh nggak usah, biar ibu saja yang jemput kamu, kamu di mana?. wah jadi ngerepotin dong, tapi oke-lah. Saya tunggu saja di Resto Hilton, okay?. Baik kalau begitu dalam sepuluh menit saya datang, kata wanita itu mengakhiri percakapannya. Lalu dengan tergesa-gesa ia mengganti pakaian yang dikenakannya dengan gaun terusan dengan belahan di tengah dada. Dengan gesit ia merias wajah dan tubuh yang masih tampak menawan itu hingga tak seberapa lama kemudian ia sudah tampak anggun. Mbok..!, ia berteriak memanggil pembantu. Dalem, Nyaah!, sahut seorang yang tiba-tiba muncul dari arah dapur. Malam ini ibu ndak makan di rumah, nanti kalau tuan nelpon bilang saja ibu ada operasi di rumah sakit. Baik, Nyah.., sahut pembantunya mengangguk. Sang dokter itupun berlalu meninggalkan rumahnya tanpa diantar oleh sopir. Kini sang dokter telah tampak menyantap hidangan makan malam itu bersama pemuda tampan bernama Dido yang berumur jauh di bawahnya. Maksud wanita itu untuk mengencani Dido tidak dikatakannya langsung. Mereka mula-mula hanya membicarakan

perihal kontrak kerja antara kantor sang dokter dan hotel tempat Dido bekerja. Namun hal itu tidak berlangsung lama, dua puluh menit kemudian mereka telah mengalihkan pembicaraan ke arah pribadi. Maaf lho, Do. Kamu sudah punya pacar?, tanya sang dokter. Dulu pernah punya tapi, Dido tak melanjutkan kalimatnya. Tapi kenapa, Do?, sergah wanita itu. Dia kawin duluan, ah, Emang bukan nasib saya deh, dia kawin sama seorang om-om senang yang cuma menyenangi tubuhnya. Namanya Rani... Maaf kalau ibu sampai membuat kamu ingat sama masa lalu. Nggak apa-apa kok, Bu. Toh saya sudah lupa sama dia, buat apa cari pacar atau istri yang mata duitan. Sukurlah kalau begitu, trus sekarang gimana perasaan kamu. Maksud ibu?. Perasaan kamu yang dikhianati, apa kamu masih dendam?, tanya sang dokter seperti merasa ingin tahu. Sama si Rani sih nggak marah lagi, tapi sampai sekarang saya masih dendam kesumat sama om-om atau pejabat pemerintah yang seperti itu, jelas Dido pada wanita itu sembari menatapnya. Sejenak keduanya bertemu pandang, Dido merasakan sebuah perasaan aneh mendesir dadanya. Hanya beberapa detik saja keduanya saling memandang sampai Dido tersadar siapa yang sedang dihadapinya. Ah, ma.., ma.., maaf, Bu. Bicara saya jadi ngawur, kata pemuda itu terpatah-patah.Oh nggak, nggak apa-apa kok, Do. Aku juga punya problem yang serupa dengan kamu, jawab wanita itu sambil kemudian mulai menceritakan masalah pribadi dalam keluarganya. Ia yang kini sudah memiliki dua anak yang bersekolah di Amerika itu sedang mengalami masalah yang cukup berat dalam rumah tangganya. Dengan penuh emosi ia menceritakan masalahnya dengan suaminya yang seorang pejabat pemerintah sekaligus pengusaha terkenal itu. Berkali-kali aku mendengar cerita tentang kebejatan moralnya, ia pernah menghamili sekertarisnya di kantor, lalu wanita itu ia pecat begitu saja dan membayar seorang satpam untuk mengawini gadis itu guna menutupi aibnya. Dasar lelaki bangsat, ceritanya pada Dido. Sekarang dia sudah berhubungan lagi dengan seorang wanita pengusaha di luar negeri. Baru tadi aku melihatnya bersama dalam sebuah berita di TV, lanjut wanita itu dengan raut muka yang sedih. Sabar, Bu. Mungkin suatu saat dia akan sadar. Masa sih dia nggak sadar kalau memiliki istri secantik ibu, ujar Dido mencoba menghiburnya. Aku sudah bosan bersabar terus, hatiku hancur, Do. Kamu sudah tahu kan gimana rasanya dikhianati? Dibohongi?, sengitnya sambil menatap pemuda itu dengan tatapan aneh. Wanita itu seperti ingin mengatakan sesuatu pada Dido.

Beberapa menit keadaan menjadi vacum. Mereka saling menatap penuh misteri. Dada Dido mendesir mendapat tatapan seperti itu, pikirannya bertanya-tanya. Ada apa ini?, gumamnya dalam hati. Namun belum sempat ia menerka apa arti tatapan itu, tangannya tiba-tiba merasakan sesuatu yang lembut menyentuh, ia terhenyak dalam hati. Desiran dadanya kini berubah menjadi getaran keras di jantungnya. Namun belum sempat ia bereaksi atas semua itu tangan sang dokter itu telah meremas telapak tangan Dido dengan mesra. Kini ia menatap wanita itu, dokter Supriyati memberinya senyuman, masih misteri. Dido., kamu dan aku memiliki masalah yang saling berkaitan, katanya perlahan. Ma, maksud ibu?, Dido tergagap. Kehidupan cinta kamu dirusakkan oleh generasi seumurku, dan rumah tanggaku rusak oleh kehidupan bejat suamiku. Kita sama-sama memiliki beban ingatan yang menyakitkan dengan musuh yang sama. lalu?. Kenapa tak kamu lampiaskan dendam itu padaku?. Maksud ibu?, Dido semakin tak mengerti. Aku dendam pada suamiku dan kaum mereka, dan kau punya dendam pada para pejabat yang telah mengecewakanmu. Kini kau menemukan aku, lampiaskan itu. Kalau mereka bisa menggauli generasimu mengapa kamu nggak menggauli kaum mereka? Aku istri pejabat, dan aku juga dikecewakan oleh mereka. Saya masih belum mengerti, Bu. Maksudku, hmm, kenapa kita tidak menjalin hubungan yang lebih dekat lagi, jelas wanita itu. Dido semakin penasaran, ia memberanikan dirinya bertanya, Maksud ibu, mm, ki, ki, kita berselingkuh?, ia berkata sambil memberanikan dirinya menatap wanita paruh baya itu. Yah, kita menjalin hubungan cinta, jawab dokter Supriyati enteng. Tapi ibu wanita bersuami, ibu punya keluarga. Ya, tapi sudah hancur, tak ada harapan lagi. Kalau suamiku bisa mencicipi gadis muda, kenapa aku tidak bisa?, lanjutnya semakin berani, ia bahkan merangkul pundak pemuda itu. Dido hanya terpaku. Ta, tapi, Bu. Seumur perkawinanku, aku hanya merasakan derita, Do. Aku ingin kejantanan sejati dari seorang pria. Dan pria itu adalah kamu, Do, lalu ia beranjak dari tempat duduknya mendekati Dido. Dengan mesra diberinya pemuda itu sebuah kecupan. Dido masih tak bereaksi, ia seperti tak mempercayai kejadian itu. Apakah saya mimpi?, katanya konyol. Tidak, Do. Kamu nggak mimpi, ini aku, Dokter Supriyati yang kamu kagumi. Tapi, Bu.., ibu sudah bersuami. Tolong jangan katakan itu lagi Dido.

Kemudian keduanya terpaku lama, sesekali saling menatap. Pikiran Dido berkecamuk keras, ia tak tahu harus berkata apa lagi. Sebenarnya ia begitu gembira, tak pernah ia bermimpi apapun. Namun ia masih merasa ragu. Apakah segampang ini?, gumamnya dalam hati. Cantik sekali dokter ini, biarpun umurnya jauh lebih tua dariku tapi oh tubuh dan wajahnya begitu menggiurkan, sudah lama aku memimpikan bercinta dengan wanita istri pejabat seperti dia. Tapi, hatinya bertanya-tanya. Sementara suasana vacum itu berlangsung begitu lama. Kini mereka duduk dalam posisi saling bersentuhan. Baru sekitar tiga puluh menit kemudian dokter Supriyati tiba-tiba berdiri. Do, saya ingin ngobrol lebih banyak lagi, tapi nggak di sini, kamu temui saya di Hotel Hyatt. Saya akan memesan kamar di situ. Selamat malam, serunya kemudian berlalu meninggalkan Dido yang masih terpaku. Pemuda itu masih terlihat melamun sampai seorang pelayan restoran datang menyapanya. Pak Dido, bapak mau pesan lagi?. Eh, oh nggak, nggak, aduh saya kok ngelamun, jawabnya tergagap mengetahui dirinya hanya terduduk sendiri. Teman Bapak sudah tiga puluh menit yang lalu pergi dari sini, kata pelayan itu. Oh ya?, sahut Dido seperti orang bodoh. Pelayan itu mengangkat bahunya sambil berlalu. Eh, billnya!, panggil Dido. Sudah dibayar oleh teman Bapak, jawab pelayan itu singkat. Kini Dido semakin bingung, ia masih merasakan getaran di dadanya. Antara percaya dan tidak. Ia kemudian melangkah ke lift dan turun ke tempat parkir. Hanya satu kalimat dokter Supriyati yang kini masih terngiang di telinganya. Hotel Grand Hyatt! Dengan tergesa-gesa ia menuju ke arah mobilnya. Perjalanan ke hotel yang dimaksud wanita itu tak terasa olehnya, kini ia sudah sampai di depan pintu kamar yang ditanyakannya pada receptionis. Dengan gemetar ia menekan bel di pintu kamar itu, pikirannya masih berkecamuk bingung. Masuk, Do, sambut dokter Supriyati membuka pintu kamarnya. Dido masuk dan langsung menatap dokter Supriyati yang kini telah mengenakan gaun tidur sutra yang tipis dan transparan. Ia masih tampak terpaku. Do, ini memang hari pertemuan kita yang pertama tapi apakah salahnya kalau kita samasama saling membutuhkan, kata dokter Supriyati membuka pembicaraan. Cobalah realistis, Do. Kamu juga menginginkan ini kan?, lanjut wanita itu kemudian mendudukkan Dido di pinggir tempat tidur luas itu. Dido masih tampak bingung sampai sang dokter memberinya kecupan di bibirnya, ia merasakan seperti ada dorongan untuk membalasnya. Oh, Bu, desahnya sambil kemudian merangkul tubuh bongsor dokter Supriyati. Dadanya masih bergetar saat merasakan kemesraan wanita itu. Dokter Supriyati kemudian memegang pundaknya dan melucuti pakaian pemuda itu. Dengan perlahan Dido juga memberanikan diri melepas ikatan tali gaun tidur sutra yang dikenakan sang dokter. Begitu

tampak buah dada dokter Supriyati yang besar dan ranum itu, Dido terhenyak. Oh, indahnya susu wanita ini, gumamnya dalam hati sambil lalu meraba payudara besaryang masih dilapisi BH itu. Tangan kirinya berusaha melepaskan kancing BH di punggung dokter Supriyati. Ia semakin terbelalak saat melihat bentuk buah dada yang kini telah tak berlapis lagi. Tanpa menunggu lagi nafsu pemuda itu bangkit dan ia segera meraih buah dada itu dan langsung mengecupnya. Dirasakannya kelembutan susu wanita cantik paruh baya itu dengan penuh perasaan, ia kini mulai menyDidot puting susu itu bergiliran. Ooohh, Dido, nikmat sayang., mm sDidot terus sayang ooohh, ibu sayang kamu, Do, ooohh, desah dokter Supriyati yang kini mendongak merasakan sentuhan lidah dan mulut Dido yang menggilir kedua puting susunya. Tangan wanita itupun mulai meraih batang kemaluan Dido yang sudah tegang sedari tadi, ia terhenyak merasakan besar dan panjangnya penis pemuda itu. Ohh, besarnya punya kamu, Do. Tangan ibu sampai nggak cukup menggenggamnya, seru dokter Supriyati kegirangan. Ia kemudian mengocok-ngocokkan penis itu dengan tangannya sambil menikmati belaian lidah Dido di sekitar payudara dan lehernya. Kemaluan Dido yang besar dan panjang itu kini tegak berdiri bagai roket yang siap meluncur ke angkasa. Pemuda yang sebelumnya belum pernah melakukan hubungan seks itu semakin terhenyak mendapat sentuhan lembut pada penisnya yang kini tegang. Ia asyik sekali mengecupi sekujur tubuh wanita itu, Dido merasakan sesuatu yang sangat ia dambakan selama ini. Ia tak pernah membayangkan akan dapat menikmati hubungan seks dengan wanita yang sangat ia kagumi ini, ia yang sebelumnya bahkan hanya menonton film biru itu kini mempraktekkan semua yang ia lihat di dalamnya. Hatinya begitu gembira, sentuhansentuhan lembut dari tangan halus dokter Supriyati membuatnya semakin terlena. Dengan mesra sekali wanita itu menuntun Dido untuk menikmati sekujur tubuhnya yang putih mulus itu. Dituntunnya tangan pemuda itu untuk membelai lembut buah dadanya, lalu bergerak ke bawah menuju perutnya dan berakhir di permukaan kemaluan wanita itu. Dido merasakan sesuatu yang lembut dan berbulu halus dengan belahan di tengahnya. Pemuda itu membelainya lembut sampai kemudian ia merasakan cairan licin membasahi permukaan kemaluan dokter Supriyati. Ia menghentikan gerakannya sejenak, lalu dengan perlahan sang dokter membaringkan tubuhnya dan membuka pahanya lebar hingga daerah kemaluan yang basah itu terlihat seperti menantang Dido. Pemuda itu terbelalak sejenak sebelum kemudian bergerak menciumi daerah itu, jari tangan dokter Supriyati kemudian menarik bibir kemaluannya menjadi semakin terbuka hingga menampakkan semua isi dalam dinding vaginanya. Dido semakin terangsang, dijilatinya semua yang dilihat di situ, sebuah benda sebesar biji kacang di antara dinding vagina itu ia sDidot masuk ke dalam mulutnya. Hal itu membuat dokter Supriyati menarik nafas panjang merasakan nikmat yang begitu hebat. Ohh, hmm, Dido, sayang, ooohh, desahnya mengiringi bunyi ciplakan bibir Dido yang bermain di permukaan vaginanya. Dengan gemas Dido menjilati kemaluan itu, sementara dokter Supriyati hanya bisa menjerit

kecil menahan nikmat belaian lidah Dido. Ia hanya bisa meremas-remas sendiri payudaranya yang besar itu sambil sesekali menarik kecil rambut Dido. Aduuuh sayang, ooohh nikmaat, sayang, oooh Dido, ooohh pintarnya kamu sayang, ooohh nikmatnya, ooohh sDidooot teruuusss, ooohh enaakkk, hmm, ooohh, jeritnya terpatahpatah. Puas menikmati vagina itu, Dido kembali ke atas mengarahkan bibirnya kembali ke puting susu dokter Supriyati. Sang dokterpun pasrah saja, ia membiarkan dirinya menikmati permainan Dido yang semakin buas saja. Daerah sekitar puting susunya tampak sudah kemerahan akibat sDidotan mulut Dido. ooohh, Dido sayang. Berikan penis kamu sama ibu sayang, ibu ingin mencicipinya, pinta wanita itu sambil beranjak bangun dan menggenggam kemaluan Dido. Tangannya tampak bahkan tak cukup untuk menggenggamnya, ukurannya yang super besar dan panjang membuat dokter Supriyati seperti tak percaya pada apa yang dilihatnya. Wanita itu mulai mengulum penis Dido, mulutnya penuh sesak oleh kepala penis yang besar itu, hanya sebagian kecil saja kemaluan Dido yang bisa masuk ke mulutnya sementara sisanya ia kocok-kocokkan dengan telapak tangan yang ia lumuri air liurnya. Dido kini menikmati permainan itu. Auuuhh, Bu, ooohh, enaakk aahh Bu dokter, oooh nikmat sekali, mm, oooh enaknya, ooohh, ssstt, aahh, desah pemuda itu mulai menikmatinya. Sesaat kemudian, Dokter Supriyati melepaskan kemaluan yang besar itu lalu membaringkan dirinya kembali di pinggiran tempat tidur. Dido meraih kedua kaki wanita itu dan langsung menempatkan dirinya tepat di depan selangkangan dokter Supriyati yang terbuka lebar. Dengan sangat perlahan Dido mengarahkan kemaluannya menuju liang vagina yang menganga itu dan, Sreett.., bleeesss. Aduuuhh, aauuu Didooo, sa.., sa.., sakiiittt, vaginaku robeeek aahh, sakiiit, teriak dokter Supriyati merasakan vaginanya yang ternyata terlalu kecil untuk penis Dido yang super besar, ia merasakan vaginanya robek oleh terobosan penis Dido. Lebih dahsyat dari saat ia mengalami malam pertamanya. Dido sayang, punya kamu besar sekali. Vaginaku rasanya robek do, main yang pelan aja ya, sayang?, pintanya lalu pada Dido. Ouuuhh, ba.., ba.., baik, Bu, jawab Dido yang tampak sudah merasa begitu nikmat dengan masuknya penis ke dalam vagina dokter Supriyati. Kini dibelainya rambut sang dokter sambil menciumi pipinya yang halus dengan mesra. Pemuda itu mulai menggerakkan penisnya keluar masuk vagina dokter Supriyati dengan perlahan sekali sampai beberapa menit kemudian rasa sakit yang ada dalam vagina wanita itu berubah menjadi nikmat, barulah Dido mulai bergerak menggenjot tubuh wanita itu dengan agak cepat. Gerakan tubuh mereka saling membentur mempertemukan kedua kemaluan mereka. Nafsu birahi mereka tampak begitu membara dari gerakan yang semakin

lama semakin menggairahkan, teriakan kecil kini telah berubah menjadi desah keras menahan nikmatnya hubungan seks itu. Keduanya tampak semakin bersemangat, saling menindih bergilir menggenjot untuk meraih tahap demi tahap kenikmatan seks itu. Dido yang baru pertama kali merasakan nikmatnya hubungan seks itu benar-benar menikmati keluar masuknya penis besar itu ke dalam liang vagina sang dokter yang semakin lama menjadi semakin licin akibat cairan kelamin yang muali melumasi dindingnya. Demikian pula halnya dengan dokter Supriyati. Ia begitu tampak kian menikmati goyangan tubuh mereka, ukuran penis Dido yang super besar dan terasa merobek liang vaginanya itu kini menjadi sangat nikmat menggesek di dalamnya. Ia berteriak sejadi-jadinya, namun bukan lagi karena merasa sakit tapi untuk mengimbangi dahsyatnya kenikmatan dari penis pemuda itu. Tak pernah ia bayangkan akan dapat menemukan penis sebesar dan sepanjang milik Dido, penis suaminya yang bahkan ia tahu sering meminum obat untuk pembesar alat kelamin tak dapat dibandingkan dengan ukuran penis Dido. Baru pertama kali ini ia melihat ada kemaluan sebesar itu, panjang dan keras sekali. Bunyi teriakan nyaring bercampur decakan becek dari kedua alat kelamin mereka memenuhi ruangan luas di kamar suite hotel itu. Desahan mereka menahan kenikmatan itu semakin memacu gerakan mereka menjadi kian liar. Ooohh, ooohh, ooohh, enaak, oooh, enaknya bu, ooohh nikmat sekali ooohh, desah Dido. mm, aahh, goyang terus, Do, ibu suka sama punya kamu, ooohh, enaknya, sayang ooohh, ibu sayang kamu Dido, ooohh, balas dokter Supriyati sambil terus mengimbangi genjotan tubuh pemuda itu dengan menggoyang pinggulnya. Lima belas menit lebih mereka melakukannya dengan posisi itu dimana Dido menindih tubuh sang dokter yang mengapit dengan pahanya. Kini saatnya mereka ingin mengganti gaya. Ouuuhh Dido sayang, ganti gaya yuuuk?, ajak sang dokter sambil menghentikan gerakannya. Baik, Bu, jawab pemuda itu mengiyakan. Kamu di bawah ya sayang? Ibu pingin goyang di atas tubuh kamu, katanya sambil menghentikan gerakan tubuh Dido, pemuda itu mengangguk sambil perlahan melepaskan penisnya dari jepitan vagina dokter Supriyati. Kemudian ia duduk sejenak mengambil nafas sambil memandangi tubuh wanita itu. uuuh, cantiknya wanita ini, ia bergumam dalam hati lalu berbaring menunggu dokter Supriyati yang sudah siap menungganginya. Kini wanita itu berjongkok tepat di atas pinggang Dido, ia sejenak menggenggam kemaluan pemuda itu sebelum kemudian memasukkannya kembali ke dalam liang vaginanya dengan perlahan dan santai. Kembali ia mendesah merasakan penis itu masuk menembus dinding kemaluannya dan menerobos masuk sampai dasar liang vagina yang terasa sempit oleh Dido.

Ooouuuhh, desahnya memulai gerakan menurun-naikkan pinggangnya di atas tubuh pemuda itu. Dido meraih payudara montok yang bergantungan di dada sang dokter, sesekali ia meraih puting susu itu dengan mulutnya dan menyDidot-nyDidot nikmat. Keduanya kembali terlibat adegan yang lebih seru lagi, dengan liar dokter Supriyati menggoyang tubuh sesuka hati, ia tampak seperti kuda betina yang benar-benar haus seks. Ia yang baru kali ini menikmati hubungan seks dengan lelaki selain suaminya itu benarbenar tampak bergairah, ditambah dengan ukuran kemaluan Dido yang super besar dan panjang membuatnya menjadi begitu senang. Dengan sepenuh hati ia raih kenikmatan itu detik demi detik. Tak semili meterpun ia lewatkan kenikmatan penis Dido yang menggesek dinding dalam kemaluannya. Ia semakin berteriak sejadi-jadinya. Aahh, ooohh, aahh, ooohh, ooohh, enaak, ooohh, nikmaatt, sekali, Dido sayaanngg, ooohh Dido, Do, enaak sayang ooohh, teriaknya tak karuan dengan gerakan liar di atas tubuh pemuda itu sembari menyebut nama Dido. Ia begitu menyukai pemuda itu. Ooohh Bu dokter, ooohh, ibu juga pintar mainnya, ooohh, Bu dokter cantik sekali, balas Dido. Remas susu ibu, Do. ooohh, sDidot putingnya sayang, ooohh pintarnya kamu, oooh, ibu senang sama punya kamu, ooohh, nikmatnya sayang, ooohh, panjang sekali, ooohh, enaak, lanjut sang dokter dengan gerakan yang semakin liar. Dido mengimbangi gerakan itu dengan mengangkat-angkat pantatnya ke arah pangkal paha dokter Supriyati yang mengapitnya itu. Ia terus menghujani daerah dada sang dokter yang tampak begitu disenanginya, puting susu itupun menjadi kemerahan akibat sDidotan mulut Dido yang bertubi-tubi. Namun beberapa saat kemudian sang dokter tampak tak dapat lagi menahan rasa nikmat dari penis pemuda itu. Ia yang selama dua puluh menit menikmati permainan itu dengan garang, kini mengalami ejakulasi yang begitu hebat. Gerakannya berubah semakin cepat dan liar, diremasnya sendiri buah dada montoknya sambil lebih keras lagi menghempaskan pangkal selangkangannya pada penis Dido hingga sekitar dua menit berlalu ia berteriak panjang sebelum kemudian menghentikan gerakannya dan memeluk tubuh pemuda itu. Ooohh, ooohh, aauu, aku keluarr, Dido, aahh, aah, aku, nggak kuat lagi aku, Do, ooohh, enaaknya, sayang, ooohh, Dido sayang, hhuuuh, ibu nggak tahan lagi, jeritnya panjang sambil memeluk erat tubuh Dido, cairan kelamin dalam rahimnya muncrat memenuhi liang vagina di mana penis Dido masih tegang dan keras. Ooohh nikmat bu, ooohh punya ibu tambah licin dan nikmat, ooohh, nikmat Bu dokter, ooohh, semakin nikmat sekali Bu dokter, ooohh, enaak, mm, ooohh, uuuhh, ooohh, ooohh, nikmat sekali, uuuhh, Bu dokter cantik, aauuuhh, ssshh nikmat bu, desah Dido merasakan kenikmatan dalam liang vagina sang dokter yang tengah mengalami ejakulasi, vagina itu terasa makin menjepit penisnya yang terus saja menggesek dinding vagina itu. Kepala penisnya yang berada jauh di dalam liang vagina wanita itu merasakan cairan hangat menyembur dan membuat liang vagina sang dokter terasa semakin nikmat dan licin.

Pemuda itu membalas pelukan dokter Supriyati yang tampak sudah tak sanggup lagi menggoyang tubuhnya di atas tubuh Dido. Sejenak gerakan mereka terhenti meski Dido sedikit kecewa karena saat itu ia rasakan vagina sang dokter sangat nikmat. Ia berusaha menahan birahinya yang masih saja membara dengan memberi ciuman mesra pada wanita cantik itu. Oh Dido sayang, kamu kuat sekali mainnya sayang, aku puas sekali, ibu betul-betul merasa seperti berada di tempat yang paling indah dengan sejuta kenikmatan cinta. Kamu betulbetul jago, katanya pada Dido sambil memandang wajah pemuda itu tepat di depan matanya, dipeluknya erat pinggang Dido untuk menahan goyangan penis di selangkangannya. Sejenak Dokter Supriyati beristirahat di pelukan pemuda itu, ia terus memuji kekuatan dan kejantanan Dido yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan sekalipun dari suaminya. Matanya melirik ke arah jam dinding di kamar itu. Dido.., sapanya memecah keheningan sesaat itu. Ya, bu?, jawab Dido sambil terus memberi kecupan pada pipi dan muka sang dokter yang begitu ia senangi. Sudah satu jam lamanya kita bermain, kamu hebat sekali, Do, lanjutnya terheran-heran. Saya baru sekali ini melakukannya, Bu, jawab Dido. Ah masa sih, bohong kamu, Do, sergah dokter Supriyati sambil membalas ciuman Dido di bibirnya. Benar kok, Bu. Sumpah saya baru kali ini yang pertama kalinya, Dido bersikeras. Tapi kamu mainnya kok hebat banget? Dari mana kamu tahu gaya-gaya yang tadi kita lakukan, lanjut sang dokter tak percaya. Saya hanya menonton film, Bu, jawab pemuda itu. Beberapa menit mereka ngobrol diselingi canda dan cumbuan mesra yang membuat birahi sang dokter bangkit untuk mengulangi permainannya. Dirasakannya dinding vagina yang tadinya merasa geli saat mengalami ejakulasi itu mulai terangsang lagi. Didopun merasakan gejala itu dari denyutan vagina sang dokter. Dido melepaskan pelukannya, lalu menempatkan diri tepat di belakang punggung sang dokter, tangannya nenuntun penis besar itu ke arah permukaan lubang kemaluan dokter Supriyati yang hanya pasrah membiarkannya mengatur gaya sesuka hati. Pemuda itu kini berada tepat di belakang menempel di punggung sang dokter, lalu perlahan sekali ia memasukkan penis besarnya ke dalam liang sang dokter dari arah belakang pantatnya. Ooohh, pintarnya kamu Dido, oooh ibu suka gaya ini, mm, goyang teruuuss, aahh, nikmat do, ooohh, sampai pangkalnya terusss, ooohh, enaak..tarik lagi sayang ooohh, masukin lagii ooohh, sampai pangkal nya Dido, ooohh, sayang nikmat sekali, ooohh, oohh Dido, ooohh, mm, Dido, sayang, desah sang dokter begitu merasakannya, atas bawah tubuhnya merasakan kenikmatan itu dengan sangat sempurna. Tangan Dido meremas susunya sementara penis pemuda itu tampak jelas keluar masuk liang vaginanya. Keduanya kembali terlihat bergoyang mesra meraih detik demi detik kenikmatan dari setiap gerakan yang

mereka lakukan. Demikian juga dengan Dido yang menggoyang dari arah belakang itu, ia terus meremas payudara montok sang dokter sambil memandang wajah cantik yang membuatnya semakin bergairah. Kecantikan Dokter Supriyati yang sangat menawan itu benar-benar membuat gairah bercinta Dido semakin membara. Dengan sepenuh hati digoyangnya tubuh bahenol dan putih mulus itu sampai-sampai suara decakan pertemuan antara pangkal pahanya dan pantat besar sang dokter terdengar keras mengiringi desahan mulut mereka yang terus mengoceh tak karuan menikmati hebatnya rasa dari permainan itu. Sekitar dua puluh menit berlalu tampak kedua insan itu sudah tak dapat menahan lagi rasa nikmat dari permainan mereka hingga kini keduanya semakin berteriak keras sejadi-jadinya. Tampaknya mereka ingin segera menyelesaikan permainannya secara bersamaan. Huuuh, ooohh, ooohh, aahh, ooohh, nikmat sekali Do, goyang lagi sayang, ooohh, ibu mau keluar sebentar lagi sayang, ooohh, goyang yang keras lagi sayang, ooohh, enaknya penis kamu, ooohh, ibu nggak kuat lagi oooh, jerit dokter Supriyati. Uuuhh, aahh, ooohh, mm, aah, saya juga mau keluar Bu, ooohh, dokter Supriyati sayaang, ooohh, mm, enaakk sekali, ooohh, ooohh, dokter sayang, ooohh, dokter cantik, ooohh, enaakk, dokter dokter sayang, ooohh, vagina dokter juga nikmat sekali, oooh, teriak Dido juga. Ooohh enaknya sayang, ooohh, pintar kamu sanyang, ooohh, kocok terus, oooh, genjot yang keraass, ooohh. Ooohh dokter, susunya, ooohh, saya mau sDidot, ooohh, Dido meraih susu sang dokter lalu menyDidotnya dari arah samping. Oooh Dido pintarnya kamu sayang, ooohh, nikmatnya, ooohh, ibu sebentar lagi keluar sayang, ooohh, keluarin samaan yah, ooohh, ajak sang dokter. Saya juga mau keluar Bu, yah kita samaan Bu dokter, ooohh, vagina ibu nikmat sekali, ooohh, mm, enaknya, ooohh, teriak Dido sambil mempercepat lagi gerakannya. Namun beberapa saat kemudian dokter Supriyati berteriak panjang mengakhiri permainannya. Aauuuwww, ooohh, Didooo, ibu nggak tahan lagiii, keluaar, aauhh nikmatnya sayang, ooohh, jeritnya panjang sambil membiarkan cairan kelaminnya kembali menyembur ke arah penis Dido yang masih menggenjot dalam liang kemaluannya. Dido merasakan gejala itu lalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirinya keluar juga, beberapa saat ia merasakan vagina sang dokter menjepit kemaluannya keras diiringi semburan cairan mani yang deras ke arah penisnya. Dan beberapa saat kemudian ia akhirnya berteriak panjang meraih klimaks permainan. Ooohh, aahh, oooww,aahh, dokter, Supriyati, sayyaang, oooh, enaak sekalii, ooohh saya juga keluaarr, ooohh, jeritnya panjang sesaat setelah sang dokter mengakhiri teriakannya. Dido sayang, ooohh, jangan di dalam sayang, ooohh, ibu nggak pakai alat kontrasepsi, ooohh, sini keluarin di luar Dido, sayang berikan pada ibu, oooh, enaknya, cabut sayang. Semprotkan ke Ibu, ooohh, pintanya sembari merasakan nikmatnya denyutan penis Dido.

Ia baru sadar dirinya tak memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Didorongnya tubuh Dido sambil meraih batang penis yang sedang meraih puncak kenikmatan itu. Kemudian pemuda itu mencabut penisnya dengan tergesa-gesa dari liang kemaluan sang dokter dan, Cropp bresss, crooottt.., crooott.., creeess, cairan kelamin Dido menyembur ke arah wajah sang dokter. Dido berdiri mengangkang di atas tubuhnya dan menyemburkan air maninya yang sangat deras dan banyak ke arah badan dan muka sang dokter. Sebagian cairan itu bahkan masuk ke mulut sang dokter. Ohh, sayang,terus ooohh, berikan pada ibu, ooohh, hmm, nyam, enaknya, ooohh, semprotkan pada ibu, ooohh, ibu ingin meminumnya Dido, ooohh, enaakkknya sayang, oooh, lezat sekali, jerit wanita itu kegirangan sambil menelan habis cairan mani pemuda itu ke dalam mulutnya, bahkan belum puas dengan itu ia kembali meraih batang penis Dido dan menyDidot keras batang kemaluannya dan menelan habis sisa-sisa cairan itu hingga Dido merasakan semua cairannya habis. Ooohh Bu dokter, ooohh dokter, saya puas sekali bu, kata Dido sembari merangkul tubuh sang dokter dan kembali berbaring di tempat tidur. Kamu kuat sekali Dido, sanggup membuat ibu keluar sampai dua kali, kamu benar-benar hebat dan pintar mainnya, ibu suka sekali sama kamu. Nggak pernah sebelumnya ibu merasakan kenikmatan seperti ini dengan suami ibu. Dia bahkan tak ada apa-apanya dibanding kamu, seru sang dokter pada Dido sambil mencium dada pemuda itu. Saya juga benar-benar puas sekali, Bu. Ibu memberikan kenikmatan yang nggak pernah saya rasakan sebelumnya. Sekarang saya tahu bagaimana nikmatnya bercinta, jawab Dido sekenanya sambil membalas ciuman dokter Supriyati. Tangannya membelai halus permukaan buah dada sang dokter dan memilin-milin putingnya yang lembut. Tapi apakah ibu tidak merasa berdosa pada suami Ibu, kita sedang berselingkuh dan ibu punya keluarga, sergah Dido sambil menatap wajah manis dokter Supriyati. Apakah aku harus setia sampai mati sementara dia sekarang mungkin sedang asyik menikmati tubuh wanita-wanita lain?. Benarkah?. Aku pernah melihatnya sendiri, Do. Waktu itu kami sedang berlibur di Singapura bersama kedua anakku, lanjut sang dokter memulai ceritanya pada Dido. Dido hanya terdiam mendengar cerita dokter Supriyati. Ia menceritakan bagaimana suaminya memperkosa seorang pelayan hotel tempat mereka menginap waktu ia dan anakanaknya sedang berenang di kolam hotel itu. Betapa terkejutnya ia saat menemukan sang pelayan keluar dari kamarnya sambil menangis histeris dan terisak menceritakan semuanya pada manajer hotel itu dan dirinya sendiri. Kamu bisa bayangkan, Do. Betapa malunya ibu, sudah bertahan-tahun kami hidup bersama, dengan dua orang anak, masih saja dia berbuat seperti itu, dasar lelaki kurang ajar, bangsat dia itu, ceritanya pada Dido dengan muka sedih.

Maaf kalau saya mengungkap sisi buruk kehidupan ibu dan membuat ibu bersedih. Tak apa, Do. Ini kenyataan kok. Dilihatnya sang dokter meneteskan air mata, Saya tidak bermaksud menyinggung ibu, oh.., Dido berusaha menenangkan perasaannya, ia memeluk tubuh sang dokter dan memberinya beberapa belaian mesra. Tak disangkanya dibalik kecantikan wajah dan ketenaran sang dokter ternyata wanita itu memiliki masalah keluarga yang begitu rumit. Tapi saya yakin dengan tubuh dan wajah ibu yang cantik ini ibu bisa dapatkan semua yang ibu inginkan, apalagi dengan permaian ibu yang begitu nikmat seperti yang baru saja saya rasakan, bu, Kata Dido menghibur sang dokter. Ah kamu bisa aja, Do. Ibu kan sudah nggak muda lagi, umur ibu sekarang sudah empat puluh tiga tahun, lho?. Tapi, Bu terus terang saja saya lebih senang bercinta dengan wanita dewasa seperti ibu. Saya suka sekali bentuk tubuh ibu yang bongsor ini, lanjut pemuda itu sambil memberikan ciuman di pipi sang dokter, ia mempererat pelukannya. Kamu mau pacaran sama ibu?. Kenurut ibu apa yang kita lakukan sekarang ini bukannya selingkuh?, tanya Dido. Kamu benar suka sama ibu?. Benar, Bu. Sumpah saya suka sama Ibu, Dido mengecup bibir wanita itu. Oh Dido sayang, ibu juga suka sekali sama kamu. Jangan bosan yah, sayang?. Nggak akan, bu. Ibu begitu cantik dan molek, masa sih saya mau bosan. Saya sama sekali tidak tertarik pada gadis remaja atau yang seumur. Ibu benar-benar sesuai seperti yang saya idam-idamkan selama ini. Saya selalu ingin bermain cinta dengan ibu-ibu istri pejabat. Tubuh dan goyang Bu dokter sudah membuat saya benar-benar puas. Mulai sekarang kamu boleh minta ini kapan saja kamu mau, Do. Ibu akan berikan padamu, jawab sang dokter sambil meraba kemaluan Dido yang sudah tampak tertidur. Terima kasih, Bu. Ibu juga boleh pakai saya kapan saja ibu suka. Ibu sayang kamu, Do. Saya juga, Bu. oooh dokter Supriyati, desah pemuda itu kemudian merasakan penisnya teremas tangan sang dokter. Oooh Dido, sayang.., balas dokter Supriyati menyebut namanya mesra. Kembali mereka saling berangkulan mesra, tangan mereka meraih kemaluan masing-masing dan berusaha membangkitkan nafsu untuk kembali bercinta. Dido meraih pantat sang dokter dengan tangan kirinya, mulutnya menyDidot bibir merah sang dokter. Oooh dokter Supriyati, sayang, ooohh, desah Dido merasakan penisnya yang mulai bangkit lagi merasakan remasan dan belaian lembut tangan sang dokter. Sementara tangan pemuda itu sendiri kini meraba permukaan kemaluan dokter Supriyati yang mulai terasa basah lagi. ooohh, uuuhh Dido sayang, nikmat.sayang, ooohh Dido, Ibu pingin lagi, Do, ooohh, kita main lagi sayang, ooohh, desah manja dan menggairahkan terdengar dari mulut dokter Supriyati. Uuuhh, saya juga kepingin lagi Bu dokter, ooohh, Ibu cantik sekali, oooh, dokter Supriyati sayang, ooohh, remas terus penis saya Bu, ooohh.

Ibu suka penis kamu Do, bentuknya panjang dan besar sekali. ooouuuhh, baru pertama ini ibu merasakan penis seperti ini, suara desah dokter Supriyati memuji kemaluan Dido. Begitu mereka tampak tak tahan lagi setelah melakukan pemanasan selama lima belas menit, lalu kembali keduanya terlibat permainan seks yang hebat sampai kira-kira pukul empat dini hari. Tak terasa oleh mereka waktu berlalu begitu cepat hingga membuat tenaga mereka terkuras habis. Dokter Supriyati berhasil meraih kepuasan sebanyak empat kali sebelum kemudian Dido mengakhiri permainannya yang selalu lama dan membuat sang dokter kewalahan menghadapinya. Kejantanan pemuda itu memang tiada duanya. Ia mampu bertahan selama itu, tubuh sang dokter yang begitu membuatnya bernafsu itu digoyangnya dengan segala macam gaya yang ia pernah lihat dalam film porno. Semua di praktikkan Dido, dari doggie style sampai 69 ia lakukan dengan penuh nafsu. Mereka benarbenar mengumbar nafsu birahi itu dengan bebas. Tak satupun tempat di ruangan itu yang terlewat, dari tempat tidur, kamar mandi, bathtub, meja kerja, toilet sampai meja makan dan sofa di ruangan itu menjadi tempat pelampiasan nafsu seks mereka yang membara. Akhirnya setelah melewati ronde demi ronde permainan itu mereka terkulai lemas saling mendekap setelah Dido mengalami ejakulasi bersamaan dengan orgasme dokter Supriyati yang sudah empat kali itu. Dengan saling berpelukan mesra dan kemaluan Dido yang masih berada dalam liang vagina sang dokter, mereka tertidur pulas. Malam itu benar-benar menjadi malam yang sangat indah bagi keduanya. Dido yang baru pertama kali merasakan kehangatan tubuh wanita itu benar-benar merasa puas. Dokter Supriyati telah memberinya sebuah kenikmatan yang selama ini sangat ia dambakan. Bertahun-tahun lamanya ia bermimpi untuk dapat meniduri istri pejabat seperti wanita ini, kini dokter Supriyati datang dengan sejuta kenikmatan yang ia berikan. Semalam suntuk penuh ia lampiaskan nafsu birahinya yang telah terpendam sedemikian lama itu di tubuh sang dokter, ia lupa segalanya. Dido tak dapat mengingat sudah berapa kali ia buat sang dokter meronta merasakan klimaks dari hubungan seks itu. Cairan maninya terasa habis ia tumpahkan, sebagian di mulut sang dokter dan sebagian lagi disiramkan di sekujur tubuh wanita itu. Begitupun dengan dokter Supriyati, baginya malam yang indah itu adalah malam pertama ia merasakan kenikmatan seksual yang sesungguhnya. Ia yang tak pernah sekalipun mengalami orgasme saat bermain dengan suaminya, kini merasakan sesuatu yang sangat hebat dan nikmat. Kemaluan Dido dengan ukuran super besar itu telah memberinya kenikmatan maha dahsyat yang takkan pernah ia lupakan. Belasan kali sudah Dido membuatnya meraih puncak kenikmatan senggama, tubuhnya seperti rontok menghadapi keperkasaan anak muda itu. Umur Dido yang separuh umurnya itu membuat suasana hatinya sangat bergairah. Bagaimana tidak, seorang pemuda tampan dan perkasa yang berumur jauh di bawahnya memberinya kenikmatan seks bagai seorang ksatria gagah perkasa. Ia sungguh-sungguh puas lahir batin sampai-sampai ia rasakan tubuhnya terkapar

lemas dan tak mampu bergerak lagi, cairan kelaminnya yang terus mengucur tiada henti saat permainan cinta itu berlangsung membuat vaginanya terasa kering. Namun sekali lagi, ia merasa puas, sepuas-puasnya. Sejak saat itu, dokter Supriyati menjalin hubungan gelap dengan dengan Dido. Kehidupan mereka kini penuh dengan kebahagiaan cinta yang mereka raih dari kencan-kencan rahasia yang selalu dilakukan kedua orang itu saat suami dokter Supriyati tidak di rumah. Di hotel, di apartement Dido atau bahkan di rumah sang dokter mereka lakukan perselingkuhan yang selalu diwarnai oleh hubungan seks yang seru tak pernah mereka lewatkan. Terlampiaskan sudah nafsu seks dan dendam pada diri mereka masing-masing. Dokter Supriyati tak lagi mempermasalahkan suaminya yang doyan perempuan itu. Ia bahkan tak pernah lagi mau melayani nafsu birahi suaminya dengan serius. Setiap kali lelaki itu memintanya untuk bercinta ia hanya melayaninya setengah hati. Tak ia hiraukan lagi apakah suaminya puas dengan permainan itu, ia hanya memberikan pelayanan sekedarnya sampai lelaki botak dan berperut besar itu mengeluarkan cairan kelaminnya dalam waktu singkat kurang dari tiga menit. Ingin rasanya dokter Supriyati meludahi muka suaminya, lelaki tak tahu malu yang hanya mengandalkan uang dan kekuasaan. Yang dengan sewenang-wenang membeli kewanitaan orang dengan uangnya. Lelaki itu tak pernah menyangka bahwa istrinya telah jatuh ke tangan seorang pemuda perkasa yang jauh melebihi dirinya. Ia benarbenar tertipu.

Boyfriend Istriku
Posted on June 1, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Cerita dewasa melayu Aku mengajak kawan isteriku tidur saja di rumahku. Dia dan isteriku baru saja sampai dari langkawi menghadiri seminar sehari. Sebenarnya Suep ni adalah X boyfriend isteriku. Dulu mereka pernah bercinta selama 7 tahun semenjak dari tingkatan 3 lagi. Apa yang aku tahu mereka berpisah bila Suep ni ditunangkan oleh keluarganya dengan perempuan pilihan orang tua. Tapi setelah aku bernikah dengan isteriku, Suep memutuskan pertunangan dengan perempuan pilihan orang tuanya. Aku pun tak tahu kenapa dan Suep tak kahwin lagi hingga sekarang. Setelah kami berkahwin, aku telah membawa isteriku ke sarawak sebab aku ditugaskan disana dan isteriku seorang guru juga memohon pertukaran ke sarawak. Selepas 5 tahun disarawak, kami pulang ke semenanjung dan aku bertugas di Kedah tapi isteriku hanya dapat bertukar ke perak. Jadi terpaksalah kami tinggal berasingan, aku diAs dan isteriku diPB. Isteriku berjumpa kembali dengan x boyfriendnya semasa menghadiri seminar sehari dilangkawi. Semasa aku menjemput isteriku di kuala perlis isteriku memperkenalkan Suep dengan aku tapi disebabkan hari dah malam masa tu, aku meminta Suep mengikut kami pulang ke rumah dan bermalam saja di rumah kami. Suep menyambut baik cadanganku. Selepas makan malam,kami berdua duduk bersembang di ruang tamu.Sambil berborak2 pasal diri masing2. Aku bertanya pada Suep kenapa tak kahwin2 lagi, dia kata belum ada jodoh lagi. Lagi pun dia belum jumpa perempuan yang sesuai. Suep

dan isteriku sebaya berumur 31 tahun dan aku 39 tahun. Walau pun kami dah kahwin selama 6 tahun, tapi kami belum lagi dikurnia cahaya mata. Lebih kurang pukul 12 malam,mata aku mula mengantuk.Aku lihat Suep belum mengantuk lagi dan aku pun meminta maaf pada Suep yang aku perlu masuk tidur dulu.Isteriku masih lagi berborak dengan Suep semasa aku masuk ke bilik. Aku membaringkan tubuhku di atas katil tapi mata ku susah untuk lelap walaupun aku betul2 mengantuk masa tu.Tak lama selepas tu isteriku masuk ke dalam bilik dan aku pura2 tidur dan isteriku memberi satu ciuman dipipiku dan keluar bilik semula.Isteriku nur kelihatan bergerak keluar dari bilik sambil menutup daun pintu semula.Ahhhmungkin dia pastikan bilik tetamu untuk Suep fikirku. Aku cuba memejamkan mata semula.Tapi gagal.Tidurku nampaknya terganggu.Aku memerhati jam loceng.Pukul 12.15 pagi.Aku cuba pejam mata lagi. Hatiku berdebardebar.Aku pandang jam lagi,pukul 12.30 pagi.Mana pi nur ni? Takkan lama sangat pergi check bilik. Aku mula syak yang bukan bukan. Aku bangkit dari katil dan keluar dari bilikku.Perlahan-lahan kerana aku tak mahu isteriku dan Suep menyedari, aku ingin mengintip apa yang dilakukan olih isteriku. Aku pun melangkah perlahan-lahan menuju ke ruang tamu.Kelihatan isteriku sedang duduk di atas sofa menonton bersama-sama Suep sambil berborak. Aku menyembunyikan diri disebalik almari hiasan sambil menundukkan kepalaku.Keadaan gelap di ketika itu tidak bisa menampakkan diriku.Aku dapat melihat mereka berdua dengan jelas sebab lampu diruang tamu masih menyala begitu juga dengan TV yang masih terpasangaku terus memerhatikan mereka. Aku dapat mendengar apa yang mereka bualkan. Mereka tengah berbual kisah2 lalu semasa mereka bercinta dan lepas tu aku dengar isteriku bertanya pada Suep kenapa dia tak kahwin2 lagi. Suep mengatakan yang dia masih menyintai isteriku dan dia tak dapat nak menerima perempuan lain dalam hidupnya. Aku lihat tiba2 isteriku terdiam dan terus tunduk membisu, rupanya isteriku menitiskan air matanya bila Suep mengaku yang dia masih menyintai isteriku. Tiba-tiba Suep bangkit dari tempat duduknya lalu duduk disebelah isteriku.Suep mengambil tisu diatas meja dan mengelap pipi isteriku.Selepas itu Suep terus memegang dan meramas tangan kanan isteriku sambil membisik pada isteriku yang dia tak dapat melupakan saat2 manis semasa mereka bercinta dulu. Aku lihat Suep mencium pipi isteriku dan bila dia lihat isteriku hanya diam dan tak melarang, Suep terus mengangkat dagu isteriku dan merapatkan bibirnya ke bibir isteriku. Aku lihat isteriku juga membalas ciuman Suep sambil memejamkan mata. Pelahan lahan aku lihat tangan Suep merayap dari peha kedada isteriku dan terus meramas ramas dari luar baju tidur (kelawar) yang isteriku pakai. Isteriku mempunyai payudara yang agak besar 34C, tegang, bulat dan mempunyai puting yang besar dan juga kulit yang putih bersih. Aku lihat isteriku menggeliat bila buah dadanya di ramas oleh Suep. Aku berjalan perlahan ke bilik ku semula dan mengambil Video Cam dan keluar semula dibelakang almari dan memasang Video Cam. Aku ingin merakam segala aktiviti isteriku dan Suep.

Kemudian aku lihat tangan Suep turun kebawah dan menarik baju tidur isteriku ke atas peha dan memasukan tangannya terus ke dada isteriku. Tiba2 mungkin isteriku baru tersedar, dia terus menahan tangan Suep dari terus meramas dadanya. Isteriku terus berkata jangan Suep, kita tak boleh lakukan ni nanti suami nur bangun susah kita. Suami nur tak akan bangun, kan tadi nur kata dia kalau tidur tak akan sedar hingga ke pagi Ya..tapi ini salah.. nur tak sanggup untuk menduakan suami nur Tolonglah nurSuep betul2 rindukan nurrindu nak pegang buah dada nur macam dulu bagilah Suep pegang sekali ini saja untuk melepaskan rindu Baiklah tapi diluar saja tau kata isteriku. Okdi luar saja.. balas Suep. Bila aku mendengar kata2 Suep tadibaru aku tahu yang mereka dulu memang selalu ringan2. Dulu pernah aku bertanya pada isteriku pernah ke Suep pegang buah dadanya atau tempat tempat lain tapi isteriku mengatakan yang Suep tak pernah memegang tubuhnya kecuali tangan sahaja. Aku percaya pada isteriku sebab malam pertama kami dulu memang isteri betul2 sakit bila aku pecahkan daranya. Sekarang aku lihat Suep sedang meramas ramas dada isteriku dari luar bra sambil menjilat2 pipi dan telinga isteriku. Aku lihat isteriku dah mula pejam celik dan merengek rengek..ahhh..ahhh kesedapan. Bila mendengar isteriku merengek, batangku pun dah mula kerasaku tak tahu nak buat apa.. sakit hati pun ada tapi yang lebihnya aku jadi seronok melihat isteriku di peluk dan diramas ramas olih lelaki lain. Aku dapat memerhati yang tangan Suep sedang mengusap dan meramas ramas dada isteriku.Bibir dan mulutnya pulak sedang mencium dan menjilat batang tengkuk isteriku.Sekali sekala dia menjilat telinga isteriku dan isteriku tak berhenti henti merengek. Kemudian Suep membisikkan sesuatu ke telinga isteriku.Isteriku menggelengkan kepalanya tanda tak setuju tapi Suep terus memujuk dan merayu. Yang peliknya, walau pun isteriku kata jangan tapi dia tetap mengangkat punggung dan tangannya keatas supaya senang Suep menarik keatas baju tidurnya dan terus keluar dari kepala dan tangannya.Kini tersembul dua biji buah dadanya yang pejal dan montok itu disebalik bra hitamnya.Suep terus meramas dada isteriku dari luar bra dengan tangan kirinya dan aku lihat tangan kanannya berusaha membuka kancing bra isteriku. Bila isteriku tersedar yang cangkuk branya dah terbuka, dia terus menahan Suep dari membuka terus branya dengan tangan. Suep terus merayu. Bila isteriku diam, Suep tidak membuang masa,lalu dia menarik dan membuka bra isteriku dan terus meramas buah dada kiri isteriku sementara dada kanannya dihisap dengan penuh selera.Isteriku mengeliat kesedapan sambil merengek rengek.Matanya sekejap tertutup sekejap terbuka.Dia benar-benar terangsang dengan urutan dan hisapan Suep. Aku lihat Suep betul2 melepaskan geram pada buah dada isterikuaku lihat Suep meramas meramas buah dada isteriku kuat sekalisekejap diramasnya kuat2 dan sekejap ditekan2.Selepas itu di gentel2 dan ditarik2 puting isteriku. Suep terus menjilat, menguli dan mengigit puting dan buah dada isteriku sepuas2 hatinya..dan aku lihat isteriku merengek2 kesedapan.

Aku jadi terangsang bila melihat isteriku digagahi oleh lelaki lain.Aku mencangkung melihat aksi mereka lagi sambil merakam segala apa yang mereka lakukan, apa yang aku lihat isteriku ini macam suka sangat dengan sex ganaslagi ganas Suep meramas dadanya lagi kuat isteriku merengek. Aku pasti lepas ni mesti buah dada isteriku lebam2. Kadang2 aku sengaja zoom video cam dengan lebih dekat untuk lihat macam mana ganasnya tangan Suep meramas dan menggigit buah dada isteriku. Suep mula menanggalkan kain pelikatnya.Koneknya yang agak besar dan tercacak keras itu dihalakan ke mulut isteriku. Isteriku enggan membuka mulutnya walaupun dipujuk oleh Suep. Aku zoom video cam betul2 dekat dengan batang Suep dan aku lihat batang Suep besar betul lebih kurang sama besar dengan tangan isteriku, panjangnya adalah dalam 7 1/2 inci. Aku rasa kalau dia masukkan dalam cipap isteriku mesti koyak cipap isteriku sebab dengan batangku yang size biasa ni pun isteriku kata sakit masa mula mula masuk inikan pula batang besar macam tu. Suep kemudiannya mencium keseluruhan tubuh isteriku dan cuba untuk melucutkan seluar dalam isteriku. Isteriku cuba menahan tapi dengan keras Suep menarik tangan isteriku dan terus membuka seluar dalam isteriku. Kini cipap isteriku yang putih bersih tanpa bulu dan tembam itu terserlah luas. Sekarang isteriku dan Suep dah sama2 bogel tanpa seurat benang. Suep terus mengangkangkan peha isteriku dan membelai cipap isteriku. Isteriku hanya diam dan menanti apa yang akan Suep lakukan seterusnya.Bila terasa Suep membelai cipapnya, isteriku tanpa disuruh mengangkangkan lebih luas lagi kedua pahanya lalu kelihatan alur lurah dendam kemerahan yang dibasahi air mazinya. Tanpa membuang masa, Suep menjilat cipap isteriku bertalu-talu.Lidahnya juga meneroka lurah itu dalam-dalam.Tangannya tak henti-henti meramas buah dada isteriku sehingga isteriku mengangkat punggung dan menekan kepala sambil mulutnya berbunyi.aaaaahhhhh.Suepmmm. Aku tahu isteriku dah klimak untuk pertama kali. Kemudian Suep berdiri sambil memegang koneknya.Dihalakan koneknya tepat ke alur lurah dendam itu.Sebaik saja konek itu bertemu dengan bibir cipap isteriku,isteri membuka matanya dan menghalang Suep daripada meneruskan niatnya. Lantas dia cuba menolak Suep tapi Suep terus memeluk isteriku dan merayu. Suep menarik isteriku ke bawah dan membaringkan isteriku diatas karpet. Isteriku menurut sahaja dan aku lihat Suep menindih isteriku dan menghulur koneknya dicelah alur lurah cipap isteriku.Jelas aku lihat Suep menyelak kedua bibir cipap isteriku dengan tangan dan meletakkan koneknya yang besar itu di celah cipap isteriku dan aku lihat isteriku merapatkan sedikit pehanya..mungkin dia takut Suep memasukkan koneknya kedalam.

Aku lihat Suep terus mengosok gosok koneknya diluar cipap isteriku sambil mengisap dan mengulum buah dada isteriku. Sambil menggosok koneknya Suep tak berhenti2 meramas dan mengisap dada isteriku dan tak tinggal juga lidah isteriku disedut2. Makin lama Suep mengosok gosok koneknya dicelah cipap isteriku, aku lihat isteriku pun menikmatinya dan merengek rengek kesedapan sambil pehanya semakin terbuka luas dan mungkin isteriku terleka kerana kesedapan dia dengan tak sengaja mengangkat kedua lututnya keatas dan kakinya diletak kat atas punggong Suep maka terkangkang luaslah iateriku. Entah macam mana..mungkin sebab isteriku tak tersedar pehanya dah terbuka luas,Suep mengambil kesempatan menjolok batangnya masuk setengah kedalam lubang cipap isteriku.Tersentak dan terlopong mulut isteriku. Belum sempat isteriku untuk menolak Suep dan merapatkan pehanya, Suep terus menekan dengan kuat hingga habis batangnya masuk semua kedalam cipap isteriku. Suep terus menghentikan tikamannya dan membiarkan batangnya tenggelam habis kedalam cipap isteriku. Aku lihat isteriku pasrah sajamungkin dia dah tak dapat nak buat apa apa benda dah masuk dan sedap pulak tu isteriku terus mengangkang seluas luasnya. Bila melihat isteriku dah boleh terima batangnya Suep terus menghenyut batangnya keluar masuk kedalam cipap isteriku. Ditarik keluar lalu dihenjut masuk kembali. Diulangi perbuatannya itu sehingga bergegar badan isteriku. Isteriku pun tak mahu mengalah terus merengek rengek dan mengelek gelek ponggongnya. Konekku yang masih keras semenjak dari tadi ,ku urut-urut berkali-kali sambil menikmati aksi isteriku. Aku zoom video cam aku ke celah kangkang isteriku dan aku lihat lubang cipap isteriku betul betul penuh dengan batang Suep. Bila Suep tarik batangnya keluar, aku lihat macam semua isi dalam cipap isteriku pun nak mengikut keluar bagitu juga bila ditolak kedalam semua ikut masuk. Suep terus mengenjut isteriku sekuat2 hatinya hingga aku dengar berdecap2 dan bergoyang2 badan isteriku. Isteri pun tak berhenti merengek2 dan mengelek2 punggongnya.tiba2 aku lihat isteriku terus memeluk Suep dan menyangkat kakinya dan mengepit punggong Suep. Dengan cepat Suep terus mencabut batangnya dari cipap isteriku dan digosok2 kat luar cipap isteriku. Isteriku terus mengeluh Suep terus memasukkan batangnya dan menghenjut sekuat hatinyaterbeliak mata isteriku bila Suep buat macam tu. Suep terus mengenjut cipap isteriku sekuat hatinya..sekejap ditarik keatas dan sekejap ditolak dari bawah..dan kadang aku lihat Suep memutar mutar batangnya didalam cipap isteriku dan bila isteriku baru nak klimak, Suep berhenti bergerak dan dibiarkan saja batangnya tenggelam didalam cipap isteriku. Suep terus mengangkat isteriku keatas badannya dan dia baring dibawah. Aku lihat isteriku terus mengangkang diatas Suep dan memasukkan sendiri batang Suep kelubang cipapnya. Dan istriku macam dirasuk menghentak hentak punggongnya keatas batang Suep dan Suep tak berhenti henti meramas ramas buah dada isteriku. Tak pernah isteriku gila macam ni bila dia bersama denganku. Akhirnya isteriku mengeluh dengan kuat dan menekan cipapnya sedalam dalamnya dan terus rebah kat atas badan Suep tanda isteriku dah klimak untuk

kedua kalinya. Suep pun menghentikan gerakan batangnya mungkin untuk memberi isteriku rehat sebentar selepas mendapat kepuasan nya yang kedua. Bila isteriku dah boleh bernafas dengan betul, Suep mencabut batangnya dan memusingkan badan isteriku. Isteriku terus berpusing dan menunggengkan bontotnya sambil tangannya memegang sofa. Suep terus memasukkan batangnya dari belakangaku lihat Suep seronok mengenjut cipap isteriku dari belakang sehingga isteriku klimak untuk ketiga kalinya. Sambil mengenjut, Suep menggosok2 lubang bontot isteriku dengan jarinya. Aku lihat isteriku seronok bila dilakukan begitu. Tiba2 Suep mencabut batangnya dan cuba untuk memasukkan batangnya kedalam lubang bontot isteriku. Isteriku tersedar dan terus menjatuhkan punggongnya kebawah, melarang Suep dari memasukki bontotnya. Jangan Suepsuami nur pun tak pernah masuk belakangnur tak mahu. suami nur pun nur tak bagi Apa salahnyasuami nur dapat pecah depan, bagilah Suep pecahkan yang belakang pulak Lain kali lah Suepnur takut nur tak dapat jalan esokapa pulak kata suami nur nanti Okaylah lain kali kita buat yakata Suep sambil memusingkan isteriku terlentang, meletak bantal sofa kat bawah punggong isteriku dan terus memasukkan batangnya. Suep terus mengenjut cipap isteriku sehingga isteriku terpancut untuk kali yang ke empat barulah Suep memancutkan airnya kedalam cipap isteriku. Suep cuba untuk mencabut batangnya keluar tapi dilarang olih isteriku. Aku lihat Suep membiarkan batangnya tenggelam dalam cipap isteriku. Suep menikmati kemutan isteriku sambil memeluk dan mencium mulut isteriku. Ada dalam 10 minit, batang Suep pun mengecut dan terkeluar sendiri dari dalam cipap isteriku. Kemudian aku lihat isteriku menolak Suep turun dari badannya dan mengutip baju tidur, bra dan seluar dalamnya. Bila aku lihat isteriku mengutip pakaiannya, aku terus offkan video cam dan terus masuk ke bilik. Di dalam bilik aku sorok video camku dibawah katil dan aku terus baring dikatil seolah2 aku tengah tidur lena. Tak lama itu aku dengar isteriku masuk kedalam bilik dan terus kebilik air yang berada didalam bilikku. Aku terus pura2 tidur sehingga isteriku keluar dari bilik air dan baring disebelahku. Aku buat buat macam baru tersedar dan terus memeluk isteriku sambil mata ku terpejam seolah2 aku masih lagi tidur dan aku terasa isteriku macam terkejut bila aku memeluknya. Sambil mata aku terpejam, tangan ku meraba dan meramas dada isteriku. Aku lihat isteriku cuba untuk melarang tanganku dari terus meramas dadanya. Aku alih tanganku ke bawah dicelah kangkang isteriku dan meraba cipapnya sambil aku mencium pipi dan bertanya pada isterikupukul berapa sekarang sayang.seolah olah aku baru tersedar. Isteriku memandang pada jam dinding yang terletak dibilikku dan berkata pukul 2.00pagi bang. Aku dengar suara isteriku terketar menjawab. Sayang baru nak tidur ke..aku bertanya pada isteriku. Tak lahnur baru bangun gi buang air tadijawab isteriku.

Aku terus memeluk isteriku sambil meraba raba dadanya. Isteriku cuba menghalang tanganku sambil berkatajanganlah bangnur ngantuklah katanya. Tapi aku terus juga meramas buah dadanya dari luar baju tidurnya tanpa bra. Aku faham sangat dengan isteriku, dia tak pernah melarang aku untuk bersama dengannya. Aku terus meramas ramas dan menggentel gentel putingnya. isteriku terus merayu. Sebenarnya memang batangku masih lagi tegang bila melihat Suep melanyak isteriku tadi. Tangan ku terus menarik baju tidur isteriku keatas dan terus membukanya. Dalam samar samar cahaya lampu bilik tidur, aku dapat melihat muka isteriku merah dan risau. Aku tahu apa yang dia risaukan sebab dia baru je lepas projek dengan Suep tadi. Aku terus meraba cipap isteriku dan memasukkan jariku ke dalam cipap isteriku dan aku rasa basah didalam cipap isteriku. Eh sayang tak pakai seluar dalam ke? selalu tak pernah tak pakai seluar dalam Nur baru buka masa nur masuk bilik air tadi Cepatnya basah sayang punyaselalu susah nak basah Sebenarnya aku tahu yang basah tu bukan air mazi isteriku tapi air mani Suep. Aku terus membuka kain ku dan naik celapak keatas isteriku dan terus memasukkan batang ku kedalam cipap isteriku. Aku rasa senang je batangku masuk kedalam cipap isteriku Aku lihat muka isteriku merah saperti orang serba salah. Aku terus menghenjut cipap isterikulama juga aku menghenjut tapi aku lihat isteriku tak juga sampai sampai. Selalunya dia akan mengelek gelek punggongnya semasa aku menghenjut tapi malam ni dia diam je. Biasanya aku akan tunggu isteriku sampai dulu baru aku pancut. Aku terus mengenjut cipap isteriku. Ada dalam 5 minit tiba tiba isteriku mengangkat kaki ke punggong ku dan mengangkat cipapnya keatas dan terus mengeluh. Aku tahu isteriku pura pura klimak supaya aku tak syak. kalau isteriku klimak aku faham sangat cara dia mengemut dan cara dia menggelek punggongnya. Lepas tu aku terus menghenjut isteriku kuat kuat sehingga katil ku berbunyi. Sengaja aku buat macam tu supaya Suep dengar diluar sana. Aku pun terus menghenjut hingga terpancut di dalam cipap isteriku.

Amoi Cina Cantik


Posted on June 1, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Puki Cina Amoi - Sehari lepas kepulangan Maniam kerumahnya, aku tak dengar apa-apa cerita tentang Devi lagi. Kebetulan pulak, keesokkan harinya aku kena pergi Ipoh sampaila tengahari Sabtu baru aku sampai balik kerumah. Lebihkurang pukul 5 petang tu . aku relaxla kat belakang rumah cari ilham sambil pasang mata dan telinga mana tau ada rezeki baik punya malam ni. Kepala pun dah rasa berat semacamje . maklumlah dah dekat seminggu air aku bertakung tak ada lubang nak pancut. Kalaula dapat lubang cipap betina India tu malam ni lega sikit . pikir ku. Sedang aku terjengah-jengah belakang rumah Devi, tiba-tiba satu suara menegur aku. Hi Encik Mat apa cali ?

Terkejut aku bilaku toleh belakang ohhh AHSOO sebelah rumah aku Mrs. Ling rupanya, dia menyambung lagi Itu . Devi sudah tada la Encik Mat . itu hali . dia ada kasi tau sama saya dia punya laki ajak balik kampung sulah ampat ali tada olang loo Disebalik pagar dawai yang memisahkan rumah aku dengannya sesusuk tubuh wanita cina yang indah dengan ketinggian lebih kurang 5 kaki 2 inci rambut yang diperangkan dan dipotong rapi kebawah sikit dari paras bahu berdiri dalam jarak 8 kaki didepanku .memakai baju body shape tanpa lengan . memperlihatkan ketiak yang licin putih dan singkat sehingga menyerlahkan pusat dengan seluar ketat yang pompuan biasa pakai untuk aerobik warna hitam ketatttt Bagaikan terpesona dengan keindahan yang terbentang didepan mataku aku terus terpaku menikmati kecantikan sesusuk tubuh yang mongel dibungkus kemas oleh kain nylon yang melekat ke badan mengikut lekuk-lekuk badan yang hampir sempurna sehingga tak kelihatan daging belebihan tersembul disana-sini Leher bajunya yang luas mendedahkan alur pangkal dua ketul daging pejal yang montok menonjol kejap disebalik kain yang nipis, dan jelas berbekas bayangan dua biji punat ditengah-tengah kedua-dua ketul daging pejal yang mengkal menunjal kain nylon yang membungkus dua ketul daging itu. Dalam anggaran aku ukurlilit dadanya bersaiz 36inci. Kebawah sikit dari bahagian dadanya, pinggang yang agak ramping dan ditengah bahagian perut yang putih gebu terserlah sebiji pusat yang masuk agak kedalam dan kebawah sedikit dari pusat itu dua alur yang bertemu dengan sedikit belahan dibawah membentuk bonjolan daging yang montok agak jelas tertonjol kedepan, diapit oleh sepasang peha yang nampak kemas dan kejap. Agak lama juga aku menikmati keindahan susuk tubuh Ahsoo jiranku yang terpampang didepan mata . sehinggalah disedarkan oleh satu suara yang agak sengau dengan pelat Cina, Hei Che mat .lu apa tengok saya itu macam?menegurku sambil tersenyum Tada tada apa Mrs Ling tadi lu apa cakap merah sekejap muka aku .tersipu menahan malu. Saya cakap itu lumah tala olang balik kampong jelas Mrs Ling pendek. Oooo aku ternganga Itu Devi tala kasi tau sama lu ka? tanya Mrs Ling. Tala balasku. Ini macam Che Mat tala kawan lagi laa dia mengusik aku. Eh Ahsoo ni macam tau-tau je aku punya skandal dengan Devi . kataku dalam hati Apasal lu cakap itu macam .aku balas balik. Ala saya tau la itu Devi manyak kawan sama Che mat . dia ala kasi tau sama saya Che mat mannnnnyak baik sama dia mannnnnyak kasi tolong sama dia masa itu Maniam tala lumah jelas Mrs Ling. Bukan apa Mrs Ling kita jiran aa mesti kasi tolong satu sama lain Kalau jiran susah kita tolong mana tau nanti kita susah kita punya jiran kasi tolong pulak aku jawab balik menjelaskan keadaan.

Ooo itu macam bagusla kalau saya ada hat ka bolehla Che mat kasi tolong sama saya ? dia tanya aku Itu tala hat punya . Mrs Ling punya pasal .saya mesti tolong punya lu kasi tau saja balas aku sambil mataku mengamati seluruh tubuhnya yang mongel dengan penuh geram sampai nak meleleh airliur aku dan Eh jangan panggil saya Mrs Ling la, Che mat . saya punya nama penuh Tan Mei Ling jadi lu panggil saya AhMeika . AhLing ka cukupla pintanya padaku. Oklah AhLing tapi kalau saya salah sebut panggil lu darling ka jangan marah aaa aku saja mengusik Ahsoo tu Ahsoo tu tersenyum membalas Takpa Che Mat saya tala malah punya kita jiran apa mesti kawan-kawan . baik-baik Eh u pun jangan encik-encik la panggil saya Mat cukupla Aku cuba memesrakan diriku. Oklah Che Mat eh Matt balas Mei Ling. Aku pun menukar topik perbualan Saya selalu nampak u pegi jogging .banyak rajin exercise aaa Ya la kita mesti kasi badan sihat kuat jaga badanla jelas Mei Ling. Memang boleh katakan ari-ari aku nampak dia balik dari jogging masa aku nak keluar rumah pegi kerja. Dengan rambut perangnya yang diikat macam ekor kuda, tuala kecil kat bahu, seluar ketat, dengan tshirt separuh pusat Dia ni macam dah berumur sikit tapi nampak muda kulit muka dia pun takde nampak berkedut cantik pulak tu . ada la . iras-iras Sara Loo, artis cina Malaysia yang popular tu. U punya umur berapa AhLing tanyaku O saya ka lu ingat belapa? Tanya Ahsoo tu balik Saya ingat . 28 ka 29 itu macam? jawabku Wah itu macam manyak mudala saya .sudah Ampat Tiga looo saya punya umur!!! sambil ketawa girang sehingga bergoyang-goyang kedua buah daging pejal didadanya Betulka aku melopong .Betulla . saya anak pelempuan pun sudah 20 ooo!! jelasnya lagi nampak bangga bila aku meneka umurnya 15 tahun lebih muda Ohhh itu u punya anakka mati-mati saya ingat itu u punya aadik ? aku lambung Ahsoo tu lagi Tadala itu saya puny aanak la dia menegaskkan .Tapi memang betulpun Ahsoo ni nama jauh lebih muda dari umurnya. Wahhh .ini barang baik ni kalu luar pun dia jaga macam tu yang dalam lagila bisik hati aku. U punya husband saya jarang nampak aku cuba merisik Ooo dia ada selalu ada lumah punya dalam sudah dekat 12 tahun sakit tala kuat bangun mahu jalan pun pakai itu kelusi loda terang Ahsoo tu. Wahh ini macam lagi bagus cantikkk ini mesti dah lama haus nih .kalau aku dapat Ahsoo ni .tiga ari-tiga malam aku tak keluar bilik memang aku kerjakan cukup-cukup kataku dalam hati melayan perasaan sambil terus menikmati sesusuk tubuh yang montok dan menggiurkan aku mengulum bibirku sambil menelan air liur .Hi kalau aku dapat satu badan

aku jilat nihh putih melepak pulak tu kalau kena sedut sikit mesti lebam punya aku berangan. Sekarang dia ada dalam rumahlaa? Aku saja tanya bodoh. Saya punya husband ka dia tala semalam saya punya anak sutulah angkat dia pigi johot balu, pegi dia punya abang punya lumah lagi satu minggu balu lia balik ada hat sikit jelas Mei Ling panjang lebar. Apasal lu tada pegi sekali .wahh ini macam lu sorang la tinggal lumah lu tala takut ka? aku cuba meninjau peluang. Tapa saya pun ata hat sikit ini dua tiga hali mau kutip itu sewa lumah balas Mei Ling Tapi kalau ada kawan pun lagi bagut dia mengacah aku Ini macam bagi signal je aku ligat memusing otak mencari akal. Kalau ada apa-apa hal ka lu panggil sayala kalau-kalau saya boleh tolong saya tada hal punya aku cuba menawarkan khidmatku. Lepas terdiam sejenak Ehh Aamat ini malam Saturday night lu tala pigi mana ka? Mei Ling bertanya aku. Saya ingat tadala AhLing .saya duduk rumah saja tadi pun baru balik outstation .mahu rilek sikit aku jelaskan program aku malam ini. Kalau ini malam lu tala hat senang-senang latangla saya punya lumah . boleh minum teh ahsoo tu membuka tawaran. Bagai pucuk dicita ulam mendatang mata mengantuk di surungkan bantal ini sudah baik punya offer aku tersengih. Masa tu pun ari dah agak gelap, dah nak masuk malam , Kalau tada apa hal nanti jam 8.30 itu macam saya sampai la lu punya rumah aku cuba mencari kepastian Latangla tadi lu cakap pun tala pigi mana kan Ahsoo tu seolah-olah menggesa aku. Aku pun apa lagi, takkan nak menolak rezeki, orang bilang, rezeki jangan ditolak, bala jangan dicari pintu rezki ahsoo ni dah bukakan kejap lagi pintu cipap dia la aku masuk Aku tersengih pandang muka ahsoo tu. Oklah Ahling saya masuk dulu mau mandila nanti malam kita sembang lagi lama-lama aku minta diri sambil hatiku berbisik Ini kang bukannya sembang yang lama .main lamalama adale Dalam hati aku terus berkata-kata, Nampaknya tak sia-sia aku asah kote aku tiap malam sepanjang minggu ni kena bertugas ko malam ni mat kecik hi baik nasib ko murah rezeki dapat lauk dagingcina bergetah pulak tu dah kena pakai pun takpala lagipun aku rasa dah lebih sepuluh tahun tak kena usik tu mesti dah ketat punya lagipun ahsoo ni rajin exercise, makan ginseng pun mesti kuat tu nak bagi awet muda konon siapla ko malam ni memang

aku kasi lunyai habis lubang puki ko sambil aku berlalu masuk kerumah . menyiapkan diri aku untuk diratah ahsoo yang dah kelaparan macam rimau yang tak dapat makan bertahuntahun Cuaca yang tadinya cerah, tiba-tiba turun rintik-rintik hujan menitik setitik demi setitik ke atas bumbung rumah aku yang akan membentuk lopak-lopak air diatas tanah yang kering dan membasahi rumput-rumput ditepi longkang yang mula kekuningan setelah lebih kurang dua minggu hujan tak turun dikawasan taman tempat aku dan jiran-jiran aku tinggal. Selesai mandi, aku menyarungkan seluar bermuda dan t-shirt yang agak longgar, dan mula membancuh tiga biji telor ayam kampung mentah, campur dengan serbuk pasak bumi(tongkat ali), madu dan sedikit makjun. Tiga kali teguk je, meruap panas rasa badan aku ini kena tambah power ni silap-silap kena bertarung dengan betina cina tu mana tau sampai pagi kalau tak cukup persediaan naas aku. Tepat jam 8.25mlm, aku pun keluar rumah dengan gagah melangkahkan kakiku ke pagar rumah jiran ahsoo aku .titik air hujan yang turun semakin deras dan besar .hujan semakin lebat .Aku menyelak pintu pagar yang terbuka sikit dan berlari-lari anak masuk kekawasan rumah ahsoo tu dengan dada yang berdebar-debar .Betul ke aku ni tak pernah aku masuk rumah ahsoo ni dalam hati aku Sampaije depan pintu aku pun ketukla pelan-pelan dua tiga kali takut terdengar pulak jiran aku yang lain sambil mata aku menjeling sekitar kawasan rumahrumah lain dengan pandangan agak liar.Ahh line clear kataku. Tiba-tiba aku terbau wangian yang harum dan lembut dan sekonyong-konyong itu juga terjengol depan mata aku sesusuk tubuh yang hanya dibaluti sehelai baju tidur dari kain sutera yang lembut dan see thru menjemputku masuk Masukla aamat mali masuk. sambil kepalanya menjengah keluar Wahh hujan lagi lebat aaa lu ada basahka sejukka? Pandangan aku tak lepas mengamati susuk tubuh ahling tak berkelip mata aku cuma mampu berkata Ya ya hujan lebattt sejukkk sambil melangkahkan kaki kedalam rumah. Pompuan cina tu mengiringi ku ke sofa dan menyuruh ku duduk, sambil menyapa Apa mau minum Mat hujan ini macam sejuk mesti mau kasi panas sikit . wineka liquorka bolehka Mat ? Ahsoo tu tanya aku. Apa-apa pun bolehla AhLing saya semua boleh aku membalas sambil terus menghayati tubuh betina cina tu yang berdiri didepanku dibawah cahaya lampu ruang tamunya dan kelas terbayang disebalik kain yang nipis tu sebatang tubuh yang mungil dan montok

Ahsoo tu pergi kedapur dan datang balik dengan memegang sebotol wine merah dan dua butir gelas meletakkannya diatas meja dan duduk dihujung sofa panjang dengan kaki tersilang mengadapku belahan bawah baju tidurnya terselak menyerlahkan sebahagian pehanya yang gebu dan betisnya yang bunting padi putih melepak. Dipendekkan cerita, lepas kena dua tiga gelas wine merah, sambil kami bersembang, aku dah sedikit senoneng masa tu cerita pun dah mula open puas aku angkat, lambung ahsoo tu dengan kata-kata pujian biar dia terangkat habis sambil kona-kona sikit Makin lama aku tengok ahsoo tu pun dah semakin tak senang duduk macam mengharapkankan sesuatu .beberapa kali dia bertukar silang kaki dan bila pehanya terangkat kelihatan warna merah seluar dalam sutera yang menutupi setompok daging di celah pehanya yang putih melepak bila tangannya menyelak-nyelak rambut perangnya bawah sikit paras bahu terserlah pangkal lehernya yang putih bersih sesekali terlondeh leher baju tidurnya sehingga menampakkan tompokan warna merah kain sutera yang membungkusi kedua-dua daging pejal diatas dadanya yang membengkak montok pangkal dadanya jangan ceritala putih melepak kalau kena love bite sikitje mesti lebammmm. Orang kata warna merah ni boleh merangsang nafsu. Memang betulla kote aku pun makin lama dah makin tegang Ah kacau ni tak pakai sepender pula jangan-jangan ahsoo ni dah perasan kote aku yang mula terjungkit-jungkit dibawah seluar kat celah peha aku asyik dia jeling-jeling kat situ je kataku. Aku pun bangun perlahan, sambil menegakkan pinggang Melihat aku bangun Ahsoo tu bersuara Sini mali dekat duduk la Mat mempelawa aku duduk sebelah nya Pucuk dicita ulam mendatang, aku pun terus duduk disebelah kiri Ahsoo tu dan otomatikje tangan kanan aku memaut pinggangnya dia agak tersentak dan memandang mukaku mata kami bertentangan seketika matanya yang tak berapa sepet tu semakin layu dan kuyu makin terpejam sambil bibirnya yang basah agak terbuka sedikit mengharapkan sesuatu dan tangan kanannya merayap kepeha aku dan terus memegang batangku yang semakin keras menegang dan memicit-micit pelahan Wow besar panjang kelas Ahsoo tu berbisik manja dengan suara yang gemersik diantara dengar dengan tidak .sambil tangan kirinya melingkar kepinggangku dan menarik badan aku rapat keadannya. Perlahan aku mendekatkan mukaku kemuka betina cina tu sambil aku menghembushembuskan nafas aku keseluruh muka dia dan bibirku merapat kebibir yang mungil dan

berair terus mengucup lembut pantas bibir MeiLig cuba menangkap bibirku .aku mengelak sikit dan melarikan mulut trus menelusuri bahagian bawah telinga betina cina tu sambil menghembuskan nafas aku kelubag telinga dan mula membuat jilatan dibawah cuping telinga betina cina tu saja nak tambahkan gairah cina tu sikit .nafas MeiLing seakan tersekat-sekat. Dadanya yang mula menekan rapat kedadaku terasa berombak kuat dua ketulan daging yang makin membengkak begitu terasa menunjal dada aku sambil nafas ahsoo tu semakin kuat terhembus dari lubang hidungnya dan mulutnya menghasilkan suara mendesah perlahan ahh ahhh ahhh Aku tau dah ahsoo ni mesti dah mula stim ni ahsoo tu mengalihan tanganya memaut belakang leher aku dengan kepalanya meliuk lentuk menyerlahkan lagi batang leher nya yang putih bersih Aku terus membuat serangan disekitar batang leher dan telinga ahsoo tu sambil menyedut dan sesekali mengigigit lembut. Betina cina yang makin terangsang tu menyambar mulut ku dengan mulutnya dan menjulurkan lidahnya kedalam mulut aku meminta disedut Aku mengulum lidah MeiLing dan menyedut panjang-panjang sambil memain-mainkan lidahku sambil tangan kanan aku memaut kuat pinggang nya tangan kiri aku mula menguraikan tali pinggang baju tidurnya dan terus merayap naik kebahagian dada sebelah kiri Seketika tangan aku bermain-main diatas coli warna merah menyala dan mengusap-usap lembut tetek ahsoo yang mengkal dan montok mengusik-usik punat yang keras menunjal kain coli yang nipis .dan dengan lembut menyelinapkan tapak tangan aku kedalam coli maka terlekaplah tapak tangan aku diatas seketul daging yang pejal yang semakin membengkak menunggu masa untuk dilepaskan dari bungkusannya Tangan kanan ku pantas menjalar keatas dan TASS terburai lah kain sutera yang kemas membungkus kedua buah dadanya dan tersembullah dua buah gunung yang tersergam indah Tanpa membuang masa tangan kiriku terus melakukan ramasan dan ulian keatas daging pejal disebelah kiri menggentil-gentil putingnya yang agak kemerahan dikelilingi bulatan kecil warna coklat kemerahan dan sebelah kanan daging montok pejalnya pula aku ramas-ramas dan uli . bersilih-ganti aku mengerjakan kedua-dua buah tetek yang mengkal dan montok sambil menggentil-gentil putingnya yang semakin tegang .sementara mulutku dan mulut ahsoo tu tak putus-putus berkucupan saling sedut menyedut lidah satu sama lain sampai berdecit-decit bunyinya. Aku melepaskan mulutku dari berkucupan dengan ahsoo tu dan mulutku mula menyelusur kebawah sambil menjilat-jilat dan menyedut pangkal leher dan atas dadanya . sehinggalah sampai ke sebutir punat yang terjojol dan terus melepaskan nyonyotan demi nyonyotan dan memainkan lidah aku disekeliling kedua-dua putting tetek kiri dan kanan silih berganti

menyedut dan menggigit lembut seluruh kawasan lembah yang memiliki dua gunung betina cina tu yang dah lama kegersangan . sampai habis dibasah dengan airliur aku. Sesekali tubuh betina cina tu terangkat-angkat sambil merintih kesedapan bila aku nyonyot dan gigit-gigit putingnya Aah mmatt sedapppp .lagi hisap Mattt MeiLing merengek sayu menikmati adegan yang baru saja bermula Puas aku nyonyot putingnya yang agak comel aku tolak badan ahsoo tu ke sofa yang dibalut dengan kulit dan mengalas kepalanya dengan bantal kecil yang ada .Dia menurut lembut tangan ku menyelak kain sutera yang membalut sebahagian tubuh betina cina tu .mengangkat sedikit badanya dan melurutkan lengan baju tidurnya kebawah Terhidang didepan mata aku sekujur tubuh yang putih melepak agak kemerahan sampai agak jelas urat-urat dibawah kulit yang mulus dan lembut itu .terdampar menanti untuk diterokai bukit bukau dan lembah belukarnya dan daging-daging pejal yang sedia untuk diratah. MeiLing memaut badanku dan menyambar mulutku dengan mulutnya yang mungil dan cuba menarik baju aku keatas kami melepaskan kucupan dan aku membantu ahsoo tu membuka baju aku Dengan pandangan yang geram dia mangamati tubuh ku yang agak tegap dan sasa ( bukan nak puji diri tapi aku selalu juga angkat weight bukan apa macam kata ahsoo tu jaga badan) dan terus memeluk aku dan merapatkan buah dadanya ke dadaku .kedua-dua teteknya yang pejal tu menongkat dada aku sambil badannya bergoyang menggesel-geselkan kedua-dua tetek montoknya kedadaku. Aku melepaskan pelukan dan mengalihkan kedua kakinya kesebelah dalam sofa kote aku yang dah tegang terjungkit je disebalik seluar aku. Aku bangun dan melurutkan seluar bermuda aku dan terjulurlah sebatang kote yang keras dan tegang masa tu kalau gantung dua biji kelapa muda pun takda hal punya Melihatkan kote aku je MeiLing pun terus bangun menyambar kote aku dengan tanganya dan menggenggam dengan geramnya terus mendekatkan mulutnya ke kote ku dan menjelirkan lidahnya memulakan jilatan di sekeliling kepala dan batang aku membawa ke pangkal dan terus kedua-dua biji aku yang kejap tergantung dijilat dan disedut-sedutnya Ahsoo tu membuka mulutnya dan mula mengulum batang aku sambil lidahnya membasahi kote ku dengan airliurnya dan sesekali hujung lidahnya bermain-main di lubang kecil dihujung kepala kote ku.Sambil tangannya menggenggam erat pangkal koteku mulutnya disorongkan kedepan dan kebelakang sambil lidahnya bermain-main diseluruh bahagian koteku sesekali disedutnya kuat sampai agak cengkung bahagian pipi dimulutnya. Puas dia mengulum dan menghisap kote aku lidahnya mula menjalar keperutku sambil kedua

tangannya menggosok dan mencakar lembut belakang badan aku dan terus ke puting kecil tetekku menghisap dan menyonyot lembut .aku pulak memang pantang kena sedut kat putting tetek aku terus tarik badan dia bangun mengadap aku dan dengan cepat memeluk pinggangnya dan mengulum lidahnya panjang juga lidah ahsoo ni sedap pulak tu kami seling menyedut dan menelan airliur satu sama lain masa tu aku dan betina cina tu dah bogel abis kote aku pula saja aku sondol-sondol kan kat celah peha ahsoo tu .kat bawah tundunnya yang agak tembam dan ternaik sikit terasa basah sikit kat kote aku. Dah berair dah ahsoo ni sekejap lagi memang aku makan biji kelentit merah ahsoo ni kataku dalam hati. Puas berkucupan aku baringkan betina cina tu kesofa turut baring disebelahnya (mujur sofa tu agak besar.muat juga dua orang tapi berhimpit sikitla) Lidahku terus menjilat-jilat bawah telinga ahling dan terus menjalar kebahagian dadanya dan kembali menyonyot dan menyedut tetek dan puting bersilihganti .sambil tangan kanan ku meramas ramas tundun dicelah peha betina cina tu dan jari hantu ku pun mula mencecah dan menjolok-jolok kedalam belahan alur yang semakin basah berlendir Mimi membuka sikit pehanya supaya senang sikit jari ku meneroka alur cipapnya yang begitu lama kegersangan jari telunjuk dan jari manisku menguak bibir cipap yang terbuka sedikit dan menjolokkan jari hantu kepermukaan alur yang berair hangat dan terus menari-nari meniti belahan keatas dan kebawah. Hujan diluar semakin lebat seolah-olah mengiringi aksi-aksi yang semakin rancak diatas sofa antara aku dan ahling ahsoo jiranku kesejukan suasana diluar diimbangi dengan kehangatan tubuhku dan tubuh betina cinatu yang bakal bercantum menjadi satu. Terangkat-angkat punggung betina cina tu bila jari ku menggentil-gentil biji kelentitnya yang semakin mengeras .Sekeliling lubang cipap ahsoo tu semakin basah diatas mulutnya tak berhenti mengerang dan mengomel sekejap cakap cina (aku pun tak paham) sekejap Ahhh ahh. lagi mmattt lagiii sedappppp uuhhhh Aku jolokkan dua jari aku masuk kelubang cipapnya agak sempit juga dan terasa ketat bila betina cina tu mengemutkan pantatnya (maklumla lama dah tak pakai lebih 10 tahun beb aku agak ahsoo ni mesti kuat makan ubat cina ginsengke entah apa-apa lagi. lantah dia le janji kejap lagi masakla lubang cipap betina cina ni kena sodok dengan butuh aku ) Puas aku kelebek cipap dan gentil biji kelentit ahsoo tu dengan jari-jemariku .aku bangun dan melipat kaki ahling dengan lututnya terjongkit dan menguak pehanya yang putih gebu .terkangkang dibawah cahaya lampu ruang tamu yang terang benderang .terserlahlah tundun cipap yang tembam yang bakal aku lunyaikan.

Dicelahan bibir cipap yang sedikit terbuka kelihatan bahagian dalam cipap ahsoo tu yang kemerahan dan berkilat basah disekeliling tundun yang tembam tu licin bersih macam baru lepas kena cukur cuma ada setompok bulu puki yang ditinggalkan berbentuk V diatas alur cipap Tak tunggu lama aku pun menyembamkan muka aku kecelah pehanya menjilat, menyedut dan menggigit-gigit tundun cipap dan peha yang putih kemerahan ahsoo tu dengan geram .sampai kelihatan bekas-bekas sedutan yang meninggalkan lebam=lebam kemerahan diatas kulit pangkal pehanya dan lidahku pun mula menerokai alur cipapnya yang semakin berair sambil kedua tanganku terus menguak pehanya terkangkang. Sesekali aku menjulurkan lidah ku kedalam lubang cipap sambil bibirku melekap menyedut bibir dalam cipap betina cina tu Aku mainkan lidah ku pada biji kelentit ahling yang merah menonjol dan bersuara Ah ling lu punya pantat baaanyak sedap panas lu ada sedap ka saya jilat Sseeddappp aah mmattt lagi kasi jilat ah ah sedapppp suck it matt suck it honey suara ahsoo tu bergetar. Betina cina tu dah syok abis kedua tangannya sekejap meramas-ramas kedua teteknya sambil bahagian dadanya terangkat-angkat dengan mulutnya merengek-rengek kesedapan. ( bising juga mulut betina cina ni bila dah stim nasib baik rumahnya tertutup rapat dan kat luar hujan lebat) MeiLing terus mengayak-ayakkan punggungnya dan menunjal-nunjalkan tundun cipapnya yang basah berlendir kemuka aku sesekali dikepitnya kepala aku dengan pehanya Uuoohhh yesss matt suck it honey !!! dan dipegangnya rambut aku sambil ditekankan kepala aku kearah pantatnya sampai habis berlumur dengan air pantat muka aku .Kalau boleh agaknya kepala aku aku pun nak dimasukkan dalam lubang cipap dia lagi-lagi bila aku sedut dan nyonyot-nyonyot biji kelentitnya. Selang tak lama kemudian rengekan betina cina makin kuat Uhh uhhh uhh ahhhmmmatttt . sedap amat saya air mau keluar amatt lagi hisap.amattt lagii suck it mat suck my clit honey. Mulut dan lidah aku makin mengganas dengan seluruh muka aku sekali aku tonyohkan kat lubang pantat betina cina tu dan akhirnya. Agghhhhhhh Im commmmiiiiiiiiiiing Ahsoo tu mengerang kuat. Ditekannya kepala aku kelubang cipapnya dengan sekuat hati dan pehanya mengepit kuat kepala aku teras menyembur keluar air pekat yang hangat deras merempuh muka aku yang

tersembam dilubang cipapnya yang basah berlendir .sampai nak lemas aku dibuatnya. Aku angkat muka aku yang bersememeh dengan air puki cina tu dan memandangnya Ahsoo tu membuka matanya dan meleretkan senyuman dibibirnya yang bak ulas limau mempamerkan muka yang kelegaan Aku mengesat muka aku dengan t-shirt aku dan selepas beberapa saat, aku tarik tangannya dan mengarahkannya bangun dan memusingkan badannya membelakangkan aku dan menolaknya mengadap sofa dengan kedua tangannya bertahan di hujung sandaran sofa dalam posisi sedikit menonggeng Aku pun bengkokkan kakinya supaya berlutut diatas sofa sambil menekan pinggangnya kebawah dan menarik punggungnya sedikit keluar melentik punggungnya yang pejal aku ramas-ramas dan tepuk-tepuk pehanya terkangkang sedikit .dan kelihatan lubang cipap ahhsoo tu yang merah berair-air terkemut-kemut dicelah pehanya yang putih gebu menunggu kote aku merodoknya. Aku yang berdiri mengadap punggungnya membongkokkan badan aku sambil tangan aku menjangkau dua buah tetek nya yang tergantung dan terus meramas-ramas dan merapatkan muka ku ke telinga ahlingg Lingg saya kasi masuk saya punya batang yaa aku minta izin betina cina tu. Eemmmm Mimi merengek manja sambil sebelah tangannya menggapaigapai mencari kote aku. Aku menegakkan badan semula dan mengacukan batangku kelubang cipap ahling dan menekan perlahan menjolok lubang cipapnya .terasa sempit dan ketat nasib baik dah berair kalau tak susah juga terlepas je kepala butuh aku kedalam lubang ahling terasa pantatnya yang panas mengemut kepala butuh ku aku pun terus menjolokkan batang aku semakin dalam ke lubang cipapnya agak laju dan kuat sikit aku tekan sampai ahling tersentak ikit Hekkk Uhh Uhhh dengan suara tersekat sekat. Ling sakit ka aku tanya dia lembut Takkk sedappp lagi dalam mattt pintanya manja Aku pun membenamkan habis kote aku kedalam puki cina tu sampai kepangkal terasa hujung kote aku menyentuh hujung lubang pukinya dan aku biarkan disitu sekejap Ahsoo tu semakin kuat mengemutkan lubang pantatnya. Aku menarik keluar batangku perlahan dan menjunamkan dengan laju Aku memulakan stroke hayunan butuh ku dengan rentak bila tarik pelahan dan bila membuat tujahan aku lajukan dan menghentak kuat Hekkk! bunyi suara ahsoo tu kesenakan dan membalas dengan kemutannya Dua tiga kali aku buat macam tu Ahsoo tu menggenyeh punggungnya dan menekan kuat cipapnya kepangkal butuhku yang terpacak keras dalam lubang pukinya. Seterusnya aku pun mulakan sorong tarik butuh aku keluar masuk ke pantat ahling sekejap laju sekejap perlahan terasa panas dalam lubang cipapnya yang ketat mengemut butuhku

Aku ingat pantat india je panas rupanya lubang puki cina ni pun boleh tahan kuat dia punya kemut lagi ketat dari puki Devi ini tak lain mesti penangan ginseng ni bila aku tujah butuh aku masuk ke lubang pukinya aku lajukan sikit bila tarik keluar aku pelankan sikit sesekali aku hentak butuh aku kuat sikit dan lajukan stroke tujahan butuhku keluar masuk lubang cipapnya ahling membalas dengan menghayunkan badannya kedepan belakang mengikut rentak ayunan aku dan menghenyakkan punggung semahu-mahunya ke pangkal peha aku. Ahsoo ni memang betul pandai main tiap kali aku tarik butuh aku keluar dia pun kemutkan kuat-kuat lubang puki dia sambil mulutnya tak berhenti-henti Fuck me mattt fuck me harder harder honey fuckme fuckme baby fuck me harder you cock fell gooodd insideme matt itss soooo big and stronggg .fuck me matt push it harder Aku melayan nikmat kemutan pantat betina cina tu . Yess baby Im gonna fuck u hard baby its hot babe .your cunt is hot baby it feelss gooodd my cock felss good inside u babe Dekat setengah jam aku henyak pantat cina tu betina tu semakin tak keruan badannya meliuk lintuk kesedapan air mau keluar mat lagi laju matt fuck me hard mattt .faster fuck me mattt samil mengayakkan buntutnya kekiri kanan keatas kebawah dah tak ada rentak lagi .aku tahan je butuh aku sambil aku memegang pinggangnya membantu betina cina tu menghenyakkan kedepan kebelakang lubang cipapnya ke butuh yang tegang dan keras menujah lubang pantatnya Bila aku agak dia dah nak sampai je aku pun terus cekau rambut dia dan tarik badan nya agak menegak sikit dan terus menangkap kedua-dua teteknya yang tergantung membuaibuai dan menggentil-gentil putingnya dan meramas-ramas kedua-dua daging pejal dan montok tu dengan agak kuat Punggung cina tu terus mengayak laju dan dinding lubag pantatnya mengemut-ngemut butuh aku semakin kuat dan . Aaghhhhh . yes yesss mattt .yesssss im commmmmiiiiingggg honey im commmiiiiiiiinggggg sekejapan itu terasa panas butuhku dibanjiri air pekat berlendir yang tersembur dari lubang cipap betina cina tu aku menguatkan lagi pelukan ku dari belakang dan membenamkan butuh aku sedalamdalamnya kelubang cipap cina tu yang klimaks buat kali kedua sedagkan aku masih lagi menungu masa yang sesuai untuk meledakkan pancutan air pekatku Tanpa mencabut butuh yang dikemut erat oleh betina cina tu . aku membalikkan badannya dan melabuhkan punggungku diatas sofa manakala badannya membelakangkan aku MeiLing mengangkang dan duduk atas peha ku Betina cina tu mengambil nafas sebentar sebelum meneruskan aksi-aksi nya yang semakin ganas sambil duduk aku terus menahan henyakkan dan hentakkan tundun cipap ahling tangan aku tak putus meramas-ramas kedua-dua teteknya yang tergantung montok dan pejal sambil putingnya aku gentil-gentil

Kakinya yang dipijakkan kelantai memudahkan MeiLing melakukan hentakan demi hentakan sambil badannya meliuk-lintuk kekiri kekanan bila pinggangnya terasa penat sikit tangannya bertahan diatas lututku sambil punggungnya terus menghenyak pangkal pehaku dan diayak-ayakkan kedepan kebelakang Lebihkurang sepuluh minit MeiLing dalam posisi begitu dia berhenti dan memusingkan badannya mengadap aku tanpa mencabut butuh ku dan terus bercelapak dengan lututnya bertahan disofa. Kedua buah dadanya yang pejal menungkat didadanya terbuai-buai didepan mukaku terus kucapai dengan kedua tanganku jari-jemariku terus memainkan peranan. MeiLing terus melepaskan nafsunya yang sekian lama terpendam dan berusaha gigih untuk menghilangkan kedahagaan pantatnya yang bertahun lama kegersangan tak dijengah oleh lakinya dengan butuhku yang keras menujah lubang cipapnya Diluar lopak-lopak besar semakin ditakungi air hujan yang mencurah lebat manakala didalam . lubang cipap Ahsoo jiranku yang sudah lama kering tak terusik kembali dipenuhi air pekatnya Kedinginan malam dah tak terasa lagi pada kami berdua .kerancakan aksi-aksi rakus dan kehangatan tubuhku dan tubuh betina cina tu yang berpadu menghasilkan peluh-peluh yang bercampur baur ditubuh kami semangat kejirananku yang menebal ku gunakan sepenuhnya untuk membantu Ahsoo jiranku yang dah terlalu lama kehausan . melepaskan kedahagaannya yang begitu mengidamkan tusukan dan tujahan butuh jantan kelubang cipapnya yang hangat membara. Lubang puki betina cina yang lebih sepuluh tahun tak diusik dan dijaga dengan baik kini .hampir lunyai kena sodok dengan butuh aku berulangulangkali MeiLing melonjak-lonjakkan badannya keatas kebawah dengan kedua tangannya berpaut dibahuku henjutan-demi henjutan dan kemutan demi kemutan silih berganti bila rentak dia agak pelan sikit aku hentakkan butuh aku keatas sambil tangan aku kemas memegang pinggangnya membantu gerakan punggung Mimi. Adala dekat dua puloh minit betina cina tu melanyak butuh aku sambil mulutnya riuh merengek kesedapan dan Aammatttt air mau keluar mmatttt sedap mat sedappp its goddd fuck me hard matt faster laju mat laju mat harder honey lagi kuattt ssedappMatt .sedappppppp .uh uhhh im comiiiiinnnnnggg Mat Im commmiiinggggggg MeiLing mengerang makin kuat Air mani aku pun masa tu dah sampai kat hujung kepala butuh aku semacam punya geli aku rasa kepala butuh aku dia punya nikmat tak boleh critalaa

Aku pun peluk badan MeiLing sambil mulut ku sebuk menyonyot-nyonyot puting tetek betina cina tu dan mengangkat punggung aku bangun dari sofa .kaki Ahsoo tu berlipat kat belakang punggung aku lubang pantatnya ditekankan sekuat-kuatnya dan kedua tangannya dipautkan di belakang badanku .kedua-dua tanganku mengampu punggung cina tu dan menghayun sikit punggung MeiLing dan menghentakkan butuh aku makin kuat kelubang puki cina tu makin menggila la betina cina tu jadinya habis muka aku dijilatnya .mulutnya terus mencari mulutku . dapatje lidah aku Ahsoo tu sedut lidah aku sampai macam nak putus manakala tundun cipapnya melekap dipangkal butuh aku. Bila terasa air aku dah nak terpancut aku peluk badan ahsoo rapat kebadan dan aku pun henyakkan butuh aku ke lubang puki cina tu sekuat hati aku MeiLing makin menguatkan kemutan cipapnya dan pautan kakinya dengan sekuat hati . melekat badan aku dan badan betina cina tu jadi satu Uuugggggghhhhhhhhhhh bunyi dengusan dari hidung MeiLing sambil mulutnya terus menyedut lidahku .terasa air lendirnya yang pekat panas membanjiri butuhku dan aku pun meledakkan pancutan air maniku yang menerjah sederas-derasnya kedalam lubang pantat cina ahsoo yang basah lencun dibanjiri air pukinya . Air maniku dan air pantat cina tu bercampur baur didalam lubang cipapnya sehingga meleleh keluar membasahi pangkal peha kami berdua. Aku hempaskan badannya kesofa dan menindih badannya, sambil lidah kami berbalas sedutan aku tekan lagi kuat butuh ku santak ke lubang puki cina ahsoo jiran aku tu dia terus menguatkan kemutan lubang pukinya .sambil terus menikmati kesedapan yang tak terhingga yang baru kami kecapi kami memeluk erat diantara satu sama lain terdampar diatas sofa. Selepas beberapa minit MeiLing membuka matanya yang kuyu dan melepaskan pelukannya dengan longlai sambil memandang mukaku dengan tersenyum terus mengucup lembut bibirku Its really wonderful matt its feels goddd honey suaranya membisik lembut. Do u satisfied my darling?aku bertanya lembut Emmmmm yesssssss balas betina cina tu dan menyambung kata-katanya I really love you cock matt its hard strong panjanggg I never had a sex like this before Aku mengerling jam didinding jam menunjukkan dekat pukul 11.00malam. Lama juga aku kerjakan betina cina ni dekat sejam setengah juga aku lanyak dia (termasuk romen sekali) memang patut pun dia puas begitu lama dia puasa .akhirnya dengan batang pelir aku juga dia berbuka bisik hati aku.

Aku pun balas pujian dia U pun apa kurang .u punya lubang banyak sempit . kemut baaanyakk kuat saya jilat pun baanyak sedap and your breast beautiful .and body wow really fantastic Tersenyum lebar betina cina tu kembang lubang hidung dia lalu aku bisikkan kat telinga dia I will satisfy tonight and I will fuck u until u cannot take it babe. Betina cina tu membisik perlahan Really tonight Im yours u can do whatever u want matt all of my body is yours Bila dah cool kami pun bangun dan berjalan telanjang bulat beriringan menuju bilik mandi untuk membersihkan diri selesai mandi .MeiLing menghulurkan tuala dia pun dalam keadaan berkemban dengan tuala juga Sebelum u datang saya ada bikin sup tadi MeiLing bersuara Apa sup Ahling? aku risau juga kot sup babi pulak Jangan takutla saya tala makan babi ini sup bagus punya ada campur ginseng kasi cepat hilang itu sakit badan dia menjawab Wah prepare betul betina cina ni .memang betul-betul dia nak lepaskan gian dia nih kataku dalam hati Takpa tengok la nanti sapa yang kena lanyak memang sampai pagi aku lunyaikan pantat cina ni Habis je pekena sup terasa badan aku segar balik kote aku yang agak lembik sikit tadi mula berdenyut balik .Hujan diluar masih lagi turun renyai-renyai aku pun duduk rilek di sofa dengan bertuala sambil menghisap rokok Ahsoo tu masuk kedalam bilik dia . entah apa yang dia buat Tak sampai separuh rokok yang aku hisap terjengul MeiLing dipintu biliknya dan memanggil nama ku beralun manja Amatttt Aku dah agak dah .lepas ni bermulalah adegan kedua aku melanyak lubang cipap betina cina ni. siap kau nak sangat butuh Jawa Im coming aku menyahut sambil melangkah kebilik betina cina tu.

Topik yang berhubungan dengan cerita ini: seru amoi sebela

Berzina Dengan Menantuku


Posted on May 18, 2011 by kumpulanceritadewasa.info

Melihat berita di TV tentang pulangnya para TKI dari Malaysia dengan kapal-kapal besar, aku jadi teringat kisah seks hotku yang juga terjadi di kapal besar semacam itu. Sekitar lima tahun lalu aku mendapat telegram dari anak perempuanku y ang hendak melahirkan anak pertamanya sebulan lagi. Sudah hampir setahun ia ikut suaminya yang kerja di Irian Jaya dan ia sangat berharap aku dapat menungguinya saat dia melahirkan. Suaminya akan menjemputku dalam waktu 1-2 minggu itu setelah selesai urusan kantornya. Benar saja, dua minggu kemudian menantuku, Rendra, datang. Ia sedang mengurus pekerjaan di Jawa

Timur sekitar dua minggu. Setelah selesai, ia menjemputku dan masih sempat menginap selama tiga hari sebelum kapal berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak. Hari H pun tiba. Pagi-pagi diantar anak bungsuku kami berangkat ke Tanjung Perak yang jaraknya sekitar dua jam perjalanan dari kota kami. Sejak suamiku meninggal memang aku jadi sering pergi berkunjung ke anak-anak yang tersebar di beberapa kota. Untuk anakku yang di Irian Jaya ini merupakan kunjunganku yang pertama, maklum jaraknya jauh sekali. Menurut menantuku, lama perjalanan laut sampai 3 hari 2 malam. Sampai di pelabuhan Rendra segera mengurus tiket yang sudah dipesannya. Kemudian kami naik ke kapal besar itu. Penumpang kapal yang ribuan jumlahnya membuat para pengantar tidak bisa ikut naik, termasuk anak bungsuku. Baru sekali itu aku naik kapal laut. Sungguh mengejutkan karena penumpangnya ribuan orang dan sebagian hanya duduk di dek atau lorong-lorong kapal. Sebagian lagi menempati bangsal seperti kamar asrama dengan tempat tidur raksasa yang muat ratusan orang. Kuikuti langkah Rendra melewati mereka, bahkan terpaksa melangkahi beberapa orang, hingga sampai di bagian ujung kapal yang merupakan deretan kamar. Hanya sekitar 1 0 kamar, itupun ukurannya Cuma sekitar 33 meter. Ini kuketahui setelah Rendra membuka pintu kamar dan kami memasukinya. Ini kamar kita, bu, kata Rendra sambil masuk lalu menaruh seluruh bawaan kami. Dengan canggung aku masuk. Yang nampak memenuhi hampir separuh ruangan adalah ranjang kayu yang muat dua orang serta meja kecil pendek. Perlahan aku duduk di ranjang dan menyibak gorden di atasnya. Nampak air laut di kaca bulat dan tebal itu. Iiih ternyata kami berada di bawah permukaan laut. Maaf, bu, harga tiket kamar di atas mahal sekali, terpaksa saya pilih yang di sini, ujar Rendra merasakan kegalauanku. Ah, tak apa-apa Dra, daripada harus tidur di dek kapal, sahutku. Sebaiknya kita sekarang mandi dulu saja, bu. Kalau terlambat nanti antrinya lama sekali. Benar kata Rendra, sewaktu sampai di deretan kamar mandi (ada 6) sudah ada antrian sekitar 2-3 orang di setiap kamar mandi. Mandi pun harus buru-buru dan biar praktis aku langsung pakai daster saja. Sekitar jam 2 siang kapal mulai bergerak. Setelah puas melihat-lihat suasana kapal yang dijejali ribuan orang, persis seperti pengungsi, akupun kembali ke kamar. Rendra masuk ke kamar sambil membawa beberapa makanan dan minuman. Sekitar jam 5 sore terdengar bel dibunyikan oleh awak kapal. Itu pertanda kita harus antri makan malam, bu, jelas Rendra. Dan sekali lagi kami harus berbaris antri mengambil nasi dengan lauk sayur dan sedikit ikan laut. Nampan, piring dan sendok aluminium yang kami pakai mengingatkanku akan para napi di penjara. Ternyata

beginilah pelayanan kapal laut kita. Selewat jam 7 malam makanan tidak disediakan lagi. Membayangkan bagaimana ribuan nampan, piring dan sendok itu dicuci dengan air yang sangat terbatas aku jadi sulit menelan makanan yang sudah di mulut. Rendra mengembalikan peralatan makan sementara aku ke kamar mandi untuk cuci dan pipis. Cape sekali ha ri itu dan aku perlu segera tidur malam itu. Kapal yang bergoyanggoyang karena ombak besar membuat kepalaku pening. Silahkan ibu tidur dulu. Saya masih perlu menyiapkan laporan untuk kantor, kata Rendra sambil membuka berkas-berkasnya di meja kecil sambil duduk di lantai kapal yang berkarpet. Aku pun naik ke ranjang mengambil posisi mepet ke dinding kapal. Sekilas terlintas di benakku, Aku, janda usia 45 tahun, tidur seranjang dengan menantuku Tapi segera kutepis mengingat ini dalam keadaan terpaksa dan sopan santun Rendra selama ini. Untuk menyuruhnya tidur di lantai kapal aku tak tega. Entah berapa lama terlelap, aku terbangun karena merasa ada sesuatu yang memelukku. Saat kubuka mata, kamar gelap sekali, sementara posisi tubuhku sudah telentang. Segera aku menduga Rendra mau berbuat yang tidak senonoh padaku dan aku siap berontak. Tapi beberapa saat kurasakan tidak ada gerakan dari tubuhnya dan malah terdengar dengkur halusnya. Ternyata Rendra tertidur. Bagaimana ini Apa aku harus menyingkirkan tangannya dari atas perut dan dadaku (yang tak berbeha seperti kebiasaanku kalau tidur) serta kakinya yang menindih paha kananku Aku tak tega membangunkannya dan jadi serba salah dengan posisi yang demikian itu. Aku tak bisa menyalahkannya karena ia tertidur dan ranjang kami termasuk berukuran paspasan untuk dua orang. Akhirnya aku pilih diam saja dan bertahan pada posisi itu meski dari gesekan kulit akhirnya kuketahui kalau Rendra saat itu bertelanjang dada. Dan persentuhan paha kami juga menandakan bahwa Rendra tidak memakai celana panjang. Mungkin dia hanya memakai celana pendek atau justru celana dalam saja, pikirku. Aku dag -dig-dug membayangkan dia tidur telanjang. Kupejamkan mata dan berusaha tidur lagi sambil berharap Rendra melepas pelukannya sehingga aku bisa berguling ke dinding kapal memunggunginya. Namun sampai terkantukkantuk harapanku tak terkabul. Sampai aku terlelap lagi tangan dan tubuh kekar Rendra masih menelangkupi dadaku dan pahanya menindih pahaku. Mungkin ia tengah membayangkan tidur dengan istrinya, pikirku. Aku semakin bisa memaklumi dan tidak begitu peduli lagi dengan posisi tidur kami. Beberapa lama kemudian, aku menggeliat dan terbangun lagi. Kini tubuh kekar Rendra ternyata sudah ada di atasku, menindihku. Bahkan terasa pahaku dikangkangkannya sehingga celana dalamnya tepat di atas celana dalamku karena dasterku sudah tertarik ke

atas. Tonjolan penisnya yang tegang terasa sekali. Remasan tangannya di payudaraku, meski masih tertutup daster, membuatku meronta. Rendra! Apa-apaan ini Aku ibu mertuamu, Dra! Ucapku setengah berteriak takut terdengar kamar sebelah sambil tanganku menolakkan dada telanjangnya. Ugh, maaf bu, kukira tadi aku tidur denga istriku Sudah hampir sebulan aku puasa, bu Iya, tapi jangan dilampiaskan ke aku dong, kataku jengkel sambil menepis tangannya yang nakal. Sementara selangkanganku tak berkutik terpaksa menerima dan merasakan tekanan penisnya yang terbalut celana dalam. Ak aku cuma ingin memeluk-meluk saja kok, bu Tidak sampai itu jawabnya polos. Aku kuatir kamu lupa diri lalu memperkosaku belaku sambil berusaha menyingkirkan pahanya tapi tenagaku tak cukup kuat. Sumpah, bu Aku cuma ingin memeluk-meluk saja dan tidak bakalan memperkosa Kalau aku mau pasti dari tadi celana dalamku dan ibu sudah kulepas balasnya. Aku berhenti berontak sambil memikirkan kata-katanya. Benarkah ini terjadi hanya karena dia sedang bernafsu setelah sebulan tidak ketemu istrinya Egh.. ugh kini bukan hanya remasan, tapi malah gigitan kecil yang terasa di putting kananku yang masih tertutup daster. Puting kiriku terasa dipelintir kecil. Greeeng kurasakan nikmat sesaat. Sudah lama aku tak merasakan kenikmatan ini. Ada keinginan untuk berontak namun ada juga dorongan untuk menikmati kemesraan ini. Benar ya, Dra. Janji, tidak boleh copot celana dalam tantangku. Iya, bu, aku janji tidak akan mencopot celana dalam kita Hshhh hsshh perlahan aku semakin menikmati cumbuannya. Rasanya ingin mengulang kenikmatan saat suamiku masih ada. Meski agak canggung, pelan-pelan tanganku malah memeluk punggung Rendra yang menaikkan posisinya hingga kepala kami sejajar. Ia mulai mengecup-ngecup wajahku. Aku berusaha melengos tapi tangannya sudah memegang kedua pipiku dan bibirnya mendarat di bibirku. Ufh bibirku disedotnya, lidahnya memasuki mulutku. Mula-mula aku pasif, tapi lama-lama ikut aktif juga bersilat lidah. Kami saling sedot dan isep lidah dan bibir. Bu, dasternya dilepas saja ya, mendadak Rendra berkata setelah kami lelah berciuman. Ingat janjimu, Dra.. kataku.

Aku kan janji tidak melepas celana dalam kan, bu jawabnya sambil perlahan tangannya menari k dasterku ke atas. Entah kenapa aku tak mampu menolak dan hanya pasrah ketika daster itu dilempar entah kemana, dan kami tinggal berbalut cd. Yang kulakukan kemudian hanya memejamkan mata ketika tubuh kekar itu memelukiku, menghisapi susuku kiri kanan dan menekan-nekan selangkanganku, menjilati sekujur tubuh. Aku menggelinjang kenikmatan sambil mempererat pelukanku di punggungnya. Oooh aku malah terlena. Tubuh kami basah mandi keringat. Pantatku mendadak terangkat ketika salah stau jari Rendra mengelus bibir vaginaku yang masih tertutup cd. Dra, jangan Aku hanya mengelus dari luar kok, bu Nanti aku jadi terangsang, Dra Nggak apa-apa kan, bu Saat ini kita saling memuaskan saja deh, bu. Aku akan bikin ibu orgasme tanpa membuka cd ibu Benar saja, sejurus kemudian sensasi hebat kurasakan ketika gesekan dan pijatan jemari Rendra di bawah perutku semakin liar. Aku segera merasa ada sesuatu yang mengalir keluar dari vaginaku. Ibu sudah basah ya Tanya Rendra nakal. Aku jadi malu dan pilih diam saja sambil terus menikmati rabaan gila itu. Ya, aku memang sudah hampir orgasme dan Rendra tahu itu. Serta merta ia memutar posisi tubuhnya hingga mulutnya dapat menjilati cd di bagian selangkanganku. Kakiku dinaikkannya dan tubuhku agak diseret turun, sementara bagian cd-nya tepat di depan wajahku. Uh uh sambil memegang kedua pahaku Rendra memainkan lidahnya sedemikian hebat. Menjilati paha, perut lalu semakin turun hingga tepat di bibir vaginaku. Ia tak canggung menggigit-gigit cd ku dan menekannya dengan lidah sehingga masuk.. Aku semakin basah. Banjir. Ooh Dra Dra Aku mulai mengejan berkejat-kejat, menumpahkan semuanya sampai merembesi cd dan Rendra menghisapinya kuat. Tangan kananku dipegang Rendra dan ditaruhnya di gelembung cd-nya yang berisi penis tegang itu. Tanganku diremas-remaskannya di benda tumpul lunak-keras yang panjangnya sekitar 20 cm itu. Aku yang semula canggung jadi makin terbiasa, malah akhirnya terbawa nafsu untuk menciuminya meski dari luar cd. Rendra mendesis ketika barangnya kujilat dan kukocok-kocok dari luar.

Ak aku mau keluar juga, bu erangnya ketika tanganku bergerak lebih kuat dan sekejap kemudian kurasakan penisnya menekan kuat bergetar-getar memuncratkan isinya di dalam cd. Barang itu terus kuperas habis sampai akhirnya melemas dan tubuh Rendra menggelosoh kecapaian dan dagunya diletakkan di vaginaku. Satu sama! Dia ejakulasisekali, aku juga orgasme sekali. Cape ya, bu tanyanya sambil memelukku. Dengan manja aku menyorongkan kepala ke dadanya yang berbulu. Tangannya segera meremas susuku lagi. Sudah dulu, Dra bisikku sambil menghentikan remasannya. Berarti nanti lagi ya, bu Aku tak menjawab dan cuma memberinya remasan kecil dipenisnya yang telah mengecil. Oh, nikmatnya seks Ini jam berapa, Dra Paling masih sekitar jam 12 malam, bu Masih dua hari lagi kita sampai Aku akan puasi ibu selama dua hari ini Kita tidak perlu keluar kamar Gila, pikirku! Selama 2 hari 2 malam main seks dengan Rendra Apa aku bisa tahan untuk tidak melepas celana dalam Mungkin aku masih tahan, tapi Rendra Namanya juga laki-laki, kalau nafsunya naik pasti main paksa. Bagaimana kalau aku jadi hamil Sudah lama aku tak minum pil KB lagi. Aku merinding manakala membayangkan dihamili Rendra. Tapi aku tak mau lepas juga dari pelukannya. Tak peduli tubuh kami bersimbah keringat dan seprei ranjang acak-acakan. Malam pertama itu kami ulangi tiga kali lagi pergumulan nikmat itu. Beruntung malam itu kami masih kuat bertahan tak lepas cd, meski cd yang kami pakai sudah kuyup terkena air mani berkali-kali. Kami tak dengar lagi bel makan pagi karena saat itu masih terlelap. Bangun sekitar jam 10 siang kudapati tubuh kami masih berpelukan. Susuku yang berbeha nomor 36 menempel lekat di dadanya. Cahaya remang-remang dari jendela kaca membuat wajahku memanas, malu. Kalau semalam kami tak saling melihat wajah karena gelap aku masih bisa menahan malu, maka siang ini kami harus bertatap muka. Kuperhatikan Rendra yang terpejam. Gila! Tubuhnya benar-benar seperti Draa dalam pewayangan. Besa r, kekar agak hitam dengan rambut di dadanya. Dadaku berdesir setiap kali rambut itu menerpa putingku. Perlahan kulepaskan diriku dari pelukannya dan dia kudorong sampai telentang. Tonjolan di balik cd-nya dan helai-helai rambut yang mencuat dari cd itu menjanjikan suatu kenikmatan yang. ah, mestinya tak boleh kubayangkan. Dan beruntung memang semalam aku belum merasakannya kecuali dari luar cd. Aku tak bisa membayangkan barang itu menusukku. Perlahan aku menuruni ranjang. Mau kemana, bu Mendadak Rendra terbangun dan menarik tubuhku kembali dalam pelukannya.

Mau mandi, Dra, jawabku. Nanti sajalah, bu, agak sore saja. Hari ini aku mau kita di ranjang ini saja. Kalau ibu lapar bisa makan roti yang sudah kubeli. Aku tak berdaya ketika Rendra menggulingkan tubuhku kembali ke ranjang. Menelentangkanku lalu memanjat dan menunggangikuku lagi. Ufhh lagi-lagi tetek montokku jadi bulan-bulanan mulutnya, demikian pula tekanan-tekanan pada vaginaku membuat pahaku semakin terkangkang lebar. Sedikit demi sedikit gairahku meletup lagi, terlebih setelah merasakan tonjolan zakar Rendra menggesek-gesekku dengan ketat. Dra, lama-lama aku nggak kuat kalau dirangsang begini terus bisikku. Kalau nggak kuat ya tinggal dikeluarin saja to, bu, jawabnya sambil mencucup putingku dan menyedotnya. Maksudku, aku takut nanti jadi kepingin buka cd egghh jangan keras-keras, Dra desahku. Rendra mengurangi tekanan di vaginaku. Aku kan sudah janji tak akan buka cd ibu. Tapi kalau ibu dengan sukarela buka sendiri ya bukan salahku lho hehehe guraunya sambi mencium bibirku. Untuk variasi, coba deh ibu di atas tolong diisepin tetekku dong, bu pintanya manja. Aku mandah saja ketika ia memelukku lalu menggulingkan tubuhnya hingga telentang dan aku menindihnya. DiDrabingnya kepalaku ke putingnya. Pelan kujilat-jilat lalu kuisap. Yang kuat, buerangnya sementara tangannya bergerak turun ke arah pantatku. Meremas dan menekan-nekannya sambil mengayun zakarnya ke atas sehingga bertemu dengan vaginaku meski masih terbungkus cd. Sejenak kemudian pahaku dibukanya dengan dua tangan lalu tangan itu mulai mengobok-obok daerah sensitifku itu. Sebentar saja aku kembali basah. Dra, oh Dra.. aku mau keluar, desisku tak tahan. Namun Rendra mendadak menghentikan gerakan tangannya sehingga aku blingsatan. Teruskan, Dra, pintaku sambil meletakkan tangannya di memekku lagi, tapi ia tetap diam. Jangan buru-buru, bu. Makin lama makin nikmat kan godanya membuatku tak sabar. Nafsuku yang sudah di ubun-ubun minta penuntasan segera tapi Rendra sengaja menggodaku. Entah dapat kekuatan dari mana tiba-tiba aku jadi beringas. Kududuki perut Rendra lalu kuambil tangan kanannya, kupilih telunjuknya lalu kubawa ke arah vaginaku. Kusisipkan jari itu di sela-sela cd ku dan segera kumasuk kan ke liang vagina.

Dra, tolong kau puasi aku dengan jarimu Aku nggak tahan lagi Kutusuk-tusukkan jari Rendra dalam-dalam. Dan setelah kurasakan ia mulai menggerakkan jarinya keluar masuk, aku lalu meneletangkan tubuh ke belakang, sampai kepalaku bertumpu pada pahanya. Ugh egh kunikmati kocokan jari Rendra di vulvaku. Kurasakan cairanku menderas. Mataku membeliak menikmati surga dunia itu. Gilanya, kemudian aku merasa pahaku ditarik ke atas dan sekarang bukan lagi jari Rendra, melainkan lidahnya yang yang menusuk-nusuk memasuki vaginaku. Ia memang tidak membuka cd-ku, hanya menyibakkan bagian bawahnya lebar-lebar. Seeer cret suuur aku sampai ke klimaks. Pantatku berkejat-kejat mengejan gemetaran dan Rendra menelan semua maniku sampai aku lemas. Ia terus menyedot dan menjilat-jilat. Sungguh edan! Tubuhku terjelepak di pahanya dengan nafas ngos-ngosan. Namun kurasakan jemari Rendra menggantikan lidahnya menusuki lubang memekku. Tidak hanya satu jari, tapi 2 kadang 3 jari masuk bareng! Cukup, Dra.. pintaku. Belum, bu, jawabnya sambil terus merangsang klitorisku, wanita biasanya bisa mencapai orgasme berkali-kali. Aku mau buktikan itu, katanya. Tak menunggu lama, ucapan Rendra terbukti. Syahwatku memuncak lagi dan cairanku mengucur lagi. Rendra mengerjaiku dengan cara itu sampai aku empat kali orgasme. Apa ia juga melakukan hal ini pada istrinya, anakku Nah, sekarang terbukti aku lebih kuat kan, bu Aku belum sekalipun buka cd tapi ibu malah memaksaku mengocok vagina ibu Aku benar-benar tak kuat, DraSudah bertahun-tahun aku tak pernah merasakan kenikmatan dan sekarang kamu merangsangnya terus sejak semalaman. Siapa bisa tahan Apa itu berarti ibu tidak mau pakai cd lagi Aku tetap pakai dan kamu juga. Aku takut hamil Setelah empat kali orgasme berturut-turut, tulang-tulangku seperti dilolosi. Pelan kugeser tubuhku turun dari ranjang mengambil cd baru dari tas lalu tanpa sungkan kupakai di depan Rendra. Kamu juga harus ganti cd baru, Dra, kan sudah bau bekas sperma kemarin kan.. `Iya, iya, bu sekalian aja nanti waktu mandi. Sekarang aku ingin ibu ganti memuaskanku

Tangan Rendra menggapaiku dan mendudukkan pantatku tepat di atas zakarnya. Kugoyanggoyang pantatku sampai Rendra mendesis-desis sambil meremasi tetekku. Kupercepat rangsanganku pakai tangan. Kugenggam zakar di balik cd itu dan kukocok-kocok sampai 15 menit barulah kemudian Rendra memelukku erat-erat sambil menyemburkan sperma di dalam cd nya. Setelah habis kuperas, ia memelukku dan menggulirkan tubuh kami ke ranjang. Kami terdiam. Kudengar nafasnya agak memburu. Kami benar-benar capai berpacu dalam birahi. Bel makan siang berbunyi tapi kami tetap tak beranjak keluar kamar. Kami hanya makan roti dan minum minuman kaleng yang dibeli Rendra, entah apa tapi rasanya agak hangat di badan. Selama ini kami masih bertahan pakai cd. Aku akan berusaha sampai ibu buka cd sendiri, tekadnya sambil mengecup dan menggigitgigit telingaku, mengecupi wajahku, menciumi bibirku, menjilati dagu, leher, dada, menyedoti tetekku kiri-kanan, turun terus sampai aku menggelinjang ketika lidahnya sampai di perutku, pusar dan terus turun. Menyelip-nyelip di cd di daerah selangkanganku. Menyentuh-nyentuh lubang vagina, menerobos sampai klitorisku dapat diemut dan dimainkan dengan lidahnya. Uuffgghh kurasakan nikmat mengalir dari selangkangan sampai ke kepalaku. Kutekan kepala Rendra keras-keras. Aa aku nggak kuat, Dra hsshh hsshhh.. enaaak banget nikmaaat tanpa sadar tanganku beralih ke cdku dan cepat melepasnya. Rendra membantuku melepas cd itu setelah melewati paha. Kini aku bugil gil dengan paha ngangkang dijilati menantuku! Suur cretcret aku orgasme lagi dengan paha ngangkang berkejat-kejat. Mungkin ini yang ke10 kali sejak kemarin. Dan lagi-lagi Rendra melahapnya dengan ganas, menyedot, mengisapku sampai kering. Terbukti, kan, ibu sudah buka cd sendiri, bisiknya sambil menaikiku lagi hingga bibirnya mencapai bibirku dan selangkangannya menekan vaginaku. Sekarang ibu akan kupaksa membuka cdku juga desisnya samibl menekan-nekan dan memutar-mutar tonjolan cdnya ke vaginaku. Batang besar yang tercetak di cd itu sekarang masuk memanjang di bibir vaginaku. Digesekkannya naik turun membangkitkan birahiku lagi. Remasan di tetekku dan mungkin pengaruh minuman kaleng tadi mempercepat syahwatku naik lagi. Jajangan, Dra Jangan perkosa aku nanti hamil erangku sambil memelukkan pahaku ke pahanya dan tanganku ke punggungnya, tak kuat merasakan rangsangan yang melanda. Tidak, bu tapi ibu sendiri yang bakal minta kuperkosa Ibu ingin zakarku masuk ke memek ibu, kan Jang jangan, Dra eegghhh aku harus mengejan lagi hendak mengeluarkan mani. Namun mendadak Rendra berbalik dan membuat posisi 69. Lidahnya kini bebas memasuki

vaginaku tanpa halangan cd, sedangkan tonjolan besar zakarnya tepat di depan wajahku yang mau tak mau terpaksa kupegang supaya tidak menekan wajahku terlalu kuat. Berdenyut-denyut benda tumpul kenyal itu di genggamanku. Kukocok-kocok dan, karena ukuran cdnya yang kecil, membuat kepala zakar itu sekarang muncul di perutnya. Jilat, bu isep pintanya sambil mengarahkan tonjolan itu ke mulutku. Aku yang sudah tak mampu berpikir jernih perlahan tapi pasti menuruti permintaan gilanya yang belum pernah kulakukan pada suamiku sekalipun. Ufh.. kukulum-kulum kecil ujung penisnya dan membuat benda panjang itu semakin keluar dari cd, seperti ular. Kupegang batang ular itu sementara kepalanya masuk ke mulutku semakin dalam. Semakin dalam dan semakin bergelenyar, berkejut-kejut di mulutku. Agar lebih leluasa, cdnya semakin kuturunkan dan sekejap kemudian tanpa sadar cd itu sudah kulepas dari pahanya! Lagi-lagi Rendra membuktikan keampuhan rangsangannya pada tubuhku. Kocokan zakarnya di mulutku semakin cepat, cepat dan craaat croot crooot! Spermanya kontan memenuhi mulutku, ada yang tertelan, ada yang meleleh keluar dari bibirku Sementara bibir bawahku pun memancarkan maninya lagi bertubi-tubi disambut oleh mulut Rendra yang menampungnya sampai tuntas. Tuntas tas, sampai kami berdua terjelepak kecapaiannya di ranjang. Gemuruh dada dan sengal-sengal nafas kami memenuhi udara kamar mesum itu. Thanks ya bu. Ibu sudah buka cdku, berarti aku boleh melakukan apa saja dengan penisku pada ibu kan tanyanya menggodaku. Ta tapi jangan kau hamili aku, Dra Memang ibu masih bisa hamil Masih, Dra meski sudah 45 tahun aku masih mens Ya, nanti kita atur sajalah, bu yang penting aku boleh masukkan penis ke sini kan rajuknya sambil mengelus vaginaku dan membawa tanganku memegang penisnya. Tap tapi pelan-pelan saja ya Dra dan jangan dikeluarkan di dalam akhirnya aku memenuhi desakan nafsunya. Thanks, bu, katanya lagi sambil mengecupku dan menunggangiku lagi. Mengangkangkan pahaku lagi lalu memacuku. Bagai joki tak kenal lelah. Aku pun rela jadi kuda pacu lagi. Terlebih setelah merasakan barang panjang itu berkembang lagi bergerak-gerak di selangkanganku. Menusuk-nusuk mencari jalan masuk. Dra, egh, Dra jangan masukkan Dra.. aku masih takut-takut. Tapi Rendra tak peduli dan tetap mengarahkan kepala zakarnya ke vaginaku. Menggosok-gosok pintu lubang, menjujutjujut mau masuk. Kurapatkan paha, tapi tangan Rendra cepat membukanya lagi, menekan

ke kiri-kanan dan bleess zakar panjang itu ambles ke dalam memekku yang licin penuh lendir mani. Dra, gila kamu! Badanku melenting ke atas memeluknya, merasakan sensasi gila di selangkangan. Yah, akhirnya sambil duduk kunikmati kocokan zakar Rendra yang memajumundurkan pantatku. Sakit, nikmat, nafsu syahwat campur jadi satu. Dra Dra jangan keluarkan di dalam aku mengingatkan tapi Rendra malah tambah rapat memeluk pantat belakangku dan menggerakkan pantatnya sendiri maju-mundur, keluar masuk. Aku mau sampai tuntas, bu.. bisiknya di sela-sela deru nafasnya. Aku bisa hamil, Dra! Aku tak percaya. Serius, Dra! Sekarang kita nikmati saja, bu hamil urusan nanti. Gocohannya tambah keras dan aku malah semakin menggigil merasakan nikmat syahwat itu sampai ke ubun-ubun. Ketakutan akan kehamilan pun jadi terlupakan. Rendra mendorongku telentang ke ranjang dan dia lalu jadi joki piawai. Mengolah gerakan pantatnya, zakarnya keluar masuk, naik turun, mencangkul, menusuk, mengobrak-abrik memekku sampai akhirnya dia menekan sangat keras dan crooot crooot crooot cruuut cruut cret!! Sperma hangat mengaliri rahimku dan akupun mengejan berkejat-kejat lagi menumpahkan mani. Memeluk punggung dan pahanya erat-erat. Kami mencapai puncak bersamaan. Dan ini kali pertama zakarnya bersarang di vaginaku tanpa bisa kularang karena aku juga menginginkan. Resiko hamil kujadikan urusan belakang. Kenikmatan itu terus kami reguk setelah mandi dan makan malam. Semalaman lagi kami bergumul memanjakan syahwat hingga terdengar sirene kapal memberitahukan bahwa pelabuhan tujuan sudah kelihatan. Namun untuk mencapai pelabuhan itupun masih perlu waktu dua jam lagi dan itupun terus kami gunakan mereguk madu nafsu di kapal itu. Kami biarkan penumpang lain turun lebih dulu supaya mereka tidak melihat tubuh dan wajah kami yang kusut masai pucat pasi kehabisan mani. Setelah itu dua bulan aku menemani anakku di Irian Jaya, dan dua bulan itu pula kami secara sembunyi-sembunyi terus berzinah. Demikian pula sewaktu Rendra mengantarku pulang ke Jawa Timur, kami memilih naik kapal laut lagi, bahkan kami sempat menginap tiga hari di hotel Surabaya sebelum pulang ke rumah. Tahun depan, aku berharap Rendra

mau menjemputku untuk menengok anakku lagi. Setelah merasakan kelelakian Rendra, rasanya aku jadi tak kuat puasa berlama-lama. Aku tak mau dengan laki-laki lain. Dan kukira aku harus segera sterilisasi untuk mencegah kelahiran anakku sekaligus cucuku.

Making Love Diatas Kapal


Posted on December 15, 2010 by kumpulanceritadewasa.info

Akhirnya usai sudah kegiatan yang menjemukan selama 2 minggu di sini dan aku mo balik ke Jakarta untuk refresh neh oh iya namaku Andi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di perusahaan swasta, ciri-ciri tubuhkan yahh.. untuk postur Indonesia udah cukup di perhitungkan neh.. heheheh Besok aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari Perusahaan di Kota ini di ujung Timur Indonesia neh aku mo naik kapal laut aja dech karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama perjalanan 1 minggu wahhhh pusing juga neh setelah membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk persiapan besoknya berangkat. Tiba saatnya aku menuju pelabuhan setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang. So akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya langsung aku bergegas membersihkan diri (mandi neh..) setelah mandi diatas aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat. Wahhh.. kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger jadi tambah pusing neh. ujarku di dalam hati. Setelah melihat-lihat sekeling kapal dan akhirnya aku berdiri di pinggiran kapal sambil melihat kebawah siapa tau aja ada yang bisa nemanin aku selama seminggu ini hehehhe. Mataku tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan bersama anaknya yang kira-kira 5 tahunanlah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tangganya kepada ibu dan anaknya setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan. Namaku Andi, aku tujuan Jakarta ujarku. Ibu itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang tipis. Tak lama kemudian di berucap : Namaku Leni ini anakku dan tujuan juga ke Jakarta ucapnya. Akhirnya kita saling ngobrol-ngobrol dan ternyata tadi adalah suaminya yang bekerja di kota ini dan Leni setiap 6 bulan sekali datang bersama anaknya untuk melepas rindu sama sang suami. Walahh.. kuat juga yach.. kalo aku kagak nahannnn (hehehe)

Besok pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Leni bersama anaknya sedang menuju ruang makan. Aku melihat dari belakang.Hhmmmm berisi juga neh pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki neh ujarku dalam hati. Llangsung aku menemuinya dan kita makan bersama-sama 1 meja. Sambil aku ngelirik ke arahnya wow sempat aku melihat bentuk payudaranya yang ditutupi oleh jilbab dan bajunya lumayan mengkal neh waduh jadi pikiran kotor neh Leni, Di kelas 1 juga yach tanyaku. Ttidak mas aku ambil di kelas 2 aja kok jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah. Oooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja sih pengen tenang dan rileks aja ucapku sekenanya. Leni juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar dengan Leni, jadinya Leni cuma ditemani anakku aja neh sahutnya. Ooh gitu yach berarti aku bisa dong main-main ke kamarmu tanyaku. Bisa aja kok, kita khan di satu gang.. tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kok ujarnya. Ooh ya aku mo cari rokok tuch semalam sahutku lagi. Setelah selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil. Karena di luar koridor angin cukup kencang maka saat aku berjalan disampingnya hmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu berjilbab ini. Ooh seandainya aku dapat menidurinya bisikku di dalam hati. Hari kedua belum terjadi apa-apa diantara kami, namun setelah makan sore iseng-iseng aku mengetuk pintu kamarnya. Leni, ini aku Andi boleh aku masuk, tanyaku. Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul kepalanya yang ditutupi oleh jilbab seadanya dan menggunakan terusan daster hmmm aku Lenit dia tidak mengurangi kecantikan dan kemontokannya kok. Ssilahkan masuk mas, ujarnya pelan. Maaf anakku baru aja tidur dan aku baru tidurin dia neh sahutnya. Dikarenakan kita nggak mau mengganggu anaknya, so kita duduk di satu tempat tidur yang lain sambil bercerita. Aku memandangnya. Oohhhh semakin lama disini aku semakin tidak kuat menahan birahiku ujarku didalam hati. Saat kita sedang bercerita dasternya tersingkap sampai dengan lututnya. Uuppss.. spontan aku mengatakan, Mulus sekali kakimu Leni yah.. pasti kamu rawat dengan baik dan secara sempurnya, ujarku sambil tanganku mengelus-elus betisnya secara refleks.

Langsung dia menarik kakinya dari tanganku sambil berujar. Aah mas Andi bisa-bisa aja nih Senyum mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah namun aku tetap memegang betisnya dan bahkan menggeserkan tanganku keatas. Aah Mas jangan gitu ach nggak enak neh sahutnya. Namun aku tak berkata-kata lagi langsung aku sibakkan dasternya sampai ke pahanya dan langsung kuciumi dan kujilati pahanya. Ssluuurrrppp.. Ohhhhhh Mass jangan dong ujarnya. Namun Leni tidak menarik pahanya dari mulutku tangannya malahan memegang kepalaku dan seolah-olah menekan-nekan. Ssluurrrppp slururrpppp.. ssshhhh oh mas jjaannn gannn. pekik Leni pelan. Namun aku tetap melanjutkan jilatanku sampai ke pangkal pahanya dan secara cepat aku menarik celana dalamnya turun dan Ssluuurrrppp kujilati memeknya yang penuh dengan bulu-bulu. Ooohhhh mas Andiii oohhh desahnya. Kujilati itilnya slururpp sluruppp Shhhh ohhh mass aduuuhhh ahhhh jeritnya pelan setelah sekitar 15 menit aku bermain lidahku di memeknya. Langsung aku memberhentikan kegiatanku dan kuangkat kepalaku keatas kulihat Leni memejam matanya menahan kenikmatan yang baru dia rasakan. Oohhh aku Lenit begitu indah pemandangan didepanku. Ibu muda, cantik dan berjilbab menggunakan daster setengah telanjang sedang menanti kontol neh langsung kuhampiri bibirnya yang sedari kemarin aku inginkan sluuup.. smmm hmmm kita langsung bersilat lidah. Tak lupa tanganku menggerayangi payudaranya. Oohhh mas.. pintar sekali kamu, ohhhh.. achhh.. Kuturunin lidahku menuju payudaranya dan kugigit-gigit kecil dari luar dasternya. Oohh.. mass cepaattt nanti anakku bangun bisiknya pelan langsung tanpa ada yang perintah. Kubuka celana panjang dan sekaLenin celana dalamku. Uupps besar sekali mas punyamu sahutnya. Silahkan Leni apa yang kamu inginkan ujarku. Leni langsung menyodorkan mulutnya dan menghisap kontolku dengan mahirnya. Uugghhhhff Leni kamu pintar juga yach sama suamimu juga sering beginian yach? Mmmrmmmrpp.. nggak masss jarang kok Setelah sekian menit aku langsung memberhentikan isapannya pada kontolku dan langsung menaikkan dasternya tanpa melepas jilbabnya dan Leni membuka kedua pahanya menanti kontolku memasuki dirinya.

Ayok mas.. cepatan Oohhggghh Ppelan-pelan kutempelkan kontolku di permukaan memeknya. Ooufghhhh Baru aja kepala kontolku masuk udah terasa nikmat. Dooorong mas enaeekkk mass oughhhh Kudorong pelan-pelan masuk dan Bleeeeeeeeeesss.. Uughhf Aakhirnya masuk semua kontolku kedalam memeknya. Kudiami beberapa saat dan mulailah kupompa kontolku di dalam memeknya. Srooopp.. croopppp slerrrrpp Oohhh enak sekali memekmu Leni.. Iiiyyyyaa kontolmu juga enak mass oohhh terusin mass. Aku sengaja tidak membuka jilbab dan dasternya takut kalo anaknya tiba-tiba bangun. Teruuusss mass yang cepatt ooohhh sruuuppp sreettt croooppp..celllelel ppp..belle Aku pompa terus memeknya sampai kira-kira setengah jam kulihat Leni sudah mulai tandatanda mau keluar. Oohhh mass cepatannnn.. Leni udah mo keluar Sabarr yah.. mas juga udah mau keluar yah uggghh Leni.. kita sama-sama keluarin yah ooohhh sllluuppp oohhh achhhh.. Aakhirnya Leni telah keluar dan semenit kemudian menyusul aku menyemprotkan air maniku ke memeknya. Crootttt.. crroooot corootttttt. Uuuffhhhh.. mas banyak sekali air manimu neh Setelah kita tenang langsung Leni ke kamar mandi membersihkan air maniku yang mulai meleleh di pahanya aku menunggu dia keluar dari kamar mandi dan aku bilang minta maaf yah bahwa aku kebawa nafsu sih dia bilang nggak apa-apa kok sama dengan dia juga aku mohon izin untuk kembali ke kamarku dulu dikarenakan jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Besok pagi disaat waktu makan pagi, aku mengetok kamarnya. Leni kita sarapan pagi yook ujarku pelan. Tak lama pintu terbuka dan Leni telah siap dengan pakaian longdres panjang dan berjilbab. Uuugghhh cantiknya dia dan menyilahkan kumasuk. Anakku belum bangun neh jawabnya. Jadi gimana dong.. Kita tunggu bentaran aja yach tanyanya. Akhirnya kita ngobrolngobrol. Eehh.. udah sekitar setengah jam.. anaknya belum bangun juga neh. Tau-tau kita malahan saling pegang-pegangan tangan. Leni kamu cantik sekali ujarku. Aach mas ini.. Leni biasa-biasa aja kok ucapnya. Malu-malu langsung kususup lidahku ke mulutnya.

Mhmmmmpppff jangan ach mas ntar anakku bangun lho sahutnya. Sebenntarr aja yach Leni ucapku memelas. Hhmmmm gimana yach jawab Leni. Ttanpa menunggu jawabannya langsung kuciumi bibirnya yang merah dan basah itu. Ssluruurupp hmmpfghh oohhh.. masshh.. Llangsung kumainkan lidahku di dalam mulutnya. Cuupppss smshhsh oohh.. Tanpa membuka jilbabnya langsung kunaikkan longdressnya. Kuturunin celana dalamnya. Ooohhh udah basah juga neh memeknya. Sssss.. ssss mas oohhh.. Cepat-cepat kubalikin dia aku pengen gaya nungging. Oohhh mas Kuangkat kakinya satu dan mulai kutusukkan kontolku. Sssss oougghhh.. blessss sssssllreepp mmrrpp oohhh mas nikmat sekaliii Liiaa memekmu juga enaakakk. Ooougghhhaaa ooohhh yang cepat mas.. Kupompa kontolku. Srooortkkk.. sluururppp sreet bellsss. Uufghhh masss enak sekali hmmmm Iya yyahh oohhh.. Leni ayookk kita keluarin bersama-sama Oooggghh mass aku mo keluarrrrr oogghhrrr ahhhhh Langsung badannya Leni jatuh ke tempat tidur sambil tetap menungging membelakangi aku dan tanpa menunggu lagi kutusukkan kontolku lagi . Bleessssssssss Ooohhhh masss enakkk cepattttaaannn iiiiiyya Leni.. Oooohh mas hampir keluar neh Ooghhhs oohhhh Lenia siiappp Croootttttt croottt crooott ughhh Tumpah ruah air maniku kedalam memeknya lagi tak lama air maniku keluar. So anaknya juga udah mulai bangun dan kita langsung bereskan diri dan menuju ruang makan. Selama empat hari kita selalu bercinta, namun Leni tidak pernah telanjang aLenis jilbab dan bajunya masih menempel di badan dan aku pun tak mempermasalahkan itu yang penting memeknya yang ranum hhmmmm hingga suatu malam hari ke enam dan rencananya besok kapal kita sudah nyampe di Jakarta aku sedang santai sambil tiduran di dalam kamar hanya mengenakan celana pendek. Tok tok kudengar ketukan pintu kamarku, Siapa yah? tanyaku. Ini Leni mas jawab suara diluar. Serta merta aku berdiri dan membuka pintu hmmm.. Kulihat Leni hanya mengenakan

daster panjang tanpa mengenakan jilbab. Oohhhh.. cantiknya dan putih sekali lehernya itu semenit aku terpana di depan pintu. Mas boleh aku masuk? tanyanya langsung. Aku tersentak kaget. Ooh iya.. ya silahkan Leni sahutku. Ada apa ne Leni, malam-malam kesini? tanyaku. Ndak neh aku mo nanya aja.. besok khan kita udah nyampe Jakarta, trus mas langsung pulang yah tanyanya. Iya sih soalnya lusa udah masuk ngantor terangku kepadanya. Ooooohh.. ya udah deh Leni langsung pulang ke kampung aja dech.. jawabnya. Setelah kita ngobrol panjang lebar. Leni pamitan mo kembali ke kamarnya, dikarnakan jam udah menunjukan pukul 9 malam, namun disaat dia mo berdiri, kupegang tangannya dan kuciumi sambil kujilati telapak tangannya sampai ke pangkal lengannya. Ooouuhhh mas geli ahh Tanpa kujawab kujilati lehernya yang putih mulus itu. Sluurrppp.. slurppp shhhh ssss. Ooohh mas sluurrp. Kutelusuri lehernya yang jenjang kadang kugigit-gigit kecil. Ooowhh massss ohhh.. Leni aku ingin bersamamu malam ini ujarku dia diam sambil menundukkan kepalanya. Hhmmmmm.. tanpa tunggu jawabannya langsungku gendong dan kubawa ke tempat tidur mulai kuciumi bibirnya yang ranum. Rhmmmm.. sluruppp ssshhmm ohssss Leni sungguh enak bibirmu.. Hhmmsfh.. kubuka perlahan-lahan dasternya oohhhh ternyata Leni tidak memakai BH dan celana dalam. Ssluruuurpp slururpp hmmmm langsung kujilati payudaranya yang putih mengkal. Sluuruppp.Oohhhssss masssnnns tertuuuusss ucapnya terbata-bata. Kutelusuri lidahku ke memeknya yang rimbun. Ssluruuupp.. kujilati itilnya oohhhhsss langsung kubalikkan badanku tepat kontolku di mulutnya slruuup oougfhhh hmmmsssllii pp kontolku langsung diisapnya sambil tak lupa kuhisap juga memeknya yang ranum ini. Oohhh mas aku udah nggak tahan tuussuuukk mas Saabbarrr Le