Anda di halaman 1dari 4

Wednesday, July 8, 2009

Demam pada bayi


Demam pada bayi tak bisa dipisahkan dari proses tumbuh kembang.
Terlebih di usia 0-12 bulan karena daya tahan tubuh bayi masih rendah
sehingga mudah terinfeksi. Yang perlu menjadi perhatian, bayi baru lahir
sampai usia 2-3 bulan belum memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh
yang sempurna.
Meski mengalami infeksi cukup berat, bisa saja suhu tubuhnya tidak
banyak mengalami perubahan. Untuk itu, perubahan perilaku merupakan
tolak ukur yang lebih kuat ketimbang perubahan suhu tubuh. Di
antaranya, bayi menjadi lemas, tampak tidak aktif, tidak mau minum,
dan lain-lain.

Dikatakan demam jika suhu tubuh meningkat menjadi 38 derajat Celcius
atau lebih. Demam bisa terjadi secara mendadak, langsung tinggi dalam
beberapa jam atau meningkat perlahan-lahan dalam beberapa hari.
Orangtua perlu tahu, tingginya suhu tubuh tak dapat dijadikan indikasi
bahwa penyakit yang diderita semakin parah. Yang jelas, saat itu tubuh
sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi.
Itulah mengapa, demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari
dan tak selalu butuh pengobatan.
Akan tetapi, mengingat tidak semua bibit penyakit mati pada suhu tubuh
tinggi, maka dianjurkan untuk membawa bayi ke dokter apabila suhunya
mencapai 38,5 derajat Celcius. Dikhawatirkan infeksi yang terjadi
tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-
obatan.

LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA
Bila si kecil mengalami demam, inilah beberapa langkah pertolongan
pertama yang dapat dilakukan di rumah:

Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap
serangan bakteri dan virus. Para ahli yakin, tubuh dapat lebih efektif
melawan infeksi jika suhunya naik. Nah, jika perilaku bayi tidak berubah;
tetap aktif bermain, mau minum dan makan MPASI, Anda tidak perlu
memberinya obat penurun panas. Biarkan tubuhnya bekerja secara alami.

Kenakan pada bayi baju yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat.
Hindari baju tebal, baju hangat, atau selimut tebal.

Berikan ASI lebih banyak dan lebih sering. Bila usianya di atas 6 bulan
dapat ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah.
Saat demam, penguapan cairan tubuh meningkat. Bila asupan cairan
kurang karena bayi kurang minum, ini dapat menyebabkan dehidrasi
ringan lantaran kebutuhan air meningkat
bila suhu tubuh meningkat.

Tempatkan bayi di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

Jika suhu tubuh di atas normal tapi belum demam (antara 37,5-38
derajat Celcius) alias sumeng, bayi/anak tak perlu diberi obat penurun
panas. Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu
normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang
banyak. Umumnya, temperatur manusia meningkat pada sore hari
menjelang malam dan turun setelah tengah malam menuju subuh.

Jika temperatur tubuh terlalu tinggi, bayi akan merasa tidak nyaman,
tidak bernafsu makan dan minum, serta sulit tidur yang justru
membuatnya makin sakit. Jika demikian, berikan kompres hangat yang
dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Caranya,
lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan
menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan.
Ulangi
beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi
dengan air hangat. Jangan pernah gunakan alkohol karena dapat terserap
menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf.
Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak
nyaman.

Gendong kanguru. Metode kanguru bisa dipakai untuk menurunkan suhu
tinggi pada bayi/anak dengan cara memanfaatkan sistem pengaturan
suhu tubuh ibu. Namun, cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit
ringan. Secara psikologis gendong kanguru juga menenangkan bayi
karena ia berada dalam pelukan ibu. Syaratnya, ada kontak kulit antara
bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah di dada
di dalam baju Anda yang longgar.

Jika suhu sudah di atas 38 derajat Celcius, berikan obat penurun panas
dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Hati-hati dengan
dosisnya karena harus diukur berdasarkan berat badannya (lebih baik
tanyakan dulu pada dokternya lewat telepon). Ada 2 kelompok obat yang
disarankan yakni ibuprofen dan
asetaminofen/parasetamol, yang dapat diulang setiap 4 jam sekali
(untuk asetaminofen) atau 6 jam sekali (untuk ibuprofen) bila suhu tubuh
masih tinggi. Lebih amannya, lakukan pengulangan hanya setelah 6 jam.
Yang tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak di bawah 16 tahun
adalah kelompok asetosal (seperti
aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol karena dapat berakibat fatal.
Penting pula diperhatikan, jangan memberi bayi 2 kelompok obat
sekaligus atau obat penurun panas yang merupakan kombinasi
asetaminofen dan ibuprofen.

Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali (patokannya supaya gampang,
pertama diukur pukul 6, kedua pukul 9, ketiga pukul 12, keempat pukul
15, dan seterusnya.) Atau, bisa juga setiap satu jam sekali agar lebih
akurat. Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola
suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang
diderita.

SEGERA HUBUNGI DOKTER ATAU BAWA KE RS BILA:

Sebetulnya, insting Anda dapat digunakan untuk menentukan kapan
sebaiknya bayi yang demam dibawa ke dokter. Jadi kalau Anda memang
khawatir, berapa pun suhu tubuh si kecil, hubungi atau datangi saja
dokternya. Alasannya, temperatur bukan satu-satunya indikasi apakah
penyebab demam itu penyakit serius atau bukan.

1.Bila suhu tubuh bayi berusia 3 bulan mencapai 38,3 derajat Celcius,
panduan dokter melalui telepon
mungkin cukup untuk menangani demamnya. Hubungi lagi sang
dokter jika suhu bayi 3-6 bulan mencapai
lebih dari 38,3 derajat Celcius.
2.Dalam 2 hari si kecil masih demam, padahal sudah diberi pertolongan
pertama seperti yang telah disebutkan
di atas.
3.Demam pada bayi, berapa pun usianya, mencapai 38,5 derajat Celcius
atau lebih, meski kejadiannya baru 1 hari.
Jangan-jangan ia mengidap infeksi berat.
4.Bayi gelisah, tidak dapat tidur, lesu, lemas, tidak mau makan dan
minum, muntah dan atau diare (karena
dikhawatirkan mengalami dehidrasi), wajah pucat atau sebaliknya
kemerahan, rewel dan sulit ditenangkan,
muncul batuk, telinga sakit misalnya Anda mengira ada infeksi
telinga).
5.Ada bintik kemerahan yang tidak berubah warna jika dipencet atau
bercak berwarna keunguan pada
kulitnya.
6.Bayi tampak kesulitan bernapas (napasnya berat atau bernapas terlalu
cepat) padahal Anda sudah
mengeluarkan ingusnya. Mungkin saja si bayi menderita asma
atau pneumonia.
7.Bayi mengalami kejang-kejang.

Source : www.indofamilyhealth.com