Anda di halaman 1dari 6

PRAKTIKUM III.2 Topik Tujuan : FOTOSINTESIS : 1.

Mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis 2. Mengetahui pengaruh CO2 terhadap fotosintesis Hari, Tanggal : Selasa, 18 Oktober 2011 Tempat I. : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM

ALAT DAN BAHAN Alat : 1. 2. 3. 4. Bahan : 1. Hydrilla verticillata yang segar 2. Air 3. Larutan 0,5% NaHCO3 4. Larutan 0,5% KHCO3 Beaker glass Corong kaca Tabung reaksi Kawat

II. 1. 2. 3. 4.

CARA KERJA Memasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang telah Memasukkan corong kaca ke dalam becker glass yang bersisi air Menutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang berisi air Menandai masing-masing perlakuan dengan label A, B, C, D, E, disediakan ke dalam corong kaca. dengan posisi corong mengahadap ke bawah. dalam keadaan terbalik (di dalam bak yang berisi air). dan F dimana :

A = Perlakuan air dan diletakkan di tempat terang (ada cahaya) B = Perlakuan air dan diletakkan di tempat gelap (tanpa cahaya) C = Perlakuan air diberi larutan NaHCO3 (3 tetes) dan diletakkan di tempat terang (ada cahaya). D = Perlakuan air diberi larutan NaHCO3 (3 tetes) dan diletakkan di tempat gelap (tanpa cahaya). E = Perlakuan air diberi larutan KHCO3 (3 tetes) dan diletakkan di tempat terang (ada cahaya). F = Perlakuan air diberi larutan KHCO3 (3 tetes) dan diletakkan di tempat gelap (tanpa cahaya). 5. 6. III. Mengamati perubahan yang terjadi selama 30 dan 60. Membuat grafik hasil pengamatan. TEORI DASAR Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu golongan makhluk yang dapat mensintesis sendiri senyawasenyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH +H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glokusa. Glokusa yang dihasilkan bila tidak segera diangkut akan mengalami kondensasi menjadi amilum yang disimpan dalam plastida. Pigmen daun yang sebenarnya terdiri atas beberapa jenis yaitu klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Pigmen inilah yang berfungsi untuk menyerap cahaya matahari. Tenaga eksitasi yang diperoleh klorofil digunkan untuk memecah molekul air menjadi hidrogen dan oksigen yang dibebaskan ke atmosfer dan peristiwa ini disebut peristiwa fotolisis air.

IV. 1.

HASIL PENGAMATAN Gambar perangkat percobaan Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Corong kaca Beaker glass Hydrilla Air Kawat Tabung reaksi

verticillata

penyangga

2. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Tabel pengamatan: Perlakuan Terang Gelap Terang + NaHCO3 Gelap +NaHCO3 Terang + KHCO3 Gelap + KHCO3 Penambahan Gelembung 30 menit 60 menit 90 menit 52 94 136 0 3 6 170 321 504 7 15 19 70 107 136 10 25 37

3. 1)

Grafik hubungan antara banyak gelembung dengan waktu Medium air (30', 60', 90')
150 100 50 0 30 60 90 Menit Menit Menit Terang Gelap

Keterangan : Terang 30 = 52 60 = 94 90 = 136 Gelap 30 = 0 60 = 3 90 = 6

2)
600 400 200 0

Medium air + NaHCO3 3 tetes (30', 60', 90') Keterangan : Terang 30 = 170 Terang 60 = 321 Gelap 90 = 504 30 60 90 Gelap Menit Menit Menit 30 = 7 60 = 15 90 = 19 Medium air + KHCO3 3 tetes (30', 60', 90') Keterangan : Terang 30 = 70 Terang 60 = 107 Gelap 90 = 136 30 60 90 Gelap menit Menit menit 30 = 10 60 = 25 90 = 37

3)
150 100 50 0

V.

ANALISIS DATA 1. Medium air Menurut pengamatan pada tempat terang dengan medium air biasa tanpa penambahan zat lain,terbentuk gelembung gelembung udara yang dihasilkan oleh Hydrilla. Pada menit ke 30 ada 52 gelembung, menit ke 60

ada 94 gelembung dan pada menit ke 90 ada 136 gelembung.Adanya gelembung berarti telah terjadi proses fotosintesis pada Hydrilla. Di tempat yang gelap, juga terjadi peristiwa fotosintesis pada hydrilla tetapi tidak terlalu banyak. Hal itu bisa terlihat dari jumlah gelembung yang dihasilkan yang jumlahnya sedikit. Pada menit ke 30 tidak ada gelembung, pada menit 60 ada 3 gelembung dan pada menit ke 90 ada 6 gelembung. 2. Medium air + NaHCO3 (3 Tetes) Pada pengamatan fotosintesis hydrilla pada medium dengan campuran NaHCO3 terdapat perbedaan yang sangat jauh dibandingkaan dengan air biasa. Penambahan NaHCO3 ternyata bisa mempercepar kerja fotosintesis, tidak hanya pada keadaan terang tapi juga pada keadaan gelap. Pada keadaan terang menit ke 30 ada170 gelembung, pada menit ke 60 ada 321 gelembung dan pada menit ke 90 ada 504 gelembung. Pada keadaan gelap juga terjadi peningkatan peristiwa fotosintesis. Menit ke 30 ada 7 gelembung, menit ke 60 ada 15 gelembung dan pada menit ke 90 ada 19 gelembung. Dapat di pastikan bahwa NaHCO3 adalah zat pemacu proses fotosintesis. 3. Medium air + KHCO3 (3 tetes) Pada pengamatan fotosintesis hydrilla dengan medium yang ditambahkan KHCO3 juga terjadi peningkatan jumlah gelembung yang dihasilkan pada proses fotosintesis. Tetapi jumlahnya tidak sebanyak pada medium yang ditambahkan NaHCO3 walaupun lebih banyak daripada medium air biasa. Pada keaadaan terang menit ke 30 ada 70 gelembung, pada menit ke 60 ada 107 gelembung dan pada menit ke 90 ada 136 gelembung. Pada keadaan gelap juga terjadi peningkatan aktivitas fotosintesis. Pada menit ke 30 ada 10 gelembung, pada menit ke 60 ada 25 gelembung dan pada menit ke 90 ada 37 gelembung. Bisa di simpulkan bahwa KHCO3 juga mempercepat proses fotosintesis

VI. 1.

KESIMPULAN Fotosintesis merupakan proses pembentukkan oksigen dan pembuatan makanan pada tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari dan CO2. 2. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan fotosintesis adalah NaHCO3 dan KHCO3 merupakan suatu zat yang dapat mengikat cahaya, konsentrasi CO2 dan air. gas CO2, sehingga persediaan CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis cukup banyak dan fotosintesis dapat berlangsung lebih cepat. 4. Proses fotosintesis lebih cepat terjadi di tempat terang daripada di tempat gelap.

VII.

DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. D. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka. Jakarta. Kimball, J.W. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta. Noorhidayati dan Noor Ichsan Hayani. 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. FKIP UNLAM. Banjarmasin. Sasmitahardja, Dradjat, dkk. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Depdikbud. Bandung.