Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I
PENDAHULUAN
Pengendalian, pengaturan dan koordinasi aktivitas sel, jaringan dan
alat-alat tubuh dilakukan oleh system saraI dan hormone, tanpa pengendalian,
pengaturan dan koordinasi, Iungsi sel, jaringan atau alat tubuh akan menjadi
kacau balau. Pada umumnya system saraI mengatur aktivitas alat-alat tubuh yang
mengalami perubahan yang relative cepat seperti pergerakan otot rangka,
pergerakan otot polos dan sekresi kelenjar. Sebaliknya, hormone mengatur
aktivitas seperti metabolism, reproduksi pertumbuhan dan perkembangan.
Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa detik, hari minggu, bulan dan
kadang-kadang beberapa tahun. Meskipun Iungsi dsaraI dan Iungsi hormone
berbeda, tetapi banyak terjadi kaitan antara system saraI dan hormone berbeda,
misalnya ada beberapa kelenjar bersekresi bila hanya ada stimulus yang dating
dikelenjar itu seperti kelenjar adrenal bagina medulla dan neurohipoIisa.














2

BAB II
SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain.
Kelenjar yang menghasilkan hormone disebut kelenjar endokrin. Kelenjar
endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormin yang dihasilkan tidak dialirkan
melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam pembuluh darah. Ada kelenjar
macam lain yang disebut kelenjar eksokrin disebut demikian karena sekretnya
dialirkan melalui saluran seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, kelenjar lakrimal
dan kelenjar pencernaan makanan.

A.Hormon Sebagai Messenger
i dalam tubuh manusia secara umum ditemukan 2 jenis kelenjar / organ.
Pertama adalah kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang memiliki saluran dan kedua
yaitu kelenjar endokrin yang tidak memiliki saluaran pengeluaran. ilihat dari
Iungsinya, produksi kelenjar ada 2 macam, berupa :
- sekreta : dimanIaatkan tubuh, contoh : enzim, hormon.
- ekskreta : dibuang oleh tubuh, contoh : urin, keringat.
Hormon bertindak sebagai 'pembawa pesan dan dibawa oleh aliran darah ke
berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan 'pesan tersebut
menjadi suatu tindakan.
Hormon (dari bahasa Yunani, opq : horman - 'yang menggerakkan) adalah
pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Semua organisme
3

multiselular, memproduksi hormon. Hormon berIungsi untuk memberikan sinyal ke
sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas
tertentu. Pada umumnya pengaruh hormon berbeda dengan saraI. Perubahan yang
dikontrol oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu
panjang. Contohnya pertumbuhan dan pematangan seksual.
B. Ciri-Ciri Hormon
Hormone mempunyai ciri-ciri sebagai berikut 1. Hormone diproduksi dan
disekresikan kedalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah yang sangat
kecil; 2. Hormone diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target; 3. Hormone
mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat disel target;4. Hormone
mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga
mempengaruhi beberapa sel target, tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa sel
target yang berlainan.
TABEL 11.1
SUSUNAN KIMIA HORMON
SUSUNAN KIMIA NAMA HORMON
NAMA
KELEN1AR/SUMBER
Amin Adrenalin
Noradrenalin
Tiroksin
Triyodotironin
FSH
LH
Prolaktin
TSH
Medula adrenal
Medulla adrenal
Tiroid
Tiroid
HipoIisa anterior
HipoIisa anterior
HipoIisa anterior
HipoIisa anterior
4

ACTH HipoIisa anterior
Peptida dan protein Hormone pertumbuhan
(GH)
Oksitosin
Vasopressin
Paratormon
Kalsitonin
Insulin
Glucagon
Gastrin
Sekretin
HipoIisa anterior

HipoIisa posterior
HipoIisa posterior
Paratiroid
Tiroid
Pancreas
Pancreas
Mukosa lambung
Mukosa duodenum
Steroid Testosterone
Oestrogen
Progesterone
Kartikosteroid

Testis
Ovarium/placenta
Ovarium/placenta
Koteks adrenal
Asam lemak prostaglandin Jaringan

C.Klasifikasi Hormon Atas Dasar Struktur Molekul
TABEL 11.2
PENGARUH UTAMA HORMON PADA HEWAN VERTEBRATA
Kelompok
hormon
Pengaruh hormone terhadap sel
target
Nama hormone
1. Kinetik a. Kontraksi otot
b. Pengumpulan dan pengeluaran
pigmen
c. Sekresi kelenjar eksokrin
a. EpineIrin
b. Melatonin

c. Sekretin
3

d. Sekresi kelenjar endokrin d. ACTH, TSH, LH
2. Metabolik a. Pengaturan kecepatan respirasi
b. Keseimbangan karbohidrat dan
protein
c. Keseimbangan elektrolit dan air
d. Keseimbangan kalsium dan IosIor
a. Tiroksin
b. Insulin, GH, glucagon

c. AH, aldosteron
d. Paratormon
3. MorIogenetik a. Pertumbuhan
b. Molting
c. Metamorphosis
d. Regenerasi
e. Pemasakan gonad
I. Pelepasan gamet
g. eIerensiasi saluran genital
h. Perkembangan cirri seks sekunder
a. GH
b. Tiroksin, kortikosteroid
c. Tiroksin
d. GH
e. FSH
I. LH
g. Androgen
h. Estrogen, androgen
4. Tingkah laku a. Pengaruh tropic terhadap system
saraI
b. Sensitasi terhadap rangsang khusus
a. Estorogen, progesterone

b. Androgen, prolaktin

D. Mekanisme Kerja Hormon
a) hormon berinteraksi dengan reseptor di membran plasma
b) interaksi ini mengakibatkan perubahan ATP menjadi cAMP
c) perubahan ini dipicu oleh adenil siklase
d) cAMP berdiIusi kedlm sel dan bergabung dengan reseptor intrasel
(massenger kedua)
e) massenger kedua ini akan mengubah Iungsi sel sesuai pesan khusus yang
dibawa hormon


6

E. Lingkup kerja hormon
Meskipun kerja hormone sangat bervariasi, kerja hormone dapat
dikelompokkan menjadi 4 lingkup yaitu (1) mengendalikan medium dalam dengan
jalan mengatur komposisi kimia dan volume ;(2) mengadakan tanggapan terhadap
perubahan drastic kondisi lingkungan untuk menolong tubuh dari situasi seperti
inIeksi, trauma, stress, dehidrasi, kelaparan dan pendarahan;(3) berperan dalam
perkembangan dan pertumbuhan ;(4) terlibat dalam proses reproduksi termasuk
reproduksi gamet, Iertilisasi, suplai makanan kepada embrio dan mahluk yang baru
dilahirkan.
. AKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKRESI HORMON
Ada 2 Iaktor yang mempengaruhi sekresi hormone yaitu Iactor saraI dan
Iactor kimia. Beberapa kelenjar endokrin mendapat suplai saraI dari system saraI
autonom, sihingga aktivitas kelenjar endokrin tersebut dipengaruhi oleh impuls yang
datang pada kelenjar itu misalnya kelenjar adrenal bagian medulla mendapat
persaraIan dari saraI simpatik. Sekresi epineIrin akan bertambah atau berkurang
tergantung dari aktiIitas saraI simpatik tersebut. Impuls yang datang dari hipotelamus
akan mempengaruhi aktivitas hipoIisa.
Substansi kimia yang terdapat didalam darah merupakan Iactor yang penting
bagi pengaturan sekresi hormone. Substansi kimia ini dapat berupa hormone yang
dihasilkan oleh kelenjar lain atau substansi bukan hormone.
Substansi kelenjar tiroid, adrenal bagian korteks dan gonad tergantung dari
hormone yang disekresikan oleh kelenjar hipoIisa. Sebaliknya sekresi hipoIisa
dipengaruhi oleh hormone yang dihasilkan oleh gonad. Produksi insulin oleh pilau
Langerhans tergantung dari kadar glukosa didalam darah. Bila kadar glukosa didalam
darah meningkat, sekresi insulin juga meningkat. Adanya substansi yang asam atau
lemak diduodenum akan mempengaruhi sekresi sekretin. System saraI
mengendalikan homeostasis dengan perentaraan impuls yang menjalar sepanjang
7

neuron, tetapi dalam tubuh terdapat system pengendalian yang lain yaitu system
endokrin. Pengendalian oleh system endokrin dilaksanakan dengan perentaraan suatu
substansi kimia yang dikenal dengan istilah hormone.
G. Macam-Macam Kelenjar Endokrin
alam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu
hipoIisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan
testis. Ada kelenjar yang berIungsi ganda, bertindak sebagai kelenjar eksokrin
maupun endokrin seperti misalnya pancreas.
a. Hipofisis
Kelenjar ini terletak pada dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-
macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar
hipoIisis disebut master gland ( kelenjar induk / kelenjar ibu). Kelenjar hipoIisis
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1 HipoIisis bagian anterior dibangun oleh selsel yang Lersusun dalam plLaplLa
dengan jaringan ikat dan pembuluh-pembuluh darah. Hormon yang
dihasilkannya yaitu Hormon Pertumbuhan, Hormon prolaktin, Hormon
Perangsang Tiroid/Thyroid, Hormon perangsang Iolikel (FSH) dan lain-lain.
2. HipoIisis bagian tengah , Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau
Melanosit Stimulating Hormon MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan
maka menyebabkan kulit menjadi hitam.
3. HipoIisis bagian posterior
b. Tiroid ( Kelenjar Gondok )
merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya
dapat daerah yang menggenting. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.


Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel
tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan
dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini
harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan
kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila
ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan Iisik dan mental
yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih
ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.
Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoItalmik
tiroid (Morbus Basedowi) dengan gejala sebagai berikut; kecepatan metabolisme
meningkat, denyut nadi bertambah, gelisah, gugup, dan merasa demam. Gejala lain
yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoItalmus) dan kelenjar tiroid
membesar.
c. Paratiroid ( Kelenjar Anak Gondok )
Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan
parathormon yang berIungsi mengatur kandungan IosIor dan kalsium dalam darah.
Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah
menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal,
gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam
darah. Hal ini mengakibatkan terambilnya IosIor dan kalsium dalam tulang, sehingga
urin banyak mengandung kapur dan IosIor. Pada orang yang terserang penyakit ini
tulang mudah sekali patah. Penyakit ini disebut von Recklinghousen.


d. Kelenjar Adrenal ( Suprarenal / Anak Ginjal )
Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap
ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar
(korteks) dan bagian tengah (medula).
Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addisondengan
gejala sebagai berikut: timbul kelelahan, naIsu makan berkurang, mual, muntah
muntah, terasa sakit di dalam tubuh. alam keadaan ketakutan atau dalam keadaan
bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga denyut jantung meningkat dan
memompa darah lebih banyak. Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus,
melebarnya pupil mata, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut
berdiri.
e. Pankreas
Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai
pulau Langerhans berIungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon
insulin. Hormon ini berIungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan
glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen
untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain
menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja
antagonis dengan hormon insulin.
f. Ovarium
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur,
ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan
ovarium yaitu sebagai berikut.
1. Estrogen
10

Hormon ini dihasilkan oleh Folikel GraaI.Pembentukan estrogen dirangsang
oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-
tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah
ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan pria tanpa melihat
kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita
dan kulit menjadi bertambah halus.
2. Progesteron
Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh
LH dan berIungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang
sudah dibuahi.
Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna
mencegah pembentukan FSH dan LH. engan demikian, kedua hormon ini dapat
mempertahankan kehamilan.
g. Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria.
Selain menghasilkan sperma, testis berIungsi sebagai kelenjar endokrin yang
menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berIungsi
menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya
suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.


BAB III
KESIMPULAN
11

1 Sistem endokrin adalah arlngan khusus yang mensekreslkan zaL pengaLur yang
langsung dlsalurkan ke dalam darah kelen[ar Lndokrln merupakan kelen[ar 8unLu
dan menghasllkan hormon
2 Hormon ialah dalah hasll sekresl darl kelen[ar endokrln berupa zaL pengaLur yang
langsung dlsalurkan ke dalam darah
3 alam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu
hipoIisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium,
dan testis.












DATAR PUSTAKA
12

Eckert, R., and . Randall. 1978 Animal Physiology Mechanism and Adaptation,
W.H. Freeman and Company.

Gordon, M.S. 1977. Animal Physiology Principles and Adaptation. Collir Macmillan.

Hainsworth, F.R. i981. Animal Physiology. Addison Wesley.

Hoar, W.S. 1975. General and Comparative Physiology Prentice - Hall oI India
Limited.

Schottelius, B.A., and .. Schottelium. 1978.Textbook oI Physiology

Tortora, G.J., and N.P. Anagnostakos. 1984. Principles oI Anatomy and Physiology.
Harper & Row, Publishers

Vander, A.J., J.F. Sherman, and .S. Luciano. 1986. Human Physiology The
Mechanism oI Body Function. Inernational Student Edition.

Wilson, J.A. 1972. Principles oI Animal Physiology. The Macmillan Company.