Anda di halaman 1dari 19

Protozoa (protista mirip hewan)

1. Ciri ciri umum protozoa


Ukuran protozoa bervariasi , yaitu mulai kurang dari 10 mikron(m) dan ada yang mencapai 6 mm,meskipun jarang. Diperairan protozoa merupakan penyusun zooplankton. Makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organic dari organism mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni.jika keadaan lngkungan kurang mneguntungkan protozoa akan membungkus diri membentuk sista untuk mempertahankan diri. Bila mendapat lingkungan yang sesuai hewan ini akan aktif lagi. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit dan hidup bebas. a) Struktur tubuh Organel organel untuk melakukan kegiatan hidup antara lain, membrane plasma, sitoplasma dan mitokondria. Beberapa jenis protozoa memiliki inti lebih dari satu. b) Alat gerak Alat gerak berupa bulu cambuk (flagella), bulu getar (silia) dan kaki semu (pseudopodia). c) Reproduksi Reproduksi aseksual (Vegetatif ) pada kebanyakan protozoa adalah dengan membelah diri. Namun adapula jenis protozoa yang bereproduksi secara konjugasi yaitu perpaduan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya.

2. Klasifikasi
Dibagi menjadi lima kelas:

' A. Rhizopoda atau Sarcodina;


Alat geraknya berupa kaki semu atau pseudopodium. Rhizopoda yang paling mudah diamati adalah amuba. Ciri amoeba adalah bentuknya selalu berubah ubah dan berhabitat di air tawar . Ukuran tubuh amuba sangat besar untuk ukuran protozoa, yaitu berkisar 200 300 mikron. 'A.1. Amuba

1. Struktur tubuh amuba

sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuolamakanan.
a) Membrane sel atau membrane plasma

Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.
b) Inti sel (nucleus)

Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.


c) Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)

Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vakuola kntraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis disekitarnya.
d) Rongga makanan (vakuola makanan )

Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikleuarkan melalui rongga berdenyut.
2. Tempat hidup dan habitat

Berdasarkan tempat hidupnya amuba dibedakan menjadi: a. Ektoamuba Hidup diluar tubuh organisme lain (hidup bebas). Misalnya: Amuba Proteus; amuba raksasa Chaos carolinense (dapat mencapai ukuran 100 mikron). b. Entamuba Hidup didalam tubuh organisme, misalnya manusia,: contoh entamuba antara lain sebagai berikut: - Entamuba histolytica, hidup didalam usu halus manusia , bersifat parasit dan menyebabkan penyakit perut disentriamuba. - Entamuba coli, hido didalam kolon (usu besar manusia). Amuba ini tidak bersifar parasit , tetapi kadang kadang dapat menyebabkan buang air besar terus menerus. - Entamuba gingivalis, hido dalam rongga mulut dan menguraikan sisa sisa makanan , sehingga merusakn gigi dan gusi. Contoh rizopoda lainnya adalah sebagai berikut : 1. Arcella Memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air tawar.

2. Difflugia Rsngka luar difflugia dapat menyebabkan butir butir pasir halus dan benda lain dapat melekat. 3. For aminifera Memiliki rangka luar yang terdiri dari silica atau zat kapur (mengandung kalsium karbonat)semua anggota for aminifera hidup di air laut. Diantara foraminifera yang terkenal adalah genus globigerina. Lapisan foraminifera dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi. 4. Radiolarian Merupakan organism laut bertubuh bulat hamper seperti bola dan memiliki banyak duri yang terbuat dari zat kitin dan stonsium sulfat. Radiolaria yang mati akan mengendap yang disebut lumpur radiolarian yang digunakan sebagai bahan alat penggosok serta bahan peledak. Contoh genus radiolarian adalah Achantometron dan Collosphaera. A.2. Flagellata atau Mestigospora Alat geraknya berupa bulu cambuk atau flagella. Sebagian besar hidup bebeas dan adapula yang sebagai parasit pada manusia dan hewan , atau saprofit pada organism mati. Flagellata dibedakan menjadi dua yaitu fitoflagellata dan zooflagellata.
' 1) Fitoflagellata

Adalah flagellate yang dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromotafora. Fitoflagellata mencernakan makananya dengan berbagai cara, menelan lalu mencernakan didalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencernakan oirganisme yang sudah mati(saprofitik). Habitat fitoflagellata adalah diperairan bersih dan diperairan kotor. Fitoflagellata bergerak menggunakan flagella.
a. Struktur tubuh

Tubuhnya diselubungi oleh membrane selulosa, misalnya volvox. Ada pula yang memiliki lapisan pelikel, misalnya euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.
b. Reproduksi

Cara reproduksi ada dua, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri.

c. Klasifikasi

Dibagi menjadi 3 kelas: 1. Euglenoida Tubuhnya menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel.

Euglena viridis memiliki ciri cirri: - Ukuran tubuhnya 35 60 mikron - Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk - Hewan ini memiliki stigma (bintik mata berwarna merah) yang fungsinya untuk membedakan gelap dan terang - Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosinrtesis - Memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat inilah makanan yang berupa hewan hewan kecil dicerna 2. Dinoflagellata Contoh dinoflagellata antara lain noctiluca miliaris, cretium, dan gymnodinium. Noctiluca miliaris kebanyakan hidup di air laut dengan ciri ciri: - Memiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek - Dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu - Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik. 3. Volvocida - Bentuk tubuh hewan ini pada umumnya bulat, contoh volvocida antara lain adalah volvox globator, Ciri ciri volvox antara lain sebagai berikut: - Koloninya terdiri dari ribuan hewan berselsatu yang masing masing memiliki dua flagella, - Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
2) Zooflgellata

Adalah flagellate yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan. Ada yang hidup bebas namun kebanyakan bersifat parasit.
a) Struktur tubuh

Bentuk tubuh mirip dengan sel leher porifera. Mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran iar dengan menggoyangkan flagella, selain itu flagella juga berfungsi sebagai alat gerak.
b) Reproduksi

Secara seksual dengan membelah biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui. Contohnya adalah: 1. Trypanosoma Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjangseperti daun, merupakan parasit dalam darahvertebrata, dan tidak membentuk kista. Jenis jenis Trypanosoma antaralain adalah:

a) Trypanosome lewisi;, hidup pada tikus,hospes perantaranya adalah kutu tikus. b) Trypanosoma evansi , penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes perantaranya adalah lalat tse tse. c) Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia manusia. d) Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil) 2. Leishmania Merupakan penyebab penyakit pada sel sel endothelium pembuluh darah. Jenis jenis Leishmania adalah: a. Leishmania donovani, penyebab penyakit kala azar yang ditandai dengan demam dan anemia, hewan ini banyak terdapat dimesir , sekitar laut tengah , dan india. b. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit , disebut oenykit oriental sore, terdapat di Asia (daerah mediterania) dan sebagian Aerika selatan. c. Leishmania brasiliensis, juga oenyebab oenyakit kulit dimeksiko dan amerika tengah selatan.

3. Ciliata Alat geraknya berupa rambut getar (silia), sebagian besar ciliate berukuran mikroskopis, tetapi spesies yang terbesar berukuran 3 mm sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. 1. Struktur Tubuh a) Kebanyakan ciliata berbentuk simetris kecuali ciliate primitive, simetrinya radial. b) Tubuhnya diperkuat oleh perikel, yaitu lapisan luar yang disusun oleh sitoplasma padat. c) Tubuhnya diselimuti oleh silia, yang menyelubungi seluruh tubuh utama disebut silia somatic. d) Ciliate mempunyai dua tipe inti sel (nucleus), yaitu makro nucleus dan mikro nucleus. e) Ciliate tidak mempunyai struktur khusus pertukaran udara dan sekresi. 2. Nutrisi dan cara makan Cilliata memiliki mulut atau sitosom yang terbuka menjadi saluran pendek. Di sitofaring pada hewan primitive, mulut terleltak di ujung ionterior tetapi pada kebanyakan cilliata, bagian tersebut diganti oleh bagian posterior. Terdapat dua macam mulut pada cilliata, yaitu berupa: a. Mulut membrane berombak / membrane yang bergerak; merupakan cilliata uyang menyatu dalam barisan panjang. b. Membrane yang berupa barisan pendek dari cilia yang bersatu membentuk piringan. Fungsi cilliata pada mulut adalah untuk menghasilkan makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Contoh anggota cilliata yanhg terkenal misalnya paramecium. A.3. Paramecium
1. Struktur tubuh

Ujung depan tubuh tumpul, sedangkan bagian belakang meruncing hingga bentuknya seperti sandal atau sepatu.
2. Sistem sistem organel pada paramecium.

Sistem organel yang mendukung kehidupan paramecium adalah:gambar 6.2. hal 93, Contoh cilliata lainnya antara lain sebagai berikut: 1. Centor; bentuknya seperrti trompet dan menetap disuatu tempat. 2. Didinium; merupakan predator pada ekosistem oerairan yaitu pemangsa paramecium. 3. Vortisella; bentuk seperti lonceng, bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi sillia disekitar mulutnya. 4. Styllonichia; bentuknya seperti siput, sillianya berkelompok. 5. Ballanthidium colli; habitatnya pada kolon atau usu besar manusia dapat menyebabkan balanthidiosis (gangguan pada perut). A.4. Sporozoa Hewan ini tidak memiliki alat gerak. Merupakan golongan protista yang menyerupai jamur, karena sporotozoa dapat membentuk spora yang dapat menginfeksi inangnya dan tidak memiliki alat khusus, sehingga geraknya mengubah ubah kedudukan tubuh, sporozoa hidup sebagai parasit. Respirasi dan eksresi terjadi secara difusi.
1. Struktur tubuh

a. Tubuhnya berbentuk bulat panjang, b. Ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm. c. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang kadang terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekatkan diri pada inang.
2. Reproduksi

Reproduksi secara aseksual dengan spizogoni, yaitu pembelahan diri yang berlangsung di dalam tubuh inang tetap, dan sporogoni yaitu pembentukan spora yang terjadi pada inang sementara (hospes intermediet). Produksi secara seksual melalui persatuan gamet (mikro gamet = gamet jantan dan makro gamet = gamet betina) yang berlangsung did dalam tubuh nyamuk. Contohnya adalah plasmodium. Siklus hidup plasmodium didalam tubuh inang berhasil diungkapkan oleh Charles Laverans dan Grassy, dengan siklus sebagai beriku: - Bila seekornyamuk anopheles menghisap darah maka dikeluarlah zat anti pembekuan darah agar darah korban tidak membeku.zat ini disebut zat anti kogualan. - Bersamaan dengan zat anto kogualan maka keluarlah sporozoit sporozoit dari mulut nyamuk

dan masuk melalui luka gigitan di tubuh korban. - Setelah tiga hari sporozoit keluar dari hati, kemudian menyerang sel sel darah merah dan memasukinya. Fase ini disebut fase eritrositer. - Sporozoit didalam sel darah merah disebut tropozoit, - Setelah sel sel darah merah pecah, merozoit keluar dan mencari sel sel darah merah yang baru.kejadian ini berulang beberapa kali. - Bersama dengan pecahnya sel sel darah merah itu penderita merasa demam (panas dingin). - Setelah beberapa waktu mengalami skizogomi, beberapa merozoit berubah menjadi gametositosit yaitu persiapan untuk menjadi gamet jantan dan gamet betina. Hal ini disebut gamogoni, - Jika saat itu darah manusia ini dihiap oleh nyamuk anopheles betina, maka didalam tubuh nyamuk, gametosit akan berubah menjadi gamet jantan(mikro gamet) dan gamet betina( makro gamet), dua gamet ini kemudian melebur menjadi satu membentuk zigot. Zigot ini akan menjadi ookinet, bentuknya seperti cacing dan menerobos dinding usus atau perut nyamuk dan pengisap makanan dari tubuh nyamuk. - Ookinet berubah menjadi bulat disebut oosista. Dari satu oosista menghasilkan beribu ribu sporozoit denngan cara sporogani.gambar 6.15. Dari tahap ini kemudian sporozoit akan sampai pada kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan lagi. Jenis jenis plasmodium sebagai berikut: 1. Plasmodium falsivarum; masa sporulasinya tidak jelas antara 1 3 X 24 jam, penyebab penyakit malaria tropikana. 2. Plasmodium vivax; masa sporulasinya setiap 2X24 jam, penyebab penyakit malaria tertiana. 3. Plamosmodium malariae; masa sporulasinya setiap 3X24 jam , penyebab penyakit malaria kuartana, 4. Plasmodium ovale; penyebab penyakit limpa, masa sporulasinya setiap 48 jam, plasmodium ini tidak terdapat diindonesia. Pemberantrasan malaria dapat dilakukan dengan 3 cara: a. Memotong siklus hidup plasmodium, yaitu mencegah genang genangan air atau air yang tidak megalir. b. Memberantas vector (pembawa penyakit) yaitu dengan menggunakan predatornya. c. Pemberantas penyakit malaria (manusia) dengan pemberian atendrin dan klorokin, para ahli yang banyak mempunyai andil dalam pemberantasan manusia yaitu: 1. Alphonso Laverans, sarjana perancis yang menemukan bahwa malaria disebabkan oleh plasmodium. 2. Sir Patric Maussens, sarjana inggris yang menemukan bahwa anopheles merupakan vector dalam penularan malaria. 3. Ronald Rose dan Bapsista Grazilli, sarjana inggris dan itali yang menemukan bahwa anopheles betina saja yang dapat menjadi perantara,

A.5. Suctoria Hewan ini memiliki bulu getar hanya pada tahap awalhidupnya. Oleh karena itu, sering dikelompokkan dalam kelas ciliate. Sedangkan pada saat dewasa , Suctoria bersifat sessil

(melekat pada suatu tempat). Contohnya : Podophyra dan Sphenophyra hidup sebagai parasit pada Paramecium dan Stentor.

Filum Protozoa
Filum Protozoa

Protozoa adalah hewan uniseluler (satu sel) dan termasuk sebagai organisme eukariota. Metabolisme tubuhnya yang terjadi di dalam protoplasma sel itu sendiri menyebabkan hewan protozoa juga sering disebut sebagai hewan organisasi tingkat protoplasma. Dalam taksonomi protozoa terletak di bawah kingdom protista dengan kedudukan sebagai filum protozoa. Banyak hewan protozoa yang hidup di perairan dan di dalam tanah bahkan hidup di dalam tubuh hewan sebagai fauna normal. Beberapa spesies dari filum protozoa adalah parasit. Pada umumnya protozoa bersifat aerob dan heterotrof. Mereka memakan mikroorganisme dan partikel-partikel bahan organik. Hewan ini tidak mempunyai dinding sel yang tebal, dan sering kali mempunyai flagel atau silia. Lapisan luar penutup tubuhnya berupa membran elastis yang disebut pelikel. Sel-sel pada protozoa yang mempunyai struktur pelikel memerlukan struktur khusus yang berguna untuk mengambil makanan, maka terkait dengan hal tersebut maka pada beberapa jenis hewan dalam filum ini mempunyai vakuola kontraktil.

Gambar 1.1. Amoeba Gambar 1.2. Euglena

Gambar 1.3. Paramecium

Ciri-ciri dan struktur protozoa antara lain : 1. Hidup sendiri atau berkoloni dengan simetri tubuh bersifat bilateral simetris, radial atau non simetris 2. Umumnya berbentuk tetap, oval, panjang dan bulat. Pada beberapa spesies bentuknya bervariasi tergantung pada umur dan perubahan lingkungan 3. Sebagai organisme uniseluler mempunyai kelengkapan alat gerak berupa flagellum, silium, pseudopodium atau bergerak menggunakan gerakan selnya

4. Inti jelas, berjumlah satu atau lebih dari satu, mempunyai struktur organel-organel dan tidak terdiri dari jaringan. 5. Struktur cangkang dimiliki oleh beberapa spesies, beberapa spesies lain membentuk sista resisten atau spora penyebaran untuk menghadapi keadaan yang kurang menguntungkan baginya Filum protozoa yang pernah diketahui yang hidup di bumi sedikitnya ada berjumlah 46.000 spesies, jumlah itu kemudian menyusut keberadaannya karena pertambahan usia bumi dengan aneka kejadian peristiwa alam. Ulah manusia dalam mengeksploitasi alam juga mempengaruhi penyusutan jumlah spesies yang ada. Jumlah spesies yang sudah punah dan menjadi fosil diantaranya tercatat sedikitnya sejumlah 20.000 spesies. Filum protozoa terbagi dalam 5 classes :
1. Class Rhizopoda, umumnya juga disebut Sarcodina (sarkodes = berdaging). Meliputi

hewan protozoa berflagel dan ameboid, dengan kekhususan satu tipe inti yaitu monomorphik, walaupun ada beberapa yang lebih dari satu inti. Classes ini tidak mempunyai bentuk spora. Contoh genus dari kelompok ini adalah Amoeba.
2. Class Sporozoa, umumnya hewan bersifat parasit. Pada tahapan infektif hewan ini

berada dalam bentuk seperti spora. Pergerakan menggunakan flagel, meluncur dengan tubuh yang elastis dan ada beberapa jenis yang memiliki pseudopodia. Contoh genus yang terkenal antara lain adalah Plasmodium, penyebab malaria.
3. Class Ciliophora, semua anggotanya berukuran lebih besar, mempunyai silia dan bentuk

silia majemuk sebagai alat gerak atau organel penarik atau pemegang makanan. Banyak organisme anggota ciliatea yang memiliki mulut sel yang disebut sitostoma. Paramecium adalah salah satu contoh genus anggota classes tersebut.
4. Class Mastigophora, lebih sering disebut Flagellata karena memiliki alat gerak yang

khas yaitu flagellum. Dalam fase hidupnya bentuk ameboid maupun pembentukan sista juga dapat terjadi. Contoh genus yang terkenal dari classes tersebut antara lain adalah Euglena
5. Class Mycetozoa, merupakan golongan protozoa terrestrial dimana fase plasmodium

merupakan ciri khas dalam hidupnya. Sedangkan pembentukan sista juga dapat terjadi.

A. AMOEBA Amoeba merupakan salah satu genus di dalam class Rhizopoda atau Sarcodina, dan digolongkan dalam ordo Amoebida (Lobosa). Ciri dan struktur Bentuk amoeba tidak tetap dan tidak beraturan, protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu ektoplasma di lapisan luar yang tak berwarna dan endoplasma di bagian tengah yang terdiri dari sitpolasma bergranula. Di dalam endoplasma terdapat vacuola kontraktil, inti dan vacuola makanan yang berjumlah satu atau dua. Inti pada amoeba hidup agak sulit dilihat dengan mikroskop, sedangkan pada preparat awetan mudah terlihat. Pada amoeba muda, inti berbentuk bikonkaf, sedangkan inti pada dewasa berbentuk lipatan dengan letak berubah-ubah karena pergerakannya. Reproduksi aseksual dengan cara pembelahan biner. Alat pergerakan berupa pseudopodia, dengan ukuran diameter tubuh 0.25 mm Cara gerak Amoeba Teori yang berkembang mengenai cara gerak amoeba adalah teori viskositas. Tubuh amoeba terdiri dari 4 bagian berdasarkan struktur kekentalan dan lapisannya yaitu :
a. bagian tengah yang disebut plasmasol b. bagian luar dari bagian tengah, mengelilingi plasmasol disebut plasmagel. Bersifat padat

dan elastis.
c. bagian tipis di luar plasmagel yang disebut plasmalema d. bagian antara plasmagel dan plasmalema yaitu lapisan hyalin. Lapisan plasmalema dan

lapisan hyalin adalah sebagai ektoplasma, sedangkan plasmasol dan plasmagel termasuk endoplasma

Teori viskositas menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan dimulai dari proses gelasi (pengentalan dan pamadatan cairan) dari plasmasol di bagian anterior. Selanjutnya terjadi proses solasi (pengenceran) dari plasmagel di bagian posterior yang diikuti kontraksi plasmagelnya di ujung posterior. Dengan demikian plasmagel di bagian tengah terdorong ke arah depan dan bergerak menyentuh plasmalema. Tetapi karena ada lapisan hyalin (yang bersifat bergerak. gel) maka plasmasol tidak mencapai ujung depan, hanya mendorong yang menyebabkan plasmalema terdorong ke depan dan

Gambar 1.4. pergerakan Amoeba dalam proses mendapatkan makanan

Habitat Amoeba hidup bebas di perairan air tawar seperti di kolam, aliran air, rawa lumpur, sawah, di tumbuhan yang membusuk atau kolam teratai.

B. PARAMECIUM

Genus Paramecium termasuk ke dalam class Ciliata, di bawah ordo Holotricha. Menurut cara makannya classes ciliata terbagi menjadi dua kelompok yaitu : 1. Kelompok raptorial, dapat memburu dan menelan mangsanya, yang kadang-kadang dapat berukuran lebih besar dari pada ciliata raptorial tersebut.
2. Kelompok penghasil aliran, dapat menangkap makanan dengan pertolongan aliran.

Paramecium tergolong kelompok ini, dengan getaran silium yang tetap pada bagian sitofaring akan menimbulkan aliran air ke arah sitofaring yang akan membawa makanan. Vacuola makanan akan terbentuk di bagian ujung posterior sitofaring. Makanan paramecium berupa bakteri dan protozoa lainnya. Gambar proses pencernaan makanan pada Paramecium dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1.5. Proses pencernaan makanan pada Paramecium

Ciri dan struktur Paramecium Bentuk tubuh umumnya seperti telapak sandal atau sepatu dengan bagian depan tumpul dan meruncing di bagian belakang. Struktur bagian yang mengandung lekuk muluk (peristoma yang melanjutkan diri sebagai sitofaring) disebut bagian ventral, dan pada bagian sebaliknya merupakan

sisi aboral atau dorsal. Protoplasma area tubuh yang tampak jernih adalah bagian ektosark, sedang daerah berbintik merupakan bagian (lapisan) endosark. Reproduksi Reproduksi dilakukan dengan cara pembelahan biner dengan diselingi oleh proses konjugasi. Habitat Paramecium hidup bebas di perairan air tawar yang mengandung banyak bakteri. Medium untuk mengkultur paramecium di laboratorium adalah rendaman air jerami. Paramecium dapat ditemui di sekitar tetesan air atau reruntuhan, tampak sebagai benda kecil yang mengalir jika dilihat di bawah mikroskop. Cara gerak Paramecium Tubuhnya akan bergerak maju dengan menggunakan silium ke arah depan dan belakang. Ketika hewan memutar berotasi dengan poros longitudinal maka tubuhnya bergerak miring, gerakan ini dibantu dengan gerakan getaran kuat silium pada lekuk mulut.

Gambar 1.6. konjugasi pada Paramecium

C. PLASMODIUM Klasifikasi Genus Plasmodium termasuk ke dalam class Sporozoa, dan di bawah sub class Telosporidia (karena berinti satu pada tahapan dewasa). Sedangkan sub classes yang setingkat lainnya adalah sub class Neosporidia (karena berinti banyak pada tahapan dewasanya). Plasmodium digolongkan dalam ordo Coccidia yang merupakan parasit pada darah manusia. Terdapat 4 spesies plasmodium yang menyerang darah sebagai sebagai parasit yaitu : 1. plasmodium vivax, menyebabkan penyakit malaria tertiana, mempunyai siklus sizogoni setiap 2 x 24 jam 2. plasmodium malariae, menyebabkan penyakit malaria quartana, mempunyai siklus sizogoni setiap 3 x 24 jam 3. plasmodium falciparum, mempunyai siklus sizogoni setiap 1 x 24 jam 4. plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale Semua penyakit malaria dipindahkan oleh nyamuk Anopheles. Demam yang ditimbulkan pada infeksi malaria secara periodik berhubungan dengan waktu pecahnya sejumlah skizon matang mengeluarkan merozoit-merozoit masuk ke dalam aliran darah (sporulasi).

Ciri dan struktur plasmodium berbentuk seperti oval memanjang dengan ujung anterior-posterior runcing ketika fase sporozoit di dalam kelenjar ludah nyamuk pada fase tropozoit, karena mempunyai vacuola, maka intinya terdesak ke tepi membentuk bangunan serupa cincin pada fase merozoit, berbentuk partikel-partikel pecahan agak bulat berjumlah banyak. Bentuk skizon juga mirip dengan bentuk merozoit. Skizon ketika parasit masih di dalam sel-sel hati, sedangkan merozoit adalah fase ketika sudah ada di dalam aliran darah. gametosit, pada umumnya berbentuk seperti spermatozoa pada gametosit jantan dan seperti bulatan kompak pada gamet betina. Terkecuali gamet Plasmodium falciparum yang menyerupai sabit atau pisang, mikrogametosit sebagai gamet jantan dan makrogametosit sebagai gamet betina. Untuk lebih jelas memahami uraian ciri dan struktur perhatikan gambar berikut ini :

Gambar 1.7. Siklus hidup Plasmodium vivax

Gambar 1.8. Bentuk eritrosit yang terinfeksi Plasmodium falciparum

Kegiatan Praktikum : Pengamatan Struktur Tubuh dan Tingkah Laku Protozoa 1. Petunjuk praktikum pengamatan Amoeba Alat : 1. mikroskop 2. objek glass & cover glass 3. pinset 4. pipet 5. pensil berwarna 6. buku gambar 7. pensil 2B 8. tissue Bahan : 1. air kolam 2. air rendaman jerami Cara kerja : 1. siapkan sebuah objek glass 2. teteskan 1-2 tetes bahan ke atas objek glass dengan menggunakan pipet lalu tutup dengan cover glass secara hati-hati. 3. amati di bawah mikroskop diawali dengan menggunakan perbesaran lemah. Amoeba tampak seperti bentuk tidak beraturan suatu massa kecil yang tembus cahaya dan relatif berkilau.

4. untuk pengamatan lebih seksama setelah objek ditemukan maka tambahkan perbesaran dengan memutar micrometer atau memutar lensa objektif ke perbesaran yang lebih besar pada mikroskop Tugas mahasiswa : 1. gambarlah bentuk struktur tubuh amoeba dan beri nama dari bagian-bagiannya, serta warnai sesuai dengan warna pada amoeba yang anda peroleh dalam pengamatan 2. gambarlah gerakan amoeba yang anda amati. 3. penggambaran cara pergerakan tersebut dilakukan dengan membuat lebih dari satu gambar dan beri tanda panah arah gerakan amoeba yang diamati tersebut. 4. buatlah klasifikasinya. 2. Petunjuk praktikum pengamatan Paramecium Alat : 1. mikroskop 2. objek glass & cover glass 3. pinset 4. pipet 5. pensil berwarna 6. buku gambar 7. pensil 2B 8. tissue Bahan : 1. air kolam 2. air rendaman jerami Cara kerja : 1. siapkan sebuah objek glass 2. teteskan 1-2 tetes bahan ke atas objek glass dengan menggunakan pipet lalu tutup dengan cover glass secara hati-hati. 3. amati di bawah mikroskop diawali dengan menggunakan perbesaran lemah. Paramecium tampak seperti benda kecil yang berenang mengalir 4. untuk pengamatan lebih seksama setelah objek ditemukan maka tambahkan perbesaran lensa objektif pada mikroskop Tugas mahasiswa : 1. gambarlah struktur tubuh Paramecium yang tampak dan beri keterangan nama dari bagian-bagiannya, gunakan pensil berwarna untuk mewarnai gambar 2. gambarlah cara pergerakan Paramecium, untuk memperjelas dapat diberikan melalui beberapa gambar dengan arah tanda panah sebagai arah gerakan 3. buatlah klasifikasinya. Petunjuk penulisan laporan praktikum Laporan praktikum ditulis dengan format sebagai berikut : - diketik dengan menggunakan jenis Font Times New Roman, Font size 12, 2 spasi - kertas yang digunakan kuarto, sistematika penyusunan laporan terdiri dari : Cover Pendahuluan Tinjauan pustaka

Alat, bahan dan cara kerja Hasil dan pembahasan Kesimpulan Daftar pustaka Diposkan oleh rita rich di 04:11 0 komentar: Poskan Komentar