Anda di halaman 1dari 2

STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH ( PROBLEM SOLVING )

1. Pendahuluan Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah adalah bagian dari strategi belajar mengajar inkuiri. Strategi belajar mengajar penyelesaian masalah memberi tekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar. Pentingnya strategi belajar mengajar ini oleh karena belajar pada prinsipnya adalah suatu proses inteaksi antara manusia dengan lingkungannya. Proses ini dapat juga disebut sebagai proses internalisasi oleh karena di dalam interaksi tersebut manusia aktif memahami dan menghayati makna dari lingkungannya. Proses ini berlangsung secara bertahap, mulai dari menerima stimulus dari lingkungan, sampai pada memberi respon yang tepat terhadapnya Hakikat belajar seperti itu sering tidak berjalan secara optimal dalam kehidupan anak sehari-hari. Ada berbagai tantangan yang merupakan kendala bagi pelaksanaan strategi ini di sekolah, khususnya dari lingkungan budaya. Di dalam lingkungan keluarga, anak-anak dituntut untuk mematuhi orang tua dan memelihara tata karma. Dalam lingkungan yang demikian sering kepentingan ank-anak kurang diperhatikan. Sering mereka tidak dapat bertanya kepada orang tua karena dianggap tidak pantas mencampuri urusan orang tua. Pada pihak lain, situasi ekonomi keluarga yang semakin baik sering merugikan perkembangan anak di dalam keluarga karena mereka cenderung dimanjakan. Di dalam keluarga, banyak pekerjaan rumah tangga yang tidak diserahkan kepada anak sehingga anak-anak tidak memperoleh pengalaman tentang penyelesaian masalah dalam keluarga. Lama kelamaan anak-anak menjadi kurang mampu menyelesaikan masalah-masalah kehidupan yang mereka hadapi sehari-hari dalam kenyataan. Keadaan ini perlu diperhatikan oleh setiap guru dalam mengembangkan strategi belajar mengajar ini di kelas setiap hari.

2. Karakteristik Penyelesaian Masalah Strategi penyelesaian masalah sering juga disebut strategi inkuiri atau strategi discovery ( penemuan ). Perbedaannya seperti yang disebut di muka hanya pada penekanan masing-masing. Inkuiri lebih memberi tekanan pada keyakinan atas diri sendiri terhadap apa yang ditemukan, penyelesaian masalah pada terselesaikannya masalah itu sendiri. Dengan kata lain inkuiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan bertanya dan mencari tahu ( Suyanti, R.W. 2008 ). Discovery ( penemuan ) pada penemuan itu sendiri. Dalam belajar penemuan peranan guru dirangkum sebagai berikut : (1) Merencanakan pelajaran sedemikian rupa sehingga pelajaran itu terpusat pada masalah-masalah yang tepat untuk diselidiki oleh para siswa (2) Menyajikan materi pelajaran yang diperlukan sebagai dasar bagi para siswa untuk memecahkan masalah. Sudah seharusnya materi pelajaran itu dapat mengarah pada pemecahan masalah yang aktif dan belajar penemuan (3) Guru harus memperhatikan cara penyajian yang sesuai dengan tingkat kognitif siswa

(4) Bila siswa memecahkan masalah di laboratorium atau secara teoritis, guru hendaknya berperan sebagai seorang pembimbing atau tutor (5) Di lapangan, penilaian hasil belajar penemuan meliputi pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar mengenai suatu bidang studi, dan kemampuan siswa untuk menerapkan prinsip-prinsip itu pada situasi baru. Untuk maksud ini bentuk tes dapat berupa tes objektif atau tes esai ( Dahar, 1989 )