Anda di halaman 1dari 24

MANUSIA DAN LINGKUNGAN

1. Manusia dan Lingkungan 2. Kelebihan manusia dari mahkluk 3. 4. 5.


hidup lain Manusia hidup berkelompok dan bermasyarakat Kedudukan perilaku dan interaksi manusia dalam lingkungan hidup Populasi Manusia

1. Manusia Sebagai mahkluk hidup


Dalam pendekatan ekologi, manusia adalah

bagian dari alam, dan kelebihannya dari mahkluk hidup lain adalah mempunyai akal budi. Dengan kelebihannya tersebut manusia mampu mengubah, membangun, mengelola bahkan merusak lingkungan. Manusia dalam kehidupannya sangat membutuhkan mahkluk hidup lain dan juga benda-benda mati yang dapat menunjang perikehidupan.

2. Kelebihan manusia dari mahkluk hidup lain


Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia
membutuhkan sumberdaya alam. Dengan akalnya manusia memanfaatkan dan mengelola sumberdaya alam Dengan akal budinya manusia dapat memilih, menyeleksi berbagai alternatif pola tindakan dan perilakunya untuk mencapai efektifitas yang optimal dalam mempertahankan diri dari lingkungan hidup dan alam sekitarnya. Dengan adanya perkembangan dan perubahan kebudayaan dapat terjadi pula perubahan dan pemanfaatan pengelolaan sumberdaya alam, sehingga dapat mempengaruhi ekosistem

3. Manusia hidup berkelompok dan bermasyarakat


Saling ketergantungan diantara manusia menyebabkan terjadinya

kehidupan berkelompok. Pengaruh dari kehidupan berkelompok misal : sistem pembagian kerja, ativitas, kerjasama, serta interaksi dalam suatu kelompok yang pada akhirnya membentuk suatu kelompok yang merupakan kumpulan dari beberapa kelompok manusia. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam berinteraksi suatu masyarakat mempunyai aturan tertentu yang mengatur seluruh pola perilaku berupa adat istiadat tertentu yang didalamnya ada suatu identitas warganya. Menurut Asyari (1993), suatu masyarakat dalam berinteraksi mempunyai simbol-simbol, nilai-nilai dan norma-norma atau kaidahkaidah perilaku yang bersifat normatif yang harus ditaati, dikembangkan atau dipertahankan bahkan diciptakan oleh manusia sebagai anggota dari masyarakat tersebut.

Makin bertambahnya jumlah manusia, akan menjadikan


masalah penduduk menjadi perhatian khusus. Ketidakseimbangan pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan produksi sangat mempengaruhi kebutuhan lingkungan hidup. Adanya kebutuhan hidup manusia dengan pemanfaatan sumberdaya alam pada lingkungan hidup yang tidak terkendali dapat meyebabkan rusak dan berkurangnya kemampuan produktivitas sumberdaya alam. Apabila keadaan tersebut terus berlangsung dan dibiarkan maka akan sangat merugikan lingkungan hidup manusia dan lingkungan hidup alam sendiri.

4. Kedudukan perilaku dan interaksi manusia dalam lingkungan hidup


Menurut UU No. 23 Tahun 1997, tentang pengelolaan
lingkungan hidup definisi Lingkungan adalah kesatuan

Peranan manusia amat menonjol dalam perkembangan

ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahkluk hidup termasuk lingkungan didalamnya, manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehipan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lain.

kebudayaannya. Manusia juga mempunyai kemampuan lebih besar dalam dinamika hidupnya yaitu dalam memberikan respon terhadap sesuatu yang datang dari luar, yang cepat atau lambat mempengaruhi situasi hidupnya.

Saling ketergantungan manusia dengan yang lainnya

membentuk suatu orde atau keteraturan sosial yang dinamakan juga ketertiban sosial dalam suatu jaringan hidup yang mengikat satu sama lain dalam suatu lingkungan hidup sosial. Dalam pengalaman hidupnya terbentuk pola-pola perilaku dan nilai-nilai hidup yang dipertahankan sebagai sistem sosial dan budaya. Selain terdapat lingkungan sosial, penerapan teknologi dapat pula berdampak pada unsur-unsur budaya lainnya seperti ekonomi, tata nilai dan lainnya.

5. Populasi Manusia
Populasi Manusia menurut Soerjani (1987)
berarti sejumlah mahkluk hidup sejenis yang menduduki ruang (tanah) atau mendiami tempat tertentu. Untuk mempelajari populasi manusia mengenai pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan pendekatan secara demografi maupun dengan ilmu kependudukan. Pada pendekatan secara demografi dalam mempelajari penduduk perlu diketahui menengenai ciri-cirinya yaitu :

1. Pada pendekatan secara demografi dalam mempelajari


penduduk perlu diketahui menengenai ciri-cirinya yaitu a. Jumlah penduduk b. Umur dan jenis kelamin c. Pendidikan d. Profesi / pekerjaan e. Distribusi tempat tinggalnya. f. Status perkawinan

Dengan adanya kecepatan pertumbuhan

penduduk maka akan terjadi perubahan jumlah penduduk yang disertai perubahan ciri-ciri penduduk dan distribusi atau sebaran penduduknya. Hal ini disebabkan oleh : a. Adanya perubahan dalam jumlah kelahiran (fertilitas). Kecepatan jumlah kelahiran pertahun dapat merupakan pedoman untuk melihat tingkat kelahiran suatu daerah. b. Adanya jumlah kematian (mortalitas) c. Adanya perpindahan penduduk.

Informasi mengenai ciri-ciri penduduk dapat diperoleh


dari sensus, registrasi vital, dan juga survey penduduk. Umur dan jenis kelamin merupakan karakteristik penduduk yang pokok Komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan pengelompokan penduduk menurut karakteristik yang sama. Dengan mengetahui tingkat pendidikan penduduk suatu daerah, maka didapat gambaran mengenahi perkembangan tingkat pendidikannya. Tingkat pendidikan pada umumnya berkorelasi dengan fertilitas. Di negara-negara yang anggaran pendidikannya paling rendah, biasanya menunjukkan angka kelahiran (fertilitas) yang tinggi.

Status pekerjaan penduduk dapat memberikan

gambaran / informasi mengenai komposisi status pekerjaan suatu daerah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memberi masukan bagi program peningkatan kualitas SDM. Distribusi penduduk digunakan sebagai tolok ukur untuk mengetahui sebaran penduduk di wilayah suatu negara. Apakah persebarannya merata atau tidak ? Dengan tidak meratanya distribusi penduduk di suatu negara akan merugikan dalam pemanfaatan dan pengelolaaan sumberdaya alam.

ASPEK KEPENDUDUKAN DAN PERMASALAHANNYA

1. Pertumbuhan dan Piramida Penduduk 2. Pengaruh Kematian, Kelahiran, dan


Migrasi terhadap bentuk piramida penduduk. 3. Fertilitas 4. Mortalitas 5. Berbagai pengaruh akibat faktor kependudukan

Pertumbuhan dan Piramida Penduduk


Pengukuran pertumbuhan penduduk.
Jumlah penduduk pada suatu tahun tertentu dapat diperkirakan dengan menggunakan Rumus : Pt = Po + B D + I O

Pt : Jumlah penduduk pada tahun tertentu Po : Jumlah penduduk semula B : Jumlah penduduk yang lahir D : Jumlah penduduk yang meninggal I : Migrasi masuk O : Migrasi Keluar B D : Pertumbuhan penduduk alamiah I O : Migrasi netto

Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh

adanya kelahiran, kematian, dan migrasi. Dua indikator yang sangat berguna terhadap status penduduk secara keseluruhan adalah kondisi ekonomi dan kondisi kesehatan lingkungan dengan mengukur tingkat kematian bayi. Di negara berkembang faktor pertumbuhan penduduk yang dominan adalah tingkat kelahiran (fertilitas) dan tingkat kematian (mortalitas)

Penggambaran piramida penduduk

Penyajian piramida penduduk suatu daerah dimaksudkan untuk mengetahui proporsi penduduk dalam golongan umur tententu dan menurut jenis kelamin. Penyajian piramida penduduk sebenarnya juga merupakan penyajian secara grafis jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Penggambaran piramida penduduk dapat atas angka-angka mutlak ataupun proporsi atau presentase.

Pengaruh Kematian, Kelahiran, dan Migrasi terhadap bentuk piramida penduduk

Dibandingkan dengan pengaruh mortalitas,


pengaruh dari turunnya fertilitas lebih nyata pada bentuk piramida penduduk. Mortalitas dapat mempengaruhi seluruh jenis umur kehidupan terlebih apabila pada umurumur permulaan kehidupan. Turunnya fertilitas akan segera berpengaruh pada bagian dasar dari piramida pen duduk Migrasi merupakan faktror Lain yang mempengaruhi bentuk piramida penduduk suatu negeri

Fertilitas

Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan riel seorang

wanita untuk melahirkan yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Beberapa Ukuran dasar fertilitas yang sering digunakan a. Angka kelahiran Kasar CBR = B/P x K B : banyaknya kelahiran pada tahun tertentu P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun. K : 1000 b. Angka kelahiran menurut umur ASFRx = Bx/Pfx x k X : Umur wanita dalam kelompokl umur 5 tahunan Bx : Jumlah kelahiran pada wanita kelompok umur x Pfx : Jumlah wanita pada kelompok umur x c. Angka fertillitas Total Pada umumnya fertilitas total di negara-negara yang sedang berkembang yaitu 5 atau lebih.

Tinggi rendahnya angka kematian

Mortalitas

dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya : struktur umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan status sosial ekonomi, keadaan lingkungan dsb. Ukuran dasar mortalitas a. Angka kematian kasar (CDR) b. Angka kematian menurut umur (ASDR)

Manfaat Reit Kematian kasar

a. Mendiskripsikan reit kematian keseluruhan penduduk suatu wilayah atau negeri. b. Makna dari reit kematian kasar dengan mudah dapat dimengerti oleh khalayak umum. c. Proses perhitungan mudah, cepat, data yang dibutuhkan d. Meskipun direncanakan untuk melakukan analisis terperinci dari tingkat-tingkat kematian, reit kematian kasar memberikan gambaran pendahuluan yang berguna baik mengenai tingkat maupun kecenderungan-kecenderungan kematian. menguntungkan a. Reit kematian kasar merupakan angka campuran yang komponen penyusunnya adalah kelompok-kelompok penduduk yang angka kematian spesifiknya sangat berbeda. b. Reit kematian kasar dipengaruhi oleh distribusi penduduk menurut kelompok.

Penggunaan ukuran Reit kematian kasar yang kurang

Kepadatan penduduk di Indonesia ditandai oleh beberapa karakteristik

Laju pertambahan penduduk yang besar

dan cepat Penyebaran penduduk yang tidak merata Komposisi penduduk menurut umur Arus Urbanisasi yang tinggi

Berbagai pengaruh akibat faktor kependudukan


Perkembangan penduduk yang cepat mempunyai
pengaruh pada berbagai bidang antara lain : masalah tenaga kerja , pendidikan, kesehatan, penyediaan pangan, perumahan, lingkungan hidup dll. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan yang ada didalamnya. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk pada suatu daerah atau wilayah yang melebihi dari kemampuan daya dukung lingkungan hidup akan memberikan dampak secara fisik dan sosial.

Ciri-ciri masalah Kependudukan


Pertumbuhan jumlah penduduk Penduduk yang berusia muda Distribusi penduduk yang tidak merata.

Usaha penekanan laju pertumbuhan penduduk dan menaikkan taraf hidup masyarakat

Menghilangkan budaya kawin muda Intensifikasi program KB Perbaikan dalam bidang pendidikan dan

kesehatan Peningkatan produksi, pangan, sandang, perumahan, sosiokultural dsb.