Anda di halaman 1dari 1

Bahan: 1. Pisang raja 2. Natrium tiosulfat (dapat dibeli di toko bahan kimia) Alat: 1. Pisau 2. Perajang 3.

Alat pengering 4. Alat penghancur atau penggiling 5. Ayakan atau saringan Fungsi masing-masing peralatan: 1. Penggiling ukuran kecil untuk kapasitas satu kwintal atau lebih sesuai yang diinginkan. Penggilingan digunakan untuk menghancurkan potongan pisang menjadi tepung. 2. Pisau digunakan untuk memotong pisang menjadi ukuran kecil-kecil sebelum dilarutkan kedalam bahan natrium tiosulfat 3. Saringan/ayakan sebagai alat untuk menyaring/mengayak hasil tepung, guna mendapatkan tepung yang baik dan halus serta berkualitas. 4. Plastik yang lebar dan bersih sebagai alat untuk menaruh tepung pisang ketika dijemur agar supaya kering untuk memudahkan dalam proses penggilingannya. 5. Sinar matahari sangat diperlukan dalam proses pembuatan tepung pisang dalam proses pengeringan. 6. Plastik kemasan untuk membungkus tepung pisang telah jadi. 7. Plastik sealer, alat menutup kantong plastik. Cara membuatnya: 1. Pisang yang telah tua dikupas kulitnya, dipisahkan daging buahnya. 2. Potong pisang kecil-kecil dengan ukuran kurang lebih 1 cm x 0,5 cm dengan pisau atau alat pengiris. 3. Rendam pisang dalam larutan natrium tiosulfat, setelah itu ditiriskan. 4. Keringkan potongan pisang. Pengeringan dengan sinar matahari perlu waktu kurang lebih dua hari. Jika menggunakan alat pengering gabah (dengan suhu 60 derajat celsius) proses pengeringan lebih cepat. Untuk mengeringkan dua kwintal pisang segar hanya perlu waktu 1 jam 20 menit. 5. Setelah kering atau kadar air kurang lebih 14 persen, potongan pisang dapat digiling/dihancurkan dengan menggunakan hammer mill atau ditumbuk. 6. Hasil penggilingan kemudian diayak. 7. Tepung pisang yang lolos dari ayakan dikemas dalam kantong plastik. Penggunaan zat kimia Natrium tiosulfat bertujuan untuk menghambat terjadinya proses oksidasi pada kulit pisang, sehingga dapat mencegah timbulnya pencoklatan kulit pisang. Sehingga tepung yang dihasilkan akan lebih bersih.