Anda di halaman 1dari 113

K KA AT TA A P PE EN NG GA AN NT TA AR R

Materi Kuliah Analisis Vektor yang meliputi Vektor Konstan, Fungsi


Vektor, Diferensial Vektor dan Integral Vektor mempunyai peranan yang
sangat penting bagi para fisikawan dan rekayasawan untuk membantu
menyelesaikan permasalahannya. Oleh sebab itu mahasiswa teknik perlu
mendapat pengetahuan tentang materi ini, sebagai salah satu bagian
dasar untuk melatih kemampuan rekayasa mereka.
Buku ajar yang berjudul Analisis Vektor ini disusun untuk membantu
mahasiswa dalam memahami pokok bahasan di atas, sehingga proses
belajar mengajar mata kuliah yang dimaksud bisa berjalan dengan lebih
baik.
Penyajian dan pembahasan materi dalam Buku Ajar ini diharapkan
dapat dengan mudah diikuti dan dipahami oleh semua mahasiswa.
Untuk itu, dalam setiap pokok bahasan, penyusun berusaha memberikan
beberapa contoh soal yang dapat diselesaikan mahasiswa sebagai
latihan. Di bagian akhir dari diktat ini diberikan daftar pustaka untuk
membantu bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut, agar mendapatkan
pemahaman yang lebih mendalam.
Buku Ajar ini tentu saja memiliki banyak kekurangan, untuk itu
penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pemakai Buku Ajar ini untuk lebih menyempurnakan penyajian
selanjutnya. Akhirnya, penyusun berharap agar Buku Ajar ini dapat benar-
benar bermanfaat.
Malang, Agustus 2003
Penyusun
D DA AF FT TA AR R I IS SI I
K KA AT TA A P PE EN NG GA AN NT TA AR R i i
D DA AF FT TA AR R I IS SI I i ii i
B BA AB B I I : : V VE EK KT TO OR R K KO ON NS ST TA AN N 1 1
1.1 Pengertian Tentang Vektor dan Notasi Vektor 1
1.2 Aljabar Vektor 2
1.3 Vektor Posisi Dalam Bidang dan Ruang 4
1.4 Perkalian Antar Vektor 10
1.5 Penggunaan Vektor Dalam Geometri 20
B BA AB B I II I : : F FU UN NG GS SI I V VE EK KT TO OR R 2 28 8
2.1 Fungsi Vektor 28
2.2 Kurva Vektor 29
B BA AB B I II II I : : D DI IF FE ER RE EN NS SI IA AL L V VE EK KT TO OR R 3 34 4
3.1 Derivatif atau Turunan dari Fungsi Vektor 34
3.2 Interpretasi Dari Derivatif Vektor 35
3.3 Gradien, Difergensi dan Curl 38
3.4 Penggunaan Gradien, Difergensi dan Curl 41
B BA AB B I IV V : : I IN NT TE EG GR RA AL L V VE EK KT TO OR R 5 56 6
4.1 Integral Garis 56
4.2 Teorema Green 69
4.3 Medan Gaya Konservatif 76
4.4 Integral Luasan 84
4.5 Teorema Divergensi Gauss 100
4.6 Teorema Stokes 106
D DA AF FT TA AR R P PU US ST TA AK KA A 1 11 11 1
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 1
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
BAB I
V VE EK KT TO OR R K KO ON NS ST TA AN N
1.1. Pengertian Tentang Vektor dan Notasi Vektor
Beberapa besaran (quantities) dalam fisika mempunyai besar
(magnitude) dan arah (direc tion), sebagai contoh misalnya lintasan dan
kecepatan sebuah obyek yang bergerak, gaya yang bekerja pada suatu
benda, medan listrik maupun medan magnet suatu titik dan lain
sebagainya. Besaran yang mempunyai besar dan arah disebut dengan
vektor (vec tor). Sementara besaran yang hanya mempunyai besar
(magnitude) saja seperti massa, waktu maupun temperatur disebut dengan
skalar (scalar). Notasi vektor dan teknik-teknik dengan menggunakan
analisis vektor sangat berguna untuk menjelaskan hukum-hukum fisika dan
aplikasinya baik dalam bidang (dimensi dua = R
2
) maupun ruang (dimensi
tiga = R
3
).Dalam penyajiannya sebuah vektor biasa digambarkan sebagai
segmen atau ruas garis yang berarah sebagai berikut :
v =
AB AB
AB
A = titik pangkal (initial point)
B = titik ujung (terminal point)
Panjang vektor v = v = B A : menyatakan besarnya vektor atau
panjangnya vektor v
dan tanda panah dalam AB menyatakan arah vektor.

A
B
v
POKOK BAHASAN :
! Pengertian tentang vektor dan notasi vektor
! Aljabar vektor
! Vektor posisi dalam bidang dan ruang
! Perkalian antar vektor
! Penggunaan vektor dalam geometri
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 2
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Ada 3 jenis vektor :
a. Vektor Bebas (free vector) : vektor yang boleh digeser sejajar dirinya
dengan panjang dan arah tetap.
b. Vektor meluncur (sliding vector) : vektor yang boleh digeser sepanjang
garis kerjanya, misalnya gaya yang
bekerja sepanjang garis lurus.
c. Vektor terikat (binding vec tor) : vektor yang terikat pada sistem koordinat
yang menunjukkan posisi tertentu.
Kecuali bila digunakan untuk menyatakan letak atau posisi, pada umumnya
orang bekerja dengan vektor bebas.
1.2. Aljabar Vektor
Vektor nol (null vector)
Ditulis 0 adalah vektor yang panjangnya nol sehingga arahnya tak
tentu (karena ujung dan pangkalnya berimpit)
Kesamaan 2 vektor
Dua vektor dikatakan sama jika mempunyai panjang dan arah yang
sama.
Kesejajaran 2 vektor
Dua vektor dikatakan sejajar atau paralel jika garis-garisnya sejajar,
arahnya bisa sama atau berlawanan.
Vektor-vektor yang segaris merupakan vektor-vektor yang paralel.
Penjumlahan vektor
Penjumlahan vektor bisa dilakukan dengan mengikuti aturan jajaran
genjang atau aturan segi banyak (poligon)
Misalnya:
a.
C B A +
atau
A
B
A
B
C
A
C
B
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 3
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
b. D C B A E + + +
c. 0 E D C B A + + + +
Jumlah dari vektor-vektor yang merupakan sisi-sisi dari sebuah segi banyak
tertutup selalu nol jika arah sisi-sisi tersebut berurutan.
Penggandaan vektor dengan skalar
Jika m = besaran skalar
dan A = vektor yang panjangnya | A|
maka :
m A = vektor yang panjangnya m kali panjangnya A dan arahnya
sama dengan vektor A jika m positif, atau berlawanan
dengan arah vektor A jika m negatif
Pengurangan vektor
Pengurangan vektor dilakukan dengan menambahkan lawan dari
vektor yang mengurangi
D
A
C
B
A
C
B
D
E
E
A
B
C
D
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 4
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jadi: ) B ( A B A +

B A C
Jika A = B maka 0 B A
Hukum-hukum yang berlaku dalam Aljabar Vektor
Jika C , B , A adalah vektor dan m, n adalah skalar maka
1. B A+ = A B+ (komutatif terhadap jumlahan)
2. ) C B ( A + + = C ) B A ( + + (asosiatif terhadap jumlahan)
3. Terdapat vektor 0 sehingga: A A 0 0 A + + (ada elemen netral)
4. Terdapat vektor A sehingga: 0 ) A ( A + (ada elemen invers)
5. (mn) A = ) A m ( n (asosiatif terhadap perkalian)
6. ) B A ( m + = B m A m + (distributif terhadap perkalian)
7. (m + n) A= A n A m + (distributif terhadap perkalian)
8. ) A ( 1 = A (ada invers dalam perkalian)
2.3. Vektor Posisi dalam Bidang dan Ruang
Teorema Dasar Dalam Vektor :
Setiap vektor C pada bidang dapat ditulis secara tunggal sebagai
kombinasi linier sembarang 2 vektor A dan B yang tidak paralel dan bukan
vektor nol.
Atau:
C = B n A m + dengan m, n adalah skalar yang tunggal
A
B
A
B
B
A
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 5
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Bukti :
2 1 OP OP OP C +
1 OP paralel dengan A sehingga 1 OP = A m

C= A m + B n
2 OP paralel dengan B sehingga 2 OP = B m
Dalam hal ini m, n adalah skalar yang tunggal. Karena jika tidak tunggal
maka C akan bisa ditulis sebagai berikut :
C = m1 A+ n1 B = C = m2 A+ n2 B
(m1 - m2) A + (n1 - n2 ) B = 0
Karena A dan B bukan vektor nol dan tidak paralel maka,
m1 - m2 = 0 m1 = m2
n1 - n2 = 0 n1 = n2
Teorema dasar ini juga berlaku untuk vektor-vektor dalam ruang (R
3
),
sehingga untuk sembarang vektor D dapat ditulis :
D = m1 A+ m2 B + m3 C
dengan A, B dan C adalah vektor-vektor yang tidak paralel, bukan vektor
nol dan tidak sebidang.
Dua vektor A dan B dikatakan saling bergantung secara linier (dependent
linear) jika terdapat skalar m dan n yang tidak nol dan m A+ n B = 0
Kejadian ini akan terjadi jika :
1. A dan B merupakan vektor nol atau
2. A dan B paralel (sejajar)
A
1
P
P
2
P
O
B
C
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 6
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Contoh :
Buktikan bahwa garis yang menghubungkan titik tengah dua sisi sebuah
segitiga adalah sejajar dengan sisi ketiga dan panjangnya sama dengan
1/2 dari panjang sisi ketiga tersebut.
M titik tengah AC
N titik tengah CB
CB AC AB +
) CB AC ( CB AC CN MC MN
2
1
2
1
2
1
+ + +
= AB
2
1
sehingga AB // MN dan panjang MN = panjang AB
Vektor satuan (unit vector)
Vektor satuan adalah vektor dengan panjang 1 satuan panjang.
A
A
a = vektor satuan dari A
dan A = a A
Vektor basis satuan
Perhatikan suatu sistem koordinat XOY dalam R
2
dan pilih 2 vektor satuan i
dan j sebagai basis yang masing-masing sejajar dan searah dengan
sumbu x dan y positif dan berpangkal di O.
y
j
O i x
maka vektor i dan j disebut dengan vektor-vektor basis di R
2
Di R
3
: sebagai vektor basis yang sejajar dan searah dengan sumbu z
dinyatakan dengan vektor k.
C
N M
A
B
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 7
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
z
k
i j y
x
Vektor posisi
a. Vektor Posisi dalam R
2
Jika i dan j adalah vektor-vektor basis di R
2
yaitu vektor satuan yang
masing-masing sejajar dan searah dengan sumbu X dan sumbu Y dan
berpangkal di titik 0 dalam R
2
.
Maka sembarang vektor r dari titik 0 ke titik P(x,y) dalam bidang XOY
selalu bisa dinyatakan sebagai kombinasi linier dari vektor basis i dan j .
y
ry j = y j P(X,Y)
r
j
O i rx i = x i x
Sehingga : r = rx i + ry j = x i + y j
rx i = x i ; ry j = y j disebut vektor-vektor komponen
rx = x komponen vektor r pada sumbu X (proyeksi r ke sumbu X)
ry = y komponen vektor r pada sumbu Y (proyeksi r ke sumbu
X)
Vektor r = x i + y j disebut vektor posisi titik P , karena komponen-
komponennya merupakan koordinat yang menunjukkan posisi titik P.
Panjang dari r = | r | =
2 2
y x +
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 8
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
b. Vektor Posisi dalam R
3
:
Vektor-vektor basis dalam R
3
adalah vektor-vektor satuan i , j dan k yang
masing-masing berimpit dan searah dengan sumbu-sumbu X, Y dan Z
positif dan berpangkal di titik 0.
.
z
P(x,y,z)
r
k
j y
i O
x
r = x i + y j + z k merupakan vektor posisi dari titik P(x,y,z)
x = proyeksi OP ke sumbu X
y = proyeksi OP ke sumbu Y
z = proyeksi OP ke sumbu Z
Panjang dari r = | r | =
2 2 2
z y x + +
Secara umum untuk sembarang vektor A = Ax i + Ay j + Az k dalam R
3
,
berlaku :
Panjang
2
z
2
y
2
x
A A A A A + +
Vektor satuan
2
z
2
y
2
x
A A A
A
a
+ +

z
k A
z
i
j A
y
y
x
i A
x

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 9
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Dengan :
" Ax, Ay; Az disebut bilangan arah vektor A
" Sudut-sudut ; ; yang dibentuk vektor A terhadap sumbu x, y, z positif
disebut arah vektor A
" Cosinus sudut-sudut tersebut disebut c osinus arah.
dengan:
A
A
A A A
A
cos
x
2
z
2
y
2
x
x

+ +

A
A
A A A
A
cos
y
2
z
2
y
2
x
y

+ +
1 cos cos cos
2 2 2
+ +
A
A
A A A
A
cos
z
2
z
2
y
2
x
z

+ +

Menyatakan Suatu Vektor Dalam Koordinat Tegak


1 OP = x1i + y1j +z1k
2 OP = x2i + y2j + z2k
2 1
2 1
OP OP P P
= (x2i + y2j z2k) (x1i + y1j z1k)
= (x2 x1)i (y2 y1)j + (z2 z1)k
Sembarang vektor
2 1
P P dalam sistem koordinat bisa dinyatakan
sebagai kombinasi linier dari vektor-vektor basis dengan komponen-
komponennya adalah komponen vektor posisi titik ujung dikurangi
komponen vektor titik pangkalnya.
z
) z , y , (x P
1 1 1 1
) z , y , (x P
2 2 2 2
O
y
x
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 10
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
) z (z ) y (y ) x (x P P
1 2 1 2
2
1 2 2 1
+ + = panjang vektor
2 1
P P
SOAL-SOAL
1. Tentukan vektor satuan yang sejajar dengan jumlah (resultan) dari
vektor-vektor
1
r = 2i + 4j 5k
2
r = i + 2j + 3k
2. Tunjukkan bahwa vektor-vektor :
A = 3i + 2j + k
B = i + 3j + 5k
C = 2i + j 4k
akan membentuk sebuah segitiga
3. Ambil sembarang segi 4 ABCD
Titik-titik P, Q, R, S adalah titik-titik tengah sisi AB; BC; CD dan DA
Buktikan bahwa PQRS menyusun suatu jajaran genjang.
(Cukup dengan membuktikan bahwa PQ = RS atau QR = PS)
1.4. Perkalian Antar Vektor
a. Hasil Kali Skalar (Dot product / Scalar Product)
Ditulis: cos B A B A ! ; = sudut antara vektor A dan B
"
"
-
-

!
!
B
Q
C
R
D
S
O
P
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 11
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Proyeksi A pada B Proyeksi B pada A
Sifat Hasil Kali Skalar :
1. A B B A ! !
2.
2
2
A 0 cos A A A !
3. C A B A C) (B A ! ! ! + +
4. C B C A C B) (A ! ! ! + +
Dalam R
3
:
1 k k j j i i ! ! ! (krn //)
0 i k k j j i ! ! ! (krn )
Karena :
1 0 cos i i i i !
0 90 cos j i j i !
Jika: A = Axi + Ay j + Azk
B = Bxi + By j + Bzk
k) B j B i B ( ) k A j A i A ( B A
z y x z y x
+ + + + ! !

z z y y x x
B A B A B A B A + + !
Sudut Antar 2 Vektor :
Karena cos B A B A !
A
B
cos A

cos B
B
A

z
k
i
j
y
x
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 12
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
cos =
B A
B A!
==>
Contoh :
A = 3i + 6j + 9k
B A! = 3(-2) + (6)(3) + (9(1) = 21
B = -2i + 3j + k
14 3 9 6 3 A
2 2 2
+ +
14 1 3 2 B
2 2 2
+ +

2
1
42
21
14 . 14 3
21
B A
B A
cos
!
Vektor-vektor Yang Tegak Lurus dan Vektor-vektor Yang Paralel
Vektor-vektor yang tegak lurus (yaitu cos = 0) > B A! atau A B
Atau jika : Ax Bx + Ay By + Az Bz = 0
Dua vektor paralel jika komponen-komponennya sebanding atau
jika :
z
z
y
y
x
x
B
A
B
A
B
A

Hasil Kali Skalar Untuk Menghitung Usaha
Dalam fisika, usaha = gaya jarak perpindahan
Jika gaya dan jarak perpindahan tidak sejajar
.d cos F W
= d F!
Contoh :
Diketahui :
F = 2i + 2j 4k adalah gaya yang bekerja pada benda yang
bergerak dari titik (1,0,1) ke titik (2,4,2)
Tentukan besarnya usaha yang dilakukan oleh gaya F
= arc cos
B A
B A!
cos F
F
d

d d
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 13
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jawab:
d F W !
d = (21)i + (40)j + 2(21)k = 2i + 4j + k
W = (2i + 2j 4k) ! (2i + 4j + k) = 4 + 8 4 = 8 satuan usaha
b. Hasil Kali vektor (Cross Product / Vector Product
Ditulis: C B A hasilnya berupa vektor
Dengan sin B A B A
Arah dari B A ditentukan berdasarkan aturan tangan kanan atau
sekrup putar kanan.
Sifat hasil kali vektor:
" A B B A
A B = (B A) anti komutatif
" (kA) B = k(A B) = A (kB)
" A (B + C) = (A B) + (A C)
(A + B) C = (A C) + (B C)
Dalam R
3
sin i i i i
dengan cara yang sama
i i = j j = k k = 0
1 90 sin j i j i
C
A

C
A
B

B
B
A
B A
A B
z
k
i
j
y
x
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 14
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
sehingga: i j = k ; j k = i; k i = j
j i = -k ; k j = -i ; i k = -j
Jika : A = Ax i + Ay j + Az k
B = Bx i + By j + Bz k
B A = (Ax i + Ay j + Azk) (Bx i + By j + Bzk)
= (AyBz AzBy) i (AxBz AzBx) j + (AxBy AyBx) k
atau:
B A =
z y x
z y x
B B B
A A A
k j i
dan
( )( ) ( )
2
B A B B A A sin B A B ! ! ! A
Contoh :
A = 2i j + k
B = i 3j + 4k
A A! = 2
2
+ 3
2
+ 4
2
= 6
B B! = 2 + 3 + 4 = 9
k 5 j 7 i
) 1 6 ( k ) 1 j(8 3) 4 ( i
4 3 - 1
1 1 - 2
k j i
B A
+ + +

75 25 49 1 5 7 1 B A
2 2 2
+ + + +
Aplikasi dari Hasil Kali Vektor
" Menghitung Torsi/Momen
Dalam mekanika momen/torsi dari gaya F terhadap titik Q didefinisikan
sebagai:
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 15
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
d F m F
dengan
d = jarak (dalam arah )
antara titik Q ke garis gaya F
Jika: r = adalah vektor yang menghubungkan titik Q ke titik
sembarang pada garis gaya F
Maka d = sin r ; = sudut antara r dengan F
dan
r F sin r F m
Jika M m , maka
M= r F = vektor momen dari gaya F terhadap titik Q
Contoh :
Tentukan vektor momen dari gaya F
terhadap titik O
Jawab:
F = (4 2) i + (2 1) j + 0k = 2i 3j + 0k
r = (2 0) i + (1 0) j + 0k = 2i + j + 0k
'
y
r
F
' ' '
x
0
(2,1)
(4,-2)
d
Q
d
Q
F
L
r


DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 16
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
8k 6) k(2 j(0) i(0)
0 1 2
0 3 - 2
k j i
M + +
8 64 M
c. Hasil Kali Skalar Tripel (Triple Scalar Product)
Jika:
A = Ax i + Ay j + Az k
B = Bx i + By j + Bz k
C = Cx i + Cy j + Cz k
k

B B
A A j

B B
A A
i

B B
A A
C A
y x
y x
z x
z x
z y
z y
+

z
y x
y x y
z x
z x x
z y
z y
C
B B
A A C
B B
A A C
B B
A A
C B A
+
!
=
z y x
z y x
z y x
C C C
B B B
A A A
disebut hasil kali skalar triple, karena hasilnya merupakan skalar.
Dalam hasil kali skalar tripel berlaku sifat:
1. ( ) ( ) B A C A C B
C B A
! !
!

sehingga:
( ) ( ) C B A
C B A

!
!
Nilai hasil kali ini hanya bergantung pada urutan siklus dari vektornya
letak tanda

dan
!
nya tidak mempengaruhi hasilnya.
Jika urutan vektornya ditukar maka tandanya akan berubah.
Sehingga:
C A B C A B
C B A

! !
!
2. Hasil kali skalar tripel: 0
C B A

!
bila dan hanya bila
C
dan
B
,
A
sebidang.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 17
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Bukti:
a. 0
C B A

!

C
dan
B
,
A
sebidang
Jika 0
C B A

!
maka
C B A
atau
salah satu dari
C
atau
B
,
A
vektor nol
Berarti:
i. Apabila salah satu dari
C
atau
B
,
A
vektor nol, maka pasti
C
dan
B
,
A
sebidang
ii. Apabila
C B A
maka
C
bisa diletakkan sebidang dengan
B
dan
A
sehingga
C
dan
B
,
A
sebidang
b. Jika
C
dan
B
,
A
sebidang 0
C B A
!
Jika
C
dan
B
,
A
sebidang, maka
C B A
sehingga 0
C B A
!
Arti Geometris Dari
C B A
!
Diberikan vektor
C
dan
B
,
A
A
= OA
B
= OB
C
= OC
C
B
O A
B A P

B A
= luas jajaran genjang OADB
C B A
! = C P ! = cos C P
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 18
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
cos C = tinggi C di atas bidang OADB
Jadi C
B A
!

= volume bidang 6 (paralel epipedum) OADB CEFG


yang disusun oleh
C
dan
B
,
A
Catatan:
Luas jajaran genjang OABC =
' AA OB = sin OA OB
= OA OB
Contoh :
Buktikan bahwa ( ) ( ) ( ) 0 B A C A B A + + + !
Bukti:
Misalkan u B A +
v C A +
Maka : u v u ! = volume paralel epipedum dengan sisi-sisi u, v, u
Karena kedua sisinya merupakan vektor yang sama maka ketiga
vektor tersebut sebidang sehingga : u v u ! = 0
d. Hasil Kali Vektor Tripel (Triple Vector Product)
Hasil kali vektor tripel adalah :
( ) C B A
( ) C B A
Tanda kurung diperlukan di sini karena nilai akan berubah jika letak
kurangnya ditukar.
Misalkan :
(i i) j = 0 j = 0
i (i j) = i k = j
A'
B
C
A
0

)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 19
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Sifat Hasil Kali Vektor Triple :
1. ( ) C B A ( ) C B A
2. ( ) C B A = ( )B C A! ( )C B A!
( ) C B A = ( ) ( )A C B B C A ! !
Contoh :
1. Jika:
A
= 2i + 2j k

B
= i + j + k
C
= 3i + j 2k
Hitung : ( ) C B A ; ( ) C B A
Jawab:
a.
k j i
k j i k j i
B x A
4 3
) 2 2 ( ) 1 2 ( ) 1 2 (
1 1 1
2 2 2

+ +


k j i
k j i k j i
C x B x A
10 10 10
) 9 1 ( ) 12 2 ( ) 4 6 (
2 1 3
4 3 1 ) (
+
+ + + +


b.
k j i
k j i
k j i
C B
4 5
) 3 1 ( ) 3 2 ( ) 1 2 (
2 1 3
1 1 1
+ +
+ +



k j i
k j i
k j i
C B A
8 9 13
) 2 10 ( ) 1 8 ( ) 5 8 (
4 5 1
1 2 2
+
+ + +
!
2. Buktikan : ) A B )( A A ( )] B A ( A [ A !
Bukti : Misalkan C B A
Maka ( ) C B A = ( ) ( )C A A A C A ! !
= ( ) ( )( ) B A A A A B C A ! !
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 20
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
= ( ) ( )( ) B A A A A 0 !
= ( )( ) B A A A !
= ( )( ) A B A A !
1.5. Penggunaan Vektor Dalam Geometri
a. Persamaan Garis
Dalam R
3
:
Andaikan l sebuah garis yang melalui titik P1(x1,y1,z1) dan sejajar dengan
sebuah vektor v = Ai + Bj + Ck. Maka l merupakan tempat kedudukan
semua titik P(x,y,z) sedemikian hingga P P
1
sejajar dengan v
Jadi titik P (x,y,z) terletak pada garis l bila dan hanya bila P P
1
= v t
dengan t adalah suatu skalar.
Atau:
(x x1)i + (y y1) j + (z z1) k = t (Ai + Bj + Ck)
= t Ai + tBj + tCk
Ini berarti :




tC z z
tB y y
tA x x
1
1
1

Persamaan parameter garis yang melalui titik (x1,y1,z1) dan paralel
dengan vektor v .
tC z z
tB y y
tA x x
+
+
+
1
1
1
"
) , , ( z y x P
) , , (
1 1 1
z y x P
Ck Bj Ai V + +
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 21
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Atau:
Persamaan standard garis yang
melalui titik (x1, y1, z1) dan paralel
dengan Ck Bj Ai v + +
Dalam hal ini v = Ai + Bj + Ck disebut vektor arah garis l dan A, B, C
merupakan bilangan arah garis.
Jika salah satu dari A, B dan C nol
Mis. A = 0 maka x x1 = 0
x = x1
Persamaan standardnya ditulis :
C
z z
B
y y
1 1

; dan x = x1
Contoh :
Tentukan persamaan garis melalui A ( 5,4,1) dan B (3, 1, 6)

Vektor arah garis v = AB = 2i 3j + 5k


Misalkan titik sembarang pada garis adalah P(x1,y1,z1) dan titik tertentu
yang terletak pada garis diambil titik A(5,4,1) maka
Persamaan standard garis:
5
1 z
3
4 y
2
5 x

Atau:
3
4 y
2
5 x

3x 2y 7 = 0 Persamaan standard garis:


5
1 z
3
4 y

5y 3z 17 = 0
0 17 3 5
0 7 2 3


z y
y x
Persamaan parameter garis:
t z
t y
t x
5 1
3 4
2 5
+


t =
C
x x
B
x x
A
x x
3 2 1

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 22
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Dalam R
2
:
Jika suatu garis mempunyai gradien (bilangan/ tangen arah) = m maka
vektor arah garis : l = i + mj
b. Persamaan Bidang
Vektor N bidang W sehingga N
disebut Vektor Normal dari bidang w
Jika N = Ai + Bj + Ck
PQ = (x x1) i + (y y1) j + (z z1) k PQ terletak pada bidang W
Sehingga PQ N 0 PQ N !
Atau:
Persamaan bidang melalui titik (x1, y1, z1) dengan normal bidang N =
Ai + Bj + Ck
Contoh :
1. Tentukan persamaan bidang yang melalui titik-titik P(3,2,1) ; Q(4,1,5) ;
R(2,4,3).
bidang pada terletak PR dan PQ vektor
k 2 j 2 i PR
k 4 j i PQ

+ +
+
k j 6 i 10
2 2 1
4 1 1
k j i
PR PQ N + +


Persamaan bidang:
A(x x1) + B(y y1) + C(z z1) = 0
10 (x 3) 6 (y 2) + 1( z 1) = 0
10x 6y + z + 41 = 0
A(x x1) + B(y y1) + C(z z1) = 0
) , , (
1 1 1
z y x P
) , , ( z y x Q
N
W
)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 23
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
" Persamaan bidang dapat juga ditulis sebagai:
dengan N = Ai + Bj + Ck
2. Tentukan persamaan bidang yang melalui titik T (4,1,-2);
tegak lurus pada bidang u = 2x + 3y + z = 8 dan
tegak lurus pada bidang v = x y + 3z = 0
u = 2x + 3y + z = 8 U N = 2i + 3 j + k
v = x y + 3z = 0 V N = i j + 3k
Dicari bidang w yang bidang u dan v , berarti w N u N dan V N
Atau
k 5 j 5 i 10
3 1 1
1 3 2
k j i
v N N N u w + +


Persamaan bidang w:
10(x 4) 5(y 1) 5(z + 2) = 0
10x 5y 5z 45 = 0
2x y z = 9
c. Menentukan jarak titik terhadap suatu bidang
Diberikan sebuah titik P(r,s,t) yang berada di luar bidang V dengan
V = Ax + By + Cz + D = 0
Normal bidang v N = Ai + Bj + Ck
Jika A 0 Titik

,
_

0 , 0 ;
A
D
Q terletak pada bidang tersebut.
tk sj i
A
D
r QP k + +
,
_

+
Ax + By + Cz + D = 0
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 24
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
P(r,s,t)
N
k
d
Q(-D/A,0,0)
= sudut antara N dan k
sehingga cos k d
N
k N
d d N k N k N
!
! cos
sehingga:
2 2 2
C B A
Ct Bs
A
D
r A
d
+ +
+ +

,
_

atau
Jarak titik P(r,s,t) ke bidang
Ax + By + Cz + D = 0
Contoh :
Tentukan jarak P(5,5,4) ke bidang ABC jika A = (2,4,2)
B = (6,4,3)
C = (0,5,1)
AC = -2i + j + k
AB = 4i + k
Normal bidang AC AB N
k 4 j 2 1
1 1 2
1 0 4
k j i + +

Persamaan bidang ABC


2 2 2
C B A
D Ct Bs Ar
d
+ +
+ + +

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 25
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
(x 0) + 2 (y 5) + 4 (z 1) = 0
x + 2y + 4z 14 = 0
Jarak titik P(5,5,4) ke bidang x + 2y + 4z 14 = 0
21
14 6 ! 10 5
16 4 1
14 ) 4 ( 4 ) 5 ( 2 ) 5 ( 1
d d
+ +

+ +
+ +
=
21
7
d. Persamaan Garis sebagai Perpotongan Dua Bidang
Diberikan bidang v dengan normal v N
Diberikan bidang w dengan normal w N
(w
v)
v
N
"

w
N
Jika bidang v dan w berpotongan pada satu garis maka vektor arah
garis tersebut akan dengan v N maupun w N
Sehingga jika vektor arah garis tersebut " maka
w
N
v
N "
Contoh :
Tentukan persamaan garis yang merupakan perpotongan bidang
2x + y 2z = 5 dan 3x 6y 2z = 7

v = 2x + y 2z =5 Nv = 2i + j k
w = 3x + 6y 2z =5 Nw = 3i + 6j 2k
Vektor arah garis:
k 15 j 2 i 14
2 6 3
2 1 2
k j i
w
N
v
N L


DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 26
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Ditentukan salah satu titik yang terletak pada perpotongan bidang.
(i) 2x + y + 2z = 5
(ii) 3x 6y 2z =7

x + 7y = 2
Misalkan diambil : y = 0 x = 2
x = 2
(i). 2(2) + 0 2z = 5
2z = 5 4
z =
Titik (2,0,- ) terletak pada garis
potong 2 bidang.
Sehingga persamaan garis perpotongan kedua bidang :
15
z
z
0 y
14
2 x
2
1

e. Sudut Antara Garis dan Bidang


Jika:
" " garis arah vektor ck bj ai + +
0 D Ck By Ax v bidang normal Ck Bj Ai N + + + + +
"
N
v)

) c b a )( C B A (
Cc Bb Aa
N
N
cos
2 2 2 2 2 2
+ + + +
+ +

"
" !
sin = sin (90 )
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 27
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
=
) c b a )( C B A (
Cc Bb Aa
cos
2 2 2 2 2 2
+ + + +
+ +

Sehingga sudut antara garis " dengan vektor arah ck bj ai + + " dengan
bidang v dengan normal bidang Ck Bj Ai Nv + + adalah
) c b a )( C B A (
Cc Bb Aa
arcsin
2 2 2 2 2 2
+ + + +
+ +

DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 28
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
BAB II
F FU UN NG GS SI I V VE EK KT TO OR R
2.1 Fungsi Vektor
Jika sembarang nilai skalar t dikaitkan dengan suatu vektor A, maka A
bisa dinyatakan sebagai fungsi vektor dari t atau A(t), yaitu suatu vektor
yang komponen-komponennya merupakan fungsi dari nilai skalar t.
Dalam R
2
, fungsi vektor A (t) biasa ditulis dengan,
A(t) = A1 (t) i + A2 (t) j
Dalam R
3
, fungsi vektor A(t) ditulis dengan,
A(t) = A1 (t) i + A2 (t) j + A3 (t) k
Konsep fungsi vektor ini bisa diperluas, jika sembarang titik (x,y,z) di R
3
dikaitkan dengan suatu vektor A, maka A bisa dinyatakan dalam bentuk
fungsi vektor sebagai berikut:
A(x,y,z) = A1(x,y,z) i + A2 (x,y,z) j + A3 (x,y,z) k
Contoh fungsi vektor, misalnya persamaan dari gerakan bebas suatu
partikel dalam ruang.
Jika setiap titik dalam suatu ruang (R
3
) dikaitkan dengan suatu vektor,
maka ruang tersebut disebut medan vektor. Contoh medan vektor,
misalnya aliran fluida (gas, panas, air dan sebagainya) dalam suatu
ruangan.
Sembarang fungsi yang tidak dikaitkan dengan vektor disebut fungsi
skalar, dan suatu ruang yang setiap titiknya tidak dikaitkan dengan suatu
vektor disebut medan skalar.
Contoh medan skalar, misalnya temperatur sembarang titik dalam suatu
ruang atau batang besi, pada suatu saat.
POKOK BAHASAN :
! Fungsi Vektor
! Kurva Vektor
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 29
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
2.2 Kurva Vektor
Sebuah kurva berarah C dalam sistem koordinat kartesius, bisa
disajikan dalam bentuk fungsi vektor:
r(t) = [x(t), y(t), z(t)]
= x(t)i + y(t)j + z(t)k
Pengambilan nilai t = to akan menunjuk suatu titik pada kurva yang
posisinya ditentukan oleh vektor r(to), dengan koordinat x(to), y(to) dan
z(to).
Bentuk penyajian kurva vektor seperti di atas disebut dengan penyajian
parametric dari kurva C, dengan t sebagai parameternya. Dalam
mekanika, parameter t ini biasanya menyatakan waktu dalam satuan
detik.
CONTOH: Penyajian kurva berarah sebagai fungsi vektor
a. Persamaan Kurva Vektor yang berupa Garis Lurus
Dengan persamaan parameter garis lurus
Sembarang garis lurus l yang melalui titik A(a1, a2, a3) dalam ruang bisa
disajikan dalam bentuk fungsi vektor:
" r(t) = x(t)i + y(t)j + z(t)k ; untuk t = 0 t = t
dan
3 3
2 2
1 1
tb a ) t ( y
tb a ) t ( y
tb a ) t ( x
+ =
+ =
+ =
dengan
a = a1 i + a2 j + a3k vektor posisi titik A(a1, a2, a3)
yang terletak pada garis l.
b = b1 i + b2 j + b3k vektor arah garis l
Jadi, persamaan di atas menyatakan persamaan suatu garis yang
melalui titik A dengan vektor posisi r = a dan arahnya sesuai
dengan arah vektor b. Jika vektor b adalah vektor satuan, maka
komponen-komponennya akan merupakan cosinus arah dari arah
l. Dalam hal ini, | t | merupakan jarak setiap titik pada garis l
terhadap titik A.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 30
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Contoh:
1. Kurva vektor yang berupa suatu garis lurus dalam bidang, yang
melalui titik A(3,2) dengan gradien 1,

a = 3i + 2j
b = i + j (garidien 1)
sehingga: x(t) = 3 + t
y(t) = 2 + t dan
r(t) = x(t) I + y (t)j = (3+t)i + (2 + t)j
Atau bisa juga ditentukan sebagai berikut:
Persamaan garis yang melalui titik (3,2) dengan gradien 1
adalah :
y 2 = 1(x 3) y = x 1
Jika, x(t) = t
untuk t = 2 t = t
y(t) = t 1
Maka r(t) = x(t)I + y(t)j = ti + (t 1)j
2. Kurva yang berupa garis lurus melalui titik A(1,0,2) menuju titik
B(3,-4,1)

Titik awal (1,0,3) a = i + 0j + 2j
Vektor arah garis b = (3 1)I + ( 4 0)j + (1 2)k
= 2i 4j k
x(t) = 1 + 2t
y(t) = 0 4t
z(t) = z t
r(t) = (1 + 2t) i 4tj + (2 t)k
t = 0 t = 1
b. Parabola
(1). Parabola y = x
2
; -2 x 2
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 31
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
-2 2
y
x
2
x y =
x(t) = t (x = t)
y(t) = t
2
(karena y = x
2
)
Sehingga :
r(t) = ti + t
2
j , dengan t = -2 t = 2
(2). Parabola : y = x
2
, z = 2 ; 0 x 2 ; di R
3
x(t) = t ; t = 0 t = 2
y(t) = t
2
z(t) = 2
r(t) = ti + t
2
j + 2k
c. Ellips/ Lingkaran
Persamaan umum Ellips dalam koordinat kartesius:
c z , 1
b
y
a
x
2
2
2
2
= = + di R
3
2
z
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 32
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
z
y
x
1
1
dibawa ke bentuk parameter, dengan :
x (t) = a c os t
y (t) = b sin t
z (t) = c
sehingga bentuk fungsi vektornya menjadi:
r(t) = a c os t i + b sin j + c k
Jika a = b = r, persamaan ellips diatas menjadi persamaan lingkaran:
1
r
y
r
x
2
2
2
2
= + atau x
2
+ y
2
= r
2
; z=c di R
3
dan persamaan fungsi vektornya :
r(t) = r c os t i + r sin t j + c k
d. Helix Putar
Helix putar adalah suatu kurva yang berbentuk seperti spiral yang
terletak pada silinder. Persamaan helix putar yang terletak pada
silinder x
2
+ y
2
= a
2
, dalam bentuk fungsi vektor adalah:
r(t) = c os i + a sin t j + c t k (c 0)
Jika c > 0 bentuk helix mengikuti sekrup putar kanan
Jika c < 0 bentuk helix mengikuti sekrup putar kiri
Misalnya:
Persamaan helix r(t) = cos t i + sin t j + t k adalah persamaan dari
helix putar kanan yang terletak pada silinder x
2
+ y
2
= 1 dan berjarak
vertikal 2, artinya jika dihubungkan dengan garis vertikal (sejajar
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 33
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
dengan sumbu z) maka jarak dua titik pada helix akan merupakan
kelipatan 2.
Z
Y
X
a. Helix putar kanan b. Helix putar kiri
Z
Y
X
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 34
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Bab III
D DI IF FE ER RE EN NS SI IA AL L V VE EK KT TO OR R
3.1 Derivatif Atau Turunan Aljabar Dari Fungsi Vektor
Fungsi vektor A(t) dikatakan diferensiabel di titik t jika nilai limit berikut:
(t) A'
dt
d
t
A(t) t) A(t
0 t
lim
= =
+
ada
Dalam hal ini, vektor A (t) disebut derivatif (turunan) dari vektor A(t)
Jadi, jika A(t) = A1 (t) i + A2 (t) j + A3(t)k,
Maka
k j i
k j i
(t) A' (t) A' (t) A'
dt
dA
dt
dA
dt
dA
(t) A'
3 2 1
3 2 1
+ + =
+ + =
Rumus-rumus untuk derivatif Fungsi Vektor:
skalar atau konstanta (c cA' (cA)' = = )
B' A' B)' (A + = +
B' A B A' B)' (A ! ! ! + =
B' A B A' B)' (A + =
) C' B (A C) B' A ( C) B (A' C)' B (A + + =
Derivatif Parsial Fungsi Vektor
Untuk fungsi vektor yang komponen-komponennya terdiri dari dua
variabel atau lebih, misalnya:
A(x,y,z) = A1(x,y,z)i + A2 (x,y,z) j + A3(x,y,z)k
maka, bisa ditentukan derivatif parsial dari A(x,y,z) terhadap x, y atau z
sebagai berikut:
k j i
x
A
x
A
x
A
x
A
3 2 1

k j i
y
A
y
A
y
A
y
A
3 2 1

POKOK BAHASAN :
! Derivatif atau turunan dari fungsi vektor
! Interpretasi dari derifatif vektor
! Gradien, divergendi dan c url
! Penggunaan gradien, divergendi dan curl
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 35
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
k j i
z
A
z
A
z
A
z
A
3 2 1

CONTOH:
Diberikan fungsi vektor:
(x,y) = a c os x i + a sin x j + y k

x

= a sin x i + a c os x j
y

= k
Jika = fungsi skalar
A, B = fungsi vektor ; maka:
a. A
dt
d
dt
dA
) A (
dt
d
+ = (A dan merupakan fungsi t)
b. B
x
A
x
B
A ) B A (
t
! ! !

(A dan B merupakan fungsi x,


y dan z)
c . B
x
A
x
B
A ) B A (
x

(A dan B merupakan fungsi x,


y, dan z)
3.2 Interpretasi Dari Derivatif Vektor
a. Interpretasi geometris
Jika C adalah kurva yang dinyatakan dalam bentuk fungsi vektor
r(t) = x(t)i + y(t)j + z(t)k, maka:
1. Derivatif dari kurva C di P, atau
k j i
dt
z(t) d
dt
y(t) d
dt
x(t) d
dt
r(t) d
(t) r' + = = =
merupakan vektor singgung (tangent vec tor) dari kurva C di P.
2. u =
r'
r'

..
vektor singgung satuan (unit tangent)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 36
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
) ( '
0
t r
) ( : t r C
P
0
t t = == =
3.

=
b
a
dt r' r'! i panjang kurva C, t b (length of a
c urve)
4.

=
t
a
dt r' r' s(t) ! panjang busur a t (arc length of a
c urve)
CONTOH:
Diberikan fungsi vektor dari kurva yang berbentuk lingkaran sebagai
berikut: r(t) = 2 cos t i + 2 sin t j 0 t 2 , maka:
a) vektor singgung dari kurva di t =
2

adalah
2

t t cos 2 sin t -2 (t) r' = + = j i


= -2i
b) i
i
i
i
= =

=
2
2 -
2
2 -
u
c ) Panjang busur lingkaran (keliling lingkaran):

+ =
2
o
2
2
o
dt 4cost t sin dt r' r'!
=

=
2
o
2
o
dt 4 dt 4
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 37
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
= 4 2t
2
o
=
b. Interpretasi dalam mekanika
Jika C adalah lintasan suatu benda yang dinyatakan dalam bentuk
fungsi vektor
maka:
"
dt
t dr
r v
) (
' = = merupakan vektor kec epatan di suatu
titik t.
"
dt
ds
r' r' v = = ! laju (speed) atau besarnya kecepatan
di sautu titik t.
" a(t) = v'(t) = r''(t) vektor perc epatan
CONTOH :
1. Gerak Rotasi
Jika C : r(t) = R c os t i + R sin t j
persamaan gerak sebuah partikel P yang bergerak melingkar
berlawanan dengan arah jarum jam.
Vektor kecepatan di sembarang titik pada lintasan tersebut.
v(t) = r'(t) = R sin t i + R c os t j
Kec epatan sudut (kecepatan angular)

R
R
t cos R t sin R
R
v
2 2 2 2 2 2
= = + + =
Vektor perc epatan
= a = v' = R
2
t i R
2
sin t j
= -
2
r(t)
Jadi,
| a | = | - r(t)| =
2
R perc epatan centripetal (dengan arah
menuju pusat lingkaran)
2. Tentukan persamaan lintasan partikel yang bergerak dengan
vektor perc epatan a = 2 i 2 k, jika posisi awalnya dititik (-1,1,2) dan
vektor kec epatan awalnya v(0) = j
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 38
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya


+ + + + = + + = k c t j c i c t k dt j dt i dt t v ) 2 ( ) 2 ( 2 0 2 ) (
3 2 1

+ + + + = k dt c j dt c i dt c t t r ) 2 ( ) 2 ( ) (
3 2 1
k c t c t j c t c i c t c t ) ( ) ( ) (
6 3
2
5 2 4 1
2
+ + + + + + + =
Kecepatan awal :
0 , 1 , 0 ) 0 ( ) 0 ( ) 0 (
3 2 1 3 2 1
= = = = + + + + = c c c j k c j c i c v
k t j i t t v 2 2 ) ( + =
Posisi awal : k j i r 2 ) 0 ( + + =
k c c j c c i c c r ) 0 . 0 ( ) 0 . ( ) 0 . 0 ( ) 0 (
6 3
2
5 2 4 1
2
+ + + + + + + =
2 , 1 , 1 2 . . .
6 5 4 6 5 4
= = = + + = + + = c c c k j i k c j c i c
k t j t i t t r ) 2 ( ) 1 ( ) 1 ( ) (
2 2
+ + + + =
3.3 Gradien, Divergensi Dan Curl
Didefinisikan suatu operator vektor (dibac a del atau nabla) sebagai
berikut:
k j i k j i
z y x z y x

=
Jika = (x,y,z) adalah fungsi skalar, dan
A = (x,y,z) = A1 (x,y,z) i + A2 (x,y,z) j + A3(x,y,z)k
adalah fungsi vektor yang mempunyai turunan pertama yang
kontinu di suatu daerah.
Maka :
1. GRADIEN dari (x,y,z) didefinisikan dengan
grad = =

z
k
y
j
x
i
=
z
) , , (
y
) , , (
x
) , , (

z y x
k
z y x
j
z y x
i
= k
z y x
j
z y x
i
z y x
z
) , , (
y
) , , (
x
) , , (


DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 39
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
2. DIVERGENSI dari A(x,y,z):
div A A ! = =
z y x

k j i
=
z
) z y, x, ( A
y
) z y, x, ( A
x
) z y, x, ( A
3 2 1

3. CURL atau ROTASI dari A(x,y,z):


Curl A = A = ( ) k j i k j i
3 2 1
A A A
z y x
+ +

=
3 2 1
A A A
z y x

k j i
2 1
3 1 3 2
A A
y x
A A
z x
A A
z x

= k j i
= k j i

y
A
x
A
z
A
y
A
z
A
y
A
1 2 1 3 2 3
4. Operator Laplace (LAPLACIAN)
2
dari

2
= div () = div (grad )
=

k j i k j i
z y x z y x
!
=


2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
z y x z y x
Rumus-Rumus :
Jika A, B fungsi vektor
U,V fungsi skalar, maka
1. (U + V) = U + V atau grad (U + V) = grad U + grad V
2. B div A div B) (A div atau B A B) (A + = + + = + ! ! !
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 40
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
3. B curl A curl B) (A curl atau B A B) (A + = + + = +
4. ) A ( U A U) ( ) UA ( ! ! ! + =
5. ) A ( U A U) ( ) UA ( + =
6. ) B ( A A) ( B ) B A ( ! ! ! =
7. B) A( B ) B A ( ) A ( B A ) B ( ) B A ( ! ! ! ! + =
8. B) ( A A) ( B B ) A ( A ) B ( ) B A ( + + + = ! ! ! !
9.
2
2
2
2
2
2
2
z
U
y
U
x
U
U ) U (

= = ! disebut Laplac e dari U


dan
2
2
2
2
2
2
2
z y x

= disebut Operator Laplace


10. (U) = 0 curl dari gradien U = 0
11. 0 ) A ( = ! divergensi dari c url A = 0
12.
2
A ) A ( ) A ( = !
CONTOH:
Misalkan = x
2
yz
3
fungsi skalar
A = xz i y
2
j + 2x
2
y k fungsi vektor
a. = grad = k j i
z y x

+


= 2xyz
3
i + x
2
z
3
j + 3x
3
yz
2
k
b. A A div ! = = ) y x 2 y xz (
z y x
2 2
k j i k j i +

!
= z 2y + 0 = z 2y
c . A A curl = =
y
k j i
2 2
x 2 y xz
z y x

= i (2x
2
0) j (4xy x) + k (0 0)
= 2x
2
i (4xy x) j
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 41
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
d. A) ( div = A) ( !
= ) y 2x y - xz ( yz x
z y x
2 2 3 2
k j i k j i +

!
= k j i ) z y x (
x
) z y x (
y
) yz (x
x
3 2 4 3 3 2 4 3

= 3x
2
yz
4
i 3x
2
y
2
z
3
j + 6x
4
y
2
z
2
k
e. ( ) ) x 2 y xz ( yz x A) ( A) ( curl
2 2 2 2
k j i + = =

3 2 4 2 3 2 3 3
z y 2x z y x - yz x
z y x

=
k j i
= (4x
4
yz
3
+ 3x
2
y
3
z
2
) i (8x
3
y
2
z
3
4x
3
yz
3
) j + (2xy
3
z
3
x
3
z
4
) k
3.4 Penggunaan Gradien, Divergensi dan Curl
a. Derivatif berarah (directional derivatve)
Misalkan temperatur sembarang titik (x,y,z) dalam sebuah ruangan
adalah T(z,y,z). besarnya T(x,y,z) tergantung pada posisi x, y, z dalam
ruang tersebut. sehingga temperatur di suatu titik tertentu mungkin
akan berbeda dengan temperatur di titik lainnya. Karena adanya
perbedaan temperatur ini, maka bisa ditentukan besarnya rata-rata
perubahan (laju perubahan) temperatur dari satu titik ke titik lainnya
persatuan jarak (panjang). Besarnya laju perubahan temperatur
sesaat di suatu titik, akan tergantung pada arah geraknya, atau ke
titik mana yang akan dituju. Oleh sebab itu, laju perubahan ini disebut
dengan derivatif berarah (direc tional derivative)
Cara menentukan derivatif berarah:
Diberikan suatu medan skalar yang dinyatakan fungsi (x,y,z).
Besarnya laju perubahan dari fungsi (x,y,z) di titik (x0, y0, z0) persatuan
jarak (panjang), dengan arah gerak tertentu, misalkan vektor arah
satuannya u = ai + bj + c k, bisa ditentukan sebagai berikut,
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 42
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
tan kons = == =

)
u


u
D atau
u arah dalam
ds
d
Persamaan garis melalui titik (x0, y0, z0) dengan vektor arah satuan u
= ai + bj + c k, bisa dinyatakan dalam bentuk parameter
s z z
bs y y
as x x
o
o
o
c + =
+ =
+ =
Sehingga sepanjang garis tersebut, x, y, z akan merupakan fungsi dari
satu variabel s. Jika x, y, z di atas didistribusikan dalam fungsi (x, y, z),
maka akan merupakan fungsi dari s, artinya sepanjang garis gerak di
atas merupakan fungsi dari satu variabel s, sehingga
ds
d
bisa
dihitung.
=

u
u
D
ds
d
= c
z
b
y
a
x ds
dz
z ds
dy
y s d
dx
x

+


= ( )
"# "$ %
" " " # " " " $ %
u
c b a
z y x
k j i k j i + + =


Jadi,
u grad u D
ds
d
u
u
! ! = = =

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 43
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Definisi perkalian skalar, diperoleh:
cos u u
ds
d
u
= =

! ; adalah sudut antara dan vektor u


Karena u vektor satuan, maka | u | = 1, jadi
cos
ds
d
u
=

nilai ini akan maksimum jika c os = 1 atau = 0,


yaitu jika u searah dengan .
Harga maksimum dari
u
ds
d
adalah
CONTOH:
1. Tentukan derivatif berarah dari fungsi f = 2xy z
2
di titik (2, 1, 1) dalam
arah menuju titik (3, 1, -1). Dalam arah manakah derivatif berarah ini
akan berharga maksimum. Berapa nilai maksimumnya.

a. Vektor arah titik (2, -1,1) menuju (3,1,-1) = (32)i + (1+1)j + (-1-1)k = i +
2j 2k.
Vektor arah satuan = u =
3
2 2
4 4 1
2 2 k j i k j i +
=
+ +
+
3
2
z y x
f
k j i
k j i
+ +
=

=
= 2y i + 2x j 2z k
(2,-1,1) u
f D =
(2,-1,1)
f
=
3
2 2
) z 2 x 2 y 2 (
k j i
k j i
+
+ !
=
) 1 , 1 , 2 ( 3
1
) 4 x 4 y 2 (

+ +
= 33 , 3 ) 4 8 2 (
3
10
3
1
= = + +
b. Nilai Duf di atas akan maksimum jika arah geraknya searah dengan
f, dan besarnya nilai maksimum =
1) , 1 , 2 (
2 2 2
6 2 4 16 4
4z 4x 4y f

= + + =
+ + =
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 44
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
2. Jika (x,y,z) dalam ruangan pada suatu waktu tertentu. Tentukan laju
pertumbuhan temperatur sesaat di titik (2,-1,-1) jika bergerak ke arah
titik (3,1,3)

Vektor arah satuan = u = ) 2 2 (


3
1
4 4 1
2 2
k j i
k j i
+ + =
+ +
+ +
Laju perubahan temperatur di titik (2, -1, 1) dengan arah u =
1) (2,-1, u
f D = ) 2 2 (
3
1
) yz xy (
3 2
k j i + + + !
= ] 2 2 [
3
1
) yz 3 ) z xy 2 ( y [
2 2 2
k j i k j i + + + + + !
=
3
11
) 6 2 8 1 (
3
1
= +
Tanda negatif menunjukkan perubahan yang menurun artinya terjadi
penurunan suhu jika bergerak dari titik (2, -1, 1) ke titik (3,1,3).
b. Gradien sebagai vektor Normal Luasan
Misalkan f(x,y,z) = C adalah persamaan luasan S dalam ruang (R
3
) dan
fungsi vektor r (t) = x(t)i + y(t)j + z(t)k adalah persamaan kurva yang
terletak pada luasan S. Karena r(t) terletak pada f(x,y,z) = C, maka
berlaku
F[x(t), y(t), z(t)] = C
dan
0
t
C
t
z
z
f
t
y
y
f
t
x
x
f
=

0
dt
dz
dt
dy
dt
dx
z
f
y
f
x
f
=

+ +

! k j i
0
dt
r(t) d
f = ! (t)] t'
dt
r(t) d
[ f =
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 45
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
P
) (t r
f
) ( ' t r
Karena r(t) merupakan persamaan kurva pada luasan s, maka r'(t) =
dt
dr
merupakan singgung kurva r(t), yang berarti vektor singgung
luasan S di titik tertentu. Jadi, f vektor luasan > berarti f
merupakan vektor normal luasan S di suatu titik.
Dan
f
f
n

= = vektor normal satuan.


CONTOH:
Tentukan vektor normal dari keruc ut putaran:
z
2
= 4(x
2
+ y
2
) di titik P(1,0,2).

Persamaan luasan dalam bentuk f(x,y,z) = 0 adalah


f(x,y,z) = 4(x
2
+ y
2
) z = 0
(1,0,2)
2 2 2
z 8 y 8 x 8 ) z ) y (4(x f k j i + + = + =
= 8i 4k
5
2
80
4 8
16 64
4 8
f
f
n
k i k i k i
=

=
+

=
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 46
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
c. Penggunaan lain dari Gradien
Misalkan A adalah suatu partikel dengan massa M yang terletak
pada titik tetap Po(xo, yo, zo) dan B adalah suatu partikel bebas
dengan massa m yang berada pada posisi P(x,y,z) dalam suatu ruang,
maka B akan mengalami gaya tarik dari partikel A. menurut hukum
Newton tentang gravitasi, arah gaya p adalah P menuju Po, dan
besarnya sebanding dengan 1/ r
2
, antara P dengan Po.
Sehingga,
2
p
r
c
= c = GMm
G = 6,67 = konstan
dan
2
o
2
o
2
o
) z (z ) y (y ) x (x r + + = ; r 0
Dalam hal ini, p merupakan suatu vektor dalam ruang.
Jika vektor jarak dari P ke Po,
r = (x xo)i + (y yo)j + (z zo)k ; | r | = r
dan
r
r
r
r
= = vektor satuan arah dari p
(tanda minus menyatakan arah dari Po ke P)
maka
vektor p = r r c
r
r
r c ) / ( ) / ( p
r
r
3 2
= = =
= k c j c i c
3
o
3
o
3
o
r
z z
r
y y
r
x x

> fungsi vektor yang menyatakan gaya tarik


menarik antara dua partikel.
Jika fungsi skala f(x,y,z) = c/ r ; r 0
merupakan potensial dari medan gravitasi tersebut, ternyata bisa
dibuktikan bahwa grad f = p sebagai berikut:
grad f =
2
o
2
o
2
o
) z (z ) y (y ) x (x
c
y y x
+ +

k j i
= +
+ +

i c
2 / 3 2
o
2
o
2
o
o
] ) z (z ) y (y ) x 2[(x
) x 2(x -
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 47
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
+
+ +

j c
2 / 3 2
o
2
o
2
o
o
] ) z (z ) y (y ) x 2[(x
) y 2(y -
+
+ +

k c
2 / 3 2
o
2
o
2
o
o
] ) z (z ) y (y ) x 2[(x
) z 2(z -
= k c
r
j c
r
i c
r
3
o
3
o
3
o
z z y y x x

= p
Selain itu bisa dibuktikan bahwa:
5
2
o
3 2
2
) x 3(x 1 1
x r r r

+ =

5
2
o
3 2
2
) y 3(y 1 1
y r r r

+ =

5
2
o
3 2
2
) z 3(z 1 1
z r r r

+ =

Jika dijumlahkan menjadi:

r r r
1
z
1
y
1
x
2
2
2
2
2
2
=
=
5
2
o
2
o
2
o
3
) z (z ) y (y ) x (x
3
3
r r
+ +
+
= 0 3
3
5
2
3
= +
r
r
r
Sehingga, karena f = c / r maka
0 f atau 0
z
f
y
f
x
f
2
2
2
2
2
2
2
= =

Jadi medan gaya yang dihasilkan oleh sebaran massa partikel akan
merupakan fungsi vektor (p) yang merupakan gradien dari fungsi
skalar f (potensial dari medan gravitasi) dan f memenuhi sifat
2
f = 0
Dalam elektrostatis, gaya tarik menarik antara dua partikel bermuatan
Q1 dan Q2 adalah
r
r
k
3
p = (Hukum Couloumb)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 48
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
dengan:

=
4
Q Q
k
2 1
; = konstanta elektrik
Dalam hal ini p adalah gradien dari fungsi potensial f = k/ r ; dengan

2
f = 0
CONTOH:
Jika potensial antara dua silinder konsentris adalah
V(x,y) = 110 + 30 ln(x
2
+ y
2
) volt. Tentukan gaya listrik di titik P (2,5).

Vektor gaya elektrostatik p = grad V


) 5 2 (
29
60
y x
2y
30
y x
2x
30 p
) 5 , 2 (
2 2 2 2
j i j i + = =
+
+
+
=
Arah gayanya searah dengan arah vektor p
Penggunaan Difergensi
Dalam aliran fluida:
Perhatikan suatu aliran tak tunak (non-steady state) dari fluida
termampatkan (c ompressible fluid), misalnya gas atau uap, dalam suatu
ruangan. Karena termampatkan, maka besarnya (densitas massa =
massa persatuan volume) akan tergantung pada koordinat x, y, dan z.
Dan karena alirannya tak tunak maka juga tergantung pada t
(berubah-ubah dari waktu ke waktu). Jadi = (x,y,z,t). Misalkan v(x,y,z) =
v1i + v2j + v3k adalah vektor kecepatan sesaat dari partikel fluida di suatu
titik (x, y, z)
Selanjutnya, ambil sembarang bagian volume yang sangat kecil
dari ruangan tersebut, misalkan volume W seperti dalam gambar berikut.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 49
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
z
y
x
2
v
3 3
v v + ++ +
1 1
v v + ++ +
3
v
2 2
v v + ++ +
1
v
z
x
y
) W
Karena terdapat aliran fluida yang c ompressible dalam ruangan
tersebut, maka dalam volume W juga akan terjadi perubahan massa
fluida. Untuk mengukur besarnya perubahan massa fluida dalam volume
W, bisa dilakukan dengan mengukur besarnya selisih massa fluida
sebelum masuk dan saat meninggalkan W persatuan waktu.
Jika, massa fluida yang melewati salah satu sisi dari W
Selama t [komponen vektor kec epatan yang dengan masing-
masing sisi W] [luas permukaan sisi tersebut] [t)
= fluks massa fluida pada masing-masing sisi W.
Maka, untuk menghitung besarnya perubahan massa fluida yang melalui
W, bisa dilakukan dengan menghitung jumlah fluks massa yang keluar
dikurangi dengan jumlah fluks massa yang masuk dari masing-masing sisi
W.
" Fluks massa yang masuk selama t melalui:
sisi kiri = v2 x z t
sisi belakang = v1 y z t
sisi bawah = v3 x y t
" Fluks massa yang keluar selama t melalui:
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 50
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
sisi kanan = (v2 + v2) x z t
sisi depan = (v1 + v1) y z t
sisi atas = (v3 + v3) x y t
Jumlah selisih massa fluida persatuan waktu persatuan
Volume = ( yang keluar - yang masuk)/ volume/ waktu
=
) t ( z y x
t y x v t z x v t z y v
3 2 1

+ +
=
z
v
y
v
x
v
3 2 1


Karena volume W diambil sangat kec il, maka x 0
y 0
z 0
Jadi, besarnya perubahan massa fluida persatuan waktu persatuan
volume dalam ruangan =
z
v
y
v
x
v
z
v
y
v
x
v
3 2 1 3 2 1
0
0
0
lim





z
y
x
= ) v v v (
z y x
3 2 1
k j i k j i + +

!
= v !
= ) v ( div
Sementara itu, telah diketahui bahwa besarnya perubahan massa
fluida persatuan waktu persatuan volume akan sama dengan laju
perubahan (penurunan) densitas massa persatuan waktu, atau =
t

Jadi,
t
v div


=
Atau
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 51
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
0
t
v div =


+
merupakan persamaan kontinuitas dari aliran
non-steady state dari fluida termampatkan
Jika alirannya tunak (steady state), yang berarti bahwa densitas
massanya tidak tergantung pada t (tidak berubah dari waktu ke waktu),
maka:
0
t
=


0 v div = merupakan kontinuitas untuk aliran steady
state dari fluida termampatkan (c ompressible).
Untuk aliran steady-state dari fluida tak termampatkan (in c ompressible
fluid), berarti nya konstan (tidak tergantung pada x, y, dan z) maka,
div v = div v = 0 ( 0)
0 v div = persamaan koninuitas dari aliran steady-state
dari fluida tak termampatkan (inc ompressible fluid).
Penggunaan Curl
Dalam gerak rotasi
Misalkan sebuah benda berputar uniform dengan kecepatan sudut
(konstan) mengelilingi sumbu & .
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 52
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
O

R
P
v
r

&
Didefinisikan vektor kecepatan sudut yang panjangnya , sejajar
sumbu & dengan arah mengikuti arah majunya sekrup putar kanan
terhadap gerakan benda.
Jika R adalah vektor dari titik 0 di & ke sembarang titik P pada benda,
maka
" radius putar titik P:
r = | R | | sin |
sehingga,
" kecepatan linier titik P
| v | = | R | | sin | = || |R | | sin | = | R |
Vektor v ini mempunyai arah bidang yang dibentuk oleh dan R,
sehingga , R, dan v membentuk sistem sekrup putar kanan. Jadi hasil
dari perkalian R, selain memberikan besarnya nilai v juga akan
menentukan arah dari v.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 53
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jika titik 0 diambil sebagai titik asal koordinat, maka:
R = xi + yj + zk dan
= 1i + 2 j + k
sehingga, v = R bisa ditulis
v = (2z + 3 y)i (1z - 2x)j + (1y - 1x) k
dan
curl v = v =
) x ( ) x ( ) y (
z y x
2 1 3 1 3 2

k j i
= 2 1 i +2 2 j + 2 3 k = 2
Jadi,
Kecepatan sudut dari sebuah benda yang bergerak uniform =
c url dari kecepatan lintas sembarang titik.
SOAL-SOAL LATIHAN
1. Misalkan f = x
2
+ 9y
2
+ 4z
2
g = xy
3
z
2
v = xz i + (y z)
2
j + 2xyz k
w = 2y i + 4z j + x
2
z
2
k
Tentukan
a. grad f di titik (3, -1, 0) Jawab : 6i 18j
b.
2
f Jawab : 28
c . g f ! Jawab : 72 xy
3
z
2
d.
y x
2

g
Jawab : 3 y
2
z
2
e. v f ! Jawab : 2x
2
z + 18y (y z)
2
+ 16 xyz
2
f. div w Jawab : 2 x
2
z
g. div v (c url v) Jawab : 11
h. div (v k) Jawab : 0
i. c url (v k) Jawab : xi 2(y z)j (2y z)k
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 54
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
j. Dwf di (1, 1, 1) Jawab : 5 18
k. Dwg di (3, 0, 2) Jawab : 0
l. div (v + w) Jawab : 2y z + 2xy + 2x
2
z
2. Jika r(t) menyatakan persamaan kurva lintasan, dengan t = waktu.
Tentukan vektor kecepatan, besarnya laju (speed) dan vektor
perc epatan di P[x(t); z(t)], jika
a. r(t) = x(t)i + y(t)j + z(t)k = ti + 3 t
2
j
Jawab: v = i + 12 j + k ; | v | = 145 ; a = 6 j
b. r(t) = x(t)i + y(t)j + z(t)k = ti + 3 t
2
j + tk, di titik P (4,12,4)
Jawab: v = i + 3j + k ; | v | = 11 ; a = 0
3. Jika vektor posisi dari lintasan sebuah partikel dinyatakan dalam r = r(t)
= t
2
i 2tj + (t
2
+ 2t)k, t waktu.
a. Kapan (pada saat berapa) partikel akan melintas di titik (4,-
4,8). Jawab: t = 2
b. Tentukan vektor kec epatan dan laju partikel di saat melintasi
titik (4,-4,8).
Jawab: v = 4i 2j + 6k; | v | = 14 2
c. Tentukan persamaan garis singgung dari kurva lintasan
partikel tersebut, dan bidang normal dari kurva di titik (4,-4,8)
Jawab: (x 4)/ 4 = (y + 4)/ (-2) = (z 8)/ 6
2x y + 3z = 36
4. Jika berangkat dari titik (1,1) dalam arah manakah fungsi = x
2

y
2
+ 2xy akan menurun dengan cepat (menurun secara
maksimum).
Jawab = i
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 55
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
5. Jika diberikan medan skalar r =
2 2
y x + dan
R =
2 2 2
z y x + + , tentukan
a. Laplac e
2
dari ln r Jawab : 0
b. Laplac e
2
dari R Jawab : 2/ R
6. Jika potensial antara dua silinder konsentris adalah V(x,y) = 110 +
30 ln(x
2
+ y
2
) volt. Tentukan arah garis-garis ekipotensialnya di titik
P (2,5).
Catatan: garis ekipotensial adalah garis yang tegak lurus
dengan garis gaya elektrotatis.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 56
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
BAB IV
I IN NT TE EG GR RA AL L V VE EK KT TO OR R
4.1 Integral Garis (Line Integrals)
Konsep integral garis merupakan generalisasi (perluasan) dari
konsep integral tertentu

a
b
dx ) x ( f .
Dalam integral tertentu

a
b
dx ) x ( f , fungsi f(x) diintegrasikan sepanjang
sumbu x dari x = a sampai x = b, dengan f(x) adalah fungsi yang terdefinisi
pada setiap titik pada sumbu x antara sampai b.
Dalam integral garis, akan diintegrasikan suatu fungsi F sepanjang kurva C
dalam ruang atau bidang, dan fungsi F adalah fungsi yang terdefinisi
pada setiap titik di C. Kurva C, oleh sebab itu disebut sebagai lintasan
integrasi . Lintasan integrasi C merupakan kurva licin (smooth c urve) yang
bisa dinyatakan dalam bentuk fungsi vektor:
r(t) = x(t) i + y(t) j + z(t) k ; a t b
dan r(t) mempunyai derivatif kontinu,
) t ( ' r = k j i
dt
dz(t)
dt
dy(t)
dt
) t ( dx
dt
dr
+
= x' (t) i + y'(t) j + z'(t) k
yang tidak nol
Dalam hal ini C merupakan kurva berarah dengan:
A : r(a) = titik awal dari C
B : r(b)= t akhir dari C
Arah dari A ke B sepanjang C disebut arah positif dari C dan dalam
gambar, arah ini ditunjukkan dengan tanda panah.
POKOK BAHASAN :
! Integral garis
! Teorema Green
! Medan Gaya Konservatif
! Integral luasan
! Teorema divergensi Gauss
! Teorema Stokes
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 57
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jika A = B C disebut kurva tertutup.
Definisi Integral Garis
Integral garis dari suatu fungsi vektor F(r) sepanjang kurva C yang
terdefinisikan pada a t b, didefinisikan sebagai:
dr ) r ( F
C
! =

b
a
dt
dt
dr
) t ( r [ F !
=

b
a
dt ) t ( ' r ) t ( r [ F !
Jika,
r (t) = x(t) i + y(t) j + z(t) k
k j i
dt
) t ( dz
dt
) t ( dy
dt
) t ( dx
dt
dr
) t ( ' r + +
dr = dx(t) i + dy(t) j + dz(t) k
F(r) = F1 i + F2 j + F3 k
maka:
dr ) r ( F
C
! = [ ] ) t ( dz F ) t ( dy F ) t ( dx F
3 2 1 C
+ +
=
1
]
1

+ +
b
a
3 2 1
dt
dt
dz
F
dt
dy
F
dt
dx
F
= [ ]

+ +
b
a
3 2 1
dt ) t ( ' z F ) t ( ' y F ) t ( ' x F
" Integral garis sepanjang lintasan C yang tertutup dinotasikan
dengan

C
dr ) r ( F !
Contoh
) t ( r : C
) b ( r B
) a ( r A
) a ( r A
) b ( r B
C
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 58
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
1. Tentukan integral garis

C
dr ) r ( F ! , jika
F(r) = y i + xy j
C : adalah busur lingkaran seperti dalam gambar berikut dari titik A
ke titik B.

C : r(t) = c ost i + sint j


Sehingga,
x(t) = c ost t
y(t) = sin t
0 t
2

dan F[r(t)] = sin t i + sin t c os t j


f' = sin t i + c os t j

C
dr ) r ( F ! =

b
a
dt ) t ( ' r )] t ( r [ F !
=

+
2 /
a
2 2
dt ] t cos t sin t [sin
=

2 /
0
2
2 /
0
t cos d t cos dt
2
t 2 cos 1
=
2 /
o
3
t cos
3
1
t 2 sin
4
1
t
2
1


=
3
1
4 3
1
0 0 t
4
+

2. Tentukan nilai integral garis pada contoh 1, jika


C : garis lurus yang menghubungkan A dan B

) 0 , 1 ( A
) 1 , 0 ( B
C
0
) 0 1 ( A
) 1 , 0 ( B
C
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 59
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
C : r(t) = (1 t) i + t j
x(t) = 1 t
= t
0 t 1
F[r(t)] = t i + t(1 t) j
r'(t) = i + j

C
dr ) r ( F ! =

+
1
0
1
0
dt ] t t 2 [ dt )] t 1 ( t t [
=
3
2
3
1
1 t
3
1
t
1
0
3 2

" Dari dua contoh di atas terlihat bahwa nilai integral garis selain
tergantung pada batas integrasi, juga tergantung pada
lintasannya.
3. Tentukan

c
dr ) r ( F ! , jika
F(r) = z i + j + y k
C : r(t) = c os t i + sin t j + 3t k, 0 t 2

x(t)= c os t
y(t)= sin t
z(t) = 3t
F[r(t)] = 3t i + c os t j + sin t k
r'(t) = sin t i + c os t j + 3 k

C
dr ) r ( F ! = [ ]

+ +
2 /
0
2
dt t sin 3 t cos t sin t 3
=


+
+
+
2 /
0
2 /
0
2 /
0
dt t sin 3 dt
2
t 2 cos t 1
t cos t 3
= t cos 3 t 2 sin
4
1
t
2
1
] tdt cos t cos t [ 3 + +

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 60
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
=
2
+ +
0
t cos 3 t 2 sin
4
1
t
2
1
t sin 3 t cos t 3
Interpretasi Integral Garis
Dalam MEKANIKA
Usaha yang dilakukan oleh guru konstan F yang bergerak sepanjang
vektor lurus d adalah d F W !
Jika gaya F tidak konstan (merupakan fungsi variabel), dan bergerak
sepanjang kurva C = r(t), maka besarnya usaha yang dilakukan oleh
gaya F bisa ditentukan dengan menghitung nilai limit dari jumlah
usaha yang dilakukan oleh F sepanjang segmen kecil dari C, jika C
dibagi menjadi n buah segmen kecil-kecil sehingga setiap segmen
mendekati garis lurus.
Untuk sembarang m; 1 m n, maka
)] t ( r ) t ( r [ )] t ( r [ F W
m m m m
!
Sementara,
m
m
m m
t
) t ( r ) t ( r
lim
0 t ) t ( ' r


tm = tm + 1 tm
Jadi,
m m m m m m
t ) t ( ' r ] t ) t ( ' r )] t ( r [ F W ! !
karena n , maka:



n
1 m
m m m
n
n
1 m
m
n
t ) t ( ' r )] t ( r [ F lim W lim W !
C
n
t b
1 m
t
+ m
t
0
t a
1
t
2
t 3
t
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 61
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
=

b
a
dt ) t ( ' r )] t ( r [ F !


C
dr ) r ( F W Usaha !
" Karena ) t ( v
dt
dr
= vektor kecepatan
maka: W =

C
b
a
dt ) t ( v )] r [( F dr ) r ( F ! !
" Dari hukum Newton II : F = ma, bisa diturunkan F = m r''(t) = m v' (t)
Sehingga,
W =


,
_

b
a
'
b
a
dt
2
v v
m dt ) t ( v ) t ( ' v m
!
!
= [ ]
b
a
2
b
a
'
2
v
2
m
dt v
2
m

= [ ]
2
2
) a ( v v(b)
2
m

dengan
2
v
2
m
= energi kinetik
Bentuk-bentuk lain Integral Garis
Bentuk-bentuk berikut merupakan kejadian khusus dari integral garis

C
dr ) r ( F ! ,
Jika F = F1 i

C
dr ) r ( F ! =

C
1
dx F
F = F2 j

C
dr ) r ( F ! =

C
2
dy F
F = F3 k

C
dr ) r ( F ! =

C
3
dz F
Bentuk : dt )] t ( r [ f dt ) r ( f
b
a
C

!
C : r(t); a t b
Merupakan bentuk khusus dari

C
dr ) r ( F ! , jika
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 62
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
F = F1 i dan F1 =
dt / dx
)] t ( r [ f
, sehingga
) t ( ' x F
dt
dx
F f
1 1

Jadi,

C
dr ) r ( F ! =

C
1
dx F ! =

C
dx
dt / dx
)] t ( r [ f
=

b
a
dt ) t ( r [ f
Contoh
Tentukan

+ +
C
2 2 2 2
dt ) z y x ( jika
C : r (t) = c os t i + sin t j 3t k ; 0 t 2

f = (x
2
+ y
2
+ z
2
)
2
r(t) = c os t i + sin t j + 3t k
x(t) = c os t
y(t)= sin t
z(t) = 3t
f[r(t)] = [cos
2
t + sin
2
t + 9t
2
]
2
= (1 + 9t
2
)
2

+ +
C
2 2 2 2
dt ) z y x ( =


+
2
0
2 2
dt ) t 9 1 (
=


+ +
2
0
4 2
dt ] t 81 t 18 1 [
= t
2
+ 6t
3
+
2
0
t
5
81
=
5 3
25
2592
48 2 + +
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 63
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Sifat-sifat
a.

C C
dr ) r ( k dr F(r) k ! ! ; konstanta
b. [ ]

+ +
C C C
dr ) r ( G dr ) r ( F dr G(r) F(r) ! ! !
c .

+
C C C
2 1
dr ) r ( F dr ) r ( F dr F(r) ! ! ! ; jika lintasan C dibagi menjadi
dua busur, yaitu C1, dan C2 dengan arah yang sama dengan arah
C.
Contoh Soal
1. Tentukan

C
dr F(r) ! ; jika
a. F = y
2
i x
4
j
C : r(t) = t i + t
1
j ; 1 t 3
b. F = y
2
i
C : sepanjang kurva x
2
+ 4y = 4 dari (2, 0) ke (0, 1)
c . F = 3y i + x j
C : segmen garis lurus dari (0, 0) ke (2, 2 )

a.

1
t ) t ( y
t ) t ( x
j i
j i
2
4 2
t ) t ( ' r
t t F

C
dr F(r) ! = [ ]
3
1
3 1
3
1
2 2
t
3
1
t dt t t + +

=
3
28
3
1
1
3
27
3
1

1
]
1

+
1
]
1


b.

C
dr F(r) ! =

C
2
dx y ; 2 x 0
C : x
2
+ 4y
2
= 4
4y
2
= 4 x
2
y
2
=
4
x 4
2

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 64
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya

C
dr F(r) ! =
0
2
0
2
3
2
x
3
1
x 4
4
1
dx
4
x 4
1
]
1

=
3
4
)
3
8
8 ( 0
4
1

1
]
1


c .
Persamaan segmen
garis dari (0, 0) ke (2, ),
adalah:
y =
4
1
, 0 x 2

;

t
4
1
) t ( y
t ) t ( x
r(t) = t i +
4
1
t j
F[r(t)] =
4
3
t i t j
r'(t) = i +
4
1
j
1 t
4
1
dt t
2
1
dt t
4
1
t
4
3
dr F(r)
2
0
2
0
2
2
0
C

1
]
1



!
2. Tentukan usaha yang dilakukan oleh harga F = xi zj + 2yk yang
bergerak sepanjang C : z = y
4
, x = 1;
dari (1, 0, 0) ke (1, 1, 1)

4
t z
t y
1 x
r(t) = i + tj + t
4
k ; 0 t 1
F[r(t)] = i t
4
j + 2t k
r'(t) = j + 4t
3
k
2
1 ) , 2 (
2
1
2 0) , 0 (
y
x
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 65
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya


C
dr F W ! = [ ]

+
1
0
1
0
5 4
1
0
4 4
t
5
7
dt t 4 dt t 8 t
=
5
7
3. Tentukan

+
C
2 2
ds ) y (x , jika
C : lintasan y = 2x dari (0, 0) ke (1, 2)

ds =
2 2
dy dx +
y = 2x dy = 2dx
ds = 5 dx ) dx 2 ( dx
2 2
+ ; 0 x 1

+
C
2 2
ds ) y (x =

+
1
0
2
1
0
2 2
dx x 5 5 dx 5 ) x 4 (x
=
3
5 5
x
3
5 5
1
0
3

4. Tentukan

+
C
2 2
dy x dx y ; jika
C : Lintasan trapezium seperti dalam gambar berikut

+
C
2 2
dy x dx y = + + + +

) dy x dx y ( ) dy x dx y (
2 C
2 2
C
2 2
1
) dy x dx y ( ) dy x dx y (
4 C
2 2
C
2 2
3

+ + +
" Lintasan C1:
) 2 , 2 (
) 2 , 0 ( 0) , 0 (
y
x
1) , 0 (
3
C
2
C
4
C
1
C
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 66
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
2 t 0
0 dy
..........
0 y
dt dx
..........
t x



+
+
2
0
2
0
2
C
2 2
0 dt 0 ) 0 t dt 0 (
) dy x dx y (
1
" Lintasan C2:
2 t 0
0 dy
..........
0 y
dt dx
..........
t x




+ +
2
0
2
0
2
0
2
C
2 2
8 4t dt 4
) dt 4 0 t ( ) dy x dx y (
1
" Lintasan C3:
0 t 2
dt
2
1
dy 1
2
1
y
dt dx t x

+

6 ) 2
2
4
4
8
( 0
t t
2
1
t
12
3
) 1 t t
4
3
(
dt
2
1
. t ) dt ) 1 t
2
1
( ) dy x dx y (
0
2
2 3 2
0
2
2 2
C
2 2
3
+ +
+ + + +
+ + +


" Lintasan C4:
0 t 1
dt dy
..........
t y
0 dx
..........
0 x


+ +
+
0
1
2 2
C
2 2
0 ) dt 0 0 t (
) dy x dx y (
4
2 0 6 8 0 dy x dx y
2
C
2
+ + +

5. Tentukan besarnya usaha dalam gerakan partikel yang menjalani


lintasan satu putaran elips C dibuang dibidang XOY, jika elips
tersebut berpusat di titik 0 dengan sumbu panjang 4 dan sumbu
pendek 3, dan jika medan gayanya diberikan oleh:
F = (3x 4y + 2z)i + (4x + 2y 3z
2
)j + (2xz 4y
2
+ z
3
) k
Persamaan ellips :
1
4
y
3
x
2
2
2
2
+
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 67
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
1
16
y
9
x
2 2
+ ; z = 0
Misalkan

0 z
t sin 4 y
t cos 3 x


+
2 t 0
t sin 4 t cos 3 ) t ( r j i
F[r(t)] = [9 cost 16 sint] i + [12 c ost + 8 sint] j + [16 sint] k
r'(t) = 3 sint i + 4 c ost j
W =

2
+ +
0
dt ) t sin 8 t cos 12 ( t cos 4 ) t sin 16 t cos 9 ( t sin 3
=

2
+ + +
0
2 2
dt ) t cos t sin 32 t cos 48 t sin 48 t cos t sin 27 (
=

2
+ +
0
dt ) t cos t sin 5 48 (
=

2 2
+
0 0
) t sin ( d t sin 5 dt 48 (
= +

96 0 96 t n si
2
5
t 48
2
0
2
2
0
Soal-Soal
1. Hitunglah

C
dr ] r [ F jika:
F[r] = [x + y] i + [y x] j
a. C : Parabola y
2
= x dari [1, 1] sampai [4, 2]
b. C : Garis lurus dari [1, 1] sampai [4, 2]
c . C : Garis lurus dari [1, 1] ke [1, 2] dan dilanjutkan ke [4, 2]
2. Hutunglah r d . ] r [ F
C

jika
z
y
x
3
4
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 68
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
F[r] = [2x y + 4] i + [5y + 3x 6] j
a. C : Sekeliling segitiga di bidang xoy dengan titik-titik sudut [0,0]
[3,0], [3,2] yang dijalani berlawanan arah jaru jam.
b. C : Sekeliling lingkungan berjari-jari 4 dan berpusat di [0, 0]
3. Hitunglah ds ] y x [
C
2 2

+ jika
a. C : Sepanjang busur lingkaran x
2
+ y
2
= 4 dari [2, 0] sampai [0,2]
b. C : Sepanjang sumbu x dari [0, 0] ke [1, 0] kemudian dilanjutkan
ke [1, 1]
Jawab
1. a.
3
34
; b. 11 ; c . 0
2. a. 12 ; b. 64
3. a. 4 ; b.
3
5
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 69
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
4.2. Teorema Green
Transformasi Integral Rangkap Dua Ke Integral Garis
Integral rangkap dua yang meliputi suatu daerah dalam bidang
XOY bisa ditransformasikan ke dalam integral garis sepanjang batas dari
daerah tersebut atau sebaliknya. Transformasi tersebut dilakukan dengan
teorema Green pada bidang. Transformasi dengan teorema Green ini
penting karena bisa digunakan untuk membantu mengevaluasi
perhitungan integral dengan lebih mudah.
Teorema Green :
Misalkan R adalah daerah tertutup dan terbatas pada bidang XOY
yang batas C nya erdiri atas sejumlah kurva licin (smooth c urve) yang
berhingga, misalkan F1(x,y) dan F2(x,y) adalah fungsi-fungsi yang kontinu
dan mempunyai derivatif parsial
y
F

1
dan
x
F

2
dalam domain yang
memuat R, maka :

1
]
1

y
F
x
F
R
1 2
dx dy =

+
C C
dr F dy F dx F ! ] [
2 1
Integrasi ini dilakukan sepanjang batas C di R.
y

C
R
x
Apabila ditulis dalam bentuk vektor menjadi :

R
k CurlF ! ] [ dxdy
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 70
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
=

C
dr F !
F = F1(x,y) i + F2(x,y)
CONTOH :
Misalkan : F = (y
2
- 7y) i + (2xy + 2x) j
F1 = y
2
- 7y
F2 = 2xy + 2x
C : lingkaran x
2
+ y
2
= 1
y
1
-1 1 x
-1
Ruas Kiri :

1
]
1

R
y
F
x
F
1 2
dx dy = ] [

+
R
y y ) 7 2 ( ) 2 2 ( dxdy
= 9

R
dxdy = 9 x luas lingkaran x
2
+ y
2
= 1
= 9
Ruas Kanan :
r(t) = cos t i + sin t j ; 0t2
x(t) = cos t
y(t) = sin t
F1[r(t)] = sin
2
t - 7 sin t
F2[r(t)] = 2 cos t sin t + 2 cos t
r'(t) = - sin t i + cos t j

C
dr F ! = [ ]

+ +
2
0
2
) )(cos cos 2 sin cos 2 ( ) sin )( sin 7 (sin t t t t t t t dt
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 71
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
= [ ]

+ + +
2
0
2 2 2 3
cos 2 sin cos 2 sin 7 sin t t t t t dt
= [


2
0
2
cos ) cos 1 ( t d t +
2
7
[ ]


2
0
cos 1 t dt - 2

2
0
2
cos cos t td +

+
2
0
) 2 cos 1 ( dt t
= cos t - + t
3
3
1
cos t t t t t 2 sin cos 2 sin
2
1
3
3
2
4
7
2
7
+ +
2
0

= 9 2 2
2
7
+
Bukti Teorema Green :
y y
C
**
d
p(y)
v(x)
q(y)
C
*
c
u(x) x x
a b
Misalkan R adalah daerah yang dibatasi oleh lengkung C = C
*
C
**
seperti dalam gambar, maka :
a x b ; u(x) y v(x)
c y d ; p(y) x q(y)

R
y
F
1
dx dy = [

b
a

) (
) (
1
x v
x u
y
F
dy ] dx = ) , (
1
y x F
b
a


) (
) (
x v y
x u y


= [ ]


b
a
x u x F x v x F )] ( , [ )] ( , [
1 1
dx
= dx x v x F
b
a
)] ( , [
1

- dx x u x F
b
a
)] ( , [
1

= - dx x v x F
a
b
)] ( , [
1

- dx x u x F
b
a
)] ( , [
1

= - dx y x F
C
] , [
**
1

- dx y x F
C
] , [
*
1

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 72
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
= -

C
y x F ) , (
1
dx
Secara sama :

R
x
F
2
dx dy = [

d
c

) (
) (
2
y q
y p
x
F
dx ] dy = ) , (
2
y x F
d
c


) (
) (
y q x
y p x


= [ ]


d
c
y y p F y y q F ] ), ( [ ] ), ( [
2 2
dy
= dy y y q F
d
c
] ), ( [
2

- dy y y p F
d
c
] ), ( [
2

= dy y y q F
d
c
] ), ( [
2

+ dy y y p F
c
d
] ), ( [
2

= dy y x F
C
] , [
*
2

+ dy y x F
C
] , [
**
2

C
y x F ) , (
2
dy

R
x
F
2
dx dy -

R
x
F
2
dx dy =

C
y x F ) , (
2
dy +

C
y x F ) , (
1
dx
atau :

1
]
1

y
F
x
F
R
1 2
dx dy =

+
C C
dr F dy F dx F ! ] [
2 1
Luas Daerah Pada Bidang Sebagai Integral Garis Dalam Lintasan Tertutup
Jika F1 = 0
F2 = x , maka

R
dxdy =

C
xdy
dan
jika F2 = y
F1 = 0 , maka

R
dxdy = -

C
ydx
sehingga,

R
dxdy =
2
1


C
ydx xdy ) (
Karena

R
dxdy = A = luas daerah yang dibatasi oleh bidang R
maka,
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 73
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
A =

R
dxdy =
2
1


C
ydx xdy ) (
Luas Daerah Pada Bidang Dalam Koordinat Polar.
Misalkan :
x = r cos dx = cos dr - r sin d
y = r sin dy = sin dr + r cos d
A =

R
dxdy =
2
1


C
ydx xdy ) (
=
2
1
)] sin (cos sin ) cos (sin cos [ d r dr r d r dr r
C
+

=
2
1
] sin cos sin cos sin cos [
2 2 2 2
d r dr r d r dr r
C
+

=
2
1
] sin cos [
2 2 2 2
d r d r
C
+

=
2
1
d r
C
2

A =
2
1
d r
C
2

CONTOH :
1. Dengan menggunakan teorema Green tentukan dr r F
C
! ) (

sepanjang lintasan C, jika F = 3x


2
i - 4xy j
C : sekeliling segi 4 dengan batas 0 x 4 ; 0 y 1 dengan arah
berlawanan dengan arah jarum jam.
Penyelesaian :
y
(0,1) (4,1)
x
(0,0) (4,0)
F = 3x
2
i - 4xy j
F1 = 3x
2

y
F

1
= 0
F2 = 4xy
y
F

2
= -4y
dr r F
C
! ) (

+
C
dy F dx F ] [
2 1
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 74
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Teorema Green :

+
C
dy F dx F ] [
2 1

1
]
1

y
F
x
F
R
1 2
dx dy
=

4
0


1
0
) 0 4 ( y dy dx =

4
0
-2y dx
1
0
=

4
0
-2 dx = -2x
1
0
= -8
2. Tentukan luas daerah yang dibatasi ellips 1
2
2
2
2
+
b
y
a
x
Penyelesaian :
y
b
x = a cos dx = - a sin d
-a a x y = b sin dy = b cos d
A =
2
1


C
ydx xdy ) ( =
2
1
)] sin ( sin ) cos cos [
2
0

d a b d b a

=
2
1

d ab ab ] sin cos [
2
2
0
2
+

=
2
1

bd a

2
0
=
2
1
ab
2
0
= ab
3. Tentukan luas Kardioida r = a(1 - cos ) ; 0 2
Penyelesaian :
y
a
2a x
-a
Luas Kardioida =

C
2
1
r
2
d
=

2
0
2
2
1
)] cos 1 ( [a d
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 75
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
=


2
0
2 2
2
1
)] cos cos 2 1 ( [a d
=
1
]
1

+
+


2
0
2
2
2 cos 1
sin 2
2
d
a
= [ ]


2
0
4
1
2
1
2
2 sin sin 2
2
+ +
a
= ]

2
0
4
1
2
2 sin
2
3
2
1
]
1

a
= ] [ 0 3
2
2

a
=
2
3
2
a
SOAL-SOAL :
1. Dengan teorema Green tentukan ] ) 2 ( ) [(
2 2 2
dy xy y dx xy x
C
+

dengan C : lintasan bujur sangkar dengan titik-titik sudut (0,0); (2,0);


(2,2); (0,2)
Jawab : 8
2. Dengan teorema Green tentukan ] ) [(
2 2 3
dy xy dx y x x
C

+
dengan C : daerah yang dibatasi lingkaran x
2
+ y
2
= 4 dan x
2
+ y
2
=
16
Jawab : 120
3. Dengan teorema Green tentukan

C
dr r F ! ) ( , jika
F = xy
2
i - x
2
y j
C : batas daerah yang dibatasi oleh x 0 ; 0 y 1-x
2
Jawab : -1/3
4. Tentukan luas daerah di kuadran I yang dibatasi oleh y = x dan y = x
3
Jawab : 1/4
5. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh hiposikloida
3 / 2 3 / 2 3 / 2
a y x +
Persamaan parameternya adalah : x = a cos
3
t
y = a sin
3
t ; 0 t 2
Jawab : 3
8
2
a
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 76
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
4.3. Medan Gaya Konservatif.
Integral Garis yang tidak tergantung pada bentuk lintasan
Dalam bidang (R
2
) :
Jika F(x,y) = F1(x,y) i + F2(x,y) j
r = x i + y j
dr = dx i + dy j
Teorema :
Syarat perlu dan cukup untuk dy F dx F dr F
C C
2 1
+

! tidak
tergantung pada bentuk lintasan C yang menghubungkan dua
titik pada daerah R dalam bidang R
2
adalah :

x
F
y
F

2 1
atau jika bisa ditemukan suatu fungsi (x,y) sedemikian hingga :

2
1
F
y
F
x

Kejadian khusus jika C lintasan tertutup dan


x
F
y
F

2 1
maka
0

dr F
C
!
BUKTI :
F! dr = F1(x,y) dx + F2(x,y) dy
Karena
x
F
y
F

2 1
, maka pasti dapat ditemukan fungsi (x,y)
sedemikian hingga :

2
1
F
y
F
x

, sebab
x y y
F


2
1
=
y x x
F


2
2
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 77
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jadi : Fdr =
x

dx +
y

dy = d
Misalkan C adalah lintasan dari (x1, y1) ke titik (x2, y2), maka

C
Fdr =

) , (
) , (
2 2
1 1
y x
y x
d =
) , (
) , (
2 2
1 1
y x
y x
= (x2, y2) - (x1, y1)
Terbukti bahwa nilai integralnya hanya tergantung pada batas
integrasinya (batas C) dan tidak tergantung pada bentuk lintasannya.
Jika C lintasan tertutup, maka x1 = x2 dan y1 = y2 sehingga

C
Fdr = 0
CONTOH :
1. a. Buktikan bahwa

+ +
) 1 , 2 (
) 0 , 1 (
3 2 4
] ) 4 ( ) 3 2 [( dy xy x dx y xy tidak tergantung
pada lintasan yang menghubungkan (1,0) dan (2,1).
b. hitung nilai integral garisnya.
Penyelesaian :
a. F1 = 2xy - y
4
+ 3
3 1
4 2 y x
y
F

F2 = x
2
- 4xy
3
x
x
F
2
2

- 4y
3
Karena
x
F
y
F

2 1
, jadi integral garis tersebut tidak tergantung pada
bentuk lintasan.
b. Dari
1
F
x

maka = dx y xy
x
) 3 2 (
4
+

= x
2
y - xy
4
+ 3x + g(y)
..............(i)
Dari
2
F
y

maka = dy xy x
y
) 4 (
3 2

= x
2
y - xy
4
+ h(x)
..............(ii)
Fungsi = dy F dx F
y x


2 1
(i) = (ii) x
2
y - xy
4
+ 3x + g(y) = x
2
y - xy
4
+ h(x)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 78
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
g(y) = 0
h(x) = 3x
= x
2
y - xy
4
+ 3x

+ +
) 1 , 2 (
) 0 , 1 (
3 2 4
] ) 4 ( ) 3 2 [( dy xy x dx y xy =
) 1 , 2 (
) 0 , 1 (
= x
2
y - xy
4
+ 3x
) 1 , 2 (
) 0 , 1 (
= (2
2
.1 - 2.1
4
+ 3.2) - (1
2
.0 - 1.0
+ 3.1)
= 8 - 3 = 5
2. Hitung

C
Fdr , jika :
F = (2xy
3
- y
2
cos x) i + (1 - 2y sin x + 3x
2
y
2
) j
C : sepanjang parabola 2x = y
2
dari (0,0) ke (
2

, 1)
Penyelesaian :
F1 = 2xy
3
- y
2
cos x ----------------- x y xy
y
F
cos 2 6
2 1

F2 = 1 - 2y sin x + 3x
2
y
2 --------------------------

2 2
6 cos 2 xy x y
x
F
+

Karena
x
F
y
F

2 1
, jadi integral garis tersebut tidak tergantung
pada bentuk lintasan.
Mencari fungsi :
Dari
1
F
x

maka = dx x y xy
x
) cos 2 (
2 3

= x
2
y
3
- y
2
sinx + g(y)
............(i)
Dari
2
F
y

maka = dy y x x y
y
) 3 sin 2 1 (
2 2

+ = y- y
2
sinx + x
2
y
3
+ h(x)
..........(ii)
Fungsi = dy F dx F
y x


2 1
(i) = (ii) x
2
y
3
- y
2
sinx + g(y) = y - y
2
sinx + x
2
y
3
+ h(x)
g(y) = y
h(x) = 0
= x
2
y
3
- y
2
sinx + y
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 79
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya

C
Fdr =
) 1 , (
) 0 , 0 (
2

= x
2
y
3
- y
2
sin x + y
) 1 , (
) 0 , 0 (
2

= ( 1
2
sin . 1 1 .
4
2 3
2
+

) - (0
- 0 + 0)
= 1 1
4
2
+

=
4
2

3. Hitung

C
Fdr , jika
F = (x
2
y cosx + 2xy sinx - y
2
e
x
) i + (x
2
sinx - 2y e
x
) j
C : keliling hiposikloida
3 / 2 3 / 2 3 / 2
a y x +
Penyelesaian :
F1 = x
2
y cosx + 2xy sinx - y
2
e
x
-------
x
ye x x x x
y
F
2 sin 2 cos
2 1
+

F2 = x
2
sinx - 2y e
x
------
x
ye x x x x
x
F
2 cos sin 2
2 2
+

Karena
x
F
y
F

2 1
, jadi integral garis tersebut tidak tergantung
pada bentuk lintasan.
Dan karena C lintasan tertutup maka

C
Fdr = 0
Dalam Ruang (R
3
) :
Jika F(x,y) = F1(x,y) i + F2(x,y) j + F3(x,y) k
r = x i + y j + z k
dr = dx i + dy j + dz k
Teorema :
Syarat perlu dan cukup untuk dz F dy F dx F dr F
C C
3 2 1
+ +

! tidak
tergantung pada bentuk lintasan C yang menghubungkan dua titik
pada daerah R dalam ruan R
3
adalah :
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 80
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Atau :
atau jika
bisa ditemukan suatu fungsi (x,y)
sedemikian hingga :

1
F
x

;
2
F
y

;
3
F
z

BUKTI :
F! dr = F1(x,y,z) dx + F2(x,y,z) dy + F3(x,y,z) dz
Karena
x
F
y
F

2 1
;
x
F
z
F

3 1
;
y
F
z
F

3 2
, maka pasti dapat ditemukan fungsi (x,y,z) sedemikian hingga :

3
2
1
F
z
F
y
F
x

, sebab
y z y
F
z y z
F
x z x
F
z x z
F
y x x
F
x y y
F




2
3
2
2
2
3
2
1
2
2
2
1
Jadi : F dr =
x

dx +
y

dy +
z

dz = d
Misalkan C adalah lintasan dari (x1, y1, z1) ke titik (x2, y2, z2), maka

C
Fdr =

) , , (
) , , (
2 2 2
1 1 1
z y x
z y x
d =
) , , (
) , , (
2 2 2
1 1 1
z y x
z y x
= (x2, y2, z2) - (x1, y1, z1)
Terbukti bahwa nilai integralnya hanya tergantung pada batas
integrasinya (batas C) dan tidak tergantung pada bentuk
lintasannya.
x
F
y
F

2 1
x
F
z
F

3 1
y
F
z
F

3 2
Curl F =x F = 0
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 81
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Kejadian khusus jika C lintasan tertutup dan Curl F = 0 maka
0

dr F
C
!
Jika F adalah medan gaya yang bekerja pada suatu obyek yang
bergerak sepanjang lintasan C, maka medan gaya F disebut
medan gaya konservatif apabila usaha yang dilakukan oleh gaya F
untuk menggerakkan obyek sepanjang lintasan C tadi tidak tergantung
pada bentuk lintasannya, tetapi hanya tergantung pada titik awal dan
titik akhirnya saja.
CONTOH :
1.a. Buktikan bahwa F = (2xz
3
+ 6y) i + (6x - 6yz) j + (3x
2
z
2
- y
2
) k
adalah medan gaya konservatif.
b. Hitung usaha yang dilakukan oleh gaya F untuk menggerakkan
benda dari titik P(1,-1,1) ke titik Q(2,1,-1)
Penyelesaian :
a. F medan gaya konservatif jika x F = 0 atau Curl F = 0
Curl F =
2 2 2 3
3 2 6 6 2 y z x yx x y xz
z y x
k j i
+

= (-2y + 2y)i-(6xz
2
-6xz
2
)j+(6-6)k
= 0
Karena curl F = 0 , maka F merupakan medan gaya konservatif.
b. y xz
x
6 2
3
+

x
(2xz
3
+ 6y) dx = x
2
z
3
+ 6xy + g(y,z) ........... (i)
yz x
y
2 6

y
(6x - 2yz) dy = 6xy - y
2
z + h(x,z) . .......... (ii)

2 2 2
3 y z x
z

z
(3x
2
z
2
- y
2
) dz = x
2
z
3
- y
2
z + k(x,y ........... (iii)
(i) = (ii) x
2
z
3
+ 6xy + g(y,z) = 6xy - y
2
z + h(x,z)
g(y,z) = - y
2
z
h(x,z) = x
2
z
3
(i) = (iii) x
2
z
3
+ 6xy + g(y,z) = x
2
z
3
- y
2
z + k(x,y)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 82
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
g(y,z) = - y
2
z
k(x,y) = 6xy
= x
2
z
3
+ 6xy - y
2
z
W = dr F
C

! =
Q
P
= x
2
z
3
+ 6xy - y
2
z
) 1 , 1 , 4 (
) 1 , 1 , 1 (

= [ 4
2
.(-1)
3
+ 6.(4).1 - 1
2
.(-1)] - [ 1
2
.(-1)
3
+ 6.1.(-1) - (-1)
2
. 1] = 15
2. Hitung usaha yang dilakukan oleh gaya F = y i + (x+y) j + z
5
k yang
bekerja sepanjang lintasan C : x
2
+ y
2
= 1 dan z = y ,
dari titik (0,1,1) sampai titik (1,0,0)
Penyelesaian :
Curl F =
5
z y x y
z y x
k j i
+

= (0 - 0)i - (0 - 0) j + (1-1)k = 0
Karena curl F = 0 , maka F medan gaya konservatif W = dr F
C

! =
) 0 , 0 , 1 (
) 1 , 1 , 0 (
Mencari fungsi :
y
x

x
y dx = xy + g(y,z) ............... (i)
y x
y
+

y
(x + y) dy = xy +
2
1
y
2
+ h(x,z) ............... (ii)

5
z
z

z
z
5
dz =
6
1
z
6
+ k(x,y) ............... (iii)
(i) = (ii) xy + g(y,z) = xy +
2
1
y
2
+ h(x,z)
g(y,z) =
2
1
y
2
+ h(x,z)
(i) = (iii) xy + g(y,z) =
6
1
z
6
+ k(x,y)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 83
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
k(x,y) = xy + g(y,z) -
6
1
z
6
= xy +
2
1
y
2
+ h(x,z) -
6
1
z
6
(ii) = (iii) xy +
2
1
y
2
+ h(x,z) =
6
1
z
6
+ k(x,y)
k(x,y) = xy +
2
1
y
2
h(x,z) =
6
1
z
6
= xy +
2
1
y
2
+
6
1
z
6
W = dr F
C

! =
) 0 , 0 , 1 (
) 1 , 1 , 0 (
= (xy +
2
1
y
2
+
6
1
z
6
)
) 0 , 0 , 1 (
) 1 , 1 , 0 (
= (0 + 0 + 0) - (0 +
2
1
+
6
1
)
= -
3
2
SOAL-SOAL :
1. Tentukan besarnya usaha W yang dilakukan oleh gaya F = yz i + xz j +
xy k untuk menggerakkan suatu partikel sepanjang garis lurus
dari P(1; 1,1; 1) ke Q(3; 3; 2).
Jawab : 17
2. Hitung dr F
C

! , jika
F = 2xy i + (x
2
+ z) j + y k
C : lintasan x
2
+ y
2
= 1 ; z = x dari (1,0,1) ke (0,1,0)
Jawab = 0
3. Hitung dr F
C

! , jika
F = 3x
2
e
3y
i + 3x
3
e
3y
j - 3e
-3z
k
C : keliling ellips 25x
2
+ y
2
= 25 ; z = 0 berlawanan arah dengan jarum
jam.
Jawab = 0
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 84
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
4.4. Integral Luasan / Integral Permukaan ( Surface Integrals)
A. Penyajian Persamaan Luasan / Permukaan
a. Penyajian Dalam Koordinat Kartesius
z = f(x,y) atau g(x,y,z) =
0
Misalnya :
z =
2 2 2
z y x + + atau x
2
+ y
2
+ z
2
- a
2
= 0
x
2
+ y
2
+ z
2
= a
2
merupakan luasan dari bola dengan jari-jari a dan berpusat di titik
O(0,0,0).
z
a
a y
a
x
b. Penyajian dalam bentuk fungsi vektor
r(u,v) = x(u,v) i + y(u,v) j + z(u,v) k , (u,v) R
CONTOH :
1. Luasan berupa bidang segi empat 0 x a ; 0 y b ; z = c
z
c x(u,v) = u ; 0 u a
y(u,v) = v ; 0 v b
z(u,v) = c
b y r(u,v) = u i + v j + c k
a
2. Luasan berupa bidang 0 z (a-x) ; 0 x a ; y = c
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 85
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
z
a
x(u,v) = u ; 0 u a
a-x y(u,v) = c
y z(u,v) = v ; 0 v (a-u)
a c r(u,v) = u i + c j + v k
3. Luasan berupa bidang 1 + +
c
z
b
y
a
x
di oktan I
z

c
b x(u,v) = u ; 0 u a
y y(u,v) = v ; 0 v
) / 1 ( a u b
a z(u,v) = c(1 - u/a - v/b)
r(u,v) = u i + v j + c(1-u/a-v/b) k
4. Luasan berupa bidang y
2
z c
2
; 0 y c ; x = a
z
c
x(u,v) = a
y(u,v) = u ; 0 u c
z(u,v) = v ; u
2
v c
2
z = c
2
r(u,v) = a i + u j + v k
c y
a
5. Luasan berupa bidang lingkaran y
2
+ z
2
= a
2
di x = c ;
z
x(u,v) = c
y(u,v) = u cos v ; 0 u a
c y z(u,v) = u sin v ; 0 u 2
r(u,v) = c i + u cosv j + u sinv k
x
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 86
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
6. Luasan berupa silinder putar : x
2
+ y
2
= a
2
; -c z c
x(u,v) = a cos u
y(u,v) = a sin u ; 0 u 2
z(u,v) = v ; -c v c
r(u,v) = a cos u i + a sin u j + v k
z
c
a y
a
x -c
7. Kerucut Putar : z =
2 2
y x +
z
2
= x
2
+ y
2
; 0 z c
z
c x(u,v) = u cos v
y(u,v) = u sin v ; 0 u c
z(u,v) = u ; 0 v 2
-c c y r(u,v) = u cos v i + u sin v j + u k
x
8. Luasan Bola : x
2
+ y
2
+ z
2
= a
2
; di oktan I dan II
a.
z

P
u v
y
x P'
x(u,v) = a cos v cos u ; 0 u
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 87
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
y(u,v) = a cos v sin u ; 0 v /2
z(u,v) = a sin v
r(u,v) = a cos v cos u i + a cos v sin u j + a sin v k
b. z
P
v
u y
x
x(u,v) = a cos u cos v ; 0 u
y(u,v) = a sin u sin v ; 0 v /2
z(u,v) = a cos u
r(u,v) = a cos u cos v i + a sin u sin v j + a cos u k
B. Bidang Singgung Dan Normal Luasan
Untuk menghitug Integral Garis digunakan vektor singgung dari lintasan C,
yaitu r'(t), sehingga integral garis bisa didefinisikan sebagai :

C
b
a
dt t r r F dr r F ) ( ' ) ( ) ( ! !
Secara sama , dalam menghitung Integral Luasan akan digunakan vektor
normal luasan, yang akan ditentukan dari bidang singgungnya. Bidang
singgung suatu luasan S di titik P di S yang dinotasikan dengan T(P),
adalah bidang yang memuat garis singgung di titik P dari semua kurva di
S yang melalui P.
Untuk menentukan bidang singgung T(P) dari suatu luasan S yang
dinyatakan dalam bentuk fungsi vektor r(u,v), bisa diturunkan dari
kenyataan bahwa suatu kurva di S bisa dinyatakan dalam bentuk
pasangan fungsi-fungsi kontinu sebagai berikut :
u = u(t) dan
v = v(t)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 88
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Fungsi-fungsi u(t) dan v(t) tersebut menyatakan kurva atau lintasan yang
terletak pada luasan S, sehingga u(t) dan v(t) akan memenuhi
persamaan r(u,v), yaitu :
r
~
(t) = r[u(t),v(t)] persamaan kurva yang terletak pada luasan
S : r(u,v)
Misalnya :
Karena Helix putar r
~
(t) = a cos t i + a sin t j + ct k terletak pada luasan
S yang berbentuk silinder dengan persamaan r(u,v) = a cos u i + a sin u j
+ v k .
maka kurva atau lintasan yang berbentuk helix putar tersebut bisa
dinyatakan dalam bentuk pasangan fungsi kontinu :
u = t
v = ct
yang memenuhi persamaan r(u,v) dari silinder di atas.
Selanjutnya vektor singgung dari kurva r
~
(t) = r[u(t),v(t)] bisa ditentukan
dengan dalil rantai :
r
~
'(t) =
dt
dv
v
r
dt
du
u
r
dt
dr

~ ~
= ru u' + rv v'
Dengan mengambil satu titik P pada luasan S, perhatikan semua kurva
pada S yang melalui P, yang masing-masing kurva tersebut bisa
dinyatakan dalam bentuk pasangan fungsi-fungsi kontinu u(t) dan v(t).
Selanjutnya dari semua kurva yang melalui P tersebut bisa ditentukan
vektor singgung atau r
~
'(t) nya. Vektor-vektor singgung ini akan
membentuk satu bidang, yaitu bidang singgung T(P), asal ru dan rv ada
dan keduanya tidak tergantung secara linier (tidak segaris), sehingga :
N = ru x rv 0
yang berarti bahwa N pada bidang singgung T(P), oleh karena itu N
merupakan Vektor Normal dari luasan / permukaan S di titik P.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 89
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
n
ru
T(P) rv
S
Vektor Normal satuan dari luasan S = n =
v u
v u
xr r
xr r
N
N

Jika S disajikan dalam persamaan g(x,y,z) = 0 maka : n =


g grad
g grad
.
.
CONTOH :
1. Tentukan vektor normal satuan dari luasan r(u,v) = (u+v) i + (u-v) j
Penyelesaian :
ru =
u
r

= i + j
rv =
v
r

= i - j
N = ru x rv =
0 1 1
0 1 1

k j i
= i (0) - j (0) + k(-2) = -2 k
n = k
k

4
2
2. Tentukan vektor normal satuan dari ellipsoida putar
r(u,v) = cos v cos u i + cos v sin u j + 2 sin v k ; di sembarang titik.
Penyelesaian :
ru =
u
r

= - cos v sin u i + cos v cos u j


rv =
u
r

= - sin v cos u i - sin v sin u j + 2 cos v k


DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 90
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
N =
v u v u v
u v u v
k j i
cos 2 sin sin cos sin
0 cos cos sin cos

= i (2cos
2
v cosu - 0) - j (-2cos
2
v sinu - 0) + k (cosv sinv sin
2
u + cosv
sinv cos
2
u)
= 2cos
2
v cosu i + 2cos
2
v sinu j + cosv sinv k
| N| = v v u v u v
2 2 2 4 2 4
sin cos sin cos 4 cos cos 4 + +
= v v u u v
2 2 2 2 4
sin cos ) sin (cos cos 4 + +
= v v v
2 2 4
sin cos cos 4 +
= cosv v v
2 2
sin cos 4 +
n = ( 2cos
2
v cosu i + 2cos
2
v sinu j + cosv sinv k) / cosv
v v
2 2
sin cos 4 +
= (2cosv cosu i + 2cosv sinu j + sinv k) / v v
2 2
sin cos 4 +
3. Tentukan vektor normal satuan dari bola : x
2
+ y
2
+ z
2
- a
2
= 0
di titik P(x,y,z) sembarang.
Penyelesaian :
g = x
2
+ y
2
+ z
2
- a
2
= 0
grad g = ( k
z
j
y
i
x

) (x
2
+ y
2
+ z
2
- a
2
) = 2x i + 2y j + 2z k
| grad g | =
2 2 2
4 4 4 z y x + + = 2a
n =
a
zk yj xi
2
2 2 2 + +
=
a
1
(x i + y j + z k)
4. Tentukan vektor normal satuan dari kerucut putar :
f(x,y,z) = -z +
2 2
y x + = 0
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 91
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Penyelesaian :
grad f =
2 2
y x
x
+
i +
2 2
y x
y
+
j - k
| grad f | = 1
2 2
2
2 2
2
+
+
+
+ y x
y
y x
x
= 1
2 2
2 2
+
+
+
y x
y x
= 2
n =
2
1

1
1
]
1

+
+
+
k j
y x
y
i
y x
x
2 2 2 2
C. Integral Luasan / Integral Permukaan
Diberikan persamaan luasan S :
r(u,v) = x(u,v) i + y(u,v) j + z(u,v) k ; (u,v) R
dengan vektor normal luasan : N = ru x rv
dan vektor normal satuan : n =
N
N
Integral Luasan dari suatu fungsi vektor F = F(x,y,z) meliputi luasan S (over
S) didefinisikan sebagai berikut :

S R
dudv v u N v u r F dA n F ) , ( )] , ( [ ! !
Dengan : N(u,v) du dv = n |N| du dv ; karena n =
N
N
|N| = | ru x rv | = luas jajaran genjang (segi empat) yang
dibentuk oleh ru dan rv
( dengan sisi ru dan rv )
Sehingga |N| du dv = elemen luas dA dari S
Jadi : n dA di S = n |N| du dv di R atau N dudv di R.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 92
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
CONTOH :
1. Tentukan integral luasan dari F = y i + 2 j + 2z k , meliputi luasan S yang
berbentuk silinder parabolis y = x
2
; 0 x 2 ; 0 z 3.
Penyelesaian : z
3
4 y
2
x
Persamaan S dalam bentuk fungsi vektor : x(u,v) = u
y(u,v) = u
2
; 0 u 2

z(u,v) = v ; 0 v 3
S : r(u,v) = u i + u
2
j + v k
ru = i + 2u j
rv = k
N = ru x rv =
1 0 0
0 2 1 u
k j i
= 2u i - j
F[r(u,v)] = u
2
i + 2 j + 2v k
F[r(u,v)] ! N(u,v) = (u
2
i + 2 j + 2v k ) ! (2u i - j) = 2u
3
- 2

S R
dudv v u N v u r F ndA F ) , ( )] , ( [ ! ! =


3
0
2
0
3
) 2 2 ( dudv u
=


3
0
2
0
4
3
0
) 0 4 8 ( ) 2
4
2
( dv dv u u = 4v
3
0
= 4.3 - 0 = 12
2. Tentukan integral luasan dari F = x
2
i + 3y
2
k ; meliputi luasan S yang
merupakan bidang dengan persamaan x = y + z = 1 pada oktan I.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 93
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Penyelesaian : z
Persamaan fungsi vektor : 1
x(u,v) = u ; 0 u 1
y(u,v) = v ; 0 v 1-u 1 y
z(u,v) = 1-u-v x 1
r(u,v) = u i + v j + (1-u-v) k
ru = i - k
rv = j - k
N = ru x rv =
1 1 0
1 0 1

k j i
= i + j + k
F[r(u,v)] = u
2
i + 3v
2
j
F[r(u,v)] ! N(u,v) = (u
2
i + 3v
2
j ) ! ( i + j + k) = u
2
+ 3v
2

S R
dudv v u N v u r F ndA F ) , ( )] , ( [ ! ! =

+
1
0
1
0
2 2
) 3 (
u
dvdu v u
=
du u u u du u u u du v v u
u
] ) 1 ( [ ] ) 1 ( ) 1 ( [ ) (
3
1
0
1
0
3 2 3 2
1
0
3 2
1
0
+ + +


=
1
0
4 4 3
) 1 (
4
1
4
1
3
1
u u u =
3
1
4
1
4
1
3
1

Nilai dari integral luasan ini akan tergantung dari pemilihan vektor normal
satuan luasan integrasinya ( ingat, untuk vektor normal satuan, selain n
bisa juga dipilih -n). Sehingga integral luasan atau integral suatu fungsi
terhadap / meliputi luasan S yang berarah, bisa dilakukan dengan
memilih salah satu kemungkinan dari dari arah vektor normal satuannya.
Arah dari n =
v u
v u
xr r
xr r
dikatakan arah positif, sebaliknya -n disebut arah
negatif.
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 94
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jika kita mengubah arah dari S, yang berarti merubah n menjadi -n ,
maka setiap komponen dari n dikalikan dengan -1, sehingga hasil
integralnya juga akan berubah menjadi -1 kali integral semula.\
Integral luasan ini biasanya muncul dalam masalah-masalah aliran fluida
(flow problem).
Jika F(x,y,z) = (x,y,z) v(x,y,z) = v
dengan : = densitas massa fluida
v = vektor kecepatan aliran fluida
karena F ! n adalah komponen F dalam arah normalnya, maka :

S
dA n F ! = fluks massa fluida yang melintasi luasan S.
= besarnya massa fluida persatuan waktu yang melintasi
luasan S.
CONTOH :
Hitung besarnya fluks massa dari air yang mengalir melintasi silinder
parabolis S : z = x
2
, 0 x 2 ; 3 y 5. Jika vektor kecepatan aliran air
tesebut adalah v = -xyz i - 3z
2
j - k ; besarnya laju (speed) dihitung dalam
meter perdetik dan densitas massa air = 1 kg/liter.
Penyelesaian :
Persamaan fungsi vektor dari S : x(u,v) = u ; 0 u 2
y(u,v) = v ; 3 v 5
z(u,v) = u
2
r(u,v) = u i + v j + u
2
k ru = i + 2u k ; rv = j
N = ru x rv =
0 1 0
2 0 1 u
k j i
= (0-2u) - j (0) + k (1-0) = -2u i + k
F(x,y,z) = v = 1 (-xyz i - 3z
2
j - k) = -xyz i - 3z
2
j - k
F[r(u,v)] = -u
3
v i - 3u
4
j - k
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 95
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
F[r(u,v)] ! N(u,v) = (-u
3
v i - 3u
4
j - k ) ! (-2u i + k) = 2u
4
v -1

S R
dudv v u N v u r F ndA F ) , ( )] , ( [ ! ! =

2
0
5
3
4
) 1 2 (
u v
dvdu v u
=
{ } du u du u u du v v u ] 2 16 [ ] 3 ) 9 ( [ ] 5 ) 25 ( [ ) (
2
0
2
0
4 4 4
5
3
2 4
2
0


=
2
0
5
) 2
5
16
( u u = 4 , 98 4
5
512

v dalam meter/detik
dalam kg/liter = 1000 kg/m
3
A dalam m
2
Jadi besarnya fluks massa air di atas = (98,4 m/dt)(1000 kg/m
3
)(m
2
)
= 98.400 kg/detik.
D. Integral Meliputi Luasan Tak Berarah
a. Jika Integran merupakan Fungsi Skalar dan Luasan Integrasi
merupakan Fungsi Vektor.
Bentuk Integral Luasan :

S R
dudv v u N v u r G dA r G ) , ( )] , ( [ ) (
G(r) = fungsi skalar
dA = |N| dudv = | ru x rv| dudv ; yaitu elemen luas dari luasan S
yang dinyatakan dalam persamaan r(u,v) = x(u,v)i + y(u,v)j + z(u,v)k
dengan arah tidak diperhatikan.
Jika G(r) = 1 ; diperoleh :
A(S) = dudv r x r dA
v
A R
u

yang merupakan luas permukaan dari luasan S.


DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 96
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
b. Jika Integran merupakan Fungsi Skalar dan Luasan Integrasi S
merupakan Fungsi Skalar z = f(x,y).
Sehingga : x = u
y = v
z = f(u,v)
r(u,v) = u i + v j + f(u,v) k = [ u, v, f(u,v)]
ru = [1, 0, fu]
rv = [0, 1, fv]
N = [1, 0, fu] x [0, 1, fv] = [ - fu ; -fv ; 1]
|N| = | [ - fu ; -fv ; 1] | =
2 2
1
v u
f f + +
Karena : fu = fx =
x
f

fv = fy =
y
f

, maka :
Dengan : R
*
=
proyeksi S ke
bidang XOY
Dan arah vektor normal N di S adalah arah positif.
Jika G(r) = 1 , maka :
dxdy
y
f
x
f
dA S A
S R

,
_

+
,
_

+
*
2
2
1 ) (
S = proyeksi luasan S di bidang XOY
CONTOH :
1. Tentukan

S
dA r G ) ( ; jika G(r) = x + 1
S : r(u,v) = cos u i + sin u j + v k ; 0 u 2 ; 0 v 3
dxdy
y
f
x
f
y x f y x G dA r G
S R

,
_

+
,
_

+
*
2
2
1 )] , ( , , [ ) (
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 97
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Penyelesaian :
x(u,v) = cos u ; y(u,v) = sin u ; z(u,v) = v
G[r(u,v)] = cos u + 1
ru = -sin u i + cos u j
rv = k
N = ru x rv =
1 0 0
0 cos sin u u
k j i
= i (cos u) - j (-sin u) + k (0) = cos u i +
sin u j
|N| = u u
2 2
sin cos + = 1


+ +

3
0
3
0
3
0
2
0
3
0
2
0
6 2 2 ) (sin ) 1 (cos ) (

v dv dv u u dudv u dA r G
S v u
2. Tentukan

S
dA r G ) ( ; jika G (r) = 1
S : persamaan bola dengan jari-jari a sebagai berikut
r(u,v) = a cos v cos u i + a cos v sin u j + a sin v k ; 0 u 2 ;
-
2

v
2

Penyelesaian :
ru = -a cos v sin u i + a cos v cos u j
rv = -a sin v cos u i - a sin v sin u j + a cos v k
N(u,v) = ru x rv = a
2
cos
2
v cos u i + a
2
cos
2
v sin u j + a
2
cos v sin v k
|N| = a
2
v v u v u v
2 2 2 4 2 4
sin cos sin cos cos cos + +
= a
2
v v v
2 2 4
sin cos cos + = a
2
v
2
cos = a
2
cos v
Karena G(r) = 1, maka

S
dA r G ) ( = A(S)
A(S) =



2 /
2 /
2 /
2 /
2
2
0
2
2 /
2 /
2
0
2
cos 2 cos cos

vdv a dv v u a dudv v a
= 2a
2
sin v
2 /
2 /


= 2a
2
(1+1) = 4a
2
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 98
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
3. Tentukan momen inersia I dari lapisan bola yang homogen dengan
persamaan :
S : x
2
+ y
2
+ z
2
= a
2
; massanya M, sepanjang sumbu z.
Penyelesaian :
Jika = densitas massa luasan bola (massa persatuan luas)
maka : I = dA D
S

D = D(x,y,z) = jarak titik P(x,y,z) dipermukaan bola ke sumbu z.


Jadi D
2
= x
2
+ y
2
Luas permukaan bola A = 4a
2
=
2
4 a
M
A
M

r(u,v) = a cos v cos u i + a cos v sin u j + a sin v k


x = a cos v cos u
y = a cos v sin u
z = a sin v
D
2
= x
2
+ y
2
= a
2
cos
2
v cos
2
u + a
2
cos
2
v sin
2
u = a
2
cos
2
v
dA = |N| du dv = | ru x rv| dudv = a
2
cos v du dv
dudv v a
a
M
dA D I
S


2 /
2 /
2
0
3 4
2
2
cos
4

= dudv v
M

2 /
2 /
2
0
3
cos
4

=



2 /
2 /
2
3
2 /
2 /
3
3
2
cos
2
cos 2
4

Ma
dv v
M
dv v
M
4. Tentukan

S
dA r G ) ( ; jika G (r) = x
2
+ y
2
S : Kerucut putar z =
2 2
y x + ; x
2
+ y
2
4
Penyelesaian :
z
2
= x
2
+ y
2
z
2
4 -2 z 2
Untuk z = 2 x
2
+ y
2
= 4
Jadi proyeksi luasan S di bidang XOY berupa lingkaran : x
2
+ y
2
= 4
Batas Integrasi :
-2

x

2 ;
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 99
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
0

y
2
4 x
Jika : x = u ; -2

u

2
y = v ; 0

v
2
4 u
z =
2 2
v u +
r(u,v) = u i + v j +
2 2
v u + k
ru = i +
2 2
v u
u
+
k
rv = j +
2 2
v u
v
+
k
N = -
2 2
v u
u
+
i +
2 2
v u
v
+
j + k
|N| = 1
2 2
2
2 2
2
+
+
+
+ v u
v
v u
u
= 2
G[r(u,v)] = u
2
+ v
2
du v v u dvdu v u dA r G
S u
u
v
u

+ +
2
2
4
0
2
2
4
0
3 2 2 2
2
2
)
3
1
( 2 2 ) ( ) (
=

+
2
2
2 2 2
] ) 4 (
3
1
4 [ 2
2
3
du u u u
Misalkan :
u = 2 sin t ; u = -2 t = -/2
du = 2 cos t dt ; u = 2 t = /2
tdt t t t dA r G
S
cos 2 ] ) cos 4 (
3
1
cos 2 . sin 4 [ 2 ) (
2 / 3 2
2 /
2 /
2

= dt t t t ] cos 16 .
3
1
cos sin 16 [ 2
4
2 /
2 /
2 2

= dt t t t )] 4 cos
2
1
2
1
2 cos 2 1 (
3
8
2 sin 4 [ 2
2 /
2 /
2
+ + + +

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 100
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
= dt t t t )] 4 cos 2 cos 4 3 (
6
8
) 2 cos 1 ( 4 [ 2
2 /
2 /
+ + +

=
2 /
2 /
)] 4 sin
4
1
2 sin 2 3 (
6
8
) 2 sin
2
1
( 4 [ 2


+ + + t t t t t
= { } { }] ) 0
2
. 3 (
6
8
) 0
2
( 4 ) 0
2
. 3 (
6
8
) 0
2
( 4 [ 2 + + +

= 2 8 )] 2
2
4
( 2
2
4
[ 2

+
5. Contoh 4 di atas bisa juga dikerjakan dengan cara lain yaitu :
z =
2 2
y x + ; G = x
2
+ y
2
Sehingga ,
dxdy
y
f
x
f
y x f y x G dA r G
S R

,
_

+
,
_

+
*
2
2
1 )] , ( , , [ ) (
fx =
2 2
y x
x
+
fy =
2 2
y x
y
+

y x
f f + + 1 = 2
dxdy
y
f
x
f
y x dA r G
S R

,
_

+
,
_

+ +
*
2
2
2 2
1 ) ( ) (
= dxdy y x
x
x
y

+
2
2
4
0
2 2
2 ) (
2
dan seterusnya.
4.5. Teorema Divergensi Gauss
Misalkan T adalah daerah yang terbatas dan tertutup dalam suatu
ruang yang dibatasi oleh luasan S yang berarah. Dan misalkan
F(x,y,z) adalah suatu fungsi vektor yang kontinu dan mempunyai derivatif
parsial pertama yang kontinu dalam domain yang memuat T, maka :
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 101
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya

T S
dA F dV z y x divF ! ) , , (
n = vektor normal satuan dari luasan S dengan arah positif.
Jika F(x,y,z) = F1(x,y,z) i + F2(x,y,z) j + F3(x,y,z) k
n = cos i + cos j + cos k
maka,


T
dV z y x F div ) , , ( dxdydz
z
F
y
F
x
F
T
1
]
1

3 2 1
= [ ] dA F F F
S

+ + cos cos cos


3 2 1
= [ ]

+ +
S
dxdy F dxdz F dydz F
3 2 1
CONTOH :
1. Tentukan

S
ndA F ! dengan menggunakan teorema divergensi
Gauss, jika
F = 7x i + - z k dan
S : x
2
+ y
2
+ z
2
= 4 bola berjari-jari 2
Penyelesaian :

S
ndA F ! =


T
dV z y x divF ) , , (


T
dxdydz ) 1 7 ( = 6

T
dxdydz
= 6 x volume bola berjari-jari 2 = 6 x
3
) 2 (
4
3
= 36
2. Tentukan

S
ndA F ! , jika F = xy
2
i + y
3
j + 4x
2
z k
S : silinder x
2
+ y
2
4 ; 0 z 5
Penyelesaian :
div F = !

,
_

k
z
j
y
i
x
xy
2
i + y
3
j + 4x
2
z k = y
2
+ 3y
2
+ 4x
2
= 4x
2
+ 4y
2
= 4(x
2
+ y
2
)
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 102
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya

S
dA n F ! =



1
]
1

+ +
5
0
2
2
4
0
5
0
2
2
2 / 3 2 2 2 2 2
2
) 4 (
3
1
4 4 ) ( 4
z x
x
y
dxdz x x x dydxdz y x
Misalkan :
x = 2 sin t ; x = -2 t = -/2
dx = 2 cos t dt ; x = 2 t = /2

S
ndA F ! = 4 tdtdz t t t cos 2 ) cos 8 .
3
1
cos 2 . sin 4 (
3
5
0
2 /
2 /
2

= 4 dtdz t t ) cos
3
16
2 sin 4 (
4
5
0
2 /
2 /
2

= 4 [ ]dz t d t t t ) 4 cos
2
1
2
1
2 cos 2 1 (
3
8
) 2 cos 1 ( 4 [
5
0
2 /
2 /
+ + + +

= 4


5
0
32 8 dz z
5
0
= 160
3. Hitung

S
dA n F ! ; jika F = 2xy
2
i + x cos z j - yz k
dan S : luasan yang membentuk volume tertutup yang dibatasi oleh
luasan z = 1-x ; 0y2 ; di oktan I seperti dalam
gambar berikut :
z
1
1-x
2 y
1
Penyelesaian :
div F = !

,
_

k
z
j
y
i
x
2xy i + x cos z j - yz k = 2y + 0 -y = y
Batas Volume T : x = 0 x = 1
y = 0 y = 2
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 103
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
z = 0 z = 1-x

S
dA n F ! =
dx x dx y x dydx x y dzdydx y
x y
x
z
) 4 )( 1 (
2
1
) 1 ( ) 1 (
1
0
2
0
2
1
0
2
0
1
0
1
0
1
0
2
1
2
0


= 2( )
2
1
1
0
2
2
1
x x
4. Model Aliran Panas (Flow Problem)
Aliran panas yang terjadi pada suatu benda akan mengalir ke arah
menurunnya temperatur/suhu (dari temperatur tinggi menuju temperatur
rendah ).dari percobaan fisika ditunjukkan bahwa laju aliran panas akan
proporsional dengan gradien dari temperaturnya. Hal ini berarti
bahwa kecepatan aliran panas V dalam suatu benda atau penghantar
bisa dinyatakan dalam persamaan :
V = - grad U(x,y,z,t)
dengan :
U(x,y,z,t) = temperatur
t = waktu
= konstanta konduktivitas thermal dari benda /
penghantar
Berdasarkan informasi ini akan diturunkan model matematis untuk
aliran panas, yang disebut dengan persamaan panas (heat equation).
Penyelesaian :
Misalkan T adalah suatu daerah dalam penghantar / benda tersebut.
S adalah batas luasan dari daerah T
(i). Banyaknya panas yang melalui atau meninggalkan T persatuan
waktu adalah :

S
dA n V !
dengan Vn = komponen dari V dalam arah positif dari n.

S
dA n V ! =


T
dxdydz gradU div ) ( = -

T
dxdydz U
2
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 104
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
dengan
zz yy xx
U U U U + +
2
(ii). Total panas dalam T :
H =

T
dxdydz U
dengan : = konstanta panas spesifik dari material pembentuk
benda / penghantar
tersebut.
= densitas massa (massa persatuan volume) dari
material.
Laju penurunan panas dari H :
- dxdydz
t
U
t
H
T

Besarnya laju penurunan panas = banyaknya panas yang


meninggalkan T persatuan waktu
Sehingga,


T T
dxdydz U dxdydz
t
U
2

( ) 0
2

dxdydz U
t
U
T

Karena persamaan ini harus dipenuhi untuk sembarang daerah T,
maka integrand dari bentuk terakhir tersebut harus = 0.
Jadi,
0
2

U
t
U

U
t
U
2

U
t
U
2


dengan : c
2
=

U c
t
U
2 2

DIKTAT ANALISIS VEKTOR


Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 105
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
Jika aliran panas tersebut tidak tergantung pada t ( aliran steady state
), maka : 0

t
U
sehingga persamaan panas menjadi :
disebut persamaan Laplace
SOAL-SOAL :
1. Hitung

S
ndA F ! ; jika F = x i + 2y
2
j - xz k
S : Luasan yang membatasi volume tertutup yang berupa 1/4 bagian
silinder y
2
+ z
2
= 4 ; 0 z 3 sebagai berikut ,
2. Hitung

S
ndA F ! ; jika F = xy i - y j + 2z k
S : Luasan yang membentuk volume tertutup yang dibatasi luasan z =
1-x
2
;
0 z 3 sebagai berikut ,
3. Hitung

S
ndA F ! ; jika F = xz i - sin
2
y j + sin 2y k
0
2
U
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 106
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
S : Luasan yang membatasi volume tertutup berupa 1/4 bola di
oktan I
4.6. Teorema Stokes
Transformasi antara Integral Luasan dengan Integral Garis
Misalkan S adalah luasan berarah dalam ruang dan batas-batas dari S
adalah kurva C yang tertutup, dan misalkan F = F(x,y,z) adalah fungsi
vektor kontinu yang mempu- nyai derivatif parsial pertama yang
kontinu dalam domain yang memuat S, maka :
[ ]

C S
dA n CurlF dS s r F ! ! ) ( '
dengan :
n = vektor normal satuan dari S
Arah dari kurva C mengikuti arah dari n, sebagai berikut :
n
C
C n
n positif arah C berlawanan arah dengan jarum jam
n negatif arah C searah dengan arah jarum jam.
r' =
ds
dr
= vektor singgung satuan dari lintasan C
s = panjang busur C
Dari

S R
dudv N F dA n F ! ! ; jika F digantikan dengan Curl F
dan
N = N1 i + N2 j + N3 k = ru x rv
maka,

1
]
1

,
_

+
,
_

,
_

S R
dudv N
y
F
x
F
N
x
F
z
F
N
z
F
y
F
dA n CurlF
3
1 2
2
3 1
1
2 3
!
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 107
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
= [ ]

+ +
C
dz F dy F dx F
3 2 1
R adalah proyeksi luasan S di bidang XOY yang dibatasi oleh kurva C .
Catatan :
Teorema Green dalam bidang (R
2
) merupakan kasus khusus dari
Teorema Stokes, jika F = F1 i + F2 j
Curl F n = Curl F k =
y
F
x
F

1 2
Sehingga teorema Stokes menjadi : [ ]

+
1
]
1

dy F dx F dA
y
F
x
F
S
2 1
1 2
=

C
dr F !
CONTOH :
1. Tentukan

C
dr F ! , jika F = y i + xz
3
j - xy
3
k
C : lingkaran x
2
+ y
2
= 4 di bidang z = -3
Penyelesaian :
Karena kurva C yang membatasi S terletak pada bidang z = -3 ,
berarti sejajar dengan bidang XOY, maka n = k
Sehingga ,
Curl F =
3 3
zy xz y
z y x
k j i

= i (-3zy
2
-3xz
2
) - j(0) + k(z
3
-1)
Curl F n = Curl F k = z
3
- 1
3 z
= -27 - 1 = -28

C
dr F ! =

S
dxdy 28 = -28

S
dxdy = -28 x luas lingkaran x
2
+ y
2
= 4
= -28 x 2
2
= -112
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 108
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
2. Tentukan usaha yang dilakukan oleh gaya F = 2xy
3
sin z i + 3x
2
y
2
sinz j +
x
2
y
3
cosz k
dalam perpindahannya seputar kurva perpotongan antara
paraboloida z = x
2
+ y
2
dan silinder (x-1)
2
+ y
2
= 1.
Penyelesaian :
Usaha =

C
dr F ! = [ ]

C S
ndA CurlF dS s r F ! ! ) ( '
Curl F =
z y x z y x z y x
z y x
k j i
cos sin 3 cos 2
2 2 2 2 2 2

= i(3x
2
y
2
cosz - 3x
2
y
2
cosz) - j(2xy
3
cosz - 2xy
3
cosz) + k(6xy
2
sinz -
6xy
2
sinz)
= 0
W =


S
dA n 0 0!
3. Tentukan

C
dr F ! , jika F = (2xz
3
+ 6y) i + (6x - 6yz) j + (3x
2
z
2
+ y
2
) k
C : Lintasan yang membatasi bidang x + y + z = 1 di oktan I.
Penyelesaian :
Curl F =
2 2 2 3
3 2 6 6 2 y z x yz x y xz
z y x
k j i
+ +

= i(2y+2y) - j(6xz
2
-6xz
2
) +
k(6-6)
= 4y i
Persamaan fungsi vektor luasan x + y + z = 1 ,
x(u,v) = u ; 0 u 1
y(u,v) = v ; 0 v 1-u
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 109
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
z(u,v) = 1-u-v
r(u,v) = u i + v j + (1-u-v) k
ru = i - k
rv = j - k
N = ru x rv =
1 1 0
1 0 1

k j i
= i + j + k
Curl F[r(u,v)] = 4v i
F[r(u,v)] ! N(u,v) = 4v

S R
dudv v u N v u r F Curl dA n CurlF ) , ( )] , ( [ ! ! =

1
0
1
0
) 4 (
u
dvdu v
=
1
0
3 2
1
0
1
0
2 2
1
0
2
1
0
]
3
1
[ 2 ] 2 1 [ 2 ) 1 ( 2 ) 2 ( u u u du u u du u du v
u
+ +


=

,
_

+
3
1
1 1 2 =
3
2
SOAL-SOAL :
1. Hitung

C
dr F ! ; jika F = 2x i + z j - y k
C : lintasan tertutup yang terdiri dari garis lurus dari (4,0,0) ke (4,2,0)
dilanjutkan kurva z = 4 - y
2
dari (4,2,0) ke (4,0,4) dilanjutkan ke garis
lurus dari (4,0,4) ke (4,0,0) seperti yang digambarkan sebagai berikut ,
z
4
2 y
4
2. Hitung usaha yang dilakukan oleh gaya F = x i - z j + 2y k dalam
perpindahannya se- pan jang lintasan yang terdiri dari segmen-
DIKTAT ANALISIS VEKTOR
Oleh : Tim Matematika Teknik Mesin Unibraw
Program Semi Que 110
Fakultas Teknik Jurusan Mesin
Universitas Brawijaya
segmen lintasan lurus dari titik (0,0,0) ke titik (0,1,0) dilanjutkan ke
lintasan x
2
+ y
2
= 1 dari (0,1,0) ke (1,0,0) dilanjutkan dengan lintasan
lurus ke titik (0,0,0)
3. Hitung usaha yang dilakukan oleh gaya F = xy i + y j + 2z k yang
bekerja sepanjang lintasan tertutup dari titik A(0,0,0) ke titik
B(0,0,1) dilanjutkan ke titik C(1,0,1) kemudian ke titik D(1,0,0)
kembali ke titik A(0,0,0).
4. Hitung

C
dr F ! ; jika F = y i + (x+z) j + y k
dan C : adalah lintasan tertutup berupa lingkaran x
2
+ z
2
= 4 di y = 3
D DA AF FT TA AR R I IS SI I
K KA AT TA A P PE EN NG GA AN NT TA AR R i i
D DA AF FT TA AR R I IS SI I i ii i
B BA AB B I I : : V VE EK KT TO OR R K KO ON NS ST TA AN N 1 1
1.1 Pengertian Tentang Vektor dan Notasi Vektor 1
1.2 Aljabar Vektor 2
1.3 Vektor Posisi Dalam Bidang dan Ruang 4
1.4 Perkalian Antar Vektor 10
1.5 Penggunaan Vektor Dalam Geometri 20
B BA AB B I II I : : F FU UN NG GS SI I V VE EK KT TO OR R 2 28 8
2.1 Fungsi Vektor 28
2.2 Kurva Vektor 29
B BA AB B I II II I : : D DI IF FE ER RE EN NS SI IA AL L V VE EK KT TO OR R 3 34 4
3.1 Derivatif atau Turunan dari Fungsi Vektor 34
3.2 Interpretasi Dari Derivatif Vektor 35
3.3 Gradien, Difergensi dan Curl 38
3.4 Penggunaan Gradien, Difergensi dan Curl 41
B BA AB B I IV V : : I IN NT TE EG GR RA AL L V VE EK KT TO OR R 5 56 6
4.1 Integral Garis 56
4.2 Teorema Green 69
4.3 Medan Gaya Konservatif 76
4.4 Integral Luasan 84
4.5 Teorema Divergensi Gauss 100
4.6 Teorema Stokes 106
D DA AF FT TA AR R P PU US ST TA AK KA A 1 11 11 1