Anda di halaman 1dari 22

BAB 1 FONDASI PENELITIAN KUANTITATIF A.

KONSEP DASAR PENELITIAN KUANTITATIF Istilah penelitian kuantitatif menurut Kirk dan Miller ( 1986:9 ) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamatan harus menegetahui apa yang menjadi cirri sesuatu itu. Pengamatan mulai mencatat atau menghitung dari satu, dua, tiga,dan seterusnya. Dimana penelitian kuantitatif melibatkan diri pada perhitungan atau angka atau kuantitas. Istilah yang digunakan untuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistic atau alamiah, etnigrafi interaksionis simbolik, perspektif kedalam, etnometodologi, the Chicago school, fenomenologis, studi kasus, iterpretatif, ekologis, dan deskriftif (Bogdan dan biklen, 1982:3). Beberapa defenisi penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata. Kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kuantitatif dari defenisi lainnya dapat diamati bahwa hal itu merupakan penelitian yang dimanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. B. FUNGSI DAN PEMANFAATAN PENELITIAN a. Pada penelitian awal dimana subjek penelitian tidak didefenisikan secara baik dan kurang dipahami. b. Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motivasional c. Untuk penelitian konsultatif d. e. Memahami isu-isu rumit sesuatu proses Untuk keperluanevaluasi Beberapa manfaat penelitian kualitatif :

C. Karakteristik penelitian kualitatif Penelitian kualitatif memiliki cirri-ciri yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya, yaitu :

Ciri ke-1 : latar alamiah Ciri ke-2 : manusia sebagai alat (instrument) Ciri ke-3 : metode kualitatif Ciri ke-4 : analisis data secara induktif Ciri ke-5 : teori dari dasar Ciri ke-6 : deskriptif Ciri ke-7 : lebih mementingkan proses daripada hasil Ciri ke-8 : adanya batas yang ditentukan oleh focus Ciri ke-9 : adanya criteria khusus untuk keabsahan data Ciri ke-10 : desain yang bersifat sementara Ciri ke-11 : hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama D. LANDASAN TEORETIS PENELITIAN KUALITATIF Seorang peneliti yang mengadakan penelitian kualitatif biasanya berorientasi pada teori yang sudah ada. Peneliti yang baik menyadari dasar orientasi teoritis data. Teori membantu menghubungkannya dengan data. Pada yang menunjang pendekatan kualitatif namun yang menjadi landasan pokoknya adalah fenomenologi. E PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DENGAN PENELITIAN KUANTITATIF Penelitian kualitatif berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mangadakan analisis data secara induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dari data bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokjus, memiliki seperangkat kritreria untuk memeriksa keabsahan data, rancangan penelitiannya bersifat sementara, dan hasil penelitiannya disepakati oleh kedua belah pihak ( peneliti dan subjek penelitian). Dasar teoritis penelitian kualitatif bertumpuk pada pendekatan fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan dan ebno metodologi. Pendekatan fenomenologis berusaha memahami subjek dari segi pandangan mereka sendiri interaksi simbolik mendasarkan diri dari pengalaman manusia yang ditengahi oleh penafsiran, segala sesuatu tidak memiliki pengertian

sendiri-sendiri, sedangkan pengertian itu dikenakan padanya oleh seseorang sehinggga dalam hal ini penafsiran menjadi esensial. Etimedologi merupakanb studi bagaimana tentang indifidu menciptakan dan mencapai kehidupan sehari-hari. Dimana penelitian kualitatif adalah penelitian alamiah dan penelitian kuantitaif adalah sebagai penelitian ilmiah. Juga dapat dibedakan dari segi paradigma dan segi metodologi.

BAB 2 Paradigma Penelitian Kualitatif A.Paradigma Penelitian Kualitatif Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membennarkan kebenaran.Paradigma menurut Bogdan dan Biklen (1982:32), adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang di pegang bersama, konsep atau proposisi ynag mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Paradigma merupakan pola atau modal tentang bagaimana sesuatu distriktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi (perilaku yang di dalamnya ada konteks khusus atau dimensi waktu). B.Beberapa Segi Suatu Teori 1.Pengertian dan Fungsi Teori Snelbecker (1974: 31) mendefenisikan teori sebagai seperangkat proposisi yang berinteraksi secara sintaksi (yaitu yang mengikuti aturan tertentu yang dapat dihubungkan secara logis dengan lainnya dengan data atas dasar yang dapat di amati) dan berfungsi sebagai whana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang di amati 2. Bentuk formulasi teori Menurut Glaser dan Straus (1980;31), untuk keperluan penelitian kualitatif yang di kenal dengan teori dari dasar, penyajian suatu teori dapat dilaksanakan dalam 2 bantuk, yaitu (a) penyajian dalam bentuk seperangkat proposisi atau secara proposional dan (b) dalam bentuk diskusi teoritas yang memanfaatkan kategori konseptual dan kawasannya. 3. Teori Substantif dan Teori Formal Teori substantif adalah teori yang dikembangkan untuk keperluan substantif atau empiris dalam inkuiri suatu ilmu pengetahuan. Teori formal adalah teori untuk keperluan atau yang disusun secara konseptual dalam bidang inkuiri suatu ilmu pengetahuan. 4. Unsur-unsur Teori

Unsur-unsur teori yang dibentuk melalui analisis perbandingan meliputi (a) kategori konseptual dan kawasan konseptualnya dan (b) hipotesis kerja atau hubungan generalisasi diantara katergori dan kawasannya serta (c) integrasi. C. Penyusunan Teori (Theory Building) 1. Penyusunan Teori Formal dan Kegunaannya 2. Verifikasi Teori D.Penyusunan Teori-Dari-Bawah (grounded theory) Penyusunan Teori Dari Bawah (TDB) menurut Pandit, yang terlebih dahulu perlu memahami tiga unsur dasar TDB yaitu konsep, ketegori, dan prposisi. E.Beberapa Perseolan Yang Berkaitan dengan Teori Bagian ini menyajikan empat persoalan yang langsung maupun tidak langsung dengan penyusunan teori.

BAB III A. Pembatasan Masalah Studi Melalui Fokus Pada dasarnya penelitian kualitatif tidak dimulai dari sesuatu yang kosong, tetpai dilakukan berdasarkan persepsi seseorang terhadap adanya masalah. Ada dua maksud tertentu yang ingin pemeliti capai dalam merumuskan masalah penelitian dengan jalan memanfaatkan focus. Pertama, penetapan focus dapat membatasi studi. Jadi dalam hal ini focus akan membatasi bidang inkuiri. Kedua, penetapan focus itu berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusi-eksklusi atau kriteria masuk keluar (inclusion-exlusion criteria) suatu informasi yang baru diperoleh di lapangan. Penetapan focus atau masalah dalam penelitian kualitatif bagaimana pun akhirnya akan dipastikan sewaktu peneliti sudah berada di arena atau lapangan penelitian. B. Model Perumusan Masalah Pertama, perumusan masalah penelitian melalui fokus. Masalah penelitian itu dirumuskan dalam bentuk fokus yang penelitian membatasi studi itu sendiri disamping diperlukan sebagai kriteria inklusi-eksklusi; sifat perumusan masalah sebelum penelitian akhirnya tentatif,yang berarti masih dapa berkembang sekaligus disempurnakan sewaktu peneliti sudah berada dilapangan. Kedua, model perumusan masalah yang dicatat dari dua belas contoh memberikan gambaran lengkap bahwa terdapat berbagai cara dan gaya dalam merumuskan masalah penelitian. Dengan berpatokan pada sejumlah kriteria tertentu, maka bagian ketiga mencoba menganalisis kedua belas contoh yang disajikan. Hal analisis perumsan masalah penelitian tersebut dituangkan kedalam prinip-prinsip perumusan masalah yang dapat dijadikan pegangan oleh para pembaca sewaktu merumuskan masalah penelitiannya sendiri.

C. Analisis Perumusan Masalah Jika model-model rumusan masalah diatas

dikaji, tentu saja pengkajian itu perlu didasarkan atas sejumlah patokan tertentu. Pengkajian model-model itu dalam hal ini didasarkan atas enam patokan. a. Kriteria Analisis b. Kajian dan Temuan D. Prinsip-prinsip Perumusan Masalah Pengajuan prinsip-prinsip perumusan masalah berikut ini pada dasarnya diuraikan secara berturut-turut sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Prinsip yang Berkaitan dengan Teori Dari Dasar Prinsip yang Berkaitan dengan Maksud Perumusan Masalah Prinsip Hubungan Faktor Fokus Sebagai Wahana Untuk Membatasi Studi Prinsip yang Berkaitan dengan Kriteria Inklusi-Eksklusi Prinsip yang Berkaitan dengan Bentuk dan Cara Perumusan Masalah Prinsip Sehubungan dengan Posisi Perumusan Masalah Prinsip yang Berkaitan dengan Hasil Penelaahan Kepustakaan Prinsip yang Berkaitan dengan Penggunaan Bahasa

E. Langkah-Langkah Perumusan Masalah Berikut ini dikemukakan tentang langkah-langkah perumusan masalah penelitian. Adapun langkah-langkah perumusan masalah adalah seperti berikut ini. Langkah 1 : Tentukan fokus penelitian. Langkah 2 : Cari berbagai kemungkingan faktor yang ada kaitannyan dengan fokus tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus. Langkah 3 : Dari antara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian mana yang sangat menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan nama yang dipilih. Langkah 4 : Kaitkan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian.

BAB 4 TAHAP-TAHAP PENELITIAN A. Tahap Penelitian Secara Umum 1. Tahap Pra-lapangan Dalam tahap pra-lapangan terdapat enam tahap kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu sebagai berikut: o Menyusun Rancangan Penelitian
o

Memilih Lapangan

o Mengurus Perizinan o Menjajaki dan Menilai Lapangan o Memilih dan Memanfaatkan Informasi Penelitian o Menyiapkan Perlengkapan Penelitian o Persoalan Etika Penelitian 2. Tahap Pekerjaan Lapangan Uraian tentang tahap pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian, yaitu: a) Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri. Dalam hal ini seorang peneliti perlu memahami latar penelitian terlebih dahulu, hendak menyesuaikan penampilannya dengan subjek yang diteliti, menjalin hubungan akrab antara subjek dan peneliti dan menentukan waktu penelitian. b) serta. c) Berperan-serta Sambil Mengumpulkan Data. Dalam hal ini peneliti mampu mengarahkan jadwal penelitian, menggunakan catatan lapangan, menggunakan alat bantu mengingat data, ingat istirahat bila itu perlu, bersikap netral, dan melakukan analisis di lapangan. 3. Tahap Analisis Data ( akan dibahap pada bab selanjutnya) Memasuki Lapangan. Dalam hal ini peneliti menjalin keakraban terhadap subjek, mempelajari bahasa dan ikut berperan

B.

Tahap Penelitian Secara Siklikal Jika seorang peneliti mengikuti model penelitian menurut Spradley, yaitu

proses penelitian yang mengikuti suatu lingkaran atau proses penelitian siklikal, maka berturut-turut ia akan melaksanakan pengamatan deskriptif, analisis domein, pengamatan terfokus, analisis taksonomi, pengamatan terpilih, analisis komponen, dan analisis tema. Pada bagian ini dikemukakan dua hal yang berhubungan dari segi analisis data yaitu: 1. Analisis Data Di mana penelitian yang menggunakan langkah-langkah yang telah dikemukakan oleh Spradley, analisis data dilaksanakan langsung bersama-sama dengan pengumpulan data. Di dalam analisis data ini ada empat tahap dan diselingi dengan pengumpulan data, yaitu: Analisis Domein, yaitu analisis data yang dilakukan terhadap data yang di peroleh dari pengamatan berperanserta/wawancara. 1. Analisis Taksonomi, yaitu analisis fokus melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontraks untuk memperdalam data yang telah ditemukan. 2. Analisis Komponen, yaitu analisis yang dilakukan setelah analisis taksonomi yang dilakukan dalam bentuk wawancara untuk memperdalam data yang telah ditemukan dari hasil analisis fokus.. 3. Analisis Tema, yaitu seperangkat prosedur untuk memahami secara holistik pemandangan yang sedang diteliti. 4. 2. Interpretasi Data Interpretasi data merupakan upaya untuk memperoleh arti dan makna yang lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian yang sedang dilakukan dengan cara meninjau hasil penelitian secara kritis. BAB 5

SUMBER DAN JENIS DATA

10

A. Sumber dan jenis data Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lainlainnya. 1. Kata-kata dan tindakan 2. Sumber tertulis 3. Foto 4. Data statistik B. Peranan manusia sebagai instrument penelitian 1. Pengamatan berperanserta Menceritakan kepada peneliti apa yang dilakukan oleh orang-orang dalam situasi peneliti memperoleh kesempatan mengadakan pengamatan. 2. Manusia sebagai instrument penelitian Ada 3 hal yang dibahas disini yaitu mencakup cirri-ciri umum, kualitas yang diharapkan, dan kemungkinan peningkatan manusia sebagai instrument. C. Pengamatan 1. Alasan pemanfaatan pengamatan 2. Macam-macam pengamatan dan derajat peranan pengamat 3. Apa yang di amati ? 4. Pengamatan dan pencatatan data 5. Pengamat yang diamati 6. Beberapa kelemahan pengamatan D. Wawancara 1. Pengertian dan macam-macam wawancara 2. Bentuk-bentuk pertanyaan 3. Penata-urutan pertanyaan 4. Perencanaan wawancara 5. Pelaksanaan dan kegiatan sesudah wawancara E. Catatan lapangan 1. Pengertian dan kegunaan

11

2. Bentuk 3. Isi catatan lapangan 4. Proses penulisan catatan lapangan F. Penggunaan dokumen 1. Pengertian dan kegunaan 2. Dokumen pribadi a. Buku harian b. Surat pribadi c. otobiografi 3. dokumen resmi 4. teknik mempelajari dokumen melalui analisis konten a. definisi b. prosedur analisis konten kualitatif G. sampling dan satuan kajian (unit of analysis) satuan kajian biasanya ditetapkan juga dalam rancangan penelitian. Keputusan tentang penentuan sampel, besarnya dan strategi sampling, pada dasarnya bergantung pada penetapan satuan kajian. H. Beberapa teknik penelitian lainnya 1. Wawancara kelompok focus dalam penelitian kualitatif a. Asal mula kelompok focus dan wawancara kelompok b. Definisi 1. Wawancara kelompok 2. Kelompok focus 3. Kelompok focus dalam penelitian kualitatif

12

BAB 6
A. Analisis Data dan Penulisan Teori

Konsep analisis Data Analisis data kualitatif ( Bodgan & Biklen,1982) : upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Komponen-komponen yang perlu ada dalam sesuatu analisis data : a. Pemrosesan Satuan 1. Tipologi Satuan. Satuan : Satuan suatu latar social. Dua jenis satuan menurut Patton yaitu (1) Tipe asli dan (2) tipe hasil konstruksi analisis. 2. Penyusunan satuan Ada 2 karakteristik satuan menurut Lincoln dan Kuba : (1)heuristic dan (2) merupakan sepoting informasi yang dapat berdiri sendiri. Langkah b. Kategorisasi 1. Fungsi dan Prinsip Kategorisasi Kategorisasi berarti penyusunan kategori. Tugas pokok kategorisasi:(1)mengelompokkan kartu secara jelas(2)merumuskan aturan dan sebagai dasar pemeriksaan keabsahan data(3)menjaga agar setiap kategori mengikuti prinsip taat asas. 2. Langkah langkah Kategorisasi Metode yang digunakan dalam kategorisasi berdasarkan atas metode analisis komparatif. c. Penafsiran Data pemrosesan satuan atu penyunannya : analisis, identifikasi satuan,dan memasukkannya dalam kartu indeks

13

Penafsiran data dijabarkan ke dalam (1)tujuan,(2)prosedur,(3)peranan hubungan kunci,(4)peranan iterigasi data,(5)langkah-langkah penafsiran data dengan menggunakan metode analisis komparatif.
B. Modus Analisis Data

Ada 3 pendekatan modus analisis data yaitu: (1) Hermeneutik : landasan filsofi dan juga merupakan modus analisis data yang bekaitan dengan pengertian dan tekstual (2) Semiotik:berkaitan dengan makna dari tanda dan symbol dalam bahasa,dan merupakan analisis konten. (3) Narasi dan Metafora : sejak lama telah menjadi istilah kunci dalam diskusi bahasa dan analisisnya
C. Tahap Analisis Data Secara Umum

Ada 3 hal pokok yang diuraikan dalam analisis data: (1)konsep dasar, (2)menemukan tema dan merumuskan hipotesis kerja,(3) bekerja dengan hipotesis kerja
D. Tiga Model Analisis Data

Ada 3 model dalam analisis data yaitu : (1) Metode Perbandingan Tetap, dinamakan demikian karena dalam analisis data, secara tetap membandingkan satu datum dengan datum yang lain dan kemudian secara tetap membandingkan kategori dan kategori lainnya,(2) Metode Analisis Data menurut Spradley yan tak terlepas dari keseluruhan proses penelitian dan dinyatakan dengana teknik pengumpulan data, (3) Metode Analisis Data menurut Miles dan Huberman, didasarkan pada pandangan paradigm yang positivism. Analisis data dilakukan dengan mendasarkan diri pada penelitian lapangan dan menggunakan matriks.
E. Analisis Data Kualitatif dengan Komputer

Analisis data dengan computer menggunakan banyak model namun yang relative dan banyak digunakan dan cukup popular adalah yang dinamakan NUD*IST (Non Numerical Unstructures Data Indexing Searching and Theory Building). Proyek ini memiliki 2 sistem yaitu,Sistem Dokumen dan Sistem Indeks.QSR NUD*IST adalah system software yang

14

fungsional yang berfungsi jamak untuk pengenbangan; menunjang dan manajemen proyek analisis dan kualitatif.Denagan menggunakan NUD*IST dapat mengelola, mencari dokumen, mengkode & mencari teks. BAB 7 KRITERIA DAN TEKNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA A. Alasan dan acuan Yang dimaksud dengan keabsahan data adalah bahwa setiap keadaan harus memenuhi: 1. Mendemonstrasikan nilai yang benar 2. Menyediakan dasar agar hal itu dapat diterapkan 3. Memperbolehkan keputusan luar yang dapat dibuat tentang konsistensi dan prosedurnya dan kenetralan dari temuan dan keputusannya Isu dasar dari hubungan keabsahan data pada dasarnya adalah sederhana. Bagaimana peneliti membujuk agar pesertanya termasuk dirinya bahwa temuan-temuan peneliti dapat dipercaya atau dapat dipertimbangkan. Berikut ini dikemukakan perbandingan antara penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif dari segi konstruknya: Konstruk Kuantitatif Nilai benar Validitas internal Aplikabilitas Validitas eksternal Konsistensi Reliabilitas Netralitas Objektivitas B. Kriteria dan keabsahaan data Untuk menetapkan keabsahan data Kualitatif Kredibilitas Transferabilitas Dependabilitas konfirmabilitas teknik pemeriksaan.

diperlukan

Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan antara lain: a. Kriteria derajat keterpercayaan pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dari nonkualitatif. Kriteria ini berfungsi: Melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai Mempertunjukan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang ditetliti

15

b. Kriteria keterlihatan. Konsep ini menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang sama atas dasarpenemuan yang diperoleh dalam sampel yang secara repsentatif mewakili populasi c. Kritera ketergantungan merupakan subsitusi istilah reliabilitas dalam penelitian yang nonkualitatif. Pada cara nonkualitaitf, realibilitas ditunjukan dengan jalan mengadakan replikasi studi. d. Kriteria kepastian. Kriteria kepastian berasal dari kesepakatan antarasubjek. C. Teknik pemeriksaan keabsahaan data Kriteria derajat kepercayaan pemeriksaan datanya dilakukan dengan teknik perpanjangan keikut sertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan anggota, kriteria ketergantungan dan kepastian pemeriksaan dilakukan dengan teknik auditing. Lebih lengkapnya dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Kritetria Kredibilitas Teknik pemeriksaan 1. Perpanjangan keikutsertaan 2. Ketekunan pengamatan 3. Triagulasi 4. Pengejekan sejawat 5. Kecukupan referensial 6. Kajian kasus negatif Kepastian Kebergantungan kepastian 7. Pengecekan anggota 8. Uraian rinci 9. Audit kebergantungan 10. Audit kepastian konsep objektivitas menurut nonkualitatif. Nonkualitatif menetapkan objektivitas dari segi

16

BAB 8 TEKNIK PENULISAN LAPORAN PENELITIAN A. Fungsi Laporan Hasil Penelitian Setiap selesai mengadakan penelitian biasanya peneliti membuat hasil penelitian. Laporan hasil penelitian itu dimanfaatkan untuk studi akademis. Penulisan laporan penelitian dimanfaatkan juga untuk keperluan perkembangan ilmu pengetahuan. Ada pula penelitian yang dilakukan karena keperluan lembaga masyarakat, lembaga pemerintahan, atau lembaga bisnis tertentu. Dan penulisan hasil penelitian dapat pula dimanfaatkan untuk keperluan publikasi ilmiah. B. Kerangka dan Isi Laporan Kerangka laporan penelitian I. Tujuan penelitian A. Konteks penelitian B. Fokus Penelitian II. Keputusan-keputusan tentang metode A. Ketetapan metode B. Keputusan-keputusan desain dan sampling apakah yang telah dibuat, apa alasannya dan apa konsekuensinya ? III. Presentasi data A. Deskripsi tentang informasi tentang program B. Deskripsi penemuan yang diorganisasi disekitar pertanyaan-pertanyaan penelitian dan pemakai informasi C. Analisis data D. Penafsiran dan penjelasan IV. Validasi dan verifikasi penemuan A. Rincian tentang pelaksanaan metode dan pelaporan pada setiap tingkatan awal dari prosedur yang diharapkan. B. Derajat kepercayaan penemuan V. 1. Kesimpulan dan rekomendasi Langkah-langkah penulisan laporan C. Teknik dan Strategi Penulisan Laporan

17

Lincoln dan Cuba membagi langkah-langkah penulisan itu ke dalam dua tahap besar, yaitu tahap awal dan tahap penulisan yang sebenarnya. Pertama, adalah menyusun materi data sehingga bahan-bahan itu dapat secepatnya tersedia apabila diperlukan. Kedua, penyusunan kerangka laporan. Ketiga, mengadakan uji silang antara indeks bahan data dengan kerangka yang baru disusun. Setelah pekerjaan tersebut selesai barulah penulis siap menghadapi penulisan sebenarnya. Tahap penulisan ini perlu disertai penjajakan audit. Hal itu memungkinkan penulis untuk melaporkan fakta yang benar-benar fakta atas dasar sumber yang dapat ditunjukkan dan, dengan demikian, peneliti benar-benar yakin untuk membuat pertanyaan yang senantiasa didukung oleh data. 2. Teknik penulisan laporan Dalam hal ini mencangkup tiga hal, yaitu cara penulisan, gaya penulisan, dan diakhiri dengan petunjuk umum penulisan. 3. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Petunjuk penulisan laporan Penulisan hendaknya dilakukan secara informal Penelitian hendaknya tidak bersifat penafsiran atau evaluatif kecuali bagian yang mempersoalkan hal itu Penulis hendaknya dimasukkan Penulis hendaknya tetap menghormati janji tidak menuliskan nama dan menjaga kerahasiaan Penulis hendaknya tetap melaksanakan penjajakan audit Penulis hendaknya menetapkan batas waktu penyelesaian laporannya dan bertekad untuk menyelesaikannya. D. Penelaahan Hasil Penulisan Suatu penelahaan dapat dilakukan oleh siapapun tetapi penelaahan itu didasarkan pada patokan atau kriteria tertentu. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan, pertama, penelaahan perlu dilakukan oleh anggota-anggota tim penelitian itu sendiri. Kedua, penelaahan pada tahap ini hendaknya tidak hanya dilakukan oleh mereka yang mempunyai latarbelakang tentang yang diteliti, tetapi juga oleh yang menyadari jangan sampai terlalu banyak data yang Ada 6 macam petunjuk petunjuk penulisan yang diberikan oleh Lincoln dan Cuba:

18

berasal dari luar lingkaran penelitian. Ketiga, penelaahan dilakukan oleh dua kelompok itu secara bersam-sama. E. Penulisan Karya Tulis Ilmiah Pendahuluan, tulisan ini akan mempersoalkan : apa. Mengapa, dan bagaimana penulisan karya tulis ilmiah. Maksud dan tujuan, hal ini menjadi dasar para penulis atau para ilmuan tertarik untuk berkarya dalam bidang ilmu pengetahuan dengan jalan menulis karya tulis ilmiah. Kriteria karya tulis ilmiah : 1. Kriteria konseptual, terdiri dari fakta, teori dan postulat. 2. Kriteria prosedural, susunan format untuk untuk makalah ilmiah secara berurutan. 3. Kriteria teknikal, singkat, akurat dan tidak menggunakan bahasa berbung-bunga, harus mudah dipahami dan isinya memperbolehkan pembaca untuk dapat mereprodukrsi apa yang ditulis. Panduan penulisan karya tulis ilmiah, pada komunitas ilmiah sudah ada konvensi untuk mengikuti suatu format tertentu : 1. Judul 2. Abstrak 3. Pendahuluan 4. Materi dan Metode 5. Hasil/temuan 6. Pembahasan 7. Kepustakaan

19

BAB 9 Pendahuluan Seorang peneliti yang akan melaksanakan penelitian jelas harus mengadakan persiapan, baik persiapan fisik, administratif, maupun persiapan secara teoritis. Peneliti harus membuat keputusan-keputusan tentang persiapanpersiapan yang diadakan tersebut. A. Pengertian Proposal Penelitian Proposal atau rancangan penelitian populer dengan istilah research design. Kata design ialah rencana, yang apabila dikaji lebih lanjut, dapat berarti pola, potongan, bentuk, model, tujuan, dan maksud (Echols & Hasan Shadily). Pengertian research design juga diartikan sebagai tahap perlakuan sebelum dan sesudah eksperimen (Campbell & Stanley), juga dipandang sebagai tahap-tahap pelaksanaan pengumpulan data (Nancy Chism). Maka dari itu, proposal atau rancangan penelitian dibagi ke dalam tahap orientation, personal development history, dan perspective. B. Komponen-komponen Proposal Peneltian Proposal peenelitian berarti persiapan kemungkinan dan perlengkapan. Hal tersebut merupakan sebagai komponen-komponen penelitian. Lincoln dan Guba mengemukanan sepuluh kemungkinan dan perlengkapan, yaitu : 1. Penentuan fokus penelitian. 2. Penentuan kesesuaian paradigma dengan fokus. 3. Penentuan Kesesuaian Paradigma dengan Teori Substantif yang Membimbing Studi. 4. Penentuan dari Mana dan Dari Siapa Data Dikumpulkan 5. Penentuan Tahap-tahap Penelitian. 6. Penentuan Teknik Penelitian. 7. Perencanaan Pengumpulan dan Pencatatan Data. 8. Perencanaan Prosedur dan Pelaksanaan Analisis Data. 9. Perencanaan Perlengkapan Penelitian. a. Pertimbangan Logistik Secara Keseluruhan Sebelum Penyelenggaraan Penelitian.

20

b. Pengadaan Perlengkapan Sebelum Terjun ke Lapangan. c. Perencanaan Perlengkapan Sewaktu Berada di Lapangan. d. Penyiapan Logistik Sesudah Kegiatan Lapangan e. Perencanaan Logistik Mengakhiri dan Menutup. 10. Perencanaan untuk Pemeriksaan Keabsahan Data. C. Proposal Penelitian Alamiah dan Kedudukan Paradigma Paradigma ilmiah munculnya baru pada tahun 80-an. Sebelumnya sudah ada usaha-usaha untuk mengubah paradigma ilmiah tetapi masih terbentur pada bangunan asumsi, kepercayaan, dan aksioma yang belum mantap sehingga banyak peneliti yang terlihat seperti akan ke luar dari paradigma ilmiah tetapi masih terperangkap pada aksioma, kepercayaan, dan asumsi tersebut. D. Kerangka Rancangan Penelitian Kerangka rancangan penelitian kualitatif yang dapat dimanfaatkan ketika membuat usulan penelitian, tesis, disertasi, ataupun usulan suatu proyek. Bab I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang. B. Fokus Penelitian dan Perumusan Masalah. C. Tujuan Penelitian. D. Paradigma. Bab II. ACUAN TEORI A. Berkaitan Penelitian. B. Sub Fokus 1. C. Sub Fokus 2. D. Sub Fokus 3, dst. dengan Fokus

E. Manfaat Penelitian. Bab III. METODOLOGI PENELITIAN Bab IV. PAPARAN DATA DAN A. Deskripsi Latar, Sumber Data, TEMUAN HASIL PENELITIAN Satuan Kajian, dan Entri. B. Metode/Teknik Penelitian. C. Data dan Sumber Data. D. Prosedur Pengumpulan Data. E. Analisis Data. A. Deskripsi Data. B. Temuan Hasil Penelitian. C. Pembahasan Penelitian. Temuan Hasil

F. Pemeriksahan Keabsahan Data. BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN-SARAN A. Kesimpulan. B. Implikasi. C. Saran-saran.

21

TUGAS INDIVIDU MK DOSEN : METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL : PROF. DR. JASRUDDIN, M.Si

RINGKASAN BUKU METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF (PROF. DR. LEXY J. MOLEONG, MA)

OLEH AMIRUDDIN 10A06015/S3

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011

22