Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK …………………………………….………...…………. (1)

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23
Nomor : ……………………………..……………
(2)

NPWP Nama Alamat

: : :

-

-

-

-

-

(3)

No.
(1)

Jenis Penghasilan
(2)

Jumlah Penghasilan Bruto (Rp)
(3)

Tarif Lebih Tinggi 100% (Tdk berNPWP) (4)

Tarif (%)
(5)

PPh yang Dipotong (Rp)
(6)

1. 2. 3. 4. 5.

Dividen *) Bunga **) Royalti Hadiah dan penghargaan Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta ***)

15 % 15 % 15 % 15 %

2%

6.

Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konsultansi dan Jasa Lain sesuai PMK-244/PMK.03/2008: a. Jasa Teknik b. Jasa Manajemen c. Jasa Konsultan d. Jasa lain : 1) …………………………. 2) …………………………. 3) …………………………. 4) …………………………. 5) …………………………. 6) …………………………. ****) JUMLAH 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2%

Terbilang : ………………………………………………………………………………………………………………………..
Perhatian : 1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong di atas merupakan angsuran atas Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan. Simpanlah bukti pemotongan ini baik-baik untuk diperhitungkan sebagai kredit pajak 2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah apabila diisi dengan lengkap dan benar.
*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi dalam negeri. **) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota WP Orang Pribadi. ***) Kecuali sewa tanah dan bangunan. ****) Apabila kurang harap diisi sendiri.

…………………., ……………………. 20 ……. (4) Pemotong Pajak (5) NPWP Nama : : Tanda Tangan, Nama dan Cap -

......................................................... (6)

F.1.1.33.06

Lampiran IV.3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

Atas pemotongan yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP Kolom 3 x Kolom 5 x 200% Diisi untuk jumlah PPh : : : : Kolom (5) Kolom (6) Terbilang : . Diisi dengan identitas lengkap Wajib Pajak yang dipotong Diisi dengan tempat dan tanggal dibuatnya Bukti Potong.000 (BUKAN 10.33. Tarif Lebih Tinggi 100% (Tdk ber-NPWP) Jika pemotongan dilakukan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP. Petunjuk Khusus: Bukti Pemotongan Pajak dibuat dalam rangkap 3 (tiga).1.00) dalam menuliskan seratus dua puluh lima rupiah lima puluh sen adalah: 125 (BUKAN 125.5 x 13 inchi) dengan berat minimal 70 gram. Bagi Wajib Pajak yang mengisi menggunakan mesin ketik. MAJU LANCAR JAYA SENTOSA ABADI .Jika Wajib Pajak membuat sendiri Bukti Pemotongan ini. : Tarif.Kolom-kolom nilai rupiah atau US dollar harus diisi tanpa nilai desimal. cukup jelas. : PPh yang dipotong.000. nama dan cap Pemotong Pajak atau kuasanya.Kertas berukuran F4/Folio (8. jangan lupa untuk membuat tanda ■ (segi empat hitam) di keempat sudut kertas sebagai pembatas agar dokumen dapat di-scan.Kolom Identitas: Bagi Wajib Pajak yang mengisi menggunakan komputer atau tulis tangan. NPWP harus ditulis di dalam kotak-kotak sedangkan nama dan alamat Wajib Pajak dapat ditulis dengan mengabaikan kotak-kotak namun tidak boleh melewati batas kotak paling kanan. Uraian. Contoh: dalam menuliskan sepuluh juta rupiah adalah: 10.Atas pemotongan yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP Kolom 3 x Kolom 5 . diisi dengan jumlah Pajak Penghasilan yang dipotong yaitu: . Diisi dengan Nomor Bukti Potong. Jumlah Penghasilan Bruto. cukup jelas. . semua isian identitas harus ditulis di dalam kotakkotak yang disediakan. diisi dengan jumlah bruto objek pajak yang dipotong. yaitu: Bukti Potong lembar ke 1 : Untuk Wajib Pajak Bukti Potong lembar ke 2 : Untuk Kantor Pelayanan Pajak Bukti Potong lembar ke 3 : Untuk Pemotong Pajak Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Nomor.Kertas tidak boleh dilipat atau kusut.06) Petunjuk Umum: Bukti Pemotongan ini menggunakan format yang dapat dibaca dengan mesin scanner . Diisi dengan NPWP dan nama Pemotong Pajak Diisi dengan tanda tangan. . isilah kotak dengan tanda X.50) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Diisi dengan nama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Pemotong Pajak/Wajib Pajak terdaftar. cukup jelas. oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal berikut ini: .000. namun jika pemotongan dilakukan terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP maka kosongkan kotak.000. Contoh: Nama PT. .1.PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR BUKTI POTONG PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 (F.